P. 1
Panen Dan Pasca Panen

Panen Dan Pasca Panen

|Views: 121|Likes:
Published by hafiz_daniswara

More info:

Published by: hafiz_daniswara on Oct 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/14/2013

pdf

text

original

Panen dan pasca panen

Setelah lama penyemaian benih menjadi bibit selama 1 bulan dan dalam 2 – 3 bulan kemudian sudah bisa dilakukan panen perdana. Tanaman ini dipanen 2 hari sekali sampai sekitar 5 -6 bulan lamanya. Jadi total produktivitas tomat sekitar 10 bulan dan setelah itu harus diganti bibit baru.

Sebelum tanaman diganti agar terus menerus bisa kontinue panen sebaiknya disiapkan penyemaian baru 4 bulan sebelumnya . Buah yangg dipanen tidak usah dicuci untuk mencegah kebusukan tapi cukup dilap agar bersih dan langsung dikemas , baik dengan styrofoam dibungkus plastik wrapping. Untuk suhu penyimpanan tomat cherry yang baik sekitar 5 – 10 derajat C , yangg akan membuat tomat cherry bertahan 1 – 2 minggu lamanya

Penanganan tomat dilakukan untuk tujuan penyimpanan, transportasi dan kemudian pemasaran. Langkah yang harus dilakukan dalam penanganan buah setelah dipanen meliputi pemilihan (sorting), pemisahan berdasarkan umuran (sizing), pemilihan berdasarkan mutu (grading), dan pengepakan (packing).

1. Sorting

Pemilihan yang efisien sangat tergantung pada penanganan yang serius dan pengawasan serta pemeliharaan peralatan yang terlibat digunakan dalam proses pemilihan. Fasilitas lainnya adalah berupa cukup luasnya ruangan yang digunakan dalam proses pemilihan tomat tidak ditumpuk satu sama lainnya. Pemilihan terhadap tomat dilakukan untuk memisahkan tomat yang berbeda tingkat kematangan, berbeda bentuk (mallformation), dan juga berbeda warna maupun tanda-tanda lainnya yang merugikan (cacat) seperti luka, lecet, dan adanya infeksi penyakit maupun luka akibat hama. Berikut beberapa persyaratan dalam pelaksanakan pemilihan buah :

a. Ruangan yang cukup luas,

b. Kemampuan mengatur aliran tomat,

c. Tanggung jawab,

d. Kemampuan melihat produk,

e. Menghindari luka pada produk (tomat), dan

f. Pengawasan

2. Sizing

Pengukuran tomat dimaksudkan untuk memilah-milah tomat berdasarkan ukuran, berat atau dimensi terhadap tomat yang telah dipilih (proses di atas – sorting). Proses pengukuran tomat dilakukan secara manual maupun mekanik. Kalau pekerjaan ini dilakukan secara mekanik, maka persyaratan perlatan seharusnya memiliki kapasitas yang tinggi, memiliki ketepatan (akurasi), dan tidak menyebabkan luka pada buah. Bambang B. Santoso Penanganan Pascapanen Buah 168

3. Grading

Pada tahapan ini, tomat dipilah-pilah berdasarkan tingkatan kualitas pasar (grade). Tingkatan kualitas dimaksud adalah kualitas yang telah ditetapkan sebagai patokan penilaian ataupun ditetapkan sendiri oleh produsen.

4. Packing

Pengepakan tomat untuk konsumen sering dilakukan dengan membungkus tomat dengan plastik ataupun bahan lain yang kemudian dimasukkan ke dalam wadah (kontainer) yang lebih besar. Bahan pembungkus lainnya dapat berupa bahan pulp maupun kertas. tomat dalam wadah disesuaikan dengan kualitas yang diinginkan. Dalam satu wadah dapat terdiri hanya beberapa tomat atau terdiri dari banyak tomat.. Sedangkan bahan wadah yang dapat digunakan dapat berupa peti kayu, ataupun plastik.

.

7. Pre-cooling

Pre-cooling diartikan sebagai pendinginan awal, yaitu upaya menghilangkan panas lapang pada tomat akibat pemanenan di siang hari. Seperti diketahui suhu yang tinggi pada tomat akan merusak tomat selama penyimpanan sehingga menurunkan kualitas. Makin cepat membuat panas di lapang, makin baik kemungkinan menjaga kualitas komoditi selama disimpan. Pre-cooling dimaksudkan untuk memperlambat respirasi, menurunkan kepekaan terhadap serangan mikroba, mengurangi jumlah air yang hilang melalui transpirasi, dan memudahkan pemindahan ke dalam ruang penyimpanan dingin bila sistim ini digunakan.

(Resh, H.M., 1983)

2.3 Pemasaran dan Analisis Usaha Tani

2.3.1

Pemasaran

Kebanyakan produk-produk hasil budidaya secara hidroponik (termasuk tomat cherry) di pasaran lebih mahal dari produk-produk pertanian secara konvensional. Tetapi tujuan pasarnya pun berbeda dari produk pertanian biasa. Harga yang dipatok untuk tanaman hasil teknologi hidroponik yang terbilang mahal, pada umumnya memang bisa ditemui di tempat perbelanjaan seperti supermarket dan hipermarket. Karena tujuan akhir pasarnya adalah konsumen dengan tingkat kesejahteraan menengah

ke atas. Karena seperti kita ketahui bahwa pada umumnya masyarakat Indonesia yang peduli dan mengutamakan kualitas produk-produk yang dikonsumsinya hanya yang tingkat kesejahteraannya menengah ke atas, sedangkan yang menengah ke bawah hanya berorientasi pada apa yang bisa dimakan, jarang atau bahkan tanpa memperdulikan kualitasnya.

Jadi tujuan pemasaran produk tomat cherry hidroponik ini semakin jelas, yaitu dipasarkan di tempattempat yang menjadi tujuan para konsumen-konsumen dengan tingkat kesejahteraan menengah ke atas, seperti supermarket, hipermarket, maupun minimarket. Bahkan, di mall-mall yang ”nota-bene” jarang dijajakan produk hortikultura, khususnya tomat cherry hidroponik.

Selama ini produk tomat cherry hidroponik yang dikenal masyarakat mungkin berasal dari dataran tinggi seperti daerah Malang Jawa Timur, tetapi dengan usaha tomat cherry hidroponik dari Tawangmangu ini nantinya akan menciptakan persaingan yang sehat bahkan diusahakan mampu menguasai pasar khususnya dimulai dari Jawa Tengah. Selanjutnya produk tomat cherry hidroponik ini diharapkan mampu menguasai pasar lokal Indonesia dan pada akhirnya nanti akan memulai ekspor.

Tomat merupakan komoditi yang memiliki masa simpan / pasca panen yang pendek, akibatnya apabila produksi tomat di suatu daerah melimpah atau terjadi panen raya maka dapat diperkirakan bahwa akan banyak buah tomat yang terbuang karena tidak terserap oleh pasar dan harjga jualnya akan sangat rendah. bahkan di daerah sentra kita akan melihat hamparan tomat yang terbuang di pinggir jalan dan buah tomat yang dibiarkan busuk di batang.

Jika hal ini terus terjadi tentulah akan sangat merugikan bagi petani. Untuk itu perlu diupayakan agar tomat ini dapat memiliki masa simpan yang lebih lama dan nilai jual yang lebih tinggi.

Salah satu upaya untuk meningkatkan masa simpan dan nilai jual yang lebih tinggi dapat diusahakan dengan cara pengolahan pasca panen tomat. Tomat dapat diolah menjadi beberapa produk makanan seperti : Juice tomat, saus tomat, selai / jam tomat, yam tomat

(Hochmuth, G., 1991)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->