PEMERINTAH KABUPATEN KEPAHIANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPAHIANG NOMOR 05 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI JASA UMUM DENGAN

RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KEPAHIANG,

Menimbang

:

a. bahwa dengan ditetapkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a di atas, perlu membentuk Peraturan Daerah tentang Retribusi Jasa Umum; 1. Undang–Undang Nomor 9 Tahun 1967 tentang Pembentukan Propinsi Bengkulu (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1967 nomor 19,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 2828); 2. Undang–Undang Nomor 19 Tahun 1997 tentang Penagihan Pajak Dengan Surat Paksa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Republik indonesia Nomor 3091) Sebagaimana Telah Diubah Dengan Undang–Undang Noor 19 Tahun 2000 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 129 Tambahan Lembaran Negara Republik indonesia Nomor 4048); 3. Undang–Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 27, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4189); 4. Undang–Undang Nomor 39 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Lebong dan Kepahiang di Propinsi Bengkulu (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 154, Tambahan

Mengingat

:

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4349); 5. Undang–Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang–undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); 6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437), sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 7. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3637); 8. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725 ); 9. Undang–Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 132, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4444); 10. Undang–Undang Nomor 22 Lalu Lintas dan Angkutan Republik Indonesia Tahun Tambahan Lembaran Negara Nomor 5025); Tahun 2009 tentang (Lembaran Negara 2009 Nomor 96, Republik Indonesia

11. Undang–Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5049); 12. Undang–Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 153, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor); 13. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1968
2

tentang Berlakunya Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1967 dan Pelaksanaan Pemerintahan di Provinsi Bengkulu (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1968 Nomor 34, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2854); 14. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4833); 15. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2010 tentang Tata cara Pemberian dan Pemanfaatan Insentif Pemungutan Pajak daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 119, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5161). Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN KEPAHIANG Dan BUPATI KEPAHIANG MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG RETRIBUSI JASA UMUM BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Kabupaten Kepahiang; 2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kabupaten Kepahiang; 3. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kepahiang; 4. Kepala Daerah adalah Bupati Kepahiang;

3

5. Pejabat adalah pegawai yang diberi tugas tertentu di bidang perpajakan daerah sesuai dengan Peraturan Perundangan-undangan yang berlaku; 6. Peraturan Daerah adalah Peraturan Perundangundangan yang dibentuk oleh DPRD Kabupaten Kepahiang dengan persetujuan bersama Kepala Daerah; 7. Peraturan Kepala Daerah adalah Peraturan Bupati Kepahiang; 8. Kas Daerah Kepahiang; adalah Kas Pemerintah Kabupaten

9. Retribusi Daerah, yang selanjutnya disebut Retribusi adalah Pungutan Daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan/atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau Badan; 10. Jasa adalah kegiatan Pemerintah Daerah berupa usaha dan pelayanan yang menyebabkan barang, fasilitas, atau kemanfaatan lainnya yang dapat dinikmati oleh orang pribadi atau Badan; 11. Jasa Umum adalah jasa yang disediakan atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau Badan; 12. Insentif Pemungutan adalah insentif yang diberikan kepada Aparat Pelaksanaan Pemungutan Retribusi Daerah dan Aparat Penunjang yang ditujukan untuk peningkatan kesejahteraan Aparat Pemungut Retribusi dalam rangka meningkatkan penerimaan Retribusi Daerah; 13. Insentif Peningkatan Kinerja adalah insentif yang diberikan kepada Aparat Pemungut Retribusi Daerah dan Instansi lainnya yang terkait dengan pemungutan Retribusi Daerah dalam rangka meningkatkan koordinasi, pengolahan data, peningkatan kualitas pelayanan, penegakan peraturan serta kegiatan penunjang lainnya; 14. Badan adalah sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan kesatuan, baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi
4

Pelayanan Kesehatan adalah pelayanan kesehatan di puskesmas.perseroan terbatas. Rumah Sakit Umum Daerah selanjutnya disingkat RSUD. dan gawat darurat. adalah suatu sarana yang melaksanakan upaya kesehatan secara paripurna kepada masyarakat di wilayah kerja tertentu. perseroan komanditer. kongsi. 16. organisasi sosial politik atau organisasi yang sejenis. organisasi massa. sebagai kelengkapan dari pembangunan 5 . 21. perkumpulan. Pondok Bersalin Desa (Polindes). rumah sakit umum daerah. 17. adalah suatu tempat pelayanan yang didirikan oleh masyarakat atas dasar musyawarah. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) b. c. bentuk usaha tetap dan bentuk badan lainnya. e. puskesmas pembantu. Badan Usaha Milik Negara atau Daerah dengan nama dan dalam bentuk apapun. 18. dana pensiun. Puskesmas Keliling. perseroan lainnya. Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). kecuali pelayanan pendaftaran. 15. rawat jalan. Puskesmas Keliling. puskesmas keliling. balai pengobatan. adalah unit Pelayanan Kesehatan yang bersifat mobil untuk memberikan Pelayanan Kesehatan kepada masyarakat yang jauh dari Puskesmas atau Puskesmas Pembantu. Puskesmas Pembantu. koperasi. Sarana Pelayanan Kesehatan adalah tempat dan atau fasilitas yang digunakan untuk memberikan Pelayanan Kesehatan kepada masyarakat yang meliputi : a. adalah Institusi Pelayanan Kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap. Puskesmas Pembantu. Pusat Kesehatan Masyarakat selanjutnya disingkat Puskesmas. adalah suatu sarana yang melaksanakan upaya pelayanan kesehatan kepada masyarakat mencakup bagian wilayah Puskesmas dan merupakan bagian integral dari Puskesmas. yayasan. firma. persekutuan. Pondok Bersalin Desa. 19. 20. d. dan tempat pelayanan kesehatan lainnya yang sejenis yang dimiki dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. lembaga.

diagnosis. tanpa tinggal di ruang rawat inap. adalah Pelayanan kepada pasien untuk observasi. Pelayanan Rawat Darurat. 30. Pelayanan Penunjang Medik. Tindakan medik Non Operatif. adalah Pelayanan yang diberikan oleh unit rehabilitasi medik dalam bentuk pelayanan fisioterapi. adalah Pelayanan kesehatan tingkat lanjutan yang harus diberikan secepatnya untuk mencegah atau menguirangi resiko kematian atau cacat. terapi okupasional. pengobatan. 32. terapi wicara. adalah Pedoman dasar dalam pengaturan dan perhitungan besaran tarip retribusi pelayanan kesehatan. adalah sebagian atau seluruh biaya penyelenggaraan kegiatan pelayanan dan Sarana pelayanan Kesehatan Dasar. Tarif. rehabilitasi medik dan pelayanan kesehatan lainnya. Pola Tarip. adalah Pelayanan medik tanpa pembedahan. adalah Pelayanan kepada pasien untuk observasi. 28. bimbingan 6 . Tindakan Medik Operatif. ortotik/prostetik.masyarakat desa. 25. Pelayanan Rehabilitasi Medik dan Rehabilitasi mental. adalah Pelayanan untuk menunjang penegakan diagnosis dan terapi. 31. 29. Tarip Progresif. adalah Tarif yang dapat secara otomatis mengalami penyesuaian setiap masa tertentu sesuai perubahan nilai inflasi tahun berjalan. adalah tindakan pembedahan yang menggunakan pembiusan umum. rehabilitasi medik dan pelayanan kesehatan lainnya. yang dibebankan kepada masyarakat sebagai imbalan atau jasa pelayanan yang diterimanya. pembiusan lokal atau tanpa pembiusan. diagnosis. dengan menempati tempat tidur. Pelayanan Rawat Jalan. Pelayanan Rawat Inap. untuk memberikan pelayanan kesejahteraan ibu dan anak serta keluarga berencana. 23. 27. adalah Pelayan kepada Pasien yang dilaksanakan oleh tenaga medik. pengobatan. Pelayanan Medik. 22. 24. 26.

sosial medik dan jasa psikologi serta rehabilitasi lainnya. Tempat tidur adalah tempat tidur yang tercatat dan tersedia diruang rawat inap. Pelayanan Persampahan/Kebersihan adalah pelayanan persampahan/kebersihan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah. 38. psikologi dan konsultasi lainnya. Mobil Ambulan/Puskesmas Keliling. adalah imbalan yang diterima oleh pelaksana Pelayanan atas jasa yang diberikan kepada Pasien dalam rangka observasi. rehabilitasi medik dan atau pelayanan lainnya. Mobil jenazah. Pelayanan Penunjang Non Medik. Jasa Pelayanan. Pelayanan Konsultasi Khusus. 35. Penjamin. adalah Mobil Ambulan/ Puskesmas Keliling yang khusus disediakan dan digunakan untuk mengangkut paien. 43. adalah konsultasi yang dilakukan baik oleh pasien dengan tenaga medik maupun antar tenaga medis dari jenis spesialisasi yang berbeda atau konsultasi dari dokter jaga kepada tenaga medik dalam rangka penanganan suatu kasus penyakit tertentu ataupun perawatan pasien. adalah orang atau badan hukum sebagai penanggung biaya Pelayanan Kesehatan dari seseorang yang menjadi tanggungannya. adalah Pelayanan yang diberikan secara tidak langsung berkaitan dengan pelayanan medik. Akomodasi adalah penggunaan fasilitas rawat inap dengan atau tanpa makan. visite. adalah Pelayanan paripurna meliputi upaya penyembuhan dan pemulihan yang selaras dengan upaya pencegahan penyakit gigi dan mulut. 37. Pelayanan Medik dan mulut. Konsultasi Medik. 41. adalah Mobil yang khusus disediakan dan digunakan untuk mengangkut jenazah. 40. 34. 39. 36. 42. adalah Pelayanan yang diberikan dalam bentuk konsultasi gizi. 33. 7 .

44. Pemakai Persil, ialah Pemilik, Penghuni atau pemakai tempat dalam Pemerintah Daerah, baik untuk tempat tinggal, tempat usaha maupun bukan untuk tempat usaha; 45. Sampah, ialah setiap bentuk barang padat, cair atau gas yang dibuang karena dianggap tidak berguna lagi; 46. Bak Sampah, ialah tempat untuk menampung sampah yang disediakan oleh pemakai persil pada masingmasing persil; 47. Tempat Pembuangan Sementara, yang selanjutnya disebut TPS, ialah tempat penampungan sementara yang disediakan oleh Pemerintah Daerah pada tempattempat tertentu untuk menampung sampah buangan dari masyarakat; 48. Tempat Pembuangan Akhir, yang selanjutnya disebut TPA, ialah tempat yang disediakan oleh Pemerintah Daerah untuk menampung dan memusnahkan sampah; 49. Pengumpulan Sampah ialah kegiatan membawa atau memindahkan sampah dari bak sampah ke TPS atau TPA; 50. Jalan Umum, ialah setiap jalan dalam Pemerintah Daerah dalam bentuk apapun yang terbuka untuk lalu lintas umum; 51. Tempat Umum, ialah tempat-tempat yang meliputi taman-taman, halaman-halaman umum, lapanganlapangan yang disediakan oleh Pemerintah Daerah sebagai fasilitas umum.; 52. Saluran, ialah setiap galian tanah yang meliputi selokan, sungai, saluran terbuka (kanal), saluran tertutup berikut gorong-gorong tanggung tembok dan pintu airnya. 53. Saluran Umum, ialah saluran yang bukan sebagai saluran pematusan persil. 54. Bangunan, ialah setiap yang dibangun diatas persil meliputi rumah, gedung kantor dan bangunanbangunan lainnya. 55. Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan, ialah pungutan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah
8

kepada seluruh pemilik, penghuni atau pemakai persil atas jasa penyelenggaraan kebersihan didalam Pemerintah Daerah. 56. Persil adalah sebidang tanah dengan batas-batas tertentu yang diatasnya belum atau telah berdiri suatu bangunan dengan fungsi apapun juga; 57. Lokasi Pembuangan Sampah Sementara adalah tempat yang disediakan oleh Pemerintah Kota pada tiap-tiap Kelurahan untuk menampung sampah buangan dari masyarakat; 58. Lokasi Pembuangan Sampah Akhir yang selanjutnya dapat disingkat LPA adalah tempat yang disediakan oleh Pemerintah Kota untuk menampung dan memusnahkan sampah; 59. Rukun Tetangga dan Rukun warga yang selanjutnya dapat disingkat RT / RW adalah Rukun Tetangga / Rukun Warga dalam Kota KEPAHIANG; 60. Sampah adalah limbah yang berbentuk padat dan juga setengah padat yang terdiri dari bahan organik atau anorganik logam maupun bukan logam, yang dapat terbakar atau tidak; 61. Limbah adalah hasil sampingan dari proses produksi yang tidak digunakan yang dapat berbentuk benda padat, cair, gas, debu, suara, getaran, perusakan dan lain-lain yang dapat menimbulkan pencemaran bilamana tidak dikelolah dengan benar; 62. Tinja adalah kotoran manusia termasuk air seni yang dibuang ketempat pengolahan air buangan tanpa melalui roil; 63. Jalan Umum adalah jalan yang digunakan untuk lalu lintas umum; 64. Saluran adalah setiap galian tanah meliputi selokan sungai, saluran terbuka ( kanal ), saluran tertutup berikut gorong-gorong tanggung tembok dan pintu airnya. 65. Data Kependudukan adalah data perseorangan dan atau data agregat yang terstruktur senagai hasil dari kegiatan Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan sipil.
9

66. Petugas Registrasi adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas dan tanggung jawab memberikan pelayanan pelapor peristiwa kependudukan dan peristiwa penting serta pengelolaan dan penyajian data kependudukan di Desa/Kelurahan. 67. Unit Pelaksana Teknis Dinas Instansi Pelaksana yang selanjutunya UPTD Instansi Pelaksana adalah satuan kerja ditingkat kecamatan yang melaksanakan pelayanan Pencatatan Sipil dengan kewenangan menerbitkan akta. 68. Nomor Kartu Keluarga adalah nomor yang diberikan oleh Pemerintah setelah biodata kepala keluarga direkam dalam bank data kependudukan nasional menggunakan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan terdiri dari 16 digit. Didasarkan pada kombinasi variable kode wilayah, tanggal pencatatan dan nomor seri KK. 69. Kepercayaan terhadap Tuhan Yangt Maha Esa adalah pernyataan dan pelaksanaan hubungan pribadi dengan Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keyakinan yang diwujudkan dengan perilaku ketaqwaan dan peribadatan terhadap Tuhan Yang Maha Esa serta pengamalan budi luhur yang ajarannya bersumber dari kearifan lokal bangsa Indonesia. 70. Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, selanjutnya disebut Penghayatan Kepercayaan adalah setiap orang yang mengakui dan meyakini nilai-nilai penghayatan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 71. Surat Perkawinan Penghayat Kepercayaan adalah bukti terjadinya perlawinan Penghayat Kepercayaan yang dibuat, ditandatangani dan disahkan oleh Pemuka Penghayat Kepercayaan. 72. Data Pribadi adalah data perseorangan tertentu yang disimpan, dirawat, dan dijaga kebenarannya serta dilindungi kerahasiaanya. 73. Petugas Rahasia Khusus adalah Petugas Reserse dan Petugas Intelejen yang melakukan tugas khusus diluar domisilinya. 74. Data Center adalah tempat/ruang penyimpanan perangkat database pada Penyelenggara Pusat yang
10

menghimpun data kependudukan dan penyelenggara Kabupaten dan Instansi Pelaksana. 75. Hak Akses adalah hak yang diberikan oleh Menteri kepada petugas yang ada pada Penyelenggara dan Instansi pelaksana untuk mengakses database kependudukan sesuai dengan izin yang diberikan. 76. Pengguna Data Pribadi Penduduk adalah instansi pemerintah dan swasta yang membutuhkan informasi data sesuai dengan bidangnya. 77. Izin Tinggal Terbatas adalah izin tinggal yang diberikan kepada Orang Asing untuk tinggal diwilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam jangka waktu yang terbatas sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku. 78. Izin Tinggal tetap adalah izin tinggal yang diberikan kepada Orang Asing untuk tinggal menetap diwilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku. 79. Pendaftaran Penduduk adalah pencatatan biodata penduduk, pencatatan atas pelaporan Peristiwa Kependudukan dan pendataan Penduduk rentan Administrasi Kependudukan serta penerbitan Dokumen Kependudukan berupa kartu identitas atau surat keterangan kependudukan. 80. Penduduk Rentan Administrasi Kependudukan yang selanjutnya Penduduk Rentan Administrasi Kependudukan adalah penduduk yang mengalami hambatan dalam memperoleh dokumen penduduk yang disebabkan oleh bencana alam, kerusuhan sosial atau bertempat tinggal di daerah terbelakang. 81. Peristiwa Kependudukan adalah kejadian yang dialami Penduduk yang harus dilaporkan karena membawa akibat terhadap penerbitan atau perubahan Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk dan atau surat keterangan kependudukan lainnya yang meliputi pindah datang, perubahan alamat, tinggal sementara, serta status tinggal terbatas menjadi tinggal tetap. 82. Data Pribadi adalah data perseorangan tertentu yang disimpan, dirawat dan dijaga kebenarannya serta dilindungi kerahasiaanya.
11

Pengakuan Anak adalah pengakuan seorang ayah terhadap anaknya yang lahir di luar ikatan perkawinan yang sah atas persetujuan ibu kandung anak tersebut. Orang yang bertempat tinggal seorang diri. Pindah Datang Penduduk adalah perubahan lokasi tempat tinggal untuk menetap karena perpindahan dari tempat yang lama ke tempat yang baru. pada saat pencatatan perkawinan kedua orang tua anak tersebut. Orang yang bertempat tinggal dengan orang lain baik hubungan darah maupun tidak yang bertanggung jawab terhadap keluarga. Nomor Induk Kependudukan yang selanjutnya disingkat NIK adalah Nomor Identitas Penduduk yang bersifat unik atau khas. 84. Kepala kesantrian. kematian. rumah yatim piatu dan lain-lain dimana beberapa orang bertempat tinggal bersama-sama. 90. 86. Peristiwa Penting adalah kejadian yang dialami oleh seseorang meliputi kelahiran. Kartu Keluarga yang selanjutnya disingkat KK adalah Kartu Identitras Keluarga yang memuat data tentang nama. b. tunggal dan melekat pada seseorang yang terdaftar sebagai penduduk Indonesia. pengangkatan anak. perkawinan. perceraian. susunan dan hubunan dalam keluarga. Pencatatan Sipil adalah pencatatan Peristiwa penting yang dialami oleh seseorang meliputi pada registrasi Pencatatan Sipil oleh Instansi Pelaksana. perubahan nama dan perubahan status kewarganegaraan. Pengesahan Anak adalah pengesahan status seorang anak yang lahir diluar ikatan perkawinan yang sah. Kartu Tanda Penduduk yang selanjutnya disingkat KTP adalah identitas resmi Penduduk sebagai bukti diri yang diterbitkan oleh Instansi Pelaksana yang berlaku di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. pengesahan anak. 89. 12 . Kepala Keluarga : a. lahir mati. atau c. 88. asrama.83. serta identitas anggota keluarga. 85. 91. 87. pengakuan anak.

pembakaran/ pengabuan mayat. Buku Induk Penduduk Sementara yang selanjutnya disingkat BIPS adalah buku yang digunakan untuk mencatat keberadaan dan status yang dimiliki oleh seseorang yang dibuat untuk setiap keluarga dan diperbaharui setiap terjadi peristiwa penting dan peristiwa kependudukan bagi WNI Tinggal Sementara dan Orang Asing Tinggal tetap. 93. Pemakaman adalah serangkaian kegiatan yang meliputi kegiatan administrasi pemakaman. Buku Mutasi penduduk yang selanjutnya disingkat BMP adalah buku yang digunakan untuk mencatat perubahan setiap peristiwa penting dan peristiwa kependudukan yang menyangkut jumlah dan status anggota keluarga sesuai nomor urut KK di desa/kelurahan bagi WNI Tinggal Tetap dan Orang Asing Tinggal Tetap. Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat adalah pelayanan pemakaman dan pengabuan mayat yang meliputi pelayanan penguburan/pemakaman termasuk penggalian dan pengurukan. pengaturan 13 . 94. 97. Buku Induk Penduduk yang selanjutnya disingkat BIP adalah buku yang digunakan mencatat keberadaan dan status yang dimiliki oleh seseorang yang dibuat oleh setiap keluarga dan diperbaharui setiap terjadi peristiwa penting dan peristiwa kependudukan bagi penduduk WNI Tinggal Tetap dan Orang Asing Tinggal Tetap. 95. 98. kecamatan atau kabupaten berkaitan dengan pelayanan terhadap pelaporan peristiwa penting dan peristiwa kependudukan atau kepengurusan dokumen penduduk.92. dan sewa tempat pemakaman atau pembakaran/pengabuan mayat yang dimiliki atau dikelola Pemerintah Daerah. 96. Buku Harian Peristiwa Penting dan Peristiwa Kependudukan yang selanjutnya disingkat BHPPPK adalah buku yang dipakai untuk mencatat kegiatan harian di desa/kelurahan. Buku Mutasi Penduduk Sementara yang selanjutnya disingkat BMPS adalah buku yang digunakan untuk mencatat perubahan setiap peristiwa penting dan peristiwa kependudukan yang menyangkut jumlah dan status keluarga sesuai dengan nomor urut keluarga di desa/kelurahan bagi WNI Tinggal Sementara dan Orang Asing Tinggal Tetap.

Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum adalah penyediaan pelayanan parkir di tepi jalan umum yang ditentukan oleh Pemerintah Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 102. Pengabuan jenazah adalah pembakaran jenazah dan/atau kerangka jenazah. 108. Kendaraan. Pemulasaraan Jenazah adalah tempat disediakan di tempat pemakaman umum keperluan pemulasaraan jenazah. ialah setiap kendaraan bermotor maupun tidak bermotor baik tergolong kendaraan umum. 99. Rumah Duka adalah tempat penitipan jenazah sementara menunggu pelaksanaan pemakaman dan/atau pengabuan jenazah. Tempat Parkir. Penggunaan tanah makam adalah penggunaan tanah makam untuk keperluan pemakaman jenazah. milik atau yang dikelola oleh Pemerintah Daerah. 100. Jenazah adalah jasad orang yang telah meninggal dunia secara medis. ialah tempat yang ditentukan dan diijinkan oleh Kepala Daerah sebagai tempat parkir kendaraan. Parkir. pengkoordinasian dan pemberian bimbingan atau petunjuk serta pengawasan terhadap pelaksanaan pemakaman. 14 . 105. 101. 106. 103. 104. yang untuk 107. 110. Makam adalah tempat untuk menguburkan jenazah. Tempat penyimpanan abu jenazah adalah tempat yang dibangun dilingkungan krematorium dan dipergunakan untuk menyimpan abu jenazah setelah dilakukan pengabuan.lokasi makam. ialah menempatkan kendaraan pada tempat parkir. Krematorium adalah tempat pembakaran jenazah dan/atau kerangka jenazah. kendaraan dinas penmerintah maupun kendaraan lain yang digunakan untuk perseorangan. 109.

112. Pasar. 115. berupa pelataran. 114. Pasar Hewan. adalah Pasar Umum. dengan tempat usaha berupa kios. adalah suatu tempat yang disediakan atau dikuasai oleh Pemerintah Daerah yang bersifat terbuka seperti halaman. gang dan lain-lain di dalam lingkungan pasar atau pada tempat tertentu di luar kawasan pasar yang dipergunakan untuk memasarkan barang dagangan. serta halaman ikutannya yang dimiliki/dikelola dengan hak pemakaian pasar oleh pedagang kecil dan menengah dengan usaha skala kecil dan modal kecil dengan proses jual beli. adalah bangunan panjang tetap dalam lingkungan pasar yang berbentuk bangunan memanjang tanpa dilengkapi dinding yang dipergunakan untuk usaha berjualan. pasar tersebut dibangun dan dikelola oleh Pemerintah Daerah. 116. jalan. Pasar Daerah. 119. Tempat Parkir Umum. Pelayanan Pasar adalah penyediaan fasilitas pasar tradisional/sederhana. dan khusus disediakan untuk pedagang. ialah usaha untuk mendapatkan uang dengan menyediakan tempat untuk parkir serta menjaga atau mengawasi kendaraan yang diparkir. los dan tenda. 118. 117. Los. adalah tempat bertemunya pihak penjual dan pihak pembeli untuk melaksanakan transaksi. ialah pangkalan parkir yang diselenggarakan secara tetap dengan mempergunakan fasilitas umum yang disediakan oleh Pemerintah daerah. 15 . Pelataran. Usaha Parkir. Pasar Ikan yang dikuasai oleh Pemerintah Daerah. ialah Orang atau Badan yang menjalankan usaha parkir dengan ijin Kepala Daerah. adalah bangunan semi permanen di Pasar yang bertap dan dipisahkan satu dengan yang lainnya dengan dinding pemisah mulai dari lantai sampai dengan langit-langit yang dipergunakan untuk usaha berjualan. 113. Kios. kios yang dikelola Pemerintah Daerah.111. los. Pengusaha Parkir. dimana proses jual beli terbentuk melalui tawar menawar.

125. 124. yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah. 127.4. 128. Pasar Kelas II (dua). adalah perorangan atau Badan Usaha yang melakukan kegiatan perniagaan/perdagangan secara terus menerus dengan tujuan memperoleh laba. 122.00 (empat juta rupiah) setiap bulan. Padagang. adalah seseorang yang melakukan kegiatan perdagangan tetapi tidak memiliki tempat yang tetap yang memasarkan barang/jasa pada tempat-tempat seperti pelataran. sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. adalah Pasar yang mempunyai pendapatan rata-rata di bawah minimal Pasar Kelas I (satu) setiap bulan. adalah Pejabat atau Petugas dalam lingkungan Pemerintah Daerah yang ditunjuk atau ditugaskan oleh Kepala Daerah. 123. adalah klasifikasi Pasar mempunyai kreteria tertentu yang meliputi bangunan-bangunan. 16 . Pedagang tidak tetap. adalah Pasar yang mempunyai pendapatan rata-rata minimal Rp. baik didalam maupun diluar dan melayani tingkat wilayah. adalah kegiatan pasar yang dilakukan dalam penyelenggaraannya menjadi wewenang sepenuhnya oleh Pemerintah Daerah pada acara-acara tertentu. jalan. gang atau pelataran serta took/kios diluar kawasan pasar dengan memanfaatkan keramaian pasar yang dapat dinikmati oleh orang pribadi atau Badan dalam kegiatan perdagangan. Kelas Pasar. Pejabat atau Petugas Pasar Daerah. Pengujian Kendaraan Bermotor adalah pelayanan pengujian kendaraan bermotor.000. jalan. Pasar Insidental. 121. jumlah pedagang. Jasa Keramaian Pasar. termasuk kendaraan bermotor di air. gang dan lain-lain dalam lingkungan pasar yang dikelola oleh Pemerintah Daerah. Pasar Kelas I (satu). 126.120. adalah jasa yang diperoleh pedagang pada tempat seperti lapangan. luas areal pasar dan system arus barang dan orang.000.

17 . kereta tempelan. adalah kendaraan yang digerakkan oleh peralatan teknis yang berada pada kendaraan itu. 137. 132. Kendaraan umum. 134. adalah setiap kendaraan bermotor selain sepeda motor. 135. mobil penumpang dan mobil bus. kendaraan khusus dan kendaraan umum dalam rangka pemeriksaan terhadap penentuan teknis dan laik jalan yang dilakukan secara berkala. kereta tempelan. Mobil barang. 130. 133. mobil penumpang.129. Mobil bus. kereta gandengan. adalah suatu alat yang dipergunakan untuk mengangkut barang yang seluruh bebannya ditumpu oleh alat itu sendiri dan dirancang untuk ditarik oleh kendaraan bermotor. adalah suatu alat yang dipergunakan untuk mengangkut barang yang dirancang untuk ditarik dan sebagian bebannya ditumpu oleh kendaraan bermotor penariknya. adalah kendaraan bermotor yang dilengkapi sebanyak-banyaknya 8 (delapan) tempat duduk tidak termasuk tempat duduk pengemudi baik dengan maupun tanpa perlengkapan pengangkutan bagasi. 138. Kereta gandengan. Kereta tempelan. Jalan. adalah mobil bus. mobil barang. 131. Mobil penumpang. mobil barang. mobil penumpang. Kendaraan wajib uji. kendaraan khusus dan kendaraan umum. adalah setiap kendaraan bermotor yang disediakan untuk dipergunakan oleh umum dengan dipungut bayaran. adalah serangkaian kegiatan menguji dan/atau memeriksa bagian-bagian mobil bus. Pengujian kendaraan bermotor yang selanjutnya disebut wajib uji. 136. kereta gandengan. Kendaraan Bermotor. adalah jalan yang diperuntukkan bagi lalu lintas umum. adalah setiap kendaraan bermotor yang dilengkapi lebih 8 (delapan) tempat duduk tidak termasuk tempat duduk pengemudi baik dengan maupun tanpa perlengkapan pengangkutan bagasi.

nomor uji kendaraan dan masa berlaku. 145. pemuatan. 148. 147. adalah kendaraan bermotor selain daripada kendaraan bermotor untuk penumpang dan kendaraan bermotor untuk barang yang penggunaannya untuk keperluan khusus atau mengangkut barang-barang khusus. Numpang uji. ukuran. 146. 140. 141. adalah persyaratan tentang susunan peralatan perlengkapan. adalah tanda bukti lulus uji berkala berbentuk plat yang berisi data kode wilayah pengujian. Tanda samping. rancangan teknis kendaraan sesuai peruntukannya. Tanda uji. adalah persyaratan minimum kondisi suatu kendaraan yang harus dipenuhi agar terjaminnya keselamatan dan mencegah terjadinya pencemaran udara dan kebisingan lingkungan pada waktu dioperasikan dijalan. 142. adalah bengkel umum yang berfungsi untuk membetulkan memperbaiki dan merawat kendaraan bermotor agar tetap memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan. Persyaratan teknis. adalah tanda bukti lulus uji berkala yang ditetapkan pada samping kanan. Bengkel umum kendaraan bermotor. Taksi. Penguji. emisi gas buang penggunaan. adalah kendaraan umum dengan jenis mobil penumpang yang diberi tanda khusus dan dilengkapi dengan argo meter. Laik jalan. adalah Pegawai Negeri Sipil yang memiliki kualifikasi teknis tertentu dibidang pengujian kendaraan bermotor dan diangkat oleh Kepala Daerah. penggandengan dan penempelan kendaraan bermotor. 143. adalah tanda bukti lulus uji berkala bebentuk buku yang berisi data dan legitimasi hasil pengujian setiap kendaraan wajib uji.139. adalah pelaksanaan pengujian yang karena alasan operasional tertentu dilakukan oleh unit penyelenggara pelaksanaan uji diluar wilayah unit 18 . bentuk. Buku uji berkala. kiri badan kendaraan dan memuat sebagian data kendaraan yang tercantum dalam buku uji. 144. karoseri. Kendaraan khusus.

153. peta kecamatan. mobil tangki BBm atau gas. gunung. hose rial. sungai. mobil penumpang umum. sprinkler. 151. adalah suatu benda yang terbuat dari kertas atau sejenisnya yang memuat gambar mengenai suatu lokasi/wilayah dengan skala tertentu yang dapat memberikan informasi mengenai batas-batas wilayah dengan menunjukkan adanya jalan. adalah Tindakan Pemeriksaan dan atau Pengujian oleh Pemerintah Daerah untuk menjamin agar alat pemadam kebakaran selalu dalam keadaan dapat berfungsi dengan baik. adalah Pelayanan Pemeriksaan dan atau Pengujian Alat Pemadam Kebakaran. Alat Penanggulangan Kebakaran dan Alat Penyelamatan Jiwa oleh Pemerintah Daerah terhadap Alat-alat Pemadam kebakaran. hidran. Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran. Penggantian Biaya Cetak Peta adalah penyediaan peta yang dibuat oleh Pemerintah Daerah. Pemeriksaan atau Pengujiaan Alat Pemadam Kebakaran. pick up. Alat Pemadam Kebakaran. Peta. 152. 150. truk non gandeng dan truk gandeng yang digunakan untuk kegiatan ekonomi. Kendaraan Bermotor Angkutan Umum dan barang adalah bus umum. Alat Penanggulangan Kebakaran dan Alt Penyelamat Jiwa yang dimiliki dan/ atau dipergunakan oleh masyarakat. dan alat penyelamatan jiwa yang dimiliki dan/atau dipergunakan oleh masyarakat. Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran adalah pelayanan pemeriksaan dan/atau pengujian alat pemadam kebakaran. alat penanggulangan kebakaran. dan alat penyelamatan jiwa oleh Pemerintah Daerah terhadap alat-alat pemadam kebakaran. alat penanggulangan kebakaran. alat otomatis dan lainnya yang sejenis. 149. daratan.penyelenggara pelaksanaan uji dimana kendaraan tersebut berdomisili. peta Rencana Detail Tata Kawasan 19 . 154. taxi. adalah alat dan atau instalasi pencegahan dan pemadam kebakaran yang terdiri dari alat pemadam api ringan. 155. lautan. peta Rencana Tata Ruang Wilayah ( RTRW). termasuk peta kabupaten.

Surat Setoran Retribusi Daerah. yang selanjutnya disingkat SSRD. termasuk pemungut atau pemotong retribusi tertentu.( RTRKw). 156. yang selanjutnya disingkat SKRD. peta Rencana Detail Tata Ruang kota ( RDTRK ). 163. Wajib Retribusi adalah orang pribadi atau Badan yang menurut peraturan perundang-undangan retribusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi. 20 . Surat Ketetapan Retribusi Daerah Lebih Bayar. Surat Ketetapan Retribusi Daerah. peta Rencana Umum Tata Ruang Kota ( RUTRK ). yang selanjutnya disingkat SPdORD. Masa Retribusi adalah suatu jangka waktu tertentu yang merupakan batas waktu bagi Wajib Retribusi untuk memanfaatkan jasa umum dari Pemerintah Daerah. Pemeriksaan menghimpun adalah serangkaian kegiatan dan mengolah data. adalah surat untuk melakukan tagihan retribusi dan/atau sanksi administratif berupa bunga dan/atau denda. 162. Surat Tagihan Retribusi. 157. adalah bukti pembayaran atau penyetoran retribusi yang telah dilakukan dengan menggunakan formulir atau telah dilakukan dengan cara lain ke kas daerah melalui tempat pembayaran yang ditunjuk oleh Kepala Daerah. dan peta Rencana Teknik Ruang Kota ( RTRK ) atau site plan. 158. 159. yang selanjutnya disingkat STRD. Surat Pendaftaran Objek Retribusi Daerah. yang selanjutnya disingkat SKRDLB. 160. adalah surat yang dipergunakan Wajib Retribusi untuk melaporkan data Objek Retribusi dan Wajib Retribusi sebagai dasar perhitungan dan pembayaran Retribusi yang terhutang menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. adalah surat ketetapan retribusi yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran retribusi karena jumlah kredit retribusi lebih besar daripada retribusi yang terutang atau seharusnya tidak terutang. keterangan. 161. adalah surat ketetapan retribusi yang menentukan besarnya jumlah pokok retribusi yang terutang.

termasuk pemungutan atau pemotongan retribusi jasa umum. Pasal 3 (1) Subjek Retribusi Jasa Umum adalah orang pribadi atau badan yang menggunakan/menikmati pelayanan jasa umum yang bersangkutan. Retribusi Pelayanan Kesehatan. Penyidikan tindak pidana di bidang retribusi daerah adalah serangkaian tindakan yang dilakukan oleh Penyidik untuk mencara serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tindak pidana di bidang retribusi daerah yang terjadi serta menemukan tersangkanya. e. Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil. Retribusi Pelayanan Pasar. Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan. (2) Objek Retribusi Jasa Umum adalah pelayanan yang disediakan atau diberikan Pemerintah Daerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau Badan. SUBJEK DAN WAJIB RETRIBUSI DAERAH Pasal 2 (1) Retribusi yang dikenakan atas jasa umum digolongkan sebagai Retribusi Jasa Umum. 21 . BAB II NAMA. c.dan/atau bukti yang dilaksanakan secara objektif dan professional berdasarkan suatu standar pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban retribusi daerah dan/atau untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan retribusi daerah. b. 164. (2) Wajib retribusi jasa umum adalah orang pribadi atau badan yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan retribusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi. OBJEK. BAB III JENIS-JENIS RETRIBUSI JASA UMUM Bagian Kesatu Jenis Retribusi Jasa Umum Pasal 4 (1) Jenis Retribusi Jasa Umum terdiri atas: a. Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum. d.

Puskesmas Pembantu. puskesmas pembantu. dan pihak swasta. BUMD. Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor. puskesmas keliling. BUMN. pemakaian alat dan obat-obatan serta jangka waktu perawatan.dan Retribusi Penyedotan Kakus. i. Pasal 8 Prinsip penetapan tarif Retribusi Jasa Pelayanan Kesehatan adalah hasil perhitungan total biaya operasional Pelayanan Kesehatan yang diberikan (unit cost) oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Puskesmas (Sarana Pelayanan Kesehatan Dasar). (2) Objek Retribusi Pelayanan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah pelayanan kesehatan di puskesmas. Pasal 6 Subjek retribusi adalah orang pribadi atau Badan yang mendapatkan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puskesmas. 22 . Pasal 7 Cara Mengukur tingkat penggunaan jasa Pelayanan Kesehatan Puskesmas (sarana Pelayanan Kesehatan Dasar) dihitung berdasarkan jumlah dan jenis pelayanan/tindakan. Polindes dan Puskesmas Keliling. kecuali pelayanan pendaftaran. Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran. rumah sakit umum daerah. balai pengobatan. (3) Dikecualikan dari objek Retribusi pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Pemerintah. dengan memperhatikan kemampuan ekonomi masyarakat dan kebijakan subsidi silang.f. Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta. h. Bagian Kedua Retribusi Pelayanan Kesehatan Pasal 5 (1) Dengan nama Retribusi Pelayanan Kesehatan dipungut Retribusi atas Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puskesmas dan jaringannya. g. dan tempat pelayanan kesehatan lainnya yang sejenis yang dimiliki dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. Pasal 9 (1) Struktur dan besarnya tarif digolongkan berdasarkan jenis pelayanan.

Tindakan Medik dan Terapi. Pelayanan Obat-obatan. Pelayanan Penunjang Diagnostik. jasa pelayanan dan jasa medis yang diwujudkan dalam bentuk tarif pelayanan Rawat Jalan. e. g. (3) Setiap pasien yang memerlukan tindakan medik dan penunjang medik di Instalasi Rawat Darurat ( IRD ) dikenakan tariff maksimum sebesar 1. Pasal 11 (1) Setiap pasien yang mendapatkan Pelayanan kesehatan Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Puskesmas dikenakan tarif Retribusi Jasa Sarana. rehabilitasi medis dan jasa konsultasi antar spesialis. (4) Jasa konsultasi medis spesialis sesuai tarif dan atau melalui telepon / faksimili dikenakan 1/5 dari jasa konsultasi spesialis. h. j. Pasal 12 (1) Setiap Pasien Gawat Darurat. Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut. i. (2) Komponen retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) tidak termasuk obat-obatan. penunjang. d. (5) Tarif pelayanan gawat darurat sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) tidak termasuk obat-obatan. b. tindakan medis. (2) Setiap pasien yang dirawat di Instalasi Rawat Darurat ( IRD ) dikenakan tariff setara dengan tariff perawatan kelas III. Rawat Jalan. Pelayanan Ambulan/Puskesmas Keliling. 23 yang dikenakan tarif . Pesalinan. Pemeriksaan/Test Kesehatan. c. Pelayanan Keluarga Berencana. penunjang medik dari jasa konsultasi antar spesialis yang apabila ada dibayar terpisah oleh pasien. f. dikenakan tarif Retribusi sebesar maksimal 2 (dua) kali Retribusi Rawat Jalan. Rawat Inap. tindakan medik. tindakan medik gigi dan mulut.5 kali tarif tindakan.(2) Struktur besarnya tarif Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran I dan II Peraturan Daerah ini. Pasal 10 Pelayanan Kesehatan oleh Sarana Kesehatan Retribusi dikelompokkan ke dalam pelayanan: a.

c. Ruang isolasi.00 WIB minimal 6 jam diperhitungkan satu hari penuh dan apabila pasien pulang sebelum 24 . (2) Bagi pasien yang menurut pendapat dokter yang memeriksa menderita penyakit menular tertentu. b. d. Kelas perawatan. Hari pulangnya pasien sesudah jam 14. (3) Pasien berstatus miskin ditetapkan perawatannya dikelas III dan biaya perawatan dijamin oleh Pemerintah melalui Jamkesmas atau Jamkesda. (2) Peserta Asuransi Kesehatan yang dirawat inap dikelas yang melebihi hak yang ditetapkan. Hari masuknya pasien ke Puskesmas dihitung satu hari penuh. Rawat sehari ( one day care ). Pasal 16 (1) Bagi peserta Asuransi Kesehatan berhak memperoleh perawatan dikelas yang sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundangundangan. Pasal 17 Untuk perhitungan akhir semua biaya perawatan rawat inap di Puskesmas ditetapkan sebagai berikut : a. tempat perawatannya ditentukan secara khusus dengan Keputusan Kepala Puskesmas. sesuai dengan kemampuan keuangan dan sesuai dengan ruang yang tersedia di Puskesmas. Ruang intensif.Pasal 13 Setiap pasien yang mendapatkan pelayanan rawat inap di Puskesmas dikenakan tarif yang berbeda berdasarkan: a. Pasal 14 Kelas perawatan di Puskesmas ditetapkan sebagai berikut : a. Type B Pasal 15 (1) Setiap pasien atau keluarganya berhak mengajukan permintaan dikelas manapun pasien ingin dirawat. Type A b. maka kelebihan biayanya harus ditanggung oleh pasien yang bersangkutan. b.

(2) Tarif Rawat inap sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ). (4) Pasien dan keluarganya diperkenankan menyediakan makanan pasien sendiri. Jasa Medis ( visite ). (3) Tarif retribusi rawat inap di Puskesmas tidak termasuk biaya makan pasien. b. tidak termasuk obat. tindakan medik. c. (4) Jasa medis ( visite ) khusus yang dilakukan oleh residen / asisten. tarif ruang intensif terdiri dari : a. dengan pertimbangan dan pengawasan petugas Puskesmas. Pasal 19 (1) Komponen dan besaran tarif rawat sehari. penunjang medis. Bahan Medis Habis Pakai ( BMHP ). (3) Jasa medis ( visite ) pelaksana di dalam jam kerja adalah sesuai dengan jasa medis untuk satu jenis spesialisasi disetiap kelas pelayanan. tindakan medik. Jasa visite spesialis sama dengan tarif pada kelas ibu bayi. (5) Besaran tarif rawat gabung bagi bayi yang baru lahir di Puskesmas meliputi : a. Jasa sarana. c. Akomodasi sama dengan tarif pada kelas ibu bayi. tidak termasuk obat-obatan. Pasal 18 (1) Komponen dan besaran tarif rawat inap terdiri dari : a. d. (2) Tarif rawat sehari dan ruang intensif sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Jasa palayanan. Jasa sarana. b. jasa konsultasi antar spesialis yang apabila ada dibayar tersendiri oleh pasien. 25 .00 WIB dikenakan biaya sesuai pemakaian fasilitas dan pelayanan yang diterima. sesuai dengan kelas perawatan dan maksimal visite yang dibayar hanya 1 ( satu ) hari perhari. penunjang medik. Jasa pelayanan. Bahan Medis Habis Pakai ( BMHP ). b.obatan. d. Jasa medis ( visite ). dokter umum dan dokter gigi besarnya standar.jam 14.

(2) Tindakan medic dasar pelayanan gigi. e. b. pelayanan radio diagnostik. Pasal 22 (1) Pelayanan kesehatan gigi dan mulut terdiri dari pelayanan sederhana dan tidak disamakan dengan pelayanan rawat jalan biasa. (2) Tarif retribusi tindakan medik dan terapi terencana dan akut. f. dengan klasifikasi sederhana sampai sedang. dikenakan tariff retribusi sebesar 1. (2) Tarif retribusi yang dikenakan diperhitungkan berdasarkan jenis pelayanan yang diberikan. pemeriksaan haji. keperluan visum et repertum. (2) Pemeriksaan/test kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari pemeriksaan/test kesehatan untuk: a.Pasal 20 (1) Jenis tindakan medik dan terapi mengikuti tindakan medik terencana dan tidak terencana dengan klasifikasi sederhana dan sedang. d. 26 . pelayanan pemeriksaan laboratorium klinik. b. keperluan melanjutkan sekolah. keperluan pemeriksaan calon pengantin/mempelai. keperluan bekerja. Pasal 23 (1) Pelayanan penunjang diagnostic terdiri dari: a. Pasal 21 (1) Pelayanan persalinan terdiri dari persalinan biasa ( tanpa penyulit ) dan pesalinan abnormal ( dengan penyulit ). c. (2) Biaya penunjang diagnostik serta tindakan medik dan terapi dikenakan biaya tersendiri di luar tarif retribusi pelayanan persalinan. dikenakan tarif retibusi tindakan medik biasa ditambah 25% (dua puluh lima persen).5 (satu setengah) kali tariff retribusi pelayanan gigi biasa. keperluan kepegawaian. Pasal 24 (1) Puskesmas melakukan pelayanan pemeriksaan/test kesehatan.

menyediakan obat-obatan yang diadakan oleh (2) Pengguna obat-obatan yang disediakan oleh Pemerintah dikenakan biaya sebesar 50% (lima puluh persen) dari harga jual dasar yang ditetapkan oleh Pemerintah.100.000. honorarium supir dan pembantunya serta tenaga medis. kecuali kurang dari 5 (lima) kilometer sebesar Rp. untuk setiap kali pemakaian ambulance dalam Ibukota Kecamatan dikenakan tarif retribusi dengan ketentuan sebesar Rp. sedangkan selebihnya ditambah 50% (lima puluh persen) dari harga bahan bakar minyak tiap kilometer. (5) Jarak pemakai mobil ambulance (pusling) diperhitungkan dari tempat penyimpanannya sampai ke tujuan dan kembali ke tempat penyimpanan. Pasal 25 (1) Puskesmas dapat memanfaatkan keliling untuk pelayanan pasien.50.100. 27 . b. (3) Pengguna obat-obatan yang tidak disediakan oleh Pemerintah. Pasal 26 (1) Puskesmas Pemerintah. dengan ketentuan jumlah tariff keluar Ibukota Kecamatan serendah-rendahnya sama dengan tariff pemakaian dalam Ibukota Kecamatab sebagaimana dimaksud pada huruf a.(seratus ribu rupiah) sampai pada 5 (lima) kilometer pertama. (4) Tarif retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) sudah termasuk biaya oli. mobil ambulance/puskesmas (2) Setiap penggunaan mobil ambulance/puskesmas keliling harus ada izin/persetujuan tertulis dari Kepala Puskesmas atau petugas yang ditunjuk oleh Kepala Puskesmas.(3) Tata cara pemeriksaan / test kesehatan dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang berlaku.000.. (3) Untuk setiap kali pemakaian mobil ambulance/mobil jenazah dikenakan tarif retribusi dengan ketentuan sebagai berikut: a. Pasal 27 (1) Puskesmas menyelenggarakan Pelayanan Keluarga Berencana. dilakukan dengan resep yang harus dibeli sendiri oleh pasien. untuk pemakaian keluar Ibukota Kecamatan sebesar Rp.000.(lima puluh ribu rupiah).(seratus ribu rupiah). perbaikan kendaraan.

taman. pengangkutan sampah dari sumbernya dan/atau lokasi pembuangan sementara ke lokasi pembuangan/pembuangan akhir sampah.(2) Kecuali pelayanan yang ditanggung oleh Pemerintah atau penjamin pelayanan keluarga berencana dikenakan biaya tersendiri. sosial dan tempat umum lainnya. Biaya Pengumpulan Sampah. Bagian Ketiga Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan Pasal 28 (1) Atas pelayanan persampahan/kebersihan dipungut Retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan. golongan pelanggan dan lebar jalan serta jenis fisiltas persampahan/kebersihan Pasal 31 Prinsip dan sasaran dalam penetapan struktur dan besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan didasarkan pada tujuan untuk mengganti: a. (2) Obyek Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah pelayanan persampahan/kebersihan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah. Pasal 29 Subjek retribusi adalah orang pribadi atau Badan yang mendapatkan pelayanan persampahan/kebersihan yang di wajibkan membayar retribusi persampahan/kebersihan. b. (3) Dikecualikan dari objek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah pelayanan kebersihan jalan umum. (3) Biaya pelayanan keluarga berencana diperhitungkan menurut harga alat kontrasepsi dan jasa pelayanan. 28 . tempat ibadah. penyediaan lokasi pembuangan/pemusnahan akhir sampah. Pasal 30 Cara Mengukur tingkat penggunaan jasa dihitung berdasarkan volume. dan c. pengambilan/pengumpulan sampah dari sumbernya ke lokasi pembuangan sementara. meliputi: a. jenis sampah.

kartu identitas kerja. c. f. dan akta kematian. (2) Objek Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah pelayanan : kartu tanda penduduk. Biaya Penyediaan Fasilitas Persampahan/Kebersihan. Bagian Keempat Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk Dan Akta Catatan Sipil Pasal 36 (1) Dengan nama Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil dipungut Retribusi atas Pelayanan Penyelenggaraan Administrasi. e. kartu Keluarga akta catatan sipil yang meliputi akta perkawinan. kartu keterangan bertempat tinggal. Pasal 34 Retribusi yang terutang persampahan/. akta perceraian. Struktur dan besarnya tarif Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dalam Lampiran III Peraturan Daerah ini. akta pengesahan dan pengakuan anak. Biaya Pengangkutan Sampah. Biaya Pemusnahan/Pengolahan Sampah. dipungut Pasal 35 Masa retribusi adalah jangka waktu yang lamanya 1 (Satu) Bulan kalender. Biaya Penyediaan Lokasi Tempat Pembuangan. Pasal 32 (1) (2) Struktur dan besarnya tarif digolongkan berdasarkan jenis pelayanan. d. Pasal 33 Retribusi yang terutang dipungut diwilayah daerah pelayanan kesehatan. c.b. d. b. e. Pasal 37 29 diwilayah daerah pelayanan a. Biaya Administrasi yang mendukung penyediaan jasa.kebersihan. . akta ganti nama bagi warga negara asing.

Pasal 41 Retribusi yang terutang dipungut ditempat pelayanan penyelenggaraan Administrasi Kependudukan. 30 . Pasal 40 (1) Struktur dan besarnya tarif digolongkan berdasarkan jenis pelayanan. (2) Struktur dan besarnya tarif retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran IV Peraturan Daerah ini. Pengelolaan Sistem Infofmasi Administrasi Kependudukan.Subyek Retribusi adalah orang pribadi yang memperoleh Pelayanan di Bidang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan. Pasal 38 Cara mengukut Tingkat Penggunaan Jasa diukur berdasarkan jumlah kegiatan penataan dan penertiban dalam penerbitan Dokumen dan Data Kependudukan mulai Pendaftaran Penduduk. Pasal 42 Masa retribusi adalah jangka waktu tertentu yang merupakan batas waktu bagi wajib retribusi untuk memanfaatkan pelayanan penyelenggaraan adminitrasi kependudukan atau dutetapkan lain oleh Kepala Daerah Bagian Kelima Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum Pasal 43 (1) Dengan nama Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum dipungut Retribusi atas Penyediaan Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum. (2) Objek Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah pelayanan parkir di tepi jalan umum oleh Pemerintah Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. pencatatan sipil. Pasal 39 Prisip dan sasaran dalam penetapan struktur dan besarnya tarif retribusi adalah untuk mengganti biaya cetak penerbitan dokumen dan data kependudukan melalui pendaftaran penduduk. Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan. Pencatatan Sipil.

Pasal 45 Cara mengukur tingkat penggunaan dihitung berdasarkan setiap kali penggunaan tempat parkir dan jenis kendaraan. Bagian Keenam Retribusi Pelayanan Pasar Pasal 50 31 . pembinaan dan pengawasan. biaya administrasi. Pasal 49 Masa retribusi adalah jangka waktu tertentu yang merupakan batas waktu bagi wajib retribusi untuk memanfaatkan pelayanan parkir di tepi jalan umum atau ditetapkan lain oleh Kepala Daerah. Pasal 48 Retribusi yang terutang diwilayah daerah tempat pelayanan parkir di tepi jalan umum. (2) Biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi biaya pemeliharaan tempat parkir. Pasal 47 (1) (2) Struktur tarif Retribusi digolongkan atas jasa pelayanan parkir.Pasal 44 Subjek Retribusi adalah orang pribadi atau Badan yang memanfaatkan tempat parkir. Struktur dan besarnya tarif Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran V Peraturan Daerah ini. Pasal 46 (1) Prinsip dan sasaran dalam penetapan struktur dan besarnya tarif Retribusi didasarkan pada tujuan untuk menutup biaya pengelolaan tempat pelayanan parkir.

dan pihak swasta. (2) Pengklasifikasian pasar yang dimaksud pada Ayat (1) adalah pasar kelas satu dan kelas dua. biaya perawatan.(1) Dengan nama Retribusi Pelayanan Pasar dipungut Retribusi sebagai pembayaran atas Penyediaan Fasilitas Pasar yang dikelola Pemerintah Daerah. berupa pelataran los. biaya pembinaan. (2) Objek Retribusi Pelayanan Pasar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah penyediaan fasilitas pasar tradisional/sederhana. biaya kebersihan. halaman. BUMD. kambing dan domba dipungut retribusi harian. luas tempat usaha. (3) Dikecualikan dari objek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah pelayanan fasilitas pasar yang dikelola oleh BUMN. los. (3) Besarnya fasilitas yang dimaksud pada ayat (2) adalah luas lokasi. waktu dan cirri fisik yang terdiri dari kios. satuan. jenis usaha. Pasal 52 (1) Cara mengukur Tingkat penggunaan jasa dihitung berdasarkan tingkat pelayanan yang diberikan terhadap penyediaan fasilitas pasar sesuai klasifikasi pasar dan masa Retribusi. (2) Termasuk didasarkan atas besarnya fasilitas yang digunakan pada jenis pelayanan. (5) Atas jasa penyediaan fasilitas di Pasar sebagaimana dimaksud pada ayat (3) maka pedagang ternak seperti sapi. dan klasifikasi tempat usaha serta waktu. dan khusus disediakan untuk pedagang. (4) Atas pelayanan dan jasa-jasa dimaksud dipungut biaya-biaya dan ditetapkan harga dasarnya. Pasal 53 (1) Prinsip penetapan tarif Retribusi Pelayanan Pasar adalah biaya administrasi. 32 . Pasal 51 Subyek retribusi adalah orang pribadi atau badan yang memanfaatkan pelayanan penyediaan fasilitas pasar. (3) Khusus pasar hewan diukur dengan jumlah dan jenis hewan yang diperdagangkan. kios yang dikelola Pemerintah Daerah. kerbau. pemakaian listrik dan pemakaian air.

Pasal 58 Masa retribusi adalah jangka waktu tertentu yang merupakan batas waktu bagi wajib retribusi untuk memanfaatkan pelayanan pasar atau ditetapkan lain oleh Kepala Daerah. Sebagai bukti telah membayar Retribusi. klasifikasi pasar. fasilitas yang tersedia. Karcis sebagaimana dimaksud pada Ayat (2) ini berlaku pada hari dibayarnya Retribusi sampai dengan tutupnya pasar.(4) Jenis pelayanan yang dimaksud pada ayat (2) adalah izin pemakaian baru. Tata cara pengajuan izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan peraturan Kepala Daerah. Pasal 55 (1) (2) Struktur dan besarnya tarif digolongkan berdasarkan jenis pelayanan. Pasal 57 Retribusi yang terutang dipungut diwilayah daerah tempat pelayanan pasar. luas dan jangka waktu pemakaian. (5) Jenis pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) berlaku selama 3 (tiga) tahun. kepada yang bersangkutan diberikan karcis atau tanda bukti pembayaran. Bagian Ketujuh Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor Pasal 59 33 . Pasal 56 (1) (2) (3) Retribusi Pelayanan Pasar harus dibayar lunas oleh orang pribadi atau Badan atas pemakaian tempat dalam pasar atau daerah pasar. Jasa. Pasal 54 (1) (2) Untuk menempati fasilitas sebagaimana dimaksud pada pasal 52 ayat (2) harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari Kepala Daerah. perpanjangan dan balik nama. Struktur dasar besarnya tarif retribusi sebagiamana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran VI Peraturan Daerah ini.

pembuatan dan pemasangan tanda samping. Pasal 65 Masa retribusi adalah jangka waktu yang lamanya 6 (enam) bulan. (2) Objek Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah pelayanan pengujian kendaraan bermotor. Pasal 60 Subjek Retribusi adalah orang pribadi atau Badan yang memanfaatkan / menggunakan /menikmati jasa pelayanan pengujian kendaraan bermotor. (2) Besarnya tarif Retribusi tercantum dalam Lampiran VII Peraturan Daerah ini. sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah. Pasal 66 34 . Pasal 62 (1) Prinsip dan sasaran dalam penetapan struktur dan besarnya tarif didasarkan pada tujuan untuk menutup sebagian atau sama dengan biaya penyelenggaraan pengujian kendaraan bermotor. pencetakan buku uji. pengelolaan nomor uji. (2) Biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1). meliputi biaya administrasi. Pasal 64 Retribusi terutang dipungut diwilayah daeah tempat pengujian kendaraan bermotor dilaksanakan.(1) Dengan nama Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor dipungut Retribusi sebagai pembayaran atas Pelayanan Pengujian Kendaraan bermotor. Pasal 63 (1) Struktur tarif Retribusi digolongkan berdasarkan jenis kendaraan bermotor. segel serta biaya pembinaan. kawat. biaya baut. Pasal 61 Cara mengukur tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jenis kendaraan bermotor yang diuji.

Pemeriksaan alat pemadam kebakaran pada gedung/bangunan 2. maupaun kelengkapan alat pencegah dam pemadam kebakaran. Bagian Kedelapan Retribusi Pemeriksaan alat Pemadam Kebakaran Pasal 67 (1) Objek retribusi pemeriksaan alat pemadam kebakaran adalah pelayanan pemeriksaaan dan/atau pengujian alat pemadam kebakaran.Saat retribusi terutang adalah pada saat diterbitkan buku uji berkala. plumber. (2) Pasal 69 Cara mengukur tingkat penggunaan jasa retribusi Pemeriksaan alat Pemadam Kebakaran ditentukan berdasarkan pada frekwensi dan jumlah alat pemadam kebakaran yang diperiksa atau diuji. label. stiker. 1. Pasal 68 Subyek Retribusi Pemeriksaan alat pemadam kebakaran adalah setiap orang pribadi atau badan yang memperoleh pelayanan pemeriksaan dan/atau pengujian alat pemadam kebakaran dan/atau pelayanan lain sebagimana dimaksud dalam pasal 66. Pemasangan label dan plumbir pada alat pemadam api ringan (APAR) 3. segel. Pemasanagan stiker dan pemberian sertifikat bagi bangunan yang telah memenuhi persyaratan kalsifikasi. 35 . Pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) meliputi : a. Pelayanan pemakaian mobil pompa. dan alat penyelamatan jiwa oleh pemerintah daerah terhadap alat-alat pemadam kebakaran. sertifikat. biaya operasional dan pemeliharaan. alat penanggulangan kebakaran. Pemeriksaaan penyimpanan barang-barang berbahaya 4. alat penanggulangan kebakaran. dan alat penyelamatan jiwa yang dimiliki dan/atau dipergunakan masyarakat. Pasal 70 Prinsip dan sasaran dalam penetapan struktur dan besarnya tarif retribusi didasarkan pada tujuan untuk menutup sebagian biaya penyediaan peralatan. b. Pemeriksaan dan/atau pengujian alat pemadam kebakaran.

Pasal 73 Masa retribusi adalah jangka waktu tertentu yang merupakan batas waktu bagi wajib retribusi untuk menerima pelayana pemeriksaan alat pemadam kebakaran atau ditetapkan lain oleh Kepala Daerah. Peta RDTRK. g. e. Peta RTRK. f. Pasal 72 Retribusi yang terutang dipungut pemeriksaan alat pemadam kebakaran.Pasal 71 (1) (2) Struktur dan besarnya tarif digolongkan berdasarkan jenis pelayanan. Peta Kecamatan. Pasal 76 Cara Mengukur Tingkat penggunaan jasa dihitung berdasarkan jumlah peta yang dicetak. adalah pelayanan pencetakan peta oleh Pemerintah Daerah yang meliputi. Peta RDTRKw. Pasal 77 diwilayah daerah pelayanan 36 . a. Struktur dan besarnya tarif Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran VIII Peraturan Daerah ini. Peta RUTRK. (2) Obyek retribusi. Peta RTRW. d. Bagian Kesembilan Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta Pasal 74 (1) Dengan nama Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta dipungut Retribusi sebagai pembayaran atas percetakan peta. b. Pasal 75 Subyek Retribusi adalah orang pribadi atau badan yang mendapatkan pelayanan pencetakan peta. c. Peta Kabupaten.

Dikecualikan dari obyek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah pelayanan penyediaan dan/atau penyedotan Kakus yang diselenggarakan oleh BUMN. Pasal 78 (1) (2) Struktur tarif digolongkan berdasarkan ukuran peta. (2) Biaya cetak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah biaya cetak persatuan yang dibayarkan oleh Pemerintah Daerah kepada percetakan. BUMD. Bagian Kesepuluh Retribusi penyediaan dan/atau penyedotan Kakus Pasal 81 (1) Dengan nama Retribusi penyediaan dan/atau penyedotan Kakus dipungut Retribusi sebagai pembayaran atas pelayanan penyelenggaraan penyediaan dan/atau penyedotan Kakus. dan pihak swasta lainnya Pasal 82 Subjek Retribusi adalah Orang pribadi/badan yang memanfaatkan pelayanan penyediaan dan/atau penyedotan kakus. Pasal 79 Retribusi terhutang dipungut di wilayah Daerah tempat pelayanan penggantian biaya cetak peta.(1) Prinsip dan sasaran dalam penetapan struktur dan besarnya tarif retribusi adalah untuk mengganti biaya cetak peta. Pasal 80 Masa retribusi adalah jangka waktu tertentu yang merupakan batas waktu bagi wajib retribusi untuk memanfaatkan pelayanan atau ditetapkan lain oleh Kepala Daerah. Pasal 83 37 (2) (3) . Obyek Retribusi Pelayanan penyediaan dan/atau penyedotan Kakus sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah pelayanan penyelenggaraan penyediaan dan/atau penyedotan Kakus oleh Pemerintah Daerah. Struktur dan besarnya tarif Retribusi tercantum dalam Lampiran IX Peraturan Daerah ini.

BAB V PENDAFTARAN DAN PENETAPAN RETRIBUSI JASA UMUM Pasal 89 (1) Wajib Retribusi wajib mengisi SPdORD. Pasal 84 Prinsip dan sasaran perhitungan besarnya tarif didasarkan pada tujuan untuk menutup biaya administrasi. benar dan lengkap serta ditandatangani oleh Wajib Retribusi atau kuasanya. Pasal 87 Masa Retribusi adalah jangka waktu tertentu yang merupakan batas waktu bagi wajib retribusi untuk memanfaatkan pelayanan penyediaan dan/atau penyedotan Kakus atau ditetapkan lain oleh Kepala Daerah. Pasal 85 Besaran tarif Retribusi adalah sesuai dengan tarif yang tercantum dalam lampiran X perarturan daerah ini Pasal 86 Retribusi yang terutang dipungut di wilayah Daerah tempat pelaksanaan pelayanan penyediaan dan/atau penyedotan Kakus.Cara Mengukur tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan volume tinja yang disedot. Operasional lainnya. (2) SPdORD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus diisi dengan jelas. pengadaan suku cadang. perlengkapan dan biay. (3) Pentetapkan terif retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dengan Peraturan Kepala Daerah. dan letak lokasi wilayah pelayanan penyedotan kakus.dan 38 . BAB IV PERNINJAUAN TARIF RETRIBUSI Pasal 88 (1) Tarif retribusi ditinjau kembali paling lama 3 (tiga) tahun sekali. (2) Peninjauan tarif retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan memperhatikan indeks harga dan perkembangan perekonomian.

39 . (2) Setiap Wajib Retribusi wajib membayar Rertibusi yang terutang berdasarkan surat ketetapan retribusi atau dibayar sendiri oleh Wajib Retribusi berdasarkan Peraturan Daerah ini. (2) Apabila berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan data baru dan atau data yang semula belum terungkap yang menyebabkan penambahan jumlah Retribusi terutama bertambah. Pasal 90 (1) Berdasarkan SPdORD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102 ayat (1) ditetapkan Retribusi dengan menerbitkan SKRD. BAB VI TATA CARA PEMUNGUTAN RETRIBUSI JASA UMUM Bagian Kesatu Tata Cara Pemungutan Pasal 91 (1) Pemungutan Retribusi Jasa Umum dilarang diborongkan. maka dikeluarkan SKRDKBT. maka hasil penerimaan Retribusi Jasa Umum harus disetor ke Kas Daerah selambat-lambatnya 1 x 24 jam atau dalam waktu yang telah ditentukan oleh Kepala Daerah. isi dan/atau cara penerbitan dan penyampaian SKRD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan SKRDKBT sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan lebih lanjut oleh Kepala Daerah. (2) Dalam hal pembayaran dilakukan di tempat lain yang ditunjuk. (4) Dokumen lain yang dipersamakan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) berupa karcis. dan kartu langganan. (3) Bentuk. Pasal 92 (1) Pembayaran Retribusi Jasa Umum dilakukan di lembaga atau instansi yang memiliki kewenangan ditunjuk sesuai waktu yang ditentukan dengan menggunakan SKRD. kupon.(3) Bentuk. isi dan tata cara pengisian dan penyampaian SPdORD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Kepala Daerah. (3) Wajib Retribusi yang memenuhi kewajibannya berdasarkan penetapan Kepala Daerah dibayar dengan menggunakan SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan.

Keringanan dan Pembebasan Retribusi Pasal 96 Kepala Daerah dapat memberikan pengurangan. Retribusi Jasa Umum harus dilakukan secara (2) Kepala Daerah atau Pejabat yang ditunjuk dapat memberi kemudahan kepada Wajib Retribusi untuk mengangsur retribusi terhutang atau menunda pembayaran retribusi dalam jangka waktu tertentu dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Bagian Ketiga Tata Cara Pengurangan. Pasal 93 (1) Pembayaran tunai/lunas. (3) Bentuk. Pasal 94 (1) Setiap pembayaran Retribusi Jasa Umum diberikan tanda bukti pembayaran. (2) Dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari setelah surat teguran/peringatan Wajib Retribusi harus melunasi retribusi terhutang. Bagian Kedua Tata Cara Penagihan Pasal 95 (1) Penagihan Retribusi terhutang dilakukan segera setelah 7 (tujuh) hari sejak jatuh tempo pembayaran retribusi dengan mengeluarkan surat teguran/peringatan. keringanan dan pembebasan Retribusi. isi buku dan tanda bukti pembayaran ditetapkan dengan Peraturan Kepala Daerah. Bagian Keempat 40 . (2) Setiap pembayaran dicatat dalam buku penerimaan. dan (3) Surat teguran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikeluarkan oleh pejabat yang ditunjuk.(3) Pembayaran sebagaimaa dimakud pada ayat (1) dan Ayat (2) harus disetor secara bruto ke Kas Daerah.

penghapusan dan/atau pengurangan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (3) Wajib Retribusi dapat mengajukan permohonan pengurangan dan/atau pembatalan ketetapan retribusi yang tidak benar. (4) Permohonan pembetulan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). harus disampaikan secara tertulis oleh Wajib Retribusi kepada Kepala Daerah atau Pejabat yang ditunjuk paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal diterima SKRD dengan memberikan alasan yang jelas dan menyakinkan untuk mendukung permohonannya. (6) Apabila setelah lewat 14 (empat belas) hari sebagaimana dimaksud pada ayat (5). pengurangan dan/atau penghapusan sanksi administratif berupa bunga dan kenaikan retribusi yang terhutang dalam sanksi tersebut yang disebabkan bukan dari Kesalahan Wajib Retribusi. (5) Keputusan atas permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) yang dikeluarkan oleh Kepala Daerah atau Pejabat yang ditunjuk paling lama 14 (empat belas) hari sejak permohonan diterima. Pengurangan Ketetapan Penghapusan atau Pengurangan Sanksi Administratif dan Pembatalan Pasal 97 (1) Wajib Retribusi dapat mengajukan permohonan pembetulan SKRD dan STRD dalam penerbitannya terdapat kesalahan tulis. Bagian Keenam 41 . ketetapan. pengurangan.Tata Cara Pembetulan. kesalahan hitung dan/atau kekeliruan dalam penerapan peraturan perundangundangan retribusi Daerah. Bagian Kelima Pemanfaatan Pasal 98 Pemanfaatan dari penerimaan masing-masing jenis retribusi diutamakan untuk mendanai kegiatan yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan layanan yang bersangkutan. dan/atau pembatalan sebagaimana dimaksud pada ayat (3). penghapusan dan/atau pengurangan sanksi administratif dan/atau pembatalan dianggap dikabulkan. (2) Wajib Retribusi dapat mengajukan permohonan. Kepala Daerah atau Pejabat yang ditunjuk tidak memberikan keputusan maka permohonan pembetulan.

(2) keberatan diajukan secara tertulis dengan disertai alasan – alasan yang jelas. kelebihan pembayaran retribusi dikembalikan dengan ditambah imbalan bunga sebesar 2 % (dua persen) sebulan untuk paling lama 12 (dua belas) bulan. Pasal 101 (1) Jika pengajuan keberatan dikabulkan sebagian atau seluruhnya. menolak. bahwa keberatan yang diajukan harus diberikan keputusan oleh Kepala Daerah. (3) Keputusan Kepala Daerah atas keberatan dapat berupa menerima seluruhnya atau sebagian. diluar kekuasaannya sebagaimana dimaksud pada ayat (3) adalah suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak atau kekuasaan wajib retribusi (5) Pengajuan keberatan tidak menunda kewajiban membayar retribusi dan pelaksanaan penagihan retribusi. kecuali jika Wajib Retribusi tertentu dapat menunjukkan bahwa dalam jangka waktu itu tidak dapat dipenuhi karena keadaan diuar kekuasaanya. (4) Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) telah lewat dan Kepala Daerah tidak memberi suatu keputusan. atau menambah besarnya retribusi yang terhutang. (3) Keberatan harus diajukan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan sejak tanggal SKRD diterbitkan. (4) Keadaa. 42 . keberatan yang diajukan tersebut dianggap dikabulkan. Pasal 100 (1) Kepala Daerah dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan sejak tanggal surat keberatan diterima harus member Keputusan atas keberatan yang diajukan dengan menerbitkan surat keputusan keberatan.Tata Cara Penyelesaian Keberatan Pasal 99 (1) Wajib Retribusi tertentu dapat mengajukan keberatan hanya kepada Kepala Daerah atau Pejabat yang ditunjuk atas SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan. (2) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah untuk memberikan kepastian hukum bagi wajib retribusi.

BAB VII 43 . Pasal 104 (1) Pengembalian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 116 dilakukan dengan menerbitkan surat perintah membayar kelebihan retribusi. (3) Pengembalian kelebihan pembayaran retribusi dilakukan setelah lewat waktu 2 (dua) bulan sejak diterbitkan SKRDLB. (2) Atas dasar permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) atas kelebihan pembayaran retribusi dapat langsung diperhitungkan terlebih dahulu dengan hutang retribusi atau sanksi administratif berupa bunga oleh Kepala Daerah dan/atau Pejabat yang ditunjuk. (2) Perhitungan pengembalian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diterbitkan bukti pemindahan buku yang berlaku sebagai bukti pembayaran.(2) Imbalan bunga sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dihitung sejak bulan pelunasan sampai dengan diterbitkannya SKRDLB. Kepala Daerah dan/atau Pejabat yang ditunjuk memberi imbalan bunga 2% (dua persen) sebulan atas keterlambatan pembayaran kelebihan pembayaran retribusi. Bagian Ketujuh Tata Cara Perhitungan Pengembalian Kelebihan Pembayaran Retribusi Pasal 102 (1) Wajib Retribusi harus mengajukan permohonan secara tertulis kepada Kepala Daerah untuk perhitungan pengembalian retribusi. (3) Atas permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) yang berhak atas kelebihan pembayaran tersebut dapat diperhitungkan dengan pembayaran retribusi selanjutnya. (2) Kelebihan pembayaran retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikembalikan kepada Wajib Retribusi paling lambat 2 (dua) bulan sejak diterbitkan SKRDLB. Pasal 103 (1) Dalam hal kelebihan pembayaran retribusi yang masih tersisa setelah dilakukan perhitungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 Peraturan Daerah ini diterbitkan SKRDLB paling lambat 2 (dua) bulan sejak diterima permohonan pengembalian kelebihan pembayaran retribusi.

(3) Dalam hal diterbitkan Surat Teguran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a. (3) Tata cara penghapusan piutang Retribusi yang sudah kedaluwarsa diatur dengan Peraturan Kepala Daerah. (2) Kedaluwarsa penagihan Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tertangguh jika: a. (5) Pengakuan utang Retribusi secara tidak langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b dapat diketahui dari pengajuan permohonan angsuran atau penundaan pembayaran dan permohonan keberatan oleh Wajib Retribusi. atau b. (4) Pengakuan utang Retribusi secara langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b adalah Wajib Retribusi dengan kesadarannya menyatakan masih mempunyai utang Retribusi dan belum melunasinya kepada Pemerintah Daerah. kedaluwarsa penagihan dihitung sejak tanggal diterimanya Surat Teguran tersebut.KEDALUARSA PENAGIHAN Pasal 105 (1) Hak untuk melakukan penagihan Retribusi menjadi kedaluwarsa setelah melampaui waktu 3 (tiga) tahun terhitung sejak saat terutangnya Retribusi. Pasal 106 (1) Piutang Retribusi yang tidak mungkin ditagih lagi karena hak untuk melakukan penagihan sudah kedaluwarsa dapat dihapuskan. kecuali jika Wajib Retribusi melakukan tindak pidana di bidang Retribusi. ada pengakuan utang Retribusi dari Wajib Retribusi. diterbitkan Surat Teguran. (2) Kepala Daerah menetapkan Keputusan Penghapusan Piutang Retribusi Kabupaten yang sudah kedaluwarsa sebagaimana dimaksud pada ayat (1). BAB VIII PEMERIKSAAN Pasal 107 44 . baik langsung maupun tidak langsung.

dikenakan sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) setiap bulan dari Retribusi yang terutang atau kurang dibayar dan ditagih dengan menggunakan STRD. memberikan kesempatan untuk memasuki tempat atau ruangan yang dianggap perlu dan memberikan bantuan guna kelancaran pemeriksaan. (3) Tata cara pemberian dan pemanfaatan insentif sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) dilakukan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2010. dan/atau c.(1) Kepala Daerah berwenang melakukan pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban Retribusi dalam rangka melaksanankan peraturan perundang-undangan Retribusi Daerah. memberikan keterangan yang diperlukan. dokumen yang menjadi dasarnya dan dokumen lain yang berhubungan dengan objek Retribusi yang terutang. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemeriksaan Retribusi diatur dengan Peraturan Kepala Daerah. BAB IX SANKSI ADMINISTRATIF Pasal 108 Dalam hal Wajib Retribusi tidak membayar tepat pada waktunya atau kurang membayar. b. (2) Pemberian insentif sebagaiman dimaksud pada ayat 1 (satu) ditetapkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. (2) Wajib Retribusi yang diperiksa wajib: a. BAB X INSENTIF PEMUNGUTAN Pasal 109 (1) Instansi yang melaksanakan pemungutan Retribusi dapat diberi insentif atas dasar pencapaian kinerja tertentu. BAB XI KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 110 45 . memperlihatkan dan/atau meminjamkan buku atau catatan.

menerima. mengumpulkan. persayaratan dan penyelenggaran serta playanan yang berkaitan dengan retribusi jasa umum akan diatur lebih lanjut dengan Keputusan Kepala Daerah. j. prosedur. mencari. dan/atau k. menyuruh berhenti dan/atau melarang seseorang meninggalkan ruangan atau tempat pada saat pemeriksaan sedang berlangsung dan memeriksa identitas orang dan/atau dokumen yang dibawa sebagaimana yang dimaksud pada huruf c. BAB XII PENYIDIKAN Pasal 111 (1) Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di lingkungan Pemerintah Daerah diberi wewenang khusus sebagai Penyidik untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang Retribusi Daerah. (3) Wewenang Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah: a. dan dokumen lain. memeriksa buku. dan mengumpulkan keterangan mengenai orang pribadi atau Badan tentang kebenaran perbuatan yang dilakukan sehubungan dengan tindak pidana Retribusi Daerah. mencari. f. sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Hukum Acara Pidana yang berlaku. tata cara. meneliti. meminta keterangan dan bahan bukti dari orang pribadi atau Badan sehubungan dengan tindak pidana di bidang Retribusi Daerah. g. b. melakukan tindakan lain yang perlu untuk kelancaran penyidikan tindak pidana di bidang Retribusi Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. memotret seseorang yang berkaitan dengan tindak pidana Retribusi Daerah. menghentikan penyidikan. (2) Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pejabat pegawai negeri sipil tertentu di lingkungan Pemerintah Daerah yang diangkat oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. dan meneliti keterangan atau laporan berkenaan dengan tindak pidana di bidang Retribusi Daerah agar keterangan atau laporan tersebut menjadi lebih lengkap dan jelas. c. catatan. h. dan dokumen lain berkenaan dengan tindak pidana di bidang Retribusi Daerah. serta melakukan penyitaan terhadap bahan bukti tersebut. memanggil orang untuk didengar keterangannya dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi.Ketentuan mengenai teknis. melakukan penggeledahan untuk mendapatkan bahan bukti pembukuan. meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana di bidang Retribusi Daerah. pencatatan. i. e. 46 . d.

Agar setiap orang dapat mengetahui. Pasal 115 Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai teknis pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut oleh Kepala Daerah. sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Hukum Acara Pidana yang berlaku. 47 . prosedur. BAB XV KETENTUAN PENUTUP Pasal 114 Pada saat Peraturan Daerah ini mulau berlaku. maka ketentuan-ketentuan tentang retribusi daerah yang bertentangan dengan Peraturan Daerah ini dinyatakan dicabut dan tidak berlaku lagi. tata cara. memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Kepahiang. BAB XIII KETENTUAN PIDANA Pasal 112 Wajib Retribusi yang tidak melaksanakan kewajibannya sehingga merugikan keuangan Daerah diancam pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau pidana denda paling banyak 3 (tiga) kali jumlah Retribusi terutang yang tidak atau kurang dibayar.(4) Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memberitahukan dimulainya penyidikan dan menyampaikan hasil penyidikannya kepada Penuntut Umum melalui Penyidik pejabat Polisi Negara Republik Indonesia. persyaratan dan penyelenggaran serta pelayanan yang berkaitan dengan retribusi jasa umum sepanjang belum ada perubahan peraturannya dan/atau tidak bertentangan dengan Peraturan Daerah ini dinyatakan tetap berlaku. Pasal 116 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. BAB XIV KETENTUAN PERALIHAN Pasal 113 Semua ketentuan yang menyangkut ketentuan mengenai teknis.

48 .di Kabupaten Kepahiang yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah. UMUM Bahwa sebagai tindak lanjut pelaksanaan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 sebagai perubahan Undang-undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum. nyata dan bertanggungjawab. Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta. Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran. KADER Diundangkan di Kepahiang pada tanggal 13 Mei 2011 SEKRETARIS DAERAH Drs.Retribusi penyediaan dan/atau penyedotan kakus. Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil. Retribusi Persampahan/Kebersihan. Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor. BANDO AMIN C. maka dalam rangka mendukung perkembangan otonomi daerah yang luas.Ditetapkan di KEPAHIANG pada tanggal 12 Mei 2011 BUPATI KEPAHIANG H. perlu diadakan Retribusi Pelayanan Kesehatan.H. Retribusi Pelayanan Pasar. LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KEPAHIANG TAHUN 2011 NOMOR 05 PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPAHIANG NOMOR 05 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI JASA UMUM 1. HAZAIRIN A KADIR. pembiayaan pemerintahan dan pembangunan daerah yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah.MM.

Pasal 108 Ayat (1) 49 . 2. Pasal 75 s/d Pasal 107 Cukup jelas. Dengan adanya pengertian istilah tersebut dimaksudkan untuk mencegah timbulnya salah tafsir dan salah pengertian dalam memahami dan melaksanakan Peraturan Daerah ini. Pasal 28 Ayat (1) Cukup jelas. Pasal 8 Cukup jelas Pasal 9 s/d Pasal 27 Cukup jelas. peta foto. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Pasal ini memuat pengertian istilah yang dipergunakan dalamperaturan daerah ini. Ayat (2) Cukup jelas. Pasal 2 s/d 7 Cukup jelas. peta digital. Pasal 74 Yang dimaksud dengan peta adalah peta yang dibuat oleh Pemerintah Daerah. pada Peraturan Daerah ini secara tegas diatur mengenai hak dan kewajiban serta sanksi terhadap penyelenggara maupun pejabat pelaksana pemungutan. benar-benar harus memenuhi ketentuan yang diatur dalam Peraturan Daerah ini. Ayat (3) Cukup jelas Pasal 29 s/d Pasal 73 Cukup jelas.Dalam kaitannya dengan keadilan. seperti peta dasar (garis). peta tematik dan peta teknis (struktur).

Ayat (3) Cukup jelas.Yang dimaksud dengan instansi yang melaksanakan pemungutan adalah Dinas/Badan/lembaga yang tugas pikon dan fungsinya melaskanakan pemungutan retribusi Ayat (2) Pemberian besarnya isentif dilakukan melalui pembahasan yang dilakukan oleh Pemerintah daerag dengan alat kelengkapan dewan perwakilan rakyat daerah yang membidangi masalah keuangan. 50 . Pasal 109 s/d 116 Cukup jelas.

Klinik umum a.000 2.500 2. Puskesmas Pembantu c.000 1.000 4.Jasa Medis / Visite ( Dokter Spesialis ) .000 15.000 4.000 1.600 1.000 2.Jasa Konsultasi Spesialis .400 300 900 1.500 2.Jasa Konsultasi Tenaga Ahli ( Ahli Gizi.500 35.500 2.500 15.500 5. Type A b.000 4. Pusling .500 1.500 5. Jahitan : 3 jahitan pertama Tiap tambahan per jahitan e.000 800 800 500 2.000 1.000 5.500 10.500 31.000 51 .500 6.000 15.500 II 5.Jasa Konsultasi Dokter Umum . Buka dan ganti verband 3.500 11.000 2.000 5.000 5.000 2.000 7. Umum .000 20.000 1.400 2. Erati Portionis Uteri b.000 10. Psikologi ) .000 5.500 5.000 11. Buka jahitan f.000 1.000 20.500 III TINDAKAN MEDIS a.000 10.200 1.500 2.200 1.Kamar a.000 3.000 1.000 5. Perawatan dg jahitan d. Psikologi ) RAWAT INAP PER HARI PERORANG a.500 1.Jasa Spesialis on Call .500 2.000 5.500 2.Jasa Konsultasi Tenaga Ahli ( Ahli Gizi.000 1.500 7.500 1.Jasa Konsultasi Dokter Umum on Call .000 4. Type B ( Rp ) 3 ( Rp ) 4 ( Rp ) 5 ( Rp ) 6 2.250 3.500 10.900 7.Jasa Medis / Visite ( Dokter Umum ) .000 27.000 4.LAMPIRAN I PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPAHIANG NOMOR : 2011 TANGGAL : STRUKTUR DAN BESARNYA TARIF RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN DASAR BAHAN MEDIS HABIS PAKAI ( BMHP ) INVESTAS I JASA PELAYANAN NO JENIS PELAYANAN JUMLAH 1 I 2 RAWAT JALAN 1.200 750 10.000 4.300 3. Puskesmas b.000 1. Perawatan luka c. Polindes d.000 5.000 600 1.800 2.000 5.000 5.000 2.500 2.000 5.000 8.000 7.Jasa Paramedis .000 10.000 7.000 4.000 6.

000 10.000 5. Luka bakar < 5% b.000 12.000 7.000 20.000 10.500 10. Perawatan gigi a.000 2.000 10.000 45.500 1.000 50.500 7.000 1.000 50.000 2.000 6. Tumpat Fuji IX Tumpatan tambahan per dinding gigi 52 .000 3.500 2.000 50.000 7. Kutil.000 10.500 3.000 5. Luka bakar u. hidung.000 1. Perawatan bayi bb.000 5.000 500 15.000 15.000 5. Imunisasi non program dd.000 10.500 7.000 65.000 4.000 5. Pelayanan KB a.000 750 1. Bilascerumanpro/GMT l.000 1.000 3. Membersihkan kuping ( cermen OMP ) kk.000 50.000 1.000 20.000 10.000 2.500 6.000 10.500 4.000 70.000 10.500 7. tenggorokan jj.000 5.000 7.500 1.000 6. Infus sekali tindakan q.000 1.000 4. Kuretase z.500 5.000 6.000 25.000 2.000 150.000 5.500 3.500 20.000 3.000 25.000 25.000 35.000 2. Persalinan dengan penyulit y.000 10.000 10.000 4.500 5.000 5.250 3.000 5.000 10. Pemasangan / pencabutan IUD b.000 7.500 2.000 6. Insisi abses besar j.000 3.000 75.000 3.000 4.000 4.000 10.000 2.500 14.000 10.500 5.000 1.500 3. Luka bakar < 10% c. Resusitasi t.500 3.000 3.500 2.600 2.000 40.000 12.000 5.000 21. Jasa pemeriksaan papsmear ff.000 2.000 4. Tiap injeksi p.500 2.000 3. Extraksi benda asing di mata hh.000 3.000 20.000 15.000 3. Ekstraksi benda asing telinga o. Vasektomi e.000 12.000 1.000 5. Pemeriksaan visus gg.000 6. Pil. Venaseksi s.500 15. Tubektomi f.000 2.000 2.g. Insisi kecil ( Furucel. Luka bakar > 10 % ll.000 5. Extraksi benda asing telinga.000 500 1.000 25.000 35. kondom g.000 2.000 7.000 10. Pencabutan implant d.500 3.000 15.500 65. Tumpatan sementara Tumpatan tambahan per dinding gigi b.000 1.400 1.500 25.500 4.000 15.000 15.000 11.000 5.250 4.500 7.500 5.000 3.000 2. Transfusi tiap tindakan r.000 5. Abses kecil ) i. Bedah ringan w.000 3.000 15. Lain-lain pelayanan persalinan ibu dan anak 25.000 25.000 6.500 1. Sircumsisi h. Pemeriksaan buta warna ii.500 35.500 1.500 2.500 12.000 6.000 1. Perawatan luka bakar a.000 3. Reposisi tertutup v. Persalinan normal x.000 20.500 12.000 1. Perawatan ibu bersalin perhari aa.000 10.750 5.000 7.000 20. Tindik k.000 10.000 15. Perawatan syaraf gigi c.000 75.000 100.000 25.500 45. Gliserinpuit n.500 40.500 7.000 4.500 cc.000 150.000 22. Pemasangan implant c.000 25.000 25.000 6. Katelerisasi m.000 2.000 15. Suntik ee.

500 4. LED f.500 1.500 7.250 4.800 1.500 7. Erythrocyt g. Leucocyt e.800 1. Total bilirubin + direk d. Pemeriksaan Tinja 3.500 1.000 j.800 1.500 3.000 120.375 2.500 7.000 16. Alkali phospatase g.500 9.500 7. Darah lengkap d.500 1.400 3.700 2.000 8.500 16.000 10.500 1.000 11.200 1.000 9.200 3. SGPT f.000 4.250 5.200 3.000 5.500 8.700 2.800 1.000 15. PP test 2.800 2.000 9.250 7.700 53 19.500 17.000 120.000 4.800 2.500 20.750 3.500 3.250 2.250 1.000 4.000 35.000 12. Rumple lead 4.000 16. Reduksi ( Glukose ) c.000 7.000 3.500 3. IgG & IgM Dengue ( Stik ) n.500 4.000 16.700 10.000 8. Albumen b.700 4.800 2.000 3.000 16. Gama Gl 2.000 14.250 2. Hitung jenis leucocyt h.600 4.000 19.250 2.700 2.000 8.750 9.500 19.750 4. Cholesterol 9.000 7.500 7. Cabut gigi susu (dengan CE) e.200 3.625 3.000 .800 4. Pemeriksaan darah a.800 4.800 5.000 1. Bilirubin e.800 1. IgG Dengue l.500 16.500 4.800 1.000 45.250 2.800 4. Golongan darah ( Rh ) p.200 4. IgM Dengue m.500 3.500 9.500 7. Creatinin h.000 4. Gram dan serum c.000 3.800 4. Protein g.000 7.500 2.250 2.250 6.000 6.500 1.750 3. Sedimentasi l.250 2. Ureum i.000 7.800 1.000 9.750 3.750 3.200 1.800 3.000 9.500 4.750 3.500 4.000 9.000 10.700 2. Pencabutan gigi dengan komplikasi g. Total protein c.250 6.000 14.000 75.500 3.700 2.800 24.000 60.000 3. Cabut gigi tetap/susu anaethesi f.000 9.200 36.000 150. Golongan darah o.000 19.800 2.200 2. Pembersihan karang gigi per regio/kuadran PELAYANAN PENUNJANG DIAGNOSIS 1.500 3. Waktu pembekuan j. Pemeriksaan darah lengkap h.750 10.500 7.700 4.750 8. Nitrit i. Pemeriksaan Urine sederhana a.500 5. SGOT e. Keton j.000 24.IV.000 30.000 9.250 2. Darah sederhana ( malaria ) b.000 8.000 5.500 1.000 2.800 5.000 2.000 7.500 7. Waktu pendarahan i. Ph f.000 14.800 3.700 16.000 7. Kimia Klinik Pemeriksaan kimia lebih dari 3 komponen a.000 7.500 8.800 7.500 1. Urobilin d.750 3.200 2.500 3.000 36.500 3.500 2.500 4.000 60.000 3. Urine lengkap b.750 1.000 2. Leucocyt k.000 16. Thrombocyt k.000 2.500 5.500 4. d.200 3.700 2.

Mikrobiologo a.600 15.700 5 2.500 15.500 11.000 6.000 10.000 54 40.000 30.200 3.000 50.500 6. Widal e.000 15. TBC ) b.000 5.000 2. Test kehamilan f.800 3.000 . Melamar pekerjaan c.800 4 1.700 2.000 10.500 4.000 30.000 5.000 20.750 7.000 25.500 9.500 8.000 4.000 9. Calon pengantin wanita i.000 10.000 50.000 34. Di luar jam kerja c.000 10.Visum jenazah .000 25. HDL l.000 6 9.800 1.200 1.000 4.000 15.000 10.000 3.Tahap II ( ulang ) PELAYANAN GAWAT DARURAT .000 30.000 19.500 8.500 12.500 10.500 7.700 2. Trigliserida n. Analisa sperma b.000 12. Hbs Ag d.000 25.500 10.Visum pemeriksaan luar mayat .500 12.000 15.500 8.000 4.800 4.700 6.000 2.000 23.500 10.000 10.000 10.800 5.000 17.000 25.000 20.600 3.000 8.000 9.700 4.Visum lain-lain g.700 5.800 6.000 15.000 25.500 7.000 12.500 17.00 8.000 10. Keterangan sehat lain-lain j.000 7.800 3.000 37.Visum berita singkat kecelakaan .800 2.000 20. VDRL c.000 30. Glukosa sewaktu-waktu 5.200 7. Visum .400 6.700 5.500 1.500 15.000 22.000 19.100 9.000 16. LDL m.200 3.000 2.000 50.000 16.000 6.800 1. Serologi a.000 6.000 75. Cholinesterase g.000 50.Tahap awal .000 8.Jasa medis ( Dokter Umum ) a. On call .700 10.000 4.000 30.900 5.000 4.000 19. Pewarna garam 2 c.000 15.000 20.800 5.500 6.800 3. Pemeriksaan haji .000 15.000 10.500 3 4.000 5.000 15.500 a Dokter Umum 20.500 4.000 9. VI k.000 10.500 9.500 7.400 15. Melanjutkan sekolah b.000 6. TPHA h.Gawat darurat .000 3. CPNS / PNS f.000 21.500 3.000 7. Calon pengantin pria h.000 9.000 15. Di dalam jam kerja b.000 4.000 2. Preparet diphteri d.300 4.500 4.000 3. Asam urat p.500 7.000 3.000 3. Pemeriksaan Radiologi ( tiap film tanpa pewarna kontras ) PEMERIKSAAN KESEHATAN UNTUK TUJUAN TERTENTU a. Filaria 6. Total lipida o.000 19. Polish asuransi d.1 V.250 4.000 15.000 50. Karyawan perusahaan e. BTA ( kusta.000 12.000 4.000 4.Observasi 9.500 4. HIV 7.

Pengadaan sendiri ( harga umum ) PELAYANAN OKSIGEN Tiap jam 0 30. Dokter Spesialis PELAYANAN OBAT a. BANDO AMIN C.000 12.VII.000 BUPATI KEPAHIANG H. PKD penunjang b.000 60.000 18.000 50 % hjd 10. VIII b. KADER LAMPIRAN II PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPAHIANG 55 .

Rawat jalan dokter spesialis a.000 200/liter . Karcis + pemeriksaan medis (pasien lama) b. Legalisir /Lembar Ket : BHP sudah termasuk dalam tarif c. Rawat jalan IGD/ Gawat Darurat • Karcis + pemeriksaan medis  Jam kerja • Konsul dokter spesialis  Jam kerja  Di luar jam kerja (sore/malam) • Observasi pasien (s/d 6 jam)  Monitor pasien gawat • Pemakaian oksigen • Pemeriksaan EKG Ket : Ket : BHP sudah termasuk dalam tarif b.NOMOR TANGGAL : : 2011 STRUKTUR BESARNYA RETRIBUSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KEPAHIANG Besarnya tarif retribusi pelayanan kesehatan pada rumah sakit umum daerah kepahiang. Tarif Pengujian Kesehatan JENIS PELAYANAN 13. NO 1. Tarif Darurat Medik JENIS PELAYANAN TARIF Unit Gawat Darurat Tindakan 1) Karcis + pemeriksaan medis Status pasien baru 2) Konsul dokter spesialis 3) Observasi pasien (one day care.000 200/liter 55.000 20.000 Pemeriksaan Kesehatan • Untuk pelajar.000 25. Tarif Rawat Jalan NO JENIS PELAYANAN TARIF (RP) 1.000 20. ≥ 6 jam ) 4) Pemakaian oksigen 56 10.500 20.000 BESAR/TARIF (RP) 10.000 1.000 20.000 13.000 2. Status pasien (pasien baru) (a+b) 2.000 75.000 2. NO 1. adalah sebagai berikut: a.000 20. mahasiswa & umum • Untuk pemeriksaan buta warna + Karcis 2.

2. Pungtio Pleura 22. Pungtio Vesika Urinaria 24.000 20.000 25. 5-10 cm 2. Lebih dari 10 jahitan 5.000 20.000 15. Pasang NGT 11.000 90. Ambil benda asing di mata/kulit 14. Perawatan luka (heating) 1.000 4. Pasang Gips sirkuler 16.000 55. Diameter 3-5cm c. Pasang spalk biasa 15.000 55.000 50. Rad 55. 6-10 luka jahitan 3. Pungtio asites 21.000 25. Lavement (Huknah) 17. Diameter < 3cm b.000 60. Terapi Nebulizer 23.000 2.000 57 Kardioversi Kateterisasi jantung & angiografi koroner . 10-18% 3.000 + 2.000 20.000 30.000. Pasang infuse dewasa 12. Diameter >5cm 18.000 40.000 100. 1-5 jahitan 2. 10-20cm 3.000 35.000 25.000 90.000 35.000 40.000 20.000 25.000 20. Kumbah Lambung 6. Resusitasi sederhana/ kali 7. Vena Section 20. Insisi Abses atau cross insisi a. Tarif Tindakan Di Poliklinik Dalam JENIS PELAYANAN Sesuai tarif lab Sesuai tarif Ins.000 1.000/jahitan 35. 1-9% 2. ≥31% 3. 19-30% 4. Perawatan Luka Pearwatan luka bakar 1.000 20. Pasang infuse bayi 25. Ambil benda asing di hidung/telinga 13.5) Pemeriksaan laboratorium 6) Pemeriksaan Radiologi 7) Pemeriksaan EKG 2.000 25.000 15. ≥ 30cm 4. Suntikan /kali 8 Kateterisasi Uretra 10.000 60.000 TARIF 80. Jahitan Luka 1.000 20.000 100.000 115. Buka jahitan Selanjutnya 1000 persimpul Ket : BHP sudah termasuk dalam tarif d. NO 1.000 40. Pasang WSD 19.

Tes provokasi bronkus 26.000 30. Pleurodesis 10. Skleroterapi hemoroid 29.000 15. EKG Ket : BHP sudah termasuk dalam tarif NO 1.000 150. Bronskoscopi 11.000 150.000.000 250.000 70.000 10.000 300.000 150.000 250. Biopsy pleura 13.000 150. Abses hati 35. Tarif Tindakan Di Poliklinik Spesialis Mata JENIS PELAYANAN Koreksi kacamata/ Refraksi Epilasi Ophtalmoscopy a.000 50. Manajemen perioperatif pada operasi non kardiak 6.000 30.000 250. 5.000 70.000 200. Fungsi cairan pleura 8 Biopsy aspirasi jarum halus 9. Tes temofel 24.000 10.000 350.000 50.000 1.000 100. 7. Pacu jantung sementara 4.000 400. Percutaneus transluminal coronary angioplasty 7. Pemasangan nuticath 22.000 15. Biopsy sumsum tulang 21. Tes tusuk 25. Spirometri 12.000 100. 6.000 400. 3. Pemasangan selang nasogastrik 32.000 100. Parasintesis 34. 2. Flebotomi 23. Direk b. Biopsy ginjal 16.000 65.000 1.000.000 150. USG Abdomen (Foto) 36.000 TARIF 20.000 300.3.000 300. Indirek Tonometri Kampimetri Keratometri GV post OP 300. Tes provokasi obat 27.000 100. Aspirasi cairan sendi 15.000 100.000 15. Businasi 30.000 15. Kolonoskopi 31.000 55. Esofago-gastro-duodenoskopi 33. e. 4.000 250. Penyuntikan intra artikular 14. Peritoneal dialysis akut 17 Peritoneal dialysis mandiri berkesinambungan 18. Fungsi perikard 5.000 100. Skleroterapi dan ligasi varises esofagus 28. Fungsi sumsum tulang 20.000 15. Aferesis 19.000 50.000 58 .

000 25. g.000 70. 6.000 20. NO 1. Kalazion 19. 15. 8 9. 14. 17 18.000 80. Granula sup felfebrae 16.000 40.000 60.000 45.000 30.000 25.000 65. 12. Tarif Tindakan Di PoliklinikKebidanan JENIS PELAYANAN 10.000 TARIF 60. Abces felfebrae 22. Operasi kecil/trauma 13.000 10.000 105.000 3. 7.000 30.8 Corpus olenum pada mata 9.000 55. Spulling mata 12. Tarif Tindakan Di Poliklinik Gigi 59 .000 25.000 15. Leti acis 23.000 20. Ruf felfebrae kecil 21. Anal test 11.000 50. 3. 10. 13.000 10. 11.000 7.000 45.000 20.000 15. Retinoscope 14.000 15.000 20.000 35. Tes flourcein 17 Periksa slip lamp 18.000 5. Perawatan luka Ket : BHP sudah termasuk dalam tarif Jika pemeriksaan USG maka tarif di tambah tarif kontrol hamil.000 25. 16.000 Pasang IUD Buka IUD Buka IUD dengan penyulit Pasang implant + implant Buka implant Buka implant dengan penyulit Kontrol IUD Pemeriksaan dalam atau vagina toucher Kontrol hamil (dokter) tanpa USG Ambil papsmear Biopsy portio USG Foto USG Versi luar Kateterisasi metal Imunisasi (injeksi) Imunisasi tanpa injeksi Buka jahitan per jahitan Selanjutnya per jahitan 2000 19.000 135. Ket : BHP sudah termasuk dalam tarif f. KIR buta warna 10. 4. 2.000 25.000 30. Endoklasi 22. Khodeolum 20. Gonioscope 15.000 50.000 105. Fetrigium 24. 5.

NO 1. Control orthodentine pixed 15.000 10.000 5.000 6. NO 1.000 150. Tambal gigi tetap amalgam II 8 Tambal gigi tetap silikat IV/ART/Glasionomer/Fuji X 9. Pencabutan gigi tetap per gigi 3.000 Konsultasi pasien rawat jalan Konsultasi pasien rawat inap • Paviliun • Klas I • Klas II • Klas III Ket : BHP sudah termasuk dalam tarif j. Ganglion  Kecil  Sedang  Besar 60 25.000 100. Tambal gigi tetap amalgam I 7. NO Tarif Tindakan Di Poliklinik Anak JENIS PELAYANAN TARIF 1.000 25.000 2. Tarif Tindakan Di Poliklinik Gizi JENIS PELAYANAN TARIF 20. Perawatan abces 11. Suction Ket : BHP sudah termasuk dalam tarif i.000 4.000 8. Control othodentine lepasan Ket : BHP sudah termasuk dalam tarif h. Orthodontine Fixed 13. Pencabutan gigi susu per gigi 2.000 50. Incise abces 12.000 25. Pencabutan gigi tetap per gigi dengan komplikasi ringan 4.000 30.000 10.000 200.000 .000.000 35.000 45.000 30. Tarif Tindakan Di Polikinik Bedah JENIS PELAYANAN TARIF 5. 2.000 30.000 50. Pencabutan gigi tetap per gigi dengan komplikasi berat 5.000.000 50.000 35.000 2.NO JENIS PELAYANAN TARIF 20. Incici Abces  Diameter < 3 cm  Diameter 3-5 cm  Diameter > 5 cm Eksterpasi a.000 15.000 1. Orthodentine lepasan 14.000 10. Tambal sementara 6. Tambal gigi tetap silikat V/ART/Glaswover/Fuji X 10.

Buka Jahitan per jahitan Selanjutnya per jahitan 1000 5.000 25. Kuku / 1 kuku 3.000 4.000 65. NO 1. 10-18% 7. Trombosit direct f.000 150.000 15.000 25. 5-10 cm 5.000 60.000 15.000 15.000 40.b. Papiloma/ lipoma / ateroma  Kecil  Sedang  Besar c. ≥31% 13.000 50.000 20.000 NO k. Pasang gips sirkuler tanpa reposisi 6. Wol Blood (Darah Lengkap) 3. Haemoglobin b. Spesialis  Dr.000 100.000 1.000 30. 19-30% 8.000 200.000 10.000 10.000 10. LED/BSE c. Ambil benda asing di hidung / telinga 8 Spuling telinga 9. Jumlah leukosit 61 30. Komponen Darah (PRC) 2. Khitanan  Dr. Diff count d. Pearwatan luka bakar 5.000 350. Trombosit indirect e. Ambil benda asing di mata / kulit 10. Tarif Tindakan Di Ruang UTDRS (Unit Transfusi Darah Rumah Sakit) JENIS PELAYANAN TARIF 180. Buka Gips 7. Clapus / kutil d.000 35. Reposisi Mandibula 11.000 20. Umum 12.000 65. 1-9% 6. Golongan Darah g. ≥ 30cm Ket : BHP sudah termasuk dalam tarif 100. Perawatan luka (heating) 4.000 50.000 10. Perawatan luka 4.000 115.000 20. 10-20cm 6.000 170.000 . Golongan Darah Ket : BHP sudah termasuk dalam tarif l.000 25. Tarif Tindakan Ruang Laboratorium JENIS PELAYANAN TARIF Pemeriksaan Darah Rutin a.000 10.000 200.

Tes darah samar Tes Kehamilan + reagen Kimia Darah a.000 30.000 25. m. Urobilin Feses Rutin a.000 30.000 30. 5. Trygyserida q. Bilirubin indirect m. Anti HBs s. Albumin p.000 5.000 30.000 30.000 62 6. Alkali Fosfatase b.000 35. Bilirubin d.000 35.000 55.000 10.000 5.000 50. SGPT f. CK MB v.000 7.000 10. l.000 35. Sedimen urine e. Protein total n.h.000 55. Ureum c. Jumlah eritrosit Malaria/ DDR Hematokrit Cloting time Bleeding time Retikulosit LE Sel 10.000 10.000 25.000 5.000 15.000 5.000 5. Gula darah o. Feses Konsentrasi b. j. Kalium u.000 40. Bilirubin total k.000 30. n.000 30. HbsAg r.000 45. SGOT e. 7. Urobilirubin g.000 20.000 30.000 50. HDL Kolesterol i.000 20. i.000 30. 8.000 45. 2. LDL Kolesterol j. 4. Cretinin d.000 10. Asam Urat g. Protein urine b.000 20. Kolesterol Total h.000 20. k.000 10. 3. Pemeriksaan Jamur (Kerokan Kulit) Sekret (Sekret vagina dan uretra) Sputum BTA Urine Rutin a.000 20. PH urine f.000 10. Globulin w.000 7.000 45.000 20. Bilirubin direct l.000 30.000 30. Natrium t. Creative protein . Reduksi urine c.

asma dll) Ket : BHP sudah termasuk dalam tarif Tarif Tindakan Instalasi Radiologi NO JENIS PELAYANAN 1.000 10.000 25.000 Total Biaya Klas I (Rp) 75.000 90. Terapi latihan 7.000 20. Sperma Analisa 10.000 160.paraffin) 5. Teknologi sederhana (\Diathermi.000 5.000 180.000 10. 3.x. T Lumbal (2x expose) 6. Postural drainage 6.000 10.000 30.000 50.000 100.000 5. TARIF 35.000 20. Resistensi Asmotik 12.000 n.000 25. Panoramix 2.000 15.000 5.000 10. Thoraks / BNO 3.000 20.000 15. T3. Pelvis Ap 7. Pelvis Ap / Lateral (2x expose) Ket : BHP sudah termasuk dalam tarif NO o.000 20.000 40.000 10.000 35.000 1.000 10.000 TARIF 125.000 35.000 30.000 15. V.000 400.000 20. 2. 2. stroke.000 90.000 Teknologi super canggih (Treadmill+Ekg) Teknologi canggih (Us&Interferensi) Teknologi sedang (Traksi) • UV Terapi • Terapi Nebulizer 4. NO 1. Cranium (2x film) 4.00) Medical record Klas II Klas III (Rp) (Rp) 50. TSH Ket : BHP sudah termasuk dalam tarif m.000 20. • Massage / terai pijat • Senam (hamil.000 25.000 63 .000 20. Tarif Tindakan Rawat Inap JENIS PELAYANAN Pavilliun (Rp) 100.000 200.000 90.000 10. Sewa Kamar Rawat Inap Visite dokter spesialis Visite dokter spesialis (Cyto) Visite dokter umum (cyto) Visite dokter pagi Visite malam (jam 10.000 180.000 35. IgG/IgM DENGUE 14.000 20.L Sacral + V.000 15.000 90. Widal Test 11. Tarif Tindakan Ruang Fisioterapi JENIS PELAYANAN 50.000 30. Reumatoid factor 9. 3.000 5. Ekstermitas Atas AP / LAT (2x expose) Eksermitas Bawah AP/ LAT (2x expose) 5. Tes Narkoba (3 jenis pemeriksaan) 13.000 35. T4.

000 25.000 110.000 2.000 25.000 20.000 35.000 60.000 10.000 30.000 35.000 100. Pasang NGT f.000 55.000 50.000 20.000 10.000 15.000 65. Ambil darah r.000 60. 10-18% 3.000 40. Monitor pasien gawat p. Resusitasi sederhana j.000 10.000 65.000 35. Perawatan luka bakar (2x) 1.000 30.000 2.000 15.000 2. Memandikan pasien k. Pasang kateter e.000 60.000 60.000 20.000 40.000 30.000 40.000 50.000 65.000 8.000 50. Perawatan WSD 30. 5-10cm 2.000 35. 10-20cm 3.000 25.000 2. 6.000 15.000 35.000 35.000 20.000 50.000 25.000 50.000 30.000 35. Konsul rawat jalan m. ≥30cm s.000 70.000 20.000 45.000 30.000 75.000 30.000 25.000 32. 5.000 30.000 35. Asuhan keperawata Tindakan Zaal a. Pasang infuse dewasa c. GV tali pusat (tanpa memandikan) u.000 110.000 35.000 15.000 25.000 20.000 65.000 40.000 10.000 25.000 40. Pasang infuse bayi / anak balita d. 1-9% 2.000 35.000 20.000 15.000 20.000 25.000 20.000 30.000 15.000 20.000 50.000 15. Incise abces :  Kecil (< 3cm)  Sedang (3-5 cm)  Besar (> 3 cm) q.000 10.000 15.000 75.000 20.000 10.000 45.000 50. 19-30% 4.000 15. Pasang ETT anak g.000 64 35.000 50.000 75.000 8.000 50.000 .000 40.000 10. Pasang ETT dewasa h.000 25.000 25.000 65. Konsul antar bagian  Resusitasi bayi baru lahir / RJP l.000 15.000 50.000 30.000 25. Suction (max 2 kali/hr) i.4.000 15.000 10.000 10.000 10.000 100.000 10.000 25.000 20.000 25.000 15.000 55. Memandikan bayi v. Monitor EKG Tindakan khusus non operatif a.000 35. Foto USG d. Perawatan gangren /tindakan n.000 10.000 25.000 15.000 40.000 20.000 15. EKG b. Suntikan /kali b.000 20.000 60.000 35.000 50.000 30.000 35. Perawatan Luka (Heating) 2 x 1.000 60. USG (tanpa foto) c.000 50.000 60.000 20.000 40.000 25.000 25.000 35.000 50. Tranfusi Anak w. ≥31% t.000 15.000 20. Clisma / huknah o.000 20.000 65.000 20.000 20.000 70.000 150.000 100.

000 20.000 35.000 7.000 Total Biaya Klas I (Rp) 500.000 8.000 40.000 8. Transfusi m.000 70.000 30.000 70. Vena section o.000 10.000 10. Nebulizer /tindakan f.000 10.000 37.000 8.000 42. Perawatan Infus • Perawatan Infus Bayi • Perawatan infuse dewasa b.000 235.000 40.000 42.000 285.000 50.000 10.000 30.000 7.000 8.000 235.000 50.000 15.000 55. Perawatan Gigi 30.000 Klas II Klas III (Rp) (Rp) 400.000 5.000 65.000 15.000 100.000 5.000 20.000 42.000 25.000 35.000 50. Mencuci rambut i.000 7.000 57.000 10.000 80. Perawatan NGT • Perawatan NGT dewasa • Perawatan NGT Bayi d.000 15.000 10.000 50.000 36.000 67. Kuretage dgn paket anastesi Kuretage tanpa anastesi Pavilliun (Rp) 500. Kompres g.000 56.000 65 1. Perawatan incubator r.000 10.000 7.000 5.000 50. Foto terapi per hari s. e.000 5.000 350.000 17. Infus Umbilical n.000 30. Punctio percobaan p. NO p. Punctio sumsum tulang i.000 10.000 15.000 10.000 8.000 20.000 400. Perawatan Kateter c. Punctio kandung kemih l.000 10. Punctio lumbal j.000 5.000 37.000 20.000 25.000 30.000 57.000 335.000 50.000 10. Tindakan Kamar Bersalin JENIS PELAYANAN 56.000 15.000 8.000 8.000 8.000 60.000 5. Endoscop k.000 80.000 . Paket Gizi Ket : BHP sudah termasuk dalam tarif Cyto dokter diluar jam visit max 3x.000 15.000 50.000 20.000 7.000 7.000 50.000 5.000 50. 2.000 7.000 5. Punctio ascites h.000 35.000 50.000 30.000 18. Makan melalui sonde per hari Perawatan Per Hari a.000 400. Punctio pleura q.000 100.000 57.000 37.000 10.000 25.000 125. BAK/ BAB f.000 35.000 59.000 50.000 90.000 35.000 7.000 67.000 8. Kemoterapi t.000 50.000 50.000 300.000 10.000 20.000 300. Perawatan Kuku h. Perawatan ETT e.000 10.000 10.7. Defbrilator g.

200.000 15.000 180.000 300. 15.000 550.000 600.000 35. 7. 14.400.000 400.000 500.000 1.000 700. 12.000 30.000 10.000 450.100.050.000 20.000 500.000 15.000 200.000 Resusitasi sederhana perkali Memandikan bayi Vulva hygiene Pemeriksaan inspekulo Vagina toucher Pemasangan laminari + induksi balon cath 22.000 1.000 15. Heating portio 25.000 900.000 15.000 250.000 35.100.000.000 550.000 50.000 15.000 1.000 15. Surat keterangan kelahiran 27.000 900.100.000 250. 4 5.000 20.000 10.000 15.000 1.000 900.000 1.000 400. 16.000 1. 20.000 10.000 15.000 1.000 15. 11.000 700.000 700.000 500. 10.000 100.100.000 10.3.000 800.000 70.000 900.000 700.000 350.000 500.000 10.000 300.000 15. Manual placenta dengan anastesi Manual plasenta tanpa anastesi Observasi persalinan per 24 jam Persalinan normal • Dokter Spesialis • Dokter umum Persalinan spontan dengan manual aid / letsu • Dokter Spesialis • Dokter umum Partus kembar • Dokter Spesialis • Dokter Umum Partus Normal + Penyulit • Dokter Spesialis • Dokter Umum Vacum ekstraksi / forcep ekstraksi • Dokter Spesialis • Dokter Umum Embriotomi Repair vagina • Perinium (rupture total) + Anastesi Sirclase cervikalis 550.000 600.000 30.000 900. 6. 8.000 1.000 400.000 50. GV tali pusat 23.000 1.000 30.000 1.000 450.000 800.000 1.000 700.000 15.000 600.000 80.300.000 900.000 20.000 1.400.000 10.000 700.000 15.000 900.000 200.000 500.000 500.000 300. 21.000 150.000 400.400. RJP 24.100. Asuhan Kebidanan Ket : BHP sudah termasuk dalam tarif NO q.000.000 25.000. Tindakan Di Kamar Operasi JENIS PELAYANAN Total Biaya 66 .000 50.000 25.000 250.000 50.000 50. 9.000 30.200.000 1.200. Tindakan dokter spesialis tamu 26.000 1. 19.000 10.000 200.000 800.000 10.000 1. 13.000 350.000 350.000 25.200.000 900.100.000 700.000 1.000 10.000 25.000 60.000 10.000 350.000 450.000 20.000 1.000 700.000 1.

000 50.000 40. 6.000 150.087.000 70.500 4.687.000 100.452.000 600.000 75.Pavilliun (Rp) 1.152. Infant Marmer 8.787.000 30.000 75.000 125.000 100.387.452.000 400.000 90.500 Klas III (Rp) 1.752.500 3. 5.500 umum Operasi besar dgn bius 3. 10.000 100.000 30. Intensive Care Unit (ICU) / NICU JENIS PELAYANAN NO 1. Infus pump 4.787.000 50.500 Operasi sedang dgn bius 3.000 60.500 2.500 umum Operasi Besar dgn bius 3. 4.000 150.500 2.000 100.000 50.000 50.500 3.000 100.852. Syring pump 5.862. 8.500 : Tindakan cyto + 20% jasa tindakan Ditambah jasa pelayanan : • Konsul dokter spesialis lainnya : 30% Operator • Konsul dokter umum : 20% Operator Bahan Habis Pakai (BHP) sudah termasuk dalam tarif r.500 2.000 75.000 56. RJP 2.462.052. 4. NO 1.162. NO TOTAL BIAYA 10.500 spinal Operasi besar khusus 4.000 60. 9. 3.000 70. 3.087.000 35. Fototh/ CPAP Ket : BHP sudah termasuk dalam tarif t. 5.000 1.500 2. Paket ICU / NICU (Pemakaian Alat-Alat Canggih) JENIS PELAYANAN Total Biaya Pavilliun (Rp) 70. Ket Klas I (Rp) Klas II (Rp) 2.762. Ventilator 3. Inkubator 7.152.752.387.000 500.500 3.000 Status baru Tarif ruangan perhari Visite dokter rutin perhari Visite dokter spesialis cito Visite dokter jaga cito Visite dokter umum (cyto) Monitor EKG per hari Monitor pasien gawat Asuhan keperawatan per hari Paket gizi s. 2. Devifbrilator 6.000 20.000 700.000 100.500 Operasi sedang dgn spinal 2.000 30.000 40.000 50.000 75.500 3.000 50. Klas II Klas III (Rp) (Rp) 40.000 30. 7. 2.000 70.500 2.500 2.000 Klas I (Rp) 50.500 2.000 Tarif Rekam Medik JENIS PELAYANAN TARIF Pemeriksaan visum 67 .500 4.487.

000 35.000 Sewa Ambulance Dalam Kota 68 .000 105. Surat keterangan untuk keterangan pengklaiman jasa raharja Ket : BHP sudah termasuk dalam tarif u. 7.250.000 75.000 600.000 Seberang Musi 40. 8.000 Pendamping 10. 7. Tarif Perawatan Jenazah JENIS PELAYANAN 50.000 Muara Kemumu 40.000 100. Visum hidup / kecelakaan. 3.000 500.000 Jumlah Tarif 400.000 25.000 75.000 250.000 75.000 75.000 Ujan Mas 20. Cacat 3.000 2.000 25.000 35.000 75.000 175.000 500.000 Jumlah Tarif 50.000 165.000 20.000 15.000 20. 4.000 50.a. 2.000 RSUD 20. No 1.000 125. perkosaan b. 4. 2.000 35.000 25.000 75.000 20.000 150. Sewa Mobil Jenazah Kecamatan Bahan Bakar Minyak (BBM) Kepahiang 10.750. No 1.000 20.000 75. 2.000 25.000 Merigi 40. Pengawetan jenazah (diluar bahan pengawet) Ket : BHP sudah termasuk dalam tarif Tarif Ambulance 1.000 Tebat Karai 20.000 500. Meninggal b. 6.000 Kabawetan 30. Visum Jenazah 2. Kota Bengkulu Curup Linggau Palembang 3.000 20. 4.000 35. 3.000 15.000 100.000 50.000 75.000 175. Surat keterangan a.000 TARIF 100. v.000 175.000 150.000 25. Jasa 10.000 25.000 Penyimpanan dingin Penyimpanan tidak dingin (per 24 jam) Penyimpanan sementara (<24 jam) Memandikan jenazah biasa Memandikan jenazah rusak Tindakan reposisi automi jahit /jahitan Tindakan reposisi automi menyambung organ yang hancur/putus 8.000 100. 3.000 30.000 150.000 140.000 75.000 25.000 200. 5.000 RSUD 175.000 50.000 35. 6.000 Sewa Ambulance Luar Kota Bahan Bakar Jasa Pendamping Minyak (BBM) 100. NO 1.000 2.000 35.000 2.000 1. 5.000 100.000 Bermani Ilir 30.

000 150 Gr 3. 2.000 175.000 200 Gr - 7. 9.500 1 Btr Tempe/tahu 20.000 25.000 12.000 4.500 300 Gr 2.500 2.300 1. 12.000 8.000 20.000 75.000 7.Bahan Bakar Jasa Pendamping Minyak (BBM) 1.000 125. w.000 4.000 75.000 3.000 15. 8.000 Klass II Harga vol 3. Ujan Mas 20.000 2.000 50 Gr Sayur 15. 13.000 25.000 500 1.500 25.000 35.500 Perkiraan BM+Kenaikan 10% 3.000 75. Kabawetan 30. 15.000 Disahkan di Kepahiang.000 175.000 225 Gr 1.000 5.000 Jumlah Tarif 50.000 2. 5. 6.600 400 Gr Lauk/Penukar 50.000 1. 11.000 32.000 20.500 21.000 15.400 2 Lbr tik Bumbu 1.000 10.000 150.500 300 Gr Buah : Apel 6.000 Jasa RSUD 1.000 175. Seberang Musi 40.000 140.600 400 Gr 10.000 36.000 375 Gr Telur 1.500 Jasa Pelayanan 2.000 Klass III Harga Vol 3.000 6. Paket Gizi Untuk Rawat Inap Bahan Makanan Harga Pav.Pisang 15. Kepahiang 10. 69 .000 75.700 2.000 200 500 500 1.500 1 Btr 2.000 25.000 500 400 Gr Teh Celup 500 500 1 Sct Minyak/Penukar 13.000 .000 .500 Total Tarif yang dibayar Pasien 56.000 225 Gr 1.000 Nb : Perawat harus duduk di belakang bersama keluarga pasien No 1. 10.000 25. 1.000 150 Gr 3.000 4.000 3.000 250Gr 2 Pt - No Kecamatan RSUD 20. Bermani Ilir 30. 3. Muara Langkap 40.000 15.000 200 Gr Jeruk 15.000 10.000 25 Gr Gula 10. 14.000 2.000 2 Pt Susu 4.000 300 Gr 2.500 2.Klass.000 400 Gr 10.000 500 40 Gr Kotak+Tissue+Plas 700 1.ICU Harga Vol Beras/Penukar 9.000 150.000 75.000 20. Merigi 40.000 25.000 35.Biskuit/Roti/Snack 2.000 35.000 25. Tebat Karai 20.000 Penambahan untuk TKTP Total 52.000 75. 4.000 75.500 1.000 1.

2.000 per bulan per bulan TARIF Bln ) 3 ( KETERANGAN 4 per bulan Rp. Rumah makan/Restoran Rumah makan (menengah) Rumah makan (Kecil/Warung/Kedai) PKL Menetap/Gerobak Sate. 30. 150. b.000 Rp . 15. 15.000 Rp. 4 . MM LAMPIRAN III PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPAHIANG NOMOR : 2011 TANGGAL : STRUKTUR DAN BESARNYA TARIF RETRIBUSI PELAYANAN PERSAMPAHAN / KEBERSIHAN NO 1 1. b. OBJEK RETRIBUSI 2 Perumahan / Tempat Tinggal Perkantoran a. 1.000 per bulan per bulan 70 .000 Rp.000 per bulan per bulan per bulan d. 500 per hari Rp .000 3. 15. c. Toko besar / Swalayan 2. Toko sedang/Menengah Rp .000 Rp. KADER. 20.Pada Tanggal BUPATI KEPAHIANG BANDO AMIN C. sejenis/Toko kecil/Counter Bakso dan Rp . Pertokoan dan Lain – Lain 1. 10. Rumah Makan/Restoran/Warung a. Pemerintah Non Pemerintah (Swasta) Rp.

. Tukang Pangkas Manual 18.000 Rp. Tukang Jahit lebih dari 4 mesin jahit 26. Pertunjukan.000 Rp.000 Rp . 100.000 50.15.000 Rp 15.000 Rp 500 per bulan per bulan per hari Per hari Per hari per bulan per bulan per bulan per bulan per bulan Per bulan Per bulan Rp. Slalom Test 21. Tukang Pangkas & Salon Modern 19.000 Rp. Penggunaan Gedung Pemerintah 7.Industri Kecil dan sejenisnya 25. 3.000 Rp. permainan pada Lapangan terbuka untuk 1 Kali Show 23.000 75. 5.000 Rp 10. Apotik dan Toko Obat 12.Servis Elektronik 17.Bengkel Kendaraan Roda Empat 16. penggunaan tempat umum utk kegiatan komersil 8.000 3. 100. pertunjukan artis 22.Bengkel Kendaraan Roda Dua Rp.000 15.Tukang Jahit kurang dari 4 mesin jahit 27.Bengkel Las / Ketok atau sejenisnya 16.000 1.000 Per bulan Per bulan per bulan per bulan Per hari Per hari Per hari Rp 10.15. 5. 2.00 Rp.s/d 5 M3 > 5 M3 s/d 10 M3 >10 M3 s/d 15 M3 30. Toko Kecil/Warung 4. Perlombaan Road Race dan sejenisnya 20. 10.000 10.500 2. 2.000 Rp.000 71 . 100. 10. Gudang / Bulog 13. Hotel/Losmen/Penginapan 5.000 Rp.000 1. 25.500 Rp . 100. Warung Kedai Kopi / PKL Besar 6.000 Rp.5. Klinik / BPU 10. Praktek Dokter 11. Balai kayu dan sejenisnya 28. Truk angkutan yang bongkar muat di terminal 24.000 Rp.000 Rp 20.500 per hari Per sekali bngkr Per bulan Per bulan Per bulan Per bulan 1.Sisa sampah pembangunan yang terletak dipinggir jalan umum yang dilakukan oleh Pihak Swasta ( Kontraktor ) sesuai dengan nilai proyek masingmasing dikenakan retribusi kebersihan sebesar : Rp.000 Rp 15. RSU Pemerintah dan Swasta 9.3. 75.

Warga Negara Indonesia (WNI) . >15 M3 s/d 20 M3 >20 M3 s/d 25 M3 >25 M3 s/d tak terbatas 150. 2. Perubahan Kartu Keluarga (KK) Surat Keterangan Kependudukan : a.) 4 0 KETERANGAN 5 0 15. Kartu Tanda Penduduk (KTP) . OBYEK RETRIBUSI 2 FORMULIR PENDAFTARAN PENDUDUK Setiap Formulir BLANGKO a. 1 1.Warga Negara Asing (WNA) b. 6. Surat Keterangan lahir Mati TARIF (Rp. 5.000 0 0 15.000 500.Warga Negara Asing (WNA) Perpanjangan/Pergantian Kartu Keluarga (KK) a.Warga Negara Indonesia (WNI) . 0 0 0 0 0 0 72 .000 0 50. KADER LAMPIRAN IV PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPAHIANG NOMOR : 2011 TANGGAL : STRUKTUR DAN BESARNYA TARIF RETRIBUSI PENGGANTIAN BIAYA CETAK KARTU TANDA PENDUDUK DAN AKTA CATATAN SIPIL NO.4. Warga Negara Indonesia (WNI) b.Warga Negara Indonesia (WNI) Perpanjangan/Pergantian . Warga Negara Asing (WNA) c. Surat Keterangan Kelahiran Umur 0 – 60 hari . 4.000 300. Surat Keterangan Kematian d. BANDO AMIN C.000 BUPATI KEPAHIANG H. Surat Keterangan Kelahiran Umur diatas 60 hari .Warga Negara Indonesia (WNI) .Warga Negara Asing (WNA) c.000 3.Warga Negara Asing (WNA) . Blangko-Blangko Keluaran b.

Warga Negara Asing (WNA) f.000 5. Pencatatan di luar kantor (WNI) d. Kutipan Kedua dan Seterusnya (WNI) f. 6.000 75.e.000 150.000 73 . Surat Keterangan Perubahan Status Kewarganegaraan (SKPSK) m.000 50. Surat Keterangan Pendaftaran Penduduk Tetap (SKPPT) 10.000 150.Warga Negara Asing (WNA) 2. Umur 0 – 60 hari (WNI) b.Warga Negara Indonesia (WNI) . Surat Keterangan Pendaftaran Penduduk Sementara (SKPPS) k. Pencatatan tidak terlambat (WNI) b. l. Pencatatan terlambat (WNA) e. Pencatatan tidak terlambat (WNA) c.000 100.000 200. Umur 60 hari s/d 1 Tahun (WNI) d.000 25. 10. Pencatatan terlambat (WNI) d. Pencatatan di dalam kantor (WNI) b.000 200. Surat Keterangan Tidak Keberatan Ganti Nama (SKTKGN) FORMULIR PELAYANAN CATATAN SIPIL . Pencatatan di dalam kantor (WNA) c. Surat Keterangan Pindah . Kutipan Kedua dan Seterusnya (WNA) Akta Kematian : Duplikat Kedua dan seterusnya (duplikat) (WNI) Duplikat Kedua dan seterusnya (duplikat) (WNA) Akta Pengakuan Anak Akta Pengakuan Anak (WNI) 30.000 15. Pindah datang dalam daerah .000 100. Pencatatan terlambat (WNI) f.000 10.000 30.000 50. Kutipan Kedua dan Seterusnya (WNA) Akta Perceraian : a. Umur 60 hari s/d 1 Tahun (WNA) e.000 50.Warga Negara Indonesia (WNI) . 8.Setiap Formulir AKTA KELAHIRAN a.000 10. Kutipan Kedua dan Seterusnya (WNI) h.000 75.000 30.000 5.000 100. 9.Warga Negara Asing (WNA) g. Pencatatan di luar kantor (WNA) e. Kutipan Kedua dan Seterusnya (WNA) Akta Perkawinan : a. Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT) j. Umur 0 – 60 hari (WNA) c.000 150.000 25. Surat Pengantar Pindah WNA i. Surat Keterangan Pindah Datang 1. 7. Kutipan Kedua dan Seterusnya (WNI) f. Surat Keterangan Tinggal Sementara (SKTS) h.000 20.000 75.000 150.000 0 50.Warga Negara Indonesia (WNI) . Pencatatan terlambat (WNA) g.000 0 15.000 0 0 0 0 0 25. Pindah datang luar daerah .000 200.

Pencatatan tidak terlambat (WNI) b.000 *75.000 150. Perubahan Data (WNA) c. Kematian (WNI) b. 16. Pembatalan Akta (WNI) f.000 100. 15.000 50.000 20.000 100. Pencatatan terlambat (WNI) d. Perubahan Data (WNI) b.000 *100. Perkawinan (WNI) f.000 100.000 *150. Akta Pengakuan Anak (WNA) Kutipan Kedua dan Seterusnya (WNI) Kutipan Kedua dan Seterusnya (WNA) Pencataan Pengesahan Anak Pengesahan Anak (WNI) Pengesahan Anak (WNA) Pencatatan Pengangkatan Anak a.000 *50.000 50.000 *10. Pembatalan Akta (WNI) Salinan Akta a.000 *100. Perubahan Nama (WNA) e. 17.000 *100. Perubahan Nama (WNI) d.000 50. Pengakuan Anak (WNA) Surat Keterangan Pencatatan Sipil (WNI) Surat Keterangan Pencatatan Sipil (WNA) Legislasi Kutipan Akta per lembar (WNI) Legislasi Kutipan Akta per lembar (WNA) Legislasi Alih Bahasa Kutipan Akta (WNI) Legislasi Alih Bahasa Kutipan Akta (WNA) *50.000 150. Perkawinan (WNA) g. Perceraian (WNA) e.000 30. Pencatatan tidak terlambat (WNA) c. BANDO AMIN C.11. Kematian (WNA) c. Pengakuan Anak (WNI) h. KADER 74 .000 15. a. Perceraian (WNI) d. 13.000 25.000 10.000 *100.000 14.000 *50.000 50.000 * Biaya tidak termasuk putusan pengadilan BUPATI KEPAHIANG H.000 50.000 50. 12. Pencatatan terlambat (WNA) Pencatatan Perubahan 150.000 500 1.

LAMPIRAN V PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPAHIANG NOMOR : 2011 TANGGAL : STRUKTUR DAN BESARN TARIF RETRIBUSI PELAYANAN PARKIR DI TEPI JALAN UMUM NO.000 / sekali parkir 2 Retribusi parkir berlangganan a. Mobil sedan/pick – up dan sejenisnya c. Truck. Pick Up dan Sejenisnya c. Truk Bus d.000/bulan 60.000 / sekali parkir 4.000 / sekali parkir 3.000 / sekali parkir 2. Tronton dan Sejenisnya 1. bus dan sejenisnya 20.000/bulan 75 . Sepeda Motor b.000/bulan 30. Mobil Sedan. OBJEK RETRIBUSI BESARNYA TARIF ( Rp ) 1 Retribusi Parkir a. Sepeda motor b.

C Depan 2.000 5. Yang menggunakan gerobak dan meja 2.000 48. Blok E. Y 6.000 85. Blok A. R. Blok L Depan 7. Blok L Belakang 8. K. X. I. C Belakang 3.000 40. Emperan tidak menggunakan gerobak dan meja 1. Blok M Belakang 10.BUPATI KEPAHIANG H. B. S. Blok N 11.000 60. Auning Sayur 2.000 Per petak / per Tahun Per petak / per Tahun 3 Retribusi Kaki Lima dan Pekan 1.000 1.000 110. Blok D Ukuran Biasa 4.000 48. P.00 Per hari Per hari Per hari 76 . BANDO AMIN C. Auning Ikan / Ayam Potong TARIF 3 130. Blok G.000 600.000 KETERANGAN 4 Per bulan Per bulan Per bulan Per bulan Per bulan Per bulan Per bulan Per bulan Per bulan Per bulan Per bulan Per bulan 2 300.000 48. F. Blok D Ukuran Kecil 5. Z Retribusi Auning Pasar Kepahiang 1. T.000 48. Blok J 12. KADER LAMPIRAN VI PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPAHIANG NOMOR : 2011 TANGGAL : STRUKTUR DAN BESARNYATARIF RETRIBUSI PELAYANAN PASAR NO 1 1 OBJEK RETRIBUSI 2 Retribusi Blok Pasar 1. O. H.000 85. Q.000 24. Blok M Depan 9. Blok A. B. Yang menggunakan gerobak keliling 3.000 20.

000 25. BANDO AMIN C.000 75. 15.000 1. a. Retribusi MCK (Mandi Cuci Kakus) 1. Biaya uji kendaraan Sepeda motor Mobil penumpang Mobil bus Mobil barang Kereta gandeng dan kereta tempelan Kendaraan khusus Pengadaan Tanda Uji Buku Uji Plat Uji Pengadaan Tanda Samping Pergantian Buku Uji Perubahan Data dan atau Perbaruan Rusak dan atau Tidak Terbaca Hilang Rekomendasi Uji Pertama.00 20. 1. 0 10.000 b. c. b. 0 c. d. 2.00 20. e. BUPATI KEPAHIANG LAMPIRAN VII PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPAHIANG H.00 20.000 10.00 25. 0 e. 0 f.4. 4.000 15. Rekomendasi status penggunaan dan rubah bentuk kendaraan wajib uji 77 .000 Per hari Per hari .000 7.000 - 5. Fasilitas menggunakan meja 1. a. b. c. f. 5.000 25.00 Termasuk biaya pendaftaran NO 1 OBJEK RETRIBUSI 2 KETERANGAN 4 1. Buang hajat besar/kecil Retribusi Fasilitas Terminal 1. a.00 25. Los Dalam Terminal 2. c.000 setiap kendaraan setiap kendaraan setiap kendaraan 10. 3. 0 d. 0 b. KADER NOMOR : 2011 TANGGAL : STRUKTUR DAN BESARNYA TARIF RETRIBUSI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR TARIF ( Rp ) 3 a.

JENIS PELAYANAN 2 Pemeriksaan pada bangunan yang menggunakan hydrant. Pemeriksaan alat pemadam kebakaran pada kendaraan bermotor angkutan umum dan barang : 78 . BANDO AMIN C. alaram otomatis dan lainnya yang sejenis. s/d 5. s/d 5. Pemeriksaan alat pemadam kebakaran pada bangunan yang menggunakan Alat Pemadam Api Ringan.000 s/d 10.000 m2 c. Lebih dari 5. Lebih dari 10. dengan Luas Bangunan : a.BUPATI KEPAHIANG H. hose. real.000 m2 c.000 m2 Per meter per segi per unit Per meter per segi 25 per unit Per meter per segi 10 per unit 50 3. sprinkle. Lebih dari 10.000 m2 b.000 m2 b.000 m2 TARIF RESTRIBUSI (Rp) 3 KETERANGAN 4 100 Per meter per segi per unit Per meter per segi 50 per unit Per meter per segi 25 per unit 2.000 s/d 10. KADER LAMPIRAN VIII PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPAHIANG NOMOR : / 2011 TANGGAL : STRUKTUR DAN BESARNYA TARIF RETRIBUSI PEMERIKSAAN ALAT PEMADAM KEBAKARAN NO 1 1. dengan luas bangunan : a. Lebih dari 5.

Truck Non Gandeng 4.000 Per tb 100.000 Per tb/ semester 2.000 Per tb/ semester 3. Tabung 3 Lt 2. Tabung 3 Lt 2. Pemasangan Label Alat Pemadam Api Ringan (APAR) a. Penerbitan sertifikat dan stiker persyaratan klasifikasi ancaman bahaya kebakaran a.000 Per tb/ semester 2.000 Per tb 6.000 Per tb 9.000 Per tahun 50. Mobil Penumpang Umum c. Tabung 6 Lt 3.000 Per tb 9.500 Per tb/ semester 15. Taxi d. Tabung 9 Lt 5. Bus minimal 2 tabung b.000 Per tb/ semester 10. Jenis Busa 1. Pick Up e. Bahaya Kebakaran Sedang c.000 Per tb 3. BANDO AMIN C. KADER 79 . Mobil Tangki BBM dan Gas Minimum 2 Tabung f. Tabung 6 Lt 3.000 Per tahun BUPATI KEPAHIANG H.000 Per tb/ semester 3. Tabung 9 Lt b.a.000 Per tahun 25. Bahaya Kebakaran Tinggi b. Jenis gas untuk bangunan/gedung 1. Bahaya Kebakaran Rendah 5.000 Per tb 6.

50 0 75.50 0 75.LAMPIRAN IX PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPAHIANG NOMOR : 2011 TANGGAL : STRUKTUR DAN BESARNYA TARIF RETRIBUSI PENGGANTIAN BIAYA CETAK PETA NO 1 I OBYEK RETRIBUSI 4 Peta Kabupaten dengan ukuran : AO ( 120 x 84 ) A1 ( 84 x 59 ) A2 ( 59 x 42 ) A3 ( 42 x 29 ) Peta Kecamatan Dengan Ukuran : AO ( 120 x 84 ) A1 ( 84 x 59 ) A2 ( 59 x 42 ) A3 ( 42 x 29 ) Peta R T R W dengan ukuran : AO ( 120 x 84 ) A1 ( 84 x 59 ) A2 ( 59 x 42 ) A3 ( 42 x 29 ) Peta RDTRKw dengan ukuran : AO ( 120 x 84 ) 87.25 0 87.50 0 56.00 0 62.50 0 Per lembar Per lembar Per lembar Per lembar JUMLAH ( Rp ) 5 KET 6 II Per lembar Per lembar Per lembar Per lembar III Per lembar Per lembar Per lembar Per lembar IV Per lembar 80 .50 0 56.25 0 87.00 0 62.00 0 62.50 0 75.25 0 87.50 0 56.

25 0 87.50 0 56.50 0 56. BANDO AMIN C.00 0 62.25 0 Per lembar Per lembar Per lembar Per lembar Per lembar VII Per lembar Per lembar Per lembar Per lembar BUPATI KEPAHIANG H.00 0 62.00 0 62.50 0 75.25 0 87.50 0 75.50 0 75.50 0 Per lembar Per lembar Per lembar V Per lembar Per lembar Per lembar VI A3 ( 42 x 29 ) Peta RDTRK dengan ukuran : AO ( 120 x 84 ) A1 ( 84 x 59 ) A2 ( 59 x 42 ) A3 ( 42 x 29 ) Peta R T R K dengan ukuran : AO ( 120 x 84 ) A1 ( 84 x 59 ) A2 ( 59 x 42 ) A3 ( 42 x 29 ) 56.A1 ( 84 x 59 ) A2 ( 59 x 42 ) A3 ( 42 x 29 ) Peta RUTRK dengan ukuran : AO ( 120 x 84 ) A1 ( 84 x 59 ) A2 ( 59 x 42 ) 75. KADER 81 .25 0 87.50 0 56.00 0 62.

82 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful