P. 1
Operasi Himpunan

Operasi Himpunan

|Views: 97|Likes:
Published by kemas

More info:

Published by: kemas on Oct 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/27/2013

pdf

text

original

BAB II

OPERASI HIMPUNAN

1.6 OPERASI HIMPUNAN 1.6.1 Union ( Gabungan ) Definisi : Union himpunan A dan himpunan B adalah himpunan dari semua angota yang termasuk dalam himpunan A atau atau himpunan B atau keduanya. Notasi : A ∪ B dibaca A union B

A

B

Contoh A = { a, b, c, d } dan B = { e, f, g } Maka A ∪ B = { a, b, c, d, e, f, g } Union A dan B dapat didefinisikan secara ringkas sebagai berikut A ∪ B = { x | x ∈ A atau x ∈ B } Berlaku hukum A ∪ B = B ∪ A A dan B kedua-duanya juga selalu berupa subhimpunan dari A ∪ B, yaitu ; A ⊂ (A ∪ B) dan B ⊂ (A ∪ B) Contoh : 1. Terdapat himpunan : U = {1, 2, 3, …, 9} A = {1, 2, 3, 4} ; B = {2, 4, 6, 8} ; C = {3, 4, 5, 6}

Tentukan : a. A ∪ B b. A ∪ C Jawab : a. Untuk menentukan A dan B, kita gabung semua elemen-elemen dari A bersama-sama dengan elemen-elemen B. Dengan demikian, A ∪ B = {1, 2, 3, 4, 6, 8} b. Begitu pula dengan A ∪ C = {1, 2, 3, 4, 5, 6} c. B ∪ C = {2, 4, 6, 8, 3, 5} d. B ∪ B = B = {2, 4, 6, 8} 1.6.2 Irisan ( Intersection ) Definisi : Irisan himpunan A dan himpunan B adalah himpunan dari angotaangotanya dimiliki bersama oleh A dan B, yaitu angota-angota yang termasuk A dan juga termasuk B. Notasi : A ∩ B yang dibaca ”A irisan B” c. B ∪ C d. B ∪ B

S A
S =

B

Contoh : { a, b, c, d } dan T = { b, d, f, g } Maka S ∩ T = { b, d }

Dapat dinyatakan dengan A ∩ B = {x | x ∈ A dan x ∈ B} Setiap himpunan A dan himpunan B mengandung A ∩ B sebagai subhimpunan, yaitu (A ∩ B) ⊂ A dan (A ∩ B) ⊂ B Jika himpunan A dan himpunan B tidak mempunyai elemen-elemen yang dimiliki bersama, berarti A dan B terpisah, maka irisan dari keduanya adalah himpunan kosong.

Contoh : 1. Terdapat himpunan sebagai berikut A = {0, 1, 3, 4, 6} ; B = {0, 3, 6} ; C = {5, 6} Tentukan : a. A ∩ B JAWAB a. A ∩ B = { 0, 3, 6 } b. A ∩ C = { 6 } c. B ∩ C = { 6 } 1.6.3 Selisih ( Difference) Definisi : Selisih dari himpunan A dan himpunan B adalah himpunan dari elemen-elemen yang termasuk A tetapi tidak termasuk B. Notasi : A – B dibaca ”selisih A dan B” atau ”A kurang B” dapat dinyatakan dengan A – B = { x | x ∈ A dan x ∉ B} Himpunan A mengandung A – B sebagai subhimpunan, berarti (A – B) ⊂ A Contoh : 1. Terdapat himpunan sebagai berikut A = { 0, 1, 3, 4, 6 } ; Tentukan : a. A – B b. A – C c. B - C B = { 0, 3, 6 } ; C = { 5, 6 } b. A ∩ C c. B ∩ C

JAWAB a. A - B = { 1, 4 } b. A - C = { 0, 1, 3, 4, } c. B - C = { 0, 3 } 1.6.4 Komplemen ( Complement ) Definisi : Komplemen dari himpunan A adalah himpunan dari elemen-elemen yang tidak termasuk A, yaitu selisih dari himpunan semesta U dan A.

Notasi : A’ = { x | x ∈ U dan x ∉ A} atau A’ = {x | x ∉ A}

A

1.6.5 Beda Setangkup ( Symmetric Difference ) Definisi : Beda setangkup dari himpunana A dan B adalah suatu himpunan yang elemennya ada pada himpunan A atau B tapi tidak dikeduanya. Notasi : A ⊕ B dibaca ” Beda setangkup A dan B dapat dinyatakan pula dengan : A ⊕ B =(A ∪ B)–(A ∩ B)

S A B

1.6.7 Perkalian Kartesian ( Cartesian Product ) Definisi : Perkalian kartesian dari himpunan A dengan himpunan B adalah himpunan yang agota-angotanya semua pasangan berurutan ( ordered pair ) yang mungkin dibentuka dengan unsur pertama dari himpunan A dan unsur kedua deari himpunan B. Notasi : A x B = { ( a, b) | a ∈ A dan b ∈ B . Contoh : A = { 1, 2, 3 } dan B = { a, b } , maka A x B = { (1,a), (1,b), (2,a), (2,b), (3,a), (3,b) }

DIAGRAM VENN Diagram Venn adalah diagram yang menggambarkan relasi atau hubungan dari beberapa himpunan. CONTOH SOAL: 1. Terjemahkan pernyataan berikut dalam bentuk diagram venn a. semua mahasiswa adalah malas b. beberapa adalah malas c. tidak ada mahasiswa yang malas d. tidak semua mahasiswa adalah malas a. a. b. d

Orang malas mahasisw a

Orang malas

mahasisw a

Orang mahasiswa malas
c.

Keterangan  himpunan mahasiswa tercakup dalam himpunan orang malas seperti ditunjukkan gambar a.  himpunan mahasiswa dan orang malas memiliki elemen bersama seperti gambar b.  himpunan mahasiswa dan orang malas adalah saling lepas seperti digambarkan pada gambar c.

 dalam hal ini himpunan mahasiswa tidak tercakup dalam himpunan himpunannya kosong).

orang

malas. Ini menunjuk pada gambar b (dengan kemungkinan bahwa irisan

2.Tunjukkan bahwa argumen berikut adalah tidak benar dengan membuat sebuah diagram venn yang alasannya benar tetapi kesimpulannya tidak benar. S1 beberapa mahasiswa adalah pemalas S2 semua laki-laki adalah pemalas S beberapa mahasiswa adalah laki-laki

mahasiswa

Orang malas

malas

a. Keterangan Perhatikan diagram venn pada gambar a di atas. Kedua alasan atau pernyataan adalah benar, tetapi kesimpulannya tidak benar. Sehingga argumen tersebut tidak benar meskipun memungkinkan untuk membuat sebuah diagram venn yang pernyataan dan kesimpulannya adalah bernilai benar, seperti pada gambar b.Dengan kata lain, agar sebuah argumen bernilai benar, kesimpulannya harus selalu bernilai benar ketika alasan atau pernyataan benar. 3. Perhatikan asumsi-asumsi berikut ini S1 tidak ada mobil praktis yang mahal S2 mobil dengan sunroofs adalah mahal S3 semua wagon adalah praktis Tunjukkan kebenaran dari setiap kesimpulan berikut a. tidak ada mobil praktis dengan sunroofs b. beberapa wagon adalah mahal c. tidak ada wagon menggunakan sunroofs d. semua mobil praktis adalah wagon e. mobil dengan sunroofs adalah tidak praktis

Mobil mahal Mobil dg sunroofs

Mobil praktis wagon

Keterangan Ketiga pernyataan menunjuk pada diagram venn gambar di atas. Dari gambar menunjukan bahwa pernyataan a, c , e merupakan kesimpulan yang benar. Tetapi kesimpulan b dan c tidak benar. II. PERKALIAN HIMPUNAN A X B = {(x, y) | {(x ∈ A) dan (y ∈ B)} III. PASANGAN BERURUTAN Pasangan berurutan berisi dua objek dengan ururtan tetap. Dua pasangan berurutan sama apabila : (x, y) = (u, v) ⇔ ((x = u) dan (y = v)) Pasangan berurutan diperluas menjadi n tuple disebut n-tuple, maka 3-tuple disebut sama, apabila : (x, y, z) = (u, v, w) ⇔ ((x = u) dan (y = v) dan (z = w)) IV. RELASI Relasi adalah aksi menghubungkan dua objek satu dengan yang lainnya. Contoh relasi dalam kehidupan sehari-hari  Relasi orangtua antara bapak dengan anak  Relasi memperkerjakan antara majikan dan pegawai Contoh relasi pada aritmatika  Kurang dari  Lebih besar dari Contoh dalam geometric

 Relasi antara luas bujur sangkar dengan panjang sisinya Suatu “relasi R’” terdiri dari a. Sebuah himpunan A b. Sebuah himpunan B c. Suatu kalimat terbuka P (x,y) dimana P (a.b) adalah benar atau salah untuk sembarang pasangan terurut (a,b) yang termasuk dalam A X B Maka dapat disebut R adalah suatu relasi dari A ke B dan menyatakan dengan R = (A, B, P (x,y)) Selanjutnya, jika P (a,b) adalah benar ditulis aRb yang berarti ”a berhubungan dengan b” “A X B’” berarti A cross B, yang didefinisikan sebagai {<a, b> a ∈ A dan b ∈ B} contoh : a. Relasi “lebih kecil”, “sama dengan” dan lain-lain jika A sama dengan {1,2,3,4,5}, maka relasi “ sama dengan” dari set A adalah E = {< 1,1>, <2,2>, <3,3>, <4,4>, <5,5>} Relasi dapat diekspresikan sebagai pasangan terurut tertentu, misalnya (x,y) ∈ R dimana, R adalah relasi, atau sebagai xRy. Pada matematika, relasi sering dilambangkan symbol khusus, bukan huruf kapital. b. Relasi “kurang dari’”dilambangkan “<” Sesungguhnya “<” adalah nama himpunan dengan anggota- anggotanya pasangan berurutan atau relasi “<”, yaitu : < adalah {(x,y) x,y adalah bilangan real dan x kurang dari y} V. DOMAIN DAN RANGE Misalnya S adalah relasi biner. Himpunan D (S) semua objek x untuk y, sehingga, (x,y) ∈ S disebut domain dari S, yaitu D(S) = {x | (∋ y)((x,y) ∈ S)}

VI. SIFAT-SIFAT RELASI 1. 2. Symmetric Jika untuk setiap x dan y dalam X, ketika xRy, maka yRx. 3. Transitive Jika untuk setiap x, y, z dalam X, ketika xRy dan yRx, maka xRz 4. Irreflexive Jika untuk setiap x ∈ X, maka (x,x) ∉ R 5. Antisymmetric Jika untuk setiap x dan y dalam X, ketika xRy dan yRx, maka x = y. 6. Komposisi R o S = {(x,z) x ∈ X ∧z ∈ Z ∧(∋ y)(y ∈ Y ∧(x,y) ∈ R ∧(y,z) ∈ S)} VII. SELISIH HIMPUNAN Selisih himpunan A dan B (the relative complement himpunan B terhadap A), dinyatakan dengan A\B adalah himpunan dari elemen-elemen yang merupakan anggota dari A tetapi bukan anggota dari B A\B = {x | x ∈ A, x ∉ B} Himpunan A\B dibaca ”A dikurang B”. Reflexive Jika untuk setiap x ∈ X, xRx, maka (x,x) ∈ R

S

A

B

CONTOH SOAL 1. Terdapat himpunan : A = {1, 2, 3, 4} B = {2, 4} C = {1, 2, 3, 4, 5, 6}

Tentukan a. A\B b. C\A c. B\C d. B\A e. B\B JAWAB a. Himpunan A\B terdiri dari elemen-elemen di A yang tidak ada di B. jadi A\B = {1, 3} b. Elemen-elemen di C yang tidak ada di A hanya 5 dan 6. dengan demikian C\A = {5, 6} c. B\C = {2, 8} d. B\A = {6, 8} e. B\B = { } 2. Terdapat himpunan A = {M, W, F, S} B = {S, SU} C = {M, T, W, TH, F} D = {W, TH, F, S}. Dimana U = {M (MON), T (Tues), W (Wed), TH (Thurs), F (Fri), S (Sat), SU (Sun)} Tentukan himpunan : a. U\A b. A\C c. C\B d. D\A JAWAB Komplemen relatif X\Y terdiri dari elemen X yang bukan milik Y. Jadi : a. U\A = {T, TH, SU} = A’ b. A\C = {S} c. C\B = {M, T, W, TH, F} = C d. D\A = {TH}

VIII. ALJABAR HIMPUNAN Hukum atau sifat dari aljabar himpunan  Hukum idempotent A∪A=A  Hukum assosiatif (A ∪ B) ∪ C = A ∪ (B ∪ C)  Hukum komutatif A∪B=B∪A  Hukum Distributif A ∪ (B ∩ C) = (A∪B) ∩ (A ∪C)  Hukum identitas A∪Ø =A A∪U=U  Hukum involusi (Ac)c = A  Hukum Komplemen A ∪ Ac = U Uc = Ø  Dalil De Morgan (A ∪ B)c = Ac ∩ Bc (A ∩ B)c = Ac ∪ Bc A ∩ Ac = Ø Øc = U A∩U=A A∩Ø=Ø A ∩ (B ∪ C) = (A ∩ B) ∪ (A ∩ C) A∩B=B∩A (A ∩ B) ∩ C = A ∩ (B ∩ C) A∩A=A

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->