Brigitta Yoseta 11.40.0014 Masterina P 11.40.0023 Juliana Margaretha 11.40.

0052

Edwin Ray Guthrie
Guthrie lahir pada 1986 dan meninggal pada 1959. Dia adalah professor psikologi di university of Washington dari 1994 dan pensiun pada 1956. Karya dasarnya adalah The Psycholoy of Learning, yang dipublikasikan pada 1935 dan direvisi pada 1952. Pandangan Guthrie Tentang Hukum Belajar Hukum belajar yang dikemukakan oleh Guthrie adalah hukum kontiguitas (law of contiguity) yaitu : “ kombinasi stimuli yang mengiringi gerakan akan cenderung diikuti oleh gerakan itu jika kejadiaannya berulang”. Jadi, jika pada situasi tertentu kita melakukan sesuatu, maka pada waktu lain dan situasinya sama kita akan cenderung melakukan hal yang sama juga. Hukum tersebut diusulkan oleh Guthrie karena menganggap kaidah yang dikemukakan oleh Thorndike dan Pavlov terlalu rumit dan berlebihan. Thorndike mengemukakan bahwa, jika respons menemukan kondisi yang memuaskan maka koneksi S-R akan menguat. Disisi lain Pavlov mengemukakan dengan hukum belajarnya dengan model kondisional berupa CR-CSUS-UR. Unsur- unsur itulah yang dianggap oleh guthrie berlebihan. Pada publikasi terahirnya sebelum meninggal, Guthrie sempat merevisi hukum kontiguitasnya menjadi, “apa- apa yang dilihat akan menjadi sinyal terhadap apa- apa yang dilakukan”. Alasannya karena terdapat berbagai macam stimuli yang dihadapi oleh organisme pada satu waktu tertentu dan organisme tidak mungkin membentuk asosiasi dengan semua stimuli itu. Organisme hanya akan memproses secara efektif pada sebagian kecil dari stimuli yang dihadapinya, dan selanjutnya proporsi inilah yang akan diasosiasikan dengan respons. Stimuli yang Dihasilkan oleh Gerakan Meskipun Guthrie menekankan keyakinannya pada hukum kontiguitas di sepanjang karirnya, dia menganggap akan keliru jika kita menganggap asosiasi yang dipelajari sebagaian hanya asosiasi antara stimuli lingkungan dengan prilaku nyata. Misalnya, kejadian di lingkungan dan responsnya terkadang dipisahkan oleh satu interval waktu, dan karenanya sulit untuk menganggap keduanya sebagai kejadian yang bersamaan. Guthrie selanjutnya mengatasi problem tersebut dengan mengemukakan adanya movement-product stimuli (stimuli yang dihasilkan oleh gerakan), yakni disebabkan oleh gerakan tubuh. Contohnya, ketika mendengar telepon berdering kita berdiri dan berjalan mendekati pesawat telepon. Sebelum kita sampai ke pesawat telepon, suara deringan tersebut sudah tidak lagi bertindak sebagai stimulus. Kita tetap bergerak karena ada stimuli dari gerakan kita sendiri menuju pesawat telepon. Mengapa Praktik latihan Meningkatkan Performa ?

Oleh karena itu. dan kemudian diuji pada tugas A. menurut pendapat mereka tindakan yang dilakukan oleh kucing itu akan selalu sama. contohnya sebagai berikut: Seseorang yang belajar tugas A dan kemudian belajar tugas B lalu diuji untuk tugas A. lupa pasti melibatkan proses belajar baru. Sifat Pengetahuan Apa yang menggantikan kekuatan dalam teori Guthrie? Pada poin ini Gutrie menggunakan isu yang dibahas Thorndike. maka lupa tidak akan terjadi. Jadi.apa yang dicapainya. Menurut Guthrie. lupa disebabkan oleh intervensi. yang berbeda dari gerakan. Adapun untuk belajar tindakan membutuhkan praktik latihan. Tak ada intervensi. maka selanjutnya terulangnya respons akan meningkat. Pendapatnya adalah bahwa setiap kali mempelajari hal yang baru. Ini adalah bentuk retroactive inhibition (hambatan retroaktif) yang ekstrem. dll. satu orang lainnya belajar tugas A. Misalnya. yang membuatanya bisa keluar dari kotak itu. Cara Memutuskan Kebiasaan . Guthrie menganggap hukum efek tidak dibutuhkan. karena kucing itu menganggap itulah caranya membebaskan diri dari kotak. ketika satu respons menimbulkan keadaan yang memuaskan. jarak. Dengan kata lain. Lupa Menurut Guthrie. tidak memungkinkan adanya respons baru yang dihubungkan dengan kotak tersebut. reinformance (penguatan) hanyalah aransemen mekanis. Sebagai contoh tindakan. Guthrie dan Horton mengatakan. jelas membutuhkan praktik sebab ia mengharuskan gerakan yang tepat telah diasosiasikan dengan petunjuknya. dan karenanya mencegah terjadinya nonlearning. Untuk menunjukkan hambatan retroaktif. Jadi menurut Guthrie. karena dengan menguasai sebuah tindakan tidak menjamin pada saat waktu. Gerakan adalah kontraksi otot. dan posisi yang berbeda tindakan itu masih dapat dilakukan. tampak bahwa mempelajari hal baru (tugas B) telah mencampuri retensi dari apa yang dipelajari sebelumnya (tugas A). Bahkan menurut Guthrie.Untuk menjawab pertanyaan ini. Tidakan biasanya didefinisikan dalam term apa. dan seterusnya. tetapi tidak belajar tugas B. Oleh karena itulah. Setelah pola stimulus menghasilkan respons alternatif. lupa disebabkan oleh munculnya respons alternatif dalam satu pola stimulus. dalam kotak teka teki. pola stimulus itu kemudian akan cenderung menghasilkan respons baru. yakni perubahan apa yang mereka lakukan dalam lingkungan. secara umum akan ditemukan bahwa orang pertama mengingat tugas A lebih sedikit ketimbang orang kedua. makan pagi. yang dianggap dapat dijelaskan dengan hukum belajaranya. penguatan mengubah kondisi yang menstimulasi. Untuk itulah diperlukan sebuah latihan. tindakan terdiri dari berbagai macam gerakan. Guthrie membedakan antara act (tindakan) dengan movement (gerakan). tindakan sederhana seperti memegang raket membutuhkan beberapa gerakan berbeda sesuai jarak dan arah posisi subjek itu. Belajar bertindak. hal yang dilakukan hewan sebelum menerima satu penguat adalah menggerakkan satu tuas atau menarik cincin. Gutrie menganggap. Guthrie menerima bentuk hambatan retroaktif ektrim ini. yakni fakta bahwa proses belajar lama diintervensi oleh proses belajar baru. Guthrie menyebut misalnya mengetik surat. maka proses itu akan menghambat sesuatu yang lama.

tetapi karena hukuman mengubah cara individu merespons stimuli tertentu. akan menyebabkan tindakan itu terhalang dan menimbulkan ketegangan dan kegelisahan. tugasnya adalah membiarkannya sampai dia merasa menyalakan korek api tidak lagi menyenangkan. Misalnya. saat diketahui alasan merokok karena stres. Hukuman akan efektif jika menghasilkan respons baru terhadap stimuli yang sama. tetapi anak justru takut dan gemetar. ketika di lain waktu orang merasa tegang dan gelisah. Misal. dapat menjadi kebiasaan yang kuat karena respons merokok terjadi dihadapan banyak sekali petunjuk (cue). seorang merasakan ketegangan atau gelisah. jika sebuah petunjuk dari apa yang dirasakan orang saat merokok akan menjadikan seseorang mengulangi merokok jika petunjuk itu ditemuinya lagi. Metode Ambang : mencari petunjuk yang memicu kebiasaan buruk dan melakukan respons lain saat petunjuk itu muncul. Metode kelelahan : membiarkan respons terus menerus hingga tidak lagi menjadi fungsi dari stimulus. Minum alkohol dan merokok setelah bertahun-tahun dijalani adalah sistem tindakan yang dapat dipicu oleh ribuan pengingat. Misalnya. dia . Setiap pengulangan akan menambah satu atau lebih petunjuk baru yang memunculkan perilaku yang buruk. Dalam kasus ini ketegangan dan kegelisahan itulah yang menjadi maintaining stimuli. Karenanya. Dorongan Drives (dorongan) fisiologis merupkan apa yang oleh Guthrie dikatakan maintaining stimuli (stimuli yang mempertahankan) yang menjaga organisme tetap aktif sampai tujuan tercapai. Hukuman Guthrie mengatakan efektivitas punishment (hukuman) ditentukan oleh apa penyebab tindakan yang dilakukan oleh organisme yang dihukum itu. anda punya seekor anjing yang suka mengejarngejar mobil dan anda ingin menghentikan kebiasaannya. Merokok misalnya. maintaining stimuli akan hilang. Misalnya. Misalnya. Jadi. Misalnya. gadis kecil senang menyalakan korek api. Hukuman berhasil mengubah perilaku yang tidak diinginkan karena hukuman menimbulkan perilaku yang tidak kompitabel dengan perilaku yang dihukum. rasa lapar menghasilkan stimuli internal yang terus ada sampai makanan dikonsumsi. anda mengendarai mobil dan biarkan anjing mengejarnya. Metode respons yang tidak kompitabel : memberikan penyandingan terhadap stimuli karena dianggap dapat menimbulkan respons buruk. Saat anjing berlari disisi mobil pelankan kendaraan anda dan tamparlah moncong si anjing. ibu harus menjadi stimulus yang dominan agar kombinasi keduanya berbentuk relaksasi.Kebiasaan adalah respons yang menjadi diasosiasikan dengan sejumlah besar stumulus. Ketika makan diperoleh. 3. Gutrie merumuskan beberapa metode. Diantaranya adalah : 1. Gutrie menyarankan. minuman dan rokok. Disini Guthrie kembali menjelaskan bahwa kebiasaan menggunakan alkohol dan narkoba dengan cara serupa. Artinya. ibu memberi anaknya sebuah boneka. Hukuman akan gagal jika perilaku yang disebabkan oleh hukuman selaras dengan perilaku yang dihukum. 2. Untuk memutus kebiasaan tersebut. Hukuman bekerja baik bukan karena rasa sakit yang dialami oleh individu terhukum. dan karenanya kondisi yang menstimulasi telah berubah. maka ketika suatau saat stres itu datang lakukan kegiatan lain.

karena setiap pengalaman adalah unik. Tetapi jika dia lupa membawa bekal makan siang. Perilaku yang dipicu oleh maintaining stimuli inilah yang tampak purposive atau intensional (diniatkan). seseorang harus “belajar ulang” berkali-kali. kita harus melatihnya dalam kondisi yang persis sama dengan kondisi ketika nanti kita diuji. dia akan berdiri dari kursi. Satu-satunya hukum belajar adalah hokum kontiguitas. yang menyatakan bahwa ketika dua kejadian terjadi bersamaan. dia akan memakannya. Gambarannya. Karena memungkinkan siswa akan belajar meletakkan respons pada setiap stimuli (di dalam atau di luar kelas). mengenakan jaket. Dia menyarankan lingkungan belajar yang akan memunculkan respons yang diinginkan bersama dengan adanya stimuli yang akan diletakkan padanya. wawasan dan pemikiran hanya sedikit. Respons tersebut dinamakan niat karena maintaining stimuli dari dorongan biasanya berlangsung selama periode waktu tertentu (sampai dorongan berkurang). dsb. jika anda ingin mendapat manfaat terbesar dari studi anda. Guthrie menyarankan proses pendidikan dimulai dengan menyatakan tujuan. anda harus berlatih dalam situasi yang persis sama-dalam kursi yang sama-di mana anda akan diuji. mencari restoran.akan cenderung minum lagi. Niat Respons yang dikondisikan ke maintaining stimuli dinamakan intentions (niat). yang diperlukan adalah siswa mesti merespons dengan tepat dalam kehadiran stimuli tertentu. ketika seseorang lapar dan ada roti di dalam kantor. yakni menyatakan respons apa yang harus dibuat untuk stimuli. atau tidak ada maknanya bagi Guthrie. Saran Guthrie adalah selalu mempraktikkan perilaku yang persis sama yang akan diminta kita lakukan nanti. . Guthtrie mengatakan bahwa belajar 2 ditambah 2 di papan tulis tidak menjamin siswa bisa 2 ditambah 2 ketika dibangku. Guthrie selalu mengatakan pada mahasiswa universitasnya. Secara bertahap dorongan untuk memakai narkoba atau minuman keras akan muncul diberbagai situasi dan berubah menjadi kecanduan. Pendapat Guthrie Tentang Pendidikan Seperti halnya Thorndike. Latihan (praktik) adalah penting karena ia menimbulkan lebih banyak stimuli untuk menghasilkan perilaku yang diinginkan. selain itu. Gagasan mengenai pemahaman. tidak ada jaminan pengetahuan yang diperoleh disitu akan ditransfer ke kelas. Karena pada dasarnya seseorang akan menunjukkan respons yang sesuai dengan stimuli jika pada kondisi yang sama. keduanya akan dipelajari. Transfer Training Gutrhrie dalam hal ini kurang terlalu berharap. Jika anda belajar sesuatu di kamar. Jadi motivasi dianggap tidak terlalu penting.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful