ISSN 0215-8250 PENGARUH KEBUGARAN JASMANI TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPS DAN MIPA SISWA SEKOLAH DASAR

NEGERI 3, 4 DAN 7 BANJAR JAWA SINGARAJA oleh Soetopo Jurusan Ilmu Keolahragaan IKIP Negeri Singaraja ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kebugaran jasmani terhadap prestasi belajar IPS dan MIPA pada siswa kelas V SDN 3,4, dan 7 Banjar Jawa Singaraja. Populasi terdiri dari siswa kelas V SDN 3,4, dan 7 Banjar Jawa Singaraja tahun ajaran 1999/2000. Sampel adalah prestasi belajar IPS dan MIPA siswa yang berada antara 25 % kelompok atas dan 25% kelompok bawah. Teknik Sampling dengan teknik purposive sampling dan penempatan anggota sampel dilakuan dengan cara penjodohan. Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan “control group pre test post test design”. Pengumpulan data dilakukan dengan tes dan dokumenter. Analisis data menggunakan uji Willcoxon dengan taraf signifikansi untuk tes dua sisi sebesar 0,01. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Prestasi belajar IPS dan MIPA pada siswa kelompok kontrol yang tingkat kebugaran jasmani berada pada kategori kurang tidak menunjukkan peningkatan prestasi belajar. (2) Prestasi belajar IPS dan MIPA pada siswa kelompok perlakuan yang tingkat kebugaran jasmani mengalami peningkatan dan berada pada kategori sedang menunjukkan peningkatan prestasi belajar secara signifikan. Para kepala sekolah disarankan mengeluarkan kebijakan tentang pentingnya pembinaan kebugaran jasmani bagi siswanya, karena kebugaran jasmani merupakan pra-kondisi untuk kesiapan belajar. Para guru pendidikan jasmani hendaknya selalu memperhatikan jenis dan macam latihan fisik yang dapat meningkatkan kebugaran jasmani dan mampu merangsang meningkatkan prestasi belajar kognitif. Kata-kata kunci: Kebugaran jasmani, prestasi belajar. ABSTRACT This study aims at finding out the influence of physical fitness towards the learning achievement of social study, mathematics and science to the fith class of elementary schools students no. 3,4 and 7 Banjar Jawa Singaraja. The population of
___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 3 TH. XXXVI Juli 2003

Penelitian yang dipimpin oleh ___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. namely. then. bahwa kebugaran jasmani secara positif berhubungan dengan kesehatan mental dan kesehatan keseluruhan dari seseorang (Kathleen 1992:143). yaitu : (1) meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang meliputi kebugaran jasmani dan kesehatan. (2) meningkatkan ketangkasan dan keterampilan. achievement of learning. 3 TH. Hasil penelitian yang disajikan pada Lokakarya Institut Nasional dari Kesehatan Mental Amerika Serikat tahun 1984 di antaranya. Data were collected by the use of test and document. Key words: physical fitness. Tingkat kebugaran jasmani yang prima ini akan membantu memudahkan bagi siswa dalam mempelajari semua mata pelajaran yang ada di bangku sekolah. Fungsi pendidikan jasmani menurut Purnomo (Buletin Kesjas Edisi 2/th II/1995:8). Pendahuluan Pada dasarnya pendidikan jasmani menurut Djamil (1995:1) ialah suatu bagian dari pendidikan secara keseluruhan yang mengutamakan aktivitas jasmani dan pembinaan hidup sehat untuk pertumbuhan dan pengembangan jasmani.01. 25% high group and 25% lower group. and (2) the students whose physical fitness are good. The sport teachers must also give attention to the types of physic training given to the students so that it can improve the learning achievement. XXXVI Juli 2003 . mental. mathematics and science. analyzed by using Willcoxon test with significant level 0. they have improved their achievement.ISSN 0215-8250 the study is the fifth class of the elementary school students no. Research methodology is quasi exsperiment with control group pretest postest design. (3) meningkatkan pengetahuan dan kecerdasan. sosial. (4) menambah kehidupan sosial yang kreatif dan rekreatif. selaras dan seimbang. They are. The results of the study showed that (1) the students who have poor physical fitness do not improve their achievement in social study. The samples are the learning achievement of social study. 4 and 7 Banjar Jawa Singaraja in the school years of 1999/2000. and science. Hasil yang diharapkan dari pendidikan jasmani adalah selain penguasaan berbagai keterampilan gerak dasar juga kondisi fisik atau derajat sehat yang baik. No. serta emosional yang serasi. It is suggeeted that the headmasters give some information about the importance of having physical fitness for the students. Purporsive sampling technique was used in this study. sehingga dihasilkan tingkat kebugaran jasmani yang prima. 1. 3. math.

Peningkatan kebugaran jasmani diharapkan dapat ditransfer secara positif ke dalam kemampuan belajar kognitif. Hal ini terbukti dari hasil tes kebugaran jasmani dan nilai hasil belajar yang diambil dari 10 mata pelajaran. Menurut Wiranto (1997:3). Hal ini diharapkan tercermin dari meningkatnya hasil prestasi belajar siswa dalam proses pembelajaran matematika.4). mencakup empat aspek yaitu pengendalian diri. XXXVI Juli 2003 . 3 TH.ISSN 0215-8250 Bowers dari Universitas Bowling Green. Wiranto (1997. kerajinan. keuletan dan kemampuan untuk memotivasi diri sendiri. No. Dengan demikian tidak diragukan lagi bahwa pendidikan jasmani memang sangat dibutuhkan oleh para siswa sekolah untuk meningkatkan dan menjaga kebugaran jasmani. berpengaruh positif terhadap prestasi belajar. kesadaran mentalnya dan kemampuan berpikirnya dapat diperbaiki (Kathleen. kecerdasan dan kreatifitas yang diperoleh melalui olahraga hendaknya melekat pada kepribadian dan kemampuan seseorang. Purnomo (Buletin Kesjas Edisi 2/Th.II/1995. 1992:142). Kesimpulannya bahwa kecerdasan emosional merupakan salah satu faktor internal dalam menentukan keberhasilan belajar siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa segera setelah berolahraga. Dukungan kebugaran jasmani sangat diperlukan oleh para siswa sekolah untuk dapat mengikuti proses pembelajaran setiap hari yang rata-rata membutuhkan waktu lima jam. dan Sulsel) diperoleh kesimpulan bahwa tingkat kebugaran jasmani yang baik.13) dalam penelitian dari 20 SMP di 4 Propinsi ( Jatim. D.I. diharapkan para siswa dapat lebih mudah menguasai konsep-konsep dan keterampilan yang lainnya. sehingga terjadi ___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. Setelah diklasifikasikan hasilnya menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara siswa yang mempunyai prestasi belajar baik dengan tingkat kebugaran jasmani baik. menunjukkan setelah 10 minggu berjalan atau jogging. menyatakan bahwa kecerdasan emosional dapat dikembangkan melalui pendidikan jasmani dan olahraga. mereka yang berusia lanjut ternyata mempunyai daya ingat yang lebih baik serta daya pikir yang lebih tajam. ilmu pengetahuan alam (MIPA) dan ilmu pengetahuan sosial (IPS). Melalui Pendidikan Jasmani dan olahraga. yang perlu dibuktikan dalam penelitian ini. Bali.Y. Inti sari pengertian kecerdasan emosional menurut Rusli (1997).

Teori fisiologis meliputi berikut ini. Ada beberapa teori yang layak diadopsi di antaranya adalah teori fisiologis. maka penulis tertarik untuk meneliti tentang : apakah ada pengaruh kebugaran jasmani dengan peningkatan prestasi belajar MIPA dan IPS pada siswa SD “. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kebugaran jasmani terhadap peningkatan prestasi belajar MIPA dan IPS pada siswa SD. (c) Sistem saraf otak. 3 TH. Berdasarkan uraian di atas. Saat berolahraga kelenjar pituari menambah produksi beta-endorpin dan hasilnya kosentrasi beta-endorpin naik di dalam darah yang dialirkan juga ke otak. No. yaitu selama berolahraga ada penambahan gelombang alpha di otak. salah satunya ialah beta-endorpin yang berfungsi mengurangi rasa nyeri. depresi dan keletihan. atau terganggunya NE atau 5-HT pada saat seseorang mengalami depresi. Gelombang otak alpha. Depresi berhubungan dengan berkurangnya NE di dalam otak. Pendidikan jasmani dengan pengayaan program kurikuler diharapkan akan sangat bermakna dalam peningkatan kebugaran jasmani guna mendukung pencapaian prestasi belajar pada umumnya. Sistem hormon endogenous opioids. penyalur saraf otak (neurotransmitter) seperti norepinephrine (NE) dan serotine (5-HT) terlibat dalam depresi dan schizophrenia. transfer belajar dan kontribusi pendidikan jasmani terhadap perkembangan kognitif. (b). memberikan kekuatan menghadapi kanker dan juga menambah daya ingat. (a) Sistem endogenous opioids yaitu sistem hormon yang berfungsi sebagai morpin. cemas. Manfaat penelitian adalah (1) untuk mengembangkan proses pembelajaran pendidikan jasmani secara optimal guna menghasilkan tingkat kebugaran jasmani yang prima guna mendukung prestasi belajar kognitif. Olahraga dapat menambah NE dan 5-HT dalam otak. teori motorik. yakni reseptor dari sistem ini terdapat di dalam hypothalamus dan sistem limbik otak. sehingga dapat mengatasi depresi (Kathleen.ISSN 0215-8250 transfer hasil belajar pendidikan jasmani yang positif terhadap penguasaan konsepkonsep dan keterampilan bidang studi lainnya. (2) membantu pengembangan kondisi fisik dan hasil prestasi belajar kognitif. yang daerah tersebut berhubungan dengan emosi dan tingkah laku manusia. 1992: 144-145). (d) Sinapsis adalah persambungan antara dua neuron yakni akson membuat kontak dengan dendrite atau badan sel dari ___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. XXXVI Juli 2003 . sehingga dapat mengurangi rasa nyeri. Bertambahnya kekuatan gelombang alpha di otak memberikan kontribusi terhadap berkurangnya kecemasan dan depresi.

gelombang otak alpha. tetapi juga memperkokoh pondasi bagi kecerdasan. Transfer belajar adalah pengaruh hasil belajar yang telah diperoleh pada waktu yang lalu terhadap proses dan hasil belajar yang dilakukan kemudian. dkk dalam Furqon. psikomotor dan afektif saling terkait satu sama lainnya (Gabbard. Kontribusi aktivitas fisik terhadap perkembangan kognitif anak merupakan rangsangan untuk meningkatkan kemampuan berfikir dan dapat menjadikan faktor penguatan kemampuan akademis anak. XXXVI Juli 2003 . Teori motorik Kephart (Nurhasan 1998: 35-36) mengatakan bahwa setiap kalimat atau gerakan tangan menghasilkan stimulasi arus balik yang menciptakan aksi berikutnya. Berdasarkan teori-teori tersebut. (2000) mengatakan bahwa bahan dasar kecerdasan adalah sistem saraf dalam bentuk yang paling sempurna adalah otak. dalam satu seri reaksi. Pembesaran serat akson pada titik kontak dikenal sebagai sinaptik knop.ISSN 0215-8250 neuron lainnya. tungkai dan menguatkan organ-organ tubuh bagian dalam. 1997:7). 3 TH. depresi memperbaiki daya ingat. Jin Jichun. otot halus dan otot jantung. dapat disimpulkan bahwa kegiatan pendidikan jasmani/olahraga berdasarkan sistem endogenous opioids. No. Sinapsis merupakan perangkat untuk meneruskan impuls dari satu sel ke sel lain yang dapat ditemui pada hubungan antara sel saraf dan sel saraf atau sel saraf dengan sel otot. sehingga sebagai pengganti ideasi (proses pembentukan ide) apa yang dimiliki adalah suatu seri reaksi-reaksi stimulus respon. 1968:124). Hubungan antara sel saraf dengan sel otot kerangka dinamakan neuromuscular junction. Olahraga tidak hanya membentuk lengan. dan memperkokoh pondasi bagi kecerdasan. sistem saraf otak dan sinapsis dapat menenangkan pikiran. karena pada dasarnya ketiga ranah (kognitif. Konsepsi yang dikembangkan sekitar arus balik sensori tetap valid dan penting untuk memahami tingkah laku yang berseri. dalam Andi. mengurangi kecemasan. Tujuan transfer belajar ialah menerapkan apa ___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. Hakikat teori transfer belajar adalah merupakan peristiwa yang mencerminkan fungsi manusia sebagai suatu keseluruhan. yaitu suatu basis yang memungkinkan peningkatan transmisi pada sinapsis yang melibatkan belajar terjadi karena pembesaran sinaptik knop tersebut (Donald. berhubungan erat dengan pergerakan otot.

Pemilihan sampel khusus-nya kelas V SD (usia 10-11 tahun) menurut Watson (1992) walaupun perbedaan individu itu muncul pada pertumbuhan dan kematangan. penilaian hasil ulangan harian ___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. Metode Penelitian Jenis penelitian tergolong kuasi eksperimen dengan memberikan perlakuan pelatihan senam erobik untuk meningkatkan kebugaran jasmani siswa sebanyak 2 kali perminggu selama satu catur wulan pada kelompok perlakuan. 1986). 1988:176).89 dan validitas 0.92 ( Depdikbud. Ratna. Kesimpulannya tidak ada pemisahan aktivitas olahraga apalagi yang sasarannya adalah kemampuan daya tahan umum pada siswa sekolah dasar. Rancangan penelitian menggunakan “Control group pre test – post test design” Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SDN 3. Rusli (1993:45) menyatakan bahwa setelah masa puber terjadi perbedaan kapasitas daya tahan anak laki-laki dan anak perempuan. 1988:120. Komponen penilaian meliputi: penilaian hasil pengamatan (a). XXXVI Juli 2003 . Untuk mengukur kebugaran jasmani digunakan tes kebugaran jasmani Indonesia untuk sekolah dasar dari pusat kebugaran jasmani dan rekreasi dengan tingkat reliabilitas 0.ISSN 0215-8250 yang telah dipelajari itu dibuat umum sifatnya (Slameto. No. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara mengadakan tes dan pengukuran. pada dasarnya sedikit alasan yang memaksakan pemisahan jenis kelamin untuk aktivitas olahraga sampai kira-kira usia 14 tahun. 2. Dipilihnya kelompok tengah karena kelompok ini masih terbuka peluang menurun atau meningkat prestasi belajarnya. Pengukuran prestasi belajar pada mata pelajaran IPS dan MIPA diambil dari daftar nilai catur wulan I dan II. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. sedangkan penempatan sampel dengan cara penjodohan. penilaian hasil pekerjaan rumah (b) kemudian dirata-rata ( X ). 4 dan 7 Banjar Jawa Singaraja yang berada di kelompok tengah.4 dan 7 Banjar Jawa Singaraja berjumlah 115 siswa yang terdiri dari 65 siswa putra dan 50 siswa putri. yang persentase tersebut ditentukan setelah melalui penyusunan urutan nilai mata pelajaran IPS dan MIPA pada catur wulan I. Ketentuan kelompok tengah adalah mereka yang berada di antara 25 % kelompok teratas dan 25 % kelompok terbawah. Sampel 60 orang terdiri dari 30 orang putra dan 30 orang putri kelas V SDN 3. 3 TH.

yakni 4 adalah jumlah bobot (Depdikbud.01. Pengujian Ho menggunakan uji statistik nonparametrik dengan tes Ranking bertanda Wilcoxon. yang kriteria penolakan Ho adalah jika ___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. 3 TH. N = ( X + Y + 2P) : 4. Analisis pengaruh kebugaran jasmani terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelompok perlakuan ini akan menguji Ho yang menyatakan bahwa kebugaran jasmani berkategori sedang tidak berpengaruh terhadap peningkatan skor rerata prestasi belajar IPS pada siswa kelompok perlakuan. No. Komponen penilaian tersebut diformulasikan untuk menghasilkan nilai akhir (N). 3.1. 3. Dari hasil penghitungan telah diperoleh harga t observasi = 90.1 Hasil Analisis Pengaruh Kebugaran Jasmani terhadap Prestasi Belajar IPS pada Siswa Kelompok Kontrol. XXXVI Juli 2003 . Siswa yang kebugaran jasmani berkategori kurang skor rerata prestasi belajar IPS pada cawu I = 53 tidak berbeda secara signifikan dengan skor rerata prestasi belajar IPS cawu II = 50. Analisis pengaruh kebugaran jasmani terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelompok kontrol akan menguji hipotesis nol (Ho) yang menyatakan bahwa kebugaran jasmani berkategori kurang tidak berpengaruh terhadap peningkatan skor rerata prestasi belajar IPS pada siswa kelompok kontrol. yang kriteria penolakan Ho adalah jika harga t observasi < harga kritis t pada taraf signifikan untuk tes dua sisi sebesar 0.2 Hasil Analisis Pengaruh Kebugaran Jasmani terhadap Prestasi Belajar IPS pada Siswa Kelompok Perlakuan.1.01 untuk tes dua sisi dan n = 15 diperoleh harga kritis t = 16. Hasil dan Pembahasan. Jadi t observasi > harga kritis t. dengan α = 0. Simpulan yang diperoleh adalah kebugaran jasmani berkategori kurang tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan skor rerata prestasi belajar IPS pada siswa kelompok kontrol. 1997:93) dengan α = 0. Pengujian Ho menggunakan uji statistik nonparametrik dengan uji Wilcoxon. Metode pengolahan data menggunakan uji statistik nonparametrik dengan tes Ranking bertanda Wilcoxon ( Sidney Siegal.1 Hasil Penelitian. Hal ini menunjukkan penurunan prestasi belajar. maka Ho diterima. 3. 3.ISSN 0215-8250 (Y) diberi bobot 1 dan hasil penilaian tes sumatif (P) diberi bobot 2.01. 1999).27.

4 Hasil Analisis Pengaruh Kebugaran Jasmani terhadap Prestasi Belajar MIPA pada Siswa Kelompok Kontrol. Analisis pengaruh kebugaran jasmani terhadap prestasi belajar MIPA pada siswa kelompok kontrol menguji Ho yang menyatakan bahwa kebugaran jasmani berkategori kurang tidak berpengaruh terhadap peningkatan skor rerata prestasi belajar MIPA pada siswa kelompok kontrol. dengan α = 0.3 Ringkasan Hasil Pengaruh Kebugaran Jasmani terhadap Prestasi Belajar IPS. Dari hasil penghitungan telah diperoleh harga t observasi = 0.01. No. Hal ini menunjukkan ada peningkatan prestasi belajar secara signifikan.01 untuk tes dua sisi dan n = 15 diperoleh harga kritis t = 16.01. Ringkasan Hasil Pengaruh Kebugaran Jasmani terhadap Prestasi Belajar IPS.93 6. Dari hasil penghitungan telah diperoleh harga t observasi = 55.1. Simpulan yang diperoleh adalah kebugaran jasmani berkategori sedang berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan skor rerata prestasi belajar IPS pada siswa kelompok perlakuan.99 Signifikansi Cawu Rerata Signifikansi 3. dengan α = 0. maka Ho ditolak.ISSN 0215-8250 harga t observasi < harga kritis t pada taraf signifikan untuk tes dua sisi sebesar 0. 3 TH. Jadi t observasi > harga kritis t.93 berbeda secara signifikan dengan skor rerata prestasi belajar IPS cawu II = 59.93. Jadi t observasi < harga kritis t.27 -2. XXXVI Juli 2003 .1. maka Ho diterima.93 59. yang kriteria penolakan Ho adalah jika harga t observasi < harga kritis t pada taraf signifikan untuk tes dua sisi sebesar 0. Siswa yang kebugaran jasmani berkategori sedang skor rerata prestasi belajar IPS pada cawu I = 52.73 Tidak Signifikansi Kelompok Perlakuan (Kategori kebugaran jasmani sedang) Cawu I Cawu II Beda 52. Tabel 01. 3.01 untuk tes dua sisi dan n = 15 diperoleh harga kritis t = 16. Kelompok Kelompok Kontrol (Kategori kebugaran jasmani kurang) Cawu I Cawu II Beda 53 50. Simpulan yang diperoleh adalah kebugaran ___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. Pengujian Ho tersebut menggunakan uji statistik nonparametrik dengan uji Wilcoxon.

Siswa yang kebugaran jasmani berkategori kurang skor rerata prestasi belajar MIPA pada cawu I = 50.2 Pembahasan Hasil Penelitian. Dari hasil penghitungan telah diperoleh harga t observasi = 0.01 untuk tes dua sisi dan n = 15 diperoleh harga kritis t = 16. Siswa yang kebugaran jasmani berkategori sedang skor rerata prestasi belajar MIPA pada cawu I = 50. 3 TH. No. XXXVI Juli 2003 Kelompok Perlakuan (Kategori kebugaran jasmani sedang) Cawu I Cawu II Beda 50. Pengujian Ho menggunakan uji statistik nonparametrik dengan uji Wilcoxon.1. dengan α = 0. Hal ini menunjukkan ada peningkatan prestasi belajar secara signifikan.01.6 Ringkasan Hasil Pengaruh Kebugaran Jasmani terhadap Prestasi Belajar MIPA Tabel 02.75.ISSN 0215-8250 jasmani berkategori kurang tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan skor rerata prestasi belajar MIPA pada siswa kelompok kontrol. 3. Jadi t observasi < harga kritis t.75 55.80 tidak berbeda signifikan dengan skor rerata prestasi belajar IPS cawu II = 50.5 Hasil Analisis Pengaruh Kebugaran Jasmani terhadap Prestasi Belajar MIPA pada Siswa Kelompok Perlakuan.70 berbeda signifikan dengan skor rerata prestasi belajar IPS cawu II = 55. Ringkasan Hasil Pengaruh Kebugaran Jasmani terhadap Prestasi Belajar MIPA.01 Signifikansi .80 50. Simpulan yang diperoleh adalah kebugaran jasmani berkategori sedang berpengaruh signifikan terhadap peningkatan skor rerata prestasi belajar MIPA pada siswa kelompok perlakuan. Analisis pengaruh kebugaran jasmani terhadap prestasi belajar MIPA pada siswa kelompok perlakuan menguji Ho yang menyatakan bahwa kebugaran jasmani berkategori sedang tidak berpengaruh terhadap peningkatan skor rerata prestasi belajar MIPA pada siswa kelompok perlakuan.1.55 -0. Kelompok Kelompok Kontrol (Kategori kebugaran jasmani kurang) Cawu Cawu I Cawu II Beda Rerata 50. maka Ho ditolak.75 5.55. Hal ini menunjukkan ada penurunan prestasi belajar.25 Signifikansi Tidak Signifikansi 3. 3. ___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. yang kriteria penolakan Ho adalah jika harga t observasi < harga kritis t pada taraf signifikan untuk tes dua sisi sebesar 0.

1968:124). bakat.ISSN 0215-8250 Berdasarkan hasil penelitian ini. (a) Sistem endogenous opioids. Bertambahnya kekuatan gelombang alpha di otak memberikan kontribusi terhadap berkurangnya kecemasan dan depresi. baik bersifat fisiologis (kondisi fisik dan panca indra) maupun psikologis (minat. yakni saat berolahraga kelenjar pituari menambah produksi beta-endorpin dan hasilnya kosentrasi beta-endorpin naik di dalam darah yang dialirkan juga ke otak. sehingga membawa dampak terhadap meningkatnya aspek-aspek kondisi psikologis. sehingga dapat mengurangi rasa nyeri. Usman dan Juhaya. yaitu selama berolahraga ada penambahan gelombang alpha di otak. tingkat kecerdasan. Berdasarkan teori fisiologis yang meliputi berikut ini. (d) Sinapsis adalah persambungan antara dua neuron yakni akson membuat kontak dengan dendrite atau badan sel dari neuron lainnya. Hubungan ini disebabkan oleh kebugaran jasmani merupakan pra-kondisi siswa untuk menghadapai kesiapan belajar. Ngalim. 1998) antara lain. XXXVI Juli 2003 . dalam Andi. yaitu suatu basis yang memungkinkan peningkatan transmisi pada sinapsis yang melibatkan belajar terjadi karena pembesaran sinaptik knop tersebut (Donald. (c) Sistem saraf otak. 1993. sehingga dapat mengatasi depresi dan schizophrenia (Kathleen. motivasi dan kemampuan kognitif). Faktor ini menurut beberapa ahli psikologi pendidikan (Roestiyah. 3 TH. 1998. Bahkan Jin Jichun (2000) mengatakan bahwa bahan dasar dari ___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. Simpulan yang diperoleh yakni kondisi fisik yaitu kebugaran jasmani merupakan salah satu faktor penyebab meningkatkannya konsentrasi dan daya tahan belajar. (b) Gelombang otak alpha. yakni depresi dan schizophrenia berhubungan dengan berkurangnya norepinephrine (NE) di dalam otak. depresi dan keletihan. cemas. ternyata ada pengaruh yang signifikan dari meningkatnya kategori kebugaran jasmani siswa terhadap meningkatnya prestasi belajar IPS/MIPA pada siswa kelompok perlakuan. 1982. dan Abin. Meningkatnya kedua faktor tersebut merupakan penyebab terjadinya peningkatan prestasi belajar IPS dan MIPA. atau terganggunya NE atau serotine (5-HT) pada saat seseorang mengalami depresi dan schizophrenia. No. disebabkan oleh: faktor siswa beserta karakteristiknya. Pembesaran serat akson pada titik kontak dikenal sebagai sinaptik knop. 1992: 144-145). Olahraga dapat menambah NE dan 5-HT dalam otak. Peningkatan kebugaran jasmani secara langsung berpengaruh terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan prestasi belajar.

daya tahan belajar. kemampuan daya ingat. (Slameto. sistem saraf otak dan sinapsis dapat menenangkan pikiran. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kebugaran jasmani siswa secara langsung berhubungan dengan peningkatan prestasi belajar siswa. No. Hal ini disebabkan oleh peningkatan kebugaran jasmani berpengaruh terhadap meningkatnya derajat sehat. minat belajar. otot halus dan otot jantung.ISSN 0215-8250 kecerdasan adalah sistem saraf dalam bentuk yang paling sempurna adalah otak. XXXVI Juli 2003 . 1988:176). kemampuan konsentrasi. berhubungan erat dengan pergerakan otot. kemampuan kinerja siswa serta produktivitas siswa dalam menghadapi tugas sehari-hari sebagai pelajar. psikomotor dan afektif) saling terkait satu sama lainnya (Gabbard. karena pada dasarnya ketiga ranah (kognitif. dalam satu seri reaksi. gelombang otak alpha. Ratna. 3 TH. Kontribusi aktivitas fisik terhadap perkembangan kognitif anak merupakan rangsangan untuk meningkatkan kemampuan berfikir dan dapat menjadikan faktor penguatan kemampuan akademis anak. Tujuan transfer belajar ialah menerapkan apa yang telah dipelajari itu dibuat umum sifatnya. dan memperkokoh pondasi bagi kecerdasan. mengurangi kecemasan. tetapi juga memperkokoh pondasi bagi kecerdasan. ___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. depresi memperbaiki daya ingat. Sehingga konsepsi yang dikembangkan sekitar arus balik sensori tetap valid dan penting untuk memahami tingkah laku yang berseri. Hakikat teori transfer belajar adalah merupakan peristiwa yang mencerminkan fungsi manusia sebagai suatu keseluruhan. merespon pelajaran. 1988:120. Teori motorik Kephart (Nurhasan 1998: 35-36) mengatakan bahwa setiap kalimat atau gerakan tangan menghasilkan stimulasi arus balik yang menciptakan aksi berikutnya. Transfer belajar adalah pengaruh hasil belajar yang telah diperoleh pada waktu yang lalu terhadap proses dan hasil belajar yang dilakukan kemudian. Olahraga tidak hanya membentuk lengan. motivasi belajar. tungkai dan menguatkan organ-organ tubuh bagian dalam. dkk dalam Furqon 1997:7). sehingga sebagai pengganti ideasi apa yang dimiliki adalah suatu seri reaksi-reaksi stimulus respon. Dari teori fisiologis tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan pendidikan jasmani/olahraga berdasarkan sistem endogenous opioids.

ISSN 0215-8250 4. Djamil Ibrahim. DAFTAR PUSTAKA. 1995. Makalah: Pelaksanaan Kurikulum Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Depdikbud. (1) Prestasi belajar IPS dan MIPA pada siswa kelompok kontrol yang tingkat kebugaran jasmani berada pada kategori kurang tidak menunjukkan peningkatan prestasi belajar. Psikologi Pendidikan. Buku Induk Penilaian Hasil Belajar Siswa SDN 3. karena kebugaran jasmani merupakan pra-kondisi untuk kesiapan belajar. 3 TH. (2) Prestasi belajar IPS dan MIPA pada siswa kelompok perlakuan yang tingkat kebugaran jasmani berada pada kategori sedang menunjukkan peningkatan prestasi belajar secara signifikan. Tes Kesegaran Jasmani Indonesia Untuk SD. No. Penutup Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan. ___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. Andi Mappiare. (2) Para guru harus selalu memperhatikan latihan fisik yang dapat meningkatkan kebugaran jasmani dan mampu merangsang meningkatkan prestasi belajar kognitif. XXXVI Juli 2003 . Dari hasl penelitian dan pembahasan dapat dikemukakan saran sebagai berikut. 1968. 4. Depdikbud. dan 7 Banjar Jawa Singaraja. Psikologi. Abin Syamsuddin Makmun. (1) Kepala sekolah agar mengeluarkan kebijakan tentang pentingnya pembinaan kebugaran jasmani bagi siswanya. Jakarta: Balitbang Depdikbud. Bandung: Remaja Rosdakarya. 1998. 1999. Jakarta: Pusat Kesegaran Jasmani dan Rekreasi. Surabaya: Usaha Nasional. 1986.

Psikologi Pendidikan. Beijimg: Third Asia-Pacifik Conggres of Sport and Physical Education University Presidents. Jin Jichun. Australia: Published with support of the Australian Sports Commission. Nurhasan. 1992. Jakarta: Pusat Kesegaran Jasmani dan Rekreasi Depdikbud. 1998. Sidney Siegal. 1993. Bandung: Watson. Teori-Teori Belajar. Roestiyah. Jakarta:Erlangga. Makalah: Identifikasi dan Pengembangan Indikator Kualitas SDM Indonesia Dalam Kaitannya Dengan Pemberdayaan Pendidikan dan Olahraga Di Lembaga Pendidikan. Bandung: Advent Ngalim Purwanto. Kathleen Jonathan. ___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. Olahraga Sumber Kesehatan. Usman Effendi dan Juhaya S. Bandung: Remaja Rosdakarya. 1992. Jakarta: IKIP Jakarta. Bandung: IKA IKIP Bandung. Ratna Willis. Pengantar Psikologi. 1982. 1997. Bandung: FPOK IKIP Bandung. 2000. 1988. 1998. 1997. Bandung: PPS IKIP Bandung. Science and Medicine in Sport. Slameto. Thesis: Pengaruh Senam Kebugaran Jasmani terhadap Kapasitas erobik dan Prestasi BelajarKognitif Pada Siswa SD. Rusli Lutan. Statistik Nonparametrik Untuk Ilmu-Ilmu Sosial. 1995. Angkasa.ISSN 0215-8250 Furqon. 1988. Jakarta: PT Bina Aksara. Makalah: Masa Depan Penjas dan Olahraga Di Indonesia. Buletin Kesegaran Jasmani Edisi 2/tahun II: Pengaruh Kesegaran Jasmani Terhadap Prestasi Belajar Siswa SMP. Praja. XXXVI Juli 2003 . No. Indonesia. 1993. Purnomo Ananto. 1997. Wiranto Arismunandar. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Gramedia. Masalah Ilmu Keguruan. Bandung: IKA IKIP Bandung. 3 TH. Facing The 21ST Century And Bringing up High-Quality Sport Talented Personel. Laporan Penelitian: Pengembangan Model Pentahapan Tugas Gerak Olahraga Untuk Jenjang Pendidikan Dasar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful