PENGARUH PENGAWASAN TERHADAP DISIPLIN KERJA PEGAWAI KANTOR BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN BREBES

SKRIPSI
Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Ekonomi Pada Universitas Negeri Semarang

Oleh TETY ASMIARSIH M NIM. 3301401075

FAKULTAS ILMU SOSIAL JURUSAN EKONOMI 2006

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke sidang panitia ujian skripsi pada : Hari Tanggal : Kamis : 23 Februari 2006

Dosen Pembimbing I

Dosen Pembimbing II

Drs. Partono NIP. 131125942

Drs. H. Muhsin, M.Si NIP. 130818770

Mengetahui, Ketua Jurusan Ekonomi

Drs. Kusmuriyanto, M.Si. NIP. 131404309

ii

PENGESAHAN KELULUSAN

Skripsi ini telah dipertahankan di depan Sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang pada :

Hari Tanggal

: Sabtu : 25 Maret 2006

Penguji Skripsi

Dra. Palupiningdyah, M.Si NIP. 130812917

Anggota I

Anggota II

Drs. Partono NIP. 131125942

Drs. H. Muhsin, M. Si. NIP. 130818770

Mengetahui Dekan,

Drs. H. Sunardi, M. M. NIP. 130367998 iii

3301401075 iv . baik sebagian atau seluruhnya. NIM.PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi ini benar-benar hasil karya saya sendiri. bukan jiplakan dari karya tulis orang lain. Semarang. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah. 23 Februari 2006 Tety Asmiarsih M.

4. Al Insyirah : 6 – 7) “Dalam mencapai keberhasilan. teman-teman AP angkatan 2001. jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. PERSEMBAHAN : Tanpa mengurangi rasa syukur kepada Allah SWT.S. cinta dan dorongan demi keberhasilanku. serta teman-teman kost puri puspita. Bapak dan Mamah tercinta. 5. pertama-tama kita harus yakin bahwa kita mampu”. sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”. 3. (Q. doa. Mas Yayat. Al Baqarah : 153) “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. yang dengan penuh kasih sayang memberikan perhatian. 2. terima kasih untuk persahabatannya.S. Adik-adikku tersayang : Roy Aswin Danu dan Rocky Asandi. skripsi ini saya persembahkan kepada : 1. maka apabila kamu telah selesai dari sesuatu urusan kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain”. Sahabatku: Tyas. yang tak pernah lelah berdoa untuk keberhasilanku. Endang N. (Q. Almamater v .MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO : “Hai orang-orang yang beriman.S.

M. Ari Tri Soegito. M.Si. Kusmuriyanto. puji syukur senantiasa penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat. Ketua Jurusan Ekonomi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan segala kemudahan kepada penulis untuk studi di jurusan ekonomi. taufiq dan hidayah-Nya. selaku Rektor Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan studi di Universitas (UNNES). vi . Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak dapat tersusun dengan baik tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi dengan judul “Pengaruh Pengawasan Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes”. yang telah sabar memberikan bimbingan dan pengarahan serta motivasi kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Program Studi Administrasi Perkantoran Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang. Penulisan skripsi ini sebagai salah satu syarat guna mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan pada Jurusan Pendidikan Ekonomi. Drs. H. Dr. H. Sunardi. 3.M. 2. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Drs. Drs. SH.PRAKATA Alhamdullilah. M. Partono selaku dosen pembimbing I. 4. Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan rekomendasi serta kemudahan lain kepada penulis hingga terselesaikannya skripsi ini. M.

M. 10.5. Sasongko. Semua karyawan dan karyawati kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes yang telah membantu terlaksananya penelitian ini.Si selaku dosen pembimbing II. yang telah memberikan masukan dan pengarahan dalam penyusunan skripsi ini. Dra. dukungan moral maupun spiritual yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Bapak dan Mamah tercinta yang telah memberikan dukungan moral dan material. Semarang. H. 8. Semua pihak yang telah memberikan bantuan. Februari 2006 Penulis vii . Muhsin. 9. yang telah sabar memberikan bimbingan dan pengarahan serta motivasi kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Palupiningdyah. Drs. Drs. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya atas kebaikan semua pihak yang membantu dalam menyelesaikan skripsi ini. 6. Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya. Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes yang telah memberikan ijin dan membantu terlaksananya penelitian ini. M. 7.Si selaku dosen penguji skripsi.

15 daftar lampiran. Sebab pengawasan merupakan tindakan nyata dan paling efektif dalam mewujudkan kedisiplinan pegawai. Hal tersebut apakah mempengaruhi tingkat disiplin kerja pegawai dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh pimpinan. Jurusan Pendidikan Ekonomi Adm. 2006. Dengan disiplin yang baik berarti pegawai sadar dan bersedia mengerjakan semua tugasnya dengan baik. permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pengawasan di kantor Badan Kepegawaian Daerah kabupaten Brebes. Partono. 75 halaman. 18 daftar tabel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengawasan di kantor Badan Kepegawaian Daerah kabupaten Brebes. Populasi penelitian ini adalah seluruh pegawai kantor Badan Kepegawaian Daerah kabupaten Brebes baik pegawai negeri sipil maupun honor yang berjumlah 49 pegawai. untuk mengetahui disiplin kerja pegawai kantor Badan Kepegawaian Daerah kabupaten Brebes. H. Fakultas Ilmu Sosial. Berdasarkan survey awal yang dilakukan peneliti. Penelitian ini merupakan penelitian populasi karena anggota populasi sekaligus menjadi anggota sampel. Pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan diarahkan untuk meningkatkan mutu kerja pegawai. bagaimanakah disiplin kerja pegawai kantor Badan Kepegawaian Daerah kabupaten Brebes. Muhsin. dimana jumlah populasi kurang dari 100.Si. Kata Kunci : Pengawasan. M. Disiplin Kerja Suatu organisasi untuk memperoleh kemajuan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pengawasan terhadap disiplin kerja pegawai serta untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pengawasan terhadap disiplin kerja pegawai kantor Badan Kepegawaian Daerah kabupaten Brebes. 10 daftar gambar. Variabel dalam penelitian ini meliputi pengawasan (X) sebagai variabel bebas dan disiplin kerja (Y) sebagai variabel terikat. menunjukkan bahwa pengawasan yang ada di kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes sudah diterapkan tetapi dalam pelaksanaannya. Pengaruh Pengawasan Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode angket dan metode dokumentasi. Skripsi. adakah pengaruh pengawasan terhadap disiplin kerja pegawai kantor Badan Kepegawaian Daerah kabupaten Brebes dan seberapa besar pengaruhnya. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif persentase dan teknik analisis regresi sederhana dengan menggunakan program statistik SPSS.SARI Tety Asmiarsih M. Pembimbing II : Drs. perlu menggerakkan serta memantau pegawainya agar dapat mengembangkan seluruh kemampuan yang dimilikinya. Berdasarkan hal tersebut. pengawasan yang diberikan oleh pimpinan sebatas melihat laporan-laporan kerja dari pegawai sehingga tindakan koreksi tidak dilakukan secara langsung pada saat aktivitas pekerjaan berlangsung. Kedisiplinan adalah kunci keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuannya. Universitas Negeri Semarang. viii . Perkantoran. Pembimbing I : Drs.

Besar pengaruh pengawasan terhadap disiplin kerja pegawai pada kantor Badan Kepegawaian Daerah kabupaten Brebes sebesar 64. Mengacu dari hasil penelitian di mana pengawasan besar pengaruhnya terhadap disiplin kerja pegawai.472X. maka penulis mengajukan saran sebagai berikut: pihak pimpinan kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes hendaknya dapat meningkatkan pemberian teguran lisan maupun tertulis secara tegas kepada para pegawai yang melanggar peraturan agar pegawai lebih bertanggung jawab atas segala tugas yang telah kewajibannya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi pengawasan di kantor Badan Kepegawaian Daerah kabupaten Brebes termasuk kategori baik dan disiplin kerja termasuk kategori sangat tinggi. Hasil analisis regresi memperoleh persamaan ˆ regresi Y = 17. Uji signifikansi persamaan regresi uji F diperoleh Fhitung = 86.05. 806 + 0.000 < 0.9% dan selebihnya disiplin kerja pegawai dipengaruhi oleh faktor lain selain pengawasan sebesar 35.1%. Hal ini menunjukkan bahwa pengawasan berpengaruh positif terhadap disiplin kerja pegawai Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes. ix .827 dengan probabilitas sebesar 0.

............1..................................................................................... DAFTAR GAMBAR .....1....................6 Cara Pengawasan ............ HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ...................................................................... BAB I PENDAHULUAN ......................1....................................... MOTTO DAN PERSEMBAHAN ......4 Kegunaan Penelitian .............................................. 1...................................................................1. 2... 1...1........ DAFTAR LAMPIRAN..........1.DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL......................................................... i ii iii iv v vi viii x xii xiii xiv 1 1 5 6 6 7 10 10 10 11 12 13 14 14 16 17 21 x .......9 Karakteristik Pengawasan yang Efektif ....... SARI........................................................................................................................ DAFTAR ISI...................................................... HALAMAN PENGESAHAN KELULUSAN................................ 2................. 2......1 Pengertian Pengawasan............................................. PRAKATA.......5 Asas-asas Pengawasan ........................................................................ 2.....3 Tujuan Penelitian ............................................ BAB II LANDASAN TEORI PENELITIAN......1.. 2....................... DAFTAR TABEL.............2 Identifikasi dan Perumusan Masalah ....................................................................................................................................................... 2................................................1 Landasan Teori Pengawasan ..............1..............8 Proses Dasar Pengawasan ..................................................... 1.. 2..................................... 2...................................1....................4 Bentuk-bentuk Pengawasan ............. 1.. PERNYATAAN...................................... 2........................................................ 1..............................................................................................................................................................2 Tujuan Pengawasan...................5 Sistematika Penulisan Skripsi ...........................................................................1 Latar Belakang Masalah..........................................................................................................................7 Standar Pengawasan............................................................. 2.................................................................................3 Prinsip-prinsip Pengawasan ...........

.... 5...........................................1 Pengertian Disiplin............5 Metode Analisis Data....... 2.......................................2.........6 Alat untuk Mengukur Disiplin Kerja ................. 2...............................2. BAB III METODE PENELITIAN................................5 Prinsip-prinsip Pendisiplinan ...................................................................... 3...........................3 Metode Pengumpulan Data ....................................................1 Simpulan .............................2.............................................................. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................................................................................... 2...................... 2............ xi .............................................................. 3......................................3 Jenis-jenis Disiplin Kerja ......................... 3........ 4......................... BAB V SIMPULAN DAN SARAN ....................... LAMPIRAN.2............................................................................2............7 Faktor-faktor yang Dapat Meningkatkan Disiplin Kerja ...........................................2... 2.................................................... 4.2 Landasan Teori Disiplin....................... 5.......................2 Saran...... 2................4 Validitas dan Reliabilitas Instrumen .....................................2............................................................................................. 2..............................2 Pembahasan........... 22 22 24 25 26 28 29 31 33 34 36 37 37 38 39 40 45 50 50 70 75 75 75 76 78 3...........................................................4 Hipotesis.....................................................................................1 Hasil Penelitian ..............2 Variabel Penelitian .......4 Pendekatan Disiplin Kerja..................................................... 3................................2.......................................................... DAFTAR PUSTAKA ..8 Tingkat dan Jenis Sanksi Disiplin Kerja ..........2......... 2...........................3 Kerangka Berpikir.............1 Populasi ............................ 2...................................2 Tujuan Disiplin Kerja... 2...........................

................ Distribusi Kategori Disiplin Waktu ..................................................... Uji Coba Validitas Angket Disiplin Kerja………………………………… 43 4....................... Distribusi Kategori Ukuran / standar Pengawasan.... Anava Untuk Uji Kelinieran Regresi .............................. Jumlah Pegawai Menurut Masa Kerja . Distribusi Kategori Penilaian Kerja ............................. 18..... 47 52 53 53 54 55 56 57 58 60 61 62 64 65 66 xii .............. 7........... ........................................................................... Distribusi Kategori Perhatian Atas Penyimpangan.............. Rincian Jumlah Populasi ....... Distribusi Kategori Pengawasan ................. 5.DAFTAR TABEL Tabel 1..... 15....... 9............................................. Hal 38 42 3. Jumlah Pegawai Menurut Pendidikan.. Distribusi Kategori Disiplin pada Tangung Jawab............................ 8...................... Distribusi Kategori Perbandingan Hasil Pekerjaan dengan Standar ... 6................................................................................................................ 16.............. 10..................... Uji Coba Validitas Angket Pengawasan ... Jumlah Pegawai Menurut Pangkat dan Golongan ...................... 11..................................... Jumlah Pegawai Menurut Usia.................................................. 13....... Jumlah Pegawai Menurut Jabatan............................................................................................. 17............................. Distribusi Kategori Disiplin Kerja ... 12.................................................. 14......... 2...................... Distribusi Kategori Disiplin Peraturan.............

... Gambar 9......... Gambar 5. 36 Gambar 2................ Gambar 7............................................. Gambar 3................................................................................ Distribusi Kategori Disiplin Waktu ................ Distribusi Kategori Perbandingan Hasil Pekerjaan dengan Standar .. Distribusi Kategori Perbaikan Atas penyimpangan ...DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1.... Kerangka Berfikir Penelitian................................... Gambar 6............................................ Gambar 4.... Distribusi Kategori Penilaian Pekerjaan ............................ Gambar 8.............Distribusi Kategori Disiplin Tanggung Jawab ........................ Distribusi Kategori Ukuran / Standar ........... Distribusi Kategori Disiplin Peraturan............ Distribusi Pengawasan ........... Gambar 10................... 56 58 59 60 61 63 64 65 67 xiii ..................... Distribusi Disiplin Kerja ..................

........ Data Hasil Uji Coba Angket Penelitian Disiplin Kerja.......... 103 Lampiran 14................................................... Uji Linieritas Data............ Penentuan Kategori Pada Analisis Deskriptif Persentase......................................... Contoh Perhitungan Reliabilitas Angket Pengawasan............................................... 97 Lampiran 10.... Analisis Regresi Antara Pengawasan Dengan Disiplin Kerja ............ 91 Lampiran 6...... 98 Lampiran 11..... 87 Lampiran 4.. 95 Lampiran 9....... 89 Lampiran 5......... Uji Normalitas Data......... 78 Lampiran 2...................................... Deskripsi Data Hasil Variabel Pengawasan (X) .............................DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1........... Data Hasil Penskoran Angket Pengawasan (X) dan Disiplin Kerja (Y) .......110 xiv ................................................ 104 Lampiran 15............. Kisi-kisi Angket Penelitian ... Data Karakteristik Responden Penelitian. Surat – surat ................................ Deskripsi Data Hasil Variabel Disiplin Kerja (Y) ...................... 94 Lampiran 8................. 92 Lampiran 7........... ..... Data Hasil Uji Coba Angket Penelitian Pengawasan....... ............................ 79 Lampiran 3............. Contoh Perhitungan Reliabilitas Angket Disiplin Kerja ..................................... 102 Lampiran 13.... Susunan Organisasi Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes ....................................... 99 Lampiran 12........ Angket Penelitian ...........

Demikian Surat Rekomendasi ini dibuat agar dipergunakan sebagaimana mestinya. Partono NIP. Si NIP. 130818770 Mengetahui. Februari 2006 Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II Drs. Muhsin. NIP. Menerangkan bahwa mahasiswa yang bersangkutan telah menyelesaikan skripsi dan siap untuk diajukan pada Sidang Skripsi. 131404309 xv .Lampiran 14 Surat Rekomendasi Yang bertandatangan di bawah ini Dosen Pembimbing Skripsi dari mahasiswa: Nama NIM : Tety Asmiarsih M : 3301401075 Jurusan/ Prodi : Pendidikan Ekonomi/ Administrasi Perkantoran Judul Skripsi : Pengaruh Pengawasan Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes. Semarang. Ketua Jurusan Ekonomi Drs. 131125942 Drs. Kusmuriyanto. M. H. M.Si.

i xi i xi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 ii xii ii xii iii xiii iii xiii 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 iv xiv iv xiv 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 v vi vii viii ix x v vi vii viii ix x 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 xvi .

xvii .

BAB I PENDAHULUAN 1. Kedisiplinan harus ditegakkan dalam suatu organisasi.P Hasibuan (2003 : 194 – 196). Dengan disiplin yang baik berarti pegawai sadar dan bersedia mengerjakan semua tugasnya dengan baik. Pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan diarahkan untuk meningkatkan mutu kerja pegawai. karena suatu tujuan dalam suatu organisasi dapat berjalan dengan berhasil atau tidak tergantung dari faktor manusia yang berperan merencanakan. pengawasan adalah tindakan nyata dan paling efektif dalam mewujudkan kedisiplinan pegawai. sulit bagi organisasi untuk mewujudkan tujuannya. Menurut Malayu S. pimpinan perlu menggerakkan serta memantau pegawainya agar dapat mengembangkan seluruh kemampuan yang dimilikinya. Untuk memperoleh kemajuan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.1 Latar Belakang Masalah Sumber Daya Manusia dalam suatu organisasi mempunyai peranan yang sangat penting. melaksanakan dan mengendalikan organisasi yang bersangkutan. Jadi kedisiplinan adalah kunci keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuannya. Tanpa dukungan disiplin pegawai yang baik. Pada dasarnya pengawasan berarti pengamatan dan pengukuran sesuatu kegiatan operasional dan hasil yang dicapai dibandingkan dengan sasaran dan 1 .

Pengawasan yang dilaksanakan pimpinan bukanlah untuk mencari-cari kesalahan. rintangan-rintangan yang dialami maupun hal-hal lain yang mungkin akan dialami. antara lain : kesalahan-kesalahan dalam pelaksanaan pekerjaan. kekurangan-kekurangan dalam pelaksanaan pekerjaan. rencana dan program kerja yang telah dianalisa. kegagalan-kegagalan ataupun sukses-sukses yang dicapai dalam pelaksanaan pekerjaan. 1986 : 98). Menurut Gouzali Saydam (1993 : 198).2 standar yang telah ditetapkan sebelumnya. Pengawasan kerja sangatlah penting dalam setiap pekerjaan baik itu organisasi kecil maupun organisasi besar. strategi. kelemahan pelaksanaan dan cara kerjanya.Siagian. Disiplin merupakan tindakan manajemen untuk mendorong para . pengawasan terutama ditujukan agar rencana-rencana dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Sebab dengan adanya pengawasan kerja yang baik maka suatu pekerjaan akan dapat berjalan dengan lancar dan dapat menghasilkan hasil kerja yang baik pula. keputusan. dirumuskan dan ditetapkan sebelumnya dalam wadah yang disusun (Sondang P. 1996 : 109). Pengawasan dilakukan dalam usaha menjamin kegiatan terlaksana sesuai dengan kebijakan. Setiap organisasi perlu memiliki ketentuan yang harus ditaati oleh para anggotanya. melalui pengawasan dapat dipantau berbagai hal yang dapat merugikan organisasi. Suatu pengawasan yang baik harus bersifat mendidik dalam arti mendidik kearah kerja yang baik dan menjauhkan kemungkinan-kemungkinan penyelewengan (Nitisemito.

1996 : 118). pimpinan harus mampu menggerakkan dan mengarahkan pegawai karena pimpinan bertanggung jawab terhadap keberhasilan dan kegagalan pegawai. kedisiplinan bawahanpun akan ikut baik. Apabila teladan pimpinan baik. sikap dan perilaku karyawan untuk bekerja secara kooperatif dengan para karyawan yang lain (Sondang P. Disiplin yang baik tercermin dari besarnya rasa tanggung jawab seseorang terhadap tugas yang diberikan kepadanya. serta sesuai kata dengan perbuatan. perlu adanya teladan pimpinan. berdisiplin naik. sebab pimpinan merupakan panutan dan sorotan dari bawahannya (Nitisemito. 2003 : 193-194). Untuk lebih mengefektifkan peraturan yang telah dikeluarkan dalam rangka menegakkan disiplin. 2000 : 305).3 anggota organisasi memenuhi adalah tuntutan suatu berbagai ketentuan yang tersebut. Jadi pimpinan ikut berperan serta dalam menciptakan kedisiplinan pegawai. Maka peraturan sangat diperlukan untuk memberikan bimbingan dan penyuluhan bagi pegawai dalam menciptakan tata tertib yang baik di dalam organisasi. Pimpinan mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam menegakkan kedisiplinan.P Hasibuan. sebab kedisiplinan suatu organisasi dikatakan baik jika sebagian pegawai menaati peraturan-peraturan yang ada (Malayu S. Siagian. . Pimpinan harus memberi contoh yang baik. jujur. berusaha Pendisiplinan pegawai bentuk pelatihan memperbaiki dan membentuk pengetahuan.

Berdasarkan survey awal yang dilakukan peneliti. apabila mereka menggunakan perlengkapan-perlengkapan dengan hati-hati. pengawasan yang diberikan oleh pimpinan sebatas melihat laporan-laporan kerja dari pegawai sehingga tindakan koreksi tidak dapat dilakukan secara langsung pada saat aktivitas pekerjaan berlangsung. perlu diterapkan tindakan pengawasan yang rutin dari pimpinan terhadap pegawainya. apabila mengikuti cara kerja yang ditentukan oleh kantor atau organisasi dan apabila mereka menyelesaikan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab. Hal tersebut apakah mempengaruhi tingkat disiplin kerja pegawai dalam . Badan Kepegawaian Daerah kabupaten Brebes merupakan Perangkat Daerah yang melaksanakan manajemen Pegawai Negeri Sipil Daerah dalam membantu tugas pokok Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah di kabupaten Brebes (Keputusan Bupati Tk II Kabupaten Brebes. apabila mereka berpakaian serba baik pada tempatnya. 2001 : 3). Untuk menunjang pelaksanaan kegiatan operasional. Lateiner (1983 : 72) menyatakan bahwa disiplin sejati apabila para pegawai datang kekantor dengan teratur dan tepat pada waktunya. Alfred R. menunjukkan bahwa pengawasan yang ada di kantor Badan Kepegawaian Daerah kabupaten Brebes sudah diterapkan tetapi dalam pelaksanaannya. maka dengan sendirinya disiplin kerja karyawan akan baik.4 Apabila organisasi melaksanakan pengawasan secara baik sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dan dilaksanakan sesuai dengan tugas dan wewenang yang telah ditentukan.

maka permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1. Seberapa besar pengaruh pengawasan terhadap disiplin kerja pegawai kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes ? . Bagaimanakah pengawasan di kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes ? 2. yaitu pada kesimpulan (Suharsimi Arikunto. Adakah pengaruh pengawasan terhadap disiplin kerja pegawai kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes ? 4. Bagaimanakah disiplin kerja pegawai kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes ? 3. 1. Kondisi inilah yang menarik perhatian peneliti untuk melakukan penelitian dengan judul : “PENGARUH PEGAWAI PENGAWASAN KANTOR TERHADAP DISIPLIN KERJA DAERAH BADAN KEPEGAWAIAN KABUPATEN BREBES”.5 menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh pimpinan. 2002 : 51) Berdasarkan latar belakang.2 Identifikasi dan Perumusan Masalah Permasalahan merupakan bagian dari suatu kegiatan yang berupa pertanyaan yang nantinya diperoleh jawaban setelah penelitian selesai dilaksanakan.

Adapun tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini antara lain : 1. Bagi Peneliti Hasil penelitian ini berguna sebagai wahana latihan pengembangan kemampuan dalam bidang penelitian dan penerapan yang di dapat di . 1. Mengetahui ada tidaknya pengaruh pengawasan terhadap disiplin kerja pegawai Kantor Badan Kepegawaian Daerah kabupaten Brebes. 3.3 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian merupakan hal pokok yang harus ada terlebih dahulu sebelum seseorang melaksanakan kegiatan penelitian. 2. Mengetahui seberapa besar pengaruh pengawasan terhadap disiplin kerja pegawai kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes. Mengetahui disiplin kerja pegawai kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes.1 Kegunaan Praktis 1. Karena dengan merumuskan tujuan diharapkan dapat memberikan arah yang jelas bagi peneliti dalam melangkah. 4. Mengetahui pengawasan yang ada di kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes.4 Kegunaan Penelitian Dengan adanya penelitian ini manfaat yang diharapkan adalah : 1.4.6 1.

Bagi Perguruan Tinggi Sebagai lembaga pendidikan. Serta sebagai bahan perbandingan baik pada keadaan sebelumnya maupun yang akan datang mengenai disiplin kerja pegawai di lingkungan kantor Badan Kepegawaian Daerah kabupaten Brebes.5 Sistematika Penulisan Skripsi Sistematika penulisan skripsi dimaksudkan agar terdapat tata urutan dalam penulisan. 2.7 bangku kuliah.2 Kegunaan Teoritis Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat memberikan masukan bagi pengembangkan ilmu pengetahuan di bidang manajemen. serta menambah pengetahuan peneliti berkaitan dengan pengawasan dan disiplin kerja. 3. Dalam hal ini berkaitan dengan mengadakan pengawasan. Bagi kantor Badan Kepegawaian Daerah kabupaten Brebes Hasil penelitian ini dapat memberi masukan kepada pimpinan kantor Badan Kepegawaian Daerah kabupaten Brebes dalam rangka pembinaan disiplin pegawai negeri sipil. 1. 1. khususnya Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM).4. untuk mencari dan . sehingga pegawai dapat lebih bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Sistematika penulisan skripsi merupakan rangkaian uruturutan logis dan teratur dalam suatu kerangka acuan. hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pustaka atau referensi untuk penelitian selanjutnya.

meliputi : BAB I : PENDAHULUAN Berisi tentang latar belakang masalah.5.1 Bagian Awal Pada bagian awal terdiri dari : Halaman Judul. Pengesahan Kelulusan.5. BAB II : LANDASAN TEORI PENELITIAN Berisi landasan teori tentang pengawasan dan disiplin kerja. Pemberian sistematika penulisan juga dimaksudkan untuk mempermudah pemahaman isi dari suatu hasil penelitian yang mempunyai bobot tertentu. serta sistematika skripsi.8 mengelola serta menganalisis data dan informasi yang telah diperoleh di lapangan. 1. analisis data dan teknik menganalisis data. identifikasi dan perumusan masalah. Sari. dan Daftar Lampiran. Daftar Gambar. BAB III : METODE PENELITIAN Dalam bab ini diuraikan tentang populasi. validitas dan reliabilitas instrumen. metode pengumpulan data. Daftar Tabel. variabel dan sub variabel penelitian. kegunaan penelitian. dan hipotesis. Daftar Isi. Motto dan Persembahan. Pernyataan.2 Bagian Isi. Skripsi ini terdiri dari tiga bagian yaitu : 1. . tujuan penelitian. kerangka berpikir. Persetujuan Pembimbing. Prakata.

BAB V : PENUTUP Berisi simpulan dari analisis-analisis yang telah dilakukan dan saran-saran dari peneliti untuk pihak-pihak yang terkait.9 BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Menjelaskan tentang hasil-hasil penelitian disertai pembahasan secara lengkap dan mendetail. 1.3 Bagian Akhir Pada bagian akhir terdiri dari daftar pustaka dan lampiran-lampiran yang diperlukan. .5.

Siagian dalam Ulbert Silalahi (1992 : 175) mengemukakan pengertian pengawasan yaitu proses pengamatan dari pada pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar semua pekerjaan yang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.BAB II LANDASAN TEORI PENELITIAN 2. Sedangkan Sondang P. Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan. Pengawasan mempunyai hubungan yang erat dengan fungsi manajemen lainnya.1 Landasan Teori Pengawasan 2.1. terutama dengan fungsi perencanaan. bahwa pengawasan adalah proses untuk menjaga agar kegiatan terarah menuju pencapaian tujuan seperti yang direncanakan dan bila ditemukan penyimpangan-penyimpangan diambil tindakan koreksi. 1990 : 109).1 Pengertian Pengawasan Pengawasan adalah aktivitas yang mengusahakan agar pekerjaanpekerjaan terlaksana sesuai dengan rencana yang ditetapkan dan atau hasil yang dikehendaki (Ranupandojo. Hicks dalam Ulbert Silalahi (1992 : 175) mengatakan bahwa pengawasan adalah berhubungan dengan : 1) Perbandingan kejadian-kejadian dengan rencana-rencana 2) Melakukan tindakan-tindakan korektif yang perlu terhadap kejadian-kejadian yang menyimpang dari rencana-rencana. 10 . Oleh karena itu Herbert G.

Tujuan utama dari pengawasan ialah mengusahakan agar apa yang direncanakan menjadi kenyataan. baik pada waktu itu maupun waktu-waktu yang akan datang. dan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan serta kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam pelaksanaan rencana berdasarkan penemuan-penemuan tersebut dapat diambil tindakan untuk memperbaikinya.1. Menurut Ranupandojo (1990 : 109) tujuan pengawasan adalah mengusahakan agar pekerjaan-pekerjaan terlaksana sesuai dengan rencana yang ditetapkan dan atau hasil yang dikehendaki. kelemahan atau kegagalan kearah perbaikan. . (Manullang. Sedangkan Soekarno dalam Gouzali Saydam (1993 : 197) mengemukakan tujuan pengawasan antara lain adalah : 1) Untuk mengetahui apakah suatu kegiatan sudah berjalan sesuai dengan rencana. 5) Untuk mencari jalan keluar bila ada kesulitan. 2) Untuk mengetahui apakah suatu kegiatan sudah sesuai dengan instruksi. Untuk dapat benar-benar merealisasi tujuan utama tersebut. karena pengawasan mempunyai beberapa tujuan yang sangat berguna bagi pihak-pihak yang melaksanakan. 2004 : 173).2 Tujuan Pengawasan Dalam rangka meningkatkan disiplin kerja pegawai dengan tujuan untuk mencapai tujuan organisasi sangat perlu diadakan pengawasan.11 2. maka pengawasan pada taraf pertama bertujuan agar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan instruksi yang telah dikeluarkan. 4) Untuk mengetahui kesulitan-kesulitan dan kelemahan-kelemahan dalam kegiatan. 3) Untuk mengetahui apakah kegiatan telah berjalan efisien.

2) Pengawasan harus menemukan.1. .3 Prinsip-prinsip Pengawasan Agar fungsi pengawasan mencapai hasil yang diharapkan. Sedangkan menurut Ulbert Silalahi (1992 : 178) prinsip-prinsip pengawasan adalah : 1) Pengawasan harus berlangsung terus menerus bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan atau pekerjaan. 5) Pengawasan tidak menghambat pelaksanaan pekerjaan tetapi harus menciptakan efisiensi (hasil guna). menilai dan menganalisis data tentang pelaksanaan pekerjaan secara objektif. George R. 2. 6) Pengawasan harus fleksibel.12 Dapat disimpulkan bahwa tujuan pengawasan secara umum adalah menciptakan suatu efisiensi dan efektivitas dalam setiap kegiatan dan berusaha agar apa yang direncanakan dapat menjadi kenyataan. Terry dalam Winardi (1986 : 396) mengemukakan bahwa prinsip pengawasan yang efektif membantu usaha-usaha kita untuk mengatur pekerjaan yang direncanakan untuk memastikan bahwa pelaksanaan pekerjaan tersebut berlangsung sesuai dengan rencana. 4) Pengawasan harus memberi bimbingan dan mengarahkan untuk mempermudah pelaksanaan pekerjaan dalam pencapaian tujuan. maka pimpinan organisasi atau unit organisasi yang melaksanakan fungsi pengawasan harus mengetahui dan menerapkan prinsip-prinsip pengawasan. 3) Pengawasan bukan semata-mata untuk mencari kesalahan tetapi juga mencari atau menemukan kelemahan dalam pelaksanaan pekerjaan.

Perbaikan secara langsung sebelum penyimpangan terlalu jauh terjadi. Pengawasan Pasca Kerja Pengawasan dilakukan sesudah kegiatan atau pekerjaan berlangsung dan sudah berselang waktu yang lama. Kelemahannya ialah penyimpangan . Sifatnya mengarahkan keadaan yang akan terjadi di masa datang. 2. lebih menguntungkan pengawasan ini ialah supervisi. Pengawasan Semasa Kerja Pengawasan yang dilakukan pada saat tugas diselenggarakan.4 Bentuk-bentuk Pengawasan Bentuk-bentuk atau tipe pengawasan menurut Hamdan Mansoer (1989 : 158-159) sebagai berikut : 1. yang mungkin akan sangat sukar meluruskannya. Pengawasan bentuk ini memberikan patokan kerja dan tidak memandori kerja. 3. Supervisi langsung memungkinkan manajer melakukan tindakan koreksi langsung pula. memungkinkan manajer melakukan perbaikan di tempat pada waktu penyimpangan diketahui.13 7) Pengawasan harus berorientasi pada rencana dan tujuan yang telah ditetapkan (Plan and Objective Oriented). sebagai peringatan untuk tidak dilanggar.1. Pengawasan Pra Kerja Bentuk pengawasan pra kerja ini sifatnya mempersiapkan antisipasi permasalahan yang akan datang. 2. 8) Pengawasan dilakukan terutama pada tempat-tempat strategis atau kegiatankegiatan yang sangat menentukan atau control by exception. 9) Pengawasan harus membawa dan mempermudah melakukan tindakan perbaikan (Corrective Action).

maka haruslah terkumpul fakta-fakta di tangan pemimpin yang bersangkutan. sehingga tidak mungkin diperbaiki lagi. Cara pengawasan ini mengandung segi kelemahan.1.6 Cara Pengawasan Supaya pengawasan yang dilakukan seorang atasan efektif.14 baru diketahui setelah pekerjaan seluruhnya selesai. Sehingga dapat dilihat pelaksanaan pekerjaan. Guna maksud pengawasan seperti ini. Pengawasan Melalui Peninjauan Pribadi Peninjauan pribadi (personal inspection.1. . 2. ada beberapa cara untuk mengumpulkan fakta-fakta menurut Manullang (2004 : 178-180) yaitu : 1. personal observation) adalah mengawasi dengan jalan meninjau secara pribadi.5 Asas-asas Pengawasan Asas-asas pengawasan yang dikemukakan oleh Komaruddin (1992 : 1921) antara lain : 1) Asas Sumbangan terhadap Tujuan 2) Asas Penetapan Standar 3) Asas Penetapan Pokok-Pokok Pengawasan Strategi 4) Asas Tindakan Perbaikan 5) Asas Manajemen dengan Kekecualian 6) Asas Keluwesan Pengawasan 7) Asas Keharmonisan Pengawasan 8) Asas Kecocokan Pengawasan 9) Asas Tanggung Jawab Pengawasan 10) Asas Akuntabilitas Pengawasan 2.

Pengawasan Melalui Laporan Lisan Dengan cara ini. sesuai dengan instruksi dan tugas-tugas yang diberikan atasannya kepadanya. Wawancara yang diberikan ditujukan kepada orang-orang atau segolongan orang tertentu yang dapat memberi gambaran dari hal-hal yang ingin diketahui. pengawasan dilakukan dengan mengumpulkan faktafakta melalui laporan lisan yang diberikan bawahan. 4. Dengan cara ini kedua belah pihak aktif. Pengawasan Melalui Laporan Kepada Hal-hal yang Bersifat Khusus Pengawasan yang berdasarkan kekecualian atau control by exception adalah suatu sistem pengawasan dimana pengawasan itu ditujukan kepada soal-soal kekecualian. . bawahan memberikan laporan lisan tentang hasil pekerjaannya dan atasan dapat menanyakannya lebih lanjut untuk memperoleh fakta-fakta yang diperlukan. terutama tentang hasil sesungguhnya (actual result) yang dicapai oleh bawahannya. 3. Dengan laporan tertulis yang diberikan oleh bawahan. Jadi pengawasan hanya dilakukan bila diterima laporan yang menunjukkan adanya peristiwa-peristiwa yang istimewa. maka atasan dapat membaca apakah bawahan-bawahan tersebut melaksanakan tugas-tugas yang diberikan kepadanya dengan penggunaan hak-hak atau kekuasaan yang didelegasikan kepadanya. 2. Pengawasan Melalui Laporan Tertulis Laporan tertulis (written report) merupakan suatu pertanggung jawaban kepada atasan mengenai pekerjaan yang dilaksanakannya. Cara seperti ini memberi kesan kepada bawahan bahwa mereka diamat-amati secara keras dan kuat sekali.15 bila timbul syak wasangka dari bawahan. Sebagai alasan karena dengan cara ini kontak langsung antara atasan dengan bawahan dapat dipererat.

waktu 2. Meliputi : a. Manullang (2004 : 186-187) menggolongkan jenisjenis standar pengawasan ke dalam tiga golongan besar. Misalnya untuk mengukur kegiatan bagian atau kepala bagian hubungan kemasyarakatan atau mengukur sikap pegawai terhadap perusahaan. adalah semua standar yang dipergunakan untuk menilai atau mengukur hasil pekerjaan bawahan dalam bentuk jumlah uang.1. Meliputi : a. adalah semua standar yang dipergunakan untuk menilai atau mengukur hasil pekerjaan bawahan dan bersifat nyata tidak dalam bentuk uang. adalah standar yang biasa digunakan untuk mengukur atau menilai kegiatan bawahan diukur baik dengan bentuk fisik maupun dalam bentuk uang. Standar penghasilan c. Kuantitas hasil produksi b. Standar dalam Bentuk Uang. yaitu : 1.7 Standar Pengawasan Sebelum kegiatan pengawasan itu dilakukan perlu ditentukan standar atau ukuran pengawasan. Standar biaya b. Standar investasi 3.16 2. Kualitas hasil produksi c. Standar dalam Bentuk Fisik (physical standard). Standar Intangible. .

Proses pengawasan ini terdiri dari beberapa tindakan (langkah pokok) tertentu yang bersifat fundamental bagi semua pengawasan manajerial. sehingga pekerjaan yang dikerjakan sesuai dengan apa yang direncanakan. sebagai berikut : .17 2. yaitu : 1) Menentukan ukuran atau pedoman baku atau standar 2) Mengadakan penilaian terhadap pekerjaan yang sudah dikerjakan 3) Membandingkan antara pelaksanaan pekerjaan dengan pedoman baku yang ditetapkan untuk mengetahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi 4) Mengadakan perbaikan atau pembetulan atas penyimpangan yang terjadi. meliputi : 1) Mengukur hasil pekerjaan 2) Membandingkan hasil pekerjaan dengan standar dan memastikan perbedaan (apabila ada perbedaan) 3) Mengoreksi penyimpangan yang tidak dikehendaki melalui tindakan perbaikan Sedangkan Ranupandojo (1990 : 109) menyatakan bahwa proses pengawasan biasanya meliputi empat kegiatan utama.1.8 Proses Dasar Pengawasan Proses pengawasan adalah serangkaian kegiatan di dalam melaksanakan pengawasan terhadap suatu tugas atau pekerjaan dalam suatu organisasi. Terry dalam Winardi (1986 : 397) mengemukakan bahwa pengawasan merupakan suatu proses yang dibentuk oleh tiga macam langkah-langkah. Hani Handoko (1995 : 363) biasanya terdiri paling sedikit lima tahap. Pengawasan menurut T. Menurut George R.

laporan-laporan baik tertulis maupun lisan. sasaran. Penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan Penetapan standar adalah sia-sia bila tidak disertai berbagai cara untuk mengukur pelaksanaan kegiatan nyata. pengukuran dilakukan sebagai proses yang berulang-ulang dan terus menerus. Pengukuran pelaksanaan kegiatan nyata Setelah frekuensi pengukuran dan sistem monitoring ditentukan. . Penetapan standar pelaksanaan (perencanaan) Tahap pertama dalam pengawasan adalah penetapan standar pelaksanaan. yaitu pengamatan (observasi). dan target pelaksanaan dapat digunakan sebagai standar. 4. tetapi kompleksitas dapat terjadi pada saat menginterprestasikan adanya penyimpangan (deviasi). Penyimpangan-penyimpangan harus dianalisa untuk menentukan mengapa standar tidak dapat dicapai. Metodametoda otomatis dan inspeksi. Ada berbagai cara untuk melakukan pengukuran pelaksanaan. tujuan.18 1. pengujian (test) atau dengan pengambilan sampel. kuota. Standar mengandung arti sebagai suatu satuan pengukuran yang dapat digunakan sebagai patokan untuk penilaian hasil-hasil. 3. Pembandingan pelaksanaan kegiatan dengan standar dan penganalisaan penyimpangan-penyimpangan Perbandingan pelaksanaan nyata dengan pelaksanaan yang direncanakan atau standar yang telah ditetapkan merupakan tahap yang paling mudah dilakukan. 2. Oleh karena itu tahap kedua dalam pengawasan adalah menentukan pengukuran pelaksanaan kegiatan secara tepat.

Tindakan koreksi dapat diambil dalam berbagai bentuk. pada umumnya terdapat baik pada rencana keseluruhan maupun pada rencana-rencana bagian. Dengan kata lain. tindakan yang diambil untuk menyesuaikan hasil pekerjaan nyata yang menyimpang agar sesuai dengan . Mengadakan penilaian (evaluate) Dengan menilai dimaksudkan membandingkan hasil pekerjaan bawahan (actual result) dengan alat pengukur (standar) yang sudah ditentukan. dalam rencana itulah pada umumnya terdapat standar bagi pelaksanaan pekerjaan. Pengambilan tindakan korektif bila perlu Bila hasil analisa menunjukkan perlunya tindakan koreksi. Jadi pimpinan membandingkan hasil pekerjaan bawahan yang senyatanya dengan standar sehingga dengan perbandingan itu dapat dipastikan terjadi tidaknya penyimpangan. tindakan ini harus diambil. 2. Mengadakan tindakan perbaikan (corective action) Dengan tindakan perbaikan diartikan. Menetapkan alat ukur (standard) Alat penilai atau standar bagi hasil pekerjaan bawahan. Menurut Manullang (2004 : 184) untuk mempermudah dalam merealisasi tujuan. Standar mungkin diubah. maka alat penilai itu harus dikemukakan. 3. Dengan demikian atasan dan bawahan bekerja dalam menetapkan apa yang menjadi standar hasil pekerjaan bawahan tersebut.19 5. pengawasan harus perlu dilalui beberapa fase atau urutan pelaksanaan yang terdiri dari : 1. atau keduanya dilakukan bersamaan. dijelaskan kepada bawahan. pelaksanaan diperbaiki. Agar alat penilai itu diketahui benar oleh bawahan.

pelaksanaan pekerjaan seluruhnya dapat diselamatkan sesuai dengan rencana. Penilaian pekerjaan Penilaian atau pengukuran pekerjaan yang dimaksud adalah mengukur atau menilai kinerja yang dicapai oleh pegawai. serta dengan tindakan perbaikan yang akan diambil. Tindakan perbaikan itu tidak serta merta dapat menyesuaikan hasil pekerjaan yang senyatanya dengan rencana atau standar. maka dapat diambil beberapa pernyataan untuk dijadikan sebagai indikator yang dapat mengukur pengawasan. Ukuran atau standar pekerjaan Standar secara singkat dapat diartikan sebagai suatu nilai atau petunjuk yang menjadi suatu ukuran atau model sehingga hasil-hasil yang nyata dapat dibandingkan (Ulbert Silalahi. yaitu : 1. 1992 : 176). standar atau ukuran adalah dasar dalam melaksanakan kegiatan pengawasan dalam suatu organisasi. jadi penetapan standar dapat disebut sebagai perencanaan pengawasan.20 standar atau rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Dari proses pengawasan yang dikemukakan keempat ahli tersebut. 2. Singkatnya. Oleh karena itulah. perlu sekali adanya laporan-laporan berkala sehingga segera sebelum terlambat dapat diketahui terjadinya penyimpangan-penyimpangan. Pengukuran pekerjaan yang dilaksanakan harus tepat sehingga dapat dihilangkan adanya perbedaan . Standar atau ukuran ditetapkan sebelum pengawasan dilaksanakan.

21 penting antara yang sedang terjadi dengan apa yang semula diinginkan sesuai rencana. Perbaikan yang dilakukan haruslah mengacu kepada peraturan organisasi dan mengarah kepada tujuan organisasi. 1992 : 176).9 Karakteristik Pengawasan yang Efektif Agar dapat efektif setiap pengawasan harus memenuhi kriteria tertentu. Kriteria penting bagi pengawasan yang baik menurut pendapat Ranupandojo (1990 : 114) yaitu : . kesalahan tersebut harus diperbaiki. diharapkan hasil kerja akan sesuai dengan rencana. Perbandingan hasil kerja dengan ukuran merupakan tindakan penting dalam menentukan seberapa baik atau seberapa buruk pengendalian yang terjadi pada situasi tersebut. Dalam manajemen. Perbaikan atas penyimpangan Tindakan perbaikan atau koreksi dilaksanakan apabila dalam pelaksanaan kerja ditemukan penyimpangan-penyimpangan atau kesalahan yang harus segera dibetulkan. 2. apapun besarnya suatu kesalahan dalam pekerjaan. Perbandingan antara hasil pekerjaan dengan ukuran atau standar pekerjaan Perbandingan adalah untuk menentukan tingkat perbedaan antara pelaksanaan (hasil) kerja yang dicapai dengan rencana yang diinginkan sebelumnya (Ulbert Silalahi. Melalui tindakan perbaikan terhadap suatu penyimpangan. 4. Perbandingan antara kinerja sesungguhnya dan kinerja yang diinginkan akan menentukan tindakan yang akan diambil.1. 3.

Disiplin merupakan suatu kekuatan yang berkembang di dalam tubuh pekerja sendiri yang menyebabkan dia dapat menyesuaikan diri dengan sukarela kepada .2. Hal ini menekankan pada bantuan kepada pegawai untuk mengembangkan sikap yang layak terhadap pekerjaannya dan merupakan cara pengawas dalam membuat peranannya dalam hubungannya dengan disiplin. artinya biaya pengawasan harus lebih kecil dibandingkan dengan hasilnya 6) Pelaksanaan pengawasan sesuai dengan struktur organisasi 7) Harus sesuai dengan arus kerja atau sesuai dengan sistem dan prosedur yang dilaksanakan dalam organisasi 8) Harus luwes dalam menghadapi perubahan-perubahan yang ada 9) Bersifat memerintah dan dapat dikerjakan oleh bawahan 10) Sistem pengawasan harus dapat diterima dan dimengerti oleh semua anggota organisasi 2.22 1) Informasi yang akan diukur harus akurat 2) Pengawasan harus dilakukan tepat waktu disaat penyimpangan diketahui 3) Sistem Pengawasan yang dipergunakan harus mudah dimengerti oleh orang lain 4) Pengawasan harus dititik beratkan pada kegiatan-kegiatan strategis 5) Harus bersifat ekonomis.1 Pengertian Disiplin Kata disiplin itu sendiri berasal dari bahasa Latin “discipline” yang berarti “latihan atau pendidikan kesopanan dan kerohanian serta pengembangan tabiat”.2 Landasan Teori Disiplin Kerja 2.

dan nilai-nilai tinggi dari pekerjaan dan tingkah laku (Moekijat.23 keputusan-keputusan. Menurut Keith David dalam A. Sedangkan kesediaan adalah suatu sikap. dan taat terhadap peraturan-peraturan yang berlaku baik yang tertulis maupun tidak tertulis serta sanggup menjalankannya dan tidak mengelak untuk menerima sanksisanksinya apabila ia melanggar tugas dan wewenang yang diberikan kepadanya. bukan atas paksaan. sikap dan perilaku karyawan sehingga para karyawan tersebut secara sukarela berusaha bekerja secara kooperatif dengan para karyawan yang lain serta meningkatkan prestasi kerjanya ( Sondang P. Sedangkan pendapat Siswanto Sastrohadiwiryo (2003 : 291) disiplin kerja dapat didefinisikan sabagai suatu sikap menghormati. peraturan-peraturan. Anwar Prabu Mangkunegara (2001 : 129). patuh. Rumusan lain menyatakan bahwa disiplin merupakan tindakan manajemen mendorong para anggota organisasi memenuhi tuntutan berbagai ketentuan tersebut. 1989 : 139). menyatakan bahwa disiplin kerja dapat diartikan sebagai pelaksanan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman organisasi. Jadi.A. pendisiplinan pegawai adalah suatu bentuk pelatihan yang berusaha memperbaiki dan membentuk pengetahuan. Dengan perkataan lain. dan perbuatan seseorang yang sesuai . Kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Siagian. dia akan mematuhi atau mengerjakan semua tugasnya dengan baik. menghargai. Kesadaran disini merupakan sikap seseorang yang secara sukarela menaati semua peraturan dan sadar akan tugas dan tanggung jawabnya. 2000 : 305 ). tingkah laku.

dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja pegawai merupakan sikap atau tingkah laku yang menunjukkan kesetiaan dan ketaatan seseorang atau sekelompok orang terhadap peraturan yang telah ditetapkan oleh instansi atau organisasinya baik yang tertulis maupun tidak tertulis sehingga diharapkan pekerjaan yang dilakukan efektif dan efesien.2.24 dengan peraturan perusahaan. baik yang tertulis maupun tidak tertulis (Malayu S. baik tertulis maupun tidak tertulis.P Hasibuan. Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut diatas. 2003 : 193-194). 2. 3) Pegawai dapat menggunakan dan memelihara sarana dan prasarana.2 Tujuan Disiplin Kerja Secara umum dapat disebutkan bahwa tujuan utama disiplin kerja adalah demi kelangsungan organisasi atau perusahaan sesuai dengan motif organisasi atau perusahaan yang bersangkutan baik hari ini maupun hari esok. serta melaksanakan perintah manajemen dengan baik. pekerjaan yang . antara lain : 1) Agar para pegawai menepati segala peraturan dan kebijakan ketenagakerjaan maupun peraturan dan kebijakan organisasi yang berlaku. barang dan jasa organisasi dengan sebaik-baiknya. 2) Pegawai dapat melaksanakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya serta mampu memberikan pelayanan yang maksimum kepada pihak tertentu yang berkepentingan dengan organisasi sesuai dengan bidang diberikan kepadanya. Menurut Siswanto Sastrohadiwiryo (2003 : 292) secara khusus tujuan disiplin kerja para pegawai.

3 Jenis-jenis Disiplin Kerja T. 2. bersifat mendidik dan mengoreksi kekeliruan untuk tidak terulang kembali. . sehingga dapat dicegah berbagai penyelewengan atau pelanggaran. Hani Handoko dalam Susilo Martoyo (1996 : 144) menggolongkan jenis-jenis disiplin antara lain : 1. 5) Pegawai mampu menghasilkan produktivitas yang tinggi sesuai dengan harapan organisasi. 2.2. dan mencoba untuk menghindari pelanggaran-pelanggaran lebih lanjut. Disiplin Preventif Disiplin preventif merupakan kegiatan yang dilaksanakan dengan maksud untuk mendorong para karyawan agar sadar mentaati berbagai standar dan aturan. Kegiatan korektif ini berupa suatu bentuk hukuman atau tindakan pendisiplinan (disciplinary action). Disiplin Korektif Disiplin korektif merupakan kegiatan yang diambil untuk menangani pelanggaran yang terjadi terhadap aturan-aturan. yang wujudnya dapat berupa “peringatan” ataupun berupa “schorsing”. baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Semua sasaran pendisiplinan tersebut harus positif. Yang utama dalam hal ini adalah ditumbuhkannya “self discipline” pada setiap karyawan tanpa kecuali.25 4) Para pegawai dapat bertindak dan berpartisipasi sesuai dengan norma-norma yang berlaku pada organisasi.

Tujuan pokoknya adalah mendorong SDM agar memiliki disiplin pribadi yang tinggi. Disiplin Preventif Disiplin preventif adalah tindakan SDM agar terdorong untuk menaati standar atau peraturan. Disiplin Korektif Disiplin korektif adalah tindakan dilakukan setelah terjadi pelanggaran standar atau peraturan. yang dapat mematikan prakarsa dan kreativitas serta partisipasi SDM. antara lain berupa peringatan. agar peran kepemimpinan tidak terlalu berat dengan pengawasan atau pemaksaan. pemecatan. yaitu : 1.26 Sedangkan menurut Keith Davis dan John W.2. Disiplin Progesif Disiplin progresif adalah tindakan disipliner berulang kali berupa hukuman yang makin berat. 2.4 Pendekatan Disiplin Kerja Ada tiga pendekatan disiplin menurut A. 3. menyatakan bahwa disiplin mempunyai 3 (tiga) macam bentuk.A. Tindakan itu biasanya berupa hukuman tertentu yang biasa disebut sebagai tindakan disipliner. dengan maksud agar pihak pelanggar bisa memperbaiki diri sebelum hukuman berat dijatuhkan. Anwar Prabu Mangkunegara (2001 : 130) yaitu : . Newstrom dalam Triguno (1997 : 50-51). skors. tindakan tersebut dimaksud untuk mencegah timbulnya pelanggaran lebih lanjut. 2.

b. Disiplin dilakukan oleh atasan kepada bawahan. Melindungi tuduhan yang benar untuk diteruskan pada proses hukuman yang berlaku. c. b. Keputusan-keputusan yang semuanya terhadap kesalahan atau prasangka harus diperbaiki dengan mengadakan proses penyuluhan dengan mendapatkan fakta-faktanya. Pendekatan Disiplin Modern Pendekatan disiplin modern yaitu menemukan sejumlah keperluan atau kebutuhan baru di luar hukuman. Pengaruh hukuman untuk memberikan pelajaran kepada pelanggaran maupun kepada pegawai lainnya. d. Peningkatan perbuatan pelanggaran diperlukan hukuman yang lebih keras. yaitu pendekatan dengan cara memberi hukuman. Pendekatan Disiplin dengan Tradisi Pendekatan disiplin dengan tradisi. Pendekatan ini berasumsi : a.27 1. Melakukan protes terhadap keputusan yang berat sebelah pihak terhadap kasus disiplin. Pendekatan ini berasumsi : a. Disiplin modern merupakan suatu cara menghindarkan bentuk hukuman secara fisik. c. dan tidak pernah ada peninjauan kembali bila telah diputuskan. pelaksanaannya harus disesuaikan dengan tingkat pelanggaran. d. 2. . Disiplin adalah hukuman untuk pelanggaran.

b. Pendisiplinan dilakukan secara pribadi. Pendisiplinan seharusnya dilakukan dengan memberikan teguran kepada karyawan.2. Disiplin kerja harus dapat diterima dan dipahami oleh semua pegawai. tetapi merupakan pembetulan perilaku. Pendisiplinan harus bersifat membangun. Disiplin bukanlah suatu hukuman. d.5 Prinsip-prinsip Pendisiplinan Prinsip-prinsip pendisiplinan yang dikemukakan Ranupandojo (1990 : 241-242) adalah : 1. Selain memberikan teguran dan menunjukkan kesalahan yang dilakukan karyawan. 2. c. 2. Teguran jangan dilakukan di hadapan orang banyak. Disiplin ditujukan untuk perbuatan perilaku yang lebih baik.28 e. harus disertai dengan saran tentang bagaimana seharusnya berbuat untuk tidak mengulangi lagi kesalahan yang sama. . 3. Pemberian hukuman terhadap pegawai yang melanggar kedua kalinya harus diberi hukuman yang lebih berat. Disiplin pegawai bertujuan agar pegawai bertanggung jawab terhadap peraturannya. Pendekatan Disiplin Bertujuan Pendekatan disiplin bertujuan berasumsi : a. Karena dapat menyebabkan karyawan yang ditegur akan merasa malu dan tidak menutup kemungkinan menimbulkan rasa dendam yang dapat merugikan organisasi.

6. tepat waktu dan teratur maka disiplin kerja dapat dikatakan baik.29 3.6 Alat Untuk Mengukur Disiplin Kerja Menurut Alfred R. Pendisiplinan harus dilakukan sacara langsung dengan segera. Para pegawai datang ke kantor dengan tertib. 4. Sikap wajar hendaknya dilakukan pimpinan terhadap karyawan yang telah melakukan kesalahan tersebut. Suatu tindakan dilakukan dengan segera setelah terbukti bahwa karyawan telah melakukan kesalahan. 5. Dengan datang ke kantor secara tertib. Pendisiplinan hendaknya dilakukan dihadapan karyawan yang bersangkutan secara pribadi agar ia tahu telah melakukan kesalahan. Keadilan dalam pendisiplinan sangat diperlukan. Siapapun yang telah melakukan kesalahan harus mendapat tindakan pendisiplinan secara adil tanpa membeda-bedakan. Lateiner dalam Imam Soejono (1983 : 72). Setelah pendisiplinan sikap dari pimpinan haruslah wajar kembali. Pimpinan hendaknya tidak melakukan pendisiplinan sewaktu karyawan absen. Dengan demikian. proses kerja dapat lancar kembali dan tidak kaku dalam bersikap. umumnya disiplin kerja karyawan dapat diukur dari : 1. . tepat waktu dan teratur. Jangan membiarkan masalah menjadi kadaluarsa sehingga terlupakan oleh karyawan yang bersangkutan. Karena akan percuma pendisiplinan yang dilakukan tanpa adanya pihak yang bersangkutan. 2.2. Dalam tindakan pendisiplinan dilakukan secara adil tanpa pilih kasih.

karena dengan berpakaian rapi suasana kerja akan terasa nyaman dan rasa percaya diri dalam bekerja akan tinggi. Disiplin mencakup berbagai bidang dan cara pandangnya. maka akan terjadi kerusakan yang mengakibatkan kerugian. Mengikuti cara kerja yang ditentukan oleh organisasi. Berpakaian rapi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi disiplin kerja karyawan. Sikap hati-hati dapat menunjukkan bahwa seseorang memiliki disiplin kerja yang baik karena apabila dalam menggunakan perlengkapan kantor tidak secara hati-hati. Menggunakan perlengkapan kantor dengan hati-hati.30 2. 5. Dengan mengikuti cara kerja yang ditentukan oleh organisasi maka dapat menunjukkan bahwa karyawan memiliki disiplin kerja yang baik. Disiplin terhadap waktu 2. 3. 4. seperti menurut Guntur (1996 : 34 – 35) ada beberapa sikap disiplin yang perlu dikelola dalam pekerjaan. Memiliki tanggung jawab. yaitu : 1. Disiplin terhadap prioritas kerja 5. Berpakaian rapi di tempat kerja. Disiplin terhadap target 3. Disiplin terhadap kualitas 4. dengan adanya tanggung jawab terhadap tugasnya maka menunjukkan disiplin kerja karyawan tinggi. Tanggung jawab sangat berpengaruh terhadap disiplin kerja. Disiplin terhadap prosedur Adapun kriteria yang dipakai dalam disiplin kerja tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga indikator disiplin kerja yaitu diantaranya : . juga menunjukkan kepatuhan karyawan terhadap organisasi.

Disiplin waktu Disiplin waktu disini diartikan sebagai sikap atau tingkah laku yang menunjukkan ketaatan terhadap jam kerja yang meliputi : kehadiran dan kepatuhan pegawai pada jam kerja. pegawai melaksanakan tugas dengan tepat waktu dan benar. Serta ketaatan pegawai dalam menggunakan kelengkapan pakaian seragam yang telah ditentukan organisasi atau lembaga.2. tata tertib yang telah ditetapkan. Kesetiaan disini berarti taat dan patuh dalam melaksanakan perintah dari atasan dan peraturan.7 Faktor-faktor yang Dapat Meningkatkan Disiplin Kerja Disiplin kerja yang tinggi merupakan harapan bagi setiap pimpinan kepada bawahan. karena itu sangatlah perlu bila disiplin mendapat penanganan intensif dari semua pihak yang terlibat dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan dari suatu organisasi / perusahaan. Disiplin peraturan Peraturan maupun tata tertib yang tertulis dan tidak tertulis dibuat agar tujuan suatu organisasi dapat dicapai dengan baik. 3. 2. Dalam menangani pelanggaran yang dilakukan . Untuk itu dibutuhkan sikap setia dari pegawai terhadap komitmen yang telah ditetapkan tersebut. Serta adanya kesanggupan dalam menghadapi pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya sebagai seorang pegawai. Disiplin tanggung jawab Salah satu wujud tanggung jawab pegawai adalah penggunaan dan pemeliharaan peralatan yang sebaik-baiknya sehingga dapat menunjang kegiatan kantor berjalan dengan lancar. 2.31 1.

Menyelidiki dengan seksama mengenai latar belakang terjadinya pelanggaran peraturan 5. Widodo (1981 : 98) juga mengemukakan hal-hal yang perlu diperhatikan oleh pimpinan dalam usaha meningkatkan disiplin pegawai adalah dengan ketegasan dan kejelasan pengaturan itu sendiri.S. Mengadakan komunikasi dengan bawahan pada waktu senggang yang diarahkan pimpinan 5. Tindakan disiplin yang tegas bila ternyata telah terjadi pelanggaran . Memberi koreksi terhadap berbagai kekurangan dan atau kekeliruan 3. Memberi reward atau penghargaan walaupun dengan kata-kata terhadap prestasi yang diraih bawahannya 4. Mengubah pengetahuan bawahan. yaitu : 1.32 bawahan perlu adanya kebijakan yang tegas guna mengoreksi. Widodo (1981 : 98) antara lain : 1. memperbaiki dan menghindari terulangnya pelanggaran kembali hal-hal yang negatif di masa-masa mendatang. Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh pimpinan untuk memelihara disiplin pegawainya menurut D. Memberitahu pada para pegawainya bagaimana peraturan dan tata tertib 4. Pengaturan yang jelas dan tegas dengan sanksi-sanksi hukuman yang sama bagi pelanggaran yang sama 2. sehingga dapat meningkatkan nilai dirinya untuk kepentingan maupun organisasi / lembaga tempat bekerja 6. Penjelasan kepada karyawan tentang apa yang diharapkan dari mereka 3. Memberikan kesempatan berdialog demi meningkatkan keakraban antara pimpinan dan bawahan D. Mengadakan pengawasan yang konsisten dan kontinyu 2.S.

2. 2.8 Tingkat dan Jenis Sanksi Disiplin Kerja Tujuan utama pengadaan sanksi disiplin kerja bagi para tenaga kerja yang melanggar norma-norma organisasi adalah memperbaiki dan mendidik para tenaga kerja yang melakukan pelanggaran disiplin. sanksi disiplin ringan. Pemutusan hubungan kerja dengan hormat atas permintaan sendiri tenaga kerja yang bersangkutan. 1. atau bulanan. Penurunan upah atau gaji sebesar satu kali upah atau gaji yang biasanya diberikan harian. b. tingkat dan jenis sanksi disiplin kerja yang dikemukakan oleh Siswanto Sastrohadiwiryo (2003 : 293 –294) terdiri atas sanksi disiplin berat. Demosi jabatan yang setingkat lebih rendah dari jabatan atau pekerjaan yang diberikan sebelumnya. sanksi disiplin sedang. Pada umumnya sebagai pegangan pimpinan meskipun tidak mutlak. Pemutusan hubungan kerja tidak dengan hormat sebagai tenaga kerja di organisasi atau perusahaan. Sanksi Disiplin Sedang Sanksi disiplin sedang misalnya : a. . c. b. d. mingguan. Penundaan pemberian kompensasi yang sebelumnya telah dirancangkan sabagaimana tenaga kerja lainnya. Pembebasan dari jabatan atau pekerjaan untuk dijadikan sebagai tenaga kerja biasa bagi yang memegang jabatan. Sanksi Disiplin Berat Sanksi disiplin berat misalnya : a.33 2.

Kepada pegawai yang pernah diberikan sanksi disiplin dan mengulangi lagi pada kasus yang sama. Teguran tertulis. Penundaan program promosi bagi tenaga kerja yang bersangkutan pada jabatan yang lebih tinggi. Pegawai yang tidak mempunyai komitmen terhadap tujuan organisasi dan mudah terganggu dalam bekerja membutuhkan pengawasan yang tinggi. perbandingan antara hasil pekerjaan . 2. Pengawasan disini meliputi ukuran atau standar pekerjaan. b. 3. Dengan demikian. dan seksama bahwa sanksi disiplin yang akan dijatuhkan tersebut setimpal dengan tindakan dan perilaku yang diperbuat. pengawasan sangat penting dalam upaya mendorong disiplin guna mencapai mutu kerja yang tinggi. Pernyataan tidak puas secara tertulis. Sanksi Disiplin Ringan Sanksi disiplin ringan misalnya : a.3 Kerangka Berpikir Dalam kegiatan suatu organisasi. perlu dijatuhi sanksi disiplin yang lebih berat dengan tetap berpedoman pada kebijakan pemerintah yang berlaku. Teguran lisan kepada tenaga kerja yang bersangkutan. Dalam penetapan jenis sanksi disiplin yang akan dijatuhkan kepada pegawai yang melanggar hendaknya dipertimbangkan dengan cermat. penilaian terhadap pekerjaan. Pengawasan bagi pimpinan merupakan proses pemantauan kegiatan untuk menjaga bahwa kegiatan tersebut memang dilaksanakan terarah dan menuju kepada pencapaian tujuan yang direncanakan.34 c. teliti. sanksi disiplin tersebut dapat diterima dengan rasa keadilan. c.

Disiplin kerja ini dapat diukur dengan adanya disiplin waktu. . Dimana pengawasan dilaksanakan guna tercapainya kelancaran kerja agar semua rencana yang telah ditetapkan dapat terealisasi dengan baik. Sebab disiplin disini berarti ketaatan pegawai terhadap aliran atau pengaturan organisasi. Dan dengan adanya kedisiplinan diharapkan pekerjaan akan dilaksanakan seefektif mungkin. dimaksudkan agar para pegawai tidak melanggar aturan yang telah ditetapkan. kesalahpahaman dan penyelewengan kerja. Disinilah perlunya pengawasan untuk mendukung disiplin kerja pegawai agar lebih efektif. karena seketat apapun pengawasan yang dilakukan oleh pihak pimpinan jika dalam diri pegawai tersebut tidak mempunyai sikap disiplin maka akan sulit untuk bekerja sesuai aturan. disiplin peraturan.35 dengan ukuran atau standar pekerjaan. keterlambatan kerja. Tingkat kesalahan dan pelanggaran yang terjadi dapat ditekan sekecil mungkin dengan adanya sikap disiplin dalam diri para pegawai. dan perbaikan atas penyimpangan. Sedangkan pengawasan berarti mencegah adanya penyimpangan. dan disiplin tanggung jawab. Melalui pengawasan secara efektif. Karena disiplin kerja merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi terciptanya suatu tujuan organisasi. Pengawasan adalah tindakan nyata dan paling efektif dalam mewujudkan kedisiplinan pegawai. Dengan demikian apabila pengawasan dilakukan secara teratur dan kontinyu maka penyimpangan kerja dapat dihindari yang berarti disiplin kerja dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan dalam kegiatan instansi. Dengan adanya pengawasan yang baik dimungkinkan akan meningkatkan disiplin kerja pegawai. bilamana kedisiplinan tidak dilaksanakan maka kemungkinan tujuan yang telah ditetapkan tidak dapat tercapai secara efektif dan efesien.

Perbaikan atas penyimpangan. Penilaian pekerjaan. hubungan keduanya dapat ditunjukkan pada bagan keterkaitan dibawah ini : : Pengawasan 1. Perbandingan antara hasil pekerjaan dengan ukuran atau standar pekerjaan. Dalam penelitian ini peneliti mengajukan hipotesis sebagai berikut : Hipotesis Kerja atau Alternatif (Ha) : “Ada pengaruh signifikan pengawasan terhadap disiplin kerja pegawai kantor Badan Kepegawaian Daerah kabupaten Brebes”. 2002 : 64).4 Hipotesis Hipotesis adalah jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian. sampai terbukti melalui data yang terkumpul (Suharsimi Arikunto. Disiplin tanggung jawab Gambar 1. 4. 2. Disiplin waktu 2. . Disiplin kerja : 1. 3. Kerangka berfikir penelitian 2.36 Untuk lebih jelasnya. Ukuran atau standar pekerjaan. Disiplin peraturan 3.

Mengacu pada penjelasan Suharsimi Arikunto (2002 : 112). Dalam penelitian ini setiap anggota populasi sekaligus menjadi anggota sampel. populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (2002 : 108). karena jumlah subyek kurang dari 100 maka disebut sebagai penelitian populasi. lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Didalam penelitian ini peneliti mengambil populasi keseluruhan pegawai di kantor Badan Kepegawaian Daerah kabupaten Brebes.BAB III METODE PENELITIAN 3. bahwa untuk sekedar ancer-ancer maka apabila subyeknya kurang dari 100. dapat diambil antara 10 – 15 % atau 20 – 25 % atau lebih. yang terdiri dari 49 orang pegawai baik pegawai negeri sipil maupun honor.1 Populasi Sudjana (1996 : 6) menyatakan bahwa populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin baik hasil menghitung ataupun pengukuran kualitatif mengenai karakteristik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin dipelajari dari sifat-sifatnya. Selanjutnya jika jumlah subyeknya lebih besar dari 100. Dari kedua pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa populasi adalah keseluruhan subyek yang mempunyai ciri-ciri atau karakteristik tertentu dan berfungsi sebagai subyek yang dikenai suatu penelitian. Keadaan dari populasi dalam penelitian dapat dilihat pada tabel berikut : 37 .

Dalam penelitian ini.2. Sekretariat Pengembangan pegawai Mutasi pegawai Dokumentasi dan informasi kepegawaian Jumlah Sumber : Kantor BKD Kabupaten Brebes 3. Penilaian pekerjaan 3. Dalam penelitian ini sebagai variabel terikatnya adalah disiplin kerja. Disiplin waktu. 1. Perbandingkan hasil pekerjaan dengan ukuran atau standar pekerjaan 4.2 Variabel Penelitian Variabel adalah objek penelitian yang bervariasi (Suharsimi Arikunto. 2002 : 94). 2. menyelesaikan tugas dengan tepat waktu dan benar.2 Variabel Terikat (Y) Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas. meliputi : kehadiran pegawai dan kepatuhan pegawai pada jam kerja.2. Bagian Jumlah 11 12 13 13 49 . Perbaikan atas penyimpangan 3. variabel bebasnya adalah pengawasan dan sebagai indikatornya adalah : 1. 4. Rincian Jumlah Populasi No. Ukuran atau standar pekerjaan 2.1 Variabel Bebas (X) Variabel bebas adalah suatu variabel yang akan mempengaruhi variabel terikat.38 Tabel 1. 3. dengan indikator : 1. Sebagai variabel dalam penelitian ini adalah : 3.

3 Metode Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini. menggunakan dan memelihara fasilitas atau peralatan kerja sesuai dengan prosedur dan cara kerja yang telah ditentukan. Metode ini digunakan untuk mendapatkan data tentang pengawasan dan disiplin kerja melalui pertanyaan-pertanyaan secara tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden di kantor Badan Kepegawaian Daerah kabupaten Brebes. Disiplin tanggung jawab. metode kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tertutup. meliputi : kesanggupan dalam menghadapi pekerjaan yang menjadi tanggung jawab. peneliti menggunakan metode pengumpulan data sebagai berikut : 3. Disiplin peraturan. 2002 : 128). Dalam penelitian ini. 3.3. Alternatif jawaban yang disediakan dengan skor masing-masing sebagai berikut : . menggunakan kelengkapan pakaian seragam sesuai dengan ketentuan yang berlaku. kepatuhan pegawai terhadap instruksi dari atasan.39 2. meliputi : ketaatan pada peraturan dan tata tertib yang ada.1 Metode Angket / Kuesioner Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal lain yang ia ketahui (Suharsimi Arikunto. Pertanyaan yang tersusun dalam angket berbentuk pilihan ganda dan responden tinggal memilih alternatif jawaban yang disediakan. 3.

2002 : 144). tingkat pendidikan pegawai atau hal-hal yang terkait dengan penelitian ini. masa kerja. dan sebagainya (Suharsimi Arikunto. transkip.2 Metode Dokumentasi Metode dokumentasi adalah suatu cara untuk memperoleh data atau informasi mengenai hal-hal atau variabel yang ada kaitannya dengan penelitian yang berupa catatan. 2002 : 206). Alternatif jawaban “a” diberi skor “4” b. 3) Hemat waktu. Metode ini digunakan untuk mendapatkan data mengenai jumlah pegawai. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan di bahas masalah validitas dan reabilitas angket yang digunakan sebagai alat pengumpul data. surat kabar.4 Validitas dan Reliabilitas Instrumen Instrumen penelitian yang baik harus memenuhi dua persyaratan yang penting yaitu valid dan reliabel (Arikunto. 2) Responden memiliki kebebasan dan keleluasaan untuk mengungkap informasi yang diperlukan.40 a. Alternatif jawaban “d” diberi skor “1” Alasan digunakan metode angket dalam penelitian ini adalah : 1) Responden adalah orang-orang yang paling tahu tentang dirinya sendiri. notulen rapat. 3. 3.3. . pangkat dan golongan. majalah. Alternatif jawaban “b” diberi skor “3” c. Alternatif jawaban “c” diberi skor “2” d. buku. agenda. sehingga akan diperoleh data yang lengkap dan benar sebab materi yang diungkap lebih bersifat pribadi. biaya dan tenaga.

4. Rumus korelasi yang digunakan untuk menguji validitas tersebut adalah rumus korelasi product moment yang dikemukakan oleh Pearson. apabila dapat mengungkap data variabel yang diteliti secara tepat.(ΣY) 2 } : Koefisien korelasi : Nilai faktor tertentu : Skor total : Jumlah responden (Arikunto. 2002 : 146) Dari hasil perhitungan validitas akan dikonsultasikan dengan rtabel dengan taraf signifikasi 5 %. diperoleh hasil sebagai berikut : . Jika hasil r hitung >r tabel maka instrumen dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk pengambilan data dalam penelitian. yaitu : rxy = Keterangan : rxy X Y N NΣXY .(ΣX) 2 }{NΣY 2 . 2002 : 144).(ΣX)(ΣY) {( NΣX 2 . Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas internal dengan menggunakan analisis faktor dengan cara mengkorelasikan jumlah skor tiap factor dengan skor total masing-masing variabel.41 3. Berdasarkan hasil uji coba validitas angket penelitian yang diujikan kepada 20 responden. Instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan.1 Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrument (Arikunto.

Variabel Pengawasan Tabel 2.444 0. 14.444 0.589 0. Hasil Uji Coba Validitas Angket Pengawasan No.725 0.444 0.498 0.444 0. 8.736 0.444 0. 10.634 Rtabel 0.444 0. 11.444 0.444 0. Rhitung 0.694 0. 15.444 0.680 0.444 0. 6.775 0. 4.626 0.444 0. 3. 7.444 0. 5.705 0. 13.551 0.631 0. 2.444 0.711 0.676 0.444 0. 12.688 0. Item 1.444 Kriteria Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Data penelitian yang diolah .42 a. 9.

444 0.764 0.4.444 0.713 0. 3. 20.807 0.444 Kriteria Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Data penelitian yang diolah Berdasarkan hasil uji coba kuesioner kepada 20 orang responden diperoleh hasil bahwa 26 butir angket yang diujicobakan memiliki harga rhitung > rtabel = 0. 18.444 0. Variabel Disiplin Kerja Tabel 3. . Hasil Uji Coba Validitas Angket Disiplin Kerja No.630 0. 19. Item 16.2 Reliabilitas Reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa sesuatu instrument cukup dapat dipercaya unuk digunakan sebagai alat pengumpulan data. 24.444 untuk taraf signifikansi 5 % dengan n = 20. Rhitung 0. 25.444 0.444 0. 22.444 0. karena instrument tersebut sudah baik (Arikunto.444 0. Dengan demikian seluruh butir angket dalam penelitian ini valid dan dapat digunakan untuk pengambilan data penelitian.444 0.607 0.576 0.43 b.807 Rtabel 0.871 0. 26.537 0. 23. 21.699 0.444 0. 17. 2002 : 154).726 0.444 0.

Jika rhitung > rtabel maka instrument tersebut dinyatakan reliabel untuk digunakan dalam pengambilan data. 2002 : 171) Untuk mencari varians butir digunakan rumus berikut : Σ(x 2 ) N Σ(x) 2 N σ= keterangan : σb σt x N = varians butir = varians total = jumlah skor butir = jumlah responden (Arikunto. Rumus untuk mencari reliabilitas menggunakan rumus alpa adalah sebagai berikut : 2 ⎡ K ⎤ ⎡ Σσ b ⎤ r11 = ⎢ 1− 2 ⎥ ⎢ σt ⎦ ⎣ k − 1⎥ ⎣ ⎦ Keterangan : r11 K Σσb2 = Realibilitas instrumen = Banyaknya butir soal = Jumlah varians butir (Arikunto.44 Dalam penelitian ini untuk mencari reliabilitas instrumen menggunakan rumus Alpha karena instrument dalam penelitian ini berbentuk angket dengan skornya merupakan rentangan antara 1 – 4 dan uji validitasnya menggunakan item soal. 2002 : 171) Hasil perhitungan reliabilitas akan dikonsultasikan dengan rtabel dengan taraf signifikan 5 %. .

Analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi : 3.45 Berdasarkan hasil uji reliabilitas menggunakan rumus alpha diperoleh koefisien reliabilitas untuk angket pengawasan sebasar 0.898 (lihat lampiran 5 halaman 91) dan untuk angket disiplin kerja sebesar 0. Menentukan skor tersebut ke dalam rumus : . maka dapat dinyataan bahwa angket tersebut reliabel dan dapat digunakan untuk pengambilan data penelitian. yaitu : a. Menentukan skor jawaban responden dengan ketentuan skor yang telah ditetapkan. d. c. Membuat tabel distribusi jawaban angket X dan Y. b.5.881 (lihat lampiran 7 halaman 94) pada taraf kesalahan 5% dengan n = 20 diperoleh harga rtabel = 0. 3. Menjumlahkan skor jawaban yang diperoleh dari tiap-tiap responden. Langkah-langkah yang ditempuh dalam penggunaan teknik analisis ini.1 Metode Deskriptif Persentase Metode analisis ini digunakan untuk mendiskripsikan variabel-variabel yang ada dalam penelitian dengan demikian dapat diketahui tingkat pengawasan dan disiplin kerja pegawai kantor Badan Kepegawaian Daerah kabupaten Brebes.444.5 Metode Analisis Data Analisis data ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji hipotesis dalam rangka penarikan kesimpulan. Karena kedua koefisien reliabilitas tersebut lebih besar dari nilai rtabel.

46

%=

n × 100% N

Keterangan : N n % : Nilai total : Nilai yang diperoleh : Tingkat keberhasilan yang di capai

(Ali, 1984 : 184) 3.5.2 Uji Prasyarat Analisis Regresi 1. Uji Normalitas Uji normalitas data dimaksudkan untuk mengetahui apakah data-data berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas ini untuk menentukan langkah seterusnya, untuk mengetahui distribusi data yang diperoleh maka dilakukan dengan rumus chi kuadrat yang rumusnya: χ2 = (fo - fh) 2 ∑ fh

Keterangan: χ2 = chi kuadrat fo = frekuensi yang diperoleh berdasarkan data fh = frekuensi yang diharapkan (Arikunto, 2002 : 286) 2. Uji Linieritas Regresi Untuk menguji keberartian persamaan regresi dan uji kelinieran garis regresi digunakan tabel seperti berikut :

47

Tabel 4. Anava Untuk Uji Kelinieran Regresi Sumber Varians Total Regresi (a) Regresi (b/a) Residu Tuna Cocok
Kekeliruan

db N 1 1 n-2 k-2
n-k

Jk

Kk

K S 2 reg S 2 res

(ΣY )
n

Σ Y2
2

(ΣY )
n

Σ Y2
2

JKreg = JK(b/a) JKres = Σ(Y–Y)2 JK(TC)
JK(E)

S

2

reg=JK(b/a)
2

Σ(Y − Y ) n−2 JK(TC) S2TC= k −2 JK(E) S2e= n−k

S2res =

S 2 TC S2 e

(Sudjana, 1996 : 332) Keterangan : JK (T) JK (a) = Σ Y2 =

(ΣY )2
n

(ΣX ) (ΣY )⎤ JK (b/a) = b ⎡ΣXY − ⎥ ⎢ n ⎦ ⎣
JKres JK (E) = Σ(Y–Y)2
⎡ (ΣY1 )2 ⎤ 2 = ∑ ⎢∑ Y1 − ⎥ n1 ⎦ X1 ⎣

Keterangan : JK dk = Jumlah kuadrat = Derajat kebebasan

KT = Kuadrat total

48

Dari tabel 4 sekaligus diperoleh dua hasil yaitu : S 2 reg , untuk uji keberartian regresi 1) Harga F1 = 2 S res (Sudjana, 1996 : 332) Jika F1 > Ftabel pada dk pembilang 1 dan dk penyebut (n-2) dengan taraf signifikan 5 % maka persamaan tersebut dinyatakan signifikan.
S 2 TC 2) Harga F2 = 2 , untuk uji kelinieran regresi S e (Sudjana, 1996 : 332) Jika F2 > Ftabel pada dk pembilang (k-2) dan dk penyebut (n-2) dengan taraf signifikasi 5 % maka persamaan regresi tersebut dinyatakan linier. 3.5.3 Analisis Regresi Linier Analisis regresi digunakan untuk menganalisa data penelitian tentang pengaruh pengawasan terhadap disiplin kerja pegawai. a. Persamaan Regresi Linier Bentuk persamaan regresi linier sederhana adalah sebagai berikut : Ŷ = a + bX Keterangan : Ŷ : Kriterium / variabel terikat X : Prediktor / variabel bebas a, b : koefisien regresi Untuk mendapatkan nilai a dan b digunakan rumus sebagai berikut : a=

(ΣY )(ΣX 2 ) − (ΣX )(ΣXY ) 2 nΣ X 2 − (ΣX )

Koefisien Korelasi Determinasi Digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). 1996 : 369) c.49 b= n (ΣXY ) − (ΣX )(ΣY ) n Σ X 2 − (ΣX ) 2 Keterangan : ΣXY = Jumlah variabel dari X dan Y ΣX = Jumlah variabel bebas ΣY = Jumlah variabel terikat n = Jumlah responden (Sudjana. rumus yang digunakan adalah : r= (nΣ X n ΣXY − (ΣX )(ΣY ) 2 − (ΣX ) 2 ) (n Σ Y 2 − (ΣY ) 2 ) (Sudjana. Analisis Korelasi Analisis korelasi digunakan untuk mengetahui besarnya hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. 1996:315) b. 1996 :370) . rumus yang digunakan adalah : r2 = b { nΣΣX − (ΣX )(ΣY ) } 2 n Σ Y 2 − (ΣY ) Keterangan : r2 = Koefisien korelasi b = Koefisien regresi X dari persamaan regresi n = Jumlah data X = Skor variabel X Y = Skor variabel Y (Sudjana.

ruang bagian pengembangan pegawai. bagian kepegawaian berdiri sendiri menjadi kantor kepegawaian dan bukan lagi bagian dari kantor kabupaten. 159 tahun 2000 tanggal 10 November 2000 berganti nama lagi menjadi kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Tugas Pokok Badan Kepegawaian Daerah adalah membantu Bupati dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dalam melaksanakan manajemen pegawai negeri sipil daerah. 50 . ruang sub bagian keuangan dan satu ruang kantin. Adapun fungsi BKD : 1) Perumusan kebijaksanaan teknis dalam bidang kepegawaian. Sebelum menjadi kantor Badan Kepegawaian Daerah. ruang bagian mutasi pegawai. Namun pada bulan Januari tahun 2000 atas dasar Perda kabupaten Brebes No. 2) Pelayanan penunjang penyelenggaraan pemerintah daerah dalam lingkup kepegawaian. kantor tersebut merupakan bagian dari kantor kabupaten yaitu bagian yang menangani masalah kepegawaian (bagian kepegawaian).BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. Kantor BKD memiliki lima ruangan kerja yaitu ruang sekretariat.1. 29 tahun 2000. ruang bagian dokumentasi dan informasi pegawai. Kemudian atas dasar Kepres RI No.1 Gambaran Umum Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) beralamat di Jalan Diponegoro nomor 141 Brebes.1 Hasil Penelitian 4.

terdiri dari : a. Sub Bidang Kenaikan Pangkat b. Sub Bidang Diklat c.51 4. Sub Bidang Tata Naskah . Sub Bidang Formasi. Sub Bidang Kesejahteraan Pegawai 2) Bidang Mutasi Pegawai.1.2 Susunan Organisasi Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes Susunan Organisasi Badan Kepegawaian Daerah terdiri dari : 1) Kepala Badan 2) Sekretariat 3) Bidang 4) Sub Bagian 5) Sub Bidang 6) Kelompok jabatan fungsional Sekretariat terdiri dari : 1) Sub Bagian Umum 2) Sub Bagian Keuangan 3) Sub Bagian Perencanaan Bidang terdiri dari : 1) Bidang Pengembangan Pegawai. Sub Bidang Promosi Jabatan b. terdiri dari : a. Sub Bidang Pemberhentian dan Pensiun 3) Bidang Dokumentasi dan Informasi Kepegawaian. terdiri dari : a. Bezeting dan Mutasi Kepegawaian c.

2.52 b. sebagai berikut : Jumlah 1 3 3 8 34 49 % 2.1. 1. Kepala Bidang (6. Sub Bidang Informasi Kepegawaian c. Sub Bidang Pelayanan Administrasi Kepegawaian 4. 5.33% 69. 2.04% 6.12%). sebagai berikut : Tabel 5. Kepala Sub Bagian (6.04%). maka diperoleh data tentang jabatan pegawai Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes. diolah Tabel 5 di atas menunjukkan bahwa sebagaian besar pegawai dalam penelitian ini memiliki jabatan sebagai staf (69. Pegawai Menurut Pangkat dan Golongan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dari penyebaran angket.3 Karakteristik Pegawai 1. Jabatan Kepala Sekretariat Kepala Bidang Kepala Sub Bagian Kepala Sub Bidang Staf Jumlah Sumber : Data primer.33%). 4. Jumlah Pegawai Menurut Jabatan No.39% 100% .39%) dan selebihnya adalah Kepala Sub Bidang (16. maka diperoleh tentang pangkat dan golongan pegawai Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes.12%) dan Kepala Sekretariat (2.12% 6. Pegawai Menurut Jabatan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dari penyebaran angket. 3.12% 16.

20% 6.12% 100% . Pangkat Pembina Penata Tingkat 1 Penata Penata Muda Tingkat 1 Penata Muda Pengatur Tingkat 1 Pengatur Pengatur Muda TK 1 Pengatur Muda Jumlah Sumber : Data primer. 2.53 Tabel 6. 3. 1.86% 6. 5. 7.33% 26.04% 36. diperoleh data tentang tingkat pendidikan pegawai sebagai berikut : Tabel 7. 6.73% 8. Pegawai Menurut Pendidikan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dari penyebaran angket.53% 10. 9.12% 100% Golongan IV/A III/D III/C III/B III/A II/D II/C II/B II/A Jumlah 4 5 3 8 13 5 4 4 3 49 % 8. 2. 1. diolah Pada tabel 6 tersebut di atas menunjukkan bahwa perbedaan pangkat pegawai menyebabkan golongan masing-masing pegawai berbeda.16% 6. Jumlah Pegawai Menurut Pangkat dan Golongan No. 8. 5. diolah Jumlah 1 18 4 2 21 3 49 % 2.16% 8. Jumlah Pegawai Menurut Pendidikan No.20% 8. 6. sehingga pangkat dan golongan pegawai di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes bervariasi. Masa Kerja Pasca Sarjana / S2 Sarjana / S1 Sarjana Muda /D3 Akademi SLTA SD Jumlah Sumber : Data primer. 3.16% 4. 3.16% 10. 4. 4.12% 16.08% 42.

Usia 25 – 35 tahun 36 – 45 tahun 46 – 55 tahun Jumlah Sumber : Data primer. diolah Pada tabel 8 tersebut di atas menunjukkan usia pegawai pegawai di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes terbanyak antara 36 – 45 tahun berjumlah 25 pegawai atau 51. sebagai berikut : Jumlah 10 25 14 49 % 20. 1. Pegawai Menurut Usia Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dari penyebaran angket. tertinggi adalah Pasca Sarjana sejumlah 1 orang dan terbanyak adalah SLTA yang berjumlah 21 orang. 5.57% 100% . maka diperoleh data tentang pegawai Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes. 2. Jumlah Pegawai Menurut Usia No.41% 51. 4. maka diperoleh data tentang masa kerja pegawai Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes.02 % dan usia termuda adalah 25 – 35 tahun berjumlah 10 pegawai atau 20.54 Pada tabel 7 menunjukkan bahwa tingkat pendidikan terendah pegawai Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes adalah Sekolah Dasar sejumlah 3 orang.02% 28. sebagai berikut : Tabel 8.41 %. 3. Pegawai Menurut Masa Kerja Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dari penyebaran angket.

5. diolah Pada tabel 9 tersebut di atas menunjukkan bahwa sebagian besar pegawai Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes memiliki masa kerja 11 – 15 tahun sebanyak 18 orang atau 36.04% 22. 2. 6. 1.4 Deskripsi Variabel Penelitian Gambaran dari masing-masing variabel dalam penelitian ini yaitu pengawasan dan disiplin kerja pegawai Kantor Badan Kepegawaian Daerah Jumlah 1 11 18 10 5 4 49 % 2.16% 100% Kabupaten Brebes dapat dilakukan dengan analisis deskriptif persentase yang hasil seperti disajikan berikut ini : 4.73% sedangkan masa kerja kerja terlama adalah 26 – 30 tahun sebanyak 4 orang atau 8. 4.55 Tabel 9. 4.1 Pengawasan Berdasarkan data yang terkumpul dari angket pengawasan pada pegawai di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes pada lampiran 9 halaman 97 diperoleh rata-rata skor sebesar 48.73% 20. Masa Kerja 0 – 5 tahun 6– 10 tahun 11 – 15 tahun 16 – 20 tahun 21 – 25 tahun 26 – 30 tahun Jumlah Sumber : Data primer.20% 8.45% 36.1. Jumlah Pegawai Menurut Masa Kerja No.41% 10. 3.3 dengan persentase 80.4. Ditinjau dari pernyataan masing-masing pegawai tentang .48% dan termasuk kategori baik.16%.1.

16% 0.51 – 48.98% 8.76 – 60. Distribusi Pengawasan Gambar 2 di atas menunjukkan bahwa sebagian besar pegawai menyakaan bahwa pengawasan di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes .86% 48.75 26. Distribusi Kategori Pengawasan Skor 48.00 37.50 15.00% 100% Gambar 2.56 pengawasan di kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes diperoleh hasil seperti disajikan pada tabel berikut : Tabel 10.26 – 37.25 Jumlah Sumber: data yang diolah Lebih jelasnya data tentang pengawasan di kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes dapat disajikan secara grafis pada diagram batang berikut : Kriteria Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik F 21 24 4 0 49 Persentase 42.00 – 26.

22% 36.50 3.00 – 5. sedangkan selebihnya yaitu 42. Dengan demikian secara umum pengawasan di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes dapat dinyatakan telah baik.04% 0. Secara lebih rinci ditinjau dari jawaban masing-masing pegawai diperoleh seperti disajikan pada tabel berikut: Tabel 11. perbandingan hasil pekerjaan dengan ukuran / standar pekerjaan. Ukuran / standar Rata-rata skor ukuran / standar pengawasan di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes adalah 10. Distribusi Kategori Ukuran / standar Pengawasan Skor 9.51 – 9.26 – 7.86% menyatakan sangat baik.7 dengan persentase 89. Secara lebih rinci gambaran pengawasan di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes ditinjau dari tiap-tiap indikator yaitu ukuran / standar.00 7. perbaikan atas penyimpangan dapat disajikan sebagai berikut : 1.00% 100% Sumber: data yang diolah Lebih jelasnya data tentang ukuran / standar pengawasan di kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes dapat disajikan secara grafis pada diagram batang berikut : .98%).57 termasuk kategori baik (48.75 5. dan 8.76 – 12.16% menyatakan cukup baik.73% 2.12% dan termasuk kategori sangat baik.25 Jumlah Kriteria Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik f 30 18 1 0 49 Persentase 61. penilaian pekerjaan.

5 dengan persentase 84. Secara lebih rinci ditinjau dari jawaban masing-masing pegawai diperoleh hasil seperti disajikan pada tabel berikut : Tabel 12. Penilaian pekerjaan Rata-rata skor penilaian pekerjaan di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes adalah 13.00% 100% .1 – 16.0 7. 2.73% menyatakan baik. dan 2.16% 0.22% menyatakan ukuran / standar pengawasan termasuk kategori sangat baik.0 10.0 – 7.0 Jumlah Sumber: data yang diolah Kriteria Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik f 29 16 4 0 49 Persentase 59. dan selebihnya yaitu 36.65% 8. Distribusi Kategori Penilaian Kerja Skor 13.04% menyatakan cukup baik.58 Gambar 3. Distribusi Kategori Ukuran / standar Berdasarkan gambar 3 di atas menunjukkan bahwa sebagian besar pegawai yaitu 61.1 – 10.57% dan termasuk kategori sangat baik.18% 32.0 4.1 – 13.

3. sedangkan selebihnya yaitu 32.59 Lebih jelasnya data tentang penilaian kerja di kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes dapat disajikan secara grafis pada diagram batang berikut : Gambar 4. Perbandingan hasil pekerjaan dengan ukuran / standar Berdasarkan data hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor perbandingan hasil pekerjaan dengan ukuran / standar di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes adalah 14.16% menyatakan cukup baik. Secara lebih rinci ditinjau dari jawaban masing-masing pegawai diperoleh hasil seperti disajikan pada tabel berikut : . Distribusi Kategori Penilaian Pekerjaan Berdasarkan gambar 4 di atas menunjukkan bahwa sebagian besar pegawai di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes yaitu 59.3 dengan persentase 71.18% menyatakan penilaian terhadap pekerjaan termasuk kategori sangat baik.65% menyatakan baik.73% dan termasuk kategori baik. dan 8.

37% 63. Distribusi Kategori Perbandingan Hasil Pekerjaan dengan Standar Skor 16.37% menyatakan sangat baik.51 – 16.27 Gambar 5.50 5.76 – 12.37% menyatakan cukup baik. selebihnya yaitu 18.37% 0.27% 18.00 – 8. . dan 18.75 Jumlah Sumber: data yang diolah Lebih jelasnya data tentang perbandingan hasil pekerjaan dengan standar di kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes dapat disajikan secara grafis pada diagram batang berikut : Kriteria Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik f 9 31 9 0 49 Persentase 18.27% menyatakan bahwa perbandingan hasil pekerjaan dengan standar telah masuk dalam kategori baik.26 – 20.00% 100% 63.25 8. Distribusi Kategori Perbandingan Hasil Pekerjaan dengan Standar Berdasarkan gambar 5 di atas menunjukkan bahwa sebagian besar pegawai di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes yaitu 63.00 12.60 Tabel 13.

22% Gambar 6. Perbaikan atas penyimpangan Berdasarkan data hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor perbaikan atas penyimpangan di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes adalah 9. Secara lebih rinci ditinjau dari jawaban masing-masing pegawai diperoleh hasil seperti disajikan pada tabel berikut : Tabel 14.00 7.20% 0.75 5.57% 61.95% dan termasuk kategori baik.7 dengan persentase 80.26 – 7.00% 100% 61. Distribusi Kategori Perbaikian Atas Penyimpangan .51 – 9.76 – 12.50 3.00 – 5.25 Jumlah Sumber: data yang diolah Lebih jelasnya data tentang perbaikan atas pekerjaan di kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes dapat disajikan secara grafis pada diagram batang berikut : Kriteria Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik f 14 30 5 0 49 Persentase 28. Distribusi Kategori Perhatian Atas Penyimpangan Skor 9.61 4.22% 10.

51 – 35.1.22% menyatakan bahwa perbaikan atas penyimpangan masuk dalam kategori baik.75 19.57% masuk kategori sangat baik.00% 100% .20% masuk kategori cukup baik.25% dan termasuk kategori sangat tinggi. Distribusi Kategori Disiplin Kerja Skor 35.25 Jumlah Sumber: data yang diolah Lebih jelasnya data tentang disiplin kerja pegawai di kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes dapat disajikan secara grafis pada diagram batang berikut : Kriteria Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah f 43 6 0 0 49 Persentase 87. 4. selebihnya yaitu 28.00 27. Ditinjau dari disiplin kerja masing-masing pegawai diperoleh hasil seperti disajikan pada diagram batang berikut ini : Tabel 15.26 – 27.00% 0.24% 0.00 – 19.62 Berdasarkan gambar 6 menunjukkan bahwa sebagian besar pegawai di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Brebes yaitu 61.6 dengan persentase 92.50 11.76% 12.2 Disiplin Kerja Berdasarkan data yang terkumpul mengenai angket tentang disiplin kerja pegawai di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Brebes pada lampiran 10 halaman 98 diperoleh rata-rata skor sebesar 40.4. dan 10.76 – 40.

56% dan termasuk kategori sangat tinggi.63 Gambar 7. disiplin peraturan dan disiplin tangung jawab dapat disajikan sebagai berikut : 1. Secara lebih rinci gambaran tentang disiplin kerja pegawai Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes ditinjau dari tiap-tiap indikator yaitu disiplin waktu. selebihnya yaitu 12.76% memiliki disiplin kerja yang sangat tinggi.5 dengan persentase 90. Disiplin waktu Berdasarkan data hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor disiplin waktu kerja pegawai di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Brebes adalah 14. Distribusi Kategori Disiplin kerja Gambar 7 di atas menunjukkan bahwa sebagian besar pegawai yaitu 87. Secara lebih rinci ditinjau dari disiplin waktu masing-masing pegawai diperoleh hasil seperti disajikan pada tabel berikut : .24% memiliki disiplin kerja yang tinggi.

0 Jumlah Sumber: data yang diolah Lebih jelasnya data tentang kedisiplinan waktu pegawai di kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes dapat disajikan secara grafis pada diagram batang berikut : Kriteria Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah f 38 10 1 0 49 Persentase 77.0 – 7. Distribusi Kategori Disiplin Waktu Berdasarkan gambar 8 di atas menunjukkan bahwa sebagian besar pegawai di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Brebes yaitu 77.00% 100% Gambar 8.04% 0.41% memiliki disiplin waktu dalam kategori tinggi dan 2. . 20.0 7.64 Tabel 16.1 – 13.1 – 16.55% 20.55% memiliki kedisiplinan waktu yang sangat tinggi.41% 2.0 10. Distribusi Kategori Disiplin Waktu Skor 13.04% dalam kategori sedang.1 – 10.0 4.

50 3.00 – 5.41% 0.51 – 9. Distribusi Kategori Disiplin Peraturan Skor 9.00 7. Secara lebih rinci ditinjau dari disiplin terhadap peraturan masingmasing pegawai di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Brebes diperoleh hasil seperti disajikan pada tabel berikut : Tabel 17.00% 0.26 – 7.59% 20.4 dengan persentase 94. Distribusi Kategori Kedisiplinan Pada Peraturan .76 – 12. Disiplin peraturan Berdasarkan data hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor disiplin terhadap peraturan pada pegawai Kantor Badan Kepegawaian Daerah Brebes adalah 11.75 5.65 2.00% 100% Gambar 9.25 Jumlah Sumber: data yang diolah Lebih jelasnya data tentang kedisiplinan waktu pegawai dapat disajikan secara grafis pada diagram batang berikut : Kriteria Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah f 39 10 0 0 49 Persentase 79.90% dan termasuk kategori sangat tinggi.

1 – 13.76% 12.0 – 7.59% memiliki kedisiplinan pada peraturan yang termasuk kategori sangat tinggi.00% 0.0 10.96% dan termasuk kategori sangat tinggi. selebihnya yaitu 20. dan tidak ada satupun pegawai yang memiliki kedisiplinan pada peraturan dalam kategori sedang maupun rendah.41% masuk dalam kategori tinggi.0 4.24% 0.7 dengan persentase 91.66 Berdasarkan gambar 9 menunjukkan bahwa sebagian besar pegawai di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Brebes yaitu 79. 3. Distribusi Kategori Disiplin pada Tangung Jawab Skor 13.0 7.00% 100% .0 Jumlah Sumber: data yang diolah Lebih jelasnya data tentang kedisiplinan waktu pegawai di kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes dapat disajikan secara grafis pada diagram batang berikut : Kriteria Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah f 43 6 0 0 49 Persentase 87. Secara lebih rinci ditinjau dari disiplin terhadap peraturan masingmasing pegawai diperoleh hasil seperti disajikan pada tabel berikut : Tabel 18. Disiplin pada tangung jawab Berdasarkan data hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor disiplin terhadap peraturan pada pegawai Kantor Badan Kepegawaian Daerah Brebes adalah 14.1 – 10.1 – 16.

4.1. Distribusi Kategori Kedisiplinan pada Tangung jawab Berdasarkan gambar 10 di atas menunjukkan bahwa sebagian besar pegawai di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Brebes yaitu 87.5 Analisis Data Penelitian 4. Hasil analisis regresi tersebut dapat dilakukan apabila data tersebut memenuhi syarat yaitu : berdistribusi normal dan model regresi antara variabel linier.67 Gambar 10.1 Uji Prasarat Analisis Regresi Untuk menguji hipotesis digunakan analisis statistik dengan regresi linier sederhana. dan tidak ada satupun pegawai yang memiliki kedisiplinan pada tangung jawab yang masuk dalam kategori sedang maupun kurang.5. selebihnya yaitu 12. Uji ini menggunakan rumus kolmogorov .76% memiliki kedisiplinan pada tangung jawab yang masuk dalam kategori sangat tinggi.1.24% masuk dalam kategori tinggi. 1. Uji Normalitas Data Uji normalitas data digunakan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak.

5. 4.415 lebih besar dari 0.05. Uji linieritas garis regresi dalam penelitian ini menggunakan uji F dan berdasarkan perhitungan dengan bantuan komputer program SPSS for windows relase 10 pada lampiran 12 halaman 102 diperoleh Fhitung = 1.140 lebih besar dari 0.05. Jika data berbentuk linier.2 Pengujian Hipotesis Sebagaimana dinyatakan dalam bab II hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah “Ada pengaruh signifikan pengawasan terhadap disiplin kerja pegawai Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes”. Untuk variabel disiplin kerja diperoleh harga kolmogorov smirnov sebesar 1. Uji Linieritas Garis Regresi Uji linieritas garis regresi dimaksudkan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh berbentuk linier atau tidak.352 dengan probabilitas 0.1.152 dengan probabilitas 0. . maka penggunaan analisis regresi linier pada pengujian hipotesis dapat dipertangung jawabkan akan tetapi jika tidak linier. Dengan demikian menunjukkan bahwa data variabel pengawasan tersebut berdistribusi normal.062 dengan probabilitas 0. 2. maka harus digunakan analisis regresi non linier. Dengan demikian menunjukkan bahwa data pengawasan dengan disiplin kerja dalam penelitian ini berbentuk linier sehingga dapat digunakan analisis regresi linier sederhana untuk menguji hipotesis penelitian. Berdasarkan hasil perhitungan pada lampiran 12 halaman 102 diperoleh harga kolmogorov smirnov untuk variabel pengawasan sebesar 1.68 smirnov dengan perhitungan komputer program SPSS for windows relase 10.052 lebih besar dari 0.05. Dengan demikian data variabel disiplin kerja tersebut juga berdistribusi normal.

69

Dalam rangka menguji hipotesis tersebut digunakan analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil perhitungan analisis regresi linier sederhana dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS for windows relase 10 pada lampiran 13 halaman 103 diperoleh persamaan

ˆ regresi Y = 17, 806 + 0,472X. Untuk menguji signifikansi dari persamaan
regresi tersebut digunakan analisis varians untuk regresi. Berdasarkan hasil perhitungan pada lampiran 13 halaman 103 diperoleh Fhitung = 86,827 dengan probabilitas sebesar 0,000 dan lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa persamaan regresi tersebut signifikan sehingga hipotesis nihil (Ho) yang berbunyi “ Tidak ada pengaruh signifikan pengawasan terhadap disiplin kerja pegawai kantor Badan Kepegawaian Daerah kabupaten Brebes” ditolak. Sedangkan hipotesis kerja (Ha) yang berbunyi “Ada pengaruh signifikan pengawasan terhadap disiplin kerja pegawai Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes” diterima. Hubungan antara pengawasan dengan disiplin kerja dapat dilihat

dari koefisien korelasi dan berdasarkan hasil analisis pada lampiran 13 halaman 103 diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,805. Uji keberartian koefisien korelasi dengan uji t diperoleh thitung = 9,318 dengan probabilitas 0,000 lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian hubungan antara pengawasan dengan disiplin kerja tersebut signifikan. Ditinjau dari besarnya koefisien korelasi yang diperoleh yaitu 0,805 menunjukkan bahwa korelasi antara pengawasan dengan disiplin kerja tersebut tinggi karena berada pada indek korelasi 0,8-1,0.

70

Besarnya pengaruh atau kontribusi yang diberikan oleh pengawasan terhadap disiplin kerja dapat diketahui dari harga koefisien determinasi atau R2. Berdasarkan hasil perhitungan pada lampiran 13 halaman 103 diperoleh harga R2 = 0,649. Dengan demikian besarnya pengaruh pengawasan terhadap disiplin kerja pegawai adalah 64,9% dan selebihnya disiplin kerja pegawai dipengaruhi oleh faktor lain selain pengawasan sebesar 35,1%.

4.2 Pembahasan Usaha untuk mendisiplinkan pegawai salah satunya adalah dengan adanya pembuatan standar atau ukuran kerja, penilaian terhadap setiap pekerjaan pegawai secara berkala dengan membandingkan hasil yang telah dicapai dengan standar ukuran yang ditetapkan serta usaha perbaikan terhadap setiap kesalahan yang dilakukan pegawai. Berdasarkan hasil perhitungan deskriptif persentase menunjukkan bahwa tingkat pengawasan yang diterapkan pada kantor Badan Kepegawaian Daerah kabupaten Brebes sudah termasuk dalam kriteria baik. Dengan hasil yang diperoleh sebesar 80,48 %. Ditinjau dari tiap-tiap indikator pengawasan menunjukkan bahwa indikator ukuran/ standar pengawasan masuk kategori baik sebesar 89,12 %, penilaian pekerjaan masuk kategori baik sebesar 84,57 %, perbandingan hasil pekerjaan dengan ukuran/ standar masuk kategori baik sebesar 71,73 %, dan perbaikan atas penyimpangan standar masuk kategori baik sebesar 80,95 % (lihat lampiran 9 halaman 97).

71

Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh komponen pengawasan tersebut telah dilakukan dengan baik oleh pimpinan di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes. Dalam hal pembuatan ukuran / standar kerja, pihak pimpinan telah mewajibkan pegawainya memberikan laporan setiap bulannya sesuai target yang ditetapkan dan pihak pimpinan selalu mengontrol laporan pegawai tersebut. Pada aspek penilaian pekerjaan pegawai, pihak pimpinan telah melakukan pengecekan terhadap pekerjaan pegawai secara berkala minimal 3 kali dalam satu bulannya sehingga menjadikan pegawai dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai rencana. Dalam indikator perbandingan hasil pekerjaan terhadap standar / ukuran menunjukkan bahwa pimpinan telah melakukan tindakan perbandingan hasil pekerjaan pegawainya dengan standar yang telah ditentukan secara teratur dengan mewajibkan pegawainya memberikan laporan hasil pekerjaan yang telah diselesaikan. Berdasarkan jawaban responden diketahui bahwa pimpinan kurang memberikan teguran secara lisan maupun tertulis kepada pegawainya apabila terjadi penyimpangan-penyimpangan. Dalam melakukan perbaikan pihak pimpinan selalu menggunakan patokan standar kerja yang ditentukan, keseriusan pimpinan dalam melakukan perbaikan kesalahan juga ditunjukkan dengan cepatnya waktu koreksi yang dilakukan pimpinan pada laporan yang dibuat pegawai. Demikian juga dengan variabel disiplin kerja, dari analisis deskriptif persentase yang dilakukan menyatakan bahwa tingkat disiplin kerja pegawai kantor Badan Kepegawaian Daerah kabupaten Brebes adalah sangat tinggi dengan

mampu mendorong bawahan melakukan pekerjaan dengan kedisiplinan kerja yang tinggi. Hal yang mendukung variabel disiplin kerja adalah disiplin waktu masuk kategori sangat tinggi sebesar 90. Dari hasil perhitungan perhitungan deskriptif persentase disiplin kerja diatas. Pengawasan yang dilakukan secara baik oleh pimpinan kepada bawahan.56 %. 96 % (lihat lampiran 10 halaman 98).05 menunjukkan bahwa pengawasan berpengaruh secara signifikan terhadap disiplin kerja pegawai di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes. . Pegawai juga menggunakan perlengkapan kantor dengan baik dalam menyelesaikan pekerjaan yang dibebankan kepadanya tersebut.90 % dan disiplin tanggung jawab masuk kategori sangat tinggi sebesar 91.827 dengan probabilitas sebesar 0.000 < 0. dimana diperoleh Fhitung = 86.25 %. pegawai menjadi lebih bertangung jawab kepada setiap pekerjaan yang dilakukan karena hasil pekerjaan mereka akan dikoreksi dengan baik oleh pimpinan dan akan dikembalikan apabila tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan. disiplin peraturan masuk kategori sangat tinggi sebesar 94. menunjukkan bahwa melalui target kerja yang ditetapkan oleh pimpinan hal ini mendorong pegawai untuk datang tepat pada waktunya sehingga mereka dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu yang ditetapkan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa peraturan dan petunjuk pimpinan selalu dipatuhi oleh para pegawai sehingga kesalahan dalam melakukan pekerjaan dapat ditekan seminimal mungkin.72 angka perolehan sebesar 92. Hal tersebut dibuktikan dari hasil penelitian ini.

tujuan pengawasan untuk mengetahui kesalahankesalahan dalam pelaksanaan pekerjaan. maka disiplin kerja pegawai dapat meningkat sebesar 0.472 point pada konstanta 17.806 point. sehingga dapat dipahami bahwa pengawasan merupakan faktor penting bagi pegawai untuk menjalankan tugastugas yang telah menjadi tanggung jawab pegawai.472 point pada konstanta 17. Hal ini membuktikan adanya peranan antara pengawasan terhadap disiplin kerja pegawai. Apabila pengawasan dilakukan secara rutin.805 sedangkan kontribusi atau besarnya pengaruh pengawasan terhadap disiplin kerja pegawai di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes juga tinggi yaitu 64.472X.73 Bentuk pengaruh dari pengawasan terhadap disiplin kerja pegawai dapat ˆ digambarkan dengan persamaan regresi Y = 17. Mengacu dari hasil penelitian diatas menunjukkan bahwa dengan adanya pengawasan berarti mencegah adanya penyimpangan. mengetahui rintangan-rintangan yang dialami .806 point dan sebaliknya setiap ada penurunan pengawasan 1 point. maka pegawai dapat bekerja secara maksimal sehingga dapat menghasilkan tingkat disiplin yang baik pula. kesalahpahaman dan penyelewengan kerja. Hubungan antara pengawasan dengan disiplin kerja pegawai sangat tinggi yaitu 0. Dari persamaan tersebut menunjukkan bahwa setiap terdapat kenaikan pengawasan 1 point. mengetahui kekurangan-kekurangan dalam pelaksanaan pekerjaan. Tanpa adanya pengawasan dari atasan maka pekerjaan tidak dapat berjalan dengan baik. Sebab menurut Soekarno dalam Gouzali Saydam (1993 : 197). maka disiplin kerja pegawai akan menurun sebesar 0.806 + 0.94%. keterlambatan kerja.

maka dapat dinyatakan bahwa semakin tinggi pengawasan semakin tinggi pula tingkat disiplin kerja pegawai. Sebab disiplin disini berarti ketaatan pegawai terhadap peraturan dan pengaturan instansi.74 maupun hal-hal lain yang mungkin akan dialami. Sehingga hubungan variabel pengawasan dan disiplin kerja menunjukkan hubungan yang positif. . Tingkat pengawasan yang tinggi menyebabkan pegawai dapat menyelesaikan tugas kedinasan yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan keteladanan dan peraturan yang telah ditetapkan. mengetahui kegagalankegagalan maupun sukses-sukses yang dicapai dalam pelaksanaan pekerjaan. bekerja penuh disiplin.

3. maka dapat diambil suatu simpulan sebagai berikut : 1. 4.BAB V PENUTUP 4. Ada pengaruh yang signifikan pengawasan terhadap disiplin kerja pegawai Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes .9 %.25 %. 2. Pengawasan di kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes masuk dalam kategori baik yaitu sebesar 80. Disiplin kerja pegawai kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes masuk dalam kategori sangat tinggi yaitu sebesar 92. 4.48 %. Besarnya pengaruh pengawasan terhadap disiplin kerja pegawai kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes adalah 64. 5075 .1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasannya. maka pihak pimpinan kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Brebes hendaknya dapat meningkatkan pemberian teguran lisan maupun tertulis secara tegas kepada para pegawai yang melanggar peraturan agar pegawai lebih bertanggung jawab atas segala tugas yang menjadi kewajibannya.2 Saran Saran yang dapat diajukan berdasarkan simpulan di atas adalah sebagai berikut : Mengingat pengawasan besar pengaruhnya terhadap disiplin kerja pegawai.

1981. Bupati KDH TK II Brebes. Yogyakarta : BPFE. Teknik Memimpin Pegawai dan Pekerja.73 76 DAFTAR PUSTAKA Alfred. KDH TK II Brebes. Manullang. M . Anwar Prabu. Moekijat. 1992. Heidjrachman. Bandung : Mandar Maju. 1984. 2004. 2001. Jakarta : Rineka Cipta. Jakarta : Aksara Baru. Yogyakarta : BPFE. Jakarta : Rajawali Pers. Bandung : Remaja Rosdakarya. 2000. Widodo. Bagaimana Memimpin dan Mengawasi Pegawai. Manajemen Personalia. Hani. Guntur. Terjemahan Imam Soedjono. . Faustino Cardoso. Manajemen Pengawasan Kualitas terpadu. 1996. Lateiner. 1983. Arikunto. Ietje S. Drs. Gomes. Mangkunegara. Yogyakarta : BPFE. A. Manajemen Personalia. 1989. Yogyakarta : ANDI. Komaruddin. Handoko. Manajemen Kepegawaian. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek. 2002. Hasibuan. Jakarta : Airlangga. Malayu S. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. dan Suad Husnan. Pokok-Pokok Pengertian Ilmu Administrasi Kepegawaian. 1996. 1995. H. Suharsimi. Hamdan. R.P. T. Jakarta : Aksara Baru. Jakarta : Ghalia. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. S. Manajemen Sumber daya Manusia. George. Pengantar Manajemen. Yogyakarta : BPFE. Prosedur Penelitian Pendidikan. 1989. Ali. Manajemen. 1983. Brebes.A. Muhammad. 2000. 2001. Susilo. Dasar-Dasar Manajemen. Peraturan Daerah Tingkaat II Kabupaten Brebes Nomor 14 Tahun 2001. D. Martoyo. Manajemen Sumber Daya Manusia. 2002. Jakarta : Depdikbud. D. Bandung : Angkasa. Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Halsey. Mansoer.

Saydam. Analisis serta Perumusan Kebijakansanaan dan Strategi Organisasi. P. Metoda Statistika. B. Budaya Kerja Menciptakan Lingkungan yang Kondusive untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja. Teori. Terry. Siswanto. 1997. Siagian. 1996. --------------------------. Soal Jawab Manajemen dan Kepemimpinan. Bandung : Sinar Baru. Bandung : Tarsito. Ranupandojo. Manajemen Personalia (Manajemen Sumber Daya Manusia). Heidjrachman. Bandung : Alumni. Terjemahan Winardi. 1986. Jakarta : Golden Terayon Press. Sudjana. Goerge. Jakarta : Erlangga.74 77 Nitisemito. Gouzali. Sastrohadiwiryo. Alex S. Manajemen tenaga Kerja Indonesia Pendekatan administratif dan Operasional. 2003. 1990. Triguno. 1993. 1996. Jakarta : Djambatan. Jakarta : Gunung Agung. Sondang. Silalahi.Manajemen Sumber Daya Manusia.2000. 1992. Yogyakarta : AMP YKPN. Asas-Asas Manajemen. Tanya Jawab Manajemen. dan Dimensi. Studi Tentang Ilmu Administrasi Konsep. 1986. Ulbert. Jakarta : Bumi Aksara. Jakarta : Aksara Baru. R. .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.