P. 1
Kajian Teknologi Tepat Guna (Ttg)

Kajian Teknologi Tepat Guna (Ttg)

|Views: 31|Likes:
Published by bgastomo

More info:

Published by: bgastomo on Oct 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/04/2013

pdf

text

original

KAJIAN

TENTANG

PEMBANGUNAN

EKONOMI

PEDESAAN

BERBASIS

TEKNOLOGI TEPAT GUNA (TTG) DI PROVINSI SUMATERA UTARA

ABSTRAKSI Sebagian penduduk Indonesia berdomisili di pedesaan, dan sebagian besar adalah petani. Maka untuk itu pembangunan ekonomi petani pedesaan sebagai satu kesatuan antara pembangunan sektor pertanian dan industri kecil diarahkan pada upaya pemberdayaan agroindustri. Secara umum kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha kecil dan menengah dipedesaan adalah minimnya informasi dan kemampuan menggunakan teknologi tepat guna sebagai pendukung usaha, oleh karena itu penerapan Teknologi Tepat Guna bagi pelaku usaha kecil menengah sangat diperlukan. Hingga saat ini memang masih dirasakan terbatasnya informasi dan ketersediaan peralatan Teknologi Tepat Guna yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk meningkatkan tingkat efisiensi, kapasitas produksi dan memberi nilai tambah produk menuju keunggulan kompetitif persaingan lokal, regional dan global. Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu kiranya dilakukan pengembangan Teknologi Tepat Guna di Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari penelitian dan pengembangan teknologi tepat guna di Provinsi Sumatera Utara adalah sebagai berikut: (1) Untuk menghasilkan rancang bangun peralatan teknologi tepat guna pada Sektor industri rumah tangga berbasis pedesaan, dan (2) Untuk menghasilkan rancangan peralatan teknologi tepat guna pada sektor agrobisnis. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Sumatera Utara, dengan melibatkan usaha kecil menengah yang tempat usahanya di wilayah pedesaan, oleh karena itu yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh usaha kecil menengah pedesaan yang berada di wilayah Sumatera Utara. Pengumpulan data mengidentifikasi kebutuhan akan teknologi tepat guna, dilakukan dengan survey dan evaluasi pada lokasi usaha kecil menegah sasaran. Selanjutnya dari hasil kunjungan dan evaluasi terhadap kebutuhan akan teknologi tepat guna, akan di analisis dan data tersebut digunakan untuk menentukan macam dan ragam teknologi tepat guna yang diperlukan, dan bahkan data tersebut menjadi acuan dalam merancang bangun peralatan teknologi tepat guna yang dibutuhkan. Hasil penelusuran data menunjukkan bahwa hampir seluruh kabupaten dan kota di wilayah Sumatera Utara cukup banyak hasil pertanian dari ubi kayu, dan produksi

38

keripik memerlukan perajang ubi yang sederhana, berdasarkan kondisi ini maka salah satu hasil penelitian ini adalah rancangan perajang ubi kayu. Hasil lain yang diperoleh yang berkenaan dengan agro industri adalah rancangan mesin pemecah kemiri, karena produksi kemiri di Sumatera Utara cukup banyak. Hasil rancang bangun teknologi tepat guna yang berkaitan dengan industri rumah tangga yang berbasis pedesaan adalah mesin pencetak batu bata dengan desain yang lebih kecil dan sederhana. Mesin ini dirancang dengan kapasitas 1920 s/d 2400 batu bata per hari. Hasil rancang bangun mesin ini memungkinkan untuk membuka unitunit produksi di berbagai tempat untuk meningkatkan hasil produksi batu bata yang dikelola masyarakat. KESIMPULAN DAN SARAN/REKOMENDASI Kesimpulan Berdasarkan hasil survei dan hasil rancangan terhadap teknologi tepat guna yang diperlukan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan, maka dapat diutarakan beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kemampuan perekonomian masyarakat pedesaan sangat diperlukan dukungan teknologi sederhana yang relevan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. 2. Berdasarkan data hasil panen ubi dan hasil survei tentang pemanfaatan teknologi tepat guna yang berkaitan dengan pengolahan ubi, maka teknologi tepat guna yang dibutuhkan adalah perajang ubi, sehingga pada kegiatan ini telah diperoleh rancangan perajang ubi model pisau rotasi dan model pisau dorong. 3. Komoditi kemiri merupakan salah satu andalan diwilayah Sumatera Utara, dan proses pelepasan inti kemiri dari kulitnya masih menjadi permalasahan, oleh karena itu diperlukan peralatan teknologi tepat guna yang dianggap efektif untuk melakukan pelepasan inti/isi kemiri dari kulitnya. Mesin yang dirancang pada kegiatan ini adalah mesin model rol, dimana rol memecahnya dapat diatur sesuai dengan ukuran kemiri yang akan dipecahkan. 4. Hasil survei terhadap penggunaan teknologi tepat guna bidang industri pedesaan menunjukkan bahwa industri pembuatan batu-bata sangat perlu untuk dikembangkan, oleh karena itu pada kegiatan ini telah diperoleh rancang bangun mesin pembuatan batu-bata yang berskala kecil dengan kapasitas 1920 sampai 2400 batu-bata perhari. Hasil rancangan bangun mesin ini memungkinkan untuk membuka unit-unit produksi diberbagai tempat untuk meningkatkan hasil produksi batu-bata yang dikelola masyarakat. Saran/Rekomendasi 1. Untuk meningkatkan kemampuan masyarakat menggunakan teknologi tepat guna untuk menunjang kegiatan perekonomian yang mereka lakukan, maka perlu dilakukan sosialisasi teknis disentra-sentra produksi yang ada ditingkat pedesaan, khususnya pada industri kecil atau home industri yang ada.

39

2.

3.

4.

5.

6.

Untuk membantu masyarakat menggunakan teknologi tepat guna diperlukan identifikasi kebutuhan, oleh karena itu perlu adanya penyusunan data tentang potensi dan kebutuhan akan teknologi tepat guna ditingkat pedesaan. Dewasa ini telah banyak teknologi tepat guna yang dihasilkan, namun masih banyak juga yang dianggap belum tepat guna, oleh karena itu teknologi tepat guna yang sudah ada perlu dilakukan kajian sesuai dengan karakter kebutuhan agar teknologi yang sudah ada dapat dimodifikasi menjadi tepat dan berguna. Untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan masyarakat mengunakan teknologi tepat guna, perlu dilakukan kompetisi-kompetisi berbasis penggunaan teknologi tepat guna untuk merangsang munculnya inovasi baru dimasyarakat sesuai kebutuhan diwilayah sumatera utara. Penggunaan teknologi tepat guna kebanyakan hanya dimanfaatkan oleh industri menengah, oleh karena itu pemerintah perlu memfasilitasi terjadinya kemitraan antara usaha kecil/home industri dengan usaha menengah dalam pemanfaatan teknologi tepat guna. Untuk meningkatkan kapasitas produksi industri kecil dipedesaan, maka sangat diperlukan adanya sosialisasi yang berkelanjutan tentang keberadaan teknologi tepat guna dan pemanfaatannya bagi peningkatan pendapatan masyarakat dipedesaan.

40

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->