TARIF DAN DASAR PENGENAAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI PPN dan PPnBM yang terutang dihitung dengan cara

mengalikan Tarif Pajak dengan Dasar Pengenaan Pajak (DPP) Tarif PPN & PPnBM 1. Tarif PPN adalah 10% (sepuluh persen) 2. Tarif PPnBM adalah paling rendah 10% (sepuluh persen) dan paling tinggi 75% (tujuh puluh lima persen) 3. Tarif PPN dan PPnBM atas Ekspor BKP adalah 0% (nol persen). Dasar Pengenaan Pajak Dasar Pengenaan Pajak adalah dasar yang dipakai untuk menghitung pajak yang terutang, yaitu: Jumlah Harga Jual, Penggantian, Nilai Impor, Nilai Ekspor, atau Nilai Lain yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. 1. Harga Jual adalah nilai berupa uang, termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh penjual karena penyerahan Barang Kena Pajak (BKP), tidak termasuk PPN yang dipungut dan potongan harga yang dicantumkan dalam Faktur Pajak. 2. Penggantian adalah nilai berupa uang, termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh pemberi jasa karena penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP), tidak termasuk pajak yang dipungut dan potongan harga yang dicantumkan dalam Faktur Pajak. 3. Nilai Impor adalah nilai berupa uang yang menjadi dasar penghitungan Bea Masuk ditambah pungutan lainnya yang dikenakan pajak berdasarkan ketentuan dalam peraturan perundangundangan Pabean untuk Impor BKP, tidak termasuk PPN yang dipungut menurut Undangundang. 4. Nilai Ekspor adalah nilai berupa uang, termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh eksportir. 5. Nilai Lain adalah suatu jumlah yang ditetapkan sebagai Dasar Pengenaan Pajak dengan Keputusan Menteri Keuangan. Nilai Lain yang ditetapkan sebagai Dasar Pengenaan Pajak adalah sebagai berikut : a. Untuk Pemakaian sendiri BKP dan atau JKP adalah Harga Jual atau Penggantian setelah dikurangi laba kotor; b. Untuk Pemberian cuma-cuma BKP dan atau JKP adalah Harga Jual atau Penggantian setelah dikurangi laba kotor; c. Untuk Penyerahan media rekaman suara atau gambar adalah perkiraan Harga Jual rata-rata; d. Untuk Penyerahan film cerita adalah perkiraan hasil rata-rata per judul film; e. Untuk Persediaan BKP yang masih tersisa pada saat pembubaran perusahaan, adalah harga pasar yang wajar; f. Untuk Aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan sepanjang PPN atas perolehan aktiva tersebut menurut ketentuan dapat dikreditkan, adalah harga pasar wajar; g. Untuk Kendaraan bermotor bekas adalah 10% (sepuluh persen) dari Harga Jual. h. Untuk Penyerahan jasa biro perjalanan atau jasa biro pariwisata adalah 10% (sepuluh persen) dari jumlah tagihan atau jumlah yang seharusnya ditagih. i. Untuk Jasa pengiriman paket adalah 10% (sepuluh persen) dari jumlah tagihan atau jumlah yang seharusnya ditagih; j. Untuk Jasa anjak piutang adal 5% (lima persen) dari jumlah seluruh imbalan yang diterima berupa service charge, provisi, dan diskon;

Pengusaha Kena Pajak “C” mengimpor Barang Kena Pajak dari luar Daerah Pabean dengan Nilai Impor sebesar RP.00 yang dibayar pada saat impor merupakan pajak masukan bagi PKP “D” dan PPN sebesar Rp15.000. Penghitungan PPN dan PPnBM yang terutang atas impor Barang Kena Pajak yang tergolong mewah tersebut adalah: a.000. Sedangkan PPnBM sebesar Rp.000. 10. 3.000. PKP “B” dalam bulan Pebruari 2001 melakukan penyerahan Jasa Kena Pajak dengan memperoleh Penggantian sebesar Rp.00 PPN yang dipungut melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai = 10% x Rp. Begitu pun dengan PPnBM sebesar Rp.000.500.000.000.00 PPN sebesar RP.00 = Rp.000.500.000.00 tidak dapat dikreditkan.000. 15.000. 35.000. 10.k.00 = Rp.000. 2. 150.000.00 PPN sebesar Rp5.500.00 c.00 maka penghitungan PPN dan PPnBM yang terutang adalah: a.000.00 merupakan pajak keluaran bagi PKP “D”.000.000.000. 1.000. 50.000. Dasar Pengenaan Pajak Rp. 52.000. maka PPnBM sebesar Rp.000.00 PPN sebesar Rp. 3. 50. 150. 52.00 c.000.000. PKP “A” dalam bulan Januari 2001 menjual tunai Barang Kena Pajak kepada PKB “B” dengan harga jual Rp. 2.000.000.500.000.000. 10.000.500.00 = Rp. 25. Untuk Penyerahan BKP dan atau JKP dari Pusat ke Cabang atau sebaliknya dan penyerahan BKP dan atau JKP antar cabang adalah Harga Jual atau Penggantian setelah dikurangi laba kotor. PPnBM =35% x Rp.000. 15.500. l.00 b.000.000.000.000.00 tersebut merupakan Pajak Keluaran yang dipungut oleh Pengusaha Kena Pajak “B”. Untuk Penyerahan BKP kepada pedagang perantara atau melalui juru lelang adalah harga lelang. PPN = 10% x Rp. 150. Dasar Pengenaan Pajak Rp.00 4.000.00 = Rp.000.000.000. 2. Contoh Cara Menghitung PPN dan PPnBM 1. Misalnya PKP “D” menjual BKP yang dihasilkannya kepada PKP “X” dengan harga jual Rp150.000.00 PPN yang terutang yang dipungut oleh PKP “B” = 10% x Rp.000. 15.500.00 Barang Kena Pajak yang tergolong mewah tersebut selain dikenakan PPN juga dikenakan PPnBM misalnya dengan tarif 20% (dua puluh persen).000. 25.000.00 tersebut merupakan Pajak Keluaran yang dipungut oleh Pengusaha Kena Pajak “A”.000.000. Oleh karena PPnBM yang telah dibayar atas BKP yang diimpor tersebut tidak dapat dikreditkan. .000.00 = Rp. 5.000.00 Kemudian PKP “D” menggunakan BKP yang diimpor tersebut sebagai bagian dari suatu BKP yang atas penyerahannya dikenakan PPN 10% dan PPnBM dengan tarif misalnya 35% (tiga puluh lima persen). PPn BM = 20% x Rp. 50. 50. PPN = 10% x Rp.00 dapat ditambahkan ke dalam harga BKP yang dihasilkan oleh PKP “D” atau dibebankan sebagai biaya.00 = Rp.000. Pengusaha Kena Pajak “D” mengimpor Barang Kena Pajak yang tergolong Mewah dengan Nilai Impor sebesar Rp.000.00 = Rp.00 PPN yang terutang yang dipungut oleh PKP “A” = 10% x Rp. 35.00 tidak dapat dikreditkan oleh PKP ”X”.00 b.000. 1.

Kaset lagu yang salah satu atau lebih penciptanya atau penyanyinya warga negara asing. ditetapkan sebesar Rp 4. Kaset lagu instrumentalia yang salah satu atau lebih penciptanya warga negara asing . Untuk compact disc jenis CD2/compact disc rekaman asing: a. ditetapkan sebesar Rp l0.000. Persediaan Barang Kena Pajak yang masih tersisa saat pembubaran perusahaan adalah harga pasar wajar. ditetapkan sebesar Rp 8. Compact disc lagu yang salah satu atau lebih penciptanya atau penyanyinya warga negara asing .pdf Nilai Lain Sebagai Dasar Pengenaan Pajak Apa saja nilai lain yang ditetapkan secara umum sebagai DPP ? 1. .00. dan stempel/ masternya dibuat di dalam negeri. Pajak Masukan yang telah dibayar dapat dikreditkan. Untuk kaset isi jenis B/kaset rekaman asing : a. 4. c. b. Kaset lagu yang masternya dibuat di luar negeri . compact disc lagu yang seluruh pencipta dan penyanyinya warga negara Indonesia . compact disc lagu instrumentalia yang seluruh penciptanya warga negara Indonesia . Untuk kaset isi jenis A/kaset rekaman dalam negeri : a. c. Kaset suara burung dan suara hewan lainnya yang masternya dibuat di dalam negeri. 2. Kaset rekaman cerita. Pemakaian sendiri dan pemberian cuma-cuma adalah harga jual atau penggantian tidak termasuk laba kotor. d. 3. Untuk compact disc jenis CDI/compact disc rekaman dalam negeri : a.http://konsultan-pajak.000. 2. Kaset pelajaran bahasa asing . b. Aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjual belikan yang masih tersisa pada saat pembubaran perusahaan adalah harga pasar wajar. Pajak Masukannya yang telah dibayar dapat dikreditkan. dan stempel/ masternya dibuat di dalam negeri. Kaset lagu untuk seluruh pencipta dan penyanyinya warga negara Indonesia dan masternya dibuat di dalam negeri.000.co. Pajak Masukan yang telah dibayar dapat dikreditkan. Kaset lagu instrumentalia yang seluruh penciptanya warga negara Indonesia dan maternya dibuat didalam segeri. lawak. wayang dan rekaman lainnya dalam bahasa Indonesia/daerah dan masternya dibuat di dalam negeri. d. 3.00.00. b.cc/PPN03. [ Kembali ke Pertanyaan ] [ Ke Menu Info Pajak ] Apa saja nilai lain yang ditetapkan secara khusus untuk BKP tertentu ? 1.

Jasa anjak piutang adalah 5% dari jumlah service charge. DPP adalah sama dengan butir (7a) di atas. g. tetapi yang disetor adalah 2% dari jumlah seluruh penyerahan barang dagangan.00 per copy film. Compact disc lagu yang stempel/masternya dibuat di luar negeri . Sedangkan untuk yang memerlukan ijin baru Pemerintah. d. o Dalam hal ponsel tersebut merknya terdaftar dan operatornya bukan dealer dari ATPM dan ponsel tersebut tidak didukung Faktur Pajak.000.000.00.000. compact disc lagu instrumentalia yang salah satu atau lebih penciptanya warga negara asing. o film Mandarin Rp 54.000. Jasa biro perjalanan / pariwisata dan jasa pengiriman paket adalah l0% dari jumlah yang seharusnya ditagih. 6.b. Film impor : a. ditetapkan sebesar Rp l5. o Dalam hal ponsel tersebut mereknya terdaftar dan operatornya bukan dealer dari ATPM dan ponsel tersebut didukung dengan Faktur Pajak dari ATPM/ dealer. e.00 dikurangi DPP yang ada dalam Faktur Pajak . Besarnya PPN yang harus dipungut atas ponsel yang akan diaktifkan adalah sebagai berikut : o Dalam hal ponsel tersebut mereknya terdaftar dan operator adalah juga ATPM/dealer dari ponsel tersebut. DPP untuk film yang diimpor untuk pertama kali adalah taksiran harga rata-rata per judul film yaitu untuk : o film-film Amerika/Eropa ditetapkan sebesar Rp 87. ditambah biaya pengaktifan). maka besarnya PPN yang harus dipungut = l0% x biaya pengaktifan saja.600.00. c.000.00. c. d. provisi dan diskon. Pajak Masukan yang telah dibayar tidak dapat dikreditkan. 5. ditetapkan Rp 75. o Dalam hal ponsel tersebut merknya terdaftar dan operatornya bukan dealer dari ATPM dan ponsel tersebut didukung Faktur Pajak yang bukan dari ATPM/ dealer. Pesawat telepon selular yang dibawa sendiri oleh pelanggan tanpa disertai Faktur Pajak adalah Rp 4.000.000.000.000. Untuk laser disc jenis LDK yaitu semua jenis laser disc yang berisi lagu beserta tayangan gambar (LD Karaoke). compact disc pelajaran bahasa asing . o Dalam hal ponsel tersebut mereknya tidak terdaftar dan ponsel tersebut didukung Faktur Pajak .000. Pajak Masukan yang telah dibayar tidak dapat dikreditkan.000. DPP untuk impor yang kedua kalinya dan seterusnya yang dilakukan tanpa harus meminta ijin baru dari Pemerintah adalah biaya-biaya yang jumlahnya ditetapkan sementara Rp 3.00 ditambah biaya pengaktifan). f. besarnya PPN yang harus .000. maka besarnya PPN yang harus dipungut = l0% x (4.00 b. Pedagang Eceran memungut l0% dari harga jual BKP. maka besarnya PPN yang harus dipungut = l0% x (Rp 4. Pajak Masukan yang telah dibayar tidak dapat dikreditkan.000.375.00 dan o film Asia non Mandarin Rp 40.00. maka besarnya PPN yang harus dipungut = l0% x harga ponsel ditambah biaya pengaktifan.000.

nilai ekspor." jelas Menkeu dalam PMK yang dirilis kemarin. Untuk penyerahan media rekaman suara atau gambar adalah perkiraan harga jual ratarata dan untuk penyerahan film cerita adalah perkiraan hasil rata-rata perjudul film. Nilai lain itu antara lain untuk pemakaian sendiri barang kena pajak (BKP) atau jasa kena pajak (JKP) adalah harga jual atau penggantian setelah dikurangi laba kotor. Tarip efektif hasil tembakau / rokok adalah 8. 42/2010 tentang PPN dan PPnBM.000. .00 ditambah biaya pengaktifan). Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. atau nilai lain. http://www.dipungut = l0% x Rp 4. PPN yang terutang dihitung dengan cara mengalikan tarif PPN dengan dasar pengenaan pajak yang meliputi harga jual. Merujuk UU No.03/2010.net/info/nilai_lain_sbg_dasar_pengenaan_pajak. nilai impor.00 /dikurangi DPP yang ada dalam Faktur Pajak tersebut. "Penggantian adalah nilai berupa uang termasuk semua biaya yang diminta oleh pengusaha karena penyerahan JKP.2% dari harga pita cukai. tapi tidak termasuk PPN yang dipungut. h. penggantian. ditambah biaya pengaktifan). besarnya PPN yang harus dipungut = l0% x (Rp 4. Selasa 27 April 2010 Cari Berita Pajak Berita Terkait • • • • • Kirim Komentar Beritahu Teman Cetak A A A PPn-BM maksimal 100% Menkeu atur pajak masukan Pemberlakuan Tax Refund Tak Memuaskan Pengusaha Ritel Peritel manfaatkan celah PPN Batasan omzet bebas PPN perlu disesuaikan JAKARTA: Pemerintah menetapkan 11 nilai lain yang dapat digunakan sebagai dasar pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN). ekspor JKP.000. Untuk pemberian cuma-cuma BKP atau JKP adalah harga jual atau penggantian setelah dikurangi laba kotor.000.htm#2 Kemenkeu tetapkan dasar pengenaan PPN Bisnis Indonesia. dalam PMK No. atau ekspor barang kena pajak tidak berwujud. menjelaskan nilai lain yang dimaksud adalah nilai berupa uang yang ditetapkan sebagai dasar pengenaan pajak.pajak.000. 75/PMK. o Dalam hal ponsel tersebut mereknya tidak terdaftar dan ponsel tersebut tidak didukung Faktur Pajak .

dan harga jual eceran untuk penyerahan produk hasil tembakau.VIII/16/2004 Jenis Pajak : Pajak Pertambahan Nilai Masa Pajak : Januari s. nilai lain untuk penyerahan produk hasil tembakau sebelumnya tidak diatur dalam ketentuan yang lama." jelas Menkeu. akan diatur dengan Peraturan Dirjen Pajak. nilai lain untuk penyerahan BKP dari pusat ke cabang atau sebaliknya dan penyerahan BKP antarcabang adalah harga pokok penjualan atau harga perolehan. Oktober 2002 Pokok Sengketa : Koreksi Dasar Pengenaan Pajak Pajak Pertambahan Nilai Atas Penyerahan Yang Dilakukan Oleh Pengusaha Kendaraan Bermotor Bekas Menurut Terbanding : . serta 10% dari jumlah yang ditagih atau jumlah yang seharusnya ditagih untuk penyerahan jasa pengiriman paket. Adapun.d. Untuk BKP berupa persediaan atau aktiva yang menurut tujuan semula tidak dapat diperjualbelikan (yang masih tersisa pada saat pembubaran perusahaan) adalah harga pasar wajar.com/engine/artikel/art. 01 June 2009 Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put. Nilai lain berikutnya adalah harga yang disepakati antara pedagang perantara dan pembeli untuk penyerahan BKP melalui pedagang perantara.03057/PP/M. Nilai lainnya terakhir adalah 10% dari jumlah tagihan atau jumlah yang seharusnya ditagih untuk penyerahan jasa biro perjalanan atau jasa biro pariwisata. Ketentuan lebih lanjut mengenai penentuan perkiraan harga jual rata-rata untuk penyerahan media rekaman suara atau gambar. perkiraan hasil rata-rata untuk penyerahan film cerita. "Pajak masukan yang berhubungan dengan penyerahan jasa oleh pengusaha jasa pengiriman paket dan pengusaha jasa biro perjalanan atau jasa biro pariwisata tidak dapat dikreditkan.Untuk penyerahan produk hasil tembakau adalah sebesar harga jual eceran.php?artid=7170 Koreksi Dasar Pengenaan PPN Atas Penyerahan Yang Dilakukan Oleh Pengusaha Kendaraan Bermotor Bekas Ditulis oleh adminforum Monday. Harian Bisnis Indonesia. Dari 11 nilai lain itu. harga lelang untuk penyerahan BKP melalui juru lelang.pajakonline. 27 April 2010 http://www.

maka menurut ketentuan.000. Sampai saat dilakukan pemeriksaan Pemohon tidak pernah melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak. Oleh karena Pemohon baru dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak pada tanggal 29 Januari 2003. Hal ini dipertegas dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor : KEP-238/PJ/2002 tentang Pemungutan Pajak Pertambahan Nilai Atas Penyerahan Kendaraan Bermotor Bekas. sehingga Pajak Pertambahan Nilai tersebut baru dapat dipungut dengan menggunakan faktur pajak apabila orang/badan telah dikukuhkan menjadi Pengusaha Kena Pajak.Jenis barang yang diserahkan Pemohon bukan termasuk kelompok yang tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai berdasarkan Pasal 4A ayat (2) Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2000. sehingga berdasarkan ketentuan Pasal 3A ayat (1) Undangundang Nomor 8 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2000 Pemohon seharusnya wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak. baru pada inilah Pemohon dapat menagih Pajak Pertambahan Nilai kepada konsumen sehingga tidaklah adil apabila Pemohon harus menanggung Pajak Pertambahan Nilai yang seharusnya menjadi beban konsumen/pembeli.04/2000. sehingga Pajak Pertambahan Nilai tersebut haruslah menjadi tanggungan/beban dari pembeli. Alasan Pemohon yang menyatakan bahwa tidak dapat memungut Pajak Pertambahan Nilai kepada pembeli karena belum dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak bukanlah alasan yang dapat dipertimbangkan karena secara material dapat diyakini bahwa yang diserahkan Pemohon adalah Barang Kena Pajak dan penyerahannya adalah penyerahan kena pajak. walaupun telah dihimbau untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak dengan Surat Nomor : S-02/WPJ.000. .02/KP. Sesuai dengan Pasal 14 ayat (1) Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2000 disebutkan bahwa orang pribadi atau badan yang tidak dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak dilarang membuat faktur pajak. Nilai penyerahan yang dilakukan Pemohon telah melewati batas penyerahan sebagai pengusaha kecil yaitu lebih dari Rp360.00 sebagaimana ketentuan dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 552/KMK. Menurut Pemohon : Berkenaan dengan Pasal 4 ayat (1) Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2000 tidak mencantumkan bahwa penyerahan mobil bekas terutang Pajak Pertambahan Nilai. di mana pada Pasal 2 ayat (1) menyatakan bahwa atas penyerahan kendaraan bermotor bekas yang dilakukan oleh pengusaha kendaraan bermotor bekas yang semata-mata merupakan barang dagangan terutang Pajak Pertambahan Nilai. 0202/2002 tanggal 25 Juli 2002. Pajak Pertambahan Nilai adalah pajak tidak langsung yang artinya pajak tersebut bukanlah menjadi beban dari si penjual barang/jasa.

51/2000 Jo SE . sehingga tetap dipertahankan. http://pajak.51/2001 Jo KEP . Majelis berpendapat bahwa penyerahan mobil bekas yang dilakukan Pemohon merupakan objek Pajak Pertambahan Nilai dan Pemohon terutang Pajak Pertambahan Nilai sejak saat seharusnya dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak./2001 Jo KEP . maka penyalur/agen kaset isi./2003) : 1) Dalam penghitungan Dasar Pengenaan Pajak tersebut telah diperhitungkan nilai tambah atas penyaluran/keagenannya.K sebagai barang dagangannya. PPN yang disetor ke kas negara dihitung sebesar 10% x 20% x seluruh penyerahan barang dagangan. yaitu saat nilai penyerahan Barang Kena Pajak (mobil bekas) sudah melebihi batasan Pengusaha Kecil. video compact disc karaoke (VCD. 2. 3) Produsen media rekaman yang menyerahkan media rekaman wajib memotong PPnBM yang terutang. 1. compact disc (CD). secara terpisah-pisah . 4) Produsen media rekaman yang melakukan pembelian media rekaman. laser disc (LD).php?option=com_content&task=view&id=5176&Itemid=73 Mekanisme Pengenaan PPN atas Produk Rekaman Suara dan/atau Gambar( SE 13/PJ. diatur antara lain sebagai berikut : 1. 3. 3.337/PJ. Majelis berpendapat bahwa koreksi Dasar Pengenaan Pajak Pajak Pertambahan Nilai yang dilakukan Terbanding sudah benar.Pendapat Majelis : Dalam Pasal 2 Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor : Kep-238/PJ/2002 tentang Pemungutan atas Penyerahan Kendaraan Bermotor Bekas. Berdasarkan hasil pemeriksaan atas bukti-bukti dan fakta-fakta serta keterangan dari Pemohon maupun Terbanding di dalam persidangan. Pengusaha Kena Pajak Kendaraan Bermotor Bekas wajib menerbitkan faktur pajak atas Penyerahan Barang Dagangan.com/index. Dasar Pengenaan Pajak Pajak Pertambahan Nilai sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah 10% (sepuluh persen) dari harga jual. Berdasarkan hasil pemeriksaan atas bukti-bukti dan fakta-fakta serta keterangan dari Pemohon maupun Terbanding di dalam persidangan.K) tidak perlu dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak. bagi PKP Pedagang Eceran yang menggunakan Nilai lain sebagai Dasar Pengenaan Pajak wajib mengenakan PPN 10% atas penyerahan kaset/CD/LD/CD. 2.K) atau laser disc karaoke (LD.552/PJ. Atas penyerahan kendaraan bermotor bekas yang dilakukan oleh Pengusaha Kendaraan Bermotor Bekas yang semata-mata merupakan barang dagangan terutang Pajak Pertambahan Nilai. karena media rekaman adalah Barang Kena Pajak yang tergolong mewah. 2) Meskipun demikian.24/PJ.K/LD.

tetap dapat dikreditkan sehingga dapat dikompensasi atau direstitusi. atau LD kosong).php?id=543 PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39/PMK.(pita kosong sendiri. CD kosong.pajakonline. 7) Dalam hal jumlah nilai stiker lunas PPN yang diminta lebih besar daripada jumlah Pajak Masukan tersebut di atas kekurangannya disetor tunai menggunakan SSP ke kas negara. pembayaran pencetakan label. pembayaran royalty. majalah. 6) Pajak Masukan yang tercantum dalam Faktur Pajak Setandar atas : pembelian media rekaman (kaset kosong. Unsur PPn BM yang tercantum dalam Faktur Pajak tidak ikut diperhitungkan. Menimbang : . 5) PPn BM yang dibayar atas impor atau perolehan bahan baku media rekaman oleh pabrikan yang memproduksi media rekaman tidak dapat dikompensasi atau dikemba1ikan namun dapat dibebankan sebagai biaya sesuai ketentuan perundang-undangan Pajak Penghasilan. dan surat kabar. maka Pajak Masukan tersebut dapat dipergunakan sebagai bukti pembayaran PPN untuk penebusan stiker Masa Pajak berikutnya selambat-lambatnya pada bulan ketiga setelah akhir tahun buku yang bersangkutan atau dibebankan sebagai biaya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan Pajak Penghasilan: http://www. C-zero sendiri. pembayaran jasa periklanan pada televisi. pembelian atau pembuatan master rekaman lagu/ suara. snappac sendiri). diperlakukan sebagai pabrikan media rekaman yang siap rekam dan atas penyerahannya terutang PPn BM dengan tarif 20%. 8) Pajak Masukan yang dapat dikreditkan selain yang tersebut di atas.03/2010 TENTANG BATASAN DAN TATA CARA PENGENAAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI ATAS KEGIATAN MEMBANGUN SENDIRI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA. 9) Dalam hal sampai dengan akhir suatu Masa Pajak masih terdapat Pajak Masukan yang dimaksud pada huruf di atas. dapat digunakan sebagai bukti pembayaran PPN untuk penembusan stiker lunas PPN.com/engine/learning/view. pembayaran jasa rekaman. radio. yang belum digunakan sebagai bukti pembayaran PPN untuk penebusan stiker.

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49. b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 16C Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 51. 2. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4999). Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri Keuangan ini yang dimaksud dengan: 1. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG BATASAN DAN TATA CARA PENGENAAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI ATAS KEGIATAN MEMBANGUN SENDIRI. atau nilai lain yang dipakai sebagai dasar untuk menghitung pajak yang terutang.a. bahwa dalam rangka lebih melindungi masyarakat yang berpenghasilan rendah dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai atas kegiatan membangun sendiri perlu mengatur kembali batasan kegiatan membangun sendiri. Nilai Ekspor. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3264) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 150. Nilai Impor. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5069). Mengingat : 1. Surat Setoran Pajak adalah bukti pembayaran atau penyetoran pajak yang telah . Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009. perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Batasan dan Tata Cara Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai atas Kegiatan Membangun Sendiri. 2. Dasar Pengenaan Pajak adalah jumlah Harga Jual. Penggantian. 3.

diperuntukkan bagi tempat tinggal atau tempat kegiatan usaha. dan/atau baja. beton. Pasal 3 (1) Pajak Pertambahan Nilai terutang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dihitung dengan cara mengalikan tarif 10% (sepuluh persen) dengan Dasar Pengenaan Pajak. (3) Kegiatan membangun sendiri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah kegiatan membangun bangunan yang dilakukan tidak dalam kegiatan usaha atau pekerjaan oleh orang pribadi atau badan yang hasilnya digunakan sendiri atau digunakan pihak lain. tidak termasuk harga perolehan tanah. pasangan batu bata atau bahan sejenis. (2) Dasar Pengenaan Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah 40% (empat puluh persen) dari jumlah biaya yang dikeluarkan dan/atau yang dibayarkan untuk membangun bangunan.dilakukan dengan menggunakan formulir atau telah dilakukan dengan cara lain ke kas negara melalui tempat pembayaran yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan. (2) Kegiatan membangun sendiri yang dilakukan secara bertahap dianggap merupakan satu kesatuan kegiatan sepanjang tenggang waktu antara tahapan- . konstruksi utamanya terdiri dari kayu. Pasal 4 (1) Saat terutangnya Pajak Pertambahan Nilai atas kegiatan membangun sendiri terjadi pada saat mulai dibangunnya bangunan. dan c. Pasal 2 (1) Kegiatan membangun sendiri terutang Pajak Pertambahan Nilai. luas keseluruhan paling sedikit 300 m2 (tiga ratus meter persegi). (2) Pajak Pertambahan Nilai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terutang bagi orang pribadi atau badan yang melakukan kegiatan membangun sendiri. b. (4) Bangunan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) berupa satu atau lebih konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap pada satu kesatuan tanah dan/atau perairan dengan kriteria: a.

(2) Dalam hal orang pribadi atau badan yang membangun sendiri bangunan untuk digunakan pihak lain sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dapat menunjukkan bukti Surat Setoran Pajak asli Pajak Pertambahan Nilai atas kegiatan membangun sendiri. pihak lain yang menggunakan bangunan tersebut bertanggung jawab secara renteng atas pembayaran Pajak Pertambahan Nilai . Pasal 6 Pajak Masukan yang dibayar sehubungan dengan kegiatan membangun sendiri tidak dapat dikreditkan.tahapan tersebut tidak lebih dari 2 (dua) tahun. Pasal 5 (1) Pembayaran Pajak Pertambahan Nilai terutang dilakukan setiap bulan sebesar 10% (sepuluh persen) dikalikan dengan 40% (empat puluh persen) dikalikan dengan jumlah biaya yang dikeluarkan dan/atau yang dibayarkan pada setiap bulannya. orang pribadi atau badan yang melakukan kegiatan membangun sendiri wajib menyerahkan bukti Surat Setoran Pajak asli Pajak Pertambahan Nilai atas kegiatan membangun sendiri kepada pihak lain yang menggunakan bangunan tersebut. Pasal 7 (1) Dalam hal bangunan sebagai hasil kegiatan membangun sendiri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 digunakan oleh pihak lain sebagai tempat tinggal atau tempat kegiatan usaha. (3) Tempat Pajak Pertambahan Nilai terutang atas kegiatan membangun sendiri adalah di tempat bangunan tersebut didirikan. (2) Pajak Pertambahan Nilai terutang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib disetor ke Kas Negara melalui Kantor Pos atau Bank Persepsi paling lama tanggal 15 bulan berikutnya setelah berakhirnya masa pajak. (3) Orang pribadi atau badan yang melakukan kegiatan membangun sendiri wajib melaporkan penyetoran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada Kantor Pelayanan Pajak yang wilayahnya meliputi tempat bangunan tersebut dengan mempergunakan lembar ketiga Surat Setoran Pajak paling lama akhir bulan berikutnya setelah berakhirnya masa pajak.

2. pelaporan. Agar setiap orang mengetahuinya. Ditetapkan pada MENTERI di tanggal 22 Februari Jakarta 2010 KEUANGAN.03/2002. memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Pasal 8 Tata cara pengisian Surat Setoran Pajak.03/2002. dikenakan Pajak Pertambahan Nilai berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 554/KMK. Kegiatan membangun sendiri yang telah dimulai sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini dan belum selesai pembangunannya. Pasal 10 Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal 1 April 2010. . dan pengawasan pengenaan Pajak Pertambahan Nilai atas kegiatan membangun sendiri diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak. Pasal 9 Pada saat Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku: 1. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.yang terutang.04/2000 tentang Batasan dan Tata Cara Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai atas Kegiatan Membangun Sendiri yang Dilakukan Tidak Dalam Kegiatan Usaha atau Pekerjaan oleh Orang Pribadi atau Badan yang Hasilnya Digunakan Sendiri atau Digunakan Pihak Lain sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 320/KMK. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 554/KMK.04/2000 tentang Batasan dan Tata Cara Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai atas Kegiatan Membangun Sendiri yang Dilakukan Tidak Dalam Kegiatan Usaha atau Pekerjaan oleh Orang Pribadi atau Badan yang Hasilnya Digunakan Sendiri atau Digunakan Pihak Lain sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 320/KMK.

51/2004 DASAR PENGENAAN PAJAK Written by Administrator Tuesday. c.org/ortax/?mod=aturan&page=show&id=14132 S-198/PJ. dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut: 1.900.000.ortax. a. Dalam kontrak-kontrak tersebut disebutkan bahwa jumlah seluruh harga borongan adalah sebesar Rp 3. BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010 NOMOR 95 http://www.ttd. b.00 (tiga milyar tiga ratus lima puluh empat juta sembilan ratus ribu rupiah) tanpa menyebutkan secara jelas apakah dalam jumlah tersebut sudah termasuk PPN atau belum termasuk PPN. Pemborongan/pembangunan rumah dinas tersebut dilakukan berdasarkan Kontrak Kerja Pelaksanaan Nomor XXX tanggal 2 Juli 2002 serta Surat Perjanjian Tambahan (Addendum-I) dari Kontrak Kerja Pelaksanaan Nomor XXX tanggal 2 Juli 2002 Nomor XXX tanggal 21 Oktober 2002. PATRIALIS AKBAR di tanggal HUKUM 22 DAN HAK Februari ASASI Jakarta 2010 MANUSIA. Dinas TNI AL .354. SRI MULYANI INDRAWATI Diundangkan pada MENTERI ttd. 06 April 2004 DASAR PENGENAAN PAJAK Sehubungan dengan surat Saudara Nomor XXX tanggal 18 Pebruari 2004 hal Pajak Pertambahan Nilai Terutang. Berdasarkan surat tersebut Saudara menjelaskan bahwa: PT ABC melakukan penyerahan jasa pemborongan/pembangunan Rumah yang dikenakan Pajak Pertambahan Nilai.

Atas PPN yang terutang tersebut telah dipungut dan disetor oleh bendaharawan TNI AL (sebagai Pemungut PPN) atas nama PT ABC (sebagai PKP Rekanan).770.00 (Rp 3. Ayat (1) Wajib Pajak dengan kemauan sendiri dapat membetulkan Surat Pemberitahuan yang telah disampaikan dengan menyampaikan pernyataan tertulis dalam jangka waktu 2 (dua) tahun sesudah berakhirnya Masa Pajak.049.00) dan PPN yang terutang sebesar Rp 304. antara lain: a. menetapkan.000. Atas penyerahan jasa pemborongan rumah dinas tersebut PT ABC telah menerbitkan Faktur Pajak dengan Dasar Pengenaan Pajak sebesar Rp 3.770.997.049. Saudara memohon petunjuk mengenai mekanisme perbaikan Faktur Pajak serta penyetoran PPN yang masih harus dibayar serta sanksi administrasinya.900.354. 2. bagian tahun Pajak atau Tahun Pajak dengan syarat Direktur Jenderal Pajak belum melakukan tindakan pemeriksaan.d. dihitung sejak saat penyampaian Surat Pemberitahuan berakhir sampai dengan tanggal pembayaran karena pembetulan Surat Pemberitahuan itu 3.977. b. e.977.00 x 10%). Ayat (2) dalam hal Wajib Pajak membetulkan sendiri Surat Pemberitahuan yang mengakibatkan utang pajak menjadi lebih besar. Pasal 8 Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2000. Pasal 5 Peraturan Pemerintah Nomor 143 Tahun 2000 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 Tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak .777. f. Berdasarkan hal-hal tersebut Saudara menanyakan: 1) Apakah Dasar Pengenaan Pajak serta perhitungan PPN terutang yang dicantumkan dalam Faktur Pajak tersebut sudah sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku? 2) Apabila salah. maka kepadanya dikenakan sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan atas jumlah pajak yang kurang bayar.00 (110/100 x Rp 3.

Dasar Pengenaan Pajak. Ukuran. cacat. atau mencoret. atau salah dalam penulisan. harus disebutkan dengan jelas nilainya. 4. maka wajib disebutkan dengan jelas bahwa dalam nilai tersebut telah termasuk pajak. Ayat (1) Dalam kontrak atau perjanjian tertulis mengenai penyerahan Barang Kena Pajak dan atau Jasa Kena Pajak. b. . menyebutkan antara lain: a. Pengadaan. yang mengatur Tata Cara Pembetulan Faktur Pajak Standar yang Rusak atau Cacat atau Salah dalam Pengisian atau Salah Dalam Penulisan. terhadap Faktur Pajak yang rusak. maka jumlah harga yang tercantum dalam kontrak atau perjanjian tertulis tersebut dianggap sebagai Dasar Pengenaan Pajak. Ayat (2) Apabila dalam nilai kontrak atau perjanjian tertulis telah termasuk pajak./2000 tentang Saat Pembuatan Bentuk. mengatur antara lain: a. selain dengan cara membuat Faktur Pajak Standar Pengganti. Pembetulan Faktur Pajak Standar yang rusak.Penjualan atas Barang Mewah Sebagaimana Telah Beberapa Kali Diubah Terakhir Dengan Undangundang Nomor 18 Tahun 2000 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2002. salah dalam pengisian. dan Tata Cara Pembetulan Faktur Pajak Standar sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-433/PJ. b. cacat. dan besarnya Pajak yang terutang. c. Ayat (3) Apabila ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) tidak dipenuhi. Tata Cara Penyampaian./2002. salah dalam pengisian atau salah dalam penulisan tidak diperkenankan dengan cara menghapus. atau dengan cara lain. Pengusaha Kena Pajak penjual atau pemberi Jasa Kena Pajak membuat Faktur Pajak Standar Pengganti. Lampiran III Butir A Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP549/PJ. Atas permintaan Pengusaha Kena Pajak pembeli atau penerima Jasa Kena Pajak atau atas kemauan sendiri.

Faktur Pajak Standar Pengganti diisi berdasarkan keterangan yang seharusnya dan dilampiri dengan Faktur Pajak Standar yang rusak atau cacat atau salah dalam penulisan atau salah dalam pengisian tersebut. f. jumlah PPN yang seharusnya terutang adalah sebesar Rp 335.00 (tiga milyar tiga ratus lima puluh empat juta sembilan ratus ribu rupiah). Penerbitan Faktur Pajak Standar Pengganti mengakibatkan adanya kewajiban untuk membetulkan Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai pada Masa Pajak terjadinya kesalahan pembuatan Faktur Pajak Standar tersebut. Berdasarkan hal-hal tersebut diatas. Faktur Pajak Standar Pengganti dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai pada Masa Pajak yang sama dengan Masa Pajak dilaporkannya Faktur Pajak Standar yang diganti. d.900. dan tanggal Faktur Pajak Standar yang diganti tersebut.490. Dengan menerbitkan Faktur Pajak Standar Pengganti. g.00 (tiga ratus tiga puluh lima juta empat ratus sembilan puluh ribu rupiah) b. Oleh karena itu.354. Dasar Pengenaan Pajak dan besarnya PPN yang terutang.000. dengan ini kami tegaskan bahwa: a. Nomor Seri. Faktur Pajak Standar yang telah diterbitkan dapat dibetulkan dengan menerbitkan Faktur Pajak Standar Pengganti dengan tata cara sebagaimana diuraikan pada angka 4. Mengingat bahwa dalam kontrak kerja pemborongan sebagaimana tersebut dalam angka 1 huruf b dan c di atas tidak menyebutkan nilai jasa pemborongan. Pada Faktur Pajak Standar Pengganti. dibubuhkan cap yang mencantumkan Kode. Penerbitan dan peruntukkan Faktur Pajak Standar Pengganti dilaksanakan seperti Faktur Pajak Standar yang biasa.c. c. maka PT ABC wajib membetulkan Surat Pemberitahuan Masa PPN pada Masa Pajak terjadinya kesalahan pembuatan Faktur Pajak Standar tersebut sesuai ketentuan sebagaimana tersebut dalam angka 2 huruf a. e. 5.000. maka Dasar Pengenaan Pajak yang seharusnya dicantumkan dalam Faktur Pajak adalah sebesar nilai kontrak yang bersangkutan yaitu Rp 3. .

DIREKTUR JENDERAL PJ. DIREKTUR PPN DAN PTLL ttd ROBERT PAKPAHAN http://www.php?option=com_content&task=view&id=1925&Itemid=35 .rumahpajak. A. Demikian untuk dimaklumi. Setoran Pajak Atas jumlah PPN yang kurang dibayar dapat disetor dengan Surat ditambah dengan sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% sebulan dihitung sejak saat penyampaian Surat Pemberitahuan Masa PPN berakhir sampai dengan tanggal pembayaran karena pembetulan Surat Pemberitahuan Masa PPN tersebut.d.com/index.n.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful