Morfologi Tanaman Kakao

1. Batang dan Cabang Habitat asli tanaman kakao adalah hutan tropis. Jika dibudidayakan dikebun, tinggi tanaman umur tiga tahun mencapai 1,8–3,0 meter dan pada umur 12 tahun dapat mencapai 4,5 – 7,0 meter. Tinggi tanaman tersebut beragam, dipengaruhi oleh intensitas naungan serta faktorfaktor tumbuh yang tersedia. Tanaman kakao bersifat dimorfisme, artinya mempunyai dua bentuk tunas vegetatif. Arahnya pun tegas. Tunas yang arah pertumbuhannya ke atas disebut dengan tunas ortotrop atau tunas air, sedangkan tunas yang arah pertumbuhannya ke samping disebut dengan plagiotrop.

2. Daun Tangkai daun bentuknya silinder dan bersisik halus, bergantung pada tipenya. Salah satu sifat khusus daun kakao yaitu adanya dua persendian (articulation) yang terletak di pangkal dan ujung tangkai daun. Dengan persendian ini daun mampu membuat gerakan untuk menyesuaikan dengan arah datangnya sinar matahari. Bentuk helai daun bulat memanjang (oblongus), ujung daun meruncing (acuminatus), dan pangkal daun runcing (acutus). Susunan tulang daun menyirip dan tulang daun menonjol ke permukaan bawah helai daun. Tepi daun rata, daging daun tipis tetapi kuat seperti perkamen.

3. Akar Kakao adalah tanaman dengan surface root feeder, artinya sebagian besar akar lateralnya (mendatar) berkembang dekat permukaan tanah, yaitu pada kedalaman tanah 0 – 30 cm. Menurut Himme (cit. Smyth, 1960), 56% akar lateral tumbuh pada jeluk 11 – 20 cm, 14% pada jeluk 21 – 30 cm, dan hanya 4% tumbuh pada jeluk di atas 30 cm dari permukaan tanah. Jangkauan jelajah akar lateral dinyatakan jauh di luar proyeksi tajuk. Ujungnya membentuk cabang-cabang kecil yang susunannya ruwet.

5 cm). Bagian pangkal berbentuk seperti kuku binatang (claw) dan biasanya terdapat dua garis merah. terdiri dari dua bagian. Biji dibungkus oleh daging buah (pulpa) yang berwarna putih. fleksibel. dan berwarna putih. pada tipe forastero. Di sebelah dalam daging buah terdapat kulit biji yang membungkus dua kotiledon dan poros embrio. Artinya bunga tumbuh dan berkembang dari bekas ketiak daun pada batang dan cabang. Bunga kakao berwarna putih. yaitu 20 – 50 butir per buah. permukaan kulit buah pada umumnya halus (rata). bunga disusun oleh 5 daun kelopak yang bebas satu sama lain. tetapi . Tangkai bunga kecil tetapi panjang (1-1. setelah masak berwarna jingga (orange). Pada saat itu ukurannya beragam. Artinya. Meskipun daging buahnya mengandung zat penghambat perkecambahan. Kulit buah tebal tetapi lunak dan permukaannya kasar. Jumlahnya beragam. Bagian ujung berupa lembaran tipis. Buah yang mudanya berwarna hijau atau hijau agak putih jika sudah masak akan berwarna kuning. Bunga kakao mempunyai rumus K5C5A5+5G(5). Sementara itu. Biji tersusun dalam lima baris mengelilingi poros buah. dan 5 daun buah yang bersatu. buah yang ketika muda berwarna merah. rasanya asam manis yang mengandung zat penghambat perkecambahan. Buah dan Biji Warna buah kakao sangat beragam. tetapi pada dasarnya hanya ada dua macam warna. 6. 5 daun mahkota. Sebaliknya. Daun mahkota panjangnya 6 – 8 mm. Warna yang kuat terdapat pada benang sari dan daun mahkota. Tempat tumbuh bunga tersebut semakin lama semakin membesar dan menebal atau biasa disebut dengan bantalan bunga (cushion). Biji kakao tidak memiliki masa dorman. Buah akan masak setelah berumur enam bulan. Kulit buah memiliki 10 alur dalam dan dangkal yang letaknya berselang-seling. dari panjang 10 hingga 30 cm. tetapi keras dan liat. Bunga Tanaman kakao bersifat kauliflori. Pada tipe criollo dan trinitario alur buah kelihatan jelas. kulitnya tipis.5. ungu. atau kemerahan. 10 tangkai sari yang tersusun dalam 2 lingkaran dan masing-masing terdiri dari 5 tangkai sari tetapi hanya satu lingkaran yang fertil. bergantung pada kultivar dan faktor-faktor lingkungan selama perkembangan buah.

Fase kedua ditandai dengan membukanya kotiledon diikuti dengan memanjangnya epikotil dan tumbuhnya empat lembar daun pertama.kadang-kadang biji berkecambah di dalam buah yang terlambat dipanen karena daging buahnya telah kering. Sebaliknya. sangat rentan terhadap serangan jamur dan serangga dan dapat menimbulkan kerusakan cita-rasa dan aroma dasar yang tidak dapat diperbaiki pada proses berikutnya. Karakter Buah Kakao 1. Biji kakao dengan kadar kulit yang tinggi cenderung lebih kuat atau tidak rapuh saat ditumpuk di dalam gudang sehingga biji tersebut dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama. kondisi kebun (curah hujan) selama perkembangan buah.0-1. perlakuan agronomis dan cara pengolahan. Ukuran biji kakao dinyatakan dalam jumlah biji per 100 g contoh uji yang diambil secara acak pada kadar air 6 . Biji kakao terdiri atas keping biji yang dilindungi oleh kulit. Ukuran biji rata-rata yang masuk kualitas eskpor adalah antara 1.7 %. Standar kadar air biji kakao mutu ekspor adalah 6 .100 biji per 100 g. Kadar air Berpengaruh pada daya tahan biji kakao terhadap kerusakan terutama saat penggudangan dan pengangkutan. sedang jika kadar air terlalu rendah biji kakao cenderung menjadi rapuh. hipokotil memanjang dan mengangkat kotiledon yang masih menutup ke atas permukaan tanah.2 gram atau setara dengan 85 . maka penjual (eksportir) biji kakao akan mengalami kerugian dalam bentuk kehilangan bobot. kadar kulit . Makin singkat waktu fermentasi. Kadar kulit biji kakao dipengaruhi oleh jenis bahan tanaman dan cara pengolahan (fermentasi dan pencucian). Jika lebih tinggi dari nilai tersebut. Ukuran biji Semakin besar ukuran biji kakao.7 %. Pada saat berkecambah. biji kakao tidak aman disimpan dalam waktu lama. Ukuran biji kakao kering sangat dipengaruhi oleh jenis bahan tanaman. Standar kadar kulit biji kakao yang umum adalah antara 11-13 %. b. Karakteristik Fisik a. Fase ini disebut fase serdadu.7 %. jika kadar kulit terlalu rendah. yang mempunyai kadar air tinggi. makin tinggi randemen lemak dari dalam biji. Kadar kulit dihitung atas dasar perbandingan berat kulit dan berat total biji kakao (kulit + keping) pada kadar air 6 . Biji kakao.

Trinidad. atau dikenal juga sebagai ordinary cocoa. • merupakan jenis tanaman kakao yang menghasilkan biji cokelat yang : mutunya sedang atau bulk cocoa. • Biji buahnya juga bermacam-macam dengan kotiledon berwarna ungu muda sampai ungu tua pada waktu basah . choiced cocoa. kandungan kulit biji tersebut dapat dikurangi dengan proses pencucian. Srilanka. Namun demikian. • Biji buahnya tipis atau gepeng dan kotiledon berwarna ungu pada waktu basah. Venezuela. Brasil dan Dominika. dan Samoa (Minifie. c) Jenis Trinitario. • Jumlahnya ± 93% dari produksi kakao dunia merupakan jenis bulk yang dihasilkan dari Afrika Barat. b) jenis Forastero. sehingga kakao jenis ini sangat heterogen. • Jumlahnya ± 7%. • Buahnya berwarna merah atau hijau.biji kakao makin tinggi karena sebagian besar sisa lendir (pulp) masih menempel pada biji. • merupakan jenis tanaman kakao yang menghasilkan biji cokelat yang : mutunya sangat baik dan dikenal sebagai: cokelat mulia. Indonesia. kulitnya tebal. kulit buahnya tipis berbintilbintil kasar dan lunak. • Kakao Trinitario menghasilkan biji yang termasuk fine flavour cocoa dan ada yang termasuk bulk cocoa. Grenada. • merupakan hybrida dari jenis Criollo dengan jenis Forastero secara alami. Jamaika. dan edel cocoa. • Buahnya berwarna hijau. fine flavour cocoa.1980). • Buahnya berwarna hijau atau merah dan bentuknya bermacammacam. merupakan jenis edel yang dihasilkan di Ekuador. • Biji buahnya berbentuk bulat telur dan berukuran besar dengan kotiledon berwarna putih pada waktu basah. Klasifikasi Tanaman Kakao & Anatomi Buah kakao Klasifikasi Tanaman Kakao (Theobroma cacao ) a) Jenis Criollo.

Anatomi Buah Kakao • kulit buah (cocoa pod) 73.2%. yaitu kulit biji dan keping biji .Sedangkan biji terdiri dari 2 bagian. . .Buah kakao yang masak mempunyai kulit tebal dan berisi 30 – 40 biji yang diselimuti oleh pulp. . yaitu: .buah muda berwarna hijau putih dan bila masak menjadi berwarna kuning . • placenta 2.buah muda yang berwarna merah setelah masak menjadi oranye.0%.Warna buah kakao pada dasarnya ada 2 macam.73%. • dan biji 24.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful