P. 1
Rahasia Akhwat

Rahasia Akhwat

|Views: 29|Likes:
Published by Achmad Hidayat
Banyak anggapan salah tentang perempuan, seolah-olah jadi perempuan itu suatu
musibah,karena bisa hamil dianggap disinilah letak kerugiannya.Ibu-ibu masa kini cemas
punya anak perampuan karena mereka menganggap susuah menjaganya dan takut hamil di
lur nikah baik karena "kecelakaan" atau pemerkosaan, yang akhirnya mengakibatkan aborsi.
Apalagi pada era kebebasan sekarang ini,tindakan aborsi menjadi kebutuhan primer wanita
aliran "serba boleh". Padahal, bagi yang tahu rahasianya, jadi perempauan bener-bener oke
lho
Banyak anggapan salah tentang perempuan, seolah-olah jadi perempuan itu suatu
musibah,karena bisa hamil dianggap disinilah letak kerugiannya.Ibu-ibu masa kini cemas
punya anak perampuan karena mereka menganggap susuah menjaganya dan takut hamil di
lur nikah baik karena "kecelakaan" atau pemerkosaan, yang akhirnya mengakibatkan aborsi.
Apalagi pada era kebebasan sekarang ini,tindakan aborsi menjadi kebutuhan primer wanita
aliran "serba boleh". Padahal, bagi yang tahu rahasianya, jadi perempauan bener-bener oke
lho

More info:

Categories:Types, Reviews, Book
Published by: Achmad Hidayat on Oct 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/18/2012

pdf

text

original

Rahasia Akhwat Oke (bag 1) Banyak anggapan salah tentang perempuan, seolah-olah jadi perempuan itu suatu

musibah,karena bisa hamil dianggap disinilah letak kerugiannya.Ibu-ibu masa kini cemas punya anak perampuan karena mereka menganggap susuah menjaganya dan takut hamil di lur nikah baik karena "kecelakaan" atau pemerkosaan, yang akhirnya mengakibatkan aborsi. Apalagi pada era kebebasan sekarang ini,tindakan aborsi menjadi kebutuhan primer wanita aliran "serba boleh". Padahal, bagi yang tahu rahasianya, jadi perempauan bener-bener oke lho...:) Allah meletakkan tugas yang begitu mulia di atas pundak seorang wanita . Bukankah selain nabi Adam AS dan Siti Hawa, semua manusia di dunia ini bukan naik pesawat terbang , tapi dia lahir melalui perut seorang wanita? Sebagai makhluak yang diberikan tugas melanjutkan keberadaan umat manusia di muka bumi , wanita itu punya ciri khas . Dia memiliki rahim , tempat penyimpanan bakal manusia sebelum lahir ke muka bumi. " Kemudian kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh(rahim)" (QS 77:21) Rahim mempunyai fungsi penting ketika seorang gadis akil baligh.Tiap bulan ia akan mengalami peristiwa "pendarahan" yang ditandai dengan rasa nyeri fisik dan gangguan psikis(kejiwaan) juga. " Sesungguhnya darah haid itu adrah hitam yang terkenal . Maka apabila ada begitu , berhentilah dari sholat ; tetapi jika ada yang lain berwudlulah dan sholatlah ." ( HR. Abu Daud dan Nasa-I). Menstruasa pertama merupakan pintu masuk seorang gadi menuju kedewasaan. Saat itu ia menjadi mukalaf ( memikul tanggung jawab secara syar'i menjadi wanita dewasa). Keunikan rahim makin mempesona ketika masa kehamilan. Ia mirip dengan balon,Jika enggak hanil ukurannat cuma sebesar buah alpukat, tapi jiak hamil , rahim bisa menggelembung melebihi buah semangka. Serunya lagi , dalam keadaan tidak hamil , rahim hampir tidak dapat menampung satu sendok air. Tapi ketika hamil usia 9 bulan, daya tampung uterus mirip container ekspor. Saat itu, rahim menyimpan 4 kilogram bayi, setengah kilogarm ari-ari dan sekitar 1,8 liter cairan amniotik subhanaallah pada tahap ini seorang wanita mengalami kelemahan diatas kelemahan. (QS 31:14;46:15). Adapun beberapa rahasia yang perlu dimiliki wanita biar oke punya en enggak rugi dunia akhirat : 1. " Hai Maryam, taatlah kepada Rabb-mu, sujud dan ruku'lah bersama orang-orang yang ruku" (QS Ali Imron ayat 43) Sungguh merugilah wanita yang proses menstruasi dan kehamilannya tak mampu membuat dirinya dirinya menganbil ibroh tentang kekuasaan Allah. Banyak contoh kehamilan yang membuat seorang wanita semakin dalam taqwanya kepada Sang Pencipta. (Ingatlah), ketika istri Imran berkata : " Ya Rabbku, sesungguhnya aku menazarkan kepada

Engkau anak yang dalam kandunagnku menjadi hamba yang sholeh dan berkhidmat( di baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu daripadaku. sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui"(QS ali Imran :35). Selain itu , ada Maryam-Ibunda nabi Isa as yang menyisihkan diri dengan kandunagnnya itu ke tempat yang jauh(QS 19:22). Juga Ibunda Nabi Musa as yang hatinya menjadi kosong dan hampir saja membuka rahasia saking kalutnya melihat sang bayi terombang-ambing dalam peti dibawa arus air sungai Nil(QS 28: 7&10). Adapun keadaan mandul merupakan takdir Allah sebagaimana tercantum dalam Alquran surat Asy-Syuura 49-50. " Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang dia kehendaki , Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa saja yang Dia kehendaki dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau dia menganugrahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan( kepada siapa yan Dia kehendaki) dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa." 2. "....memelihara diri ketika suaminya tidak ada oleh karena Allah telah memelihara (mereka)." (QS 4:34) Banyak aturan Islam atas diri seorang wanita dalam rangka emmelihara dirinya. tunduklah dalam berbicara sehingga orang yang berpenyakit hatinya akan tergoda, janganlah keluar rumah tanpa alasan yang dibenarkan syar'i, janganlah berhias dan bertingkah laku seperti orang jahiliyah(QS 33:32-33), hendaklah menahan pandangan dan memelihara kemaluannya(QS 24:31) 3. "....tidak akan membunuh anaknya " (QS 60:12) Sebagai perempuan yang bisa hamil, sangat mudah baginya unuk membunuh janin yang ada dalam kandungannya. Bukankah ia tahu lebih dulu apakah dirinya hamil atau tidak? Kenyataannya di jaman sekarang, berjuta-juta bayi dibunuh dalam proses aborsi karena si Ibu tidak menghendaki kelahirannya. Untuk itu Allah mewanti-wanti kaum wanita untuk menjauhi perbuatan "membunuh" jabang bayi atau yang sudah menjadi bayi. 4."...tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka"(QS 60 :12) Sebahgai perempua yang bisa hamil , sanagt mudah baginya untuk berbuat dusta dalam hal ziana.Bisa jadi suaminya si Bambang , padahal bayi yangada dalam kandungannya adalah hasil perbuatan zinanya dengan Marno. Bukankah ketika lahir enggak mudah diketahui bapak si anak yang sesungguhnya kalau ternyata si Ibu adalah wanita murahan? Dengan demikian hilanglah kejelasan nasab/pertalian darah seorang anak dengan bapaknya. Karena statusnya sebagai istri dari seorang laki-laki dan Ibu dari anak-anak laki-laki tersebut, maka alalh memberi keistimewaan kepada kaum perempuan. 1. Enggak wajin cari nafkah (QS 4:34 & 65:7) 2. Disediakan tempat tinggal (boleh rumah kontarakan ; boleh rumah sendiri) 3. Dapat hadiah yang disebut mahar ketika mau dinikahi 4. Kalo dicerai dapat hadiah yang disebut mut'ah(2:241), kalo dicerai pas hamil, dapat nafkah sampai melahirkan sang bayi(QS 65:6) 5. Enggak wajib perang, malah kaum lelaki berperang fiisabilillah untuk membela kaum wanita(QS 4:75) Jadi, enak dong jadi perempuan itu, cukup ongkang-ongkang kaki saja, ternyata enggak juga.

Kaum wanitapun dituntut untuk bahumembahu bersama kaum lelaki menegakkan syariat Allah di muka bumi ini. Sebab, orang yang berjihad derajatnya lebuh tinggi dari orang yang hanay duduk-duduk(QS 4: 95-96).

Kecantikan Tanpa Biaya Tips Pekan ini !!!! BISMILLAAHIRROH MAANIRROHIIM Assalamu'alaikum warohmatullaahi wabarokaatuhu, Seorang wanita tua yang di wajahnya masih dan selalu memancarkan cahaya ketegaran dan kecantikan, ditanya tentang alat-alat kecantikanyang dipakainya, maka dia pun menjawab : "Aku gunakan untuk kedua bibirku kebenaran (hak), dan untuk suaraku sholat, dan untuk kedua mataku rahmat dan belas kasih, dan untuk kecantikan kedua tanganku kebaikan, dan untuk postur tubuhku kelurusan dan ketulusan (istiqomah) dan untuk hatiku cinta dan kasih sayang." Apabila para gadis atau wanita dapat memperoleh seperangkat alat kecantikan yang gratis itu, dijamin bahwa kepribadian dan humanismenya akan langgeng dan awet. InsyaAllah. Wallahu a'lam bishowab. Semoga bermanfaat. Wassalamu'alaikum warohmatullaahi wabarokaatuhu, ukhtukum fillah.

Aku dan Rabbku eramuslim - “Basahilah lidahmu dengan dzikir” duh.. sudah berapa kali saya denger hadist ini tapi …waktu yang digunakan untuk berdzikir masih sedikit, padahal Allah berfirman “AKu bersama hamba-Ku ketika dia mengingat-Ku”. Allahu Akbar. Luar biasa, mencoba untuk melakukan variasi dalam berdzikir kenapa tidak ? La illahaillallah adalah sebaik2 dzikir …wueshh pikiranpun mulai menerawang balasan apa yang akan Allah kasih jika saya mengucapkan Laillahailallah 1x apakah senilai uang 1 juta,10 juta atau 100 juta, lebih, pasti lebih dari itu di hadapan Rabbul Izzati. Subahannallah. Rugiii…..berapa sudah waktu yag hilang, uang yang hilang, istana yang tertunda di surga nanti – InnaLillahiwainaillaihi’irojiun. Ga papa kan berdagang dengan Allah. Imam Al Ghazali dalam risalahnya Al Asma Al Husna menuliskan kecintaan kepada Allah bisa ditingkatkan dengan tiga cara ; (i) mengingatnya (ii) mempercayainya (iii) mempertahankannya. Begitu pula Pak Ary Ginanjar dalam bukunya “Rahasia membangun kecerdasan Emosional dan Spiritual” beliau menulis bahwa seorang hamba bisa menjadi

manusia yang luar biasa jika mau meneladani sifat-sifat Allah dengan cara mengingatingatnya dan meneladani sifat-sifat-Nya. Sesungguhnya antara hamba dengan Rabbnya ada 2 panghalang ; (i) ilmu dan (ii) ego (Aku). Perasaan jenuh, bosen, mandek atau tidak ada peningkatan terkadang datang pula, tapi ingat pesan “yang mencari akan menemukan” ada secercah harapan untuk mencari lagi, baik itu dari buku, artikel baik itu di majalah atau di internet, seminar , maupun taklim - apa saja. Alhamdulillah masih ada rasa haus yang belum terpuaskan dengan minuman yang standard. Mencoba untuk flash back ke zaman para sahabat yang memiliki tingkat keimanan yang mempesona dan berdecak kagum setiap kali membaca kisahnya, sudah tentu pengetahuan mereka tentang surga, neraka, negri akhirat dan segala sesuatu yang terjadi didalamnya berbeda dengan pengetahuan saya dan itu mungkin yang membuat tingkat keimanan saya seolah tak bergerak. Ego, Aku “barang siapa yang mengenal dirinya maka dia akan mengenal Tuhannya dan barang siapa yang mengenal dirinya maka tidak ada waktu untuk mencari kesalahan orang lain”. Ada perasaan aneh menghampiri ketika mencoba berlama-lama bercermin. sudah berapa jauh saya mengenal diri saya dengan baik dan sudah berapa lama saya menyadari begitu sangat rentannya melakukan kesalahan setiap detik. Menjadi milik-Nya bukan sebaliknya menjadikan Allah sebagai milik saya dan mengikuti semua keinginaan saya – Naudzubillahiminzalik, kebodohan apalagi yang saya lakukan berlarut-larut. STOP. “Ya Rabb biarkan aku menjadi milik-Mu selamanya…menyatu bersama-Mu, biarkan jiwa ini terbakar oleh cahaya-Mu..cinta-Mu”. Teringat kembali firman Allah SWT “Sesungguhnya Aku mengikuti perasaan hamba-Ku terhadap-Ku” kenapa tidak saya coba untuk mengatakan ke diri saya sendiri dengan menggunakan 3 metode dari imam Al Ghazali diatas : “saya selalu bersamaMu ya Allah” ( bukannya saya ingin bersamaMu), “saya selalu mencintaiMu ya Rabb” (bukannya saya ingin mencintai-Mu), “saya selalu merindukan-Mu ya Tuhanku”. Ada perasaan puas yang mengalir, seolah-olah sesuatu yang sudah tercapai dan tinggal menikmati saja perjalanan hidup bersama Al Malik, Al Aziz. Perasaan tenang, aman, damai, bahagia yang selama ini dicaripun mulai rajin menjenguk orang pesakitan seperti saya. WaLlahua'lam bi shawab.

Salam Bagimu, Ya Rasullullah... Rindu kami padamu ya Rasul Rindu tiada terperi Berabad jarak darimu ya Rasul Seakan dikau di sini Cinta ikhlasmu pada manusia bagai cahaya suwarga

Dapatkah kami membalas cintamu secara bersahaja (Taufik Ismail) eramuslim - Air mata ini mengalir begitu saja. Syair itu begitu indah dan bersahaja. Aku tak sangup untuk mendengarnya sampai bait akhir. Tulus suara dan ungkapan kasih yang bening, keluar dari bibir siswi SMU itu. Syair yang dinyanyikannya membuatku hampir kehilangan kesadaran. Aku dibekap kecemasan dan goncangan hati yang menderu. Semua jamaah ikut larut dalam syair kerinduan itu. Tak ada yang sunyi. Semua bergumam. Mereka bersaksi bahwa mereka merindukan Rasulullah. Di sampingku ada seoarang ibu yang menatap heran diriku. Seolah bertanya ada apa gerangan dengan diriku? Mengapa aku menangis? Aku memilih diam dan larut dalam resapan lagu itu. Selang dua balikan lagu tersebut, aku mendengar suara tangis begitu menyayat hati. Rintihannya pilu penuh duka. Sampai bibirnya bergetar tiada henti memanggil nama Rasulullah saw. Aku igin tahu siapa gerangan dia yang berhati pilu. Aku mengerakan kepalaku. Bergeser ke arah kanan menuju sumber suara pilu itu. Aku hampir saja terkejut. Yang menangis pilu rupanya si ibu tadi yang menatapku keheranan. Aku menangis lagi. Tak kuasa menggumamkan syair rindu buat kanjeng Nabi. Entahlah, saat itu, semua mata jamaah di perayaan Maulid Nabi, berbinar menahan haru. Mereka larut dalam gerak bibir kerinduan. Kerinduan pada al-Musthafa. Aku masih tak bisa menghentikan tangisku. Bunyi biola itu makinmenyayat hatiku. Gumam lagu itu membuat hatiku bergemuruh. Rasa maluku yang besar pada Rasullullah tiba-tiba muncul. Kekerdilanku di hadapannya benar-banar nyata. Aku tak kuasa. Aku rindu pada Rasulullah, tapi aku malu. Malu dengan dosaku yang teramat banyak. Malu dengan besarnya kecintaan Dia padaku. Aku benar-benar tak kuasa menahan haru. Air mata ini terus menderas. Dan aku tak ingin air mata ini berhenti. Aku benar-benar menikmati kerinduan; kerinduan disapa kanjeng nabi. Kerinduan menyapa dia. Aku ingin pengalaman ini terus selalu hadir di setiap saatku. Di ujung syair, semua tangis meledak. Semua kepala merunduk. Semua tangan menutup muka menutup malu. Semua getar di hati tumpah dalam kerinduan pada Kanjeng Nabi. Kami diam dalam hening. Salam bagimu ya rasulullah... Aku maerindukanmu ya Rasulullah. Di mana gerangan ruhmu yang suci berlabuh; aku ingin memeluknya. Di mana gerangan jasadmu yang suci berbaring; aku ingin menciumnya. Bibir ini ingin bergumam...... Salam bagimu ya Easulullah. Izinkan aku berziarah ke pusaramu yang suci. Aku ingin menangis dan menyapamu di sudut makammu yang hening. Aku ingin menatap pandumu dalam kerinduan yang syahdu. Salam bagimu ya Rasulullah. Izinkan aku bertemu denganmu, sedetik saja. Salam bagimu ya Rasulullah... dari hambamu yang kotor dan berdebu...

Renungan Penyesalan
Publikasi: 12/04/2004 09:46 WIB eramuslim - “Penyesalan selalu datang terlambat”, kata-kata ini seakan sudah menjadi hukum yang disepakati bersama. Jarang sekali pendapat “sesal dulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna” bisa diejawantahkan. Hal ini bisa terjadi karena kita belum bisa menyeimbangkan tiga perangkat penting yang dianugerahkan Allah kepada kita : akal, perasaan dan kecerdasan spiritual. Tiga komponen ini adalah satu kesatuan yang tak mungkin dipisahkan. Sulit sekali memang ketika dihadapkan pada sebuah permasalahan atau pilihan, kita “bertanya” dengan apik kepada ketiga komponen yang kita miliki tersebut. Terkadang, perasaan lebih dominan hingga akal terkalahkan. Jadilah keputusan yang dibuat jauh dari cara pandang secara umum. Atau sebaliknya, akal lebih menguasai hingga kita jadi seorang makhluk yang tak punya rasa empati. Lebih parah lagi ketika kita sama sekali tidak melirik pada kecerdasan spiritual yang kita punyai, dan kitapun tidak terlalu cerdas untuk yang satu ini. Maafkan saya sahabat. Penyesalan menjadi penting untuk dibahas, karena kecerobohon demi kecorobohan yang saya lakukan akhir-akhir ini. Spiritual yang tak terasah telah membuat saya melaju menjadi seorang hamba yang sombong, mengabaikan sunatullaah, kehilangan rasa empati dan sering mengeluh. Pertolongan Allah serasa sulit digapai, Syair lagu Bimbo “Aku jauh.. Engkau jauh… Hati adalah cermin.. tempat pahala dan dosa bertarung.. “ seringkali terngiang tapi tak satupun perubahan yang saya lakukan. Saya merasa “stag”, tak bisa bergerak, tak bisa berbuat apa-apa, bahkan menangis pun tak bisa, tak ada yang bisa menyentuh perasaan terdalam padahal saya adalah seorang wanita. “Tangis adalah senjata seorang wanita” tidak berlaku sama sekali. Hati ini terasa begitu gersang. Saya merasa ngeri dengan diri sendiri, berada di “negeri lain” dan tak menghiraukan dunia yang sudah ada. Saya tidak peduli dengan pandangan teman-teman, saya tidak peduli dengan lingkungan, tidak bisa membedakan hak dan kewajiban, mencampuradukkan benar dengan salah, dan tak ingin berpikir yang membuat lelah. Saya lelah lahir batin. Norak ya sobat ? Bacaan-bacaan penggugah semangat juga tak mempan. Perjuangan tak kenal lelah dari Siti Khadijah dalam mendampingi Rasulullah, kesabaran Siti Hajar mencari mata air untuk puteranya ketika terdampar di Padang Pasir, ketegaran Al-Khansa mengantarkan puteranya syahid, kesetiaan para sahabat kepada Rasulullah lewat begitu saja, tak berbekas ! Nasehat demi nasehat dari orang terdekat hanya melintas di telinga untuk sekejap.. Hingga suatu hari, Allah mendatangkan seorang pemuda dari dunia penuh “kerlipan”, dunia selebritis dengan kekayaan yang bisa menggoda iman. Dia berada di puncak kejayaan. Usianya masih sangat muda. Grup band yang diusungnya menempati tiga besar di jajaran panggung hiburan Dengan tampilan bersahaja, ia datang untuk berdiskusi. … “Mba, jiwa

saya gelisah, saya ragu apakah Allah ridha dengan apa yang saya perbuat saat ini ? Saya ingin mencintai-Nya seutuhnya. Tahukah mbak? tidak jarang ketika azan berkumandang, saya sedang sibuk berjingkrak-jingkrak dalam kalimat yang tak pantas. Jauh dalam hati saya menangis, ingin berontak…” Kalimat sederhana itu merobohkan semua tiang keangkuhan yang sedang meraja. Subhaanallaah…dia masih sempat ingat Allah dalam dunianya yang hingar-bingar, dia ingin disayang Allah… sementara saya menampik semua kasih sayang itu. Betapa tak bersyukurnya… Saya malu ya Allah.. benar-benar malu.. Dalam hati, saya teriak dan menangis.. hingga curhat-curhatnya yang lain tak sempat saya dengarkan dengan seksama. Saya rasakan “tamparan demi tamparan” Allah merasuk dalam hati, sejuk sekali.. Kasih sayang Allah serasa menjalar di setiap pembuluh darah. Penyesalan selalu datang terlambat. Tiga bulan, cukup lama untuk sebuah kekecewaan dan kemalasan, cukup lama untuk tidak istiqomah dalam melaksanakan amalan sunnah, cukup lama untuk tidak khusyu shalat dan cukup lama untuk mengabaikan sesama. Tiba-tiba rasa takut menyelinap.. andaikan Allah memanggil dalam keadaan terburuk itu, sanggupkah saya menghadap-Nya ? Astaghfirullaah.. “Ya Rabb, jadikan penyesalan ku ini sebagai penyesalan terakhir. Beri aku kemampuan untuk mengerahkan semua instrument yang Kau anugerahkan sebagai kompas untuk penuntun langkah dalam setiap detak kehidupan, hingga tiada lagi penyesalan tak berguna. Ijinkan aku menitipkan cinta untuk semua makhluk yang telah Kau hadirkan tuk belajarku. Pandu aku untuk bisa selalu bermuhasabah. Ampuni aku ya Allah. Makasih telah ajari aku cintai-Mu lewat jalan yang Kau sukai”

Hijab, Jilbab dan kewajiban didalamnya

Ada beberapa dalil yang menunjukkan wajibnya menutup aurat bagi wanita muslimah, antarta lain : 1- Dalam Alquran surat An-Nur ayat 31, "Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan khumurnya (kerudung) ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara-saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budakbudak yang mereka miliki, atau pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan terhadap wanita atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita " Ayat ini menegaskan empat hal: 1) Perintah untuk menahan pandangan dari yang diharamkan oleh Allah. 2) Perintah untuk menjaga kemaluan dari perbuatan yang

haram. 3) Larangan untuk menampakkan perhiasan kecuali yang biasa tampak. Para ulama mengatakan bahwa ayat ini juga menunjukkan akan haramnya menampakkan anggota badan tempat perhiasan tersebut. Sebab, jika perhiasannya saja dilarang untuk ditampakkan apalagi tempat perhiasan itu berada. Sekarang marilah kita perhatikan penafsiran para sahabat dan ulama terhadap kata 'kecuali yang biasa nampak' dalam ayat tersebut. Menurut Ibnu Umar RA. yang biasa nampak adalah wajah dan telapak tangan. Begitu pula menurut 'Atho ',Imam Auzai dan Ibnu Abbas RA. Hanya saja beliau (Ibnu Abbas) menambahkan cincin dalam golongan ini. Ibnu Mas?ud RA. mengatakan maksud kata tersebut adalah pakaian dan jilbab. Said bin Jubair RA. mengatakan maksudnya adalah pakaian dan wajah. Dari penafsiran para sahabat dan para ulama ini jelaslah bahwa yang boleh tampak dari tubuh seorang wanita adalah wajah dan kedua telapak tangan. Selebihnya hanyalah pakaian luarnya saja. 4) Perintah untuk menutupkan khumur ke dada. Khumur adalah bentuk jamak dari khimar yang berarti kain penutup kepala (kerudung). Ini menunjukkan bahwa kepala dan dada adalah juga termasuk aurat yang harus ditutup. Berarti tidak cukup hanya dengan menutupkan kerudung pada kepala saja dan ujungnya diikatkan ke belakang. Tapi ujung kerudung tersebut harus dibiarkan terjuntai menutupi dada. 5) Penekanan untuk tidak memperlihatkan perhiasan dan aurat kepada laki-laki asing (non mahrom) kecuali kepada orang-orang tertentu saja seperti suami, anak dst. 2- Surat al-Ahzab : 59 "Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istriistri orang-orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Pengertian jilbab ialah : a- Pakaian yang menutupi badan langsung dari atas sampai kebawah. b- Pakaian yang lebih lebar dari kerudung. c- Pakaian luar wanita seperti jubah, gamis (baju panjang). d- Menurut Ibnu Arabi, jilbab adalah pakaian yang menutupi seluruh badan dari kepala hingga mata kaki. e- Al-Khatib asy-Syarbini dari al-Khalil (sebagaimana yang dikutip Dr. Abdul Halim) menjelaskan bahwa setiap pakaian dalam, pakaian luar dan pakaian yang dipergunakan untuk menutupi adalah jilbab, jika yang dimaksud dengan jilbab itu adalah gamis, maka mengulurkannya itu ialah menyempurnakannya hingga menutup tubuh dan kedua kakinya. Ayat ini menjelaskan pada kita bahwa menutup seluruh tubuh adalah kewajiban setiap wanita muslimah (mukminah) dan merupakan tanda keimanan mereka.

3- Dalam hadis Rasulullah saw riwayat Muslim : "Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian" . Hadis shoheh ini menjelaskan bagaimana wanita yang tidak akan mencium bau surga disebabkan karena mereka berpakaian namun telanjang, artinya pakaian yang mereka kenakan sempit, transparan dan membentuk lekuk-lekuk tubuh sehingga Rasulullah saw mengumpamakannya dengan 'berpakaian namun telanjang'. Pakaian yang transparan tidak bisa memenuhi criteria sebagai penutup aurat, karena warna kulit masih terlihat, pakaian tersebut juga tidak bisa dipakai untuk sholat, apalagi untuk keluar rumah. An-Nawawi dalam syarahnya menjelaskan bahwa wanita yang berpakaian tetapi seperti telanjang tersebut adalah wanita yang berpakaian dengan menutupi sebagian badannya dan membiarkan terbuka sebagian yang lainnya, atau wanita yang berpakaian tipis sehingga terlihat warna kulit dam lekuk tubuhnya. Kemudian beliau berkata bahwa hadis ini menunjukkan mukjizat kenabian, karena golongan-golongan seperti ini sudah ada di zaman kita (di masa Imam Nawawi), bagaimana pula dengan zaman kita sekarang ini? padahal Imam Nawawi hidup pada abad ke 5 Hijrah. 4- Dalam hadis Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahu ''''anhu, bahwasanya Asma binti Abu Bakar masuk menjumpai Rasulullah dengan pakaian yang tipis, lantas Rasulullah berpaling darinya dan berkata, "Hai Asma, seseungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haid (akil baligh) maka tak ada yang layak terlihat kecuali ini," sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan. (HR Abu Daud dan Baihaqi). Hadis ini menunjukkan dua hal : a- Kewajiban menutup seluruh tubuh wanita kecuali wajah dan telapak tangan. b- Pakaian yang tipis tidak memenuhi syarat untuk menutup aurat. Dari sebagian dalil yang telah diuraikan tersebut diatas kita dapat memahami bahwa menutup aurat adalah wajib. Berarti jika dilaksanakan akan menghasilkan pahala dan jika tidak dilakukan maka akan menuai dosa. Kewajiban menutup aurat ini tidak hanya berlaku pada saat salat saja namun juga pada semua tempat yang memungkinkan ada laki-laki lain bisa melihatnya. Hati yang dipenuhi dengan keimanan dan rasa takut pada Allah ketika mendapatkan perintah Allah tentu akan bersegera melaksanakannya, hal inilah yang membuat kagum Aisyah ra terhadap wanita Anshor, tatkala ayat yang berkenaan tentang diwajibkannya jilbab turun, maka para suami menyampaikan informasi ini kepada istri dan anak-anak perempuan mereka, tanpa banyak tanya mereka segera mengambil kain apa saja (seperti hordeng dll) yang dapat untuk menutupi aurat mereka, lalu dengan itu mereka langsung menutupi aurat mereka. Apabila kita sudah memahami dan meyakini semuanya ini, Insya Allah hati semakin istiqomah untuk tetap berbusana muslimah, apapun yang akan terjadi. Bisa anda bayangkan bagaimana terhinanya orang yang tidak bisa mencium bau syurga, pada hal hidup di duia ini hanya sementara. Selain itu untuk menjaga keistiqomahan, kita membutuhkan miliu

(bi?ah/lingkungan) agar keimanan tetap terjaga, hindari pergaulan yang tidak baik, sebab ini akan mempengaruhi pola pikir dan keimanan kita. Ikutilah pengajian yang dapat meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt. Perbanyak membaca buku-buku keislaman agar wawasan kita tentang Islam semakin bertambah. Menuntut ilmu diwajibkan bagi muslim/ah sampai kapanpun. Tidak dibenarkan alasan yang mengatakan bahwa nanti saja menutup auratnya setelah memperdalami ilmu agama. Menutup aurat adalah salah satu dari kewajiban yang telah ditetapkan bagi muslimah, sedangkan menuntut ilmu adalah kewajiban lain yang berlaku untuk seumur hidup. Sebagai penutup, jangan lupa meminta pertolongan kepada Allah, agar hati kita tidak dibolak balikNya : Allahumma ya muqollibal qulub stabbit qolbi 'ala dinika (Wahai Allah yang membolak balikkan hati, tetapkanlah hatiku pada dienMu).

MAKNA HAID DAN HIKMAHNYA

1. Makna Haid Menurut bahasa, haid berarti sesuatu yang mengalir. Dan menurut istilah syara' ialah darah yang terjadi pada wanita secara alami, bukan karena suatu sebab, dan pada waktu tertentu. Jadi haid adalah darah normal, bukan disebabkan oleh suatu penyakit, luka, keguguran atau kelahiran. Oleh karena ia darah normal, maka darah tersebut berbeda sesuai kondisi, lingkungan dan iklimnya, sehingga terjadi perbedaan yang nyata pada setiap wanita. 2. Hikmah Haid Adapun hikmahnya, bahwa karena janin yang ada di dalam kandungan ibu tidak dapat memakan sebagaimana yang dimakan oleh anak yang berada di luar kandungan, dan tidak mungkin bagi si ibu untuk menyampaikan sesuatu makanan untuknya, maka Allah Ta'ala telah menjadikan pada diri kaum wanita proses pengeluaran darah yang berguna sebagai zat makanan bagi janin dalam kandungan ibu tanpa perlu dimakan dan dicerna, yang sampai kepada tubuh janin melalui tali pusar, di mana darah tersebut merasuk melalui urat dan menjadi zat makanannya. Maha Mulia Allah, Dialah sebaik-baik Pencipta. Inilah hikmah haid. Karena itu, apabila seorang wanita sedang dalam keadaan hamil tidak mendapatkan haid lagi, kecuali jarang sekali. Demikian pula wanita yang menyusui sedikit haid, terutama pada awal masa penyusuan. USIA DAN MASA HAID 1. Usia Haid Usia haid biasanya antara 12 sampai dengan 50 tahun Dan kemungkinan seorang wanita sudah mendapatkan haid sebelum usia 12 tahun, atau masih mendapatkan haid sesudah usia 50 tahun. Itu semua tergantung pada kondisi, lingkungan dan iklim yang mempengaruhinya. Para ulama, rahimahullah, berbeda pendapat tentang apakah ada batasan tertentu bagi usia haid, di mana seorang wanita tidak mendapatkan haid sebelum atau sesudah usia tersebut? Ad-Darimi, setelah menyebutkan perbedaan pendapat dalam masalah ini, mengatakan: "Hal ini semua, menurut saya, keliru. Sebab, yang menjadi acuan adalah keberadaan darah. Seberapa pun adanya, dalam kondisi bagaimana pun, dan pada usia berapapun, darah tersebut

wajib dihukumi sebagai darah haid. Dan hanya Allah Yang Maha Tahu. (Al-Majmu' Syarhul Muhadzdzab, Juz 1, hal 486) Pendapat Ad-Darimi inilah yang benar dan menjadi pilihan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Jadi, kapan pun seorang wanita mendapatkan darah haid berarti ia haid, meskipun usianya belum mencapai 9 tahun atau di atas 50 tahun. Sebab, Allah dan Rasul-Nya mengaitkan hukum-hukum haid pada keberadaan darah tersebut, serta tidak memberikan batasan usia tertentu. Maka, dalam masalah ini, wajib mengacu kepada keberadaan darah yang telah dijadikan sandaran hukum. Adapun pembatasan padahal tidak ada satupun dalil yangmenunjukkan hal tersebut . 2. Masa Haid Para ulama berbeda pendapat dalam menentukan masa atau lamanya haid. Ada sekitar enam atau tujuh pendapat dalam hal ini. Ibnu Al-Mundzir mengatakan: "Ada kelompok yang berpendapat bahwa masa haid tidak mempunyai batasan berapa hari minimal atau maksimalnya''. Pendapat ini seperti pendapat Ad-Darimi di atas, dan menjadi pilihan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Dan itulah yang benar berdasarkan Al Qur'an, Sunnah dan logika. Dalil pertama: Firman Allah Ta 'ala. "Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: "Haid itu suatu kotoran". Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita diwaktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci" (Al-Baqarah :222). Dalam ayat ini, yang dijadikan Allah sebagai batas akhir larangan adalah kesucian, bukan berlalunya sehari-semalam, ataupun tiga hari, ataupun lima belas hari. Hal ini menunjukkan bahwa illat (alasan) hukumnya adalah haid, yakni ada atau tidaknya. Jadi, jika ada haid berlakulah hukum itu dan jika telah suci(tidakhaid) tidak berlaku lagi hukum-hukum haid tersebut. Dalil kedua: Diriwayatkan dalam Shahih Muslim bahwa Nabi bersabda kepada Aisyah yang mendapatkan haid ketika dalam keadaan ihram untuk umrah:

"Lakukanlah apa yang dilakukan jemaah haji, hanya saja jangan melakukan tawaf di ka'bah sebelum kamu suci". Kata Aisyah: "Setelah masuk hari raya kurban, barulah aku suci". Dalam Shahih Al Bukhari, diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wasalam bersabda kepada Aisyah: "Tunggulah. Jika kamu suci, maka keluarlah ke Tan'im" Dalam hadits ini, yang dijadikan Nabi sebagai batas akhir larangan adalah kesucian, bukan suatu masa tertentu. Ini menunjukkan bahwa hukum tersebut berkaitan dengan haid, yakni ada dan tidaknya. Dalil ketiga: Bahwa pembatasan dan rincian yang disebutkan para fuqaha dalam masalah ini tidak terdapat dalam Al Qur'an maupun Sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasalam ; padahal ini perlu, bahkan amat mendesak untuk dijelaskan. Seandainya batasan dan rincian tersebut termasuk

yang wajib dipahami oleh manusia dan diamalkan dalam beribadah kepada Allah, niscaya telah dijelaskan secara gamblang oleh Allah dan Rasul-Nya kepada setiap orang, mengingat pentingnya hukum-hukum yang diakibatkannya yang berkenaan dengan shalat, puasa, nikah, talak, warisan dan hukum lainnya. Sebagaimana AUah dan Rasul-Nya telah menjelaskan tentang shalat: jumlah bilangan rakaatnya, waktu-waktunya, ruku' dan sujudnya; tentang zakat: jenis hartanya, nisabnya, persentasenya dan siapa yang berhak menerimanya; tentang puasa: waktu dan masanya; tentang haji dan masalah-masalah lainnya, bahkan tentang etiket makan, minum, tidur, jima' (hubungan suami-isteri), duduk, masuk dan keluar rumah, buang hajat, sampai jumlah bilangan batu untuk bersuci dari buang hajat, dan perkara-perkara lainnya baik yang kecil maupun yang besar, yang merupakan kelengkapan agama dan kesempumaan nikmat yang dikaruniakanAllah kepada kaum Mu'minin. Oleh karena pembatasan dan rincian tersebut tidak terdapat dalam Kitab Allah dan Sunnah Nabi SAW maka nyatalah bahwa hal itu tidak dapat dijadikan patokan. Namun, yang sebenarnya dijadikan patokan adalah keberadaan haid, yang telah dikaitkan dengan hukumhukum syara' menurut ada atau tidaknya. Dalil ini - yakni suatu hukum tidak dapat diterima jika tidak terdapat dalam Kitab dan Sunnah - berguna bagi Anda dalam masalah ini dan masalah-masalah ilmu agama lainnya, karena hukum-hukum syar'i tidak dapat ditetapkan kecuali berdasarkan dalil syar'i dari Kitab Allah, atau Sunnah Rasul-Nya atau ijma' yang diketahui, atau qiyas yang shahih. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam salah satu kaidah yang dibahasnya, mengatakan: "Di antara sebutan yang dikaitkan oleh Allah dengan berbagai hukum dalam Kitab dan Sunnah, yaitu sebutan haid. Allah tidak menentukan batas minimal dan maksimalnya, ataupun masa suci diantara dua haid. Padahal umat membutuhkannya dan banyak cobaan yang menimpa mereka karenanya. Bahasa pun tidak membedakan antara satu batasan dengan batasan lainnya. Maka barangsiapa menentukan suatu batasan dalam masalah ini, berarti ia telah menyalahi Kitab dan Sunnah. Dalil keempat: Logika atau qiyas yang benar dan umum sifatnya. Yakni, bahwa Allah menerangkan 'illat (alasan) haid sebagai kotoran. Maka manakala haid itu ada, berarti kotoran pun ada. Tidak ada perbedaan antara hari kedua dengan hari pertama, antara hari keempat dengan hari ketiga. Juga tidak ada perbedaan antara hari keenam belas dengan hari kelima belas, atau antara hari kedelapanbelas dengan hari ketujuh belas. Haid adalah haid dan kotoran adalah kotoran. Dalam kedua hari tersebut terdapat 'illat yang sama. Jika demikian. Bagaimana mungkin dibedakan dalam hukum di antara kedua hari itu, padahal keduanya sama dalam 'illat? Bukankah hal inibertentangandengan qiyas yang benar? Bukankah menurut qiyas yang benar bahwa kedua hari tersebut sama dalam hukum karena kesamaan keduanya dalam 'illat? Dalil kelima: Adanya perbedaan dan silang pendapat dikalangan ulama yang memberikan batasan, menunjukkanbahwa dalam masalah ini tidak ada dalil yang harus dijadikan patokan. Namun, semua itu merupakan hukum-hukum ijtihad yang bisa salah dan bisa juga benar, tidak ada satu pendapat yang lebih patut diikuti daripada lainnya. Dan yang menjadi acuan bila terjadi perselisihan pendapat adalah Al Qur'an dan Sunnah. Jika ternyata pendapat yang menyatakan tidak ada batas minimal atau maksimal haid adalah pendapat yang kuat dan yang rajih, maka perlu diketahui bahwa setiap kali wanita melihat

darah alami, bukan disebabkan luka atau lainnya, berarti darah itu darah haid, tanpa mempertimbangkan masa atau usia. Kecuali apabila keluamya darah itu terus menerus tanpa henti atau berhenti sebentar saja seperti sehari atau dua hari dalam sebulan, maka darah tersebut adalah darah istihadhah. Dan akan dijelaskan, Insya Allah, tentang istihadhah dan hukum-hukumnya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan: "Pada prinsipnya, setiap darah yang keluar dari rahim adalah haid. Kecuali jika ada bukti yang menunjukkan bahwa darah itu istihadhah." Kata beliau pula: "Maka darah yang keluar adalah haid, bila tidak diketahui sebagai darah penyakit atau karena luka." Pendapat ini sebagaimana merupakan pendapat yang kuat berdasarkan dalil, juga merupakan pendapat yang paling dapat dipahami dan dimengerti serta lebih mudah diamalkan dan diterapkan daripada pendapat mereka yang memberikan batasan. Dengan demikian,pendapat inilah yang lebih patut diterima karena sesuai dengan semangat dan kaidah agama Islam, yaitu: mudah dan gampang. Finman Allah Ta 'ala: "Dan Dia (Allah) sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. " (Al Hajj : 78 ) Sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasalam : "Sungguh agama (Islam) itu mudah. Dan tidakseorang pun mempersulit (berlebih-lebihan) dalam agamanya kecuali akan terkalahkan. Maka berlakulah lurus, sederhana (tidak melampaui batas) dan sebarkan kabar gembira. " (Hadits riwayat Al Bukhari). Dan di antara akhlak Nabi shallallahu alaihi wasalam bahwajika beliau diminta memilih antara dua perkara, maka dipilihnya yang termudah selama tidak merupakan perbuatan dosa.

HIJAB = TERKEKANG

Banyak yang bilang... hijab adalah bentuk pengekangan terhadap wanita... Banyak juga yang bilang... dengan berhijab wanita tidak bebas dalam berbuat... benarkah itu semua tujuan diturunkannya perintah berhijab ? Allah ta'ala telah berfirman... memerintahkan setiap wanita yang beriman... 'tuk mengenakan hijab atau kerudungnya bila keluar rumah... atau ketika bertemu dengan mereka yang bukan muhrimnya... agar mereka lebih mudah dikenal dan tidak mendapat gangguan Ya...dengan berhijab... Wanita Muslimah menunjukkan identitasnya... menunjukkan kebanggaan dan izzah sebagai pemeluk Dienullah... menunjukkan kesungguhan dan ketaatan sebagai hamba-Nya...

menunjukkan penjagaan terhadap kehormatan dan kesucian dirinya Dengan berhijab... bukan berarti Muslimah terkekang hidupnya... bukan berarti Muslimah tak lagi punya kebebasan... bahkan dengan hijab yang melindungi kehormatannya... Muslimah bisa menunjukkan potensi diri yang sebenarnya Muslimah yang berhijab... tidak lagi dihormati karena kecantikannya... tidak lagi dinilai dengan penampilan dirinya... tapi naluri dan daya pikirnyalah yang sekarang menentukan... yang menjadi tolok ukur orang lain dalam menilai dirinya Muslimah yang berhijab... terbebas dari belenggu tuntutan penampilan... terbebas dari segala pelecehan harga dirinya... Bebas dan merdeka yang berbeda dengan wanita lainnya... bebas dan merdeka sebagaimana kodratnya sebagai wanita Maha Maha Maha Maha Maha Benar Allah atas segala Firman-Nya... Bijaksana Allah atas segala Perintah-Nya... Adil Allah atas segala Keputusan-Nya... Penyayang Allah atas segala Hukuman-Nya... Kuasa Allah atas segala-segalanya

Istimewanya Wanita dalam ISLAM

Kaum feminis bilang susah jadi wanita ISLAM, lihat saja peraturan dibawah ini : 1- Wanita auratnya lebih susah dijaga berbanding lelaki. 2- Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapitidak sebaliknya. 3- Wanita saksinya kurang berbanding lelaki. 4- Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki. 5- Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak. 6- Wanita wajib taat kpd suaminya tetapi suami tak perlu taat pd isterinya. 7- talak terletak di tgn suami dan bukan isteri. 8- Wanita kurang dlm beribadat karena masalah haid dan nifas yg tak ada pada lelaki.

makanya mereka nggak capek-capeknya berpromosi untuk "MEMERDEKAKAN WANITA ISLAM" Pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya)?? Benda yg mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yg teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan? Itulah bandingannya dgn seorg wanita. Wanita perlu taat kpd suami tetapi lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari bapaknya. Bukankah ibu adalah seorang wanita? Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki tetapi harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, manakala lelaki menerima pusaka perlu menggunakan hartanya utk isteri dan anak-anak. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di mukabumi ini, dan matinya jika karena melahirkan adalah syahid. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita ini: Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya. Manakala seorang wanita pula, tanggungjawab terhadapnya ditanggung oleh 4 org lelaki ini: Suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya. Seorang wanita boleh memasuki pintu Syurga melalui mana mana pintu Syurga yg disukainya cukup dgn 4 syarat saja : Sembahyang 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat suaminya dan menjaga kehormatannya. Seorg lelaki perlu pergi berjihad fisabilillah tetapi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH akan turut menerima pahala seperti pahala org pergi berperang fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata. Masya ALLAH ... demikian sayangnya ALLAH pada wanita .... kan?
Wanita Berbusana Tertutup Aman dari Ultraviolet C

Satu lagi manfaat wanita yang mengenakan busana tertutup. Menurut dokter spesialis kulit, dr Dewi Inong, SpKK, pemakaian baju panjang yang menutup seluruh bagian tubuh, disertai penggunaan tabir surya setiap 2 jam sekali bisa mencegah radiasi sinar ultraviolet C. Kesimpulan tersebut, kata Dewi di sela talk show Ummi Award, akhir pekan lalu, adalah hasil riset yang dilakukan para dokter kulit di Australia baru-baru ini. Di sana, insiden kanker kulit

cukup banyak terjadi. Uniknya, mayorotas penderita kanker di negeri Kanguru ini adalah wanita. Mangapa wanita? Menurut Dewi, karena struktur jaringan kulit wanita cenderung lebih tipis ketimbang pria. Kemudian kulit wanita memiliki jumlah pigmen lebih sedikit. Ini sebuah temuan baru yang cukup mencengangkan dunia kedokteran, khususnya di bidang kesehatan kulit. Karenanya, informasi ini penting bagi masyarakat kita juga,\'\'jelasnya. Kebetulan, kata Dewi, anjuran berbasis riset terkini itu sangat relevan dengan kesadaran memakai busana muslim di negara-negara tropis yang jumlah penduduk muslimnya banyak seperti Indonesia. Selama ini ultraviolet C tak banyak diperhitungkan dampaknya oleh penduduk dunia, karean jumlah radiasinya sedikit. Masyarakat hanya mengenal adanya dua jenis ultraviolet yang jumlah radiasinya lebih besar, yaitu A dan B. Namun, karena pemakaian freon serta bahan aditif gas lainnya yang semakin merusak lapisan ozon menyebabkan kebocoran atmosfer bumi semakin parah. Akibatnya sinar ultraviolet C bisa masuk dan menerpa bumi. Angka kejadian kasus penderita kanker kulit dari tahun ke tahun di Australia terus meningkat. Meski tidak menyebutkan angka pasti perubahannya, selama dua tahun terakhir departemen kesehatan Australia mencatat angka prevalensi kanker kulit menjadi 1.000 kasus per 10 ribu penduduk. Itu artinya, peluang untuk terkena kanker kulit di daerah tropis lainnya seperti Indonesia dengan pajanan sinar matahari sangat cukup menjadi sama besarnya dengan Australia. Ternyata dunia medis bisa membuktikan salah satu manfaat dari anjuran Islam yang sudah ada dari dulu. Dunia medis baru membuktikannya sekarang,\'\'jelas Dewi lagi. Pemakaian busana muslimah dengan jenis kain katun terbukti lebih baik melindungi tubuh dari pajanan sinar matahari. Karenanya, dosen FKUI ini menyarankan agar pakaian yang dikenakan kaum wanita kala terpajan sinar matahari sebaiknya berbahan katun. Terhadap organ yang masih terbuka seperti telapak tangan dan wajah, ia menyarankan pemakaian sun proteck untuk melindungi dari pajanan radiasi sinar matahari. Selain itu, ia juga menyarankan agar para ibu tidak menjerang tubuh bayi di bawah sinar matahari di atas pukul 09.00 pagi atau kurang dari pukul 16.00 sore. Pasalnya, tubuh bayi sangat rentan terhadap sinar ultraviolet C. Itu artinya, jika ingin menjerang bayi untuk mendapatkan sinar ultraviolet yang aman sebaiknya dilakukan sebelum jam 09.00 pagi dan setelah pukul 16.00 sore.

Menjaga Kulit Tetap Sehat dan Cantik

Banyak orang tidak menyadari pentingnya fungsi kulit. Padahal kulitlah yang membuat kita dapat merasakan temperatur, sentuhan, dan membantu menjaga suhu tubuh tetap normal serta mencegah dehidrasi dari organ dalam. Kulit juga merupakan unsur pertama sebagai penahan serangan elemen-

elemen di sekitar tubuh yang dapat mengganggu kesehatan. Menurut Carol Rennehan, konsultan Mary Kay Cosmetic, Ltd., "Bagusnya penampilan kulit tubuh dan wajah anda tergantung pada tiga faktor, yaitu bagaimana anda merawatnya, bagaimana anda sadar akan beberapa faktor yang berefek dengan kulit, seperti matahari, dan bagaimana langkah kita menyikapi permasalahan kulit. Tiga langkah mudah dalam perawatan rutin kulit adalah, exfoliating atau peluluran yang dilakukan 2 kali seminggu untuk mencegah kekeringan pada kulit dan merontokkan sel kulit mati pada permukaan kulit anda. Langkah kedua adalah pembersihan untuk menghilangkan kotoran dan keringat yang terakumulasi sepanjang hari. Sedangkan langkah ketiga adalah pelembaban untuk membantu menjaga kulit tubuh tetap halus dan lembut. Dalam tubuh kita terdapat kelenjar-kelenjar, terlebih pada kulit wajah, sehingga mudah terjadi kekeringan. Karena itulah pelembaban sangat penting. Tentu saja, gunakan selalu tabir surya untuk melindungi dari efek buruk sinar matahari, meskipun tabir surya tidak bisa secara optimal melindungi kulit. Yang lebih penting adalah melindungi kulit di seluruh tubuh itu sendiri sesuai dengan tuntunan islam yaitu mengenakan busana muslimah sebagai penutup aurat. Insya Allah anda akan terlindung dari efek buruk sinar matahari.

Istri Rasulullah Saw Ummu Habibah

Tak pernah terlintas dalam pikiran Abu Sofyan bin Harb akan ada orang Quraisy lepas dari genggaman kekuasaannya. Apalagi dalam masalah-masalah yang amat prinsipil, seperti melepaskan agama nenek moyang kaum jahiliyah itu. Abu Sofyan adalah penguasa diktator, segala titahnya harus dilaksanakan. Jika tidak, kepala taruhannya. Tapi, Ramlah alias Ummu Habibah, putrinya sendiri, telah mematahkan mitos itu. Ramlah keluar dari agama latta dan `uzza yang dianut bapaknya. Ia bersama suaminya, Ubaidillah bin Jahsy masuk Islam dan menjadi pengikut Nabi Muhammad Saw. Mau ditaruh di mana muka ini, pikir Abu Sofyan. Ia dan para pembesar kafir Quraisy berusaha sekuat tenaga mengembalikan anak dan mantunya ke agama nenek moyang mereka. Namun, usahanya selalu menemui jalan buntu. Iman yang terhunjam di dalam hati Ummu Habibah terlalu kuat untuk digoyahkan oleh badai amarah Abu Sofyan. Perasaan marah, bingung, dan malu menyatu dalam diri pembesar kafir Quraisy itu. Kaum kafir Quraisy yang mengetahui Abu Sofyan marah kepada anak dan mantunya, ikut-ikutan memerahi. Bahkan mereka mengejek, menghina, dan menyakiti keduanya, sehingga Ummu Habibah dan suaminya tidak betah lagi tinggal di Mekkah. Geliat gelisah para penopang Islam itu didengar Rasulullah Saw. Beliau mengizinkan kaum Muslimin hijrah ke Habasyah. Ramlah, Habibah (anak perempuannya yang masih kecil), dan

suaminya, Ubaidillah bin Jahsy ikut dalam romobongan pertama. Mereka pergi meninggalkan kampung halaman dengan membawa iman di dada masing-masing. Di Habasyah mereka mendapat perlindungan Raja Najasyi. Tiba di Habasyah, Ramlah alias Ummu Habibah segera membayangkan akan menikmati masamasa cerah, setelah mengalami hari-hari suram di Mekkah. Namun, Allah Swt. selalu menguji setiap hamba yang dicintainya. Takdir Allah kadang tak sejalan dengan kemauan nafsu manusia. Allah menguji Ummu Habibah dengan ujian berat. Suatu malam, Ummu Habibah bermimpi. Dia melihat suaminya Ubaidillah bin Jahsy mendapat kecelakaan di lautan gelap dan bergelombang besar. Keadaannya sangat mengkhawatirkan. Ummu Habibah terbangun dari tidurnya dengan perasaan takut. Namun, ia tidak menceritakan mimpinya itu kepada suaminya atau kepada siapa pun. Tak lama kemudian, mimpi itu jadi kenyataan. Suami yang dicintainya, Ubaidillah bin Jahsy murtad dari Islam, dan masuk Nasrani. Perilaku Ubaidillah makin jauh dari akhlak yang mulia. Dia mulai sering terlihat di warung-warung minuman keras, dan menjadi pemabuk yang tak kenal puas. Suaminya mengultimatum Ummu Habibah, cerai atau ikut menjadi Nasrani. Ummu Habibah tiba-tiba merasa berada di persimpangan jalan. Ikut suaminya menjadi Nasrani? No way. Dia telah bertekad tidak akan melakukan itu, sekalipun dagingnya habis disisir dengan sisir besi. Atau kembali ke rumah orangtuanya di Mekkah? Tidak sekali-kali. Bukankah rumah ayahnya, Abu Sofyan, merupakan basis pertahanan kaum kafir Quraisy? Ummu Habibah yakin di rumah orangtuanya, dia dan agamanya akan hidup tertindas. Ummu Habibah akhirnya mengambil alternatif ketiga, yaitu tetap tinggal di Habasyah seorang diri sebagai pelarian, tanpa famili, dan tanpa ada yang melindungi. Ummu Habibah lulus ujian. Ia telah memilih jalan yang diridhai Allah, yaitu tetap tinggal di Habasyah demi mempertahankan aqidahnya. Lalu Allah memberi balasan kepada Ummu Habibah atas kesetiaannya kepada Al-Islam. Ummu Habibah tak perlu terlalu lama dalam kesendiriannya. Setelah masa iddahnya habis dari mantan suaminya Ubaidillah bin Jahsy, Ummu Habibah kedatangan seorang tamu bernama Abrahah yang mengaku utusan khusus Raja Najasyi. Setelah memberi hormat, Abrahah berkata, "Baginda Raja kirim salam buat anda. Baginda bertitah, Muhammad Rasulullah melamar anda untuk pribadinya. Beliau mengirim surat kepada Baginda Raja untuk mewakilinya dalam acara akad nikah. Tunjuklah wakil yang anda sukai untuk melakukan akad nikah ini." Mendengar berita itu, Ummu Habibah merasa seperti terbang ke awan. Hatinya berbunga-bunga, tak menduga kalau Allah memberikan balasan yang begitu besar atas pengorbanannya. Ummu Habibah mengucapkan terima kasih kepada Abrahah. "Semoga Allah membahagiakan engkau dengan segala kebaikan," tuturnya kepada Abrahah. Segala perhiasan yang melekat di tubuhnya diberikan kepada Abrahah sebagai tanda ucapan terima kasih. "Aku menunjuk Khalid bin Said bin `Ash sebagai wakilku. Karena dialah keluargaku yang terdekat," tambahnya. Rasulullah Saw. menikahi Ummu Habibah dengan menunjuk Raja Najasyi sebagai wakil. Beliau

memberi mahar 400 dinar emas kepada Ummu Habibah. Setelah upacara pernikahan selesai, Ummu Habibah menyusul Rasulullah Saw., suaminya di Madinah. Mereka hidup bahagia. Itulah Ummu Habibah, kesetiaannya kepada Islam, membawanya kepada kemuliaan.

Makna Dari Perbedaan Waktu Lima Shalat Wajib

Setiap waktu shalat bukan hanya awal dari titik balik yang signifikan tetapi juga sebuah cerminan untuk rahmat Allah SWT atas kekuasaan-Nya dan untuk keluasan rahmat-Nya itu. Kita diperintahkan untuk melaksanakan shalat di waktu-waktu yang telah ditentukan ini sehingga dapat lebih memuja dan memuji kepada Zat Yang Maha Kuasa, dan lebih bersyukur kepada-Nya atas semua Rahmat yang telah banyak diberikan diantara dua waktu-waktu tersebut, yang sebenarnya merupakan arti dari ibadah yang sudah ditentukan itu. Untuk sedikit memahami arti yang masih umum dan dalam ini, ada lima poin yang perlu disadari. Poin Pertama Setiap shalat didirikan untuk memuji dan memuja kepada Allah SWT dan bersyukur kepada-Nya. Yaitu, memuja-Nya melalui pengucapan Subhana-Allah dalam perkataan dan perbuatan dengan kesadaraan akan Keagungan-Nya. Mengagungkan-Nya melalui pengucapan Allahu Akbar, dalam perkataan dan perbuatan dengan kesadaran akan Kesempurnaan-Nya, dan yang ketiga, melalui pengucapan al-hamdu-li-llah, oleh hati, lidah dan seluruh tubuh, untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada-Nya dengan kesadaran akan Kemurahan-Nya. Dapat disimpulkan bahwa puja, puji dan syukur adalah inti dari shalat. Karena alasan inilah ketiga hal tersebut ada dalam setiap bagian sholat, dalam setiap kata-kata dan gerakannya. Lebih jauh, dalam setiap shalat, ketiga kalimat suci ini disebut berulang kali masing-masing sebanyak 33 kali, dalam rangka untuk menjelaskan dan melengkapi objektif dari sholat; makna shalat diucapkan secara berurutan dengan ucapan ringkas ini. Poin Kedua Makna dari ibadah adalah manusia, sebagai hamba Allah, menjadi sadar atas kesalahan, kelemahan dan ketidakberdayaannya dihadapan Allah, sujud dalam cinta dan kekaguman kepada Yang Maha Agung, Yang Maha Besar, Yang Maha Pengasih. Dengan kata lain, kekuasaan dari Yang Maha Agung menuntut kesetiaan dan ketaatan, begitu juga kesucian Zat-Nya membuat kita, makhluk ciptaan-Nya, untuk melihat kesalahan kita dan memohon ampunan-Nya; untuk menyatakan bahwa Zat-Nya bebas dari semua kesalahan, dari semua pendapat yang salah dari orang-orang yang tidak sadar dan dari semua kesalahan yang dilakukan makhluk-Nya. Kesempurnaan Yang Maha Besar membuat hamba-Nya, dalam realisasi atas kelemahan dan ketidakberdayaannya dan semua makhluk lainnya, untuk menyatakan Allah Yang Maha Besar dalam kekaguman dan ketakjuban atas kebesaran karya dari satu-satunya Zat yang pantas disembah, dan, membungkukkan diri dengan penuh rasa hormat dalam kerendahan hati. Dan nikmat yang tak terbatas dari Yang Maha Pengasih sepatutnya membuat hamba-Nya untuk menyatakan kebutuhannya sendiri dan kebutuhan mahluk lainnya dengan berdo’a dan memohon pertolongan-Nya, mengucapkan al-hamdu-lillah. Secara singkat, perkataan dan perbuatan dalam shalat memuat makna-makna tersebut, dan karena itu diperintahkan dan diatur oleh Allah.

Poin Ketiga Manusia adalah miniatur alam semesta; begitu pula surat pertama dalam Al Qur’an, Al Fatiha, adalah miniatur ringkasan seluruh kitab tersebut; dan shalat adalah semacam indeks, yang memuat semua cara-cara peribadatan, dan merupakan suatu gambaran atas keanekaragaman ibadah semua spesies mahluk hidup. Poin Keempat Pergantian siang dan malam, tahun-tahun dan fase-fase kehidupan manusia di dunia adalah potongan waktu yang besar yang masing-masing bagiannya berfungsi seperti roda dan tuas pada sebuah jam yang terus bergerak menghitung detik, menit dan jam. Misalnya : Waktu Fajar, yang ditentukan untuk shalat Subuh, sampai terbit matahari, mungkin dihubungkan dengan awal musim semi, atau waktu ketika sperma berada di dalam rahim yang kokoh, atau dengan hari pertama dari enam hari periode penciptaan langit dan bumi, dan itu mengingatkan kembali akan bagaimana Allah menempatkan Kekuasaan-Nya dan bertindak pada waktu dan kejadian seperti itu. Waktu Zuhur, mungkin dihubungkan dengan penyempurnaan masa muda, atau pertengahan musim panas, atau periode penciptaan manusia dalam kehidupan di dunia. Ini menunjukan manifestasi kasih sayang Allah dan rahmat yang tak terkira pada peristiwa-peristiwa dan waktu-waktu itu. Waktu Ashar, menyerupai musim gugur, dan masa tua, dan waktu bagi Nabi Terakhir, dikenal sebagai waktu kebahagiaan. Mulai berfikir akan takdir Allah dan memohon pertolongan dari Yang maha Penyayang. Waktu Maghrib, mengingatkan tentang hilangnya beberapa hewan pada akhir musim gugur, dan kematian manusia. Hal itu memperingatkan kita tentang kehancuran dunia pada awal Kebangkitan Kembali dan juga mengajarkan kita tentang bagaimana cara memahami manifestasi Keagungan Allah dan membangunkan kita dari tidur nyenyak pengabaian. Waktu Isya, mengingatkan akan dunia yang gelap, yang menyelimuti semua benda di siang hari dengan selimut hitamnya dan musim dingin yang menutupi permukaan bumi yang mati dengan cerement putihnya. Juga mengingatkan bahwa pekerjaan yang belum selesai dari jasad yang mati akan dilupakan semuanya dan menjelaskan sesuatu kepada kita tentang kehancuran yang tak terhindarkan dari dunia, tempat segala cobaan. Dan untuk Waktu malam hari, yang menunjukan musim dingin dan alam kubur dan dunia perantara (antara dunia dan akhirat), mengingatkan manusia akan betapa ruh-ruh membutuhkan pertolongan dari Yang Maha Pengasih. Shalat Tahajjud di akhir dan malam yang sudah larut, mengingatkan betapa membutuhkannya kita akan cahaya shalat dalam kegelapan alam kubur. Dengan jalan ini, dengan memohon rahmat-Nya yang tiada terbatas yang dijanjikan kepada manusia dalam serangkaian kejadian-kejadian khusus seperti ini, manusia mengakui bahwa Zat-Nya patut dipuji dan disyukuri. Pagi berikutnya adalah waktu yang diarahkan kepada pagi pada hari Kebangkitan. Adalah sangat beralasan, sudah seharusnya dan pasti bahwa pagi mengikuti malam, musim semi akan datang setelah musim dingin, jadi pagi pada Hari Kebangkitan atau musim semi yang mengikuti kehidupan perantara juga pasti akan datang. Kini kita jadi mengerti bahwa setiap waktu yang ditentukan untuk shalat lima waktu sehari semalam adalah awal dari titik balik yang vital dan mengingatkan akan revolusi atau titik balik yang lebih besar dalam kehidupan alam semesta. Melalui perdagangan sehari-hari yang luar biasa dengan Kekuasaan Yang Maha Mengabulkan Permohonan, waktu-waktu shalat menyadarkan kita akan keajaiban Kekuasaan Allah dan hadiah ampunan Tuhan di setiap tahun, setiap abad dan setiap

zaman. Jadi, shalat yang telah ditentukan, yang merupakan tugas yang kita bawa sejak lahir, dasar bagi semua ibadah yang lain dan kewajiban manusia yang tidak dapat dipertanyakan lagi, adalah paling sah dan paling cocok dilaksanakan pada waktu-waktu ini. Poin Kelima Manusia diciptakan dalam keadaan lemah, padahal segala sesuatunya melibatkan, mempengaruhi dan menyusahkan dirinya. Dia juga kekurangan kekuatan, padahal bencana dan musuh-musuh yang menyulitkan dirinya menjadi tak terhitung. Dirinya juga sangat miskin dan memiliki banyak kebutuhan. Tambahan, mereka juga malas dan tidak mampu, sedangkan mereka memiliki beban hidup yang sangat berat. Dengan menjadi manusia, dirinya terhubung dengan ciptaan lainnya di dunia, sedangkan kehilangan apa-apa yang dicintainya dan apa-apa yang dekat dengannya, berulangkali menyakitinya. Akhirnya, jiwa dan pikirannya mengarahkan dirinya kepada tujuan agung dan titik akhirnya; pencapaian keabadian, tetapi dirinya tidak mampu, tidak sabar dan tidak memiliki kekuatan, serta hanya memiliki waktu yang sangat singkat untuk itu. Oleh karena itu, dapat dipahami secara jelas betapa pentingnya bagi setiap jiwa dalam keadaan seperti itu di waktu fajar untuk menyatakan suatu permohonan, melalui shalat dan doa kepada Allah Yang Maha Kuasa, Yang Maha Penyayang, untuk memohon keberhasilan dan bantuan dari Nya, dan betapa dibutuhkannya dukungan itu sehingga ia bisa sabar dan mampu menyingkirkan bahaya dan rintangan yang mungkin ditemui pada hari itu. Zuhur adalah waktu dimana siang berada pada titik tertinggi dan mulai bergerak menyelesaikannya dan manusia berhenti dari pekerjaannya untuk beristirahat sejenak dari urusan-urusan mereka, dan juga waktu ketika jiwa membutuhkan perhentian sejenak dari kelalaian dan kelupaan yang disebabkan oleh bekerja keras, dan rahmat Allah yang besar sepenuhnya tercurahkan. Dengan demikian, sulit untuk menganggap seseorang adalah manusia sejati jika ia tidak menyadari betapa baiknya, betapa pentingnya, betapa menyenangkannya dan bahwasanya sudah selayaknya manusia mendirikan shalat zuhur, sehingga dirinya, dalam pertolongan dari tekanan hidup seharihari dan dari kelalaian, berdiri dengan kerendahan hati dalam curahan rahmat, menunjukan perasaan syukur dan berdoa untuk memohon pertolongan-Nya. Ia membungkukkan dirinya untuk menunjukan ketidakberdayaannya dihadapan Yang Maha Besar, dan sujud untuk menyatakan kekaguman, cinta dan kerendahan hatinya dihadapan kasing sayang-Nya yang sempurna dan tiada banding di sepanjang masa. Waktu ashar di sore hari menyerupai dan mengingatkan kita akan kesedihan musim gugur dan keadaan duka cita di masa tua, dan periode ketenangan di akhir waktu. Ini adalah waktu ketika tugas-tugas di hari itu perlahan-lahan mulai dilengkapi, dan rahmat Yang Maha Pemurah untuk hari itu, seperti kesehatan, keamanan dan amal soleh, telah dikumpulkan untuk dijumlahkan. Pada waktu ini kita juga menyaksikan tenggelamnya matahari yang membuktikan bahwa segala sesuatunya tiada yang abadi; hari ini sesuatu itu ada dan besok sudah tiada. Kemudian manusia yang merindukan keabadian, yang diciptakan untuk keabadian, dan yang menunjukan penghormatan untuk dianugrahkan kepada dirinya keabadian, kecuali bagi yang merasa sedih atas perpisahan, berdiri, mengambil air wudu, dan mendirikan shalat. Jadi, siapa saja yang termasuk manusia sejati, seharusnya ia memahami betapa terpujinya tugas ini, betapa khususnya ibadah ini, inilah cara yang masuk akal untuk membayar hutang budi, lebih jauh, betapa kesenangan yang tak dapat dipungkiri diperoleh dalam melaksanakan shalat ashar. Untuk mengajukan permohonan pada pengadilan Yang Maha Abadi dan Yang Maha Berdiri Sendiri dalam Keabadian, untuk menjadi budak yang lemah dalam pertolongan-Nya yang tiada terbatas, dan untuk bersyukur atas nikmat-Nya yang tak terhitung, dengan jalan membungkukkan diri dengan penuh rasa hormat dan rendah hati dihadapan

Yang Maha Besar dan Maha Terpuji, dan dengan bersujud dengan kerendahan hati yang tulus di hadapan Yang Maha Abadi, dirinya memperoleh ketenangan hati dan menemukan penghibur sejati dan penenang jiwa. Sore hari mengingatkan kita akan awal dari musim dingin dan perpisahan yang sedih dari makhlukmakhluk musim panas dan semi yang lemah; itu juga mengingatkan akan perpisahan yang menyakitkan dengan orang-orang yang dicintai karena kematian. Lagi-lagi hal itu membangkitkan gambaran tentang waktu ketika lentera matahari yang menyinari bumi, akan dipadamkan dan penduduk bumi berpindah ke dunia yang lain mengikuti keruntuhan yang dihasilkan oleh takdir gempa bumi. Itu juga merupakan suatu peringatan keras bagi siapa saja yang memuja kekasihnya yang tidak abadi dan sementara, yang setiap dari mereka suatu saat pasti akan mati. Pada waktu shalat maghrib, jiwa manusia yang merindukan suatu keindahan abadi, menghadap kepada Zat Yang Abadi, Yang menciptakan dan membangun semua peristiwa dan fenomena ini, Yang memerintahkan suatu badan surgawi yang besar. Ini adalah waktu dimana jiwa manusia menolak untuk mengandalkan diri kepada sesuatu yang terbatas dan berteriak Allahu Akbar – yang berarti Allah Maha Besar. Kemudian, dalam kehadiran-Nya, mengucapkan alhamdu li-llah, segala puji hanya bagi Allah, manusia memuji-Nya dengan penuh kesadaran akan kesempurnaan tanpa celah, keindahan dan kelembutan tiada banding, dan ampunan yang tiada batas. Selanjutnya, dengan menyatakan hanya kepada Mu lah kami menyembah dan hanya kepada Mu lah kami mohon pertolongan (Al Fatiha, 1. 5), dirinya mempersembahkan ibadahnya dan mencari pertolongan dari Kekuasaan-Nya yang tidak memerlukan bantuan siapa pun, dari Ketuhanan-Nya yang tidak bersekutu, dari Kedaulatan-Nya yang tidak terbagi. Kemudian manusia membungkuk di hadapan Keagungan Yang Tak Terhingga, Kekuasaan Yang Tak Terbatas, dan di hadapan Kehormatan dan Kemuliaan yang sempurna, untuk menunjukkan, bersama dengan seluruh makhluk, kelemahan dan ketidakberdayaannya, kehinaan dan kemiskinannya, dan berkata Segala Puji Hanya Bagi Allah, Yang Maha Besar. Setelah itu, dirinya sujud dihadapan Zat-Nya dengan kesadaran akan Keindahan dan Kelembutan yang tak akan pernah mati, Sifat-Sifat-Nya yang suci yang tak berubah, dan Kesempurnaan-Nya yang selalu tetap abadi, manusia mengakui, dengan melepaskan ketergantungan kepada selain-Nya, cintanya dan pengabdiannya dalam Kekaguman dan keterhinaan dirinya, dia menemukan Yang Maha Abadi Keindahan-Nya, Yang Maha Penyayang yang Abadi, dengan mengatakan, Segala Puji Hanya Bagi Allah, Yang Maha Terpuji, dirinya menyatakan bahwa Tuhannya Yang Maha Terpuji bebas dari segala kekurangan dan kesalahan. Setelah itu, manusia duduk dengan hormat dan meminta, dalam hitungannya, kepada Yang Maha Abadi, Yang Maha Kuasa dan Yang Maha Agung pujian dan kemulian semua makhluk, dan memohon kepada-Nya untuk menganugrahi kedamaian dan rahmat atas Rasul-Nya, baginya keselamatan dan rahmat. Dengan melakukan hal itu, dirinya memperbaharui kesetiannya kepada Rasulullah dan menyatakan kepatuhan kepada perintah-perintahnya, memperbaharui dan memperteguh keimanannya, dan dalam pengamatan akan keteraturan yang luar biasa di alam semesta, dirinya memberikan kesaksian atas Keesaan Sang Pencipta dan Kerasulan Muhammad, yang membewa berita kedaulatan Ketuhanan Tuhan, yang menyatakan apa-apa yang disenangi-Nya, dan yang menerjemahkan tanda-tanda atau ayat-ayat dari kitab alam semesta. Bagaimana mungkin seorang bisa menjadi manusia sejati jika tidak menyadari betapa merupakan tugas yang sangat menyenangkan shalat maghrib itu, betapa berharga dab betapa menyenangkannya beribadah, betapa baik dan indahnya bentuk ibadah ini, betapa seriusnya hal ini, dan betapa percakapan dengan Sang Pencipta dan kebahagiaan abadi hal itu di tempat persinggahan sementara ini ? Waktu Isha adalah waktu bagi bekas-bekas jejak siang hari yang tertinggal di langit menghilang, dan malam menyelimuti bumi, menyisakan kita rahmat keagungan Tuhan sebagai Yang merubah malam

dan siang, dan aktifitas ketuhanan dari Yang Maha Bijaksana sebagai Yang menundukkan Matahari dan Bulan, diamati ketika mengubah siang terang benderang dengan malam yang gelap gulita, dan ketika mengubah musim panas yang penuh warna dengan hamparan putih di musim dingin. Waktu ini juga mengingatkan akan perbuatan Tuhan sebagai Pencipta Kehidupan dan Kematian dalam alur perjalanan lengkap dari sisa-sisa tugas kematian dari dunia lain dalam bagian waktu. Ini adalah waktu yang mengingatkan tentang rahmat Tuhan dan manifestasi yang lembut dari Tuhan sebagai Pencipta Surga dan Dunia, setelah kehancuran total dari dunia yang sempit, mortal dan rendah ini oleh teriakan dan gemuruh yang sangat menakutkan dan ketika dibentangkan dunia akhir yang luas, abadi dan agung. Ini juga mengingatkan bahwa Yang Maha Esa, yang kuasa merubah siang menjadi malam, musim dingin menjadi musim panas, dan dunia ini menjadi dunia yang lain, yang pantas menjadi Pemilik dan Penguasa Sejati dari alam semesta adalah satu-satunya Zat yang pantas disembah dan dicintai. Kemudian, pada malam hari, jiwa manusia yang sangat takberdaya dan lemah, sangat miskin dan bergantung, dan terombang ambing kesana kemari oleh berbagai macam keadaan dan masuk pusaran masa depan yang gelap dan tidak menentu, mendirikan shalat Isha. Dia melakukannya dengan maksud : seperti halnya Ibrahim As. manusia berkata: Saya tidak suka pada yang tenggelam (Al An Aam, 6:76) dan melalui shalatnya ia menghamba kepada Zat Yang Hidup Abadi, Yang pantas disembah, dan Yang Maha Penyayang. Dari kehidupan yang sekedar singgah di dunia yang gelap dan cepat dan masa depan yang gelap dirinya memohon kepada Zat Abadi Yang Maha Penyabar dan demi waktu sesaat untuk percakapan yang tiada berujung dan beberapa detik kehidupan abadi, dia memohon rahmat dari Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan cahaya tuntunan-Nya, yang akan memberikan cahaya baginya di dunia dan menerangi masa depannya dan mengikat penderitaannya akibat penolakan dari temannya dan makhluk lain. Singkatnya, manusia lupa kepada dunia yang telah meninggalkannya dan menyirami kesengsaraan hatinya dengan air mata di hadapan Yang Maha Pengampun. Sebelum dirinya tidur, yang menyerupai kematian, dan karena segala sesuatu mungkin terjadi, dia mempersembahkan tugas ibadah terakhirnya untuk hari itu. Untuk menutup rekaman kegiatan hariannya yang menyenangkan, dia bangun untuk berdoa. Dia bangkit untuk menyambut kehadiran Yang Tercinta dan Yang Disembah daripada segala yang tidak abadi yang telah dicintainya di sepanjang hari, kehadiran Yang Maha Kuasa dan Yang Maha Pemurah daripada makhluk yang tidak berdaya yang dari mereka dia mengemis setiap hari, kehadiran Pelindung Yang Maha Penyayang dalam harapan untuk diamankan dari kejahatan makhluk yang berbahaya yang telah membuatnya gemetar sepanjang hari. Dia mulai dengan Al Fatiha, Surah Pembuka Al Quran, daripada memuji dan berhutang kepada makhluk yang lemah dan berkebutuhan, yang berbuat dosa, dirinya memanjatkan doa kepada Penguasa dunia, Maha Sempurna dan Maha Mencukupi DiriNya sendiri, Maha Penyayang dan Maha Pemurah. Kemudian dia melanjutkan dengan menyatakan: hanya kepadaMu lah kami menyembah.

Tak Ada Milik yang Sempurna
Publikasi: 01/04/2004 09:29 WIB

eramuslim - Rencana. Hidupku penuh rencana. Meskipun belum semuanya bisa aku rencanakan. Tapi pasti bukan hanya aku yang punya rencana. Aku yakin semua orang juga punya rencana. Bagiku, memiliki rencana berarti harus sekaligus mempersiapkan alternatif-alternatif. Mungkin sama dengan yang dimaksud para pelaku bisnis Ada plan A, plan B, plan C dan seterusnya. Tetapi menurutku itu saja tak cukup. Harus ada plan Z. Artinya, harus ada kesiapan ketika semua yang ada di kepala tidak bisa berlaku lagi. Seperti pesimisme. Mungkin. Tetapi bukannya segala bisa terjadi atas kehendak-Nya. Maha besar Dzat yang segala berada di tangan-Nya. Ku pasang target-target. Dengan begitu otomatis aku menyusun rencana agar target tersebut bisa tercapai. Berusaha, yah, hanya dengan berusaha. Berusaha maksimal. Tak boleh ada kata putus asa. Aahh, begitu besar semangatku. Kalau dengan usaha maksimal kita tidak bisa mencapai target? Ya itulah plan Z. Menyerah? Bukan! Masih ada harapan. Ditangan-Nya lah semua yang tak mungkin terjadi bisa terjadi. Bahagianya, masih mempunyai tempat berharap. Kalau yang terjadi tidak seperti yang kita inginkan? Ya itulah takdir. Terlalu sombong kita bila ingin memaksakan keinginan kita melampaui kehendak-Nya. Qona’ah. Mungkin itulah istilah yang lebih tepat. Kita hanya bisa memohon agar apa yang diberikan-Nya kepada kita menjadi hal terbaik demi keselamatan kita di tempat yang abadi. Bukankah kita sering tidak melihat apa hikmah di balik peristiwa yang tidak kita kehendaki? Bukankah kita tidak bisa melihat, kecuali hanya sedikit? Begitu rapi teori itu tersusun di kepalaku. Kalau ada teman bertanyapun mudah sekali menjelaskan alurnya. Tapi bisakah menghadapinya? Demikianlah, termasuk berumah tanggapun aku targetkan. Dengan berbagai pertimbangan, aku ingin menikah pada usia 25, setelah menyelesaikan studiku dan tentu saja bekerja. Kukira keinginan semacam ini hanyalah cita-cita sederhana. Mungkin hampir semua orang juga memilikinya. Bukan hal yang luar biasa. Ketika usiaku menginjak 23 dan aku belum juga mempunyai calon. Meski beberapa kali ada yang mengutarakan keinginannya menikah denganku, entahlah, tidak ada diantara mereka itu yang sesuai dengan kriteriaku. Belum ada yang bisa membuatku jatuh cinta. Jatuh cinta? Apa pula artinya? Sangat mungkin berbeda dengan orang lain. Tetapi bagiku cukup sederhana untuk mengukur apakah aku jatuh cinta atau tidak: yaitu perasaan bisa menerima dia apa adanya tanpa ada tuntutan-tuntutan lagi. Dengan kata lain, semua kriteriaku sudah terpenuhi. Yah, aku belum pernah jatuh cinta. Maka aku bersiap-siap mencari calon. Pro-aktif. Tentu dengan kriteria-kriteria yang telah kutetapkan. Tabu kata orang timur? Mengapa? Tapi bagaimanapun aku juga menyadari hidup dalam masyarakat timur, yang mau tak mau masuk ke dalam norma-normanya. Kukira tabu yang mereka maksudkan tidak berseberangan dengan syariat Islam. Bahkan mungkin dalam hal tertentu bisa dikatakan mendukung. Di sisi lain, bagiku semua orang diwajibkan berusaha. Jadi bisakah istilah tabu tersebut direkayasa?

Yang pasti, bukan pertanyaan itu yang menggelayuti pikiranku. Tapi apa yang bisa kulakukan untuk mencapai targetku. Silaturahim? Memperbanyak wawasan? Perprasangka baik? Memperbaiki akhlak? Semua ingin kulakukan demi mencapai target dengan kriteriaku tersebut. Sampai suatu sore yang begitu cerah dan lengang. Tenang mungkin istilah yang tepat. Awanawan putih menyibak ketepi mengiringi matahari yang pelan-pelan bergerak semakin condong ke peraduannya. Tenang. Hatikupun terasa bening. Luas. Terasa luas dengan menyibaknya awan-awan putih ke tepi langit. Yang pasti begitulah sore itu. Tapi sepertinya bukan hanya suasana sore itu yang membuat hatiku bening. Aku sedang menyadari bahwa aku sedang jatuh cinta. Indah rasanya menemukan seseorang yang kita inginkan. Kurasa betapa ini semua adalah nikmat yang agung. Dua puluh empat tahun, dan aku belum pernah mempunyai perasaan semacam ini. Ah, sungguh indah. Dalam lubuk hatiku menggelitik kemungkinan-kemungkinan dan harapan- harapan. Bisakah aku mencapai target yang satu ini. Yang jadi masalah adalah bahwa dia tidak tahu perasaanku ini. What to do? Menunggu? Waktu segera memisahkan. Begitulah, karena sore itu adalah akhir sebuah program yang mengikutsertakan kami. Berharap? Ternyata aku tidak berani berharap banyak. Aku cukup mensyukuri mempunyai perasaan yang indah ini. Jujur, aku merasa tidak harus memilikinya. Do something! Yah, tapi aku harus melakukan sesuatu. Terlalu indah untuk dilewatkan. Terlalu indah untuk mempunyai perasaan ini. Bahkan aku tak yakin akan memiliki yang ke dua kalinya. Maka di sore yang bening itu. Kutulis sehelai puisi. Hanya untuk menyampaikan perasaan ini. Maafkan aku harus menyampaikan semua ini. Kau telah melelehkan hati yang selama ini membeku, kaku, membatu. Tapi aku hanya ingin kau tahu. Kau tak harus mempunyai perasaan yang sama. Begitulah kira-kira isinya. Dengan hati bening pula kusampaikan padanya dalam sebuah amplop dan kuminta dibacanya ketika sampai di rumah. Bukan di tempat itu. Begitulah, rasanya nyaman bisa menyampaikan perasaan indah ini. Tanpa harapan sama sekali? Bohong kalau kukatakan begitu. Ada, meskipun tidak banyak. Logikanya, mungkin juga dia mempunyai perasaan yang sama, tapi tidak berani menyampaikan. Who knows? Tapi juga harus diakui bahwa harapanku memang tidak menggebu-gebu. Benar ternyata logikaku. Keesokan harinya dia mencariku dan mengatakan bahwa dia telah mempunyai perasaan yang sama jauh sebelum aku mengatakannya. Oh, bisa dibayangkan, sebuah keindahan yang hampir sempurna. Bagaikan gayung bersambut. Sayang kami tidak mempunyai waktu bersama lagi. Sayang? Tidak juga. Justru takut juga dengan kebersamaan. Takut fitnah. Takut zina mata, lidah dan lainnya.

Hari-hari aku lewati dengan rencana-rencana selanjutnya. Dan pertemuan beberapa kali kami gunakan untuk bicara tentang masa depan dan makna hidup. Sungguh-sungguh indah. Sampai setelah kami tidak bertemu beberapa waktu, dia harus menyampaikan- nya padaku. “Sayang ya dik, tidak ada sesuatupun yang bisa mutlak kita miliki. Hanya Allahlah pemilik yang sempurna,” katanya seperti biasa, bijaksana, dan ini adalah salah satu yang aku kagumi padanya. “Ya, tidak ada milik yang sempurna,” jawabku menyetujui pendapatnya, “Eh, tapi apa sebenarnya maksudmu”. “Maafkan aku. Tapi aku harus mengatakannya padamu. Terlalu indah memiliki semua perasaan ini. Tapi aku harus jujur padamu. Aku juga tidak menghendakinya, tapi itulah yang terjadi,” katanya panjang. Aku sudah tak sabar dengan apa yang ingin dikatakannya. “Maksudmu?” “Kau tahu kenapa aku tidak menyampaikan perasaanku terhadapmu sejak dulu? Karena….karena sebenarnya aku sudah dijodohkan,” katanya perlahan. Aku tak tahu apa yang harus kukatakan. “Menurutmu apakah orang tuaku salah?” tanyanya kemudian. Aku masih diam. “Ibuku hanyalah seorang janda yang harus menghidupi dan menyekolahkan anak-anaknya. Dan tak tahu apa yang harus dilakukannya. Begitulah dik, aku tidak bisa menyalahkan ibuku juga, meskipun jujur aku tidak mencintai gadis itu”. Kuhela nafas dalam-dalam. Sungguh tak tahu apa yang harus kulakukan. Tak percaya dengan apa yang dikatakannya? Tak ada alasan untuk percaya atau tidak. Tetapi kurasa aku tak perlu berburuk sangka dengan tidak mempercayainya. Dia yang kukenal selama ini lebih menguatkan prasangka baikku itu. Tapi sungguh aku tak bisa bicara sepatahpun. Percakapan itu terasa membakar semua harapanku, meskipun tidak mengurangi perasaanku padanya. Akhirnya kukatakan pula dengan segenap kekuatan hatiku agar dia memilih yang terbaik menurutnya. Berat ternyata, tidak semudah teori yang kutata di kepala. Begitulah, semua kami akhiri dengan sehelai surat cinta. Dengan setengah kesadaran, setengah patah semangat. Plan Z. Aku masuk ke plan Z. Biarlah Allah yang memutuskan. Dia maha tahu yang terbaik untukku. Meskipun dia tak boleh jadi milikku, perasaan itu tetap masih menjadi milikku, kecuali dia berubah menjadi seseorang yang tidak lagi berada dalam kriteriaku. Selamat jalan kekasihku. Semoga kita mendapatkan yang terbaik bagi dunia dan akherat kita kelak. Bukankah kita hanya sedikit melihat. Dan Allahlah yang Maha mengetahui segalanya dan maha berkehendak. Benar katamu, tidak ada milik yang sempurna. Allahlah pemilik mutlak atas segala. Orang tua kita, saudara kita, anak-anak kita, suami/istri kita, kekasih kita, kekayaan kita, semua milik-Nya. Ketika Allah mengambilnya, siapa yang bisa bilang tidak.

“JIKA NABI MUHAMMAD DATANG KE RUMAHMU”

Jika nabi Muhammad dating kerumahmu Untuk meluangkan waktu sehari dua hari bersamamu Tanpa kabar apa-apa sebelumnya Apakah yang engkau lakukan untuknya? Akankah kau sembunyikan buku duniamu? Lalu kau keluarkan dengan cepat kitab hadist di rak buku? Atau akankah kau sembunyikan majalah-majalah mu Dan kau hiasi mejamu dengan Al-Quran yang telah berdebu? Akankah kau masih melihat film “X” di TV Atau kau matikan dengan cepat sebelum dilihat nabi? Maukah kau mengajak Nabi berkunjung ke tempat yang biasa kau datangi? Atau dengan cepat rencanamu kau ganti Akankah kamu bahagia jika nabi memperpanjang kunjungannya Atau malah tersiksa karena banyak yang harus kau sembunyikan darinya Jika nabi tiba-tiba ingin menyaksikan Akankah kau tetap mengerjakan pekerjaan sehari-sehari yang biasa kau lakukan? Akankah kau berkata-kata seperti apa yang sehari-hari biasa kau katakana? Akankah kau jalankan sewajarnya hidupmu? Seperti halnya jika nabi tidak kerumahmu Sangatlah menarik untuk tahu Apa yang akan kau lakukan Jika nabi Muhammad dating Mengetuk pintu rumahmu…….

IBU,CERITAKAN PADAKU TENTANG IKHWAN SEJATI
Seorang remaja pria bertanya pada ibunya Ibu,ceritakan padaku tentang ikhwan sejati Sang ibu tersenyum dan menjawab: “Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar Tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang Tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya Tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati di tempat kerja Tetapi bagaimana dia dihormati di dalam rumah Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan Tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang Tetapi dari hati yang ada dibalik itu Ikhwan sejati bukanklah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja Tetapi dari komitmennya terhadap akhwat yang dicinta

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan Tetapi dari ketabahannya menjalani kehidupan Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya dia membaca Al-Quran Tetapi dari konsistensinya menjalankan apa yang dia baca” Setelah itu,ia kembali bertanya “Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu,ibu? Sang ibu mengambil sebuah buku seraya berkata “Pelajarilah tentang dia.” Ia pun mengambil buku itu “MUHAMMAD” yang tertulis dibuku itu.

MENGAPA WANITA MUDAH MENANGIS?
Suatu ketika,ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya. “Ibu,mengapa ibu menangis?” Ibunya menjawab,”Sebab aku wanita.” “Aku tak mengerti” kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat,seraya berkata ”Nak,kamu memang tak akan pernah mengerti….” Kemudian anak itu bertanya pada ayahnya. “Ayah,mengapa ibu menangis? Ibu menangis tanpa sebab yang jelas”. Sang ayah menjawab, “Semua wanita memang sering menangis tanpa sebab yang jelas”. Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya. Sampai suatu saat si anak tumbuh menjadi remaja,ia tetap bertanya-tanya mengapa wanita menangis.Hingga pada suatu malam,ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, “Ya Allah mengapa wanita mudah sekali menangis?” Dalam mimpinya ia merasa seolah-olah Tuhan menjawab, “Saat Kuciptaka wanita,Aku membuatnya sangat utama.Kuciptakan bahunya agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya,walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur. Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali ia menerima cerca dari anaknya itu.Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan,pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa. Kepada wanita,Kuberikan kesabaran untuk merawat keluarganya walau letih,walau sakit, walau lelah,tanpa berkeluh-kesah.

Kuberikan wanita,perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun.Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang mengantuk menahan lelap.Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya. Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya.Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak. Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya.Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar,saling melengkapi dan saling menyayangi. Dan akhirnya,Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya.Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita,agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan.Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita,walaupun sebenarnya air mata ini adalah air mata kehidupan.”

HIKMAH
Ada dua bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama berkata,”Aku ingin tumbuh besar.Aku ingin menjejakkan akarku dalam-dalam di tanah ini,dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini.Aku ingin membentangkan semua tunasku,untuk menyampaikan salam musim semi.Aku ingin merasakan kehangatan matahari dan kelembutan embun pagi di pucukpucuk daunku.” Dan bibit itu tumbuh,makin menjulang. Bibit yang kedua bergumam.”Aku takut.Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah,aku tak tahu apa yang akan aku temui di bawah sana.Bukankah di sana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku ke atas,bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak.Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka,dan siputsiput mencoba untuk memakannya? Dan pasti,jika aku tumbuh dan merekah,semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah.Tidak,akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman.” Dan bibit itu pun menunggu,dalam kesendirian. Beberapa pekan kemudian,seekor ayam mengais tanah itu,menemukan bibit yang kedua tadi,dan mencaploknya segera. ****** Teman.memang,selalu saja ada pilihan dalam hidup.Selalu saja ada lakon-lakon yang harus kita jalani.Namun,seringkali kita berada dalam kepesimisan,kengerian,keraguan dan kebimbangan yang kita ciptakan sendiri.Kita kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk tak mau melangkah,tak mau menatap hidup.Karena hidup adalah pilihan,maka hadapilah itu dengan gagah.Dan karena hidup adalah pilihan,maka pilihlah dengan bijak.

KUPU-KUPU
Suatu hari,seseorang menemukan sebuah kepompong.Orang itu mengamati sebuah lobang kecil yang ada pada kepompong itu,tampak seekor kupu-kupu sedang berjuang memaksa dirinya melewati lobang kecil itu.Selang beberapa waktu,kupu-kupu itu berhenti, kelihatannya ia telah berusaha semampunya dan tidak bisa lebih jauh lagi. Terdorong oleh rasa iba,orang itu memutuskan untuk menolong kupu-kupu tsb.Ia mengambil sebuah gunting dan memotong kekangan pada kepompong itu sehingga sang kupu-kupu dapat keluar dengan mudahnya.Namun apa yang terjadi,kupu-kupu itu keluar dengan sayap yang mengkerut,tubuhnya gembung dan kecil.Orang itu terus mengamati,berharap pada suatu saat sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga akan mampu menopang tubuhnya. Namun semuanya tidak akan pernah terjadi,kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya dengan merangkak,dengan tubuh gembung dan sayap mengkerut. Kupu-kupu itu tidak pernah bisa terbang. Yang tidak pernah bisa kita mengerti dari kebaikan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lobang kecil adalah jalan Allah untuk memaksa cairan dalam tubuh kupu-kupu itu masuk kedalam sayapsayapnya agar ia bisa terbang begitu ia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut. Kadang-kadang perjuangan adalah hal yang kita perlukan dalam hidup kita.Jika Allah membiarkan kita hidup tanpa hambatan,itu mungkin melumpuhkan kita.Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya kita mampu.Kita mungkin tidak pernah dapat terbang… Ketika saya memohon kekuatan Allah memberi saya kesulitan-kesulitan Ketika saya memohon kebijakan Allah memberi saya persoalan untuk diatasi Ketika saya memohon kemakmuran Allah memberi saya otak dan tenaga untuk bekerja Ketika saya memohon keteguhan hati Allah memberi saya bahaya untuk diatasi Ketika saya memohon cinta Allah memberi saya orang-orang yang bermasalah untuk ditolong Ketika saya memohon kebaikan Allah memberi saya kesempatan-kesempatan Saya tidak memperoleh segala apa yang saya inginkan Tetapi,saya mendapatkan segala apa yang saya butuhkan

FI SABILILLAH Jangan dilarang

Orang yang melayang pandang Ke sabilillah Ia sudah tahu resah nyata semesta Seringai malam bumi kita Jangan ditahan Orang yang ingin melemparkan diri Ke sabilillah Ia sudah tahu ramuan cinta yang firdaus Juga rejam rintangan itu Jangan dinanti Orang yang pergi Ke sabilillah Ia sudah tahu Kemana harus menjual nyawa! (HTR,1992) Mereka bukan orang kebanyakan.Mereka bukan manusia bumi,tapi merekalah manusiamanusia langit.Manusia yang tahu kemana harus menjuaj jiwa. Kagum akan ketulusan,cahaya dan semangat mereka dalam menggapai Allah.Orang-orang ini hidup dalam kebenaran dan tak pernah takut mati.Mereka ada di segenap penjuru dunia. Di negeri-negeri islam yang sedang berjuang. Merekalah manusia-manusia yang membumikan bahasa-bahasa langit…….

Anugrah Terindah Milik Kita Ringkih dan renta karena ditelan usia,namun tampak tegar dan bahagia.Ikhlas,memancarkan Selaksa cinta penuh makna yang membias dari guratan keriput di wajah.Tiada yang berubah sejak saat dalam buaian,hingga sekarang mahkota putih tampak anggun menghiasinya.Dekapannya pun tidak berubah,luruh memberikan kenyamanan dan kehangatan. Jemari itu memang tak lagi lentik,namun selalu fasih menyulam kata pinta,membaluri sekujur tubuh dengan doa-doa.Kaki tampak payah,tak mampu menopang tubuhnya.Telapak tempat surga itu pun penuh bekas darah bernanah,symbol perjuangan menapak sulitnya kehidupan. Ibunda.Adakah saat ini kita terenyuh mengengkannya? Ia adalah sebuah anugerah terindah yang dimiliki setiap manusia.Sejak dalam rahim,betapa cinta itu tak putus-putusnya mengalirkan kasih yang tak bertepi.Hingga kerelaan,keikhlasan dan kesabaran selama 9 bulan pun bagai menuai pahala seorang prajurit yang sedang berpuasa,namun tetap berjuang di jalan Allah SWT.

Polesannya adalah warna dasar pada diri kita.Menggores sebuah kanvas putih nan suci dengan goresan yang diselimuti untaian ayat suci Al-Quran,zikir,tasbih serta tahmid,tentu akan melahirkan kepribadian islam dalam jiwa. Kita mungkin dilahirkan dari rahim seorang perempuan biasa….. Namun,ibunda kita dan ibunda mereka adalah sama,sebuah anugerah terindah dari Allah SWT. Saat dewasa,tapak kaki telah kuat menjejak tanah dan tangan pun terkepal ke angkasa,masihkah selalu ingat bunda? Cita-cita telah tergenggam di tangan,popularitas,kemewahan,hingga dunia pun telah takluk menyerah kalah,tunduk karena ketekunan,jerih payah serta kerja keras tiada hentinya.Haruskah sombong dan angkuh hingga kata-kata menyakitkan begitu gampang terlontar? Duhai jiwa,sekiranya engkau sadar bahwa tanpa doa ibunda,niscaya semua masih anganangan belaka.Astaghfirullah...........ampunu diri ini ya,Allah. Duhai ibunda .....Maafkan jika mata ini pernah sinis memandang,dan lidah yang pernah terucap kata makian hingga membuat luka hatimu.Maafkanlah pula jika kesibukan menghalangi untaian doa terhatur untukmu.Ampuni diri ananda yang tak pernah bisa membahagiakanmu bunda. Sungguh,jiwa dan jasad ini ingin terbang ke angkasa lalu luruh dipangkuan,mendekap tubuh sepuh,serta menangis dipangkaunmu.Hingga terhapuskan kerinduan dalam riak anak-anak sungai di ujung mata.Rengkuhlah ananda dengan belai kasih sayangmu bagai masa kecil dulu.Mengenalkan indahnya tiap detik dalam rahimmu dan hangatnya dekapanmu.Buailah dengan doa-doa hingga ananda pun lelap tertidur di sampingmu. Duhai ibunda.........Keindahan dunia takkan tergantikan dengan keindahan dirimu.Sorak-sorai pesona dunia pun tak dapat menggantikan gemuruh haru detak jantung saat engkau memelukku.Indah....semua begitu indah dalam alunan cintamu,menelisik lembut,membasahi lorong hati dan jiwa yang rindu akan kasih sayangmu.. Duhai ibunda....... Bukakan pintu ridhomu,hingga Allah pun meridhoiku

KARUNIAILAH AKU SEORANG PUTRI
Tuhanku,karuniailah aku seorang putri Yang cukup kuat untuk mengetahui manakala ia lemah Dan cukup berani untuk menghadapi dirinya manakala ia takut Putri yang bangga dan tegar dalam kekalahan yang jujur Dan rendah hati serta berbudi dalam kemenangan Karuniailah aku seorang putri yang mengenal Engkau Dan sadar bahwa mengenal diri sendiri adalah landasan pengetahuan Bimbinglag ia,doaku,bukan dijalan yang mudah dan mulus

Melainkan dibawah tekanan,kesulitan dan tantangan Buatlah ia belajar tegar dalam badai Biarkan ia belajar bersimpati kepada mereka yang gagal Karuniailah aku seorang putri yang hatinya bening Yang cita-citanya tinggi Seorang putrid yang sanggup memimpin dirinya sendiri Sebelum ia mencoba memimpin orang lain Seorang yang akan menggapai masa dapan tanpa melupakan masa lalu Dan setelah dia gapai semuanya Aku berdoa,berilah ia rasa humor Sehinnga dia bisa selalu bersikap serius Tapi tidak membuat dirinya terlalu serius Hingga aku,ayahnya,akan sanggup berkata, “Hidupku tak sia-sia !” (General Douglas Mc Arthur 1880-1964) Robbi,Mengapa Bundaku Sering Menangis Seorang anak kecil bertanya pada Tuhannya, “Robbi,mengapa bundaku sering menangis?” Allah menjawab,”Karena ibumu adalah seorang wanita Aku menciptakan wanita sebagai makhluk yang istimewa Aku kuatkan bahunya untuk menyangga dunia Aku lembutkan hatinya untuk memberi rasa aman Aku kuatkan rahimnya untuk melahirkan Aku tabahkan pribadinya untuk terus berjuang saat orang lain menyerah Aku beri dia rasa sensitive untuk mencintai putra-putrinya Aku tanamkan rasa sayang yang akan meninabobokan dan berbagi cerita dengan putra-putrinya yang beranjak dewasa Aku beri dia kekuatan untuk memikul beban keluarga tanpa mengeluh Aku kuatkan batinnya untuk tetap menyayangi mesti disakiti oleh putra-putrinya sekalipun Aku beri dia keindahan untuk melindungi batin suaminya Aku beri dia kebijaksanaan untuk mengerti bahwa suami yang baik takkan pernah menyakitinya Bundamu,makhluk yang sangat kuat Jika kau lihat bundamu menangis Karena Aku beri dia air mata yang bisa dia gunakan Untuk membasuh luka batinnya dan memberi kekuatan baru

Munajat di Malam Ramadhan

Ya,Rabb-ku, Telah berhenti para pemohon di depan pintu-Mu Telah berlindung orang-orang fakir ke haribaan-Mu Telah berlabuh perahu orang-orang miskin Pada tepian lautan kebaikan dan kemurahan-Mu Dengan harapan menggapai halaman kasih sayang dan anugerah-Mu Ya Allah, Jika sekiranya dibulan ini Engkau hanya menyayangi orang-orang yang ikhlas karena-Mu dalam menjalankan puasa dan shalat malamnya Maka siapakah yang akan menyayangi pendosa yang berbuat salah Bila ia tenggelam dalam lautan dosa dan maksiatnya Ya Rabbi, Jika Engkau hanya menyayangi orang-orang yang taat Maka siapakah yang menyayangi orang-orang yang maksiat Jika Engkau hanya menerima orang-orang yang beramal Maka siapakah yang akan menerima orang-orang yang tidak beramal Ya Allah, Beruntung sudah orang-orang yang berpuasa Berbahagialah orang-orang yang shalat malam Selamatlah orang-orang yang ikhlas Sedangkan kami,adalah hamba-hamba-Mu yang berdosa Maka sayangilah kami dengan kasih sayang-Mu Dan lepaskanlah kami dari api neraka dengan ampunan-Mu Ampunilah dosa-dosa kami dengan kasih sayang-M, Wahai Yang Paling Pengasih dari segala yang mengasihi

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->