MASALAH BELAJAR ANAK SD

presented by eukaristia at 08:06
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dunia pendidikan mengartikan diagnosis kesulitan belajar sebagai segala usaha yang dilakukan untuk memahami dan menetapkan jenis dan sifat kesulitan belajar. Juga mempelajari faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar serta cara menetapkan dan kemungkinan mengatasinya, baik secara kuratif (penyembuhan) maupun secara preventif (pencegahan) berdasarkan data dan informasi yang seobyektif mungkin. Dengan demikian, semua kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk menemukan kesulitan belajar termasuk kegiatan diagnosa. Perlunya diadakan diagnosis belajar karena berbagai hal. Pertama, setiap siswa hendaknya mendapat kesempatan dan pelayanan untuk berkembang secara maksimal, kedua; adanya perbedaan kemampuan, kecerdasan, bakat, minat dan latar belakang lingkungan masingmasing siswa. Ketiga, sistem pengajaran di sekolah seharusnya memberi kesempatan pada siswa untuk maju sesuai dengan kemampuannya. Dan, keempat, untuk menghadapi permasalahan yang dihadapi oleh siswa, hendaknya guru beserta BP lebih intensif dalam menangani siswa dengan menambah pengetahuan, sikap yang terbuka dan mengasah ketrampilan dalam mengidentifikasi kesulitan belajar siswa. Berkait dengan kegiatan diagnosis, secara garis besar dapat diklasifikasikan ragam diagnosis ada dua macam, yaitu diagnosis untuk mengerti masalah dan diagnosis yang mengklasifikasi masalah. Diagnosa untuk mengerti masalah merupakan usaha untuk dapat lebih banyak mengerti masalah secara menyeluruh. Sedangkan diagnosis yang mengklasifikasi masalahmerupakan pengelompokan masalah sesuai ragam dan sifatnya. Ada masalah yang digolongkan kedalam masalah yang bersifat vokasional, pendidikan, keuangan, kesehatan, keluarga dan kepribadian. Kesulitan belajar merupakan problem yang nyaris dialami oleh semua siswa. Kesulitan belajar dapat diartikan suatu kondisi dalam suatu proses belajar yang ditandai adanya hambatan-hambatan tertentu untuk menggapai hasil belajar. B. 1. 2. 3. C. 1. 2. 3. Rumusan Apa yang dimaksud dengan masalah Apa factor-faktor yang menyebabkan anak mengalammi kesulitan Bagaimana peran guru Bimbingan dan Konseling dalam menangani masalah kesulitan Masalah belajar? belajar? belajar?

Tujuan Mengetahui Apa yang dimaksud dengan masalah belajar Mengetahui Apa factor-faktor yang menyebabkan anak mengalammi kesulitan belajar Mengetahui peran guru Bimbingan dan Konseling dalam menangani masalah kesulitan belajar.

BAB 2 PEMBAHASAN A. Definisi Masalah belajar adalah kondisi tertentu yang dialami oleh seseorang murid dan menghambat kelancaran proses belajarnya. Kondisi tertentu itu dapat berkenaan dengan keadaan dirinya yaitu berupa kelemahan-kelemahan yang dimilikinya dan dapat juga berkenaan dengan lingkungan yang tidak menguntungkan bagi dirinya. Beberapa masalah anak sekolah dasar yang dapat dijumpai adalah:

Factor-faktor yang menyebabkan permasalahan belajar anak Factor intern (factor dari dalam diri manusia itu sendiri). ada sejumlah siswa yang mendapat kesulitan dalam mencapai hasil belajar secara tuntas dengan variasi dua kelompok besar. 5. namun prestasi belajarnya biasa-biasa saja atau malah sangat rendah. 2. dan minat-minat social yang terlalu besar atau terlalu kecil untuk kelas yang ditempatinya. ukuran. 7. sehingga hasil belajar yang dicapainya lebih rendah dari potensi yang dimilikinya. Pada dasarnya. 9. Learning Disorder atau kekacauan belajar Adalah keadaan dimana proses belajar seseorang terganggu karena timbulnya respons yang bertentangan. 6. gangguan alat dria. 4. Learning Disabilities atau ketidakmampuan belajar Mengacu pada gejala dimana siswa tidak mampu belajar atau menghindari belajar. meskipun sebenarnya siswa tersebut tidak menunjukkan adanya subnormalitas mental. Mereka memiliki IQ sekitar 70-90 sehingga perlu dipertimbangkan untuk mendapatkan bantuan khusus. atau gangguan psikologis lainnya. Kelompok pertama merupakan sekelompok siswa yang belum mencapai tingkat ketuntasan. Contoh : siswa yang telah dites kecerdasannya dan menunjukkan tingkat kecerdasan tergolong sangat unggul (IQ = 130 – 140).1. Kehadiran di sekolah Yaitu murid-murid yang tidak hadir atau menderita sakit dalam jangka waktu yang cukup lama sehingga kehilangan sebagian besar kegiatan belajarnya. sehingga hasil belajar di bawah potensi intelektualnya. Sikap dan kebiasaan buruk dalam belajar Yaitu murid-murid yang kegiatan atau perbuatan belajarnya berlawanan atau tidak sesuai dengan yang seharusnya. Contoh : siswa yang sudah terbiasa dengan olah raga keras seperti karate. Factor Sekolah Dasar yang meliputi: fisiologi . Under Achiever Mengacu kepada siswa yang sesungguhnya memiliki tingkat potensi intelektual yang tergolong di atas normal. tinju dan sejenisnya. B. yang mengalami kekacauan belajar. 3. a. 1. akan tetapi sudah hampir mencapainya. potensi dasarnya tidak dirugikan. Siswa tersebut mendapat kesulitan dalam menetapkan penguasaan bagian-bagian yang sulit dari seluruh bahan yang harus dipelajari. 8. Seperti suka menunda-nunda tugas. tetapi prestasi belajarnya tergolong rendah. Kurang motif dalam belajar Yaitu murid-murid yang kurang semangat dalam belajar. Bila diamati. kemampuan. Penempatan kelas Yaitu mmurid-murid yang umur. Mereka tampak jera dan malas. belajar pada saat ujian saja. mungkin akan mengalami kesulitan dalam belajar menari yang menuntut gerakan lemah-gemulai. akan tetapi belajarnya terganggu atau terhambat oleh adanya respons-respons yang bertentangan. namun karena tidak pernah dilatih bermain bola volley. Contoh : siswa yang yang memiliki postur tubuh yang tinggi atletis dan sangat cocok menjadi atlet bola volley. 10. Keterlambatan akademik Yaitu murid-murid yang tampaknya memiliki intelegensi normal tetapi tidak daapt memanfaatkannya secara baik. maka dia tidak dapat menguasai permainan volley dengan baik. Lambat belajar Yaitu murid-murid yang tampak memiliki kemamapuan yang kurang memadai. Learning Disfunction Merupakan gejala dimana proses belajar yang dilakukan siswa tidak berfungsi dengan baik.

akibatnya timmbul kesulitan. Orang tua yang selalu memanjakan anak. sebab ia mudah capek. 3) Motivasi Motivasi sebagai factor inner. Factor ekstern (factor dari luar manusia). tampak acuh tak acuh. Ketidak minatan anak dalam belajar dapat dimungikinkan karena tidak sesuai dengan bakatnya. tidak mau anaknya susah payah belajar. perhatiaanya tidak tertuju apda pelajaran. . b. daya konsentrasinya hilang kurang semangat. Factor psikologi 1) Intelegensi Anak yang memilikki IQ yang rendah (70-90) akanmemilikki kesulitan belajar. mungkin acuh tak acuh. sinis. mengantuk. Orang tua yang kejam dan otoriter akan menimbulkan mental yang tidak sehat pada anak. • Hubungan guru dan murid kurang baik. baik dalam pengambilan metode yang digunakan atau dalam mata pelajaran yang dipegangnya. menginterpretasi dan mengorganisasi bahan pelajaran melalui inderanya. ia pergi mencari teman sebayanya hingga lupa belajar. tidak memperhatikan kemajuan belajar anak-anaknya akan menimbulkan permasalahan dalam belajar. mendasari. kasar. suka marah. tidak sesuai dengan kecakapan. bahkan sangat bergantung pada orang tua hingga prestasinya menurun. b. syaraf otak tidak mampu bekerja secara optimalmemproses. Karena hal-hal ini maka penerimaan dan respon pelajaran berkurang. suka mengganggu. Akibatnya rangsangan yang diterima melalui indranya tidak dapat diteruskan ke otak. tidak sesuai dengan kebutuhan. akibatnya anak tidak punya kemampuan dan kemauan. Factor-faktor social. mengarahkan perbuatan belajar. 2) Minat Ridak adanya minat seseorang anak terhadap suatu pelajaran akan dapat menimbulkan permasalahan belajar. seperti. pusing. hal ini bermula pada sifat guru yang tidak disenangi oleh murid-muridnya. meliputi: a. menderita. Karena itu pelajaran yang masuk tidak pernah terjadi proses dalam otak. mengelola. tidak senang di rumah.mereka yng motivasinya lemah. sombong • Guru menuntut standar pelajaran diatas kemamouan siswa. Hal ini berakibat anak tidak tentram. 2. sehingga syaraf sensorik dan motorisnya lemah. Factor-faktor non-sosial 1) Factor keluarga Orang tua yang tidak atau kurang memperhatikan pendidikan anak-anaknya. mudah putus asa. pikkiran terganggu. berfungsi menimbulkan.1) Karena sakit Seorang yang sakit akan mengalami kelemahan fisik. suka mengejek. 1) Keadaan ekonomi keluarga Keadaan ekonomi keluarga yang kurang memadai dapat menimbulkan masalah-masalah seperti: • Kurangnya alat-alat belajar • Kurangnya biaya yang disediakan oleh orang tua • Tidak mempunyai tempat belaajr yang baik 2) Sekolah a) Guru Guru dapat menjadi factor apabila: • Guru tidak kualified. 2) Kurang sehat Anak yang kurang sehat dapat mengalami kesulitan belajar. ia akan menemui kesuiltan dalam belajar.

Peran guru bimbingan dan konseling untuk menangani masalah belajar 1. bisa dilihat dari segi input. Prognosis Langkah ini untuk memperkirakan apakah masalah yang dialami siswa masih mungkin untuk diatasi serta menentukan berbagai alternatif pemecahannya. Diagnosis Diagnosis merupakan upaya untuk menemukan faktor-faktor penyebab atau yang melatarbelakangi timbulnya masalah siswa. kurangnya alat laboratorium akan banyak menimbulkan permasalahan dalam belajar.H.b) Factor alat Alat pelajaran yang kurang lengkap membuat penyajian pelajaran menjadi kurang baik. Dalam konteks Proses Belajar Mengajar faktor-faktor yang penyebab kegagalan belajar siswa. akan tetapi banyak pula siswa mengalami kesulitan. Langkah langkah diagnosis kesullitan belajar tersebut adalah : a. faktor yang besumber dari dalam diri siswa itu sendiri. Hal itu menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan belajar yang merupakan hambatan dalam mencapai hasil belajar. Diagnostik mengatasi kesulitan belajar Belajar pada dasarnya merupakan proses usaha aktif seseorang untuk memperoleh sesuatu. bakat. Kenyataannya. lingkungan sekolah termasuk didalamnya faktor guru dan lingkungan sosial dan sejenisnya. padahal masalah yang dihadapinya cukup berat. maka guru atau pembimbing sebaiknya mengetahui hal-hal apa saja yang . c. pabrik). sehingga udara segar daapt masuk • Dinding harus bersih. Tes diagnostic Pada konteks ini. mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Ruangan ahrus memenuhi syarat kesehatan seperti: • Ruangan harus berjjendela. para pelajar seringkali tidak mampu mencapai tujuan belajarnya atau tidak memperoleh perubahan tingkah laku sebagai mana yang diharapkan. licin atau kotor • Keadaan gedung yang jauh dari tempat keramaian (pasar. ataupun out put belajarnya. Burton membagi ke dalam dua bagian faktor – faktor yang mungkin dapat menimbulkan kesulitan atau kegagalan belajar siswa. Proses mengambil keputusan pada tahap ini seyogyanya terlebih dahulu dilaksanakan konferensi kasus. kepribadian. bengkel. Seseorang mungkin tidak mengetahui cara yang baik untuk memecahkan masalah sendiri. ada kecendrungan tidak semua siswa mampu memecahkannya sendiri. Ia tidak tahu apa sebenarnya masalah yang dihadapi. c) Kondisi gedung Terutama ditujukan pada ruang kelas/ruangan tempat belajar anak. sikap serta kondisi-kondisi psikis lainnya. emosi. sehingga menimbulkan masalah bagi perkembangan pribadinya. proses. setiap siswa dalam mencapai sukses belajar. yaitu : (a) faktor internal. tidak terlihat kotor • Lantai tidak becek. dan (b) faktor eksternal. Menghadapi masalah itu. dengan melibatkan pihak-pihak yang kompeten untuk diminta bekerja sama menangani kasus – kasus yang dihadapi. Terutama pelajaan yang bersifat praktikum. Jika kelemahan sudah ditemukan. sehingga terbentuk perilaku baru menuju arah yang lebih baik. penulis akan mencoba menyoroti tes diagnostik kesulitan belajar yang kurang sekali diperhatikan sekolah. b. seperti : lingkungan rumah. seperti : kondisi jasmani dan kesehatan. d) Kurikulum Kurikulum yang kurang baik misalnya: • Bahan-bahannya terlalu tinggi • Pembagian baahn tidak seimbang C. Ada pula seseorang yang tampak seolah tidak mempunyai masalah. W. ventilasi cukup. Hal ini dilakukan dengan cara mengintegrasikan dan menginterpretasikan hasil-hasil langkah kedua dan ketiga. kecerdasan. Lewat tes itu akan dapat diketahui letak kelemahan seorang siswa. Sementara itu. Ada siswa yang dapat mencapainya tanpa kesulitan.

dan (j) waktu senggang. Tujuan tes diagnostik untuk menemukan sumber kesulitan belajar dan merumuskan rencana tindakan remidial. Bimbingan Belajar Bimbingan belajar merupakan upaya guru untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam belajarnya. 4) Melakukan analisis terhadap hasil belajar siswa. (c) behavioral. penuh keakraban sehingga tidak terjadi jurang pemisah antara guru dengan siswa. (g) agama. 3) Developing a desire for counseling. dengan cara ini dapat ditemukan siswa yang diduga mengalami kesulitan penyesuaian social b. melakukan wawancara dengan memanggil semua siswa secara bergiliran sehingga dengan cara ini akan dapat ditemukan siswa yang benar-benar membutuhkan layanan bimbingan. (c) hubungan sosial. prosedur bimbingan belajar dapat ditempuh melalui langkah-langkah sebagai berikut : a. seputar aspek : (a) jasmani dan kesehatan. menciptakan hubungan yang baik. 5) Melakukan analisis sosiometris. (b) diri pribadi. seperti tes inteligensi. rekreasi dan situasi-situasi informal lainnya. Guru atau pembimbing harus mau meluangkan waktu guna memerhatikan keadaan siswa bila timbul gejala-gejala kesulitan belajar. (b) struktural – fungsional. (f) pendidikan dan pelajaran. Identifikasi Masalah Langkah ini merupakan upaya untuk memahami jenis. telah mengembangkan suatu instrumen untuk melacak masalah siswa. Dalam konteks Proses Belajar Mengajar. sehingga penanganan kasus akan menjadi lebih mudah dan terarah. Prayitno dkk. Dengan demikian tes diagnostik sangat penting dalam rangka membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar dan dapat diatasi dengan segera apabila guru atau pembinbing peka terhadap siswa tersebut. Secara umum. 2) Maintain good relationship. (e) karier dan pekerjaan. dengan apa yang disebut Alat Ungkap Masalah (AUM). maka guru perlu mengumpulkan data tentang anak secara lengkap. misalnya melalui kegiatan ekstra kurikuler. yakni : 1) Call them approach. Remedial atau referal (Alih Tangan Kasus) . Misalnya dengan cara mendiskusikan dengan siswa yang bersangkutan tentang hasil dari suatu tes. Identifikasi kasus Identifikasi kasus merupakan upaya untuk menemukan siswa yang diduga memerlukan layanan bimbingan belajar. melainkan melibatkan seluruh aspek pribadi yang menyangkut perilaku siswa. Instrumen ini sangat membantu untuk mendeteksi lokasi kesulitan yang dihadapi siswa. karakteristik kesulitan atau masalah yang dihadapi siswa. dan hasil pengukuran lainnya untuk dianalisis bersama serta diupayakan berbagai tindak lanjutnya. (i) keadaan dan hubungan keluarga. tes bakat. (h) hubungan muda-mudi. Tes dignostik kesulitan belajar sendiri dilakukan melalui pengujian dan studi bersama terhadap gejala dan fakta tentang sesuatu hal. Agar memudahkan pelaksanaan tes diagnostik. nilai dan moral. Untuk mengidentifikasi masalah siswa. dan atau (d) personality. (d) ekonomi dan keuangan. permasalahan siswa dapat berkenaan dengan aspek : (a) substansial – material. dengan cara ini bisa diketahui tingkat dan jenis kesulitan atau kegagalan belajar yang dihadapi siswa. untuk menemukan karakteristik atau kesalahn-kesalahan yang esensial. menciptakan suasana yang menimbulkan ke arah penyadaran siswa akan masalah yang dihadapinya. Robinson dalam Abin Syamsuddin Makmun (2003) memberikan beberapa pendekatan yang dapat dilakukan untuk mendeteksi siswa yang diduga mebutuhkan layanan bimbingan belajar. Tes dignostik kesulitan belajar juga tidak hanya menyangkut soal aspek belajar dalam arti sempit yakni masalah penguasaan materi pelajaran semata. Hal ini dapat dilaksanakan melalui berbagai cara yang tidak hanya terbatas pada hubungan kegiatan belajar mengajar saja. c. 2.harus dilakukan guna menolong siswa tersebut.

http://animenekoi. 1992. BAB 3 SIMPULAN DAN SARAN 3. Evaluasi dan Follow Up Cara manapun yang ditempuh. Bimbingan dan Konseling.com/2012/01/masalah-belajar-anak-sd. pemberian bantuan bimbingan dapat dilakukan oleh guru atau guru pembimbing itu sendiri. Erman dan Marjohan. d. Psikologi Belajar. evaluasi atas usaha pemecahan masalah seyogyanya dilakukan evaluasi dan tindak lanjut. Suryaman. Daftar Pustaka Ahmadi. Factor-faktor penyebab timbulnya masalah belajar meliputi factor intern dan factor ekstern b.blogspot. untuk melihat seberapa pengaruh tindakan bantuan (treatment) yang telah diberikan terhadap pemecahan masalah yang dihadapi siswa. Jakarta. jika permasalahannya menyangkut aspek-aspek kepribadian yang lebih mendalam dan lebih luas maka selayaknya tugas guru atau guru pembimbing sebatas hanya membuat rekomendasi kepada ahli yang lebih kompeten.2004. Masalah psikologi belajar-kesulitan belajar dan cara mengatasinya. Peran guru bimbingan dan konseling dalam menangani masalah belajar siswa adalah mengadakan diagnosis kesulitan belajar dan bimbingan belajar.html .Depdikbud. Widodo. Amti.Jika jenis dan sifat serta sumber permasalahannya masih berkaitan dengan sistem pembelajaran dan masih masih berada dalam kesanggupan dan kemampuan guru atau guru pembimbing.Jakarta: PT Rineka Cipta. Namun. Babam. 2011. Abu dan Supriyono.1 Simpulan a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful