P. 1
Makalah Hukum Perburuhan

Makalah Hukum Perburuhan

|Views: 550|Likes:
Published by Ienhy Suhartini
Hukum perburuhan
Hukum perburuhan

More info:

Published by: Ienhy Suhartini on Oct 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/24/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Masalah Ketenagakerjaan di Indonesia sangatlah kompleks, selain itu sistem ekonomi nasional yang dikuasai oleh keluarga atau yang dekat dengan sumbu kekuasaan, juga disebakan oleh rapuhnya fundamental ekonomi yang dibangun. Manakala rezim penguasa jatuh secara otomatis membawa akibat pada runtuhnya perekonomian dan PHK (pemutusan hubungan kerja) yang tidak mungkin dihindari. Dalam melaksanakan pembangunan diperlukan beberapa faktor yang menunjang seperti faktor modal, alam, dan tenaga kerja. Ketiga faktor tersebut merupakan hal yang sangat penting yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Dari ketiga faktor tersebut, factor tenaga kerja merupakan peranan yang tidak kalah pentingnya dibanding faktor penunjang lainnya. Hal ini didukung oleh jumlah penduduk yang sangat besar, merupakan salah satu modal yang sangat penting. Disadari bahwa dalam pelaksanaan pembangunan nasional, tenaga kerja memiliki peran dan kedudukan yang sangat penting sebagai pelaku untuk mencapai tujuan pembangunan. Sejalan dengan itu pembangunan ketenagakerjaan diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan kontribusinya dalan pembangunan serta untuk melindungi hak dan kepentingan sesuai dengan harkat dan martabat manusia. Mengingat faktor tenaga kerja dalam proses pembangunan ini harus diperhatikan, oleh karena itu diperlukan usaha-usaha untuk membina, mengarahkan serta perlindungan bagi tenaga kerja untuk menciptakan kesejahteraan yang berkaitan dengan yang dilakukannya. Pada dasarnya perlindungan bagi tenaga kerja dimaksudkan untuk menjaga agar tenaga kerja menjadi lebih dimanusiakan. Para tenaga kerja mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan berbagai tugas dan kewajiban sosialnya, dapat mengembangkan potensi dirinya, sehingga pada giliriannya dapat meningkatkan kualitas hidup dan karenanya dapat hidup layak sebagai manusia. Pembangunan ketenagakerjaan diselenggarakan atas asas keterpaduan dan kemitraan, oleh karena itu sebagaimana diterapkan dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 bahwa pembangunan ketenagakerjaan bertujuan untuk menciptakan pemerataan kesempatan kerja dan penyediaan tenaga kerja dan penyediaan tenaga kerja yang sesuai dengan kesempatan kerja dan penyediaan tenaga kerja yang sesuai dalam mewujudkan kesejahteraannya.

Hukum Perburuhan 2A D4 T. Listrik

1

majikan atau pengusaha. Hukum Perburuhan 2A D4 T. dan pemerintah. N.E. Menurut Mr. Mok. Menurut Mr. c) Keputusan-keputusan Pejabat-pejabat dan Badan-badan Pemerintah Peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh instansi-instansi administratif. dimana pekerjaan itu. yang didasrkan Undang-undang. bahwa Hukum Ketenagakerjaan adalah tidak hanya meliputi hubungan kerja dimana pekerjaan itu dibawah pimpinan. Menurut Mr. bahwa Hukum Ketenagakerjaan adalah hukum yang berkenaan dengan hubungan kerja. Listrik 2 . d) Traktat Traktat adalah satu perjanjian kenegaraan yang dilakukan oleh dua Negara atau lebih. Van Esveld.2 Sumber Hukum Perburuhan atau Hukum Ketenagakerjaan a) Peraturan Perundangan (Undang-Undang dalam arti Material) Tiap peraturan yang mengikat dengan sahyang datang dari pemerintah yang mencakup umum atau setiap warga negara. tetapi meliputi pula pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja yang melakukan pekerjaan atas tanggungjawab resiko sendiri. b) Adat dan Kebiasaan Mengatur kehidupan masyarakat didasarkan pada aturan-aturan yang tidak tertulis dan berdasarkan kebiasaan. bahwa Hukum Ketenagakerjaan adalah hukum yang berkenaan dengan pekerjaan yang dilakukan dibawah pimpinan orang lain dan dengan penghidupan yang layak langsungbergantung pada pekerjaan itu. Lavenbach. Berikut adalah penjelasan Menurut para ahli : 1. 2. 4. Hukum ketenagakerjaan itu adalah suatu himpunan peratuaran yang mengatur hubungan hukum antara pekerja. 2. organisasi pengusaha. G. 3.H. bahwa Hukum Ketenagakerjaan adalah sebagian dari hukum yang berlaku pada pokoknya mengatur hubungan antara tenaga kerja dengan pengusaha.BAB II HUKUM PERBURUHAN 2. Menurut Moleenar.1 Pengertian Hukum Perburuhan Pengertian tenaga kerja dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. organisasi pekerja. Undang-undang dalam arti Formal adalah peraturan yang dibuat oleh alat perlengkapan negara untuk membentuk Undang-undang. dilakukan dibawah pimpinan dan dengan keadaan penghidupan yang langsung bersangkut paut dengan hubungan kerja itu. Tenaga kerja adalah tiap orang yang mampu melaksanakan pekerjaannya baik didalam maupun diluar hubungan kerja guna menghasilkan barang atau jasa untuk mengetahui kebutuhan masyarakat.

Zaman Perbudakan Pada waktu pendudukan Inggris. Abad Sembilan Belas Dalam fase ini timbullah berbagai macam peraturan perundangan yang memuat sanksi baik perdata maupun publik. secara prinsip diakui oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan jalan menetapkannya didalam Regeringsreglement tahun 1818. f) Perjanjian Kerja dan Perjanjian Perburuhan (Kesepakatan Kerja Bersama) 2. bahwa Indonesia secara resmi tidak terdapat perbudakan. Satu peraturan yang mengatur tentang syarat-syarat kerja yang ditetapkan oleh pengusaha berlaku untuk semua karyawan.3 Perkembangan Hukum Ketenagakerjaan 1. yaitu semacam UUD Hindia Belanda. Peraturan perusahaan yang memuat aturan-aturan kerja yang ditentukan oleh organisasi perusahaan. Thomas Stamford Raffles sebagai orang yang anti perbudakan pada tahun 1816 mendirikan “The Java Benevolent Institution”. maka sumber-sumber lainnya sebagai berikut : a. Hukum Perburuhan 2A D4 T. Ketentuan-ketentuan dalam peraturan perundangan yang memuat sanksi baik perdata maupun publik.e) Peraturan Kerja. d. perjanjian-perjanjian kerja bebas timbul sejak abad pertengahan.42. tetapi secara sosiologis tidak bebas karena terpaksa bekerja untuk orang lain. hubungan kerja dengan upah dilakukan secara besar-besaran. 1817 No. Baru pada tahun 1854 dalam Regeringsreglement1854 Pasal 115 sampai 117 yang kemudian menjadi Pasal-pasal 169 sampai Staatsergelling 1926. Kontrak kerja perorangan yang memuat syarat-syarat kerja termasuk perundingan dan kesepakatan kedua belah pihak (Individuil Arbeids Contract). Seseorang pekerja itu secara Yuridis bebas menentukan apakah ia mau bekerja atau tidak. yaitu suatu lembaga yang bertujuan menghapuskan perbudakan. Listrik 3 . Perkembangan pemerintahan di Indonesia tidak terlepas dari perkembangan hukum yang terjadi pada akhir abad 19 yaitu hukum klasik ke hukum “ Welfare State “ (modern). b. Abad Pertengahan Sejarah perkembangan hukum ketenagakerjaan. Peraturan perusahaan yang memuat aturan-aturan kerja yang ditentukan sendiri (sepihak) oleh pengusaha. Sehingga mengakibatkan terjadinya perundingan-perundingan sosial dalam abad 19. 2. 2.4 Perkembangan Hukum Ketenagakerjaan Di Indonesia 1. yaitu dalam Stbl. c. dengan tegas dapat dikatakan. baik seluruhnya maupun sebagian. Pemerintah Hindia Belanda mulai mengadakan peraturan-peraturan tertentu tentang perbudakan yaitu peraturan yang melarang dimasukkannya budak-budak ke Pulau Jawa. Disamping kebiasaan dan keputusan-keputsan pengadilan adalah sebagai sumberr hukum ketenagakerjaan.

5 Hak Dan Kewajiban Hak dan kewajiban kedua belah pihak termuat dalam syarat-syarat kerja. (Pasal 1 angka 30 UU No. tetapi hanya untuk membayar bunganya saja. yaitu rodi bukan untuk kepentingan Gubernemen dan pegawaipegawainya. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan  Komponen Upah : 4 Hukum Perburuhan 2A D4 T. 2. terutama ats penolakan untuk bekerja dengan melarikan diri dan dapat mengangkut buruh kembali ke perusahaan dengan bantuan polisi. • Rodi-Desa. Terjadinya setelah Jan Pieterzoon Coen pada tahun 1621 dan 1622 termasuk Pulau Banda. yang pelaksanaannya diatur dalam ordonantie tahun 1859 Stbl. 3. Penghapusan Kerja Ulur tersebut diperintahkan dengan Undang-undang tahun 1859 Stbl. 4. yaitu rodi untuk kepentingan Gubernemen dan pegawai-pegawainya. Kerja Ulur atau Peruluran Dimana ketidakbebasan seseorang terletak pada terikatnya suatu kebun tertentu. • Rodi-Perorangan. denagn membunuh penduduk atau mengangkut keluar sebagai budak. kesepakatan. yaitu rodi untuk keperluan desa. Upah Upah adalah hak pekerja / buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja / buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja. Syarat kerja yang akan di bahas meliputi: a.2.48. Pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang hamba untuk kepentingan orang yang meminjamkan uang itu biasanya adalah untuk melunasi hutangnya ataupun untuk mencicil hutangnya.46. Pekerjaan Rodi Rodi digolongkan dalam tiga golongan yaitu: • Rodi-Gubernemen. atau peraturan perundang undangan. termasuk tunjangan bagi pekerja / buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan/atau jasa yang telah atau akan dilakukan. 5. Poenale Sanksi Poenale Sanksi adalah ancaman pidana. Listrik . Kerja Hamba Kerja Hamba ini terjadi bila seseorang menyerahkan dirinya sendiri atau orang lain yang ia kuasai. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan) 2. Syarat-syarat kerja adalah petunjuk yang harus ditata / diatur oleh pihak buruh maupun majikan dalam suatu hubungan kerja serta dituangkan dalam PERJANJIAN KERJA.6 Dasar Hukum yang Mengatur Hukum Perburuhan Pasal 27 UUD 1945 UU No. atas pemberian pinjaman sejumlah uang.

termasuk tunjangan tetap yang diterima oleh pekerja di wilayah tertentu dalam satu propinsi. dibayarkan tidak bersamaan dengan pembayaran upah pokok (contoh: insentif kehadiran)  Bukan Komponen Upah Fasilitas adalah kenikmatan dalam bentuk nyata / natur karena hal yang bersifat khusus atau untuk meningkatkan kesejahteraan buruh (contoh: fasilitas antar jemput. Tunjangan Hari Raya (THR).Upah pokok adalah imbalan dasar yang dibayarkan kepada buruh menurut tingkat atau jenis pekerjaan yang besarnya ditetapkan berdasarkan perjanjian Tunjangan tetap adalah pembayaran teratur berkaitan dengan pekerjaan yang diberikan secara tetap untuk buruh dan keluarganya. Waktu Kerja: 7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu 8 (delapan) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu Lembur adalah selebihnya dari jam kerja yang diatur dalam point di atas Pengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh melebihi waktu kerja harus memenuhi syarat: o ada persetujuan pekerja/buruh yang bersangkutan o waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan paling banyak 3 (tiga) jam dalam 1 (satu) hari dan 14 (empat belas) jam dalam 1 (satu) minggu  2. sarana kantin) Bonus adalah pembayaran yang diterima buruh dari hasil keuntungan perusahaan atau karena prestasi .7 Istirahat Kerja & Cuti Pengusaha wajib memberi waktu istirahat dan cuti kepada pekerja/buruhmeliputi : Hukum Perburuhan 2A D4 T. tunjangan perumahan) Tunjangan tidak tetap adalah pembayaran yang secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan buruh diberikan secara tidak tetap. yang dibayarkan bersamaan dengan upah pokok (contoh: tunjangan anak. pemberian makan secara cuma-cuma. Listrik 5 .  Jam Kerja Dan Upah Lembur Pasal 77 UU 13/2003 . adalah pendapatan yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja menjelang hari raya keagamaan Upah Minimum Regional yaitu upah terendah yang terdiri dari upah pokok. tunjangan kesehatan.

- - Istirahat antara jam kerja.Pengusaha yang mempekerjakan anak karena alasan tertentu wajib memberikan perlindungan: . buruh perempuan diberi istirahat 1 ½ sebelum dan 1 ½ setelah melahirkan.Tidak mempekerjakan dalam tambang bawah tanah.Tidak mempekerjakan lebih dari 4 jam sehari .Pekerja perempuan dilarang dipekerjakan pada malam hari dan pada tempat yang tidak sesuai kodrat dan martabat .8 Pekerja Perempuan . keselamatan. tempat pemberhentian dan pembongkaran muatan serta tempat penyimpanan barangs Hukum Perburuhan 2A D4 T. dan bangunan gedung .00 . pembongkaran dan pemindahan barang di pelabuhan. sekurang kurangnya setengah jam setelah bekerja selama 4 (empat) jam terus menerus dan waktu istirahat tersebut tidak termasuk jam kerja Istirahat mingguan 1 (satu) hari untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu atau 2 (dua) hari untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu. jembatan. dan kesehatan kerja .Pekerja perempuan tidak diwajibkan bekerja padahari pertama dan kedua waktu haid .Tidak mempekerjakan pada tempat yang membahayakan kesusilaan. 18. bagi buruh yang telah bekerja selama 6 tahun terusmenerus pada seorang majikan atau beerapa majikan yang tergabung dalam satu organisasi berhak istirahat selama 3 bulan lamanya Cuti haid.Tidak mempekerjakan di pabrik di dalam ruangan ayng tertutup yang menggunakan alat mesin . di terowongan .Pengusaha dilarang mempekerjakan anak .Tidak mempekerjakan dari pk. atau 1 ½ bulan setelah gugur kandungan Cuti menunaikan ibadah agama.Tidak mempekerjakan anak pada pekerjaan kontruksi jalan. bangunan air. stasiun. Cuti tahunan.Tidak mempekerjakan anak pada pembuatan. galangan kapal.00 – 06. lubang bawah tanah.Laki-laki / perempuan yang berumur kurang dari 15 tahun . diberikan waktu cuti secukupnya tanpa mengurangi hak cuti lainnya 2. Listrik 6 . tidak diwajibkan bekerja pada hari pertama dan kedua waktu haid Cuti hamil / bersalin / keguguran.Pekerja perempuan yang masih menyusui harus diberi kesempatan sepatutnya menyusui bayinya pada jam kerja 2. dermaga. sekurang kurangnya 12 (dua belas) hari kerja setelah pekerja/buruh yang bersangkutan bekerja selama 12 (dua belas) bulan secara terus menerus Cuti besar / istirahat panjang .9 Pekerja Anak .

11 - -    Hukum Perburuhan 2A D4 T. alamat.10 - Perlindungan Kerja Tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatan. atau PKWTT) Mulai dan jangka waktu berlakunya perjanjian kerja Tempat dan tanggal perjanjian kerja dibuat Perjanjian kerja didasarkan pada: . umur. alamat pekerja Jabatan atau Jenis pekerjaan Tempat pekerjaan Upah yang diterima dan cara pembayaran Hak dan kewajiban para pihak Kategori perjanjian (PKWT.\ Perjanjian untuk waktu tertentu tidak boleh lisan Perjanjian kerja tertulis harus memuat: o Nama.Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu / karyawan tetap .Perjanjian Kerja Waktu Tertentu  jangka waktunya tertentu . kesusilaan. jaminan pemeliharaan kesehatan Perjanjian Kerja Hubungan kerja adalah hubungan perdata yang didasarkan pada kesepakatan antara pekerja dengan pemberi pekerjaan atau pengusaha. pemeliharaan moril kerja sesuai martabat manusia Tenaga kerja berhak atas jaminan social tenaga kerja yang terdiri dari jaminan kecelakaan kerja. Listrik . tanggal mulai bekerja.Perjanjian Kerja dengan Perusahaan Penyedia Jasa Pekerja Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (KKWT) . jaminan kematian. alamat perusahaan serta jenis usaha o Nama. jaminan hari tua.KKWT adalah hubungan kerja yang waktunya terbatas . dan peraturan perundang-undangan yang berlaku Macam-macam perjanjian kerja: .KKWT tidak dapat mensyaratkan adanya masa percobaan kerja . jenis kelamin.Kecakapan para pihak untuk membuat perjanjian .Perkerjaan yang dijanjikan tidak bertentangan dengan ketertiban umum.2. kesehatan serta kesusilaan. jenis pekerjaan. besarnya upah. yang memuat: nama dan alamat pekerja.Ada pekerjaan yang diperjanjikan .Perjanjian Kerja dengan Perusahaan Pemborong Pekerjaan .KKWT hanya diperbolehkan untuk: 7 2.Kesepakatan kedua belah pihak untuk melakukan hubungan kerja . Perjanjian kerja berisikan hak dan kewajiban masing-masing pihak baik pengusaha maupun pekerja Perjanjian kerja lisan  diperbolehkan akan tetapi wajib membuat surat pengangkatan bagi pekerja yang bersangkutan.

Hukum Perburuhan 2A D4 T.Pekerja/buruh meninggal dunia. peraturan perusahaan. secara tertulis atas kemauan sendiri tanpa ada indikasi adanya tekanan/intimidasi dari pengusaha. atau .- o pekerjaan yang sekali selesai / sementara. Listrik 8 . o pekerjaan yang berhubungan dengan produk.Pekerja/buruh masih dalam masa percobaan kerja. atau peraturan perundang-undangan.atau kegiatan baru yang masih dalam tahap penjajakan KKWT didasarkan atas jangka waktu tertentu dapat tiadakan untuk paling lama 2 (dua) tahun dan hanya boleh diperpanjang 1 (satu) kali untuk jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun 2.Pekerja/buruh mengajukan permintaan pengunduran diri. o pekerjaan yang diperkirakan akan selesai dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) tahun o pekerjaan yang bersifat musiman. perjanjian kerja bersama. berakhirnya hubungan kerja sesuai dengan perjanjian kerja waktu tertentu untuk pertama kali .12 Pemutusan Hubungan Kerja . bilamana telah dipersyaratkan secara tertulis sebelumnya .Pekerja/buruh mencapai usia pensiun sesuai dengan ketetapan dalam perjanjian kerja.

e. dan e perlu membentuk Undang undang tentang  Ketenagakerjaan. Pasal 20 ayat (2). Bahwa pembangunan nasional dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Bahwa beberapa undang undang di bidang ketenagakerjaan dipandang sudah tidak sesuai lagi dengan kebutuhan dan tuntutan pembangunan ketenagakerjaan. Pasal 27 ayat (2). baik materiil maupun spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. b. Mengingat : Pasal 5 ayat (1). Bahwa perlindungan terhadap tenaga kerja dimaksudkan untuk menjamin hak hak dasar pekerja/buruh dan menjamin kesamaan kesempatan serta perlakuan tanpa diskriminasi atas dasar apapun untuk mewujudkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya dengan tetap memperhatikan perkembangan kemajuan dunia usaha. tenaga kerja mempunyai peranan dan kedudukan yang sangat penting sebagai pelaku dan tujuan pembangunan. Pasal 28. Bahwa sesuai dengan peranan dan kedudukan tenaga kerja. Bahwa dalam pelaksanaan pembangunan nasional. d. f. c. yang merata. Listrik 9 . PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Memutuskan : Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG KETENAGAKERJAAN. dan Pasal 33 ayat (1) Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. makmur. oleh karena itu perlu dicabut dan/atau ditarik kembali. c. b. d. adil.BAB III UNDANG-UNDANG Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan Presiden Republik Indonesia  Menimbang : a. Hukum Perburuhan 2A D4 T. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana tersebut pada huruf a. diperlukan pembangunan ketenagakerjaan untuk meningkatkanm kualitas tenaga kerja dan peransertanya dalam pembangunan serta peningkatan perlindungan tenaga kerja dan keluarganya sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan.

5. Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan/atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. persekutuan. b. setiap bentuk usaha yang berbadan hukum atau tidak. dan sesudah masa kerja. strategi. Ketenagakerjaan adalah segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum. badan hukum. c. 6. orang perseorangan. 4.KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam undang undang ini yang dimaksud dengan : 1. milik orang perseorangan. atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan perusahaan bukan miliknya. atau badan-badan lainnya yang mempekerjakan tenaga kerja dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain. baik milik swasta maupun milik negara yang mempekerjakan pekerja/buruh dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain. orang perseorangan. Perusahaan adalah : a. persekutuan. dan pelaksanaan program pembangunan ketenagakerjaan yang berkesinambungan. Hukum Perburuhan 2A D4 T. selama. orang perseorangan. pengusaha. atau milik badan hukum. atau badan hukum yang berada di Indonesia mewakili perusahaan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b yang berkedudukan di luar wilayah Indonesia. milik persekutuan. 2. b. 7. Pemberi kerja adalah orang perseorangan. Pekerja/buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain. 3. persekutuan. usaha-usaha sosial dan usaha-usaha lain yang mempunyai pengurus dan mempekerjakan orang lain dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain. atau badan hukum yang menjalankan suatu perusahaan milik sendiri. Listrik 10 . Perencanaan tenaga kerja adalah proses penyusunan rencana ketenagakerjaan secara sistematis yang dijadikan dasar dan acuan dalam penyusunan kebijakan. Pengusaha adalah : a.

terbuka. dan kewajiban para pihak. yang bersifat bebas. dalam proses produksi barang dan/atau jasa di perusahaan. membela serta melindungi hak dan kepentingan pekerja/buruh serta meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya. minat. 18. Perjanjian kerja adalah perjanjian antara pekerja/buruh dengan pengusaha atau pemberi kerja yang memuat syarat syarat kerja. meningkatkan. demokratis. 16. 14. dan pemberi kerja dapat memperoleh tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhannya. Pemagangan adalah bagian dari sistem pelatihan kerja yang diselenggarakan secara terpadu antara pelatihan di lembaga pelatihan dengan bekerja secara langsung di bawah bimbingan dan pengawasan instruktur atau pekerja/buruh yang lebih berpengalaman. Hubungan kerja adalah hubungan antara pengusaha dengan pekerja/buruh berdasarkan perjanjian kerja. Lembaga kerja sama bipartit adalah forum komunikasi dan konsultasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan hubungan industrial di satu perusahaan yang anggotanya terdiri dari pengusaha Hukum Perburuhan 2A D4 T. Kompetensi kerja adalah kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan. 10. Informasi ketenagakerjaan adalah gabungan. Listrik 11 . hak. keterampilan. nilai dan makna tertentu mengenai ketenagakerjaan. 17. dan kemampuannya. 13. Tenaga kerja asing adalah warga negara asing pemegang visa dengan maksud bekerja di wilayah Indonesia. yang mempunyai unsure pekerjaan. oleh.8. 11. dan bertanggung jawab guna memperjuangkan. pekerja/buruh. 15. sikap. rangkaian. dan pemerintah yang didasarkan pada nilai nilai Pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pelayanan penempatan tenaga kerja adalah kegiatan untuk mempertemukan tenaga kerja dengan pemberi kerja. dan analisis data yang berbentuk angka yang telah diolah. 9. serta mengembangkan kompetensi kerja. Serikat pekerja/serikat buruh adalah organisasi yang dibentuk dari. 12. naskah dan dokumen yang mempunyai arti. Hubungan industrial adalah suatu sistem hubungan yang terbentuk antara para pelaku dalam proses produksi barang dan/atau jasa yang terdiri dari unsur pengusaha. memperoleh. dan untuk pekerja/buruh baik di perusahaan maupun di luar perusahaan. dan perintah. mandiri. Pelatihan kerja adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi. sehingga tenaga kerja dapat memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bakat. dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan atau pekerjaan. dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan. disiplin. upah. dalam rangka menguasai keterampilan atau keahlian tertentu. produktivitas.

hak dan kewajiban kedua belah pihak. Penutupan perusahaan (lock out) adalah tindakan pengusaha untuk menolak pekerja/buruh seluruhnya atau sebagian untuk menjalankan pekerjaan.dan serikat pekerja/ serikat buruh yang sudah tercatat instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan atau unsur pekerja/buruh. 28. konsultasi dan musyawarah tentang masalah ketenagakerjaan yang anggotanya terdiri dari unsur organisasi pengusaha. Mogok kerja adalah tindakan pekerja/buruh yang direncanakan dan dilaksanakan secara bersama-sama dan/atau oleh serikat pekerja/serikat buruh untuk menghentikan atau memperlambat pekerjaan. Anak adalah setiap orang yang berumur dibawah 18 (delapan belas) tahun. Hukum Perburuhan 2A D4 T. 20. 27. 1 (satu) hari adalah waktu selama 24 (dua puluh empat) jam. atau peraturan perundang undangan.00 sampai dengan pukul 18. 24. 23. dan pemerintah. Upah adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja. 26. Listrik 12 . 22. Siang hari adalah waktu antara pukul 06. atau beberapa pengusaha atau perkumpulan pengusaha yang memuat syarat syarat kerja. 25. 19. kesepakatan. Peraturan perusahaan adalah peraturan yang dibuat secara tertulis oleh pengusaha yang memuat syarat syarat kerja dan tata tertib perusahaan. Perselisihan hubungan industrial adalah perbedaan pendapat yang mengakibatkan pertentangan antara pengusaha atau gabungan pengusaha dengan pekerja/buruh atau serikat pekerja/serikat buruh karena adanya perselisihan mengenai hak. 29. Pemutusan hubungan kerja adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerja/buruh dan pengusaha. dan perselisihan pemutusan hubungan kerja serta perselisihan antar serikat pekerja/serikat buruh hanya dalam satu perusahaan.00. termasuk tunjangan bagi pekerja/buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan/atau jasa yang telah atau akan dilakukan. Perjanjian kerja bersama adalah perjanjian yang merupakan hasil perundingan antara serikat pekerja/serikat buruh atau beberapa serikat pekerja/serikat buruh yang tercatat pada instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan dengan pengusaha. 21. serikat pekerja/serikat buruh. perselisihan kepentingan. Seminggu adalah waktu selama 7 (tujuh) hari. 30. Lembaga kerja sama tripartit adalah forum komunikasi.

31. yang secara langsung atau tidak langsung dapat mempertinggi produktivitas kerja dalam lingkungan kerja yang aman dan sehat. Menteri adalah menteri yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan. Kesejahteraan pekerja/buruh adalah suatu pemenuhan kebutuhan dan/atau keperluan yang bersifat jasmaniah dan rohaniah. baik di dalam maupun di luar hubungan kerja. Hukum Perburuhan 2A D4 T. Pengawasan ketenagakerjaan adalah kegiatan mengawasi dan menegakkan pelaksanaan peraturan perundang undangan di bidang ketenagakerjaan. 32. 33. Listrik 13 .

Tak ketinggalan PT SPM menurut Singgih tidak membayar hak Jamsostek bagi pekerja sebagaimana peraturan yang berlaku. Atas berbagai masalah yang dihadapi. Salah satu usulan yang bergulir dalam pembahasan regulasi outsourcing itu adalah penerapan bank garansi terhadap perusahaan outsourcing. Singgih juga menjelaskan para pekerja tidak mendapat upah dan upah lembur sesuai mekanisme hukum ketenagakerjaan. Kemenakertrans sedang membahas peraturan mengenai outsourcing. Menanggapi pengaduan itu. Sehingga anggota Sepaham tidak memperoleh hak yang biasanya diterima oleh pekerja. Irianto mengatakan Kemenakertrans akan menindaklanjuti laporan tersebut. Irianto mengatakan hal itu tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Rabu (20/6). Dalam perkara yang melilit pekerja PT SPM. Dia menjelaskan. Singgih D Atmadja. PT Graha Sarana Duta (GSD) dan PT Surya Citra Televisi (SCTV). Sedangkan dalam kasus yang dialami pekerja SCTV. Singgih menyebut ada lima pekerja yang di-PHK tanpa melewati mekanisme UU Ketenagakerjaan. Sejak itu pekerja yang di-PHK dilarang masuk ke lokasi kerja dan tak lagi diberi upah rutin sebagaimana biasa. Karena pekerja menganggap jika statusnya dialihkan menjadi outsourcing. Dengan begitu. Singgih berharap Kemenakertrans melakukan tindakan nyata untuk menegakkan hukum ketenagakerjaan. maka pekerja khawatir tidak mendapat perlindungan yang layak. Listrik 14 . sebanyak 42 pekerja mendapat skorsing tanpa alasan yang jelas. Pasalnya. Direktur LBH Aspek. Ruslan Irianto Simbolon di gedung Kemenakertrans Jakarta.” kata Singgih kepada Dirjen PHI dan Jamsos Kemenakertrans. Selain itu. mengatakan para pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja PT SPM (Sepaham) mendapat perlakuan diskriminatif dari manajemen. Dari enam kasus yang saat ini ditangani LBH Aspek Indonesia.BAB IV STUDY KASUS Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia adalah salah satu serikat pekerja tingkat federasi yang melaporkan secara langsung temuannya atas pelanggaran hukum ketenagakerjaan yang dihadapi pekerja kepada Kemenakertrans. Singgih juga menyebutkan PT SPM membayar para pekerjanya di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP). Bahkan pembayaran upah lembur yang dilakukan manajemen tidak sesuai dengan aturan hukum ketenagakerjaan. Namun Singgih menduga tindakan yang dilakukan manajemen itu dipicu oleh penolakan 42 pekerja untuk dialihkan posisinya dari pekerja tetap menjadi outsourcing. Terkait perkara yang dihadapi pekerja GSD. para pekerja yang tertimpa masalah dapat memperoleh haknya tanpa menunggu proses yang berlarut-larut di pengadilan. Pasalnya Hukum Perburuhan 2A D4 T. “Kami butuh bantuan Kemenakertrans untuk menyelesaikan masalah ini. Dalam waktu dekat pembahasan itu akan berlangsung di Bandung. pekerja bekerja sejak 2002 tanpa menandatangani selembarpun kontrak kerja. Bagi Singgih para pekerja memiliki hak untuk menolak tawaran pihak manajemen tersebut. Pihak manajemen melakukan PHK sepihak di tahun 2011. Terkait seruan serikat pekerja untuk melakukan moratorium terhadap perusahaan outsourcing. tiga diantaranya menyangkut outsourcing. Yaitu perkara yang dialami oleh pekerja di PT Sandhy Putra Makmur (SPM).

Begitu pula dengan pengawasan. Kepala Subdit Perjanjian Kerja Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans). mengatakan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang outsourcing saat ini sudah cukup baik. Sebelumnya. Listrik 15 .” kata Hendri dalam acara diskusi di Jakarta. Djimanto.harus dibicarakan juga dengan kementerian lainnya. Irianto mengatakan ketentuan outsourcing termaktub dalam UU Ketenagakerjaan. Sedangkan untuk tuntutan penghapusan outsourcing. Sehingga tuntutan tersebut dapat diwujudkan jika dilakukan revisi terhadap UU Ketenagakerjaan. sehingga membutuhkan waktu. Selasa (19/6). menanggapi rencana pemerintah mengatur perusahaan Outsourcing. Hendri Alizar mengatakan pemerintah sedang membahas regulasi yang mengatur outsourcing. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). “Perusahaan outsourcing itu harus jelas. Terpisah. Dia menyebut yang terpenting saat ini adalah membangun kesadaran agar seluruh pemangku kepentingan menjalankan sistem outsourcing dengan baik dan benar serta mematuhi peraturan yang ada. Hukum Perburuhan 2A D4 T. Djimanto berpendapat seluruh pemangku kepentingan harus aktif melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan sistem outsourcing. Untuk membangun kesadaran itu menurut Djimanto dapat dilakukan lewat sosialisasi. Hal itu ditujukan agar tercipta perusahaan outsourcing yang berkualitas dan profesional.

kesehatan serta kesusilaan. tunjangan perumahan) Tunjangan tidak tetap adalah pembayaran yang secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan buruh diberikan secara tidak tetap. jaminan pemeliharaan kesehatan Terdapat Dasar Hukum yang Mengatur Hukum Perburuhan yaitu pada Pasal 27 UUD 1945 UU No. Tenaga kerja adalah tiap orang yang mampu melaksanakan pekerjaannya baik didalam maupun diluar hubungan kerja guna menghasilkan barang atau jasa untuk mengetahui kebutuhan masyarakat. organisasi pekerja. Upah pokok adalah imbalan dasar yang dibayarkan kepada buruh menurut tingkat atau jenis pekerjaan yang besarnya ditetapkan berdasarkan perjanjian Tunjangan tetap adalah pembayaran teratur berkaitan dengan pekerjaan yang diberikan secara tetap untuk buruh dan keluarganya. jaminan hari tua. dibayarkan tidak bersamaan dengan pembayaran upah pokok (contoh: insentif kehadiran) Hukum Perburuhan 2A D4 T. majikan atau pengusaha. tunjangan kesehatan. pemeliharaan moril kerja sesuai martabat manusia Tenaga kerja berhak atas jaminan social tenaga kerja yang terdiri dari jaminan kecelakaan kerja. Listrik 16 . Hukum ketenagakerjaan itu adalah suatu himpunan peratuaran yang mengatur hubungan hukum antara pekerja. jaminan kematian.BAB V PENUTUP Pengertian tenaga kerja dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. Perlindungan Kerja antara lain : Tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatan. dan pemerintah. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. yang dibayarkan bersamaan dengan upah pokok (contoh: tunjangan anak. organisasi pengusaha.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->