Kompresi Data Audio

Satrio Adi Rukmono – NIM : 13506070 Program Studi Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung Jalan Ganesha 10, Bandung 40132 e-mail: r.satrioadi@gmail.com

Abstrak
Seperti halnya data gambar maupun video, data audio juga memerlukan kompresi untuk isu storage dan keperluan pengaksesan secara real time melalui jaringan komputer. Namun, untuk data audio tidak dapat digunakan teknik kompresi untuk data generik. Penggunaan algoritma demikian menyebabkan buruknya kualitas suara, rasio kompresi yang tidak terlalu besar (sekitar 87%), dan algoritma demikian tidak dirancang untuk keperluan pengaksesan secara real time. Mirip dengan kompresi gambar, ada dua macam teknik kompresi data audio, yaitu lossy dan lossless. Untuk konsumsi sehari-hari, teknik kompresi yang lossy lebih banyak digunakan karena rasio kompresi yang besar, dan penurunan kualitas data audio pun tidak dapat terlalu ditangkap oleh keterbatasan telinga manusia. Makalah ini membahas prinsip-prinsip dasar dalam kompresi data audio dan membandingkan beberapa teknik kompresi data audio. Kata kunci: kompresi, audio, multimedia

1. Pendahuluan
Seperti pada teknik kompresi pada umumnya, kompresi data audio, baik lossy maupun lossless, memanfaatkan adanya redundansi informasi dengan pengkodean, pengenalan pola, maupun prediksi linear seperti pada kompresi video. Pada kompresi lossless, hasil kompresi dapat dikembalikan seperti data asli tanpa ada perubahan, maka rasio kompresi pun tidak dapat terlalu besar untuk memastikan semua data dapat dikembalikan ke bentuk semula. Kompresi lossy pada data audio berdasarkan pada psikoakustik, sebagaimana kompresi lossy pada gambar yang berdasarkan pada redundansi psikovisual. Keduanya memanfaatkan keterbatasan indera manusia yang hanya dapat menangkap (perceive) kondisi lingkungannya dalam rentang tertentu, misalnya telinga manusia hanya dapat menangkap suara dengan frekuensi di antara 20Hz hingga 20000Hz.

dapat mencapai 35% pada data musik orkestra atau paduan suara yang tidak terlalu banyak noise. 2.1. Kegunaan kompresi lossless pada data audio Kompresi lossless utamanya digunakan untuk pengarsipan, dan penyuntingan. Untuk keperluan pengarsipan, tentu kualitas yang diinginkan adalah kualitas terbaik. Begitu juga dengan penyuntingan. Menyunting data yang terkompresi secara lossy menyebabkan turunnya kualitas suara pada setiap penyimpanan. Maka kompresi lossless selalu digunakan dalam sound engineering. Selain kedua kegunaan itu, kompresi lossless juga biasa digunakan oleh para audiophile, yaitu penggemar musik yang senang mendengarkan musik dengan kualitas tinggi dengan perangkat keras yang berkualitas tinggi pula. Data audio yang terkompresi secara lossless juga digunakan untuk menghasilkan data audio versi lossy untuk didistribusikan. Saat ini, dengan semakin murahnya media penyimpanan data digital dan bandwidth, kompresi lossless pun menjadi semakin populer di kalangan konsumen. 2.2. Prinsip dasar kompresi lossless pada data audio Ada dua tahap utama dalam kompresi lossless untuk data audio, yaitu prediction dan coding. Prediction memanfaatkan sample-sample sebelumnya untuk memprediksi sample berikutnya. Kemudian selisih antara sample hasil prediksi dengan sample

2. Kompresi Data Audio, Lossless
Kompresi lossless pada data audio berarti bahwa hasil kompresi dari data tersebut dapat di-dekompres untuk menghasilkan data yang sama persis dengan data asli, tanpa ada penurunan kualitas sama sekali. Kompresi lossless untuk data audio agak mirip dengan algoritma kompresi lossless generik, dengan rasio kompresi sekitar 50% hingga 60%, meskipun

kedua channel dikodekan terpisah. dan True Audio. Selisih ini disebut residu.1. Untuk data stereo. Selanjutnya encoder mencari aproksimasi deskripsi matematis dari sinyal pada setiap blok. MPEG-4 ALS Operasi pada MPEG-4 Audio Lossless Coding (Moving Pictures Expert Group) mirip dengan FLAC. Beberapa format kompresi lossless Format kompresi lossless untuk data audio yang paling tua adalah Shorten. Residual coding. Metode ini digunakan jika dalam channel tertentu pada suatu blok terdapat digital silence atau nilai yang konstan. Monkey's Audio. Parameter ini didasarkan pada variansi nilai residu. 2. Free Lossless Audio Codec (FLAC) Format FLAC (Xiph. 2. FLAC menggunakan prediksi linear untuk mengkonversi sample menjadi deretan angka yang disebut residu.sebenarnya dikodekan (coding). Residu ini dismipan dengan salah satu dari dua cara rice coding: ◦ menggunakan satu parameter untuk seluruh residu. Encoding yang digunakan adalah run-length. coding (LPC) untuk melakukan . karakteristik sinyal audio akan terlalu bervariasi sehingga sulit menemukan predictor yang optimal. Blok dalam FLAC mengacu pada deretan sample yang merentang pada beberapa channel. Ukuran deskripsi ini umumnya jauh lebih kecil daripada ukuran sinyal itu sendiri. MPEG-4 ALS. ◦ FIR linear prediction. ◦ Left-side. ◦ Fixed linear prediction. menyimpan channel kanan dan side channel. Tahapan Kompresi rasio kompresi • Prediction. Sinyal prediksi adalah nol. menyimpan channel kiri dan side channel. sehingga residu sama dengan sinyal yang sebenarnya (tidak ada kompresi). Jika ukuran blok terlalu kecil. ALS menggunakan Golomb-Rice atau Block Gilbert Moore Coding. maka dibutuhkan banyak frame sehingga banyak bit akan terbuang untuk menyimpan frame header. Ukuran blok dapat berbeda-beda. MPEG-4 ALS menggunakan linear predictive prediksi. Perbedaan terdapat pada algoritma prediksi dan pengkodean residu yang digunakan. oleh karena itu perlu disimpan selisih antara sinyal asli dengan sinyal hasil prediksi. Metode prediksi ini diketauhi oleh encoder maupun decoder sehingga pada hasil kompresi cukup disertakan parameter prediksi. Tahapan Kompresi Secara garis besar. Rasio Kompresi Kompresi MPEG-4 ALS menghasilkan kompresi sebesar 40% hingga 50%. Rasio Kompresi Kompresi FLAC menghasilkan sebesar 50% hingga 60%. Kedua metode terakhir adalah yang paling efisien pada kebanyakan kasus. Apple Lossless. tahapan kompresi pada MPEG-4 ALS mirip dengan FLAC. Yang akan dibandingkan di sini hanya Free Lossless Audio Codec dan MPEG-4 ALS. ◦ Residu dibagi-bagi ke dalam beberapa bagian kontigu dengan panjang yang sama. Prediktor tidak dapat mendeskripsikan sinyal dengan persis. Dengan demikian terdapat beberapa metode penyimpanan channel ke dalam blok sebagai berikut: ◦ Independent. Efektivitas prediksi dapat terlihat dari ukuran residu yang dibutuhkan. ◦ Constant. Jika terlalu besar.3. Interchannel Decorrelation. ◦ Right-side. 2. rasio • • Prediction.2.3. seringkali banyak korelasi antara channel kiri dan kanan. menyimpan rata-rata sinyal kedua channel sebagai mid channel dan selisih antara channel kiri dengan kanan sebagai side channel. biasanya perbedaan hanya terdapat pada teknik prediction dan/atau coding. dengan setiap bagian memiliki parameter sendiri yang ditentukan dari nilai rata-rata residu. Ukuran blok ini mempengaruhi rasio kompresi secara langsung. WavPack.3. Untuk setiap format. bergantung pada beberapa faktor termasuk sample rate. Perbedaannya antara lain untuk coding residu. MPEG-4 mendukung kombinasi lossy dengan lossless pada MPEG-4 SLS (Scalable to Lossless).Org Foundation) memanfaatkan tingginya korelasi antar sample pada data audio. yang kemudian disimpan dengan Golomb-Rice coding. Ada empat metode yang digunakan FLAC untuk prediction: ◦ Verbatim. ◦ Mid-side. • • Blocking. FLAC membatasi ukuran blok antara 16 hingga 65535 sample per blok. sedagkan yang masih umum digunakan saat ini adalah Free Lossless Audio Codec.

2. yang umumnya tidak terlalu besar. 3. CELP merupakan pengembangan lebih lanjut. . Pada MPEG-4 ALS dapat digunakan algoritma Golomb-Rice Coding seperti pada FLAC atau Block Gilbert Moore Coding (BGMC). Referensi [1] Xiph. Kompresi Data Audio. Sedikit mirip dengan kompresi lossless. Telinga manusia hanya dapat menangkap suara dengan frekuensi di antara 20Hz hingga 20000Hz. Teknik ini sangat sederhana. sebab dengan rasio kompresi yang sangat tinggi (5% hingga 20%) kualitas suara masih cukup baik. yaitu: • 3. televisi digital. Teknik inilah yang memanfaatkan teori psikoakustik. "FLAC Format". sedangkan untuk sample-sample berikutnya. MPEG. serta OGG. sample pertama disimpan secara utuh. Pada LPC terdapat sebuah model analitis dari pita suara manusia. residu dibagi lagi menjadi dua kategori. MPEG-4 ALS and Archiving Format. Beberapa format kompresi lossy Untuk data audio secara umum. Rusty. Lossy Sesuai namanya. Introduction to MPEG-4 Audio Lossless Coding. video streaming. • Gambar 1: LPC pada MPEG-4 ALS Mengenai LPC ini dibahas lebih lanjut pada subbab 3. Sederhananya.1. Penurunan kualitas ini disebut dengan compression artefacts. AMR pada GSM. Linear Predictive Coding (LPC). Residu yang berada di luar kemudian dikurangi lagi dengan nilai residu maksimum agar semua residu berada di area tengah distribusi. 2007.Org Foundation. terdapat beberapa format seperti A-law/µ-law yang digunakan pada telepon. yaitu yang berada di area tengah dari distribusi dan yang berada di luar area tersebut. [3] Harada. Noboru. Residual coding.html (tanggal akses: 4 Mei 2009) [2] Liebchen. AMR-WB untuk CDMA. Prinsip dasar kompresi lossy pada data audio Utamanya. yang masih berhubungan dengan psikoakustik adalah noise shaping. kemudian yang disimpan hanyalah parameter untuk membangkitkan suara yang mirip menggunakan model tersebut. format yang sangat populer adalah MP3 yang merupakan bagian dari MPEG yang menangani layer audio (MPEG layer III). kompresi lossy pada data audio memanfaatkan psikoakustik. Di tangan audio engineer. 2003. pada kompresi lossy untuk data audio akan terjadi penurunan kualitas jika hasil kompresi dicoba untuk di-dekompresi.2. Namun masih ada beberapa teknik dasar lainnya dalam kompresi lossy untuk data audio.net/format. "Audio Compression Techniques". Pada BGMC. Data audio dibandingkan dengan model ini. pada CELP selisih antara suara original dengan model analitis juga disimpan dalam bentuk yang terkompresi juga. 3. dan sebagainya. kemudian dikodekan dengan rice coding. Code Excited Linear Predictor (CELP). • • 3. dan sebagainya).• Voc File Compression. yaitu menghapus sample-sample yang hening (tidak ada suara) seperti jeda antar paragraf pada sebuah pidato ataupun keheningan sejenak pada beberapa bagian dari lagu. Kualitas suara yang dibangkitkan buruk sehingga tidak digunakan lagi pada saat ini. [4] Nejdl. http://flac. baik secara langsung (misalnya pada mp3 player) maupun secara tidak langsung (terkandung dalam DVD video. Tilman. oleh sebab itu produksi data audio tidak menggunakan kompresi lossy. Kegunaan kompresi lossy pada data audio Kompresi lossy pada data audio sangat banyak digunakan. Untuk data speech. maka bagian suara tersebut tidak perlu dikodekan. sedikit penurunan kualitas dapat berpengaruh secara beruntun pada proses engineering. Sinyal dengan frekuensi tinggi hanya dapat didengar manusia jika memiliki volume yang besar. Jika suara tidak dapat didengar telinga manusia. dengan model analitis yang lebih kompleks untuk menghasilkan rasio kompresi yang lebih besar dan kualitas suara yang lebih baik. yang berkaitan dengan daya tangkap telinga manusia terhadap suara. LPC merupakan teknik kompresi kuno yang digunakan untuk suara manusia (speech).sourceforge. oleh karena itu noise 'disembunyikan' di area frekuensi tinggi ini dengan volume kecil.3. Kompresi ini digunakan konsumen audio. AAC yang merupakan pengembangan lebih lanjut. ADPCM. yang disimpan adalah selisih dengan sample sebelumnya. Selain itu.

Rassol.com/compress. The Theory Behind Mp3.ringofsaturn.php (tanggal akses: 21 April 2009) [5] Raissi. 2002.http://musik. .