P. 1
Dasar Teori Pemungutan Pajak

Dasar Teori Pemungutan Pajak

|Views: 130|Likes:
Published by rikayulia

More info:

Published by: rikayulia on Oct 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/11/2015

pdf

text

original

DASAR TEORI PEMUNGUTAN PAJAK

Teori Asuransi Teori asuransi diartikan dengan suatu kepentingan masyarakat (seseorang) yang harus dilindungi oleh negara. Mayarakat seakan mempertanggungkan keselematan dan keamanan jiwanya kepada negara Teori ini hanya memberi landasan saja, karena teori ini tidak tepat digunakan sebagai dasar pemungutan pajak (premi tidak tepat disamakan dengan pajak)

Teori Kepentingan Teori kepentingan diartikan sebagai negara yang melindungi kepentingan harta benda dan jiwa warga negara dengan memperhatikan pembagian beban pajak yang harus dipungut dari seluruh penduduknya Teori kepentingan sebagai landasan teori untuk pemungutan pajak kurang tepat, karena seharusnya kepentingan warga yang memiliki harta yang sedikit secara sosial kepentingannya lebih banyak dan seharusny membayar pajak lebih besar.

Teori Gaya Pikul Dasar teori ini adalah asa keadilan yaitu setiap orang yang dikenakan pajak harta sama beratnya. Pajak yang harus dibayar adalah menurut gaya pikul seseorang yang ukurannya adalah besarnya penghasilan dan besarnya pengeluaran yang dilakukan.

Sinningle Damste: gaya pikul ditentukan besardasarkan beberapa komponen yaitu penghasilan, kekayaan, dan sususnan keluarga
Prof. De Langen: gaya pikul dalam pengertian bahwa kekuatan seseorang untuk membayar uang kepada negara adalah setelah dikurangi dengan minimum kehiduapan Teori gaya pikul ini banyak diikuti karenaa lebih menekannkan pada unsur kemampuan seseoarang dan rasa keadilan

Teori Gaya Beli Teori ini menekankan bahwa pembayaran pajak yang dilakukan kepada negara dimaksudkan untuk memelihara masyarakat dalam negara yang bersangkutan Teori ini dapat diartikan kemaslahatan suatu masyarakat akan tetap terjamin dengan pembayaran pajak berdasarkan suatu ketetapan terjamin dengan pembayaran pajak berdasarkan teori gaya beli.

Gaya beli suatu rumah tangga dalam masyarakat adalah sama dengan gaya beli suatu rumah tangga negara.
Pembayaran pajakyang dilakukan kepada negara lebih ditekankan pada fungsi mengatur (regulerent0 dari pajak agar masyarakat tetap eksis

Teori Bakti Teori ini menekankan pada paham organische staatsleer yang mengajarkan bahwa karena sifat negara sebagai suatu organisasi (perkumpulan) dari individu2 maka timbul hak mutlak negara untuk memungut pajak. Melihat terbentuknya suatu negara maka teori bakti ini bisa dikatkan sebagai adanya perjanjian dalam masyarakat. Teori bakti ini disebut juga teori kewajiban pajak mutlak

YURIDIKSI PEMUNGUTAN PAJAK
1.
2. 3.

Asas Tempat Tinggal Asas Kebangsaan Asas Sumber

PENGGOLONGAN JENIS PAJAK DAN SISTEM PEMUNGUTAN PAJAK
Penggolongan Jenis Pajak Menurut Sifatnya 1. Pajak Langsung, adalah pajak2 yang bebannya harus dipikul sendiri oleh WP dan tidak dapat dilimpahkan kepada orang lain serta dikenakan secara berulang pada waktu tertentu, misalnya pajak penghasilan 2. Pajak tidak langsung, adalah pajak yang bebannya dapat dilimpahkan kepada orang lain dan hany dikenakan pada hal2 tertentu atau peristiwa2 tertentu saja, co PPN

Menurut Sasarannya/ Obyeknya 1. Pajak Subyektif, yaitu jenis pajak yang dikenakan dengan pertama-tama memperhatikan keadaan pribadi WP (Subyek), teori gaya pikul, co pajak penghasilan 2. Pajak Obyektif, adalah pajak yang dikenakan dengan pertma-tama memperhatikan atau melihat obyeknya baik berupa keadaan perbuatan atau peristiwa yang menyebabkan timbulnya kewajiban membayar pajak, co PPN

Menurut Lembaga Pemungutnya 1. Pajak Pusat, adalah jenis pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat yang dalam pelaksanaanya dilakukan oleh DEpKeu atas nama Dirjen Pajak. Jenis; PPh, PPN dan PPnBM, PBB, BPHTB, Bea Materai 2. Pajak Daerah, adalah jenis pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah yang dalam pelaksananny sehari2 dilakukan oelh Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda). Hasil dari pemungutan pajak darah dikumpulkan dan dimasukkan sebagai bagian dari penerimaan APBD

UU No.18 Th 1997 ttg pajak daerah dan retribusi daerahyang dikelola oleh Dipenda 1. Pajak Daerah Tk1. a. Pajak kendaraan bermotor b. Bea balik nama kendaraan bermotor c. Pajak bahan bakar kendaraan bermotor 2. Pajak daerah Tk2. a. Pajak hotel dan restoran b. Pajak hiburan c. Pajak Reklame d. Pajak penerangan jalan e. Pajak pengambilan dan pengelolaan bahan galian golongan c f. Pajak pemanfaatan air bawah tanah dan air permukaan

Retribusi yang dikelola oleh pemerintah daerah terdiri atas tiga jenis: 1. Retribusi jasa umum, antara lain restribusi pelayanan kesehatan, sampah/ kebersihan, parkir, pasar,dll 2. Retribusi jasa usaha, anatara lain pemakaian kekayaan daerah, pasar grosir, terminal, parkir khusus, penitiapan anak, dll 3. Retribusi Perizinan tertentu, anata lain izin peruntukan penggunaan tanah, mendirikan bangunan, gangguan, tayek, dll

SISTEM PEMUNGUTAN PAJAK
a.

b.

c.

Official assessment system, adalah suatu sistem pemungutan pajak yang meberi wewenang kepada pemungut pajak untuk menentukan besarnya pajak yang harus dibayar oleh seseorang Self assessment system, adalah suatu sistem pemungutan pajak yang memberi wewenang penuh kepada WP untuk menghitung, memperhitungkan, meyetor dan melaporkan sendiri besarnya pajak terhutang Withholdig system, adalah suatu pemungutan pajak yang memberikan wewenang pada ppihak ketiga untuk memotong atau memungut besarnya pajak yang terutang. Pihak ketiga itu yang kemudian menyetor dan melaporakn kepada WP

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->