P. 1
Hasil Penelitian Efektivitas Pelaksanaan Ktr Di Upt Dinkes Prov. Jatim

Hasil Penelitian Efektivitas Pelaksanaan Ktr Di Upt Dinkes Prov. Jatim

|Views: 35|Likes:
Published by sheeno2607

More info:

Categories:Types, Research
Published by: sheeno2607 on Oct 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/16/2013

pdf

text

original

Hasil Penelitian

EFEKTIVITAS PELAKSANAAN KTR DI UPT DINKES PROV. JATIM

Perilaku Merokok di RSP
(untuk Pegawai RSP)

Untuk Pegawai RSP laki-laki

Perilaku Merokok di RSP
(untuk Pegawai RSP)
Dari 86 Pegawai RSP laki-laki yang merokok 51,2% merokok di RSP

Perilaku Merokok di RSP
(untuk Pegawai RSP)
Dari 86 Pegawai RSP laki-laki yang merokok 85,4% bersedia berhenti merokok

Perilaku Merokok di RSP
(untuk Pengunjung RSP) Dari 82 responden pengunjung RSP, 48,8% pernah merokok

Perilaku Merokok di RSP
(untuk Pengunjung RSP)
Dari 40 responden pengunjung RSP yang pernah merokok, 65% saat ini masih merokok

Perilaku Merokok di RSP
(untuk Pengunjung RSP)
Dari 26 responden pengunjung RSP yang masih merokok, 34,6% pernah merokok di lingkungan RSP

Perilaku Merokok di RSP
(untuk Pengunjung RSP)
Dari 82 responden pengunjung RSP, 92,7% mengetahui jika tidak boleh merokok di lingkungan RSP

Pelaksanaan instruksi
Pemahaman Tentang KTR

RSP Surabaya
Pemahaman sebagian besar informan tentang KTR sudah cukup baik yaitu area bebas rokok dan RS merupakan salah satu tempat yang harus menerapkan KTR. Tetapi ada informan yang berpendapat :
“…tapi agak sulit diterapkan, mungkin masih boleh merokok pada radius tertentu dari tempat pelayanan/ perawat RSP…”
(informan: pegawai RSP)

Pelaksanaan instruksi
RSP Batu
Pemahaman tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sudah cukup baik. • Seratus persen dari peserta yang menjawab di FGD kelompok tenaga pelayanan medis menjawab dengan benar. • FGD di kelompok tenaga manajemen ada lima puluh persen yang menjawab benar.

Pelaksanaan instruksi
RSP Dungus Madiun
Sebagian besar responden paham tentang KTR, walaupun masih ada yang memiliki pemahaman yang kurang benar tentang KTR (misal: stasiun, terminal termasuk KTR)

Pelaksanaan instruksi
RSP Jember
Rata-rata sudah cukup baik pemahaman tentang KTR walaupun masih ada beberapa yang menganggap KTR di RSP juga harus disediakan tempat khusus untuk merokok untuk para pengunjung yang ingin merokok

Pelaksanaan instruksi
Pengetahuan Tentang Instruksi Kadinkes Prop No 440/4030/V/2010

RSP Surabaya
Sebagian besar informan yang merupakan pimpinan dan karyawan RSP Surabaya TIDAK MENGETAHUI tentang Instruksi Kadinkes tersebut. Sebagian pimpinan merupakan pejabat baru yang baru menduduki jabatan setelah tahun 2010. Hanya 1 orang pejabat lama sebagai informan yang mengetahui perihal Instruksi tersebut

Pelaksanaan instruksi
RSP Batu
Beberapa peserta FGD (kelompok pegawai manajemen) menyatakan tahu. • Pernah dengar, artinya tidak boleh merokok di ruang kerja, di lingkungan RSP Batu. • Untuk RSP Batu, pencanangan RSP Batu sebagai KTR ini sudah dimulai sejak tahun 2008. Di RSP Batu, tahun 2009 dicanangkan RSP Batu sebagai KTR.

Pelaksanaan instruksi
Hasil indepth dengan kepala RSP Batu yang lama: • Dr. Sofie, menyatakan bahwa selama menjabat sebagai Kepala RSP Batu, beliau tahu dan pernah menerima intruksi Kadinkes Propinsi No. 440/4030/V/2010 tentang KTR

Pelaksanaan instruksi
Namun ada juga peserta FGD (Kelompok pelayanan) yang menyatakan belum pernah dengar, seperti: Pak Nununk menyatakan belum pernah dengar tentang Instruksi Kadinkes Provinsi Jatim No 440/4030/V/2010 Hasil indepth dengan Kepala RSP Batu yang baru: • dr. Tuty menjelaskan karena baru saja serah terima jabatan, maka beliau tidak tahu tentang keberadaan instruksi Kadinkes di RSP Batu

Pelaksanaan instruksi
RSP Dungus Madiun
Ada seorang peserta FGD (kelompok pegawai manajemen) yang tahu dengan pasti keberadaan intruksi. Beberapa peserta FGD menyatakan belum tahu tentang intruksi Kadinkes, tetapi responden tahu tentang KTR

Pelaksanaan instruksi
Sosialisasi Dinkes Propinsi kepada RSP

RSP Surabaya
Seluruh informan beranggapan bahwa belum pernah ada sosialisasi dari Dinkes Propinsi Jatim terkait Instruksi Kadinkes

Pelaksanaan instruksi
RSP Batu
Hasil indepth dengan Kepala RSP Batu yang lama: • Belum ada sosialisasi dari Dinas Kesehatan Provinsi tapi penyampaian instruksi Kadinkes tersebut melalui surat dari Dinas Kesehatan Provinsi Jatim. jawaban dari peserta FGD kelompok manajemen bahwa secara khusus tidak ada sosialisasi dari Dinkes. Provinsi Jatim.

Pelaksanaan instruksi
Menurut salah satu peserta FGD kelompok pelayanan, (dr Nanda) menyatakan bahwa tidak ada sosialisasi secara khusus dari Dinkes Provinsi

RSP Dungus Madiun
Tidak ada informasi (Direktur RSP Dungus Madiun saat penelitian berlangsung baru memimpin RSP pada Januari 2012, jadi tidak bisa memberikan informasi tentang sosialisasi tersebut)

Pelaksanaan instruksi
RSP Jember
Kepala RSP Jember pernah menerima intruksi Kadinkes Propinsi No. 440/4030/V/2010 tentang KTR melalui surat dari Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, dan instruksi tersebut sudah ada di sekretariat. Akan tetapi, belum ada sosialisasi instruksi Kadinkes Propinsi No. 440/4030/V/2010 tentang KTR dari dinas kesehatan provinsi.

Pelaksanaan instruksi instruksi Pelaksanaan
Sosialisasi Direktur RSP kepada Karyawan RSP

RSP Surabaya
Tidak pernah ada sosialisasi terkait Instruksi Kadinkes kepada karyawan RSP. Informan hanya melihat ada aksi terkait Instruksi Kadinkes tersebut, yaitu pembangunan “smoking area”. Hanya 1 informan yang menyampaikan pernah dilakukan sosialisasi pada tahun 2010 (saat instruksi dikeluarkan, dengan Direktur sebelumnya) dalam bentuk surat/ nota dinas yang dikirim ke seluruh bagian di RSP

Pelaksanaan instruksi instruksi Pelaksanaan
RSP Batu
Beberapa responden peserta FGD kelompok pelayanan menyatakan ada sosialisasi setiap tahunnya dalam berbagai bentuk kegiatan. Beberapa pernyataan dari responden peserta FGD kelompok manajemen adalah sebagai berikut: • Setiap RSP Batu mengadakan sosialisasi (seminar), pihak RSP selalu mengundang Dinkes. Prov. sebagai narasumber.

Pelaksanaan instruksi
Responden peserta FGD dari kelompok pelayanan menyatakan bahwa ada sosialisasi Instruksi Kadinkes Prop No 440/4030/V/2010 di lingkungan RSP Batu. Beberapa pernyataan responden adalah sebagai berikut:
•di RSP Batu mengadakan seminar/ diskusi dan talkshow tanggal 31 Mei 2010 •Setiap tahun ada kegiatan sosialisasi tentang bebas rokok. •Bapak Sugeng Susilo (Kasubag TU RSP Batu) menyatakan bahwa: ada sosialisasi tentang KTR di RSP Batu ini, Kepala UPT pernah melakukan sosialisasi ke pegawai, bahkan sebelum datangnya Instruksi.

Pelaksanaan instruksi
dr. Sofie (Kepala RSP Batu yang lama) menyatakan bahwa ada sosialisasi dari pihak RSP Batu, dan dievaluasi setiap tahunnya bertepatan dengan hari bebas tembakau sedunia. Pada tahun 2010 saat menerima instruksi kadinkes, dilakukan penguatan lagi, jadi untuk mewujudkan RSP Batu sebagai kawasan KTR itu bukan karena keinginan sendiri tetapi ada dasarnya.

Pelaksanaan instruksi instruksi Pelaksanaan
RSP Dungus Madiun
Ada sosialisasi dalam bentuk surat pemberitauan dan tatap muka (saat apel, rapat dengan karyawan)

RSP Jember
Sosialisasi dilaksanakan pada saat apel pagi setiap tanggal 17 per bulannya serta adanya pemasangan banner dan poster tentang “Dilarang Merokok” di setiap sudut RSP Jember.

Pelaksanaan instruksi instruksi Pelaksanaan
Pelaksanaan Instruksi Kadinkes Prop No 440/4030/V/2010 bagi Pegawai RSP

RSP Surabaya
Masih ada pegawai yang merokok, bahkan dokter, tetapi “diluar” jam dan tempat pelayanan.
“…kalau pegawai merokoknya di luar, sebab kalau merokok di dalam akan langsung diperingatkan oleh sesama temannya…” “…kalo merokok ya kebelakang, cari tempat supaya tidak terlihat orang…”

Pelaksanaan instruksi instruksi Pelaksanaan
RSP Batu
• Sekarang para pegawai tidak bisa merokok sembarangan. Ada beberapa pegawai yang berhenti merokok, walaupun berhentinya lebih dikarenakan beliaunya sakit (jantung). • Sudah tidak ada lagi pegawai yang merokok ditempat-tempat seperti ruang pertemuan. • Tidak ada lagi karyawan yang merokok di ruang pelayanan.

Pelaksanaan instruksi
dr. Sofie melakukan aktivitas (menyapu tempat yang biasa masih digunakan untuk merokok) dengan tujuan untuk mencairkan gap antara yang merokok dan tidak merokok di IPS, jangan sampai ada orang yang membenci orang yang belum bisa menghentikan rokoknya, dan mengetahui potret before dan after dicanangkannya RSP sebagai KTR dimana semua staf harus terlibat.

Pelaksanaan instruksi instruksi Pelaksanaan
RSP Dungus Madiun
Diawali dengan menempel beberapa tulisan dan gambar yang berisi larangan merokok di lingkungan RSP, serta beberapa tulisan tentang bahaya merokok Selain itu ada himbauan kepada pegawai untuk tidak merokok di ruang kerja, namun bukan larangan. Belum ada Juklak/Juknis maupun SOP tentang implementasi intruksi Kadinkes Propinsi

Pelaksanaan instruksi
Efektifitas: Kurang efektif, sebab yang merokok masih tetap merokok, (perilaku merokoknya yang berubah), tidak ada perangkat evaluasi, masih ditemukan banyak puntung rokok Cukup efektif, ada pegawai yang dulunya merokok, sekarang tidak lagi. Pegawai sudah sungkan karena ruangan ber-AC.

Pelaksanaan instruksi
Efektif atau tidaknya suatu aturan itu tergantung dari pimpinan UPT. Diterapkan reward dan punishment terkait dengan penerapan KTR di RSP.

Pelaksanaan instruksi instruksi Pelaksanaan
RSP Jember
Adanya reward and punishment dalam pelaksanaan Instruksi Kadinkes. “Untuk pegawai RSP, intruksi Kadinkes Propinsi No. 440/4030/V/2010 bisa dilaksanakan denga baik. Tidak ada pegawai yang merokok di lingkungan RSP saat bekerja, mungkin para pegawai sudah dengar tentang sangsi yang akan diberlakukan, sehingga tidak ada yang berani merokok di lingkungan RSP. Yang sulit adalah penerapan intruksi ini untuk pasien dan keluarga pasien.” kata dr. Adi Sucipto

Pelaksanaan instruksi
Pelaksanaan Instruksi Kadinkes Prop No 440/4030/V/2010 bagi Pengunjung

RSP Surabaya
Masih banyak pengunjung yang merokok di lingkungan RSP, terutama pengunjung keluarga pasien rawat inap di malam hari. Tidak ada smoking area di area RSP karena (menurut informan) tidak ada dana (untuk membangun). Ada himbauan untuk tidak merokok dan ada stiker “KAWASAN BEBAS ROKOK” yang ditempel dan dipasang, tapi tidak ada reward dan punishment.

RSP Batu
dr. Sofie sebagai Kepala RSP Batu yang lama telah memperbanyak tanda-tanda yang berupa poster dan tulisan-tulisan kecil tentang RSP kawasan tanpa rokok melalui PKRS

Tahun 2010 sudah dilakukan action, disediakan asbak besar di bagian depan RSP Batu dengan tujuan untuk mempersilakan pengunjung yang datang yang masih merokok untuk mematikan rokoknya di asbak besar tersebut sebelum masuk RSP Batu

Bpk. Machfud (Kepala Ruang Kemuning RSP Batu/Ruang Penyakit tidak menular) RSP Batu, pernah melakukan sosialisasi instruksi kadinkes setiap peringatan hari bebas tembakau dunia – setiap tahun dalam bentuk penyuluhan, pembagian leaflet kepada pengunjung/ penunggu di Ruang Kemuning RSP Batu.

RSP Dungus Madiun (1)
Dilakukan teguran kepada para pengunjung yang merokok di lingkungan RSP Dungus Madiun. Jika ada pengunjung yang merokok, disuruh merokok di smoking area atau disuruh menjauh dari ruang perawatan. Efektifitas Cukup efektif, indikator yang bisa dilihat adalah berkurangnya jumlah pengunjung yang merokok secara berkeliaran di wilayah RSP atau bahkan sekarang ini sudah tidak lagi.

RSP Dungus Madiun (2)
Efektifitas Kurang efektif, terbukti dengan : -Perokok tetap merokok, tapi perilaku merokok atau unggah-ungguhnya berbeda. Kalu dulu seenaknya saja merokok di sembarang tempat, sekarang sudah sungkan. -Keluarga pasien biasanya (merokok) malam hari dan masih ada pengunjung yang merokok di dekat ruang perawatan.

RSP Jember
Tersedianya spanduk dan poster tentang “Dilarang Merokok” dan teguran jika ada yang merokok. Walaupun begitu masih tetap ada pengunjung yang merokok di lingkungan RSP. Efektifitas : Efektif jika siang hari kalau malam hari kurang efektif karena kurang pengawasan sehingga pada pagi harinya terdapat banyak puntung rokok yang ditemukan di lingkungan RSP Jember.

Pelaksanaan instruksi
Monitoring Pelaksanaan Instruksi Kadinkes Prop No 440/4030/V/2010 bagi Pegawai RSP

RSP Surabaya (1)
Ada teguran dan pengingat bagi pegawai yang merokok,
“…tetapi selama merokoknya masih di luar kantor ya dibiarkan…”

Tidak ada forum pertemuan khusus bagi pegawai terkait informasi tentang rokok.

RSP Surabaya (2)
Menurut informan pimpinan, saat ini RSP surabaya lebih fokus pada pelayanan prima jadi tidak ada lagi pertemuan (pegawai RSP) yang membicarakan tentang KTR.
“…punishment tidak ada…, reward bagi yang tidak merokok juga tidak ada, karena rokok bukan program prioritas lebih mengutamakan pelayanan prima…)

Menurut informan pegawai, reward bagi karyawan yang menegakkan KTR di RSP harusnya perlu (disediakan)

RSP Batu
• ada tim pengawas di RSP Batu • struktur organisasi Tim Pengawas di RSP Batu berada dibawah Tim PKRS • sudah memiliki tupoksi tim pengawas sejak tahun 2010 • ada SK Tim Pengawas terdiri dari 4 orang satpam • belum efektif berjalan karena tidak berani menegur karyawan dan petugas

RSP Dungus Madiun
Tidak ada pengawas khusus yang mengawasi pelaksanaan KTR di RSP. Ada komitmen bersama (dari Kepala Bagian dan Kepala Unit: TU dan Keuangan) untuk mewujudkan KTR di RSP dengan bertanggung jawab terhadap anak buahnya untuk tidak merokok di dalam ruangan, tapi kalau di halaman atau kantin ya tidak ditegur. Di RSP Dungus Madiun, ada 2 tim pengawas, yaitu Tim Pengawas Kelancaran Pelayanan dan Tim Pengawas Kebersihan (termasuk bebas dari rokok). Tim Pengawas ini bertugas mengawasi saja, dan melaporkan ke Direktur RSP jika ada yang tidak sesuai dengan aturan.

RSP Jember
Adanya reward bagi para pegawai teladan atau yang tidak mempunyai kebiasaan merokok

Pelaksanaan instruksi
Monitoring Pelaksanaan Instruksi Kadinkes Prop No 440/4030/V/2010 bagi Pengunjung RSP

RSP Surabaya (1)
Menurut beberapa informan, larangan merokok tidak terlalu tegas diterapkan ke pengunjung karena RSP bertugas memberi pelayanan. Hanya ada HIMBAUAN bagi pengunjung untuk tidak merokok. Bagi yang masih merokok akan ditegur oleh PKMRS,tetapi tidak ada punishment karena menurut informan pimpinan :
“saya akan lebih mengutamakan pelayanan maksimal daripada melarang merokok…”

RSP Surabaya (2)
Menurut beberapa informan perilaku merokok pengunjung sebetulnya mengikuti petugas :
“…pernah melihat keluarga pasien merokok, ditegur sama satpam, malah menjawab: perawatnya saja rokok-an…”

RSP Batu
• Efektif berjalan karena karena tim pengawas bisa (berani) menegur pengunjung

RSP Dungus Madiun
Yang berkewajiban menegur pengunjung yang merokok adalah masing-masing unit. Untuk mengawasi pengunjung RSP, ada satpam yang berkeliling RSP setiap hari untuk meningatkan orang yang merokok (yang jadi masalah, sebagian besar satpam perokok)

RSP Jember
Adanya satpol PP dan poster sebagai peringatan tertulis serta adanya teguran lisan untuk para pengunjung pasien yang tetap merokok di lingkungan RSP Jember.

Hambatan
RSP Surabaya
Hampir seluruh informan menyatakan bahwa hambatan untuk implementasi Instruksi Kadinkes adalah belum adanya sosialisasi, sehingga mereka tidak tahu dan dalam implementasinya tidak efektif.

RSP Batu
• dari dalam perokok itu sendiri
 yang kecanduan repot untuk diingatkan berhenti merokok itu sangat sulit dulu resisten dari petugas (sekarang sudah tidak) • tidak ada kendala/ hambatan bagi dr. Sofie

RSP Dungus Madiun (1)
Berasal dari diri perokok itu sendiri •Perokok belum sadar •Berhenti merokok itu tergantung pada kemauan individu masing-masing dan niatnya Hambatan yang lain adalah kebiasaan yang sudah hampir 12 tahun berlaku di RSP, yaitu membiarkan para pegawai maupun pengunjung merokok dengan bebas di lingkungan RSP

RSP Dungus Madiun (2)
Belum ada sistem yang baik dan pasti untuk bisa melaksanakan Instruksi Kadinkes •Karena setelah himbauan, seolah-olah tidak ada tindak lanjut. •Menegur orang yang merokok di ruang perawatan, namun di kantin masih menjual rokok. •Memberikan hukuman sosial (teguran) bagi yang merokok masih terkendala oleh 20% pegawai RSP yang perokok. •Tidak ada punisment ataupun reward bagi petugas yang merokok ataupun yang tidak merokok (akan segera diterapkan).

RSP Dungus Madiun (3)
Hambatan yang lain yang berkaitan dengan pengunjung RSP adalah tingkat pengetahuan atau pendidikan pengunjung yang masih rendah

RSP Jember (1)
• Belum memahami secara penuh pengertian KTR dan KTM para staf dan pengunjung RSP Jember • Belum sadarnya keluarga pengunjung pasien tentang bahaya merokok di lingkungan RSP Jember • Adanya pemahaman merokok merupakan hak asasi sehingga tidak boleh dipaksakan • Belum adanya punishment yang tegas terhadap pelanggaran peraturan KTR

RSP Jember (2)
• Masih ada pemahaman bahwa KTR di RSP harus menyediakan ruang khusus untuk merokok di lingkungan RSP agar para pengunjung yang perokok berat bisa terakomodir • Sulitnya berhenti merokok untuk para pengunjung RSP dari kalangan menengah ke bawah • Satpol PP diberi tugas untuk menegur jika ada yang merokok di lingkungan RSP (karena sebagian besar mereka juga merokok) • Belum adanya Juklak/Juknis maupun SOP tentang implementasi intruksi Kadinkes Propinsi No. 440/4030/V/2010 tentang KTR

Optimalisasi
RSP Surabaya
• Bagi pegawai : dilakukan sosialisasi rutin • Bagi pengunjung: tetap diberikan himbauan dan tulisan serta gambar larangan merokok; penyuluhan dalam bentuk video di ruang tunggu poli • Dibentuk Tim Pengawas, bisa dari satpam atau satpol PP

RSP Batu
• Memperberat sanksi • Satpam harus digerakkan untuk keliling mengingatkan orang yang merokok, kalau perawat yang mengingatkan nanti dimasukkan koran • Harus tetap ada upaya untuk mengeliminasi jumlah perokok. • Merevisi intruksi Kadinkes, jangan ada smoking area di RSP • Menghentikan iklan rokok

RSP Dungus Madiun (1)
Adanya himbauan larangan merokok di lingkungan RSP • Di setiap kamar (perawatan) di tempel “larangan merokok” atau “bahaya merokok”, bisa di pintu kamar, banner (di pintu masuk) • Menambahkan beberapa poster/ himbaun untuk tidak merokok di lingkungan RSP, serta direncanakan membuat baliho besar di pintu masuk, yang menunjukkan bahwa di lingkungan RSP Dungus Madiun adalah KTR • Adanya bahasa yang sama tentang larangan merokok di seluruh Jawa Timur. • Harus dilakukan sosialisasi bahwa RSP itu bebas rokok (melalui teguran satu kali, dua kali).

RSP Dungus Madiun (2)
• Lebih sering memberikan sosialisasi, himbauan lewat media massa bisa dirutinkan menjadi satu bulan sekali yang membahas tentang khusus KTR, karena biasanya topiknya masih global untuk seluruh penyakit, bukan khusus penyakit paru. Perbaikan sistem pelaksanaan Instruksi Kadinkes dengan cara sebagai berikut: • Kalau akan diterapkan KTR seharusnya ada punishment ke pegawai (diberi denda), ke pengunjung (disuruh pulang) • Menghimbau kepada Kepala RSP untuk menghilangkan smoking area.

RSP Dungus Madiun (3)
• Selama ini di RSP Dungus Madiun ada smoking area, Direktur RSP ingin merubah fungsi dari bangunan tersebut. Kalau dibongkar, agak sulit, karena itu bangunan baru, jadi yang mungkin diubah fungsinya. Juga sudah ada pelarangan jualan rokok di kantin. Selama ini, pihak RSP juga tidak pernah menerima sponsor dari rokok. • Penerapan harus dilakukan tegas, kalau perlu ada punishment misalnya denda dalam bentuk biaya pengobatan • Ada sanksi jika ada pegawai yang merokok, tapi pengunjung yang agak sulit.

RSP Dungus Madiun (4)
Melakukan pembinaan terhadap para perokok • Dilakukan pendataan, yang merokok siapa saja, setiap bulan dipantau, bulan berikutnya apa masih merokok? • Ada terapi berhenti merokok dalam bentuk obat (disuntik). Untuk pengunjung harus ada biaya, tetapi pegawai RSP gratis. • Bisa disediakan pengganti rokok dalam bentuk air atau permen. • Tegur langsung bagi perokok (walaupun hasilnya masih nihil).

RSP Dungus Madiun (5)
Memperbaiki isi dari intruksi Kadinkes. KTR adalah kawasan tanpa rokok, jadi seharusnya tidak ada smoking area, jadi intruksi itu harus jelas.

Perlu ada perbaikan yang terkait dengan “rokok” itu sendiri • Menaikkan cukai rokok • Kalau di luar negeri rokok gambanya penyakit, kalau disini hanya sambil lalu, himbauan saja, dengan ukuran yang sangat kecil

RSP Jember (1)
• Menggiatkan lagi peran Satpol PP untuk berkeliling menegur orang yang merokok di lingkungan RSP • Di bagian Informasi, diberi tambahan tugas, yaitu memberitahu pengunjung RSP, bahwa RSP adalah kawasan tanpa rokok (KTR) • Sosialisasi dengan mengadakan pertemuanpertemuan • Diadakan lomba poster atau leaflet antar RSP saat memperingati hari anti rokok sedunia • Membentuk tim pengawas dari Dinkes Propinsi

RSP Jember (2) Berdasarkan hasil FGD, diantaranya :
• Adanya duta rokok di RSP Jember • Pertama-tama ada poster-poster, kedua penyuluhan, ketiga ada teguran/ tindakan dari RSP • Optimalisasi dalam hal sosialisasi terhadap pegawai dan pengunjung RSP Jember

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->