P. 1
Makalah klasifikasi

Makalah klasifikasi

|Views: 2,595|Likes:
Published by Vj Ahmadin

More info:

Published by: Vj Ahmadin on Oct 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/09/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Makhluk hidup yang menjadi objek studi taksonomi tumbuhan adalah tumbuhan yang mencakup tumbuhan yang sekarang masih hidup maupun

tumbuhan dari masa lampau yang sekarang tinggal ditemukan sisa-sisanya, yang biasanya telah menjadi fosil pada bebatuan. Menghadapi objek yang demikian besar jumlahnya dan keanekaragamannya, perlu dilakukan penyederhanaan objek studi agar lebih mudah penanganannya. Objek studi yang besar jumlahnya dan beranekaragam lalu dipilih-pilih, dikelompokkan menjadi kelas-kelas atau golongan atau unit-unit tertentu. Unit-unit inilah yang sekarang kita sebut dengan istilah takson dan pembentukan takson-takson ini kita sebut klasifikasi. Dalam biologi klasifikasi atau penggolongan tumbuhan adalah proses pengaturan tumbuhan dalam tingkat-tingkat kesatuan kelasnya yang sesuai secara ideal. Ini dicapai dengan menyatakan golongan-golongan yang sama dan memisahkan golongan-golongan yang berbeda. Hasil proses pengaturan ini ialah suatu sistem klasifikasi yang sengaja diciptakan untuk hubungan kekerabatan jenis-jenis tumbuhan satu sama lainnya.

B. Rumusan Masalah 1. Apakah yang dimaksud dengan klasifikasi? 2. Apa tujuan dari klasifikasi ? 3. Apakah manfaat dari klasifikasi? 4. Jelaskan tentang sistem klasifikasi? 5. Jelaskan sistem klasifikasi enam kingdom ?

C. Tujuan Penulisan 1. Untuk mengetahui pengertian dari klasifikasi. 2. Untuk mengetahui tujuan dari klasifikasi. 3. Untuk mengetahui manfaat dari klasifikasi. 4. Untuk mengetahui macam-macam sistem klasifikasi.

D. Manfaat Penulisan Agar pembaca dapat mengetahui lebih jelas tentang klasifikasi dan sistem klasifikasi.

BAB II ISI
A. Klasifikasi Klasifikasi adalah suatu cara pengelompokan dan pengkategorian yang didasarkan pada ciri-ciri tertentu. Semua ahli biologi menggunakan suatu sistem klasifikasi untuk mengelompokkan tumbuhan ataupun hewan yang memiliki persamaan struktur. Kemudian setiap kelompok tumbuhan ataupun hewan tersebut dipasang-pasangkan dengan kelompok tumbuhan atau hewan lainnya yang memiliki persamaan dalam kategori lain. Hal itu pertama kali diusulkan oleh John Ray yang berasal dari Inggris. Namun ide itu disempurnakan oleh Carl Von Linne (1707-1778), seorang ahli botani berkebangsaan Swedia yang dikenal pada masa sekarang dengan Carolus Linnaeus. Klasifikasi makhluk hidup adalah suatu cara memilah dan

mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan atau unit tertentu. Golongangolongan ini disusun secara runtut sesuai dengan tingkatannya (hierarkinya), yaitu mulai dari yang lebih kecil tingkatannya hingga ke tingkatan yang lebih besar. Ilmu yang mempelajari prinsip dan cara mengelompokkan makhluk hidup ke dalam golongannya disebut taksonomi atau sistematik. Prinsip dan cara mengelompokkan makhluk hidup menurut ilmu taksonomi adalah dengan membentuk takson. Takson dibentuk dengan jalan mencandra objek atau makhluk hidup yang diteliti dengan mencari persamaan ciri maupun perbedaan yang dapat diamati. Mencandra berarti mengidentifikasi, membuat deskripsi, dan memberi nama. Selanjutnya, makhluk hidup yang memiliki persamaan ciri dikelompokkan ke dalam satu kelompok yang disebut takson. Dengan cara demikian dapat dibentuk banyak takson. Takson adalah kelompok makhluk hidup yang anggotanya memiliki banyak persamaan ciri. Kemudian, tiap-tiap takson tersebut ditempatkan pada tempatnya (posisinya) sesuai dengan

tingkatannya. Langkah-langkah pembentukan takson mengikuti sistem tertentu. Itulah sebabnya taksonomi disebut pula sistematik. Berikut ini merupakan urutan takson : Untuk Hewan Kingdom (kerajaan) Phylum (filum) Classis (kelas) Ordo (bangsa) Familia (famili/suku) Genus (marga) Species (spesies) Tujuan klasifikasi makhluk hidup Untuk Tumbuhan Kingdom (kerajaan) Divisio (divisi) Classis (kelas) Ordo (bangsa) Familia (famili/suku) Genus (marga) Species (spesies) adalah untuk mempermudah

mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari persamaan dan perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup. Klasifikasi makhluk hidup didasarkan pada persamaan dan perbedaan ciri yang dimiliki makhluk hidup, misalnya bentuk tubuh atau fungsi alat tubuhnya. Makhluk hidup yang memliliki ciri yang sama dikelompokkan dalam satu golongan. Contoh klasifikasi makhluk hidup adalah:

 Berdasarkan ukuran tubuhnya. Contoh: Tumbuhan dikelompokkan menjadi
pohon, perdu, dan semak.

 Berdasarkan

lingkungan

tempat

hidupnya.

Contoh:

Tumbuhan

dikelompokkan menjadi tumbuhan yang hidup di lingkungan kering (xerofit), tumbuhan yang hidup di lingkungan air (hidrofit), dan tumbuhan yang hidup di lingkungan lembap (higrofit).

 Berdasarkan manfaatnya. Contoh: Tumbuhan dikelompokkan menjadi
tanaman obat-obatan, tanaman sandang, tanaman hias, tanaman pangan dan sebagainya

 Berdasarkan jenis makanannya. Contoh: Hewan dikelompokkan menjadi
hewan pemakan daging (karnivora), hewan pemakan tumbuhan (herbivora), dan hewan pemakan hewan serta tumbuhan (omnivora). Cara pengelompokan makhluk hidup seperti ini dianggap kurang sesuai yang disebabkan karena dalam pengelompokan makhluk hidup dengan cara demikian dibuat berdasarkan keinginan orang yang mengelompokkannya. Klasifikasi dapat ditinjau dari dua aspek yaitu : 1. Aspek proses Klasifikasi terdiri dari dua kegiatan pokok yaitu : a. Proses pengelompokan (Grouping) Proses pengelompokan yang dilakukan pada tumbuhan atau objek lain yang diklasifikasikan didasarkan pada besar kecilnya persamaan yang ditunjukkan oleh masing-masing tumbuhan atau objek tersebut. b. Proses Perangkingan (Rangking) Proses perangkingan dilakukan pada masing-masing kelompok

tumbuhan atau objek lain pada klasifikasi tersebut, dapat kita rumuskan definisi klasifikasi tumbuhan sebagai suatu proses pengelompokan tumbuhan berdasarkan total kesamaan yang ditunjukkannya dan penempatan masing-masing kelompok tersebut pada kesatuan kelasnnya secara ideal. 2. Aspek Hasil Dari segi hasil klasifikasi dapat diartikan sebagai suatu sistem klasifikasi.

B. Tujuan Klasifikasi Klasifikasi dapat berfungsi sebagai alat untuk mempelajari

keanekaragaman hayati. Tujuan dari klasifikasi adalah sebagai berikut: 1. Mendeskripsikan ciri-ciri makhluk hidup untuk membedakan tiap-tiap jenis, agar mudah dikenali.

2. Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri yang dimiliki. 3. Mengetahui hubungan kekerabatan antar makhluk hidup . 4. Mempelajari evolusi makhluk hidup atas dasar kekerabatannya. 5. Mengetahui ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk membedakannya dengan makhluk hidup dari jenis lain. 6. Memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya atau belum memiliki nama. 7. Mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. C. Manfaat Klasifikasi Selain memiliki tujuan, klasifikasi juga bermanfaat untuk kepentingan manusia. Adapun manfaat klasifikasi antara lain sebagai berikut : 1. Klasifikasi memudahkan dalam mempelajari makhluk hidup yang sangat beraneka ragam. 2. Untuk melihat hubungan kekerabatan antar makhluk hidup yang satu dengan yang lain.

D. Sistem Klasifikasi Dalam perkembangannya sistem klasifikasi dibedakan dalam empat sistem berdasarkan cara pemilihan sifat dalam menyusun klasifikasi dan dari keempat sistem klasifikasi tesebut terbagi atas 4 periode, antara lain: 1. Periode sistem habitus 2. Periode sistem numerik 3. Periode sistem alam 4. Periode sistem filogenetik

Berikut macam-macam dari sistem klasifikasi : a) Sistem Klasifikasi Artifisial (sistem buatan) Sistem klasifikasi ini termasuk dalam periode sistem habitus dan periode sistem numerik. Periode sistem habitus adalah periode yang sistem klasifikasinya didasarkan pada habitus yaitu kesan keseluruhan yang nampak dari suatu tumbuhan. Pada periode ini satu-satunya sistem klasifikasi buatan yang diciptakan oleh Theophrastus (370 – 285 SM) beliau merupakan seorang murid filsuf yunani bernama Aristoteles. Menurut sistem ini tumbuhan digolongkan menjadi 4 golongan yaitu golongan pohon, perdu, semak, dan herba. Sistem klasifikasi ini bersifat dominan dari kira-kira abad ke-4 SM sampai melewatiabad pertengahan, dan selama periode ini ahli-ahli botani, herbalis, dan filsuf telah menciptakan sistem-sistem klasifikasi yang pada umumnya masih bersifat kasar, namun sering dinyatakan telah mencerminkan adanya hubungan kekerabatan antar golongan yang terbentuk. Selama periode sistem habitus yang cukup panjang dapat dikemukakan tokoh-tokoh lain yang memainkan peran cukup penting dan dianggap telah emberi saham yang cukup besar dalam perkembangan taksonomi tumbuhan,antara lain dapat disebut : Plinius (23 - 79), Otto Brunfels (1464 - 1534), Jerome Bock (1489 - 1554), L.Fuchs (1501 – 1566), R. Dodoneus (1516 - 1585), M. de L’obel (1538 - 1616), J.Gerard (155 - 1612), A. Caesalpinus (1519 1602), Jean Bauhin (1541 - 1631), C.Bauhin (1560 - 1624), R. Morison (1620 - 1683), A. Rivinus (1652 - 1723), Joseph Pitton de Tournefort (1656 – 1708), John Ray (1628 - 1705) dan lain-lainnya. Periode sistem numerik pada permulaan abad ke-18. Periode sistem numerik adalah sistem buatan yang klasifikasinya didasarkan pada jumlah alat-alat kelamin tumbuhan. Sistem klasifikasi ini didasarkan pada jumlah alat kelamin bunga dan disebut juga sistem seksual. Pencipta dari sistem ini adalah Carolus Linnaeus (1707 - 1778). Kekuatan sistem ini terletak

pada kesederhanaannya dan menurut faktanya dengan sistem ini golongan-golongan tumbuhan lebih mudah dikenal kembali. Linnaeus membagi tumbuhan menjadi dua puluh empat kelas antara lain Monandria (berbenang sari tunggal), Diandria (berbenang sari dua), Triandria (berbenang sari tiga), dan seterusnya. Itulah sebabnya sistem klasifikasi tumbuhan ciptaan Linnaeus ini dinamakan sistem numerik. Tokoh-tokoh yang dikenal dari periode ini antara lain : Peter Kalm (1716 - 1779), J. Roemer (1763 – 1819), Fredrick Hassaelquist (1723 – 1752), J.A. Murray (1740 – 1791), J. Schultes (1773 – 1831), C.P. Thunberg (1743 – 1828), C.L.Wildenow (1763 – 1812), dan lain-lainnya. b) Sistem Klasifikasi Natural (alam) Sistem klasifikasi natural (alam) termasuk dalam periode sistem alam dari kira-kira akhir abad ke-18 sampai pertengahan abad ke-19. Periode sistem alam adalah sistem klasifikasi yang didasarkan pada kekerabatan yang ditunjukkan oleh banyak sedikitnya persamaan sifat morfologi yang terlihat. Sistem ini dikatakan alami karena dianggap mencerminkan keadaan sebenarnya seperti terdapat di alam. Kesadaran mengenai adanya hubungan kekerabatan ini terutama disebabkan oleh bertambahnya ilmu pengetahuan tentang fungsi dan morfologi dari organ tubuh tumbuhan, serta kemajuan ilmu pengetahuan optik, sehingga pengamatannya lebih seksama dibanding dengan periode sebelumnya. Tokoh penemu sistem ini antara lain, Michel Adanson 1727-1826. c) Sistem Klasifikasi Filogenetik Sistem klasifikasi filogenetik termasuk dalam periode sistem filogenetik. Sistem klasifikasinya didasarkan pada filogenik takson-takson dengan mengikutsertakan teori evolusi. Takson-takson yang dibentuk di tempatkan dengan urutan-urutan yang dari segi filogenik dianggap mempunyai tingkatan yang rendah atau primitif samapai tingkatan yang tinggi atau maju sehingga tersusun ihtisar dunia tumbuhan.

Dalam periode ini para ahli sistematik mengajukan berbagai pandangan tentang organ-organ mana yang dianggap primitif dan organ-organ mana yang dianggap maju untuk membentuk sistem klasifikasi secara filogenetik. Tokoh yang terkemuka pada periode ini antara lain, August Wilhelm Eichler (1839-1887). Ia membagi dunia tumbuhan menjadi dua golongan besar, yaitu Cryptogamae ( meliputi Thallophyta, Bryophyta, Pteridophyta) dan Phanerogamae (Spermatophyta) masing-masing golongan ini dibagi lagi menjadi takson-takson yang lebih rendah. d) Sistem Klasifikasi Kontemporer Selama 33 tahun dari 1950 – 1983 secara umum terdapat kegiatan yang menarik dalam perkembangan klasifikasi dunia tumbuhan dengan tujuan agar lebih daoat diterima oleh semua pihak. Adanya sistem kontemporer ini diakibatkan kemajuan ilmu

pengetahuan yang dapat dimanfaatkan untuk pembentukan atau memodifikasi sistem klasifikasi yang telah ada, Tokoh yang berperan dalam periode ini antara lain, Harold C. Bold (1909-1987) dan R. Whittaker (1921-1980) yang berusaha membentuk sistem klasifikasi yang lebih alami dengan sistem Bassey pada angiospermae. Dalam periode ini berkembang pada pendekatan klasifikasi fenetik dengan pendekatan numerik, pendekatan filogenetik kontemporer dan lain sebagainya. E. Sistem Klasifikasi Enam Kingdom Semula para ahli hanya mengelompokkan makhluk hidup menjadi 2 kerajaan, yaitu kerajaan tumbuhan dan kerajaan hewan. Dasar para ahli mengelompokkan makhluk hidup menjadi 2 kerajaan : 1. Kenyataan bahwa sel kelompok tumbuhan memiliki dinding sel yang tersusun dari selulosa.

2. Tumbuhan memiliki klorofil sehingga dapat membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis dan tidak dapat berpindah tempat dan hewan tidak memiliki dinding sel sementara hewan tidak dapat membuat makanannya sendiri, dan umumnya dapat berpindah tempat. Namun ada tumbuhan yang tidak dapat membuat makanannya sendiri, yaitu jamur (fungi). Berarti, tumbuhan berbeda dengan jamur maka para ahli taksonomi kemudian mengelompokkan makhluk hidup menjadi tiga kelompok, yaitu Plantae (tumbuhan), Fungi (jamur), dan Animalia (hewan). Setelah para ahli mengetahui struktur sel (susunan sel) secara pasti, makhluk hidup dikelompokkan menjadi empat kerajaan, yaitu Prokariot, Fungi, Plantae, dan Animalia, Pengelompokan ini berdasarkan ada tidaknya membran inti sel. Sel yang memiliki membran inti disebut sel eukariotik, sel yang tidak memiliki membran inti disebut sel prokariotik. Pada tahun 1969 Robert H. Whittaker mengelompokkan makhluk hidup menjadi lima kingdom, yaitu Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia. Pengelompokan ini berdasarkan pada susunan sel, cara makhluk hidup memenuhi makanannya, dan tingkatan makhluk hidup. Namun sistem ini kemudian diubah dengan dipecahnya kingdom monera menjadi kingdom Eubacteria dan Archaebacteria. Penjelasan Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup Enam Kingdom: 1. Kingdom Eubacteria Para makhluk hidup di Kingdom Eubacteria berupa makhluk hidup sel tunggal (uniseluler). Makhluk hidup yang dimasukkan dalam kerajaan Eubacteria memiliki sel prokariotik (sel sederhana yang tidak mempunyai kapsul sebagai lapisan terluarnya dan dinding sel didalamnya). Eubacteria juga dikenal dengan istilah bakteria.

2. Kingdom Archaebacteria Pada tahun 1977 seorang mikrobiolog bernama Carl Woese dan peneliti lain dari university of Illinois menemukan suatu kelompok bakteri yang memiliki ciri unik dan berbeda dari anggota kingdom Monera lainnya. Kelompok tersebut dinamakan Archaebacteria. Archaebacteria lebih mendekati makhluk hidup eukariot dibandingkan bakteri lain yang merupakan prokraiot. Hal itu menyebabkan terciptanya sistem klasifikasi 6 kingdom pemisah kingdom Archaebacteria dari anggota kingdom Monera lain yang kemudaian disebut Eubacteria. Namun hingga sekarang yang diakui sebagai sistem klasifikasi standar adalah sistem Lima Kingdom yang ditemukan oleh Whittaker. Makhluk hidup di Kingdom Archaebacteria tidak jauh berbeda dengan yang ada di Kingdom Eubacteria karena mereka dulunya satu Kingdom. Namun Archaebacteria umumnya tahan di lingkungan yang lebih ekstrem. 3. Kingdom Protista Makhluk hidup yang dimasukkan dalam kerajaan Protista memiliki sel eukariotik. Protista memiliki tubuh yang tersusun atas satu sel atau banyak sel tetapi tidak berdiferensiasi. Protista umumnya memiliki sifat antara hewan dan tumbuhan. Kelompok ini terdiri dari Protista menyerupai tumbuhan (ganggang), Protista menyerupai jamur, dan Protista menyerupai hewan (Protozoa, Protos: pertama, zoa: hewan). Protozoa mempunyai klasifikasi berdasarkan sistem alat geraknya, yaitu Flagellata/Mastigophora (bulu cambuk, contoh Euglena, Volvox, Noctiluca, Trypanosoma, dan

Trichomonas), Cilliata/Infusiora (rambut getar, contoh Paramaecium), Rhizopoda/Sarcodina (kaki semu, contoh Amoeba), dan Sporozoa (tidak mempunyai alat gerak, contoh Plasmodium). 4. Kingdom Fungi (Jamur) Fungi memiliki sel eukariotik. Fungi tak dapat membuat makanannya sendiri. Cara makannya bersifat heterotrof, yaitu menyerap zat organik dari lingkungannya sehingga hidupnya bersifat parasit dan saprofit. Kelompok ini

terdiri dari semua jamur, kecuali jamur lendir (Myxomycota) dan jamur air (Oomycota). Beberapa kelompok kelas antara lain: a. kelas Myxomycetes (jamur lendes) contoh nya Physarum policephalius. b. kelas Phycomycetes (jamur ganggang) contoh nya jamur tempe (Rhizopus oryzae, mucor mue) 5. Kingdom Plantae (Tumbuhan) Tumbuhan terdiri dari tumbuhan lumut (Bryophyta), tumbuhan paku (Pteridophyta), tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae), dan tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae). 6. Kingdom Animalia (Hewan) Hewan memiliki sel eukariotik. Tubuhnya tersusun atas banyak sel yang telah berdiferensiasi membentuk jaringan. Hewan tidak dapat membuat

makanannya sendiri sehingga bersifat heterotrof. Kelompok ini terdiri dari semua hewan, yaitu hewan tidak bertulang belakang (invertebrata/avertebrata) dan hewan bertulang belakang (vertebrata).

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa : 1. Klasifikasi adalah suatu cara memilah dan mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan atau unit tertentu. 2. Urutan klasifikasi makhluk hidup dari tingkat tertinggi ke terendah (yang sekarang digunakan) adalah :  Domain (Daerah)  Kingdom (Kerajaan),  Phylum atau Filum (hewan)/Divisio (tumbuhan)  Classis (Kelas)  Ordo (Bangsa)  Famili (Suku)  Genus (Marga)  Spesies (Jenis) 3. Aspek-aspek klasifikasi dibagi menjadi 2 yaitu : a. Aspek Proses b. Aspek Hasil (Produk Klasifikasi) 4. Tujuan klasifikasi adalah  Mendeskripsikan ciri-ciri makhluk hidup  Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri  Mengetahui hubungan kekerabatan antar makhluk hidup .  Mempelajari evolusi makhluk hidup atas dasar kekerabatannya.  Mengetahui ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk membedakannya dengan makhluk hidup dari jenis lain.

 Memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya atau belum memiliki nama.  Mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup.
5. Manfaat klasifikasi adalah memudahkan dalam mempelajari dan untuk

melihat hubungan kekerabatan antar makhluk hidup yang beraneka ragam di dunia ini. 6. Macam-macam sistem klasifikasi dibagi menjadi 4 berdasarkan cara pemilihan sifat yaitu: a. Sistem Artifisial b. Sistem Manual c. Sistem Filogenetik d. Sistem Kontemporer 7. Sistem klasifikasi enam kingdom terdiri dari : a. Kingdom Animalia (Hewan) b. Kingdom Plantae (Tumbuhan) c. Kingdom Fungi (Jamur) d. Kingdom Protista e. Kingdom Archaebacteria f. Kingdom Eubacteria

B. Saran Makalah ini masih banyak referensi yang harus ditambah dalam penulisan makalah ini, sehingga kami sebagai penulis menyarankan agar para pembaca bisa mencari referensi sumber buku yang lainsebagai referensi. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

DAFTAR PUSTAKA

Tjirosoepomo,G.

1998.

Taksonmi

Umum,

Dasar-Dasar

Taksonomi

Tumbuhan.Yogyakarta : Universitas Gajah Mada. Pudjoarinto, A., S. Sabbithah, dan S. Sulastri. 1994. Taksonomi Tumbuhan. Proyek Pelatihan Tenaga Kependidikan. Fakultas Biologi UGM. Supraptono Djajadirana. 2000. Kamus Dasar Agronomi. Cetakan pertama. PT. RajaGrafindo Persada. Jakarta. http://budisma.web.id/materi/sma/kelas-x-bioologi/tujuan-dan-manfaat tanggal 19-03-2012, pukul 14.45)
http://foreverheartbiology.blogspot.com/2010/12/klasifikasi-makhluk-hidup.html (diakses tanggal 19-03-2012, pukul 15.14)

(diakses

http://id.wikipedia.org/wiki/Klasifikasi_ilmiah (diakses tanggal 19-03-2012, pukul 15.00) http://id.wikipedia.org/wiki/Tumbuhan_paku (diakses tanggal 19-03-2012, pukul 14.55) http://kamuspengetahuan.blogspot.com/2009/09/klasifikasi-makhluk-hidup.html (diakses tanggal 19-03-2012, pukul 15.20)
http://pt.wikipedia.org/wiki/August_Wilhelm_Eichler (diakses tanggal 19-03-2012,

pukul 15.10)
http://www.botany.org/about_bsa/president.php (diakses tanggal 19-03-2012, pukul

15.05)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->