Anak Tunalaras

bertingkah laku atau berperasaan tidak pada tempatnya. 2006). Latar Belakang Bukan masalah yang sederhana untuk menentukan batasan mengenai anak yang mengalami gangguan tingkah laku atau lebih dikenal dengan istilah tuna laras. Definisi anak tuna laras atau emotionally handicapped atau behavioral disorder lebih terarah berdasarkan definisi dari Eli M Bower (1981) yang menyatakan bahwa anak dengan hambatan emosional atau kelainan perilaku.BAB I PENDAHULUAN A. dan bertendensi ke arah simptom fisik seperti merasa sakit atau ketakutan yang berkaitan dengan orang atau permasalahan di sekolah (Delphie. . secara umum mereka selalu dalam keadaan tidak gembira atau depresi. Anak tuna laras sering disebut juga dengan anak tuna sosial karena tingkah laku anak tuna laras menunjukkan penentangan yang terus-menerus terhadap norma-norma masyarakat yang berwujud seperti mencuri. apabila menujukkan adanya satu atau lebih dari lima komponen berikut ini: tidak mampu belajar bukan disebabkan karena faktor intelektual. 2006). kehancuran suatu pribadi. serta kegagalan dalam belajar di sekolah (Somantri. 2006). sensori atau kesehatan. Kenyataan batasan atau definisi yang telah dikemukakan oleh profesional dan para ahli yang berkaitan dengan masalah ini berbeda-beda sesuai dengan sudut pandang disiplin ilmu masing-masing untuk keperluan profesionalnya. Namun demikian. tidak mampu untuk melakukan hubungan baik dengan teman-teman dan guru-guru. Hingga kini belum ada suatu defenisi yang dapat diterima secara umum serta memuaskan semua pihak. mengganggu dan menyakiti orang lain (Somantri. hampir semua batasan yang dikemukakan oleh para ahli menganggap bahwa tuna laras menampakkan suatu perilaku penentangan yang terus-menerus kepada masyarakat.

Tujuan Mengetahui pengertian dari Tuna Laras itu itu sendiri Mengetahui klasifikasi anak Tuna Laras Mengenal perkembangan kepribadian anak Tuna Laras Mengetahui perkembangan emosional anak Tuna Laras Mengetahui perkembangan sosial anak Tuna Laras .B.

serta mudah terpengaruh oleh suasana. maupun masyarakat 2. seseorang yang diidentifikasi mengalami gangguan atau kelainan perilaku adalah individu yang : 1. Anak yang mengalami gangguan/ hambatan emosi dari tingkah laku sehingga tidak/ kurang menyesuaikan diri dengan baik. anak tunalaras adalah individu yang mempunyai tingkah laku menyimpang/ erkelainan. Pengertian Menurut Hallahan & Kauffman (Dalam Mohammad Efendi. tidak/kurang mempunyai toleransi terhadap kelompok dan orang lain. Mengalami kesulitan dalam menjalankan fungsi sosialisasi (Hallahan & Kauffman. . Tidak mampu mendefinisikan secara tepat kesehatan mental dan perilaku yang normal 2. Tidak mampu mengukur emosi dan perilakunya sendiri 3. Menurut ketentuan yang ditetapkan dalam Undang-Undang Pokok Pendidikan No. Berangkat dari pemikiran di atas. tidak memiliki sikap. melakukan pelanggaran terhadap peraturan dan norma-norma sosial dengan frekuensi yang cukup besar. yang disebut Tunalaras adalah : 1.BAB II PEMBAHASAN A. 1991).12 Tahun 1952. 2006 : 142) “Sebutan anak berkelainan perilaku (Tunalaras) didasarkan pada realitanya bahwa penderita kelainan perilaku mengalami problema intrapersonal dan/ atau interpersonal secara ekstrem. Dalam Dokumen Kurikulum SLB Bagian E Tahun 1977. baik terhadap lingkungan keluarga. Anak yang melakukan kejahatan. sekolah. Anak yang mempunyai kebiasaan melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat 3. sehingga membuat kesulitan bagi diri sendiri maupun orang lain.

yang mana norma tersebut bertentangan dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya perhatian dari orang tua yang berakibat dari perilaku anak kelompok ini cenderung dikuasai oleh dorongan nafsu saja. mengganggu.Sutjihati Somantri. misalnya : keluarga dan kelompoknya. (2007 : 139) “ Anak tunalaras sering juga disebut anak tunasosial karena tingkah laku anak ini menunjukkan penentangan terhadap norma-norma sosial masyarakat yang berwujud seperti mencuri.” B. Tiap jenis anak tersebut dapat dibagi lagi sesuai dengan besar dan ringannya kelainan yang dialaminya. Children arrested at a primitive level or socialization Anak pada kelompok ini dalam perkembangan sosialnya berhenti pada level atau lingkaran yang rendah. .Menurut T. William M. dan yang mengalami gangguan emosi. The semi-socialize child Anak yang termasuk kelompok ini dapat mengadakan hubungan sosial. Keadaan ini terjadi pada anak yang datang dari lingkungan yang menganut norma-norma tersendiri. sehingga ia melakukan apa saja yang dikehendakinya. tetapi terbatas pada lingungan tertentu. Ini disebabkan oleh pembawaan kelainan atau anak tidak pernah mengenal hubungan kasih sayang sehingga anak pada golongan ini banyak bersifat apatis dan egois. c. dan menyakiti orang lain. Klasifikasi Anak Tunalaras Secara garis besar anak tunalaras dapat diklasifikasikan sebagai anak yang mengalami kesukaran dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial. Children with minimum socialization capacity Anak kelompok ini tidak mempunyai kemampuan sama sekali untuk belajar sikap-sikap sosial. Sehubungan dengan itu. b. Mereka adalah anak yang tidak pernah mendapat bimbingan ke arah sikap sosial dan terlantar dari pendidikan. Cruickshank (1975 : 567) mengemukakan bahwa mereka yang mengalami hambatan sosial dapat diklasifikasikan kedalam kategori sebagai berikut : a.

perasaan marah. Disamping juga kadang-kadang mereka melakukan tindakan lain seperti yang dilakukan oleh anak Unsocialized (mencuri. bermusuhan). Adanya ketidaksadaran ini disebabkan oleh gangguan pada sistem syaraf sebagai akibat dari keracunan. Perkembangan Kepribadian Anak Tunalaras Anak yang mengalami kelainan perilaku. 2. kehidupan emosi atau perkembangan sosialnya berada dalam rentangan yang tidak menguntungkan. Mereka sudah menyimpang dari kehidupan yang nyata. Keadaan neurotik ini biasanya disebabkan oleh keadaan atau sikap keluarga yang menolak atau sebaliknya. Neorotic behaviour (perilaku neurotik) Anak pada kelompok ini masih bisa bergaul dengan orang lain akan tetapi mereka mempunyai permasalahan pribadi yang tidak mampu diselesaikannya. Hal ini disebabkan mereka pada umumnya tidak mampu mengintegrasikan fungsifungsi psikofisiknya untuk memahami diri dari lingkarannya. anak pada kelompok ini dapat dibantu dengan terapi seorang konselor. akibatnya mereka . sudah tidak memiliki kesadaran diri serta tidak memiliki identitas diri. terlalu memanjakan anak serta pengaruh pendidikan yaitu karena kesalahan pengajaran atau juga adanya kesulitan belajar yang besar. misalnya minuman keras dan obat-obatan. serta rasa besalah. Children with psychotic processes Anak pada kelompok ini mengalami gangguan yang paling berat sehingga memerlukan penanganan yang lebih khusus. Anak ini mengalami kesulitan dalam menyesuaikan tingkah laku dengan lingkungan sosialnya karena ada tekanan-tekanan dari dalam dirinya. adapun anak yang mengalami gangguan emosi diklasifikasikan sebagai berikut : 1. C.Demikian pula anak yang mengalami gangguan emosi dapat diklasifikasikan menurut berat/ ringannya masalah atau gangguan yang dialaminya. Mereka sering dan mudah sekali dihinggapi perasaan sakit hati. cemas dan agresif.

Suka mengisolasi diri 7. Kurang percaya diri 2. Menunjukkan sikap curiga pada orang lain 3. suka melakukan pelanggaran terhadap peraturan dan norma sosial.Sutjihati Somntri. kurang mempunyai toleransi terhadap kelompok dan orang lain. mudah terpengaruh suasana sehingga dapat membuat kesulitan bagi diri sendiri maupun orang lain.Sutjihati Somantri. 2007 : 151) “Mengemukakan bahwa kehidupan emosi pada tahun-tahun pertama kehidupan anak harus berlangsung dengan baik agar tidak menjadi masalah setelah dia dewasa. Menurut Freud (Dalam T.menunjukkan kepribadian yang pasif maupun kepribadian yang agresif. Sering melakukan bentrokan atau berkelahi (Moerdiani. anak tunalaras adalah anak yang mempunyai tingkah laku yang berkelainan. ciri yang menonjol pada mereka adalah: kehidupan emosi yang tidak stabil. 1987) Jadi. Beberapa ciri yang tampak menonjol pada kepribadian anak tunalaras antara lain : 1. Perkembangan Emosi Anak Tunalaras T. Suka melawan otoritas 6. Terganggunya kehidupan emosi ini terjadi sebagai akibat ketidakberhasilan anak dalam melewati fase-fase perkembangan. Tidak memiliki ketenangan jiwa 9. Kecemasan atau ketakutan yang berlebihan 8. tidak memiliki sikap. Beberapa diantaranya hiperaktif 10. Anak yang tidak mengalami dan memperoleh kasih sayang dan kepuasan pemenuhan . D. Selalu menunjukkan permusuhan terhadap orang lain 5. ketidakmampuan mengekspresikan emosinya secara tepat dan mengendalikan diri yang kurang sehingga mereka sering kali menjadi sangat emosional. (2007 : 151) “Terganggunya perkembangan emosi merupakan penyebab dari kelainan tingkah laku anak tunalaras. Selalu dihinggapi perasaan rendah diri atau sebaliknya 4.

kebutuhan akan mengalami kegagalan dalam mengembangkan kepercayaan terhadap orang lain sehingga dikemudian hari dia akan mengalami masalah dalam hubungan sosial dengan orang lain.” E. . namun ketidakmampuan anak tunalaras dalam melalui interaksi sosial yang bai dengan lingkungannya disebabkan oleh pengalaman-pengalaman yang tidak/ kurang menyenangkan. dan apabila berhasil sekalipun mereka akan sangat tergantung pada seseorang yang pada ahirnya dapat berhasil menjalin hubungan sosial dengan mereka. Anak tunalaras memiliki penghayatan yang keliru terhadap dirinya sendiri maupun terhadap lingkungan sosialnya. mereka menganggap dirinya tidak berguna bagi orang lain dan merasa tidak berperasaan. Perkembangan Sosial Anak Tunalaras Lingkungan yang menynangkan mendorong timbulnya perasaan mempercayai sesuatu (trust) begitu juga sebaliknya lingkungan yang kurang menyenangkan akan menimbulkan perasaan tidak mempercayai sesuatu (mistrust). Anak tunalaras mengalami hambatan dalam melakukan interaksi sosial tapi ini bukan berarti mereka sama sekali tidak mempunyai kemampuan untuk membentuk suatu hubungan sosial dengan keluarga dan masyarakat. oleh karena itu timbullah suatu kesulitan apabila ingin ingin menjalin hubungan dengan mereka.

Lingkungan sekolah 6. Kondisi/keadaan fisik 2. Lingkungan keluarga 4. Anak tunalaras memiliki kecerdasan yang tidak berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Adapun klasifikasi dari anak tunalaras ada 3 yaitu: 1. Oleh karena itu. yang perlu dibenahi dalam pembelajaran di kelas adalah bagaimana agar pelajaran selalu menarik sehingga siswa fokus dalam menerima pelajaran. Children arrested at a primitive level or socialization 3. Children with minimum socialization capacity Adanya ketunalarasan disebabkan karena beberapa faktor yaitu: 1. The semi-socialize child 2. Keharmonisan keluarga 5.BAB III KESIMPULAN Tunalaras adalah suatu hambatan emosi dan tingkah laku sehingga kurang dapat atau mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan baik terhadap lingkungannya dan hal ini akan mengganggu situasi belajarnya. . Masalah perkembangan 3. Lingkungan masyarakat Faktor-faktor tersebut merupakan penyebab terjadinya ketunalarasan yang dialami oleh anak.

Psikologi Anak Luar Biasa. Cambridge : Harvard University. P. and Cooper. Children and Their World. Soemantri. D.or.html http://www. Sutjihati. USA : Brown Communications.(2007).J. (1988). (1978). Boston : Houghton Mifflin Coy. http://re-searchengines. S. J. Bandung: Refika Aditama Weton. A and Mallan.com/0805arief7. Inc.M.ditplb. The Process of Educational Technology.DAFTAR PUSTAKA Bruner. (1994).id/profile.T. Farris. Dubuque. J.php?id=47 . Elementary Social Studies.