STIKES HANG TUAH SURABAYA

Istirahat dan tidur merupakan kebutuhan dasar yang mutlak harus dipenuhi oleh semua orang.  Dengan istirahat dan tidur yang cukup, tubuh baru dapat berfungsi secara optimal.  Istirahat dan tidur sendiri memiliki makna yang berbeda pada setiap individu.

Secara umum, istirahat berarti suatu keadaan tenang, relaks, tanpa tekanan emosional,dan bebas dari perasaan gelisah. Jadi, beristirahat bukan berarti tidak melakukan aktivitas sama sekali. Terkadang, berjalan-jalan di taman juga bisa dikatakan sebagai suatu bentuk istirahat.

Sedangkan

tidur adalah status perubahan kesadaran ketika persepsi dan reaksi individu terhadap lingkungan menurun. Tidur dikarakteristikkan dengan aktifitas fisik yang minimal, tingkat kesadaran yang bervariasi, perubahan proses fisiologis tubuh, dan penurunan respons terhadap stimulus eksternal. Hampir sepertiga dari waktu kita, kita gunakan untuk tidur.

 Hal tersebut didasarkan pada keyakinan bahwa tidur dapat memulihkan atau mengistirahatkan fisik setelah seharian beraktivitas. . serta dapat meningkatkan kemampuan dan konsenterasi saat hendak melakukan aktivitas sehari-hari. mengurangi stress dan kecemasan.

2. 3.1. 4. Irama / ritme sirkadian Pengaturan tidur Tahapan tidur Siklus tidur .

fluktuasi denyut jantung. bioritme ini dikontrol oleh tubuh dan disesuaikan dengan faktor lingkungan (mis. tekanan darah. sekresi hormone.   Setiap makhluk hidup memiliki bioritme (jam biologis) yang berbeda. gravitasi dan stimulus elektromagnetik). cahaya. . metabolisme dan penampilan serta perasaan individu bergantung pada ritme sirkadiannya. Yang dapat mempengaruhi pola fungsi biologis utama dan fungsi perilaku. temperature. kegelapan. Bentuk bioritme yang paling umum adalah ritme sirkadian yang melengkapi siklus selama 24 jam. Pada manusia.

1989). Tidur adalah salah satu irama biologis tubuh yang sangat kompleks.Lemone.Taylor. . Sinkronisasi sirkadian terjadi jika individu memiliki pola tidur-bangun yang mengikuti jam biologisnya: individu akan bangun pada saat ritme fisiologis paling tinggi atau paling aktif dan akan tidur pada saat ritme tersebut paling rendah (Lilis.

Bulbar Synchronizing Region(BSR). Reticular Activating System (RAS) b. Tidur melibatkan suatu urutan keadaan fisiologis yg dipertahankan oleh sistem saraf pusat. pernafasan. kardiovaskuler. dan muskular. Aktivitas tidur diatur dan dikontrol oleh dua system pada batang otak.yaitu a. endokrin.  . perifer.

auditori. nyeri Saat terbangun merupakan hasil dari neuron dalam SAR yg mengeluarkan katekolamin seperti norepinefrin. .    Berlokasi pada batang otak teratas Terdiri sel – sel khusus yg mempertahankan kewaspadaan dan terjaga Menerima stimulus sensori visual.

Terdapat pada daerah pons dan otak depan bagian tengah  Mengeluarkan serotonin untuk meningkatkan respon tidur  .

Non-Rapid Eye Movement(NREM) b. dan elektrokiogram (EMG).Berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan bantuan alat elektroensefalogram (EEG). . elektro-okulogram (EOG). Rapid Eye Movement (REM). diketahui ada dua tahapan tidur. yaitu a.

Di samping itu.  . Pada tidur NREM terjadi penurunan sejumlah fungsi fisiologi tubuh.Tidur Non REM disebut juga sebagai tidur gelombang-pendek karena gelombang otak yang ditunjukkan oleh orang yang tidur lebih pendek daripada gelombang alfa dan beta yang ditunjukkan orang yang sadar. metabolism. semua proses metabolik termasuk tanda-tanda vital. dan kerja otot melambat.

Tahap I-II disebut sebagai tidur ringan (light sleep) tahap III-IV disebut sebagai tidur dalam (deep sleep atau delta sleep).   Tidur NREM sendiri terbagi atas 4 tahap (IIV). .

merupakan tingkat paling dangkal dari tidur  Tahap berakhir beberapa menit  Pengurangan aktivitas fisiologis dimulai dengan penurunan secara bertahap tanda – tanda vital dan metabolisme  Seseorang dengan mudah terbangun oleh stimulus sensoris seperti suara  ketika terbangun seseorang merasa seperti telah melamun  .

Merupakan periode tidur bersuara  Kemajuan relaksasi  Untuk terbangun relatif mudah  Tahap berakhir 10 hingga 20 menit  Kelanjutan fungsi tubuh menjadi lambat  .

Tahap 3 meliputi tahap awal dari tidur yg dalam  Orang yg tidur sulit di bangunkan dan jarang bergerak  Otot – otot dalam keadaan santai penuh  Tanda – tanda vital menurun tetap teratur  Tahap berakhir 15 hingga 30 menit  .

Tahap 4 merupakan tahap tidur terdalam  Sangat sulit untuk membangunkan orang yg tidur  Tanda – tanda vital menurun secara bermakna dibanding selama jam terjaga  Tahap berakhir kurang lebih 15 s/d 30 menit  Tidur sambil berjalan dan enuresis dapat terjadi  .

 Tidur REM tidak senyenyak tidur NREM.  .Mimpi yang penuh warna dan tampak hidup  Tidur REM biasanya di mulai sekitar 90 menit setelah mulai tidur. dan sebagian besar mimpi terjadi pada tahap ini.

otak cenderung aktif dan metabolismenya meningkat hingga 20%.  Tonus otot menurun . dan frekuensi jantung dan pernapasan sering kali tidak teratur.  .  Pada tahap ini individu menjadi sulit untuk dibangunkan.Selama tidur REM.sekresi lambung meningkat.

Siklus Tidur Tahap tidur Non REM Tahap 1 Non REM Tahap 2 Non REM Tahap 3 Non REM Tahap 4 Tidur REM Non REM Tahap 2 Non REM Tahap 3 .

Umur Neonatus (0 – 3 bulan) Bayi (3 – 12 bulan) Toodler (1 – 3 Tahun) Pra sekolah (3 – 5 Tahun) Usia sekolah (6 – 12 Tahun) Kebutuhan tidur Rata – rata sekitar 16 jam sehari Rata – rata sekitar 8 – 10 Jam sehari Rata – rata 12 jam sehari Rata – rata 12 jam sehari Rata – rata 11 – 12 jam sehari Remaja Rata – rata 7 ½ jam sehari (13 –17 Tahun) Dewasa muda Rata – rata 6 s/d 8 ½ jam sehari (18 –25 Tahun) .

        Penyakit Lingkungan Kelelahan Gaya hidup Stress emosional Stimulant dan alcohol Medikasi Motivasi. .

Penyakit dapat menyebabkan nyeri atau distress fisik yang dapat menyebabkan gangguan tidur. .di samping itu. siklus bangun-tidur selama sakit juga dapat mengalami gangguan. Individu yang sakit membutuhkan waktu tidur yang lebih banyak daripada biasanya.

 faktor lingkungan dapat membantu sekaligus menghambat proses tidur. temperatur yang tidak nyaman atau ventilasi yang buruk dapat mempengaruhi tidur seseorang. seiring waktu individu bisa beradaptasi dan tidak lagi terpengaruh dengan kondisi trsebut . Sebagai contoh. Tidak adanya stimulus tertentu atau adanya stimulus yang asing dapat menghambat upaya tidur. Akan tetapi.

Semakin lelah seseorang.semakin pendek siklus tidur REM yang dilaluinya. Setelah beristirahat biasanya siklus REM akan kembali memanjang . Kondisi tubuh yang lelah dapat mempengaruhi pola tidur seseorang.

 Individu yang sering berganti jam kerja harus mengatur aktivitasnya agar bisa tidur pada waktu yang tepat .

Kondisi ini menyebabkan berkurangnya siklus tidur NREM tahap IV dan tidur REM serta seringnya terjaga saat tidur. kondisi ansietas dapat meningkatkan kadar norepinfrin darah melalui stimulasi system saraf simapatis. Ansietas dan depresi sering kali mengganggu tidur seseorang. .

individu sering kali mengalami mimpi buruk . Sedangkan konsumsi alkohol yang berlebihan dapat mengganggu siklus tidur REM. Kafein yang terkandung dalam beberapa minuman dapat merangsang SSP sehingga dapat mengganggu pola tidur. Ketika pengaruh alcohol telah hilang.

meperidin hidroklorida dan morfin) diketahui dapat menekan tidur REM dan menyebabkan seringnya terjaga di malam hari . sedangkan narkotik (mis. Obat-obatan tertentu dapat mempengaruhi kualitas tidur seseorang.metabloker dapat menyebabkan insomnia dan mimpi buruk. hipnotik dapat mengganggu tahap III dan IV tidur NREM.

Keinginan untuk tetap terjaga terkadang dapat menutupi perasaan lelah seseorang. sebaliknya. perasaan bosan atau tidak adanya motivasi untuk terjaga sering kali dapat mendatangkan kantuk .

    Insomnia parasomnia Apnea tidur Narkolepsi .

baik secara kualitas maupun kuantitas. Kesulitan untukmemulai tidur. Kesulitan untuk tetap tertidur karena seringnya terjaga. Bangun terlalu dini dan sulit untuk tidur kembali. . 3. Insomnia intermiten. Penyebabnya bisa karena gangguan fisik atau karena factor mental seperti perasaan gundah atau gelisah.  ketidakmampuan memenuhi kebutuhan tidur. Ada tiga jenis insomnia: 1. Gangguan tidur ini umumnya ditemui pada individu dewasa. 2. Insomnia terminal. Insomnia inisial.

membaca. .dan tidur jika benarbenar mengantuk. melakukan relaksasi sebelum tidur (mis. menghindari ransangan tidur di sore hari. Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi insomnia antara lain dengan mengembangkan pola tidur-istirahat yang efektif melalui olahraga rutin. mendengarkan music).

bruksisme . Beberapa turunan parasomnia antara lain: somnambulisme. terjaga malam. enuresis nokturnal. mimpi buruk.Perilaku yang dapat mengganggu tidur atau muncul saat seseorang tidur. Gangguan ini umum terjadi pada anak-anak.

atau dengan antidepresan seperti imipramin hidroklorida. hidroklorida. seperti. amfetamin atau metilpenidase.  Alternatife pencegahannya adalah dengan obatobatan.  . Diduga karena kerusakan genetic system saraf pusat yang menyebabkan tidak terkendali lainnya periode tidur REM.  Gangguan ini disebut juga sebagai “serangan tidur” atau sleep attack.adalah gelombang kantuk yang tak tertahankan yang muncul secara tiba-tiba pada siang hari. Penyebab pastinya belum diketahui.

apnea obstruktif 3. apnea campuran . Ada 3 jenis apnea tidr al : 1. apnea sentral 2. Gangguan yang dicirikan dengan kurangnya aliran udara melalui hidung dan mulut selama periode 10 detik atau lebih pada saat tidur.

Pengkajian  Diagnosa keperawatan  Perencanaan  Implementasi  Evaluasi  .

Pengkajian tidur  Riwayat tidur  .

Intoleransi Aktivitas. Asietas. etiologi untuk label diagnosis ini dapat bervariasi dan spesifik untuk masing-masing individu. diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan untuk klien dengan masalah tidur adalah gangguan pola tidur. ansietas.dll  . kelelahan.Menurut NANDA (2003). hal ini meliputi ketidaknyamanan fisik atau nyeri. gangguan pola tidur juga bisa menjadi etiologi untuk diagnosis yang lain.  Selain sebagai label diagnosis. serta perubahan lingkungan tidur atau ritual sebelum tidur. seperti Risiko Cedera. perubahan waktu tidur yang sering. Ketidakefektifan Koping.

 Tujuan utama asuhan keperawatan untuk klien dengan gangguan tidur adalah untuk mempertahankan (atau membentuk) pola tidur yang memberikan energi yang cukup untuk menjalani aktivitas sehari-hari. . Sedangkan tujuan lainnya dapat terkait dengan upaya miningkatkan perasaan sejahtera klien atau meningkatkan kualitas tidurnya.

• Tidur berlebihan di siang hari. ansietas. Tujuan Gangguan pola tidur klien dapat teratasi Intervensi Identifikasi faktor yang menyebabkan gangguan tidur (nyeri. Yang berhubungan dengan: • Sering terjaga di malam hari. dll). amfetamin. • Perubahan lingkungan. • Kurangi atau hilangkan gangguan tidur. 1998). suara hujan. lingkungan yang asing. takut. Lingkungan rumah sakit yang asing dapat menghambat relaksasi. antidepresan. gangguan eliminasi. • Aktivitas siang hari yang tidak adekuat. Thelan et al. . ➢Nyalakan “bunyi-bunyi yang lembut” (mis. music yang tenang. sering berkemih. sedatif. aktivitas yang tidak adekuat). Gangguan Rasional Tidur akan sulit dilakukan tanpa relaksasi. ➢Turunkan volume alarm dan TV. • Perubahan ritme sirkadian • Takut. kipas angin. ➢Cabut kabel telepon. temperature. ➢Pasang lampu tidur.No 1 Diagnosa Keperawatan Gangguan pola tidur. imobilitas. • Depresi. sekunder akibat medikasi (mis. stress. hipnotik. 1992. gangguan metabolisme). sekunder akibat (gangguan transport oksigen. • Nyeri. • Agar merasa segar. barbiturate. angin). Bising ➢Tutup pintu kamar. individu biasanya harus menyelesaikan keseluruhan siklus tidur (70100 menit) sebanyak 4 atau 5 kali semalam (Cohen & Meritt.