KISAH NABI AYUB AS Nabi Ayyub as. adalah keturunan Yusuf as. yang hidup di negeri Hawran 2.

500 tahun yang lalu. Ayyub adalah seorang yang saleh. Ia menikah dengan seorang wanita muda bernama Rahma, yang juga masih keturunan Yusuf as. Ayyub dan Rahma hidup dengan bahagia. Mereka beriman kepada Allah dan rasul-Nya. Allah SWT memberkahi Ayyub dengan anak laki-laki dan perempuan. Ayyub as. memiliki ladang yang luas dan padang rumput. Ternak-ternak Ayyub digembalakan di padang rumput. tersebut. Ayyub hanya menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan selain-Nya. Ia mengikuti agama ayah-ayahnya, yaitu Ibrahim, Yakub. suatu hari, malaikat datang kepadanya. Mereka memberinya kabar gembira tentang kenabiannya, maka Ayyub pun segera bersujud kepada Allah, ia bersyukur atas rahmat kenabiannya tersebut. Ayytib memiliki runah yang besar. Ayyub tinggal di sana bersama keluarganya. Ia juga menyimpan biji-bijian dan bahan makanan kebutuhannya di sana. Ayyub as. mencintai orang miskin. la memberi mereka makanan dan pakaian. la juga mengundang anak yatim atau orang miskin untuk makan bersamanya. Orang-orang miskin sering datang ke rumah Ayyub bahkan dan tempat yang jauh. Ayyub menyediakan untuk mereka makanan dan pakaian; sehingga ketika mereka kembali ke rumahrumah mereka, mereka dapat menggembirakan anak-anak mereka. Nabi Ayyub as. tidak sombong kepada siapa pun dan tidak pula mengungkit-ungkit kebaikannya pada siapa pun, sehingga orang-orang mencintainya. Rumah Ayyub Suatu hari, seorang laki-laki tua mendatangi rumah Ayyub. Laki-laki tua in.’ memberi salam kepadanya dan berkata, “Salam untukmu wahai Ayyub, Nabi Allah.” Ayyub menjawab, “Salam dan rahmat Allah atasmu. Silakan masuk. Kau berada di rumah mu dan di antara keluargamu.” Orang itu berkata, “Semoga Allah menambah kemuliaan Ayyub,” dan kemudian melanjutkan, “Seperti yang kau lihat, aku adalah seorang laki-laki tua. Anak-anakku kelaparan. Wahai Nabi Allah, berilah orang miskin ini makanan dan pakaian.” Nabi Ayyub menjawab dengan perasaan sedih pada laki-laki tua itu, “Wahai orang tua, apakah kau orang asing?” Orang itu menjawab, “Bukan, wahai Nabi Allah. Aku berasal dari Hawran.” Nabi Ayyub menjadi lebih sedih lagi, maka ia pun berkata, “Betapa egoisnya aku! Rumahku dipenuhi dengan bahan makanan dan kau kelaparan!” Orang tua itu berkata, “Ini kesalahanku, karena sebelumnya aku tidak meminta makanan atau pakaian kepadamu.” Ayyub kemudian berkata, “Tidak, ini adalah kesalahanku, karena aku tak pernah mencarimu.” Ayyub lalu berpaling pada anak-anaknya dan berkata pada mereka, “Mengapa kalian tidak takut pada kemurkaan Allah? Mengapa kalian menghabiskan malam dengan puas sementara ada orang tua dan anak-anak yang kelaparan di Hawran?” Anak¬anaknya merninta maaf padanya atas hal tersebut, dan mereka berkata, “Kami sering mencari orang orang miskin. Tetapi kami tak menemukan mereka.” Ayyub bertanya dengan sedih, “Bagaimana dengan orang tua ini?” Mereka berkata, “Maafkan kami, Ayah.” Ayyub as. lain berkata, “Kemarilah,

Ayyub bekerja di ladang dan pertaniannya. Anak-anak lelaki Ayyub membawa makanan dan pakaian dan mencari orang-orang miskin. Jika Allah mencabut rahmat¬Nya dan Ayyub. Jika kemalangan menimpa Ayyub. Para penggembala membawakan ternak Ayyub ke padang rumput. Budak-budak lelakinya bekerja di pertanian dan membawa butiran padi ke pasar. ini. ladang-ladang. maka dari itu Ayyub menyembah-Nya. Man kita lihat tingkat kesabaran dan keimanan Nabi Ayyub as. Allah mulai menguji Ayyub. Penduduk Hawran menjadi terjangkiti kata-kata setan ini: “Allah memberikan rahmat kepada Ayyub dan memberkahinya. maka ia akan berhenti menyembah Allah. Rahma. dan anak yang banyak tak menjadikan Ayyub lalai untuk bersyukur. Setan Setan iri terhadap Ayyub. istrinya. Beberapa budak laki-laki membawakan kayu bakar. ia tak akan menyembah-Nya maupun bersujud kepada-Nya. . la menolong semua orang. Oleh karena itu. sehingga orang-orang mencintai Ayyub. Ayyub selalu bersujud kepada Allah dan bersyukur atas rahmat dan pertolongan-Nya. Segala sesuatunya berjalan dengan tenang dan indah. Itulah mengapa ia menyembah Allah. akan kami lakukan. beberapa membawakan air dari sumber air. ternak. maka ia tak akan bersabar. dan para musafir. Sedangkan setan menginginkan kaum Ayyub mengikuti jalan yang jahat dan menyimpang dari jalan yang benar. Ayyub menginginkan kaumnya untuk mengikuti jalan yang baik.kirim makanan dan pakaian ke rumah orang tua ini. Anak-anaknya tetap membawakan tas-tas yang berisi makanan dan mencari orang-orang miskin. Dia juga ingin menunjukkan kepada orang-orang tentang kejujuran kesabaran. Sehingga dengan alasan itu setan membisikkan kejahatan pada mereka. dan mereka pun beriman kepada Allah Yang Maha Memberi.” Ayyub hidup dengan cara seperti ini. Kemalangan pun menimpa Ayyub satu demi satu. dan keimanan Ayyub.” Mereka berkata. Anak-anak perempuan dan budak-budak perempuannya juga membantunya.” Ujian Allah SWT ingin menunjukkan pada orang-orang tentang kebohongan setan itu. Pertanian. Ia takut bila Allah mencabut rahmat-Nya darinya. “Ayyub takut kalau-kalau Allah akan mengambil harta benda dan pertanian-nya.” Kaum Ayyub mendengarkan. maka ia tak akan bersujud lagi kepada-Nya. Ayyub bersyukur kepada Allah atas karunia-Nya ini. “Baik Ayah. meuggiling padi. bisikan setan dan mempercayainya. dan membawakan buah-buahan hasil perkebunan dan beras ke tokonya. Segalanya berjalan seperti biasa. Budak-budak laki-laki bekerja di pertaniannya. Para penggembala membawa ternak ke padang rumput. Jika halilintar membakar pertaniannya. Istrinya menggiling butiran padi. Orang-orang mencintai Ayyub karena mereka berpikir bahwa ia adalah orang yang diberkahi dan merupakan nabi Allah. Jika Ayyub miskin. orang yang membutuhkan.

” “KehendakAllah?!” seru Rahma.” “Apa?” tanya Ayyub. kebakaran jawab penggembala itu. Mereka telah mengambil domba-domba dan sapi-sapi. Wahai Rasul Allah.” jawab penggembala itu. Mereka telah membunuh para penggembala dan petani. Sebuah musibah telah datang dari langit. dan berubah menjadi abu. “Ya. “Semua kemalangan di dunia ini akan menimpa kita “ Ayyub berkata. Mereka telah menumpahkan darah di ‘bebatuan. Biarlah aku menghadapi ujian ini seorang diri.Tiba-tiba seorang penggembala datang kepada Ayyub dengan terengah-engah. Awan hitam berkumpul di langit. “Ya. waktu ujian telah datang. Mereka mengambil ternak kami. tetapi ujian akan berlipat ganda. namun ia tetap bersabar. Mereka membunuh mereka semua.Ayyub menjawab. Ayyub?” Lalu Ayyub. Nabi Ayyub merasa pedih. yaitu semua anaknya meninggal. musibah lain terjadi. Ayyub juga mesti menghadapi musibah lainnya. wahai Rasul Allah. “Apa yang tejadi? Katakanlah!” Pe nggembala itu berkata. Semua teman kita telah meninggal. pakaian penggembala itu terbakar. “Di manakah nabi Allah. Dia ingin mengetahui apakah Ayyub akan bersabar atau tidak. Tuhan semesta alam. Ayyub berkata padanya. Pada hari berikutnya. Ini adalah kehendak Allah. Nabi Ayyub bertanya kepada penggembala itu. dan wajahnya hitam terbakar dan mengepulkan asap. Ayyub telah ditinggalkan oleh anak-anaknya. tanah kita telah menjadi abu. lalu pergi. berilah aku kesabaran!” Kemudian Ayyub memerintahkan pada pelayan dan budaknya untuk meninggalkan rurnahnya. “Apakah ini musibah bagi kita lagi?” tanya Ayyub. “Mereka telah terbunuh orang-orang. “Inna lillaahi wa inna ilaihi raji’un” (Kita adalah milik Allah dan kepada-Nya kita akan kembali). “Otang-orang jahat telah menyerang kami. “Ini adalah kehendak Allah. Namun. “Rahma. Halilintar telah membakar ladang-ladang dan pertanianpertanian. Semuanya terbakar. “Kawan-kawanku. Allah SWT akan memberikan Ujian kepadaku.” Alangkah Sabarnya Ayyub! Ladang-ladang dan pertanian Ayyub telah terbakar. Semua ternaknya mati. Penggembala itu menjawab.” . aku mengetahui itu. Dia ingin menguji keimanannya kepada-Nya.Ayyub menjelaskan. bersabarlah. Sementara. Guntur bergemuruh dan halilintar menyambar tanah. Ia lalu berkata dengan sungguh-sungguh. “Tuhanku. Tak ada seorang pun yang hidup kecuali istrinya yang baik. Kiata harus tunduk pada ketetapan Allah. Salah seorang penggembala datang. kami beriman kepadamu dan mencintaimu.” Ayyub menatap ke langit dan berkata dengan rendah hati.” Salah seorang pelayan berkata kepada Ayyub. Ia bertanya.” Rahma lalu berkata. Kawan-kawanku. Namun.” . “Kami siap memperbaiki ladang-ladang dan pertanian. “Apa yang telah terjadi?” “Kebakaran! Wahai Nabi Allah. Ayyub dan istrinya telah berusia lanjut. kembalilah pada keluarga kalian. Aku tidak ingin kalian terbakar karenaku. Istrinya menangisi kepergian anak-anaknya tersebut. Nabi Allah. Kami tidak ingin meninggalkanmu. Mereka telah membunuh semua temanku. Rahma. “Kembalilah pada keluarga carilah tempat lain. menghampiri dan berkata. Allah SWT ingin menguji Ayyub. Allah menguji hati semua nabi. la berkata kepada mereka.

Dengan siapa lagi kau menghibur dirimu?” Ayyub lalu menengadah ke langit yang penuh dengan bintang-bintang dan berkata.” Rahma tidak suka dengan kata-kata itu. Ayyub melakukan dosa-dosa yang besar. adalah orang yang cukup sabar untuk menahan semua musibah tersebut. Jangan sakiti nabi kalian. Wahai penduduk Hawran. Ia berlari menjauh bila seseorang menyebutkan nama Allah. Lebih dari itu. berilah aku kesabaran!” Setan pun segera berlari menjauh. ia melarikan diri ketika Ayyub menyebut nama Allah. Kutukan Allah akan juga menimpa semua penduduk desa ini dikarenakan kalian!” Ayyub dengan sabar berkata kepada mereka. apa yang kalian katakan? Allah menurunkan beherapa musibah kepadaku untuk mengujiku. “Allah marah kepada Ayyub. maka mereka pun mendatangi rumah Ayyub. maka Dia menurunkan musibah kepadanya.” Kemudian seorang bodoh berkata.Setan lalu menghembuskan bisikan berbisanya kepada Ayyub. “Kami tinggal di rumah kami. “Betapa besar musibah ini! Tujuh orang anak lelaki dan tiga anak pereinpuan meninggal pada saat yang sama. “Kalian menghina nabi kalian! Apakah kalian telah mehipakan kebaik-annya kepada kalian? Wahai penduduk Hawran.”. kalian tidak meninggalkan desa ini.” Rahma segera menimpali. Salah seorang dari mereka lalu berkata kepada Ayyub. “Kemarahan Allah bersamamu karena kau telah mengabaikan¬Nya. Allah telah mengutuk kalian. aku tahu bahwa Engkau adalah Sumber kebaikan! Tuhanku. tidakkah kalian teringat bahwa ia mengirimkan makanan dan pakaian ke rumah-rumah kalian?” .. Kalian sebaiknya mengusirnya dari desa kalian ini. Dan ia pun mengetahui bahwa setan adalah sumber kejahatan. Ia ingin menguasai Ayyub.” Penduduk Hawran mendengarkan bisikan setan tersebut. Ketika seseorang berkata. ia juga mengetahui bahwa setan menginginkan manusia untuk tidak beriman kepada Allah. maka Allah akan melindunginya dan membuat hatinya bersih. Dia ingin mereka mengikuti jalan yang baik. Kutukan Allah mungkin juga akan menimpa kalian. “Teman-teman. Kami tidak menginginkanmu tinggal di antara kami. Mereka adalah harapanmu. maka kami akan mengusir kalian dengan paksa. Ia mengetahui bahwa Allah adalah Sumber kebaikan. “Kami kira Allah telah mengutukmu. Ia lalu pergi menemui penduduk desa dan berkata pada mereka. Nabi Ayyub as. “Ya Allah. “Aku meminta perlindungan Allah dari setan. maka ia pun berkata. maka tinggalkan desa kami dan pergi menjauhlah dari kami. takutlah kepada Allah. Penduduk Hawran Setan tak pernah berhenti membisikkan kejahatan pada manusia. sehingga Allah mengutuknya. Ayyub telah membahayakan kalian. Allah SWT mencintai hamba-hamba-Nya. Allah SWT ingin mengujiku sebagaimana Dia menguji semua nabi sebelumku. Mereka bertemu Ayyub dan istrinya di dalam rumah. Ia mengetahui bahwa Allah menginginkan setiap orang untuk mengikuti jalan yang baik. Kalian tak memiliki hak untuk menyakiti nabi Penduduk desa itu lalu berkata dengan kasar. Kami takut kutukan Allah akan menimpa semua penduduk desa ini.

“Tuhan. la tak mampu mengngung kehidupan sulit itu dan melihat kegembiraan orang-orang atas musibah yang menimpa mereka. jika aku cukup kuat untuk memukulmu. la meminta pekerjaan. Rahma membuatkan suaminya sebuah tempat bernaung untuk melindunginya dari matahari dan hujan. Mereka membiarkan Ayyub menderita kesepian dan kelemahan. Ayyub senang menanti kepulangan istrinya. . Istrinya memang tak berhak untuk melakukan hal itu. berada dalam keadaan yang sulit. Rahma. dan memberikan sepotong roti kepadanya. Lalu ia segera membeli dua potong roti dan pulang menemui suaminya. Ia sering kali pergi menemui Ayyub di gurun. Namun. jika Engkau menginginkanku untuk meninggalkan desa ini dan tinggal di gurun. tetapi mereka menutup pintupintu mereka. Penduduk Hawran datang dan membawa ia keluar dan rumahnya. ia meminta perlindungan Allah darinya. karena ia dalam kondisi sakit lemah sehingga tidak cukup kuat untuk berdiri dan melindungi dirinya dari mereka. la menahan semua kepedihannya dengan keimanan yang mendalam kepada Allah. Hanya Rahma yang percaya bahwa Allah menguji Ayyub seperti Dia menguji nabi-nabi sebelumnya. Ketika Ayyub mengetahui bahwa istrinya telah memutuskan hubungan dengan penduduk Hawran. Rahma lalu menangis tersedu sedu. aku akan melakukannya. Pada waktu itu istrinya terlambat pulang. ampunilah kaumku. Hari-hari pun berlalu. ketika setan membisikkan kejahatan kepadanya. Setan telah membisikkan kejahatan kepada mereka. maka ia terpaksa tidak lagi menjalin hubungan dengan mereka. “Aku bersumpah demi Allah. la tak mampu menanggung penderitaan itu. tetapi mereka malah menutup pintu. dan menerima keputusan Allah. karena ia beriman. Rahma harus bekerja di rumah penduduk Hawran untuk memperoleh sepotoug roti untuknya dan suaminya. sehingga ia merawatnya. Rahma meminta pekerjan pada penduduk Hawran. sabar.Ayyu lallu menatap ke langit dan berkata dengan sedih. Ayyub tetap bersabar. Namun ia tetap tidak mau mengemis roti kepada mereka. Rahma belajardari kesabaran dan daya tahan suaminya. Ia berkata kepadanya. Nabi Ayyub sangat mencintai istrinya. aku akan melakukannya! Ya Allah. Rahma sangat setia pada suaminya. Sementara Rahma bekerja keras di rumah-rumah penduduk Hawran Kelaparan Suatu hari. Ia khawatir bila serigala-serigala dan anjing¬aujing liar memangsanya. mereka tidak akan memperlakukanku seperti sekarang ini!” Di Luar Rumah Nabi Ayyub as.” Ia tidak senang dengan kelakuan istrinya. Mereka mengira bahwa Allah telah mengutuk Nabi Ayyub. dan mereka mengikutinya. ujian Ayyub pun bertambah dari hari ke hari. Tak ada seorang pun yang mendukungnya kecuali istrinya yang lulus. maka ia memutuskan untuk mendukung Ayyub dan tinggal bersamanya. maka ia tak mau memakan roti tersebut. karena mereka bodoh! Jika mereka mengetahui kebenaran. Mereka lupa pada kebaikan Ayyub dan kemurahannya pada orang miskin dan membutuhkan. ia menjadi marah kepada istrinya tersebut. mereka takut bila kutukan Allah akan menimpa pada mereka pula.

Mereka memikirkan kata-kata Ayyub sepanjang perjalanan mereka. terbaik. menjadi sedih karena sebagian orang menuduhnya telah melakukan dosa. sehingga Ayyub berkata dengan sedih. Ayyub melihat malaikat. Mereka meninggalkannya dan pergi. Ia selalu bersabar. dan orang-orang miskin untuk makan bersamaku. Ia tahu bahwa Allah berkuasa atas segala sesuatu.” Nabi Ayyub as.” Ayyub lalu berkata. sehingga Allah menghukummu. “Kita tak memiliki apa-apa untuk dimakan hari ini. . Ayyub sendirian di bawah teriknya matahari.” Ayyub menatap ke langit dan berkata. Ayyub merasa bahwa sinar itu menyinari hatinya. walaupun ia tak pernah melakukannya. “Aku bersumpah demi Allah. Allah mengirimkan salam-Nya kepadamu dan berkata padamu. “Aku telah lama hidup enak. kemurahan. hentakkanlah kakimu ke tanah. Aku harap seseorang dad mereka akan berbuat baik kepada kita. Aku akan memberikan pahala kepadamu atas kesabaran-mu. Ia yakin bahwa Allah adalah Sumber kebaikan.” Rahma berkata. maka aku harus tahan dengan kemiskinan ini. Mereka berhenti di dekatnya. “Kau adalah nabi Allah. kau adalah hamba yang. Basuhlah tubuhmu di mata air yang suci. hamba Allah yang terkasih. dan rahmat.” Yang satunya lagi berkata Pada Ayyub. Malaikat itu lalu berkata kepadanya. Keimanannya bertambah dari hari ke hari. Kau telah menyem-bunyikan dosa itu dari kami. dan kemudian salah seorang dari mereka berkata pada Ayyub. Ia sedang beribadah dan bersyukur kepada Allah. orang-orang lemah. pertanian-pertanian. sehingga ia segera menghentakkan kakinya ke tanah. Wajahnya pun menjadi berseri-seri. tempat tersebut memancarkan sinar yang indah. Ayyub memancar dari air yang bersih itu. Tiba-tiba. “Tuhanku. harta benda.Karen itulah istrinya berkata padanya. Dia Maha Pemurah.” Rahma lalu berkata lagi. “Kegembiraan orang-orang terhadap musibah kita membuatku sedih. aku telah menerima keputusan-Mu! Kebaikan ada di tangan-Mu! Engkau berkuasa atas segala sesuatu! Kesembuhanku ada di tangan-Mu! Penyakitku ada di tangan-Mu! Hanya Engkau yang dapat menyembuhkanku! Sementara setan mencoba membisikkan kejahatan kepadaku!” Kedua orang itu heran dengan kesabaran Ayyub. dan ladang-ladang. dua orang laki-laki penduduk Hawran melewati tempat Ayyub. turun ke bumi untuk menemuinya. Ayyub. “Kau telah melakukan dosa. Ia pun merasa lebih kuat dan sebelutnnya. Aku pernah memiliki anak.” Ayyub. Lemah pada tubuhnya menjadi hilang sama sekali. “Allah SWT melihat keadaan kita. maka Allah menghukummu karena dosa itu. atas Ayyub. mohonlah kepada Allah untuk menyelamatkanmu dari musibah ini. “Kau telah melakukan dosa besar.’” Ketika malaikat: telah menghilang. Aku akan pergi kepada penduduk Hawran dan mengingatkan mereka tentang kebaikan kita kepada mereka. Aku telah menerima doa-doamu. air yang dingin dan segar memancar. Udara dipenuhi dengan aroma harum. Pada saat itu.” Sumber Kehidupan Rahma pun pergi ke desa untuk mencari sepotong roti bagi suaminya.” Ayyub menjawab. Tiba-tiba. Allah mengetahui bahwa aku telah mengundang anak¬anak yatim. memandangnya.

Dengan Nlama Allah Yang Maha Pengasih. ayolah! Pergi dan basuhlah tubuhmu di mata air itu Allah akan memberi pahala kepadamu karena kesabaran dan kesetiaanmu. Dia yang mengembalikan semua anak Ayyub. anak-anak Ayyub itu menjadi hidup kembali. Rahmal” jawab Ayyub.Ayyub melepaskan pakaian yang dipakainya ketika sakit dan lemah. dan memberkahi mereka. Kemudian Allah memberinya pakaian kemudaan dan kesehatan. “Kau? Suamiku adalah seorang tua yang lemah. Allah menghendaki manusia mengetahui bahwa mereka tidak berhak mengabaikan kaum miskin dikarenakan kemiskinan mereka. Segala sesuatunya kembali seperti tujuh tahun yang lalu. la hanya menemukan seseorang dengan wajah yang berseti-seri. dan kemudian ia mengenakan pakaian baru yang putih bersih dengan wewangian dari surga. Air suci itu juga mengalir masuk ke dalam tanah. “Allah menjadikan manusia sakit dan menyembuhkan mereka. menjadikan mereka miskin dan memberikan mereka kekayaan. Allah mengembalikan kemudaan dan kesehatan Ayyub. ketika Ayyub sehat. Dan lalu membasuh tubuhnya di mata air itu. “Ya. sehingga lading-ladang itu menjadi hijau. orang-orang menjadi beriman kepada Allah SWT. Mereka juga beriman kepada kenabian dan risalah Ayyub as. dan Ayyub telah melakukannya. selain itu Dia akan memberikan kekuatan baru untukmu!” Rahma lalu melepaskan pakaian kemiskinan dan kekurangan. Sedikit demi sedikit tanah di sekitar Ayyub menjadi hijau ditumbuhi tanaman.” Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan kami kembalikan keluarganya kepadanya dan yang seperti mereka bersama mereka. dan orang-orang tua dikarenakan usia mereka. Allah telah memutuskan untuk menyembuhkanku dan mengakhiri musibahku. Allah menghendaki manusia mengetahui bahwa Dia memiliki kemampuan untuk menjadikan mereka sakit dan menyembuhkan mereka. Kisah Nabi Ayyub adalah sebuah tanda dan pelajaran bagi semua manusia bahwa Allah memiliki kekuasaan terhadap sesuatu. dan kesehatannya. Sehingga. Dia menghendaki Ayyub untuk bersabar dan bersyukur. segala miliknya. Ia lalu bertanya kepada orang itu. Sehingga. Ayyub menjawab. sehingga ladang-ladang Ayyub bersemi dan ternaknya bertambah.” Ayyub menjawab. bahwa Dialah yang telah mencabut karunia-Nya dari Ayyub. Allah telah menguji Ayyub. kaum lemah dikarenakan kelemahan mereka.” “Apakah kau Ayyub?” tanya Rahma lagi. Dia memberinya anak-anak dan cucu-cucu . Rahma. Dia berkuasa atas segala sesuatu. Rahma lalu berkata. ketika ia menyeru Tuhannya. Ketika Rahma kembali.) Sesunggahnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua yang penyayang. Mata air itu juga mengalir dan mengairi ladang-ladang mereka yang terbakar dan dipenuhi dengan abu. la mencari suaminya tetapi ia tak menemukannya. lagi Maha Penyay ang Dan (ingallah kisah) Ayyub. “Apakah kau melihat Ayyub. dan mengaliri makam anak-anak Ayyub. nabi Allah?” “Aku Ayyub. sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semu yang menyembah Allah Referensi : Kisah-kisah Terbaik Al-Quran Oleh Kamal as sayyid . “(Yu Tuhanku.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful