P. 1
Sejarah Masa Prasejarah

Sejarah Masa Prasejarah

|Views: 278|Likes:

More info:

Published by: Dhevaanggelista Suprapto on Oct 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/06/2014

pdf

text

original

TUGAS KELOMPPOK X8

SEJARAH MAKALAH TRADISI SEJARAH MASYARAKAT MASA SEJARAH

OLEH: KELOMPOK 4 Ketua: Piety Hilga D.S (24) Anggota: Mundiatus Syariah (21) Naomi H. (22) Olga N (23) Mery Dwi P (19)

UPTD RSMABI 2 NGANJUK Tahun Ajaran 2012/2013

Kata Pengantar

Assalamu’alaikum wr.wb . Segala puji bagi Allah swt. Karena berkat rahmat dan taufiknya kami dapat menyelesaikan tugas kelompok mata pelajaran Sejarah BAB 2 “Tradisi Sejarah Masyarakat Indonesia” Dengan pokok pembahasan: “Makalah Tradisi Sejarah pada masa Sejarah” Terima kasih kami ucapkan kepada ibu Sumarni selaku guru mata pelajaran Sejarah yang sudah memberikan tugas ini, karena pada dasarnya setiap tugas yang diberikan pasti mempunyai manfaat. Dan kami merasakan manfat itu. Akhir kata mohon maaf jika ada kurang lebihnya,saran dan kritikan membangun adalah masukan yang berharga. wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Daftar Isi

Halaman Judul Kata Pengantar Daftar Isi Peta Konsep A. Tulisan-tulisan dalam prasasti............................................................................. 1 B. Tiang Bertulis di Kutai .......................................................................................... 2 C. Batu Bertulis Tarumanegara ................................................................................ 2 D. Sriwijaya ................................................................................................................ 3 E. Tahap Kesussasteraan Tertulis di Indonesia ........................................................ 4 Lampiran

Peta Konsep

Pokok Bahasan: Tradisi Sejarah Masa Sejarah

•Huruf Pallawa Awal periodasi perkembangan •Huruf Pallawa Akhir tulisan pada masyarakat di •Huruf Kawi Awal •Huruf Kawi Akhir Indonesia •Huruf Kawi Akhir Majapahit

Prasasti Yang Menunjukan •Tiang Bertulis di Kutai perkembangan Tulisan di •batu Bertulis di Tarumanegara •Prasasti-prasasti Sriwijaya Indonesia

TRADISI SEJARAH MASYARAKAT SEJARAH

Tahap awal perkembangan tulisan yang digunakan, berdasarkan penemuan prasasti di Indonesia dan Malaysia.

A Tulisan-tulisan dalam prasasti
Prasasti merupakan putusan resmi yang tertulis pada batu atau logam yang rumusannya mengikuti kaidah- kaidah tertentu. Prasasti di Indonesia kebanyakan menggunakan bahasa Sansekerta, walaupun ada yang menggunakan bahasa lain. Bahasa sansekerta adalah bahasa pendidikan kuno yang biasanya digunakan dalam dunia pendidikan dan keagamaan di seluruh India. Antara abad 4-8 masehi menggunakan huruf pallawa. Pada abad itu juga berkembang tulisan kawi, jawa Kuno, negari kuno, tulisan arab persia. Yang dibuktikan dengan adanya sekitar 3000 prasasti di Indonesia.

Tulisan-Tulisan dalam prasasti 1. Tulisan huruf pallawa: Revolusi huruf India, yang hampir digunakan di seluruh Asia Tenggara dan Asia Selatan a. Prasasti tertua yaitu 7 prasasti Yupa(di kutai) abad ke 4, yang mirip dengan yang ada di Andhara Pradesh(abad 4) fitur khusus pada prasasti ini sangat kuno. Prasasti ini memiliki tambahan yang disebut tulisan kerang yang oleh sejahrawan diartikan sebagai tanda tangan raja. b. prasasti Sriwijaya melayu kuno di Sumatera Selatan dan di pulau Bangka (abad 7M). Prasasti ini tidak memiliki ornamentetapi lebih teraturdengan tinggi huruf yang sama. Kemudian prasasti Canggal di Jawa Tengah(tahun 732), memiliki kesamaan dengan prasasti Sriwijaya, tetapi lebih berornamen. 2. tulisan Huruf Kawi awal Adalah tipikal huruf Jawa dan menunjukan permulaan bentuk-bentuk proto regional, yang Bukan lagi evolusi tulisan India, a. Prasasti Dinoyo (760) di Jawa Timur, dan digunakan hampir di seluruh prasasti di Jawa. 3. Tahap Huruf Nagari Kuno(pre Nagari) Tulisan yang digunakan untuk menulis Sansekerta, yang kemungkinan berasal dari India Utara, yang berkaitan dengan biara Buddha di Nalanda. Dibuat pada awal abad XI hingga abad XII. a. Prasasti dari Sanur(abad 914), terdiri dari 3 bagian, tulisann Nagari, Bahasa Bali kuno, dan tulisan Kawi awal 4. Tulisan Kawi Akhir(tahun 925-1250) Memiliki huruf dasar sama dengan Kawi awal, akan tetapi lebih dekoratif dan huruf-huruf di bentuk lebih rumit. a. Prasasti dari Jawa Timur dan Bali (abad ke 10-15)

5.

Tulisan Periode Majapahit (abad 14-15) Muncul beberapa gaya penulisan yang berbedaterdapat kecenderunag kembali ke gaya monumentall yang sederhana. a. Prasasti-prasasti abad ke 14 dari sumatera Barat yang berhubunag dengan Raja Adityawarman.

6. Tulisan Arab-Persia Tulisan Arab biasa, yang utamanyadigunakan untuk teks religius dan pahatan di atas batu nisan. a. sebuahprasasti (abad 11) di Leran, Jawa Timur yang ditulis dengan tulisan Kufic b. Batu nissan Sultan Malikussaleh di Sumatera Utara (1297) c. Batu nissan Malik Ibrahim (abad 1429) di Jawa Timur

B Tiang Bertulis di Kutai

Di lembah sungai Mahakam Kalimantan timur, ditemukan tujuh tugu batu yang digambarkan sebagai yupa tempat mengikat hewan hewan yang akan dipersembahkan. pada tugu tugu batu ini tertulis sajak sajak dalam bahasa sansakerta yang mengisyaratkan persembahan besar besaran. persmbahan ini terdiri atas hewan ternak tetapi terdapat pula binatang lain seperti kuda yang diberikan kepada para Brahmana sebagai balas jasa ata kehadiran mreka dalam ritual tersebut sebagai wakil dari Raja Mulawarman. Ritual ini merupakan karaktristik pelaksanaan Hindu arkais yang ada di India. Tulisan pada tiang tiang ini mnujukan waktu penulisannya yakni pada pertngahan kedua abad ke 4. namun sebuah gnealogi yang terdapat di dalamnya menujukan bahwa kerajaan tyersebut kemungkinan telah brdiri satu abad lebih awal.tidak ada informasi mengenaiasal usul salah satu kerajaan tertua di Asia Tenggara yang di pimpin oleh Mulawarman ini. Alasan mengapa prasasti pertama di Indonesia dan beberapa jejak seni klasik justru ditmukan jauh dari jalur komunikasi intrnasional tetapi merupakan sebuah misteri.

C Batu Bertulis Tarumanegara

Batu bertulis di Tarumanegara Kerajaan Tarumanegara Purnawarman (Abad ke-5) Jawa Barat Raja

Prasasti Ciareutenun (Bogor) Prasasti Kebon Kopi (Bogor) Prasasti Jambu (Bogor) Prasasti Pasir Awi (Bogor) Prasasti Tugu ( Cilincing,Jakarta) Prasasti Muara Cianten (Bogor) Prasasti Cidang Cianten (Banten Selatan)

D Sriwijaya

Sriwijaya adalah kerajaan besar pertama di Indonesia yang muncul sebelum tahun 683, tahun yang tertera dalam prasasti paling tua, di dekat Palembang, Sumatera Selatan. Sriwijaya merupakan kerajaan kuat yang sudah menguasai selat Malaka dan daerah-daerah penghubung lain selama brabad-abad. Prasasti-prasasti tertua Sriwijaya, tahun 683,684, dan 686, merupakan prasasti Melayu Kuno tertua. Dua prasasti pertama ditemukan didaerah yang saat ini bernama Palembang, sementara prasati yang terakhir ditemukan di Pulau Bangka. Prasasti-prasasti itu merupakan bukti pertama keberadaan Buddha Mahayana di Asia Tenggara, sekaligus keberadaan agama Budha di Indonesia. Prasasti di Bangka berisi kutukan panjang yang ditujukan kepada para pemberontak dan penghianat. Bentuk dari kutukan yang lebih rumit dan lengkap, tetapi tidak menunjukkan tanggal, ditemukan di Sabukingking, Palembang. Prasasti abad ke-7 M ini dimasudkan baik untuk dibaca maupun digunakan. Versi lain dari kutukan yang sama juga ditemukan di Karang Berahi, Jambi, dan dua situs di kawasan selatan pulau ini. Penyebaran ini mengisyaratkan besarnya kekuasaan sriwijaya. Selain bentuk sastra tertulis yang ditemukan di prasasti-prasasti, pada masa

protohistory dan earlyhistory, masyarakat sudah menggunakan besi sebagai alat
pertanian, mereka juga sudah mulai bias memproduksi keramik dengan teknologi yang sederhana.pada masa klasik awal, sekitar tahun 600-900, keahlian untuk membuat kontruksi monument batu besar sudah terorganisasi. Dengan menggunakan teknik struktur permanen awal diatas batu. Contoh bangunannya adalah Borobudur dan Prambanan. Dari sudut pandang politik, kerajaan di Indonesia yang pertama sekali adalah Tarumanegara di Jawa Barat. Rajanya mempunyai kepentingan ritual, tetapi kurang mempunyai kekuasaan yang nyata di luar lingkungannya. Sesudahnya, Syailendra yang Buddisme di Jawa Timur dan Sanjaya yang Hindu di Sumatera. Patung klasik yang aling awal adalah patug Buddha yang terbuat dari perunggudi Sulawesi dan Jawa Timur serta patung Wisnu dari Jawa Teangah. Pada masa naratif di Borobudur dan mendirikan berbagai patung-patung monumental di awa Tengah dan Sumatera Selatan. Pada masa ini pula, hubungan perdagangan dengan Cina sudah mulai dibangun. Kemakmuran yang dihasilkan oleh perdagangan selalu mengilhami pengusa. Pada masa sesudahnya, koin-koin emas dan perak mulai muncul. Pasar-pasr periodik

menyebar dimana-mana. Sriwijaya dan Mataram berusaha mengontrol perdagangan laut internasional do asia Tenggara. Konsolidasi pembagian masyarakat secara permanen ke dalam kalangan bangsawan, rakyat, dan rakyat jelata terjadi. Pada msasa sesudahnya, penguasa mulai mengidentifikasikan dirinya sendiri sebagai orang yang mempunyai relasi khusus dengan dewa-dewa. Mereka tidak pernah mengklaim sebagai dewa. Pad bidang agama, Hinduisme dan Buddhisme menemukan tempat berpijak sepanjang rute perdagangan. Di banyak wilayah, tradisi religi praklasik msih berlangsung. Pada masa sesudahnya, Hinduisme yang devonsional, Siva dan Wisnu menjadi dewa-dewa yang paling popular, dan Buddhisme Mahayana mendominasi kehidupan rakyat pedesaan.

E Tahap Kesussasteraan Tertulis di Indonesia

1. Kesussasteraan Mataram Hasil: Shang Hiang Kamahayanikan (Sambara Suryawanasa) 2. Zaman Kediri Hasil: Arjuna Wiwaha (Mpu Kanwa) Kresyanayana (Mpu Dharmajaya) Bharatayudha (Mpu Sedah- Mpu panuluh) 3. Zaman majapahit I Hasil: Negarakertagama(Mpu Prapanca) Kitab Sutasoma (mpu Tantular) 4. Zaman Majapahit II Hasil: Kitab Pararaton dan Kitab BuBhuksah

Lampiran

Huruf Pallawa

huruf sansekerta

prasasti Yupa

prasasti Sriwijaya

prasasti tarumanegara

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->