PERAN MANAJER DALAM MENGELOLA KONFLIK

DI S U S U N OLEH : NAMA KELOMPOK : RINI NANA SAFRIANA MAISURI SADDAM HUSSEN RUSDI DOSEN PEMBIMBING AMELIA RAHMI, SE.MM

UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH FAKULTAS EKONOMI TAHUN AJARAN 2012/2013

Dengan ini saya mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terima kasih dan semoga Allah SWT memberkahi makalah ini sehingga dapat memberikan manfaat. karena atas berkat dan limpahan rahmatnyalah maka saya boleh menyelesaikan sebuah karya tulis dengan tepat waktu. Berikut ini penulis mempersembahkan sebuah makalah dengan judul "Peran Manajemen Dalam Mengelola Konflik". yang mmenurut saya dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita untuk mempelajari tentang komunikasi bisnis.KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada tuhan yang maha esa. 20 September 2012 Penulis i . Banda Aceh. Melalui kata pengantar ini penulis lebih dahulu meminta maaf dan memohon permakluman bila mana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang saya buat kurang tepat atau menyinggu perasaan pembaca.

.......................... Faktor Penyebab Konflik ................. Penyebab Konflik ...................................................... Kesimpulan ................... Etika Manajerial ..................... A.............. A.................................................... BAB II PEMBAHASAN .. C........................................................................................... Tingkatan Manajer ................. Peran Manajer Dalam Manajemen Konflik ... i ii 1 1 4 4 4 5 5 6 8 9 9 10 11 14 14 14 DAFTAR PUSTAKA ii ....................... 4...................... 1............................................... BAB III PENUTUP .............................................................. D........ BAB I PENDAHULUAN . 6.................................................................................. Latar Belakang ................................................................................... DAFTAR ISI ........... B....................................... Pengertian Konflik Organisasi ......................................................................................................................................... Pengelolaan Konflik .......................................................................................................... Teknik atau Keahlian Untuk Mengelola Konflik ................... Strategi Dalam Menyiasati Konflik .................................................................... 5.......................... 2....................................... Saran .............. Pengetian Manajer .............. 3................................................ B........................................................................................................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ....................................................................... A.......................................................

antara lain: teknologi. ketepatan. seorang manajer mengemban tugas menjamin ketersediaan. Pertama. kesiapan SDM untuk dapat memanfaatkan peluang yang memerlukan pengembangan kompetensi baru dan disiplin. dan manajemen. Kedua. tantangan sebagai manajer tidaklah ringan. Posisi manajer menjadi sangat krusial bila Direktur atau Deputy dan diharapkan mempunyai peranan dalam meningkatkan serta menjaga keseimbangan dalam organisasi. Salah satu tugas atau peran majaner yaitu harus bisa mengelola konflik dalam organisasi yang dipimpinnya sehingga setiap konflik itu bisa diselesaikan dengan baik dan tidak ada yang merasa dirugikan. Manajer adalah Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaranorganisasi. bisnis. Bak panglima perang di era global yang sarat kompetisi. Berbagai kemampuan tersebut memang harus dimiliki oleh seorang manajer. Selain itu manajer harus mencari solusi menyusul dampak dari perubahan. keakuratan. Apalagi. serta kepemimpinan. dan keamanan informasi serta pengaturan organisasi yang baik serta yang dibutuhkan oleh organisasi untuk mencapai tujuan organisasi sekaligus meningkatkan eksistensi organisasi di tengah-tengah lingkungannya. Keberhasilan menjalankan tugas ini mensyaratkan manajer mempunyai kemampuan multidisiplin. Latar Belakang Peranan manajer dalam suatu organisasi itu sangatlah penting karena keberadaan manajer yaitu menjadi palang pintu atau menjadi salah satu ujung tombak dari keberhasilan dalam berorganisasi.BAB I PENDAHULUAN A. 1 . implemetansi organisasi memerlukan proses transformasi baik proses perkembangan suatu organisasi. Di sini informasi adalah hasil pengolahan data yang relevansinya sangat tergantung kepada waktu. pengelolaan perubahan (change management) baik yang sifatnya sistemik maupun ad hoc. Ketiga.

peran pengolah informasi (information processing). artinya seorang pemimpin harus memiliki emosi yang stabil dan mempunyai keinginan untuk menghargai dan dihargai orang lain. serta peran pengambilan keputusan (decision making) (Gordon. sehingga dapat menjaga kesatuan dan keutuhan pengikutnya. Ketiga kemampuan diatas sangat dibutuhkan bagi seorang manajer.  Kemampuan berkomunikasi (communication skills). sebab seorang manajer harus dapat melaksanakan tiga peran utamanya yakni peran interpersonal. 2 .Empat sifat umum yang mempunyai pengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi. tetapi tidak terlalu banyak melebihi kecerdasan pengikutnya. Peran pertama meliputi meliputi peran figurehead (sebagai simbol dari organisasi). (3) Motivasi diri dan dorongan berprestasi. (4) Sikap-sikap hubungan kemanusiaan. Pemimpin harus memiliki tiga kemampuan khusus yakni :  Kemampuan analitis (analytical skills). 1996 : 314-315). dalam arti bahwa pemimpin harus menghargai dan memperhatikan keadaan pengikutnya. yakni : (1) Kecerdasan. yakni kemampuan untuk menjelaskan kepada bawahan tentang perubahan gaya kepemimpinan yang Anda terapkan. yaitu kemampuan untuk menerapkan gaya kepemimpinan yang paling tepat berdasarkan analisa terhadap siatuasi. Sedangkan peran kedua terdiri dari tiga peran juga yakni monitor (memimpin rapat dengan bawahan. dan liaison (menjalin suatu hubungan kerja dan menangkap informasi untuk kepentingan organisasi). mengawasi publikasi perusahaan. Selain itu seorang manajer harus mampu mengelola konflik yang terjadi dalam suatu organisasi dan dapat mencari win-win solution sehingga kerjasama tim bisa berjalan dengan baik. sehingga pemimpin akan selalu energik dan menjadi teladan dalam memimpin pengikutnya. artinya pemimpin harus memiliki kecerdasan lebih dari pengikutnya.  Kemampuan untuk fleksibel (flexibility atau adaptability skills). leader (berinteraksi dengan bawahan. yakni kemampuan untuk menilai tingkat pengalaman dan motivasi bawahan dalam melaksanakan tugas. memotivasi dan mengembangkannya). (2) Kedewasaan dan keluasan hubungan sosial.

Adapun peran ketiga terdiri dari empat peran yaitu entrepreneur (mendesain perubahan dan pengembangan dalam organisasi). nilai-nilai baru dan fakta kepada bawahan) serta spokesman (juru bicara atau memberikan informasi kepada orang-orang diluar organisasinya). dan mengesahkan setiap keputusan). serta allowing (memberikan keleluasaan kepada pekerja untuk menantang dan mengubah cara mereka bekerja). serta negotiator (melakukan perundingan dan tawar menawar). 3 . aligning (menggabungkan tujuan individu dengan tujuan organisasi sehingga setiap orang menuju kearah yang sama). uang dan waktu dengan melakukan penjadualan. disturbance handler (mampu mengatasi masalah terutama ketika organisasi sedang dalam keadaan menururn). resources allocator (mengawasi alokasi sumber daya manusia.atau berpartisipasi dalam suatu kepanitiaan). materi. Dalam perspektif yang lebih sederhana. Morgan (1996 : 156) mengemukakan tiga macam peran pemimpin yang disebutnya dengan “3A”. disseminator (menyampaikan infiormasi. memprogram tugas-tugas bawahan.mengkoordinir aktifitaskerja mereka untukmencapai suatu tujuanorganisasi. Manager:Seseorang yang bekerjadengan dan melaluiorang lain. yakni alighting (menyalakan semangat pekerja dengan tujuan individunya).

dikenal pula dengan istilah manajemen operasional.  Manajemen puncak (top management). Pengertian Manajer Manajer adalah seorang yang memiliki tanggung jawab seluruh bagian pada suatu perusahaan atau organisasi. manajer tingkat menengah. dikenal pula dengan istilah executive officer. manajer area. Manajer memimpin beberapa unit bidang fungsi pekerjaan yang mengepalai beberapa. merupakan manajemen tingkatan paling rendah yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat dalam proses produksi. Tingkatan manajer Pada organisasi berstruktur tradisional. Pada perusahaan yang berskala kecil mungkin cukup diperlukan satu orang manajer umum. sedangkan pada perusahaan atau organisasi yang berkaliber besar biasanya memiliki beberapa orang manajer umum yang bertanggung-jawab pada area tugas yang berbedabeda. manajer departemen.  Manajemen tingkat menengah (middle management). manajer sering dikelompokan menjadi manajer puncak. atau manajer divisi. dan manajer lini pertama (biasanya digambarkan dengan bentuk piramida. Bertugas merencanakan kegiatan dan strategi 4 . manajer pabrik. pemimpin proyek. Mereka sering disebut penyelia (supervisor).BAB II PEMBAHASAN A. mencakup semua manajemen yang berada di antara manajer lini pertama dan manajemen puncak dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya. Berikut ini adalah tingkatan manajer mulai dari bawah ke atas:  Manejemen lini pertama (first-line management). manajer kantor. Jabatan yang termasuk manajer menengah di antaranya kepala bagian. manajer shift. atau mandor (foreman). B. di mana jumlah karyawan lebih besar di bagian bawah daripada di puncak).

Pengertian Konflik Organisasi Menurut Baden Eunson (Conflict Management. Misalnya pada organisasi yang lebih fleksibel dan sederhana. CIO (Chief Information Officer). dengan pekerjaan yang dilakukan oleh tim karyawan yang selalu berubah. 2007. Contoh bentuk konflik ini adalah tentang perumusan tujuan yang tidak cocok. dan CFO (Chief Financial Officer). Meskipun demikian. Etika manajerial Etika manajerial adalah standar prilaku yang memandu manajer dalam pekerjaan mereka. tidak semua organisasi dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan menggunakan bentuk piramida tradisional ini. berpindah dari satu proyek ke proyek lainnya sesuai dengan dengan permintaan pekerjaan. manajemen kompensasi dan karir. Konflik Horisontal. Konflik vertikal yang terjadi antara tingkat hirarki. tentang alokasi dan efisiensi penggunaan sumberdaya. 1. terdapat beragam jenis konflik: a. Ada tiga kategori klasifikasi menurut Ricky W. manajemen menengah dan penyelia.seperti antara manajemen puncak dan manajemen menengah. Contoh top manajemen adalah CEO (Chief Executive Officer). mendeskripsikan tujuan. 5 . dan pemasaran. Griffin:    Perilaku terhadap karyawan Perilaku terhadap organisasi Perilaku terhadap agen ekonomi lainnya 2. Bentuk konflik bisa berupa bagaimana mengalokasi sumberdaya secara optimum.diadaptasi). pencapaian kinerja organisasi. b. dan penyelia dan subordinasi. yang terjadi di antara orang-orang yang bekerja pada tingkat hirarki yang sama di dalam perusahaan.perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya perusahaan.

dan sistem koordinasi yang tidak jelas. Artinya. Konflik peran berupa kesalahpahaman tentang apa yang seharusnya dikerjakan oleh seseorang. yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan. Misalnya antara divisi pembelian bahan baku dan divisi keuangan. ketika berlangsung pentas musik di lingkungan pemukiman. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial. Ada yang merasa terganggu karena berisik. tentu perasaan setiap warganya akan berbeda-beda. Faktor penyebab konflik  Perbedaan individu. pihak karyawan memiliki lebih dari seorang manajer. Konflik di antara staf lini. sebab dalam menjalani hubungan sosial. Sementara divisi produksi hanya mampu memproduksi jumlah produksi secara terbatas karena langkanya sumberdaya manusia yang akhli dan teknologi yang tepat. Konflik bisa terjadi antarkaryawan karena tidak lengkapnya uraian pekerjaan. 6 . Misalnya. tetapi ada pula yang merasa terhibur. seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya.c. yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki tugas berbeda. Setiap manusia adalah individu yang unik. setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. d. Misal lainnya antara divisi produksi dan divisi pemasaran. 3. Sementara divisi keuangan menghendaki jumlah yang lebih kecil karena terbatasnya anggaran. Divisi pemasaran membutuhkan produk yang beragam sesuai permintaan pasar. Divisi pembelian mengganggap akan efektif apabila bahan baku dibeli dalam jumlah besar dibanding sedikit-sedikit tetapi makan waktu berulang-ulang.

dalam waktu yang bersamaan. Bagi para pengusaha kayu. Pemikiran dan pendirian yang berbeda itu pada akhirnya akan menghasilkan perbedaan individu yang dapat memicu konflik. Sedangkan bagi pecinta lingkungan. misalnya perbedaan kepentingan dalam hal pemanfaatan hutan. Di sini jelas terlihat ada perbedaan kepentingan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya sehingga akan mendatangkan konflik sosial di masyarakat. sosial. kepentingan masing-masing yang orang atau kelompok memiliki dapat berbeda-beda. Kadang-kadang orang melakukan hal yang sama.  Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok. Manusia memiliki perasaan. pendirian maupun latar belakangkebudayaan yang berbeda. misalnya konflik antara kelompok buruh dengan pengusaha yang terjadi karena perbedaan kepentingan di antara keduanya. Begitu pula dapat terjadi antar kelompok atau antara kelompok dengan individu. dan budaya. Para petani menbang pohon-pohon karena dianggap sebagai penghalang bagi mereka untuk membuat kebun atauladang. Sebagai contoh. Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda. Para buruh menginginkan upah yang memadai. pohon-pohon ditebang dan kemudian kayunya diekspor guna mendapatkan uang dan membuka pekerjaan. tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda. sedangkan pengusaha menginginkan pendapatan yang besar untuk dinikmati sendiri dan memperbesar bidang serta volume usaha mereka.ekonomi. Konflik akibat perbedaan kepentingan ini dapat pula menyangkut bidang politik. 7 . hutan adalah bagian dari lingkungan sehingga harus dilestarikan. Oleh sebab itu. Para tokoh masyarakat menanggap hutan sebagai kekayaan budaya yang menjadi bagian dari kebudayaan mereka sehingga harus dijaga dan tidak boleh ditebang. Seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian kelompoknya.

Nilai-nilai kebersamaan berubah menjadi individualis dan nilai-nilai tentang pemanfaatan waktu yang cenderung tidak ketat berubah menjadi pembagian waktu yang tegas seperti jadwal kerja dan istirahat dalam dunia industri. Tekanan waktu 4. Hubungan kekerabatan bergeser menjadi hubungan struktural yang disusun dalamorganisasi formal perusahaan. Batasan pekerjaan yang tidak jelas 2. Perbedaan status 7. Nilai-nilai yang berubah itu seperti nilai kegotongroyongan berganti menjadi nilai kontrak kerja dengan upah yang disesuaikan menurut jenis pekerjaannya. Perubahan adalah sesuatu yang lazim dan wajar terjadi. peraturan dan kebijakan yang tidak masuk akal 5. Perubahan-perubahan ini. jika terjadi seara cepat atau mendadak. Penyebab Konflik Konflik dapat berkembang karena berbagai sebab. Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat. Hambatan komunikasi 3. antara lain sebagai berikut: 1. tetapi jika perubahan itu berlangsung cepat atau bahkan mendadak. Pertikaian antar pribadi 6. Harapan yang tidak terwujud 8 . pada masyarakat pedesaan yang mengalami proses industrialisasi yang mendadak akan memunculkan konflik sosial sebab nilai-nilai lama pada masyarakat tradisional yang biasanya bercorak pertanian secara cepat berubah menjadi nilai-nilai masyarakat industri. akan membuat kegoncangan proses-proses sosial di masyarakat. Standar. Misalnya. bahkan akan terjadi upaya penolakan terhadap semua bentuk perubahan karena dianggap mengacaukan tatanan kehiodupan masyarakat yang telah ada. 4. perubahan tersebut dapat memicu terjadinya konflik sosial.

 Mendengarkan secara aktif : Mendengarkan secara aktif merupakan hal penting untuk mengelola konflik. Keahlian individu yang terlibat dalam penyelesaian konflik 4. Jika belum jelas. Manajer perawat harus mengetahui dan memahami peraturan-peraturan yang ada dalam organisasi. 6.5. mereka dapat merumuskan kembali permasalahan para pegawai sebagai tanda bahwa mereka telah mendengarkan. Teknik Atau Keahlian Untuk Mengelola Konflik Ada beberapa pendekatan dalam resolusi konflik yaitu tergantung pada : 1.  Pertimbangan Pengalaman dalam Tahapan Kehidupan : Konflik dapat dikelola dengan mendukung perawat untuk mencapai tujuan sesuai dengan pengalaman dan tahapan hidupnya. Misalnya : perawat junior yang berprestasi dapat dipromosikan untuk mengikuti pendidikan kejenjang yang lebih tinggi. Karakteristik orang-orang yang terlibat di dalamnya 3. sedangkan bagi perawat senior yang berprestasi dapat dipromosikan untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi.  Komunikasi : Suatu Komunikasi yang baik akan menciptakan lingkungan yang terapetik dan kondusif. Konflik itu sendiri 2. Untuk memastikan bahwa penerimaan para manajer perawat telah memiliki pemahaman yang benar. Pengelolaan Konflik Konflik dapat dicegah atau dikelola dengan :  Disiplin : Mempertahankan disiplin dapat digunakan untuk mengelola dan mencegah konflik. Pentingnya isu yang menimbulkan konflik 5. Ketersediaan waktu dan tenaga 9 . mereka harus mencari bantuan untuk memahaminya. Suatu upaya yang dapat dilakukan manajer untuk menghindari konflik adalah dengan menerapkan komunikasi yang efektif dalam kegitan sehari-hari yang akhirnya dapat dijadikan sebagai satu cara hidup.

Perawat yang menjadi bagian dalam konflik dapat mengakomodasikan pihak lain dengan menempatkan kebutuhan pihak lain di tempat yang pertama. Hal ini memungkinkan timbulnya kerjasama dengan memberi kesempatan pada mereka untuk membuat keputusan. saling memberi dan menerima. Metode ini mungkin bisa memicu konflik tetapi bisa jadi merupakan metode yang penting untuk alasan-alasan keamanan. 10 . khususnya apabila isu tersebut penting bagi orang lain. serta meminimalkan kekurangan semua pihak yang dapat menguntungkan semua pihak. Penghindaran merupakan strategi yang memungkinkan pihak-pihak yang berkonfrontasi untuk menenangkan diri. Strategi Dalam Menyiasati Konflik a) Menghindar Menghindari konflik dapat dilakukan jika isu atau masalah yang memicu konflik tidak terlalu penting atau jika potensi konfrontasinya tidak seimbang dengan akibat yang akan ditimbulkannya.C. Manajer perawat yang terlibat didalam konflik dapat menepiskan isu dengan mengatakan “Biarlah kedua pihak mengambil waktu untuk memikirkan hal ini dan menentukan tanggal untuk melakukan diskusi” b) Mengakomodasi Memberi kesempatan pada orang lain untuk mengatur strategi pemecahan masalah. c) Kompetisi Gunakan metode ini jika anda percaya bahwa anda memiliki lebih banyak informasi dan keahlian yang lebih dibanding yang lainnya atau ketika anda tidak ingin mengkompromikan nilai-nilai anda. d) Kompromi atau Negosiasi Masing-masing memberikan dan menawarkan sesuatu pada waktu yang bersamaan.

Stoner mengemukakan tiga cara dalam pengelolaan konflik. hal ini disebabkan karena setiap jenis konflik. D. yaitu: merangsang konflik di dalam unit atau organisasi yang prestasi kerjanya rendah karena tingkat konflik yang terlalu kecil. Termasuk dalam cara ini adalah: 1) minta bantuan orang luar 2) menyimpang dari peraturan (going against the book) 3) menata kembali struktur organisasi 4) menggalakkan kompetisi 5) memilih manajer yang cocok 11 . jika konflik tidak ditangani secara baik dan tuntas. Pemecahan sama-sama menang dimana individu yang terlibat mempunyai tujuan kerja yang sama. tidak hanya berdampak pada perubahan struktur dan personalia. maka akan mengganggu keseimbangan sumberdaya. dan menegangkan hubungan antara orang-orang yang terlibat. Untuk itulah diperlukan upaya untuk mengelola konflik secara serius agar keberlangsungan suatu organisasi tidak terganggu. Peran Manajer Dalam Majemen Konflik Dalam upaya penanganan konflik sangat penting dilakukan. 2. Perlu adanya satu komitmen dari semua pihak yang terlibat untuk saling mendukung dan saling memperhatikan satu sama lainnya. Di samping itu.e) Memecahkan Masalah atau Kolaborasi 1. tetapi juga berdampak pada terciptanya hubungan pribadi dan organisasional yang berpotensi menimbulkan konflik. direncanakan atau tidak. perubahan dalam suatu organisasi yang cenderung baik mendatangkan Perubahan institusional terjadi.

dan penentuan melalui suara terbanyak. Gaya perundingan untuk mengelola konflik dapat dilakukan dengan cara : a. setelah ditemukan alternatif-alternatif penyelesaian hendaknya pihak-pihak yang terlibat dalam konflik mempelajari dan memberikan tanggapan g. Cara ini dilakukan dengan melakukan dialog terus menerus antar kelompok untuk menemukan suatu penyelesaian maksimum yang menguntungkan kedua belah pihak. yaitu dengan melakukan dialog untuk mendapat suatu pengertian b. yaitu dengan melihat kondisi dan kecemasan orang lain sehingga didapatkan pengertian baru mengenai orang lain d. meredakan atau menumpas konflik jika tingkatnya terlalu tinggi atau kontraproduktif 2. mencari tema bersama. kepentingan bersama dipenuhi dan ditentukan penyelesaian yang paling memuaskan. Melalui perundingan.1. f. pihak-pihak yang terlibat dapat dibantu dengan cara mencari tujuan-tujuan bersama e. hal ini dilakukan dengan cara paksaan. belajar empati. penghindaran. pencairan. keterbukaan. hal ini dilakukan dengan jalan mencari alternatif untuk menyelesaikan persoalan yang diperselisihkan. Menghasilkan alternatif. Mencari penyelesaian. menyelesaikan konflik metode penyelesaian konflik yang disampaikan Stoner adalah: 1) dominasi dan penguasaan. perlunakan. Menanggapi berbagai alternatif. 2) kompromi 3) pemecahan masalah secara menyeluruh Konflik yang sudah terjadi juga bisa diselesaikan lewat perundingan. pihak-pihak yang terlibat bisa jadi tidak terbuka apalagi jika konflik terjadi dalam hal-hal sensitif dan dalam suasana yang emosional c. sejumlah alternatif yang sudah dipelajari secara mendalam dapat diperoleh suatu konsensus untuk menetapkan suatu penyelesaian 12 .

tahap terakhir dari langkah penyelesaian konflik adalah dengan penerimaan atas suatu penyelesaian dari pihakpihak yang terlibat konflik. Membuka jalan buntu.h. Mengikat seluruh kelompok. kadangkala ditemukan jalan buntu sehingga pihak ketiga yang obyektif dan berpengalaman dapat diikutsertakan untuk menyelesaikan masalah i. pihak-pihak yang terlibat dapat memperdebatkan dan mempertimbangkan penyelesaian dan mengikatkan diri pada penyelesaian itu j. Mengikat diri kepada penyelesaian di dalam kelompok. 13 . setelah dihasilkan penyelesaian yang disepakati.

Perubahan institusional yang terjadi. maka akan mengganggu keseimbangan sumberdaya. Stoner mengemukakan tiga cara dalam pengelolaan konflik. jika konflik tidak ditangani secara baik dan tuntas. Termasuk dalam cara ini adalah: 1) minta bantuan orang luar 2) menyimpang dari peraturan (going against the book) 3) menata kembali struktur organisasi 4) menggalakkan kompetisi 5) memilih manajer yang cocok 14 . dan menegangkan hubungan antara orang-orang yang terlibat. tetapi juga berdampak pada terciptanya hubungan pribadi dan organisasional yang berpotensi menimbulkan konflik. hal ini disebabkan karena setiap jenis perubahan dalam suatu organisasi cenderung mendatangkan konflik. Di samping itu. tidak hanya berdampak pada perubahan struktur dan personalia. baik direncanakan atau tidak. yaitu: merangsang konflik di dalam unit atau organisasi yang prestasi kerjanya rendah karena tingkat konflik yang terlalu kecil. Kesimpulan Dalam upaya penanganan konflik sangat penting dilakukan. Untuk itulah diperlukan upaya untuk mengelola konflik secara serius agar keberlangsungan suatu organisasi tidak terganggu.BAB III PENUTUP A.

penulis dapat menyusun makalah yang lebih sempurna dan siknifikan.B. Dan jika ada kesalahan penulis meminta beribu-ribu maaf kepada pembaca. Agar dalam penyusunan makalah kedepan. maka dari itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca sekalian. Karna penulis hanyalah seorang manusia yang penuh dengan kekurangan dan kelemahan Akhir kata penulis ucapkan terima kasih. 15 . Saran Penulis sadar dalam penulisan makalah ini jauh lebih dari sempuna dan kekurangan.

8th Edition. M.com .DAFTAR PUSTAKA Griffin. Judge. NJ: Prentice Hall. Yayat. Robbins. Management. Herujito. Total Performance Scorecard. Gramedia Pustaka Utama. Grasindo. 2006. 2006. Edisi 12. www. A. 2008. R. Dasar-dasar Manajemen. K. Prilaku Organisasi. Jakarta: Salemba Empat.google. Jakarta: PT. Rampersad. 2007. Business. Robbins. Hubert. Timothy dan Stephen P. 2006. Stephen dan Mary coulter. 8th Edition. NJ: Prentice Hall. Jakarta: PT.