Nama : Edo Guntur Gunawan Nim : 0903021177 Tugas : Biologi Dasar 1.

Pewarisan Sifat Pada Manusia Sifat yang dimiliki orang tua diwariskan kepada anaknya melalui gen. Gen terdapat di dlalam kromosom yang ada didalam inti sel. Kromosom ada 2 jenis, yaitu autosom (dikode dengan huruf A) dan gonosom yang disebut juga kromosom seks, yaitu kromosom yang menentukan jenis kelamin (dikodekan dengan huruf XX untuk wanita, dan XY untuk pria). Kromosom sel tubuh (somatis) manusia bersifat diploid dengan jumlah kromosom 46 (23 pasang). Pada pria adalah 44 A + XY, sedangkan pada wanita 44A + XX, atau 22 aa + XX. Kromosom pada sel kelamin (gamet) bersifat haploid (n). Kromosom pada sel spermatozoa adalah 22a + X dan 22a + Y. Kromosom pada ovum (sel telur) adalah 22a + X. Sifat ada yang diwariskan melalui kromosom autosom dan ada yang melalui gonosom. Baik bersifat dominan maupun resensif. 1) Pewarisan Sifat yang Terpaut dalam Kromosom Seks Gen yang bertempat pada kromosom seks disebut gen terpaut seks. Sifat gen yang terpaut dalam seks sifatnya bergabung dengan jenis kelamin tertentu dan diwariskan bersama kromosom seks. Umumnya gen terpaut seks terdapat pada kromosom X, tetapi ada juga yang terpaut pada kromosom Y. A. Melalui Kromosom X 1. Buta warna Orang yang menderita buta warna tidak dapat membedakan warna-warna tertentu, buta warna merah hijau, tidak mampu membedakan warna merah dan hijau. Buta warna ini dikendalikan oleh gen resesif. Gen ini terpaut dalam kromosom X. Terdapat 5 kemungkinan genotipe, yaitu: 1) XC XC : wanita normal 2) Xc Xc : wanita buta warna 3) XC Xc : wanita pembawa buta warna/karier 4) XC Y : pria normal 5) Xc Y : pria buta warna Wanita karier atau pembawa artinya wanita yang secara fenotipe normal tetapi secara genotipe dia membawa alel sifat resesif untuk buta warna. Coba kalian buat diagram penurunan sifat, kepada siapa gen buta warna seorang ibu diwariskan. 2. Hemofilia Hemofilia merupakan kelainan dimana seseorang darahnya tidak dapat/sulit membeku yang terus-menerus. Gen yang mengendalikan sifat ini adalah gen resesif dan terpaut dalam kromosom X. Dalam keadaan homozigot resesif gen ini bersifat letal (menimbulkan kematian). Beberapa kemungkinan susunan genotipe adalah:

Dalam keadaan heterozigot IA dan IB bersifat kodominan. Namun. Landsteiner menemukan lokus ABO pada manusia yang terdiri atas tiga buah alel. . Antibodi adalah zat penangkal terhadap berbagai zat asing (antigen) yang masuk ke dalam tubuh. IB. Dalam tubuh seseorang tidak mungkin terjadi reaksi antara antigen dan antibodi yang dimilikinya sendiri. penderitan suka menggigit bibir hingga rusak dan sering kejang otot yang tidak disadari.1) XH XH : wanita normal 2) Xh Xh : wanita hemofilia bersifat letal 3) XH Xh : wanita pembawa/karier 4) XH Y : pria normal 5) Xh Y : pria hemofilia 3. 1). Genotipe dan fenotipe individu pada sistem ABO. Anodontia (gigi tidak tumbuh) 4. Kompatibilitas golongan darah sistem ABO pada transfusi darah. Genotipe dan fenotipe individu pada sistem ABO Genotipe I I atau IAI0 IBIB atau IBI0 IAIB I0I0 A A Fenotipe A B AB O Lokus ABO mengatur tipe glikolipid pada permukaan eritrosit dengan cara memberikan spesifikasi jenis enzim yang mengatalisis pembentukan polisakarida di dalam eritrosit tersebut. Pewarisan sifat dari ayah ke anak laki-laki sehingga disebut gen holandrik. 2. Melalui Kromosom Y Penderita hanya laki-laki. termasuk muka). Hysterixgravior (seluruh tubuh berambut. Sindrom Lesch – Nyhan Terjadi karena kelebihan basa nitrogen guanin. Golongan darah sistem ABO pada manusia Pada tahun 1900 K. Hipertrikosis (telinga berambut) 2). yaitu IA. Glikolipid yang dihasilkan akan menjadi penentu karakteristika reaksi antigenik tehadap antibodi yang terdapat di dalam serum darah. B. pada transfusi darah kemungkinan terjadinya reaksi antigen-antibodi yang mengakibatkan terjadinya aglutinasi (penggumpalan) eritrosit tersebut sangat perlu untuk diperhatikan agar dapat dihindari. dan I0. sedang I0 merupakan alel resesif.

Hal ini dikemukakan oleh Wiener. di antara sekian banyak yang dikenal tersebut. Sementara itu. terdapat tiga macam fenotipe yang dimunculkan oleh tiga macam genotipe. Race dan R. Golongan darah sistem MN Genotipe IMIM IMIN ININ Fenotipe M MN N Anti M + + Anti N + + Sebenarnya masih banyak lagi sistem golongan darah pada manusia. pada tahun 1940. yaitu IM dan IN . sedang yang tidak disebut Rh negatif (Rh-). sistem ABO dan MN merupakan dua dari tiga sistem golongan darah pada manusia yang paling penting. R. dari temuan berbagai antibodi yang baru. B.A. Fiescher mengajukan hipotesis bahwa kontrol genetik untuk sistem Rh adalah poligen (lihat juga BabXIV). tetapi juga eritrosit sebagian besar orang kulit putih di New York. Mereka menemukan antibodi dari kelinci yang diimunisasi dengan darah seekor kera (Macaca rhesus). berkembang hipotesis bahwa faktor Rh dikendalikan oleh alel ganda. bersama-sama dengan P.S. dalam arti bahwa tiap lokus mempunyai alel yang menentukan jenis antigen yang ada pada permukaan eritrosit.R. Saat ini telah diketahui lebih dari 30 loki mengatur sistem golongan darah. tetapi dalam hal ini hanya ada sepasang alel. Sistem Rh pertama kali ditemukan oleh K. K. golongan darah MN (IMIN). Satu sistem lainnya adalah sistem Rh (resus). yaitu R untuk Rh+ dan r untuk Rh-. masing-masing golongan darah M (IMIM). Namun. B. dan AB Golongan darah donor A dan O B dan O A. dan golongan darah N (ININ). pada tahun 1927 berhasil mengklasifikasi golongan darah manusia dengan sistem MN. Individu yang memperlihatkan reaksi antigen-antibodi ini disebut Rh positif (Rh+). AB. Namun.Golongan darah A B AB O Antigen dalam eritrosit A B A dan B - Antibodi dalam serum anti B anti A anti A dan anti B Eritrosit yang digumpalkan B dan AB A dan AB A. bersama dengan A.antibodi seperti dapat dilhat pada tabel di atas.Levine. Pada mulanya kontrol genetik sistem Rh diduga sangat sederhana. Dengan demikian. kontrol gen pada golongan darah sistem MN tidak berupa alel ganda. pengelompokan pada sistem MN ini dilakukan berdasarkan atas reaksi antigen . Landsteiner. Wiener. Namun. Sama halnya dengan sistem ABO. . Landsteiner. yang bersifat kodominan. dan O O Selain tipe ABO. Antibodi yang dihasilkan oleh kelinci tersebut ternyata tidak hanya menggumpalkan eritrosit kera donor.

antibodi Rh mudah melakukannya karena ukuran molekulnya yang relatif kecil. Kecuali d. dari lokus D hanya dimungkinkan adanya dua macam fenotipe. Secara keseluruhan kombinasi alel pada ketiga loki tersebut dapat memberikan 18 macam fenotipe (sembilan Rh+ dan sembilan Rh-). Hal ini dimungkinkan terjadi karena antibodi Rh (anti D) pada ibu tadi dapat bergerak melintasi plasenta dan menyerang eritrosit janin.(menghasilkan antigen D) dan dd (tidak menghasilkan antigen D). Bertemunya antibodi Rh (anti D) yang dimiliki oleh seorang wanita dengan janin yang sedang dikandungnya dapat mengakibatkan suatu gangguan darah yang serius pada janin tersebut. dan e. dan e. Jadi. serta cc (menghasilkan antigen c). Pada tingkatan berat penyakit ini dapat mengakibatkan kematian. E. Perkawinan yang inkompatibel. Dari lokus C dapat diperoleh tiga macam fenotipe. Pada masa kehamilan sering kali terjadi percampuran darah antara ibu dan anaknya. Dengan adanya peluang reaksi antigen .(dd) menikah dengan pria Rh+ (DD) sehingga genotipe anaknya adalah Dd. E. maka dilihat dari kompatibiltas golongan darah antara suami dan istri dapat dibedakan dua macam perkawinan. tiap alel ini menentukan adanya antigen tertentu pada eritrosit. D. ada tiga loki yang mengatur sistem Rh. c. yang biasanya sulit untuk menembus halangan plasenta. anak yang lahir berikutnya dapat mengalami gejala penyakit yang disebut eritroblastosis fetalis. Akan tetapi. Penyakit darah karena faktor Rh terjadi apabila seorang wanita Rh. Biasanya tidak akan terjadi efek yang merugikan terhadap anak yang pertama akibat reaksi penolakan tersebut. perkawinan yang memungkinkan berlangsungnya reaksi antigen-antibodi di antara ibu dan anak yang dihasilkan dari perkawinan tersebut. ada antigen C. sehingga dalam perkawinan semacam itu ibu yang Rh akan memperoleh imunisasi dari anaknya yang Rh+. maka ia akan menghasilkan antibodi anti D. yaitu EE. yang diberi nama sesuai dengan alel yang mengaturnya. Apabila wanita tersebut mengandung janin Dd secara berturut-turut. Akan tetapi. Oleh karena masingmasing lokus mempunyai sepasang alel. c D. Perkawinan yang kompatibel. Cc (menghasilkan antigen C dan c). . Fenotipe D. masing-masing 1.Menurut hipotesis poligen. yaitu C. Begitu juga dari lokus E akan diperoleh tiga macam fenotipe. Berbeda dengan antibodi anti A atau anti B. 2.dan dd inilah yang masing-masing menentukan suatu individu akan dikatakan sebagai Rh+ dan Rh-. Ee. dan ee. maka ada enam alel yang mengatur sistem Rh. yaitu CC (menghasilkan antigen C). d. yaitu perkawinan yang tidak memungkinkan berlangsungnya reaksi antigen-antibodi di antara ibu dan anak yang dihasilkan dari perkawinan tersebut.antibodi dalam golongan darah manusia. yaitu D.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful