Jabatan Fungsional Dasar Aturan

1. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994, tentang Pengangkatan Dalam Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil, 2. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil, 3. Pedoman Umum Penyusunan Jabatan Fungsional, Kantor Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, 9 Juli 1988 Penetapan Jabatan Fungsional Jabatan fungsional adalah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak seorang Pegawai Negeri Sipil dalam suatu satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian/dan atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri. Jabatan fungsional pada hakekatnya adalah jabatan teknis yang tidak tercantum dalam struktur organisasi, namun sangat diperlukan dalam tugas-tugas pokok dalam organisasi Pemerintah. Jabatan fungsional Pegawai Negeri Sipil terdiri atas jabatan fungsional keahlian dan jabatan fungsional keterampilan. Jabatan fungsional keahlian dan jabatan fungsional keterampilan ditetapkan dengan kriteria sebagai berikut: 1. Mempunyai metodologi, teknik analisis, teknik dan prosedur kerja yang didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan dan/atau pelatihan teknis tertentu dengan sertifikasi, 2. Memiliki etika profesi yang ditetapkan oleh organisasi profesi, 3. Dapat disusun dalam suatu jenjang jabatan berdasarkan: o Tingkat keahlian, bagi jabatan fungsional keahlian, o Tingkat keterampilan, bagi jabatan fungsional keterampilan. 4. Pelaksanaan tugas bersifat mandiri. 5. Jabatan fungsi&Mi&Ttmat diperltftoHalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi. Jabatan fungsional dan angka kredit jabatan fungsional ditetapkan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dengan memperhatikan Ujspidajjj pimpinaninstansi pemerintahan yang bersangkutan, yang selanjutnya bertindak sebagai pembina jabatan fungsional. Angka Kredit Jabatan Fungsional Penilaian prestasi kerja bagi pejabat fungsional ditetapkan dengan angka kredit oleh pejabat yang berwenang. Angka kredit adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan/atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh pejabat fungsional dalam rangka pembinaan karier

Ketentuan tersebut diatur untuk menjamin agar pejabat fungsional benar-benar mengutamakan pelaksanaan tugas pokoknya dibandingkan dengan tugas-tugas penunjang. 2. sedangkan tugas penunjang tugas pokok adalah kegiatan-kegiatan pejabat fungsional di luar tugas pokok yang pada umumnya bersifat tugas kemasyarakatan. Tugas utama adalah tugas-tugas yang tercantum dalam uraian tugas (job description) yang ada pada setiap jabatan. Tim Penilai Pusat. yang bertugas membantu pimpinan instansi pembina jabatan fungsional dalam menetapkan angka kredit pejabat fungsional golongan IV. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 tahun terakhir. Dalam pelaksanaan tugas-tugas utama/pokok seorang pejabat fungsional harus mengumpulkan sekurang-kurangnya 70% atau 80% dari angka kredit yang ditetapkan. Kenaikan Jabatan Pejabat fungsional dapat dipertimbangkan untuk diangkat ke dalam jabatan yang setingkat lebih tinggi apabila memenuhi syarat: 1. yaitu tugas-tugas yang bersifat menunjang pelaksanan tugas utama. 5. Memiliki ijazah sesuai dengan tingkat pendidikan dan kualifikasi pendidikan yang ditentukan. Sekurang-kurangnya telah 1 tahun dalam jabatan terakhir. Tim Penilai Angka Kredit jabatan fungsional terdiri atas : 1. 2. 2. 4. Tim Penilai Instansi. . Tim Penilai Angka KreditDalam pelaksanaan penetapan angka kredit jabatan fungsional dibentuk Tim Penilai yang bertugas membantu pejabat yang berwenang dalam menetapkan angka kredit pejabat fungsional di lingkungan instansi masing-masing. Butir-butir kegiatan yang dinilai adalah tugas-tugas yang dilaksanakan oleh setiap pejabat fungsional yang terdiri atas tugas utama (tugas pokok) dan tugas penunjang. Berkedudukan sebagai pegawai negeri sipil. 3. Telah lulus pendidikan dan pelatihan fungsional yang ditentukan. yang bertugas membantu pimpinan instansi yang bersangkutan dalam menetapkan angka kredit pejabat fungsional golongan II dan III. Angka kredit ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan digunakan sebagai bahan dalam enetapan kenaikan jabatan/pangkat pejabat fungsional.yang bersangkutan. Telah menduduki pangkat menurut ketentuan yang berlaku. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. Pengangkatan Persyaratan untuk pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional adalah: 1. sedang pelaksanaan tugas penunjang tugas-tugas pokok sebanyak-banyaknya hanya 30% atau 20%.

atau 2. Tidak dapat mengumpulkan angka kredit menurut ketentuan sebagaimana diatur dalam . Penghentian dari Jabatan Fungsional Pejabat fungsional diberhentikan dari jabatan fungsional apabila: 1. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 yang telah mempunyai kekuatan tetap. kecuali untuk persalinan keempat dan seterusnya. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 tahun terakhir. atau 5. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. jabatannya ditetapkan berdasarkan angka kredit yang terakhir dimiliki. dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi hukuman percobaan. Sekurang-kurangnya telah 2 tahun dalam pangkat terakhir. Telah selesai melaksanakan tugas diluar jabatanfungsional. Berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap. 2. 5. 3. Pejabat fungsional yang dibebaskan sementara dari jabatannya dapat diangkat kembali apabila: 1. Jenjang Jabatan Fungsional Jabatan fungsional terdiri atas Jabatan Fungsional Terampil dan Jabatan Fungsional Ahli. Telah selesai tugas belajar lebih dari 6 bulan. 3. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan yang setingkat lebih tinggi. Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966. Ditugaskan secara penuh di luar jabatanfungsional yang dijabatnya. 4.3. Telah berakhir masa berlakunya hukumandisiplin. 2. 2. Tugas belajar lebih dari 6 bulan. Telah selesai menjalankan cuti di luar tanggungan negara dan telah melaporkan diri untuk aktif kembali sebagai Pegawai Negeri Sipil. Pembebasan dari Jabatan Fungsional Pejabat fungsional dibebaskan sementara dari jabatannya apabila : 1. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 tahun terakhir. Pejabat fungsional yang diangkat kembali dalam jabatan fungsional. 4. 3. Cuti di luar tanggungan negara. Kenaikan Pangkat Pejabat fungsional dapat dipertimbangkan untuk dinaikan kedalam pangkat yang setingkat lebih tinggi apabila memenuhi syarat: 1.

4. Pustakawan dan yang berkaitan Kesehatan Akuntan dan Anggaran Kesehatan Kesehatan Kesehatan Pendidikan tingkat Pendidikan Tinggi Kesehatan Kesehatan Kesehatan Pengawas Kualitas dan Keamanan Pengawas Kualitas dan Dep. Pembebasan sementara. DAFTAR JABATAN FUNGSIONAL Rumpun Jabatan Fungsional No 1. Inspektur Minyak dan Gas Bumi Dep. 12. 7. Kesehatan Dep. 16. 11. 6. Kesehatan Dep. 14. 19. Jabatan-jabatan di dalam suatu rumpun jabatan dapat berkembang sesuai perkembangan ilmu dan teknologi. Keuangan Departemen Kesehatan Badan Intelejen Negara Badan Kepegawaian Negara Dep. Kesehatan Arsip Nasional Republik Indonesia Dep.keputusan Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. 8. 2. Energi dan Sumber Daya . Keuangan Dep. 17. 18. 13. Pendidikana Nasional Dep. Kesehatan Dep. Rumpun jabatan fungsional adalah himpunan jabatan-jabatan fungsional yang mempunyai fungsi dan tugas yang berkaitan erat satu sama lain dalam melaksanakan salah satu tugas umum pemerintahan. Rumpun jabatan fungsional Pegawai Negeri Sipil ditetapkan dengan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999. Luar Negeri Dep. dan pengangkatan kembali dalam jabatan fungsional ditetapkan dengan keputusan pejabat yang berwenang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3. Energi dan Sumber Daya Mineral 20. 10. Rumpun jabatan fungsional ditetapkan dengan Keputusan Presiden. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. 9. Kesehatan Dep. Pendidikan Nasional RUMPUN JABATAN Kesehatan Penyidik dan Detektif Manajemen Kesehatan Arsiparis. pemberhentian dari. 5. JABATAN FUNGSIONAL Adikara Siaran Administrator Kesehatan Agen Analis Kepegawaian Andalan Siaran (AS) Apoteker Arsiparis Asisten Apoteker Auditor Bidan Diplomat Dokter Dekter Gigi Dosen Epidemiologi Kesehatan Entomolog Kesehatan Fisioterapis Guru Inspektur Ketenagalistrikan INSTANSI PEMBINA Dep. 15. Jabatan fungsional Pegawai Negeri Sipil dikelompokkan dalam rumpun-rumpun jabatan fungsional. Kesehatan BPK dan BPKP Dep.

29. 40. 25 26. Perhubungan Teknisi dan Pengontrol Mineral Dep. Kelautan dan Perikanan Ilmu Hayat Pengawas Benih Tanaman Dep. Keuangan Imigrasi. 43. 28. Keuangan Imigrasi.21. Kimia dan yang Geofisika berkaitan Pengantar Kerja Dep. 24. 35. 38. Instruktur 23. 47. 34. 36. 32. Pajak dan Ass Prof yang berkaitan Pemeriksa Merk Dep. 33. Sosial Ilmu Sosial dan yang berkaitan Pemeriksa Bea dan Cukai Dep. 27. Petanian Ilmu Hayat Pengawas Farmasi dan Makanan Badan Pengawas Obat dan Pengawas Kualitas dan Makanan Keamanan Pengawas Keselamatan Dep. Inspektur Tambang 22. 42. 46. 41. 37. Pertanian Ilmu Hayat Pekerja Sosial Dep. Paten dan Merek Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Matematika. 44. Pertanian Ilmu Hayat Pengawas Bibit Ternak Dep. Paten dan Merek Pemeriksa Pajak Dep. 39. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kejaksaan Agung Dep. 31. Kebudayaan dan Pariwisata Penerangan dan Seni Budaya Paramedik Veteriner Dep. Energi dan Sumber Daya Fisika. Kehakiman dan HAM Hak Cipta. 45. Kehakiman dan HAM Hak Cipta. Pendidikan Nasional Pendidikan Lainnya Pamong Budaya Dep. Kimia dan yang Mineral berkaitan Pengamat Meteorologi dan Badan Meteorologi dan Geofisika Fisika. Statistika Indonesia dan yang berkaitan Penera Dep. 30. Pertanian Dep. Perdagangan Pengawas Kualitas dan Pengawas Penerjemah Sekneg Manajemen Pengamat Gunung Api Dep. Jaksa Medik Veteriner Nutrisionis Okupasi Terapis Operator Transmisi Sandi Ortosis Prostesis Ilmu Hayat Kesehatan Kesehatan Kesehatan Operator alat-alat dan elektronik Pamong Belajar Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Lembaga Sandi Negara Departemen Kesehatan Keamanan Pengawas Kualitas dan Keamanan Pendidikan lainnya . Tenaga Kerja dan Ilmu Sosial dan yang Transmigrasi berkaitan Pengawas Benih Ikan Dep. Pajak dan Ass Prof yang berkaitan Pemeriksa Paten Dep. Energi dan Sumber Daya Mineral Dep.

Penyuluh Perindustrian dan Dep. Penguji Kendaraan Bermotor Dep. Pengendali Ekosistem Hutan 56. Perindustrian Dep. Penyelidik Bumi 66. Kehakiman dan HAM undangan . Kelautan dan Perikanan Pengawas Radiasi Badan Pengawas Tenaga Nuklir Dep. Pertanian 73. Keuangan Dep. Penilik 65. Energi dan Sumber Daya Mineral Dep. Kehutanan BKKBN 69. Agama 61. Perhubungan 53. Petanian Pengawas Perikanan Dep. Penyuluh Pertanian Dep. Pendidikan Nasional Dep. Pengawas Ketenagakerjaan 49. Penguji Mutu Barang 63. Pengendalian Dampak Lingkungan 55. Pajak dan Ass Prof yang berkaitan Ilmu Hayat Hukum dan Peradilan 57. Kesehatan 70. Pengendali Organisme Dep. Petanian Pengganggu Tumbuhan 59. Penggerak Swadaya Masyarakat Dep. Kimia dan yang berkaitan Pendidikan lainnya Ilmu Hayat Ilmu Hayat Operator alat-alat optik dan elektronik Ilmu Hayat Ilmu Hayat Ilmu Sosial dan yang berkaitan Keagamaan Pengawas Kualitas dan Keamanan Pengawas Kualitas dan Keamanan Ass Prof yang berhubungan dengan keuangan dan penjualan Pendidikan lainnya Arsitek. Penilai Pajak Bumi dan Bangunan 64. Perancang Peraturan Perundang. Perindustrian Perdagangan 71. Pengwas Sekolah 54. Penyuluh Pajak Dep. Kehutanan Dep.Dep. Keuangan 72. 50. Tenaga Kerja dan Transmigrasi 60. Pendidikan Nasional Kementrian Negara Lingkungan Hidup Dep. Petanian Pengawas Mutu Pakan Dep. Insinyur dan yang berkaitan Keagamaan Ilmu Hayat Ilmu Sosial dan yang berkaitan Kesehatan Ilmu Sosial yang berkaitan Imigrasi. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pengawas Mutu Hasil Pertanian Dep. Kelautan dan Perikanan Ikan 58. 52. Pengendali Frekuensi Radio Kapal dan Pesawat Pengawas Kualitas dan Keamanan Ilmu Hayat Ilmu Hayat Ilmu Hayat Fisika. Penghulu Dep. Agama Dep. Penyuluh Kesehatan Masyarakat Dep. 51.Pelayaran 48. Penyuluh Keluarga Berencana Dep. Pengendali Hama dan Penyakit Dep. Penyuluh Agama 67. Dep. Penyuluh Kehutanan 68. Perhubungan 62.

88. Pustakawan dan yang berkaitan Kesehatan Kesehatan Penyidik dan Detektif Kesehatan Matematika. Insinyur dan yang berkaitan Arsitek. Kesehatan Dep. Pustakawan 86. Kimia dan yang berkaitan Arsiparis. 76. Insinyur dan yang berkaitan Arsitek. Pranata Komputer Badan Pusat Statistik 83. Polisi Kehutanan 81. Surveyor Pemetaan 92. Radiografer Refraksionis Optisien Sandiman Sanitarian Statistisi Perpustakaan Nasional Dep. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dep. Kesehatan Badan Pusat Statistik BAKOSURTANAL Dep. Keuangan Dep. Kehutanan Lembaga Informasi Nasional Hukum dan Peradilan Kesehatan Kesehatan Kesehatan Peneliti dan Perekayasa Manajemen Penyidik dan Detektif Penerangan dan Seni Budaya Kekomputeran Kesehatan Fisika. 77. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Perantara Hubungan Industrial 75. Insinyur dan yang berkaitan Kesehatan Peneliti dan Perekayasaan Teknisi dna Pengontrol Kapal dan Pesawat Kesehatan Pendidikan liannya 82. Kesehatan 84. Kesehatan Lembaga Sandi Negara Dep. Insinyur dan yang berkaitan Arsitek. 87. Pranata Nuklir Badan Tenaga Atom Nasional 85. Pranata Hubungan Masyarakat Dep. Kesehatan Lembaga Administrasi Negara . Teknik Jalan dan Jembatan 93. Teknisi penerbangan 99. Pekerjaan Umum 95. Teknisi Siaran 100. 78. Teknik Pengairan 94. Kesehatan BPPT Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Dep. Teknisi Penelitian dan Perekayasaan 98. Teknik Penyehatan Lingkungan Dep. Pekerjaan Umum Dep. Pekerjaan Umum 91. Terapis Wicara 101. Statistika dan yang berkaitan Arsitek. Widyaiswara Dep. Kesehatan BPPT Dep.74. 90. Pranata Laboratorium Kesehatan Dep. Insinyur dan yang berkaitan Arsitek. Perhubungan Dep. 89. Teknik Tata Bangunan dan Perumahan 96 Teknik Elektromedis 97. 79. Pekerjaan Umum Dep. Perawat Perawat Gigi Perekam Medis Perekayasa Perencana 80.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful