P. 1
Laporan Praktikum Pengenalan Peralatan Praktikum

Laporan Praktikum Pengenalan Peralatan Praktikum

|Views: 736|Likes:
Published by Parid Nurahman

More info:

Published by: Parid Nurahman on Oct 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/29/2013

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI PERIKANAN

PENGENALAN PERLATAN PRAKTIKUM

Disusun Oleh: Parid Nurahman (230110110054)

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran 2012

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan ke hadirat Allah SWT. Karena atas berkat rahmatnya penyusunan laporan praktikum ini selesai tepat pada waktunya. Tujuan dari praktikum ini adalah mengenalkan dan mensosialisasikan jenis dan cara pengoperasian peralatan – peralatan yang banyak digunakan dalam kegiatan mikrobiologi perikanan. Saya menyadari bahwa dalam penyusunan laporan praktikum ini masih jauh dari kesempurnaan, baik dari segi bentuk maupun isinya. Untuk itu saya mengharapkan saran dan kritikan dari semua pihak yang sifatnya membangun. Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan praktikum dan penyelesaian laporan praktikum ini. Akhirnya, tiada kata yang dapat saya sampaikan selain mengharapkan agar laporan praktikum ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak di masa sekarang maupun masa yang akan datang.

Jatinangor, Oktober 2012

Penulis

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................... DAFTAR ISI.............................................................................................................. DAFRAR TABEL ..................................................................................................... DAFTAR GAMBAR ................................................................................................. I. II. III. IV. V. VI. PENDAHULUAN ................................................................................... TUJUAN PRAKTIKUM ......................................................................... LANDASAN TEORI ............................................................................... PERALATAN DAN BAHAN ................................................................. PROSEDUR KERJA ............................................................................... HASIL DAN PEMBAHASAN................................................................ 6.1 HASIL ................................................................................................ 6.2 PEMBAHASAN ................................................................................ VII. PENDALAMAN......................................................................................

i ii iii iv 1 1 2 4 4 5 5 11 13

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR TABEL

TABEL HASIL PENGAMATAN .............................................................................

5

iii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Balon Pipet ............................................................................................... Gambar 2. Botol Penyemprot .................................................................................... Gambar 3. Cawan Petri (Petri Disk) .......................................................................... Gambar 4. Colouny Counter ...................................................................................... Gambar 5. Electric Shaker ......................................................................................... Gambar 6. Hot Plate Stirrer ....................................................................................... Gambar 7. Inkubator .................................................................................................. Gambar 8. Jarum Ose ................................................................................................. Gambar 9. Lampu Spiritus ......................................................................................... Gambar 10. Lemari Pendingin ................................................................................... Gambar 11. Mikro Pipet ............................................................................................ Gambar 12. Mikroskop .............................................................................................. Gambar 13. Otoklaf ................................................................................................... Gambar 14. Oven ....................................................................................................... Gambar 15. Pipet Hisap ............................................................................................. Gambar 16. Pipet Tetes .............................................................................................. Gambar 17. Tabung Reaksi........................................................................................ Gambar 18. Timbangan Analaitik..............................................................................

5 5 5 5 6 6 6 6 7 7 7 8 9 9 9 10 10 10

iv

I.

PENDAHULUAN

Berkembangnya ilmu pengetahuan membuat rasa ingin tahu seseorang terhadap apa yang terdapat di alam sampai pada mikroorganisme yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Oleh karena itu muncul ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang mikroorganisme tersebut yang disebut dengan mikrobiologi. Dalam bidang penelitian mikroorganisme ini, tentu menggunakan teknik atau cara – cara khusus untuk mempelajari serta bekerja pada skala laboratorium untuk meneliti mikroorganisme ini baik sifat dan karakteristiknya, tentu diperlukan pula pengenalan akan alat-alat laboratorium serta teknik / cara penggunaan alat-alat yang berhubungan dengan penelitian tersebut. Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini juga harus dalam keadaan steril atau bebas dari kuman, bakteri, virus dan jamur. Dan untuk mensterilkannya diperlukan pula pengetahuan tentang cara-cara / teknik sterilisasi. Untuk kegiatan praktikum Mikrobiologi Perikanan, peralatan utama yang perlu dipelajari adalah mikroskop, autoklaf, inkubator, colony counter, hot plate stirrer, lemari pendingin dan peralatan inokulasi mikroba.

II.

TUJUAN PRAKTIKUM

Setelah melaksanakan kegiatan praktikum, praktikan diharapkan dapat : 1. mengenal alat-alat yang digunakan dalam laboratorium mikrobiologi perikanan. 2. memahami dan memiliki kemampuan dalam mengoperasikan peralatan praktikum.

1

III.

LANDASAN TEORI

Percobaan mikrobiologi merupakan suatu percobaan yang berhubungan langsung dengan mikroorganisme yang akan selalu dijumpai dan tidak menutup kemungkinan berada dalam tubuh manusia. Karenanya diperlukan penanganan yang tidak hanya benar, tetapi juga sesuai prosedur yang ada, sehingga dapat memperkecil kemungkinan masuknya mikroba pada tubuh praktikan. Untuk dapat melakukan dengan penanganan yang tepat, masing – masing praktikan harus mengenal dan mengetahui alat – alat beserta fungsi dan prinsip kerja setiap alat dalam laboratorium. (Pollack, 2002). Pengenalan alat-alat laboratorium penting dilakukan untuk keselamatan kerja saat melakukan penelitian. Alat-alat laboratorium biasanya dapat rusak atau bahkan berbahaya jika penggunaannya tidak sesuai dengan prosedur (Plummer, 1987). Nama pada setiap alat menggambarkan mengenai kegunaan alat dan atau menggambarkan prinsip kerja pada alat yang bersangkutan. Dalam penggunaannya ada alat-alat yang bersifat umum dan ada pula yang khusus. Peralatan umum biasanya digunakan untuk suatu kegiatan reparasi, sedangkan peralatan khusus lebih banyak digunakan untuk suatu pengukuran atau penentuan (Moningka, 2008) Alat yang digunakan dalam praktikum mikrobiologi antara lain autoklaf, colony counter, corong Buchner, Glass fin, haemositometer, dll. Dalam praktikum mikrobiologi dapat diketahui bahwa alat-alat yang digunakan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu alat besar, misalnya mikroskop, autoklaf, oven, shaker, dll. Dan alat kecil , misalnya jarum ose , kaca objek,tabung gelas dll. (Dorland, 2002). Autoklaf merupakan suatu alat sterilisasi yang menggunakan uap dan tekanan yang diatur. Alat ini pada hakikatnya merupakan ruangan uap berdinding rangkap yang diisi dengan uap jenuh bebas udara dan dipertahankan pada suhu serta tekanan yang ditentukan selama periode waktu yang dikehendaki. Autoklaf merupakan alat penting dalam setiap laboratorium mikrobiologi, ruang sterilisasi rrumah sakit, serta tempat lain yang memproduksi steril. Pada umumnya, autoklaf dipakai pada tekanan kira-kira 15 lb/in dan pada suhu 121 0 C. Waktu yang diperlukan untuk sterilisasi bergantung pada sifat bahan yang disterilkan, tipe wadah, dan volume bahan . beberapa bahan tertentu mempunyai ciri-ciri yang membuatnya praktis untuk di sterilkan dengan autoklaf (Pelczar, 1988). Mikroskop adalah instrumen yang paling utama digunakan dalam bidang mikrobiologi. Miikroskop dibedakan menjadi dua yaitu mikroskop cahaya dan mikroskop electron. 2

Kegunaan mikroskop yaitu untuk menghasilkan bayangan mikroorganisme yang diperbesar (Taringan, 1988) Pembakar bunsen merupakan alat pembakar untuk memusnahkan mikroorganisme pada jarum pindah, yaitu dengan cara memijarkan diatas api bunsen. Bila mensterilkan jarum pindah, harus dijaga agar tidak terjadi percikan karena kemungkinan besar sebagian dari percikan itu merupakan mikroorganisme yang masih hidup. Percikan tersebut dikurangi atau ditiadakan dengan terlebih dahulu mengaringkan jamur diluar nyala api atau bagian yang dingin dari luar nyala api sebelum dipijarkan dalam nyala api (Pleczar, 1988) Lemari Pendingin digunakan untuk biakan bakteri, khamir, dan kapang yang ditumbuhkan pada media agar dalam tabung reaksi. Biakan beberapa bakteri, khamir, dan kapang yang ditumbuhkan pada media agar dalam tabung reaksi dapat tetap hidup selama berbulan-bulan pada suhu lemari es yaitu sekitar 40-7 0 C. Metode ini baik untuk mengawetkan beberapa biakan tetapi tidak semua organism (pleczar, 1988) Tabung reaksi , umumnya terbuat dari gelas, dengan berbagai macam ukuran. Biasanya 75x10 mm, 4 ml, kadang-kadang 100x12 mm, 8 ml. Dipakai untuk mereaksikan zat-zat kimia dalam jumlah sedikit. Dapat dipanasi dengan api langsung/tidak langsung. Cara menggunakannya yaitu ; tabung reaksi dipegang pada lehernya, miringkan sedikit 60 derajat lalu diisi dengan larutan yang akan diperiksa dengan pipet tetes. Bila tabung beserta isinya akan dipanaskan, tabung dipegang dengan alat pemegang tabung dan pemanasan dilakukan di daerah 1/3 bagian cairan dari bawah mulut tabung harus diarahkan ke tempat yang aman. (Tim Mata Kuliah Kimia Dasar. 2011)

3

IV. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

PERALATAN DAN BAHAN Balon Pipet Botol Penyemprot Cawan Petri (Petri Disk) Colouny Counter Electric Shaker Hot Plate Stirrer Inkubator Jarum Ose Lampu Spiritus

10. Lemari Pendingin 11. Mikro Pipet 12. Mikroskop 13. Otoklaf 14. Oven 15. Pipet Hisap 16. Pipet Tetes 17. Tabung Reaksi 18. Timbangan Analitik

V.

PROSEDUR KERJA

1. 2. 3.

Mengamati alat-alat laboratorium yang dijelaskan. Memperhatikan dan mengetahui fungsi alat-alat laboratorium yang di jelaskan. Menggambarkan hasil pengamatan alat-alat laboratorium dan menuliskan prinsip kerja dan prosedur kerja dalam bentuk tabel hasil pengamatan.

4

VI.

HASIL DAN PEMBAHASAN 6.1 Hasil Nama Peralatan 1. Balon Pipet Prinsip Kerja Prosedur Kerja Gambar Peralatan

Menghisap cairan 1. Pasang balon pipet di yang akan dipindahkan ke media lainnya menggunakan pipet hisap pipet hisap 2. Tekan bagian gelembung untuk menghisap sampel 3. Tekan bagian kecil untuk mengeluarkan sampel 1. Isi botol dengan alkohol 2. Tutup 3. Semprotkan ke tangan untuk di sterilkan

2.Botol penyemprot

Mensterilisasi tangan dengan alkohol

3.Cawan petri

wadah media kultur dalam bentuk lempeng agar

1. Dekatkan cawan ke lampu spiritus lalu putarputar 2. Buka sedikit saja 3. Masukan sampel 4. Tutup

4.Colouny Counter

Mempermudah perhitungan koloni bakteri atau jamur yang tumbuh setelah diinkubasi di dalam cawan karena adanya kaca pembesar

1. Nyalakan tombol power 2. Letakan cawan petri 3. Amati dengan cara mengeser – geser 4. Hitung

5

5. Electric Shaker

Mengaduk atau mencampur suatu larutan dengan larutan yang lain sehingga bersifat homogen dengan gerakan satu arah.

1. Nyalakan tombol power 2. Atur kecepatan putaran 3. Atur waktu 4. Jepit tabung erlenmeyer Amati

6. Hot Plate stirrer

Alat yang dilengkapi

1. Letakan beaker Glass di atas plate

fasilitas pengaduk 2. Isi dengan larutan yang dan pemanas sehingga dapat digunakan untuk membantu pengadukan dan pendistribusian mikroba 7. Inkubator Peralatan yang dilengkapi dengan sistem untuk mempertahankan suhu dan kelembaban selama masa inkubasi sehingga mikroba dapat tumbuh secara baik. 8. Jarum Ose Mengambil mikroba yang diinkubasi, diisolasi atau di transfer ke media 6 1. Jarum ose disentuhkan pada bagian mikroba 2. Gosok pada kaca preparat untuk diamati 1. Atur suhu hingga mencapai suhu optimum untuk menumbuhakan bakteri akan di homogenisasikan 3. Atur kecepatan sesuai yang diinginkan

kultur lain.Jarum Ose disentuhkan pada bagian mikroba kemudian menggosokkan pada kaca preparat untuk diamati 9. Lampu Spiritus Mempertahankan sterilisasi ruang inokulasi, isolasi dan transfer mikroba 1. Nyalakan bunsen 2. Gunakan untuk sterilisasi kering

10. Lemari Pendingin

Mengendalikan aktivitas dan pertumbuhan mikroba dalam media kultur.

1. Simpan mikroba untuk mengendalikan aktivitas dan pertumbuhannya.

11. Mikro Pipet

Menghisap sampel hingga 0,01 ml

1. Atur volume yang di inginkan 2. Tekan setengahnya pada bagian atas hingga sampel terhisap 3. Tekan hingga full untuk mengeluarkan sampel

7

12. Mikroskop

Memperbesar penampakan objek sehingga mempermudah melakukan pengamatan

1. Letakkan mikroskop di atas meja dengan cara memegang lengan mikroskop sedemikian rupa sehingga mikroskop berada persis di hadapan pemakai 2. Putar revolver sehingga lensa obyektif dengan perbesaran lemah berada pada posisi satu poros dengan lensa okuler yang ditandai bunyi klik pada revolver. 3. Mengatur cermin dan diafragma untuk melihat kekuatan cahaya masuk, hingga dari lensa okuler tampak terang berbentuk bulat (lapang pandang). 4. Tempatkan preparat pada meja benda tepat pada lubang preparat dan jepit dengan penjepit obyek/benda 5. Aturlah fokus untuk memperjelas gambar obyek dengan cara memutar pemutar kasar, sambil dilihat dari lensa okuler. Untuk mempertajam putarlah pemutar halus 8

6. Apabila bayangan obyek sudah ditemukan, maka untuk memperbesar gantilah lensa obyektif dengan ukuran dari 10 X,40 X atau 100 X, dengan cara memutar revolver hingga bunyi klik. 7. Apabila telah selesai menggunakan, bersihkan mikroskop dan simpan pada tempat yang tidak lembab. 13.Otoklaf Sterilisasi dengan prinsip menggunakan uap panas, dan uap sebagai media sterilisasi 1. Buka kunci otoklaf 2. Tambahkan 1/5 volume air di otoklaf 3. Masukan alat yang ingin di sterilkan 4. Tutup dengan rapat 5. Nyalakan selama 20 menit dengan suhu 1210C 14.Oven Sterilisasi kering dan basah dengan 1. Nyalakan tombol pengatur suhu

media gelombang 2. Atur suhu panas sebagai pensterilisasi 3. Jika telah mencapai suhu yang di inginkan, keluarkan 15.Pipet Hisap Alat penghisap berbahan karet dan digunakan untuk 1. Ambil sampel dengan cara di hisap atau menggunakan balon pipet 9

memindahkan cairan dalam jumlah banyak 16.Pipet tetes Alat penghisap berbahan karet dan digunakan untuk memindahkan cairan dalam jumlah kecil 17.Tabung Reaksi Wadah media kultur berupa agar tegak dan agar miring 1. Ambil sampel lalu masukan kedalam tabung reaksi 1. Ambil sampel 2. Lalu masukan ke dalam wadah

18. Timbangan Analitik

Menimbang bahan yang akan digunakan dalam praktikum dengan tingkat ketelitian yang tinggi

1. Simpan bahan yang akan di timbang 2. Lihat angka yang tertera pada layar

10

6.2 Pembahasan

Berdasarkan hasil di atas. Dapat dibahas sebagai berikut : 1. Balon Pipet Balon pipet digunakan sebagai alat bantu untuk menghisap cairan dengan menggunakan pipet hisap untuk dipindahkan ke tempat yang lain. 2. Botol Penyemprot Botol Penyemprot digunakan untuk mensterilkan tangan dengan cara menyemprotkannya ke tangan. 3. Cawan Petri (Petri Disk) Cawan Petri digunakan sebagai wadah media kultur dalam bentuk media agar. 4. Colouny Counter Coulony counter digunakan untuk mempermudah perhitungan koloni bakteri atau jamur yang tumbuh setelah diinkubasi di dalam cawan karena adanya kaca pembesar. 5. Electric Shaker Electric Shaker adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengaduk atau mencampur suatu larutan dengan larutan yang lain sehingga bersifat homogen dengan gerakan satu arah. 6. Hot Plate Stirrer Hot Plate Stirrer adalah sebuah alat yang dilengkapi fasilitas pengaduk dan pemanas sehingga dapat digunakan untuk membantu pengadukan dan pendistribusian mikroba. 7. Inkubator Inkubator adalah sebuah alat yang dilengkapi dengan sistem untuk mempertahankan suhu dan kelembaban selama masa inkubasi sehingga mikroba dapat tumbuh secara baik. 8. Jarum Ose Jarum Ose digunakan untuk mengambil mikroba yang diinkubasi, diisolasi atau di transfer ke media kultur lain . Jarum Ose disentuhkan pada bagian mikroba kemudian menggosokkan pada kaca preparat untuk diamati 9. Lampu Spiritus Lampu Spiritus digunakan untuk mempertahankan sterilisasi ruang inokulasi, isolasi dan transfer mikroba. 11

10. Lemari Pendingin Lemari Pendingin digunakan untuk Mengendalikan aktivitas dan pertumbuhan mikroba dalam media kultur. 11. Mikro Pipet Mikro pipet digunakan untuk menghisap sampel hingga 0,01 ml, alat ini mempermudah karena terbukti sangat akurat. 12. Mikroskop Mikroskop adalah alat untuk memperbesar penampakan objek sehingga mempermudah melakukan pengamatan 13. Otoklaf Otoklaf adalah sebuah alat untuk sterilisasi dengan prinsip menggunakan uap panas, dan uap sebagai media sterilisasi. 14. Oven Oven adalah sebuah alat untuk sterilisasi dengan media gelombang panas sebagai pensterilisasi. 15. Pipet Hisap Pipet hisap adalah Alat penghisap berbahan karet dan digunakan untuk memindahkan cairan dalam jumlah banyak. 16. Pipet Tetes Pipet tetes adalah Alat penghisap berbahan karet dan digunakan untuk memindahkan cairan dalam jumlah kecil. 17. Tabung Reaksi Tabung reaksi adalah wadah media kultur berupa agar tegak dan agar miring. 18. Timbangan Analitik Timbangan aanalitik adalah alat yang digunakan untuk Menimbang bahan yang akan digunakan dalam praktikum dengan tingkat ketelitian yang tinggi.

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan, dapat disimpilkan bahwa dengan hasil pengamatan ini praktikan dapat mengenal alat-alat laboratorium yang digunakan dalam praktikum mikrobiologi perikanan serta mengetahui kegunaan dan cara mengaplikasikan alatalat laboratorium tersebut.

12

VII.

PENDALAMAN

1.

Apa yang dimaksud dengan sterilisasi kering dan sterilisasi basah ? jelaskan persamaan dan perbedaan keduanya!

2.

Jelaskan oleh anda perbedaan utama antara prinsip kerja dan kegunaan peralatan hot plate stirrer dan electric shaker !

3.

Jelaskan oleh anda prinsip kerja dari balon pipet !apa kerugian yang mungkin di hadapi jika tidak menggunakan balon pipet tersebut?

4.

Coba anda sebutkan dan jelaskan prinsip kerja yang digunakan untuk sterilisasi basah?

Jawaban

1. Sterilisasi kering adalah sterilisasi dengan udara panas yang dilakukan dengan menggunakan oven ada suhu 160-1800C terhadap bahan-bahan dan alat-alat yang tahan terhadap temperatur tinggi selama 1-2 jam. Sedangkan sterilisasi basah adalah sterilisasi dengan uap bertekanan menggunakan autoklaf. Cara ini digunakan untuk mensterilkan bahan-bahan atau material seperti air, medium dan sebagainya dengan temperatur mencapai 1210C selama 15-30 menit. Persamaan kedua cara ini yaitu sama – sama sebagai cara untuk mensterilkan peralatan. Perbedaannya, sterilisasi kering menggunakan udara panas, sedangkan sterilisasi basah menggunakan uap panas. 2. Perbedaan utama prinsip kerja dan kegunaan hot plate stirrer dan electric shaker adalah hot plate stirrer dibantu dengan bantuan panas yang sudah ada dari alat tersebut dan bantuan magnet untuk mengocok larutan. Sedangkan electric shaker tidak ada bantuan panas, juga tidak menggunakan magnet. 3. Prinsip kerja dari balon pipet adalah menghisap cairan yang akan di pindahkan ke media lainnya dengan menggunakan pipet hisap. Kerugian jika tidak memakai balon pipet adalah kita harus menghisap secara manual dengan mulut. 4. Prinsip kerja yang digunakan untuk sterilisasi basah yaitu mensterilkan bahan yang dimasukan kedalam tabung reaksi dan erlenmeyer yang sebelumnya ditutup rapat dengan menggunakan kapas dan aluminium foil agar tidak terkontaminasi dengan mikroorganisme di lingkungan luar. Sterilisasi ini menggunakan uap panas bertekanan tinggi.

13

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 1995. Farmakope Indonesia Ed. IV. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia Tim Mata Kuliah Kimia Dasar. 2011. Penuntun Praktikum Kimia Dasar. Universitas Tadulako. Palu. http://id.scribd.com/doc/94963236/Acara-I http://fheeyraredzqiiy.wordpress.com/2009/12/08/laporan-praktikum-sterilisasi/ http://ratihkuspriyadani.blogspot.com/2010/11/laporan-praktikum-mikrobiologiumum_30.html http://rifqicollectionfile.blogspot.com/2012/03/pengenalan-alat.html

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->