Tata Cara Penyusunan Makalah & Karya Tulis

Oleh : Rahmat Rijalun

Makalah : Pembahasan suatu masalah berdasarkan hasil kajian pustaka (teori) atau hasil pengamatan (penelitian).  Tahap-tahap Penyusunan Makalah 1. Persiapan a. Mengumpulkan dan membaca buku-buku untuk memilih dan menentukan topik; b. Membaca buku-buku untuk memperluas pengetahuan yang berhubungan dengan topik yang telah terpilih mengembangkan kerangka makalah 2. Penulisan Kegiatan pengembangan kerangka makalah menjadi sebuah makalah 3. Pemeriksaan (Revisi) Pemeriksaan terhadap isi dan penggunaan kata, kalimat, ejaan, dan tanda baca  Pertimbangan dalam Memilih Topik Topik harus bermanfaat; 1. Menarik dan sesuai dengan minat penulis; 2. Topik harus dikuasai penulis; 3. Tersedia sumber-sumber informasi dan bacaan Contoh : : Pemerintahan

atas

: Pemuda sebagai Calon Pemimpin Pemuda sebagai Calon Pemimpin Pemerintahan Masa Depan Pemuda sebagai Calon Pemerintahan Masa Depan

Karangan :

Karangan :

KERANGKA MAKALAH

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Permasalahan 1.3 Tujuan 1.4 Metode Pengumpulan Data 1.5 Sistematika BAB BAB III 3.1 Simpulan 3.2 Saran DAFTAR PUSTAKA II PEMBAHASAN PENUTUP

BAB I PENDAHULUAN
 Latar Belakang - Pada bagian ini diungkapkan hal-hal yang melatarbelakangi pembuatan makalah atau Makalah.

Contoh : 1. Apalagi bagi bangsa Indonesia yang menganut asas demokrasi dalam pemerintahan. Contoh : 1. hal itulah yang akan diungkapkan dalam Makalah ini. perlu kiranya dijelaskan pengertian berbagai istilah yang digunakan dalam Makalah ini. Makalah ini disusun dengan tujuan untuk memperoleh gambaran yang memadai tentang sistem pemilihan umum di Indonesia.  Tujuan Bagian ini mengungkapkan tujuan yang ingin dicapai melalui Makalah tersebut. kita sepatutnya memiliki pemahaman tentang pemilihan umum. Makalah ini disusun untuk melengkapi syarat mengikuti ujian akhir yang diwajibkan bagi siswa kelas  Pembatasan Masalah Bagian ini mengungkapkan cakupan masalah yang akan dibahas. Pada usia tertentu. warga negara mempunyai hak dan kewajiban ikut serta dalam pemilihan umum. Agar pembahasan lebih terarah. Contoh : 1.Pembatasan juga dapat berisi penjelasan tentang peristilahan yang digunakan dalam Makalah. Supaya tidak timbul kesalahpahaman. .3 Pembatasan Masalah Masalah pemilihan umum sangatlah luas dan kompleks. karya tulis ini hanya membahas aspek sistemnya.1 Latar Belakang Pemilihan Umum merupakan kebutuhan bagi seluruh warga.Bagian ini mengungkapkan landasan pemikiran pemilihan judul atau permasalahan yang akan ditulis.. Sampai sejauh mana pemilihan umum di Indonesia dilaksanakan. . Di samping itu. 17 tahun ke atas.2 Tujuan Sebagai warga negara dari sebuah negara yang demokratis. Masalah yang terlalu luas harus dibatasi supaya pembahasan lebih terfokus. III SMP.

tujuan. metode pengumpulan data.3.5 Sistematika Penulisan Makalah disusun dengan urutan sebagai berikut : Bab I Pendahuluan. yang mencakup Bab I sampai Daftar Pustaka menggunakan angka Arab. wawancara.4 Metode Pengumpulan Data Data yang dikemukakan dalam Makalah ini diperoleh melalui berbagai berbagai cara.Pengumpulan data dapat dilakukan melalui pengamatan.  Sistematika Penulisan Pada bagian ini penulis dapat menjelaskan urutan bab demi bab. data juga diperoleh melalui wawancara dengan narasumber berkompeten. Pertama. pembatasan masalah. Contoh : 1. kecuali pada halaman bab. dan sistematika penulisan. menjelaskan latar belakang. angket.Bagian ini menjelaskan berbagai teknik yang digunakan dalam pengumpulan data untuk penyusunan Makalah tersebut. Kecuali buku.4. Letak angka halaman ini semuanya di kanan atas. Metode Pengumpulan Data . dengan membaca buku-buku sumber yang ada hubungannya dengan pemilihan umum. dan membaca buku. ada juga majalah. Contoh : 1.2.5 dan seterusnya. . Di samping itu. koran . PENULISAN ANGKA HALAMAN MAKALAH Penulisan halaman isi. dan berbagai brosur terbitan Lembaga Pemilihan Indonesia (LPI). yaitu 1. .

(b) tahun penerbitan. Bandung : ………. Nama penerbit buku diakhiri tanda titik (. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Pengantar Apresiasi Sastra. Badudu. 1997. Bandung : Pustaka Prima. Cetakan ke-9.). Judul buku dan subjudul (kalau ada) ditulis miring atau diberi garis bawah per kata dan diakhiri tanda titik (. Jika nama pengarang terdiri atas dua kata. Misalnya. Membina Bahasa Indonesia Baru. dan bahan bacaan lainnya yang dikutip atau digunakan sebagai sumber informasi dalam penulisan makalah.) e.) d. dkk. Marlina dan Euis Honiatri. Bandung: Sinar Baru. Kamus Ungkapan Bahasa Indonesia. J. Seri 1. 1988. Nama gelar tidak perlu dicantumkan. Intisari Tata Bahasa Indonesia untuk SLTP. b.1981. Amin Santoso ditulis Santoso.) c. kata kedua harus didahulukan.) Contoh : Aminuddin. Bandung : Pustaka Setia. (c) judul dan subjudul (jika ada).S. Amin.DAFTAR PUSTAKA ar Pustaka : Daftar yang berisi buku. 1987. Hal-hal yang diinformasikan dari sebuah buku dalam penulisan daftar pustaka.  Cara Menulis Daftar Pustaka a. 1981. Pustaka Prima. makalah. Jakarta : Depdikbud.. (e) nama penerbit. Moeliono. Kota penerbit diakhiri tanda titik (. 3. Tahun terbit buku diakhiri tanda titik (. Anton M. Di belakang nama diberi tanda titik (. . (d) tempat penerbitan. 2. Wijaya. . meliputi: (a) nama pengarang. artikel.

Daftar Isi adalah suatu daftar yang membuat gambaran isi karya tulis secara menyeluruh 4. Bab II Pembahasan   Deskripsi Lokus adalah penjelasan singkat mengenai permasalahan disertai analisis permasalahan Landasan Teoritis adalah kumpulan teori yang digunakan dalam pembuatan karya tulis . Bab I Pendahuluan    Latar Belakang Permasalahan adalah fenomena permasalahan dalam lingkungan yang diamati Masalah atau Pokok Permasalahan merupakan identifikasi dari latar belakang permasalahaan Tujuan Penulisan Makalah adalah uraian tujuan dan hal yang ingin dicapai mengenai penulisan karya tulis 2. Daftar Lampiran (jika ada) merupakan daftar yang menerangkan penjelasan menggunakan lampiran Contoh Cover Sistematika Penulisan Makalah . Daftar Tabel (jika ada) merupakan daftar yang menerangkan penjelasan menggunakan tabel 5. Daftar Gambar (jika ada) merupakan daftar yang menerangkan penjelasan menggunakan gambar 6.1. Lembar Judul adalah identitas yang memberikan gambaran mengenai isi makalah 2. Kata Pengantar berisikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihPak yang membantu pembuatan makalah 3.Bagian Isi Sistematika Penulisan Makalah terdiri dari beberapa unsur sebagai berikut : 1.

B. artinya. bahasa dapat diartikan sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu yang terlintas di dalam hati. dinamis. Sistem bahasa berupa lambang-lambang bunyi. lebih jauh bahasa bahasa adalah alat untuk beriteraksi atau alat untuk berkomunikasi. dinamis. produktif. berupa bunyi. produktif. Lampiran-Lampiran (Jika Ada) Pengertian Bahasa. Pengertian Bahasa Secara sederhana. konsep atau perasaan. dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran. beragam dan manusiawi. bahasa dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dapat dikaidahkan. dinamis. Contoh lambang bahasa yang berbunyi “nasi” melambangkan konsep atau makna „sesuatu yang biasa dimakan orang sebagai makanan pokok‟. produktif. Bahasa Bersifat Abritrer . 2011 in Uncategorized 2 A. Dalam studi sosiolinguistik. beragam. Karena setiap lambang bunyi itu memiliki atau menyatakan suatu konsep atau makna. Namun. dan manusiawi. maka dapat disimpulkan bahwa setiap suatu ujaran bahasa memiliki makna. gagasan. Karakteristik Bahasa dan Fungsi Bahasa – Kajian Sosiolinguistik Posted: Mei 7. Dari pengertian tersebut. Daftar Pustaka memiliki pengertian sumber bacaan ilmiah yang digunakan 2. Analisis merupakan penjelasan mengenai data.[1] Bahasa adalah sebuah sistem. bukan ringkasan Saran merupakan tindak lanjut dari kesimpulan . Bab III Penutup   Kesimpulan adalah jawaban atas permasalahan penelitian. dapat disimpulkan bahwa di antara karakteristik bahasa adalah abitrer. bersifat arbitrer.Bagian Akhir dalam Format Pembuatan Makalah terdiri dari beberapa unsur sebagai berikut : 1. bahasa diartikan sebagai sebuah sistem lambang. Karakteristik Bahasa Telah disebutkan di atas bahwa bahasa adalah sebuah sistem berupa bunyi. bersifat abitrer. setiap lambang bahasa melambangkan sesuatu yang disebut makna atau konsep. beragam dan manusiawi. fakta dan informasi yang dianalisis dengan teoriteori yang telah diungkapkan sebelumnya 3. 1.

dengan sejumlah besar unsur yang terbatas. maka bahasa itu menjadi beragam. Purwadarminta bahasa Indonesia hanya mempunyai kurang lebih 23. sintaksis. tetapi juga ada kosakata lama yang tenggelam. baik dalam tataran fonologis. menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia susunan WJS. Hewan tidak mempunyai bahasa. Bahasa Jawa yang digunakan di Surabaya berbeda dengan yang digunakan di Yogyakarta. Yang dimiliki hewan sebagai alat komunikasi. 1. alasan “kuda” melambangkan „sejenis binatang berkaki empat yang bisa dikendarai‟ adalah tidak bisa dijelaskan. Dia akan mematuhi. misalnya. 1. morfologis. tetapi dengan cara belajar. namun dapat dibuat satuan-satuan ujaran yang hampir tidak terbatas. Perubahan itu dapat terjadi pada tataran apa saja: fonologis.000 buah kata tersebut dapat dibuat jutaan kalimat yang tidak terbatas. oleh karena itu dikatakan bahwa bahasa itu bersifat manusiawi. sebab jika dilakukannya berarti dia telah melanggar konvensi itu. Artinya setiap penutur suatu bahasa akan mematuhi hubungan antara lambang dengan yang dilambangkannya. Bahasa Bersifat Produktif Bahasa bersifat produktif artinya. tetapi dengan 23. 1. Meskipun bersifat abritrer. yang berupa bunyi atau gerak isyarat. morfologis. Secara kongkret. bisa berubah dan tidak dapat dijelaskan mengapa lambang tersebut mengonsepi makna tertentu. Begitu juga bahasa Arab yang digunakan di Mesir berbeda dengan yang digunakan di Arab Saudi. Misalnya.000 kosa kata. tidak digunakan lagi. dan tidak untuk melambangkan konsep yang lain. Fungsi-Fungsi Bahasa .Bahasa bersifat abritrer artinya hubungan antara lambang dengan yang dilambangkan tidak bersifat wajib. semantic dan leksikon. hanya dimiliki manusia. Pada setiap waktu mungkin saja terdapat kosakata baru yang muncul. Hewan tidak mampu untuk mempelajari bahasa manusia. Manusia dalam menguasai bahasa bukanlah secara instingtif atau naluriah. namun karena bahasa itu digunakan oleh penutur yang heterogen yang mempunyai latar belakang sosial dan kebiasaan yang berbeda. Bahasa Bersifat Manusiawi Bahasa sebagai alat komunikasi verbal. 1. tetapi juga konvensional. tidak bersifat produktif dan dinamis. Bahasa Bersifat Dinamis Bahasa bersifat dinamis berarti bahwa bahasa itu tidak lepas dari berbagai kemungkinan perubahan sewaktu-waktu dapat terjadi. Bahasa Bersifat Beragam Meskipun bahasa mempunyai kaidah atau pola tertentu yang sama. C. sintaksis maupun pada tataran leksikon. lambang „buku‟ hanya digunakan untuk menyatakan „tumpukan kertas bercetak yang dijilid‟.

Bagi sosiolinguistik konsep bahwa bahasa adalah alat atau berfungsi untuk menyampaikan pikiran dianggap terlalu sempit. Di sini bahasa itu tidak hanya membuat si pendengar melakukan sesuatu. bahasa berfungsi personal. yaitu mengatuf tingkah laku pendengar. Dalam hal ini pihak pendengar juga dapat menduga apakah si penutur sedang sedih. konsep atau perasaan. Fungsi Metalingual atau Metalinguistik Dilihat dari segi kode yang digunakan. Biasanya bahasa digunakan untuk membicarakan masalah lain seperti ekonomi. air muka atau kedipan mata. memperlihatkan perasaan bersahabat atau solidaritas sosial. Fungsi referensial ini yang melahirkan paham tradisional bahwa bahasa itu adalah alat untuk menyatakan pikiran. sebab yang menjadi persoalan sosiolinguistik adalah “who speak what language to whom. Fungsi Referensial Dilihat dari topik ujaran bahasa berfungsi referensial. Oleh karena itu fungsi-fungsi bahasa dapat dilihat dari sudut penutur. bahasa berfungsi metalingual atau metalinguistik. Fungsi Personal atau Pribadi Dilihat dari sudut penutur. Artinya. tetapi juga memperlihatkan emosi itu sewaktu menyampaikan tuturannya. kode dan amanat pembicaraan. Fungsi Direktif Dilihat dari sudut pendengar atau lawan bicara. seperti pada waktu pamit. ungkapan-ungkapan ini tidak dapat diterjemahkan secara harfiah. Tetapi . Si penutur bukan hanya mengungkapkan emosi lewat bahasa. memelihara. Oleh karena itu. marah atau gembira. dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran. si penutur menyatakan sikap terhadap apa yang dituturkannya. 1. pendengar. pengetahuan dan lain-lain. Fungsi Fatik Bila dilihat segi kontak antara penutur dan pendengar. gelengan kepala. gerak gerik tangan. 1. Ungkapan-ungkapan fatik ini biasanya juga disertai dengan unsur paralinguistik.Konsep bahasa adalah alat untuk menyampaikan pikiran. when and to what end”. bahasa itu digunakan untuk membicarakan bahasa itu sendiri. tetapi melakukan kegiatan yang sesuai dengan yang dikehendaki pembicara. bahasa berfungsi direktif. Ungkapanungkapan tersebut jika tidak disertai unsure paralinguistik tidak mempunyai makna. gagasan. topic. Artinya bahasa berfungsi menjalin hubungan. Ungkapan-ungkapan yang digunakan biasanya sudah berpola tetap. untuk menyatakan bagaimana si penutur tentang dunia di sekelilingnya. yaitu berfungsi untuk membicarakan objek atau peristiwa yang ada disekeliling penutur atau yang ada dalam budaya pada umumnya. seperti senyuman. maka bahasa bersifat fatik. 1. Maksudnya. Bahasa adalah alat untuk beriteraksi atau alat untuk berkomunikasi.[2] 1. 1. berjumpa atau menanyakan keadaan.

1. . Fungsi Imajinatif Jika dilihat dari segi amanat (message) yang disampaikan maka bahasa itu berfungsi imajinatif. Bahasa itu dapat digunakan untuk menyampaikan pikiran. Fungsi imaginasi ini biasanya berupa karya seni (puisi. gagasan dan perasaan. baik yang sebenarnya maupun yang hanya imajinasi (khayalan) saja. Hal ini dapat dilihat dalam proses pembelajaran bahasa di mana kaidah-kaidah bahasa dijelaskan dengan bahasa. cerita.dalam fungsinya di sini bahasa itu digunakan untuk membicarakan atau menjelaskan bahasa. dongeng dan sebagainya) yang digunakan untuk kesenangan penutur maupun para pendengarnya.

Digunakan oleh masyarakat untuk beriteraksi Sementara fungsi bahasa menurut Mahmudah dan Ramlan (2007:2-3) adalah alat komunikasi antaranggota masyarakat Indonesia. dapat diambil kesimpulan bahwa pengertian bahasa mencakup hal-hal sebagai berikut: 1. kemauan bahkan dapat melambangkan tingkah laku seseorang. Bahasa juga mempunyai relasi dengan proses-proses sosialisasi suatu masyarakat. Sedangkan bahasa sebagai arti atau makna berarti isi yang terkandung di dalam arus bunyi yang menyebabkan reaksi atau tanggapan orang lain. . mempelajari dan mengambil bagian dalam pengalaman tersebut. Bahasa sebagai bunyi vokal berarti sesuatu yang dihasilkan oleh alat ucap manusia berupa bunyi yang merupakan getaran yang merangsang alat pendengar. Alat untuk menyatakan ekspresi diri Bahasa menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam dada kita. Alat mengadakan integrasi dan adaptasi sosial Bahasa merupakan salah satu unsure kebudayaan yang memungkinkan manusia memanfaatkan pengalaman-pengalaman mereka. Sistem lambing bunyi yang arbitrer 2. Selain itu. Bahasa juga mencakup dua bidang. Alat komunikasi Bahasa merupakan saluran perumusan maksud yang melahirkan perasaan dan memungkinkan adanya kerjasama antarindividu. dan juga melambangkan perasaan. tetapi masing-masing tetap mengikat kelompok penuturnya dalam satu kesatuan sehingga mampu menyesuaikan dengan adat-istiadat dan kebiasaan masyarakat. berinteraksi. sekurangkurangnya untuk memaklumkan keberadaan kita.« Bahasa Jurnalistik: Sebuah Pengantar Sejarah Jurnalistik dan Munculnya Bahasa Jurnalistik » Pengertian dan Fungsi Bahasa July 31. Bahsa juga menunjukkan perbedaan antara satu penutur dengan penutur lainnya. dan mengindentifikasikan diri. Simbol bunyi yang memiliki arti serta makna 4. fungsi bahasa juga melambangkan pikiran atau gagasan tertentu. yaitu bunyi vokal dan arti atau makna. 4. Dari pengertian di atas. Alat mengadakan kontrol sosial Bahasa merupakan alat yang dipergunakan dalam usaha mempengaruhi tingkah laku dan tindak tanduk orang lain. Gorys Keraf (2001:3-8) menyatakan bahwa ada empat fungsi bahasa. 2009 by kangarul Kamus Besar Bahasa Indonesia secara terminology mengartikan bahasa sebagai sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerjasama. Gorys Keraf (1994:1) memberikan pengertian bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Alat komunikasi 3. serta belajar berkenalan dengan orang-orang lain. yaitu: 1. 2. 3.

wordpress.http://tugasmanajemen.com/2009/07/31/pengertian-dan-fungsi-bahasa/ .html http://dibustom.blogspot.wordpress.com/2011/03/pengertian-bahasa-fungsi-bahasa-ragam.com/2011/05/07/pengertian-bahasa-karakteristik-bahasa-dan-fungsibahasa-kajian-sosiolinguistik/ http://kangarul.

c. pada tahun 684. e. Aceh. Kedudukan bahasa Melayu yang istimewa ini disebabkan karena :(a) letak geografis yang istimewa. d. Prasasti Talang Tuo. Sutan Takdir Alisjahbana menguraikan bahwa Negeri kita yang terdiri atas beribu-ribu pulau ini. yaitu rumpun bahasa yaitu bahasa Austronesia atau bahasa Melayu Polinesia. Aceh pada tahun 1380 M. telah selayaknya mempunyai jumlah bahasa dan dialek yang sangat banyak. Latar Belakang Bahasa Indonesia adalah hasil pertumbuhan dan perkembangan bahasa Melayu. b. Prasasti Kota Kapur. S. sedangkan sebagian lagi termasuk dalam rumpun yang lebih besar. (b) menjadi bahasa perhubungan bagi seluruh kekuasaan politik kerajaan Sriwijaya. meskipun bahasa Melayu bukan bahasa yang terbesar di kepulauan kita. . misalnya: a. pada tahun 688. Gubernur Jenderal Ruchusson turut mengakuinya. Prasasti Kedukan Bukit. dan Malaka. pada tahun 683. Namun bahasa dan dialek yang jumlahnya banyak itu sebagian besar termasuk dalam satu rumpun bahasa yaitu bahasa Melayu. bahasa dalam politik. di Bangka Barat. Merangi. Perkembangan dan pertumbuhan bahasa Melayu tampak lebih jelas dari berbagai peninggalan – peninggalan. pada tahun 686. Prasasti Karang Brahi Bangko. Fungsi bahasa Melayu seperti itu berlangsung sampai akhir zaman penjajahan Belanda dan pejanjahan Jepang. Bahasa Melayu telah menjadi bahasa umum di Asia Tenggara berabad-abad lamanya. dan lain-lain. di Palembang. Tulisan yang terdapat pada batu nisan di Minye Tujoh. Bahasa Melayu sebagai lingua franca telah memenuhi fungsinya sebagai bahasa dalam perdagangan.SEJARAH PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA 6/14/2012 11:50:00 PM materi kuliah No comments I. Jambi. di Palembang. Takdir Alisjahbana menerangkan bahwa bahasa yang menjadi perhubungan umum atau “lingua franca” di Negeri kita pada waktu itu adalah bahasa Melayu. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa bahasa Melayu telah menjadi bahasa umum di negeri kita.

Sewajarnyalah bahwa pada akhirnya bahasa Melayu itu terangkat kedudukannya menjadi bahasa nasional. Karena dengan itu akan mudah dalam mencapai persatuan dan kesatuan dalam rangka bernasional. Asal Usul Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dari bahasa Melayu. ia mengusulkan agar bahasa Melayu dijadikan bahasa pengantar di sekolah-sekolah. jong selebes. Bahasa Melayu berperan penting dalam kehidupan sehari-hari pada masa itu. Kongres pemuda Indonesia yang pertama pada tahun 1926 telah membuktikan kesadaran dan semangat para pemuda Indonesia akan perlunya pembinaan bahasa dan kesusasteraan Indonesia. II. Berdasarkan catatan sejarah. pada akhirnya. bahasa Melayu merupakan bahasa perhubungan atau komunikasi sejak bertahun-tahun yang lalu ini tampak pada masa awal bangkitnya kerajaan Sriwijaya (abad VII). dan sebagainya. Mereka sepakat. Para tokoh pergerakan mulai berpikir akan pentingnya bahasa sebagai alat komunikasi antar pergerakan yang tergabung dalam berbagai jong. bahasa Melayu tidak saja berfungsi sebagai bahasa perhubungan namun. Sriwijaya yang memiliki pengaruh besar bukan saja di Indonesia. perdagangan tempat orang belajar filsafat. dan nama bahasa Melayu diganti dengan bahasa Indonesia. bahasa agama. dan pusat keagamaan (Budha). dan bahasa dalam penyampaian ilmu pengetahuan. namun juga disebagian besar Asia Tenggara telah menggunakan bahasa Melayu. jong java. karena Sriwijaya merupakan pusat kebudayaan. Cina. Jawa. Bila dilihat dari sudut sejarah. jong ambon.Oleh karena itu. sebab bahasa Melayu merupakan lingua franca di seluruh kepulauan dan dipakai oleh bangsa yang berbeda-beda seperti : bangsa Arab. Perkembangan bahasa Melayu juga tampak pada masa kebangkitan pergerakan bangsa Indonesia yang dimulai sejak berdirinya Boedi Oetomo (1908). bahasa resmi. untuk memanfaatkan bahasa Melayu sebagai alat bertukar informasi dan komunikasi. bukan saja dikepulauan Nusantara melainkan juga hampir diseluruh Asia Tenggara. Misalnya. dan pada tanggal 28 Oktober 1928 diadakan kongres pemuda yang kedua. . digunakan juga sebagai bahasa pengantar. dan lain-lain. yang sejak dahulu sudah dipakai sebagai bahasa perantara (lingua franca). Dalam kongres ini dikumandangkan sumpah pemuda.

yang kaya akan kosa kata dan mantap dalam struktur. tanah air Indonesia Kedua : Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu. sedangkan masa pasca 1928. . para pemuda mengikrarkan Sumpah Pemuda. bahasa Arab. Hal ini disebabkan. bahasa Belanda. bahasa Inggris.Dalam kongres II jong Sumatera. pembenihan dan pengandungan adalah masa pra – 1928. misalnya. bangsa Indonesia Ketiga : Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan. bahasa Portugis. Ia memerlukan waktu untuk pembenihan. Kaum Moeda. Perubahan itu dapat diibaratkan sebagai proses kelahiran. Selain pertukaran informasi dan komunikasi semakin terjalin. dan pelahiran. bangsa Indonesia menerima pengaruh-pengaruh yang datang dari luar. Pada tanggal 28 Oktober 1928. dengan tegas diputuskan pemakaian bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan antar jong. bahasa Indonesia menerima pengaruh dari bahasa daerah tersebut. Bianglaa. bahasa sunda. ketika perubahan bahasa Melayu ke bahasa Indonesia. Kata-kata asing masuk ke dalam bahasa Indonesia seperti bahasa Sanksekerta. Ini besar pengaruhnya bagi pemekaran bahasa Melayu dan pergerakan kebangsaan itu sendiri. Naskah putusan kongres pemuda Indonesia tahun 1928 itu berisi tiga butir kebulatan tekad sebagai berikut : Pertama : Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu. Tindak lanjut dari keputusan tersebut adalah menerbitkan surat kabar Neratja. Perkembangan bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia berlangsung secara perlahan-lahan. tetapi secara terus menerus dan pada akhir ini perkembangannya itu menjadi pesat sehingga bahasa ini telah menjelma menjadi suatu bahasa baru. dipakai oleh rakyat yang terdiri atas berbagai suku bangsa yang masing-masing mempunyai bahasa daerahnya sendiri-sendiri. Bahasa Melayu menjadi resmi dengan diikrarkannya Sumpah Pemuda. suatu kelahiran pun memerlukan waktu panjang. pengandungan. dari bahasa minangkabau. bahasa tersebut dapat dikatakan “lahir” dan memperoleh nama sekaligus. Sebagai suatu bahasa yang hidup. Demikian juga berlaku dalam segi bahasa. penyebarluasan bahasa Melayu pun semakin tampak. Bahasa Melayu yang sudah dipakai sejak pertengahan abad VII menjadi bahasa Indonesia. bahasa Tionghoa. Maka. bahasa Indonesia. bahasa jawa. Sebagai suatu bangsa yang hidup di tengah-tengah percaturan politik dan kebudayaan dunia.

Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat yang memungkinkan penyatuan berbagai masyarakat yang berbeda latar belakang sosial budaya dan bahasanya ke dalam kesatuan kebangsaan nasional. suku sunda. d. tetapi tampak juga pada struktur kata dan kalimat. IV. Bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional. seperti dalam bahasa sunda (kasar. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang identitas nasional Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat perhubungan antara daerah dan antara budaya III. Peristiwa-peristiwa penting dalam perkembangan bahasa Indonesia. mudah dipelajari karena dalam bahasa ini tidak dikenal tingkatan bahasa. Bahasa Melayu mempunyai kesanggupan untuk dipakai sebagai bahasa kebudayaan dalam arti yang luas. yaitu sebagai berikut : 1. b. Seminar politik bahasa Indonesia yang diselenggarakan pada Februari 1975. dan suku-suku yang lain dengan sukarela menerima bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. c. merumuskan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia sebagai berikut: a. Bahasa Melayu sudah merupakan lingua franca di Indonesia. seperti dalam bahasa jawa (ngoko. Sistem bahasa Melayu sederhana. Suku jawa. Faktor-faktor yang Melatarbelakangi Perubahan Bahasa Melayu menjadi Bahasa Indonesia Ada empat faktor yang menjadi penyebab bahasa Melayu.Pengaruhnya ini tidak terbatas pada pemungutan kata-kata. lemes). 4. kromo) atau perbedaan bahasa kasar dan halus. diangkat menjadi bahasa Indonesia. . 3. bahasa penghubung dan bahasa perdagangan 2.

Tahun-tahun penting yang mengandung arti sangat menentukan dalam sejarah perkembangan bahasa Melayu / Indonesia dapat dirinci sebagai berikut. yang kemudian pada tahun 1917 diubah menjadi balai pustaka. Pada tahun 1933 secara resmi berdiri sebuah angkatan sastrawan muda yang menamakan dirinya pujangga baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisyahbana dan kawan-kawan 5. bukubuku penuntun bercocok tanam. seperti siti nurbaya dan salah asuha. Pada tanggal 18 Agustus 1945 ditandatanganilah Undang-undang 1945. 3. Pada tanggal 2-28 Juni 1938 dilangsungkan kongres bahasa Indonesia I di Solo. 7. penuntun memelihara kesehatan. Dari hasil kongres di Solo ini dapat disimpulkan bahwa usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia telah dilakukan secara sadar oleh cendikiawan dan budayawan kita saat itu 6. Kongres bahasa Indonesia II di Medan pada tanggal 28 Oktober 2 November 1954 adalah juga salah satu perwujudan tekad bangsa Indonesia untuk terus menerus menyempurnakan bahasa Indonesia yang diangkat sebagai bahasa nasional dan ditetapkan sebagai bahasa negara itu. Tanggal 28 Oktober 1928 merupakan saat-saat yang paling menentukan dalam perkembangan bahasa Indonesia karena pada tanggal 28 Oktober 1928 itulah para pemuda pilihan memancangkan tonggak yang kukuh untuk perjalanan bahasa Indonesia 4. Pada tanggal 19 Maret 1947 diresmikan penggunaan ejaan Republik (ejaan Soewandi) sebagai pengganti ejaan van Ophuisjen yang berlaku sebelumnya 8. 57. yang tidak sedikit membantu penyebaran bahasa Melayu di kalangan masyarakat luas. Balai pustaka menerbitkan buku-buku novel. Pada tanggal 16 Agustus 1972 Presiden Republik Indonesia meresmikan penggunaan ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan melalui pidato kenegaraan di depan sidang DPR yang dikuatkan pula dengan keputusan presiden no. yang salah satu pasalnya (pasal 36) menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Pada tahun 1901 disusun ejaan resmi bahasa Melayu oleh Ch. tahun 1972. 9. . A Van Ophusijen dan dimuat dalam kitab logat Melayu 2. 1. Pada tahun 1908 pemerintah mendirikan sebuah badan penerbit buku bacaan yang diberi nama commissie voor de volkslectuur (taman bacaan rakyat).

Perubahan huruf Ejaan Huruf Ejaan yang disempurnakan Dj Djalan.10. 11. Tanggal 12 Oktober 1972 No. djauh J Jalan. laju Y Payung. di – (awalan) Di (kata depan) Ditulis Di kampus Dibakar Di rumah e. Kongres bahasa Indonesia III yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 28 Oktober – 2 November 1978 merupakan peristiwa peristiwa yang penting bagi kehidupan bahasa Indonesia. maaf V. Huruf-huruf Q dan X yang lazim digunakan dalam ilmu ekstrakta tetap dipakai misalnya: a:b=P:Q Sinar X d. Pada tanggal 31 Agustus 1972 menteri pendidikan dan kebudayaan menetapkan pedoman umum ejaan Indonesia yang disempurnakan dan pedoman umum pembentukan istilah resmi berlaku di seluruh Indonesia. jauh J Pajuna. 156/P/1972 (Amran Halim Ketua) menyusun buku Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan berupa pemaparan Kaidah Ejan yang lebih luas. . Zeni. Kata Misalnya: Anak-anak Berjalan-jalan Meloncat-loncat 12. F. layu b. Universitas Z. Huruf-huruf dibawah ini sebelumnya sudah terdapat dalam ejaan Soewandi sebagai unsur pinjaman abjad asing yang diresmikan pemakai. Kongres yang ulang ditulis penuh dengan huruf tidak boleh digunakan angka 2. a. Penulisan d – sebagai awalan yaitu di – sebagai awalan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya sedangkan d sebagai kata depan ditulis terpisah. lezat c. Valuta.

Keanggotaannya terdiri atas tokoh masyarakat dan pakar yang mempunyai kepedulian terhadap bahasa dan sastra b. Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia . Kongres ini dihadiri oleh kira-kira tujuh ratus pakar bahasa Indonesia dari seluruh nusantara dan peserta tamu dari negara sahabat seperti Malaysia. Tugasnya ialah memberikan nasehat kepada pusat pemerintahan dan pengembangan bahasa serta mengupayakan peningkatan status kelembagaan pusat pembinaan dan pengembangan bahasa. yang mewajibkan kepada semua warga negara Indonesia untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Kongres bahasa Indonesia V juga diadakan di Jakarta pada tanggal 28 Oktober – 3 November 1988. Singapura. Singapura. Rusia. Brunei Darussalam. Kongres bahasa Indonesia VII diselenggarakan di hotel Indonesia Jakarta pada tanggal 26 – 30 Oktober 1988. 13. Jerman. dapat tercapai semaksimal mungkin. Italia. Belanda. Dalam putusanya disebutkan bahwa pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia harus lebih ditingkatkan sehingga amanat yang tercantum dalam garis-garis besar haluan negara. Korea Selatan. serta mengusulkan disusunnya undangundang bahasa Indonesia 16. kongres ini mengusulkan dibentuknya badan pertimbangan bahasa dengan ketentuan sebagai berikut : a. Kongres bahasa Indonesia VI diadakan di Jakarta pada tanggal 28 Oktober – 2 November 1993. Kongres ini diselenggarakan dalam rangka peringatan hari Sumpah Pemuda yang ke-55. Kongres bahasa Indonesia IV diselenggarakan di Jakarta pada 21 – 26 November 1983. yaitu berupa (1) kamus besar bahasa Indonesia. dan (2) tata bahasa baku bahasa Indonesia. 14. selain memperlihatkan kemajuan. Kongres ini mengusulakn agar pusat pembinaan dan pengembangan bahasa ditingkatkan statusnya menjadi lembaga bahasa Indonesia. pesertanya sebanyak 770 pakar bahasa di Indonesia dan 53 peserta tamu dari mancannegara (Australia. juga berusaha memantapkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia. Jepang. pertumbuhan dan perkembangan bahasa Indonesia sejak tahun 1908. Jerman. India. Brunei Darussalam. Hongkong.diadakan dalam rangka peringatan hari Sumpah Pemuda yang kelima puluh ini. Kongres ini ditandai dengan dipersembahkannya karya besar pusat pembinaan dan pengembangan bahasa kepada pecinta bahasa di nusantara. 15. dan America Serikat). dan Australia. V.

sejalan dengan nama negara merdeka yang diidam-idamkan. bahasa Indonesia mempunyai fungsi sebagai berikut: 1. Sebagai lambang kebangsaan 2.Bahasa Indonesia mempunyai dua macam kedudukan. satu bangsa. Sebagai alat pengembangan budaya. Sebagai alat perhubungan di tingkat Nasional 4. Sebagai bahasa resmi kenegaraan 2. dan satu bahasa. yaitu sebagai bahasa nasional dan sebagai bahasa Negara sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. Kesimpulan Bahasa Indonesia yang kini dipakai oleh kita bangsa Indonesia sebagai bahasa resmi di Negara kita dan bahasa perhubungan atau pergaulan setiap hari berasal dari bahasa Melayu. Sebagai alat penyatuan bangsa Sebagai bahasa Negara. Bersifat politis karena dengan rasa bersatu yang ditimbulkannya. Sebagai bahasa nasional. Sebagai pengantar dalam dunia pendidikan 3. Bangsa Indonesia lebih merasa terikat dalam satu ikatan karena merasa. satu tanah air. negara Indonesia dan suatu bangsa bersatu yaitu bangsa Indonesia. VII. Saran . Sebagai lambang identitas nasional 3. Sebagai alat komunikasi antar suku dan antar budaya 4. bahasa Indonesia mempunyai fungsi sebagai berikut: 1. Bahasa Indonesia bersifat politis. semangat untuk berjuang bersama-sama dalam mengejar kemerdekaan lepas dari penjajahan akan lebih berkobar-kobar. ilmu pengetahuan dan teknologi VI.

Dari seluruh penjelasan di atas kita telah mengetahui sejarah perkembangan bahasa Indonesia dimulai dari asal usul bahasa Indonesia sampai dengan diresmikannya bahasa Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928 dengan diikrarkannya sumpah pemuda. http://adegustiann. 1982.blogsome. kita sebagai generasi penerus bangsa kita harus menjunjung tinggi nilai-nilai kebahasaan dan mengamalkan sumpah pemuda yang mengandung arti yaitu satu tanah air. Pustaka Ngajeman Muhammad. 1986. dan satu bahasa. Jakarta.S.com/sejarah-bahasa-indonesia.html . Oleh karena itu. dan Drs. 1994. dan Dahara Prize Yamiliah.blogspot. selain itu sebagai generasi muda kita harus bangga menggunakan bahasa kita yaitu bahasa Indonesia. J. Jakarta. Jakarta: Depkes. Cermat Berbahasa Indonesia.htm. Bahasa Indonesia untuk Pendidikan Kesehatan. VIII.com/2009/02/02/sejarah-perkembangan-bahasa-indonesia/ http://anneahira. Slamet Somsoerizal. M. http://sekeping-episode-kehidupan. satu bangsa. Pelik-Pelik Bahasa Indonesia Bandung. Peresmian bahasa Indonesia tersebut tidak terlepas dari kesadaran dan semangat para pemuda Indonesia akan perlunya pembinaan bahasa dan kesastraan Indonesia. Effhar. DAFTAR PUSTAKA Arifin Zaenal. Akademika Pressindo Badudu.com/2012/06/sejarah-perkembangan-bahasaindonesia. Kamus Etimologi Bahasa Indonesia.Saat ini bahasa Indonesia sudah berkembang dengan pesat. 1999.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful