KISAH NABI AYUB AS Nabi Ayyub as. adalah keturunan Yusuf as. yang hidup di negeri Hawran 2.

500 tahun yang lalu. Ayyub adalah seorang yang saleh. Ia menikah dengan seorang wanita muda bernama Rahma, yang juga masih keturunan Yusuf as. Ayyub dan Rahma hidup dengan bahagia. Mereka beriman kepada Allah dan rasul-Nya. Allah SWT memberkahi Ayyub dengan anak laki-laki dan perempuan. Ayyub as. memiliki ladang yang luas dan padang rumput. Ternak-ternak Ayyub digembalakan di padang rumput. tersebut. Ayyub hanya menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan selain-Nya. Ia mengikuti agama ayah-ayahnya, yaitu Ibrahim, Yakub. suatu hari, malaikat datang kepadanya. Mereka memberinya kabar gembira tentang kenabiannya, maka Ayyub pun segera bersujud kepada Allah, ia bersyukur atas rahmat kenabiannya tersebut. Ayytib memiliki runah yang besar. Ayyub tinggal di sana bersama keluarganya. Ia juga menyimpan biji-bijian dan bahan makanan kebutuhannya di sana. Ayyub as. mencintai orang miskin. la memberi mereka makanan dan pakaian. la juga mengundang anak yatim atau orang miskin untuk makan bersamanya. Orang-orang miskin sering datang ke rumah Ayyub bahkan dan tempat yang jauh. Ayyub menyediakan untuk mereka makanan dan pakaian; sehingga ketika mereka kembali ke rumahrumah mereka, mereka dapat menggembirakan anak-anak mereka. Nabi Ayyub as. tidak sombong kepada siapa pun dan tidak pula mengungkit-ungkit kebaikannya pada siapa pun, sehingga orang-orang mencintainya. Rumah Ayyub Suatu hari, seorang laki-laki tua mendatangi rumah Ayyub. Laki-laki tua in.’ memberi salam kepadanya dan berkata, “Salam untukmu wahai Ayyub, Nabi Allah.” Ayyub menjawab, “Salam dan rahmat Allah atasmu. Silakan masuk. Kau berada di rumah mu dan di antara keluargamu.” Orang itu berkata, “Semoga Allah menambah kemuliaan Ayyub,” dan kemudian melanjutkan, “Seperti yang kau lihat, aku adalah seorang laki-laki tua. Anak-anakku kelaparan. Wahai Nabi Allah, berilah orang miskin ini makanan dan pakaian.” Nabi Ayyub menjawab dengan perasaan sedih pada laki-laki tua itu, “Wahai orang tua, apakah kau orang asing?” Orang itu menjawab, “Bukan, wahai Nabi Allah. Aku berasal dari Hawran.” Nabi Ayyub menjadi lebih sedih lagi, maka ia pun berkata, “Betapa egoisnya aku! Rumahku dipenuhi dengan bahan makanan dan kau kelaparan!” Orang tua itu berkata, “Ini kesalahanku, karena sebelumnya aku tidak meminta makanan atau pakaian kepadamu.” Ayyub kemudian berkata, “Tidak, ini adalah kesalahanku, karena aku tak pernah mencarimu.” Ayyub lalu berpaling pada anak-anaknya dan berkata pada mereka, “Mengapa kalian tidak takut pada kemurkaan Allah? Mengapa kalian menghabiskan malam dengan puas sementara ada orang tua dan anak-anak yang kelaparan di Hawran?” Anak¬anaknya merninta maaf padanya atas hal tersebut, dan mereka berkata, “Kami sering mencari orang orang miskin. Tetapi kami tak menemukan mereka.” Ayyub bertanya dengan sedih, “Bagaimana dengan orang tua ini?” Mereka berkata, “Maafkan kami, Ayah.” Ayyub as. lain berkata, “Kemarilah,

Ayyub selalu bersujud kepada Allah dan bersyukur atas rahmat dan pertolongan-Nya.” Mereka berkata. Jika Allah mencabut rahmat¬Nya dan Ayyub. dan anak yang banyak tak menjadikan Ayyub lalai untuk bersyukur. bisikan setan dan mempercayainya. maka ia tak akan bersujud lagi kepada-Nya. Pertanian. Anak-anak lelaki Ayyub membawa makanan dan pakaian dan mencari orang-orang miskin. “Ayyub takut kalau-kalau Allah akan mengambil harta benda dan pertanian-nya.” Ayyub hidup dengan cara seperti ini. Para penggembala membawa ternak ke padang rumput. ladang-ladang. maka ia akan berhenti menyembah Allah. dan keimanan Ayyub. Budak-budak laki-laki bekerja di pertaniannya. dan membawakan buah-buahan hasil perkebunan dan beras ke tokonya. Allah mulai menguji Ayyub. Orang-orang mencintai Ayyub karena mereka berpikir bahwa ia adalah orang yang diberkahi dan merupakan nabi Allah. Sehingga dengan alasan itu setan membisikkan kejahatan pada mereka. ini. Segala sesuatunya berjalan dengan tenang dan indah. Ayyub bekerja di ladang dan pertaniannya. ia tak akan menyembah-Nya maupun bersujud kepada-Nya. maka dari itu Ayyub menyembah-Nya. Dia juga ingin menunjukkan kepada orang-orang tentang kejujuran kesabaran. Kemalangan pun menimpa Ayyub satu demi satu. akan kami lakukan. Budak-budak lelakinya bekerja di pertanian dan membawa butiran padi ke pasar. Ia takut bila Allah mencabut rahmat-Nya darinya. maka ia tak akan bersabar. Para penggembala membawakan ternak Ayyub ke padang rumput. “Baik Ayah. sehingga orang-orang mencintai Ayyub. Segalanya berjalan seperti biasa. beberapa membawakan air dari sumber air. Setan Setan iri terhadap Ayyub. dan para musafir. Jika halilintar membakar pertaniannya. Rahma.kirim makanan dan pakaian ke rumah orang tua ini. Anak-anaknya tetap membawakan tas-tas yang berisi makanan dan mencari orang-orang miskin. Anak-anak perempuan dan budak-budak perempuannya juga membantunya. Ayyub bersyukur kepada Allah atas karunia-Nya ini. Jika Ayyub miskin.” Kaum Ayyub mendengarkan. . Istrinya menggiling butiran padi. Itulah mengapa ia menyembah Allah. dan mereka pun beriman kepada Allah Yang Maha Memberi. Ayyub menginginkan kaumnya untuk mengikuti jalan yang baik. Beberapa budak laki-laki membawakan kayu bakar. istrinya. Jika kemalangan menimpa Ayyub. Sedangkan setan menginginkan kaum Ayyub mengikuti jalan yang jahat dan menyimpang dari jalan yang benar. Man kita lihat tingkat kesabaran dan keimanan Nabi Ayyub as.” Ujian Allah SWT ingin menunjukkan pada orang-orang tentang kebohongan setan itu. Oleh karena itu. Penduduk Hawran menjadi terjangkiti kata-kata setan ini: “Allah memberikan rahmat kepada Ayyub dan memberkahinya. la menolong semua orang. meuggiling padi. ternak. orang yang membutuhkan.

“Ya. “Kawan-kawanku. “Tuhanku. Biarlah aku menghadapi ujian ini seorang diri. Aku tidak ingin kalian terbakar karenaku. waktu ujian telah datang. menghampiri dan berkata. Ia bertanya. “Ya. Kami tidak ingin meninggalkanmu. Mereka membunuh mereka semua.” . Guntur bergemuruh dan halilintar menyambar tanah.” . Sementara.” “KehendakAllah?!” seru Rahma. “Otang-orang jahat telah menyerang kami. “Rahma. namun ia tetap bersabar.” Ayyub menatap ke langit dan berkata dengan rendah hati. Ayyub dan istrinya telah berusia lanjut. Istrinya menangisi kepergian anak-anaknya tersebut. “Kembalilah pada keluarga carilah tempat lain. wahai Rasul Allah. Mereka telah membunuh para penggembala dan petani.” Alangkah Sabarnya Ayyub! Ladang-ladang dan pertanian Ayyub telah terbakar.” Rahma lalu berkata. yaitu semua anaknya meninggal. “Semua kemalangan di dunia ini akan menimpa kita “ Ayyub berkata. “Apa yang telah terjadi?” “Kebakaran! Wahai Nabi Allah. Tak ada seorang pun yang hidup kecuali istrinya yang baik. “Ini adalah kehendak Allah. Kawan-kawanku. Pada hari berikutnya. “Di manakah nabi Allah. Semuanya terbakar. dan wajahnya hitam terbakar dan mengepulkan asap. Penggembala itu menjawab. Semua teman kita telah meninggal. “Kami siap memperbaiki ladang-ladang dan pertanian. Wahai Rasul Allah. Allah menguji hati semua nabi. “Mereka telah terbunuh orang-orang. Allah SWT akan memberikan Ujian kepadaku. tetapi ujian akan berlipat ganda. Tuhan semesta alam. Nabi Ayyub bertanya kepada penggembala itu. Rahma. “Apa yang tejadi? Katakanlah!” Pe nggembala itu berkata. Mereka mengambil ternak kami.” jawab penggembala itu.Ayyub menjelaskan. kebakaran jawab penggembala itu. Nabi Ayyub merasa pedih. Ayyub juga mesti menghadapi musibah lainnya. kembalilah pada keluarga kalian. Ayyub?” Lalu Ayyub.Ayyub menjawab. Ayyub telah ditinggalkan oleh anak-anaknya. Allah SWT ingin menguji Ayyub. Mereka telah membunuh semua temanku. Dia ingin mengetahui apakah Ayyub akan bersabar atau tidak.” Salah seorang pelayan berkata kepada Ayyub. Namun. Awan hitam berkumpul di langit. Semua ternaknya mati. bersabarlah. la berkata kepada mereka. Ini adalah kehendak Allah. Salah seorang penggembala datang. Namun. Ia lalu berkata dengan sungguh-sungguh. “Apakah ini musibah bagi kita lagi?” tanya Ayyub. dan berubah menjadi abu. kami beriman kepadamu dan mencintaimu. Nabi Allah. berilah aku kesabaran!” Kemudian Ayyub memerintahkan pada pelayan dan budaknya untuk meninggalkan rurnahnya. Ayyub berkata padanya. aku mengetahui itu.Tiba-tiba seorang penggembala datang kepada Ayyub dengan terengah-engah. “Inna lillaahi wa inna ilaihi raji’un” (Kita adalah milik Allah dan kepada-Nya kita akan kembali). musibah lain terjadi. Kiata harus tunduk pada ketetapan Allah. Dia ingin menguji keimanannya kepada-Nya. Sebuah musibah telah datang dari langit. Halilintar telah membakar ladang-ladang dan pertanianpertanian. Mereka telah menumpahkan darah di ‘bebatuan. tanah kita telah menjadi abu.” “Apa?” tanya Ayyub. Mereka telah mengambil domba-domba dan sapi-sapi. lalu pergi. pakaian penggembala itu terbakar.

Dan ia pun mengetahui bahwa setan adalah sumber kejahatan. Penduduk Hawran Setan tak pernah berhenti membisikkan kejahatan pada manusia. maka Allah akan melindunginya dan membuat hatinya bersih. Wahai penduduk Hawran. maka Dia menurunkan musibah kepadanya. Ia mengetahui bahwa Allah adalah Sumber kebaikan. maka mereka pun mendatangi rumah Ayyub. Allah telah mengutuk kalian.” Kemudian seorang bodoh berkata. “Allah marah kepada Ayyub. maka ia pun berkata.” Rahma tidak suka dengan kata-kata itu. Allah SWT mencintai hamba-hamba-Nya. “Kalian menghina nabi kalian! Apakah kalian telah mehipakan kebaik-annya kepada kalian? Wahai penduduk Hawran. Allah SWT ingin mengujiku sebagaimana Dia menguji semua nabi sebelumku. Kalian tak memiliki hak untuk menyakiti nabi Penduduk desa itu lalu berkata dengan kasar. Ia lalu pergi menemui penduduk desa dan berkata pada mereka. ia juga mengetahui bahwa setan menginginkan manusia untuk tidak beriman kepada Allah. Ketika seseorang berkata. takutlah kepada Allah. Kami tidak menginginkanmu tinggal di antara kami. Kalian sebaiknya mengusirnya dari desa kalian ini. tidakkah kalian teringat bahwa ia mengirimkan makanan dan pakaian ke rumah-rumah kalian?” .Setan lalu menghembuskan bisikan berbisanya kepada Ayyub.” Penduduk Hawran mendengarkan bisikan setan tersebut. Ayyub melakukan dosa-dosa yang besar. Dia ingin mereka mengikuti jalan yang baik. “Teman-teman. aku tahu bahwa Engkau adalah Sumber kebaikan! Tuhanku. Mereka adalah harapanmu. kalian tidak meninggalkan desa ini. Mereka bertemu Ayyub dan istrinya di dalam rumah. Ia mengetahui bahwa Allah menginginkan setiap orang untuk mengikuti jalan yang baik. Kutukan Allah mungkin juga akan menimpa kalian. apa yang kalian katakan? Allah menurunkan beherapa musibah kepadaku untuk mengujiku. Ia ingin menguasai Ayyub. adalah orang yang cukup sabar untuk menahan semua musibah tersebut. “Aku meminta perlindungan Allah dari setan. “Kami kira Allah telah mengutukmu. Lebih dari itu.. Jangan sakiti nabi kalian. berilah aku kesabaran!” Setan pun segera berlari menjauh. Kutukan Allah akan juga menimpa semua penduduk desa ini dikarenakan kalian!” Ayyub dengan sabar berkata kepada mereka. ia melarikan diri ketika Ayyub menyebut nama Allah. “Kami tinggal di rumah kami.”. “Betapa besar musibah ini! Tujuh orang anak lelaki dan tiga anak pereinpuan meninggal pada saat yang sama. sehingga Allah mengutuknya. “Kemarahan Allah bersamamu karena kau telah mengabaikan¬Nya. Ia berlari menjauh bila seseorang menyebutkan nama Allah.” Rahma segera menimpali. “Ya Allah. Kami takut kutukan Allah akan menimpa semua penduduk desa ini. maka kami akan mengusir kalian dengan paksa. Ayyub telah membahayakan kalian. Dengan siapa lagi kau menghibur dirimu?” Ayyub lalu menengadah ke langit yang penuh dengan bintang-bintang dan berkata. maka tinggalkan desa kami dan pergi menjauhlah dari kami. Nabi Ayyub as. Salah seorang dari mereka lalu berkata kepada Ayyub.

Nabi Ayyub sangat mencintai istrinya. Istrinya memang tak berhak untuk melakukan hal itu. Mereka lupa pada kebaikan Ayyub dan kemurahannya pada orang miskin dan membutuhkan. ia menjadi marah kepada istrinya tersebut. dan mereka mengikutinya. la menahan semua kepedihannya dengan keimanan yang mendalam kepada Allah. karena ia beriman. Pada waktu itu istrinya terlambat pulang. la tak mampu mengngung kehidupan sulit itu dan melihat kegembiraan orang-orang atas musibah yang menimpa mereka. dan menerima keputusan Allah. Tak ada seorang pun yang mendukungnya kecuali istrinya yang lulus. Setan telah membisikkan kejahatan kepada mereka. maka ia tak mau memakan roti tersebut. Ketika Ayyub mengetahui bahwa istrinya telah memutuskan hubungan dengan penduduk Hawran. karena mereka bodoh! Jika mereka mengetahui kebenaran. tetapi mereka menutup pintupintu mereka. jika aku cukup kuat untuk memukulmu. berada dalam keadaan yang sulit.” Ia tidak senang dengan kelakuan istrinya. la tak mampu menanggung penderitaan itu. ujian Ayyub pun bertambah dari hari ke hari. Ayyub senang menanti kepulangan istrinya. Mereka membiarkan Ayyub menderita kesepian dan kelemahan. Ia khawatir bila serigala-serigala dan anjing¬aujing liar memangsanya. Ia berkata kepadanya. Rahma sangat setia pada suaminya. karena ia dalam kondisi sakit lemah sehingga tidak cukup kuat untuk berdiri dan melindungi dirinya dari mereka. . Sementara Rahma bekerja keras di rumah-rumah penduduk Hawran Kelaparan Suatu hari. Rahma harus bekerja di rumah penduduk Hawran untuk memperoleh sepotoug roti untuknya dan suaminya. Rahma meminta pekerjan pada penduduk Hawran. Lalu ia segera membeli dua potong roti dan pulang menemui suaminya. sehingga ia merawatnya. “Tuhan. ampunilah kaumku. mereka tidak akan memperlakukanku seperti sekarang ini!” Di Luar Rumah Nabi Ayyub as. Rahma belajardari kesabaran dan daya tahan suaminya.Ayyu lallu menatap ke langit dan berkata dengan sedih. Ia sering kali pergi menemui Ayyub di gurun. tetapi mereka malah menutup pintu. Hanya Rahma yang percaya bahwa Allah menguji Ayyub seperti Dia menguji nabi-nabi sebelumnya. dan memberikan sepotong roti kepadanya. ia meminta perlindungan Allah darinya. “Aku bersumpah demi Allah. Namun ia tetap tidak mau mengemis roti kepada mereka. ketika setan membisikkan kejahatan kepadanya. Ayyub tetap bersabar. Namun. Rahma lalu menangis tersedu sedu. mereka takut bila kutukan Allah akan menimpa pada mereka pula. maka ia terpaksa tidak lagi menjalin hubungan dengan mereka. aku akan melakukannya! Ya Allah. Mereka mengira bahwa Allah telah mengutuk Nabi Ayyub. Penduduk Hawran datang dan membawa ia keluar dan rumahnya. Rahma. aku akan melakukannya. maka ia memutuskan untuk mendukung Ayyub dan tinggal bersamanya. la meminta pekerjaan. Rahma membuatkan suaminya sebuah tempat bernaung untuk melindunginya dari matahari dan hujan. jika Engkau menginginkanku untuk meninggalkan desa ini dan tinggal di gurun. sabar. Hari-hari pun berlalu.

maka Allah menghukummu karena dosa itu. orang-orang lemah. “Tuhanku. harta benda. Mereka memikirkan kata-kata Ayyub sepanjang perjalanan mereka. hentakkanlah kakimu ke tanah. tempat tersebut memancarkan sinar yang indah. Mereka meninggalkannya dan pergi. air yang dingin dan segar memancar.” Yang satunya lagi berkata Pada Ayyub. sehingga ia segera menghentakkan kakinya ke tanah. Aku pernah memiliki anak. Wajahnya pun menjadi berseri-seri. turun ke bumi untuk menemuinya. kau adalah hamba yang. Keimanannya bertambah dari hari ke hari. Malaikat itu lalu berkata kepadanya. “Kau adalah nabi Allah. Allah mengetahui bahwa aku telah mengundang anak¬anak yatim. “Allah SWT melihat keadaan kita. “Kita tak memiliki apa-apa untuk dimakan hari ini.” Sumber Kehidupan Rahma pun pergi ke desa untuk mencari sepotong roti bagi suaminya. Ayyub melihat malaikat. Ia selalu bersabar. . dan ladang-ladang. dan kemudian salah seorang dari mereka berkata pada Ayyub. Aku harap seseorang dad mereka akan berbuat baik kepada kita. menjadi sedih karena sebagian orang menuduhnya telah melakukan dosa. Aku akan pergi kepada penduduk Hawran dan mengingatkan mereka tentang kebaikan kita kepada mereka. hamba Allah yang terkasih. atas Ayyub. mohonlah kepada Allah untuk menyelamatkanmu dari musibah ini.” Ayyub menatap ke langit dan berkata. Basuhlah tubuhmu di mata air yang suci.” Rahma lalu berkata lagi. Mereka berhenti di dekatnya. pertanian-pertanian. Dia Maha Pemurah. Ayyub sendirian di bawah teriknya matahari. Tiba-tiba. Ia sedang beribadah dan bersyukur kepada Allah.” Ayyub lalu berkata. Ayyub. Ayyub memancar dari air yang bersih itu.Karen itulah istrinya berkata padanya. sehingga Allah menghukummu. Aku telah menerima doa-doamu. dan orang-orang miskin untuk makan bersamaku. Udara dipenuhi dengan aroma harum. “Aku telah lama hidup enak.” Rahma berkata. “Kau telah melakukan dosa. Allah mengirimkan salam-Nya kepadamu dan berkata padamu. “Aku bersumpah demi Allah. kemurahan. Ayyub merasa bahwa sinar itu menyinari hatinya.’” Ketika malaikat: telah menghilang. walaupun ia tak pernah melakukannya. Aku akan memberikan pahala kepadamu atas kesabaran-mu. memandangnya. “Kegembiraan orang-orang terhadap musibah kita membuatku sedih. Ia tahu bahwa Allah berkuasa atas segala sesuatu. dua orang laki-laki penduduk Hawran melewati tempat Ayyub. maka aku harus tahan dengan kemiskinan ini.” Nabi Ayyub as.” Ayyub menjawab. terbaik. Lemah pada tubuhnya menjadi hilang sama sekali. Ia pun merasa lebih kuat dan sebelutnnya. aku telah menerima keputusan-Mu! Kebaikan ada di tangan-Mu! Engkau berkuasa atas segala sesuatu! Kesembuhanku ada di tangan-Mu! Penyakitku ada di tangan-Mu! Hanya Engkau yang dapat menyembuhkanku! Sementara setan mencoba membisikkan kejahatan kepadaku!” Kedua orang itu heran dengan kesabaran Ayyub. Tiba-tiba. Ia yakin bahwa Allah adalah Sumber kebaikan. “Kau telah melakukan dosa besar.” Ayyub. dan rahmat. sehingga Ayyub berkata dengan sedih. Kau telah menyem-bunyikan dosa itu dari kami. Pada saat itu.

segala miliknya. lagi Maha Penyay ang Dan (ingallah kisah) Ayyub.” Ayyub menjawab. “Apakah kau melihat Ayyub. Dia menghendaki Ayyub untuk bersabar dan bersyukur. Rahmal” jawab Ayyub.) Sesunggahnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua yang penyayang. nabi Allah?” “Aku Ayyub. ayolah! Pergi dan basuhlah tubuhmu di mata air itu Allah akan memberi pahala kepadamu karena kesabaran dan kesetiaanmu. ketika Ayyub sehat. Dengan Nlama Allah Yang Maha Pengasih. bahwa Dialah yang telah mencabut karunia-Nya dari Ayyub. dan Ayyub telah melakukannya. dan kesehatannya. Kisah Nabi Ayyub adalah sebuah tanda dan pelajaran bagi semua manusia bahwa Allah memiliki kekuasaan terhadap sesuatu. “Allah menjadikan manusia sakit dan menyembuhkan mereka. sehingga ladang-ladang Ayyub bersemi dan ternaknya bertambah. sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semu yang menyembah Allah Referensi : Kisah-kisah Terbaik Al-Quran Oleh Kamal as sayyid . Segala sesuatunya kembali seperti tujuh tahun yang lalu. Ia lalu bertanya kepada orang itu. Dan lalu membasuh tubuhnya di mata air itu. Mereka juga beriman kepada kenabian dan risalah Ayyub as. Allah telah menguji Ayyub. dan mengaliri makam anak-anak Ayyub. Sehingga. dan memberkahi mereka. Sehingga. Dia berkuasa atas segala sesuatu. sehingga lading-ladang itu menjadi hijau. Allah mengembalikan kemudaan dan kesehatan Ayyub. Kemudian Allah memberinya pakaian kemudaan dan kesehatan. Allah telah memutuskan untuk menyembuhkanku dan mengakhiri musibahku. dan kemudian ia mengenakan pakaian baru yang putih bersih dengan wewangian dari surga. Ketika Rahma kembali.” “Apakah kau Ayyub?” tanya Rahma lagi. la mencari suaminya tetapi ia tak menemukannya. menjadikan mereka miskin dan memberikan mereka kekayaan. orang-orang menjadi beriman kepada Allah SWT. Ayyub menjawab. Dia yang mengembalikan semua anak Ayyub. selain itu Dia akan memberikan kekuatan baru untukmu!” Rahma lalu melepaskan pakaian kemiskinan dan kekurangan. Air suci itu juga mengalir masuk ke dalam tanah.” Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan kami kembalikan keluarganya kepadanya dan yang seperti mereka bersama mereka.Ayyub melepaskan pakaian yang dipakainya ketika sakit dan lemah. Rahma lalu berkata. Allah menghendaki manusia mengetahui bahwa mereka tidak berhak mengabaikan kaum miskin dikarenakan kemiskinan mereka. Dia memberinya anak-anak dan cucu-cucu . “Ya. Mata air itu juga mengalir dan mengairi ladang-ladang mereka yang terbakar dan dipenuhi dengan abu. kaum lemah dikarenakan kelemahan mereka. “(Yu Tuhanku. “Kau? Suamiku adalah seorang tua yang lemah. Sedikit demi sedikit tanah di sekitar Ayyub menjadi hijau ditumbuhi tanaman. anak-anak Ayyub itu menjadi hidup kembali. ketika ia menyeru Tuhannya. la hanya menemukan seseorang dengan wajah yang berseti-seri. Allah menghendaki manusia mengetahui bahwa Dia memiliki kemampuan untuk menjadikan mereka sakit dan menyembuhkan mereka. Rahma. dan orang-orang tua dikarenakan usia mereka.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful