P. 1
Kisah Nabi Ayub As

Kisah Nabi Ayub As

|Views: 43|Likes:
Published by Nunung Nurhamidah

More info:

Published by: Nunung Nurhamidah on Oct 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/24/2013

pdf

text

original

KISAH NABI AYUB AS Nabi Ayyub as. adalah keturunan Yusuf as. yang hidup di negeri Hawran 2.

500 tahun yang lalu. Ayyub adalah seorang yang saleh. Ia menikah dengan seorang wanita muda bernama Rahma, yang juga masih keturunan Yusuf as. Ayyub dan Rahma hidup dengan bahagia. Mereka beriman kepada Allah dan rasul-Nya. Allah SWT memberkahi Ayyub dengan anak laki-laki dan perempuan. Ayyub as. memiliki ladang yang luas dan padang rumput. Ternak-ternak Ayyub digembalakan di padang rumput. tersebut. Ayyub hanya menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan selain-Nya. Ia mengikuti agama ayah-ayahnya, yaitu Ibrahim, Yakub. suatu hari, malaikat datang kepadanya. Mereka memberinya kabar gembira tentang kenabiannya, maka Ayyub pun segera bersujud kepada Allah, ia bersyukur atas rahmat kenabiannya tersebut. Ayytib memiliki runah yang besar. Ayyub tinggal di sana bersama keluarganya. Ia juga menyimpan biji-bijian dan bahan makanan kebutuhannya di sana. Ayyub as. mencintai orang miskin. la memberi mereka makanan dan pakaian. la juga mengundang anak yatim atau orang miskin untuk makan bersamanya. Orang-orang miskin sering datang ke rumah Ayyub bahkan dan tempat yang jauh. Ayyub menyediakan untuk mereka makanan dan pakaian; sehingga ketika mereka kembali ke rumahrumah mereka, mereka dapat menggembirakan anak-anak mereka. Nabi Ayyub as. tidak sombong kepada siapa pun dan tidak pula mengungkit-ungkit kebaikannya pada siapa pun, sehingga orang-orang mencintainya. Rumah Ayyub Suatu hari, seorang laki-laki tua mendatangi rumah Ayyub. Laki-laki tua in.’ memberi salam kepadanya dan berkata, “Salam untukmu wahai Ayyub, Nabi Allah.” Ayyub menjawab, “Salam dan rahmat Allah atasmu. Silakan masuk. Kau berada di rumah mu dan di antara keluargamu.” Orang itu berkata, “Semoga Allah menambah kemuliaan Ayyub,” dan kemudian melanjutkan, “Seperti yang kau lihat, aku adalah seorang laki-laki tua. Anak-anakku kelaparan. Wahai Nabi Allah, berilah orang miskin ini makanan dan pakaian.” Nabi Ayyub menjawab dengan perasaan sedih pada laki-laki tua itu, “Wahai orang tua, apakah kau orang asing?” Orang itu menjawab, “Bukan, wahai Nabi Allah. Aku berasal dari Hawran.” Nabi Ayyub menjadi lebih sedih lagi, maka ia pun berkata, “Betapa egoisnya aku! Rumahku dipenuhi dengan bahan makanan dan kau kelaparan!” Orang tua itu berkata, “Ini kesalahanku, karena sebelumnya aku tidak meminta makanan atau pakaian kepadamu.” Ayyub kemudian berkata, “Tidak, ini adalah kesalahanku, karena aku tak pernah mencarimu.” Ayyub lalu berpaling pada anak-anaknya dan berkata pada mereka, “Mengapa kalian tidak takut pada kemurkaan Allah? Mengapa kalian menghabiskan malam dengan puas sementara ada orang tua dan anak-anak yang kelaparan di Hawran?” Anak¬anaknya merninta maaf padanya atas hal tersebut, dan mereka berkata, “Kami sering mencari orang orang miskin. Tetapi kami tak menemukan mereka.” Ayyub bertanya dengan sedih, “Bagaimana dengan orang tua ini?” Mereka berkata, “Maafkan kami, Ayah.” Ayyub as. lain berkata, “Kemarilah,

Jika kemalangan menimpa Ayyub. dan keimanan Ayyub. Pertanian. Dia juga ingin menunjukkan kepada orang-orang tentang kejujuran kesabaran. la menolong semua orang. Oleh karena itu. Ayyub bersyukur kepada Allah atas karunia-Nya ini. sehingga orang-orang mencintai Ayyub. maka dari itu Ayyub menyembah-Nya. Sedangkan setan menginginkan kaum Ayyub mengikuti jalan yang jahat dan menyimpang dari jalan yang benar. Jika Allah mencabut rahmat¬Nya dan Ayyub. Rahma. Istrinya menggiling butiran padi. Kemalangan pun menimpa Ayyub satu demi satu. Anak-anak lelaki Ayyub membawa makanan dan pakaian dan mencari orang-orang miskin. dan para musafir. ia tak akan menyembah-Nya maupun bersujud kepada-Nya. Ayyub selalu bersujud kepada Allah dan bersyukur atas rahmat dan pertolongan-Nya. bisikan setan dan mempercayainya. Beberapa budak laki-laki membawakan kayu bakar.” Ujian Allah SWT ingin menunjukkan pada orang-orang tentang kebohongan setan itu. ladang-ladang. maka ia akan berhenti menyembah Allah. meuggiling padi. Ayyub menginginkan kaumnya untuk mengikuti jalan yang baik. istrinya.” Kaum Ayyub mendengarkan. Allah mulai menguji Ayyub. Budak-budak laki-laki bekerja di pertaniannya. Man kita lihat tingkat kesabaran dan keimanan Nabi Ayyub as. “Ayyub takut kalau-kalau Allah akan mengambil harta benda dan pertanian-nya. dan mereka pun beriman kepada Allah Yang Maha Memberi. akan kami lakukan. . dan membawakan buah-buahan hasil perkebunan dan beras ke tokonya. dan anak yang banyak tak menjadikan Ayyub lalai untuk bersyukur. Jika Ayyub miskin. Itulah mengapa ia menyembah Allah. Ia takut bila Allah mencabut rahmat-Nya darinya. Sehingga dengan alasan itu setan membisikkan kejahatan pada mereka. orang yang membutuhkan. Para penggembala membawa ternak ke padang rumput. maka ia tak akan bersabar. Segala sesuatunya berjalan dengan tenang dan indah. Jika halilintar membakar pertaniannya. “Baik Ayah. Orang-orang mencintai Ayyub karena mereka berpikir bahwa ia adalah orang yang diberkahi dan merupakan nabi Allah. Setan Setan iri terhadap Ayyub. Ayyub bekerja di ladang dan pertaniannya. maka ia tak akan bersujud lagi kepada-Nya. Para penggembala membawakan ternak Ayyub ke padang rumput.kirim makanan dan pakaian ke rumah orang tua ini. ternak. beberapa membawakan air dari sumber air. Anak-anak perempuan dan budak-budak perempuannya juga membantunya. Segalanya berjalan seperti biasa.” Ayyub hidup dengan cara seperti ini. Budak-budak lelakinya bekerja di pertanian dan membawa butiran padi ke pasar.” Mereka berkata. Penduduk Hawran menjadi terjangkiti kata-kata setan ini: “Allah memberikan rahmat kepada Ayyub dan memberkahinya. Anak-anaknya tetap membawakan tas-tas yang berisi makanan dan mencari orang-orang miskin. ini.

“Ya. “Otang-orang jahat telah menyerang kami. Namun. Kami tidak ingin meninggalkanmu. Halilintar telah membakar ladang-ladang dan pertanianpertanian. Aku tidak ingin kalian terbakar karenaku.” Salah seorang pelayan berkata kepada Ayyub. Ini adalah kehendak Allah. Ia lalu berkata dengan sungguh-sungguh. Nabi Ayyub bertanya kepada penggembala itu. Sebuah musibah telah datang dari langit. “Rahma. “Kembalilah pada keluarga carilah tempat lain. Kiata harus tunduk pada ketetapan Allah. Mereka mengambil ternak kami.” “Apa?” tanya Ayyub. Biarlah aku menghadapi ujian ini seorang diri. Ayyub dan istrinya telah berusia lanjut. Mereka telah mengambil domba-domba dan sapi-sapi.Ayyub menjawab. Semua teman kita telah meninggal.” “KehendakAllah?!” seru Rahma. Wahai Rasul Allah. Semua ternaknya mati. Ayyub?” Lalu Ayyub. dan berubah menjadi abu. “Apa yang tejadi? Katakanlah!” Pe nggembala itu berkata. “Mereka telah terbunuh orang-orang. menghampiri dan berkata. Ia bertanya.Tiba-tiba seorang penggembala datang kepada Ayyub dengan terengah-engah. berilah aku kesabaran!” Kemudian Ayyub memerintahkan pada pelayan dan budaknya untuk meninggalkan rurnahnya. namun ia tetap bersabar. Mereka telah membunuh para penggembala dan petani.Ayyub menjelaskan. Guntur bergemuruh dan halilintar menyambar tanah. Ayyub berkata padanya. Namun. Mereka telah membunuh semua temanku. kembalilah pada keluarga kalian. Semuanya terbakar. Allah menguji hati semua nabi. bersabarlah. Allah SWT akan memberikan Ujian kepadaku.” Rahma lalu berkata. “Tuhanku. Salah seorang penggembala datang.” Alangkah Sabarnya Ayyub! Ladang-ladang dan pertanian Ayyub telah terbakar. tetapi ujian akan berlipat ganda. Tuhan semesta alam.” Ayyub menatap ke langit dan berkata dengan rendah hati. yaitu semua anaknya meninggal. Sementara. “Ya. Dia ingin menguji keimanannya kepada-Nya. pakaian penggembala itu terbakar.” . aku mengetahui itu. musibah lain terjadi. dan wajahnya hitam terbakar dan mengepulkan asap. Istrinya menangisi kepergian anak-anaknya tersebut. “Apakah ini musibah bagi kita lagi?” tanya Ayyub. Allah SWT ingin menguji Ayyub.” jawab penggembala itu. waktu ujian telah datang. tanah kita telah menjadi abu. kami beriman kepadamu dan mencintaimu. “Kami siap memperbaiki ladang-ladang dan pertanian. Ayyub telah ditinggalkan oleh anak-anaknya. “Apa yang telah terjadi?” “Kebakaran! Wahai Nabi Allah. lalu pergi. Mereka telah menumpahkan darah di ‘bebatuan. kebakaran jawab penggembala itu.” . Tak ada seorang pun yang hidup kecuali istrinya yang baik. “Inna lillaahi wa inna ilaihi raji’un” (Kita adalah milik Allah dan kepada-Nya kita akan kembali). Rahma. “Ini adalah kehendak Allah. Nabi Allah. Awan hitam berkumpul di langit. Mereka membunuh mereka semua. Ayyub juga mesti menghadapi musibah lainnya. “Semua kemalangan di dunia ini akan menimpa kita “ Ayyub berkata. Nabi Ayyub merasa pedih. Kawan-kawanku. “Di manakah nabi Allah. Dia ingin mengetahui apakah Ayyub akan bersabar atau tidak. Penggembala itu menjawab. wahai Rasul Allah. Pada hari berikutnya. “Kawan-kawanku. la berkata kepada mereka.

Mereka bertemu Ayyub dan istrinya di dalam rumah. Ketika seseorang berkata. aku tahu bahwa Engkau adalah Sumber kebaikan! Tuhanku. “Ya Allah. Kutukan Allah akan juga menimpa semua penduduk desa ini dikarenakan kalian!” Ayyub dengan sabar berkata kepada mereka. Kalian sebaiknya mengusirnya dari desa kalian ini. berilah aku kesabaran!” Setan pun segera berlari menjauh. sehingga Allah mengutuknya. “Teman-teman.” Kemudian seorang bodoh berkata.” Rahma tidak suka dengan kata-kata itu. “Aku meminta perlindungan Allah dari setan.”. maka Dia menurunkan musibah kepadanya. Kami tidak menginginkanmu tinggal di antara kami. “Kemarahan Allah bersamamu karena kau telah mengabaikan¬Nya. “Betapa besar musibah ini! Tujuh orang anak lelaki dan tiga anak pereinpuan meninggal pada saat yang sama. Ia berlari menjauh bila seseorang menyebutkan nama Allah. Wahai penduduk Hawran. apa yang kalian katakan? Allah menurunkan beherapa musibah kepadaku untuk mengujiku. tidakkah kalian teringat bahwa ia mengirimkan makanan dan pakaian ke rumah-rumah kalian?” . ia juga mengetahui bahwa setan menginginkan manusia untuk tidak beriman kepada Allah. Ia ingin menguasai Ayyub. maka Allah akan melindunginya dan membuat hatinya bersih. Ia mengetahui bahwa Allah menginginkan setiap orang untuk mengikuti jalan yang baik. Nabi Ayyub as. “Kami tinggal di rumah kami. Kami takut kutukan Allah akan menimpa semua penduduk desa ini. Lebih dari itu. kalian tidak meninggalkan desa ini.. ia melarikan diri ketika Ayyub menyebut nama Allah. maka kami akan mengusir kalian dengan paksa. Allah SWT mencintai hamba-hamba-Nya. Jangan sakiti nabi kalian.” Penduduk Hawran mendengarkan bisikan setan tersebut. Salah seorang dari mereka lalu berkata kepada Ayyub. Ayyub melakukan dosa-dosa yang besar. maka ia pun berkata. “Kami kira Allah telah mengutukmu. maka tinggalkan desa kami dan pergi menjauhlah dari kami. Dan ia pun mengetahui bahwa setan adalah sumber kejahatan.” Rahma segera menimpali. Allah telah mengutuk kalian. Kutukan Allah mungkin juga akan menimpa kalian. Ia lalu pergi menemui penduduk desa dan berkata pada mereka. Dengan siapa lagi kau menghibur dirimu?” Ayyub lalu menengadah ke langit yang penuh dengan bintang-bintang dan berkata. takutlah kepada Allah. adalah orang yang cukup sabar untuk menahan semua musibah tersebut.Setan lalu menghembuskan bisikan berbisanya kepada Ayyub. Ayyub telah membahayakan kalian. Penduduk Hawran Setan tak pernah berhenti membisikkan kejahatan pada manusia. maka mereka pun mendatangi rumah Ayyub. Allah SWT ingin mengujiku sebagaimana Dia menguji semua nabi sebelumku. Dia ingin mereka mengikuti jalan yang baik. Kalian tak memiliki hak untuk menyakiti nabi Penduduk desa itu lalu berkata dengan kasar. “Kalian menghina nabi kalian! Apakah kalian telah mehipakan kebaik-annya kepada kalian? Wahai penduduk Hawran. Mereka adalah harapanmu. Ia mengetahui bahwa Allah adalah Sumber kebaikan. “Allah marah kepada Ayyub.

maka ia tak mau memakan roti tersebut. ia meminta perlindungan Allah darinya. “Aku bersumpah demi Allah. Rahma. Nabi Ayyub sangat mencintai istrinya. jika Engkau menginginkanku untuk meninggalkan desa ini dan tinggal di gurun. karena mereka bodoh! Jika mereka mengetahui kebenaran. aku akan melakukannya! Ya Allah. Rahma meminta pekerjan pada penduduk Hawran. la tak mampu menanggung penderitaan itu. ketika setan membisikkan kejahatan kepadanya. Rahma lalu menangis tersedu sedu. sehingga ia merawatnya. . “Tuhan. Istrinya memang tak berhak untuk melakukan hal itu. karena ia beriman. Rahma belajardari kesabaran dan daya tahan suaminya. ia menjadi marah kepada istrinya tersebut. Ayyub tetap bersabar. Tak ada seorang pun yang mendukungnya kecuali istrinya yang lulus. maka ia memutuskan untuk mendukung Ayyub dan tinggal bersamanya. Mereka membiarkan Ayyub menderita kesepian dan kelemahan. aku akan melakukannya. Ia khawatir bila serigala-serigala dan anjing¬aujing liar memangsanya. Rahma harus bekerja di rumah penduduk Hawran untuk memperoleh sepotoug roti untuknya dan suaminya. Setan telah membisikkan kejahatan kepada mereka. mereka takut bila kutukan Allah akan menimpa pada mereka pula. dan memberikan sepotong roti kepadanya. Namun. Rahma membuatkan suaminya sebuah tempat bernaung untuk melindunginya dari matahari dan hujan. Penduduk Hawran datang dan membawa ia keluar dan rumahnya. Mereka lupa pada kebaikan Ayyub dan kemurahannya pada orang miskin dan membutuhkan. Rahma sangat setia pada suaminya. Lalu ia segera membeli dua potong roti dan pulang menemui suaminya. dan mereka mengikutinya. Pada waktu itu istrinya terlambat pulang. karena ia dalam kondisi sakit lemah sehingga tidak cukup kuat untuk berdiri dan melindungi dirinya dari mereka. ujian Ayyub pun bertambah dari hari ke hari. ampunilah kaumku. Sementara Rahma bekerja keras di rumah-rumah penduduk Hawran Kelaparan Suatu hari. la menahan semua kepedihannya dengan keimanan yang mendalam kepada Allah. berada dalam keadaan yang sulit. sabar. mereka tidak akan memperlakukanku seperti sekarang ini!” Di Luar Rumah Nabi Ayyub as. Hari-hari pun berlalu.” Ia tidak senang dengan kelakuan istrinya. tetapi mereka malah menutup pintu. la meminta pekerjaan. Mereka mengira bahwa Allah telah mengutuk Nabi Ayyub. maka ia terpaksa tidak lagi menjalin hubungan dengan mereka. jika aku cukup kuat untuk memukulmu. la tak mampu mengngung kehidupan sulit itu dan melihat kegembiraan orang-orang atas musibah yang menimpa mereka. tetapi mereka menutup pintupintu mereka. Hanya Rahma yang percaya bahwa Allah menguji Ayyub seperti Dia menguji nabi-nabi sebelumnya. Ayyub senang menanti kepulangan istrinya.Ayyu lallu menatap ke langit dan berkata dengan sedih. Ia sering kali pergi menemui Ayyub di gurun. Ketika Ayyub mengetahui bahwa istrinya telah memutuskan hubungan dengan penduduk Hawran. Ia berkata kepadanya. dan menerima keputusan Allah. Namun ia tetap tidak mau mengemis roti kepada mereka.

’” Ketika malaikat: telah menghilang. maka aku harus tahan dengan kemiskinan ini.” Ayyub lalu berkata. Aku telah menerima doa-doamu. kau adalah hamba yang. terbaik. Ia tahu bahwa Allah berkuasa atas segala sesuatu. Pada saat itu. “Kau telah melakukan dosa besar. “Allah SWT melihat keadaan kita. sehingga Ayyub berkata dengan sedih. Keimanannya bertambah dari hari ke hari. Ia pun merasa lebih kuat dan sebelutnnya. orang-orang lemah. dan ladang-ladang. Basuhlah tubuhmu di mata air yang suci. Ayyub melihat malaikat.” Ayyub menatap ke langit dan berkata. Ia yakin bahwa Allah adalah Sumber kebaikan. Mereka meninggalkannya dan pergi. Malaikat itu lalu berkata kepadanya. harta benda. Ayyub memancar dari air yang bersih itu. kemurahan.” Sumber Kehidupan Rahma pun pergi ke desa untuk mencari sepotong roti bagi suaminya. dan rahmat. Aku akan memberikan pahala kepadamu atas kesabaran-mu. dan kemudian salah seorang dari mereka berkata pada Ayyub. memandangnya. Aku pernah memiliki anak.” Nabi Ayyub as. menjadi sedih karena sebagian orang menuduhnya telah melakukan dosa. Ia sedang beribadah dan bersyukur kepada Allah. “Kita tak memiliki apa-apa untuk dimakan hari ini. sehingga Allah menghukummu. Allah mengirimkan salam-Nya kepadamu dan berkata padamu. Ia selalu bersabar.” Rahma lalu berkata lagi. “Aku bersumpah demi Allah. Ayyub. Wajahnya pun menjadi berseri-seri. tempat tersebut memancarkan sinar yang indah. atas Ayyub. Mereka berhenti di dekatnya. walaupun ia tak pernah melakukannya. Aku akan pergi kepada penduduk Hawran dan mengingatkan mereka tentang kebaikan kita kepada mereka. Tiba-tiba. Kau telah menyem-bunyikan dosa itu dari kami. mohonlah kepada Allah untuk menyelamatkanmu dari musibah ini. Lemah pada tubuhnya menjadi hilang sama sekali. “Aku telah lama hidup enak.” Yang satunya lagi berkata Pada Ayyub. Udara dipenuhi dengan aroma harum. maka Allah menghukummu karena dosa itu. dan orang-orang miskin untuk makan bersamaku.” Rahma berkata. “Kau adalah nabi Allah. Tiba-tiba. turun ke bumi untuk menemuinya. air yang dingin dan segar memancar. Aku harap seseorang dad mereka akan berbuat baik kepada kita. sehingga ia segera menghentakkan kakinya ke tanah. Mereka memikirkan kata-kata Ayyub sepanjang perjalanan mereka. “Tuhanku. Allah mengetahui bahwa aku telah mengundang anak¬anak yatim.” Ayyub menjawab. hentakkanlah kakimu ke tanah. pertanian-pertanian. Ayyub sendirian di bawah teriknya matahari. “Kau telah melakukan dosa. “Kegembiraan orang-orang terhadap musibah kita membuatku sedih.Karen itulah istrinya berkata padanya. hamba Allah yang terkasih. Dia Maha Pemurah. Ayyub merasa bahwa sinar itu menyinari hatinya.” Ayyub. . dua orang laki-laki penduduk Hawran melewati tempat Ayyub. aku telah menerima keputusan-Mu! Kebaikan ada di tangan-Mu! Engkau berkuasa atas segala sesuatu! Kesembuhanku ada di tangan-Mu! Penyakitku ada di tangan-Mu! Hanya Engkau yang dapat menyembuhkanku! Sementara setan mencoba membisikkan kejahatan kepadaku!” Kedua orang itu heran dengan kesabaran Ayyub.

Allah telah memutuskan untuk menyembuhkanku dan mengakhiri musibahku. “Allah menjadikan manusia sakit dan menyembuhkan mereka. Dia yang mengembalikan semua anak Ayyub. Mereka juga beriman kepada kenabian dan risalah Ayyub as. Dia menghendaki Ayyub untuk bersabar dan bersyukur. dan memberkahi mereka.” Ayyub menjawab. sehingga ladang-ladang Ayyub bersemi dan ternaknya bertambah. Mata air itu juga mengalir dan mengairi ladang-ladang mereka yang terbakar dan dipenuhi dengan abu. Allah menghendaki manusia mengetahui bahwa Dia memiliki kemampuan untuk menjadikan mereka sakit dan menyembuhkan mereka. Rahmal” jawab Ayyub. sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semu yang menyembah Allah Referensi : Kisah-kisah Terbaik Al-Quran Oleh Kamal as sayyid . Ketika Rahma kembali. Dengan Nlama Allah Yang Maha Pengasih. “Apakah kau melihat Ayyub. Kisah Nabi Ayyub adalah sebuah tanda dan pelajaran bagi semua manusia bahwa Allah memiliki kekuasaan terhadap sesuatu. kaum lemah dikarenakan kelemahan mereka. Sedikit demi sedikit tanah di sekitar Ayyub menjadi hijau ditumbuhi tanaman. Dan lalu membasuh tubuhnya di mata air itu. Allah telah menguji Ayyub. Allah mengembalikan kemudaan dan kesehatan Ayyub. dan orang-orang tua dikarenakan usia mereka.” Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan kami kembalikan keluarganya kepadanya dan yang seperti mereka bersama mereka. Sehingga. Allah menghendaki manusia mengetahui bahwa mereka tidak berhak mengabaikan kaum miskin dikarenakan kemiskinan mereka. ketika ia menyeru Tuhannya. Dia memberinya anak-anak dan cucu-cucu .) Sesunggahnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua yang penyayang. nabi Allah?” “Aku Ayyub. Rahma. Ayyub menjawab. lagi Maha Penyay ang Dan (ingallah kisah) Ayyub. sehingga lading-ladang itu menjadi hijau. “Kau? Suamiku adalah seorang tua yang lemah. Sehingga. Kemudian Allah memberinya pakaian kemudaan dan kesehatan. la hanya menemukan seseorang dengan wajah yang berseti-seri. Rahma lalu berkata. orang-orang menjadi beriman kepada Allah SWT. dan kesehatannya.Ayyub melepaskan pakaian yang dipakainya ketika sakit dan lemah. selain itu Dia akan memberikan kekuatan baru untukmu!” Rahma lalu melepaskan pakaian kemiskinan dan kekurangan. anak-anak Ayyub itu menjadi hidup kembali. ayolah! Pergi dan basuhlah tubuhmu di mata air itu Allah akan memberi pahala kepadamu karena kesabaran dan kesetiaanmu. Segala sesuatunya kembali seperti tujuh tahun yang lalu.” “Apakah kau Ayyub?” tanya Rahma lagi. la mencari suaminya tetapi ia tak menemukannya. menjadikan mereka miskin dan memberikan mereka kekayaan. dan kemudian ia mengenakan pakaian baru yang putih bersih dengan wewangian dari surga. ketika Ayyub sehat. dan mengaliri makam anak-anak Ayyub. Ia lalu bertanya kepada orang itu. Air suci itu juga mengalir masuk ke dalam tanah. “(Yu Tuhanku. Dia berkuasa atas segala sesuatu. segala miliknya. “Ya. bahwa Dialah yang telah mencabut karunia-Nya dari Ayyub. dan Ayyub telah melakukannya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->