BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Membaca dan menulis merupakan dua kegiatan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Dalam membaca, pembaca membutuhkan bahan bacaan berupa tulisan. Bahan bacaan itu tentunya merupakan hasil dari kegiatan menulis. Sebaliknya, dalam menulis, penulis membutuhkan banyak informasi tertulis yang dapat dijadikan bahan dan referensi untuk menulis. Menurut Tarigan (1984:22) bahan bacaan (tulisan) pada dasarnya dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu bahan bacaan ilmiah dan bahan bacaan sastra. Dalam bahasa ini, sesuai dengan bahasan pokok dan sub pokok bahasan, hanya akan bahan bacaan sebagai referensi untuk menulis. Bahan bacaan yang dapat dijadikan referensi untuk menulis, antara lain, adalah bahan bacaan berupa tulisan ilmiah/karya ilmiah. Untuk dapat memahami lebih dalam hal – hal mengenai bacaan ilmiah, berikut ini akan dibahas tentang pengertian karya ilmiah, prinsip – prinsip ilmiah, jenis – jenis karya ilmiah ditinjau dari berbagai sudut pandang, membaca tulisan ilmiah biasa, membaca tulisan ilmiah popular, dan mengakses informasi dari internet

1.2 Permasalahan Dalam dunia nyata, banyak sekali mahasiswa yang belum mengerti dan memahami cara penulisan karya ilmiah yang baik dan benar. Oleh sebab itu, ada beberapa permasalahan yang diangkat dalam penulisan makalah ini, antara lain: 1. Bagaimana prinsip-prinsip dalam pembuatan karya ilmiah? 2. Apa jenis-jenis karya ilmiah ditinjau dari berbagai sudut pandang? 3. Bagaimana cara membuat catatan penting dari referensi yang dibaca berupa tulisan karya ilmiah biasa atau tulisan ilmiah populer yang diakses

1

dari internet dengan menerapkan penulisan kutipan langsung dan atau tidak langsung? 4. Bagaimana cara membuat kutipan yang benar?

1.3 Tujuan Selain menumbuh kembangkan keinginan mahasiswa dalam menulis sebuah karya ilmiah, tujuan lain yang ingin kami capai melalui makalah ini adalah : 1. Dapat menjelaskan pengertian karya ilmiah 2. Dapat mengetahui prinsip-prinsip karya ilmiah 3. Dapat menjelaskan jenis-jenis karya ilmiah ditinjau dari berbagai sudut pandang 4. Dapat membuat catatan penting dari referensi yang dibaca berupa tulisan karya ilmiah biasa atau tulisan ilmiah populer yang diakses dari internet dengan menerapkan penulisan kutipan langsung dan atau tidak langsung. 5. Dapat membuat kutipan yang benar.

2

dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya. khususnya jenjang S1.1 Pengertian Karya Ilmiah Karya ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. makalah seminar atau simposium. 3 . Sementara itu. dan telah mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah yang telah disepakati atau ditetapkan (UM. makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis oleh para pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Data. teknologi. tetapi dilakukan cukup mendalam. mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah seperti makalah. simpulan. antara lain laporan penelitian. Karya ilmiah adalah karya tulis atau bentuk lainnya yang telah diakui dalam bidang pengetahuan. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian. dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Skripsi umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil. Ada berbagai jenis karya ilmiah. Di perguruan tinggi. dan skripsi (tugas akhir). 2000:1). laporan praktikum. atau seni yang ditulis atau dikerjakan sesuai dengan tata cara ilmiah.BAB II PEMBAHASAN 2.

terdapat prinsip-prinsip dalam sebuah karya ilmiah.2 Prinsip-prinsip Karya Ilmiah Untuk dapat membedakan apakah suatu karya tulis tergolong ilmiah atau nonilmiah. 4. segala sesuatu yang dikemukakan penulis harus berdasarkan fakta. 2. yaitu : 1.bentuk dan sasarannya atau pembacanya. 1982). Empiris Prinsip yang kedua. tetapi kebenarannya belum bisa dibuktikan) untuk menuntun penelitian dalam mengumpulkan data (deduktif). Dedukatif dan Induktif Pada prinsip yang terakhir.3 Jenis-jenis Karya Ilmiah Pada dasarnya karya ilmiah merupakan bentuk dokumentasi dan publikasi dari hasil-hasil pemikiran dan penelitian. penulis membahas sesuatu harus berdasarkan rasio atau dapat diterima akal sehat. Prinsipprinsip karya ilmiah tersebuat.2. Segala sesuatu yang ditulisakan penulis harus apa adanya. Dalam penelitian digunakan hipotesis (sesuatu yang dianggap benar untuk mengutarakan pendapat. membahas mengenail penyimpulan penemuan. 3. Penulis harus bersikap jujur. 2. dan mengesampingkan perasaannya. peneliti mengemukakan penemuannya melalui pendekatan induktif (Hardjodipuro. Setelah data terkumpul. peneliti mempelajari datanya satu per satu. Rasional Pada prinsip yang ketiga. baik proses maupun cara penulisannya. penulis diharuskan untuk tidak mengemukakan pendapatnya. 4 . ditinjau dari pendekatannya . terbuka. Objektivitas Pada prinsip yang pertama ini. Karya ilmiah dapat dibedakan atas beberapa jenis yang ditinjau dari berbagai sudut pandang seperti .

Pendekatan kualitatif adalah pendekatan yang dilakukan dengan induktif. ataupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya. gagasan para ahli. Jenis Karya Ilmiah yang Ditinjau dari Pendekatannya Jenis karya ilmiah ditinjau dari pendekatannya antara lain. kemudian dikembangkan menjadi permasalahan – permasalahan beserta pemecahan – pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan. Telaah pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber pustaka yang kemudian disajikan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber pustaka yang kemudian disajikan dengan cara baru untuk keperluan baru. Dalam hal ini bahan – bahan pustaka itu diperlakukan sebagai sumber ide untuk menggali pikiran atau gagasan baru. atau sebagai dasar pemecahan masalah (UM. b) Karya Ilmiah Hasil Penelitian Karya ilmiah yang berupa hasil penelitian pada dasarnya berupaya mencari jawaban terhadap suatu permasalahan. Pendekatan kuantitatif 2. Pendekatanini 5 . Karya ilmiah yang berupa hasil penelitian ini pun dapat dihasilkan dengan dua macam pendekatan. Pendekatan kualitatif Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang berangkat dari suatu kerangka teori. sehingga kerangka teori baru dapat dikembangkan. 2000:2). a) Karya Ilmiah Hasil Kajian Pustaka Karya ilmiah hasil kajian pustaka adalah karya ilmiah hasil yang telah dilaksanakan untuk memecahkan masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis terhadap bahan – bahan pustaka yang relevan.1. sebagai bahan dasar untuk melakukan deduksi dari pengetahuan yang telah ada. yaitu 1.

dikukuhkan. skripsi. menemukan teori baru. Penelitian ilmiah bertujuan untuk menemukan. Langkah-langkah kerja penelitian ilmiah berturut-turut adalah menemukan masalah. atau menguji kebenaran suatu pengetahuan. Setelah melakukan sejumlah penelitian ilmiah. tesis. ataupun pengamatan terhadap objek penelitian. Penulisan karya ilmiah bertujuan sebagai 6 . dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. memberikan angket. menggambarkan realitas yang kompleks. Sedangkan variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh veriabel lain. Penelitian ilmiah diartikan sebagai suatu upaya menguji kebenaran tentang suatu teori/fenomena dengan menggunakan metode ilimiah. Dalam penelitian terdapat istilah variabel. maka perlu dibuat suatu laporan berupa karya ilmiah. ditulis dengan aturan tertentu.Seorang peneliti dapat melakukan wawancara. Karya ilmiah didefinisikan sebagai tulisan mengenai hasil penelitian seseorang atau suatu tim. membuat hipotesis. menguji teori. laporan praktikum. Variabel adalah besaran yang besarnya berubah-ubah. 2000:1). memenuhi etika keilmuan. Menurut jenisnya penelitian ilmiah terbagi dua yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. bervariasi membentuk sekumpulan data dan informasi. makalah. atau desertasi. Karya ilmiah dapat berupa laporan penelitian. dan memperoleh pemahaman makna. artikel pada jurnal. Berdasarkan fungsinya variabel terbagi menjadi dua yaitu variabel bebas dan variabel terikat. dan menulis kesimpulan. melakukan percobaan/mengumpulkan fakta. dan mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif.berangkat dari pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan peneliti sebagai instrument kunci (UM. Penelitian Kuantitatif bertujuan untuk menunjukkan hubungan antar variabel. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel lain. mengembangkan. Penelitian Kualitatif bertujuan untuk menemukan pola hubungan yang bersifat interaktif.

Paper biasanya terbatas pada pengetahuan yang diajarkan atau sekitar pokok bahasan yang tercakup dalam satu mata kuliah. kegiatan pengembangan ditekankan pada pemanfaatan teori teori. 2. pengumpulan data. Jenis Karya Ilmiah yang Ditinjau dari Bentuknya Jenis karya ilmiah yang ditinjau dari bentuknya dapat dibedakan atas beberapa jenis. Dalam hal ini. 2000:2). Panjang tulisan berkisar antara 10—15 halaman. Kertas kerja seperti halnya makalah. Manfaat menulis karya ilmiah diantaranya adalah mengembangkan keterampilan membaca.wahana transformasi pengetahuan atau untuk memperoleh suatu gelar akademik. dan memperluas pengetahuan. pengonsepan. prinsip – prinsip. baik sebagai hasil pembahasan buku maupun hasil studi ilmiah. melatih berpikir dan bekerja secara sistematis. Paper disebut juga kertas-kerja. penyuntingan Konsep. atau temuan – temuan penelitian untuk memecahkan masalah (UM. melatih menuliskan isi pikiran dalam bahasa tulisan. antara lain: a) Paper atau kertas kerja Paper adalah segala jenis tugas kuliah yang harus diselesaikan secara tertulis. c) Karya Ilmiah hasil Kerja Pengembangan Karya ilmiah yang berupa kerja pengembangan adalah karya ilmiah yang dihasilkan dari kegiatan merancang atau kegiatan menghasilkan produk yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah – maslah actual. 7 . adalah juga karya tulis ilmiah yang menyajikan sesuatu berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Tahap penulisan karya ilmiah adalah persiapan. konsep – konsep. dan penyajian. Analisis dalam kertas kerja lebih mendalam daripada analisis dalam makalah.

artinya 8 . ia cenderung untuk tidak begitu memperhatikan garis-garis kecil kalau dibandingkan dengan laporan.yang dimaksudkan untuk publikasi jurnal berkala atau lisan. Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. catatan-catatan. laboraorium. atau hasil dari sesuatu. Laporan bertujuan melatakkan fakta-fakta yang tepat tanpa berhubungan dengan perasaan atau pandangan pribadi. d) Skripsi Skripsi adalah karya ilmiah yang memberi gambaran tentang sesuatu masalah dengan data dari pustaka. Salah satu tujuan pokok penulisan makalah adalah untuk meyakinkan pembaca bahwa topik yang ditulis memang perlu diketahui dan diperhatikan. c) Laporan Laporan adalah karya ilmiah yang memberitahukan hasil penelitian atau pekerjaan yang didapat dari laboratorium atau lapangan. atau lapangan yang dibahas untuk memecahkan masalah. Sebuah laporan disusun atas dasar kenyataan-kenyataan. dan lain dari itu tidak pernah direproduksi dalam jumlah sebányak seperti tulisan yang dipublikasi dalam ―jurnal primer‖ atau proses suatu konferensi. 2000:5). makalah menyajikan masalah dengan melalui proses berpikir deduktif atau induktif. b) Makalah Makalah adalah karya tulis yang memuat pemikiran tentang suatu masalah atau topik tertentu yan ditulis secara sistematis dengan disertai analisis yang logis dan objektif suatu masalah (UM. Skripsi harus mengemukakan kenyataan-kenyataan dengan dasar logika.

Dengan demikian maka skripsi harus mengemukakan kenyataan-kenyataan itu dengan dasar logika. Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta empiris-objektif. Tidak sekedar mengetahui kenyataan tetapi memahami kenyataan tersebut dalam hubungan sebab-akibat. Agar supaya penafsiran dan analisa dalam skripsi itu tepat. Pemecahan masalah itu tidak diperlukan di dalam skripsi. baik bedasarkan penelitian langsung (obsevasi lapangan. sebuah skripsi tidak bermaksud untuk memecahkan persoalan yang dikemukakannya. Artinya ia harus memandangnya dari konstruksi sebab-akibat. juga diperlukan sumbangan material berupa temuan baru dalam segi tata kerja. Sebuah skripsi. Tetapi berbeda dengan sebuah tesis. dalil-dalil. Penulisan skripsi berbeda dengan penulisan laporan. diperlukan laporan tentang peristiwa dan kenyataan yang sah yang tidak mungkin diragukan lagi. atau hukum tertentu tentang salah satu aspek atau lebih di bidang spesialisasinya. Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain. kepada perumusan kesimpulan atau tesis. bagaimanapun sahnya kenyataan dan peristiwa itu. Mengemukakan dan 9 . karena skripsi tidak akan sampai. sama seperti sebuah tesis. Jika laporan tidak mengemukakan penafsiran. harus dapat mengemukakan persoalan. Skripsi tidak membiarkan kenyataan-kenyataan itu sebagaimana adanya.masalah yang dibahas harus dipandang sebagai hubungan sebab akibat. la bergerak lebih jauh. Cukuplah jika ia dapat mengemukakan kenyataan peristiwa yang diolah dari laporan yang sah dengan sistimatis dan dengan maksud untuk mengemukakan masalah-masalah yang akan dianalisa dengan dasar-dasar logika. Tetapi skripsi tidak memuaskan diri dengan kenyataan dan peristiwa belaka. atau percobaan di laboratorium). maka skripsi bertolak dari keinginan untuk mengemukakan penafsiran dan analisa kenyataankenyataan.

Tesis adalah karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi. Akan tetapi persamaannya akan tampak dalam beberapa hal seperti berikut ini: (1) Baik skripsi maupun tesis berdasarkan laporan kenyataan peristiwa yang sah dan sistimatis. (5) Baik skripsi maupun tesis harus berdasarkan dan melalui metodologi yang benar. (2) Baik skripsi maupun tesis mengemukakan masalah yang harus benar dan memenuhi syarat-syarat untuk suatu masalah. Tesis mengungkapkan pengetahuan baru yang diperoleh dari penelitian sendiri. Jika skripsi tidak ditujukan untuk memecahkan masalah. Perbedaan ini amat fundamentil. dari skripsi memperlihatkan bahwa dalam hal-hal itu nilai skripsi tidak kalah dalamnya dengan tesis.mengidentifikasi suatu masalah bukanlah sesuatu pekerjaan yang mudah. dan analisa diperlukan suatu sistimatika formil dan disiplin teoritis. (3) Baik skripsi maupun tesis terikat kepada sistimatika formil. (4) Baik skripsi maupun tesis harus tunduk kepada hukum-hukum dan azas-azas logika ilmiah. Beda antara tesis. e) Tesis Tesis disebut juga risalah ujian untuk memenuhi sebagian persyaratan menempuh ujian S2. dan juga karakteristik. Untuk mengemukakan kenyataan peristiwa. berarti turunnya nilai skripsi. Kesalahan dalam merumuskan masalah. inaka tesis justru bermaksud untuk memecahkan masalah itu. Nilai masalah dan nilai analisa sebuah skripsi sama pentingnya dengan nilai masalah dan nilai analisa dalam tesis. Akan tetapi di samping persamaan yang telah 10 . Kelima persamaan. skripsi. masalah-masalah. Tesis berbeda dengan skripsi dalam suatu hal yang amat penting. dan disertasi terletak pada intensitas (kedalaman) dan ekstensitas (keluasan) jangkauan pandangannya. dan tentu saja nilai ànalisa skripsi itu.

11 . Lain dari itu tesis harus memiliki masalah yang jelas yang akan ditangani‘penulis karangan tesis itu. hukum. sedangkan skripsi tidak berdasarkan tujuan untuk memecahkan masalah itu. atau tesis. Masalah harus dicari. atau tesis. dianalisa dan diinterpretasi. (2) Analisa yang terdapat di dalam karangan tesis bertujuan untuk mengambil kesimpulan dalam bentuk dalil. Perbedaan-perbedaan yang terpenting antara tesis dan skripsi: (1) Tesis bermaksud dan didorong oleh tujuan untuk memecahkan persoalan yang dikemukakannya. antara tesis dan skripsi terdapat perbedaanperbedaan. yaitu dengan melalui penuturan deskriptif dan analisa. sedangkan skripsi tidak bermaksud untuk menyusun dalil. Karena tesis itu mengemukakan masalah. Dalam menghadapi masalah yang telah dirumuskan. Karena nilai tesis itu terletak dalam perumusah kesimpulan.dikemukakan di atas. karangan tesis mesti dapat menganalisanya dengan peralatan logika. Dalam hal ini‘ tesis berbeda dengan laporan. diidentifikasi dan dirumuskan dengan tepat. yaitu dimulai dengan dalil-dalil yang umum atau generalisasi substantif. (3) Tinjauan atau wawasan tesis adalah lebih luas dari pada skripsi. generalisasi. Selanjutnya hal itu dapat dielaborasi dengan laporan riset dan analisa terhadap tujuan yang diselidiki dalam hubungannya dengan hipotesa yang sejalan dengan proses pembuktian. generalisasi. Data yang dapat dikumpulkan. hukum. Materi tesis diisi dengan dasar-dasar teoritis yang erat hubungannya (langsung dan sebagai pendukung) térhadap judul tesis. maka kesimpulan yang diperolehnya harus didasarkan kepada pembuktian-pembuktian yang tidak mungkin dibantah kebenaran-nya. Atau dapat pula ‗dengan metode deduktif. maka tesis tersebut harus memiliki peralatan yang cocok untuk menunjang pemecahan masalah itu. Tesis dikemukakan dengan suatu metode dan sistimatika tertentu. Untuk mencapai kesimpulan ini dapat dimulai dengan metode induktif.

12 . penulis disertasi menangani pokok atau subyek karangan kuranglebih bersifat didaktis. Seperti kita ketahui. argumentasi yang disampaikan itu haruslah hasil pemikiran dan berdasarkan penyelidikan penulis sendiri. penjelasan. Ruang lingkupnya lebih luas dari pada tesis. Bertentangan dengan logika numgenai alasan atau penalaran ilmiah formil di dalam tesis. Maksud sebuah disertasi adalah untuk mengemukakan suatu kritik. istilah tesis dapat diartikan ke dalam dua pengertian: (1) Tesis didefinisikan sebagai sebuah hipotesa. sebuah tesis adalah percobaan pemecahan untuk masalah. dan (2) Sebuah tesis didefinisikan sebagai karangan formil yang fungsinya adalah untuk menyampaikan suatu argumen logis yang mendukung suatu pandangan spesifik. Yaitu untuk mengemukakan suata pandangan yang merupakan dalil. Membuat disertasi adalah untuk memperbincangkan. dalam arti untuk mencapai gelar Doktor (S3). sebagai ketetapan atau pemyataan yang dikembangkan dan dipertahankan. oleh argumentasi. dan gaya formilnya tidak begitu kaku. atau membantah. tetapi dari ―ranting‖ yang berbeda. suatu pemecahan untuk suatu masalah. Penulisan disertasi pada prinsipnya sama dengan tesis. f) Disertasi Disertasi disebut juga naskah promosi. Sebenamya sebuah disertasi dan tesis itu adalah berasal dari ―cabang‖ karangan yang sama. Dari pandangan ini. Ini jangan diartikan bahwa disertasi itu tidak berdasarkan penalaran atau logika ilmiah. dengan cara ilmu pengetahuan. Seperti hipotesa yang dikemukakannya. Fungsi disertasi adalah untuk menyelenggarakan suatu diskusi yang sistimatis tentang suatu subyek atau pokok karangan.Hakekat tesis itu berdasaikan arti tesis yang sebenamya. terutama. jika mungkin. atau penjernihan. hanya saja pada disertasi pokok persoalannya lebih luas daripada tesis dan konklusinya pun harus mempunyai generalisasi yang lebih luas.

penilaian. subyek. penyelidikan. maka tesis dan disertasi dapat disusun. atau bahkan spekulatif. dari pada yang telah dikerjakan sebelumnya. la dapat bermaksud untuk menjernihkan ilmu pengetahuan atau menentukan pendapat. ia adalah suatu studi dalam ―teori murni‖. Penulis disertasi dapat menggunakan premise yang diambil dari pemikiran logis yang tidak memiliki dasar empiris. penulis yang bersangkutan. mengadakan spekulasi bahwa dalam suatu saat per-ekonomian liberalistis akan mendekati perekonomian sosialistis dan sebaliknya 13 . tulisan Frank H. terdapat ucapan: ―Adalah. Esensi sebuah tesis adalah analisa konseptuil atau empiris. Àdalah tidak tepat jika di dalam tesis. Membuat sebuah disertasi berarti menghubungkan suatu proses tentang argumentasi dari premise kepada kesimpulan. Risk. pemikiran. Suatu tesis ditulis untuk mengukuhkan kebenaran suatu pemecahan terhadap masalah.Tesis dan disertasi yang baik menunjukkan hasil dari penyelidikan intelektuil. atau ilmu pengetahuan atau pendapat. Knight.16 Di dalam kata pengantar buku disertasi. Sebuah disertasi dapat berbentuk kritik. nórmatif. dan untuk menunjukkan implikasi-implikasinya-lebih jelas. bukan pembehtukan kembali. sedikit yang secara fundamentil baru di dalam buku ini. dengan argumentasi yang formil dan logis dalam pembuktian. yang mendapat hadiah disertasi doktoral. Uncertainty and Profit. Yaitu obyeknya adalah penjernihan. Seandainya penyelidik melengkapkan dirinya dengan jaminan tentang kebenaran untuk penjernihan dan pemecahan penyelidikan. Sebuah disertasi sedikit banyak adalàh karangan formil dalam analisa. renungan dan pengertian-tulah menghasilkan hipotesa atau pemikiran yang dapat diselidiki. dan penjelasan pokok. interpretasi. deduksi dan kesimpulan. la menggambarkan suatu percobaan untuk menyata-kan prinsip-prinsip esensiil dari doktrin ekonomi konvensionil lebih tepat. dugaan. Dasar-dasar keduanya akan berdiri kukuh jika studi.

karya ilmiah dapat dibedakan atas a) karya ilmiah biasa dan b) karya ilmiah populer. sedangkan karya ilmiah yang ditujukan kepada masyarakat umum disebut kaya ilmiah popular (Amir. skripsi. Dalam diskusi itu ia dapat mengemukakan argumentasi yang timbul dari segala bukti yang ada dalam segala aspek. Pada bagian terdahulu telah diuraikan tentang organisasi gagasan dalam paragraph dan antar paragraph.perekonomian sosialistis akan mendekati perekonomian liberalistis. Tetapi sebuah disertasi dapat mendiskusikan suatu spekulasi tentang pertanyaan apakah perekonomian liberalistis dan perekonomian sosialistis akan saling mendekat. 3. Kesatuan beberapa huruf membentuk kata. Ia dapat sampai kepada kesimpulan yang definitif melalui proses penalaran dan logika yang datang dari premise Perbedaan antara tesis dan disertasi bukan terletak pada jenis karangan tetapi pada tingkat yang perlu dicapai. kesatuan beberapa kata membentuk kalimat dan kesatuan beberapa kalimat membentuk paragraph. pembaca perlu memahami unsure – unsure kebahasaan yang membangun tulisan itu. kata. Karena suatu tulisan dibangun dari beberapa paragraph. Jenis Karya Ilmiah yang Ditinjau dari Pembacanya Ditinjau dari sasarannya atau pembacanya. yaitu huruf. tesis dan disertasi mempunyai karakteristik yang berbeda karena yang kemudian adalah lebih jauh dan yang sebelumnya. seperti halnya hasil yang perlu dicapai oleh laporan dan skripsi. kalimat dan paragraph. Perbedaan itu akan tampak pula dalam hasil yang dicapãi oleh tesis dan skripsi. Maksud utama membaca paragraph sebuah 14 . a) Membaca Tulisan Ilmiah Dalam membaca tulisan ilmiah. pembaca perlu memiliki pengetahuan tentang paragraph. 2007:41). dan kesatuan beberapa paragraph membentuk wacana (dalam hal ini disebut tulisan). Karya ilmiah biasa adalah karya ilmiah yang ditujukan kepada masyarakat tertentu/ professional. Laporan.

pembaca dapat mengikuti alur berpikir penulis. tulisan ilmiah popular bentuk deskriptif yang diserati tentang jalannya proses pembentukan. Melengkapi pendapat Amir.tulisan adalah untuk mengetahui gagasan/ide pokoknya. tulisan ilmiah popular deskriptif yang disertai proses terjadinya 15 . Jenis kedua. Tulisan ilmiah popular dapat dibedakan atas tiga jenis. Soeseno (1993: 1) mengemukakan bahwa tulisan ilmiah popular adalah tulisan ilmiah yang disajikan dengan penuturan yang mudah dimengerti. Oleh karena itu. tanpa banyak mempersoalkan bagaimana jalannya proses penemuan atau hakikat hal yang dibeberkan itu. Cara menentukan ide pokok dapat dilihat dari kata (yang ada pada kalimat utama) yang diulangi kembali diganti dengan kata ganti persona atau kata yang sama arti diikuti kata ganti penunjuk pada kalimat – kalimat penjelas. penjelasan mangapa dan bagaimana sesuatu bisa terjadi . dalam penuturannya. tulisan ilmiah popular harus lebih sederhana daripada tulisan ilmiah biasa. Dengan demikian. b) Karya ilmiah populer Sebagaimana telah dikemukakan pada bagian terdahulu. Istilah popular digunakan untuk menyatakan sesuatu yang akrab dan menyenangkan bagi populous (rakyat/masyarakat) atau disukai oleh orang kebanyakan karena menarik dan mudah dipahami. Pertama. 2007:41). atau penemuan mutakhir di bidang ilmu tertentu.riwayat pembentukan. tulisan ilmiah popular deskriptif yang membeberkan suatu pengetahuan sebagai kumpulan fakta begitu saja dengan tujuan meningkatkan pengetahuan untuk pembaca. Tulisan ilmiah popular seperti ini biasanya membeberkan fakta apa adanya. Jenis ketiga. tulisan ilmiah yang ditujukan kepada masyarakat umum disebut tulisan ilmiah popular (Amir.

Ciri-ciri Tulisan Ilmiah Populer dan Murni Pada umumnya. Ciri-ciri dan karakteristik tulisan ilmiah populer. ditambah dengan msalah yang muncul dan pemecahan masalah itu. Umumnya.  Isi tulisan diusahakan untuk memikat pembaca agar yang bersangkutan tetap terus membaca tulisan tersebut sampai selesai. balk aspek intelektual pembaca maupun menyentuh emosi pembaca yang bersangkutan. Hal ini disebabkan karena pada umumnya pembaca yang ditargetkan ialah umum atau bukan spesialis di bidang ahli mengenai topik bahasan yang ditulis.  Penulis melakukan kontekstualisasi data hasil riset ke dalam tulisan tersebut sehingga data dapat dipahami dengan mudah oleh pembaca umum. Uraian dipaparkan ke dalam bentuk umum yang dapat menarik.sesuatu.  Bahasa yang dipergunakan bersifat umum dan tidak menggunakan terminologi khusus yang hanya dipahami oleh ilmuwan atau kelompok tertentu. yang dapat juga dikatakan bersifat persuasif. antara lain:  Adanya pesan yang dipergunakan untuk menarik perhatian pembaca. perlu dipahami hal-hal yang terkait dengan pemahaman gagasan/ide pokok dalam paragraph sebagaimana tulisan ilmiah. Gaya penulisan tidak baku. yaitu tulisan ilmiah populer dan tulisan ilmiah murni. Untuk dapat memahami jenis tulisan ilmiah popular dalam kegiatan membaca. 16 . tulisan ilmiah dapat dibagi menjadi dua bagian. informasi dipaparkan dalam bentuk narasi.     Biasanya struktur kalimat yang dipergunakan ialah kalimat aktif. alasan maengapa bias terjadi.

Sumber belajar yang ada di jaringan internet memungkinkan penggunanya untuk dapat memperoleh informasi dari berbagai bidang pengetahuan. antara lain:   Penulis berusaha memaparkan data apa adanya secara objektif. Temuan kajian ditulis dalam bentuk sistematis. pencarian 17 . Kehadiran TI tidak memberikan pilihan lain kepada dunia pendidikan selain turut serta dalam memanfaatkannya. TI memungkinkan terjadinya proses komunikasi yang bersifat global dari dan ke seluruh penjuru dunia. artikel. majalah. dll). dari informasi terkini (paling mutakhir). kadang mengandung pesan tertentu berupa keinginan penulis agar pembaca melakukan tindakan tertentu. Ciri-ciri tulisan ilmiah murni. dari berbagai jenis tulisan (buku. Tulisan digunakan untuk memaparkan informasi dalam bentuk khusus yang hanya digunakan untuk menarik kemampuan intelektual pembaca. Secara implisit.    Umumnya.4 Mengakses Informasi dari Internet Kehadiran dan kecepatan perkembangan teknologi informasi (TI) telah menyebabkan terjadinya perubahan dramatis dalam segala aspek kehidupan. terstruk-tur. Gaya penulisan yang dipakai bersifat baku.   Tulisan bersifat bebas dari opini penulis. TI dapat digunakan untuk mencari beragam sumber belajar yang ada di jaringan internet. surat kabar. menggunakan struktur kalimat pasif. Terdapat jarak antara penulis dengan hal-hal yang dikaji. iklan. dan baku.  Penulis banyak menggunakan bahasa dan terminologi khusus atau disebut ―jargon ilmiah‖ yang hanya dapat dipahami oleh ilmuwan yang sama bidang ilmunya dengan pokok bahasan yang ditulis. 2. dari berbagai penjuru dunia. Meskipun dalam lingkup yang sangat luas.

informasi dari internet dapat dilakukan dengan mudah melalui mesin – mesin pencari informasi (search engine). perlu dilakukan oleh mahasiswa untuk menulis. 18 . dan c) kutipankutipan pernyataan pakar yang dianggap perlu. maupun tulisan yang diakses dari internet. Misalnya. Pada umumnya sumber belajar yang tersedia ditulis dalam bahasa Inggris. tulisan ilmiah. nama penerbit(bila diterbitkan). 2. baik berupa buku. Informasi-informasi ini akan berguna untuk melengkapi dan mengembangkan gagasan-gagasan penulis dalam kegiatan menulis. penggunaan internet sangat dianjurkan untuk memperkarya wawasan pengetahuan sivitas akademika. b) informasi-informasi penting terkait dengan topik bacaan. Keterangan lengkap tentang sumber. sumber belajar yang tersedia di jaringan internet belumlah terlalu banyak. dan menulis secara umum. informasi – informasi itu tetap saja sangat berarti dan dapat dimanfaatkan. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. pembaca perlu mencatat beberapa hal penting yang akan mungkin diperlukan saat menulis. Meskipun sebagian besar informasi itu ditulis dalam bahasa Inggris. membaca. antara lain. Mencakup: nama penulis (orang atau lembaga). berbicara. dalam peningkatan keterampilan berbahasa Indonesia. dalam pembelajaran dewasa ini. alamat website/situs dan tanggal akses (bila tulisan diakses dari internet). Hal lain ytang perlu dicatat dalam membaca referensi adalah infirnmasiinformasi penting terkait dengan topic bacaan. tahun penulisan/tahun terbit/nama kota. Dalam kegiatan membaca untuk menulis ini.5 Catatan Penting dalam Membaca Referensi Membaca referensi. Oleh sebab itu. informasi tentang peningkatan kemampuan menyimak. Hal-hal yang perlu dicatat oleh seorang pembaca dalam kegiatan membaca referensi adalah a) keterangan lengkap tentang sumber. Keterangan lengkap tentang sumber dipandang perlu dicatat dalamkegiatatn menulis ilmiah pernyata-pernyataan yang dimuat harus dapat dipertanggungjawabkan dengan jalan mencantumkan sumbernya.

Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat orang lain yang terdapat dalam buku-buku. baik falam kegiatan membaca untuk menulis maupun menulis karya ilmiah. jurnal ilmiah. Hal ini dilakukan untuk memperkuat gagasan-gagasan penulis dalam kegiatan menulis ilmiah dan untuk menghindari penjiplakan. 19 . Untuk lebih memahami penggunaan kutipan. 2. Fungsi Kutipan Kutipan memiliki fungsi tersendiri. berikut akan dibahas tentang kutipan. 5) Mencegah pengulangan penulisan data pustaka. dan sebagainya. Fungsi dari kutipan adalah sebagai berikut : 1) Menunjukkan kualitas ilmih yang lebih tinggi.Selanjutnya. Berikut akan dikemukakan hal-hal yang terkait dengan kutipan (Keraf. sedangkan kalimatnya disusun sendiri oleh penulis laporan 2. hal yang perlu dicatat adalah kutipan-kutipan pernyataan pakar yang dianggap perlu untuk mendukung data. yaitu a) Kutipan Langsung Kutipan langsung adalah pinjaman pendapat orang lain dengan mengambil secara lengkap kalimat-kalimat dalam teks aslinya. 4) Memudahkan pembedaan data pustaka dan ketergantungan tambahan. 1990) 1.6 Kutipan Dalam penulisan karya ilmiah kita memerlukan kutipan-kutipan untuk memperkuat isi uraian atau untuk membuktikan apa yang kita nyatakan. Jenis-jenis Kutipan Kutipan dapat dibedakan menjadi dua macam. 2) Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat. b) Kutipan Tidak Langsung Kutipan tidak langsung adalah pinjaman pendapat seseorang berupa inti pendapatnya saja. 3) Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana. surat kabar.

harus diberi keterangan dalam tanda kurung siku. Penulis hanya mengutip apa adanya. 4. 7) Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi.6) Meningkatkan estetika penulisan. 2) Koreksi dan kesalahan Bila dalam kutipan terdapat kesalahan. Kutipan diapit tanda petik. Prinsip-pinsip Mengutip Beberapa prinsip yang harus diperhatikan pada waktu membuat kutipan langsung. 1) Jangan mengadakan perubahan Pada waktu mengutip langsung pengarang tidak boleh mengubah kata-kata atau teks aslinya. pada dasarnya penulis tidak boleh memperbaiki kesalahan itu. Dalam hal ini penulis hanya diperbolehkan memberi catatan atas kesalahan tersebut dengan menuliskan kata [sic!] yang menunjukkan bahwa penulis laporan tidak bertanggung jawab atas kesalahan tersebut. 3. 3) Menghilangkan bagian kutipan Dalam kutipan kita boleh menghilangkan bagian-bagian tertentu yang kurang penting dengan syarat tidak mengakibatkan perubahan makan. Jarak antarabaris dua spasi. 20 . Jika ingin mengadakan perubahan. Penghilangan bagian-bagian itu ditandai dengan tanda elipsis. Cara-cara Mengutip Ada dua cara membuat kutipan langsung. yaitu: 1) Kutipan langsung 4 baris Kutipan langsung yang kurang dari atau sama dengan empat baris dituliskan dengan cara berikut:    Kutipan diintegrasikan dalam teks. dan memudahkan penyuntingan naskah yang terkait dengan data pustaka.

penggunaan ejaan belum sepenuhnya diterapkan secara benar berdasarkan ketentuan. tanda titik koma. penulis dalam uraian (format A) Apabila kita amati. Penggunaan huruf capital dan huruf kecil. Badudu (1996:99) 21 . Kutipan tidak diapit tanda petik. ―Apa yang disebut swbagai analisis nonstatistik adalah mencari proporsi. kesalahan penggunaan ejaan. penulis dalam uraian (format A) Kriteria pembuktian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis nonstatistik. penulis dalam tanda kurung (format B) ―Hipotesis adalah suatu jawaban atau kesimpulan sementara yang harus dibuktikan kehadirannya‖ (Surachmad. Arikunto (1990:250) menyatakan.‖ 2. Diberi identitas sumber. Contoh-contoh kutipan: 1. penggunaan tanda koma. tanda titik dua penulisan kata gabungyang terpisah atau serangkai masih kacau. Diberi identitas sumber. persentase dan rasio. Kutipan langsung < 4 baris.hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya menyatakan: Sampai saat ini masih banyak sekali kita lihat kesalahan yang dibuat orang dalam menuliskan kata atau kalimat. Jarak antara baris satu spasi. Kutipan langsung <4 baris.1995:66) 3. Kutipan langsung > 4 baris. 2) Kutipan langsung > 4 baris Kutipan langsung yang lebih dari empat baris ditulis dengan cara-cara berikut.     Kutipan dipisahkan dari teks.

Metode deskriptif adalah metode yang membicarakan tentang beberapa kemungkina untuk memecahkan masalah yang actual dengan jalan mengumpulkan menganalisis data. 6. terutama mengenai pemakaian tanda baca. Kutipan dalam kutipan Lebih lanjut Macnamara (dikutip maksum. data dan menyusun dan mengklasifikasikannya. sisanya penyajian. Kutipan tak langsung Kesalahan-kesalahan penggunaan ejaan tidak hanya terdapat dalam tulisan siswa. Arifin (1997:59) pernah menyatakan bahwa masih banyak penulis surat yang kurang memperhatikan ejaan dalam bahasa surat. Dengan demikian. 90% bagian dari presentasi adalah persiapan. Kutipan langsung > 4 baris. penulis dalam tanda kurung (format B) Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. melainkan juga terdapat pada surat-surat dinas. 22 . 2007:2) mengemukakan ―Presentasi ibarat gunung es yang Nampak indah diatas permukaan laut namun keindahan gunung tersebut akan hilang manakala 90% bagian gunung es di permukaan laut tersebut tenggelam.4. hasil analisis data menginterpretasikan (Surrachmad 1995:131) 5.

23 . tesis. disertasi.BAB III PENUTUP 3. karya ilmiah dapat dibedakan atas beberapa jenis. makalah.kutipan pernyataan pakar yang dianggap perlu. rasional. Ditinjau dari pendekatannya. yaitu paper/kertas kerja. laporan. Prinsip-prinsip karya ilmiah yaitu objektivitas. Jenis-jenis karya ilmiah ditinjau dari berbagai sudut pandang. karya ilmiah hasil kerja pengembangan. Ditinjau dari sudut pandang bentuknya. skripsi. karya ilmiah hasil penelitian. karya ilmiah biasa dan karya ilmiah popular. empiris. karya ilmiah dapat dibedakan atas : Karya ilmiah hasil kajian pustaka. Hal-hal yang perlu dicatat oleh seorang pembaca dalam kegiatan membaca referensi adalah keterangan lengkap tentang sumber. informasi-informasi penting terkait dengan topik bacaan dan kutipan. karya ilmiah dapat dibedakan atas. Ditinjau dari sasarannya atau pembacanya. deduktif dan induktif.1 Kesimpulan Karya ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful