Tugas Mata Kuliah Filsafat Ilmu KARAKTERISTIK YANG HARUS DIMILIKI SEORANG ILMUAN

Oleh: I PUTU YUDIANDIKA (1191261005)

PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU LINGKUNGAN PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS UDAYANA 2011

Sifat-sifat ini tidak dapat dinilai melalui tes atau ujian.. Mungkn contoh yang paling tepat untuk menunjukkan usaha yang membutuhkan ketekunan tinggi adalah proses mendapatkan gelar Ph. Keingintahuan (Curiosity) Sikap selalu ingin tahu lebih banyak. Ketekunan adalah jembatannya. 2. Karakteristik yang Esensial 1. Moral inilah di dalam filsafat ilmu disebut juga sebagai sikap ilmiah. sabar. Beberapa sifat atau karakteristik begitu melekat pada diri hampir setiap individu ilmuwan hingga dapat dianggap sebagai hal yang esensial bagi kesuksesan saintifik. Sikap ilmiah harus dimiliki oleh setiap ilmuwan. (Abbas Hamami M. . serta dapat dipertanggungawabkan kepada Tuhan.Karateristik Ilmuwan Para ilmuwan sebagai orang yang profesional dalam bidang keilmuan sudah barang tentu mereka juga perlu memiliki visi moral yaitu moral khusus sebagai ilmuwan. Hal ini disebabkan oleh karena sikap ilmiah adalah suatu sikap yang diarahkan untuk mencapai suatu pengetahuan ilmiah yang bersifat obyektif. Kegagalan atau kemunduran dan kemajuan dalam setiap tahap kegiatan saintifik terjadi bergantian. Ketekunan (Persistence) Karakteristik ini mecakup sikap tidak mudah menyerah. hal. teliti.D. tidak puas terhadap informasi atau penjelasan yang hanya menyentuh kulit luar suatu permasalahan saja. yang harus dilalui oleh setiap ilmuwan. adalah roda pergerakan kemajuan sain. Sikap ilmiah bagi seorang ilmuwan bukanlah membahas tentang tujuan dari ilmu. Sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seorang ilmuwan jarang dipelajari secara sistematis dalam sekolah atau kuliah. 161). melainkan bagaimana cara untuk mencapai suatu ilmu yang bebas dari prasangka pribadi dan dapat dipertanggungjawabkan seca-ra sosial untuk melestarikan dan keseimbangan alam semesta ini. 1996. dan sikap mencurahkan pikiran pada satu tujuan.

Semua data dan interpretasi harus dievaluasi terlebih dahulu. Terkait dengan roduktivitas seorang ilmuwan. tetapi yang harus diingat bahwa dampak atau sumbangan terhadap sains sendiri tidak bergantung pada jumlah publikasi. Seorang ilmuwan seharusnya menerima (dan kemudian mengkritisi) suatu konsep atau hasil baru yang diajukan ketimbang menghadapinya dengan penolakan. 5. 4. Sikap fokus menjamin bahwa objek mendapat semua perhatian yang dibutuhkan. yang lebih penting lagi ialah mencapai keseimbangan antara sikap skeptis dan penerimaan: kesedian untuk mengajukan hipotesis yang mungkin terbukti salah. dan merupakan suatu yang berfsifat universal pada diri ilmuwan yang produktif. Sikap kritis yang menolak semua hal baru telah . bukan langsung diterima mentah-mentah. dengan motivasi yang kuat dapat lebih produktif dibanding peneliti yang bekerja secara penuh tapi tanpa memiliki motivasi yang kuat. dan kepanikan yang berlebihan saat menghadapi hambatan.3. kurang efisien. Seorang ilmuwan yang mengerjakan riset paruh waktu. tapi motivasi diri bisa menghasilkan pencapaian yang lebih dibanding usaha tanpa motivasi. Keseimbangan antara sikap skeptis dan penerimaan (Balance between skepticism and receptivity) Sikap kritis itu penting. logika yang meloncat-loncat. sering dijumpai pada profesional. Kurangnya fokus dapat dilihat dari kecenderungan pembahasan yang tidak tuntas. ukuran yang biasanya digunakan alah kuantitas publikasi. Pikiran yang dicurahkan pada satu tujuan jelas akan meningkatkan usaha seseorang. mungkin di sela-sela tanggung jawabnya dalam mengajar. ada detail penting yang terlewat. kemudian berkonsentrasi terhadap poin tersebut tanpa teralihkan oleh gangguan dari luar. Fokus (Focus) Fokus adalah kemampuan untuk memperoleh poin yang penting diantara setumpuk detail dan informasi. Akan tetapi. dibarengi dengan kemampuan untuk memilah hipotesis yang tidak tepat. Motivasi diri jarang ditemui dalam kebanyakan pekerja. Artinya bahwa kualitas lebih penting dibanding kuantitas. Motivasi diri (Self-motivation) Hasrat untuk bekerja adalah buah dari kenikmatan dalam bekerja.

Di antara orang-orang dengan IQ>120. dalam bentuk pengujian hipotesis yang teliti. tetapi ilmuwan yang hanya memiliki kecerdasan rata-rata pun dapat sukses dengan menguasai sifat-sifat esensial lainnya. dan keterlibatan dalam tim. dan antuisme sangat berguna. yang dapat memberikan keleluasaan bagi individu-individunya. IQ yang sering dijadikan ukuran kecerdasan seseorang hanya mengukur kemampuan verbal dan matematis. Karakteristik Umum 1. Individu yang memiliki . dan dipupuk oleh interaksi saintifik. Hampir semua ilmuwan imajinatif. Kecintaan pada sains. Seperti yang dikutip oleh Jarrard). bukan bagaimana kemampuan tersebut diterapkan dalam permasalahan yang dihadapi seharihari. 2. Jenius tanpa kualitas lainnya yang dibutuhkan tidak cukup untuk mencapai kesuksesan dalam sains. Kecintaan terhadap sains Memang diakui bahwa efek kecintaan terhadap sains dalam mendorong produktifitas sangat besar. Imajinasi Imajinasi dibutuhkan dalam pemecahan masalah sehari-hari. 3. 1988. Pekerjaan dengan tingkat kepuasan yang paling tinggi dari pelakunya adalah pekerjaan yang dihormati oleh masyarakat. Pada dasarnya jenius tidak diperlukan. Kecerdasan di atas rata-rata Karakteristik ini hampir esensial. pada penemuan. Karis sains menyediakan itu semua.terbukti merampas baik kesenangan dalam sains maupun bahan mentah bagi kemajuan sains. tetapi yang tidak imajinatif pun dapat menghasilkan produk sains yang berharga. hanya sedikit ditemukan hubungan IQ dengan inovasi saintifik maupun dengan produktivitas (Simonton. Kemampuan untuk bereaksi terhadap krisis yang terjadi dan manajemen emosi seseorang dalam kehidupan nyata sama pentingnya dengan IQ.

imajinasi tetapi tanpa sikap kritis tidak mungkin disebut ilmuwan. 6.. Hasrat untuk maju. Ketika imajinasi dikombinasikan dengan kemauan dan kemampuan untuk melihat mana yang mungkin dan mana yang tidak. Kepercayaan diri Kepercayaan diri membangun kesediaan untuk menghadapi hambatan dan optimisme. relatif lebih bebas terhadap kekhawatiran pada pandangan orang lain dan bebas dari ketakutan akan masalah yang tidak mampu dipecahkan. 4. serta masalahmasalah dalam eksperimen. Agresifitas Ilmuwan yang agresif cenderung lebih sukses dan produktif. . Pada dasarnya sains adalah jalan yang penuh hambatan dan potongan-potongan misteri. hasilnya bisa luar biasa. keinginan untuk melakukan perubahan dan untuk melakukan hal yang lebih baik. Terutama karena sikap ini menuntun pada usaha untuk mencoba berbagai variasi konsep baru. merupakan stimulus bagi kemajuan sains. 5. Rasa bosan terhadap pencapaian saat ini. Dibutuhkan sikap agresif yang tidak mau kalah dalam mengatasi semua hambatan tersebut.

Tanggung Jawab Sosial Ilmuan. 2010. Available From URL : http://mamadtama. Available From URL : http://blog.Referensi.blogspot. Tamadin. Anonim.wordpress.html diakses tanggal 2 november 2010 Anonim. 2010. Surabaya.com/2010/04/09/ilmuwan-the-scientist/ diakses tanggal 3 Nonember 2011 .id/tanggung-jawab-sosial-ilmuwan diakses tanggal 3 November 2010 Mamad. Sifat Ilmiah Ilmuan.com/2010/06/sifat-ilmiah-ilmuan. 2011. Ilmuan (The Scientist).tp.ac. Available From URL : http://priscaameliapica.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful