P. 1
PKP PGSD IPA

PKP PGSD IPA

|Views: 2,910|Likes:
Published by xira2

More info:

Published by: xira2 on Oct 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/27/2013

pdf

text

original

PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL (PKP) PENERAPAN METODE INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN

IPA (SAINS) DI KELAS III SDN 2 BATANGHARJO KECAMATAN BATANGHARI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR TAHUN PELAJARAN 2009/2010 DAN UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI METODE KELOMPOK DI KELAS V SDN 2 BATANGHARJO KECAMATAN BATANGHARI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR TAHUN PELAJARAN 2009/2010

OLEH NAMA : MARWATI NIM : 817409903 PROGRAM STUDI : SI PGSD

UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH UNIVERSITAS TERBUKA TAHUN 2009/2010

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga Laporan Mata Kuliah pemantapan Kemauan Profesional yang berjudul “Penerapan Metode Inquiry Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pembelajaran IPA (SAINS) Kelas III Dan Upaya Meningkatkan Keterampilan Menulis Narasi Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Melalui Metode Kerja Kelompok Di kelas V SDN 2 Batangharjo Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur” ini dapat selesai. Penulisan Laporan ini berdasarkan dengan pengalaman yang dialami oleh penulis. Selama penulis melakukan kegiatan perbaikan pembelajaran di SDN 2 Batangharjo dalam rangka menyelesaikan tugas akhir sebagai Mahasiswa S1 PGSD di Universitas Terbuka. Di dalam laporan Pemantapan Kemampuan Profesional ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekeurangan, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan di masa yang akan dating. Tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1 2 3 4 5 6 Kepala SDN 2 Batangharjo yang telah memberikan saran dan prasarana sehingga laporan ini dapat selesai. Drs. Suprianto, selaku Pengelola Universitas Terbuka Pokjar Batanghari Drs. Wiyono, M.Pd., selaku Pembimbing Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional. Rusmini, A.M.Pd selaku teman sejawat. Suami tercinta dan keluarga yang telah memberikan motivasi untuk menyelesaikan penulisan laporan ini. Temen-teman Mahasiswa S-1 PGSD dan para pemabaca.

LEMBAR PENGESAHAN JUDUL : PENERAPAN METODE INQKUIRY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA (SAINS) DI KELAS III SDN 2 BATANGHARJO LAMUNG UPAYA KECAMATAN TAHUN BATANGHARI PELAJARAN KABUPATEN 2009/2010 DAN TIMUR

MENINGKATKAN

KETERAMPILAN MENULIS NARASI PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI METODE KERJA KELOMPOK DI KELAS V SDN 2 BATANGHARJO LAMPUNG KECAMATAN TAHUN BATANGHARI KEBUPATEN TIMUR

PELAJARAN 2009/2010.

Telah Disahkan dan Disetujui oleh Komisi Pembimbing

Mengetahui Kepala UPBJJ Bandar Lampung Pembimbing

Drs. SULTAN JASMI, M.Pd NIP. 19520504 197903 1 002

Drs. WITONO, M.Pd NIP.19570111 198303 1 002

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Peningkatan mutu pendidikan dewasa ini merupakan kebutuhan yang sangat mendesak dan harus dicari jalan keluarnya. Karena pendidikan merupan sarana yang sangat penting bagi setiap kehidupan manusia untuk meningkatkan daya saing dalam percaturan politik, ekonomi, hokum, budaya dan pertahanan pada tatanan kehidupan masyarakat dunia global. Sadar akan hal itu, negara maju sekalipun selalu membangun dunia pendidikannya tanpa henti. Bahkan ada kecenderungan yang amat jelas bahwa, Negara maju semakin meningkat investasinya dalam dunia pendidikan. Semakin intensif maelakukan investasi dalam dunia pendidikan semungkin meningkatkan daya saing memerlukan kualitas sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya guna. Sumber daya manusia yang berkualitas harus tercapai melalui pendidikan seperti tertuang dalam tujuan Pendidikan Nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur memiliki pengetahuan dan keterampilan sehat jasmani dan rohani berkepribadian yang mantap dan mandiri serta memiliki rasa tanggung jawab kemasyrakatan dan kebangsaan. Khusus pada proses belajar mengajar, peran serta guru sangat besar dalam pengelolan kelas, karena guru sebagai penanggung jawab kegiatan belajar mengajar sehingga guru dituntutpenuh kreatifitas dalam mengelola kelas. Dalam menjalankan tugasnya seorang guru setidaknya harus mempunyai kemampuan menguasai berbagai metode mengajar, serta mampu memilih metode yang tepat sesuai materi pelajaran, tingkat kecerdasan murid dan lingkungan serta kondisi setempat.

Menurut penulis pada pelajaran IPA aktifitas kelas sangat didominasi guru dengan metode yang monoton yang aktif variatif sehingga kurang menarik minat murid dan menyebabkan rendahnya pencapaian hasil belajar. Pelajaran IPA menjadi kumpulan data dan fakta yang harus dihafal, pelajaran yang tidak melibatkan emosi murid, padahal pelajaran IPA adalah pelajaran tentang manusia dan peristiwa. Untuk mengatasi kendala tersebut hendaknya murid diaktifkan dengan mendorong murid untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban atas masalahmasalah yang dihadapi. Serta dapat mengumpulkan sendiri masalah tersebut melalui proses berfikir, logis dan sistematis. Berdasarkan hasil temuan penulis dapat diketahui kurangnya perhatian murid pada pelajaran IPA adalah karena sebagian siswa ada yang bermain, melamun, ngobrol, sehingga kelas tidak antusias menjawab dengan pasti tetapi mengambang bahkan menjawab tetapi menyimpang, dapat dikatakan pelajaran IPA tidak menarik karena menonton guru tidak memvariasikan metode. Hal tersebut akan berakibat pada rendahnya perolehan murid pada sebelum menggunakan metode inquiry. Agar penerapan metode inquiry berfungsi efektif, guru hendaknya memberikan pujian kepada siswa seperti keantusiasan, keaktifan, kebermaknaan, menghindari respon yang negatif, juga harus diingat dalam pemberian pujian dan perhatian guru hendaknya memperhatikan hal-hal sasaran pujian, waktu pujian dan variasi penggunaannya. B. Identifikasi Masalah Dalam melaksanakan perbaikan, penulis dibantu teman sejawat untuk pelaksanaanya. Penulis merasakan dalam proses pembelajaran dengan mencoba beberapa metode yang ada. Pembelajaran kurang antusias dalam pembelajaran, ada yang ngobrol, melamun dan diam saja. Dari tes formatif yang dilakukan penulis pada akhir pembelajaran terlihat perolehan hasilnya. Dalam melaksanakan perbaikan, penulis diantu teman sejawat untuk

pelaksanaanya. Penulis merasakan dalam proses pembelajaran dengan mencoba beberapa metode yang ada. Pelajaran kurang efektif. Hal ini terkait adanya beberapa siswa yang kurang antusias dalam pembelajaran , ada yang ngobrol,

melamun dan diam saja. Dari tes formatif yang dilakukan penulis pada akhir pembelajaran terlihat perolehan hasilnya sangat rendah ini dibuktikan dari 20 siswa ternyata yang dapat mengerjakan atau menjawab dengan benar hanya 10 atau 50%. Berdasarkan hal tersebut, atas bantuan teman sejawat dan kepala sekolah dalam hasil diskusi teridentifikasi masalah yang antara lain : 1. Kurangnya media dan alat peraga yang relevan dengan materi pembelajaran. 2. Kurangnya guru dalam menerapkan metode inquiry 3. Kurangnya guru dalam menggunakan metode alternatif. C. Analisis Masalah Berdasarkan identifikasi masalah tersebut di atas, agar penulis tidak terlalu luas dalam merumuskan masalah diperlukan adanya pembatasan masalah. Melalui diskusi dengan teman sejawat dan supervisor maka dapat diketahui penyebab rendahnya hasil belajar siswa pada setiap pembelajaran adalah sebagai berikut : 1. Rendahnya kreatifitas dan minat belajar kurang. 2. Tingkat penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran kurang. 3. Siswa kurang tertarik terhadap materi yang berbelit-belit. 4. Guru berpenampilan kaku. 5. Metode pembelajaran yang monoton. 6. Orang tua kurang memotivasi belajar anaknya. 7. Kurangnya motivasi dan pemberian pujian kepada siswa. Dari beberapa motivasi dan analisa malasah di atas, masalah akan difokuskan pada penerapan metode inquiry dalam meningkatkan perhatian siswa terhadap mata pelajaran IPA Kelas III SDN 2 Batangharjo Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur Tahun Pelajaran 2009/2010.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah dan analisis masalah, penulis tertarik untuk mengangkat sebuah metode pembelajaran yang dikenal dengan metode inquiry, sebagai objek peneliti pada penulisan ini. Permasalahan yang timbul dapat dirumuskan sebagai berikut : Apakah penggunan metode inquiry mampu meningkatkan perhatian siswa terhadap mata pelajaran IPA Kelas III SDN 2 Batangharjo Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur Tahun Pelajaran 2009/2010. E. Tujuan Perbaikan Tujuan yang hendak dicapai dan diharapkan dalam penulisan laporan pemantapan kemapuan profesional melalui perbaikan pembelajaran ini adalah : 1. Meningkatkan kreatifitas dan minat belajar dalam mengikuti pembelajaran 2. Meningkatkan perhatian siswa dalam pembelajaran. 3. Guru sedikit demi sedikit mengetahui strategi pembelajaran yang bervariasi, sehingga permasalahan-permasalahan yang dihadapidapat diminimalkan. 4. Meningkatkan prestasi belajar. 5. Meningkatkan kualitas pembelajaran dan membantu mewujudkan visi dan misi dari SD Negeri 2 Batangharjo Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur Tahun Pelajaran 2009/2010. 6. Menumbuhkan rasa percaya diri pada siswa 7. Mengontrol tingkah laku siswa serta mendorong perilaku yang positif 8. Memenuhi tugas perkuliahan dalam program S.1 PGSD Universitas Terbuka. F. Manfaat Perbaikan Dari hasil pelaksanaan pemantapan kemampuan professional melalui perbaikan pembelajaran ini akan bermanfaat : 1. Bagi Guru a. Dapat memperluas wawasan b. Dapat meningkatkan keprofesionalan c. Dapat meningkatkan rasa percaya diri d. Dapat mengetahui strategi pembelajaran yang bervariasi e. Memberikan motivasi kepada guru lainnya

f.

Dapat mengatur waktu

2. Bagi siswa a. Siswa dapat tertarik dan bergairah dan kreatif dalam mengikuti pembelajaran. b. Siswa akan lebih mudah mengikuti pembelajaran c. Tingkah laku positif siswa akan terkontrol d. Selama proses pembelajaran belangsung, iklim kelas selalu kondusif e. f. Siswa yang tadinya diam, melamun, bermain, ngobrol, ikut kreatif Hasil belajar siswa meningkat

3. Bagi Sekolah Penggunaan metode ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan membantu mewujudkan visi dan misi dari SD Negeri 2 Batngharjo Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur. 4. Bagi Lembaga Pendidikan Sebagai bahan acuan guru dalam meningktkan proses pembelajaran.

II. KAJIAN PUSTAKA

A. Pengerian Inquiry Inquiry berasal dari Bahasa Inggris, inquiry sebuah kata kerja yang berarti menanyakan, menyelidiki dan memeriksa (Wojo Wasito dan Poewadarminto, 1980 : 87) Wahab, dkk (1986:341) memberikan pengertian metode inquiry adalah suatu cara belajar untuk mencari dan menemukan sesuatu secara kritis, analisis, logis dan sistematis dengan menggunakan langkah-langkah tertentu dlam mencapai kesimpulan yang meyakinkan berdasarkan data dan fakta interprestasi yang dapat diuji. Yusuf dan anwar (1995:82) mendefinisikan metode inquiry adalah suatu metode pengajaran dengan cara guru menyuguhkan peristiwa kepada murid yang menimbulkan teka-teki dan memotivasikan murid untuk mencari pemecahan masalah. Metode inquiry memberi kessempatan kepada murid untuk aktif dan belajar mencari dan menemukan sendiri, guru tidak menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk vinal, tetapi memberi peluang kepada murid untuk mengembangkan potensi intelektualnya melalui suatu kegiatan yang mereka susun sendiri untuk menyelesaikan masalah yang sengaja yang dihadapi kepada murid. B. Ciri-Ciri Dasar Metode Inquiry Untuk mengenal bentuk inquiry dengan baik maka perlu mengetahui ciri-ciri dasar metode inquiry sebagai berikut : 1. Merupakan metode mengajar dengan pendekatan sistematis dalam mencapai tujuan pengajaran yang telah direncanakan. Tujuan yang hendaknya dicapai mungkin merupakan tujuan jangka panjang maupun jangka pendek. 2. Cenderung melibatkan siswa sebanyak mungkin rasa ingin tahu dan rangsangan keterlibatan aktif dalam belajar, sehingga sifat pasif dapat dihindari, inquiry menghendaki keterlibatan murid secara konsisten.

3. Inquiry menghendaki pikran utama tungkat tinggi, esensi dari inquiry adalah suatu keterlibatan yang direncanakanbagi siswa dalam berpikir (wahab, dkk, 1986 : 342). C. Manfaat Belajar Inquiry Dalam proses belajar mengajar yang menggunakan metode inquiry siswa dapat memetik berbagai manfaat diantaranya adalah : 1. Meningkatkn potensi intelektual dalam dirinya 2. Dapat mencapai nilai intrinksik dari pengajaran. Hal ini terjadi karena dalam inquiry tekanan belajar beralih dari penilaian secara ekstrinsik ke instrinsik. 3. Bertambahnya kemampuan memahami hakekat heuristic dari kegiatan inqury. Kemampuan itu merupakan alat yang efektif yang dapat digunakan dalam mengahadapi berbagai keadaan. 4. Dengan dikuasai metode inquiry siswa memiliki alat bantu dalam mengingat sesuatu. Dengan alat bantu siswa dapat mengorganisasikan bahan-bhan sedemikian rupa sehingga mudah diingat dan ditemukan kembali bila mana diperlikan dan tidak hanya menjadi barang simpanan (wahab, dkk, 1986:344) D. Pemahaman dan Keterampilan Yang Dituntut Dari Seseorang Dalam Membina Inquiry. Seorang guru yang menggunakan metode inquiry secara dalam proses belajar mengajar, diharapkan guru memiliki pemahaman dan keterampilan sebagai berikut : 1. Memahami dan menghargai berbagai cara belajar yang digunakan siswanya. 2. Menguasai langkah-langkah kegiatan inquiry dan dapat menjelaskan kegiatan siswa berikut penjelasan jenis keterampilan yang diperlukan setiap langkah tersebut. 3. Kemampuan mengolah dan mengajukan pertanyaan untuk mengungkapkan berbagai cara kemapuan berpikir murid. 4. kemahiran dan mencari, merumuskan dan menjelaskan permasalahan untuk dijadikan bahan inquiry.

5. Kemampuan dalam mencari dan menyediakan bahan instruksional yang akan diperlukan dalam inquiry. 6. Kemampuan membina dan mendorong gairah untuk mengetahui sesuatu (pada siswanya) serta kemampuan berpikir sendiri (siswanya). 7. Membantu murid dalam mencari dan menilai data serta sumber data ( Wahab, dkk, 1986 : 345 ) E. Prosedur Inquiry Dalam system belajar mengajar guru menyajikan bahan pelajaran tidak dalam bentuk yang final, tetapi anak didik dberi peluang untuk mencari dan menemukan sendiri dengan menggunakan teknik pendekatan pemecahan masalah. Secara garis besar prosedurnya adalah : 1. Simulation, guru mulai bertanya dengan mengajukan persoalan atau menyuruh anak didik membaca atau mendengarkan uraian yang memuat permasalahan. 2. Problem statement, anak didik diberi kesempatan mengidentifikasikan berbgai permasalahan, sebagian besar memilihnya dipandang paling menarik dan fleksibel untuk dipecahkan. Permaslahan yang dipilih itu selanjutnya dirumuskan dalam bentuk pertanyaan atau pertanyaan (statement) sebagai jawaban sementara atas pertanyaan yang diajukan. 3. Data collection, untuk menjawab pertanyaan itu membuktikan benar tidaknya, anak didik diberi kesemptan untuk mengumpulkan (collection) berbagai informasi yang relevan, membaca literatur, mengamati obyek, wawancara dengan nara sumber, melakukan uji coba sendiri.

III. PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

A. Subyek Penelitian 1. Lokasi Lokasi pelaksanaan pembelajaran adalah di Sekolah SD Negeri 2 Batangharjo Kecamatan Batanghari Kabupaten lampung timur. 2. Waktu No 1 2 3 Hari/Tanggal Kamis, 22-04-2010 Senin, 29-04-2010 Senin, 20-05-2010 Kelas III III III Jam ke 4–5 4–5 4–5 Mata Pelajaran IPA IPA IPA ket Obs Siklus I Siklus II

3. Mata Pelajaran Mata pelajaran yang akan dilaksanakan perbaikan adalah Ilmu pengetahuan Alam (IPA) / Sains. 4. Kelas Kelas yang akan dilakukan perbaikan pembelajaran adalah kelas III Semester I 5. Karakteristik Siswa  Siswa berjumlah 20 orang, 10 laki-laki dan 10 permpuan.  Siswa masih sering rebut didalam kelas. B. Deskripsi per Siklus 1. Rencana Dengan memperhatikan identifikasi masalah dan rumusan masalah, maka penulis akan melaksanakan perbaikan pembelajaran. Rencana perbaikan pembelajaran ini akan dilaksanakan dlam mencari jalan keluar atau solusi serta mengatasi masalah-masalah dalam pembelajaran IPA dikelas III. Rencana perbaikan pembelajaran ini dilaksanakan 2 kali tatap muka setiap mata pelajaran setelah diketahui data awal hasil observasi. Pelaksanaan 1). Siklus I a. Materi pembelajaran adalah cirri-ciri dan kebutuhan Mahluk Hidup

b. Indikator adalah :  Mengidentifikasi ciri-ciri mahluk hidup  Membedakan antara mahluk hidup dan tak hidup berdasarkan pengamatan ciri-cirinya. c. Waktu pelaksanaan adalah senin, 19 Oktober 2010 d. Metode pembelajaran yang digunakan adalah informasi dan tugas. 2) Siklus II a. Materi pembelajaran adalah cirri-ciri dan kebutuhan Mahluk Hidup b. Indikator adalah :  Mengidentifikasi ciri-ciri mahluk hidup  Membedakan antara mahluk hidup dan tak hidup berdasarkan pengamatan ciri-cirinya. c. Waktu pelaksanaan adalah senin, 26 Oktober 2010 d. Metode pembelajaran yang digunakan adalah informasi, Tanya jawab, dan tugas. 3). Siklus III a. Materi pembelajaran adalah cirri-ciri dan kebutuhan Mahluk Hidup b. Indikator adalah :  Mengidentifikasi ciri-ciri mahluk hidup  Membedakan antara mahluk hidup dan tak hidup berdasarkan pengamatan ciri-cirinya. c. Waktu pelaksanaan adalah senin, 02 November 2010 d. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode inquiry.

2. Mengumpulkan Data

Data yang penulis dapatkan adalah dengan menggunakan / melaksanakan observasi dan tes. 3. Refleksi Dari masing - masing siklus penilai telah mengadakan perbaikan. Siklus II merupakan refleksi dari siklus I. Sedangkan Siklus III merupakan refleksi dari siklus II.

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Persiklus Dari temuan yang diperoleh penulis dan berdasarkan diskusi dengan teman sejawat serta supervisor, bahwa selama pembelajaran perbaikan dilaksanakan yaitu tiga siklus baik siklus I, II, dan III terdapat kemajuan yang berarti. Pada Siklus I dilaksanakan pencapaianharapan berdasarkan prosentase yang ada sebagai titik awal untuk mengetahui ada atau tidaknya kemajuan perhatian siswa terhadap mata pelajaran IPA dengan penerapan metode Inquiry. Pada siklus ke II boleh dikatakan bahwa proses perbaikan pembelajaran berhasil dengan baik. Hal ini disebabkan pada waktu proses perbaikan pembelajaran guru memberikan penerapan metode Inquiry dalam pembelajaran sehingga perhatian dan minat belajar siswa mulai nampak antusias dan bergairah. Boleh jadi materi yang diberikan juga menarik siswa sehingga siswa mudah menerima materi. Pada siklus yang ke III untuk mata pelajaran IPA penulis membandingkan perolehan pada siklus I dan II apakah penerapan metode inquiry dapat meningkatkan perhatian minat siswa dalam belajar. Dengan melihat prosentase keberhasilan siswa dari nilai formatif ternyata terdapat kemajuan yang cukup baik dari hasil perbaikan pembelajaran dapat dicapai sesuai harapan dan tujuan. Meskipun dari ketiga siklus tidak satupun mencapai 100% keberhasilan. Hal ini penulis sadari dalam satu kelas intelegensi siswa tidak sama dan pasti ada yang intelegensinya rendah. Di samping itu bahwa dalam proses belajar mengajar banyak hal yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Tabel 1 : Data sebelum diberikan perhatian dengan menggunakan metode inquiry dalam pembelajaran. No kriteria Mata pelajaran IPA 45% 35% 20% keterangan Soal tes formatif 5 butir soal

1 Rendah 2 Sedang 3 Tinggi Sumber : Data perolehan siswa.

Sedangkan setelah diberikan perhatian dengan metode inquiry oleh guru dalam pembelajaran perbaikan siklus pertama maupun kedua diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 2 : Data sesudah diberikan perhatian dengan menggunakan metode inquiry dalam pembelajaran. No 1 2 3 kriteria Rendah Sedang Tinggi Mata pelajaran IPA 45% 35% 20% keterangan Soal tes formatif 5 butir soal

B. Pembahasan dari setiap siklus Orientasi Pembelajaran.    Bersama teman sejawat mengadakan observasi dan tes awal terhadap siswa Merencanakan jumlah siklus yang akan dilakasanakan Memperhatikan rencana pembelajaran, memilih sumber bahan menetapkan alat evaluasi. Lembar kerja siswa.  Membuat waktu pelaksanaan pembelajaran dan menganalisa hasil pembelajaran. 1. Siklus 1 a. Pelaksanaan : siklus I terdiri dari 2 kali pertemuan atau peneliatian tiap peertemuan 2 jam pelajaran 2 x 35 menit. Kegiatan pembelajaran I atau tindakan I diawali dengan penjelasan proses pembelajaran dengan metode inquiry. Aturan ketika menjaring pendapat dan pelaporannya dan mengingatkan murid untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Dengan metode ceramah dan tanya jawab guru menjelaskan pelajaran sambil merangsang (menstimulir) siswa untuk berfikir aktif dengan pendekatan pemecahan masalah tentang topik - topik yang akan dibagikan pada masing-masing kelompok dan mendorong murid untuk membuat interprestasi, penjelasan dan menyusun pendapat atau hipotesis sederhana pada jam kedua dari pertemuan I tersebut, murid berdiskusi dari pada masing – masing kelompok untuk menyaring pendapat dan melaporkan pada diskusi kelas. Guru membimbing dan mengarahkan pada diskusi

kelas untuk mempertajam pendapat dan rangkumannya di akhir pertemuan diadakan tes esai sebanyak 5 soal. b. Hasil Pelaksanaan Siklus I Aktivitas belajar siswa dari hasil tes terulis diperoleh gambaran bahwa peningkatan aktivitas murid, dari sebelum siklus I dan sesudah siklus I masih kurang, pada buti-butir criteria yang diamati khususnya perhatian siswa masih sangat kurang. Hal tersebut nampak pada perbandingan kedua hasil pengamatan teman sejawat yang tercantum dalam tabel tersebut. Tabel 3 : Daftar Hasil Silus I No 1 2 3 4 5 Kriteria yang diamati Jumlah siswa 15 12 10 10 11 12 Prosentase 75% 60% 50% 50% 55% 58% Dari Jumlah Siswa 20 20 20 20 20 20

Murid yang memiliki buku pelajaran Murid yang menyimak pelajaran Murid yang memperhatikan Murid yang merasa senang Murid yang mencatat pelajaran guru Rata – rata Sumber : Pengamatan teman sejawat. Tabel 4 : Daftar Hasil Sesudah Siklus I No 1 2 3 4 5 Kriteria yang diamati

Jumlah Prosentase siswa 15 16 14 14 18 15 75% 80% 60% 60% 90% 75%

Murid yang memiliki buku pelajaran Murid yang menyimak pelajaran Murid yang memperhatikan Murid yang merasa senang Murid yang mencatat pelajaran guru Rata – rata Sumber : Pengamatan teman sejawat.

Dari Jumlah Siswa 20 20 20 20 20 20

Hasil belajar siswa : Hasil belajar siswa sebelum siklus I jika dibandingkan dengan hasil belajar siswa setelah, siklus I terdapat peningkatan meskipun belum menunjukkan atau mencapai target minimal indikator keberhasilan. Hal tersebut dipengaruhi oleh kondisi fisik siswa karena cuaca / perubahan sistem belajar mengajar dari pasif ke aktif, perubahan pola berfikir dan

faktor-faktor pada observasi di atas perbandingan tersebut lebih dijelaskan oleh tabel dibawah ini. Tabel 5 : Rekapitulasi Prosentasi Hasil Belajar Siswa Sebelum Siklus. No 1 2 3 Kriteria Nilai Rentang Nilai 6,5 – 10 5,5 – 6,4 0 – 5,4 Jumlah Nilai 4 7 9 20 prosentase 20% 35% 45% 100

Tinggi Sedang Rendah Jumlah Sumber : Data Guru

Tabel 6 : Rekapitulasi Prosentasi Hasil Belajar Siswa Setelah Siklus. No 1 2 3 Kriteria Nilai Rentang Nilai 6,5 – 10 5,5 – 6,4 0 – 5,4 Jumlah Nilai 9 7 4 20 prosentase 45% 35% 20% 100

Tinggi Sedang Rendah Jumlah Sumber : Data Guru c. Analisis Hasil Siklus I

Dari tabel hasil pengamatan diperoleh rata-rata kelas 15 siswa atau 75%, sedangkan yang memperhatikan sebanyak 14 siswa atau 60%. Dari tabel belajar murid sebelum siklus I diperoleh rata-rata kelas 5 dengan kriteria nilai sebagai berikut : 1. Yang mendapatkan nilai tinggi sebanyak 4 siswa atau 20 % 2. Yang mendapatkan nilai sedang sebanyak 7 siswa atau 35 % 3. Yang mendapatkan nilai rendah sebanyak 9 siswa atau 45 % Dari tabel belajar murid setelah siklus I diperoleh rata-rata kelas 5.84 dengan kriteria nilai sebagai berikut : 1. Yang mendapatkan nilai tinggi sebanyak 9 siswa atau 45 % 2. Yang mendapatkan nilai sedang sebanyak 7 siswa atau 35 % 3. Yang mendapatkan nilai terendah sebanyak 4 siswa atau 20 %

Setelah selesai siklus I ditemukan beberapa hambatan dan mendiskusikan langkah selanjutnya dengan teman sejawat. 1. Murid belum dapat memanfaatkan waktu secara efektif dan efisien pada waktu menjaring pendapat baik pada kelompok kecilnya maupun diskusi kelas. 2. Lalu lintas pembicaraan belum terkendali dengan baik dan catatan kelompok kecil dan diskusi kelas belum focus. Perlu penjelasan singkat kembali tentang pelaksanaan metode inquiry dan teknis dalam berdiskusi dalam menjaring pendapat agar pada siklus II hambatan dapat dikurangi. Berdasarkan hasil pada siklus maka perlu dilanjutkan ketahap siklus I. 2. Siklus II Pelaksanaan siklus II 2 x pertemuan (2 x 35 menit) kegiatan pembelajaran pertemuan I menjelaskan materi dan proses pembelajaran sebagaimana siklus II, menjelang diskusi kelompok dan pelaporannya pada diskusi kelas guru memberi pengarahan. Atas hal-hal yang menghambat pada proses siklus I pertemuan kedua dilaksanakan membahas diskusi kelas dibimbing oleh guru. Pada akhir pertemuan diadakan tes esay tertulis soal. Hasil Siklus II Aktivitas belajar murid dari hasil observasi dari 2 kali penelitian menjelaskan bahwa aktivitas siswa meningkat sebaimana hasil pengamatan teman sejawat yang tercantum dalam tabel berikut :

Tabel 7 : Daftar hasil observasi Siklus II

No 1 2 3 4 5

Kriteria yang diamati

Jumlah Prosentase siswa 15 16 14 14 18 15 75% 80% 60% 60% 90% 75%

Murid yang memiliki buku pelajaran Murid yang menyimak pelajaran Murid yang memperhatikan Murid yang merasa senang Murid yang mencatat pelajaran guru Rata – rata Sumber : Pengamatan teman sejawat

Dari Jumlah Siswa 20 20 20 20 20 20

Hasil belajar siswa sebelum penelitian jika dibandingkan dengan hasil belajar murid pada siklus II terjadi peningkatan lebih dari pada siklus dan hambatan-hambatan yang muncul sudah berkurang, meskipun belum juga mencapai target minimal ketentuan belajar. Hal tersebut disebabkan karena sebagai siswa masih belum mampu aktif secara konstan atau masih terbiasa pasif. Peningkatn hasil belajar siswa dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 8 : Daftar Prosentase hasil belajar siswa setelah siklus II. No 1 2 3 Kriteria Nilai Rentang Nilai 6,5 – 10 5,5 – 6,4 0 – 5,4 Jumlah Nilai 12 4 4 20 prosentase 60% 20% 20% 100

Tinggi Sedang Rendah Jumlah Sumber : Data Guru Hasil Siklus II

Pada tabel observasi diperoleh rata-rata kelas 16 siswa atau 80% murid yang memperhatikan sebanyak 16 atau 80%. Dari hasil belajar siswa setelah siklus II diperoleh rata-rata 6,55 dengan kriteria nilai sebagai berikut : a. Yang mendapatkan nilai tinggi sebanyak 12 siswa atau 60% b. Yang mendapatkan nilai sedang sebanyak 4 siswa atau 20% c. Yang mendapatkan nilai terendah sebanyak 4 siswa atau 20 %

setelah selesai siklus II ditemukan beberapa hambatan dan mendiskusikan langkah selanjutnya, dengan teman sejawat . a. Murid sudah dapat memanfatkan waktu secara efektif dan efisien pada waktu menjaring pendapat baik pada kelompok kecil maupun kelas. b. Lalu lintas pembicaraan mulai tekendali namun masih ada yang mendominasi pembicaraan dan sebagian kurang aktif dan catatan kelompok kecil sudah lebih focus dari sebelumnya. c. Kepada murid perlu diberikan stimulasi dan motivasi agar semuanya terbiasa dan bisa aktif. Berdasarkan siklus II murid diadakan penelitian lebih lanjut ketahap berikutnya. 3. Siklus III Pelaksanaan : Siklus III terdiri dari 2 x pertemuan (2 x 35 menit) kegiatan pembelajaran pertemuan I menjelaskan materi di atas untuk mempertahankan aktifitas dan perhatian siswa. Guru masih perlu menstimulasi dan motivasi murid, kemudian murid mendiskusikan dalam kelompoknya dengan topic yang sudah ditemukan bagi masing-masing kelompok. Setelah itu masing-masing kelompok melaporkan rangkuman pendapatnya pada diskusi kelas pertemuan II dilaksanakan untuk mempertajam dan rangkumannya. Di akhir pertemuan diadakan tes essay tertulis sebanyak 5 soal. Hasil Siklus III Aktivitas belajar siswa, siklus III proses belajar mengajar mengalami perbaikan dan peningkatan baik aktivitas murid maupun prestasi hasil belajarnya bagaimana hasil pengamatan teman sejawat dan lembar obsevasi dalam tabel berikut :

Tabel 9 : Daftar Hasil Siklus III

No 1 2 3 4 5

Kriteria yang diamati Murid yang memiliki buku pelajaran Murid yang menyimak pelajaran Murid yang memperhatikan Murid yang merasa senang atas penjelasan guru Murid yang mencatat pelajaran guru Rata – rata

Jumlah siswa 19 16 17 16 18 17

Prosentase 95% 80% 85% 80% 90% 85%

Hasil belajar siswa : peningkatan hasil siklus III ternyata mengalami peningkatan yang besar sehingga melampaui target minimal ketuntasan belajar. Hal tersebut setelah diadakan perbaikan dan pengawasan guru secara intensif peningkatan tersebut dapat dilihat pada tabel . Tabel 10 : Rekapitulasi prosentase hasil belajar siswa setelah siklus III No 1 2 3 Kriteria Nilai Rentang Nilai 6,5 – 10 5,5 – 6,4 0 – 5,4 Jumlah Nilai 19 1 0 20 prosentase 95% 5% 0% 100

Tinggi Sedang Rendah Jumlah Sumber : Data Guru Hasil Siklus III

Dari tabel pengamatan pada siklus II diperoleh rata-rata 16 siswa(80%) meningkat menjadi 17 siswa (85%) pada siklus III. Sedangkan siswa yang memperhatikan pada siklus II sebanyak 16 siswa (80%) meningkat menjadi 19 siswa (90%) pada siklus III. Dari hasil belajar siswa setelah siklus III diperoleh rata-rata 7,29 dengan kriteria nilai sebagai berikut : a. Yang mendapatkan nilai tinggi sebanyak 19 siswa atau 95% b. Yang mendapatkan nilai sedang sebanyak 1 siswa atau 5% c. Yang mendapatkan nilai terendah sebanyak 0 siswa atau 0 %

setelah siklus III dari hasil pengamatan dan hasil observasi dan hasil belajar tidak perlu lagi diadakan penelitian karena telah mencapai target indikator untuk lebih jelasnya dapat dilahat dari tabel perbandingan observasi dan hasil belajar. Hasil pada siklus I, II, dan III No 1 2 3 4 5 Kiriteria Yang Dinilai Murid yang memiliki buku pelajaran Murid yang menyimak saat guru menerangkan Murid yang memperhatikan Murid yang senang dengan pelajaran guru Murid yang mencatat awal 15 75% 12 60% 10 50% 10 50% 11 55% T = Turun Siklus I 15 75% 16 80% 14 16% 14 60% 18 90% II 17 85% 17 85% 16 80% 15 75% 16 80% Kategori II N 19 N 95% 16 N 80% 17 N 85% 16 N 80% 18 N 90% T -

penjelasan guru Sumber : Data Guru Keterangan : N = Naik

Dari data diatas menunjukkan bahwa hasil pengamatan terhadap murid setiap kali penelitian : 1. Sebelum penelitian siswa yang memperhatikan 10 atau 50% dari jumlah sisiwa. 2. Siklus I siswa yang memperhatikan 14 atau 90% dari jumlah siswa 20 terjadi peningkatan. 3. Siklus II siswa yang memperhatikan sebanyak 16 atau 80% dari jumlah siswa 20 terjadi peningkatan. 4. Siklus III siswa yang memperhatikan sebanyak 17 atau 85% dari 20 siswaterjadi peningkatan. Prosantasi peningkatan perhatian siswa dari sebelum siklus sebanyak 20 siswa 50%. Meningkat menjadi 17 atau 85%. Setelah siklus III maka devisi peningkatan sebesar 85% dikurangi 50% sam dengan 35%.

Dengan demikian data di atas menjelaskan bahwa dengan metode inquiry secara berangsur mampu meningkatkan pendidikan perhatian belajar siswa terhadap mata pelajaran IPA sebesar 35%. Tabel 11 : Hasil Belajar Siswa Kelas III SDN 2 Batangharjo Sebelum dan Sesudah Siklus I, II, dan III. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Siswa NURUL HIDAYATI SELVI YUNDASARI ANDRE AGETAMA ELITA INDRAWATI NOVITASARI RENO ARWANA TITO DWI ALZIZI DWIKI SARIYANTO INTAN ROIDUN ZIDAN K. AGI PRASETIO YOGI AKBAR ISRONUDIN DAVIT SURYAKUR EMITA ASLAMIAH ELYSE TANTI ANA FILDA MAHARANI PRIMA ARLIYA RINA WAHYUNINGSIH RONA SAPUTRA SEPTIANA AYU KHAIRANI JUMLAH RATA-RATA Awal 4.0 5.5 5.0 6.0 7.0 6.0 6.0 7.0 5.5 4.5 5.0 4.0 4.0 6.0 7.0 6.0 6.0 4.5 5.5 6.0 110.5 5.53 Siklus I 5.0 6.0 5.5 7.0 7.5 6.5 6.5 7.5 6.5 5.0 6.0 5.5 5.5 6.5 7.5 6.5 6.5 5.5 6.5 6.5 125.5 6.28 Siklus II 6.5 7.0 6.5 8.0 8.0 7.0 7.0 8.0 7.5 6.5 6.5 6.5 6.0 7.0 8.0 7.0 7.0 6.5 7.0 7.0 140.5 7.03 Siklus III 7.0 7.5 7.5 8.5 8.5 7.5 7.5 9.0 8.0 7.0 7.0 7.0 6.5 7.5 9.0 7.5 7.5 7.0 7.5 7.5 152.0 7.60

Tabel diatas menunjukkan peningkatan hasil belajar dari sebelum dan diterapkannya penelitian dibandingkan dengan setelah penelitian pada siklus I, II, dan III. Peringkatan prestasi siswa sebelum diterapkan penelitian dan setelah diterapkan penelitian dengan menggunakan metode inquiry pada kelas III SD Negeri 2 Batanghrjo Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur mengalami peningkatan seperti tertera pada tabel berikut : Tabel 12 : Rekapitulasi prostase peningkatan hasil belajar sebelum penelitian dan sesudah pelaksanaan siklus I, II, III dari 20 siswa.

No 1 2 3

Rentang Nilai Tinggi 6.5 – 10 Sedang 5.5 – 6.4 Rendah 0,0-5,4

Sebelum Siklus I 4 siswa 20% 7 siswa 25% 9 Siswa 45% 9% 45% 7siswa 35% 4 Siswa 20 %

Sesudah Siklus II 12 siswa 60% 4 siswa 20% 4 Siswa 20% Siklus III 19 siswa 95% 1 siswa 5% -

Sumber : Data Guru Memperhatikan tabel di atas, membuktikan bahwa penerapan metode inquiry pada pelajaran IPA di kelas III SDN 2 Batanghrjo Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur Tahun Pelajaran 2009/2010 dapat meningkatkan prestasi, kreatifitas, perhatian dan hasil yang cukup baik untuk mengerti dan memahami pelajaran IPA sehingga metode ini cukup baik, jika digunakan untuk meningkatkan prestasi belajar anak didik.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Dari hasil penelitian tindakan kelas Siklus I, II, III yang diterapkan di kelas III SD Negeri 2 Batangharjo Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur Tahun Pelajaran 2009/2010 dapat ditarik kesimpulan bahwa : 1. Terjadi peningkatan perhatian belajar mengikuti penelitian tindakan kelas Mata Pelajaran IPA sebesar 42.5% yaitu sebelum penelitian sebanyak 50% dan sesudah siklus II dan III sebesar 19 siswa (95%). 2. Terjadi penelitian prestasi belajar setelah mengikuti penelitian tindakan kelas. Mata Pelajaran IPA sebesar 67%. Sebelum penelitian sebanak 4 siswa (20% yang memperoleh nilai 6,5 dan setelah penelitian meningkatkan menjadi 19 siswa 95%) 3. Peningkatan perhatian dan prestasi belajar murid tersebut karena dipengaruhi penerapan metode inquiry pada pembelajaran IPA. B. Saran Selama penelitian siklus I, II, dan III ditemukan dan kekurangan dari metode inquiry, baik itu menyangkut guru, siswa maupun sekolah. Pada penulisan penelitian ini dan berdasarkan pengalaman tersebut penulis menggunakan saran, sebagai berikut : 1. Agar guru meningkatkan profesionalitas pembelajaran dengan melaksanakan penelitian tindakan kelas dan memvariasikan metode mengajarnya di antaranya dengan metode inquiry dengan pendekatan pemecahan masalah. 2. Sekolah hendaknya selalu berusaha meningkatkan layanan profesional pendidikannya dengan mendorong guru-guru untuk melakukan penelitian khususnya penelitian dalam bentuk penelitian tindakan kelas. 3. Setiap sekolah hendaknya menerapkan hasil-hasil penelitian pendidikan yang akan meningkatkan kinerja guru dan personil pendidikan lainya sehingga membantu mewujudkan misi dan visi sekolah. DAFTAR PUSTAKA A. Aziz Wahab, dkk, 1986 Materi Pokok Metodologi Pengajaran IPA, karunika Jakarta hal. 6 – 41.

A. Suryadi. 1983, Membuat Siswa aktif Belajar , Bina Cipta Bandung. Hal. 105 IGK Wardani. 2002, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta, Pusat Unit Universitas Terbuka. Hal. 6 – 29 Ngalim Purwanto. 1997, Psikologi Pendidikan Remaja, Karya CV, Bandung hal. 174 Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang mempengaruhinya. Rineka Cipta Jakarta hal. 105 Sudirman dkk, 1986, Ilmu Pendidikan Remaja, Karya Jakarta hal. 285 Saiful Bahri Djmarah Aswan Zain, 1996, Strategi Belajar Mengajar, Rineka Cipta Jakarta hal. 252 Tim Pelatih Proyek OGSM, 1999, Penelitian Tindakan Kelas (Clas room Action Reserch) PGSM, Dirjen Dikti Depdikbud, Jakarta. Hal. 101

LAMPIRAN – LAMPIRAN

1. Surat Izin Peneliti

2. Surat Kesediaan Menjadi Teman Sejawat 3. Surat Pernyataan 4. Rencana Pembelajaran IPA 5. Rencana Perbaikan Pembelajaran IPA I 6. Rencana Perbaikan Pembelajaran IPA II 7. APKG I 8. APKG II 9. Lembar Penilaian Penempatan Kemampuan Profesional.

SURAT IZIN PENELITIAN

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama NIP Jabatan

: KAMDANI, BA : 19540751977031002 : Kepala Sekolah SDN 2 Batangharjo Kecamatan Batanghari

Memberikan izin kepada : Nama NIM Mahasiswa : Marwati : 817409903 : FKIP UT Bandar Lampung, Pokjar Batanghari

Untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas di Kelas III dan VI dalam mata Pelajaran IPA dan Bahasa Indonesia. Demikian surat izin ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Batangharjo, 20 April 2010 Kepala SDN 2 Batangharjo

KAMDANI, BA NIP. 19540751977031002

FORMAT KESEDIAAN SEBAGAI SEBAGAI TEMAN SEJAWAT DALAM PENYELENGGARAAN PKP Kepada Yth,

Kepala UPBJJ-UT Bandar Lampung Di Bandar Lampung Yang bertanda tangan dibawah ini, menerangkan bahwa : Nama NIM Tempat Mengajar Alamat Sekolah : MUHAMMAD MATORI : 817409888 : SDN 2 Batangharjo : Batangharjo Kecamatan Batanghari

Menyatakan bahwa bersedia sebagai teman sejawat untuk mendampingi dalam pelaksanaan PKP atas nama : Nama NIM Program Studi Tempat Mengajar Alamat Sekolah : MARWATI : 817409903 : SI PGSD : SDN 2 Batangharjo : Batangharjo Kecamatan Batanghari

Demikian surat pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Batangharjo, 20 April 2010 Mengetahui Kepala sekolah Teman sejawat

KAMDAN, BA NIP. 19540751977031002

MUHAMMAD MATORI NIM. 817409888

SURAT PERNYATAAN Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama NIM UPBJJ-UT Menyatakan bahwa : Nama Tempat Mengajar Guru Kelas

: MARWATI : 817409903 : Bandar Lampung

: MUHAMMAD MATORI : SDN 2 Batangharjo : III (tiga)

Adalah teman sejawat yang akan membantu dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang merupakan tugas mta kuliah PDGK 4501 Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya,

Batangharjo, 20 April 2010 Teman Sejawat yang membuat pertanyaan Mahasiswa

MUHAMMAD MATORI NIM. 817409888

MARWATI NIM. 817409903

RENCANA PEMBELAJARAN Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam

Kelas / Semster : III (Tiga) / II (Dua) Pertemuan Alokasi Waktu 1. Standar Kompetensi Memahami ciri-ciri dan kebutuhan mahluk hidup serta hal-hal yang mempenaruhi perubahan pada mahluk hidup. II. Kompetensi Dasar - Mengidentifikasi ciri-ciri dan kebutuhan mahluk hidup - Mendeskripsikan perubahan yang terjadi pada mahluk hidup III. Indikator - Mengidentifikasi ciri-ciri mahluk hidup - Mengidentifikasi ciri-ciri mahluk tah hidup - Menyebutkan ciri-ciri pertumbuhan hewan dan tumbuhan. IV. Tujuan Pembelajaran - Siswa dapat mengidentifikasi ciri-ciri mahluk hidup - Siswa dapat mengidentifikasi ciri-ciri mahluk tak hidup - Siswa dapat menyebutkan ciri-ciri pertumbuhan hewan - Siswa dapat menyebutkan ciri-ciri pertumbuhan tumbuhan. V. Langkah-langkah Pembelajaran A. Kegiatan Awal (10 menit ) - Mengisi daftar kelas, berdoa, menyiapkan materi ajar, model dan alat peraga. - Memotivasi siswa untuk mengeluarkan pandapat. : I (satu) : 2 x 35 menit

B. Kegiatan Inti (45menit) - Siswa diminta membedakan mahluk hidup dan tak hidup - Guru menjelaskan ciri-ciri mahluk hidup dan tak hidup - Siswa mengamati dan mencatat ciri-ciri mahluk hidup

C. Kegiatan Akhir (15 menit) - Guru mengajukan pertanyaan sekitar materi yang di ajarkan - Guru menyimpulkan tugas sesuai materi yang diajarkan VI. Alat dan Sumber Belajar Buku IPA Kelas III (Erlangga) VII. Penilaian Penilaian Tertulis VIII. Materi - Ciri-ciri dan kebutuhan mahluk hidup - Perubahan pada mahluk hidup IX. Metode Pembelajaran - Informasi, Inquiry - Tanya jawab - Pemberian Tugas

Batangharjo, 22 april 2010 Mengetahui Kepala SD Negeri 2 Mahasiswa

K A M D A N , BA NIP. 19540751977031002

MARWATI NIM. 817409903

RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN I Mata Pelajaran Kelas / Semester : Ilmu Pengetahuan Alam : III (Tiga) / II(Dua)

Pertemuan Alokasi Waktu I. Standar Kompetensi

: I (Satu) : 2 x 35 Menit

Memahami ciri-ciri dan kebutuhan mahluk hidup serta hal-hal yang mempengaruhi perubahan pada mahluk hidup. II. Kompetensi Dasar Mengidentifikasi ciri-ciri dan kebutuhan mahluk hidup Mendeskripsikan perubahan yang terjadi pada mahluk hidup

III. Indikator Mengidentifikasi ciri-ciri mahluk hidup Mengidentifikasi ciri-ciri mahluk tak hidup Menyebutkan ciri-ciri pertumbuhan hewan dan tumbuhan

IV. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat mengidentifikasi ciri-ciri mahluk hidup Siswa dapat mengidentifikasi ciri-ciri mahluk hidup Siswa dapat menyebutkan ciri-ciri pertumbuhan hewan. Siswa dapat menyebutkan ciri-ciri pertumbuhan tumbuhan.

V. Langkah – langkah Pembelajaran A. Kegiatan Awal (10 menit) a. Mengisi daftar kelas, berdoa, menyiapkan materi ajar, model dan alat peraga. b. Memotivasi siswa untuk mengeluarkan pendapat. c. Memajang gambar-gambar untuk diamati siswa.

B. Kegiatan Inti( 45 menit) - Siswa diminta membedakan mahluk hidup dan tak hidup - Guru menjelaskan ciri- ciri mahluk hidup dan tak hidup

- Membentuk kelompok untuk mengamati dan mencatat cirri-ciri mahluk hidup C. Kegiatan Akhir ( 15 menit) - Guru mengajukan pertanyaan sekitar materi yang diajarkan - Guru mengumpulkan tugas sesuai materi yang diajarkan VI. Alat dan Sumber Belajar Buku IPA kelas III (Erlangga) VII. Penilaian Penilaian tertulis VIII. Materi - Ciri-ciri dan kebutuhan mahluk hidup - Perubahan pada mahluk hidup IX. Metode Pembelajaran Informasi Inquiry Tanya Jawab Pemberian Tugas

Mengetahui Kepala SD Negeri 2

Batangharjo, 29 April 2010 Mahasiswa

K A M D A N , BA NIP. 19540751977031002

MARWATI NIM. 817409903

LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN SIKLUS I

Mata Pelajaran Kelas / Semester Alokasi Waktu Hari/Tanggal

: Ilmu Pengetahuan Alam : III (Tiga) / II (Dua) : 2 x 35 Menit : Senin 03 Mei 2010

Fokus yang diperbaiki : No 1 2 3 4 5 6 7 Perilaku guru yag diobservasi Menggunakan Alat peraga Alat peraga bervariasi Alat peraga meningkatkan motivasi siswa Menggunakan metode Metode mengaktifkan siswa Metode meningkatkan minat siswa Metode bervariasi kemunculan Ada Tidak ada komentar

Teman sejawat

MUHAMMAD MATORI NIM. 817409888

RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN II Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam

Kelas / Semester Pertemuan Alokasi Waktu I. Standar Kompetensi

: III (Tiga) / II (Dua) : I (Satu) : 2 x 35 Menit

Memahami ciri-ciri dan kebutuhan mahluk hidup serta hal-hal yang mempengaruhi perubahan pada mahluk hidup. II. Kompetensi Dasar Mengidentifikasi ciri-ciri dan kebutuhan mahluk hidup Mendeskripsikan perubahan yang terjadi pada mahluk hidup

III. Indikator Mengidentifikasi ciri-ciri mahluk hidup Mengidentifikasi ciri-ciri mahluk tak hidup Menyebutkan ciri-ciri pertumbuhan hewan dan tumbuhan

IV. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat mengidentifikasi ciri-ciri mahluk hidup Siswa dapat mengidentifikasi ciri-ciri mahluk hidup Siswa dapat menyebutkan ciri-ciri pertumbuhan hewan. Siswa dapat menyebutkan ciri-ciri pertumbuhan tumbuhan.

V. Langkah – langkah Pembelajaran A. Kegiatan Awal (10 menit) - Mengisi daftar kelas, berdoa, menyiapkan materi ajar, model dan alat peraga. - Memotivasi siswa untuk mengeluarkan pendapat. - Memajang gambar-gambar untuk diamati siswa.

B. Kegiatan Inti( 45 menit) - Siswa diminta membedakan mahluk hidup dan tak hidup - Guru menjelaskan ciri- ciri mahluk hidup dan tak hidup

- Guru membentuk kelompok - Siswa mengamati dan mencatat ciri-ciri mahlik hidup (alat gerak) C. Kegiatan Akhir ( 15 menit) - Guru mengajukan pertanyaan sekitar materi yang diajarkan VI. Alat dan Sumber Belajar - Buku IPA Kelas III (Erlangga) - Gambar-gambar VII. Penilaian - Penilaian Tertulis - Prosedur dilakukan selama proses pembelajaran VIII. Materi - Ciri-ciri dan kebutuhan mahluk hidup - Perubahan pada mahluk hidup IX. Metode Pembelajaran - Informasi, Inquiry - Tanya jawab - Pemberian Tugas

Mengetahui Kepala SD Negeri 2

Batangharjo, 20 Mei 2010 Mahasiswa

K A M D A N, BA NIP. 19540751977031002

MARWATI NIM. 817409903 LEMBAR OBSERVASI

KEGIATAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN SIKLUS II

Mata Pelajaran Kelas / Semester Alokasi Waktu Hari/Tanggal

: Ilmu Pengetahuan Alam : III (Tiga) / II (Dua) : 2 x 35 Menit : Senin 20 Mei 2010

Fokus yang diperbaiki : No 1 2 3 4 5 6 7 Perilaku guru yag diobservasi Menggunakan Alat peraga Alat peraga bervariasi Alat peraga meningkatkan motivasi siswa Menggunakan metode Metode mengaktifkan siswa Metode meningkatkan minat siswa Metode bervariasi kemunculan Ada Tidak ada        komentar

Teman sejawat

MUHAMMAD MATORI NIM. 817409888

ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN GURU – PKP ( APKG – PKP 1 ) LEMBAR PENILAIAN

KEMAMPUAN MERENCANAKAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN Nama Mahasiswa NIM Tempat Mengajar Kelas Mata Pelajaran Waktu Tanggal PETUNJUK Baca dengan cermat rencana perbaikan pembelajaran yang akan digunakan oleh guru/mahasiswa ketika mengajar. Kemudian nilailah semua aspek yang terdapat dalam rencana tersebut dengan menggunakan butir penilaian di bawah ini : 1. Menentukan bahan perbaikan Pembelajaran dan merumuskan Tujuan/indikator perbaikan Pembelajaran 1.1 Menggunakan bahan perbaikan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum dan masalah yang diperbaiki. 1.2 Merumuskan tujuan khusus/ Indikator perbaikan pembelajaran. 2. Mengembangkan dan mengorganisasikan materi, media (alat bantu pembelajaran) dan sumber belajar. 2.1 Mengembangkan dan mengorganisasikan meteri pembelajaran 2.2 Menentukan dan mengembangkan alat bantu Rata-rata butir 2 = B Rata-rata butir I = A 1 2 3 4 5 : Marwati : 817409903 : SDN 2 Batangharjo : III : IPA : 2 x 35 menit :

perbaikan pembelajaran 2.3 Memilih sumber belajar 3. Merencanakan scenario perbaikan Pembelajaran. 3.1 Menentukan jenis kegiatan perbaikan pembelajaran. 3.2 Menyusun langkah-langkah Perbaikan pembelajaran 3.3 Menentukan alokasi waktu 3.4 Menentukan cara memotivasi Siswa 3.5 Menyiapkan pertanyaan. Rata-rata butir 3 = C

4. Merencanakan pengelolaan Kelas perbaikan pembelajaran. 3.1 Menentukan penataan ruang dan fasilitas belajar. 3.2 Menentukan cara-cara mengorganisasikan siswa agar siswa dapat berpatisipasi dalam perbaikan pembelajaran. 5. Merencanakan prosedur, jenis dan menyiapkan alat penilaian perbaikan pembelajaran. 5.1 Menentukan prosedur dan jenis penilaian 5.2 Membuat alat-alat penilaian dan kunci jawaban. Rata-rata butir 5 = E Rata-rata butir 4 = D

6. Tampilan dokumen rencana Perbaikan pembelajaran. 6.1 Kebersihan dan kerapihan. 6.2 Penggunaan bahasa tulisan. Rata-rata butir 6 = F

Nilai APKF 1 = R A+B+C+D+E+F R= 6 =

Teman Sejawat

MUHAMMAD MATORI NIM. 817409888

ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN GURU – PKP ( APKG – PKP 2 ) LEMBAR PENILAIAN

KEMAMPUAN MERENCANAKAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN Nama Mahasiswa NIM Tempat Mengajar Kelas Mata Pelajaran Waktu Tanggal PETUNJUK 1. Amati dengan cermat pembelajaran yang sedang berlangsung. 2. Pusatkanlah perhatian anda pada kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dan dampaknya pada siswa. 3. Nilailah kemampuan guru tersebut dengan menggunakan butir-butir penilaian berikut. 4. Khusus untuk butir 5 yaitu mendemonstrasikankamampuan khusus dalam pembelajaran pilihlah salah satu butir penilaian yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan. 5. Nilailah semua aspek kemampuan guru. : Marwati : 817409903 : SDN 2 Batangharjo : III : IPA : 2 x 35 menit :

1. Mengelola ruang dan fasilitas pembelajaran. 1.1 Menata fasilitas sumber belajar 1.2 Melaksanakan tugas rutin kelas. Rata-rata butir 1 = A 2. Melaksanakan kegiatan perbaikan Pembelajaran. 2.1 Memulai pembelajaran 2.2 Melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan, siswa, situasi dan lingkungan.

2.3 Menggunakan alat bantu (media) Pembelajaran dengan tujuan, siswa, situasi dan lingkungan. 2.4 Melaksanakan pembelajaran dala urutan yang logis. 2.5 Melaksanakan perbaikan secara individual kelompok atau klasikal. 2.6 Mengelola waktu pembelajaran secara efisien. Rata-rata butir 2 = B

3. Mengelola interaksi kelas 3.1 Memberi petunjuk dan penjelasan yang berkaitan dengan isi pembelajaran. 3.2 Menangani pertanyaan dan respon siswa 3.3 Menggunakan ekspresi lisan, tulisan, isyarat dan gerakan badan. 3.4 Menetapkan penguasaan materi pembelajaran. Rata-rata butir 3 = C

4. Bersikap terbuka dan luwes dan serta membantu mengembangkan sikap posistif siswa terhadap belajar. 4.1 Menunjukkan sikap ramah, luwes, terbuka, penuh pengertian dan sabar kepada siswa. 4.2 Menunjukkan kegairahan dalam mengajar. 4.3 Mengembangkan hubungan antar

pribadi yang sehat dan serasi. 4.4 Membantu siswa menyadari kelebihan dan kekurangannya. 4.5 Membantu siswa menumbuhkan Kepercayaan diri. Rata-rata butir 4 = D

5. Mendemontrasikan kemampuan khusus dalam perbaikan pembelajaran mata pelajaran tertentu. a. Bahasa Indonesia. 5.1 Mendemontrasikan penguasaan materi bahasa Indonesia. 5.2 Mengembangkan kemampuan siswa untuk berkomunikasi dan bernalar. 5.3 Memberikan latihan ketrampilan Berbahasa 5.4 Peka terhadap kesalahan penggunaan istilah teknis. 5.5 Memupuk kegemaran membaca. Rata-rata butir 5a = E

b. Matematika 5.1 Menanamkan konsep matematika melalui metode bervariasi yang sesuai dengan karakteristik materi. 5.2 Menguasai simbol-simbol matematika. 5.3 Memberikan latihan matematika dalam kehidupan sehari-hari. 5.4 Menguasai materi matematika.

Rata-rata butir 5b = E

c. IPA 5.1 Membimbing siswa membuktikan konsep IPA melalui penagalaman angsung terhadap obyek yang dipelajari. 5.2 Meningkatkan keterlibatan siswa melalui pengalaman belajar dengan berbagai kegiatan. 5.3 Menggunakan istilah yang tepat pada setiap langkah pembelajaran. 5.4 Terampil dalam melakukan percobaan IPA serta tepat dalam memilih alat peraga IPA 5.5 Menerapkan konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari 5.6 Menampilkan penguasaan IPA Rata-rata butir 5c = E

d. IPS 5.1 Mengembangkan pemahaman konsep IPS terpadu 5.2 Mengembangkan pemahaman konsep waktu 5.3 Mengembangkan pemahaman konsep ruang 5.5 Mengembangkan pemahaman konsep kelangkaan (scarcity) Rata-rata butir 5d= E

e. PPKn 5.1 Menggunakan metode dan alat batu dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan . 5.2 Meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran pendidikan kewarganegaraan . 5.3 Ketepatan penggunaan istilahistilah khusus dan konsep dalam pendidikan kewarganegaraan. 5.4 Menunjukkna penguasaan materi pendidikan kewarganegaraan 5.4 Menerapakan konsep pendidikan kewarganegaraan dalam kehidupan sehari-hari. Rata-rata butir 5e = E

6. Melaksanakan Penilaian proses dan hasil belajar. 6.1 Melaksanakan penilaian selama proses pembelajaran. 6.2 Melaksanakan penilaian pada akhir pembelajaran. Rata-rata butir 6 = F

7. Kesan umum pelaksanaan pembelajaran. 7.1 Keefektifan proses pembelajaran 7.2 Penggunaan Bahasa Indonesia lisan.

7.3 Peka terhadap kesalahan berbahasa siswa. 7.4 penampilan guru dalam pembelajaran Rata-rata butir 7 = G

Nilai AKPF 2 = R R = A+B+C+D+E+F+G = 7

Pembimbing /Penguji II

Drs. WIYONO, M.Pd NIP. 195701111983031007

PENILAIAN LAPORAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

NAMA NIM Program Studi UPBJJ-UT No 1 2 Aspek Yang Dinilai Pendahuluan Perencanaan Identifikasi Masalah Analisis dan perumusan masalah Rencana perbaikan 3

: MARWATI : 817409903 : SI PGSD : BANDAR LAMPUNG Skor Maksimal 5 8 8 10 8 10 15 8 10 15 6 7 100 Skor Yang Diperoleh

Pelaksanaan Perbaikan pembelajaran a. Tempat dan waktu Pelaksanaan b. Prosedur pelaksanaan c. Hal-hal yang unik Temuan (Hasil Yang Diperoleh) a. Hasil Pengolahan Data b. Deskripsi Temuan Dan Refleksi c. Pembahasan Kesimpulan Dan Saran a. Kesimpulan b. Saran dan tindakan lanjut JUMLAH

4

LAPORAN PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL (PKP)

USAHA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI METODE KERJA KELOMPOK DIKELAS V SDN 2 BATANGHARJO KECAMATAN BATANGHARI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR TAPEL 2009-2010

OLEH NAMA NIM POKJAR : MARWATI : 817409903 : BANDAR LAMPUNG

PROGRAM STUDI : SI PGSD

UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH UNIVERSITAS TERBUKA TAHUN 2009/2010

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga Laporan Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional yang berjudul “Usaha Meningkatkan Keterampilan Menulis Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Melalui Metode Kerja Kelompok di Kelas V SDN 2 Batangharjo Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur Tahun Pelajaran 2009 – 2010” ini dapat selesai. Penulisan Laporan ini berdasarkan dengan pengalaman yang dialami oleh penulis. Selama penulis melakukan kegiatan perbaikan pembelajaran di SDN 2 Batangharjo dalam rangka menyelesaikan tugas akhir sebagai mahasiswa S1 PGSD di Universitas Terbuka. Di dalam laporan Pemantapan Kemampuan Profesional ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan di masa yang akan datang. Tidaka lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1 Kepala SDN 2 Batangharjo yang telah memberikan saran dan prasarana sehingga laporan ini dapat selesai. 2 Drs. Suprianto, Batanghari 3 Drs. Wiyono, M.Pd., selaku Pembimbing Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional. 3 Rusmini, A.M.Pd selaku teman sejawat. 4 Suami tercinta dan keluarga yang telah memberikan motivasi untuk menyelesaikan penulisan laporan ini.
5

selaku Pengelola Universitas Terbuka Pokjar

Temen-teman Mahasiswa S-1 PGSD dan para pemabaca

JUDUL

: USAHA

MENINGKATKAN MELALUI DI

KETERAMPILAN METODE V TIMUR KERJA SDN 2

MENULIS PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELOMPOK KABUPATEN KELAS

BATANGHARJO KECAMATAN BATANGHARI LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2009 – 2010

Telah Disahkan dan Disetujui oleh Komisi Pembimbing

Mengetahui Kepala UPBJJ Bandar Lampung Pembimbing

Drs. SULTAN JASMI, M.Pd NIP. 19520504 197903 1 002 002

Drs. WIYONO,M.Pd NIP.19570111198303

1

DAFTAR ISI HALAMAN. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . KATA PENGANTAR. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . LEMBAR PENGESAHAN. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . DAFTAR ISI. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1.
A. B. C. D. E. F.

PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Identifikasi Masalah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Analisis Masalah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Rumusan Masalah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Tujuan Perbaikan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Manfaat Perbaikan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

1 II. KAJIAN PUSTAKA III. PELAKSANAAN PERBAIKAN A. B. Subjek Penelitian Diskripsi Per Siklus

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Diskripsi Per Siklus B. Pembahasan dari Setiap Siklus V. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN

I. PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan sehari-hari sering kita temui adanya pujian / sanjungan baik kita sadari maupun tidak pada proses pembelajaran pujian / sanjungan memegang peranan yang sangat penting, karena bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis surat narasi serta keantusiasan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Seperti kita ketahui pujian / sanjungan adalah respon yang terhadap perilaku atau pembuatan yang dianggap baik tersebut. Pujian atau respon positif membuat siswa merasa senang karena guru mengetahui kemampuannya. Yang menjadi permasalahan guru jarang sekali memberikan pujian / respon positif lainnya bagi siswa yang mempunyai kemampuan baik, bahkan kebalikannya sering sekali terjadi diman guru menegur dan memberikan respon negatife terhadap siswa yang mempunyai kemampuan kurang baik atau dibawah standar. Di sinilah guru dituntut untuk dapat melatih diri sendiri agar terampil dan terbiasa memberikan pujian / sanjungan yang positif terhadap anak didiknya. Mulailah melakukan pujian / sanjungan dengan cara yang paling mudah dalam pembelajaran sampai dengan penggunaan pujian / sanjungan yang sulit seperti ancungan jempol, komentar, dukungan, pengakuan dan dorongan mimik dan gerakan, sentuhan, geak mendekati siswa, kata - kata yang manis dan lain sebagainya diharapkan dapat menigkatkan tingkah laku dan penampilan siswa selama kegiatan pembelajaran di SDN 2 Batangharjo Kecamatan

Batanghari Kabupaten Lampung Timur di kelas V, dari hasil observasi kelas diketahui bahwa : 1. Minimnya siswa berminat belajar Bahasa Indonesia. 2. Kreatifitas siswa dalam pembeljaran sangat rendah. 3. Motivasi belajar siswa sangat rendah, terlihat dari hasil belajar 4. Penggunaan EYD belum maksimal 5. pembendaharaankata relatif rendah. 6. Penjelasan isi kerangka belum jenis. Agar pujian / sanjungan yang diberikan guru dapat berfungsi secara efektif , guru hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip pemberian pujian / sanjungan seperti kehangatan dan keantusiasan, kebermaknaan, menghindari penggumaan respon negatif juga harus diingat dalam pemberian pujian / sanjungan guru hendaknya memperhatikan hal-hal lain sasaran pujian atau sanjungan waktu pujian dan variasi penggunaannya. B. Identifikasi Masalah Dalam melaksanakan perbaikan pembelajaran, penulis dibantu teman sejawat untuk pelaksanaannya. Penulis merakan dalam proses pembelajaran dengan mencoba beberapa metode yang ada. Pembelajaran kurang berjalan efektif. Hal ini terkait adanya beberapa siswa yang kurang antusias dalam pembelajaran, ada yang acuh tak acuh, melamun dan diam saja. Dari tes formatif yang dilakukan penulis pada akhir pembelajaran terlihat perolehan hasilnya sangat rendah ini dibuktikan dari 20 siswa ternyata yang dapat mengerjakan dan menjawab dengan benar hanya 10 orang saja atau 50 %.

Berdasarkan hal tersebut, atas bantuan teman sejawat dan kepala sekolah dalam hasil diskusi teridentifikasi masalah yang antara lain : 1. Kurang media dan alat peraga yang relevan dengan pokok bahasan. 2. Kurangnya guru dalam menerapkan metode kerja kelompok. C. Analisis Masalah. Berdasarkan identifikasi masalah tersebut di atas, agar penulis tidak terlalu luas dalam merumuskan masalah diperlukan adanya pembatasan masalah. Melalui diskusi dengan teman sejawat dan supervisor maka dapat diketahui penyebab rendahnya hasil belajar siswa setiap pembelajaran adalah sebagai berikut : 1. Minimnya minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Bahasa Indonesia. 2. Metode penyajian yangbelum sesuai. 3. Kurangnya guru memotivasi dan pujian kepada siswa. 4. Penggunaan EYD yang kurang maksimal. 5. Perbendaharaan kata relatif rendah. Dari beberapa analisis malasah di atas, masalahnya akan difokuskan pada usaha meningkatkan keterampilan menulis narasi pada pembelajaran Bahasa Indonesia melalui metode relatif rendah.

D.

Rumusan Masalah Berdasrkan identifikasi masalah dan analisis masalah, maka masalah pokok yang penulis laporkan adalah rendahnya atau minmya Indonesia. Sedangkan rincian persoalannya adalah apakah melalui metode kerja kelompok dapat meningkatkan keterampilan menulis narasi pada pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas V SDN 2 Batangharjo Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur Tahun Pelajaran 2009/2010 kreatifitas siswa dalam pengguanaan EYD dan perbendaharaan kata yang kurang pada mata Pelajaran Bahasa

E.

Tujuan Perbaikan Tujuan yang hendak dicapai dan diharapkan dalam penulisan laporan pemantapan kemampuan profesional melalui perbaikan pembelajaran ini adalah : 1. Untuk meningkatkan keterampilan menulis narasi tentang penggunaan EYD dan perbendaharaan kata. 2. Menigkatkan perhatian siswa dalam pembelajaran. 3. Memudahkan siswa belajar Bahasa Indonesia. 4. Memudahkan siswa menggunakan EYD secara maksimal. 5. Menambah penggunaan pembendaharaan kata secara luas. 6. Mengontrol dan mendorong tingkah laku siswa berperilaku positif. 7. Menumbuhkan rasa percaya diri. 8. Memelihara iklim kelas yang kondusif selama pembelajaran berlansung.

9. Memenuhi

tugas

perkuliahan

dala

program

S1

PGSD

Universitas Terbuka. F. Manfaat Perbaikan Dari hasil pelaksanaan pemantapan kemampuan profesional melalui perbaikan pembelajaran ini akan bermanfaat : 1. Bagi Guru. a. Dapat memperluas wawasan. b. Dapat meningkatkan keprofesionalan. c. Dapat meningkatkan rasa percaya diri. d. Dapat meningkatkan disiplin yang penuh dengan rasa tanggung jawab. e. Memberikan motivasi kepada guru lainnya. 2. Bagi siswa a. Siswa lebih bergairah dan kreatif dalam mengikuti pembelajaran. b. Siswa akan lebih mudah mengikuti pembelajaran. c. Tingkah laku positif siswa akan terkontrol d. Iklim kelas akan selalu kondusif selam proses pembelajaran berlangsung. 3. Bagi Sekolah a. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan membantu mewujudkan visi dan misi dari SD Negeri 2 Batangharjo. b. Meningkatkan kualitas pembelajaran.

c. Memberikan motivasi bagi sekolah untuk memperbaiki bagian-bagian yang lemah sehingga siap berkompetensi menghadapi era globalisasi. 4. Bagi Penulis. a. Dapat meningkatkan kinerja secara profesional. b. Dapat meperluas wawasan. c. Dapat meningkatkan disiplin kerja. 5. Bagi Lembaga Pendidikan. Sebagai acuan guru dalam meningkatkan proses belajar mengajar.

II. KAJIAN PUSTAKA A. Pengertian Belajar Skiner berpandangan bahwa belajar adalah suatu perilaku pada saat orang belajar. Maka responnya menjadi lebih baik dan sebaliknya bila tidak belajar responnya menjadi menurun. Menurut Gogne belajar adalah separangkat proses kognitif yang mengubah sifat situasi lingkungan, melewati penglahan informasi menjadi kapasitas baru (Dimyati, 2002:10). Sedang menurut Kamus Bahsa Indonesia belajar diartikan berusaha (berlatih) supaya mendaptkan suatu kepandaian (Purwadarminta, 109). Jadi belajar dapat diartikan segala sesuatu segala sesuatu yang diberikan oleh guru agar mampu menguasai apa yang telah diterimanya dalam hal ini pelajaran Bahasa Indonesia. B. Konsep Belajar Belajar diartikan sebagai penambahan, perluasan dan pendalaman, nilai dan konsep serta keterampilan. Secara konseptual Fontana (1981) mengartikan belajar adalah suatu proses perubahan yang relatif tetap dalam perilaku individu sebagai hasil dari pengalaman dunia fontana, Gegne (1985) juga menyatakan bahwa belajar adalah suatu perubahan dalam kemampuan yang bertahan lama dan bukan berasal dari proses pertumbuhan.

C.

Pengertian Prestasi Belajar Prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai (Depdikbud, 1995:782) sedangkan pegertian belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu (Depdikbud 1995:14). Jadi prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran yang bersangkutan. 1. Menurut Graves (1987) seseorang enggan menulis tiak tahu apa dia menulis, merasa tidak berbakat menulis dan merasa tidak tahu bagaimana harus menulis. 2. Smith (1981) mengatakan bahwa pengalaman belajar Tompkins dan Hoskisson (1995) baca tulis merupakan suatu kegiatan yang menjadikan penulis sebagai pembaca dan pembaca sebagai penulis. 3. Menurut Proelt dan Girl (1986) merupan fase mancari, menemukan dan mengingat kembali pengetahuan atau penalaman yang diperoleh dan diperlukan penulis. Tujuan adalah untuk mengembangkan isi serta mencari keuntungankeuntungan lain dalam hal menulis sehingga apa yang ingin ditulis dapat disajikan dengan baik. 4. Priton (1975 dalam Tompkins dan Hoskisson 1995) menyatakan bahwa keberhsilan menulis dipengaruhi oleh ketepatan pemahaman penulis terhadap pembaca tulisannya. 5. T.S Eliot (dalam Tarigan 1986) seorang penyair dan Kritikus terkenal mengatakan jika kita menulis seperti kita berbicara, maka tidak seorangpun mau membacanya begitu pula sebaliknya, kalu kita berbicara seperti kita menulis maka tak ada yang mau mendengarnya.

Menulis dapat di anggap suatu proses ataupun suatu hasil, menulis merupakan kegiatan yang dilakukan seseorang untuk menghasilkan sebuah tulisan, sebenarnya, kegiatan menulis yang menghasilkan tulisan sering kita lakukan, misalnya mencatat pesan ataupun menulis memo untuk teman. Akan tetapi, meulis yang akan kita lakukan adalah : menulis yang menghasilkan karya tulis, kemudian dapat digunakan sebagai bahasa pembelajaran atau diserahkan kepada seseorang sebagai bukti karya ilmiah, kemudian akan dinilai, menuntut seorang penulis memahami betul arti kata menulis. Seorang penulis yang paham betul akan konsekuensi sebuah tulisan pasti akan mempertimbangkan respon yang akan diperolehnya jika tulisannya dibaca orang lain. Dilihat dari prosesnya, menulis dari yang tidak tampak sebab apa yan hendak kita tulis masih berbentuk pikiran, bersifat sangat pribadi. Jika penulis seorang siswa, guru hendaknya belajar meraskan kesulitan siswa yang sering dihadapi ketika menulis. Menulis itu lebih baik dipahami sebagai keterampilan bukan sebagai ilmu, sebagai keterampilan menulis membutuhkan latihan, latihan dan latihan. Sebagai ilmu komposisi menulis ada semakin jenis paragraph dengan contoh-contohnya, ada sekian macam deskripsi sekian macam narasi, sekian macam eksposisi dan masing-masing disertai dengan contoh-contohnya dan ada kalimat inti yang semuanya itu tidak aturan membuat siswa malas menulis.

Seorang yang ingin belajar menulis langsung saja terjun kedalam kegiatan menulis yang sebenarnya. Ya dapat menulis hal-hal yang sederhana tanpa harus

mempertimbangkan apakah harus selesai semua, ya boleh menulis bagaimana saja, artinya tidak terbatas pada jam sekolah.

III. PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN A. Subyek Penelitian 1. Lokasi Lokasi pelaksaan pembelajaran adalah di Sekolah Dasar Negeri 2 Batangharjo Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur. 2. Waktu No 1 2 3 Hari/Tanggal Senin,24-04-2010 Senin,01-05-2010 Senin,22-05-2010 Kelas V V V Jam ke 1–2 1–2 1–2 Mata pelajaran B. Indonesia B. Indonesia B. Indonesia ket Orientasi Perbakian I Perbakian II

3. Mata Pelajaran Mata pelajaran yang akan dilaksanakan perbaikan adalah Bahasa Indonesia. 4. Kelas Kelas yang akan dilakukan perbaikan perbaikan adalah kelas V Semester II. 5. Karakteristik siswa Siswa berjumlah 20 orang, 16 laki – laki dan 4 perempuan. Kapasitas tempat duduk cukup sesuai dengan kebutuhan, sinar matahari cukup memenuhi syarat, sirkulasi udara baik, lantai keramik dan tembok warna putih. B. Deskripsi per Siklus 1. Rencana

Dengan memperhatikan identifikasi masalah dan rumusan masalah, maka penulis akan melaksanakan perbaikan pembelajaran. Rencana perbaikan pembelajaran ini akan dilaksanakan dalam mencari jalan keluar aatau solusi serta mengatasi masalah – masalah dalam Bahasa Indonesia di kelas V. Rencana perbaikan pembelajaran ini dilaksanakan 2 kali tatap muka setiap mata pelajaran serelah diketahui data awal hasil observasi. 2. Pelaksanaan Dalam melaksanakan pemantapan kemampuan profesional, sejumlah kegiatan harus dilakukan berulang-ulang mulai tahap orientasi, tahap observasi refleksi dan revisi merupakan serangkaian persiapan pelaksanaan. Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam perbaikan pembelajaran Bahasa Indonesia adalah Materi Pembelajaran adalah ciri-ciri dan kebutuhan. a. Mengadakan pra tes pada awal kegiatan sebagai masukan pengetahuan prasyarayang telah atau diketahui siswa. b. Membahas tujuan pembelajaran dengan maksut agar arah pembelajaran dapat diketahui siswa. c. Membahas materi pelajaran dengan menggunakan alat peraga, gambar dan perbuatan. d. Diskusi secara kelompok membahas latihan-latihan dengan cara memperagakan suatu kasus atau maslah.

e. Diskusi secara klasikal dengan peragaan per kelompok untuk suatu masalah, kelompok lain memperhatikan dan memberikan masukan. f. Memberi kesempatan kepada siswa untuk mencatat rangkuman pelajaran yang telah dipelajari. g. Memberi tugas kepada siswa untuk pekerjaan rumah jika dimungkinkan. Hasil yang unik a. Siswa lebih bergairah dalam belajar setelah diberikan pujian/sanjungan. b. c. Kegiatan pembelajaran lebih efektif dan lancar. Guru harus melatih danmelakukan hal-hal yang positif.
d. Guru merasa repot karena selain menjadi guru juga harus

sebagai peneliti dan melatih diri agar terampil memberikan pujian / sanjungan. 3. Mengumpulkan Data Pada dasarnya ata yang penulis dapatkan adalah data-data kuantitatif, data kuantitatif diperoleh penulis dengan menggunakan lembar observasi setiap pembelajaran dari dua mata pelajaran yang pokok bahasannya diperbaiki. Adapun data tersebut adalah a. Aktifasi siswa dalam mengikuti pembelajaran b. Aktifasi menganggapi alat alat yang diperbaiki penulis dalam pembelajaran. c. Kreatifitas siswa dalam mengikuti dan keterlibatannya dalam pembelajaran.

d. Keaktifan siswa dalam mengikuti diskusi kelompok maupun klasikal. e. Aktivitas menulis rangkuman pembelajaran. Sedangkan data kualitatif diperoleh dengan menilai atau mengamati siswa dalam pemahaman materi pembelajaran ataupun konsep pembelajaran meliputi : a. Jawaban benar atau salah dalam menjawab tes formatif pda setiap akhir pembelajaran. b. Mengerjakan tugas-tugas tepat waktu an tidak tepat waktu. c. Ketuntasan belajar pada materi pembelajaran. d. Menjelaskan kembali pengetahuan yang diperoleh dari pembelajaran yang benar. 4. Refleksi Berdasarkan deskripsi temuan dan hasil pengolahan data, penulis merenungkan dan meningat kembali apa yang telah dilaksanakan selama pembelajaran, selama pembelajaran siklus I, II, dan III. Hasil pembelajaran siklus I direfleksi atau melakukan tindakan perbaikan di siklus II dan pada siklus III. Oleh karena itu melihat deskripsi temuan di atas diharapkan dalam setiap pembelajaran hendaknya guru : a. Memperhatikan secara tuntas dalam pembelajaran menulis sebaiknya mengajak siswa menulis bukan mengajarkan menulis, tujuannya mengajak siswa ke dalam situasi yang menyenangkan.

b. Dapat menumbuhkan ide – ide atau gagasan – gagasan agar penulis berjalan lancar tentu dengan seloroh atau canda baik dari guru atau siswa. c. Menumbuhkan rasa keingintahuan siswa tentang apa yang akan dipelajarinya, sehingga siswa berantusias. d. Memperhatikan secara tuntas, setiap pujian yang diberikan guru harus jelas sasarannya, apakah ditujukan kepada pribadi siswa, kelompok kecil atau seluruh siswa.
e. Memberikan pujian segera mungkin, agar dampak positif yang

diharapkan tidak menurun atau hilang. Pujian diberikan segera setelah siswa menunjukkan respon yang diharapkan. Dengan kata lain tidak ada waktu tunggu antara respon yang ditunjukkan dengan pujian yang diberikan.
f. Pemberian pujian haruslah diberikan sehingga dampaknya

cukup tinggi bagi siswa yang menerimanya. Oleh karena itu guru hendaknya berusaha mencari variasi baru dalam memberikan pujian, tidak menonton sehingga membosankan.

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Persiklus Dari temuan data yang diperoleh penulis dan berdasarkan diskusi dengan temansejawat supervisor, bahwa selama pembelajaran perbaikan dilaksanakan yaitu tiga siklus baik siklus I, II, dan III terdapat kemajuan yang berarti. Pada siklus I dilaksanakan pencapaian harapan berdasarkan prosentase yang ada sebagai titik awal untuk mengetahui ada atau tidaknya kemajuan siswa dalam meningkatkan keterampilan menulis narasi. Pelaksanaan pada siklus ke II boleh dikatakan bahwa proses perbaikan pembelajaran berhasil dengan baik. Hal ini disebabkan pada waktu proses perbaikan pembelajaran guru sudah memberikan pujian/sanjungan, sehingga kemampuan siswa dalam meningkatkan keterampilan menulis narasi melalui metode kerja kelompok mulai nampak bergairah. Bisa jadi materi yang diberikan selama proses pembelajaran juga menarik perhaitan serta minat siswa, sehingga siswa mudah menerima materi. Pada siklus ke III untuk pelajaran Bahasa Indonesia penulis membandingkan dengan data perolehan pada siklus I dan II. Apakah pujian/sanjuangan yang diberikan dapat menambah meningkatkan perhatian siswa terhadap keterampilan menulis narasi dan menambah siswa untuk giat belajar. Dengan melihat presentase keberhasilan siswa dari nilai formatif ternyata terdapat kemajuan yang signifikan.

Dari hasil perbaikan pembelajaran dapat dicapai sesuai harapan dan tujuan. Meskipun dari ketiga siklua tidak satupun dapat mencapai 100% keberhasilan. Hal ini penulis sadari karena dalam satu kelas tingkat kecerdasan siswa tidak sama dan pasti ada yang tingkat kecerdasannya rendah. Di samaping itu bahwa dalam proses belajar mengajar banyak hal yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Tabel 1 : Data sebelum diberika pujian/sanjungan. Bahasa Indonesia 1 Rendah 40% 2 Sedang 35% 3 Tinggi 25% Sumber : Data perolehan siswa No Kriteria Mata Pelajaran keterangan Soal tes formatif 5 butir soal

Setelah diberikan pujian / sanjungan oleh guru dalam pembelajaran perbaikan siklus. Maka siklus kedua diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 2 : Data sesudah diberikan pujian / sanjungan dalam perbaikan. No 1 2 3 Kriteria Rendah Sedang Tinggi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia 0% 5% 95% keterangan Soal tes formatif 5 butir soal

B. Pembahasan dari setiap Siklus Orientasi Pembelajaran  Merencanakan jumlah siklus yang akan dilaksanakan.

 Memperhatikan rencana pembelajaran, memilih sumber bahan.  Menetapkan alat evaluasi, lembar kerja siswa.  Membuat waktu pelaksanaan pembelajaran dan menganalisa hasil pembelajaran. Siklus I  Menetapkan hal-hal yang akan diperbaiki  Menyusun rencana pembelajaran.  Menetapkan alat evaluasi.  Menyiapkan lembar kerja siswa  Melaksanakan kegiatan perbaiki pembelajaran I  Mengumpulkan data dan menganalisa. Siklus II  Menetapkan hal-hal yang akan diperbaiki
 Menyusun rencana perbaikan pembelajaran

 Menyiapkan sumber belajar dan frekuensinya.  Menetapkan alat evaluasi.  Melaksanakan kegiata perbaikan pembelajaran II  Mengumpulkan data dan menganalisa data tersebut. Siklus III  Menetapkan hal-hal yang akan diperbaiki  Menyusun rencana perbaikan pembelajaran  Menyiapkan sumber belajar dan frekuensinya.  Menetapkan alat evaluasi.  Melaksanakan kegiata perbaikan pembelajaran III

 Mengumpulkan data dan menganalisa data tersebut.

Pada siklus I langkah yang ditempuh adalah melakukan pembelajaran secara umum. Pada siklus ini penulis melakukan tatap muka sebagai dasar untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman dan perhatian siswa setelah diketahui hasil dari siklus I dan dilakukan pada siklus II. Perbaikan kedua merupakan perbaikan pembelajaran hasil pembelajaran siklus ke 2 dan dilaksanakan pada siklus III. Pada siklus II dalam pelaksanaannya penulis menitik beratkan pada pemahaman dan perhatian dari ketiga siklus tersebut digambarkan sebagai berikut :

R1

R2

R3

L1

L2

L3

M1

M2

M3

Keterangan : M : Merencanakan L : Melaksanakan R : Refleksi (I.G = A.K. WARDANI, 2004 : 15) V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan Berdasarkan hasil pembahasan yang dilakukan penulis, setelah itu menganalisa data dari penskoran temuan. Penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa melihat analisa baik keberhasilan siswa dalam mengikuti tes ataupun kegiatan yang berarti positif mempunyai ketingkatan, kenaikan positif ini menunjukkan bahwa pemahaman dan perhatian siswa terhadap keterampilan menulis narasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesaia terdapat peningkatan. Memperhatikan perolehan dari siklus ke siklus dalam perbaikan pembelajaran Bahasa Indonesia di SDN 2 Batangharjo kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur, menunjukkan dengan meningkatkan yang berarti. Kenaikan yang berarti ini ditunjukkan dengan meningkatkan hasil belajar siswa setelah diberikan pujian/sanjungandan perhatian oleh guru, kenaikan yang berarti akan positif adalah perubahan menuju kearah yang lebih baik. Dalam hal ini membuktikan bahwa usaha meningkatkan keterampilan menulis narasi pada pembelajaran Bahasa Indonesia melalui metode kerja kelompok di Kelas V SDN 2 Batangharjo kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur, dapat melalui pemberian keterampilan mengajar dengan pujian / sanjungan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

B. Saran dan Tindak Lanjut

Pada kesempatan ini, izinkanlah penulis memberikan saran dilaporan pemantapan kemampuan profesional ini sebagai berikut : 1. Guru hendaknya dalam mengajar mempunyai kemampuan baerbahas dalam arti yang luas, kemampuan mengorganisasi pemikiran, keinginan, ide pendapat atau gagasan dalam bahasa lisan maupun tulis. 2. Guru hendaknya memberi keterampilan menulis dengan seluruh atau canda sebab bisa membantu munculnya ide segar dalam setiap pelajaran menulis. 3. Dengan metode kerja kelompok siswa akan lebih aktif dan terarik serta percaya diri dalam mengikuti pembelajaran. 4. Siswa hendaknya menambah wawasan perbendaharaan kata. 5. Siswa hendaknya menggunaka EYD denga tepat dan benar.
6. Secara bersama-sama pengelola pendidikan guru dan murid serta

instansi terkait untuk dapat memelihara iklim kelas atau sekolah yang kondusif.
7. Bagi sekolah hendaknya dapat meningkatkan kualitas pembelajran

dan membantu mewujudkan visi dan misi di SDN 2 Batangharjo Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur.

DAFTAR PUSTAKA

Asnawi, Agus Mulyana, (2003), Tes da Assesmen di SD, Jakarta, Universitas Terbuka. Hendri Nawawi (1989), Administrasi Pendidikan, Jakarta, CV Haji Masagung. IGAK Wardani, Kuswoyo Wikardit, Nochi Nasution (2003), Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta, Universitas Terbuka. KFW Kreditansif Fur Wiederaufbau (2003), Buku IPA Guru Kelas V. Departemen Pendidikan Nasioanal, Directorat Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar bagian Proyek Peningkatan Mutu Pengajaran IPA (SEQIP) Keraf G (1984), Komposisi Sebuah Pengantar Kemahiran Berbahasa. Ende Flores Nusa Indah. 1982, Eksposisi dan Deskripsi Ende Flores Nusa Indah. 1982, Argumentasi dan Narasi, Jakarta, PT. Gramedia.

LAMPIRAN – LAMPIRAN

1. Surat Izin Penelitian 2. Kesediaan Teman Sejawat dalam penyelenggaraan pemantapan Kemampuan Profesional. 3. Nilai formatif Siswa. 4. Surat Pernyataan 5. Lembar Observasi 6. Rencana Pembelajaran Bahasa Indonesia 7. Rencana Perbaikan Pembelajaran I 8. Rencana Perbaikan Pembelajaran II 9. APKG I 10.APKG II 11.Lembar Penilaian Pemantapan Kemampuan Profesioanal.

SURAT IZIN PENELITIAN

Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Jabatan : KAMDANI, BA : 19540751977031002 : Kepala Sekolah SDN 2 Batangharjo Kecamatan Batanghari

Memberikan izin kepada : Nama NIM Mahasiswa : Marwati : 817409903 : FKIP UT Bandar Lampung, Pokjar Batanghari

Untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas di Kelas V dan III dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dan IPA. Demikian surat izin ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Batangharjo, 12 Mei 2010 Kepala SDN 2 Batangharjo

K A M D A N I, BA NIP. 19540751977031002

FORMAT KESEDIAAN SEBAGAI SEBAGAI TEMAN SEJAWAT

DALAM PENYELENGGARAAN PKP Kepada Yth, Kepala UPBJJ-UT Bandar Lampung Di Bandar Lampung Yang bertanda tangan dibawah ini, menerangkan bahwa : Nama NIM Tempat Mengajar Alamat Sekolah : MUHAMMAD MATORI : 817409888 : SDN 2 Batangharjo : Batangharjo Kecamatan Batanghari

Menyatakan bahwa bersedia sebagai teman sejawat untuk mendampingi dalam pelaksanaan PKP atas nama : Nama NIM Program Studi Tempat Mengajar Alamat Sekolah : MARWATI : 817409903 : SI PGSD : SDN 2 Batangharjo : Batangharjo Kecamatan Batanghari

Demikian surat pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Batangharjo, 20 April 2010 Mengetahui Kepala sekolah Teman sejawat

KAMDAN, BA NIP. 19540751977031002

MUHAMMAD MATORI NIM. 817409888

NILAI FORMATIF SISWA KELAS V

MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Nama Siswa AGUNG YULIANTO DANI SAKA KURMAWAN MITTAHUL HABIB SAFAAT KHOIRUDIN YUDI ANDIKA ANDI FEBRI WAHYUDI AYUB LESTARI BAYU KHOLIFATUR R. RIZAL WAHYU HANIFA M. AMAR S. VINDO PRASETYO AKAS BAHARI DARMA SETIAWAN ITA INDAH SARI LIVIA PRAYOGI MEGANTARA RICKY KURNIAWAN SULUH ABDUL AZIZ TRI PANDU SAPUTRA ANGGI WIDI OKTARI JUMLAH RATA-RATA

Awal 4.0 5.5 5.0 6.0 7.0 6.0 6.0 7.0 5.5 4.5 5.0 4.0 4.0 6.0 7.0 6.0 6.0 4.5 5.5 6.0 110.5 5.53

Siklus I 5.0 6.0 5.5 7.0 7.5 6.5 6.5 7.5 6.5 5.0 6.0 5.5 5.5 6.5 7.5 6.5 6.5 5.5 6.5 6.5 125.5 6.28

Siklus II 6.5 7.0 6.5 8.0 8.0 7.0 7.0 8.0 7.5 6.5 6.5 6.5 6.0 7.0 8.0 7.0 7.0 6.5 7.0 7.0 140.5 7.03

Siklus III 7.0 7.5 7.5 8.5 8.5 7.5 7.5 9.0 8.0 7.0 7.0 7.0 6.5 7.5 9.0 7.5 7.5 7.0 7.5 7.5 152.0 7.60

SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIM UPBJJ-UT Menyatakan bahwa : Nama Tempat Mengajar Guru Kelas : MUHAMMAD MATORI : SDN 2 Batangharjo : V (Lima) : MARWATI : 817409903 : Bandar Lampung

Adalah teman sejawat yang akan membantu dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang merupakan tugas mta kuliah PDGK 4501 Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya,

Batangharjo, 20 April 2010 Teman Sejawat yang membuat pertanyaan Mahasiswa

MUHAMMAD MATORI NIM. 817409888

MARWATI NIM. 817409903

LEMBAR OBSERVASI

KEGIATAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN SIKLUS I Mata Pelajaran Kelas / Semester Alokasi Waktu Hari/Tanggal Fokus Observasi No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Perilaku guru yag diobservasi Suka berfikir abstrak Suka pada ketepatan Sangat suka berhitung Suka keadaan teratur Menggunakan struktur logis Sangat suka memecahkan masalah Suka bereksperimen Suka kalkulator Suka mencatat dengan teratur Penggunaan Media Belajar : Bahasa Indonesia : V (Lima) : 2 x 35 Menit : Senin 25 April 2010 : Pengguna Media Pembelajaran kemunculan Ada Tidak ada           komentar

Pengamat

MARWATI NIM. 817409903

RENCANA PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran

: Bahasa Indonesia

Kelas / Semester Pertemuan Alokasi Waktu

: V (Lima ) / 2 ( Dua) : 1 ( Satu ) : 2 X 35 Menit

I.

Standar Kompetensi Memahami teks dengan membaca intensif dan membaca teks drama

II.

Kompetensi Dasar - Menemukan judul teks dengan kata- kata sendiri - Mencatat ide pokok pada tiap paragraph - Mengajukan pertanyaan tentang isi bacaan - Menulis rincian isi cerita

III. Indikator - Siswa mampu membuat karangan narasi IV. Tujuan Pembelajaran - Siswa mampu menentukan judul teks narasi dengan kata – kata sendiri - Siswa mampu mencatat ide pokok pada setiap paragraf. V. Materi Pembelajaran Teks narasi ( 200 - 250 kata ) contoh cerpen narasi Buku Bahasa Indonesia kelas V VI. Metode Pembelajaran

- Tanya jawab - Diskusi - Inquiry - Penugasan - Kerja kelompok VI. Langkah – langkah Pembelajaran A. Kegiatan Awal ( 10 menit )

- Mengisi daftar kelas , berdoa, menyiapkan materi ajar, model dan alat peraga - Tanya jawab tentang pelajaran yang lalu - Menyampaikan tujuan dan kegiatan B. Kegiatan inti ( 45 Menit ) - Guru menjelaskan tentang isi bacaan keterampilan menulis narasi - Membagikan contoh karangan narasi - Membagikan contoh cerpen - Menjelaskan rencian isi cerpen C. Kegiatan akhir ( 15 Menit ) - Merangkum - Memberikan teks tertulis - Memberikan penilaian VII. Alat / bahan dan Sumber Belajar Buku Bahasa Indonesia Kelas V ( Erlangga ) VIII. Penilaian Penilaian dilakukan secara lisan dan tertulis

Mengetahui Kepala SD Negeri 2

Batangharjo, 20 April 2010 Mahasiswa

K A M D A N , BA NIP. 19540751977031002

MARWATI NIM. 817409903

RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN I

Mata Pelajaran Kelas / Semester Pertemuan Alokasi Waktu I. Standar Kompetensi

: Bahasa Indonesia : V (Lima) / 2 ( Dua) : I dan II : 2 X 35 Menit

Memahami teks dengan membaca intensif dan membaca teks drama II. Kompetensi Dasar - Menemukan judul teks dengan kata- kata sendiri - Mencatat ide pokok pada tiap paragraph - Mengajukan pertanyaan tentang isi bacaan - Menulis rincian isi cerita III. Indikator - Siswa mampu membuat karangan narasi IV. Tujuan Pembelajaran - Siswa mampu menentukan judul teks narasi dengan kata – kata sendiri - Siswa mampu mencatat ide pokok pada setiap paragraf. V. Materi Pembelajaran Teks narasi ( 200- 250 kata ) contoh cerpen narasi Buku Bahasa Indonesia kelas V. VI. Metode Pembelajaran

- Tanya jawab - Diskusi - Inquiry - Penugasan - Kerja kelompok VI. Langkah – langkah Pembelajaran A. Kegiatan Awal ( 10 menit )

- Mengisi daftar kelas , berdoa, menyiapkan materi ajar, model dan alat peraga - Tanya jawab tentang pelajaran yang lalu - Menyampaikan tujuan dan kegiatan B. Kegiatan Inti (45 Menit) - Guru Menjelaskan tentang isi bacaan keterampilan narasi. - Membagikan contoh karangan narasi - Membagikan contoh cerpen / cerita. - Menjelaskan rincian isi cerita. - Menjelaskan apakah narasi itu. C. Kegiatan Akhir - Melalui Tanya jawab - Memberikan latihan tertulis. - Memberikan hasil latihan. VII. Prosedur 1. Prosedur a. Evaluasi dilakukan selama proses pembelajaran. b. Melalui Tanya jawab pada akhir pelajaran. 2. Alat evaluasi Tes Tertulis a. b. 3. Kunci Jawaban.

NAWANG WULAN

Terik sinar matahari membuat wajah Nawang Wulan yang kuning langsat menjadi kemerah-merahan. Dari lehernya yang halus mulai keluar butir-butir keringat. Tanganya yang sedang memegang alu tampak sedikit mengeras. Ia berdiri di deket lesung sambil memandang ke lumbung padi. Kemudian diletakkanya alu dan segera berjalan menuju lumbung. Dia kelihatan kaget ketika didalam lumbung dilihatnya hanya tinggal dua ikat padi. Tinggal berapa hari lagikah dia, suami, dan anaknya masih dapat menikmati nasi ? Dua ikat padi dan setengah nyiru beras, tak sampai dua minggu pasti habis, pikirnya. Sebelum peristiwa itu terjadi, kehidupannya tidaklah seberat ini. Ia tidak perlu menumbuk padi setiap hari. Cukup dengan memasukkan sebutir padi kedalam dandang, berkat kesaktian yang masih dipunyainya saat itu, jadilah sedandang penuh nasi. Ia jadi teringat pada hari itu. “kang jaka saya kesungai sebentar. Saya sedang masak nasi, tapi tutup dandang ini jangan dibuka, ia ?” pintanya pada suaminya. Entah apa yang mendorong suaminya melanggar permintaannya itu. Ketika dia kembali dari sungai, dilihatnya didalam dandang masih sebutir padi, bukan sedandang nasi seperti biasa. Perasaan kecewa, marah, sedih, berkecamuk didalam hatinya. Namun, tak ada yang dapat dilakukan lagi. Kesaktiannya lenyap dan bencana itu datang. Ia harus mulai membiasakan diri menumbuk padi setiap hari. Kulitnya tidak sehalus dulu. Padi dilumbung mereka pun mulai menyusut. Dan suaminya harus bekerja keras dari pagi hingga larut senja. Kini di hadapannya hanya terdapat dua ikat padi. Apa yang akan dilakukannya setelah padinya habis, sedangkan panen masih lebih sebulan lagi ? Diangkatnya pelan-pelan seikat padi yang ada dihadapannya. Tiba-tiba matanya tertumbuk pada sehelai selendang berwarna biru muda, terhimpit ikatan padi. Rupanya dia yang mencuri selendang ini, pikirnya. Ingatanya melayang kemasa lalu, sebelum ia kawin dengan suaminya. Ia bersama saudara-saudaranya sering turun dari kayangan kebumi untuk sekedar bermain-main, menikmati pemandangan, serta mandi-mandi ditelaga. Itulah yang mereka lakukan hari itu. Setelah seharian bertamasya, mereaka turun ketelaga untuk mandi-mandi. Ketika hari sudah bertambah gelap, ketika mereka hendak kembali, kekayangan, ternyata pakaian dan selendangnya tidak ada ditempat ia meletakknnya mula-mula. Padahal, selendang itulah yang dapat membawanya terbang.

Ia sangat sedih dan bingung. Begitu pula saudara-saudaranya. Tapi apa yang dapat mereka lakukan ? kalau mereka turut mencari selendang itu, tentu mereka tidak dapat pulang, karena mereka tidak dapat terbang didalam gelap. Oleh karena itulah ia ditinggalkan saudara-saudaranya dipinggir telaga. “Adik sendirian disini ?” Nawang Wulan kaget mendengar suara seorang laki-laki dibelakangnya. Ia menengok. Seorang pemuda desa berpakaian sederhana. Tubuhnya kekar sama seperti pemuda-pemuda desa yang pernah dilihatnya. “Aku tak dapat pulang karena selendangku hilang,” jawabnya diselingi isak tangis. “Kalau mau, tinggalah sementara dirumahku,” kata pemuda itu dengan wajah lugu. “Aku hidup sendiri, orang tuaku telah lama meninggal, dan aku tak mempunyai saudara,” tambahnya. Nawang Wulan menerima jasa baik pemuda itu. Dan ketika beberapa minggu kemudian pemuda itu memintanya menjadi istrinya, ia tidak punya pilihan lain selain menerinya. Apa yang akan dilakukannya sekarang, dengan selendang sakti yang ada ditangannya ? Jika ia pergi, siapa yang akan mengurus anak, hsil cinta kasihnya bersama suaminya ? Tapi suaminya telah berbuat khianat dengan mencuri selendang ini, lalu berpura-pura berbuat jas baik, hanya agar dapat mengawinnya. Dan beberapa waktu yang lalu suaminya telah pula melanggar pesannya, yang pada akhirnya menjadi penyebab semua penderitaan ini. Aku harus pulang, katanya dalam hati. Ia pun segera kembali ke rumah. Ketika suaminya kembali dari sawah sore hari, ia sudah siap-siap dengan selendangnya. Anaknya pun sudah mengenakan pakaian yang bagus. “Mau ke mana, Wulan? Tampaknya kau rapi,” tegur suaminya. “Kakang,” katanya, “rupanya kakang selama ini telah berkhianat kepada saya.” “Apa maksutmu?” Tanya suaminya. “Kakang mengenal selendang ini,’kan?” Tiba-tiba wajah suaminya menjadi pucat. “Maafkan kakang, Wulan. Memang kakanglah yang mengambil selendang itu dulu,” kata suaminya. “Waktu itu kakang ingin sekali beristrikan seorang bidadari, dan

kebetulan kakang menjumpai engkau dan saudara-saudaramu sedang mandi ditelaga,” sambungnya dengan wajah dengan wajah penuh penyesalan. “Engkau bermaksud pulang, Wulan?” Tanya suaminya tiba-tiba. “Bagaiman anak kita?” Nawang Wulan masih diam, tapi sesaat kemudian, dengan suara gemetar daia berkata, “Tekadku sudah bulat. Aku akan kembali ketempat asalku. Dia anak kita akan kubawa. Aku akan memeliharanya dengan baik. Suaminya hanya terdiam sambil menundukkan kepalanya. “Apabila kakang rindu dengan kami, pergilah ke puncak sebelah timur sana. Teriakkan namaku tiga kali, aku akan turun bersama anak kita,” lanjut Nawang Wulan. Suaminya terus masih terdiam. “Selamat tinggal kakang. Aku mohon maaf jika selam kita hidup bersama ada kesalahan yang kuperbuat terhadap kakang.” Perlahan-lahan ia mulai naik ke angkasa sambil menggendong anaknya. Tangis yang sejak tadi ditahan-tahannya, kini mulai tak terbendung. Air mata mulai membasahi wajahnya…..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->