P. 1
Ilmu Pendidikan Islam - (Lingkungan Pendidikan Islam)

Ilmu Pendidikan Islam - (Lingkungan Pendidikan Islam)

|Views: 67|Likes:
Published by Afif

More info:

Published by: Afif on Oct 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/17/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Dalam makalah ini kami membahas tentang lingkungan pendidikan, dimana dalam lingkungan pendidikan ini terdapat banyak sekali macam-macam lingkungan pendidikan khususnya pendidikan Islam, dan diantaranya yang kami singgung atau kami bahas dalam makalah ini, begitu juga dengan pengaruhnya beberapa lembaga yang tumbuh dimasyarakat yang mempunyai pengaruh luas bagi kehidupan, supaya kita bisa menciptakan lingkungan pendidikan yang baik dan bermanfaat bagi anak sehingga mereka menjadi seseorang yang berjiwa islami. B. Rumusan Masalah 1. Apa pengertian lingkungan pendidikan Islam ? 2. Apa pengaruh lingkungan pendidikan Islam ? 3. Apa saja lingkungan pendidikan Islam itu ? 4. Lingkungan pendidikan Islam bagaimana yang dominan mempengaruhi masyarakat ? C. Tujuan Masalah 1. Untuk mengetahui apa pengertian lingkungan pendidikan Islam 2. Untuk mengetahui apa pengaruh lingkungan pendidikan Islam 3. Untuk mengetahui apa saja lingkungan pendidikan Islam 4. Untuk mengetahui lingkungan pendidikan Islam bagaimana yang dominan mempengaruhi masyarakat

1

BAB II PEMBAHASAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN ISLAM
A. Pengertian Lingkungan Pendidikan Yang dimaksud dengan lingkungan ialah sesuatu yag berada diluar diri anak dan mempengaruhi perkembangannya.1 Menurut Sartain (seorang ahli psikologi Amerika) mengatakan bahwa yang dimaksud dengna lingkungna sekitar ialah meliputi semua kondisi di dunia kecuali gen. Pendapat lain mengatakan bahwa didalam lingkungan itu tidak hanya terdapat sejumlah faktor, melainkan terdapat pula faktor-faktor yang lain secara potensial dapat mempengaruhi perkembangan dan tingkah laku seorang anak. Tetapi secara actual hanya faktor-faktor yang ada di sekeliling anak tersebut yang secara langsung mempengaruhi pertumbuhan dan tingkah laku anak. B. Macam-macam Lingkungan dalam Pendidikan Islam Menurut Drs. Abdurrahman Saleh ada 3 macam pengaruh lingkungan pendidikan terhadap keberagaman anak, yaitu : a. itu. b. kebetulan. c. Lingkungan yang memiliki tradisi agama dengan sadar dan hidup dalam kehidupan agama, (apabila lingkungan ini ditunjang oleh pimpinan yang baik dan Lingkungan yang berpegang kepada tradisi agama tetapi tanpa keinsafan batin (anak-anak beragama secara tradisional tanpa kritik atau beragama secara Lingkungan yang acuh tak acuh terhadap agama, (adakalnya berkeberatan terhadap pendidikan agama, dan adakalanya sedikit tahu tentang hal

1

Arief Armai, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, Ciputat Pers, Jakarta, 2002, h.76

2

kesempatan yang memadai, maka kemungkinan besar hasilnya pun akan lebih baik.2 Ada beberapa lembaga yang tumbuh di dalam masyarakat serta mempunyai pengaruh luas bagi kehidupan agama (pendidikan Islam) anak : a. Keluarga : kebanyakan ahli didik menyatakan pendidikan di lembaga ini merupakan pendidikan pertama dan utama, karena disinilah seorang anak pertama kali mendapatkan pendidikan, disamping itu dari lembaga ini jugalah akan berpengaruh besar terhadap kehidupan peserta didik kemudian harinya. Kasih sayang orang tua yang tumbuh akibat dari hubungan darah dan diberikan kepada anak secara wajar atau sesuai dengan kebutuhan, mempunyai arti sangat penting bagi pertumbuhannya. Kekurangan belaian kasih sayang orang tua menjadikan anak keras kepala, sulit diatur, mudah memberontak, dll. Tetapi sebaliknya kasih sayang yang berlebihan menjadikan seorang anak manja, penakut, tidak cepat untuk dapat hidup mandiri. Karena itu harus pandai dan tepat memberikan kasih sayang kepada anaknya jangan kurang dan jangan pula berlebihan. Allah berfirman dalam surat At-tahrim : 6, yang artinya : “ Peliharalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka…”. Secara umum, kewajiban orang tua pada anak-anaknya ialah : 1. mendo’akan anak-anaknya dengan do’a yang baik (QS.al-furqan:74) dan jangan sekali-kali mengutuk anaknya dengan kutukan yang tidak manusiawi; 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.
2

memelihara anak dari api neraka (QS.at-tahrim:6); menyerukan shalat pada anaknya (QS.Thaha:132); menciptakan kedamaian dalam rumah tangga (QS.an-nisa:128); mencintai dan menyayangi anak-anaknya (QS.al-imran:140); bersikap hati-hati terhadap anak-anaknya (QS.al-taghabun:14); mencari nafkah yang halal (QS.al-baqarah:233); mendidik anak agar berbakti pada bapak – ibu (QS.an-nisa’:36);

Saleh Abdurrahman, Didaktik dan Metodik Pendidikan Agama, Bulan Bintang, Jakarta, 1969, h. 77

3

9.

memberi air susu sampai dua tahun (QS.al-baqarah:233). hukum-hukum Allah SWT pada anaknya (QS.al-

Menurut al-Nahlawi, kewajiban orang tua dalam pendidikan anak-anaknya adalah : 1.menegakkan baqarah:229,230); 2.merealissikan ketentraman dan kesejahteraan jiwa keluarga (QS.ala’raf:189, ar-rum;21); 3.melaksanakan perintah agama dan perintah Rasulullah SAW (QS.attahrim:6); 4.mewujudkan rasa cinta kepada anak-anak melalui pendidikan. b. Sekolah : Sekolah adalah lembaga pendidikan yang sangat penting sesudah keluarga. Pada waktu anak-anak menginjak umur 6 atau 7 tahun perkembangan intelek, daya pikir telah meningkat sedemikian rupa, karena itu pada masa ini disebut masa keserasian bersekolah. Peran sekolah bagi pembentukan kepribadian anak sangat besar. Sekolah telah membina anak tentang kecerdasan, sikap, minta dan sebagainya dengan gaya dan caranya sehingga anak mentaatinya. Karena itu dapatlah dikatakan sekolah berpengaruh besar bagi jiwa dan keberagamaan anak. c. Tempat Ibadah : mushalla, masjid, langgar, dll. Oleh umat Islam tempat ini digunakan untuk pendidikan dasar-dasar ke-Islaman. Pendidikan ini merupakan pendidikan lanjutan dari pendidikan didalam keluarga. Di tempat ini biasanya di adakan pendidikan madrasah Diniyah, rutin maupun berkala, sering juga di adakan pengajian-pengajian umum, tabligh akbar, diskusi dan seminar. d. : Pondok Pesantren : tujuan terbentuknya pondok pesantren

4

(1) tujuan umum, yaitu membimbing anak didik untuk menjadi manusia yang berkepribadian Islam, yang dengan ilmu agamanya ia sanggup menjadi muballigh Islam dalam masyarakat sekitar melalui ilmu dan amalnya; (2) tujuan khusus, yaitu mempersiapkan para santri untuk menjadi orang alim dalam ilmu agama yang diajarkan oleh kiai yang bersangkutan serta dalam mengamalkan dan mendakwahkannya dalam masyarakat. Sistem yang ditampilkan dalam pondok pesantren mempunyai keunikan

dibandingkan dengan system yang diterapkan dalam lembaga pendidkan pada umumnya, yaitu : 1. memakai system tradisional, yang memiliki kebebasan penuh dibandingkan dengan sekolah modern, sehingga terjadi hubungan dua arah antara kiai dan santri; 2. kehidupan di pesantren menampakkan semangat demokrasi, karena mereka praktis bekerja sama mengtasi problem non-kurikuler mereka sendiri; 3. para santri tidak mengidap penyakit simbolis, yaitu perolehan gelar dan ijazah, karena sebagian besar pesantren tidak mengeluarkan ijazah, sedangkan santri dengan ketulusan hatinya masuk pesantren tanpa adanya ijazah tersebut. Hal itu karena tujuan utama mereka hanya ingin mencari keridhaan Allah SWT semata; 4. system pondok pesantren mengutamakan kesederhanaan, idealisme, persaudaraan, persamaan, rasa percaya diri dan keberanian hidup; 5. alumni pondok pesantren tak ingin menduduki jabatan pemerintahan, sehingga mereka hampir tidak dikuasai oleh pemerintah.3 e. (1) Kependudukan; (2) Perkumpulan pemuda mahasiswa, pelajar (HMI, PMII, IPPNU, Anshor);
3

Masyarakat : organisasi-organisasi yang tumbuh di dalam masyarakat itu banyak, antara lain :

Mujib Abdul, Ilmu Pendidikan Islami, Kencana Prenada Media, Jakarta, 2006, h. 235

5

(3) Perkumpulan-perkumpulan olah raga dan kesenian; (4) Perkumpulan-perkumpulan panitia penolong korban bencana alam / PMI; (5) Perkumpulan pengajian / diskusi; (6) Perkumpulan koperasi, dll. Organisasi-organisasi seperti tersebut di atas jika mendasarkan diri pada agama mempunyai pengaruh positif bagi kehidupan keagamaan. Perkumpulan dan persekutuan hidup masyarakat yang memberikan anak untuk hidup dan mempraktekan ajaran Islam rajin beramal, cinta damai, toleransi, dan suka menyambung Ukhuwah Islamiah, sebaliknya lingkungan yang tidak menghargai ajaran Islam maka dapat menjadikan anak apatis atau masa bodoh kepada agama Islam. Apalagi masyarakat yang membenci Islam, maka akhirnya anaknya akan membenci kepada Islam pula.4 Dalam pembaharuan system pendidikan Islam modern terdapat pengembangan lingkungan pendidikan yaitu : lingkungan individu dan negara, jadi lingkungan yang terdapat dalam system pendidikan Islam terdiri dari 5 komponen yaitu seperti yang sudah disebutkan dan dijelaskan di atas : lingkungan keluarga, sekolah, tempat ibadah dan masyarakat. Pengembangan lingkungan pendidikan itu : f. Lingkungan Individu : lingkungan ini merupakan lingkungan diri sendiri, unsur yang terdapat pada individu terdiri dari 3 aspek, yaitu : (a) Aspek Jasmaniah, meliputi tingkah laku luar yang tampak dan terlihat dari luar, misalnya : cara berbuat, cara berbicara, dll. (b) Aspek Rohaniah, meliputi aspek-aspek kejiwaan yang lanih abstrak yaitu filsafat hidup dan kepercayaan. (c) Aspek Kejiwaan, meliputi aspek-aspek yang tidak dapat dilihat dari luar, misalnya cara berfikir, sikap, dan minat.
4

Uhbiyati Nur, Ilmu Pendidikan Islam, Pustaka Setia, Bandung, 1997, h. 209-211

6

Dari ketiga aspek tersebut manusia dapat dikatakan sebagai individu yang berkepribadian muslim, yang memiliki tingkah laku dan kejiwaan sesuai dengan ajaran Islam. g. Lingkungan Negara : lingkungan negara termasuk lingkungan yang paling luas sebab lingkungan ini menyangkut nasional maupun internasional. Pendidikan diarahkan untuk membentuk warga negara yang baik. Jika individu baik, masyarakat baik, maka negara akan baik pula sehingga terwujud negara yang adil, makmur dan sejahtera.5

5

Arief Armai, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, Ciputat Pers, Jakarta, 2002, h. 79

7

BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan Yang dimaksud dengan lingkungan ialah sesuatu yag berada diluar diri anak dan mempengaruhi perkembangannya. Macam-macam Lingkungan dalam Pendidikan Islam : 1. Keluarga : kebanyakan ahli didik menyatakan pendidikan di lembaga ini merupakan pendidikan pertama dan utama, karena disinilah seorang anak pertama kali mendapatkan pendidikan; 2. keluarga; 3. 4. Tempat Ibadah : mushalla, masjid, langgar, dll. Oleh umat Pondok Pesantren : membimbing anak didik untuk menjadi Islam tempat ini digunakan untuk pendidikan dasar-dasar ke-Islaman; manusia yang berkepribadian Islam, yang dengan ilmu agamanya ia sanggup menjadi muballigh Islam dalam masyarakat sekitar melalui ilmu dan amalnya; 5. Lingkungan Individu : lingkungan diri sendiri, unsur yang (a) Aspek Jasmaniah, meliputi tingkah laku luar yang tampak dan terlihat dari luar, misalnya : cara berbuat, cara berbicara, dll. (b) Aspek Rohaniah, meliputi aspek-aspek kejiwaan yang lanih abstrak yaitu filsafat hidup dan kepercayaan. (c) Aspek Kejiwaan, meliputi aspek-aspek yang tidak dapat dilihat dari luar, misalnya cara berfikir, sikap, dan minat. 6. Lingkungan Negara : lingkungan yang paling luas sebab lingkungan ini menyangkut nasional maupun internasional. Pendidikan diarahkan untuk membentuk warga negara yang baik. Jika individu baik, masyarakat baik, maka negara akan baik pula sehingga terwujud negara yang adil, makmur dan sejahtera. terdapat pada individu terdiri dari 3 aspek, yaitu : Sekolah : lembaga pendidikan yang sangat penting sesudah

8

DAFTAR PUSTAKA
Arief Armai, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, Ciputat Pers, Jakarta, 2002 Saleh Abdurrahman, Didaktik dan Metodik Pendidikan Agama, Bulan Bintang, Jakarta, 1969 Mujib Abdul, Ilmu Pendidikan Islami, Kencana Prenada Media, Jakarta, 2006 Uhbiyati Nur, Ilmu Pendidikan Islam, Pustaka Setia, Bandung, 1997

Arief Armai, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, Ciputat Pers, Jakarta, 2002

9

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->