Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat

. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan. Perubahan sosial budaya terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya komunikasi; cara dan pola pikir masyarakat; faktor internal lain seperti perubahan jumlah penduduk, penemuan baru, terjadinya konflik atau revolusi; dan faktor eksternal seperti bencana alam dan perubahan iklim, peperangan, dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Ada pula beberapa faktor yang menghambat terjadinya perubahan, misalnya kurang intensifnya hubungan komunikasi dengan masyarakat lain; perkembangan IPTEK yang lambat; sifat masyarakat yang sangat tradisional; ada kepentingan-kepentingan yang tertanam dengan kuat dalam masyarakat; prasangka negatif terhadap hal-hal yang baru; rasa takut jika terjadi kegoyahan pada masyarakat bila terjadi perubahan; hambatan ideologis; dan pengaruh adat atau kebiasaan.

Contoh perubahan sosial budaya di indonesia Fenomena perubahan sosial budaya yang terjadi sangat tergantung dari

kemampuanmasyarakat dalam mengarungi perubahan itu termasuk kesiapan dalam melakukan perubahan. Perubahan secara cepat dapat terjadi apabila ada keinginan umum untuk mendorong terjadinya perubahan itu, ada pemimpin, tujuan yang pasti, dan waktu yangtepat untuk melaksanakan perubahan yang cepat tersebut.Berdasarkan tingkat perubahan yang terjadi, adakalanya perubahan tersebut memiliki pengaruh yang besar dan mendasar, tetapi ada juga yang pengaruhnya tidak begitu besar dan tidak mendasar. Sebagai contoh, perkembangan mode pada fashion bersifat siklis dan pengaruhnya tidak begitu mendasar karena hanya bersifat sementara, jangka waktu perubahan relatif cepat. Contoh perubahan yang amat mendasar dan memerlukan waktu yang panjang adalah perubahan dari masyarakat agraris bermasyarakat industri.Adakalanya perubahan itu memang direncanakan data tahapan-tahapan tertentu. Datasejarah pembangunan Indonesia, kita mengenal adanya tahapan-tahapan data pembangunan (PELITA), sehingga perubahan itu pada suatu saat tertentu akanmemperoleh hasil yang diharapkan.

dan AcehPemberontakan ini merupakan gerakan keagamaan yang bertujuan membentuk negaraIndonesia berazaskan hukum Islam. . sehingga status Daud Beureh tidak lagi menjadigubernur Aceh melainkan hanya seorang residen. Sulawesi Selatan.dr. b. bekas JaksaAgung Negara Indonesia Titnur (NIT) tidak puas dengan terjadinya proses kembali kenegara kesatuan setelah Konfe-rensi Meja Bandar (KMB).Perilaku masyarakat akibat perubahan sosial dapat berupa pemberontakan. secara garis besar.demonstrasi.perubahan sosial budaya Kalau kita pikirkan sebenarnya yang selalu abadi dalam perjalanan kehidupan manusia adalah ³perubahan´itu sendiri.Pemberontakan ini berlangsung sekitar 4 balms dan berakhir setelah pemimpin mereka. Bentuk ketidakpuasan itu tentu mempunyai latar belakang yang berbeda.Pemberontakan a. Di Aceh misalnya Daud Beureh tidak puas akan kedudukannya yangsemula sebagai gubemur Daerah istimewa Aceh menjadi salah satu karesidenan Sumatrautara bukan lagi provinsi. Pemberontakan di daerah-daerah tersebut padaumumnya terjadi karena ketidakpuasan terhadap pemerintah pusat yang tidak memberikan penghargaan yang pastas untuk mereka yang telah berjuang membela danmempertahankan RI. Yang pasti pars pemimpin gerakan merasa tidak puas karena adanya perubahansosial budaya. data tindakan kriminal.Pemberontakan Darul Islam (DI/TII) di Jawa Barat. Pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS)Pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS) terjadi ketika sebagian kecil kelompok masyarakat Ambon yang dipimpin oleh Christian Robert Steven Soumokil. kita dapat membedakan sebab terjadinya perubahan tersebut berasal dari faktor internal dan faktor eksternal. Berikut beberapa contoh perubahan sosial budaya diindonesia: 1. Di sini jelas bahwa pemberontakan yangmereka lakukan karena adanya perubahan sosial-budaya khususnya status merekaanggota KNIL setelah KMB. Soumokil. Namun. Pemerintah RI setelah kembali menjadi negara kesatuanmelakukan penyederhanaan administrasi. aksi pastes. Pemberontakan inimenggunakan unsur KNIL yang merasa tidak pasti tentang status mereka setelah KMB. ditangkap. Sebagian dari yang berhasil lolos dari kejaran tentara RImelarikan diri ke Belanda data bergabung dengan mereka yang telah bermigrasi lebihawal serta membentuk RMS di pengasingan.

. Kedua pemberontakan ini terjadi karenaketidakpuasan terhadap kebijakan ekonomi tersentralisir yang dikeluarkan pemerintah pusat yang semula otonomi. Sebab dalam kenyataannya hasil yang diperoleh dari daerahke pusat tidak dimanfaatkan untuk mensejahterakan penduduk daerah mereka sendiri.Pemberontakan PRRI/PermestaPemberontakan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) terjadi di SumatraBarat dan Permesta di Sulawesi Utara.c.Mereka menuntut kembali adanya desentralisasi ekonomi khususnya di bidang eksport.

termasuk di dalamnya nilainilai. Ada kalanya perubahan-perubahan yang terjadi berlangsung demikian cepatnya.Setiap masyarakat dalam kehidupannya pasti mengalami perubahan-perubahan. Berdasarkan sifatnya. dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah perubahan unsur-unsur atau struktur sosial dan perilaku manusia dalam masyarakat dari keadaan tertentu ke keadaan yang lain. maka bentuk yang sederhana tersebut akan berubah menjadi kompleks. ataupun karena adanya penemuan-penemuan baru di dalam masyarakat. sehingga membingungkan manusia yang menghadapinya. baik karena perubahan kondisi geografis. Contoh perubahan evolusi adalah perubahan pada struktur masyarakat. Perubahan sosial yang terjadi memang telah ada sejak zaman dahulu. dinamika dan komposisi penduduk. Seringkali perubahan revolusi diawali oleh munculnya konflik atau ketegangan dalam masyarakat. yaitu perubahan sosial mengenai unsur-unsur kehidupan atau lembaga-lembaga kemasyarakatan yang berlangsung relatif cepat. 1. Berikut ini beberapa ilmuwan yang mengungkapkan tentang batasan-batasan perubahan sosial. keteganganketegangan tersebut sulit dihindari bahkan semakin berkembang dan tidak dapat . Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial Budaya dan Penyebabnya Perubahan sosial budaya dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk berikut ini. dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. perubahan yang terjadi bukan hanya menuju ke arah kemajuan. Selo Soemardjan menjelaskan bahwa perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang memengaruhi istem sosialnya. Suatu masyarakat pada masa tertentu bentuknya sangat sederhana. kebudayaan. namun karena masyarakat mengalami perkembangan. ideologi. namun dapat juga menuju ke arah kemunduran. Perubahan cepat disebut juga dengan revolusi. Berdasarkan uraian tersebut. Perubahan Lambat dan Perubahan Cepat Perubahan lambat disebut juga evolusi. Samuel Koenig menjelaskan bahwa perubahan sosial menunjuk pada modifikasimodifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Perubahan tersebut terjadi karena usaha-usaha masyarakat dalam menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan dan kondisi-kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat. A. Modifikasi-modifikasi tersebut terjadi karena sebab-sebab intern atau sebab-sebab ekstern. sikap. Gillin dan Gillin menyatakan bahwa perubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima.

d. Contoh perubahan secara revolusi adalah gerakan Revolusi Islam Iran pada tahun 19781979 yang berhasil menjatuhkan pemerintahan Syah Mohammad Reza Pahlevi yang otoriter dan mengubah sistem pemerintahan monarki menjadi sistem Republik Islam dengan Ayatullah Khomeini sebagai pemimpinnya. 2. Contoh perubahan besar adalah dampak ledakan penduduk dan dampak industrialisasi bagi pola kehidupan masyarakat. . Contoh perubahan kecil adalah perubahan mode rambut atau perubahan mode pakaian. Ada keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan. Adanya seorang pemimpin atau sekelompok orang yang mampu memimpin masyarakat tersebut. b. a.dikendalikan. merumuskan. perubahan besar adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang membawa pengaruh langsung atau pengaruh berarti bagi masyarakat. c. Kemampuan pemimpin dalam menampung. Perubahan Kecil dan Perubahan Besar Perubahan kecil adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau pengaruh yang berarti bagi masyarakat. Sebaliknya. Harus ada tujuan gerakan yang jelas dan dapat ditunjukkan kepada rakyat. e. Berikut ini beberapa persyaratan yang mendukung terciptanya revolusi. Terjadinya proses revolusi memerlukan persyaratan tertentu. Harus bisa memanfaatkan momentum untuk melaksanakan revolusi. serta menegaskan rasa tidak puas masyarakat dan keinginan-keinginan yang diharapkan untuk dijadikan program dan arah gerakan revolusi.

3. Perubahan yang tidak dikehendaki atau yang tidak direncanakan merupakan perubahan yang terjadi di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan. Contoh perubahan yang dikehendaki adalah pelaksanaan pembangunan atau perubahan tatanan pemerintahan. . Pihak-pihak tersebut dinamakan agent of change. Contoh perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan adalah munculnya berbagai peristiwa kerusuhan menjelang masa peralihan tatanan Orde Lama ke Orde Baru dan peralihan tatanan Orde Baru ke Orde Reformasi. Sebab-Sebab Perubahan Sosial Budaya Perubahan sosial dan kebudayaan di masyarakat dapat terjadi karena adanya sebab-sebab yang berasal dari masyarakat sendiri atau yang berasal dari luar masyarakat. misalnya perubahan tata pemerintahan Orde Baru menjadi tata pemerintahan Orde Reformasi. yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan yang bertujuan untuk mengubah suatu sistem sosial. 4. Perubahan yang Dikehendaki atau Direncanakan dan Perubahan yang Tidak Dikehendaki atau Tidak Direncanakan Perubahan yang dikehendaki atau yang direncanakan merupakan perubahan yang telah diperkirakan atau direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak melakukan perubahan di masyarakat. a . Sebab-Sebab yang Berasal dari Dalam Masyarakat (Sebab Intern) Berikut ini sebab-sebab perubahan sosial yang bersumber dari dalam masyarakat (sebab intern) 1) Dinamika penduduk. yaitu pertambahan dan penurunan jumlah penduduk.

b . 2) Adanya peperangan. maka disebut demonstration effect. maka mereka harus menyesuaikan diri dengan keadaan alam dan lingkungan yang baru tersebut. Revolusi tersebut menyebabkan perubahan yang mendasar. baik dari tatanan negara hingga tatanan dalam keluarga. Hal ini kemungkinan besar juga dapat memengaruhi perubahan pada struktur dan pola kelembagaannya. karena pihak yang menang biasanya akan dapat memaksakan ideologi dan kebudayaannya kepada pihak yang kalah.2) Adanya penemuan-penemuan baru yang berkembang di masyarakat. 3) Adanya pengaruh kebudayaan masyarakat lain. 4) Terjadinya pemberontakan atau revolusi sehingga mampu menyulut terjadinya perubahan-perubahan besar. Jika pengaruh suatu kebudayaan saling menolak. Berikut ini sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat. maka disebut cultural animosity. Bertemunya dua kebudayaan yang berbeda akan menghasilkan perubahan. masyarakat. 1) Adanya pengaruh bencana alam. Revolusi Rusia (Oktober 1917) yang mampu menggulingkan pemerintahan kekaisaran dan mengubahnya menjadi sistem diktator proletariat yang dilandaskan pada doktrin Marxis. Apabila masyarakat tersebut mendiami tempat tinggal yang baru. baik perang saudara maupun perang antarnegara dapat menyebabkan perubahan. Jika pengaruh suatu kebudayaan dapat diterima tanpa paksaan. Sebab-Sebab yang Berasal dari Luar Masyarakat (Sebab Ekstern) Perubahan sosial dan kebudayaan juga dapat terjadi karena adanya sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat (sebab ekstern). Misalnya. baik penemuan yang bersifat baru (discovery) ataupun penemuan baru yang bersifat menyempurnakan dari 3) Munculnya bentuk berbagai penemuan bentuk pertentangan lama (conflict) dalam (invention). Kondisi ini terkadang memaksa masyarakat suatu daerah untuk mengungsi meninggalkan tanah kelahirannya. Jika suatu .

Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan Sosial Budaya 1. Sikap Menghargai Hasil Karya Orang Lain Penghargaan terhadap hasil karya seseorang akan mendorong seseorang untuk berkarya lebih baik lagi. Faktor-Faktor Pendorong Perubahan a. Proses tersebut dapat mendorong pertumbuhan suatu kebudayaan dan memperkaya kebudayaan yang ada. Penemuanpenemuan baru tersebut dapat berasal dari kebudayaan asing atau merupakan perpaduan antara budaya asing dengan budaya sendiri.kebudayaan mempunyai taraf yang lebih tinggi dari kebudayaan lain. B. Adanya Kontak dengan Kebudayaan Lain Kontak dengan kebudayaan lain dapat menyebabkan manusia saling berinteraksi dan mampu menghimpun penemuan-penemuan baru yang telah dihasilkan. d. maka akan muncul proses imitasi yang lambat laun unsur-unsur kebudayaan asli dapat bergeser atau diganti oleh unsur-unsur kebudayaan baru tersebut. dapat merupakan cikal bakal terjadinya perubahan sosial budaya. sehingga masyarakat akan semakin terpacu untuk menghasilkan karya-karya lain. Toleransi terhadap Perbuatan yang Menyimpang Penyimpangan sosial sejauh tidak melanggar hukum atau merupakan tindak pidana. . Hal ini akan memberikan kemampuan manusia untuk menilai apakah kebudayaan masyarakatnya dapat memenuhi perkembangan zaman atau tidak. rasional. Pendidikan memberikan nilai-nilai tertentu bagi manusia. toleransi dapat diberikan agarsemakin tercipta hal-hal baru yang kreatif. b. terutama membuka pikiran dan mem-biasakan berpola pikir ilmiah. c. dan objektif.Untuk itu.

Ketidakpuasan Masyarakat terhadap Bidang-Bidang Tertentu Ketidakpuasan yang berlangsung lama di kehidupan masyarakat dapat menimbulkan reaksi berupa perlawanan.e. g. Nilai Bahwa Manusia Harus Senantiasa Berikhtiar untuk Memperbaiki Hidupnya Ikhtiar harus selalu dilakukan manusia dalam upaya memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas dengan menggunakan sumber daya yang terbatas. i. h. f. Keadaan demikian merupakan pendorong terjadinya perubahanperubahan baru dalam masyarakat dalam upayanya untuk mencapai keselarasan sosial. Hal ini membuka kesempatan kepada para individu untuk dapat mengembangkan kemampuan dirinya. Orientasi ke Masa Depan Pemikiran yang selalu berorientasi ke masa depan akan membuat masyarakat selalu berpikir maju dan mendorong terciptanya penemuan-penemuan baru yang disesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan zaman. ras. pertentangan. . Sistem Terbuka Masyarakat ( Open Stratification ) Sistem terbuka memungkinkan adanya gerak sosial vertikal atau horizontal yang lebih luas kepada anggota masyarakat. dan ideologi yang berbeda akan mudah terjadi pertentangan yang dapat menimbulkan kegoncangan sosial. dan gerakan revolusi untuk mengubahnya. Heterogenitas Penduduk Di dalam masyarakat heterogen yang mempunyai latar belakang budaya. Masyarakat tidak lagi mempermasalahkan status sosial dalam menjalin hubungan dengan sesamanya.

Faktor-Faktor Penghambat Perubahan a. Hal ini menyebabkan pola-pola pemikiran dan kehidupan masyarakat menjadi statis. b. e. Adanya Kepentingan-Kepentingan yang Telah Tertanam dengan Kuat ( Veste Interest) Organisasi sosial yang mengenal sistem lapisan strata akan menghambat terjadinya perubahan. Beberapa golongan masyarakat berupaya menghindari risiko ini dan tetap mempertahankan diri pada pola kehidupan atau kebudayaan yang telah ada. . Tapi mungkin juga karena masyarakat itu lama berada di bawah pengaruh masyarakat lain (terjajah). Terlambatnya Perkembangan Ilmu Pengetahuan Kondisi ini dapat dikarenakan kehidupan masyarakat yang terasing dan tertutup. Rasa Takut Terjadinya Kegoyahan pada Integritas Kebudayaan Integrasi kebudayaan seringkali berjalan tidak sempurna. Kurangnya Hubungan dengan Masyarakat Lain Kehidupan terasing menyebabkan suatu masyarakat tidak mengetahui perkembanganperkembangan yang telah terjadi. c. Golongan masyarakat yang mempunyai kedudukan lebih tinggi tentunya akan mempertahankan statusnya tersebut. contohnya masyarakat pedalaman. d. kondisi seperti ini dikhawatirkan akan menggoyahkan pola kehidupan atau kebudayaan yang telah ada. Sikap Masyarakat yang Masih Sangat Tradisional Sikap yang mengagung-agungkan tradisi dan masa lampau dapat membuat terlena dan sulit menerima kemajuan dan perubahan zaman. Kondisi inilah yang menyebabkan terhambatnya proses perubahan. Lebih parah lagi jika masyarakat yang bersangkutan didominasi oleh golongan konservatif (kolot).2.

g. Hambatan-Hambatan yang Bersifat Ideologis Setiap usaha perubahan pada unsur-unsur kebudayaan rohaniah. Adakalanya adat dan kebiasaan begitu kuatnya sehingga sulit untuk diubah. Misalnya. sehingga mereka cenderung menutup diri dari pengaruh-pengaruh asing. Adanya Sikap Tertutup dan Prasangka Terhadap Hal Baru (Asing) Sikap yang demikian banyak dijumpai dalam masyarakat yang pernah dijajah oleh bangsa lain. h.f. . misalnya oleh bangsa Barat. Mereka mencurigai semua hal yang berasal dari Barat karena belum bisa melupakan pengalaman pahit selama masa penjajahan. biasanya diartikan sebagai usaha yang berlawanan dengan ideologi masyarakat yang sudah menjadi dasar integrasi masyarakat tersebut. memotong padi dengan mesin dapat mempercepat proses pemanenan. namun karena adat dan kebiasaan masyarakat masih banyak yang menggunakan sabit atau ani-ani. Hal ini merupakan bentuk halangan terhadap perkembangan dan perubahan kebudayaan. maka mesin pemotong padi tidak akan digunakan. Adat atau Kebiasaan yang Telah Mengakar Adat atau kebiasaan merupakan pola-pola perilaku bagi anggota masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

1. C. Munculnya bentuk-bentuk penyimpangan sosial baru yang makin kompleks. . Berikut ini hal-hal negatif atau bentuk ke-munduran akibat adanya perubahan sosial budaya 1. 4. Pola pikir semacam ini tentu saja tidak akan memacu pekembangan kehidupan manusia. Terciptanya penemuan-penemuan baru yang dapat membantu aktivitas manusia. Lunturnya kaidah-kaidah atau norma budaya lama. 2. 2. 3. Memunculkan ide-ide budaya baru yang sesuai dengan perkembangan zaman. baik dari sisi pola pikir ataupun dari sisi pola kehidupannya (cultural lag atau kesenjangan budaya). Hal ini tentu saja memengaruhi pola dan perilaku masyarakatnya. 4. Perilaku Masyarakat sebagai Akibat Adanya Perubahan Sosial Budaya Perubahan sosial budaya akan mengubah adat. Berikut ini hal-hal positif atau bentuk kemajuan akibat adanya perubahan sosial budaya. misalnya lunturnya kesadaran bergotong-royong di dalam kehidupan masyarakat kota. bahkan ideologi suatu masyarakat. Adanya beberapa kelompok masyarakat yang mengalami ketertinggalan kemajuan budaya dan kemajuan zaman. 3. cara pandang. Nilai Bahwa Hidup ini pada Hakikatnya Buruk dan Tidak Mungkin Diperbaiki Pandangan tersebut adalah pandangan pesimistis. Tergesernya bentuk-bentuk budaya nasional oleh budaya asing yang terkadang tidak sesuai dengan kaidah budaya-budaya nasional. Telah dijelaskan di depan bahwa perubahan sosial budaya dapat mengarah pada hal-hal positif (kemajuan) dan hal-hal negatif (kemunduran). Masyarakat cenderung menerima kehidupan apa adanya dengan dalih suatu kehidupan telah diatur oleh Yang Mahakuasa.i. kebiasaan. Membentuk pola pikir masyarakat yang lebih ilmiah dan rasional. Munculnya tatanan kehidupan masyarakat baru yang lebih modern dan ideal.

mengingat sikap tersebut merupakan salah satu penyebab terhambatnya proses perubahan sosial budaya yang berujung pada terhambatnya proses perkembangan masyarakat dan modernisasi. Namun di sisi lain. Kalian sebagai pelajar tentu harus bisa menentukan sikap terhadap dampak perubahan sosial budaya yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Kalian diharapkan mampu memiliki dan mengembangkan sikap kritis terhadap proses perubahan sosial budaya yang terjadi di masyarakat. Sikap Kritis terhadap Pengaruh Perubahan Sosial dan Budaya Apapun bentuk perubahan sosial budaya akan menghasilkan suatu bentuk. Dalam pelaksanaannya. kalian harus mampu mengikuti perkembangan zaman dengan memperluas pengetahuan dan teknologi yang semakin berkembang. sebaliknya perubahan sosial budaya yang bersifat negatif harus kita saring dan kita cegah perkembangannya dalam kehidupan masyarakat kita. Sikap apriori yang berlebihan tentu saja tidak perlu kalian kedepankan. . nilai-nilai dan norma kehidupan bangsa yang luhur harus dapat terus kalian jaga dan lestarikan. pola. Sikap tersebut cenderung akan membuat kita meniru (imitasi) terhadap setiap perubahan sosial budaya yang terjadi. meskipun perubahan tersebut mengarah pada perubahan yang bersifat negatif. dan kondisi kehidupan masyarakat yang baru.D. Perubahan sosial budaya yang bersifat positif dapat kita terima untuk memperkaya khazanah kebudayaan bangsa kita. Demikian juga dengan sikap menerima setiap perubahan tanpa terkecuali.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful