P. 1
Manajemen Operasional - Mengelola Kualitas

Manajemen Operasional - Mengelola Kualitas

|Views: 1,202|Likes:
Published by Christine Yezzie

More info:

Published by: Christine Yezzie on Oct 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/02/2015

pdf

text

original

MANAJEMEN OPERASIONAL

:

“MENGELOLA KUALITAS”
Kualitas dan Strategi
Kualitas adalah obat ajaib bagi perbaikan operasi.Pengelolaan kualitas membantu membangun strategi-strategi yang sukses dalam diferensiasi biaya rendah dan respon pelanggan.

Perbaikan dalam kualitas akan membantu perusahaan meningkatkan pangsa pasar dan menekan biaya, dan keuadanya dapat meningkatkan profitabilitas.Peningkatan pangsa pasar sering terjadi karena perusahaan merespon secara cepat harga jual rendah sebagai hasil dari skala ekonomis,dan meningkatkan reputasi kualitas produk. Demikian juga, perbaikan kualitas akan diikuti oleh penurunan biaya karena perusahaan dapat meningkatkan produktivitas dan mengurangi kerja ulang, barang sisa dan biaya garansi.

Definisi Kualitas
Sistem Manajemen kualitas total dikembangkan melalui identifikasi dan pemuasan kebutuhan pelanggan. Manajemen kualitas total mengelola konsumen. Jadi kualitas dapat didefinisikan sebagai “keseluruhan karakteristik dan fitur/bagian produk atau jasa yang memiliki kemampuan

Tugas Mata Kuliah Manajemen Operasional, by: C. Yezzie

Disini dikatakan bahwa kualitas terletak dimata konsumen. sehingga mereka mengartikan bahwa kualitas yang lebih tinggi berarti kinerja yang lebih baik. bentuk yang lebih bagus dan adanya sejumlah perbaikkan. yaitu: 1. Bagi manajer produksi.Product-base Approach. Pendekatan ini memandang bahwa kualitas merupakan suatu variable yang tepat dan dapat diukur. Orang pemasaran dan juga konsumen senang dengan konsep ini. sehingga untuk mengembangkan produk. Atau dapat juga didefinisikan sebagai “kemampuan produk atau jasa memenuhi kebutuhan konsumen”. 3. dan kualitas tidak mungkin digantikan oleh promosi segencar apapun Liabilitas Produk: Tanggung jawab produk dapat berupa penghindaran terjadinya kerusakan atau kecelakaan dalam pemakaian/penggunaan produk yang dapat berakibat pada tingginya pengeluaran legal atau publisitas yang buruk  Implikasi Global: Kualitas saat ini menjadi perhatian internasional.Manufacturing-base Approach.Berikut ini beberapa definisi kualitas (3kategori). Yezzie . terdapat beberapa definisi kualitas yang didasarkan pada berbagai katergori. by: C. manajer operasi harus mendefinisikan harapan-harapan konsumen. 2.untuk memuaskan kebutuhan konsumen”.User-based Approach. kualitas berarti kesesuaian terhadap standard an making it right the first time. disain dan harga yang diharapkan oleh pasar global Tugas Mata Kuliah Manajemen Operasional. Bagan pengendalian merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengukur karakteristik produk (variable/atribut). Implikasi lain dari kualitas. bahwa kualitas adalah elemen kritis dalam operasi antara lain karena alasan:   Reputasi Perusahaan: Kualitasakan menentukan persepsi orang tentang perusahaan. sehingga produk juga harus sesuai dengan kualitas. Namun demikian.

Yezzie . Environmental Management Standard (ISO 1400)   Merupakan standar manajemen lingkungan yang ditetapkan oleh ME Terdiri atas lima elemen inti.(5) penilaian atau pengukuran daur hidup produk. Europe’s ISO 9000 Standard   Standar kualitas yang dikembangkan oleh Masyarakat Eropa (ME) yang disebut ISO 9000.9001.Q91. Tugas Mata Kuliah Manajemen Operasional. dan (3) taat pada standar ini akan penting bagi sertifikasi produk.  Q90: berisi tentang overview dan introduksi atas standar yang lain. dan perusahaan akan diberi sertifikat setelah diuji. US Standards  AS telah lama mempunyai spesifikasi militer untuk pertahanan yang belakangan dikembangkan dalam standar kualitas. (4) pemberian label. by: C.  Beberapa factor yang membuat ISO 9000 menarik adalah: (1) standar ini diterima oleh seluruh dunia. (2) standar ini sekarang diterapkan pada produk yang dibuat atau diimport oleh ME. melalui dokumentasi yang rinci atas bisnis perusahaan dalam ME. yang terdiri dari Q90.Q92.Standar Kualitas Internasional Japan Industrial Standard   Menekankan pada perbaikan yang terus menerus dan peran komitmen serta koordinasi organisasi secara keseluruhan.Q93 dan Q94. yaitu (1) manajemen lingkungan (2) auditing. definisi dan konsep yang berhubungan dengan kualitas. Disebut Industrial Standard Z8101-1981.9003 dan 9004 Fokusnya adalah menekankan agar ditetapkan prosedur manajemen kualitas. (3)evaluasi kerja.9002.

Continuous Improvement : mensyaratkan suatu proses perbaikan terus menerus yang tidak pernah berhenti. supplier. instalasi dan pelayanan produk dan jasa. Lima Aspek untuk TQM yang efektif 1. 2. Total Quality Management (TQM) TQM merupakan manajemen kualitas dari keseluruhan organisasi. by: C. yang meliputi orang. mengembangkan supervise yang terbuka dan sportif.   Q91: standar umum untuk rancangan. Q92: lebih detil dari Q91 untuk keterlibatan organisasi dalam produksi. Yezzie .   Q93: memberikan petunjuk untuk pengelolaan dan auditing atas suatu system control kualitas Q94: memberikan petunjuk untuk penglolaan dan auditing atas suatu system control kualitas. dapat dilakukan dengan mengembangkan jaringan komunikasi yang melibatkan konsumen. TQM menekankan pada suatu komitmen manajemen terhadap kontinuitas organisasi menuju keunggulan dalam semua aspek produk dan jasa yang penting bagi pelanggan. dari supplier sampai pelanggan. instalasi dan pelayanan produk atau jasa. material dan prosedurprosedur (Jepang menggunakan sebutan “Kaizen”). Employee Empowerment : melibatkan karyawan dalam semua langkah proses produksi. Q93: lebih detail dari Q91 keterlibatan khusus organisasi dalam inspeksi dan pengujian dan juga distributor serta kontraktor yang akan memberikan nilai tambah. peralatan.pengembangan. TQM penting karena keputusan kualitas akan mempengaruhi ke-10 keputusan MO. manufaktur. melimpahkan tanggung Tugas Mata Kuliah Manajemen Operasional.

by: C. JIT berhubungan dengan kualitas pada 3 hal : (a) JIT memotong biaya kualitas (karena barang sisa. setiap orang harus dilatih dalam teknik/alat TQM. laksanakan benchmark untuk menyesuaikan atau melebihi partner yang di benchmark. Just in Time (JIT) : merupakan system perbaikan secara kontinyu dan pemecahan masalah masalah. 5. JIT dirancang untuk menghasilkan dan mengantarkan produk saat dibutuhkan. 3. Knowledge of TQM Tools : untuk pemberdayaan tenaga kerja & implementasi TQM sebagai upaya berkelanjutan. QFD memiliki teknik yang disebut house of quality. dan (c) kualitas yang lebih baik berarti persediaan yang lebih sedikit dan berarti penerapan system JIT akan lebih baik dan lebih mudah. Sasarannya adalah mengembangkan standarm atau membenchmark. (b) JIT meningkatkan kualitas (karena JIT menekankan lead time dan sumber-sumber kesalahan). Alat-alat TQM Untuk pemberdayaan karyawan dan implementasi TQM. yaitu teknik grafis yang digunakan untuk menjelaskan hubungan antara keinginan konsumen dengan fitur produk/jasa. Yezzie . kerja ulang persediaan dan biaya kerusakan dihilangkan).jawab dari manajer dan staf ke karyawan. Taguchi Technique: merupakan suatu teknik pengendalian kualitas yang memfokuskan pada perbaikan produk pada tahan disain. biaya atau praktek praktek yang mewakili suatu kinerja terbaik untuk suatu proses atau kegiatan dalam suatu organisasi. membangun moralitas organisasi. dan menciptakan struktur organisasi formal sebagai tim dan gugus kendali mutu. Quality Function Deployment (house of quality) : merupakan suatu proses untuk menentukan persyaratan yang diminta oleh pelanggan dan menterjemahkannya kedalam sejumlah atribut dalam disain produk. bentuk tim. 4. maka setiap orang harus memahami teknik TQM. identifikasi partner benchmarking. Tugas Mata Kuliah Manajemen Operasional.Benchmarking: memilih standar kinerja atas suatu produk. Berikut ini akan dibahas TQM Tools yang terdiri dari 6 teknik/alat yang digunakan untuk upaya perbaikan berkelanjutan TQM: 1. kumpulkan dan analisa informasi benchmarking. jasa. 2.

Statistical process control : merupakan proses yang digunakan untuk memonitor standar. Ini berarti perusahaan harus melakukan jasa yang benar pada saat pertama jasa itu diperkenalkan dan akan selalu demikian.meliputi: 1. lokasi/titik yang memungkinkan timbulnya masalah bias saja bahan baku. mengukur dan melakukan tindakan korektif saat produk atau jasa sedang diproduksi. TQM Jasa Kualitas jasa lebih sulit diukur dairpada kualitas barang manufaktur. Yezzie .3. mesin atau metode kerjanya. untuk memfokuskan upaya pemecahan masalah. Cause-and-effect diagram (Ishikawa diagram of fish-bone charts): merupakan suatu teknik skematik yang digunakan untuk menemukan lokasi yang memungkinkan timbulnya masalah kualitas dan titik dimana diperlukan ispeksi. Process charts: merupakan suatu bagan yang menggunakan symbol untuk menganalisa pergerakan orang dan material. by: C. Responsiveness : berkaitan dengan keinginan atau kesiapan karyawan untuk memberikan pelayanan Tugas Mata Kuliah Manajemen Operasional. pemecahan masalah lebih difokuskan pada sedikit masalah penting daripada banyak pasalah tetapi tidak penting. 4. Jika fitur tidak ditemukan pada jasa tertentu. Bagan ini menggambarkan tahapan-tahapan proses dan hubungannya 5. Setiap tulang mewakili suatu sumber masalah. Pareto charts : suatu metode grafis untuk mengidentifikasi masalah (kesalahan ataupun kerusakan) penting/kritis yang mungkin jumlahnya sedikit. tenaga kerja. 6. Pada umumnya pengguna jasa memiliki sejumlah fitur sebagai dasar menilai jasa. Dengan kata lain. 2. yaitu bagan yang mempresentasikan grafik atas data proses dari waktu ke waktu dengan batas atas dan batas bawahnya. Kontro dapat dilakukan dengan menggunakan control charts. maka jasa tersebut tidak akan diperhitungkan lagi. Jasa juga sering dipandang sebagai segepok atribut dimana pesaing mungkin lebih unggul pada suatu atribut tertentu. Faktor penentu dalam kualitas jasa. Reliability : melibatkan konsistensi kinerja dan ketergantungan.Misalnya masalah barang cacat.

6. Understanding/Knowing the customer : melibatkan upaya untuk memahami kebutuhan pelanggan 10.risiko dan keraguan 9. Tugas manajer operasi adalah mengembangkan suatu system dan melakukan verifikasi bahwa tidak terjadi penyimpangan yaitu dengan inspeksi. jadi tidak secara langsung menambah nilai produk.3. maka control terhadap proses sangat diperlukan. sentuhan. Proses yang terbaik hanya memiliki penyimpangan kecil dari standar yang diharapkan. Dipabrik yang dimiliki supplier. Access : melibatkan kedekatan dan kemudahan kontrak 5. Courtesy : melibatkan kesopanan. Dimana dan Kapan dilakukan Inspeksi : 1. Security: bebas dari rasa takut. Inspeksi dapat melibatkan pengukuran. pembebanan atau uji produk. Tangibles : Termasuk bukti/tindakan fisik jasa Inspeksi Untuk Memastikan suatu system berjalan sesuai dengan tingkat kualitas yang diharapkan. pertimbangan. dan keramahan personel yang melakukan kontrak. respek. 7. by: C.Tujuannya adalah menemukan proses buruk (tidak memadai atau kerusakan) secepatnya. Credibility : Melibatkan kepercayaan dan kejujuran 8. uji rasa. Inspeksi adalah suatu tindakan untuk memastikan bahwa suatu operasi dilaksanakan pada tingkat kualitas yang diharapkan. Communication : menjaga agar pelanggan tetap diberikan informasi yang dapat dimegerti dan didengar dengan baik (penggunaan bahasa dan cara komunikasi yang memadai). Competence : berarti penguasaan skill dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk melakukan jasa 4. Inspeksi seperti audit. saat supplier melakukan produksi Tugas Mata Kuliah Manajemen Operasional. Yezzie .

Sebelum proses (yang memakan biaya atau yang tidak dapat ditarik kembali) 4. Dengan kata lain. Pada saat produksi telah selesai 6. Pada saat kontak dengan pelanggan. Yezzie . Keduanya dibedakan agar : (1) untuk memastikan bahwa proses dapat dioperasikan secara terkontrol dengan terjadi variasi natural. Semua jenis proses adalah subjek penyimpangan Walter Shewhart membedakan dua sumber penyimpangan yaitu sumber penyimpangan biasa (yang sering disebut penyebab natural) dan sumber penyimpangan khusus (penyebab yang dpat ditentukan (assignable). Penyimpangan natural adalah sebab-sebab penyimpangan yang terjadi jika proses berada dalam in statistical control (disingkat in control). Sebelum pengiriman barang dari pabrik. by: C. Selama tahap-tahap proses produksi. 3. 5.2. 7. dan (2) mengindentifikasi dan menghilangkan variasi khusus (assignable) sehingga proses tetap terkontrol. Natural variation.Jadi SPC merupakan suatu proses yang digunakan untuk memonitor standar. Model Analisa Kualitas Statistical Process Control (SPC) SPC merupakan aplikasi teknik statistic untuk mengontrol kinerja proses operasi. Dipabrik kita pada saat penerimaan material dan supplier. Shewhart menggunakan control chart. membuat pengukuran dan mengambil tindakan korektif pada saat produk atau jasa diproduksi. Merupakan variabilitas/penyimpangan yang mempengaruhi hamper semua proses produksi pada beberapa tingkatan dan yang diharapkan (disebut juga sebagai penyebab yang biasa). Untuk memisahkannya. jika proses in control maka variasi yang terjadi masih berada diantara batas atas dan bawah dan penyimpangannya/variasinya biasa (masih ditolerir) Tugas Mata Kuliah Manajemen Operasional.

yang dapat ditelusuri sampai pada sebab-sebab spesifkasinya. hasilnya ditunjukkan dalam suatu distribusi yang menunjukkan tiga jenis proses. kecepatan.Assignable Variation.  Out of Control. yaitu:  In control dan proses mampu memproduksi dalam batas-batas pengendaliannya. Variabel:       Karakteristik yang dapat diukur (mis : berat. panjang. Atribut: Karakteristik dimana fokusnya adalah pada cacat/rusak Klasifikasi produk menjadi baik atau buruk atau menghitung jumlah cacat/rusak (mis : radio bias dioperasikan atau tidak) Variabel kategorial atau variable diskrit acak. by: C. Sebab variasi khusus dapat berupa kesalahan mesin atau peralatan. Ini merupakan suatu proses dengan hanya variasi natural dan mampu berproduksi dalam batas tertentu. atau material yang baru. Merupakan variasi khusus dalam proses produksi. Control chart. Tugas Mata Kuliah Manajemen Operasional. Merupakan persentasi grafis data proses dari waktu ke waktu. Merupakan suatu proses diluar kendali yang memiliki variasi khusus (assignable) Karakteristik Kualitas Karakteristik produk dalam pengendalian kualitas dapat dibedakan menjadi: 1. Yezzie . tentunya dalam hal ini digunakan data sample. kekuatan) Karakteristik tersebut mungkin dalam jumlah keseluruhan atau dalam angka fraksional Variabel random yang memiliki dimensi kontinyu 2. pekerja yang tidak terampil. Dari penggambarannya grafik tersebut.

yaitu ksalahan konsumen karena menerima produk yang buruk dalam pengambilan sample (lihat gambar kurva dalam transparansi). Yezzie .   Digunakan untuk mengontrol kualitas material yang baru dikirim dari supplier atau pada inspeksi akhir. yaitu produsen dan konsumen dimana setiap pihak ini akan menghindari kesalahan dalam menerima atau menolak produk.Kualitas sample digunakan untuk menilai kualitas seluruh produk dalam lot/kelompok.Acceptance Sampling  Merupakan Suatu Metoda pengukuran sample acak atas satu lot/sekelompok produk akhir dengan standar yang telah ditentukan. Prosedur dalam Acceptance Sampling :   Ambil sample secara acak dari suatu lot/kelompok item/produk Lakukan inspeksi pada masing-masing item didalam sampel Tugas Mata Kuliah Manajemen Operasional. tetapi lebih banyak digunakan untuk mengontrol produk yang baru dibeli. Produsen mempunyai tanggung jawab untuk mengganti semua kerusakan pada produk yang ditolak atau membayar biaya pengiriman untuk produk yang baru. konsumen ingin menghindari kesalahan dalam menerima produk yang buruk karena kerusakan yang diterima jika produk telah diterima menjadi tanggung jawab konsumen. Metode ini lebih banyak digunakan untuk karakteristik atribut produk. Dilain pihan. Ini disebut dengan risiko konsumen. Produsen dengan demikian ingin menghindari resiko produsen yaitu kesalahan karena ditolaknya produk yang bagus dalam pengambilan sampel. Kurva ini berkaitan dengan suatu rencana spesifik. Jadi kurva ini untuk menunjukkan rencana penerimaan atas lot produk dengan berbagai level kualitas.  Dalam metode AS ini melibatkan 2 pihak. by: C. Operating Characteristic (OC) curve adalah grafik yang menjelaskan seberapa baik suatu rencana penerimaan (acceptance plan) membedakan antara lot produk baik dan buruk. yaitu kombinasi jumlah sample (n) dan level penerimaan ( c ) .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->