P. 1
Pengertian Opini Publik

Pengertian Opini Publik

|Views: 438|Likes:
Published by Silvester Jenahut

More info:

Published by: Silvester Jenahut on Oct 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/13/2015

pdf

text

original

Pengertian Opini Publik, Proses Komunikasi dan Publisistik dari Sudut Pandang Komunikasi

Pengertian Opini Publik Secara sederhana opini publik dapat diartikan sebagai pendapat masyarakat umum. Adapun berdasarkan materi yang kami dapat dalam mata perkuliahaan maka opini publik dapat diartikan sebagai hasil pemikiran sekelompok orang secara kolektif tentang suatu hal yang bersifat kontroversial atau dengan kata lain opini publik adalah kesatuan pendapat yang timbul dari suatu kelompok yang berkumpul secara sepontan yang membahas suatu isu atau masalah yang bersifat kontroversial.

Pengertian dan Proses Komunikasi : Menurut Carl I. Hovland ilmu komunikasi adalah upaya yang sistematis untuk merumuskan secara tegas asas-asas penyampaian informasi serta pembentukan pendapat dan sifat. Definisi Hovland tersebut menunjukan bahwa yang menjadi obyek studi ilmu komunikasi bukan saja penyampaian informasi melainkan juga pembentukan pendapat umum (opini public) dan sikap publik (public attitude) yang dalam kehidupan sosial dan khidupan politik memainkan peranan yang amat penting. Bahkan dalam definisi tersebut secara khusus mengenai pengertian komunikasi, Hovland mengatakan bahwa komunkasi adalah proses mengubah perilaku orang lain (communication is the process to modify the behavior of other individualis). Untuk memahami pengertian komunikasi sehingga dapat dilancarkan secara efektif para peminat komunikasi sering kali mengutip paradigma yang dikemunikan oleh Harold Lasswell dalam karyanya The Structure and Function of Communication in Society. Lasswell mengatakan bahwa cara yang baik untuk menjelaskan komunikasi adalah menjawab pertanyaan sebagai berikut Who Says what In Which Channel To Whom With What Effect? Paradigma Lasswell diatas menunjukan bahwa komunikasi meliputi lima unsure sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan yakni :

1. Komunikator (Communicator, source, sender) 2. Pesan (Message) 3. Media (Channel, Media) 4. Komunikan (communicant, communicate, receiver, recipient) 5. Efek (effect, impact, influence)

Jadi berdaraskan paradigm Laswell tersebut adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu.yaitu opini public. Komunikasi masa adalah komunikasi melalui media masa/publisistik yang bertujuan membentuk opini public, keberhasilan komunikasi ditentukan oleh komunikator dan publisistik yaitu penggunaan media yang tepat atau efektif.

Pengertian Publisistik Publisistik merupakan perkembangan dari ilmu persuratkabaran. Berdasarkan pendapat Walter Hagemann dalam bukunya Grundzuge der Publizistik, mendefinisikan publisitik secara singkat aja yaitu “Publizistik ist die Lehre von der offentlinchen Aussage aktueller Bewusztseinsinhalte”. Jadi menurut Hagemann, publistik adalah ajaran tentang pernyataan umum mengenai isi kesadaran aktual. Seorang ahli Indonesia yang tampaknya dipengaruhi oleh Hagemann adalah Adinegoro yang mengetengahkan definisi sebagai berikut : “Publisistik ialah ilmu pernyataan antar manusia yang umum lagi aktuil, dan bertugas menyelidiki secara ilmiah pengaruh pernyataan itu dari mulanya ditimbulkan orang, sampai tersiar dalam pers, radio, dan sebagainya serta akibatnya kepada si penerima pernyataanpernyataan itu”. Obyek publisistik adalah manusia, tetapi bukan manusia sebagai individu melainkan manusia dalam masyarakat. Berdasarkan hal-hal diatas maka jelas bahwa ilmu publisistik merupakan ilmu yang bersifat interdisipliner atau multi multi disipliner. Ilmu publisitik mempunyai obyek formal yang khas yaitu pernyataan antar manusia dalam masyarakat. Manusia dalam hal yang dimaksud adalah manusia dalam hubungan dengan masyarakat bukan manusia secara individu.

A. Pengertian Pers Ada 2 pengertian tentang pers, yaitu sbb : 1. Arti sempit : Pers adalah media cetak yang mencakup surat kabar, koran, majalah, tabloid, dan buletin-buletin pada kantor berita. 2. Arti luas : Pers mencakup semua media komunikasi, yaitu media cetak, media audio visual, dan media elektronik. Contohnya radio, televisi, film, internet, dsb. B. Latar Belakang Pers Indonesia Latar belakang munculnya pers di wilayah nusantara Indonesia berawal dari masa kolonialisme Belanda. Ketika Verenigde Nderlandsche Geotroyeerde Oost-Indishe Compagnie (VOC) menyadari manfaat pers untuk mencetak setiap aturan-aturan hukum atau perjanjian yang ditetapkan oleh pemerintahannya. Hasil cetakanya antara lain sebagai berikut : 1. Tijtboek, yaitu sejenis almanak atau buku waktu 2. Perjanjian Bongaya, yaitu perjanjian damai yang ditandantangai oleh Laksamana Cornelis Speelman (VOC) dan Sultan Hasanuddin di Makasar 3. Literatur Penginjilan 4. Kitab-kitab keagamaan dan traktat-traktat lain C. Perkembangan Pers di Indonesia

Sejarah perkembangan pers di Indonesia tidak terlepas dari sejarah politik Indonesia. Pada masa pergerakan sampai masa kemerdekaan, pers di Indonesia terbagi menjadi 3 golongan, yaitu pers Kolonial, pers Cina, dan pers Nasional.

Pers Kolonial adalah pers yang diusahakan oleh orang-orang Belanda di Indonesia pada masa kolonial/penjajahan. bertujuan membela kepentingan kaum kolonialis Belanda. meliputi surat kabar, majalah, dan koran berbahasa Belanda, daerah atau Indonesia Pers Cina adalah pers yang diusahakan oleh orang-orang Cina di Indonesia. Pers Cina meliputi koran-koran, majalah dalam bahasa Cina, Indonesia atau Belanda yang diterbitkan oleh golongan penduduk keturunan Cina. Pers Nasional adalah pers yang diusahakan oleh orang-orang Indonesia terutama orang-orang pergerakan dan diperuntukkan bagi orang Indonesia. Pers ini bertujuan memperjuangkan hak-hak bangsa Indonesia di masa penjajahan. Tirtohadisorejo atau Raden Djokomono, pendiri surat kabar mingguan Medan Priyayi yang sejak 1910 berkembang menjadi harian, dianggap sebagai tokoh pemrakarsa pers Nasional.

Perkembangan Pers di Indonesia — Muncul surat kabar pertama, Bataviase Nouvelles ^ pada tanggal 8 Agustus 1744 ^ dikelola oleh Jan Erdman Jordens ^ terbit dalam bentuk selembar kertas ukuran folio ^ terdiri dari dua halaman @halaman berisi dua kolom ^ Isi berorientasi iklan —Surat kabar kedua bernama Vendu Nieuws, dihentikan pada tahun 1809 — Tahun 1831, muncul surat kabar swasta pertama Perincian ž 1. Tahun 1945 – 1950-an (pers perjuangan) Pers Indonesia menjadi salah satu alat perjuangan untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. terjadi perebutan kekuasaan dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat, termasuk pers beberapa hari setelah teks proklamasi dibacakan. Pada bulan September-Desember 1945, kondisi pers RI semakin kuat, yang ditandai oleh mulai beredarnya koran Soeara Merdeka (Bandung), Berita Indonesia (Jakarta), Merdeka, Independent, Indonesian News Bulletin, Warta Indonesia, dan The Voice of Free Indonesia. ž 2. Tahun 1950 – 1960-an

Pers, pada masa itu merupakan alat propaganda dari Par-Pol, karena masa itu merupakan masa pemerintahan parlementer atau masa demokrasi liberal. Kemudian pers dikenal sebagai pers partisipan. Ada beberapa ketentuan yang diberlakukan, diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Pers berbahasa Cina dilarang 2. Diarahkan kepada pemulihan berlakunya UUD 1945 3. Isi berita harus sesuai doktrin Manipol-Usdek (Manifesto Politik UUDS, Demokrasi, Ekonomi terpimpin) 3. Tahun 1970-an Pers mengalami depolitisasi dan komersialisasi pers. tahun 1973, Pemerintah Orde Baru mengeluarkan peraturan yang memaksa penggabungan partai-partai politik menjadi tiga partai, yaitu Golkar, PDI, dan PPP. Peraturan tersebut menghentikan hubungan partai-partai politik dan organisasi massa terhadap pers sehingga pers tidak lagi mendapat dana dari partai politik. 4. Tahun 1980-an Tahun 1982, Departemen Penerangan mengeluarkan Peraturan Menteri Penerangan No. 1 Tahun 1984 tentang Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP). pers sangat mudah ditutup dan dibekukan kegiatannya oleh Departemen Penerangan 5. Tahun 1990-an Pers di Indonesia mulai menentang pemerinah dengan memuat artikel-artikel yang kritis terhadap tokoh dan kebijakan Orde Baru. Pada tahun 1994, ada tiga majalah mingguan yang ditutup, yaitu Tempo, DeTIK, dan Editor. 6. Masa Reformasi (1998/1999) – sekarang Pers Indonesia menikmati kebebasan pers. Pada masa ini terbentuk UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. kebebasan itu ditunjukkan dengan dipermudahnya pengurusan SIUPP. untuk memperoleh SIUPP cukup melibatkan 3 tahap dengan instalasi Kabinet BJ. Habibie (sebelumnya 16 tahap) D. Perubahan Identitas Pers INA 1. Tahun 1945-an, pers di Indonesia dimulai sebagai pers perjuangan. 2. Tahun 1950-an dan tahun 1960-an menjadi pers partisan yang mempunyai tujuan sama dengan partai-partai politik yang mendanainya. 3. Tahun 1970-an dan tahun 1980-an menjadi periode pers komersial, dengan pencarian dana masyarakat serta jumlah pembaca yang tinggi. 4. Awal tahun 1990-an, pers memulai proses repolitisasi. 5. Awal reformasi 1999, lahir pers bebas di bawah kebijakan pemerintahan BJ. Habibie, yang kemudian diteruskan pemerintahan Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri, hingga sekarang ini.

E. Fungsi & Peranan Pers Dalam Masy. Demokratis INA

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Pasal 33 Sebagai wahana komunikasi massa.

a)

Pers nasional sebagai sarana berkomunikasi antarwarga negara, warga negara dengan pemerintah, dan antarberbagai pihak. b) Sebagai penyebar informasi.

Pers nasional dapat menyebarkan informasi baik dari pemerintah atau negara kepada warga negara (dari atas ke bawah) maupun dari warga negara ke negara (dari bawah ke atas). c) Sebagai pembentuk opini.

Berita, tulisan, dan pendapat yang dituangkan melalui pers dapat menciptakan opini kepada masyarakat luas. Opini terbentuk melalui berita yang disebarkan lewat pers. d) Sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol serta sebagai lembaga ekonomi.

Berdasarkan UU No. 40 Tahun 1999 Pasal 2

―Kemerdekaan pers adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat yang berasaskan prinsipprinsip demokrasi, keadilan, dan supremasi hukum.‖ Kesimpulannya : 1. 2. 3. 4. media untuk menyatakan pendapat dan gagasan-gagasannya. media perantara bagi pemerintah dan masyarakat. penyampai informasi kepada masyarakat luas. penyaluran opini publik.

1. Berdasarkan UU Nomor 40 / Tahun 1999 Pasal 6, peranan pers sbb : 1. 2. 3. 4. Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui Menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar Melakukan pengawasan, kritik, koreksi dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum 5. Memperjuangkan keadilan dan kebenaran v Fungsi politis, pers digunakan dan berperan untuk tujuan-tujuan politik berbagai kekuatan politik dalam negara. v Fungsi ekonomi, pers menjadi institusi pengembangan modal, baik secara internal (modal perusahaan pers sendiri) dan eksternal (modal kekuatan industri). v Fungsi sosiologis berlangsung dalam interaksi pers dengan khalayaknya.

Kebebasan pers dapat diartikan sebagai ada jaminan terhadap hak warga masyarakat untuk menyampaikan informasi dan memperoleh informasi, sebagai dua sisi dari mata koin sifat institusional pers Pelaksanaan fungsi kontrol sosial pers mempunyai banyak tujuan, antara lain sebagai berikut ; 1. Manjaga agar undang-undang yang telah dibuat oleh wakil-wakil rakyat dijalankan sebaik-baiknya oleh semua pihak 2. Melindungi hak-hak asasi manusia 3. Melindungi kepentingan-kepentingan masyarakat 4. Menjaga agar jalannya pemerintahan sesuai dengan UUD, UU 5. Mewujudkan agar perencanaan negara, baik perencanaan politik, ekonomi,sosial maupun budaya 6. Menjaga agar dalam penggunaan budget negara sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan 7. Menjaga agar aparat pemerintah menjalankan tugas-tugasnya 8. Mewujudkan administrasi negara 9. Melakukan koreksi-koreksi 10. Melakukan tindakan-tindakan yang bersifat korektif 11. Melakukan kontrol secara organisatoris di dalam administrasi negara yang demokratis 12. Mengetahui apakah kekuasaan legislatif merupakan bagian kekuasaan dari kedaulatan rakyat 13. 13. Mengoreksi keputusan-keputusan yang dibuat badan yudikatif 14. Melakukan kontrol sosial terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan badan administrasi negara 15. Melakukan kontrol sosial 16. Mewujudkan pemerintahan yang bersih 17. Membantu tegaknya rule of law 18. Mendukung pemerintahan yang demokratis 19. Mendukung pemerintahan dalam rangka menjalankan open management 20. Mewujudkan terciptanya kesejahteraan masyarakat F. DASAR HUKUM PERS ž Dasar hukum dari Undang-Undang Dasar 1945 yang digunakan untuk undangundang tentang Pers, dapat dilihat dari konsiderans v Undang-undang No. 21 Tahun 1982 tentang Perubahan Atas v Undang-undang No 11 Tahun 1966 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pers sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 4 Tahun 1967. ž Disebutkan, mengingat: ―Pasal 5 ayat (1), Pasal 20 ayat (1), Pasal 28 dan Pasal 33 Undangundang Dasar 1945″. I Pasal 5 ayat (1) dan Pasal 20 ayat (1) UUD 1945 berkaitan dengan pembentukan dan pengesyahan suatu undang-undang. ―Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan

membentuk undang-undang dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat― (Pasal 5 ayat 1), dan ―Tiap-tiap undang-undang menghendaki persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat‖ (Pasal 20 ayat 1). 1. Bentuk-bentuk Kode Etik a. Kode Etik Wartawan Indonesia Kode etik disusun 26 organsiasi wartawan di Bandung tanggal 6 Agustus 1999 dengan semangat memajukan jurnalisme di era kebebasan pers 1) Wartawan Indonesia menghormati hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar 2) Wartawan Indonesia menempuh tata cara yagn etis untuk memperoleh dan menyiarkan informasi 3) Wartawan Indonesia menghormati asas praduga tak bersalah

4) Wartawan Indonesia tidak menyiarkan informasi yang bersifat dusta, fitnah, sadis dan cabul 5) Wartawan Indonesia tidak menerima suap, dan tidak menyalahgunakan profesi

6) Wartawan Indonesia memiliki hak tolak, menghargai ketentuan embargo, ifnormasi latar belakang, dan off the record sesuai kesepakatan 7) Wartawan Indonesia segera mencabut dan meralat dalam pemberitaan serta melayani hak jawab b. Kode Etik Praktik bagi Media Pers Dewan pers memandang perlu disusun kode praktik yang berlaku bagi media untuk mempratikkan standardisasi kerja jurnalistik yang meliputi sebagai berikut 1) Akurasi a) Dalam menyebarkan informasi, pers waji menempatkan kepentngan publik di atas kepentingan individu atau kelompok b) Pers tidak menerbitkan informasi yagn kurang akurat, menyesatkan, atau diputarbalikkan c) Jika diketahui informasiyang dimuat / disiarkan ternyata tidak akurat, meyesatkan, atau diputarbalikkan, koreksi harus segera dilakukan jika perlu disertai permintaan maaf d) Pers wajib membedakan antara komentar, dugaan dan fakta

e) Pers menyiarkan secara seimbang dan akurat hal-hal yang menyangkut pertikaian yang melibatkan dua pihak

f)

Pers kritis terhadap sumber berita dan mengkaji fakta dengan hata-hati

2) Privasi a) Setiap orang berhak dihormati privasinya, keluarga, rumah tangga, kesehatan dan kerahasiaan surat-suratnya b) Penggunaan kamera lensa panjang untuk memotret seseorang di wilayah privasi tanpa seijin yang bersangkutan tidak dibenarkan c) Wartawan tidak menelpon, bertanya, memaksa atau memotret seseorang setelah diminta untuk menghentikan upaya itu d) Wartawan tidak boleh bertahan di kediaaman nara sumber yagn telah memintanya meninggalkant empat, termasuk tidak membututi narasumber itu e) Wartawan dan fotografer tidak diperbolehkan memperoleh atau mencari informasi dan gambar melalui intimidasi, pelecehan, atau pemaksaan f) Pers wajib berhati-hati, menahan diri menerbitkan / menyiarkan ifnormasi yang bisa dikategorikan melanggar privasi, kecuali hal itu demi kepentingan publik g) Redaksi harus menjamin wartawannya mematuhi semua ketentuan tersebut

3) Pornografi Pers tidak menyiarkan informasi dan produk visual yang diketahui menghina atau melecehkan perempuan 4) Diskriminasi a) Pers menghindari prasangka atau sikap merendahkan seseorang berdasarkan ras, warna kulit, agama, jenis kelamin atau kecenderuntan seksual b) Pers menghindari penulisan yang mendetail tentang ras seseorang, warna kulit, agama, kecenderungan seksua dfan terhadap kelemahan fisik 5) Liputan Kriminalitas a) Pers menghindari identifikasi keluarga atau teman yang dituduh atau disangka melakukan kejahatan tanpa seizin mereka b) Pertimbangan khusus harus diperhatikan untuk kasus anak-anak yagn menjadi saksi atau menjadi korban kejahatan c) Pers tidak boleh mengidentifikasi anak-anak dibawah umur yang terlibat dlaam kasus serangan seksual, baik sebagai korban maupun saksi 6) Cara-cara yang tidak dibenarkan

a) Jurnalis tidak memeproelh atau mencari informasi atua gambar melalui caracara yang tidak dibenarkan b) c) Dokumen atau foto hanya boleh diambil tanpa seijin pemiliknya Dalih dapat dibenarkan bila menyangkut kepentingan publik

7) Sumber Rahasia Pers memiliki kewajiban moral untuk melindungi sumber-sumber informasi rahasia atau konfidensial 8) Hak Jawab dan Bantahan a) b) c) Hak jawab atas berita yang tidak akurat harus dihormati Kesalahan dan ketidakauratan wajib segera dikoreksi Koreksi dan sanggahan wajib diteritkan segera

c. Kode Etik Jurnalistik AJI (Aliansi Jurnalis Independen) 2. Kode Etik Peliputan Pemilu Indoensia belum ada kode etik peliputan pemilu yang disepakati bersama, sehingga setiap menjelang pemilu sejumlah organisasi wartawan sibuk membuat rumusan kode etik. Dalam Lokakarya peliputan pemilu 2004 yang diadakan lembaga pers Dr. Soetomo di Cianjur 21-25 April 2003 muncul kode etik berikut : 1. Pola dan tujuan pemberitaan pemilu hendaknya direncang untuk membantu masyarakat 2. Media agar membentuk tim peliputan pemilu sedini mungkin 3. Media pers mendorong partai-partai politik menggunakan media massa dalam strategi kampanye 3. Pers yang bebas dan bertanggung jawab Dalam mewujudkan pers yang bebas dan bertanggungjawab diperlukan adanya kemerdekaan pers dalam setiap tindakannya. Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyampaikan gagasan dan informasi Upaya mengembangkan kemerdekaan pers yang bebas dan bertanggungjawab dibentuk dewan pers independen yang bertujuan : a) b) c) Melindungi kemerdekaan pers Mengkaji pengembangan kehidupan pers Menetapkan dan mengawasi pelaksanaan kode etik jurnalistik

d) a) e) f)

Mempertimbangkan dan mengupayakan penyelesaian pengaduan masyarakat Mengembangkan komunikasi antara pers, masyarakat dan pemerintah Menfasilitasi organisasi-organisasi dalam menyusun aturan pers Mengventaris data-data perusahaa pers

Dalam memeprtanggungawabkan suatu berita, pers wajib memberikan pengertian dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah. Selain itu, Pers juga memiliki kewajiban melayani : a) Hak Jawab b) Hak Koreksi c) Hak Tolak G. Evaluasi Kebebasan Pers Pada era reformasi, keadaan berubah seemikian cepat. Pada saat itu keterbukaan informasi mulai terjadi. Setelah UU Nomor 40 tahun 1999 ditetapkan. Ada dua model penyelesaian kasus pelanggaran kode etik baik menurut UU Pers maupun aturan pers bersama DPR dan berbagai kelompok masyarakat terkait. Model penyelesaian kasus itu adalah sebagai berikut ; 1. Perbedaan Pers Liberal dan Pers Pancasila 2. Perilaku ganda pers 3. Pengendalian pers oleh pemerintah H. Peraturan Perundang-undangan tentang Kebebasan Pers di Indonesia
 

kebebasan pers di Indonesia memiliki landasan hukum yang termuat didalam ketentuan-ketentuan sbb : 1. Pasal 28 F, yang menyatakan setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. 2. Ketetapan MPR RI No. XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia, yang antara lain menyatakan bahwa setiap orang berhak berkomunikasi dan memperoleh informasi. 3. Pasal 19 Piagam PBB tentang Hak Asasi Manusia yang berbunyi, ―Setiap orang berhak atas kebebasan mempunyai dan mengeluarkan pendapat; dalam hak ini termasuk kebebasan memiliki pendapat tanpa gangguan, dan untuk mencari, menerima, dan menyampaikan informasi dan buah pikiran melalui media apa saja dan dengan tidak memandang batas-batas wilayah.‖

I. Dampak Menyalahgunakan Kebebasan Pers Massa Buah kebebasan pers adalah ketika pemerintah menghapus perautaran yeng manghapuskan setiap orang atau kelompok untuk memperoleh ijin sebelum dapat mencetak surat kabar.

Kebebasan yang telah dibuka oleh pemerintah meruipakan dambaan masyarakat khususnya insan pers utuk mendapatkan informasi seluas-luasnya secara cepat dan tepat. Dibalik itu ada oknum-oknum tertentu yang menyalahgunakan kebebasan pers, antara lain : 1. Digunakan sebagai alat politik dari oknum tertentu untuk mencapai tujuan tertentu 2. Dalam kolom opini / pendapat yagn bersumber dari SMS secara lugas orang dapat menyampaikan pendapatnya 3. Media masa elektronik / TV menayangkan acara yang kadang-kadang jauh dari nilainilai pendidikan dan hiburan itu sendiri bahkan bertabrakan dengan norma-norma masyarakat 4. Pers digunakan sebagai alat untuk memeras pejabat atau orang kaya yagn diduga melakukan KKN J. Menulis Suatu Berita Aktual untuk Dipublikasikan 1. Ciri-ciri Berita a. Kejadian Fakta (Fact) Sesuatu yang terjadi dalam khayalan atau hanya berupa berita burung saja, yang tidak ada kenyataannya tidak dapat dianggap sebagai berita b. Kejadian baru saja terjadi (Time) Kejadian yang berlangsung tiga bulan yang lalu tidak mempnyai nilai berita lagi karena sudah basi c. Kejadian luar biasa (Amazing) Kejadian yang terjadinya mengherankan, tidak diharapkan, atau ganjil sifatnya d. Kejadian Penting dan Terkenal (Important) Peristiwa atau kejadian itu menyangkut atau melibatkan orang ternama e. Kejadian skandal atau persengketaan f. Kejadian di dalam lingkungan sendiri (Nearness) g. Kejadian sesuai Minat Konsumen Berita (human Interest) 2. Sumber Tempat Mencari Berita 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Kantor Polisi Kantor pemerintahan Rumah Sakit Kantor pengadilan Humas kantor atau perusahaan Tokoh masyarakat Olahragawan atau artis

8. Sekolah 9. Sumber lain yagn sedang diminati pembaca 3. Menyusun atau Menulis Berita Yang perlu diingat adalah syarat menuis berita, yaitu harus berdasarkan fakta, objektif, berimbang, elngkap, akurat dan jelas. Dalam penulisan berita dibutuhkan standar rumus penulisan yaitu sebagai berikut : 5W+1H 1. 2. 3. 4. 5. 6. Where : Unsur tempat When : Unsur waktu Who : Siapa yang terlibat Why : Mengapa peristiwa itu terjadi What : Unsur peristiwa atau sendiri How : Bagaimana proses kejadiannya

4. Teknik Mencari Berita Metode atau cara-cara mencari berita antara lain sebagai berikut : 1. Sistem Beat Yaitu seorang wartawan mencari berita baik itu sekedar informasi maupun fakta b. Sistem meneruskan (Follow up) suatu berita biasanya merupakan suatu rangkaian. Misalnya berita yagn sudah ada dirasakan kurang memuaskan, ditelusuri lagi untuk melanjutkan berita tersebut c. Sistem Penugasan (Assigment) Adanya arahan dari seorang pimpinan untuk mencari berita karena dianggap cerita tersebtu penting d. Sistem Wawancara (Interview) Hampir setiap kegiatan wartawan melakukan wawancara e. Sistem menulis sendiri (Inventing) wartawan menulis sendiri berita yang akan diterbitkan dan menanggung resiko apa yang dituliskannya 5. Contoh Unsur Berita yang Dimuat Surat Kabar Untuk menarik perhatian pembaca, dapat diperhatikan bahasa berita yang ditampilkan ada beberapa unsur :

1. Unsur Konflik 2. Unsur Mengandung unsur Aneh K. Memanfaatkan Media Massa sesuai Fungsinya Secara khusus fungsi dari masing-masing media massa mempunyai karakteristik yang kecenderungannya yang berbeda 1. Surat / Kabar dan Majalah Fungsi utama dari surat kabar adalah menyiarkan informasi. Masyarakat berlangganan atau membeli surat kabar / majalah karena memerukan informasi mengenai berbagai peristiwa Fungsi lain media yaitu fungsi mempengaruhi, membimbing dan mengeritik serta mediator misalnya : 1. Menjadi mediator antara pengusaha dan pemerintah daerah atau pengusaha dengan masyarakat 2. Menyebarlukasna informasi dan komunikasi sehingga makin banyak dan semakin luas jumlah orang indonesia yang biasa mengenal peluang ekonomi serta memanfaatkannya 3. Berusaha mempengaruhi tercapainya keserasian kepentingan anttara kepentingan individu pengusaha, pemerintah dan kepentingan umum 4. Kontrol sosial, peristiwa busung lapar (gizi buruk) yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia 2. Film, Radio dan TV (Televisi) a) Fungsi utama dari film, radio dan TV adalah menghibur. Masyarakat melihat film, membeli TV, dan radio adalah untuk mencari hiburan. Dengan demikian keempat media massa itu saling mengisi dan melengkapi, sebab masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan. Milsanya b) Hampir semua program acara televisi nasional memasukkan unsur pembinaan akhlak mulia dan budi pekerti yang luhur meskipun porsinya tidak terlalu banyak c) Adanya dialog interaksi masyarakat dapat menyampaikan masukan, kritik dan saran

Antara pemerintah dan warga negara memerlukan komunikasi dan media yang dapat menghubungkan keduanya. Apalagi saat ini perkembangan pers di Indonesia sudah maju dengan pesat. Dengan adanya berita melalui koran, tabloid, majalah, radio, televisi, dan internet, masyarakat dapat dengan cepat mengetahui suatu kebijakan pemerintah. Penyajian berita atau kejadian melalui pers dapat diketahui masyarakat dengan cepat, akurat, dan efektif.

Media massa adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan-pesan dari sumber kepada khalayak (menerima) dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis seperti surat kabar, film, radio, TV (Cangara, 2002). Media massa adalah faktor lingkungan yang mengubah perilaku khalayak melalui proses pelaziman klasik, pelaziman operan atau proses imitasi (belajar sosial). Dua fungsi dari media massa adalah media massa memenuhi kebutuhan akan fantasi dan informasi (Rakhmat, 2001). Media menampilkan diri sendiri dengan peranan yang diharapkan, dinamika masyarakat akan terbentuk, dimana media adalah pesan. Jenis media massa yaitu media yang berorentasi pada aspek (1) penglihatan (verbal visual) misalnya media cetak, (2) pendengaran (audio) sematamata (radio, tape recorder), verbal vokal dan (3) pada pendengaran dan penglihatan (televisi, film, video) yang bersifat ferbal visual vokal (Liliweri, 2001). Effendy (2000), media massa digunakan dalam komunikasi apabila komunikasi berjumlah banyak dan bertempat tinggal jauh. Media massa yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari umumnya adalah surat kabar, radio, televisi, dan film bioskop, yang beroperasi dalam bidang informasi, edukasi dan rekreasi, atau dalam istilah lain penerangan, pendidikan, dan hiburan. Keuntungan komunikasi dengan menggunkan media massa adalah bahwa media massa menimbulkan keserempakan artinya suatu pesan dapat diterima oleh komunikan yang jumlah relatif banyak. Jadi untuk menyebarkan informasi, media massa sangat efektif yang dapat mengubah sikap, pendapat dan prilaku komunikasi. Media massa adalah alat-alat dalam komunikasi yang bisa menyebarkan pesan secara serempak, cepat kepada audience yang luas dan heterogen. Kelebihan media massa dibanding dengan jenis komunikasi lain adalah ia bisa mengatasi hambatan ruang dan waktu. Bahkan media massa mampu menyebarkan pesan hampir seketika pada waktu yang tak terbatas (Nurudin, 2007). Media massa memberikan informasi tentang perubahan, bagaimana hal itu bekerja dan hasil yang dicapai atau yang akan dicapai. Fungsi utama media massa adalah untuk memberikan informasi pada kepentingan yang menyebarluas dan mengiklankan produk. Ciri khas dari media massa yaitu tidak ditujukan pada kontak perseorangan, mudah didapatkan, isi merupakan hal umum dan merupakan komunikasi satu arah. Peran utama yang diharapkan dihubungkan dengan perubahan adalah sebagai pengetahuan pertama. Media massa merupakan jenis sumber informasi yang disenangi oleh petani pada tahap kesadaran dan minat dalam proses adopsi inovasi (Fauziahardiyani, 2009). Sumber: http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2060385-pengertian-mediamassa/#ixzz1yWR5xFMJ

Pengertian istilah jurnalistik dapat ditinjau dari tiga sudut pandang: harfiyah, konseptual, dan praktis.

Secara harfiyah, jurnalistik (journalistic) artinya kewartawanan atau kepenulisan. Kata dasarnya “jurnal” (journal), artinya laporan atau catatan, atau “jour” dalam bahasa Prancis yang berarti “hari” (day). Asal-muasalnya dari bahasa Yunani kuno, “du jour”yang berarti hari, yakni kejadian hari ini yang diberitakan dalam lembaran tercetak. Secara konseptual, jurnalistik dapat dipahami dari tiga sudut pandang: sebagai proses, teknik, dan ilmu. 1. Sebagai proses, jurnalistik adalah “aktivitas” mencari, mengolah, menulis, dan menyebarluaskan informasi kepada publik melalui media massa. Aktivitas ini dilakukan oleh wartawan (jurnalis). 2. Sebagai teknik, jurnalistik adalah “keahlian” (expertise) atau “keterampilan” (skill) menulis karya jurnalistik (berita, artikel, feature) termasuk keahlian dalam pengumpulan bahan penulisan seperti peliputan peristiwa (reportase) dan wawancara. 3. Sebagai ilmu, jurnalistik adalah “bidang kajian” mengenai pembuatan dan penyebarluasan informasi (peristiwa, opini, pemikiran, ide) melalui media massa. Jurnalistik termasuk ilmu terapan (applied science) yang dinamis dan terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dan dinamika masyarakat itu sendiri. Sebaga ilmu, jurnalistik termasuk dalam bidang kajian ilmu komunikasi, yakni ilmu yang mengkaji proses penyampaian pesan, gagasan, pemikiran, atau informasi kepada orang lain dengan maksud memberitahu, mempengaruhi, atau memberikan kejelasan. Secara praktis, jurnalistik adalah proses pembuatan informasi atau berita (news processing) dan penyebarluasannya melalui media massa. Dari pengertian kedua ini, kita dapat melihat adanya empat komponen dalam dunia jurnalistik: informasi, penyusunan informasi, penyebarluasan informasi, dan media massa.

Informasi : News & Views Informasi adalah pesan, ide, laporan, keterangan, atau pemikiran. Dalam dunia jurnalistik, informasi dimaksud adalah news (berita) dan views (opini). Berita adalah laporan peristiwa yang bernilai jurnalistik atau memiliki nilai berita (news values) –aktual, faktual, penting, dan menarik. Berita disebut juga “informasi terbaru”. Jenis-jenis berita a.l. berita langsung (straight news), berita opini (opinion news), berita investigasi (investigative news), dan sebagainya. Views adalah pandangan atau pendapat mengenai suatu masalah atau peristiwa. Jenis informasi ini a.l. kolom, tajukrencana, artikel, surat pembaca, karikatur, pojok, dan esai. Ada juga tulisan yang tidak termasuk berita juga tidak bisa disebut opini, yakni feature, yang merupakan perpaduan antara news dan views. Jenis feature yang paling populer adalah feature tips (how to do it feature), feature biografi, feature catatan perjalanan/petualangan, dan feature human interest.

Penyusunan Informasi Informasi yang disajikan sebuah media massa tentu harus dibuat atau disusun dulu. Yang bertugas menyusun informasi adalah bagian redaksi (Editorial Department), yakni para wartawan, mulai dari Pemimpin Redaksi, Redaktur Pelaksana, Redaktur Desk, Reporter, Fotografer, Koresponden, hingga Kontributor. Pemred hingga Koresponden disebut wartawan. Menurut UU No. 40/1999, wartawan adalah “orang yang melakukan aktivitas jurnalistik secara rutin”. Untuk menjadi wartawan, seseorang harus memenuhi kualifikasi berikut ini: 1. Menguasai teknik jurnalistik, yaitu skill meliput dan menulis berita, feature, dan tulisan opini. 2. Menguasai bidang liputan (beat). 3. Menguasai dan menaati Kode Etik Jurnalistik. Teknis pembuatannya terangkum dalam konsep proses pembuatan berita (news processing), meliputi: 1. News Planning = perencanaan berita. Dalam tahap ini redaksi melakukan Rapat Proyeksi, yakni perencanaan tentang informasi yang akan disajikan. Acuannya adalah visi, misi, rubrikasi, nilai berita, dan kode etik jurnalistik. Dalam rapat inilah ditentukan jenis dan tema-tema tulisan/berita yang akan dibuat dan dimuat, lalu dilakukan pembagian tugas di antara para wartawan. 2. News Hunting = pengumpulan bahan berita. Setelah rapat proyeksi dan pembagian tugas, para wartawan melakukan pengumpulan bahan berita, berupa fakta dan data, melalui peliputan, penelusuran referensi atau pengumpulan data melalui literatur, dan wawancara. 3. News Writing = penulisan naskah. Setelah data terkumpul, dilakukan penulisan naskah. 4. News Editing = penyuntingan naskah. Naskah yang sudah ditulis harus disunting dari segi redaksional (bahasa) dan isi (substansi). Dalam tahap ini dilakukan perbaikan kalimat, kata, sistematika penulisan, dan substansi naskah, termasuk pembuatan judul yang menarik dan layak jual serta penyesuaian naskah denganspace atau kolom yang tersedia.

Setelah keempat proses tadi dilalui, sampailah pada proses berikutnya, yakni proses pracetak berupa Desain Grafis, berupa lay out (tata letak), artistik, pemberian ilustrasi atau foto, desain cover, dll. Setelah itu langsung ke percetakan (printing process).

Penyebarluasan Informasi Yakni penyebarluasan informasi yang sudah dikemas dalam bentuk media massa (cetak). Ini tugas bagian marketing atau bagian usaha (Business Department) –sirkulasi/distribusi, promosi, dan iklan. Bagian ini harus menjual media tersebut dan mendapatkan iklan. Media Massa Media Massa (Mass Media) adalah sarana komunikasi massa (channel of mass communication). Komunikasi massa sendiri artinya proses penyampaian pesan, gagasan, atau informasi kepada orang banyak (publik) secara serentak.

Ciri-ciri (karakteristik) media massa adalah disebarluaskan kepada khalayak luas (publisitas), pesan atau isinya bersifat umum (universalitas), tetap atau berkala (periodisitas), berkesinambungan (kontinuitas), dan berisi hal-hal baru (aktualitas).

Jenis-jenis media massa adalah Media Massa Cetak (Printed Media), Media Massa Elektronik (Electronic Media), dan Media Online (Cybermedia). Yang termasuk media elektronik adalah radio, televisi, dan film. Sedangkan media cetak –berdasarkan formatnya— terdiri dari koran atau suratkabar, tabloid, newsletter, majalah, buletin, dan buku. Media Online adalah website internet yang berisikan informasi- aktual layaknya media massa cetak.

Produk Utama Jurnalistik: Berita Aktivitas atau proses jurnalistik utamanya menghasilkan berita, selain jenis tulisan lain seperti artikel dan feature. Berita adalah laporan peristiwa yang baru terjadi atau kejadian aktual yang dilaporkan di media massa. Tahap-tahap pembuatannya adalah sebagai berikut:

1. Mengumpulkan fakta dan data peristiwa yang bernilai berita –aktual, faktual, penting, dan menarik—dengan ―mengisi‖ enam unsur berita 5W+1H (What/Apa yang terjadi, Who/Siapa yang terlibat dalam kejadian itu, Where/Di mana kejadiannya, When/Kapan terjadinya, Why/Kenapa hal itu terjadi, dan How/Bagaimana proses kejadiannya) 2. Fakta dan data yang sudah dihimpun dituliskan berdasarkan rumus 5W+1H dengan menggunakan

Bahasa Jurnalistik –spesifik= kalimatnya pendek-pendek, baku, dan sederhana; dan komunikatif = jelas, langsung ke pokok masalah (straight to the point), mudah dipahami orang awam.

3. Komposisi naskah berita terdiri atas: Head (Judul), Date Line (Baris Tanggal), yaitu nama tempat berlangsungnya peristiwa atau tempat berita dibuat, plus nama media Anda, Lead (Teras) atau paragraf pertama yang berisi bagian paling penting atau hal yang paling menarik, dan Body (Isi) berupa uraian penjelasan dari yang sudah tertuang di Lead.

Apa pengertian berita? Berita adalah laporan tentang suatu kejadian yang baru atau keterangan yang terbaru tentang suatu peristiwa; suatu fakta yang menarik perhatian atau gagasan yang perlu disampaikan kepada khalayak melalui media massa umum. Unsur-unsur apa saja yang membentuk suatu berita? Unsur-unsur yang mempengaruhi suatu fakta atau gagasan sehingga dapat dijadikan berita adalah : 1. Penting (significance), yaitu kejadian yang dapat mempengaruhi orang banyak atau kejadian yang punya dampak terhadap kehidupan para pembaca. 2. Besar (magnitude), yaitu kejadian yang menyangkut angka-angka berarti bagi kehidupan orang banyak atau kejadian yang dapat berakibat dijumlahkan dalam rangka menarik buat pembaca. 3. Waktu (timeless), yaitu kejadian yang menyangkut hal-hal yang baru terjadi atau baru ditemukan. 4. Dekat (proximity), yaitu kejadian yang dekat bagi pembaca. Kedekatan ini bisa bersipat geografis ataupun emosional. 5. Tenar/populer, luar biasa (prominence), menyangkut hal-hal yang terkenal atau sangat

terkenal oleh pambaca. 6. Manusiawi (human interest), yaitu kejadian yang memberikan sentuhan perasaan bagi para pembaca, kejadian yang menyangkut orang biasa dalam situasi luar biasa atau orang besar dalam situasi biasa. Apa yang dimaksud bahasa berita? Bahasa berita adalah bahasa yang disyaratkan sederhana tidak bercampur baur dengan kata-kata asing dan kata-kata yang kurang atau tidak dipahami pembaca. Selain itu dalam bahasa berita hindari pemakaian kalimat terbalik dan kata-kata penat. Apa saja syarat-syarat berita itu? Berita harus memenuhi syarat : 1. Harus benar, apa yang diberitakan itu sesuai fakta dengan bukti-bukti yang konkrit. 2. Sederhana, berita yang ditulis harus sederhana baik dalam isi maupun bahasanya sehingga dapat dimengerti oleh berbagai lapisan masyarakat. 3. Singkat, berita yang baik adalah tidak bertele-tele, langsung pada pokok permasalahan, singkat jelas dan padat sehingga tidak menimbulkan kebosanan pada pembaca. 4. Jelas, apa yang diberitakan itu tidak semu, jelas dan bisa dipertanggung jawabkan. 5. Hidup, apa yang diberitakan harus mendorong minat pembaca untuk terus membaca dan mengikuti perkambangan berikutnya. Pembaca ikut merasakan. Berita memiliki berbagai ragam, mohon dijelaskan? Pembagian jenis berita dapat digolongkan menjadi 3 golongan : 1. Berita langsung (straight news) 2. Berita ringan (soft news) 3. Berita kisah (feature) Apa yang dimaksud berita aktual (hard news)? Berita aktual adalah uraian peristiwa, pendapat, atau realitas yang harus disajikan kepada khalayak secepatnya karena memiliki nilai berita yang tinggi. Berita aktual ini sering dijadikan berita utama media cetak atau dijadikan menu utama pada pemberitaan televisi, bahkan secara khusus berita ini dijadikan menu pada ―sekilas info ―(RCTI) atau ―Aktualita‖ (AN-teve), ―Fokus Utama‖ (Indosiar) atau nama lainnya yang memiliki maksud sama. Mohon dijelaskan berita ditinjau dari sudut geografi ! Berita ditinjau dari sudut geografi terbagi 3 yaitu : berita lokal, nasional, dan internasional. berita jika ditinjau sudut masalahnya terbagi dalam bidang atau masalah apa saja?Berita ditinjau sudut masalahnya terdiri dari bidang atau masalah politik, ekonomi, agama, budaya, ilmu pengetahuan, olah raga, tekhnik, militer, filsafat, dan tata negara.

Pengertian Jurnalistik
By

prop
– March 5, 2012Posted in: Jurnalistik inShare Share

Jurnalistik adalah sebuah cabang dari ilmu komunikasi yang sangat erat hubungannya dengan media. Pengertian jurnalistik sendiri adalah sebuah catatan mengenai kejadian sehari-hari yang di tuliskan dalam surat kabar atau media lainnya. Jurnalistik atau Jurnalisme berasal dari kata journal, artinya catatan harian, atau catatan mengenai kejadian sehari-hari, atau bisa juga berarti suratkabar. Journal berasal dari perkataan latin diurnalis, yaitu orang yang melakukan pekerjaan jurnalistik. Istilah jurnalis baru muncul di Indonesia setelah masuknya pengaruh ilmu komunikasi yang cenderung berkiblat ke Amerika Serikat. Istilah ini kemudian berimbas pada penamaan seputar posisi-posisi kewartawanan. Misalnya, ―redaktur‖ menjadi ―editor.‖ Aktivitas Jurnalisme dapat dikatakan ―coretan pertama dalam sejarah‖. Meskipun berita seringkali ditulis dalam batas waktu terakhir, tetapi biasanya disunting sebelum diterbitkan. Jurnalis seringkali berinteraksi dengan sumber yang kadangkala melibatkan konfidensialitas. Banyak pemerintahan Barat menjamin kebebasan dalam pers. Aktivitas utama dalam jurnalisme adalah pelaporan kejadian dengan menyatakan siapa, apa, kapan, di mana, mengapa dan bagaimana (dalam bahasa Inggris dikenal dengan 5W+1H) dan juga menjelaskan kepentingan dan akibat dari kejadian atau trend. Jurnalisme meliputi beberapa media: koran, televisi, radio, majalah dan internet sebagai pendatang baru.
Sejarah Pada awalnya, komunikasi antar manusia sangat bergantung pada komunikasi dari mulut ke mulut. Catatan sejarah yang berkaitan dengan penerbitan media massa terpicu penemuan mesin cetak oleh Johannes Gutenberg. Di Indonesia, perkembangan kegiatan jurnalistik diawali oleh Belanda. Beberapa pejuang kemerdekaan Indonesia pun menggunakan jurnalisme sebagai alat perjuangan. Di era-era inilah Bintang Timoer, Bintang Barat, Java Bode, Medan Prijaji, dan Java Bode terbit.

Pada masa pendudukan Jepang mengambil alih kekuasaan, koran-koran ini dilarang. Akan tetapi pada akhirnya ada lima media yang mendapat izin terbit: Asia Raja, Tjahaja, Sinar Baru, Sinar Matahari, dan Suara Asia. Kemerdekaan Indonesia membawa berkah bagi jurnalisme. Pemerintah Indonesia menggunakan Radio Republik Indonesia sebagai media komunikasi. Menjelang penyelenggaraan Asian Games IV, pemerintah memasukkan proyek televisi. Sejak tahun 1962 inilah Televisi Republik Indonesia muncul dengan teknologi layar hitam putih. Masa kekuasaan presiden Soeharto, banyak terjadi pembreidelan media massa. Kasus Harian Indonesia Raya dan Majalah Tempo merupakan dua contoh kentara dalam sensor kekuasaan ini. Kontrol ini dipegang melalui Departemen Penerangan dan Persatuan Wartawan Indonesia

(PWI). Hal inilah yang kemudian memunculkan Aliansi Jurnalis Independen yang mendeklarasikan diri di Wisma Tempo Sirna Galih, Jawa Barat. Beberapa aktivisnya dimasukkan ke penjara. Titik kebebasan pers mulai terasa lagi saat BJ Habibie menggantikan Soeharto. Banyak media massa yang muncul kemudian dan PWI tidak lagi menjadi satu-satunya organisasi profesi. Kegiatan jurnalisme diatur dengan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 yang dikeluarkan Dewan Pers dan Undang-Undang Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002 yang dikeluarkan oleh Komisi Penyiaran Indon

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->