BAB II PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR

A. Pendahuluan Wabah atau kejadian luar biasa (KLB) masih sering terjadi di Indonesia. Kejadian in mempunyai makna sosial atau politik tersendiri, karena peristiwanya sering sangat mendadak, mengenai banyak orang, dan dapat menimbulkan kematian yang tinggi. Pengambilan keputusan yang cepat dan tepat sangat dibutuhkan dalam menanggulangi wabah atau KLB. Karena itu dibutuhkan satu cara tersendiri dalam catatan dan laporan sehingga keputusan dan tindakan dapat segera diambil. Wabah penyakit menular adalah kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka. Kejadian luar biasa dalah kejadian kesakitan / kematian dan atau meningkatnya suatu kejadian, kesakitan / kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu kelompok penduduk dalam kurun waktu tertentu. Kriteria KLB : Suatu kejadian penyakit atau keracunan dapat dikatakan KLB apabila memenuhi criteria sebagai berikut : 1. Timbulnya suatu penyakit menular yang sebelumnya tidak ada / tidak dikenal. 2. Peningkatan kejadian penyakit / kematian terus menerus selama tiga kurun waktu berturut – turut menurut jenis penyakitnya. 3. Peningkatan kejadian penyakit / kematian dua kali atau lebih dibandingkan dengan periode sebelumnya. 16

4. Jumlah penderita baru dalam satu bulan menunjukkan kenaikan dua kali lipat atau lebih dibanding dengan angka rata – rata perbulan dalam tahun sebelumnya. 5. Angka rata – rata perbulan selama satu tahun menunjukkan kenaikan dua kali lipat atau lebih dibanding dengan angka rata – rata perbulan dari tahun sebelumnya. 6. Beberapa penyakit khu sus, yaitu Cholera, DHF / DSS : - Setiap peningkatan kasus dari periode sebelumnya (pada daerah endemis) Terdapat satu atau lebih penderita baru dimana pada periode 4 minggu sebelumnya daerah tersebut dinyatakan bebas dari penyakit yang bersangkutan.

7. Beberapa penyakit yang dialami satu atau lebih penderita, seperti keracunan makanan d+an keracunan pestisida. B. Pembagian Penyakit Menular Dilihat dari sifat gejala serta sifat penyebarannya, penyakit menular dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu : Penyakit yang bersifat kronis endemis Penyakit yang bersifat akut epidemis 1. Penyakit kronis endemis Adalah penyakit menular yang gejala – gejalanya datang secara pelan – pelan, demikian frekwensinya dalam masyarakat relatif tetap dalam waktu yang lama. Yang termasuk kedalam golongan ini adalah malaria, TBC, kusta, trachoma, dysentri, gonorrhoe, syphilis. Penyakit – penyakit tersebut masih banyak terdapat di kalangan masyarakat Indonesia.

17

Kejang Tengkuk (Meningitis Cerebrospinalis Epidemica) h. Diphteria g. Typhus Perut (Typhus Abdominalis) b. Dysentri Basili (Dysenteria Bacillaris) d. Typhus Bercak Wabahi (Typhus Exanthematicus Epidemika) 2. Penyakit Non Karantina : a. Radang Hati Menular (Hepatitis Infectiosa) e. B dan C c. yang termasuk penyakit wabah adalah : 1. Kolera (Cholera) c. seringkali berupa wabah (epidemi). Pengertian Wabah Menurut UU No.4/1984 Menurut UU No. C. Para Cholera Eltor f. Beberapa penyakit dari golongan ini termasuk yang disebut penyakit wabah. Para Typhus A.4 / 1984 tentang wabah penyakit menular. cacar (Smallpox) d. yang terdiri dari : a. Lumpuh Kanak – Kanak (Poliomyelitis Anterior Acuta) 18 . 6 / 1962 yang diperbaharui dengan UU No. Demam Balik – Balik (Relapsing Fever) f. Demam Kuning (Yellow Fever) e. Pes (Plague) b.2. juga penyebarannya berlangsung dengan cepat. Penyakit akut epidemis Adalah penyakit menular yang gejala –gejalanya datang secara mendadak dan keras. Penyakit Karantina.

Rabies dan Anthrax. 2. seperti Morbili. kereta api. yang pencegahan dan pemberantasannya dilaksanakan secara internasional. Varicella. Penyakit – Penyakit Lain Yang Ditetapkan Oleh Menteri Kesehatan. dan bila setelah masa inkubasi tersebut ia tetap sehat. • • • • • • Penyakit Karantina adalah penyakit menular yang sesuai dengan International sanitary Regulation (ISR) dari WHO. Karantina artinya pembatasan kebebasan / penahanan seseorang yang diduga telah mendapat penularan suatu penyakit Karantina selama masa inkubasi dari penyakit karantina yang diduga. Panjangnya masa inkubasi bagi masing – masing penyakit karantina sesuai ketentuan dari ISR adalah : Pes : 6 hari Kolera : 5 hari Cacar : 14 hari Demam Kuning : 6 hari Demam Balik – Balik : 8 hari Typhus Bercak Wabahi : 14 hari Dalam rangka pencegahan dan pemberantasan penyakit karantina. Bila selama dalam penahanan itu ia benar – benar menderita penyakit karantina yang diduga. misalnya kapal laut. Melaksanakan upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit karantina di negara masing – masing. pesawat udara. yaitu tindakan – tindakan yang dilakukan untuk menolak masuknya dan mencegah keluarnya penyakit – penyakit karantina melalui segala alat perhubungan lalu lintas. ISR juga memuat kententuan – ketentuan yang diwajibkan semua negara yang menjadi anggota WHO untuk : 1. ia akan diisolasakan.3. 19 . bus dan lain – lain. ia akan dibebaskan. Melaksanakan tindakan karantina.

tentang karantina udara. Endemi. UU wabah (UU NO. Dari ketentuan yang tercantum dalam undang – undang inilah maka penyakit – penyakit yang termasuk dalam Kelompok Penyakit Wabah itu disebut juga Notifiable Disease ( penyakit yang wajib dilaporkan ). untuk melaporkan kepada Kepala Unit Kesehatan yang terdekat dalam waktu secepatnya. No. adalah suatu keadaan dimana suatu penyakit menular yang ada disuatu wilayah tertentu frekuensinya relatif berubah – ubah menurut perubahan waktu. bahwa barang siapa yang mengetahui adanya penderita atau tersangka penderita penyakit wabah. wajib melaporkan kepada Kepala Desa atau Lurah dan atau Kepala Unit Kesehatan terdekat dalam waktu secepatnya. 1 / 1962.1. Dalam kedua UU tersebut terdapat pasal yang mewajibkan baik nahkoda maupun pilot. Undang – Undang RI. 20 . 3. Beberapa Istilah Yang Berkaitan Dengan Penyakit Menular 1. Epidemi (Wabah). adalah suatu keadaan dimana suatu penyakit menular yang ada disuatu wilayah tertentu frekuensinya relatif tetap dalam waktu yang lama. D. tentang karantina laut. di Indonesia telah dikeluarkan 2 undang – undang yaitu : Undang – Undang RI No. 2. Untuk melaksanakan ketentuan tersebut. adalah kejadian dimana suatu penyakit menular frekuensinya sangat meningkat sehingga dalam waktu 2. 4 / 1984) juga memuat ketentuan yang menyatakan. Sporadik. 2 / 1962.apabila mereka mengetahui adanya penderita atau tersangka penderita penyakit karantina di kapal / pesawatnya.

Pandemi. 4. Penyakit – penyakit tersebut meliputi 21 3. influenza. dan penyakit yang telah masuk program eradikasi / eliminasi dan memerlukan tindakan segera. hepatits. sehingga dalam waktu singkat meliputi banyak negara. frambusia. campak. Cholera dan Tetanus Penyakit potensi wabah / KLB yang menjalar dalam waktu cepat atau mempunyai mortalitas tinggi. diare. antara lain Pes. anthrax. Penyakit – penyakit menular yang tidak berpotensi menimbulkan wabah dan atau KLB. typhus abdominalis.. Penyakit Menular Yang Dilaporkan E. Penyakit – penyakit menular yang dilaporkan adalah penyakit – penyakit yang memerlukan kewaspadaan ketat. Penyakit – penyakit potensial wabah / KLB lainnya dan beberapa penyakit penting seperti malaria. Penyakit – penyakit menular dikelompokkan sebagai berikut : 1. tetapi diprogramkan ditingkat kecamatan dilaporkan secara bulanan melalui puskesmas. encephalitis dan tetanus. kabupaten dan seterusnya secara berjenjang sampai ke tingkat pusat. meningitis. yaitu penyakit – penyakit wabah atau yang berpotensi wabah atau yang dapat menimbulkan kejadian luar biasa (KLB). . Penyakit karantina atau penyakit wabah penting. Contohnya DHF. keracunan. 4. adalah keadaan dimana suatu penyakit menular frekuensinya menunjukkan peningkatan yang amat tinggi. pertusis.yang singkat meliputi suatu wilayah tertentu dan dapat menimbulkan malapetaka. rabies dan poliomyelitis. 2.

Upaya perbaikan kesehatan lingkungan : pembuangan faeces. Upaya menemukan kasus ( case finding ). Melaksanakan penyelidikan epidemiologis ( asal / sumber infeksi. b. d. cara dan luasnya penularan dan sebagainya ) 2. Penangan khusus terhadap jenazah akibat wabah ( perawatan. Mengambil dan mengirim bahan / sample untuk diperiksa di laboratorium. Desinfeksi atau pemusnahan produk penderita dan barang – barang yang dapat menjadi sarana penularan. sampah danlimbah serta penyediaan air bersih. Isolasi penderita : diangkut dan dirawat ditempat perawatan khusus ( di puskesmas atau rumah sakit ) b. filariasis dan AIDS. 22 . Melaksanakan imbunisasi untuk penyakit – penyakit menular tertentu. Kegiatan yang ditujukan untuk pencegahan : a. lepra. gonorhoe. Upaya pengobatan penderita semenjak dini. d. c.cacing. syphilis. c. Pemberian penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. yaitu : 1. F. e. e. tuberculosa. baik secara aktif maupun pasif. Kegiatan yang ditujukan untuk penderita ( case holding ) : a. pengangkutan dan pemakamannya ) f. Upaya pemberantasan vector termasuk tikus. Kegiatan – Kegiatan Dalam Pemberantasan Penyakit Menular Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka pemberantasan penmyakit menular baik yang termasuk golongan penyakit wabah maupun tidak dapat dibedakan atas tiga macam.

laporan berbentuk : (1) Laporan berkala mingguan (2) Laporan berkala bulanan (3) Laporan khusus apabila ada kejadian luar biasa atau wabah (4) Laporan khusus apabila ada kematian akibat penyakit wabah c. : Cholera asiatica oleh Vibrio cholera (= Vibrio comma) sedangkan Paracholera eltor oleh Vibrio eltor Beberapa jam sampai 5 hari. 3. h.g. Menyusun dan mengirimkan laporan kepada instansi atasannya. Mencatat semua kasus penyakit menular yang terjadi. kontak person dan carrier. G. Melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh bibit penyakit (faecal oral infection ) 23 Penyebab Masa inkubasi Cara penularan : : . Kegiatan Pencatatan dan Pelaporan a. 1. Upaya karantina jika kasusnya termasuk penyakit karantina. Menurut undang – undang karantina ditetapkan 5 hari. Upaya surveillance. b. Penyebab Penyakit dan Penanggulangannya Kolera ( Cholera ) Kolera termasuk kedalam penyakit karantina. Dalam kasus penyakit wabah. Menyajikan hasil kerja yang telah dicapa dalam bentuk grafik untuk memudahkan pemantauan. yaitu pengamatan dalam rangka nemenukan mengobati penderita baru.

seperti ayng terjadi di negara – negara yang sudah maju. Karena muntah dan diare yang amat sering. Bekas penderita dapat menjadi carrier yangs angat berbahay bagi orang lain.75 %. Faecesnya cair keputihan dengan sedikit lendir yang mengambang (seperti air cucian beras). 24 . Faeces penderita masih mengandung bibit penyakit kolera selama 7 – 14 hari setelah sembuh dari sakit. Besarnya angka kematian 5 % . sampah dan limbah yang tidak memenuhi syarat kesehatan. penderita akan banyak kehilangan cairan dan elektrolit. (b) Isolasi penderita serta desinfeksi dan atau pemusnahan benda – benda yang dapat menjadi sarana penularan. Karena penyakit ini akan hilang dengan sendirinya apabila hygiene dan sanitasi lingkungan diperbaiki. Bekas penderita akan kebal terhadap kolera untuk beberapa tahun. berupa muntah – muntah dan berak – berak (diare) yang sangat sering. Biasanya gejala muntah – muntah datangnya lebih belakangan darai pada diare.Gejala – gejalanya : Gejala kolera datang secara mendadak. Pencegahan dan pemberantasan : (a) Menemukan penderita secara dini dan melaporkan secepat – cepatnya . Usaha pencegahan dengan vaksinasi saja dianggap kurang memenuhi sasaran. Dari vaksinasi akan diperoleh kekebalan selama kurang lebih 6 bulan. yang dapat menyebabkan kematian dalam waktu 12 jam dari penularan penyakitnya. Kolrea terdapat endemis di India Kolrea di Indonesia Penyakit kolera timbul akibat kesehatan lingkungan yang buruk seperti pembuangan faeces. (c) Mengobati penderita secara dini sampai sembuh benar.

dan di Indonesia dikenal ada lebih kurang 93 spesies Anopheles yang merupakan vektor malaria dan yang terpenting diantaranya adalah : 25 Penyebab Masa inkubasi Cara penularan : : . Dikenal ada 4 spesies. rumah potong ternak. (g) Upaya penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. (h) Pemberian vaksin kolera jika dipandang perlu. Upaya pemberantasan lalat. penyebab malaria tertiana 3.pasar. Plasmodium ovale.(d) Penyelidikan epidemiologi dilapangan. Plasmodium falciparum. Betina. Pengawasan pembuatan dan peredaran makanan dan minuman. penyebab malaria quartana 4. sampah dan limbah.perusahaan susu dan lain – lain. yaitu 1. (e) Surveillance untuk menemukan penderita baru dan carrier. 2. rumah makan. penyebab malaria tropika 2. Plasmodium malariae. (f) Perbaikan hygiene dan sanitasi lingkungan yang meliputi : Penyediaan air bersih yang baik Perbaikan system pembuangan faeces. penyebab malaria ovale Antara 12 hari sampai dengan 30 hari Dengan perantaraan gigitan nyamuk anopheles sp. Malaria : Plasmodium sp. untuk diobati sampai sembuh. Plsamodium vivax.

lesu diikuti demam tinggi. maka perlu diusahakan pembasmian terhadap bentuk larvanya dengan memelihara ikan pemakan jentik dan terhadap nyamuk 26 . Nivaquine. seringkali disertai mengigau dan menggigil diakhiri dengan berkeringat banyak. (b) Plasmodium sebagai penyebab penyakit. Malaria di Indonesia : Masih merupakan penyakit rakyat nomor satu di Indonesia dan tersebar luas diseluruh kepulauan Indonesia. Usaha pencegahan dan pemberantasan : (a) Manusia sebagai tuan rumah (host). (c) Anopheles sebagai vector. 5. Primaquine dan sebagainya. maka pencapaian dan pemberantasannya dengan jalan pendidikan kesehatan dan pengobatan sampai sembuh. Plasmodium dapat pula menyerang otak.1. 3. Gejala – gejalanya : Di pantai / laut : Anopheles sundaicus Di sawah : Anopheles aconicus Di pegunungan : Anopheles maculates Di hutan : Anopheles leucosphyrus Di rawa – rawa : Anopheles hyrcanus Penderita merasa sakit kepala. Malaria ini akan menyebabkan :  Daya tahan tubuh rendah dan mudah diserang penyakit lain  Daya kerja menurun sehingga produktivitas menurun  Negara banyak kehilangan jam kerja dan dapat menghambat kepariwisataan. 4. yang menyebabkan malaria cerebralis dengan gejala – gejala radang otak yang lainnya. maka pencegahan dan pemberantasannya dengan menggunakan obat anti malaria seperti Quinine. 2.

Melalui pernapasan dengan ludah penderota yang dibuang sembarang tempat dan debu yang mengandung basil TBC. 3. Sering kali dimulai dengan gejala yang ringan seperti badab lesu. 2.sebagai bentuk insektisida. Antara 4 – 6 minggu 1. tulang. Kecuali paru – paru. pucat. Bila penyakit semakin berat maka penderita akan semakin kurus. suhu badan naik sedikit bahkan ada yang tidak menunjukkan gejala sama sekali. Tuberculosis Penyebab : imagonya dengan menggunakan BasilMycobacterium tuberculosis (yang ditemukan oleh Robert Koch pada tahun 1882). TBC menimbulkan gejala seperti pada penyakit radang otak lainnya. Melalui susu sapi yang diminum tanpa dipasteurisasi terlebih dahulu ( untuk TBC bovinum ) TBC adalah penyakit kronis. Pada bayi dan anak – anak dapat menyebabkan infeksi milier (military tuberculosis) Masa inkubasi Cara penularan : : Gejala – gejalanya : 27 . TBC dapat pula menyerang organ – organ badan yang lain seperti otak. usus. Jika menyerang otak. limpa dan alat kandungan. tubuh sangat lemah dan batuk darah.

apabila terhirup oleh orang yang sehat akan menambah jumlah penderita penyakit TBC.lain. Basil Mycobacterium tuberculosis yang berjuta – juta banyaknya yang berasal dari ludah dan dahak penbderita mengering. Umumnya menyerang masyarakat golongan sosial . Framboesia (patek = puru = jaws) : : : Troponema partenue (golongan Spirochaeta) Antara 3 minggu sampai 6 bulan Melalui kontak langsung dengan penderita atau secara tidak langsung melalui pakaian atau dengan perantaraan lalat. (e) Penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. pasar dan lain .ekonomi rendah seperti lingkungan perumahan yang berdesakan (over crowded ). istirahat cukup. (b) Pasteurisasi susu sapi sebelum diminum (c) Memperkuat daya tahan tubuh dengan gizi yang baik. 28 Penyebab Masa inkubasi Cara penularan Gejala – gejalanya : . (d) Meningkatkan keadaan sosial ekonomi masyarakat sehingga rumah dan lingkungan memenuhi syarat kesehatan. lembab. hidu tidak teratur dan sebagainya. khususnya agar tidak biasa meludah disembarang tempat. Pada masa inkubasi penderita merasa lesu. Di Indonesia penderita TBC masih cukup banyak. status gizi yang rendah. Pencegahannya : (a) Pemberian vaksin BCG bagi bayi dan anak – anak. olah raga cukup dan sebagainya. bioskop. 4. akan bercampur debu dan tersebar kemana – mana seperti di kendaraan umu.Pemberantasan penyakit : Di Indonesia penyakit TBC tersebar tidak hanya di kota – kota saja tetapi juga sudah menyebar hingga ke pedesaan.

langit hilang dan hidung tinggal satu lubang yang besar dan disebut Himopharingitis Mutilans. luka . Bila kerusakkan parah akan menyebabkan langit .gejala cuma ( jaringan meradang ) dikulit dan tulang.lubang badan seperti mulut. bentuk papiloma (tonjolan) atau kombinasi menyerupai buah framboesia. Kemudian luka akan membentuk ulcus (tukak).tidak enak badan. lipatan paha. Pada stadium late bila mengenai tulang hidung akan menyebabkan hilangnya sekat rongga hidung sehingga hidung akan nampak pesek. Masa silih berganti antara latent dan kumat dapat berlangsung selama 5 tahun yang disebut stadium early ( awal ) dan kemudian setelah itu masuk ke stadium late ( lanjut ) dengan gejala . demam. tetapi penyakit yang sebenarnya akan tetap berlangsung beberapa bulan sampai beberapa tahun. Kemudian dilanjutkan dengan timbulnya tonjolan dan gejala lainnya selama 2 atau 3 bulan dan akan menghilang lagi. Suatu ketika tonjolan akan menghilang. Cara pencegahan dan pemberantasannya : a. radang sendi dan tulang yang terasa nyeri. Luka permukaan disebut induk paru ( babon patek = Yaws = initial lesion ). Menghindari kontak langsung dengan penderita dan menjaga kebersihan. anus. hidung. 29 .resa tak enak dan nyeri di tempat timbulnya erupsi Bibit penyakit yang telah masuk akan menyebabkan timbulnya luka yang sukar sembuh di tempat masuknya bibit penyakit pada kulit.luka besar yang telah sembuh meninggalkan jaringan pacut yang nyata dan luas. Dalam stadium erupsi (masa awal gejala) timbul rasa nyeri tulang dan sendi terutama di malam hari. Setelah 2 bulan kemudian akan timbul tonjolan yang banyak tersebar diseluruh permukaan tubuh terutama di sekitar lubang .

b. Kurang pengertian / kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit kelamin ini baik bagi dirinya sendiri maupun bagi keluarga dan masyarakat lainnya. Penyakit . agama dan kepolisian. sosial. Penyakit ini harus diberantas menurut garis . Meningkatkan pergaulan bebas antara pria dan wanita dikalangan muda . baik di negara yang sedang berkembang maupun di negara yang sudah maju disegala pelosok dan lapisan masyarakat.akhir ini menunjukkan jumlah yang meningkat dan hal ini disebabkan oleh : a.benda terkontaminasi 30 .b. kesehatan.garis epidemiologis dan karena berhubungan dengan masalah sosial maka pencegahan dan pemberantasannya harus ada kerja sama antara berbagai instansi seperti pendidikan. Jumlah penderita penyakit kelamin akhir . Penyakit Kelamin (veneral diseases) Pendahuluan Penyakit kelamin terdapat banyak di negara manapun juga.penyakit kelamin yang perlu diketahui adalah : (a) Gonorrhoe yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoe (b) Syphillis ( lues ) disebabkan oleh Treponema palidum (c) Ulcus mole disebabkan oleh Hemophilus ducreyl (d) Lymphogranuloma venerum disebabkan oleh virus Lymphogranuloma venerum (e) Granula inguinalis disebabkan oleh Donovania granulomatis Cara penularan Penularan melalui kontak langsung dengan penderita ( Hubungan kelamin ) ataupun hubungan tak langsung melalui benda . 5. pencarian penderita framboesia yang ada di masyarakat.mudi khususnya dan masyarakat umumnya yang meninggalkan norma agama dan susila. Pemberantasan dengan jalan penyembuhan semua penderita.

keluarganya.Kelainan ini ditandai oleh batuk . Larva yang ada dalam jaringan paru . Cacing Gelang ( Ascaris Lumbricoides ) Penderita cacing ascaris banyak ditemukan pada anak . maka akan timbul kelainan yang disebut Pneumenitis atau Sindroma Loefler.Penularan penyakit ini terjadi melalui mulut. dan masyarakat.batuk kadang kadang disertai darah. dan dari sini larva kembali lagi ke dalam saluran pencernaan makanan. Di dalam saluran pencernaan. telur ascaris menetap menjadi larva. Ascaris akan mengalami pendewasaan dan hidup hingga jangka waktu yang cukup panjang 31 .Telur yang seringkali meempel pada jari . (b) Pengawasan sumber penularan terutama dikalangan WTS.jari tangan atau yang sudah menempel pada makanan.Usaha pencegahan dan pemberantasannya (a) Usaha yang ditujukan pada penderita dengan pengobatan sampai sembuh dan untuk ini perlu mencari adanya panderita dalam masyarakat dan dengan siapa saja ia telah berhubungan intim dan telah menularkannya. Bila hal ini sampai terjadi. yang dapat menembus dindingnya kemudian terbawa aliran darah dan akhirnya sampai ke jaringan paru .maka perlu dilokalisasi atau kalau dapat penghapusan sama sekali WTS. terbawa ke dalam perut melalui mulut.sampai di usus dua belas jari.paru akan dikeluarkan melalui rongga mulut.anak yang mempunyai kuku panjang dan kotor. gatal pada kulit yang disebut Eosinofilia artinya.bertambah butir darah eosinofil. (c) Pendidikan dan penerangan kepada masyarakat mengenai bahaya penyakit kelamin ini bagi dirinya.paru. Beberapa Jenis Ditimbulkannya parasit dan Penyakit Yang 1. H.

Petunjuk bahwa seseorang kejangkitan cacing ascaris.Penderita cukup diberi satu kali pengobatan. maka dapatlah dipastikan bahwa dia sedang menderita cacingan dan pengobatan harus diberikan secepatnya. Anak yang terlampau banyak dihuni cacing ascaris di dalam perutnya nampak kurus. Cacing betina mempunyai ukuran yang lebih panjang dibandingkan dengan cacing jantan. Pengobatan cacing ascaris cukup sederhana.berukuran pendek. kadang kadang timbul rasa mulas Seekor atau dua ekor ascaris sering keluar dari mulut si penderita bersama .13mm.sedangkan yang jantan ukurannya sekitar 2-3mm.selama itu pula ascaris mencuri makanan yang disediakan untuk tuan rumahnya. Ukuran cacing betina 8 . Jumlah obat disesuaikan dengan berat badan penderita. Cacing Kremi tidak hanya terdapat di 32 . sumbatan pada usus bisa terjadi pada saluran empedu saluran pankreasatau usus buntu. Bila telur cacing ascaris ditemukan di dalam tinja penderita.Obat cacing yang dapat dipergunakan antara lain Pyrantel Pamoat atau Combantrin. penderita akan mengalami berbagai kaluhan antara lain rasa mual. pucat dan buncit pad perutnya. Cacing Kremi ( Enterobius Vermicularis ) Cacing Kremi atau Enterobius Vermicularis biasanya berwarna putih mengkilap. 2. Penderita yang hanya dihuni oleh beberapa ekor ascaris biasanya tidak memperlihatkan keluhan apa . tap kilogram berat badan dapat diberikan 10mg Combantrin.kepastiannya harus ditentukan dengan pemeriksaan tinja. kadang . rasa tidak enak pada perut.sama dengan muntah.apa.kadang ascaris juga keluar melalui dubur karena mati disebabkan umurnya sudah lanjut. Tetapi jika jumlahnya cukup banyak. Pemberian dapat diberikan sebelum anak tidur.Kalau jumlahnya cukup banyak.

gerakan cacing di tempat tersebut mengakibatkan rasa geli dan gatal. masuk ke dalam mulut. 3. Cacing ini mempunyai ukuran panjang sekitar 2-3 cm dengan warna merah muda atau kelabu. maka terjadilah penularan dari seseorang penderita ke anak yang sehat melalui makanan itu. namun sebenarnya banyak juga terdapat pada orang . Dubur dan daerah sekitarnya harus dijaga kebersihannya.negara . Jari tangan yang mengandung telur cacing kremi.kaidah kebersihan. terutama dirasakan pada malam hari. Sebagian cacing dewasa menetap di usus besar. kuku yang panjang harus dipotong sependek mungkin. tanpa di cuci terlebih dahulu di pakai untuk memegang atau memasukkan makanan ke dalam mulut.Penderitanya adalah anak . Rasa gatal atau geli pada cacing kremi dapat diatasi dengan vaselin putih atau mungkin juga dengan minyak kelapa. Rasa gatal ini menyebabkan dorongan si anak untuk menggaruk . Telur juga dapat bersembunyi di belakang kuku jari tangan yang tidak di potong. tangan harus di cuci dengan sabun jika hendak makan atau memegang makanan. Sewaktu jari menyentuh kawasan dubur banyak telur yang menempel pada jari tangan tersebut. Sesampainya di usus halus telur menetas menjadi cacing.jari tangan. Pada waktu cacing betina hendak bertelur. Obat yang dapat digunakan untuk memberantas cacing kremi pada saluran pencernaan sama dengan yang digunakan untuk cacing ascaris yaitu Pyrantel Pamoat atau Combantrin. Penularan dapat berlangsung karena telurnya terbawa dari tanah oleh tangan atau makanan yang sudah dipenuhi oleh telur 33 . tetapi juga banyak terdapat di negara .Gerakan .orang yang tidak mengikuti kaidah .anak. Pencegahan dapat di lakukan dengan tindak kebersihan.negara maju.garuk duburnya. dan sebagian lagi menetap di usus lain. lalu turun ke saluran pencernaan \. Penularan biasanya berlangsung dari jari . Bila ada makanan yang tersentuh olah kuku jari tersebut. Cacing Cambuk ( Trichuris Trichina ) Cacing ini kurang di kenal.negara yang sedang berkembang. maka pindah ke dubur. sehingga terjadilah penularan oleh diri sendiri.

tersebut. 34 . Cacing ini berukuran lebih kurang 1 cm. Obat yang dapat diberikan adalah Mebendazol atao Vermox sebanyak 100mg.anak dapat timbul benjolan usus keluar melalui dubur. setelah menembus kulit kaki.tandanya dapat muncul kalau jumlah cacing cambuk cukup banyak. dengan warna merah darah.paru larva yang akan naik ke dalam rongga mulut lalu di telan kembali. Gejala dan tanda . telur akan menetas menjadi larva yang dapat masuk ke dalam tubuh manusia. tidak mulut.telur ankylos keluar melalui dubur bersama tinja. Pada anak . Jadi cara penularan cacing ini berbeda dari cacing ascaris. Cacing Tambang ( Ankylostoma Duodenale ) Cacing tambang sering masuk ke dalam tubuh para petani atau karyawan perkebunan yang mempunyai kebiasaan bekerja tanpa alas kaki. seringkali tidak jelas kecuali kalau memang penderita peka terhadap cacing tersebut. Keadaan ini disebut Prolaps Rekti.pori kaki. Pada saat larva masuk paru . penderita bisa mangalami batuk kering. larva melakukan perjalanan ke seluruh tubuh hingga paru . Tanda gejala yang ditimbulkan. Penderita dapat mengalami diare. Dari paru . Bagian saluran pencernaan yang dihuni oleh cacing cambuk adalah usus halus bagian terakhir yang disebut Ileum Terminalis. Kalau tanahnya kebetulan lembab. kemudian masuk ke dalam tanah yang lembab.paru. usus buntu dan usus besar. 4. Bagian cacing tambang ( mulut ) dilengkapi dengan alat cengkeram. Selama 3 hari penderita harus menelan dua tablet @ 100mg. Telur cacing ini keluar dari perut manusia bersama tinja. Melalui aliran darah. tetapi jarang sekali disertai darah dalam dahaknya. Telur .paru. sehingga cacing dapat melekat pada selaput lendir saluran pencernaan. kemudian masuk ke dalam tanah. Cacing tambang dapat berpindah dari seseorang kepada orang lain melalui pori .

kemudian dimakan oleh binatang. bila manusia makan 35 . Taenia solium banyak terdapat pada binatang ternak. Bila junlah cacing cukup banyak. kepandaian tidak bisa berkembang kerana penderita sering menderita sakit kepala.Dalam rongga usus cacing tambang pada dinding usus dan menghisap darah penderita. Seseorang yang berat bedannya kurang dari 13Kg. Hal ini baru dapat terjadi. Pada pengobatan cacing ini. penderita di beri 10mg Combantrin per Kg berat badan. Cacing Pita ( Taenia Solium dan Taenia Saginata ) Jenis cacing pita cukup banyak. sedang selbihnya terdiri dari ruas ruas. Kista dapat masuk ke dalam tubuh seseorang karena makan daging binatang yang mengandung kista. Kekurangan darah dapat mengakibatkan berbagai macam kerugian. si penderita dapat mengalami anemia ( kurang darah ). biasanya pada jaringan otot. ternak lainnya. ikan air tawar. sedangkan Diphilobotrium latum adalah cacing pita yang berasal dari ikan. antara lain pertumbuhan badan terhalang. maka dalam perut binatang pemakan tinja tersebut telur telur akan menetas menjadi larva. Bagian depannya disebut skolek. Penyakit cacing tambang dapat diatasi dengan Combantrin. kemudian mengikuti peredaran darah dan menetap jaringan. Pada umumnya infeksi cacing tambang akan menyebabkan penyakit kekurangan darah sehingga penderita sangat dianjurkan untuk menelan tablet atau cairan yang mengandung zat besi.Ruas ini dipenuhi oleh telur. dapat diberi tablet Combantrin @ 120mg atau 2. Jika suatu ketika ruas . Jumlah ini diberikan kepada si penderita sebelum tidur. Tubuh cacing pita ada yang panjang ada yang pendek.5cc Combantrin cair. Larva dalam jaringan otot akan berkembang menjadi kista yang bertahan hingga waktu yang cukup lama.ruas badan cacing yang penuh dengan telur itu terlepas dan dikeluarkan bersama feses penderita. Skolek melekat erat pada dinding usus tuan rumah. ada yang berasal dari babi. 5. Ruas terakhir pada waktunya akan dilepaskan dan keluar bersama tinja.

penderita dapat mengeluh pusing . Tetapi bila penyakit itu sudah diidapnya penderita dapat menghalau cacing . Cacing pita menggunakan seluruh permukaan tubuhnya untuk menghisap makanan yang ada di dalam saluran pencernaan tuan rumahnya.daging yang kurang matang. Ada kalanya.Keluhan yang ditimbulkan kadang . melainkan telur . otot . penularan hanya dapat terjadi bila seseorang makan daging yang kurang lama di masak. Kista .kadang hanya ringan . Melalui aliran darah ini larva tersebar ke seluruh tubuh.pusing. 6. Obat ini diberikan kepada si penderita selagi perut kosong.telurnya. Penderita sering menyadari bahwa dirinya tengah menderita penyakit cacing pita. bahwa obat ini jarang menimbulkan efek sampingan karena tidak di serap oleh saluran cerna. sebanyak 4 tablet atau sama dengan 2 gram. antara lain di bawah kulit.penyakit cacing yang diuraikan sebelumnya. Tablet harus di kunyah selembut .cacing tersebut dengan obat yang bernama Niklisamidium atau Romosan. Frekuensi terbesar sering terjadi pada orang yang suka makan daging babi atau masakan babi 36 . Berbeda dengan penyakit .kista yang ada di saluran pencernaan menetas menjadi cacing dewasa dan tinggal di tempat tersebut. timbul kekejangan. Sekiranya jumlah larva yang terdapat dalam jaringan otak cukup banyak.otot. Pencegahan merupakan cara terbaik untuk menghindari penyakit cacing pita. Telur . bahkan ada yang sampai mengalami kematian.ruas cacing tersebut. Trichinella Spiralis Kelainan yang dapat ditimbulkan oleh Trichinella Spiralis di sebut Trichinosis.ringan saja.telur menetas dalam saluran pencernaan memasuki aliran darah. dan mungkin ada juga yang sampai di otak. karena di celana dalamnya terdapat ruas . Perlu diketahui. yang masuk ke dalam tubuh manusia bukan kistanya. Tanda dan gejala penderita cacing pita tergantung dari keparahannya. Selanjutnya cacing akan hidup sebagai parasit di dalan tubuh.lembutnya.

lainnya.ulang. 7.pembuluh dan kelenjar getah bening (jaringan limpa). penderita memperlihatkan tanda dan gejalanya sebagai berikut : Suhu badan naik disertai tubuh menggigil. Filariasis ( Elephantiasis = Penyakit kaki gajah ) : : Cacing Filaria Malagi dan Filaria Bancrofti dengan perantaraan nyamuk Culex Fatigans Penyebab Cara penularan Gejala penyakit : Cacing Filaria sp hidup di dalam pembuluh . Penyakit trichinosis dapat berlangsung 3 . tetapi sebenarnyadapat menjadi parah. Cacing Trichinella Spiralis hampir tidak pernah terlihat dalam tinja. Peradangan dan penyumbatan pada saluran getah bening menyebabkan terjadinya bendungan limfe di sebelah distal (ujung) 37 . Pencegahan penyakit ini adalah dengan menghindari makanan yang terbuat dari daging babi. dan kadang .4 minggu. Orang yang makan daging babi yang masih agak mentah beberapa jam kemudian bisa mengalami diare dan rasa tidak enak pada perutnya.kadang terjadi pembengkakkan pada tungkai. kelpoak mata membengkok. Obatnya antara lain adalah Thiabendazole. Karena itu gejala penyakitnya di tandai dengan demam yang datang secara mendadak dan berulang . bahkan ada yang sampai meninggal dunia. Tanda dan gejala yang di timbulkan tergantung pada jumlah larva yang masuk ke dalam perut. nyeri pada otot.kadang memperlihatkan warna merah akibat pendarahan dalam jaringan mata. Dalam keadaan yang cukup parah. Sedang bagian mata yang barwarna putih kadang . kemudian masuk ke dalam aliran darah untuk selanjutnyamenetap dalam jaringan otot.Kulit penderita sering bewarna biru lebam karena peredaran darah di bawah kulit terganggu.

Sumatera. b. di tungkai kaki ( menyebabkan “kaki gajah” ) Bendungan dipembuluh limfe dada ( Ductus throsicus ) akan menyebabkan pecahnya saluran limfe di ginjal sehingga urine mengandung limfe ( Chyluria ) dan urine tampak seperti air susu karena mengandung lemak dari limfe. Timor. c. Filariasis di Indonesia : Filariasis banyak terdapat di Indonesia seperti di pulau Jawa. Pendidikan kesehatan kepada masyarakat tentang penyakit Filariasis. Memberantas vektor penyakit yaitu nyamuk Culex Fatigans. 38 . • Agar setiap anggota masyarakat turut aktif dalam usaha pemberantasan penyakit ini. dll Usaha pencegahan dan pemberantasannya : a. misalnya tentang : • Usaha pencegahan ( tidur memakai kelambu ) • Perlunya mengenal gejala penyakit secara dini dan pengobatan segera. Meniadakan sumber penularan dengan mencari dan mengobati semua penderita.sehingga terjadi pembengkakkan di scrotum (kantung buah zakar).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful