Budaya Malu

Artikel Lepas
2/4/2012 | 10 Jumada al-Ula 1433 H | Hits: 1.877

Oleh: Kusnadi El-Ghezwa

Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com - Kewajiban berakhlaq mulia bagi seorang muslim merupakan tuntunan syariat yang di ajarkan oleh Rasulullah saw yang berhubungan dengan Allah dengan sesama manusia baik muslim maupun non muslim dan dengan sesama makhluk lain ciptaan-Nya. Maka sudah selayaknya bagi orang muslim untuk mengikuti sunah dan ajarannya untuk terciptanya suatu masyarakat yang harmonis, saling hormat-menghormati serta mampu menciptakan kerukunan umat antar agama. Dalam masalah ini perlu kita sadari bahwa akhlaq dan kepribadian seseorang merupakan faktor yang paling menentukan apakah ia bisa disenangi atau tidak oleh orang lain. Melalui kepribadian seseorang bisa memperlihatkan dirinya kepada orang lain. Oleh karena itu tiap orang harus menjaga akhlaq dan kepribadiannya dengan menampilkan sifat-sifat terpuji dan perilaku yang luhur. Untuk mengaplikasikan sifat-sifat terpuji di dalam kehidupan kita sehari-hari memang tidak semudah yang kita bayangkan, apalagi fitrah manusia memiliki sifat, watak dan karakteristik yang berbeda. Karena itu tidak mungkin orang memiliki tingkat kualitas akhlaq dan kepribadian yang sama persis. Adapun cara untuk memperbaiki akhlaq yang buruk seseorang harus berusaha keras serta mau memaksakan diri untuk melakukan lawannya. Misalnya kebiasaan berbohong atau dusta bisa diperbaiki dengan mengusahakan lawan sifat itu yaitu selalu menjunjung sifat jujur. Kesukaan ingkar janji dan khianat bisa diperbaiki dengan membiasakan diri menepati janji. Meskipun pada mulanya amat berat tetapi bila dibiasakan dengan latihan dan perjuangan secara terus-menerus maka lama kelamaan akan ringan dan mudah. Jika kita tidak membiasakan dengan sifat-sifat terpuji secara otomatis kepribadian kita tak lagi di akui di tengah masyarakat dan sekitarnya. Apalagi di era globalisasi ini orang-orang begitu mudahnya mengingkari janji, saling membohongi dan mengumbar syahwat insani. Padahal kepercayaan menurut kalangan bisnis adalah modal utama yang tentunya harus dimulai dari diri sendiri. Bahkan jika dikaji lebih jauh dusta ingkar dan khianat merupakan sifat-sifat tercela dan termasuk ciri kemunafikan. Sebab di

Sekarang apa yang harus kita lakukan untuk menghindari sifat-sifat buruk tersebut? Tentunya karena ini mencakup masalah pembinaan moral umat maka salah satu usaha kongkretnya ialah dengan memasyarakatkan budaya malu di kalangan masyarakat untuk melakukan sifat-sifat tercela itu. Sifat munafik telah menyusup ke lubuk hati kaum muslimin sehingga sering menimbulkan perilaku-perilaku sosial yang sangat menjengkelkan dan merusak nilai-nilai moral.” Bersikap benar tidak suka berbohong mempunyai pengaruh yang besar sekali dalam masyarakat dan merupakan sikap mental yang sangat dibutuhkan untuk membangun kualitas sumber daya manusia guna mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Sidik merupakan sifat utama yang wajib diamalkan oleh semua orang Islam sebagaimana telah diperintahkan oleh Allah. . Maksudnya walaupun seseorang mengaku muslim mengerjakan shalat dan puasa selama ia suka berlaku tidak jujur ingkar janji dan berkhianat maka ia termasuk golongan orangorang munafik.dalamnya terdapat unsur meremehkan orang lain sifat yang tentunya harus dihindari oleh umat Islam. “Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. Kemudian masyarakat diajak untuk membudayakan rasa bangga dan penghormatan kepada orang-orang yang memiliki sifat-sifat sidik konsisten pada janji dan amanah. Jelasnya sifat munafik sangat meracuni keimanan seseorang. Bahkan untuk keadaan berdusta itu bisa menjadi wajib yaitu bila dalam keadaan darurat atau posisinya terdesak seperti untuk menyelamatkan nyawanya sendiri dari kezhaliman dan kekejaman. Ironisnya sifat-sifat seperti itu justru banyak terdapat di kalangan umat Islam. Tetapi meskipun demikian harus dipahami bahwa apabila suatu tujuan yang baik dan benar itu sudah bisa dicapai tanpa juga bohong atau dusta itu tetap haram hukumnya. Karena itu Rasulullah melukiskan orang munafik itu sebagai orang yang tak jujur dalam semua hal baik kata-kata maupun perbuatannya. Sinyalemen ini bisa kita rasakan kebenarannya dalam kehidupan sehari-hari. Kedua berdusta dalam perang sebagai siasat pertempuran. Rasulullah saw bersabda yang artinya “Tanda orang munafik itu tiga walaupun ia puasa dan shalat serta mengaku dirinya muslim. Ketiga dusta yang dilakukan sebagai taktik untuk mendamaikan dua orang muslim yang berselisih. Yaitu jika ia berbicara ia berdusta jika berjanji ia menyalahi dan jika dipercaya ia khianat.” Dari hadits di atas dapat ditafsirkan bahwa orang munafik ialah orang yang bertolak belakang antara lahir dengan batinnya yakni lahirnya Islam sedangkan batinnya ingkar. Karena itulah Rasulullah saw sangat tegas melarang umatnya melakukan dusta kecuali pada tiga hal karena alasan untuk mencapai kebaikan dan menegakkan kebenaran yaitu Pertama suami berbohong kepada istri misalnya menjanjikan sesuatu yang patut dijanjikan kepada seorang istri sekedar untuk menghibur dan menyenangkan hatinya. Sifat sidik artinya benar lawannya sombong atau dusta.

Bisa juga berupa amanah berupa anak dan keturunan agar dididik menjadi orang yang beriman beramal saleh dan berakhlaq mulia. Amanah yang diajarkan di dalam Islam meliputi banyak hal di antaranya barangbarang yang dititipkan atau uang yang kita pinjam wajib dikembalikan kepada pemiliknya.” Perintah untuk memenuhi semua janji sebagaimana ditegaskan dalam ayat di atas sebenarnya merupakan prinsip umum yang harus dipatuhi oleh tiap orang yang terikat kepada suatu janji atau yang mesti berlaku sesuai adat kebiasaan dalam interaksi sosial seperti transaksi jual beli utang piutang kehidupan politik sosial dan sebagainya . Padahal sebenarnya perbuatan tidak jujur di bidang materi itu hanya salah satu segi dari ketidakjujuran. Sebaliknya citra Islam akan pudar apabila lawan dari sifat-sifat tersebut yaitu bohong ingkar janji dan khianat semakin membudaya di kalangan umatnya.” “Tepatilah janji sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya.” . Allah SWT berfirman “Hai orang-orang yang beriman peliharalah janji-janji itu. Yang lebih penting lagi bukan masalah citra Islam atau lainnya tetapi tanggung jawab diri kita masing-masing di hadapan Allah SWT. Karena itu sebagai petunjuk bentuk ajaran kedisiplinan umat dalam perjanjian Allah SWT telah menunjukkan ketika berjanji bagi orangorang yang beriman “Dan janganlah kamu mengatakan bahwa sungguh aku akan mengerjakannya besok pagi kecuali dengan menyebut „insya Allah‟. Akhirnya marilah kita renungkan isi hadits peringatan Rasulullah saw berikut ini “Tiadalah beriman orang yang tidak amanah dan tiada beragama orang yang tidak menepati janji. Di samping itu ilmu harta pangkat umur kesehatan kecerdasan akal dan sebagainya semua itu merupakan amanah dari Allah yang harus dipelihara dan diamalkan sebaik-baiknya sesuai tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Masyarakat sangat memerlukan sikap hidup dengan disiplin tinggi teguh pada janji serta menghormati peraturan dan norma-norma yang berlaku dalam kehidupan global. Pemahaman yang luas tentang makna amanah perlu lebih dimasyarakatkan di kalangan umat sebab sifat amanah atau kejujuran itu biasanya hanya dikaitkan dengan bidang materi misalnya jujur tidak mengambil sesuatu yang bukan haknya baik dengan mencuri korupsi manipulasi bisnis ataupun tindakan lain yang intinya sama yaitu mengambil yang bukan haknya.Menepati janji. Amanah juga bisa berupa tugas dan jabatan. Ajaran ini jelas sejalan dengan nilai-nilai kedisiplinan yang semakin dituntut bagi perkembangan zaman lebihlebih dalam konteks kehidupan modern.Dalam hukum Islam janji adalah utang yang berarti harus dibayar.” Sebagai penutup dapat disimpulkan bahwa sifat sidik konsisten pada janji dan amanah apabila benar-benar telah diamalkan oleh kaum muslimin citra Islam pasti akan lebih harum daripada kenyataan selama ini.” Sifat amanah artinya tepercaya atau jujur lawannya khianat. Allah SWT berfirman “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimannya. Kejujuran pada hakikatnya meliputi semua bidang kehidupan yang di dalamnya termasuk bidang ilmu pengetahuan pemikiran kekayaan dan sebagainya.

com/2012/04/19669/budaya-malu/#ixzz28Oi7kkB7 .Sumber: http://www.dakwatuna.

malu karena bekerja tidak berprestasi. Kerjakanlah pekerjaan kita tepat waktu. jika teman sedang melaksanakan piket dan kita diam saja melihat mereka membersihkan ruangan. tetapi jika didukung dengan kemauan keras. Seperti di kelas contohnya. budaya malu mempunyai arti membiasakan diri untuk mempunyai rasa malu terhadap hal-hal yang negatif. Dalam arti menumbuhakan budaya malu disini. kemungkinan hal apapun itu pasti dapat terlaksana. apakah arti dari budaya malu tersebut? Budaya artinya hal yang sering dilakukan atau kebiasaan sehari-hari. Tetapi ada juga orang yang sudah kebal akan pelanggaran. malu untuk berbuat salah. Lingkungan yang bersih mampu menambah semangat dalam bekerja. dibaca 161 kali. Butir keenam. Usaha yang paling tepat untuk menanggulangi hal ini adalah dengan „mencicil tugas‟. Entah itu terlambat karena hal yang mendesak ataupun karena hal yang disengaja. malu karena melanggar peraturan. Jika ingin mencapai pencapaian yang maksimal. Butir pertama. Jangan hanya diam. Di kantor-kantor. biasakan diri untuk tidak terlambat ataupun pulang cepat dan mempunyai rasa malu terhadap hal itu. Butir ketiga. Butir keempat. tidak tahu malu. disinilah hal yang perlu diperbaiki. sekolah-sekolah dan tempat-tempat semacamnnya kita sering menjumpai slogan „Tumbuhkan Budaya Malu‟ dengan 7 butir malu. tetapi ambilah hikmahnya. hasilnya pasti akan sia-sia. malu karena tugas tidak terlaksana/selesai tepat waktu. karena hal itu menyangkut kepentingan kita bersama. Butir kedua. Demikianlah budaya malu yang harus kita teladani sejak dini. Apalagi pulang cepat. Jika hari ini berbuat salah. Seringkali kita dihadapkan dengan masalah waktu. Butir kelima. berusahalah bekerja keras dengan tidak bekerja setengah-setengah. Seharusnya kita ikut membantu. Jangan terpuruk akan kesalahanmu sekarang. Kita harus bisa menjaga kebersihan lingkungan bersama. seringkali kita mempunyai keinginan untuk pulang cepat karena bosan terhadap apa yang kita kerjakan. ialah dapat menumbuhkan rasa kedisiplinan diri. Jadi.Budaya Malu Tanggal : 12-03-2012 13:06. kelak kita akan menjadi orang yang sukses . Karena menumbuhkan Budaya Malu sangatlah penting. malu karena tidak berperan aktif dalam mewujudkan kebersihan lingkungan kantor/sekolah. Bekerja pastinya menuntut hal yang maksimal. malu karena melihat rekan sibuk melakukan aktivitas. maka kedepan berbuatlah yang lebih baik. Apabila jika bekerja hanya sekedar bekerja. Dengan kedisiplinan diri yang tinggi. Maka hal ini sangatlah baik kita terapkan sejak dini. Lalu. Kebanyakan orang disaat melanggar peraturan pasti punya rasa malu. malu karena pulang terlambat atau pulang cepat. agar kita tidak terbiasa dengan sikap „malu-maluin‟. Sedangkan malu mempunyai arti merasa tidak enak hati. Butir ketujuh.

orang yang punya malu. 2. BUDAYA KERJA KERAS. seringkali kita mempunyai keinginan untuk pulang cepat karena bosan terhadap apa yang kita kerjakan. Masuk ke dunia modern. Budaya malu Di kantor-kantor. dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan”. biasakan diri untuk tidak terlambat ataupun pulang cepat dan mempunyai rasa malu terhadap hal itu. berfikir sejenak. dsb) yang terlibat korupsi. Butir pertama. BUDAYA MALU. Para orang tua dan leluhur kita senantiasa menasehati anak-cucunya dengan pesan profetik ini. Datang terlambat dan pulang cepat adalah sesuatu yang “memalukan”. Kita bisa mengambil contoh dari Jepang mengenai budaya malu ini. asal ngumpul’. ‘mangan ora mangan. dan lain sebagainya. termasuk tidak ada iman di dalam dirinya. baik sebagai seorang anak bangsa negara yang mempunyai sumber daya alam sangat kaya. maupun sebagai bagian dari umat dan bangsa Indonesia. sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun). Lalu. Berbeda dengan negara lain. sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Jadi. politikus. dan Perancis (1680 jam/tahun). ‘alonalon asal kelakon’. sekolah-sekolah dan tempat-tempat semacamnnya kita sering menjumpai slogan ‘Tumbuhkan Budaya Malu’ dengan 7 butir malu. seperti misalnya.Membumikan 9 Budaya Sukses OPINI | 14 July 2012 | 09:44 Dibaca: 73 Komentar: 2 Nihil Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-63. pegawai. Inggris (1911 jam/tahun). Misalnya mereka akan melakukan harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) bila melakukan sebuah aib dalam kehidupan masyarakat. Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa kita belum termasuk pekerja keras. Apalagi pulang cepat. ’al-haya’u min al-iman’ (Budaya malu termasuk ke dalam ategori iman). Banyak sekali kita dapati dalam percakapan sehari-hari pepatah yang merefleksikan hal tersebut. Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma/peraturan kerja yang sudah disepakati/ditandatangani maupun kesepakatan umum. menuju keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Jerman (1870 jam/tahun). Kerjakanlah pekerjaan kita tepat waktu. Para elit di Jepang merasa malu melakuan penyimpangan yang bukan menjadi miliknya (corrup) dan melakukan ’pertobatan’ dengan melakukan harakiri tadi. Malu adalah budaya leluhur bangsa Indonesia yang terinspirasi dari ajaran Islam berdasarkan sabda Nabi. 17 Agustus 2008 ada baiknya kita melakukan komtemplasi. Sedangkan malu mempunyai arti merasa tidak enak hati. budaya malu mempunyai arti membiasakan diri untuk mempunyai rasa malu terhadap hal-hal yang negatif. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. bangsa Indonesia masih tertatih dan merangkak dalam pembangunan manusia seutuhnya. Kenapa dengan anugerah Tuhan yang melimpah ruah tersebut. Artinya. introspeksi. Komtemplasi tersebut bisa dikonversi dengan komitmen pada pembumian dan kebulatan tekad setiap kita sebagai anak bangsa pada 9 Budaya Sukses. gagal menjalankan tugas dan tidak mampu atau lingkungan kerja yang tidak kondusif. menuju Indonesia sejahtera sesuai dengan amanat Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. 1. apakah arti dari budaya malu tersebut? Budaya artinya hal yang sering dilakukan atau kebiasaan sehari-hari. malu karena pulang terlambat atau pulang cepat. Entah itu terlambat karena hal yang mendesak ataupun karena hal yang disengaja. Budaya Kita. misalnya Jepang. . wacana harakiri berubah menjadi fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (menteri.

berusahalah bekerja keras dengan tidak bekerja setengah-setengah. Usaha yang paling tepat untuk menanggulangi hal ini adalah dengan ‘mencicil tugas’.’ Seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad. tetapi jika didukung dengan kemauan keras. Butir kelima. maka kedepan berbuatlah yang lebih baik. malu karena melihat rekan sibuk melakukan aktivitas. tetapi ambilah hikmahnya. Karena itu di dalam bahasa Inggris ‘ashamed’ atau malu diartikan dengan ‘troubled by guilty feeling. yaitu sikap malu. Seringkali kita dihadapkan dengan masalah waktu.Butir kedua. karena hal itu menyangkut kepentingan kita bersama. maka berbuatlah sesuka hatimu. disinilah hal yang perlu diperbaiki. Dengan kedisiplinan diri yang tinggi. Apabila jika bekerja hanya sekedar bekerja. Dalam bahasa Arab malu dinamakan dengan ‘al-hayaa. agar kita tidak terbiasa dengan sikap ‘malu-maluin’. jika kamu sudah tidak memiliki rasa malu. Kebanyakan orang disaat melanggar peraturan pasti punya rasa malu. Jangan hanya diam. Tetapi ada juga orang yang sudah kebal akan pelanggaran. Karena menumbuhkan Budaya Malu sangatlah penting. malu karena tugas tidak terlaksana/selesai tepat waktu. Butir keempat. Malu adalah suatu kondisi di mana kita merasa bersalah jika melakukan suatu perbuatan. kelak kita akan menjadi orang yang sukses. Kita harus bisa menjaga kebersihan lingkungan bersama. Maka hal ini sangatlah baik kita terapkan sejak dini. ini tentunya didasarkan atas beberapa . ‘idza lam tastahi fashna maa syi’ta. MENANAMKAN BUDAYA MALU Ada suatu sikap yang tampaknya belum membudaya dengan baik di negara ini. malu karena tidak berperan aktif dalam mewujudkan kebersihan lingkungan kantor/sekolah.’ yang artinya. Butir keenam. Dalam arti menumbuhakan budaya malu disini. Butir ketujuh. malu untuk berbuat salah. Lingkungan yang bersih mampu menambah semangat dalam bekerja. Bagaimana rasa bersalah bisa muncul. ialah dapat menumbuhkan rasa kedisiplinan diri. tidak tahu malu. malu karena melanggar peraturan. Jika ingin mencapai pencapaian yang maksimal. jika teman sedang melaksanakan piket dan kita diam saja melihat mereka membersihkan ruangan. Harapannya. rasa malu ini bisa jadi pagar pengaman dari nafsu binatang kita yang kadang liar dan sulit terkendali. Seharusnya kita ikut membantu. Jika hari ini berbuat salah. Jangan terpuruk akan kesalahanmu sekarang. kemungkinan hal apapun itu pasti dapat terlaksana. Butir ketiga. Bekerja pastinya menuntut hal yang maksimal. malu karena bekerja tidak berprestasi.’ atau merasa terganggu oleh adanya rasa bersalah. hasilnya pasti akan sia-sia. Demikianlah budaya malu yang harus kita teladani sejak dini. Seperti di kelas contohnya.

Ketiga sumber rasa malu ini bisa saja diabsahkan. Pertama. Nah. Ketiga. berdasarkan keyakinan suatu masyarakat dalam lokal budaya tertentu. Cara yang bermacam-macam untuk mencari penghasilan tambahan mengindikasikan taraf kedewasaan budaya seseorang. Karena itu hal ini perlu dibudayakan. Bukan karena apaapa. Kemudian dengan memanipulasi jabatan dia bergerilya dalam tingkat korupsi yang tidak kentara. maka rasa malu bisa tercipta. adanya cross check atas ketiganya. Seperti merusak barang berharga. Sebagaimana yang kita ketahui. Kedua. kualitas budaya beberapa orang pejabat dapat dilihat melalui pola ekspresi atau cara bagaimana mereka mendapatkan penghidupan. Para mahasiswa dan masyarakat umum semestinya merasa malu ketika dalam demonstrasi mereka merusak fasilitas umum seperti pagar kantor KPU atau DPRD. Karena dengan rasa malu kita tidak akan lagi menyaksikan tindakan amoral dan kekerasan yang meresahkan masyarakat banyak. Atau dengan menanamkan modal pada kenalan dengan bagi hasil dalam jumlah tertentu. Jika seseorang merasa malu berpenampilan dengan pakaian sederhana dan apa adanya. Bahwa secara moral. Dalam perihal mencari penghidupan misalnya. maka akan banyak terjadi tindak pemerkosaan dikarenakan di antara para lelakinya sudah tidak memiliki rasa malu. tidak ada orang yang mempermasalahkan. mencari peluang usaha dengan membuka pinjaman ke Bank. Dan yang ketiga adalah kebenaran dari Allah dan Nabi-Nya melalui pesanNya yang termaktub dalam kitab suci atau petuah utusan-Nya di dalam hadis atau sunnah. atas dasar pemahaman diri sendiri tentang perasaan bersalah. Misalnya. Bisa juga dengan pemberian izin pertambangan dengan tip berapa persen dari satu ton barang tambang yang diangkut. Namun dengan syarat. Sebagaimana dalam ilmu sosial-keagamaan. Mereka semestinya malu ketika melempari lampu-lampu jalanan atau kaca-kaca perkantoran. Di Sudan misalnya.kemungkinan. Jika tidak diberlakukan larangan. Orang-orang akan berkompetisi untuk bersikap sosial yang baik dan mengubur tindakan amoral dengan rapi. lahir dari pemahaman atas doktrin Ilahi dalam kitab suci maupun dalam sunnah yang dikembangkan oleh Nabi. Begitu juga anak-anak pelajar kita. meski kebutuhannya sama mendesak. dalam proses mencari kebenaran kita bisa menyandarkan pada beberapa ukuran. Kenapa memiliki rasa malu itu penting dan harus dibudayakan. begitu pula dengan rasa malu. kebenaran yang diyakini oleh orang banyak. Seperti memenangkan tender kontraktor tertentu dengan negosiasi berapa persen dari keuntungan. Jika dianalogikan. Sebaliknya pejabat si B. Ini biasanya disebut dengan moral. Begitu lulus ujian akhir. Pejabat si A mungkin merasa tidak cukup dengan gaji dari pangkat jabatannya. Dalam bahasa ilmiahnya ‘interconnection’ atau saling berhubungan dengan saling melengkapi dan memperbaiki. karena para lelaki di sana kebanyakan tidak kuat menahan libido mereka. Karenanya sikap apa adanya perlu diletakkan dalam porsinya. Kesadaran untuk memiliki rasa bersalah atas sesuatu yang memang secara moral tidak dibenarkan dan secara agama haram untuk dilakukan semestinya wajib dibudayakan. para gadis dilarang mengenakan pakaian ketat. Pertama. rasa malu akan memberi kontribusi yang berarti bagi keamanan dan ketentraman masyarakat. didasarkan atas kebenaran yang dipahami sendiri. itu bisa menjadi pemicu terbitnya sifat munafik. salah satu pengertian budaya adalah tingkat mutu ekspresi manusia. semestinya mereka malu ketika mendemonstrasikan rasa syukur dengan cara-cara yang tidak berbudaya . dia bisa saja mengungkapkan hajatnya itu dengan cara-cara yang halus dengan menepiskan laku korupsi. Meski dengan kadar pemahaman yang sangat rendah. ia perlu dibudayakan. tidak perlu ditutupi dengan mengenakan topeng kemunafikan. maka rasa malu atas pemahaman pribadi ini perlu dikoreksi dengan pertimbangan dua sumber berikutnya. Kedua. baik itu milik sendiri maupun milik negara tidak boleh untuk dilakukan. di mana gaji bulanannya tidak mencukupi untuk keperluan hidupnya. Sedang secara agama.

memutarbalik atau menyogok. dengan merujuk definisi Huntington diatas. Banyak pejabat ditangkap dan dimasukkan ke penjara. bahwa kita telah gagal mendidik anak-anak kita untuk bersyukur dengan cara yang berbudaya.seperti mencoret-coret baju. atau sekutu politik untuk menduduki jabatan-jabatan publik. merugikan kepentingan umum. atau bahkan berkelahi satu sama lain. Selanjutnya. Di sini sebenarnya kita sadar bahwa kadar-kadar primitif budaya anak-anak kita itu sesungguhnya sekedar refleksi atas muatan-muatan primitif kita sendiri yang terbiasa tidak tahu malu. langsung maupun tak langsung. teman.5 tahun hukuman penjara. Kasus-kasus korupsi sedang merajalela di Indonesia. Hasan Mulachela dan Heru S. . Kartini Kartono. Heddy Shri Ahimsha-Putra (2002) menyatakan bahwa persoalan korupsi adalah persoalan politik pemaknaan. Wallahu a’lam. Contohnya korupsi Anggaran DPRD Kota Solo oleh mantan anggota DPRD Solo periode 19992004. Definisi ini tidak hanya menyangkut korupsi moneter yang konvensional. memiliki koneksi kuat atau karena uangnya yang banyak lalu kabur ke luar negeri. menggoyahkan. dan melalui agama mari bersama berantas korupsi. pemerasan (extortion). dan nepotisme. Inti ketiga bentuk korupsi menurut kategori Alatas ini adalah subordinasi kepentingan umum dibawah tujuan-tujuan pribadi yang mencakup pelanggaranpelanggaran norma-norma. penipuan. Betapa menyedihkan memang. Menurut Dr. untuk bergembira saja anak-anak kita tidak mampu menemukan bentuk yang pantas. berpesta pora. Apakah ini tanda. Mulai dari pejabat papan atas hingga masyarakat kelas bawah sebenarnya bisa saja melakukan tindak pidana korupsi. Korupsi menurut Huntington (1968) adalah perilaku pejabat publik yang menyimpang dari norma-norma yang diterima oleh masyarakat. dan sikap masa bodoh terhadap akibat yang ditimbulkannya terhadap masyarakat. Bagaimana cara kita sebagai rakyat biasa memberantas korupsi sehingga dapat menciptakan Indonesia yang berbudaya malu korupsi? Bisakah kita melakukannya? Sulitkah? Mulai dari diri sendiri. Sadar atau tidak. Sebelum kita membahas lebih jauh. Kasus terbaru ditetapkannya beberapa anggota penegak hukum terkait keluarnya Gayus Tambunan “refreshing” dari tahanan. Istilah korupsi dapat pula mengacu pada pemakaian dana pemerintah untuk tujuan pribadi. korupsi adalah tingkah laku individu yang menggunakan wewenang dan jabatan guna mengeduk keuntungan pribadi. Pemberantasan korupsi bukan hanya tugas pemerintah khususnya KPK sebagai lembaga terkait. dan kesejahteraan umum. tugas. Gayus yang merupakan kunci kasus mafia pajak dapat keluar dari penjara dikarenakan memberikan suap kepada mereka. sebenarnya apa korupsi itu? Korupsi berasal dari bahasa latin. Seorang sosiolog Malaysia Syed Hussein Alatas secara implisit menyebutkan tiga bentuk korupsi yaitu sogokan (bribery).[1] Yang pada akhirnya mereka bebas. Membangun Budaya Malu Korupsi Korupsi merupakan masalah memalukan bagi bangsa Indonesia. rusak. sejak dini. namun semua aspek masyarakat Indonesia. Notonegoro yang Dituntut 3. dan perilaku menyimpang ini ditujukan dalam rangka memenuhi kepentingan pribadi. terlepas dari kemampuan yang dimilikinya dan dampaknya bagi kemaslahatan umum (Alatas 1999:6). Maka dapat disimpulkan korupsi merupakan perbuatan curang yang merugikan negara dan masyarakat luas dengan berbagai macam modus. Corruptio-Corrumpere yang artinya busuk. Namun tak sedikit yang masih bebas berkeliaran. minumminuman keras. Mereka dinilai bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersamasama. pengkhianatan. yang mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp 4. Entah karena kekuasaannya yang besar sehingga dapat berkelit dari hukum.27 miliar (Irfan : 2009). membakar motor sendiri. Alatas mendefinisikan nepotisme sebagai pengangkatan kerabat. yang dibarengi dengan kerahasiaan.

2. 3. sedikit sekali pembangunan fisik di negara ini yang dijalankan dengan tujuan menghasilkan sesuatu yang kuat dan berguna bagi masyarakat. dengan cara menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka. . 3. Menurut UU itu. Bila tidak memiliki dua hal itu jangan harap mendapatkan layanan masyarakat yang baik atau keadilan di mata hukum. Beberapa diantaranya adalah: 1. Penjelasan detailnya ada di Bab 3. 2. Demokrasi tidak berjalan Pemilihan wakil daerah dapat menjadi contoh yang menarik. 4. 31 Tahun 1999 jo. Seorang administrator yang memanfaatkan kedudukannya untuk menguras pembayaran tidak resmi dari para investor (domestik maupun asing). memakai sumber pemerintah. 5. Sebab. korupsi dilihat dari pusat budaya.[2] Secara harfiah. Kraton dianggap sebagai pusat budaya. kedudukan. Bila terdapat pusat budaya lain di luar kraton. Meski pada hakikatnya dua budaya tersebut berdiri sendiri-sendiri namun tetap ada bocoran budaya (Irfan : 2009). dan dikotomi tersebut lebih banyak dengan subyektifitas pada budaya besar yang berpusat di kraton. [3] Korupsi sangat merugikan bagi banyak pihak. sudah dipilih tapi lebih mengutamakan kepentingan mereka yang beruang dibanding mereka yang memilih. Dikotomi budaya selalu ada. korupsi adalah perilaku pejabat publik. Dari sudut pandang hukum di Indonesia termaktub dalam tiga belas pasal UU No. Akhirnya uang dan kekuasaanlah yang berbicara. Asalkan memiliki uang atau kekuasaan. Mulai dari mengorbankan kualitas bahan bangunan supaya uangnya dapat “dikantongi” hingga membuat proyek yang sebenarnya tidak perlu. ada tiga puluh jenis tindakan yang bisa dikategorikan sebagai tindak korupsi. 6. baik politikus/politisi maupun pegawai negeri. Mengutip Robert Redfield.akan tetapi menyangkut pula korupsi politik dan administratif. 4. untuk keuntungan pribadi dapat pula dikategorikan melakukan tindak korupsi. tetapi secara ringkas tindakan-tindakan itu bisa dikelompokkan menjadi: 1. Melihat situasi ini jangan heran kalau rakyat bisa menjadi tidak percaya dengan demokrasi. yakni budaya kraton (great culture) dan budaya wong cilik (little culture). atau kewenangannnya yang resmi. Prestasi menjadi tidak berarti Seharusnya orang bisa menduduki jabatan tertentu karena Ia memang berprestasi dan kompeten. Tapi kenyataan berbicara lain: siapa saja bisa menduduki jabatan apa saja. yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengan dirinya. martabat. Kerugian keuntungan negara Suap – menyuap (istilah lain: sogokan atau pelicin) Penggelapan dalam jabatan Pemerasan Perbuatan curang Benturan kepentingan dalam pengadaan Gratifikasi. istilah lain: pemberian hadiah (Tim KPK). tentu dianggap lebih rendah dari pada budaya kraton. Intinya. Penegakan hukum dan layanan masyarakat menjadi amburadul Lalu lintas bisa menjadi contoh yang pas. UU No. 21 Tahun 2001. Dari mengurus SIM sampai sidang kasus tilang. 7. pusat budaya dibagi menjadi dua. tidak ada lagi yang berjalan sebagaimana seharusnya. Hasilnya banyak sekali posisi penting yang diduduki oleh orang yang tidak tepat. Pembangunan fisik menjadi terbengkalai Banyaknya ruas-ruas jalan yang rusak dan gedung sekolah yang reyot adalah akibat dari korupsi. status.

Setiap bentuk korupsi adalah suatu pengkhianatan kepercayaan. bangunan. [4] Bila dilihat dari pengertian di atas seolah-olah kasus-kasus korupsi yang terjadi di Indonesia adalah kesalahan dan tanggung jawab pemerintah. Tidak heran orang asing mulai enggan investasi di Indonesia. Rakyat akan memilih calon Lurah Desa yang memberikan uang “syukuran” jika Ia terpilih menjadi lurah nantinya. Pendapatan atau gaji yang tidak mencukupi. kalah dengan perusahaanperusahaan bermodal besar yang dekat dengan pemegang kekuasaan. Setiap bentuk korupsi melibatkan fungsi ganda yang kontradiktif. yaitu : 1. Untuk menghilangkan korupsi kita harus memiliki budaya malu korupsi. Akhirnya rakyat yang kena dampaknya. Berusaha menyelubungi perbuatannya dengan berlindung dibalik perlindungan hukum. 3. kebudayaan disebut culture. yaitu mengolah atau mengerjakan. 1. adat istiadat. Mencari kerja menjadi susah. 9. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. bahasa. harus nyogok sanasini. yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Perbuatan korupsi melanggar norma-norma tugas dan pertanggungjawaban dalam masyarakat. Apa itu budaya? Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah. yang berasal dari kata Latin Colere. merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. 4.5. 5. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit. Setiap tindakan korupsi mengandung penipuan. Penyalahgunaan kesempatan untuk memperkaya diri. Ekonomi menjadi hancur Ada dua kata kuncinya: tidak efisien. Padahal pejabat awalnya juga berasal dari rakyat biasa seperti kita. 2. Dalam bahasa Inggris. Korupsi pada umumnya melibatkan keserbarahasiaan. pakaian. Itulah mental koruptor rakyat yang kini tak jarang dijumpai di Indonesia. Dalam buku Sosiologi Korupsi oleh Syed Hussein Alatas. Dan akan memberi bantuan ke desa-desa yang suara terbanyak jatuh kepada dirinya. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan . Korupsi melibatkan elemen kewajiban dan keuntungann timbal balik. 3. sebagaimana juga budaya. 6. Bahasa. 4. Mau membuat usaha dengan modal kecil. apa yang menyebabkan orang-orang melakukan korupsi? Menurut Komisi IV DPR-RI. 8. Mereka yang terlibat korupsi adalah mereka yang menginginkan keputusankeputusan yang tegas dan mereka yang mampu untuk mempengaruhi keputusankeputusan itu. termasuk sistem agama dan politik. Lalu. Contohnya adalah pada saat pemilihan Lurah Desa di sebuah Kabupaten di Bantul. Kita sebagai rakyat juga ikut andil dalam berhasilnya para pejabat korup itu memperoleh kursi kepemimpinannya sehingga mereka dapat menggelapkan uang negara yang bukan haknya. Penyalahgunaan kekuasaan untuk memperkaya diri. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. dan karya seni. disebutkan ciri-ciri korupsi antara lain sebagai berikut : Korupsi senantiasa melibatkan lebih dari satu orang. terdapat tiga indikasi yang menyebabkan meluasnya korupsi di Indonesia. Mau membuat pabrik. biasanya pada badan publik atau masyarakat umum. bertahan hidup apa lagi (Tim KPK). 2. Daerah Istimewa Yogyakarata. perkakas. Melainkan mengalami tahapan dari menjadi pejabat kecil hingga menjadi seperti sekarang. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia. 7. Mereka tidak begitu saja menjadi pejabat.

perbedaan-perbedaannya. Banyak fakta tentang rakyat yang juga melakukan korupsi.” Kita sebagai rakyat juga bisa melakukan berbagai hal untuk melahirkan budaya malu korupsi. 3. supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa. membuktikan bahwa budaya itu dipelajari. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. keluarga baik. 188. padahal kamu Mengetahui. Dengan meningkatkan ketebalan nilai agama sesuai kepercayaan masing-masing akan menumbuhkan budaya malu korupsi. Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. lalu masyarakat baik dan akhirnya menghasilkan pemimpin yang baik. namun melalui tengah jalan pipa sehingga tidak tercatat di pengukuran air. pedagang yang mengurangi timbangan. Penanaman Pendidikan berbudaya malu korupsi sejak anak-anak Pendidikan untuk malu korupsi baik ditanamkan pada masa anak-anak. budaya bersifat kompleks. penjual makanan yang memakai bahan kimia berbahaya untuk meningkatkan laba. Karena seseorang yang taat pada agama yang dipeluknya tentu akan menghindari perbuatan buruk seperti korupsi.[6] Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda. Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim. [5] Kenapa kita harus malu korupsi? Karena malu akan menahan seseorang untuk melakukan sesuatu yang tercela dan menjadikannya takut untuk berbuat sesuatu yang berakibat tercela (Al-atsary : 2004). Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia. Karena pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Maka untuk menciptakan budaya malu korupsi kita harus memulai dari diri sendiri. Bila diri kita sudah baik. Dengan keadaan masyarakat seperti itu akan menghasilkan budaya tidak sehat sehingga melahirkan pemimpin-pemimpin berbudaya koruptor yang akhirnya menjadi pejabat korup. Di daerah Purbalingga pernah ada warga yang mengmbil air PDAM tidak melalui kran rumahnya. Karena pada masa kanak-kanak merupakan masa pembentukan karakter kepribadian seseorang. Contoh lainnya : pengendara sepeda motor yang melanggar peraturan lalu lintas lebih memilih “berdamai” dengan polisi daripada mendatangi persidangan. Kita hendaknya bercermin apakah kita ini sudah bersih dari korupsi. Bagaimana menumbuhkan budaya malu korupsi yang seharusnya dimiliki oleh bangsa Indonesia? 1. orang yang sebenarnya mampu tetapi berpura-pura miskin agar mendapatkan dana BLT. 2. Penguatan nilai agama Tidak ada agama di Indonesia yang memperbolehkan penganut agamanya melakukan korupsi. Alloh berfirman di dalam Alquran Surat Al-Baqarah ayat 188 yang berbunyi. namun tanggung jawab kita bersama termasuk rakyat. Komarudin menyatakan dewasa ini pendidikan karakter dan budaya bangsa mutlak harus diberikan pada anak Indonesia sejak usia dini dari lingkungan sekolah dan . Mulai dari diri sendiri Siapa yang akan memulai suatu perubahan jika bukan diri sendiri? Jangan hanya menyalahkan pemerintah yang belum mampu memberantas korupsi dengan baik. “Malu adalah sebagian dari iman. dan pengemis yang meminta-minta padahal mampu membeli perhiasan. abstrak. dan luas.

Kedaulatan Rakyat. Buku Panduan Kamu Buat Ngelawan Korupsi.” “Budaya tidak malu (guilt culture) adalah budaya dimana seseorang melakukan sesuatu atas dasar rasa tau dirinya..” “biasalah.. Korupsi dan Pengertiannya. Pendidikan malu korupsi juga dapat diberikan di sekolah dalam bentuk sikap guru yang memberi teladan kepada murid-muridnya. Elfata.” bunyi ketika koin uang 5 ratusan bersentuhan dengan kaca pintu sebuah bis. Tak Tahu Malu Sesukamu. hlm.3 Tentang Budaya Malu April 26th. “tek.wikipedia. 1. Peran orang tua dalam penanaman budaya malu korupsi sangat besar. Dengan sedikit perubahan diksi [4] ibid [5] http://id. Dapat pula dimasukkan dalam bentuk mata pelajaran seperti Mata Pelajaran Kewarganegaraan. Bantul. Abu Nu‟aim..net/2010/01/korupsi-danpengertiannya/. Diakses pada 19 September 2010 [2] ibid [3] Tim KPK.Bila seorang anak mendapatkan cukup pendidikan kepribadian yang positif – seperti malu korupsi – akan menjadi daya tahannya sehingga ketika mereka tumbuh dewasa tidak akan mudah tergiur untuk melakukan korupsi. [7] Sgi. http://soloraya. Pendidikan karakter tidak hanya diberikan saat anak duduk di bangku SD sampai Perguruan Tinggi (PT)..tek.. 12 November 2010 Anaka Dwi Listriyani [1] Irfan. Pertebal pula kekuatan spiritual kita lewat agama.. 2004.. Sekelumit masalah tentang budaya malu. tau bagaimana . 2010. Jadi bila kita menginginkan Indonesia yang berbudaya malu korupsi kita harus memulai dari diri sendiri lalu tularkanlah kebaikan itu ke lingkungan sekitar. Seorang pemuda yang tengah menjalani rutinitasnya sehari-hari datang mendekati bis tersebut “mau kemana kak. Didik dan ajarkan budaya malu korupsi pada anak-anak.sosial mereka. hlm.. kampus. 2011 Admin 30 Comments inoputro(dot)com.” “seep.org/wiki/Budaya [6] Al-atsary. 2009. namun sejak anak duduk di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) (Sgi : 2010) [7]. 26. ayo naik. Pendidikan Karakter dan Budaya Bangsa Tanamkan Sejak Dini.tek. Orang tua harus memberi contoh dan mengajarkannya kepada anak.

tau bagaimana kodratnya sebagai manusia. Malu apabila dia tidak melakukannya maka dia akan di cemooh oleh orang lain. Ada yang punya pendapat lain??? . desak-desakan. tak jarang seorang wanita cantik yang telah menarik perhatiannya seakan menjadi hadiah terindah walaupun di bungkus dengan suasana yang kurang mendukung. ) dan mari kita tanamkan budaya tidak malu demi pribadi yang lebih baik lagi. dan contoh-contoh sosial masyarakat lain yang mana mereka hanya mementingkan Ego mereka sendiri. memang ibu itu sendiri yang mau. Walaupun benar itu memang lumrah saja dilakukan oleh seseorang. Dan itu menjadi motivasinya. Tapi yang jadi pertanyaan apakah sesuatu yang buruk itu harus kita pelihara? Jawabnya pasti tidak. Kebanyakan dari mereka hanya mementingkan budaya malunya. Seperti seorang pemuda yang setulus hati mempersilahkan seorang Ibu duduk karena dia sadar. Budaya ini menghubungkan pelakunya dengan rasa sadar akan dosa. Budaya malu (shame culture) merupakan budaya dimana seseorang melakukan sesuatu atas dasar malu.. Cciiitt. Bonus?? Ya.. Dengan wajah yang tetap tersenyum pemuda tersebut berdiri di tengah-tengah penumpang lainnya. Budaya tidak malu (guilt culture) adalah budaya dimana seseorang melakukan sesuatu atas dasar rasa tau dirinya. Oleh karena itu marilah kita hapuskan budaya malu (bukan g boleh punya malu ya. Budaya malu dan budaya tidak malu akan menjelaskan itu semua. Budaya ini menghubungkan pelakunya dengan rasa sadar akan dosa. Benar saja tentunya banyak sekali alasan bagi pemuda tersebut untuk mempersilahkan Ibu itu untuk duduk. … Itu merupakan sepenggal cerita realita yang tentunya dapat kita pelajari.kodratnya sebagai manusia. Toh. Ingin di lihat seakan seorang pahlawan. Mungkin ada alasan tersendiri seorang ibu ini tahan berdiri di dalam bis. bahkan tidak jarang konflik terjadi antar penumpang bahkan dengan kenek bis itu sendiri. Kita tidak bisa menyalahkan bisnya. Tak lama kemudian seorang Ibu dengan menggendong bayinya masuk ke dalam bis yang sudah penuh. Setelah menimbang merasakan dan melihat situasi yang ada. Terbesit rasa ingin menolong dari pemuda tersebut. Malu apabila mereka tidak dipandang lebih oleh orang lain. Posisi bis yang penuh sesak memang sering mewarnai kehidupannya. Yang umum saja tentang tingkah laku para koruptor. tentang rumitnya budaya malu itu. Tanpa sadar akan hakikat suatu perbuatan. pemuda tersebut mempersilahkan ibu tadi untuk duduk di tempatnya.” kenek biz itu pun mempersilahkan pemuda tersebut untuk masuk ke dalam bis. para penguasa sekarang. sesak. di tengah lamunanya derit rem bis yang berhenti membuatnya melepaskan lamunannya. Sadar akan perbedaan seorang wanita dan laki-laki. Penuh. Belum lagi jika ada bonusnya. Terlebih dengan sikon yang ada. Selain contoh diatas tentunya kita bisa melihat banyak contoh lain yang ada di lapangan. Berbeda dengan budaya tidak malu tentunya. Akan tetapi dia hanya menganggap ini sebagai hiburan semata..

karena menyadari proses tadi. BUDAYA INOVASI. mislanya pencuiran. Sukses itu tidak instan. Banyak sekali diantaranya yang mengatakan (niat). disatu pihak kita masih melihat fenomena hedonis banyak dilakukan oleh bangsa kita. ’berakit-rakit ke hulu. mobil mewah misalnya. dan penyimpangan lainnya. BUDAYA LOYALITAS. kulo (bahasa Jawa) dan Saya (terambil dari hamba sahaya. Cukup ironis bagi kita dengan kondisi ekonomi yang masih ’berat’. karena dia juga akan menjadi ’virus penyakit’ bagi pegwai yang lain. hemat pangkal kaya’. Jepang. Tapi yang berhasil mengembangkan model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita. Sistem loyalitas ini seharusnya menjadi bagian dari budaya yang utuh dalam lembaga. pemerintahan. Saya banyak menemui hal ini dalam lingkungan pergaulan saya. Pengabdian yang tulus pada negara. yang penting ’sabetan’nya gede’. korupsi. 6. bangsa jepang bukan bangsa penemu. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang. lembaga. Budaya ini bila dikembangkan lebih dalam akan bermakna tidak adanya lagi. pekerjaan. pendiri dan CEO Sony pada masa itu. ’rajin pangkal pandai. Kita bisa ambil sampel misalnya. abdi (bahsa Sunda). karena menyalahi ’hukum . BUDAYA PANTANG MENYERAH. Sejak kecil kita diajarkan oleh orang tua pepatah. tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Loyalitas atau pengabdian meruapakan salah satu budaya bangsa kita. Tapi sebaliknya merupakan fenomena budaya ’orang kaya baru’. tingkahnya bagaikan ’orang kerasukan setan’. Dan sayangnya fenomena ini berlaku di semua lapisan institusi. patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics dari Belanda. Karena baru menjadi orang kaya mendadak. 4. Sampai tahun 1995. dan berganti menjadi budaya ’aji mumpung ada kesempatan’. patennya dimiliki orang Amerika. ’Gue sih gak penting digaji kecil. Budaya ini identik dengan pepatah. tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang lain dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. BUDAYA HIDUP HEMAT. Mengambil contoh kasusu. Menjadi orang kaya dengan hemat merupakan anjuran agama. institusi dll sehingga yang tidak loyal tidak diperlukan lagi dan dibuang dari komunitas tadi. pembelian barang eksklusif pada level dunia. dalam bahasa nasional). masyarakat. dan lain sebagainya. 5. Atau boleh saya katakan bahwa menjadi kaya melalui sebuah proses mencapainya merupakan sebuah ’jihad’. Jepang dengan inovasinya yang dimulai dari peniruan bisa mengembangkan industri yang lebih cepat dan murah. bukan melalui penimpangan atau potong kompas. salah satu diantara pembelinya adalah orang Indonesia. Tapi kita bisa belajar dari bangsa lain yang maju. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Bahkan kosakata ’keakuan’ terambil dalam makna ini. misalnya. misalnya. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony. Budaya hemat merupakan salah satu budaya orang ’kaya’. Budaya pantang menyerah merupakan salah satu budaya sukses. mark-up proyek. perampokan. berenang-renang ke tepian’.3. Inovasi belum menjadi budaya kita. dan lain sebagainya mulai hilang dari masyarakat.

Seorang yang setiap hari latihan (strategis) melawan orang yang tidak pernah latihan lari (taktis). karena mobil tua dan yang ppunya juga sudah tua. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi. Di Jepang. Perjuangan strategis pasti selalu mengalahkan perjuangan taktis. bahkan menggunakan laptop. BUDAYA KERJASAMA KELOMPOK (GOTONG ROYONG/TEAM WORK) Budaya ini merupakan budaya leluhur bangsa Indonesia. Budaya membaca mereka juga didukung oleh kecepatan proses penerjemahan buku-buku asing ke dalam bahasa setempat. Tidak peduli duduk atau berdiri. misalnya. Ternyata Jepang tidak ’kiamat’. berbagai lapangan pekerjaan dan masuk dalam teamwork. konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684. sedangkan lawannya adalah perjuangan taktis. Ketika diberlakukan restorasi Meiji. Budaya sukses lain adalah budaya membaca. bungkusan makan siang. Ambil contoh misalnya. Akio Morita juga awalnya menjadi ’tertawaan’ orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Mengambil contoh di Jepang. Cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dari bisnis elektronik di tahun 1945 masih bangkit mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era sekarang. enggak uang dibiarin. keras dan lama. 7. Kita bisa mengambil sampel Jepang. kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi. Berbeda dengan negara-negara maju. Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. banyak yang memanfaatkan waktu untuk membaca. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri. maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita. bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi pembelajar yang cepat. Tapi budaya ini semakin terkikis akibat masuknya budaya hedonis. Kita dalam sejarah bukan kaum yang memiliki budaya membaca. handuk dan sebotol besar . Anak-anak sejak usia dini seyogianya dididik untuk mandiri. ada mobil mogok di tengah jalan. Libya ini. Hongkong. terutama di kota besar. Pembantu bukan untuk melakukan semua keperluan anak kita dari A-Z. misalnya sejak usia dini anak-anak dilatih mandiri. batubara. Pekerjaan besar dan berat bila ’dikerubutin’ akan menjadi ringan. pasti akan memenangkan pertangdinagn adu lari tadi. disusul dengan kalah perang. buku-buku. Ada uang ditolong. sebagian besar penumpangnya sedang membaca buku atau koran. Oleh karena jangan terkejut kaget kalau di negara tersebut di setiap tempat dalam kendaraan umum. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam waktu tidak seberapa lama sejak buku aslinya diterbitkan. Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Mulai dari memakai baju sendiri. adu lari. BUDAYA MEMBACA. menyiapkan tas dan buku sekolah. Jepang dsb. bahkan sudah masuk ke pedesaan. fenomena ini masih belum menjadi budaya dunia kerja kita. dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Budaya ini boleh diistilahkan dengan perjuangan strategis. Dalam beberapa tahun Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat. tapi sebaliknya bila diarkan orang lain sendirian pasti akan terbengkalai dan lama selesainya. 8. Tapi sayang. misalnya Singapore. Membaca sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari. BUDAYA MANDIRI Budaya sukses lain adalah budaya mandiri. Rentetan bencana terjadi di tahun 1945. Bukan ngobrol atau tertawa terbahak-bahak bahkan teriak-teriak. 9. Budaya ’ringan sama dijinjing. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. termasuk di lingkungan institusi Indonesia di Tripoli. Sikap gotong royong ini harus ditunjukkan dalam pekerjaan. Pembentukan budaya mandiri sejak dini akan memberikan pengaruh pada dewasa si anak. dan saya sendiri pernah mengalaminya. Tapi ia melalui proses perjuangan yang berdarah-darah. seiring dibangunnya institut penerjemahan dan terus berkembang sampai sekarang. Konon. bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia. berat sama dipikul’. dan ditambah dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo. sepatu ganti. Seorang anak sejak TK di sana sudah harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti. Semuanya diukur dengan materi (uang). Tidak banyak yang tergerak untuk mendorongnya kecuali kalau diupah. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. biji besi dan kayu. Misalnya.alam (Tuhan).

Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. mereka meminjam kepada orang tua dan menggantinya pada bulan berikutnya. Sejak TK setiap anak dilatih membawa perlengkapan sendiri. Mereka mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. . dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya.minuman yang menggantung di lehernya. Andai kehabisan uang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful