KISAH NABI AYUB AS Nabi Ayyub as. adalah keturunan Yusuf as. yang hidup di negeri Hawran 2.

500 tahun yang lalu. Ayyub adalah seorang yang saleh. Ia menikah dengan seorang wanita muda bernama Rahma, yang juga masih keturunan Yusuf as. Ayyub dan Rahma hidup dengan bahagia. Mereka beriman kepada Allah dan rasul-Nya. Allah SWT memberkahi Ayyub dengan anak laki-laki dan perempuan. Ayyub as. memiliki ladang yang luas dan padang rumput. Ternak-ternak Ayyub digembalakan di padang rumput. tersebut. Ayyub hanya menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan selain-Nya. Ia mengikuti agama ayah-ayahnya, yaitu Ibrahim, Yakub. suatu hari, malaikat datang kepadanya. Mereka memberinya kabar gembira tentang kenabiannya, maka Ayyub pun segera bersujud kepada Allah, ia bersyukur atas rahmat kenabiannya tersebut. Ayytib memiliki runah yang besar. Ayyub tinggal di sana bersama keluarganya. Ia juga menyimpan biji-bijian dan bahan makanan kebutuhannya di sana. Ayyub as. mencintai orang miskin. la memberi mereka makanan dan pakaian. la juga mengundang anak yatim atau orang miskin untuk makan bersamanya. Orang-orang miskin sering datang ke rumah Ayyub bahkan dan tempat yang jauh. Ayyub menyediakan untuk mereka makanan dan pakaian; sehingga ketika mereka kembali ke rumahrumah mereka, mereka dapat menggembirakan anak-anak mereka. Nabi Ayyub as. tidak sombong kepada siapa pun dan tidak pula mengungkit-ungkit kebaikannya pada siapa pun, sehingga orang-orang mencintainya. Rumah Ayyub Suatu hari, seorang laki-laki tua mendatangi rumah Ayyub. Laki-laki tua in.’ memberi salam kepadanya dan berkata, “Salam untukmu wahai Ayyub, Nabi Allah.” Ayyub menjawab, “Salam dan rahmat Allah atasmu. Silakan masuk. Kau berada di rumah mu dan di antara keluargamu.” Orang itu berkata, “Semoga Allah menambah kemuliaan Ayyub,” dan kemudian melanjutkan, “Seperti yang kau lihat, aku adalah seorang laki-laki tua. Anak-anakku kelaparan. Wahai Nabi Allah, berilah orang miskin ini makanan dan pakaian.” Nabi Ayyub menjawab dengan perasaan sedih pada laki-laki tua itu, “Wahai orang tua, apakah kau orang asing?” Orang itu menjawab, “Bukan, wahai Nabi Allah. Aku berasal dari Hawran.” Nabi Ayyub menjadi lebih sedih lagi, maka ia pun berkata, “Betapa egoisnya aku! Rumahku dipenuhi dengan bahan makanan dan kau kelaparan!” Orang tua itu berkata, “Ini kesalahanku, karena sebelumnya aku tidak meminta makanan atau pakaian kepadamu.” Ayyub kemudian berkata, “Tidak, ini adalah kesalahanku, karena aku tak pernah mencarimu.” Ayyub lalu berpaling pada anak-anaknya dan berkata pada mereka, “Mengapa kalian tidak takut pada kemurkaan Allah? Mengapa kalian menghabiskan malam dengan puas sementara ada orang tua dan anak-anak yang kelaparan di Hawran?” Anak¬anaknya merninta maaf padanya atas hal tersebut, dan mereka berkata, “Kami sering mencari orang orang miskin. Tetapi kami tak menemukan mereka.” Ayyub bertanya dengan sedih, “Bagaimana dengan orang tua ini?” Mereka berkata, “Maafkan kami, Ayah.” Ayyub as. lain berkata, “Kemarilah,

dan mereka pun beriman kepada Allah Yang Maha Memberi. Ayyub bersyukur kepada Allah atas karunia-Nya ini. Ayyub selalu bersujud kepada Allah dan bersyukur atas rahmat dan pertolongan-Nya.” Ujian Allah SWT ingin menunjukkan pada orang-orang tentang kebohongan setan itu. dan para musafir. Jika Ayyub miskin. sehingga orang-orang mencintai Ayyub. Ayyub menginginkan kaumnya untuk mengikuti jalan yang baik. orang yang membutuhkan. bisikan setan dan mempercayainya. .” Kaum Ayyub mendengarkan. Anak-anak lelaki Ayyub membawa makanan dan pakaian dan mencari orang-orang miskin. beberapa membawakan air dari sumber air. maka ia akan berhenti menyembah Allah. Istrinya menggiling butiran padi. Jika kemalangan menimpa Ayyub. dan membawakan buah-buahan hasil perkebunan dan beras ke tokonya. Beberapa budak laki-laki membawakan kayu bakar. Segalanya berjalan seperti biasa. Anak-anaknya tetap membawakan tas-tas yang berisi makanan dan mencari orang-orang miskin. akan kami lakukan. Segala sesuatunya berjalan dengan tenang dan indah. Jika Allah mencabut rahmat¬Nya dan Ayyub. Penduduk Hawran menjadi terjangkiti kata-kata setan ini: “Allah memberikan rahmat kepada Ayyub dan memberkahinya. Budak-budak lelakinya bekerja di pertanian dan membawa butiran padi ke pasar. istrinya. Oleh karena itu. Para penggembala membawa ternak ke padang rumput. Kemalangan pun menimpa Ayyub satu demi satu.kirim makanan dan pakaian ke rumah orang tua ini. Ia takut bila Allah mencabut rahmat-Nya darinya. Orang-orang mencintai Ayyub karena mereka berpikir bahwa ia adalah orang yang diberkahi dan merupakan nabi Allah. Jika halilintar membakar pertaniannya. “Baik Ayah. Dia juga ingin menunjukkan kepada orang-orang tentang kejujuran kesabaran. maka ia tak akan bersujud lagi kepada-Nya. meuggiling padi. Para penggembala membawakan ternak Ayyub ke padang rumput. ternak. “Ayyub takut kalau-kalau Allah akan mengambil harta benda dan pertanian-nya. Pertanian. ia tak akan menyembah-Nya maupun bersujud kepada-Nya. Rahma. Anak-anak perempuan dan budak-budak perempuannya juga membantunya. Allah mulai menguji Ayyub. Setan Setan iri terhadap Ayyub. Sedangkan setan menginginkan kaum Ayyub mengikuti jalan yang jahat dan menyimpang dari jalan yang benar. ini. Sehingga dengan alasan itu setan membisikkan kejahatan pada mereka. la menolong semua orang. ladang-ladang. maka ia tak akan bersabar. Itulah mengapa ia menyembah Allah. Ayyub bekerja di ladang dan pertaniannya. maka dari itu Ayyub menyembah-Nya. Budak-budak laki-laki bekerja di pertaniannya. Man kita lihat tingkat kesabaran dan keimanan Nabi Ayyub as.” Mereka berkata. dan keimanan Ayyub.” Ayyub hidup dengan cara seperti ini. dan anak yang banyak tak menjadikan Ayyub lalai untuk bersyukur.

Mereka membunuh mereka semua. Mereka telah membunuh semua temanku. Ia lalu berkata dengan sungguh-sungguh.” . Guntur bergemuruh dan halilintar menyambar tanah. Mereka mengambil ternak kami.” Ayyub menatap ke langit dan berkata dengan rendah hati. Wahai Rasul Allah.” . Penggembala itu menjawab.” jawab penggembala itu. Ayyub dan istrinya telah berusia lanjut. tanah kita telah menjadi abu. Allah SWT ingin menguji Ayyub. “Rahma. Mereka telah menumpahkan darah di ‘bebatuan. menghampiri dan berkata. berilah aku kesabaran!” Kemudian Ayyub memerintahkan pada pelayan dan budaknya untuk meninggalkan rurnahnya. Allah SWT akan memberikan Ujian kepadaku. “Tuhanku. musibah lain terjadi. Namun. wahai Rasul Allah. Allah menguji hati semua nabi. Halilintar telah membakar ladang-ladang dan pertanianpertanian. Semuanya terbakar. dan wajahnya hitam terbakar dan mengepulkan asap. “Otang-orang jahat telah menyerang kami. “Ya. Ini adalah kehendak Allah. dan berubah menjadi abu. “Apakah ini musibah bagi kita lagi?” tanya Ayyub. Dia ingin mengetahui apakah Ayyub akan bersabar atau tidak.” Salah seorang pelayan berkata kepada Ayyub. Rahma. namun ia tetap bersabar.Ayyub menjelaskan. Nabi Ayyub merasa pedih. “Inna lillaahi wa inna ilaihi raji’un” (Kita adalah milik Allah dan kepada-Nya kita akan kembali). Mereka telah membunuh para penggembala dan petani. bersabarlah.” “KehendakAllah?!” seru Rahma. Nabi Allah. “Semua kemalangan di dunia ini akan menimpa kita “ Ayyub berkata. Ayyub?” Lalu Ayyub. Kami tidak ingin meninggalkanmu.Ayyub menjawab. “Di manakah nabi Allah. kami beriman kepadamu dan mencintaimu. Biarlah aku menghadapi ujian ini seorang diri. “Ini adalah kehendak Allah. Nabi Ayyub bertanya kepada penggembala itu. waktu ujian telah datang. Ayyub juga mesti menghadapi musibah lainnya. Aku tidak ingin kalian terbakar karenaku. aku mengetahui itu. Semua teman kita telah meninggal. Sebuah musibah telah datang dari langit. “Mereka telah terbunuh orang-orang. Kawan-kawanku. Salah seorang penggembala datang. yaitu semua anaknya meninggal. Namun. Pada hari berikutnya. Dia ingin menguji keimanannya kepada-Nya. tetapi ujian akan berlipat ganda. Ia bertanya. “Apa yang tejadi? Katakanlah!” Pe nggembala itu berkata. Awan hitam berkumpul di langit. Kiata harus tunduk pada ketetapan Allah.” Rahma lalu berkata. la berkata kepada mereka. Ayyub telah ditinggalkan oleh anak-anaknya. Tuhan semesta alam.” “Apa?” tanya Ayyub. Semua ternaknya mati.Tiba-tiba seorang penggembala datang kepada Ayyub dengan terengah-engah. Istrinya menangisi kepergian anak-anaknya tersebut. lalu pergi. kembalilah pada keluarga kalian. Mereka telah mengambil domba-domba dan sapi-sapi.” Alangkah Sabarnya Ayyub! Ladang-ladang dan pertanian Ayyub telah terbakar. Ayyub berkata padanya. “Ya. “Kawan-kawanku. “Apa yang telah terjadi?” “Kebakaran! Wahai Nabi Allah. Tak ada seorang pun yang hidup kecuali istrinya yang baik. pakaian penggembala itu terbakar. “Kembalilah pada keluarga carilah tempat lain. “Kami siap memperbaiki ladang-ladang dan pertanian. kebakaran jawab penggembala itu. Sementara.

” Rahma segera menimpali. “Aku meminta perlindungan Allah dari setan. “Betapa besar musibah ini! Tujuh orang anak lelaki dan tiga anak pereinpuan meninggal pada saat yang sama.” Rahma tidak suka dengan kata-kata itu. maka kami akan mengusir kalian dengan paksa. Kami tidak menginginkanmu tinggal di antara kami.” Kemudian seorang bodoh berkata. “Teman-teman. Mereka adalah harapanmu. aku tahu bahwa Engkau adalah Sumber kebaikan! Tuhanku.”. Allah SWT ingin mengujiku sebagaimana Dia menguji semua nabi sebelumku. “Kami kira Allah telah mengutukmu. Lebih dari itu. berilah aku kesabaran!” Setan pun segera berlari menjauh. ia juga mengetahui bahwa setan menginginkan manusia untuk tidak beriman kepada Allah. Ayyub melakukan dosa-dosa yang besar. Salah seorang dari mereka lalu berkata kepada Ayyub. Mereka bertemu Ayyub dan istrinya di dalam rumah. “Kalian menghina nabi kalian! Apakah kalian telah mehipakan kebaik-annya kepada kalian? Wahai penduduk Hawran. maka Allah akan melindunginya dan membuat hatinya bersih. Kutukan Allah mungkin juga akan menimpa kalian. kalian tidak meninggalkan desa ini. Allah SWT mencintai hamba-hamba-Nya. Ia mengetahui bahwa Allah menginginkan setiap orang untuk mengikuti jalan yang baik. Wahai penduduk Hawran. ia melarikan diri ketika Ayyub menyebut nama Allah. “Kami tinggal di rumah kami. Ia lalu pergi menemui penduduk desa dan berkata pada mereka. “Ya Allah. Ayyub telah membahayakan kalian. sehingga Allah mengutuknya. maka ia pun berkata.Setan lalu menghembuskan bisikan berbisanya kepada Ayyub. Jangan sakiti nabi kalian. Ia berlari menjauh bila seseorang menyebutkan nama Allah. Kalian sebaiknya mengusirnya dari desa kalian ini. apa yang kalian katakan? Allah menurunkan beherapa musibah kepadaku untuk mengujiku. Nabi Ayyub as.. maka tinggalkan desa kami dan pergi menjauhlah dari kami. Penduduk Hawran Setan tak pernah berhenti membisikkan kejahatan pada manusia. Kalian tak memiliki hak untuk menyakiti nabi Penduduk desa itu lalu berkata dengan kasar. Ketika seseorang berkata. Dia ingin mereka mengikuti jalan yang baik. Kutukan Allah akan juga menimpa semua penduduk desa ini dikarenakan kalian!” Ayyub dengan sabar berkata kepada mereka.” Penduduk Hawran mendengarkan bisikan setan tersebut. “Kemarahan Allah bersamamu karena kau telah mengabaikan¬Nya. maka mereka pun mendatangi rumah Ayyub. “Allah marah kepada Ayyub. adalah orang yang cukup sabar untuk menahan semua musibah tersebut. Kami takut kutukan Allah akan menimpa semua penduduk desa ini. Dan ia pun mengetahui bahwa setan adalah sumber kejahatan. Ia ingin menguasai Ayyub. Ia mengetahui bahwa Allah adalah Sumber kebaikan. maka Dia menurunkan musibah kepadanya. takutlah kepada Allah. Allah telah mengutuk kalian. Dengan siapa lagi kau menghibur dirimu?” Ayyub lalu menengadah ke langit yang penuh dengan bintang-bintang dan berkata. tidakkah kalian teringat bahwa ia mengirimkan makanan dan pakaian ke rumah-rumah kalian?” .

Ia sering kali pergi menemui Ayyub di gurun. ia menjadi marah kepada istrinya tersebut. Ketika Ayyub mengetahui bahwa istrinya telah memutuskan hubungan dengan penduduk Hawran. Mereka membiarkan Ayyub menderita kesepian dan kelemahan. maka ia terpaksa tidak lagi menjalin hubungan dengan mereka. Sementara Rahma bekerja keras di rumah-rumah penduduk Hawran Kelaparan Suatu hari. mereka tidak akan memperlakukanku seperti sekarang ini!” Di Luar Rumah Nabi Ayyub as. Rahma meminta pekerjan pada penduduk Hawran. berada dalam keadaan yang sulit. Ia khawatir bila serigala-serigala dan anjing¬aujing liar memangsanya. Rahma belajardari kesabaran dan daya tahan suaminya. “Tuhan.Ayyu lallu menatap ke langit dan berkata dengan sedih. dan menerima keputusan Allah. karena ia beriman. Setan telah membisikkan kejahatan kepada mereka. Mereka mengira bahwa Allah telah mengutuk Nabi Ayyub. Pada waktu itu istrinya terlambat pulang. mereka takut bila kutukan Allah akan menimpa pada mereka pula. tetapi mereka menutup pintupintu mereka. Namun. “Aku bersumpah demi Allah. Rahma harus bekerja di rumah penduduk Hawran untuk memperoleh sepotoug roti untuknya dan suaminya. Ayyub senang menanti kepulangan istrinya. Namun ia tetap tidak mau mengemis roti kepada mereka. dan memberikan sepotong roti kepadanya. Rahma. tetapi mereka malah menutup pintu. la tak mampu menanggung penderitaan itu. aku akan melakukannya. Hari-hari pun berlalu. jika aku cukup kuat untuk memukulmu. Tak ada seorang pun yang mendukungnya kecuali istrinya yang lulus. Rahma sangat setia pada suaminya. karena mereka bodoh! Jika mereka mengetahui kebenaran. Ayyub tetap bersabar. Istrinya memang tak berhak untuk melakukan hal itu. . ampunilah kaumku. ia meminta perlindungan Allah darinya. jika Engkau menginginkanku untuk meninggalkan desa ini dan tinggal di gurun. sehingga ia merawatnya. aku akan melakukannya! Ya Allah. la meminta pekerjaan. karena ia dalam kondisi sakit lemah sehingga tidak cukup kuat untuk berdiri dan melindungi dirinya dari mereka. Ia berkata kepadanya. Mereka lupa pada kebaikan Ayyub dan kemurahannya pada orang miskin dan membutuhkan. Penduduk Hawran datang dan membawa ia keluar dan rumahnya. la tak mampu mengngung kehidupan sulit itu dan melihat kegembiraan orang-orang atas musibah yang menimpa mereka. Lalu ia segera membeli dua potong roti dan pulang menemui suaminya. maka ia tak mau memakan roti tersebut. ketika setan membisikkan kejahatan kepadanya. la menahan semua kepedihannya dengan keimanan yang mendalam kepada Allah. Rahma membuatkan suaminya sebuah tempat bernaung untuk melindunginya dari matahari dan hujan. dan mereka mengikutinya. Rahma lalu menangis tersedu sedu. Nabi Ayyub sangat mencintai istrinya.” Ia tidak senang dengan kelakuan istrinya. sabar. ujian Ayyub pun bertambah dari hari ke hari. Hanya Rahma yang percaya bahwa Allah menguji Ayyub seperti Dia menguji nabi-nabi sebelumnya. maka ia memutuskan untuk mendukung Ayyub dan tinggal bersamanya.

“Kegembiraan orang-orang terhadap musibah kita membuatku sedih.” Nabi Ayyub as. orang-orang lemah. menjadi sedih karena sebagian orang menuduhnya telah melakukan dosa. Ia sedang beribadah dan bersyukur kepada Allah. walaupun ia tak pernah melakukannya. atas Ayyub. “Kau telah melakukan dosa besar. Aku akan memberikan pahala kepadamu atas kesabaran-mu.” Rahma berkata. “Kau adalah nabi Allah. Ia selalu bersabar. “Aku telah lama hidup enak. Ayyub sendirian di bawah teriknya matahari. Kau telah menyem-bunyikan dosa itu dari kami. dan orang-orang miskin untuk makan bersamaku.” Ayyub. dua orang laki-laki penduduk Hawran melewati tempat Ayyub. Aku telah menerima doa-doamu. sehingga Ayyub berkata dengan sedih. Keimanannya bertambah dari hari ke hari. sehingga ia segera menghentakkan kakinya ke tanah. Ayyub memancar dari air yang bersih itu. “Kita tak memiliki apa-apa untuk dimakan hari ini. “Allah SWT melihat keadaan kita.” Ayyub lalu berkata. Basuhlah tubuhmu di mata air yang suci. tempat tersebut memancarkan sinar yang indah. Ia yakin bahwa Allah adalah Sumber kebaikan.” Yang satunya lagi berkata Pada Ayyub. maka Allah menghukummu karena dosa itu. dan ladang-ladang. kau adalah hamba yang. Lemah pada tubuhnya menjadi hilang sama sekali. Allah mengetahui bahwa aku telah mengundang anak¬anak yatim. Aku harap seseorang dad mereka akan berbuat baik kepada kita. Mereka memikirkan kata-kata Ayyub sepanjang perjalanan mereka. “Tuhanku. Aku akan pergi kepada penduduk Hawran dan mengingatkan mereka tentang kebaikan kita kepada mereka. pertanian-pertanian. memandangnya.’” Ketika malaikat: telah menghilang. “Aku bersumpah demi Allah. Allah mengirimkan salam-Nya kepadamu dan berkata padamu. Pada saat itu.” Sumber Kehidupan Rahma pun pergi ke desa untuk mencari sepotong roti bagi suaminya. Mereka berhenti di dekatnya. maka aku harus tahan dengan kemiskinan ini. Dia Maha Pemurah. Ayyub melihat malaikat.Karen itulah istrinya berkata padanya. hentakkanlah kakimu ke tanah. kemurahan. hamba Allah yang terkasih. . Ia pun merasa lebih kuat dan sebelutnnya. Tiba-tiba. dan rahmat. mohonlah kepada Allah untuk menyelamatkanmu dari musibah ini. dan kemudian salah seorang dari mereka berkata pada Ayyub. Tiba-tiba. Aku pernah memiliki anak. Ayyub merasa bahwa sinar itu menyinari hatinya. terbaik. Wajahnya pun menjadi berseri-seri.” Ayyub menjawab. aku telah menerima keputusan-Mu! Kebaikan ada di tangan-Mu! Engkau berkuasa atas segala sesuatu! Kesembuhanku ada di tangan-Mu! Penyakitku ada di tangan-Mu! Hanya Engkau yang dapat menyembuhkanku! Sementara setan mencoba membisikkan kejahatan kepadaku!” Kedua orang itu heran dengan kesabaran Ayyub. Ayyub. “Kau telah melakukan dosa. Udara dipenuhi dengan aroma harum. sehingga Allah menghukummu. Mereka meninggalkannya dan pergi. harta benda. Malaikat itu lalu berkata kepadanya.” Ayyub menatap ke langit dan berkata. Ia tahu bahwa Allah berkuasa atas segala sesuatu.” Rahma lalu berkata lagi. air yang dingin dan segar memancar. turun ke bumi untuk menemuinya.

Dan lalu membasuh tubuhnya di mata air itu. Mereka juga beriman kepada kenabian dan risalah Ayyub as. Allah telah memutuskan untuk menyembuhkanku dan mengakhiri musibahku. lagi Maha Penyay ang Dan (ingallah kisah) Ayyub. “Kau? Suamiku adalah seorang tua yang lemah. Air suci itu juga mengalir masuk ke dalam tanah. dan Ayyub telah melakukannya. Mata air itu juga mengalir dan mengairi ladang-ladang mereka yang terbakar dan dipenuhi dengan abu. selain itu Dia akan memberikan kekuatan baru untukmu!” Rahma lalu melepaskan pakaian kemiskinan dan kekurangan. dan memberkahi mereka. menjadikan mereka miskin dan memberikan mereka kekayaan. Kemudian Allah memberinya pakaian kemudaan dan kesehatan. nabi Allah?” “Aku Ayyub. Rahma. bahwa Dialah yang telah mencabut karunia-Nya dari Ayyub. ayolah! Pergi dan basuhlah tubuhmu di mata air itu Allah akan memberi pahala kepadamu karena kesabaran dan kesetiaanmu. Ketika Rahma kembali. anak-anak Ayyub itu menjadi hidup kembali. la hanya menemukan seseorang dengan wajah yang berseti-seri. “Apakah kau melihat Ayyub. Allah telah menguji Ayyub.) Sesunggahnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua yang penyayang. dan kemudian ia mengenakan pakaian baru yang putih bersih dengan wewangian dari surga. Kisah Nabi Ayyub adalah sebuah tanda dan pelajaran bagi semua manusia bahwa Allah memiliki kekuasaan terhadap sesuatu. Rahma lalu berkata. sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semu yang menyembah Allah Referensi : Kisah-kisah Terbaik Al-Quran Oleh Kamal as sayyid . Allah mengembalikan kemudaan dan kesehatan Ayyub. Sehingga. la mencari suaminya tetapi ia tak menemukannya. sehingga ladang-ladang Ayyub bersemi dan ternaknya bertambah. Sehingga. Allah menghendaki manusia mengetahui bahwa mereka tidak berhak mengabaikan kaum miskin dikarenakan kemiskinan mereka. segala miliknya. dan kesehatannya. “Allah menjadikan manusia sakit dan menyembuhkan mereka. kaum lemah dikarenakan kelemahan mereka. Ia lalu bertanya kepada orang itu. Ayyub menjawab. Dia yang mengembalikan semua anak Ayyub.Ayyub melepaskan pakaian yang dipakainya ketika sakit dan lemah.” Ayyub menjawab. Sedikit demi sedikit tanah di sekitar Ayyub menjadi hijau ditumbuhi tanaman.” “Apakah kau Ayyub?” tanya Rahma lagi. Allah menghendaki manusia mengetahui bahwa Dia memiliki kemampuan untuk menjadikan mereka sakit dan menyembuhkan mereka. ketika Ayyub sehat. Dengan Nlama Allah Yang Maha Pengasih. Dia berkuasa atas segala sesuatu. Segala sesuatunya kembali seperti tujuh tahun yang lalu. “(Yu Tuhanku. dan orang-orang tua dikarenakan usia mereka. “Ya.” Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan kami kembalikan keluarganya kepadanya dan yang seperti mereka bersama mereka. dan mengaliri makam anak-anak Ayyub. Dia memberinya anak-anak dan cucu-cucu . Dia menghendaki Ayyub untuk bersabar dan bersyukur. Rahmal” jawab Ayyub. sehingga lading-ladang itu menjadi hijau. ketika ia menyeru Tuhannya. orang-orang menjadi beriman kepada Allah SWT.