P. 1
Uji Kompetensi Tenaga Honorer Kategori 2

Uji Kompetensi Tenaga Honorer Kategori 2

|Views: 25|Likes:

More info:

Published by: Rangga Adriansyah Qr on Oct 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/30/2013

pdf

text

original

Uji Kompetensi Tenaga Honorer Kategori 2, Sebagai Ajang Pembuktian Kualitas Tenaga Honorer Pada pertengahan tahun 2013

direncanakan akan diselenggarakan ujian kompetensi bagi tenaga honorer kategori 2. Saat ini sejujurnya, ada beberapa pejabat pemerintahan dan sebagian masyarakat lewat statemen atau pernyataan di media ataupun sebagai pandangan pribadi yang tidak disampaikan ke khalayak umum bahwa kualitas tenaga honorer kategori 2 rendah dan tidak mempunyai kompetensi sama sekali. Hal ini terjadi karena menurut sebagian besar masyarakat tenaga honorer kategori 2 masuk menjadi tenaga honorer lewat jalur persaudaraan, pertemanan, kenalan, dan lain sebagainya dan tanpa melalui tes sama sekali. Hal ini bisa juga benar untuk sebagian tenaga honorer namun tidak juga dapat digeneralisir. Karena ada juga dan bahkan banyak tenaga honorer yang melamar pekerjaan secara resmi dan tanpa ada yang membawa, murni berdasarkan ijazah dan pendidikan yang dimiliki. Uji kompetensi inilah saatnya sebagai ajang pembuktian kepada masyarakat dan pemerintah tentang kualitas tenaga honorer kategori 2. Untuk itu tenaga honorer kategori 2 harus mempersiapkan diri mulai sekarang untuk menghadapi ujian kompetensi di tahun depan. Adapun materinya adalah :  Tes Persamaan Kata (Sinonim)  Tes Lawan Kata (Antonim)  Tes Padanan Hubungan Kata (Analogi)  Tes Pola Bilangan/ Deret Hitung (Series)  Tes Logika Kuantitatif (Penalaran)  Tes Penarikan Kesimpulan (Silogisme)  Test Toefl  Psycho Test  Bahasa Indonesia  Pancasila  Tata Negara  Sejarah Indonesia  Kebijaksanaan Pemerintah  Bahasa Inggris  Pemerintahan Propinsi, Kota, Kabupaten  Kemampuan bidang

Setelah munculnya PP No. 48 Tahun 2005 tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS, praktis banyak masyarakat dalam usia kerja berbondong-bondong menjadi tenaga honorer, meskipun pemerintah telah melarangnya. Masuk menjadi tenaga honorer dengan honor yang sangat sedikit bahkan cenderung tidak manusiawi dan berada jauh dibawah UMR rela dijalani dengan harapan suatu saat dapat diangkat menjadi PNS dengan mempertimbangkan masa kerja dan pengabdian mereka.

Setelah adanya revisi yang kedua atas PP 48 Tahun 2005 yaitu PP No.56 Tahun 2012 tentang pengangkatan tenaga honorer yang mengakomodir tenaga honorer kategori 1 dan tenaga honorer kategori 2 untuk dapat diangkat menjadi PNS, praktis harapan mereka semakin tumbuh. Jumlah tenaga honorer yang masuk setelah tahun 2005 ini diberbagai instansi pemerintah ini saya rasa jumlahnya cukup besar bahkan lebih besar dari jumlah tenaga honorer kategori 1 dan 2. Saat ini mereka cenderung diam sambil mencermati semua kejadian terkait tenaga honorer kategori 1 dan 2. Mereka mungkin sadar bahwa tidak ada harapan pengangkatan menjadi PNS untuk periode sekarang. Namun saya memprediksi mereka akan bersuara dengan lantang untuk dapat diangkat menjadi tenaga honorer pada periode pemerintahan berikutnya. Hal ini karena untuk saat ini yang mendapatkan prioritas untuk dapat diangkat menjadi CPNS adalah tenaga honorer kategori 1 dan 2. Tentunya mereka akan sangat berharap akan adanya kebijakan yang mengakomodir pengangkatan mereka menjadi CPNS dan akan terus memperjuangkanya sampai tujuanya tercapai. Hal ini menjadi PR besar bagi pemerintah untuk dapat menuntaskan permasalahan tenaga honorer tanpa menciderai rasa keadilan masyarakat. Semoga permasalahan tenaga honorer tidak berlarut-larut dan cepat selesai dengan memenuhi rasa keadilan bagi semua pihak dan tidak ada yang merasa dirugikan. Mungkin pemerintah bisa mengambil jalan tengah dengan mengeluarkan peraturan pemerintah yang mengatur pengangkatan tenaga honorer menjadi pegawai tidak tetap pemerintah dengan honor setara UMR dan juga pengangkatan tenaga honorer yang diambilkan dari pegawai tidak tetap pemerintah ini yang kompetensinya memadai dan dapat diandalkan untuk dapat dinaikan statusnya menjadi CPNS. Saya rasa itu cukup adil, yang berkualitas yang naik status, yang kualitasnya pas-pasan harus terima tetap menjadi pegawai tidak tetap pemerintah.

Kumpulan Materi Belajar Sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil
( Demimu Lampungku, Padamu Baktiku, Untukmu Indonesiaku )

A. Tes Penarikan Kesimpulan ( Silogisme )

TIPS dan TRIK :
1. Untuk soal-soal PERBANDINGAN yang biasanya memiliki ciri-ciri memuat kata “ lebih ” atau “ dari

pada ”, maka solusi termudah adalah dengan digambar/ ditulis.

Susilo Viki Leonardo

Natsir

Edy

Kemudian anda tinggal cek jawaban. Maka jelas sekali bahwa jawaban yang paling tepat adalahViki lebih pandai dari Edy.
2. D a l a m s o a l - s o a l S I L O G I S M E s e r i n g d i j u m p a i k a t a - k a t a sementaraatausemua. Jika anda

menemui kata: Sementara/ sebagian/ beberapa/ ada/ mungkin semua, maka artinya adalah TIDAK SEMUANYA atau MINIMAL SATU ANGGOTA. Pada – kata kata Semua/ setiap, artinya adalah SELURUH ANGGOTA TANPAKECUALI. ( jika dalam gambar, gunakan1panah saja). Semua karyawan harus hadir dalam rapat rutin.(artinya SELURUH karyawan hadir dalam rapat, maka diberi 1tanda panah).Sementara office boy adalah karyawan.(artinya TIDAK SEMUA adalah karyawan, maka diberi 2 tanda panah, yaitu karyawan dan bukan karyawan).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->