ARTIKEL PENELITIAN

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GASTRITIS PADA PASIEN YANG BEROBAT JALAN DI PUSKESMAS GULAI BANCAH KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2011
Rahmi Kurnia Gustin
ABSTRAK Gatritis merupakan salah satu masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pada tahun 2010, gastritis termasuk dalam sepuluh penyakit terbanyak di Kota Bukittinggi. Di Puskesmas Gulai Bancah Kota Bukittinggi, terjadi peningkatan kasus gastritis dari tahun ke tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gastritis pada pasien yang berobat jalan di Puskesmas Gulai Bancah Kota Bukittinggi tahun 2011. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan analitik dan menggunakan desain cross sectional study. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Gulai Bancah Kota Bukittinggi dari bulan Januari-Juli 2011. Populasi penelitian ini adalah pasien yang berobat jalan di Puskesmas Gulai Bancah dengan besar sampel 100 orang. Teknik pengambilan sampel dengan cara consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30,0% pasien mengalami gastritis, 55,0% pasien berumur tua, 84,0% pasien memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi tentang gastritis, 90,0% pasien memiliki kebiasaan makan yang baik, 87,0% pasien tidak merokok, dan 76,0% pasien tidak stres. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan makan (p=0,000) dan tingkat stres (p=0,000) dengan kejadian gastritis pada pasien. Tidak ada hubungan umur (p=0,380), tingkat pengetahuan (p=0,554), dan merokok (p=0,201) dengan kejadian gastritis pada pasien. Dalam meningkatkan kesadaran masyarakat agar mau menerapkan pola hidup sehat, maka promosi kesehatan yang intensif tentang faktor yang terkait dengan gastritis perlu diberikan oleh petugas kesehatan. Promosi kesehatan tersebut perlu dilakukan secara berkesinambungan baik dalam bentuk penyuluhan langsung atau melalui media lainnya, seperti pamflet atau leaflet agar dapat dilakukan pencegahan dan mengurangi kasus gastritis.

Kata Kunci

: Gastritis, Kebiasaan makan, Stres, Merokok

1

di satu pihak penyakit penular masih merupakan adanya nyeri tekan di daerah epigastrium.0% of patients are not smoker.000) with the incidence of gastritis among patients. The results shows that 30. The population of this study was patients who are treated at home in Gulai Bancah Public Health Center with total sample amounts 100 people. smoking habit PENDAHULUAN Pembangunan kesehatan di Indonesia saat ini dihadapkan pada dua masalah.8-2. gastritis is included to the most common diseases in Bukittinggi City.380). dan globalisasi.1 tahun. In raising awareness for the public in order that they would apply healthy life pattern. The results of the bivariate test shows that there is a significant association between consumption habits (p=0.554).0% of patients have high knowledge level about gastritis. diantaranya Inggris 22%. insiden gastritis penduduk sekitar setiap 1. Hal ini mengarahkan para dokter kepada suatu diagnosa gastritis. 84. 76. 87. Jepang 14. di lain pihak telah terjadi peningkatan kasus penyakit-penyakit tidak dibutuhkan suatu pemeriksaan penunjang lainnya seperti endoscopi. Di dunia. gastritis cases increase every year. stress.201) with the incidence of gastritis.0% of patients are not stress. Keywords: gastritis. juta dari jumlah menular (PTM) yang banyak disebabkan oleh gaya hidup karena urbanisasi. The type of this study is observational with analytical approach and use cross sectional design. The purpose of this study is to determine the factors associated with the incidence of gastritis in patients who are treated at home in Gulai Bancah Public Health Center in 2011.5%. modernisasi. Sekitar 10% orang yang datang ke unit gawat darurat pada pemeriksaan fisik ditemukan Insiden terjadinya 2 . and smoking habit (p=0. The data was collected through interviews using a questionnaire. 1 Gastritis merupakan salah satu masalah kesehatan saluran pencernaan yang paling sering terjadi. knowledge level (p=0. In 2010. Kanada 35%.5%.0% of patients have good consumption habits. The health promotion need to be done continuously both in the form of direct illumination and other media. China 31%. 55. dan Perancis 29. In Gulai Bancah Public Health Center Bukittinggi City. such as pamflet and leaflet in order to prevent and reduce the incidence of gastritis.ARTIKEL PENELITIAN ABSTRACT Gastritis is one of a health problem in our community. 90.0% of patients are gastritis. consumption habit. The research was conducted in Gulai Bancah Public Health Center from January to July 2011. There is no significant association between age (p=0. so health promotion about the factors associated with gastritis should be given by health workers. dimana untuk memastikannya masalah kesehatan masyarakat yang belum banyak tertangani.2 Badan penelitian kesehatan dunia WHO mengadakan tinjauan terhadap beberapa negara dunia dan mendapatkan hasil persentase dari angka kejadian gastritis di dunia.000) and stress level (p=0.0% of patients aged old. The sampling technique is consecutive sampling.

polip lambung.396 kasus dari 238.8% responden mempunyai jenis kelamin perempuan. Penelitian Yunita (2010). kanker lambung merupakan jenis kanker penyebab kematian terbanyak kedua setelah kanker paru yaitu mencapai lebih dari 1 juta kematian pertahun. kasus gastritis umumnya terjadi pada penduduk yang berusia lebih dari 60 tahun. di Kota Surabaya angka kejadian Gastritis sebesar 31. 57.8% responden penelitiannya yaitu penderita gastritis berusia ≥ 40 tahun dan 77. 6. terutama jika terjadi penipisan secara terus menerus pada dinding lambung dan perubahan pada sel-sel di dinding lambung. Gratistis akut merupakan kelainan klinis akut yang jelas penyebabnya dengan tanda dan gejala yang khas. perdarahan. 7. menemukan 70% dari responden penelitiannya berjenis kelamin perempuan.9. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Barat. atau sakit kepala. sering bersifat multifaktor dengan Gastritis biasanya dianggap sebagai suatu hal yang remeh namun gastritis merupakan awal dari sebuah penyakit yang dapat menyusahkan kita. Denpasar 46%. 6. rasa mual dan muntah. Namun. rasa lemah. Menurut Maulidiyah (2006).8%.6%. Berdasarkan profil kesehatan Indonesia tahun 2009. Gastritis kronis merupakan gastritis dengan penyebab yang tidak jelas. Menurut penelitian Maulidiyah (2006).952 jiwa penduduk. sedangkan di Medan angka kejadian infeksi cukup tinggi sebesar 91. Penyakit ini sering dijumpai timbul secara mendadak yang biasanya ditandai dengan 3 . Menurut data WHO (2005). 4 Persentase dari angka kejadian gastritis di Indonesia menurut WHO adalah 40. nafsu makan menurun. Pembagian klinis gastritis secara garis besar dibagi menjadi dua jenis yaitu gastritis akut dan gastritis kronis.1% dan bersifat asimptomatik . 5. 10 Penyakit gastritis yang terjadi di negara maju sebagian besar mengenai usia tua. Angka kejadian gastritis pada beberapa daerah di Indonesia cukup tinggi dengan prevalensi perjalanan klinik yang bervariasi. nyeri. Gastritis memperlihatkan tanda atau gejala.18%). 3.2%.154 kasus (4. Prevalensi gastritis yang dikonfirmasi melalui endoskopi pada populasi di Shanghai sekitar 17. Menurut Zhaoshen L dkk (2010).452. 11 Tipe gastritis kronis sering tidak 274. 8 Gastritis atau yang secara umum dikenal dengan istilah sakit “maag” atau sakit ulu hati ialah peradangan pada dinding lambung terutama pada selaput lender lambung. gastritis menempati urutan ke-3 dari 10 penyakit terbanyak di Sumatera Barat tahun 2009 yaitu sebesar 202. Gastritis kronis berkaitan erat dengan infeksi Helicobacter pylori. gastritis merupakan salah satu penyakit di dalam sepuluh penyakit terbanyak pada pasien rawat inap di rumah sakit di Indonesia dengan jumlah 30. serta kanker lambung.3. gastritis kronis merupakan faktor risiko ulkus peptikum. Selain itu.635 dari jumlah penduduk setiap tahunnya.ARTIKEL PENELITIAN gastritis di Asia Tenggara sekitar 583. 4. biasanya ditemukan sel inflamasi akut.9%). Hal ini berbeda dengan di negara berkembang yang banyak mengenai usia dini. gastritis juga merupakan gangguan yang paling sering ditemui diklinik karena diagnosisnya hanya berdasarkan gejala klinis.2% yang secara substantial lebih tinggi daripada populasi di barat yang berkisar 4.2.577 kasus (11.

bulan Februari 121 pasien. peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gastritis pada pasien yang berobat jalan di Puskesmas Gulai Bancah Kota Bukittinggi.20%). Menurut Zilmawati (2007) pengetahuan juga mempunyai hubungan yang bermakna terhadap gejala TUJUAN PENELITIAN 1. faktor penyebab. ada hubungan antara pola makan dengan timbulnya gastritis. memiliki kebiasaan minum minuman beralkohol. 13. Beberapa faktor risiko gastritis adalah menggunakan obat aspirin atau antiradang non steroid. menyebutkan ke-2 bahwa 10 gastritis penyakit menempati urutan dari terbanyak dengan jumlah 7. Gastritis merupakan salah satu penyakit yang termasuk dalam sepuluh penyakit terbanyak di Puskesmas Gulai Bancah Kota Bukittinggi pada tahun 2010. 16. 19. bulan Maret 141 orang. serta terlalu banyak makan tahun 2008 terdapat sebanyak 920 pasien menderita gastritis dan pada tahun 2009 meningkat menjadi 1. dan bulan April 112 pasien. Menurut penelitian Maulidiyah (2006). Tujuan Umum Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian gastritis pada pasien yang berobat jalan di Puskesmas Gulai Bancah Kota Bukittinggi pada tahun 2011. memiliki kebiasaan merokok. masalah gejala gastritis yang dihadapi oleh individu dapat diatasi. Jumlah kunjungan dengan keluhan gastritis pada bulan Januari tahun 2011 sebanyak 70 pasien. Menurut Putri dkk (2010). Berdasarkan data kunjungan pasien di wilayah kerja Puskesmas Gulai Bancah pada 4 . Diketahuinya distribusi frekuensi umur pada pasien yang berobat jalan di Puskesmas Bukittinggi.ARTIKEL PENELITIAN memberikan merupakan penyakit yang sangat mengganggu aktivitas dan bila tidak ditangani dengan baik dapat juga berakibat fatal. dengan adanya pengetahuan tentang proses terjadinya gastritis. kejadian gastritis pada pasien yang berobat jalan di Puskesmas Gulai Bancah Kota Bukittinggi. dan zat eksternal yang menyebabkan iritasi dan infeksi. 14 Secara garis besar penyebab gastritis dibedakan atas zat internal yaitu adanya kondisi yang memicu pengeluaran asam lambung yang berlebihan. 6. Kasus gastritis tersebut mengalami peningkatan lagi pada tahun 2010 menjadi 1. 18. Diketahuinya distribusi frekuensi gastritis.295 pasien.086 pasien.729 kasus (12. 2. 17 Data Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi tahun 2009. kebiasaan makan yaitu waktu makan yang tidak teratur. dengan usia tersering penderita gastritis ialah antara 20-44 tahun. 20 makanan yang pedas dan asam. Gulai Bancah Kota merupakan salah satu puskesmas di Bukittinggi dengan kasus gastritis yang meningkat dari tahun ke tahun. 9. sering mengalami stres. 12. terdapat hubungan yang bermakna antara stres dan kebiasaan makan dengan kekambuhan penyakit gastritis.26%) dan pada tahun 2010 meningkat menjadi 9. Puskesmas Gulai Bancah b.773 kasus (12. Tujuan Khusus a. Berdasarkan uraian di atas. 15. infeksi kuman Helicobacter pylori. rawatan yang tepat.

Diketahuinya distribusi frekuensi Kriteria inklusi adalah pasien yang berobat jalan di Puskesmas Gulai Bancah Kota Bukittinggi berumur di atas 15 tahun pria dan wanita. 5 . j. Diketahuinya distribusi frekuensi berobat jalan di Puskesmas Gulai Bancah dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Diketahuinya hubungan tingkat wawancara menggunakan kuesioner sedangkan data sekunder berupa pencatatan dan pelaporan kejadian gastritis dan hal-hal lain yang berhubungan dengan penelitian.05). Sedangkan kriteria eksklusi adalah pasien yang sedang sakit berat dan tidak mampu berkomunikasi dengan baik. Data primer diperoleh melalui tingkat stres pada pasien yang berobat jalan di Puskesmas Gulai Bancah Kota Bukittinggi. i.ARTIKEL PENELITIAN c. h. Data penelitian terdiri dari data primer dan sekunder. Diketahuinya hubungan umur dengan kejadian gastritis pada pasien yang berobat jalan di Puskesmas Gulai Bancah Kota Bukittinggi. d. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang kebiasaan makan pada pasien yang berobat jalan di Puskesmas Gulai Bancah Kota Bukittinggi. g. Diketahuinya distribusi frekuensi Gulai Bancah Kota METODE PENELITIAN Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional study yang dilaksanakan pada bulan Januari sampai Juli tahun 2011 di Puskesmas Gulai Bancah Kota Bukittinggi. Analisis univariat untuk melihat distribusi frekuensi variabel yang diteliti. tingkat pengetahuan tentang gastritis pada pasien yang berobat jalan di Puskesmas Bukittinggi. Jika ditemui nilai harapan kurang dari 5. Diketahuinya hubungan tingkat stres dengan kejadian gastritis pada pasien menggunakan uji Chi Square dengan derajat kepercayaan 95% (α=0. maka digunakan uji Fisher Exact. Analisis bivariat untuk melihat hubungan antara variabel independen dan dependen makan dengan kejadian gastritis pada pasien yang berobat jalan di Puskesmas Gulai Bancah Kota Bukittinggi. pengetahuan tentang gastritis dengan kejadian gastritis pada pasien yang berobat jalan di Puskesmas Gulai Bancah Kota Bukittinggi. f. Diketahuinya hubungan kebiasaan Analisis dilakukan secara bertahap yaitu analisis univariat dan bivariat. Diketahuinya distribusi frekuensi yang berobat jalan di Puskesmas Gulai Bancah Kota Bukittinggi. merokok pada pasien yang berobat jalan di Puskesmas Gulai Bancah Kota Bukittinggi. k. Data yang sudah terkumpul diolah dan dianalisis dengan menggunakan software pada komputer. Diketahuinya hubungan merokok dengan kejadian gastritis pada pasien yang berobat jalan di Puskesmas Gulai Bancah Kota Bukittinggi. serta bersedia untuk diwawancarai. e.

0%.628.0 Jumlah f 55 45 100 % 100 100 100 p value 0. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Maulidiyah (2006) dimana umur responden tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan kejadian gastritis dengan p=0.0%. Hasil uji statistik menggunakan uji Chi Square didapatkan nilai p>0.5 41 74. Usia tua memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita gastritis dibandingkan Tabel 1.0 70 70. Hal ini menunjukkan bahwa seiring dengan bertambahnya usia mukosa gaster cenderung menjadi tipis sehingga lebih cenderung memiliki infeksi Helicobacter pylori atau gangguan autoimun daripada orang yang lebih muda. memiliki kebiasaan makan yang baik sebesar 90. responden yang berumur tua sebesar 55.0%.21 Hubungan yang tidak signifikan kemungkinan disebabkan oleh faktor-faktor lain yang lebih berpengaruh seperti pola hidup yang tidak sehat yang meliputi kebiasaan makan. memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi tentang gastritis sebesar 84.380 Tabel 2 menunjukkan bahwa proporsi kejadian gastritis lebih tinggi pada responden dengan tingkat pengetahuan yang rendah (37. Usia muda dan dewasa termasuk dalam kategori usia produktif.6 29 64.5%) dibanding pada responden dengan 6 . Tabel 1 menunjukkan bahwa proporsi kejadian gastritis lebih tinggi pada responden dengan umur muda dan dewasa (35.0%.4 30 30. seperti pola makan yang tidak teratur. Pada usia tersebut merupakan usia dengan berbagai kesibukan karena pekerjaan Sehingga dan lebih dibanding pada responden dengan umur tua (25. tidak merokok sebesar 87. kebiasaan merokok.05 yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara umur responden dengan kejadian gastritis. stres. stres di tempat kerja. dan tidak stres sebesar 76. dan pola hidup tidak sehat lainnya akibat berbagai aktivitas dan kesibukan di usia produktif tersebut.0%.6%) dengan usia muda. merokok.5%). cenderung untuk terpapar faktor-faktor yang dapat meningkatkan resiko untuk terkena gastritis.0%. dan lain-lain. Hubungan Umur Dengan Kejadian Gastritis Pada Responden yang Berobat Jalan di Puskesmas Gulai Bancah Kota Bukittinggi Umur Tua Muda & Dewasa Jumlah Kejadian Gastritis Gastritis Tidak Gastritis f % f % 14 25. 6 kegiatan-kegiatan lainnya.ARTIKEL PENELITIAN HASIL DAN PEMBAHASAN Dari hasil penelitian terhadap 100 orang responden diperoleh proporsi kejadian gastritis pada responden sebesar 30.5 16 35.

028).0 Tingkat Pengetahuan Rendah Tinggi Jumlah Jumlah f 16 84 100 % 100 100 100 p value 0. Apabila individu hanya mengetahui tetapi tidak mengaplikasikannya. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Maulidiyah (2006).6.2%). Peningkatan pengetahuan saja tidak cukup untuk mencegah terjadinya gastritis tanpa diiringi dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.5 24 28. Dari hasil uji statistik menggunakan Fisher’s Exact Test diketahui bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian gastritis pada responden (p>0. Namun ini tidak ada hubungan tingkat pengetahuan dengan kejadian gastritis.5 10 62.17 Pengetahuan merupakan salah satu pengetahuan tersebut akan sia-sia.0 70 70.6. maka bertentangan dengan hasil penelitian Zilmawati (2007) yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan kejadian gastritis (p=0.554 Tabel 3 menunjukkan bahwa proporsi kejadian gastritis lebih tinggi pada responden yang memiliki kebiasaan makan kurang baik (100%) dibanding pada responden yang memiliki kebiasaan makan baik (22.ARTIKEL PENELITIAN tingkat pengetahuan yang tinggi (28.05).000). Hal ini kemungkinan disebabkan menerapkan belum atau tentu semua responden semua mengaplikasikan informasi yang diketahuinya yang berkaitan dengan gastritis. Penelitian Zilmawati (2007) juga menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan makan dengan terjadinya gastritis (p=0.05 yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan makan dengan kejadian gastritis pada responden. Berdasarkan hasil uji menggunakan Fisher’s Exact Test.6 60 71. 17 Kebiasaan makan adalah suatu istilah untuk menggambarkan kebiasaan dan perilaku yang berhubungan dengan makanan. seperti frekuensi makan seseorang dan pola makanan 7 . Berdasarkan hasil wawancara ada beberapa responden tinggi yang tetapi memiliki memiliki pengetahuan yang kebiasaan makan yang kurang baik.549).028).6%). dimana pengetahuan tidak mempunyai hubungan yang bermakna dengan kejadian gastritis (p=0. Pada penelitian Tabel 2. didapatkan nilai p<0. Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kejadian Gastritis Pada Responden yang Berobat Jalan di Puskesmas Gulai Bancah Kota Bukittinggi Kejadian Gastritis Gastritis Tidak Gastritis f % f % 6 37. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Maulidiyah (2006) yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara kebiasaan makan dengan kejadian gastritis (p=0. pendorong seseorang untuk merubah perilaku atau mengadopsi perilaku baru.4 30 30.

Tabel 3.2%) tidak dibanding merokok pada dinding lambung.013). Kelebihan asam di dalam lambung dan lambatnya sekresi getah pelindung mengakibatkan timbulnya luka pada dinding lambung. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh faktor-faktor lain yang lebih berpengaruh seperti kebiasaan makan dan stres. Nikotin juga memperlambat mekanisme kerja sel pelindung dalam responden (27.0 Kebiasaan Makan Kurang baik Baik Jumlah Jumlah f 10 90 100 % 100 100 100 p value 0. Hasil penelitian ini bertentangan dengan penelitian Yanti (2007) yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara merokok dengan kejadian gastritis (p=0.05 yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara merokok dengan kejadian gastritis pada responden. Selain itu.0 70 70.2 70 77. Gangguan yang terjadi secara terus menerus terhadap sistem pencernaan dapat mengarah pada penyakit tukak lambung atau gastritis.6%).000 Tabel 4 menunjukkan bahwa proporsi kejadian gastritis lebih tinggi pada responden yang merokok yang (46. Hubungan Kebiasaan Makan Dengan Kejadian Gastritis Pada Responden yang Berobat Jalan di Puskesmas Gulai Bancah Kota Bukittinggi Kejadian Gastritis Gastritis Tidak Gastritis f % f % 10 100 0 0 20 22. Ketika seseorang merokok. Kebiasaan merokok sangat identik dengan lakilaki. Rokok pencernaan 23 mengeluarkan (sekresi) getah yang berguna untuk melindungi dinding dari serangan asam lambung. Sel pelindung tidak mampu lagi menjalankan fungsinya dengan baik. Gastritis umumnya terjadi akibat asam lambung yang tinggi atau terlalu banyak makan makanan yang bersifat merangsang diantaranya makanan yang pedas dan asam. Berdasarkan hasil uji menggunakan Fisher’s Exact Test. Iritasi ini memicu lambung memproduksi asam lebih banyak dan lebih sering dari biasanya. Pada penelitian ini tidak ada hubungan merusak Dari seluruh sistem organ merokok dengan kejadian gastritis. pencernaan. walaupun perempuan juga banyak yang mengerutkan dan melukai pembuluh darah pada 8 . Pola makan tidak teratur juga dapat menyebabkan penyakit gastritis. Hal inilah 24 yang menyebabkan terjadinya penyakit gastritis. lambung adalah organ yang paling sensitif. didapatkan nilai p>0. nikotin yang terkandung di dalam rokok akan perempuan lebih banyak dibandingkan jumlah responden laki-laki dan prevalensi merokok pada laki-laki lebih tinggi daripada perempuan.ARTIKEL PENELITIAN yang dimakan. jumlah responden dapat seseorang. bila seseorang telat makan sampai 2-3 jam maka asam lambung yang diproduksi semakin banyak dan berlebih sehingga dapat mengiritasi mukosa lambung serta menimbulkan 22 rasa nyeri di sekitar epigastrium.8 30 30.

Kadar asam lambung yang meningkat ini akan menimbulkan 9.05 yang berarti ada hubungan yang asam lambung akan meningkat pada keadaan stres. 25 menyebabkan iritasi pada mukosa lambung.ARTIKEL PENELITIAN memiliki kebiasaan merokok.2 7 53. seperti beban kerja yang berlebihan.6 63 72. Hal ini yang menyebabkan tidak adanya hubungan yang bermakna antara merokok dengan kejadian gastritis pada responden.133). Tabel 4. Produksi gastritis. Pada penelitian lainnya menunjukkan hubungan yang tidak bermakna antara stres dengan kejadian gastritis. Hal ini menyebabkan kejadian gastritis dihubungkan dengan keadaan psikologis seseorang.0 Merokok Merokok Tidak merokok Jumlah Jumlah f 13 87 100 % 100 100 100 p value 0.1%). 21 orang diantaranya adalah perempuan dan yang memiliki kebiasaan merokok sebanyak 1 orang. Dari 30 orang yang mengalami gastritis. 26 ketidaknyamanan pada lambung.8%) dibanding pada responden yang tidak stres (17.8 24 27. Stres dapat meningkatkan kadar asam lambung dan tersebut bertentangan penelitian Yanti (2010) yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara stres dengan kejadian gastritis (p=0. Selain itu. 6. hasil dengan hubungan yang bermakna antara stres pada responden dengan kejadian gastritis. Namun.201 Tabel 5 menunjukkan bahwa proporsi kejadian gastritis lebih tinggi pada responden yang stres (70.4 30 30. Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa responden yang mengalami stres lebih banyak menderita ditemukan gastritis. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Maulidiyah (2006) yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara stres dengan kejadian penelitian gastritis (p=0. Hubungan Merokok Dengan Kejadian Gastritis Pada Responden yang Berobat Jalan di Puskesmas Gulai Bancah Kota Bukittinggi Kejadian Gastritis Gastritis Tidak Gastritis f % f % 6 46. takut. Stres yang disebabkan oleh berbagai peristiwa kehidupan yang terjadi serta kuantitas peristiwa tersebut terjadi dalam jangka waktu tertentu sangat menentukan tingkat stres seseorang.0 70 70. Pada penelitian ini didapatkan signifikan antara tingkat stres responden dengan kejadian gastritis.000). Hal ini kemungkinan 9 . 17. atau diburu-buru. penelitian Zilmawati (2007) juga menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat stres dengan kejadian gastritis (p=0.183). cemas. pada responden yang yang sudah Seseorang menderita gastritis apabila dalam keadaan stres dapat menyebabkan kekambuhan penyakit Stres yang berkepanjangan merupakan salah satu faktor pemicu karena mengakibatkan peningkatan produksi asam lambung. Hasil uji statistik menggunakan uji Chi Square didapatkan nilai p<0.

2. 10 . memiliki kebiasaan makan yang baik sebesar 90.380). Dari : [1 http://www.0%. Tabel 5. http://www.9 30 30.scribd.2 13 17.id/ [20 Januari 2011]. et al. tingkat pengetahuan (p=0.pppl. Jie C.com/ Januari 2011]. Ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan makan (p=0.1 63 82. Gastristis [On Line]. tidak ditemukan ada hubungan umur (p=0.0 Tingkat Stres Stres Tidak stres Jumlah Jumlah f 24 76 100 % 100 100 100 p value 0. Xiuqiang M.depkes.0%. Zhaoshen L. dan tidak stres sebesar 76. menerapkan pola hidup sehat. Pusat Promosi Kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesia [On Line] 2007.0%.0%. Namun. Hubungan Tingkat Stres Dengan Kejadian Gastritis Pada Responden yang Berobat Jalan di Puskesmas Gulai Bancah Kota Bukittinggi Kejadian Gastritis Gastritis Tidak Gastritis f % f % 17 70.000 KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dapat seperti pamflet atau leaflet agar dapat dilakukan pencegahan dan mengurangi kasus gastritis. dan merokok (p=0. tidak merokok sebesar 87.emedicinehealth. Yorimichi. tingkat gastritis pengetahuan sebesar yang tinggi 1. Pola Makan dalam Kehidupan Orang-Orang yang Terkena Gastritis [On Line]. pasien yang berumur tua sebesar 55. Dari : http://www.ARTIKEL PENELITIAN disebabkan oleh faktor-faktor lain yang lebih berpengaruh.8 7 29.go.000) dan tingkat stres (p=0.201) dengan kejadian gastritis pada pasien.554). baik dalam bentuk penyuluhan langsung atau melalui media lainnya. 3.000) dengan kejadian gastritis pada pasien. Xingang S.0%. Jejaring Pencegahan dan memiliki tentang Penanggulangan Penyakit Tidak Menular.0 70 70. Yanfang G. DAFTAR KEPUSTAKAAN Jimmy.0%. Promosi kesehatan yang intensif tentang faktor yang terkait dengan gastritis perlu diberikan oleh petugas agar kesehatan masyarakat secara mau 4. Dari : 84. disimpulkan bahwa proporsi kejadian gastritis pada pasien yang berobat jalan di Puskesmas Gulai Bancah Kota Bukittinggi sebesar 30. Epidemiology of Peptic Ulcer Disease: Endoscopic Results of the Systematic Investigation of Gastrointestinal Disease berkesinambungan.com/ [23 April 2011]. Duowu Z.

Hubungan Antara Stres dan Kebiasaan Makan dengan Terjadinya Kekambuhan Penyakit Gastritis [On 15. http://ejournal. Hariwijaya M.id/ [01 Januari 2011].gov/ [16 April 2011]. 2007.depkes. Profil Kesehatan Sumatera Barat 2009. 6. 7. Dari http://adln. Dari : http://adln. Jakarta : EDSA Mahkota. Statistics by Country for Gastritis [On Line] 2008. [18 April 14. 8. 5. 11.unair. Dari : http://www.unair. Jakarta : Media Aesculapius. Kementerian Kesehatan Republik 16. 2001. Masyarakat Padang Universitas Tahun 2007 Padang: FKM Universitas Baiturrahmah.com/ [1 Januari 2011]. 9. Sutanto. Am J [On Line] 2010. Maag atau Gastritis [On Line] 2009. 2011. 2010. Dari : 13.niddk. Fakta-fakta Mengenai Kanker [On Line].nature.lib.linartara. Kapita Selekta Kedokteran Edisi III. Bukittinggi : Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi. 12.ac.id/ [13 Mei 2011].ARTIKEL PENELITIAN in China. Dari [5 : Februari Line]. Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi. Zilmawati R. Buku Panduan Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Kronis.nih. 20. Profil Kesehatan Kota Bukittinggi 2010. http://www.indofarma. 19. 17.D. Dari : http://digestive. Kebiasaan Makan dan 18. Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia 2009 [On Line].com/ [1 Januari 2011].id/ 2011]. Minum Serta Pemakaian NSAID dengan Terjadinya Gastritis pada Mahasiswa Kedokteran Tahun 2010 [On Line].co.cureresearch. Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Barat. 11 . Mansjoer A. Dari http://www.ac.ac.com/ [11 Juni 2011] : http://www. 2007. Bethesda M. Dari : http://www. Jakarta : Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Barat.id/ [18 April 2011]. Hubungan Antara Karakteristik Responden. Budiman A.parkwaycancercentre. 2010.cc/ 2011].go.id/ 2011]. Gastritis (Magh) [On Line].lib. [01 Januari Bukittinggi : Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi.co. Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi. Maulidiyah U. Dari : Hubungan Pola Makan dengan Timbulnya Gastritis pada Pasien di Universitas Muhammadiyah Malang Medical Center (UMC) 2010 [On Line]. Profil Kesehatan Kota Bukittinggi 2009. Dari : http://www. Laporan Tahunan Puskesmas Gulai Bancah 2008-2011.umm. Wulansari. 10. Gastritis [On Line] 2004. Yunita R. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Gejala Gastritis pada Mahasiswa Tingkat IV Fakultas Kesehatan Baiturrahmah [Skripsi]. Agustin H. Putri RSM.

Gastritis [On Line]. Yanti.ARTIKEL PENELITIAN 21. 22.id/ 2011].mayoclinic. Pengaruh Kebiasaan Merokok. Dari : http://ictjogja.unair.lib.ac. WOR.ahlinyalambung. Yogyakarta : Pustaka Populer. 2009.com/ [27 April 2011]. Dari [18 : April 24. Caldwell E. Gejala dan Bahaya Sakit Maag [On Line]. Dari : http://www. 2010.com/ 2011]. Yanti M. http://www. Hubungan Rentang Stres & Kebiasaan Pemakaian OAINS dengan Kejadian Gastritis di Poliklinik Penyakit Dalam RSUP M.net/ [18 April 2011]. Gastritis [On Line]. 26. Berhenti Merokok. 23.Djamil Padang Tahun 2010 [Skripsi]. PSIK FK UNAND. Dari [01 : http://adln. 25. Januari 12 . Konsumsi Non Steroid Anti Unflamatory Drugs (NSAID) dan Kopi Terhadap Kejadian Gastritis Di Puskesmas Mulyorejo Surabaya Tahun 2007 [On Line].

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful