P. 1
Etika Diskusi

Etika Diskusi

|Views: 280|Likes:
Published by Ryan Kurniawan

More info:

Published by: Ryan Kurniawan on Oct 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2015

pdf

text

original

ETIKA DAN NORMA KONFERSASI

Dalam sebuah diskusi konfersasi, hendaknya ada etika atau hal-hal yang harus diperhatikan. Untuk itu, perlu ada aturan main yang jelas. Setiap unsur yang terlibat dalam diskusi harus mengetahui, memahami, dan melaksakan perannya sesuai tugas dan tanggung jawabnya. Hal-hal yang harus diperhatikan oleh ketua diskusi : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Memahami aturan main diskussi Memimpin diskusi dengan sabar, ramah, jujur, dan tidak memihak Menghargai setiap pendapat Berbahasa yang efektif dan sopan Menengahi masalah apabila ada keterangan Menyimpulkan pembicaraan yang dikemukakan peserta Bijaksana, tegas, dan disiplin

Etika sekretaris antara lain : 1. Tanggap, maksudnya dapat cepat mengetahui, memahami, dan mengerti pokok-pokok pembicaraan, 2. Tangkas, maksudnya cekattan, sigap, dan gesit dalam memahami dan menangkap isi permasalahan, 3. Tangguh, maksudnya kuat dalam pendirian dan prinsip, 4. Teliti, maksudnya hati-hati dan cermat dalam mencatat ide, gagasan, pandangan, usulan, sanggahan atau usulan. Etika peserta diskusi antara lain : 1. 2. 3. 4. 5. Mempersiapkan dri sebaik-baiknya, Berbicara melalui moderator, Tidak boleh memaksakan pendapat, Peka terhadap teknik-teknik diskusi, Dst.

MODEL UNGKAPAN YANG EFEKTIF
Selama kita berada dalam diskusi, kita harus menggunakan ungkapan yang efektif. Ini dilakukuan agar peserta lain di dalam diskusi bisa langsung dimengerti. Berikut ini contoh ungkapan efektif yang dapat digunakan dalam diskusi. 1. Pemimpin diskusi membuka diskusi “Saudara-saudara, perkenankanlah saya menyampaikan terima kasih atas kesediaan Saudara sekalian menghadiri pertemuan pada pagi hari ini. Oleh karena semua yang diundang telah hadir, diskusi pagi ini segera saya buka.” (ketok palu)

“Sesuai denagn acara yang ditentukan, masalah yang akan didiskusikan adalah. . . .”(dan seterusnya) 2. Peserta menyampaikan gagasan “Terima kasih kepada Saudara Moderator.” “Saudara-saudara dalam kesempatan ini, saya akan membahas masalah yang telah dikemukakan sacara sekilas oleh pembicara tentang. . . .”(dan seterusnya) 3. Peserta menyanggah pendapat peserta lain “Saya tertarik sekali akan uraian Saudara Chaiy tentang . . . Ada pendapat yang menurut saya agak kurang lengkap, yaitu . . . .”(dan seterusnya)

KATA/GAGASAN YANG BERNUANSA KONFLIK
Dalam sebuah diskusi, hendaknya kita tidak menggunakan kata/gagasan yang bernuansa konflik. Karena kata/gagasan yang bernuansa konflik dapat menyebabkan kesalahpahaman diantara orang yang saling berdiskusi. Berikut ini contoh kata/gagasan yang bernuansa konflik. 1. Peserta menyampaikan gagasan “ Terima kasih kepada moderator.” “Dalam kesempatan ini, saya akan membahas masalah yang dibawakan narasumber tentang . . . . . Saya rasa materi yang dibawakan terlalu bertele-tele, saya tidak puas dengan penyampaian yang diberikan narasumber. Jadi tolong materinya diperjelas lagi mengenai masalah . . . .” (dan seterusnya) 2. Peserta menyanggah pendapat peserta lain “Pendapat saudara sangat tidak bagus. Menurut saya seharusnya begini . . . .” (dan seterusnya) Dari contoh diatas, kita sudah dapat membayangkan bahwa diskusi pasti tidak akan berjalan baik. Karena para peserta menggunakan kata/gagasan yang penuh konflik, sehingga seakan-akan kata/gagasan yang diberikan sudah jauh dari norma dan sudah sangat tidak sopan. Jadi mulai sekarang bangunlah diskusi yang dipenuhi kata yang sopan dan beretika, serta jauh dari konflik.

KELOMPOK I Nama Anggota Kelompok: Muhammad Kurniawan Ade Ahmad Hamdani Abdurrahman Shaiyfullah Eko Herlambang Hery Irwandy G. Satria Permana

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->