P. 1
METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN

METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN

|Views: 268|Likes:
Published by Absalio Sihombing

More info:

Published by: Absalio Sihombing on Oct 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/02/2015

pdf

text

original

METODOLOGI

PENELITIAN PENDIDIKAN

ARTI DAN FUNGSI PENELITIAN
Pentingnya penelitian
Tri Dharma Perguruan Tinggi

Penelitian

Pendidikan

Pengabdian masyarakat

APA ARTI PENELITIAN ?
Penelitian

Semua kegiatan penelaahan, penyelidikan, dan percobaan secara ilmiah dalam suatu bidang tertentu untuk mendapatkan faktafakta/prinsip-prinsip baru dalam ilmu dan tehnologi

Usaha manusia untuk mengisi kekosongan ilmu pengetahuan

PENELITIAN

TUJUANNYA UNTUK MENCARI KEBENARAN

CARA-CARA MEMPEROLEH KEBENARAN; - Cara kebetulan -- Trial and error -- Spekulasi -- Berpikir kritis dan rasional -- penelitian

AZAS METODOLOGI PENELITIAN ILMIAH
SYARAT MENJADI SEORANG PENELITI

BERSIKAP ILMIAH: - Faktual objektip -- Terbuka, jujur dan bertanggung jawab. -- Selalu mencari alternatif-alternatif pemecahan persoalan -- Selalu bertanya-tanya dan ingin tahu.

BERKOMPETENSI ILMIAH
-Mampu berpikir rasional, kritikal, sistematik dan terorganisir. -Bersikap kreatip dan inovatip. -- Mampu berkomunikasi secara efektif baik lisan maupun tulisan. -- Mampu mengidentifikasi permasalahan dan merumuskannya dengan jelas. -- Mampu mengamati secara teliti. -Mampu melihat kaitan suatu permasalahan dalam sistim yang lebih luas

PERSYARATAN PENELITIAN

SISTEMATIS

BERENCANA

MENGIKUTI KONSEP(METODA) ILMIAH

KONSEP(METODA) ILMIAH
KRITERIA ILMIAH
-

LANGKAH-LANGKAH ILMIAH
-

-

-

Berdasarkan fakta Bebas dari prasangka Menggunakan prinsipprinsip analisa. Menggunakan hipotesa Menggunakan ukuran objektip Menggunakan tehnik kuantifikasi

-

-

-

Memilih dan mengidentifikasi masalah Survei terhadap data yang ada Memformulasi hipotesa Menggunakan kerangka analisa serta alat-alat dalam menguji hipotesa. Mengumpulkan data primer, Mengolah, menganalisa serta membuat interpretasi Membuat generalisasi Membuat kesimpulan.

SIFAT/CIRI KHAS PENELITIAN

-* berkisar sekeliling masalah yang hendak dipecahkan. -* mengandung unsur originalitas. -* didasarkan pada pandangan ingin tahu dan terbuka. -* didasarkan pada asumsi bahwa sesuatu fenomena mempunyai hukum dan pengaturan. -*berkehendak menemukan generalisasiatau dalil -+ studi ttg sebab akibat

SYARAT UTAMA BERHASILNYA SUATU PENELITIAN

• Sadar akan pentingnya penelitian.
•* Ada sarana dan pembiayaan yang cukup. •* Segera diterapkan. •* Ada kebebasan melakukan penelitian. •* Mempunyai kualifikasi yang diperlukan yaitu: daya nalar, originallitas, daya ingat, kewaspadaan, akurat, konsentrasi, bekerjasama, kesehataan, semangat, pandangan moral.

RANCANGAN PENELITIAN

Perumusan masalah

Penyusunan desain

Penentuan sampel

Penyusunan tehnik pengumpulan data

Penulisan laporan Penyederhanaan dan tabulasi data

Pengumpulan data Rencana analisis data

Analisis data

OBJEK PENELITIAN

PERILAKU SOSIAL

YANG BERPERILAKU •Cara berpikir •* Perkembangan psychologis •* Cara mengorganisir masyarakat •* Memenuhi kebutuhan •*Menyelesaikan pertentangan atau konflik dalam diri sendiri SUMBERNYA: •Diri sendiri •* orang lain •* hasil karya ilmiah orang lain

DESAIN PENELITIAN

Desain Perencanaan: -Identifikasi masalah -- memilih kerangka konsepsional. -- formulasi masalah -- membangun penyelidikan. -- memilih variabel-variabel.

Desain Pelaksanaan: -Desain sampel -- Desain alat. -- Desain analisis. -- Desain administrasi. --

Studi kepustakaan: -Mengenal perpustakaan. -- Sumber pada perpustakaan -- membaca dan mencatat bahan -- mengutip bahan -- sumber bacaan

MASALAH

PERMASALAHAN

Hambatan-hambata yang dialami dalam pencapaian suatu tujuan

-Mempunyai nilai penelitian -- Harus mempunyai fisibilitas -- Harus sesuai dengan kwalifikasi peneliti --

MASALAH YANG RESEARCHABLE Mempunyai fisibilitas (dapat dipecahkan): - ada data dan metode -Biaya -- waktu -- biaya dan hasil seimbang -- administrasi dan sponsor kuat -- tidak bertentangan dengan hukum dan adat

Mempunyai nilai penelitian: -Mempunyai keaslian. -- menyatakan hubungan -- merupakan hal yang penting -- dapat diuji -- dinyatakan dalam bentuk pertanyaan

Sesuai dengan kwalifikasi peneliti: menarik bagi peneliti - Cocok dengan kwalifikasi ilmiah peneliti.

1. Inventarisasi dalam satu daftar semua tema permasalahan yang ada dalam pikiran anda. 2. Kumpulkan bahan-bahan sebanyak mungkin sesuai dengan kemampuan anda yang ada kaitannya dengan tema tersebuit. 3. Susun kerangka sementara mengenai tema permasalahan tersebut seperti: - Menuliskan ide-ide pokok - Catat berbaagai pendapat dari berbagai sumber yang membahas hal-hal yang berkaitan dengan tema permasalahan. - Tuliskan dan rumuskan secara lengkap permasalahan penelitian dengan sistematis dan logis yang mencakup hal-hal apa yang melatar belakangi, isi permasalahan, batas/ruang lingkup permasalahan dan tujuan/guna penelitian tersebut.

1. Mencari sesuatu dalam rangka pemuasan akademis seseorang 2. Memusatkan perhatian dan keingin tahuan seseorang akan hal-hal yang baru 3. Meletakkan dasar untuk memecahkan beberapa penemuan peneliti sebeluimnya ataupun dasar untuk penelitian selanjutnya 4. Memenuhi keingin an sosial 5. Menyediakan sesuatu yang bermanfaat

1. 2. 3. 4. 5.

Paradigma Nilai dari peneliti Kebereaksian Metodologi Satuan analisisWaktu

 

  

ANGGAPAN DASAR: - Pernyataan yang berperan sebsgai titik tolak untuk mempelajari suatu gejala. - titik tolak berpikir yang kebenarannya diterima oleh peneliti. - asumsi-asumsi yang merupakan tebakan tebakan yang cerdik. - firasat yang matang - dasar untuk menyusun hipotesa

     

ANGGAPAN DASAR PERLU DIRUMUSKAN: - agar ada dasar berpijak yang kokoh bagi masalah yang sedang diteliti. - untuk mempertegas variabel yang menjadi pisat perhatiannya. - guna menentukan dan merumuskan hipotesa. CARANYA; - banyak membaca. - banyak mendengar. - berkunjung ke tempat. - mengadakan pendugaan, mengabstraksikan berdasarkan perbendaharaan pengetahuannya.

HIPOTESA Hipotesa adalah sebuah kesimpulan yang belum final yang masih harus diuji kebenarannya. Atau Hipotesa adalah jawaban duga yang dianggap besar kemungkinannya menjadi jawaban yang benar

HIPOTESA: Secara etimologinya terdiri dari: Hypo= kurang dari Thesis = pendapat

BAGAIMANA MENGETAHUI KEDUDUKAN HIPOTESA

a. Perlu diuji apakah ada yang menunjukkan hubungan antara variabel penyebab dengan variabel akibat. b. Ada data yang menunjukkan bahwa akibat yang ada, memang ditimbulkan oleh penyebab itu. c. Ada data yang menunjukkan bahwa tidak ada penyebab lain yang bisa menimbulkan akibat tersebut.

a. b. c.

d. e.

GUNA HIPOTESA; Memberikan pengarahan dalam langkah lebih lanjut. Sebagai petunjuk dalam pengumpulan dan analisa data Alat untuk menghubungkan penelitian ybs dg penelitian lain. Membatasi ruang lingkup penelitian. Mengurangi kemungkinan penyimpangan dalam pengumpulan data

TINGGI RENDAHNYA KEGUNAAN HIPOTESA; a. Pengamatan yang tajam dari peneliti. b. Imjinasi serta pemikiran kreatif dari peneliti. c. Kerangka analis a yang digunakan peneliti. d. Metoda serta desain penelitian yang dipilih oleh peneliti.

CIRI-CIRI HIPOTESA YANG BAIK: a. Harus menyatakan hubungan b. Sesuau dengan fakta c. Berhubungan dengan ilmu serta tumbuh dengan ilmu pengetahuan d. Dapat diuji e. Sederhana f. Bisa menerangkan fakta.

JENIS-JENIS HIPOTESA

HIPOTESA KERJA (hipotesa alternatif) -Jika ….maka… -Ada perbedaan antara.. dengan .. -Ada pengaruh..thdp.. HIPOTESA NOL (hipotesa statistik) -Tidak ada perbedaan antara..dg.. Tidak ada pengaruh..dg..

Kesalahan yang terjadi dalam pengujian hipotesa. Kesalahan penarikan kesimpulan dalam pengujian hipotesa dapat dilihat dalam tabel berikut: Kesimpulan dan keputusan Terima hipotesa Tolak hipotesa Keadaan yang sebenarnya Hipotesa benar Tidak membuat kekeliruan Kekeliruan jenis I Hipotesa salah Kekeliruan jenis II Tidak membuat kekeliruan

CONTOH 1

Anggapan dasar:
1. Pendidikan memberikan wawasan lebih luas dalam mempengaruhi sikap orang tua di desa tentang usia perkawinan. 2. Penghslan org tua yg berkecukupan akan menyebabkan tdk terdesaknya org tua utk mengawinmkan akan sbg unsur penunjang ekonomi. 3. Pekerjaan org tua yg relatif stabil dan cukup juga akan mengakibatkan tdk terdesaknya 4. Pemilikan harta org tua yg berkecukupan utk menjamin kelangsungan hidup keluarganya akan berakibat tdk terdesaknya …..

Hipotesa:
1. Semakin rendah tingkat pendidikan org tua maka semakin cendrung utk menikahkan anaknya pada usia muda. 2. Semakin rendah tingkat penghasilan orang tua, semakin cendrung utk .. 3. Semakin tdk stabil pekerjaan org tua, semakin cendrung untuk … 4. Semakin rendah (sedikit) pemilikan harta orang tua, semakin cwndrung untk ..

Tema:
Sikap org tua terhdp usia perkawinan anak di daerah pedesaan

Contoh 2

Anggapan dasar:
Permasalahan
Apakah penerimaan terhadap proses pembaharuan mempunyai perbedaan pada mereka yang berasal dari lingkungan sosial tertentu ?

1. Tingkat pendidikan yang ditempuh seseorang memungkinkan keterbukaan untuk meniru proses pembaharuan. 2. Nilai yang dianut seseorang merupakan dasar pengarah bagi penerimaan proses pembaharuan. 3. Tingkat informasi yang dimiliki seseorang dapat memberi pandangan mengenai suatu proses pembaharuan.

Hipotesa:
1. Orang yang pendidikan tinggi relatif lebih mudah menerima proses pembaharuan. Orng yang berorientasi pada nilai-nilai yang modern lebih mudah menerima proses pembaharuan. Orng yang memiliki banyak informasi lebih mudah menerima proses pembaharuan.

2.

3.

Contoh 3

Anggapan dasar: Permslhan
Mengapa timbul kecenderungan berbuar tindakan kriminal dalam suatu lingkungan masyarakat 1. Suatu lingkungan masyarakat mempunyai daya absorbsi , yaitu daya serap atau peredam terhadap gejala sosial yang dapat menimbulkan goncangan. 2. Seseorang dapat merasa frustasi apabila tersisihkan dari lingkungan masyarakatnya. 3. Seseorang yang merasa frustasi lebih mudah dirangsang untuk berbuat tindakan kriminal.

Hipotesis:
Untuk mereka yang berada pada lingkungan masyarakat yang rendah daya absorbsinya, jika mereka semakin tersisihkan dari lingkungan masyarakatnya , maka mereka semakin mudah dirangsng untuk cendrung berbuat tindakan kriminal.

Perlu diperhatikan:
-Harus singkat tetapi memberi gambaran akan isi. -Tidak muluk-muluk -Jika judul terlalu panjang , judul tsb dibagi menjadi 2 bgn yaitu: *Bgn I: Pokok permasalahan *Bgn II: keterangan pd pokok persoalan

Dalam merumuskan judul :

Judul yang lengkap diharapkan mencakup:
-Sifat dan jenis penelitian -Objek yang diteliti -Subjek penelitian -Lokasi/daerah penelitian -Tahun/wkt terjadinya peristiwa

contoh Judul: “ Studi komparasi antara metode induktif dan metode deduktif untuk menghafal rumus-rumus matematika siswa SMA di Medan tahun 2010”

Dari judul di atas dapat dilihat bahwa: Sifat atau jenis penelitian: studi komparasi. Objek penelitian: Metode induktif dan deduktif untuk menghafal rumus matematika. Subjek penelitian: Siswa SMA Lokasi: Medan Waktu: tahun 2010

POPULASI DAN SAMPEL
Merupakan himpunan semua hal yang ingin diketahui

POPULASI (UNIVERSUM)

Sebagai jumlah keseluruhan
unit analisis yang ciri-cirinya akan diduga

-Populasi target -Populasi survei/populasi realitas

ALUR PEMIKIRAN ANTARA POPULASI DAN SAMPEL

POPULASI SAMPEL SAMPEL POPULASI AKSES HASIL TEMUAN POPULASI TARGET


Probability sampling
1. Simple Random Sampling (Penarikan Sample Sederhana)


Non Probability Sampling.
1. Accidental Sampling (Penarikan sampel secara kebetulan) 2. Purposive Sampling (Penarikan sampel secara sengaja) 3. Quota Sampling (Penarikn sampel jatah) 4. Snowball Sampling (Penarikan sampel bola salju).

2. Systematic Random Sampling (Penarikan sampel sistematis)
3. Stratified Random Sampling (penarikan sampel berstrata) 4. Cluster Random Sampling (Penarikan sampel berkelompok)

SIMPLE RANDOM SAMPLING

Cara mengambil sampel: -Diundi -Tabel angka random

Syaratnya: -Hanya diketahui namanama/identitas dari satuan-satuan elemen dalam populasi. -Tidak ada metode lain yang lebih efisien.

SYSTEMATIC RANDOM SAMPLING

Yaitu metoda pengambilan sampel yang hanya unsur pertama saja dari sampel yang dipilih secara acak.

Syaratnya: -Nama/ identifikasi dr stn elementer dlm populasi terdpt dlm satu daftar -- populasi mempunyai pola yg beraturan, mis. Block sensus

Caranya: -Tentukan sampel interval. -Undi elemen pertama -Tentukan no sampel berikutnya

STRATIFIED RANDOM SAMPLING

Populasi dibagibagi menjadi beberapa lapisan yang seragam dg jlh yg lbh kecil yg disbt stratum dan proses pembgn ini disbt stratifikasi

Syaratnya: -Ada kriteria utk menstratifikasi -- ada data tiappendahuluan dr populasi mengenai kriteria yg digunakan utk menstratifikasi -Harus diketahui dengan tepat jumlah satuansatuan elementer dr tiap stratum

Stratified Random Sampling dibagi 2: a. Proportionate Stratified Random Sampling. b. Disproportionate Srtatified Random Sampling

CLUSTER RANDOM SAMPLING

-Defenisikan populasi -Tentukan jumlah sampelsampel yang dikehendaki -Tentukan dan defenisikan cluster secara logis -Sebutkan cluister-cluste yang terkandung dalam populasi -Taksir jumlah rata-rata anggota populasi tiap cluster -Tentukan jumalh clustrer yang diinginkan -Pilih secara random jumlah cluster yang dibutuhkan

Contoh: Kepala Kanwil ingin memperoleh sampel dari guruguru SMK

-Populasi adalah 5000 guru PPKn -Besarnya sampel yang diinginkan adalah 500 orang -Cluster yang masuk akal adalah sekolah -Kepala kantor wilayah mempunyai daftar semua sekolah SMK sebanyak 100 sekolah -Jumlah guru rata-rata tiap sekolah 50 orang -Jumlah cluster (sekolah) yang diinginkan adalah 500 : 50 = 10 sekolah -Secara random dipilih 3 sekolah dari 100 sekolah

Contoh penarikan sampel dgn Snowball Sampling
Kepala bagian produksi

Perencanaan Produksi

Pengawasan Produksi

desain

Material(bahan mentah)

Mutu barang

Dana

Jadwal kegiatan produksi

staf

staf

staf

staf

staf

staf

staf

staf

staf

1. Menyusun instrumen penelitian:
a. tetapkan variabel penelitian yaitu segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan dalam penelitian yang terdiri dari, * variabel bebas, yaitu variabel yang menyebabkan atau mempengaruhi yaitu faktor-faktor yang yang diukur, dimanipulasi atau dipilih peneliti untuk menentukan hubungan antara fenomena yang diobservasi atau diamati.
•Variabel

terikat atau tergantung adalah faktor-faktor yang diobservasi dan diukur untuk menentukan adanya pengaruh variabel bebas yaitu faktor yang muncul atau tidak muncul atau berubah sesuai dengan yang diperkenalkan oleh peneliti tsb.
•*

Variabel moderator adalah faktor-faktor atau aspek-aspek yang diukur dimanipulasi atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan apakah variabel tersebut mengubah hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat.
•*Variabel

kontrol atau variabel kendali yaitu variabel yang diusahakan untuk dinetralisasi oleh peneliti.

 

B. Menentukan alat ukur dalam pengumpulan data.
* Pengukuran adalah suatu proses yang melibatkan aktivitas mencari informasi yang bersifat kuantitatif dengan jalan membandingkan terhadap kriteria yang telah ditentukan lebih dahulu. * Penilaian adalah mengkualifikasikan informasi yang telah diperoleh untuk menentukan pendapat guna mengambil keputusan yang berkaitan dengan informasi tersebut. * Instrumen adalah alat untuk mengukurkan informasi atau melakukan pengukuran. * Pengukuran melibatkan 4 aktivitas pokok yaitu: menentukan dimensi (konsep-konsep yang mendukung variabel), menentukan indikator, menentukan tingkatan atau skala ukuran yang digunakan,membuat instrumen.

 

c. Menentukan validitas dan reliabilitas

Validitas yaitu tingkat dimana suatu tes dapat mengukur apa yang seharusnya diukurnya, terdiri dari: -Validitas isi -Validitas Konsepsi -Validitas bersamaan -Validitas prediktif.

Reliabilitas, yaitu tingkatan dimana suatu tes secara konsisten mengukur berapa kalipun tes itu diukur tetap sama. Reliabilitas dapat ditentukan dengan: -Reliabilitas Tes Ulang -Reliabilitas tes bentuk selang seling -Reliabilitas tes belah dua -Reliabilitas Kuder Richardson

Prosedur pengumpulan data

Berapa lama,kapan, bagaimana,bentuk

tes observasi angket

wawancara

JENIS-JENIS PENELITIAN

Dari aspek tujuan: -Penelitian dasar (Basic Research) -Penelitian Terapan (Applied Research)

Dari aspek metode: -Penelitian Deskriptif -Penelitian Sejarah - Penelitian Survey - Penelitian ExPostfakto - Penelitian Eksperimen - Penelitian Quasi Eksperimen -Penelitian Tindakan kelas

Penelitian Bidang Garapan: -Penelitian Kependidikan - Penelitian Non Kependidikan

Rasionalisasi penelitian: -Merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan mengiterpretasi objek sesuai dengan apa adanya - merupakan penelitian non eksperimen karena peneliti tidak melakukan kontrol dan memanipulasi variabel penelitian - pengumpulan data dilakukan untuk mengetes pertanyaan penelitian atau hipotesa yang berkaitan dengan keadaan dan kejadian sekarang

Keunikan penelitian: -Menggunakan kuesioner dan wawancara - menggunakan observasi - memerlukan permasalahan yang harus diidentifikasi dan dirumuskan secara jelas

LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN DESKRIPTIP

1. MEMBATASI DAN MERUMUSKAN MASALAH SECARA JELAS 2. MENENTUKAN TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN. 3. MELAKUKAN STUDI KEPUSTAKAAN 4. MENENTUKAN KERANGKA BERPIKIR, PERTANYAAN PENELITIAN ATAU HIPOTESIS PENELITIAN. 5. MENDESAIN METODA PENELITIAN, MENENTUKAN POPULASI,SAMPEL,TEHNIK SAMPLING, MENENTUKAN INSTRUMEN PENGUMPUL DATA DAN MENGANALISIS DATA 6. MEMBUAT LAPORAN PENELITIAN

Rasionalisasi penelitian eksperimen: -Merupakan penelitian yang benar-benar dapat menguji hipotesis hubungan sebab akibat -- menyajikan pendekatan yang paling valid untuk menyelesaikan masalahmasalah sosial/pendidikan. - suatu metoda yang sistematis dan logis untuk menjawab pertanyaan:” Jika penyelidikan dilakukan pada kondisi-kondisi yang dikontrol dengan teliti, maka apakah yg akan terjadi?”

Variabel bebas Variabel terikat Variabel bebas

Menurut Ary, l985 penelitian eksperimen mempunyai 3 karakteristik penting: 1. Memanipulasi variabel 2. Mengontrol variabel 3. Melakukan observasi.

Menurut Gay, l982 langkah-langkah penting dalam penelitian eksperimen adalah: a. Ada permasalahan yang signifikan untuk diteliti. b. Pemilihan subjek yang dibagi dalam kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. c. Pembuatan/pengembangan instrumen d. Pemilihan desain penelitian e. Eksekusi prosedur f. Melakukan analisis data g. Memformulasikan kesimpulan.

1. DESAIN “PRETEST-POSTTEST CONTROL GROUP” KELOMPOK Kontrol (R) Eksprimen (R) PRE -TEST O O TREATMENT X1 X2 POSTTEST O O

2. DESAIN “POSTTEST ONLY CONTROL GROUP” KELOMPOK PRETEST TREATMENT POST- TEST

Eksperimen (R)
Kontrol (R)

-

X1
X2

O
O

Penelitian tindakanadalah cara suatu kelompok atau seseorang dalam mrngorganisir suatu kondisi sehingga mereka dapat mempelajari pengalaman mereka dan membuat pengalaman mereka dapat diakses orang lain

Dilakukan ditempat kerja peneliti sehari-hari

GRUP

INDIVIDU

TUJUANNYA: MENINGKAT KAN KUALITAS SUBJEK YANG DITELITI

KEUNGGULANNYA: -Tidak meninggalkan tempat kerja -Peneliti dapat merasakan hasil dari tindakan yang telah direncanakan -Responden dapat merasakan langsung hasil dari treatment yang dilakukan

KARAKTERISTIK PENELITIAN TINDAKAN: -Masalah yang dipecahkan merupakan persoalan praktis yang dihadapi peneliti dalam kehidupan profesinya sehari-hari -Treatment yang diberikan berupa tindakan yang terencana untuk memecahkan masalah dan meningkatkan kualitas subjek yang diteliti -Langkah penelitian dalam bentuk siklustingkatan atau daur yang mengikuti kinerja secara intensif -Terdapat langkah berpikir reflektif (reflective thinking) sblm/sesdh tindakan yg beguna utk melakukan retrospeksi(kaji ulang) thdp tindakan yg tlh diberikan

TUJUAN PENELITIAN: -Salah satu cara strategis untuk memperbaiki hasil kerja -Melakukan tindakan untuk meningkatkan apa yang telah diperoleh sebelumnya -Bagi peneliti untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan permasalahan dan bagi subjek untuk mendapatkan manfaat langsung dari tindakan nyata -Tercapainya konteks pembelajaran -Menumbuhkan budaya meneliti sambil bekerja -Pweningkatan kualitas secara profesional maupun akademis

LANGKAH PENTING DALAM PENELITIAN TINDAKAN
Plan (perencanaan) ,merupakan tindakan terencana untuk meningkatkan apa yang telah terjadi dan mampu menjawab tantangan yang muncul

PAOR

Act (tindakan) ,merupakan kegiatan praktis yg terencana dan mengacu pada rencana yg rasional dan terukur
Observe (pengamatan), pengamatan harus fleksibel dan terbuka untuk dapat mencatat gejala yang muncul baik yang diharapkan atau yang tidak diharapkan Reflect (reflektif=perenungan) , melakukan pengkajian kembali tindakan yang telah dilakukan terhadap subjek penelitian dan telah dicatat dlm obsevasi

MODEL PENELITIAN TINDAKAN

1. MODEL KEMMIS,

dikembangkan oleh Stephen Kemmis dan Robin Me Taggart

REFLEKTIF

PLAN

REVISED PLAN SIKLUS MODEL KEMMIS

REFLEKTIF

MODEL EBBUT

TINGKAT 1
-Ide awal, identifikasi permasalahan, tujuan dan manfaar. -Langkah tindakan -Monitoring effek tindakan

TINGKAT 2
-Revisi rencana umum -Langkah tindakan -Monitor effek tindakan sebagai bahan untuk masuk ke tingkatan ketiga

TINGKAT 3
Revisi ide umum Rencana diperbaiki Monitor effek tindakan sebagai bahan evaluasi tujuan penelitian

SIKLUS MODEL EBBUT

MODEL ELLIOT

IDE UTAMA

PENINJAUAN

PERENCANAAN

TINDAKAN 2

MONITOR

TINDAKAN 1

SIKLUS MODEL ELLIOT

MODEL MC KERMAN

DAUR 1

DAUR 2

DAUR

HASIL

IDENTIFIKASI PERMASALAHAN

PENETAPAN HASIL 2

REDEFENISI PERMASALAHAN

EVALUASI TINDAKAN 1

PENILAIAN KEBUTUHAN

REEVALUASI TINDAKAN 2

PENILAIAN KEBUTUHAN

IMPLIKASI TINDAKAN 1

HIPOTESIS IDE

IMPLIKASI TINDAKAN 2

HIPOTESIS IDE

TINDAKAN 1

TINDAKAN 2

SIKLUS MODEL MC KERMAN

Pola dan tehnik menyusun karya tulis ilmiah

TOPIK: 1. Harus menarik perhatian 2. Harus diketahui oleh penulis 3. Sebaiknya:
a. Tidak terlalu baru b. Tidak terlalu teknis c. Tidak terlalu kontroversial

TEMA: 1. Suatu pesan utama yang disampaikan penulis melalui tulisannya 2. Suatu perumusan dari topik yang akan dijadikan landasan pembicaraan dan merupakan tujuan yang ingin dicapai

KERANGKA KARYA TULIS tujuannya:
1. Menyusun karya tulis secara teratur 2. Membantu penulis menciptakan klimaks yangf berbeda-beda 3. Menghindari penguraian topik yang berulangulang 4. Memudahkan mencari materi pembantu

BENTUK LAHIRIAH KARYA TULIS ILMIAH

BAGIAN PELENGKAP PENDAHULUAN : 1. Judul pendahuluan 2. Halaman pengesahan 3. Halaman judul 4. Halaman persembahan 5. Kata pengantar 6. Daftar isi 7. Daftar gambar, tabel, keterangan

BAGIAN ISI KARANGAN: 1. Pendahuluan 2. Tubuh karangan 3. Penutup/ simpulan dan saran

BAGIAN PELENGKAP PENUTUP: 1. Lampiran 2. Daftar pustaka 3. Indeks

PENULISAN KUTIPAN

1. Tidak mengadakan perubahan pada naskah asli yang dikutip 2. Bila dalam naskah asli terdapat kesalahan penulis dapat memberikan tanda (SIC)langsung dibelakang kata yang salah. SIC artinya kesalahan ada pada naskah aslinya dan penulis tidak bertanggung jawab atas kesalahan tersebut. 3. Apabila bagian kutipan ada yang dihilangkan, penghilangan itu dinyatakan dengan cara membubuhkan tanda elipsis (yaitu dengan tiga titik). Penghilangan bagian kutipan tidak boleh mengakibatkan perubahan makna asli naskah yang dikutip

CARA MENGUTIP

Kutipan langsung kurang dari 4 baris: -Kutipan diintegrasikan dengan naskah -Jarak antara baris dengan baris 2 spasi -Kutipan diapit dengan tanda kutip

Kutipan langsung lebih dari 4 baris: -Kutipan dipisahkan dari naskah dengan jarak 2,5 spasi -Jarak antara baris dengan baris 1 spasi -Kutipan tidak diapit oleh tanda kutip -Seluruh kutipan diketik menjorok kedalam antara 5-7 ketikan

Kutipan tidak langsung:
Dalam kutipan tidak langsung penulis tidak mengutip naskah sebagaimana aslinya, tapi mengambil sari dari tulisan yang dikutip. -Kutipan diintegrasikan dengan naskah -Jarak antara baris 2 spasi -Tidak diapit dengan tanda petik

PENULISAN SUMBER KUTIPAN

CARA PERTAMA: Mencantumkan langsung sumber kutipan diakhir kutipan yang ditulis dalam tanda kurung. Contoh: (Soerjono Soekamto,1983:23) Artinya:kutipan tersebut diambil dari buku karangan Soerjono Soekamto yang terbit tahun 1983 pada halaman 23.

CARA KEDUA: Memberi nomor urut pada akhir kutipan yang disebut superscrip yang diketik setengan spasi keatas, kemudian melihat sumber kutipannya diakhir bab, pada lembar khusus yang disebut catatan. Contoh: Catatan 1. Buchari Zainun, Manajemen dan Motivasi, (Jakarta : Balai Aksara, 1979), hal 27. 2. A. Hamzah, Hukum Pidana Ekonomi, cetakan I, (Jakarta: Erlangga, 1977) , hal 21.

CARA KETIGA: Memberikan nomor urut kutipan,kemudian sumber kutipan ditulis pada kaki halaman yang sama dengan kutipan, diawali dengan nomor urut kutipan, pengarang, judul buku, penerbit, tempat penerbit, tahun dan halaman. Sumber kutipan dipisahkan dari naskah dengan garis lurus sepanjang lima belas ketikan, diapit oleh ruang kosong masing-masing 4 spasi. Catatan kaki (foot note) diketik menjorok kedalam 5-7 ketikan dan dilanjutkan pada baris berikutnya dimulai pada margin kiri. Jarak antara baris dengan baris satu spasi, sedangkan jarak antara pokok dengan pokok dua spasi. Contoh: 1. Buchari Zainun, Manajemen dan Motivasi, Balai Aksara , Jakarta, 1979, hal 27.
2. A. Hamzah, Hukum Pidana Ekonomi, Cetakan II, Erlangga, 1977, hal 21.

CARA MEMPERSINGKAT FOOTNOTE Setiap kutipan untuk pertama kali harus ditulis secara lengkap keseluruhannya. Jika sumber yang telah pernah dikutip, akan dikutip kembali untuk ke 2 atau ke 3 kalinya dst, tdk perlu lagi sumber itu dituliskan secara lengkap tetapi dapat dipersingkat. DENGAN

IBID (Ibidem):
artinya dikutip dari halaman dan sumber yang sama dari kutipan terdahulu dan belum diselingi oleh kutipan yang lain

IBID HAL…,
artinya dikutip dari sumber yang sama dengan kutipan terdahulu belum diselingi oleh kutipan yang lain, tetapi diambil dari halaman yang berbeda.

OPCIT(OPERA CITATO):
Artinya dikutip dari sumber yang sama dengan kutipan terdahulu , tetapi telah diselingi oleh sumber yang lain dan dikutip dari halaman yang berbeda

LOC CIT (LOCO CITATO):
Artinya dikutip dari sumber yang sama dan halaman yang sama dengan sumber yang telah dikutip terdahulu tetapi telah diselingi oleh sumber yang lain

CONTOH: Dalam suatu karya ilmiah terdapat kutipan-kutipan sebagai berikut

1.

Buku Research, Penerbit Pentice Hall, penulis John W Best, tempat New Yersey tahun 1961 dari halaman 60. 2. Penerbit Yayasan Indayu tahun 1978, judul Manusia Indonesia, cetakan ke 3, tempat Jakarta, penulis Mochtar Lubis, dikutip dari hal 40. 3. Dikutip dari sumber nomor 2 hal 40. 4. Dikutip dari sumber nomor 1 hal 75 5. Penulis RM Huta Galung, SM Siburian, RT Ginting dan RH Sihombing, Penerbit Hasmar di Medan tahun 1980, nama buku Pendidikan Kependudukan, dikutip dari hal 120. 6. Artikel dengan judul: Manusia dan Lingkungan, penulis M Sidabutar, penerbit LP3S, dari majallah Prisma Jakarta, terbitan bulan Mei 1981 dari halaman 35 7. Dikutip dari sumber nomor 6 halaman 20. 8. Dikutip dari sumber nomor 5 halaman 120. 9. Penulis: The Liang Gie, buku Administrasi tahun 1978, penerbit UGM, Jokjakarta halaman 215 10. Buku Administrasi Pendidikan , penulis TR Huta Uruk tahun 1931, penerbit Monalisa Medan, halaman 8.

SUSUNAN FOOTNOTENYA SBB:
1. John W Best, Research, Pentice Hall, New Yersey, 1961, hal 60.

2. Mochtar Lubis, Manusia Indonesia, Yayasan Indayu, Cetakan ke 3, Jakarta, 1978, hal 40. 3. Ibid. 4. John W Best, Opcit, hal 75. 5. RM Huta Galung, et al, Pendidikan Kependudukan, Hasmar Medan , 1980, hal 120. 6. M. Sidabutar, “Manusia dan Lingkungan”, Prisma, LP3S, Jakarta, Mei 1981, hal 35. 7. Ibid, hal 20. 8. RM Huta Galung, et al, Loc cit.

9. The Liang Gie, Administrasi, UGM, Jokyakarta, 1978, hal 25.
10. TRHuta Uruk, Administrasi Pendidikan, Monalisa, Medan, 1981, hal 8.

PENULISAN DAFTAR PUSTAKA

1. 2. 3.

PENULISANNYA
4.

5.

DATA BIBLIOGRAFI YANG DITULIS: -Nama pengarang (yang dibalik) -Judul buku -Penerbit -Tempat penerbitan -Tahun penerbitan.

6.

7.

Penyusunan dilakukan menurut alphabetis nama pengarang. Penulisan nama pengarang dibalik susunannya, dimulai dengan nama keluarga. Jarak antara baris satu spasi dan jarak antara pokok dengan pokok 2 spasi. Pengetikan dimulai pada margin kiridan baris selanjutnya diketik menjorok kedalam 3-5 ketikan. Pengetikan nama pengarang tidak perlu berulang, jika beberapa buku yang dipakai oleh pengarang yang sama. Pengulangan nama pengarang dapat diganti dengan membubuhkan sebuah garis panjang, sepanjang5-7 ketikan yang diakhiri dengan sebuah titik. Urutan penulisan karya pengarang dilakukan secara kronologis.

Perbedaan cara penulisan catatan kaki dan daftar pustaka

I. BUKU. a. Pengarang satu orang.

C:

1. Ismail Suny, Pembagian Kekuasaan Negara, cetakan 2, Aksara Baru, Jakarta, 1978, hal 11.

B: Suny Ismail, Pembagian Kekuasaan Negara, Cetakan 2, Aksara Baru, Jakarta, 1978. b. Dua orang pengarang: C: 2. Purnadi Purbacaraka dan Soerjono Soekamto, Perundang-undangan dan Jurisprudensi, Alumni, Bandung, 1979, hal 8. Purbacaraka, Purnadi dan Soerjono Soekamto, Perundangundangan dan Jurisprudensi, Alumni, Bandung, 1979.

B:

c. Tiga orang pengarang: C: 3. Bernard R Berelson, Paul F Lozarsfed dan William Mc Pee Vooting, University Press, Chicago, 1954, p. 93-95

B: Berelson, Bernard R, Paul F Lozarsfed dan William Mc Pee, Vooting, University Press, Chicago, 1954. d. Lebih dari tiga orang pengarang:

C:

4. Jaroslav Pelikan, et al, Religion and The University, York University Invitation Lecture Series, University of Torato Press, Torato, 1964, p.109.

B: Pelikan, Jaroslav, et al, Religion and The University, York University Invitation Lecture Series, University of Torato Press, Torato, 1964.

e. Editor (penyunting/penghimpun C: 5. Moris L Cohen, ed, How to find the law, 7 ed, West Publishing, Minneoota, 1976, p. 184-185 ed, West Publishing,
th

B: Cohen, Moris L, ed, How to find the law, 7 Minneoota, 1976.

f. Terjemahan atau saduran:
C:

6. J.G, Storke, Pengantar Hukum Internasional, (An th Introduction to International Law), diterjemahkan oleh F Isjwara, Alumni, Bandung, 1972, hal 34.

B: Storke, J.G, Pengantar Hukum Internasional, (An Introduction to International Law), diterjemahkan oleh F. Isjwara, Alumni, Bandung, 1972.

g. Badan Korporasi:

C:

7. Badan Pembinaan Hukum Nasional, Lokakarya Sistim Penyebar luasan Peraturan Perundang-undangan, Bina Cipta, Bandung, 1977, hal 51.

B: Badan Pembinaan Hukum Nasional, Lokakarya Sistim Penyebar luasan Peraturan Perundang-undangan, Bina Cipta, Bandung, 1977. II ARTIKEL : C: 8. I Nyoman Nurjana, “AzasPresumption of Innocence di Negara Hukum Indonesia (Suatu Pemahaman Empirik)”, Hukum dan Pembangunan, (Januari 1982): 60-67.

B: Nurjana, I Nyoman, “Azas Presumption of Innocence di Negara Hukum Indonesia (Suatu Pemahaman Empirik)”, Hukum dan Pembangunan, (Januati 1982)

III THESIS/SKRIPSI:

C:

9. Soerjono Soekamto, “Kesadaran Hukum dan Kepastian Hukum (Suatu Percobaan Penerapan Metode Juridis-Empiris untuk Mengukur Kesadaran Hukum Mahasiaswa Fakultas Hukum terhadap Peraturan Lalu Lintas)” , Disetasi Doktor Universitas Indonesia, Jakarta, 1977, hal 113.

B: Soekamto, Soerjono, “Kesadaran Hukum dan Kepastian Hukum (Suatu Percobaan Penerapan Metode Juridis-Empiris untuk Mengukur Kesadaran Hukum Mahasiswa Fakultas Hukum terhadap Peraturan Lalu Lintas)” , Disertasi Doktor Universitas Indonesia, Jakarta, 1977. IV MAKALAH: C: 10. Mardjono Reksodiputro, “Usul ke arah Sistim Penemuan Kembali Peraturan Perundang-undangan RI” , Makalah disampaikan pada Lokakarya Sistim Penemuan kembali Peraturan Perundang-undangan, Malang, 24 -26 Maret 1977, hal 88.

B: Reksodiputro, Mardjono, “Usul ke arah Penemuan Kembali Peraturan Perundang-undangan RI” , Makalah disampaikan pada Lokakarya Sistim Penemuan kembali Peraturan Perundang-undangan, Malang, 24-26 Maret 1977.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->