Budaya Malu

Artikel Lepas
2/4/2012 | 10 Jumada al-Ula 1433 H | Hits: 1.877

Oleh: Kusnadi El-Ghezwa

Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com - Kewajiban berakhlaq mulia bagi seorang muslim merupakan tuntunan syariat yang di ajarkan oleh Rasulullah saw yang berhubungan dengan Allah dengan sesama manusia baik muslim maupun non muslim dan dengan sesama makhluk lain ciptaan-Nya. Maka sudah selayaknya bagi orang muslim untuk mengikuti sunah dan ajarannya untuk terciptanya suatu masyarakat yang harmonis, saling hormat-menghormati serta mampu menciptakan kerukunan umat antar agama. Dalam masalah ini perlu kita sadari bahwa akhlaq dan kepribadian seseorang merupakan faktor yang paling menentukan apakah ia bisa disenangi atau tidak oleh orang lain. Melalui kepribadian seseorang bisa memperlihatkan dirinya kepada orang lain. Oleh karena itu tiap orang harus menjaga akhlaq dan kepribadiannya dengan menampilkan sifat-sifat terpuji dan perilaku yang luhur. Untuk mengaplikasikan sifat-sifat terpuji di dalam kehidupan kita sehari-hari memang tidak semudah yang kita bayangkan, apalagi fitrah manusia memiliki sifat, watak dan karakteristik yang berbeda. Karena itu tidak mungkin orang memiliki tingkat kualitas akhlaq dan kepribadian yang sama persis. Adapun cara untuk memperbaiki akhlaq yang buruk seseorang harus berusaha keras serta mau memaksakan diri untuk melakukan lawannya. Misalnya kebiasaan berbohong atau dusta bisa diperbaiki dengan mengusahakan lawan sifat itu yaitu selalu menjunjung sifat jujur. Kesukaan ingkar janji dan khianat bisa diperbaiki dengan membiasakan diri menepati janji. Meskipun pada mulanya amat berat tetapi bila dibiasakan dengan latihan dan perjuangan secara terus-menerus maka lama kelamaan akan ringan dan mudah. Jika kita tidak membiasakan dengan sifat-sifat terpuji secara otomatis kepribadian kita tak lagi di akui di tengah masyarakat dan sekitarnya. Apalagi di era globalisasi ini orang-orang begitu mudahnya mengingkari janji, saling membohongi dan mengumbar syahwat insani. Padahal kepercayaan menurut kalangan bisnis adalah modal utama yang tentunya harus dimulai dari diri sendiri. Bahkan jika dikaji lebih jauh dusta ingkar dan khianat merupakan sifat-sifat tercela dan termasuk ciri kemunafikan. Sebab di

Kemudian masyarakat diajak untuk membudayakan rasa bangga dan penghormatan kepada orang-orang yang memiliki sifat-sifat sidik konsisten pada janji dan amanah.” Bersikap benar tidak suka berbohong mempunyai pengaruh yang besar sekali dalam masyarakat dan merupakan sikap mental yang sangat dibutuhkan untuk membangun kualitas sumber daya manusia guna mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Kedua berdusta dalam perang sebagai siasat pertempuran. Karena itu Rasulullah melukiskan orang munafik itu sebagai orang yang tak jujur dalam semua hal baik kata-kata maupun perbuatannya. Karena itulah Rasulullah saw sangat tegas melarang umatnya melakukan dusta kecuali pada tiga hal karena alasan untuk mencapai kebaikan dan menegakkan kebenaran yaitu Pertama suami berbohong kepada istri misalnya menjanjikan sesuatu yang patut dijanjikan kepada seorang istri sekedar untuk menghibur dan menyenangkan hatinya. Sidik merupakan sifat utama yang wajib diamalkan oleh semua orang Islam sebagaimana telah diperintahkan oleh Allah. Ketiga dusta yang dilakukan sebagai taktik untuk mendamaikan dua orang muslim yang berselisih. Rasulullah saw bersabda yang artinya “Tanda orang munafik itu tiga walaupun ia puasa dan shalat serta mengaku dirinya muslim. Yaitu jika ia berbicara ia berdusta jika berjanji ia menyalahi dan jika dipercaya ia khianat. “Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.dalamnya terdapat unsur meremehkan orang lain sifat yang tentunya harus dihindari oleh umat Islam. Maksudnya walaupun seseorang mengaku muslim mengerjakan shalat dan puasa selama ia suka berlaku tidak jujur ingkar janji dan berkhianat maka ia termasuk golongan orangorang munafik. Bahkan untuk keadaan berdusta itu bisa menjadi wajib yaitu bila dalam keadaan darurat atau posisinya terdesak seperti untuk menyelamatkan nyawanya sendiri dari kezhaliman dan kekejaman. . Tetapi meskipun demikian harus dipahami bahwa apabila suatu tujuan yang baik dan benar itu sudah bisa dicapai tanpa juga bohong atau dusta itu tetap haram hukumnya. Jelasnya sifat munafik sangat meracuni keimanan seseorang. Sinyalemen ini bisa kita rasakan kebenarannya dalam kehidupan sehari-hari.” Dari hadits di atas dapat ditafsirkan bahwa orang munafik ialah orang yang bertolak belakang antara lahir dengan batinnya yakni lahirnya Islam sedangkan batinnya ingkar. Sifat munafik telah menyusup ke lubuk hati kaum muslimin sehingga sering menimbulkan perilaku-perilaku sosial yang sangat menjengkelkan dan merusak nilai-nilai moral. Sifat sidik artinya benar lawannya sombong atau dusta. Ironisnya sifat-sifat seperti itu justru banyak terdapat di kalangan umat Islam. Sekarang apa yang harus kita lakukan untuk menghindari sifat-sifat buruk tersebut? Tentunya karena ini mencakup masalah pembinaan moral umat maka salah satu usaha kongkretnya ialah dengan memasyarakatkan budaya malu di kalangan masyarakat untuk melakukan sifat-sifat tercela itu.

Amanah yang diajarkan di dalam Islam meliputi banyak hal di antaranya barangbarang yang dititipkan atau uang yang kita pinjam wajib dikembalikan kepada pemiliknya. Yang lebih penting lagi bukan masalah citra Islam atau lainnya tetapi tanggung jawab diri kita masing-masing di hadapan Allah SWT. Amanah juga bisa berupa tugas dan jabatan. Allah SWT berfirman “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimannya.” Perintah untuk memenuhi semua janji sebagaimana ditegaskan dalam ayat di atas sebenarnya merupakan prinsip umum yang harus dipatuhi oleh tiap orang yang terikat kepada suatu janji atau yang mesti berlaku sesuai adat kebiasaan dalam interaksi sosial seperti transaksi jual beli utang piutang kehidupan politik sosial dan sebagainya .” Sebagai penutup dapat disimpulkan bahwa sifat sidik konsisten pada janji dan amanah apabila benar-benar telah diamalkan oleh kaum muslimin citra Islam pasti akan lebih harum daripada kenyataan selama ini. Padahal sebenarnya perbuatan tidak jujur di bidang materi itu hanya salah satu segi dari ketidakjujuran. Masyarakat sangat memerlukan sikap hidup dengan disiplin tinggi teguh pada janji serta menghormati peraturan dan norma-norma yang berlaku dalam kehidupan global. Allah SWT berfirman “Hai orang-orang yang beriman peliharalah janji-janji itu. Di samping itu ilmu harta pangkat umur kesehatan kecerdasan akal dan sebagainya semua itu merupakan amanah dari Allah yang harus dipelihara dan diamalkan sebaik-baiknya sesuai tuntunan Allah dan Rasul-Nya.” Sifat amanah artinya tepercaya atau jujur lawannya khianat. Bisa juga berupa amanah berupa anak dan keturunan agar dididik menjadi orang yang beriman beramal saleh dan berakhlaq mulia. Pemahaman yang luas tentang makna amanah perlu lebih dimasyarakatkan di kalangan umat sebab sifat amanah atau kejujuran itu biasanya hanya dikaitkan dengan bidang materi misalnya jujur tidak mengambil sesuatu yang bukan haknya baik dengan mencuri korupsi manipulasi bisnis ataupun tindakan lain yang intinya sama yaitu mengambil yang bukan haknya.” .Dalam hukum Islam janji adalah utang yang berarti harus dibayar.Menepati janji. Akhirnya marilah kita renungkan isi hadits peringatan Rasulullah saw berikut ini “Tiadalah beriman orang yang tidak amanah dan tiada beragama orang yang tidak menepati janji. Sebaliknya citra Islam akan pudar apabila lawan dari sifat-sifat tersebut yaitu bohong ingkar janji dan khianat semakin membudaya di kalangan umatnya. Ajaran ini jelas sejalan dengan nilai-nilai kedisiplinan yang semakin dituntut bagi perkembangan zaman lebihlebih dalam konteks kehidupan modern. Kejujuran pada hakikatnya meliputi semua bidang kehidupan yang di dalamnya termasuk bidang ilmu pengetahuan pemikiran kekayaan dan sebagainya. Karena itu sebagai petunjuk bentuk ajaran kedisiplinan umat dalam perjanjian Allah SWT telah menunjukkan ketika berjanji bagi orangorang yang beriman “Dan janganlah kamu mengatakan bahwa sungguh aku akan mengerjakannya besok pagi kecuali dengan menyebut „insya Allah‟.” “Tepatilah janji sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya.

dakwatuna.Sumber: http://www.com/2012/04/19669/budaya-malu/#ixzz28Oi7kkB7 .

Butir ketiga. Dengan kedisiplinan diri yang tinggi. Lingkungan yang bersih mampu menambah semangat dalam bekerja. kelak kita akan menjadi orang yang sukses . Jika hari ini berbuat salah. Jangan hanya diam. malu karena bekerja tidak berprestasi. tetapi ambilah hikmahnya. malu karena melihat rekan sibuk melakukan aktivitas.Budaya Malu Tanggal : 12-03-2012 13:06. Butir keempat. apakah arti dari budaya malu tersebut? Budaya artinya hal yang sering dilakukan atau kebiasaan sehari-hari. Demikianlah budaya malu yang harus kita teladani sejak dini. malu karena pulang terlambat atau pulang cepat. Lalu. Di kantor-kantor. Seringkali kita dihadapkan dengan masalah waktu. ialah dapat menumbuhkan rasa kedisiplinan diri. malu karena tidak berperan aktif dalam mewujudkan kebersihan lingkungan kantor/sekolah. Tetapi ada juga orang yang sudah kebal akan pelanggaran. Butir kelima. jika teman sedang melaksanakan piket dan kita diam saja melihat mereka membersihkan ruangan. sekolah-sekolah dan tempat-tempat semacamnnya kita sering menjumpai slogan „Tumbuhkan Budaya Malu‟ dengan 7 butir malu. dibaca 161 kali. Butir ketujuh. budaya malu mempunyai arti membiasakan diri untuk mempunyai rasa malu terhadap hal-hal yang negatif. Seharusnya kita ikut membantu. tidak tahu malu. disinilah hal yang perlu diperbaiki. seringkali kita mempunyai keinginan untuk pulang cepat karena bosan terhadap apa yang kita kerjakan. Kerjakanlah pekerjaan kita tepat waktu. Kita harus bisa menjaga kebersihan lingkungan bersama. Maka hal ini sangatlah baik kita terapkan sejak dini. Entah itu terlambat karena hal yang mendesak ataupun karena hal yang disengaja. Jangan terpuruk akan kesalahanmu sekarang. hasilnya pasti akan sia-sia. Usaha yang paling tepat untuk menanggulangi hal ini adalah dengan „mencicil tugas‟. Seperti di kelas contohnya. Apabila jika bekerja hanya sekedar bekerja. Butir pertama. Jika ingin mencapai pencapaian yang maksimal. Butir kedua. karena hal itu menyangkut kepentingan kita bersama. tetapi jika didukung dengan kemauan keras. kemungkinan hal apapun itu pasti dapat terlaksana. malu karena melanggar peraturan. maka kedepan berbuatlah yang lebih baik. agar kita tidak terbiasa dengan sikap „malu-maluin‟. Jadi. berusahalah bekerja keras dengan tidak bekerja setengah-setengah. Bekerja pastinya menuntut hal yang maksimal. malu karena tugas tidak terlaksana/selesai tepat waktu. Sedangkan malu mempunyai arti merasa tidak enak hati. Apalagi pulang cepat. Butir keenam. biasakan diri untuk tidak terlambat ataupun pulang cepat dan mempunyai rasa malu terhadap hal itu. malu untuk berbuat salah. Karena menumbuhkan Budaya Malu sangatlah penting. Dalam arti menumbuhakan budaya malu disini. Kebanyakan orang disaat melanggar peraturan pasti punya rasa malu.

Misalnya mereka akan melakukan harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) bila melakukan sebuah aib dalam kehidupan masyarakat. Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari. politikus. Banyak sekali kita dapati dalam percakapan sehari-hari pepatah yang merefleksikan hal tersebut. Entah itu terlambat karena hal yang mendesak ataupun karena hal yang disengaja. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. ‘mangan ora mangan. 2. BUDAYA MALU. sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun). 17 Agustus 2008 ada baiknya kita melakukan komtemplasi. Malu adalah budaya leluhur bangsa Indonesia yang terinspirasi dari ajaran Islam berdasarkan sabda Nabi. Kenapa dengan anugerah Tuhan yang melimpah ruah tersebut. baik sebagai seorang anak bangsa negara yang mempunyai sumber daya alam sangat kaya.Membumikan 9 Budaya Sukses OPINI | 14 July 2012 | 09:44 Dibaca: 73 Komentar: 2 Nihil Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-63. sekolah-sekolah dan tempat-tempat semacamnnya kita sering menjumpai slogan ‘Tumbuhkan Budaya Malu’ dengan 7 butir malu. Para elit di Jepang merasa malu melakuan penyimpangan yang bukan menjadi miliknya (corrup) dan melakukan ’pertobatan’ dengan melakukan harakiri tadi. berfikir sejenak. Apalagi pulang cepat. dan Perancis (1680 jam/tahun). Sedangkan malu mempunyai arti merasa tidak enak hati. introspeksi. Budaya malu Di kantor-kantor. bangsa Indonesia masih tertatih dan merangkak dalam pembangunan manusia seutuhnya. termasuk tidak ada iman di dalam dirinya. wacana harakiri berubah menjadi fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (menteri. misalnya Jepang. BUDAYA KERJA KERAS. Butir pertama. Kita bisa mengambil contoh dari Jepang mengenai budaya malu ini. ‘alonalon asal kelakon’. gagal menjalankan tugas dan tidak mampu atau lingkungan kerja yang tidak kondusif. . ’al-haya’u min al-iman’ (Budaya malu termasuk ke dalam ategori iman). Artinya. Kerjakanlah pekerjaan kita tepat waktu. Masuk ke dunia modern. Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa kita belum termasuk pekerja keras. Berbeda dengan negara lain. dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan”. asal ngumpul’. apakah arti dari budaya malu tersebut? Budaya artinya hal yang sering dilakukan atau kebiasaan sehari-hari. 1. maupun sebagai bagian dari umat dan bangsa Indonesia. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma/peraturan kerja yang sudah disepakati/ditandatangani maupun kesepakatan umum. dan lain sebagainya. malu karena pulang terlambat atau pulang cepat. Jerman (1870 jam/tahun). dsb) yang terlibat korupsi. Budaya Kita. pegawai. biasakan diri untuk tidak terlambat ataupun pulang cepat dan mempunyai rasa malu terhadap hal itu. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun. Para orang tua dan leluhur kita senantiasa menasehati anak-cucunya dengan pesan profetik ini. budaya malu mempunyai arti membiasakan diri untuk mempunyai rasa malu terhadap hal-hal yang negatif. Komtemplasi tersebut bisa dikonversi dengan komitmen pada pembumian dan kebulatan tekad setiap kita sebagai anak bangsa pada 9 Budaya Sukses. sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. menuju Indonesia sejahtera sesuai dengan amanat Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. orang yang punya malu. Inggris (1911 jam/tahun). seperti misalnya. Jadi. Lalu. seringkali kita mempunyai keinginan untuk pulang cepat karena bosan terhadap apa yang kita kerjakan. Datang terlambat dan pulang cepat adalah sesuatu yang “memalukan”. menuju keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kita harus bisa menjaga kebersihan lingkungan bersama. Demikianlah budaya malu yang harus kita teladani sejak dini. maka kedepan berbuatlah yang lebih baik. Tetapi ada juga orang yang sudah kebal akan pelanggaran. malu karena tugas tidak terlaksana/selesai tepat waktu. Dengan kedisiplinan diri yang tinggi.’ yang artinya. Butir ketujuh. malu untuk berbuat salah. Seringkali kita dihadapkan dengan masalah waktu. Harapannya. Butir kelima. kemungkinan hal apapun itu pasti dapat terlaksana. Butir keenam. Karena menumbuhkan Budaya Malu sangatlah penting. Seperti di kelas contohnya. karena hal itu menyangkut kepentingan kita bersama. tidak tahu malu. jika kamu sudah tidak memiliki rasa malu. Jangan hanya diam. Butir ketiga. malu karena melihat rekan sibuk melakukan aktivitas. Lingkungan yang bersih mampu menambah semangat dalam bekerja. Jika hari ini berbuat salah. hasilnya pasti akan sia-sia. ini tentunya didasarkan atas beberapa . yaitu sikap malu. tetapi jika didukung dengan kemauan keras. kelak kita akan menjadi orang yang sukses.’ atau merasa terganggu oleh adanya rasa bersalah. rasa malu ini bisa jadi pagar pengaman dari nafsu binatang kita yang kadang liar dan sulit terkendali. jika teman sedang melaksanakan piket dan kita diam saja melihat mereka membersihkan ruangan. Kebanyakan orang disaat melanggar peraturan pasti punya rasa malu. Bagaimana rasa bersalah bisa muncul. berusahalah bekerja keras dengan tidak bekerja setengah-setengah. ‘idza lam tastahi fashna maa syi’ta. agar kita tidak terbiasa dengan sikap ‘malu-maluin’.Butir kedua. disinilah hal yang perlu diperbaiki. Jangan terpuruk akan kesalahanmu sekarang. Jika ingin mencapai pencapaian yang maksimal. maka berbuatlah sesuka hatimu. Bekerja pastinya menuntut hal yang maksimal. tetapi ambilah hikmahnya. malu karena bekerja tidak berprestasi. Apabila jika bekerja hanya sekedar bekerja. malu karena tidak berperan aktif dalam mewujudkan kebersihan lingkungan kantor/sekolah. Malu adalah suatu kondisi di mana kita merasa bersalah jika melakukan suatu perbuatan. Dalam arti menumbuhakan budaya malu disini. Butir keempat. Seharusnya kita ikut membantu. ialah dapat menumbuhkan rasa kedisiplinan diri. Maka hal ini sangatlah baik kita terapkan sejak dini. MENANAMKAN BUDAYA MALU Ada suatu sikap yang tampaknya belum membudaya dengan baik di negara ini. malu karena melanggar peraturan.’ Seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad. Karena itu di dalam bahasa Inggris ‘ashamed’ atau malu diartikan dengan ‘troubled by guilty feeling. Usaha yang paling tepat untuk menanggulangi hal ini adalah dengan ‘mencicil tugas’. Dalam bahasa Arab malu dinamakan dengan ‘al-hayaa.

Kemudian dengan memanipulasi jabatan dia bergerilya dalam tingkat korupsi yang tidak kentara. didasarkan atas kebenaran yang dipahami sendiri. Misalnya. lahir dari pemahaman atas doktrin Ilahi dalam kitab suci maupun dalam sunnah yang dikembangkan oleh Nabi. mencari peluang usaha dengan membuka pinjaman ke Bank. kebenaran yang diyakini oleh orang banyak. Orang-orang akan berkompetisi untuk bersikap sosial yang baik dan mengubur tindakan amoral dengan rapi. baik itu milik sendiri maupun milik negara tidak boleh untuk dilakukan. maka rasa malu atas pemahaman pribadi ini perlu dikoreksi dengan pertimbangan dua sumber berikutnya. Sedang secara agama.kemungkinan. Di Sudan misalnya. Mereka semestinya malu ketika melempari lampu-lampu jalanan atau kaca-kaca perkantoran. maka rasa malu bisa tercipta. itu bisa menjadi pemicu terbitnya sifat munafik. Meski dengan kadar pemahaman yang sangat rendah. Kedua. meski kebutuhannya sama mendesak. Ini biasanya disebut dengan moral. Bisa juga dengan pemberian izin pertambangan dengan tip berapa persen dari satu ton barang tambang yang diangkut. Dalam perihal mencari penghidupan misalnya. rasa malu akan memberi kontribusi yang berarti bagi keamanan dan ketentraman masyarakat. maka akan banyak terjadi tindak pemerkosaan dikarenakan di antara para lelakinya sudah tidak memiliki rasa malu. Dalam bahasa ilmiahnya ‘interconnection’ atau saling berhubungan dengan saling melengkapi dan memperbaiki. Atau dengan menanamkan modal pada kenalan dengan bagi hasil dalam jumlah tertentu. Seperti merusak barang berharga. ia perlu dibudayakan. Cara yang bermacam-macam untuk mencari penghasilan tambahan mengindikasikan taraf kedewasaan budaya seseorang. Pejabat si A mungkin merasa tidak cukup dengan gaji dari pangkat jabatannya. begitu pula dengan rasa malu. Dan yang ketiga adalah kebenaran dari Allah dan Nabi-Nya melalui pesanNya yang termaktub dalam kitab suci atau petuah utusan-Nya di dalam hadis atau sunnah. Ketiga sumber rasa malu ini bisa saja diabsahkan. Para mahasiswa dan masyarakat umum semestinya merasa malu ketika dalam demonstrasi mereka merusak fasilitas umum seperti pagar kantor KPU atau DPRD. Nah. Karenanya sikap apa adanya perlu diletakkan dalam porsinya. Jika tidak diberlakukan larangan. tidak ada orang yang mempermasalahkan. Sebaliknya pejabat si B. Jika seseorang merasa malu berpenampilan dengan pakaian sederhana dan apa adanya. Bahwa secara moral. Kedua. semestinya mereka malu ketika mendemonstrasikan rasa syukur dengan cara-cara yang tidak berbudaya . di mana gaji bulanannya tidak mencukupi untuk keperluan hidupnya. Pertama. Kesadaran untuk memiliki rasa bersalah atas sesuatu yang memang secara moral tidak dibenarkan dan secara agama haram untuk dilakukan semestinya wajib dibudayakan. Namun dengan syarat. Begitu juga anak-anak pelajar kita. Kenapa memiliki rasa malu itu penting dan harus dibudayakan. karena para lelaki di sana kebanyakan tidak kuat menahan libido mereka. Ketiga. Sebagaimana dalam ilmu sosial-keagamaan. salah satu pengertian budaya adalah tingkat mutu ekspresi manusia. Jika dianalogikan. kualitas budaya beberapa orang pejabat dapat dilihat melalui pola ekspresi atau cara bagaimana mereka mendapatkan penghidupan. Bukan karena apaapa. adanya cross check atas ketiganya. para gadis dilarang mengenakan pakaian ketat. tidak perlu ditutupi dengan mengenakan topeng kemunafikan. Begitu lulus ujian akhir. atas dasar pemahaman diri sendiri tentang perasaan bersalah. dalam proses mencari kebenaran kita bisa menyandarkan pada beberapa ukuran. Karena itu hal ini perlu dibudayakan. Pertama. Karena dengan rasa malu kita tidak akan lagi menyaksikan tindakan amoral dan kekerasan yang meresahkan masyarakat banyak. Sebagaimana yang kita ketahui. berdasarkan keyakinan suatu masyarakat dalam lokal budaya tertentu. Seperti memenangkan tender kontraktor tertentu dengan negosiasi berapa persen dari keuntungan. dia bisa saja mengungkapkan hajatnya itu dengan cara-cara yang halus dengan menepiskan laku korupsi.

Kasus terbaru ditetapkannya beberapa anggota penegak hukum terkait keluarnya Gayus Tambunan “refreshing” dari tahanan. Istilah korupsi dapat pula mengacu pada pemakaian dana pemerintah untuk tujuan pribadi. dan perilaku menyimpang ini ditujukan dalam rangka memenuhi kepentingan pribadi. korupsi adalah tingkah laku individu yang menggunakan wewenang dan jabatan guna mengeduk keuntungan pribadi. Corruptio-Corrumpere yang artinya busuk. Maka dapat disimpulkan korupsi merupakan perbuatan curang yang merugikan negara dan masyarakat luas dengan berbagai macam modus. Kasus-kasus korupsi sedang merajalela di Indonesia. minumminuman keras. Mereka dinilai bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersamasama. Sadar atau tidak. penipuan. Inti ketiga bentuk korupsi menurut kategori Alatas ini adalah subordinasi kepentingan umum dibawah tujuan-tujuan pribadi yang mencakup pelanggaranpelanggaran norma-norma. pengkhianatan. Betapa menyedihkan memang. Alatas mendefinisikan nepotisme sebagai pengangkatan kerabat. namun semua aspek masyarakat Indonesia. pemerasan (extortion). merugikan kepentingan umum. Korupsi menurut Huntington (1968) adalah perilaku pejabat publik yang menyimpang dari norma-norma yang diterima oleh masyarakat. Bagaimana cara kita sebagai rakyat biasa memberantas korupsi sehingga dapat menciptakan Indonesia yang berbudaya malu korupsi? Bisakah kita melakukannya? Sulitkah? Mulai dari diri sendiri.[1] Yang pada akhirnya mereka bebas. sejak dini. memiliki koneksi kuat atau karena uangnya yang banyak lalu kabur ke luar negeri. dan nepotisme. Wallahu a’lam. bahwa kita telah gagal mendidik anak-anak kita untuk bersyukur dengan cara yang berbudaya. Menurut Dr. Banyak pejabat ditangkap dan dimasukkan ke penjara. Apakah ini tanda. Pemberantasan korupsi bukan hanya tugas pemerintah khususnya KPK sebagai lembaga terkait. Contohnya korupsi Anggaran DPRD Kota Solo oleh mantan anggota DPRD Solo periode 19992004. . dan kesejahteraan umum. Entah karena kekuasaannya yang besar sehingga dapat berkelit dari hukum. Selanjutnya. yang dibarengi dengan kerahasiaan. Gayus yang merupakan kunci kasus mafia pajak dapat keluar dari penjara dikarenakan memberikan suap kepada mereka. Kartini Kartono. tugas. dengan merujuk definisi Huntington diatas. atau bahkan berkelahi satu sama lain. dan sikap masa bodoh terhadap akibat yang ditimbulkannya terhadap masyarakat. langsung maupun tak langsung. Mulai dari pejabat papan atas hingga masyarakat kelas bawah sebenarnya bisa saja melakukan tindak pidana korupsi. Seorang sosiolog Malaysia Syed Hussein Alatas secara implisit menyebutkan tiga bentuk korupsi yaitu sogokan (bribery). yang mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp 4.seperti mencoret-coret baju. dan melalui agama mari bersama berantas korupsi. menggoyahkan. Sebelum kita membahas lebih jauh. membakar motor sendiri. Heddy Shri Ahimsha-Putra (2002) menyatakan bahwa persoalan korupsi adalah persoalan politik pemaknaan. rusak. untuk bergembira saja anak-anak kita tidak mampu menemukan bentuk yang pantas. Di sini sebenarnya kita sadar bahwa kadar-kadar primitif budaya anak-anak kita itu sesungguhnya sekedar refleksi atas muatan-muatan primitif kita sendiri yang terbiasa tidak tahu malu. atau sekutu politik untuk menduduki jabatan-jabatan publik. Notonegoro yang Dituntut 3. memutarbalik atau menyogok. sebenarnya apa korupsi itu? Korupsi berasal dari bahasa latin. teman. terlepas dari kemampuan yang dimilikinya dan dampaknya bagi kemaslahatan umum (Alatas 1999:6). Membangun Budaya Malu Korupsi Korupsi merupakan masalah memalukan bagi bangsa Indonesia. berpesta pora. Namun tak sedikit yang masih bebas berkeliaran. Hasan Mulachela dan Heru S. Definisi ini tidak hanya menyangkut korupsi moneter yang konvensional.27 miliar (Irfan : 2009).5 tahun hukuman penjara.

ada tiga puluh jenis tindakan yang bisa dikategorikan sebagai tindak korupsi. Kraton dianggap sebagai pusat budaya. Dari mengurus SIM sampai sidang kasus tilang. 2. Melihat situasi ini jangan heran kalau rakyat bisa menjadi tidak percaya dengan demokrasi. dan dikotomi tersebut lebih banyak dengan subyektifitas pada budaya besar yang berpusat di kraton. Pembangunan fisik menjadi terbengkalai Banyaknya ruas-ruas jalan yang rusak dan gedung sekolah yang reyot adalah akibat dari korupsi. 5. Penjelasan detailnya ada di Bab 3. korupsi adalah perilaku pejabat publik. 31 Tahun 1999 jo. Asalkan memiliki uang atau kekuasaan. kedudukan. 2. atau kewenangannnya yang resmi. Meski pada hakikatnya dua budaya tersebut berdiri sendiri-sendiri namun tetap ada bocoran budaya (Irfan : 2009). Beberapa diantaranya adalah: 1. Hasilnya banyak sekali posisi penting yang diduduki oleh orang yang tidak tepat.[2] Secara harfiah. korupsi dilihat dari pusat budaya. Mulai dari mengorbankan kualitas bahan bangunan supaya uangnya dapat “dikantongi” hingga membuat proyek yang sebenarnya tidak perlu. 3. Seorang administrator yang memanfaatkan kedudukannya untuk menguras pembayaran tidak resmi dari para investor (domestik maupun asing). Penegakan hukum dan layanan masyarakat menjadi amburadul Lalu lintas bisa menjadi contoh yang pas. status. istilah lain: pemberian hadiah (Tim KPK). pusat budaya dibagi menjadi dua. sedikit sekali pembangunan fisik di negara ini yang dijalankan dengan tujuan menghasilkan sesuatu yang kuat dan berguna bagi masyarakat. martabat. Menurut UU itu. Tapi kenyataan berbicara lain: siapa saja bisa menduduki jabatan apa saja. Dikotomi budaya selalu ada.akan tetapi menyangkut pula korupsi politik dan administratif. 6. Sebab. UU No. sudah dipilih tapi lebih mengutamakan kepentingan mereka yang beruang dibanding mereka yang memilih. 7. 3. Akhirnya uang dan kekuasaanlah yang berbicara. yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengan dirinya. memakai sumber pemerintah. baik politikus/politisi maupun pegawai negeri. Prestasi menjadi tidak berarti Seharusnya orang bisa menduduki jabatan tertentu karena Ia memang berprestasi dan kompeten. . 21 Tahun 2001. Bila tidak memiliki dua hal itu jangan harap mendapatkan layanan masyarakat yang baik atau keadilan di mata hukum. Bila terdapat pusat budaya lain di luar kraton. untuk keuntungan pribadi dapat pula dikategorikan melakukan tindak korupsi. Mengutip Robert Redfield. Intinya. Kerugian keuntungan negara Suap – menyuap (istilah lain: sogokan atau pelicin) Penggelapan dalam jabatan Pemerasan Perbuatan curang Benturan kepentingan dalam pengadaan Gratifikasi. dengan cara menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka. Demokrasi tidak berjalan Pemilihan wakil daerah dapat menjadi contoh yang menarik. [3] Korupsi sangat merugikan bagi banyak pihak. 4. tentu dianggap lebih rendah dari pada budaya kraton. tidak ada lagi yang berjalan sebagaimana seharusnya. Dari sudut pandang hukum di Indonesia termaktub dalam tiga belas pasal UU No. yakni budaya kraton (great culture) dan budaya wong cilik (little culture). 4. tetapi secara ringkas tindakan-tindakan itu bisa dikelompokkan menjadi: 1.

Ekonomi menjadi hancur Ada dua kata kuncinya: tidak efisien. terdapat tiga indikasi yang menyebabkan meluasnya korupsi di Indonesia. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan . 2. harus nyogok sanasini. Mereka tidak begitu saja menjadi pejabat. 6. Korupsi melibatkan elemen kewajiban dan keuntungann timbal balik. kebudayaan disebut culture. Perbuatan korupsi melanggar norma-norma tugas dan pertanggungjawaban dalam masyarakat. Itulah mental koruptor rakyat yang kini tak jarang dijumpai di Indonesia. 2. termasuk sistem agama dan politik. 7. Bahasa. Padahal pejabat awalnya juga berasal dari rakyat biasa seperti kita. Tidak heran orang asing mulai enggan investasi di Indonesia. 4. 4. kalah dengan perusahaanperusahaan bermodal besar yang dekat dengan pemegang kekuasaan. 1. adat istiadat. [4] Bila dilihat dari pengertian di atas seolah-olah kasus-kasus korupsi yang terjadi di Indonesia adalah kesalahan dan tanggung jawab pemerintah. Berusaha menyelubungi perbuatannya dengan berlindung dibalik perlindungan hukum. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia. perkakas. bangunan. Korupsi pada umumnya melibatkan keserbarahasiaan. Mau membuat pabrik. Setiap bentuk korupsi melibatkan fungsi ganda yang kontradiktif. Akhirnya rakyat yang kena dampaknya. biasanya pada badan publik atau masyarakat umum. Mereka yang terlibat korupsi adalah mereka yang menginginkan keputusankeputusan yang tegas dan mereka yang mampu untuk mempengaruhi keputusankeputusan itu. merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Melainkan mengalami tahapan dari menjadi pejabat kecil hingga menjadi seperti sekarang. Apa itu budaya? Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah. Penyalahgunaan kekuasaan untuk memperkaya diri. yaitu : 1. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Daerah Istimewa Yogyakarata. 9. Untuk menghilangkan korupsi kita harus memiliki budaya malu korupsi. 3. apa yang menyebabkan orang-orang melakukan korupsi? Menurut Komisi IV DPR-RI. Pendapatan atau gaji yang tidak mencukupi. Dalam buku Sosiologi Korupsi oleh Syed Hussein Alatas. Rakyat akan memilih calon Lurah Desa yang memberikan uang “syukuran” jika Ia terpilih menjadi lurah nantinya. Lalu. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit. 3. bahasa. 5.5. 8. sebagaimana juga budaya. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Contohnya adalah pada saat pemilihan Lurah Desa di sebuah Kabupaten di Bantul. Mau membuat usaha dengan modal kecil. Setiap tindakan korupsi mengandung penipuan. pakaian. bertahan hidup apa lagi (Tim KPK). yaitu mengolah atau mengerjakan. yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. disebutkan ciri-ciri korupsi antara lain sebagai berikut : Korupsi senantiasa melibatkan lebih dari satu orang. Mencari kerja menjadi susah. Dan akan memberi bantuan ke desa-desa yang suara terbanyak jatuh kepada dirinya. yang berasal dari kata Latin Colere. Penyalahgunaan kesempatan untuk memperkaya diri. Kita sebagai rakyat juga ikut andil dalam berhasilnya para pejabat korup itu memperoleh kursi kepemimpinannya sehingga mereka dapat menggelapkan uang negara yang bukan haknya. dan karya seni. Setiap bentuk korupsi adalah suatu pengkhianatan kepercayaan. Dalam bahasa Inggris.

orang yang sebenarnya mampu tetapi berpura-pura miskin agar mendapatkan dana BLT. budaya bersifat kompleks. Maka untuk menciptakan budaya malu korupsi kita harus memulai dari diri sendiri. membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.[6] Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda. 2. lalu masyarakat baik dan akhirnya menghasilkan pemimpin yang baik. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia. 3. Kita hendaknya bercermin apakah kita ini sudah bersih dari korupsi. 188. padahal kamu Mengetahui. Penanaman Pendidikan berbudaya malu korupsi sejak anak-anak Pendidikan untuk malu korupsi baik ditanamkan pada masa anak-anak. Komarudin menyatakan dewasa ini pendidikan karakter dan budaya bangsa mutlak harus diberikan pada anak Indonesia sejak usia dini dari lingkungan sekolah dan .” Kita sebagai rakyat juga bisa melakukan berbagai hal untuk melahirkan budaya malu korupsi. Karena pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. Karena seseorang yang taat pada agama yang dipeluknya tentu akan menghindari perbuatan buruk seperti korupsi.perbedaan-perbedaannya. keluarga baik. Bila diri kita sudah baik. abstrak. Banyak fakta tentang rakyat yang juga melakukan korupsi. Karena pada masa kanak-kanak merupakan masa pembentukan karakter kepribadian seseorang. “Malu adalah sebagian dari iman. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim. [5] Kenapa kita harus malu korupsi? Karena malu akan menahan seseorang untuk melakukan sesuatu yang tercela dan menjadikannya takut untuk berbuat sesuatu yang berakibat tercela (Al-atsary : 2004). Alloh berfirman di dalam Alquran Surat Al-Baqarah ayat 188 yang berbunyi. namun melalui tengah jalan pipa sehingga tidak tercatat di pengukuran air. supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa. dan luas. Di daerah Purbalingga pernah ada warga yang mengmbil air PDAM tidak melalui kran rumahnya. Dengan keadaan masyarakat seperti itu akan menghasilkan budaya tidak sehat sehingga melahirkan pemimpin-pemimpin berbudaya koruptor yang akhirnya menjadi pejabat korup. Bagaimana menumbuhkan budaya malu korupsi yang seharusnya dimiliki oleh bangsa Indonesia? 1. namun tanggung jawab kita bersama termasuk rakyat. pedagang yang mengurangi timbangan. Contoh lainnya : pengendara sepeda motor yang melanggar peraturan lalu lintas lebih memilih “berdamai” dengan polisi daripada mendatangi persidangan. Mulai dari diri sendiri Siapa yang akan memulai suatu perubahan jika bukan diri sendiri? Jangan hanya menyalahkan pemerintah yang belum mampu memberantas korupsi dengan baik. dan pengemis yang meminta-minta padahal mampu membeli perhiasan. Penguatan nilai agama Tidak ada agama di Indonesia yang memperbolehkan penganut agamanya melakukan korupsi. penjual makanan yang memakai bahan kimia berbahaya untuk meningkatkan laba. Dengan meningkatkan ketebalan nilai agama sesuai kepercayaan masing-masing akan menumbuhkan budaya malu korupsi.

Sekelumit masalah tentang budaya malu. hlm. 2010.3 Tentang Budaya Malu April 26th.... Bantul. http://soloraya.Bila seorang anak mendapatkan cukup pendidikan kepribadian yang positif – seperti malu korupsi – akan menjadi daya tahannya sehingga ketika mereka tumbuh dewasa tidak akan mudah tergiur untuk melakukan korupsi. 2009. Kedaulatan Rakyat.. Elfata. Tak Tahu Malu Sesukamu. 2011 Admin 30 Comments inoputro(dot)com. Pendidikan malu korupsi juga dapat diberikan di sekolah dalam bentuk sikap guru yang memberi teladan kepada murid-muridnya. hlm. Pendidikan karakter tidak hanya diberikan saat anak duduk di bangku SD sampai Perguruan Tinggi (PT).. 2004. Jadi bila kita menginginkan Indonesia yang berbudaya malu korupsi kita harus memulai dari diri sendiri lalu tularkanlah kebaikan itu ke lingkungan sekitar.” “seep. Peran orang tua dalam penanaman budaya malu korupsi sangat besar.” bunyi ketika koin uang 5 ratusan bersentuhan dengan kaca pintu sebuah bis. Didik dan ajarkan budaya malu korupsi pada anak-anak. Korupsi dan Pengertiannya. Seorang pemuda yang tengah menjalani rutinitasnya sehari-hari datang mendekati bis tersebut “mau kemana kak.” “biasalah. Orang tua harus memberi contoh dan mengajarkannya kepada anak. 26. Dengan sedikit perubahan diksi [4] ibid [5] http://id. [7] Sgi.net/2010/01/korupsi-danpengertiannya/.” “Budaya tidak malu (guilt culture) adalah budaya dimana seseorang melakukan sesuatu atas dasar rasa tau dirinya. 1.. namun sejak anak duduk di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) (Sgi : 2010) [7].wikipedia. Pendidikan Karakter dan Budaya Bangsa Tanamkan Sejak Dini. Buku Panduan Kamu Buat Ngelawan Korupsi. Diakses pada 19 September 2010 [2] ibid [3] Tim KPK.. Abu Nu‟aim.tek.tek. Dapat pula dimasukkan dalam bentuk mata pelajaran seperti Mata Pelajaran Kewarganegaraan.org/wiki/Budaya [6] Al-atsary. Pertebal pula kekuatan spiritual kita lewat agama. tau bagaimana .sosial mereka.. 12 November 2010 Anaka Dwi Listriyani [1] Irfan. kampus. ayo naik. “tek.

Tapi yang jadi pertanyaan apakah sesuatu yang buruk itu harus kita pelihara? Jawabnya pasti tidak. Dengan wajah yang tetap tersenyum pemuda tersebut berdiri di tengah-tengah penumpang lainnya. desak-desakan. Budaya ini menghubungkan pelakunya dengan rasa sadar akan dosa.. Budaya malu dan budaya tidak malu akan menjelaskan itu semua. Terlebih dengan sikon yang ada. Posisi bis yang penuh sesak memang sering mewarnai kehidupannya. Benar saja tentunya banyak sekali alasan bagi pemuda tersebut untuk mempersilahkan Ibu itu untuk duduk. Budaya ini menghubungkan pelakunya dengan rasa sadar akan dosa. di tengah lamunanya derit rem bis yang berhenti membuatnya melepaskan lamunannya. memang ibu itu sendiri yang mau. Bonus?? Ya. dan contoh-contoh sosial masyarakat lain yang mana mereka hanya mementingkan Ego mereka sendiri. Kebanyakan dari mereka hanya mementingkan budaya malunya. Seperti seorang pemuda yang setulus hati mempersilahkan seorang Ibu duduk karena dia sadar.. Yang umum saja tentang tingkah laku para koruptor. Cciiitt. tau bagaimana kodratnya sebagai manusia. Akan tetapi dia hanya menganggap ini sebagai hiburan semata.kodratnya sebagai manusia. Malu apabila mereka tidak dipandang lebih oleh orang lain. bahkan tidak jarang konflik terjadi antar penumpang bahkan dengan kenek bis itu sendiri. para penguasa sekarang. Ingin di lihat seakan seorang pahlawan.” kenek biz itu pun mempersilahkan pemuda tersebut untuk masuk ke dalam bis. Budaya malu (shame culture) merupakan budaya dimana seseorang melakukan sesuatu atas dasar malu. tak jarang seorang wanita cantik yang telah menarik perhatiannya seakan menjadi hadiah terindah walaupun di bungkus dengan suasana yang kurang mendukung. Belum lagi jika ada bonusnya. Penuh. Ada yang punya pendapat lain??? . Dan itu menjadi motivasinya. Berbeda dengan budaya tidak malu tentunya. Mungkin ada alasan tersendiri seorang ibu ini tahan berdiri di dalam bis. Setelah menimbang merasakan dan melihat situasi yang ada. tentang rumitnya budaya malu itu. … Itu merupakan sepenggal cerita realita yang tentunya dapat kita pelajari. ) dan mari kita tanamkan budaya tidak malu demi pribadi yang lebih baik lagi. Malu apabila dia tidak melakukannya maka dia akan di cemooh oleh orang lain. Terbesit rasa ingin menolong dari pemuda tersebut. Tak lama kemudian seorang Ibu dengan menggendong bayinya masuk ke dalam bis yang sudah penuh. Budaya tidak malu (guilt culture) adalah budaya dimana seseorang melakukan sesuatu atas dasar rasa tau dirinya. Tanpa sadar akan hakikat suatu perbuatan. Kita tidak bisa menyalahkan bisnya.. Oleh karena itu marilah kita hapuskan budaya malu (bukan g boleh punya malu ya. Sadar akan perbedaan seorang wanita dan laki-laki. Toh. pemuda tersebut mempersilahkan ibu tadi untuk duduk di tempatnya. Selain contoh diatas tentunya kita bisa melihat banyak contoh lain yang ada di lapangan. sesak. Walaupun benar itu memang lumrah saja dilakukan oleh seseorang.

Jepang. tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang lain dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. ’rajin pangkal pandai. 5. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang. patennya dimiliki orang Amerika. kulo (bahasa Jawa) dan Saya (terambil dari hamba sahaya. Budaya ini bila dikembangkan lebih dalam akan bermakna tidak adanya lagi.3. abdi (bahsa Sunda). Kita bisa ambil sampel misalnya. ’berakit-rakit ke hulu. Pengabdian yang tulus pada negara. korupsi. Dan sayangnya fenomena ini berlaku di semua lapisan institusi. Tapi yang berhasil mengembangkan model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita. mislanya pencuiran. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony. Saya banyak menemui hal ini dalam lingkungan pergaulan saya. 6. dan penyimpangan lainnya. yang penting ’sabetan’nya gede’. misalnya. Banyak sekali diantaranya yang mengatakan (niat). salah satu diantara pembelinya adalah orang Indonesia. Menjadi orang kaya dengan hemat merupakan anjuran agama. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. hemat pangkal kaya’. 4. mobil mewah misalnya. karena menyalahi ’hukum . berenang-renang ke tepian’. BUDAYA LOYALITAS. Tapi sebaliknya merupakan fenomena budaya ’orang kaya baru’. Budaya pantang menyerah merupakan salah satu budaya sukses. Inovasi belum menjadi budaya kita. bangsa jepang bukan bangsa penemu. Budaya hemat merupakan salah satu budaya orang ’kaya’. tingkahnya bagaikan ’orang kerasukan setan’. pemerintahan. BUDAYA HIDUP HEMAT. Bahkan kosakata ’keakuan’ terambil dalam makna ini. Sukses itu tidak instan. BUDAYA INOVASI. karena menyadari proses tadi. Sistem loyalitas ini seharusnya menjadi bagian dari budaya yang utuh dalam lembaga. dan lain sebagainya mulai hilang dari masyarakat. karena dia juga akan menjadi ’virus penyakit’ bagi pegwai yang lain. Budaya ini identik dengan pepatah. bukan melalui penimpangan atau potong kompas. Sampai tahun 1995. masyarakat. dan lain sebagainya. Atau boleh saya katakan bahwa menjadi kaya melalui sebuah proses mencapainya merupakan sebuah ’jihad’. lembaga. pekerjaan. tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. mark-up proyek. dan berganti menjadi budaya ’aji mumpung ada kesempatan’. Sejak kecil kita diajarkan oleh orang tua pepatah. disatu pihak kita masih melihat fenomena hedonis banyak dilakukan oleh bangsa kita. ’Gue sih gak penting digaji kecil. pendiri dan CEO Sony pada masa itu. Jepang dengan inovasinya yang dimulai dari peniruan bisa mengembangkan industri yang lebih cepat dan murah. pembelian barang eksklusif pada level dunia. misalnya. dalam bahasa nasional). patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics dari Belanda. Tapi kita bisa belajar dari bangsa lain yang maju. BUDAYA PANTANG MENYERAH. Karena baru menjadi orang kaya mendadak. Loyalitas atau pengabdian meruapakan salah satu budaya bangsa kita. institusi dll sehingga yang tidak loyal tidak diperlukan lagi dan dibuang dari komunitas tadi. Mengambil contoh kasusu. Cukup ironis bagi kita dengan kondisi ekonomi yang masih ’berat’. perampokan.

disusul dengan kalah perang. keras dan lama. 7. bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi pembelajar yang cepat. maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita. 9. sedangkan lawannya adalah perjuangan taktis. Ketika diberlakukan restorasi Meiji. Pembantu bukan untuk melakukan semua keperluan anak kita dari A-Z. enggak uang dibiarin. batubara. Libya ini. 8. Tapi budaya ini semakin terkikis akibat masuknya budaya hedonis. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri. Hongkong. Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Budaya membaca mereka juga didukung oleh kecepatan proses penerjemahan buku-buku asing ke dalam bahasa setempat. bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia. ada mobil mogok di tengah jalan. misalnya. Anak-anak sejak usia dini seyogianya dididik untuk mandiri. Dalam beberapa tahun Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat. banyak yang memanfaatkan waktu untuk membaca. Bukan ngobrol atau tertawa terbahak-bahak bahkan teriak-teriak. konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Budaya sukses lain adalah budaya membaca. Mengambil contoh di Jepang. Kita dalam sejarah bukan kaum yang memiliki budaya membaca. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Budaya ini boleh diistilahkan dengan perjuangan strategis. terutama di kota besar. BUDAYA KERJASAMA KELOMPOK (GOTONG ROYONG/TEAM WORK) Budaya ini merupakan budaya leluhur bangsa Indonesia. BUDAYA MANDIRI Budaya sukses lain adalah budaya mandiri. seiring dibangunnya institut penerjemahan dan terus berkembang sampai sekarang. biji besi dan kayu. dan ditambah dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo. BUDAYA MEMBACA. dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. handuk dan sebotol besar . berat sama dipikul’. tapi sebaliknya bila diarkan orang lain sendirian pasti akan terbengkalai dan lama selesainya. kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi. dan saya sendiri pernah mengalaminya. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam waktu tidak seberapa lama sejak buku aslinya diterbitkan. Oleh karena jangan terkejut kaget kalau di negara tersebut di setiap tempat dalam kendaraan umum. Sikap gotong royong ini harus ditunjukkan dalam pekerjaan. pasti akan memenangkan pertangdinagn adu lari tadi. misalnya sejak usia dini anak-anak dilatih mandiri. bahkan menggunakan laptop. buku-buku. Berbeda dengan negara-negara maju. Ambil contoh misalnya. Cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dari bisnis elektronik di tahun 1945 masih bangkit mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era sekarang. sepatu ganti. Ada uang ditolong. karena mobil tua dan yang ppunya juga sudah tua. Seorang yang setiap hari latihan (strategis) melawan orang yang tidak pernah latihan lari (taktis). Misalnya. adu lari. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi. Pekerjaan besar dan berat bila ’dikerubutin’ akan menjadi ringan. Tidak banyak yang tergerak untuk mendorongnya kecuali kalau diupah. sebagian besar penumpangnya sedang membaca buku atau koran. Kita bisa mengambil sampel Jepang. Pembentukan budaya mandiri sejak dini akan memberikan pengaruh pada dewasa si anak. Di Jepang. Budaya ’ringan sama dijinjing. bahkan sudah masuk ke pedesaan.alam (Tuhan). Tapi sayang. Konon. Membaca sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari. Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. menyiapkan tas dan buku sekolah. Semuanya diukur dengan materi (uang). Mulai dari memakai baju sendiri. Rentetan bencana terjadi di tahun 1945. misalnya Singapore. fenomena ini masih belum menjadi budaya dunia kerja kita. Perjuangan strategis pasti selalu mengalahkan perjuangan taktis. Ternyata Jepang tidak ’kiamat’. Tapi ia melalui proses perjuangan yang berdarah-darah. Tidak peduli duduk atau berdiri. Akio Morita juga awalnya menjadi ’tertawaan’ orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Jepang dsb. bungkusan makan siang. termasuk di lingkungan institusi Indonesia di Tripoli. Seorang anak sejak TK di sana sudah harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti. berbagai lapangan pekerjaan dan masuk dalam teamwork.

dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya. Andai kehabisan uang.minuman yang menggantung di lehernya. Sejak TK setiap anak dilatih membawa perlengkapan sendiri. mereka meminjam kepada orang tua dan menggantinya pada bulan berikutnya. . Mereka mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua.