BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Dalam perjalanan sejarah, kurikulum pendidikan nasional kita telah mengalami perubahan, dimulai dari kurikulum 1947, kurikulum 1952, kurikulum 1964, kurikulum 1968, kurikulum 1975, kurikulum 1984, kurikulum 1994, kurikulum 2004, dan kurikulum 2006. Perubah an tersebut merupakan

konsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik, sosial budaya, ekonomi, dan iptek dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Hal ini disebabkan oleh kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan secara dinamis disertai berbagai inovasi sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Semua perubahan kurikulum nasional dirancang berdasarkan landasan yang sama, yaitu Pancasila dan UUD 1945, perbedaanya pada penekanan pokok dari tujuan pendidikan serta pendekatan dalam merealisasikannya. Perubahan

kurikulum tersebut tentu disertai dengan tujuan pendidikan yang berbeda -beda, karena dalam setiap perubahan tersebut ada suatu tujuan tertentu yang ingin dicapai untuk memajukan pendidikan nasiona l kita. Semua oknum yang terlibat langsung dalam pengelolaan sistem pendidikan harus melakukan berbagai inovasi dalam melakspeserta didikan tugas dan tanggung jawabnya. Inovasi adalah suatu ide, hal -hal yang praktis, metode, cara, barang-barang buatan manusia, yang diamati atau dirasakan sebagai suatu yang baru bagi seseorang atau kelompok orang (masyarakat). Hal yang baru tersebut dapat berupa hasil invensi atau discoveri, yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau untuk memecahkan masalah (Udin Syaefudin Sa’ud, 2009). Pendidik sebagai salah oknum yang dibebani tugas dan tanggung jawab utama untuk melaksanankan pembelajaran hendaknya mampu melakukan

berbagai inovasi pada setiap dimensi pembelajaran (dimensi perencanaan pembelajaran, dimensi pelaksanaan 1 pembelajaran, dan dimensi penilaian

pembelajaran). Papa dimensi perencanaan pembelajaran sesungguhnya sudah tergambar aspek-aspek yang tercakup pada dimensi pelaksanaan pembelajaran dan dimensi penilaian pembelajaran. Oleh karena itu , dalam makalah akan membahas inovasi pada kurikulum dan pembelajaran.

1.2 Rumusan Masalah Dalam penyusunan makalah ini, penulis akan memberikan rumusan dan pembatasan masalah sebagai berikut : 1.2.1 Menjelaskan hakikat dan batas waktu sebuah inovasi ? 1.2.2 Mengidentifikasi unsur dan ciri inovasi pendidikan ? 1.2.3 Menganalisis adopsi dan pelaksanaan inovasi pendidikan ? 1.2.4 Menganalisis kontribusi inovasi pendidikan di Indonesia ? 1.2.5 Menganalisis pembelajaran ? beberapa temuan inovasi dalam kurikulum dan

1.3 Maksud dan Tujuan Penyusunan 1.3.1 Mengetahui hakikat dan batas waktu sebuah inovasi 1.3.2 Mengetahui unsur dan ciri inovasi pendidikan 1.3.3 Dapat menganalisis adopsi dan pelaksanaan inovasi pendidikan 1.3.4 Dapat menganalisis kontribusi inovasi pendidikan di Indonesia 1.3.5 Dapat menganalisis beberapa temuan inovasi dalam ku rikulum dan pembelajaran

1.4 Metode Penyusunan Adapun metode penulisan yang digunakan untuk menyusun karya tulis ini adalah dengan cara: a. Internet Link/ Download file Metode dengan pengumpulan data dengan melakukan pengambilan data dari situs web (Internet)

2

Adopsi dan Pelaksanaan Inovasi Pendidikan D.b. Rumusan dan Pembatasan Masalah C. Hakikat. Unsur dan Ciri Inovasi Pendidikan C. Latar Belakang Masalah B. Kontribusi Inovasi dalam Pendidikan E. Beberapa Hasil Inovasi Kurikulum dan pembelajaran BAB III KESIMPULAN 3 . Metode Penulisan E. Sistematika Penulisan BAB II ISI A. 1. Studi Pustaka Metode pengumpulan data dan informasi dengan mengambil bahasan dari beberapa buku sumber untuk mendukung karya tulis ini. Definisi Inovasi B.5 Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN A. Maksud dan Tujuan Penyusunan D.

Dalam bidang pendidikan. (c) tidak mau 4 . pembelajaran dan sebagainya. waktu dan proses inovasi. Satu hal yang tidak diharapkan muncul dalam pikiran -pikiran seseorang untuk melakukan inovasi yaitu: salah persepsi atau asumsi (a ) cenderung berpikir negatif. sumber belajar. paling tidak ada empat unsur inovasi yang akan dibahas yaitu: inovasi. kreatif.BAB II ISI 2. metodologi pengajaran.1 Definisi Inovasi Secara sederhana. pengajaran kelas rangkap. atau berupa produk dari suatu hasil olah pikir dan olah -teknologi yang diterapkan malalui tahapan tertentu yang diyakini dan dimaksudkan untuk memecahkan persoalan yang timbul dan memperbaiki suatu keadaan menjadi lebih baik. pembelajaran aktif. Inovasi pendidikan tersebut antara lain dalam hal manajemen pendidikan. efektif dan menyenangkan (PAKEM). inovasi dan komunikasi. pelatihan guru. Dalam bidang pendidikan antara lain : usaha pemerataan pendidikan. saluran komunikasi. peningkatan efisiensi dan efektifitas pendidikan. baik berupa praktik-praktik tertentu. Sedangkan. dan relevansi pendidikan. peningkatan mutu. media. Ada keterkaitan erat antara difusi. antara lain : program belajar jarak jauh. manajemen berbasis sekolah. Inovasi pada dasarnya merupakan hasil pemikiran yang bercirikan hal baru. inovasi dimaknai sebagai pembaharuan atau perubahan dengan ditandai oleh adanya hal yang baru. Beberapa contoh inovasi. (b) dihantui kecemasan dan kegagalan. serta sistem sosial. difusi inovasi dimaknai sebagai penyebarluasan dari gagasan inovasi tersebut melalui suatu proses komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan saluran tertentu dalam suatu rentang waktu tertentu diantara anggota sistem sosial masyarakat. pembelajaran konstektual. banyak usaha yang dilakukan untuk kegiatan yang sifatnya pembaruan atau inovasi pendidikan. Dalam kajian unsur inovasi. implementasi kurikulum.

Dengan demikian.mengambil resiko terlalu dalam. dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi. Unsur dan Ciri Inovasi Pendidikan 2. termasuk dalamm bidang pendidikan. olah ide. Rogers (1983) menyebut inovasi adalah suatu ide. Robbins lebih memfokuskan pada tiga hal utama. (d) malas. pertama adalah adanya gagasan baru (new ideas) dari suatu olah pikir dalam mengamati suatu fenomen a yang sedang terjadi. dan olah teknologi yang menghasilkan sesuatu yang inovatif. dan jasa. Aspek batasan waktu merupakan suatu indikator penting dalam membicarakan suatu hasil inovasi tertentu. dalam bentuk produk dan jasa yang siap dikembangkan dan diimplementasikan. (f) cenderung resisten/menolak terhadap setiap perubahan. Hal yang kedua adalah produk dan jasa. Artinya bahwa suatu hasil olah pikir. penelitian. benda atau proses adopsi yang dilakukan oleh perorangan ataupun kelompok masyarakat terhadap inovasi yang ditawarkan. (e) saat ini berada pada daerah “nyaman” dan aman. Ahli lain.2 Hakikat. atau obyek/benda yang disadari. m aka salah satunya harus memenuhi syarat batas waktu. gagasan. praktik. kajian. seperti Stephen Robbins (1994) menyebut inovasi seb agai suatu gagasan baru yang diterapkan untuk memprakasai atau memperbaiki suatu produk atau proses. yaitu hasil langkah lanjutan dari adanya gagasan baru yang ditindak lanjuti dengan berbagai aktivitas. Hal yang ketiga adalah usaha sistematis untuk melakukan penyempurnaan dan melakukan perbaikian (improvement) yang 5 . termasuk di bidang pendidikan. termasuk hasil inovasi dalam dunia pendidikan. dan percobaan sehingga melahirkan konsep yang lebih kongkrit.1 Hakikat.2. 2. kata kunci inovasi adalah gagasan. Everett M. dan Batasan Inovasi Difusi inovasi dimaknai sebagai penyebarluasan dari gagasan inovasi tersebut melalui suatu proses komunikasi yang dilakukan dengan mengguanakan saluran tertentu dalam suatu rentang waktu tertentu diantara anggota sistem sosial masyarakat.

diperlukan adanya strategi atau alat yang jitu dengan tahapan dan makanisme advokasi yang benar.2. 2. miles menyarankan agar inovasi bisa dilaksanakan dengan berhasil. atau proses pendidikan tertentu yang terjadi di masyarakat.3 Difusi Inovasi Pendidikan Everett M. serta dirancang untuk mencapai tujuan yang diharapkan dari suatu sistem tertentu. Sedangkan difusi inovasi dimaknakan sebagai penyebarluasan gagasan inovasi tersebut melalui suatu proses komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan saluran tertentu dalam suatu rentang waktu tertentu diantara anggota sistem sosial masyarakat. serta direncanakan terlebih dahulu. memiliki nuansa kebaruan.2 Inovasi Pendidikan Santoso S. 2. Milles (1973) inovasi yaitu suatu perubahan yang sifatnya khusus. atau berupa praktik-praktik pendidikan tertentu. Hamidjojo menyatakan bahwa inovasi pendidikan sebagai suau perubahan yang baru dan secara kualitatif berbeda dari hal (yang ada) sebelumnya dan sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu. dan sengaja melalui suatu program yang jelas dan diremcanakan terlebih dahulu. Inovasi pendidikan pada dasarnya merupakan suatu perubahan ataupun pemikiran cemerlang di bidang pendidikan yang bercirikan hal baru. termasuk dalam bidang pendidikan. menyebut difusi sebagai proses untuk mengkomunikasikan suatu inovasi kepada anggota suatu sistem sosial melalui saluran komunikasi tertentu dan berlangsung sepanjang waktu. atau berupa produk dari suatu hasil olah pikir dan olah teknologi yang diterapkan melalui tahapan tertentu yang diyakini dan dimaksudkan untuk memecahkan persoalan pendidikan yang timbul dan memperbaiki suatu keadaan pendidikan.2.terus-menerus sehingga buah inovasi itu bisa dirasakan manfaatnya dan berguna. Namun demikian. Rogers (1983). 6 . Mattew B.

dan komunikasi. sebagai suatu produk inovasi. Suatu perubahan dikat akan sebagai bentuk inovasi apabila perubahan tersebut dilakukan dengan sengaja. gagasan ataupu n praktik untuk memperbaiki suatu keadaan atau untuk memecahkan masalah yang ada. ada kesan seolah ada persamaan antara pembaharuan dengan perubahan. serta antisipsi kemungkinan adanya gangguan (noises) dalam proses komunikasi yang berlangsung. Komunikasi linier sangat berpengaruh pada kegiatan sehari -hari. untuk memperbaiki keadaan sebelumnya agar lebih menguntungkan demi upaya meningkatkan kehidupan yang lebih baik. sehingga peristiwa komunikasi itu ditunjukkan dengan proses penyampaian pesan yang berupa bahan oleh pengirim kepada penerima melalui saluran yang digunakan. ataupun produk tersebut. sehingga menghasilkan saling pengertian. inovasi. Perubahan itu diawali dengan adanya suatu ide. Shanon dan Weaver menyebut komunikasi adalah semua prosedur dimana pemikiran seseorang bisa mempengaruhi yang lain. dihasilkan suatu produk atau hasil baru yang berbeda dengan keadaan sebelumnya. Deskripsi di atas. kemudian melalui berbagai usaha dan penelitian.Ada keterkaitan erat antara difusi. karya dan sebagainya. ide. ide. 7 . menghubungkan betapa erat hubungan antara difusi inovasi sebagai proses penyebarluasan ide. maka aspek komunikasi menjadi sangat penting dalam menyebarluaskan gagasan. Salah satu ciri komunikasi linier atau sering juga disebut sebagai komunikasi satu arah atau “one way communication”. adalah adanya penyandian yang dilakukan pengirim pesan dan interpretasi oleh penerima. dengan proses kominiaksi dimana suatu ide disampaikan kepada pihak lain. Dalam kadar tertentu. Komunikasi adalah suatu proses dimana partisipan melakukan tukar-menukar informasi satu sama lain. Namun tak semua perubahan bisa dikatakan pembaharuan atau inovasi. Oleh karena difusi adalah proses komunikasi untuk menyebarluaskan gagasan.

baik dalam bentuk ide. paling tidak ada tiga hal yang berkaitan erat. ataupun produk baru untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. informasi dan pertimbangan ketidakpastian.4 Ciri Inovasi Pendidikan Dalam proses difusi inovasi. saling menyetujui. Lawrence Kincaid mengembangkan model komunikasi konv ergen. Pada tahun 1979.Inovasi dalam bidang pendidikan dilakukan seba gai upaya sengaja untuk memperbaiki suatu keadaan atau kondisi tertentu dalam bidang pendidikan. termasuk pemanfaatan teknologi informasi dalam difusi inovasi antara lain untuk menjawab persoalan dalam hal mengurangi ketidakpastian masa depan. mengemukakanempat ciri penting yang mempengaruhi difusi inovasi. dan dengan dampak apa (hasil yang dicapai)”. dibutuhkan waktu yang cukup lama. ketidak menentuan. yaitu: 1. dan reinovasi. Saluran Komunikasi Komunikasi adalah sesuatu yang berkaitan dengan “siapa mengatakan atau mengemukakan apa. 2. Esensi Inovasi itu sendiri Proses adopsi inovasi tak datang dengan sereantak tiba -tiba. Dalam kaitannya dengan esensi inovasi. kepada siapa. praktik. 2. yang bercirikan adanya beberapa komponen utama. yaitu: informasi. yaitu: teknologi. untuk menjadikan produk inovasi dapat diadopsi oleh seseorang proses atau kelompok inovasi masyarakat. konvergen. bulanan atau bahkan mungkin tahunan. 8 . makna inovasi sering identik dengan teknologi yang digunakan. Roger s Dalam (1983) kaitannya dengan difusi itu. termasuk inovasi pendidikan. Adanya teknologi.2. saling pengertian. Dalam kadar tertentu. dengan saluran komunikasi apa. Teknologi adalah suatu desain aksi kegiatan yang ditempuh guna mengurangi ketidakpastian dalam hubungan sebab akibat dari hasil yang ingin dicapai.

dimana keduanya memiliki ciri yang sama satu sama lain. Komunikasi Homofil Komunikasi homofil adalah proses komunikasi yang dilakukan oleh dua individu atau kelompok yang dikategorikan memiliki kesamaan komunikasi satu sama lain. Melalui proses komunikasi tersebut. akan sangat mempengaruhi proses difusi i novasi yang dilakukan. dari hati ke hati. akan menghasilkan hasil komuni kasi homofil yang jauh lebih efektif ketimbang dilakukan denagan komunikasi yang lain pada masyarakat yang heterogen atau beragam latar belakang budaya ataupun ciri lainnya. atau karakteristik sosial lainnya. karena perbedaan latar belakang diatas. baik dilihat dari sosial budaya. pendidikan. Ciri itu diantaranya: kepercayaan. Secara umum. dan hubunga jalinan. status sosial. maka proses difusi inovasi tak senantiasa berjalan mulus. memiliki latar belakang yang berbeda. komunikasi homofil ini akan efektif karena kedua individu atau kelompok memiliki kesamaan karakteristik ataupun latar belakang sosial budaya. Oleh karena proses komunikasi yang dilakukan bersifat heterofi l. agama. Komunikasi Heterofil Komunikasi heterofil yaitu proses komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. yang memudahkan komunikasi bisa dilaksanakan secara akrab. Lazarsfeld suatu dalam proses Rogers menyebut yang homofil sebagai komuniaksi berlangsung antara dua pasangan atau kelompok individu. dimana pengirim pesan dan penerima pesan. dan sejenisnya. yaitu: a. Difusi inovasi yang dilakukan pada masyarakat yang homogen atau bersifat homofil.kegiatan bersama. 9 . Dalam telaah lain. saluran komunikasi dapat diklasifikasikan pada dua hal. pendidikan. b.

Struktur sosial Struktur sosial pada dasarnya merupakan penyusunan yang terpola dari berbagai unit dalam suatu sistem. 4. ataupun ciri khusus suatu masyarakat tertentu yang memberi warna tersendiri terhadap sosila budaya masyarakat yang bersangkutan. dilanjutkan dengan keputusan sikap terhadap inovasi. implementasi inovasi. Berikut ini adalah kegiatan inovasi pendidikan yang melibatka n sistem sosial tertentu: a) Batasan pelaksanaan inovasi (boundary maintenance operation). Norma bisa bercirikan budaya lokal. Sistem Sosial Sistem sosial merupakan berbagai unit yang slai ng berhubungan satu sama lain dalam tatanan masyarakat. yaitu suatu sistem sosial dalam garapan pendidikan yang secara nyata membatasi (melalui in dan out) pelaksanaan suatu perubahan pendidikan yang dilakukan. Faktor Waktu dan Proses Pengambilan Keputusan Proses keputusan inovasi pada hakekatnya adalah suatu proses yang dilalui individu atau kelompok . yaitu suatu sistem sosial yang secara jelas mempersyaratkan kelompok orang ataupun geografis untuk melaksanakan suatu inovasi yang akan dilakukan. dan keputusan inovasi yang dipilihnya. menghasilkan beberapa keuntungan dalam perkembangan menghadapi dinamika sosial kemasyarakatan.3. mulai da ri pertama kali adanya inovasi. a. Disisi lain norma suatu sistem juga bisa berperan sebagai penghalanga atau barrirers suatu perubahan. b) Ukuran dan kewilayahan (size and territoriality). Norma sosial dan difusi Norma merupakan hal yang penting dalam proses difusin inovasi. dalam mencapai tujuan yang diharapkan. b. Adanya struktur sosial. 10 . penetapan keputsan untuk menerima atau menolak. bernafas keagamaan.

yaitu sistem sosial yang mengaitkan berbagai struktur dan hubungan antar manusia dalam organisasi atau sistem sosial lainnya untuk melaksanakan suatu proyek inovasi. yaitu suatu kondisi sistem sosial dalam i novasi yang mengaitkan berbagai sistem lain atau instansi lain dalam implementasi inovasi yang akan dilakukan. 11 . f) Prosedur yang digunakan (procedure). seperti peran guru. g) Definisi peran (role definition). i) Sistem struktur sosial (structure). yaitu suatu sistem sosial yang mengkaitkan berbagai peran sosial. d) Pengguanaan durasi waktu (time use). e) Tujuan yang ingin dicapai (goals). yaitu suatu sistem sosial yang mengaitkan berbagai prosedur dan teknologi untuk melaksanakan suatu proyek inovasi pendidikan yang dilakukan. yaitu suatu sistem sosial yang menghubungkan berbagai metode sosialisasi atau prosedur tertentu untuk melaksanakan suatu proyek inovasi. yaitu suatu sistem sosial yang mempersyaratkan faktor waktu sebagai ciri dominan suatu inovasi pendidikan.c) Kelengkapan fasilitas (physical facilities). j) Metode sosialisasi (socialization method). h) Kondisi normatif (normative believe). yaitu sistem sosial yang mengaitkan berbagai fasilitas dan teknologi termasuk sumber daya manusia yang akan terlibat untuk melaksanakan suatu proyek inovasi pendidikan yang dilakukan. yaitu sistem sosial yang mengaitkan/mempersyaratkan perlnya norma da ciri normatif lainnya untuk melaksanakan su atu proyek inovasi. peran kepala sekolah sesuai dengan tugas da kewenangannya untuk melaksanakan sesuai proyek inovasi. k) Keterkaitan dengan sistem/instansi lain (linkage with other system). yaitu suatu sistem sosial yang mempersyaratkan faktor tujuan sebagai ciri dominan.

membuka diri terhadap adanya suatun inovasi serta ingin mengetahui bagapman fungsi dan peran inovasi tersebut memberi konstribusi perbaikan di masa mendatang. 2. 2. termasuk kemungkinan hasil yang diharapkan. Tahap bujukan (persuation) Tahap ini berlangsung manakala individu atau kelompok. yaitu bahwa program inovasi yang dilakukan harus memiliki apa yang ingin dicapai.2. Suatu inovasi akan dilakukan melalui suatu proses yang tidak tergesa -gesa. sistem. termasuk inovasi dalam pendidikan terdiri dari empat h al utama. 12 . 2. 4. Miles. yaitu: 1. Tahap pengetahuan (knowledge) Tahap ini berlangsung apabila individu/kelompok. tatanan. Memiliki ciri atau unsurkebaruan. yaitu: 1. Inovasi yang digulirkan memiliki tujuan. memiliki kekhasan/khusus.3 Adopsi dan Pelaksanaan Inovasi Pendidikan Menurut Mattew B.3. termasuk arah dan strategi yang bagaimana untuk mencapai tujuan terseb ut dicapai dari sistem inovasi yang dilakukan. namun kegiatan inovasi dipersiapkan secara m atang dengan program yang jelas dan terencana terlebih dahulu. mulai membentuk sikap menyenangi atau bahkan tida m enyenangi terhadap inovasi. program. ciri-ciri inovasi. artinya suatu inovasi akan memiliki ciri yang khas dalam arti ide. Suatu inovasi memiliki karakteristik sebagai buah karya dan buah pikir yang memiliki kadar orisinalitas dan kebaruan.1 Tahap Pelaksanaan Inovasi Ada beberapa tahapan proses keputusan inovasi. 3. Program inovasi dilaksanakan melalui program yang terencana.

4. 5.2 Peran Agen Perubahan Dalam sistem sosial. Tahap konfirmasi (confirmation) Tahap dimana sesorang atau kelompok mencari pengguatan terhadap keputusan inovasi yang dilakukan. salah satu komponen penting adalah pemimpin pendapat (opinion leaders) dan agen perubahan. 2. Sedangkan agen perubahan (agent of change) merupakan individu yang bisa mempengaruhi pengambilan inovasi klien ke arah yang diharapkan para agent perubahan. sesuai dengan norma yang berlaku. Pendapat adalah suatu tingkat dimana seorang individu dapat mempengaruhi individu yang lainnya atau mengatur perilaku individu lainnya secara tidak formal ke arah kondisi yang diharapkan. Tahap implementasi (implementation) Tahap ini berlangsung ketika seseorang atau kelompok menerapkan atau menggunakan inovasi iti dalam kegiatan organisasinya.3. Organisasi atau tatanan kemasyarakatan yang baik dan stabil akan mengadopsi suatu inovasi dengan mempertimbangkan syarat -syarat sebagaik berikut : 1) Memiliki tujuan yang jelas 2) Memiliki pembagian tugas yang dideskripsikan secara jelas 3) Memiliki kejelasan struktur otoritas satu kewenangan 4) Memiliki peraturan dasar dan peraturan umum 5) Memiliki pola hubungan informasi yang teruji.3. Tahap pengambilan keputusan (decision making) Tahap dimana seseorang atau kelompok melakukan aktivitas yang mengarah kepada keputusan untuk menerima atau menolak inovasi tersebut. 13 .

3 Percepatan Adopsi Inovasi Derajat adopsi sangat bergantung pada karakteristik atau ciri dari inovasi itu sendiri. dan kerumitan suatu produk inovasi dirasakan oleh masyarakat.4 Penemuan Kembali (Re-Invention) Re-invention adalah penemuan kembali. artinya sampai sejauhmana suatu inovasi bisa sejalan dan kompak dengan sistem nilai yang ada. artinya sampai sejauhmana suatu inovasi dapat dicobakan keandalan dan manfaatnya. 14 . 4. ataupun sejalan dengan pengalaman masa lalu masyarakat yang akan mengadopsinya.3. kesukaran. 2. artinya sampai sejauhmana suatu inovasi yang diperkenalkan memberi manfaat dan keuntungan bagi perorangan atau masyarakat yang akan mengadopsinya. Itulah sisi lain dari difusi. dan modifikasi. 5. setelah melalui proses modifikasi.2. Dapat diamati (observability). Adanya keuntungan relatif (relative advantage).3. maka akan semakin tinggi peluang hasil inovasi dapat diadopsi. namun dalam perkembangan dan proses implementasinya mengalami berbagai perubahan. Karakteristik inovasi. 3. artinya sampai sejauhmana suatu hasil inovasi dapat diamati. sehingga seolah menghasilkan temuan baru. 2. Dapat dicobakan (triability). yang sangat mempengaruhi derajat adopsi tersebut akan sangat bergantung pada : 1. Rogers menulis re-invention adalah tingkat dimana inovasi berubah atau dimodifikasi oleh penggunanya selama dalam proses adopsi dan implementasi. Memiliki kekompakan dan kesepahaman (compatibility). Semakin gampang suatu hasil inovasi diamati. penyesuaian. yaitu proses penyebarluasan inovasi. Memiliki derajat kompleksitas (complexity). artinya sampai sejauhmana derajat kompleksitas.

Adopter akhir (late adopter). dalam adopsi inovasi. Namun demikian. 15 . yaitu : 1. menuju pada konsepsi pendidikan yang mengemban pola dan isi yang lebih komprehensif dalam rangka pengembangan semuruh potensi manusia secara menyeluruh dan utuh. Para adopter awal (early adopter). dan keterampilan. 5. 2. yaitu mereka termasuk kelompok kebanyakan yang mau meniru cara baru apabila hal tersebut benarbenar berhasil. yaitu mereka yang paling cepat mengadopsi inovasi dalam masyarakat. yaitu kelompok massal yang umumnya ragu-ragu terhadap pengetahuan baru. Kelompok mayoritas akhir (late majority).4 Kontribusi Inovasi dalam Pendidikan Dalam kaitan dengan kontribusi inovasi pendidikan di Indonesia. dan senantiasa resisiten terhadap perubahan. sikap. khususnya dalam bidang pendidikan. yaitu kelompok yang sangat skeptis. Para kelompok mayoritas awal (early majority). telah banyak dilakukan berbagai inovasi pendidikan dalam skala luas dengan biaya yang cukup besar ataupun inovasi pada skala kecil dengan biaya yang sederhana dan hanya dilakukan pada kelompok terbatas.2. Inovasi pendidikan mengemban misi yang cenderung bergerak dari konsepsi pendidikan yang berat sebelah dalam peningkatan kemampuan pribadi diantara pengetahuan. 2. Para pembaharu atau pioner/perintis (inovators). paling tidak ada lima kategori perbedaan individu atau kelompok yang harus diperhatikan. 4. yaitu orang-orang yang tergolong cepat mengikuti kelompok inovator. Difusi inovasi pendidikan cenderung mengembangkan dimensi demokratis. Kelima kelompok tersebut adalah : 1. 3. artinya difusi inovasi yang dilaksanakan mengemban misi atau kecenderungan untuk meninggalkan konsepsi pendidikan yang terbatas bagi kepentingan elite tertentu. menuju pada konsepsi pendidikan yang lebih demokratis. Poensoen mengungkapkan tentang tiga kecenderungan kontribusi dan misi difusi inovasi.

unsur strategi merupakan suatu hal penting. alat -alat. yaitu tahap komunikasi untuk penyadaran terhadap masyarakat yang diharapkan dapat mengadopsi inovasi yang ditawarkan. dikenal dua ciri struktur sosial.3. ataupun kajian terhadap masyarakat yang menerima atau menolak. Sedangkan pada sisi lain. yaitu: 1. Pendidikan mengemban misi yang cenderung bergerak dari konsepsi pendidikan yang bersifat individual perorangan. Salah satu dimensi strategi yang digunakan adalah Tipologi strategi inovasi pendidikan yang pada dasarnya membedakan antara target system. yaitu melakukan kajian evaluasi terhadap kemungkinan pro kontra . Dari konsepsi pendidikan yang boros menuju pada konsepsi yang lebih efektif. yaitu sistem target yang menjadi sasaran inovasi dilaksanakan. untuk melihat sejauh mana kemungkinan diterima atau ditolaknya inovasi kepada target sistem. New structure. yaitu . yaitu struktur sosial ataupun struktur organisasi kemasyarakatan yang sudah ada. Existing structure. Dalam inovasi pendidikan. yaitu tahap perencanaan dan perancangan 2) Awareness-interest. termasuk dalam inovasi pendidikan. misalnya inovasi dalam penggantian jenis sekolah. Dalam kaitannya dengan kontribusi inovasi pendidikan. Pada tahapan yang dilakukan dalam mengadopsi inovasi. Huberman seperti dikutip Ishak Abdulhak membagi sifat perubahan dalam inovasi ke dalam enam kelompok. dan relevan dengan kebutuhan pembangunan. efisien. target sistem atauoun sistem lain dalam penyebarluasan inovasi. 4) Trial. atau sistem ujianyang lam diganti dengan yang baru. a. yaitu ujicoba atas produk inovasi tersebut. penggantian bentuk perabot. 16 . 2. yaitu struktur kemasyarakatan yang baru sebagai konsekuensi atas adanya inovasi. menuju kearah konsepsi pendidikan yang mengguanakan pendekatan yang lebih kooperatif. Penggantian (substitution). ada empat tahapan yang bisa dipertimbangkan yaitu: 1) Design. 3) Evaluation.

c. atau mengubah kurikulum sekolah menengahn umum yang bercorak teoritis akademis. e. Mental block barriers. misalnya upaya mengubah tugas guru yang tadinya hanya bertugas mengajar. Perubahan (alternation). juga harus memasukkan orientasi kurikulum dan mata pelajaran yang bernuansa keterampilan hidup praktis. yaitu hambatan inovasi sebagai akibat dari faktor sosial dan pranata masyarakat sekitar. yaitu hambatan yang lebih disebabkan oleh sikap mental 2. yaitu upaya peningkatan untuk memperkokoh atau memantapkan kemampuan atau pola dan cara -cara yang sebelumnya terasa lemah. Penghapusan (elimination). Penyusunan kembali (restructuring).b. atau pengurangan komponen komponen tertentu dalam pendidikan. f. Proses adopsi inovasi bisa juga terhambat oleh berbagai faktor.5 Beberapa Hasil Inovasi Kurikulum dan pembelajaran Perubahan-perubahan kurikulum sejak tahun 60 -an hingga tahun 2007 yang lalu telah banyak dirasakan. Hambatab yang sifatnya culture block (hambatam budaya) 3. atau penghapusan pola atau cara-cara lama. Hambatan social block (hambatan sosial). dalam inovasi yang bersifat penambahan ini tidak ada penggantian atau perubahan. Ada tiga faktor hambata utama. 2. juga harus bertugas menjadi guru bimbingan dan penyuluhan. d. maka perubahan itu hanya berupa perubahan dalam hubungan antar -komponen yang terdapat dalam sistem yang masih perlu dipertahankan. Inovasi kurikulum terjadi dan dilakuka n pada setiap jenjang pendidikan bahkan untuk tingkat inovasi satuan pembelajaran 17 . yaitu upaya penyusunan kembali berbagai komponen yang ada dalam sistem dengan maksud agar mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan dan kebutuhan. yaitu: 1. upaya pembaharuan dengan cara menghilangkan aspek-aspek tertentu dalam pendidikan. Kalaupun ada yang berubah. Penguatan (reinforcement). Penambahan (addition).

KTSP b. psikologi pembelajaran. yaitu: (1) introduction (pengenalan).aspek yang ditelaah dari inovasi ini yaitu aspek keunggulan otak manusia. (4) Reflect (merefleksikan). 3) Model pembelajaran ICARE Pembelajaran ini merupakan singkatan dari 5 kata. (2) Connect (menghubungkan).sangat banyak inovasi yang dilakukan. (3) Apply (menerapkan dan mempraktikan). Kurikulum Sistem Ganda (PSG) f. 2) Model pembelajaran LCBT Model pembelajaran Lateral Computer Based Tutorial. Broad Based Curriculum e. 18 . dan (5) Extend (memperluas dan evaluasi). Kurikulum 2007 d. dan teori-teori belajar. KBK c. Berikut adalah beberapa hasil inovasi yaitu : a. ini pada dasarnya mnerapkan prinsip model latihan dan tutorial melalui penerapan berpikir lateral atau loncatan berpikir yang didukung kemampuan visual dalam memahami informasi pembelajaran dari lay ar komputer. Kurikulum Muatan Lokal Ada beberapa hasil inovasi dari pembelajaran antara lain : 1) Model pembelajaran Brain Based Learning Model ini merupakan model suplementterhadap model pembelajaran yang menggunakan landasan psikologis perkembangan.

proses dan hasil pendidikan. Sedangkan dalam proses difusi inovasi ada komponen komunikasi. dan komunikasi. meningkatkan pemerataan pelayanan pendidikan. praktik suatu ino vasi. ataupun produk baru untuk meningkatkan kemapuan guna mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Terdapat empat ciri utama dalm inovasi pendidikan. dan inov asi yang digulirkan memiliki tujuan. proses difusi inovasi.BAB III PENUTUP 3. Perhatian utama pembaharuan pendidikan yang dilaksanakan di negara Indonesia tertuju pada upaya mengadakan perubahan ke arah yang lebih baik dalam arti meningkatkan pemerataan kesempatan pendidikan. meningkatkan mutu. memiliki ciri atau unsur kebaruan. yang lebih merupakan “medium” atau saluran bagaimana suatu proses difusi inovasi dilaksanakan dengan mengguanakan saluran komunikasi tertentu. Hubungan antara inovasi. serta meningkatkan kesadaran dan kegemaran masyarakat untuk senantiasa belajar sepanjang hayat. meningkatkan efisiensi. praktik. 19 . dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan dengan kebutuhan masyarakat dan kebutuhan pembangunan. ide. yaitu memiliki kekhasan/khusus.1 Kesimpulan Inovasi dalam bidang pendidikan dilakukan sebagai upaya sengaja untuk memperbaiki suatu keadaan atau kondisi tertentu dalam bidang pendidikan. program inovasi dilaksanakan melalui program yang terencana. Inovasi bisa disebarluaskan bila ada proses difusi inovasi yang menyebarluaskan gagasan. baik dalam bentuk ide. ketiganya berhubungan erat satu sama lain.

tp.id/dokumen/makalah+inovasi+kurikulum 20 .DAFTAR PUSTAKA Ruhimat Toto.ac. http://data. MKDP Kurikulum dan Pembelajaran UPI Bandung. (2009).Kurikulum & Pembelajaran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful