FILSAFAT ILMU

Yoga Dwi Prasojo 292009195 / G RUANG LINGKUP FILSAFAT ILMU A. Pengertian Filsafat Ilmu Filsafat ilmu adalah penyelidikan tentang ciri-ciri pengetahuan ilmiah dan cara untuk memperolehnya. Pokok perhatian filsafat ilmu adalah proses penyelidikan ilmiah itu sendiri. Menurut Prof. Dr. Conny R. Semiawan, dkk. (1998) untuk menetapkan dasar pemahaman tentang filsafat ilmu sangat bermanfaat untuk menyimak empat titik pandang di dalam filsafat ilmu, yaitu sebagai berikut : 1. Filsafat ilmu adalah perumusan world views yang konsisten dengan dan pada beberapa pengertian didasarkan atas teori-teori ilmiah yang penting. 2. Filsafat ilmu adalah suatu eksposisi dan presuppositions dan predispositions dari para ilmuan. Pandangan ini cenderung mengasimilasikan filsafat ilmu dengan sosiologi. 3. Filsafat ilmu adalah suatu disiplin yang di dalamnya konsep dan teori tentang ilmu dianalisis dan diklasifikasikan. 4. Filsafat ilmu merupakan suatu patokan tingkat kedua (second order criteriology). Filsafat ilmu dapat dibedakan menjadi 2, yaitu : a. Filsafat ilmu dalam arti luas : menampung permasalahan yang menyangkut hubungan ke luar dari kegiatan ilmiah. b. Filsafat ilmu dalam arti sempit : menampung permasalahan yang bersangkutan dengan hubungan ke dalam yang terdapat di dalam ilmu, yaitu yang menyengkut sifat pengetahuan ilmiah, dan cara-cara mengusahakan serta mencapai pengetahuan ilmiah. (Becrling, 1988). Tempat kedudukan filsafat ilmu ditentukan oleh dua lapangan penyelidikan filsafat ilmu berikut : a. Sifat pengetahuan ilmiah, b. Menyangkut cara-cara mengusahakan dan mencapai pengetahuan ilmiah. B. Objek Filsafat Ilmu. 1. Objek Material Filsafat Ilmu Objek material adalah objek yang dijadikan sasaran penyelidikan oleh suatu ilmu, atau objek yang dipelajari oleh suatu ilmu itu. 2. Objek Formal Filsafat Ilmu Objek formal adalah hakikat ilmu pengetahuan, artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian terhadap problem mendasar ilmu pengetahuan. Problem inilah yang dibicarakan dalam landasan pengembangan ilmu pengetahuan, yakni ontologism, epistemologis, dan aksiologis. Landasan ontologis artinya titik tolak penelaahan ilmu pengetahuan didasarkan atas sikap dan pendirian filosofis yang dimiliki oleh seorang ilmuwan. Landasan epistemologis artinya titik tolak penelahaan ilmu pengetahuan didasarkan atas cara dan prosedur dalam memperoleh kebenaran. Landasan aksiologis merupakan sikap etis yang harus dikembangkan oleh seorang

Filsafat ilmu adalah suatu eksposisi dan presuppositions dan predispositions dari para ilmuan. Filsafat ilmu dalam arti sempit : menampung permasalahan yang bersangkutan dengan hubungan ke dalam yang terdapat di dalam ilmu. 1988). tempat ilmu itu dikembangkan. yaitu yang menyengkut sifat pengetahuan ilmiah. dan cara-cara mengusahakan serta mencapai pengetahuan ilmiah. Filsafat ilmu adalah suatu disiplin yang di dalamnya konsep dan teori tentang ilmu dianalisis dan diklasifikasikan. Menyangkut cara-cara mengusahakan dan mencapai pengetahuan ilmiah. Sifat pengetahuan ilmiah. Tempat kedudukan filsafat ilmu ditentukan oleh dua lapangan penyelidikan filsafat ilmu berikut : a. suatu aktivitas ilmiah senantiasa dikaitkan dengan kepercayaan. Problem inilah yang dibicarakan dalam landasan pengembangan ilmu pengetahuan. (Rizal Yoga Dwi Prasojo 292009195 / G RUANG LINGKUP FILSAFAT ILMU FILSAFAT ILMU A. Objek Filsafat Ilmu. Filsafat ilmu adalah perumusan world views yang konsisten dengan dan pada beberapa pengertian didasarkan atas teori-teori ilmiah yang penting. atau objek yang dipelajari oleh suatu ilmu itu. 1. 2. Filsafat ilmu dalam arti luas : menampung permasalahan yang menyangkut hubungan ke luar dari kegiatan ilmiah. (Becrling. Filsafat ilmu merupakan suatu patokan tingkat kedua (second order criteriology). dkk. Objek Formal Filsafat Ilmu Objek formal adalah hakikat ilmu pengetahuan. ideologi yang dianut oleh mayarakat atau bangsa. epistemologis. 2. Menurut Prof. yakni ontologism. Pokok perhatian filsafat ilmu adalah proses penyelidikan ilmiah itu sendiri. Semiawan. Pandangan ini cenderung mengasimilasikan filsafat ilmu dengan sosiologi. dan aksiologis. Dr. 3. yaitu : a. Filsafat ilmu dapat dibedakan menjadi 2. 4. . Objek Material Filsafat Ilmu Objek material adalah objek yang dijadikan sasaran penyelidikan oleh suatu ilmu. yaitu sebagai berikut : 1.ilmuan. Landasan ontologis artinya titik tolak penelaahan ilmu pengetahuan didasarkan atas sikap dan pendirian filosofis yang dimiliki oleh seorang ilmuwan. Dengan demikian. Conny R. B. (1998) untuk menetapkan dasar pemahaman tentang filsafat ilmu sangat bermanfaat untuk menyimak empat titik pandang di dalam filsafat ilmu. b. b. terutama dalam kaitannya dengan nilai-nilai yang diyakini kebenarannya. artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian terhadap problem mendasar ilmu pengetahuan. Pengertian Filsafat Ilmu Filsafat ilmu adalah penyelidikan tentang ciri-ciri pengetahuan ilmiah dan cara untuk memperolehnya.

c.Landasan epistemologis artinya titik tolak penelahaan ilmu pengetahuan didasarkan atas cara dan prosedur dalam memperoleh kebenaran. dan metode ilmu. terutama dalam kaitannya dengan nilai-nilai yang diyakini kebenarannya. berikut analisis. b. C. b. 2001). Metodologi. Landasan aksiologis merupakan sikap etis yang harus dikembangkan oleh seorang ilmuan. dan teori pengukuran. sumber dan keabsahan pengetahuan. 4. 3. c. lambang ilmiah. Telaah mengenai saling kaitan diantara berbagai ilmu. Dengan demikian. filsafat ilmu mempunyai empat bidang konsentrasi yang utama : a. ideologi yang dianut oleh mayarakat atau bangsa. berikut landasan-landasan empiris. Ernest Nagel Filsafat ilmu mencakup tiga bidang luas : a. praanggapan. praanggapan. tempat ilmu itu dikembangkan. dan struktur logis dari sistem perlambangan ilmiah. A. Lingkupan Filsafat Ilmu Menurut para Filsuf 1. Pembuktian keabsahan kesimpulan. d. b. D. teori probabilitas. Landasan ilmu-ilmu Ilmu-ilmu empiris hendaknya melakukan penelitian mengenai landasannya dan . Problema Filsafat Ilmu 1. perluasan. Pembuktian konsep ilmiah. Perenungan mengenai konsep dasar. suatu aktivitas ilmiah senantiasa dikaitkan dengan kepercayaan. Marx Wartofsky Menurut filsuf ini rentangan luas dari soal-soal interdisipliner dalam filsafat ilmu meliputi : a. serta sifat dasar kemanusiaan.. struktur formal dan metodologi ilmu. yaitu mengenai sifat dasar dari penjelasan ilmiah. 2. monisme atau pluralisme. materialisme. b. rasional. B. Telaah dan pembenaran mengenai proses penalaran dalam ilmu berikut struktur perlambangannya. Van Fraassen dan H. Pola logis yang ditunjukkan oleh penjelasan dalam ilmu. Persoalan-persoalan ontologi dan epistemologi yang khas bersifat filsafati dengan pembahasan yang memadukan peralatan analitis dan logika modern dan model konseptual dari penyelidikan ilmiah. dkk. Telaah mengenai berbagai konsep. Cornelius Benjamin Filsuf ini membagi pokok soal filsafat ilmu dalam tiga bidang sebagai berikut : a. b. Aneka telaah mengenai saling kait diantara berbagai ilmu dan imlikasinya bagi suatu teori alam semesta seperti idealisme. (Rizal Mustansyir. entitas teoritis. Penjelasan mengenai konsep dasar. Telaah mengenai metode ilmu. Margenau Menurut kedua ahli ini problem utama dalam filsafat ilmu setelah tahun-tahun enampuluhan adalah : a. atau pragmatis yang menjadi tempat tumpuannya. logika penemuan. Peter Angeles Menurut filsuf ini. dan pangkal pendirian ilmu. hubungan logika dan matematika dengan realitas. c. dan penyusunannya untuk memperoleh pengetahuan yang lebih ajeg dan cermat. Telaah mengenai akibat-akibat pengetahuan ilmiah bagi hal-hal yang berkaitan dengan penyerapan dan pemahaman manusia terhadap realitas.

dkk. 78-79). waktu. Menyadarkan seorang ilmuan agar tidak terjebak ke dalam pola piker “menara gading” yaitu hanya berfikir murni dalam bidangnya tanpa mengaitkannya dengan kenyataan yang ada di luar dirinya. karena memang tanpa rencana. Pentingnya ilmu bagi praktik dan pengetahuan tentang realitas. f. supaya para ilmuwan memiliki landasan berpijak yang kuat. Filsafat ilmu memberikan pendasaran logis terhadap metode keilmuan. mengkritik asumsi dan metode keilmuan. Problem etis tentang ilmu. c. Problem metodologis tentang ilmu. Hikmah : • Setelah membaca bab ini kita mampu mengetahui latar belakang munculnya filsafat ilmu serta masalah – masalah atau problematika dalam filsafat ilmu yang dikemukakan oleh para ahli. 2. tidak terarah. PENEMUAN KEBENARAN A. kausalitas. b. serta manfaat filsafat ilmu dalam bidang pendidikan. 2. Penemuan „Coba dan Ralat‟ (Trial and Error) Penemuan ini terjadi tanpa adanya kepastian akan berhasil atau tidak berhasil kebenaran yang dicari.mencapai sukses seperti halnya landasan matematika. serta status dari entitas teoritis. dan tidak diketahui tujuannya. proses. (The Liang Gie.. Problem epistemologis tentang ilmu. Implikasi mempelajari filsafat ilmu seperti yang diuraikan Rizal Mustansyir. sehingga orang menjadi kritis terhadap kegiatan ilmiah. 2. Problem estetis tentang ilmu. hubungan budi dan materi. yaitu metode dan bentuk pengetahuan ilmiah. Filsafat ilmu merupakan usaha merefleksi. hlm. 3. Penemuan secara kebetulan Yaitu penemuan yang berlangsung tanpa disengaja. baik ilmu alam maupun ilmu sosial. Victor Lenzen Filsuf ini mengajukan 2 problem : a. Cara ini tidak dapat diterima dalam metode keilmuan untuk menggali pengetahuan atau ilmu. c. Ontologi Persoalan utama yang diperbincangkan ialah menyangkut konsep subtansi. Struktur ilmu. Filsafat ilmu sebagai sarana pengujian penalaran ilmiah. misalnya orang-orang yang . b. d. E. ruang. 79). 2000. adalah sebagai berikut : 1. Problem logis tentang ilmu. 3. hlm. Problem metafisis tentang ilmu. 2. menguji. 3. The Liang Gie Seluruh problem dalam filsafat ilmu dapat ditertibkan menjadi : a. Manfaat Belajar Filsafat Ilmu 1. Bagi seseorang yang memperlajari filsafat ilmu diperlukan pengetahuan dasar yang memadai tentang ilmu. e. (The Liang Gie. Penemuan Melalui Otoritas atau Kewibawaan Pendapat orang-orang yang mempunyai kewibawaan. Cara Penemuan Kebenaran 1. Penemuan ini kerap kali memerlukan waktu yang lama.

Kebenaran semantikal disebut juga kebenaran moral karena apakah tutur kata dalam bahasa itu mengkhianati atau tidak terhadap kebenaran epistemological atau pun kebenaran ontological tergantung kepada manusianya yang mempunyai kemerdekaan untuk menggunakan tutur kata atau pun bahasa itu. 5. b. Penyaluran sampai pada taraf setinggi ini disertai oleh keyakinan bahwa ada sebab bagi setiap akibat dan bahwa setiap gejala yang tampak dapat dicari penjelasannya secara ilmiah. Filsafat UGM Yogyakarta (1996) dibedakan menjadi 3 hal. mungkin sekali ia membuat sejumlah alternatif pemecahan. B. Kebenaran dalam arti ontological adalah kebenaran sebagai sifat dasar yang melekat kepada segala sesuatu yang ada maupun diadakan. Maksudnya apakah pengetahuan itu berupa : a. Artinya setiap pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang yang mengetahui sesuatu objek ditilik dari jenis pengetahuan yang dibangun. Berbagai kebenaran dalam Tim Dosen Filsafat Ilmu Fak. betul-betul demikian halnya dan sebagainya). kelurusan hati. dan nilai. Definisi Kebenaran Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia yang ditulis oleh Purwadarminta ditemukan arti kebenaran. Penemuan Secara Spekulatif Misalnya seseorang yang menghadapi suatu masalah yang harus dipecahkan pada penemuan secara spekulatif. manusia berusaha menganalisanya berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki untuk sampai pada pemecahan yang tepat. 2. C. D. yaitu pengetahuan yang telah menetapkan objek yang khas atau spesifik dengan menerapkan atau hampiran metodologis yang khas pula.mempunyai kedudukan dan kekuasaan sering diterima sebagai kebenaran meskipun pendapat itu tidak didasarkan pada pembuktian ilmiah. Jalan kebetulan. 4. Selalu izin. sifat atau karakteristik. Sesuatu yang benar (sungguh-sungguh ada. Kebenaran dalam arti semantikal adalah kebenaran yang terdapat serta melekat di dalam tutur kata dan bahasa. Penemuan Kebenaran Lewat Cara berfikir Kritis dan Rasional Dalam menghadapi masalah. Pengetahuan filsafat yaitu jenis pengetahuan yang pendekatannya melalui . Keadaan (hal dan sebagainya) yang benar (cocok dengan hal atau keadaan yang sesungguhnya). Jika subjek hendak menuturkan kebenaran artinya proposisi yang benar. yakni sebagai berikut : 1. Sifat Kebenaran Menurut Abbas Hamami Mintaredja (1983) kata “kebenaran” dapat digunakan sebagai suatu kata benda yang konkret maupun abstrak. Jenis-Jenis Kebenaran Kebenaran Epistemologikal adalah pengertian kebenaran dalam hubungannya dengan pengetahuan manusia. Kebenaran kaitan dengan kualitas pengetahuan. Penemuan Kebenaran Melalui Penelitian Ilmiah Penelitian adalah penyaluran hasrat ingin tahu pada manusia dalam taraf keilmuan. Proposisi maksudnya makna yang dikandung dalam suatu pernyataan atau statement. 6. Kejujuran. yakni 1. 4. 3. 5. Pengetahuan ilmiah. Jika subjek menyatakan kebenaran bahwa proposisi yang diuji itu pasti memiliki kualitas. c. perkenanan. hubungan. Pengetahuan biasa atau biasa disebut knowledge of the man in the street atau ordinary knowledge atau common sense knowledge. Pengetahuan seperti ini memiliki inti kebenaran yang sifatnya subjektif.

Kekhilafan Dalam pengetahuan kekhilafan terjadi karena kesalahan pengambilan kesimpulan . Jadi. Pada dasarnya menurut teori kebenaran ini. 2. Teori Kebenaran Sintaksis Berpangkal tolak pada keteraturan sintaksis atau gramatika yang dipakai oleh suatu pernyataan atau tata bahasa yang melekatnya. Teori Kebenaran dan Kekhilafan Secara tradisional teori-teori kebenaran itu antara lain sebagai berikut : 1. 4. Teori Kebenaran Nondeskripsi Teori kebenaran nondiskripsi dikembangkan oleh penganut filsafat fungsionalisme. pada saat itu membuktikan kebenaran pengetahuan harus melalui indra pula. Teori kebenaran saling berhubungan (Coherence Theory of Truth) Pembuktian teori kebenaran koherensi dapat melaui fakta sejarah apabila merupakan proposisi sejarah atau memakai logika apabila merupakan pernyataan yang bersifat logis. Kebenaran yang dikaitkan atas ketergantungan terjadinya pengetahuan.metodologi pemikiran filsafat. 3. Kebenaran pengetahuan yang terkandung dalam pengetahuan agama. karena pada dasarnya apa yang hendak dibuktikan kebenarannya memiliki derajat logis yang sama yang masing-masing saling melingkupinya. 6. yang sifatnya mendasar dan menyeluruh dengan model pemikiran yang analitis. 5. subjekkah atau objek. Artinya bagaimana relasi atau hubungan antara subjek dan ojek manakah yang dominan untuk membangun pengetahuan. artinya pernyataan dalam suatu agama selalu dihampiri oleh keyakinan yang telah tertentu sehingga pernyataan dalam ayat kitab suci agama memiliki nilai kebenaran sesuai dengan keyakinan yang digunakan untuk memahaminya. Teori Kebenaran Saling Berkesuaian (Correspondence Theory of Truth) Teori kebenaran korespondensi adalah teori kebenaran yang paling awal dan paling tua. 2. Dengan demikian suatu pernyataan memiliki nilai benar apabila pernyataan itu mengikuti aturan-aturan sintaksis yang baku. Teori Kebenaran Berdasarkan Arti (Semantic Theory of Truth) Proposisi itu ditinjau dari segi artinya atau maknanya. Teori Kebenaran Logik yang Berlebihan (Logical Superfluity of Truth) Teori ini dikembangkan oleh kaum positivistic yang diawali oleh Ayer. Teori Kebenaran Inherensi (Inherent Teory of Truth) Pandangannya adalah suatu proposisi bernilai benar apabila mempunyai konsekuensi yang dapat dipergunakan atau bermanfaat. begitu juga dengan cara yang lain. Karena pada dasarnya suatu statemen atau pernyataan akan mempunyai nilai benar yang amat tergantung pada peran dan fungsi dari pernyataan itu. 3. Jika seseorang membangunnya melalui indra atau sense experience. 7. Kebenaran dikaitkan dengan sifat atau karakteristik dari bagaimana cara atau dengan alat apakah seseorang membangun pengetahuannya. Apakah proposisi yang merupakan pangkal tumpunya itu mempunyai referensi yang jelas. Pengetahuan agama memiliki sifat dogmatis. Teori ini berpandangan bahwa suatu proposisi bernilai benar apabila saling berkesuaian dengan dunia kenyataan. pengetahuan akan memiliki nilai benar sejauh pernyataan itu memiliki fungsi yang amat praktis dalam kehidupa sehari-hari. E. d. kritis dan spekulatif. problema kebenaran hanya merupakan kakacauan bahasa saja dan hal ini mengakibatkan suatu pemborosan.

Jadi dalam hal ini khilaf muncul karena adanya praanggapan atau pernyataan yang sudah dianggap benar secara umum. Kroeber dan C. A. Pengertian dan Unsur-Unsur Kebudayaan Kata kebudayaan berasal dari kata Sanskerta buddhayah. Sutan Takdir Alisyahbana Kebudayaan adalah manifestasi dari cara berfikir sehingga menurutnya pola kebudayaan itu sangat luas. Bahwa tak selalu apa yang kita lakukan benar. dari tidak berguna sama sekali dalam kehidupan praktis menjadi “tempat tergantung” kehidupan manusia. barulah ia arahkan perhatiannya kepada ilmu pengetahuan”. Ilmu dan Masyarakat Pada masa lampau kedudukan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari belum dapat dirasakan. Koentjaraningrat Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan. yakni alam dan zaman (kodrat dan masyarakat) yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran di dalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai. .L. tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia dengan belajar. yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal.yang tidak runtut terhadap pengalaman-pengalaman. Dengan demikian kebudayaan dapat diartikan hal-hal yang bersangkutan dengan akal. namun ada kesalahan yang membuat kita mengetahui apa kekurangan kita. Ungkapan Aristoteles tentang ilmu “umat manusia menjamin urusannya untuk hidup sehari-hari. 4. 2. Kluckhohn Kebudayaan adalah manifestasi atau penjelmaan kerja jiwa manusia dalam arti seluas-luasnya. B. Beberapa pengertian kebudayaan dari para ahli baik dari budayawan Indonesia atau pun dari bangsa di luar Indonesia. HUBUNGAN DAN PERANAN ILMU PENGETAHUAN TERHADAP PENGEMBANGAN KEBUDAYAAN NASIONAL A. Ki Hajar Dewantoro Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat. 1. (Van Melsen. 5. Ilmu sama sekali tidak memberikan pengaruhnya terhadap masyarakat. Malinowski Kebudayaan pada prinsipnya berdasarkan atas berbagai sistem kebutuhan manusia. Hikmah : • Bahwa kita dituntut menjadi manusia yang kreatif dalam pengambilan sutu keputusan namun tetap berdasarkan teori – teori empiris. 1987) Ilmu pada dewasa ini mengalami fungsi yang berubah secara radikal. 3.

Strategi Kebudayaan 1. 6. Kesenian merupakan hasil dari manusia sebagai homo esteticus. Merupakan produk manusia sebagai homo religious. Pengertian Kebudayaan Nasional Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia istilah kebudayaan diartikan sebagai : a. Bahasa manusia pada mulanya diwujudkan dalam bentuk tanda. yang kemudian disempurnakan dalam bentuk bahasa lisan. Setelah manusia dapat mencukupi kebutuhan fisiknya. Sistem mata pencarian hidup yang merupakan produk dari manusia sebagai homo economicus menjadi tingkat kehidupan manusia secara umum harus meningkat. manusia dapat menciptakan sekaligus mempergunakan suatu alat. Pengaruh timbal-balik antara ilmu dan kebudayaan Antara ilmu dan kebudayaan ada hubungan timbale balik. 3. hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia. Fungsi Kebudayaan Nasional Kebudayaan nasional mempunyai dua fungsi pokok. Bahasa merupakan produk dari manusia sebagai homo longuens. saling tergantung dan saling mendukung. keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya dan yang menjadi pedoman tingkah lakunya. cara berfikir. C. b. disamping itu dapat juga dari pemikiran orang lain. Kebudayaan Nasional dan Manusia Indonesia Dinamis atau tidaknya kebudayaan nasional akan tampak dari mampu atau tidaknya kebudayaan tersebut merangsang pertumbuhan serta perkembangan segala kekuatan aktif kreatif yang dimiliki manusia dan masyarakat Indonesia. yaitu pertama sebagai pedoman dalam membina persatuan dan kesatuan bangsa bagi masyarakat majemuk . sedangkan perkembangan ilmu dapat memberikan pengaruh pada kebudayaan. 2. D. Pengetahuan dapat diperoleh dari pemikiran sendiri. 2. Sementara itu kebudayaan nasional diartikan sebagai kebudayaan yang dianut oleh semua warga dalam satu negara. Artinya keseluruhan cara hidup. 5. Sistem religi dan upacara keagamaan. dan akhirnya menjadi bahasa tulisan. Perkembangan ilmu tergantung pada perkembangan kebudayaan. Sistem organisasi kemasyarakatan merupakan produk dari manusia sebagai homo socius. 4. 3. Peranan Ilmu Terhadap Pengembangan Kebudayaan Nasional 1.Unsur-unsur kebudayaan itu dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Peranan Ilmu terhadap Kebudayaan Nasional Pengembangan kebudayaan nasional pada hakikatnya adalah perubahan dari kebudayaan yang sekarang bersifat konvensional kea rah situasi kebudayaan yang lebih mencerminkan aspirasi tujuan nasional. Keadaan sosial dan kebudayaan. dan pandangan hidup suatu bangsa yang terekspresi dalam seluruh segi kehidupannya dalam ruang dan waktu tertentu. 7. Bersumber dari pemikirannya yang cerdas serta dibantu dengan tangannya yang dapat memegang sesuatu dengan erat. Sistem pengetahuan merupakan produk dari manusia sebagai homo sapiens. Sistem teknologi dan peralatan merupakan produksi dari manusia sebagai homo faber. maka manusia perlu dan selalu mencari pemuas untuk memenuhi kebutuhan psikisnya. E.

filsafat ilmu sangat berkaitan erat dengan epistemologi dan ontologi. serta implikasi metode dan model ilmiah terhadap masyarakat dan terhadap ilmu pengetahuan itu sendiri. Menurut Slamet Sutrisno ada lima langkah strategi. Akulturasi b. Filsafat ilmu berusaha untuk dapat menjelaskan masalah-masalah seperti: apa dan bagaimana suatu konsep dan pernyataan dapat disebut sebagai ilmiah. kebudayaan nasional Indonesia yang disebutnya Kebudayaan Indonesia Raya harus diciptakan sebagai sesuatu yang baru dengan mengambil banyak unsur dari kebudayaan Barat. yang termasuk di dalamnya antara lain ilmu alam dan ilmu sosial. Bidang ini mempelajari dasar-dasar filsafat. Keterkaitan ilmu dan masyarakat akan menimbulkan sebuah keduyaan. harus saling berkaitan. memperkirakan serta memanfaatkan alam melalui teknologi. dan penguat solidaritas. wahana komunikasi. Konsep dan pernyataan ilmiah Ilmu berusaha menjelaskan tentang apa dan bagaimana alam sebenarnya dan bagaimana teori ilmu pengetahuan dapat menjelaskan fenomena yang terjadi di alam. FILSAFAT DAN ILMU Filsafat ilmu adalah merupakan bagian dari filsafat yang menjawab beberapa pertanyaan mengenai hakikat ilmu. Dan tidak dapat berdiri sendiri – sendiri. ilmu menggunakan bukti dari eksperimen. Sistem pendidikan di Indonesia harus mampu menanamkan kebudayaan sosial. Agar kebudayaan nasional dapat berfungsi. Sosialisasi Pancasila sebagai dasar negara melalui pendidikan moral pancasila di sekolah dasar. e. Strategi Kebudayaan di Indonesia Sutan Takdir Alisyahbana. bagaimana ilmu dapat menjelaskan. Hikmah : • Bahwa masyarakat dan ilmu adalah sebuah komponen yang tidak dapat dipisahkan. 2. serta pedoman alih ilmu dan teknologi. Progresivitas c.Indonesia. bagaimana konsep tersebut dilahirkan. asumsi dan implikasi dari ilmu. Kedua sebagai pedoman dalam pengambilalihan dan pengembangan ilmu dan teknologi modern. Untuk dapat menciptakan kebudayaan nasional Indonesia sebagai kegiatan dan proses demi kejayaan bangsa dan negara diperlukan adanya strategi yang tangguh. formulasi dan penggunaan metode ilmiah. Untuk tujuan ini. (Supartono Widyosiswoyo. Oleh karena itu manusia Indonesia tidak boleh melupakan sejarahnya. cara menentukan validitas dari sebuah informasi. menengah dan mata kuliah pancasila di perguruan tinggi. Kebijaksanaan bahasa nasional. Kebudayaan nasional merupakan sarana pemberi identitas bangsa. bahasa Indonesia telah menjadi bahasa resmi di Indonesia. dan gorong royong. d. diperlukan sistem demokratisasi budaya. Di sini. yakni sebagai berikut : a. 1996). perasaan. deduksi logis serta . yakni suatu sistem yang mendukung kebebasan dan otonomi manusia serta lembaga-lembaga sosial yang mengatur kehidupan masyarakat. Adapun Sanusi Pane berpendapat bahwa kebudayaan nasional Indonesia sebagai kebudayaan Timur harus mementingkan kerohanian. FILSAFAT ILMU MIFTAH ROSYADI 292009175 /G 1. macam-macam penalaran yang dapat digunakan untuk mendapatkan kesimpulan.

Substansi Filsafat Ilmu Telaah tentang substansi Filsafat Ilmu. Sedangkan fakta ilmiah merupakan refleksi terhadap fakta obyektif dalam kesadaran manusia. kita mengenal 3 teori kebenaran yaitu koherensi. Fungsi Filsafat Ilmu Filsafat ilmu merupakan salah satu cabang dari filsafat. Fakta ilmiah tidak terpisahkan dari bahasa yang diungkapkan dalam istilah-istilah dan kumpulan fakta ilmiah membentuk suatu deskripsi ilmiah. fungsi filsafat ilmu kiranya tidak bisa dilepaskan dari fungsi filsafat secara keseluruhan. Kedua. menjurus ke arah koherensi moralitas. Suriasumantri. Fakta ilmiah merupakan dasar bagi bangunan teoritis. Michel William mengenalkan 5 teori kebenaran dalam ilmu. • Memberikan pengertian tentang cara hidup. Namun secara tradisional. • Positivistik berpandangan bahwa sesuatu yang nyata bila ada korespondensi antara yang sensual satu dengan sensual lainnya. 2. terdapat berbagai teori tentang rumusan kebenaran. Pertama. 1982). sebaliknya perkembangan ilmu memperkuat keberadaan filsafat. Filsafat dan ilmu adalah dua kata yang saling terkait. pandangan hidup dan pandangan dunia. yaitu substansi yang berkenaan dengan: (1) fakta atau kenyataan. menunjang dan melawan atau berdiri netral terhadap pandangan filsafat lainnya. menjurus ke arah teori korespondensi yaitu adanya korespondensi antara ide dengan fenomena. Tanpa fakta-fakta ini bangunan teoritis itu mustahil. (2) kebenaran (truth). kesesuaian antara fenomena dengan sistem nilai. • Memberikan ajaran tentang moral dan etika yang berguna dalam kehidupan • Menjadi sumber inspirasi dan pedoman untuk kehidupan dalam berbagai aspek kehidupan itu sendiri. • Rasionalistik menganggap suatu sebagai nyata. dan • Realisme-metafisik berpendapat bahwa sesuatu yang nyata bila ada koherensi antara empiri dengan obyektif. • Mempertahankan. Fakta obyektif yaitu peristiwa. Di sisi lain. seperti ekonomi. yaitu: sebagai confirmatory theories yaitu berupaya mendekripsikan relasi normatif antara hipotesis dengan evidensi dan theory of explanation yakni berupaya menjelaskan berbagai fenomena kecil ataupun besar secara sederhana. C.Fakta atau kenyataan Fakta atau kenyataan memiliki pengertian yang beragam. Disarikan dari Agraha Suhandi (1989) Sedangkan Ismaun (2001) mengemukakan fungsi filsafat ilmu adalah untuk memberikan landasan filosofik dalam memahami berbagi konsep dan teori sesuatu disiplin ilmu dan membekali kemampuan untuk membangun teori ilmiah. Kebenaran (truth) Sesungguhnya. politik. kebenaran korespondensi. Yang dimaksud refleksi adalah deskripsi fakta obyektif dalam bahasa tertentu. hukum dan sebagainya. bahwa filsafat ilmu tumbuh dalam dua fungsi. bila ada koherensi antara empirik dengan skema rasional. • Fenomenologik memiliki dua arah perkembangan mengenai pengertian kenyataan ini. B. yakni : • Sebagai alat mencari kebenaran dari segala fenomena yang ada. baik secara substansial maupun historis karena kelahiran ilmu tidak lepas dari peranan filsafat. (3) konfirmasi dan (4) logika inferensi. Ismaun (2001) memaparkannya dalam empat bagian.pemikiran rasional untuk mengamati alam dan individual di dalam suatu masyarakat. yaitu : kebenaran koherensi. 1. Selanjutnya dikatakan pula. korespondensi dan pragmatik (Jujun S. Sementara. bergantung dari sudut pandang filosofis yang melandasinya. Oleh karena itu. . • Pragmatisme memiliki pandangan bahwa yang ada itu yang berfungsi. Lorens Bagus (1996) memberikan penjelasan tentang fakta obyektif dan fakta ilmiah. fenomen atau bagian realitas yang merupakan obyek kegiatan atau pengetahuan praktis manusia.

e. dan analisis statistik lanjut lainnya masih dimaknai pada korespondensi unsur satu dengan lainnya. maupun yang filosofik. ataupun reflektif. Kebenaran koherensi Kebenaran koherensi yaitu adanya kesesuaian atau keharmonisan antara sesuatu yang lain dengan sesuatu yang memiliki hirarki yang lebih tinggi dari sesuatu unsur tersebut. Sesuatu benar bila memang dapat diaktualkan dalam tindakan. b. belum ada skema moral yang jelas. d. Padahal semestinya keseluruhan struktural tata hubungan itu yang dimaknai. yang merentang dari yang subyektif individual sampai yang obyektif. baik yang praktis yang teoritik. Tetapi tidak salah bila mengeksplisitkan asumsi dan postulatnya. Fenomenologi Russel menampilkan korespondensi antara yang dipercaya dengan fakta. postulat. Positivistik menampilkan kebenaran korespondensi antara fakta.Kebenaran performatif Ketika pemikiran manusia menyatukan segalanya dalam tampilan aktual dan menyatukan apapun yang ada dibaliknya. kebenaran pragmatik dan kebenaran proposisi. 3. 4. Noeng Muhadjir menambahkannya satu teori lagi yaitu kebenaran paradigmatik. 2001) a. atau memberikan pemaknaan. Post-positivistik dan rasionalistik menampilkan kebenaran koheren antara rasional. Pendapat lain yaitu dari Euclides. deduktif. Fenomena Bogdan dan Guba menampilkan kebenaran koherensi antara fakta dengan skema moral. melainkan dilihat dari benar materialnya.Logika inferensi Logika inferensi yang berpengaruh lama sampai perempat akhir abad XX adalah logika matematika. Koherensi ini bisa pada tatanan sensual rasional mau pun pada dataran transendental. tidak general sehingga inferensi penelitian berupa kesimpulan kasus atau kesimpulan ideografik. Sampai sekarang analisis regresi. tapi masih bersifat spesifik. Sedangkan untuk membuat penjelasan. atau pun nilai. prediksi atau pemaknaan untuk mengejar kepastian probabilistik dapat ditempuh secara induktif. yang sifatnya spesifik c. karena akan mampu memberi eksplanasi atau inferensi yang lebih menyeluruh. Suatu kebenaran dapat diperoleh bila proposisi-proposisinya benar. Menampilkan konfirmasi absolut biasanya menggunakan asumsi. orang mengetengahkan kebenaran tampilan aktual. atau axioma yang sudah dipastikan benar.Kebenaran proposisi Proposisi adalah suatu pernyataan yang berisi banyak konsep kompleks. antara fakta dengan belief yang diyakini. baik berupa skema. Realisme metafisik Popper menampilkan kebenaran struktural paradigmatik rasional universal dan Noeng . f. proposisi benar adalah bila sesuai dengan persyaratan formal suatu proposisi. (Ismaun.Kebenaran pragmatik Yang benar adalah yang konkret. Belief pada Russel memang memuat moral. Dalam logika Aristoteles. yang menguasai positivisme. Pemaknaan tersebut dapat ditampilkan sebagai konfirmasi absolut atau probalistik. Bahkan. memprediksi proses dan produk yang akan datang. yang individual dan yang spesifik dan memiliki kegunaan praktis.kebenaran performatif. Koresponsdensi relevan dibuktikan adanya kejadian sejalan atau berlawanan arah antara fakta dengan fakta yang diharapkan.Konfirmasi Fungsi ilmu adalah menjelaskan.Kebenaran struktural paradigmatik Sesungguhnya kebenaran struktural paradigmatik ini merupakan perkembangan dari kebenaran korespondensi.Kebenaran korespondensi Berfikir benar korespondensial adalah berfikir tentang terbuktinya sesuatu itu relevan dengan sesuatu lain. koheren antara fakta dengan skema rasio. analisis faktor. sistem. bahwa proposisi benar tidak dilihat dari benar formalnya.

menelaah tentang asal. Bila etik dimasukkan. logika terbagi ke dalam 2 bagian. Kosmologi Filsafati Filsafat alam yang berusaha mencari asal (arche) alam semesta. terutama hubungan jiwa & raga. bukanlah menjual buku mengenai ontologi. Corak dan Ragam Filsafat Ilmu Ismaun (2001:1) mengungkapkan beberapa corak ragam filsafat ilmu. dan logis. Penggunaan istilah "metafisika" telah berkembang untuk merujuk pada "hal-hal yang di luar dunia fisik". sifat. 2. kebendaan. D. • Filsafat seni/estetika mutakhir menempatkan produk seni atau keindahan sebagai salah satu tri-partit. Produk domain kognitif murni tampil memenuhi kriteria: nyata. yaitu logika induksi dan logika deduksi. sebagai contoh. Metafisika: upaya untuk menjawab problem tentang realitas yang lebih umum. Contoh: Thales berpendapat air sebagai arche. terhadap suatu permasalahan dan benar dalam bertindak. dan menemukan suatu bidang di luar bidang fisika atau disiplin ilmu lain. komprehensif.M. ketika menghimpun karyakarya Aristoteles. produk domain kognitif dan produk alasan praktis. Produk alasan praktis tampil memenuhi kriteria oprasional. pengobatan alternatif. Jujun Suriasumantri (1982:46-49) menjelaskan bahwa penarikan kesimpulan baru dianggap sahih kalau penarikan kesimpulan tersebut dilakukan menurut cara tertentu. melainkan sebagai kepanjangan ide manusia. Teknologi bukan lagi dilihat sebagai ends. sehingga . Antropologi. ruang. dan kemungkinan. yakni kebudayaan. menelaah tentang hakikat manusia. efisien dan produktif. (Runes. (Ismaun. benar. 1987: 1). sesuatu di luar hal-hal fisik. termasuk keberadaan. dan hal-hal sejenisnya. Istilah metafisika diketemukan Andronicus pada tahun 70 S. Hikmah Mempelajari Filsafat Ilmu Dengan mempelajari Filasafat Ilmu akan semakin membuat manusia dapat berfikir kritis. Ahli metafisika juga berupaya memperjelas pemikiran-pemikiran manusia mengenai dunia. rasional. hubungan sebab akibat. Theologi. yaitu : (1) meta ideologi. diantaranya: • Filsafat ilmu-ilmu sosial yang berkembang dalam tiga ragam. Filsafat alam yg menyelidiki gerak (motion) di alam semesta sebagai penyebab adanya perubahan (change Dalil Teleologis (William Paley) Benda-benda di ruang alam semesta itu memiliki gerak yg bertujuan (teleos). • Filsafat teknologi yang bergeser dari C-E (conditions-Ends) menjadi means. (2) meta fisik dan (3) metodologi disiplin ilmu.upaya untuk merumuskan fakta yang paling umum dan luas tentang dunia termasuk penyebutan kategori yang paling dasar dan hubungan di antara kategori tersebut (Alston: 1964: 1). maka perlu ditambah koheren dengan moral. yakni berdasarkan logika. Kosmologi. Bila etik dimasukkan perlu ditambah human. atau lebih fundamental daripada ilmu (White. atau lebih diekstensikan lagi menjadi tidak merusak lingkungan. tidak mengeksploitasi orang lain. waktu. Metafisika secara tradisional didefinisi-kan sebagai pengetahuan tentang Pengada (Being).200:9) Di lain pihak.usul dan hakikat alam semesta. Metafisika. Kajian tentang Tuhan secara rasional. "Toko buku metafisika". 1979: 196). melainkan lebih kepada buku-buku mengenai ilmu gaib.Muhadjir mengenalkan realisme metafisik dengan menampilkan kebenaranan struktural paradigmatik moral transensden.manusiawi. Cabang utama metafisika adalah ontologi. studi mengenai kategorisasi benda-benda di alam dan hubungan antara satu dan lainnya. METAFISIKA Metafisika berasal dari kata Yunani meta ta physika. Secara garis besarnya.

diamati. Di satu pihak metafisika memerlukan logika untuk membangun argumentasi yang meyakinkan. di pihak lain simbol dan prinsip-prinsip logika itu sendiri merupakan wajah metafisika. yaitu tentang “sejumlah besar A (fakta-fakta dari fenomena itu)” dan “variasi kondisi yang luas”. Prinsip induktif yang menjadi pegangan ialah: “jika sejumlah besar A (fakta-fakta dari suatu fenomena) diamati pada variasi kondisi yang luas. disusun secara teratur (sistematis) kemudian ditarik generalisasi-generalisasi sebagai kesimpulannya. Objeknya mungkin dapat diindera. dan ternyata semua A yang diamati itu menunjukkan adanya sifat B. Oleh karena itu dalam induksi tidak lengkap dengan sample study. Dapatlah dikatakan bahwa pekerjaan induktif ini dimulai dari hal-hal yang khusus (particular) yang terpikirkan sebagai kelas dari suatu fenomena. Secara general dikatakan bahwa “semua A memiliki sifat B”. dan semakin luas variasi kondisi dimana pengamatan itu dilakukan. daripada induksi lengkap. 3. Hubungan metafisika dengan logika bersifat simbiosis mutualistik. namun kualitasnya itu sendiri bersifat metafisik. yaitu: 1. mampukah pengamat mengamati seluruh A dari fenomena itu dan melakukannya pada variasi kondisi yang lengkap? Meskipun idealnya terdapat pembagian induksi lengkap (completely induction) dan induksi tidak lengkap itu. Pekerjaan semacam itu tidak lain adalah pekerjaan induktif (menginduksi). maka makin mantap hukum/dalil/teori yang dibangunnya. Coba perhatikan prinsip dasar induktif. Aksiologi. Homogenitas sampel. Tetapi timbul suatu pertanyaan (masalah induksi). Dari prinsip tersebut dapat ditanggapi bahwa semakin besar A yang diamati (seyogyanya semua A pada fenomena). Hikmah mempelajari metafisika Dalam Mempelajari metafisika saya lebih mengerti akan kekuasaan Tuhan yang Maha Esa dan lebih bersyukur atas nikmatnya salah satunya menciptakan manusia sebagai makhluk yang dapat berpikir. 3. Dalam observasi itu fakta-fakta dari fenomena dikumpulkan. si observer tidak bersikeras berkeyakinan bahwa hasilnya akan memperoleh kebenaran dari kesimpulan yang berlaku mutlak untuk generalisasi populasinya melainkan hanya berlaku pada . LOGIKA INDUKTIF Ilmu adalah akumulasi pengetahuan yang tersusun secara sistematis. Besar kecilnya sampel. masih tetap mempertanyakan tentang tiga hal. Hubungan Metafisika dengan Epistemologi. menuju generalisasigeneralisasi. Menangkap berarti mengamati atau mengobservasi. yang disebut sample study. value) sebagai kualitas yang inheren pada suatu objek. sedangkan hal-hal yang diamati dari fenomena itu tidak lain adalah fakta-fakta. dalil-dalil. namun pada kenyataannya tidak demikian.. karena sifatnya yg abstrak. atau teori dari suatu ilmu. Representatifnya sampel. Dalam melaksanakan sanple study. diklasifikasi. Pengetahuan yang dimaksud adalah suatu fenomena yang ditangkap oleh indra manusia. Hubungan metafisika dengan aksiologi terletak pada nilai (axios. Selintas nampak bahwa pekerjaan induktif itu mudah dan sederhana. 2. maka semua A termasuk yang tidak diamati) akan memiliki sifat B pula”. Dari sinilah terwujud hukum-hukum.alam semesta ini merupakan karya seni terbesar yang membuktikan adanya A Greater Intelligent Designer. dan Logika Hubungan metafisika dengan epistemologi terletak pada kebenaran (truth) sebagai titik omega bagi pencapaian pengetahuan.

taraf-taraf tertentu saja. Menjadi Lebih bisa mendekatkan diri pada Tuhan. Hikmah mempelajari Logika Induktif adalah dengan belajar logika Induktif saya mendapat pelajaran berupa: menjadi manusia yang terbiasa bersikap logis-rasional. Itu berarti pula bahwa pada taraf-taraf tertentu juga akan mengalami kesalahan/penyimpangan. Dan dapat bertukar pikiran dengan masyarakan menggunakan logika induktif. berfikir dengan logika induktif. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful