P. 1
Contoh Perubahan Sosial Budaya Di Indonesia 1

Contoh Perubahan Sosial Budaya Di Indonesia 1

|Views: 1,150|Likes:
Published by Akhmad Miftachudin

More info:

Published by: Akhmad Miftachudin on Oct 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/18/2014

pdf

text

original

Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat

. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan. Perubahan sosial budaya terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya komunikasi; cara dan pola pikir masyarakat; faktor internal lain seperti perubahan jumlah penduduk, penemuan baru, terjadinya konflik atau revolusi; dan faktor eksternal seperti bencana alam dan perubahan iklim, peperangan, dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Ada pula beberapa faktor yang menghambat terjadinya perubahan, misalnya kurang intensifnya hubungan komunikasi dengan masyarakat lain; perkembangan IPTEK yang lambat; sifat masyarakat yang sangat tradisional; ada kepentingan-kepentingan yang tertanam dengan kuat dalam masyarakat; prasangka negatif terhadap hal-hal yang baru; rasa takut jika terjadi kegoyahan pada masyarakat bila terjadi perubahan; hambatan ideologis; dan pengaruh adat atau kebiasaan.

Contoh perubahan sosial budaya di indonesia Fenomena perubahan sosial budaya yang terjadi sangat tergantung dari

kemampuanmasyarakat dalam mengarungi perubahan itu termasuk kesiapan dalam melakukan perubahan. Perubahan secara cepat dapat terjadi apabila ada keinginan umum untuk mendorong terjadinya perubahan itu, ada pemimpin, tujuan yang pasti, dan waktu yangtepat untuk melaksanakan perubahan yang cepat tersebut.Berdasarkan tingkat perubahan yang terjadi, adakalanya perubahan tersebut memiliki pengaruh yang besar dan mendasar, tetapi ada juga yang pengaruhnya tidak begitu besar dan tidak mendasar. Sebagai contoh, perkembangan mode pada fashion bersifat siklis dan pengaruhnya tidak begitu mendasar karena hanya bersifat sementara, jangka waktu perubahan relatif cepat. Contoh perubahan yang amat mendasar dan memerlukan waktu yang panjang adalah perubahan dari masyarakat agraris bermasyarakat industri.Adakalanya perubahan itu memang direncanakan data tahapan-tahapan tertentu. Datasejarah pembangunan Indonesia, kita mengenal adanya tahapan-tahapan data pembangunan (PELITA), sehingga perubahan itu pada suatu saat tertentu akanmemperoleh hasil yang diharapkan.

Namun. Pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS)Pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS) terjadi ketika sebagian kecil kelompok masyarakat Ambon yang dipimpin oleh Christian Robert Steven Soumokil. b. sehingga status Daud Beureh tidak lagi menjadigubernur Aceh melainkan hanya seorang residen. Berikut beberapa contoh perubahan sosial budaya diindonesia: 1. secara garis besar.dr. kita dapat membedakan sebab terjadinya perubahan tersebut berasal dari faktor internal dan faktor eksternal. . dan AcehPemberontakan ini merupakan gerakan keagamaan yang bertujuan membentuk negaraIndonesia berazaskan hukum Islam. Di sini jelas bahwa pemberontakan yangmereka lakukan karena adanya perubahan sosial-budaya khususnya status merekaanggota KNIL setelah KMB.Perilaku masyarakat akibat perubahan sosial dapat berupa pemberontakan. Di Aceh misalnya Daud Beureh tidak puas akan kedudukannya yangsemula sebagai gubemur Daerah istimewa Aceh menjadi salah satu karesidenan Sumatrautara bukan lagi provinsi. Yang pasti pars pemimpin gerakan merasa tidak puas karena adanya perubahansosial budaya.demonstrasi. Soumokil. Pemberontakan di daerah-daerah tersebut padaumumnya terjadi karena ketidakpuasan terhadap pemerintah pusat yang tidak memberikan penghargaan yang pastas untuk mereka yang telah berjuang membela danmempertahankan RI. aksi pastes. bekas JaksaAgung Negara Indonesia Titnur (NIT) tidak puas dengan terjadinya proses kembali kenegara kesatuan setelah Konfe-rensi Meja Bandar (KMB).perubahan sosial budaya Kalau kita pikirkan sebenarnya yang selalu abadi dalam perjalanan kehidupan manusia adalah ³perubahan´itu sendiri. Pemerintah RI setelah kembali menjadi negara kesatuanmelakukan penyederhanaan administrasi.Pemberontakan Darul Islam (DI/TII) di Jawa Barat. ditangkap.Pemberontakan a. Sebagian dari yang berhasil lolos dari kejaran tentara RImelarikan diri ke Belanda data bergabung dengan mereka yang telah bermigrasi lebihawal serta membentuk RMS di pengasingan.Pemberontakan ini berlangsung sekitar 4 balms dan berakhir setelah pemimpin mereka. Sulawesi Selatan. data tindakan kriminal. Pemberontakan inimenggunakan unsur KNIL yang merasa tidak pasti tentang status mereka setelah KMB. Bentuk ketidakpuasan itu tentu mempunyai latar belakang yang berbeda.

Mereka menuntut kembali adanya desentralisasi ekonomi khususnya di bidang eksport. Sebab dalam kenyataannya hasil yang diperoleh dari daerahke pusat tidak dimanfaatkan untuk mensejahterakan penduduk daerah mereka sendiri.c.Pemberontakan PRRI/PermestaPemberontakan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) terjadi di SumatraBarat dan Permesta di Sulawesi Utara. . Kedua pemberontakan ini terjadi karenaketidakpuasan terhadap kebijakan ekonomi tersentralisir yang dikeluarkan pemerintah pusat yang semula otonomi.

Seringkali perubahan revolusi diawali oleh munculnya konflik atau ketegangan dalam masyarakat. Perubahan cepat disebut juga dengan revolusi. yaitu perubahan sosial mengenai unsur-unsur kehidupan atau lembaga-lembaga kemasyarakatan yang berlangsung relatif cepat. Berikut ini beberapa ilmuwan yang mengungkapkan tentang batasan-batasan perubahan sosial. ataupun karena adanya penemuan-penemuan baru di dalam masyarakat. sikap. Suatu masyarakat pada masa tertentu bentuknya sangat sederhana. keteganganketegangan tersebut sulit dihindari bahkan semakin berkembang dan tidak dapat . Samuel Koenig menjelaskan bahwa perubahan sosial menunjuk pada modifikasimodifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. termasuk di dalamnya nilainilai. Perubahan tersebut terjadi karena usaha-usaha masyarakat dalam menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan dan kondisi-kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat. Modifikasi-modifikasi tersebut terjadi karena sebab-sebab intern atau sebab-sebab ekstern. baik karena perubahan kondisi geografis. A. Selo Soemardjan menjelaskan bahwa perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang memengaruhi istem sosialnya. Berdasarkan uraian tersebut. dinamika dan komposisi penduduk. Perubahan sosial yang terjadi memang telah ada sejak zaman dahulu. 1. maka bentuk yang sederhana tersebut akan berubah menjadi kompleks. Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial Budaya dan Penyebabnya Perubahan sosial budaya dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk berikut ini. namun dapat juga menuju ke arah kemunduran. Ada kalanya perubahan-perubahan yang terjadi berlangsung demikian cepatnya. kebudayaan. Gillin dan Gillin menyatakan bahwa perubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima.Setiap masyarakat dalam kehidupannya pasti mengalami perubahan-perubahan. sehingga membingungkan manusia yang menghadapinya. dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. perubahan yang terjadi bukan hanya menuju ke arah kemajuan. ideologi. Perubahan Lambat dan Perubahan Cepat Perubahan lambat disebut juga evolusi. namun karena masyarakat mengalami perkembangan. dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah perubahan unsur-unsur atau struktur sosial dan perilaku manusia dalam masyarakat dari keadaan tertentu ke keadaan yang lain. Berdasarkan sifatnya. Contoh perubahan evolusi adalah perubahan pada struktur masyarakat.

Contoh perubahan kecil adalah perubahan mode rambut atau perubahan mode pakaian. Sebaliknya. e. Terjadinya proses revolusi memerlukan persyaratan tertentu. c. Adanya seorang pemimpin atau sekelompok orang yang mampu memimpin masyarakat tersebut.dikendalikan. Ada keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan. Contoh perubahan besar adalah dampak ledakan penduduk dan dampak industrialisasi bagi pola kehidupan masyarakat. serta menegaskan rasa tidak puas masyarakat dan keinginan-keinginan yang diharapkan untuk dijadikan program dan arah gerakan revolusi. Harus bisa memanfaatkan momentum untuk melaksanakan revolusi. Perubahan Kecil dan Perubahan Besar Perubahan kecil adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau pengaruh yang berarti bagi masyarakat. . b. merumuskan. d. 2. Contoh perubahan secara revolusi adalah gerakan Revolusi Islam Iran pada tahun 19781979 yang berhasil menjatuhkan pemerintahan Syah Mohammad Reza Pahlevi yang otoriter dan mengubah sistem pemerintahan monarki menjadi sistem Republik Islam dengan Ayatullah Khomeini sebagai pemimpinnya. Harus ada tujuan gerakan yang jelas dan dapat ditunjukkan kepada rakyat. Berikut ini beberapa persyaratan yang mendukung terciptanya revolusi. a. perubahan besar adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang membawa pengaruh langsung atau pengaruh berarti bagi masyarakat. Kemampuan pemimpin dalam menampung.

3. Contoh perubahan yang dikehendaki adalah pelaksanaan pembangunan atau perubahan tatanan pemerintahan. Pihak-pihak tersebut dinamakan agent of change. yaitu pertambahan dan penurunan jumlah penduduk. . 4. misalnya perubahan tata pemerintahan Orde Baru menjadi tata pemerintahan Orde Reformasi. a . Contoh perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan adalah munculnya berbagai peristiwa kerusuhan menjelang masa peralihan tatanan Orde Lama ke Orde Baru dan peralihan tatanan Orde Baru ke Orde Reformasi. Sebab-Sebab Perubahan Sosial Budaya Perubahan sosial dan kebudayaan di masyarakat dapat terjadi karena adanya sebab-sebab yang berasal dari masyarakat sendiri atau yang berasal dari luar masyarakat. Sebab-Sebab yang Berasal dari Dalam Masyarakat (Sebab Intern) Berikut ini sebab-sebab perubahan sosial yang bersumber dari dalam masyarakat (sebab intern) 1) Dinamika penduduk. yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan yang bertujuan untuk mengubah suatu sistem sosial. Perubahan yang tidak dikehendaki atau yang tidak direncanakan merupakan perubahan yang terjadi di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan. Perubahan yang Dikehendaki atau Direncanakan dan Perubahan yang Tidak Dikehendaki atau Tidak Direncanakan Perubahan yang dikehendaki atau yang direncanakan merupakan perubahan yang telah diperkirakan atau direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak melakukan perubahan di masyarakat.

Berikut ini sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat. Bertemunya dua kebudayaan yang berbeda akan menghasilkan perubahan. Jika pengaruh suatu kebudayaan dapat diterima tanpa paksaan. masyarakat. maka mereka harus menyesuaikan diri dengan keadaan alam dan lingkungan yang baru tersebut. 2) Adanya peperangan. Apabila masyarakat tersebut mendiami tempat tinggal yang baru. baik penemuan yang bersifat baru (discovery) ataupun penemuan baru yang bersifat menyempurnakan dari 3) Munculnya bentuk berbagai penemuan bentuk pertentangan lama (conflict) dalam (invention). Revolusi Rusia (Oktober 1917) yang mampu menggulingkan pemerintahan kekaisaran dan mengubahnya menjadi sistem diktator proletariat yang dilandaskan pada doktrin Marxis. b . Revolusi tersebut menyebabkan perubahan yang mendasar. 4) Terjadinya pemberontakan atau revolusi sehingga mampu menyulut terjadinya perubahan-perubahan besar. Sebab-Sebab yang Berasal dari Luar Masyarakat (Sebab Ekstern) Perubahan sosial dan kebudayaan juga dapat terjadi karena adanya sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat (sebab ekstern). 3) Adanya pengaruh kebudayaan masyarakat lain. maka disebut demonstration effect. Jika suatu . baik dari tatanan negara hingga tatanan dalam keluarga.2) Adanya penemuan-penemuan baru yang berkembang di masyarakat. baik perang saudara maupun perang antarnegara dapat menyebabkan perubahan. Jika pengaruh suatu kebudayaan saling menolak. Misalnya. karena pihak yang menang biasanya akan dapat memaksakan ideologi dan kebudayaannya kepada pihak yang kalah. Hal ini kemungkinan besar juga dapat memengaruhi perubahan pada struktur dan pola kelembagaannya. Kondisi ini terkadang memaksa masyarakat suatu daerah untuk mengungsi meninggalkan tanah kelahirannya. maka disebut cultural animosity. 1) Adanya pengaruh bencana alam.

dapat merupakan cikal bakal terjadinya perubahan sosial budaya. b. . toleransi dapat diberikan agarsemakin tercipta hal-hal baru yang kreatif. Adanya Kontak dengan Kebudayaan Lain Kontak dengan kebudayaan lain dapat menyebabkan manusia saling berinteraksi dan mampu menghimpun penemuan-penemuan baru yang telah dihasilkan. dan objektif. Toleransi terhadap Perbuatan yang Menyimpang Penyimpangan sosial sejauh tidak melanggar hukum atau merupakan tindak pidana. terutama membuka pikiran dan mem-biasakan berpola pikir ilmiah. Penemuanpenemuan baru tersebut dapat berasal dari kebudayaan asing atau merupakan perpaduan antara budaya asing dengan budaya sendiri. Hal ini akan memberikan kemampuan manusia untuk menilai apakah kebudayaan masyarakatnya dapat memenuhi perkembangan zaman atau tidak.Untuk itu. Faktor-Faktor Pendorong Perubahan a. maka akan muncul proses imitasi yang lambat laun unsur-unsur kebudayaan asli dapat bergeser atau diganti oleh unsur-unsur kebudayaan baru tersebut. B. d. rasional. sehingga masyarakat akan semakin terpacu untuk menghasilkan karya-karya lain. Sikap Menghargai Hasil Karya Orang Lain Penghargaan terhadap hasil karya seseorang akan mendorong seseorang untuk berkarya lebih baik lagi. c. Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan Sosial Budaya 1.kebudayaan mempunyai taraf yang lebih tinggi dari kebudayaan lain. Pendidikan memberikan nilai-nilai tertentu bagi manusia. Proses tersebut dapat mendorong pertumbuhan suatu kebudayaan dan memperkaya kebudayaan yang ada.

Masyarakat tidak lagi mempermasalahkan status sosial dalam menjalin hubungan dengan sesamanya. dan gerakan revolusi untuk mengubahnya. pertentangan. Heterogenitas Penduduk Di dalam masyarakat heterogen yang mempunyai latar belakang budaya.e. Orientasi ke Masa Depan Pemikiran yang selalu berorientasi ke masa depan akan membuat masyarakat selalu berpikir maju dan mendorong terciptanya penemuan-penemuan baru yang disesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan zaman. . Hal ini membuka kesempatan kepada para individu untuk dapat mengembangkan kemampuan dirinya. Sistem Terbuka Masyarakat ( Open Stratification ) Sistem terbuka memungkinkan adanya gerak sosial vertikal atau horizontal yang lebih luas kepada anggota masyarakat. Ketidakpuasan Masyarakat terhadap Bidang-Bidang Tertentu Ketidakpuasan yang berlangsung lama di kehidupan masyarakat dapat menimbulkan reaksi berupa perlawanan. f. dan ideologi yang berbeda akan mudah terjadi pertentangan yang dapat menimbulkan kegoncangan sosial. h. Keadaan demikian merupakan pendorong terjadinya perubahanperubahan baru dalam masyarakat dalam upayanya untuk mencapai keselarasan sosial. Nilai Bahwa Manusia Harus Senantiasa Berikhtiar untuk Memperbaiki Hidupnya Ikhtiar harus selalu dilakukan manusia dalam upaya memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas dengan menggunakan sumber daya yang terbatas. g. ras. i.

e. Lebih parah lagi jika masyarakat yang bersangkutan didominasi oleh golongan konservatif (kolot). . d. Kurangnya Hubungan dengan Masyarakat Lain Kehidupan terasing menyebabkan suatu masyarakat tidak mengetahui perkembanganperkembangan yang telah terjadi. Adanya Kepentingan-Kepentingan yang Telah Tertanam dengan Kuat ( Veste Interest) Organisasi sosial yang mengenal sistem lapisan strata akan menghambat terjadinya perubahan. Kondisi inilah yang menyebabkan terhambatnya proses perubahan. Sikap Masyarakat yang Masih Sangat Tradisional Sikap yang mengagung-agungkan tradisi dan masa lampau dapat membuat terlena dan sulit menerima kemajuan dan perubahan zaman. Rasa Takut Terjadinya Kegoyahan pada Integritas Kebudayaan Integrasi kebudayaan seringkali berjalan tidak sempurna. Tapi mungkin juga karena masyarakat itu lama berada di bawah pengaruh masyarakat lain (terjajah). Hal ini menyebabkan pola-pola pemikiran dan kehidupan masyarakat menjadi statis. Golongan masyarakat yang mempunyai kedudukan lebih tinggi tentunya akan mempertahankan statusnya tersebut. b.2. Beberapa golongan masyarakat berupaya menghindari risiko ini dan tetap mempertahankan diri pada pola kehidupan atau kebudayaan yang telah ada. kondisi seperti ini dikhawatirkan akan menggoyahkan pola kehidupan atau kebudayaan yang telah ada. contohnya masyarakat pedalaman. Terlambatnya Perkembangan Ilmu Pengetahuan Kondisi ini dapat dikarenakan kehidupan masyarakat yang terasing dan tertutup. c. Faktor-Faktor Penghambat Perubahan a.

g. memotong padi dengan mesin dapat mempercepat proses pemanenan. Adanya Sikap Tertutup dan Prasangka Terhadap Hal Baru (Asing) Sikap yang demikian banyak dijumpai dalam masyarakat yang pernah dijajah oleh bangsa lain. maka mesin pemotong padi tidak akan digunakan. biasanya diartikan sebagai usaha yang berlawanan dengan ideologi masyarakat yang sudah menjadi dasar integrasi masyarakat tersebut. Hambatan-Hambatan yang Bersifat Ideologis Setiap usaha perubahan pada unsur-unsur kebudayaan rohaniah. namun karena adat dan kebiasaan masyarakat masih banyak yang menggunakan sabit atau ani-ani. . h. Mereka mencurigai semua hal yang berasal dari Barat karena belum bisa melupakan pengalaman pahit selama masa penjajahan. sehingga mereka cenderung menutup diri dari pengaruh-pengaruh asing. Misalnya.f. Adat atau Kebiasaan yang Telah Mengakar Adat atau kebiasaan merupakan pola-pola perilaku bagi anggota masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini merupakan bentuk halangan terhadap perkembangan dan perubahan kebudayaan. misalnya oleh bangsa Barat. Adakalanya adat dan kebiasaan begitu kuatnya sehingga sulit untuk diubah.

Pola pikir semacam ini tentu saja tidak akan memacu pekembangan kehidupan manusia. 4. Munculnya tatanan kehidupan masyarakat baru yang lebih modern dan ideal. 3. 3. 2. . baik dari sisi pola pikir ataupun dari sisi pola kehidupannya (cultural lag atau kesenjangan budaya). Berikut ini hal-hal positif atau bentuk kemajuan akibat adanya perubahan sosial budaya. Munculnya bentuk-bentuk penyimpangan sosial baru yang makin kompleks. 4. kebiasaan. Memunculkan ide-ide budaya baru yang sesuai dengan perkembangan zaman. bahkan ideologi suatu masyarakat. Membentuk pola pikir masyarakat yang lebih ilmiah dan rasional. Hal ini tentu saja memengaruhi pola dan perilaku masyarakatnya. Masyarakat cenderung menerima kehidupan apa adanya dengan dalih suatu kehidupan telah diatur oleh Yang Mahakuasa. Berikut ini hal-hal negatif atau bentuk ke-munduran akibat adanya perubahan sosial budaya 1. Terciptanya penemuan-penemuan baru yang dapat membantu aktivitas manusia. Perilaku Masyarakat sebagai Akibat Adanya Perubahan Sosial Budaya Perubahan sosial budaya akan mengubah adat.i. Nilai Bahwa Hidup ini pada Hakikatnya Buruk dan Tidak Mungkin Diperbaiki Pandangan tersebut adalah pandangan pesimistis. Lunturnya kaidah-kaidah atau norma budaya lama. Adanya beberapa kelompok masyarakat yang mengalami ketertinggalan kemajuan budaya dan kemajuan zaman. Telah dijelaskan di depan bahwa perubahan sosial budaya dapat mengarah pada hal-hal positif (kemajuan) dan hal-hal negatif (kemunduran). misalnya lunturnya kesadaran bergotong-royong di dalam kehidupan masyarakat kota. 1. 2. cara pandang. C. Tergesernya bentuk-bentuk budaya nasional oleh budaya asing yang terkadang tidak sesuai dengan kaidah budaya-budaya nasional.

Perubahan sosial budaya yang bersifat positif dapat kita terima untuk memperkaya khazanah kebudayaan bangsa kita. meskipun perubahan tersebut mengarah pada perubahan yang bersifat negatif. nilai-nilai dan norma kehidupan bangsa yang luhur harus dapat terus kalian jaga dan lestarikan. kalian harus mampu mengikuti perkembangan zaman dengan memperluas pengetahuan dan teknologi yang semakin berkembang. Demikian juga dengan sikap menerima setiap perubahan tanpa terkecuali. mengingat sikap tersebut merupakan salah satu penyebab terhambatnya proses perubahan sosial budaya yang berujung pada terhambatnya proses perkembangan masyarakat dan modernisasi. pola. dan kondisi kehidupan masyarakat yang baru. Namun di sisi lain.D. Kalian diharapkan mampu memiliki dan mengembangkan sikap kritis terhadap proses perubahan sosial budaya yang terjadi di masyarakat. Dalam pelaksanaannya. Sikap apriori yang berlebihan tentu saja tidak perlu kalian kedepankan. Sikap tersebut cenderung akan membuat kita meniru (imitasi) terhadap setiap perubahan sosial budaya yang terjadi. Sikap Kritis terhadap Pengaruh Perubahan Sosial dan Budaya Apapun bentuk perubahan sosial budaya akan menghasilkan suatu bentuk. . Kalian sebagai pelajar tentu harus bisa menentukan sikap terhadap dampak perubahan sosial budaya yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. sebaliknya perubahan sosial budaya yang bersifat negatif harus kita saring dan kita cegah perkembangannya dalam kehidupan masyarakat kita.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->