1. 2.

3.
4. 5.

Anatomi Hidung Embriologi Hidung Anatomi Hidung Luar Anatomi Hidung Dalam Fungsi dari Hidung

Anatomi Hidung  Untuk mengetahui penyakit dan kelainan hidung. Anatomi dan fisiologis normal harus diketahui dan diingat kembali sebelum terjadi perubahan anatomi dan fisiologi yang dapat berlanjut menjadi suatu penyakit atau kelainan. perlu diingat kembali tentang anatomi hidung.2007) . (Soetjipto D & Wardani RS.

Pertama. kedua adalah bagian dinding lateral hidung yang kemudian berinvaginasi menjadi kompleks padat. 2002) . (Walsh WE.Embriologi Hidung  Perkembangan rongga hidung secara embriologi yang mendasari pembentukan anatomi sinonasal dapat dibagi menjadi dua proses. yang dikenal dengan konka (turbinate). dan membentuk ronga-rongga yang disebut sebagai sinus. embrional bagian kepala berkembang membentuk dua bagian rongga hidung yang berbeda .

struktur hidung luar dibedakan atas tiga bagian : yang paling atas : kubah tulang yang tak dapat digerakkan.Anatomi Hidung Luar  Hidung terdiri atas hidung luar dan hidung bagian dalam. 3) puncak hidung . Hidung bagian luar menonjol pada garis tengah di antara pipi dan bibir atas . di bawahnya terdapat kubah kartilago yang sedikit dapat digerakkan . 2) batang hidung (dorsum nasi). Bentuk hidung luar seperti piramid dengan bagian-bagiannya dari atas ke bawah : 1) pangkal hidung (bridge). dan yang paling bawah adalah lobulus hidung yang mudah digerakkan.

1994 .1997) . (Ballenger JJ. konka media. dan konka inferior. Kavum nasi dibagi oleh septum. Celah antara konka inferior dengan dasar hidung dinamakan meatus inferior.Anatomi Hidung Dalam  Bagian hidung dalam terdiri atas struktur yang membentang dari os. Dhingra PL. 2007. yang memisahkan rongga hidung dari nasofaring. Hilger PA.internum di sebelah anterior hingga koana di posterior. berikutnya celah antara konka media dan inferior disebut meatus media dan sebelah atas konka media disebut meatus superior. dinding lateral terdapat konka superior.

Akhirnya lapisan lendir digerakan ke belakang tenggorokan dimana ia secara tidak sadar ditelan.Fungsi dari Hidung  Fungsi dari hidung adalah untuk menghangatkan.9 liter) cairan setiap hari (lendir). yang membantu dalam mempertahankan saluran pernapasan bersih dan lembab. . Seluruh proses ini diatur secara ketat oleh beberapa sistim-sistim tubuh. membantu menghapus partikel-partikel. dan melembabkan udara yang anda napas serta membantu anda untuk membaui dan mencicipi. Rambut-rambut mikroskopik yang kecil (cilia) melapisi permukaan-permukaan dari rongga hidung. membersihkan. Seorang yang normal akan menghasilkan kira-kira dua quarts (1 quart = 0.

dan hal ini juga mengembangkan paru. pleura parietal turut mengembang. Saat paru – paru mengembang. Diafragma berkontraksi. Udara terus masuk sampai tekanan intrapulmonal sama dengan tekanan atmosfer. bergerak ke bawah. tekanan intrapulmonal akan turun dastis di bawah tekanan atmosfer. Saat rongga dada mengembang. Namun pelengketan yang dihasilkan oleh cairan serosa memungkinkan pleura visceral turut mengembang. dan udara memasuki hidung dan melalui jalan nafas menuju alveoli.MEKANISME PERNAFASAN  Inhalasi / inspirasi Impuls motorik dari medula berjalan sepanjang nervus frenikus menuju diafragma dan sepanjang nervus interkostalis menuju muskuli interkostale eksterni. yang mengembangkan rongga dada dari sisi ke sisi dan depan ke belakang. Muskuli interkostales eksterni menarik iga ke atas dan keluar. dan mengembangkan rongga dada dari atas ke bawah. Tekanan intrapleural menjadi lebih negative karena kerja pengisapan yang dihasilkan di antara membrane pleura. .

Ketika tekanan intrapulmonal meningkat di atas tekanan atmosfer. dan diafragma serta muskuli interkostales eksterni berelaksasi. Setelah rongga dada menjadi lebih kecil. Ekshalasi / ekspirasi Impuls motorik dari medula menurun. dan jaringan ikat elastis yang teregang selama inhalasi akan mengerut dan mengompresi alveoli. udara dipaksa keluar dari paru sampai kedua tekanan menjadi sama lagi. . paru akan terkompresi.

contohnya vaksin antraks yang menggunakan teknologi nano dapat diberikan melalui nasal. Beberapa perusahaan farmasi bahkan mengembangkan pemberian insulin melalui hidung.Penghantaran Obat Intranasal  Obat diberikan secara intranasal untuk efek lokal seperti obat tetes hidung atau spray. sedangkan ukuran yang lebih besar dapat digunakan bila obat ingin disimpan dalam saluran hidung. ukuran lebih kecil akan membawa obat sampai trachea. yang mana umumnya vaksin diberikan dalam bentuk injeksi.  Pada pemberian obat intranasal dibandingkan obat sistemik atau oral. yang perlu diperhatikan adalah ukuran partikel yang didistribusikan dengan alat semprot atau spraynya. tetapi bisa jadi malah keluar dari lubang hidung atau bahkan tertelan. . pemberian ini menguntungkan pasien yang takut terhadap jarum suntik.  Selain itu pemberian obat secara intranasal dikembangkan juga untuk vaksin. rongga hidung digunakan untuk pelepasan obat sistemik. Ukuran yang paling umum adalah 20 – 50 µm.

pendapar dan pengawet.  Sedangkan menurut BP 2002 p 1879 Tetes hidung dan larutan spray adalah larutan. .  Obat tetes hidung menurut FI III hal 10 adalah obat tetes yang digunakan untuk hidung dengan cara meneteskan obat kedalam rongga hidung. diciptakan agar obat dapat mencapai tempat kerja yang optimal. emulsi atau suspensi yang digunakan untuk diteteskan atau disemprotkan ke dalam rongga hidung. Drug delivery system atau sistem penghantaran obat intranasal adalah suatu teknologi penyampaian obat alternative. dapat mengandung zat pensuspensi.

.  Untuk pengobatan sistemik ( Obat dengan BM < 500 ) termasuk obat-obat peptide. seperti dekongestan. antibiotik dan mukolitik.Pengobatan Intranasal  Untuk pengobatan lokal.  Pembawa obat intranasal berupa spray dengan menggunakan motered dose spray.

Teknologi ini dapat berguna untuk obat-obat sisttemik yang diberikan melalui saluran nasal. sehingga obat dapat bertahan di mukosa nasal. zat aktif hanya sebagian kecil dari total keseluruhan cairan tersebut. .  Perusahaan farmasi ditantang untuk membuat sediaan yang dapat bertahan di mukosa nasal. tetapi secara efektif dapat dipompa mekanik regular.  Tantangan berikutnya adalah sediaan nasal yang dapat melewati sawar darah otak.Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi DDS Intranasal  Pada pemberian obat nasal menggunakan spray yang biasa. Tantangan formulasinya adalah mencari formula yang tidak akan merugikan pasien dan dapat diabsorpsi dengan baik oleh hidung. cairan berfungsi sebagai pembawa.Salah satu penemuan agar obat yang bertahan di mukosa nasal adalah menggunakan chitosan dari kulit kerang sebagai bioadhesive atau penahan alami. Teknologi seperti ini digunakan untuk obat topikal agar dapat berpenetrasi lebih dalam daripada obat oral sehingga dapat diabsorpsi lebih baik lagi  Sekarang sudah banyak dikembangkan obat nasal tanpa pengawet yang dapat mengiritasi hidung dan mukosa agar iritasi dapat diminimalisasi. untuk itu dikembangkan sistem disperse yang dapat memungkunkan obat dapat mencapai seluruh permukaan mukosa nasal hingga paranasal.

langit-langit lunak secara otomatis menutup rapat rongga hidung  Nafas memasuki satu lubang hidung lewat mulut pipa yang menyegel  Dan memicu pengeluaran partikel ke dalam aliran. memajukan partikel melewati klep hidung untuk menuju tempat sasaran  Aliran udara melewati communication posterior ke sekat hidung dan keluar melalui bagian hidung yang lain di jurusan berlawanan. .Proses Penggunaan Intranasal  Ketika nafas dikeluarkan ke dalam alat.

.paru.Sehingga proses tersebut akan menghasilkan :  > 90 % dosis obat didepositkan melalui katup nasal  > 70 % dosis didepositkan di bawah posterior 2/3 rongga nasal  Reproducibility tinggi dari pendepositan melalui katup nasal  Tidak ada endapan pada paru .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful