Makalah Sistem Saraf Endokrin KATA PENGANTAR Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha

Esa , karena dengan rahmat dan karunia-Nya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Fisiologi Ternak ini. Adapun makalah yang sederhana ini membahas tentang “SISTEM SARAF ENDOKRIN” makalah ini saya susun agar pembaca khususnya mahasiswa peternakan dapat memperluas ilmu tentang sistem saraf dan sistem endokrin, yang kami sajikan dengan berdasarkan pengamatan dari berbagaai sumber, walau sedikit ada rintangan namun dengan penuh kesabaran dan pertolongan dari Tuhan akhirnya Makalah ini dapat terselesaikan. Tidak lupa juga Saya capkan terima kasih yang tulus kepada Bapak drh Asrul selaku dosen pembimbing mata kuliah Fisiologi ternak yang telah membimbing kami agar dapat mengerti tentang bagaimana cara menyusun makalah Ini. Semoga makalah kami dapat bermanfaat bagi para mahasiswa, pelajar, Khususnya pada diri saya sendiri dan semua yang membaca makalah kami ini, Dan Mudah mudahan Juga dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca . Demi perbaikan makalah ini, kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat kami harapkan.

Teluk Kuantan, Januari 2012

Penulis DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.............................................................1 DAFTAR ISI....................................................................2 BAB I Pendahuluan.............................................................3

1.1 Latar Belakang..............................................................................................................4 1.2 Tujuan Penulisan...........................................................................................................4 1.3 Ruang Lingkup...............................................................................................................4 1.4 Metode Penulisan.........................................................................................................4 BAB II Pembahasan............................................................5 2.1 Hubungan Sistem Saraf dan Sistem Endokrin.....................................................5 2.2.1 Konsep Mekanisme Kerja Hormon............................................................6 2.2.2 Komponen Penyusun Organ Endokrin.......................................................7 2.3 Sistem Saraf...............................................................................................................7 2.3.1 Sistem Saraf Pusat.....................................................................................7 2.3.2 Sistem Saraf Tepi.......................................................................................9 BAB III Penutup..............................................................11 3.1 Kesimpulan...................................................................................................................12 3.2 Kritik dan Saran........................................................................................................12 DAFTAR PUSTAKA...........................................................13 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang System merupakan bnerbagai organ yang berstu dalam menjalankan suatu fun gsi dan kerja yang sama. Hal inilah yang akan saya bahas dalam makalah ini. Pengaturan beberapa proses fisiologis melibatkan kerjasama struktural dan fungsional antara sistem endokrin dan sisem saraf. Banyak organ dan jaringan endokrin memiliki sel-sel saraf khusus, yang disebut sel-sel neurosekresi yang mensekresikan hormon. Bahkan hewan yang sangat berbeda seperti serangga dan vertebrata mempunyai sel-sel neurosekresi dalam otaknya yang mensekresikan hormon kedalam darah. Beberapa zat kimia mempunyai fungsi baik sebagai sistem hormon endokrin maupun sebagai sinyal dalam system saraf. Sistem endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (duictless) yang menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk memengaruhi organ-organ lain. Hormon bertindak sebagai "pembawa pesan" dan dibawa oleh aliran darah ke berbagai sel dalam tubuh, yang selanjutnya akan menerjemahkan "pesan" tersebut menjadi suatu tindakan.

Sistem endokrin tidak memasukkan kelenjar eksokrin seperti kelenjar ludah, kelenjar keringat, dan kelenjar-kelenjar lain dalam saluran gastroinstestin.Sistem endokrin terdiri dari sekelompok organ (kadang disebut sebagai kelenjar sekresi internal), yang fungsi utamanya adalah menghasilkan dan melepaskan hormon-hormon secara langsung ke dalam aliran darah. Hormon berperan sebagai pembawa pesan untuk mengkoordinasikan kegiatan berbagai organ tubuh. Berbagai makhluk hidup mempunyai hormon untuk mengkoordinasikan kegiatan dalam tubuhnya, seperti pada insecta, Echinodermata, dan mamalia.

1.2 Tujuan Penulisan

Selain untuk memenuhi dan melengkapi salah satu tugas salah satu tugas mata kuliah Fisiologi, pembuatan makalah ini juga mempunyai tujuan sebagai berikut: 1. dapat memahami dan mengerti apa dan bagaimanakah berbagai sistem yang berada dalam tubuh manusia. 2. memahami fungsi dan bagian berbagai sistem. 3. mengetahui bebagai jenis sistem. 1.3 Ruang Lingkup

Ruang lingkup makalah ini hanya tentang pengernalan sistem saraf, sistem endokrin dan bagian serta fungsi masing – masing dari sistem tersebut. 1.4 Metode Penulisan

Metode pembahasan yang digunakan oleh penulis dalam menyusun makalah in adalah study literature yaitu perbandingan dari beberapa sumber buku dan internet.

BAB II PEMBAHASAN

2.1

Hubungan Sistem Saraf Dan Sistem Endokrin Sistem saraf bersama sistem endokrin mengkoordinasikan seluruh sistem di dalam tubuh. Sistem saraf dan sistem endokrin ini merupakan suatu sistem yang saling berhubungan sehingga dinamakan sistem neuroendokrin. Hormon bekerja atas perintah dari sistem sarafdan sistem yang mengatur kerjasama antara saraf dan hormon terdapat pada daerah hipotalamus. Daerah hipotalamus sering disebut daerah kendali saraf endokrin (neuroendocrine control). Hormon berfungsi dalam mengatur homeostasis, metabolisme, reproduksi dan tingkah laku. Homeostasis adalah pengaturan secara otomatis dalam tubuh agar kelangsungan hidup dapat dipertahankan. Contohnya pengendalian tekanan darah, kadar gula dalam darah, dan kerja jantung Kedua sistem ini mempunyai hubungan yang sangat erat. Walaupun sistem endokrin/sistem hormon diatur oleh master of glands/kelenjar hipofisis tetapi hal tersebut tidaklah mutlak atau bersifat otonom. Hal ini karena kerja dari kelenjar hipofisis tersebut dipengaruhi oleh hypothalamus. Berikut ini adalah hubungan sistem hormon dengan sistem saraf yang digambarkan dalam bentuk skema atau bagan : Releasing Factor/Faktor pembebas Adalah faktor yang memperbaiki situasi atau kondisi tubuh, sehingga kondisi tubuh menjadi lebih baik. Faktor tersebut adalah hormon-hormon yang mencegah terjadinya kondisi tubuh tersebut. Inhibitor Factor/Faktor penghambat Adalah faktor yang terus mendukung situasi atau kondisi tubuh, sehingga kondisi tubuh menjadi tidak baik/memperburuk kondisi tubuh. Faktor tersebut adalah hormon-hormon yang mendukung terjadinya kondisi tubuh tersebut.

2.2 Sistem Endokrin Endokrinologi merupakan cabang ilmu biologi yang membahas tentang hormon dan aktivitasnya. Hormon merupakan satu dari sistem komunikasi utama dalam tubuh meskipun kadarnya hanya dalam jumlah yang sangat kecil namun dapat menjalankan atau menghentikan proses-proses metabolik. Hormon disekresikan langsung oleh khusus yaitu yang ada pada kelenjar endokrin, hormon berupa senyawa kimia, ada dalam darah dengan kadar yang sangat rendah, fungsinya pengatur

penhasil hormon dan . denyut jantung. maka metabolisme dan fungsi sel sasaran akan aktif dan memberikan efek biologis untuk menunjang aktivitas kehidupan yaitu berupa perkembangan. komposisi darah. 3. 2. 2. osmoregulasi. 2. Sedangkan pada sistem saraf cara kerjanya yaitu dengan menggunakan transmisi elektrik dan waktu respons yang cepat. peredaran darah. pertumbuhan. regenerasi. dan apabila ikatannya sudah tepat. dan pergantian kulit.1 Konsep Mekanisme Kerja Hormon 1. Sistem endokrin bekerja sama secara kooperatif dengan sistem saraf dan disebut dengan sistem neuroendokrin yang memiliki fungsi kendali dan koordinasi pada hewan. maka akan mengaktivasi enzim di sel dan diperantai oleh duta kedua.2.2.metabolisme jaringan. pengeluaran. reproduksi. Autokrin : sel target mensekresikan hormon dan akan diterima kembali oleh sel target tersebut. Sel Neurosekretori Yaitu pada hewn tingkat tinggi dan tingkat rendah. Parakrin : sel target mensekresikan hormon.2 Komponen Penyusun Organ Endokrin 1. Efek hormon pada tubuh hewan yaitu. dan hormon tersebut akan diterima oleh sel target lainnya. Perbedaan cara kerja antara sistem endokrin dan sistem saraf yaitu pada sistem endokrin cara kerjanya dengan menggunakan transmisi kimia dan waktu respons lambat. kelenjar endokrin mensekresikan hormon dan hormon tersebut akan ditangkap/diterima oleh organ sasaran melalui reseptor khusus. Konsep klasik : kelenjar endokrin mensekresikan hormon melalui sistem sirkulasi dan akan diterima oleh sel target.

aktivitas motorik volunter dan involunter organ atau jaringan tubuh. otak juga dilindungi 3 lapisan selaput meninges.berbentuk seperti sel saraf. Durameter. neuro hormon tersebut akan dilepaskan melalui saluran darah lalu akan diterima oleh sel target. 2. pikiran dan ingatan. Di dalamnya terdapat cairan serebrospinalis. 3. 2. dan homeostasis berbagai proses fisiologis tubuh. Araknoid.3 Sistem Saraf Sistem saraf adalah sistem organ pada hewan yang terdiri atas serabut saraf yang tersusun atas sel-sel saraf yang saling terhubung dan esensial untuk persepsi sensoris indrawi.1 Sistem Saraf Pusat Sistem saraf pusat meliputi otak (ensefalon) dan sumsum tulang belakang (Medula spinalis). merupakan selaput yang kuat dan bersatu dengan tengkorak. Keduanya merupakan organ yang sangat lunak. 2. 2.Hormon yang dihasilkan secara langsung akan dilepaskan kedalam darah (hanya pada hewan yang memiliki sistem sirkulasi). Sel Endokrin Sejati Berbentuk tidak seperti sel saraf. dan apabila diperlukan. 1. Dan cara yang kedua yaitu. dan berfungsi sejati sebagai penghasil hormon. . Sistem saraf pada vertebrata secara umum dibagi menjadi dua. Lapisan ini penuh dengan pembuluh darah dan sangat dekat dengan permukaan otak. semacam cairan limfa yang mengisi sela sela membran araknoid. Piameter. Selain tengkorak dan ruas-ruas tulang belakang. Sistem saraf merupakan jaringan paling rumit dan paling penting karena terdiri dari jutaan sel saraf (neuron) yang saling terhubung dan vital untuk perkembangan bahasa. mekanisme kerjanya yaitu sel neurosekretori yang berada pada hipotalamus akan melepaskan neurohormon melalui saluran darah dan akan diterima langsung oleh sel target. dengan fungsi yang sangat penting maka perlu perlindungan.3. Agaknya lapisan ini berfungsi untuk memberi oksigen dan nutrisi serta mengangkut bahan sisa metabolisme. yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. sel neurosekretori mensekresikan neurohormon lalu akan di simpan di organ neurohemal (tempat penyimpanan sementara). Bila membran ini terkena infeksi maka akan terjadi radang yang disebut meningitis Ketiga lapisan membran meninges dari luar ke dalam adalah sebagai berikut. Satuan kerja utama dalam sistem saraf adalah neuron yang diikat oleh sel-sel glia. Fungsi selaput araknoid adalah sebagai bantalan untuk melindungi otak dari bahaya kerusakan mekanik. disebut demikian karena bentuknya seperti sarang labah-labah.

Pada bagian korteks serebrum yang berwarna kelabu terdapat bagian penerima rangsang (area sensor) yang terletak di sebelah belakang area motor yang berfungsi mengatur gerakan sadar atau merespon rangsangan. Selain itu terdapat area asosiasi yang menghubungkan area motor dan sensorik. Pada sumsum tulang belakang bagian tengah berupa materi kelabu berbentuk kupu-kupu. menyimpan ingatan. otak tengah (mesensefalon). c. Otak besar merupakan sumber dari semua kegiatan/gerakan sadar atau sesuai dengan kehendak. Area ini berperan dalam proses belajar.Otak dan sumsum tulang belakang mempunyai 3 materi esensial yaitu: 1. Di sekitar kedua area tersebut dalah bagian yang mengatur kegiatan psikologi yang lebih tinggi. yaitu: otak besar (serebrum). dan belajar berbagai bahasa. Otak tengah (mesensefalon) Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. sumsum sambung (medulla oblongata). badan sel yang membentuk bagian materi kelabu (substansi grissea) 2. berbicara. Misalnya bagian depan merupakan pusat proses berfikir (yaitu mengingat. kesadaran. materi kelabu terletak di bagian luar atau kulitnya (korteks) dan bagian putih terletak di tengah. a. ingatan (memori). dan jembatan varol. yaitu jaringan ikat yang terletak di antara sel-sel saraf di dalam sistem saraf pusat Walaupun otak dan sumsum tulang belakang mempunyai materi sama tetapi susunannya berbeda. walaupun ada juga beberapa gerakan refleks otak. analisis. sedangkan bagian korteks berupa materi putih. Pusat penglihatan terdapat di bagian belakang. serabut saraf yang membentuk bagian materi putih (substansi alba) 3. sel-sel neuroglia. b. otak kecil (serebelum). membuat kesimpulan. Di depan otak tengah terdapat talamus dan kelenjar hipofisis yang mengatur kerja kelenjarkelenjar endokrin. dan juga merupakan pusat pendengaran. kreativitas) dan emosi. Otak Otak mempunyai lima bagian utama. Bagian atas (dorsal) otak tengah merupakan lobus optikus yang mengatur refleks mata seperti penyempitan pupil mata. Pada otak. yaitu yang berkaitan dengan kepandaian (intelegensi). Otak kecil (serebelum) . 1. dan pertimbangan. Otak besar (serebrum) Otak besar mempunyai fungsi dalam pengaturan semua aktifitas mental.

sedangkan saraf otonom mengontrol aktivitas yang tidak dapat diatur otak antara lain denyut jantung. Tiga pasang saraf sensori. dan sekresi kelenjar pencernaan. 5 pasang saraf pinggang. dan posisi tubuh. Sistem Saraf Sadar Sistem saraf sadar disusun oleh saraf otak (saraf kranial). keseimbangan. Sistem saraf sadar mengontrol aktivitas yang kerjanya diatur oleh otak. dan 12 3. e. gerak alat pencernaan. dan berkedip. Sumsum sambung (medulla oblongata) Sumsum sambung berfungsi menghantar impuls yang datang dari medula spinalis menuju ke otak. Jembatan varol (pons varoli) Jembatan varol berisi serabut saraf yang menghubungkan otak kecil bagian kiri dan kanan. lima pasang saraf motor. yaitu saraf nomor 3. dan saraf sumsum tulang belakang. yaitu saraf-saraf yang keluar dari otak. Berdasarkan asalnya. dan 8 2. 4. 6. volume dan kecepatan respirasi. sumsum sambung juga mengatur gerak refleks yang lain seperti bersin. 11.3. refleks fisiologi seperti detak jantung. Beberapa urat saraf bersatu membentuk jaringan urat saraf yang disebut . empat pasang saraf gabungan sensori dan motor. 5 pasang saraf pinggul. gerak saluran pencernaan. saraf sumsum tulang belakang dibedakan atas 8 pasang saraf leher.Serebelum mempunyai fungsi utama dalam koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar. tekanan darah. 1. 7. dan sekresi keringat.2 Sistem Saraf Tepi Sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf sadai dan sistem saraf tak sadar (sistem saraf otonom). Sumsum sambung juga mempengaruhi jembatan. Bila ada rangsangan yang merugikan atau berbahaya maka gerakan sadar yang normal tidak mungkin dilaksanakan. 9. yaitu saraf nomor 1. 2. Saraf sumsum tulang belakang berjumlah 31 pasang saraf gabungan. d. dan satu pasang saraf ekor. yaitu saraf nomor 5. Selain itu. batuk. Saraf otak ada 12 pasang yang terdiri dari: 1. juga menghubungkan otak besar dan sumsum tulang belakang. 2. yaitu saraf-saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang. dan 10. 12 pasang saraf punggung.

Saraf simpatik mempunyai ganglion yang terletak di sepanjang tulang belakang menempel pada sumsum tulang belakang sehingga mempunyai urat pra ganglion pendek. BAB III PENUTUP 3. dan diafragma. dengan fungsi yang sangat penting maka perlu perlindungan. Sistem saraf parasimpatik terdiri dari keseluruhan "nervus vagus" bersama cabang-cabangnya ditambah dengan beberapa saraf otak lain dan saraf sumsum sambung. b. Ada 3 buah pleksus yaitu sebagai berikut. Pleksus cervicalis merupakan gabungan urat saraf leher yang mempengaruhi bagian leher. Urat saraf yang terdapat pada pangkal ganglion disebut urat saraf pra ganglion dan yang berada pada ujung ganglion disebut urat saraf post ganglion.pleksus. Fungsi sistem saraf simpatik dan parasimpatik selalu berlawanan (antagonis).Pleksus brachialis mempengaruhi bagian tangan. Pleksus Jumbo sakralis yang mempengaruhi bagian pinggul dan kaki. Saraf Otonom Sistem saraf otonom disusun oleh serabut saraf yang berasal dari otak maupun dari sumsum tulang belakang dan menuju organ yang bersangkutan. Keduanya merupakan organ yang sangat lunak. bahu.1 Kesimpulan Sistem saraf pusat meliputi otak (ensefalon) dan sumsum tulang belakang (Medula spinalis). Perbedaan struktur antara saraf simpatik dan parasimpatik terletak pada posisi ganglion. Dalam sistem ini terdapat beberapa jalur dan masing-masing jalur membentuk sinapsis yang kompleks dan juga membentuk ganglion. Selain tengkorak dan ruas-ruas tulang belakang. Sistem saraf otonom dapat dibagi atas sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik. 2. a. sedangkan saraf parasimpatik mempunyai urat pra ganglion yang panjang karena ganglion menempel pada organ yang dibantu. . otak juga dilindungi 3 lapisan selaput meninges. c.

net/?p=14 http://kambing. kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. 3. yaitu hipofisis.wordpress. DAFTAR PUSTAKA http://belajarbiologi.ui. semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. ovarium.com/2009/04/05/hormon-epinefrinadrenalin/ http://www.html http://kolaminspirasi. dan testis. kelenjar adrenalin (anak ginjal).authorstream.rumahilmuindonesia.2 Kritik dan Saran Makalah ini masih jauh dari sempurna oleh karena itu.id/bebas/v12/sponsor/SponsorPendamping/Praweda/Biologi/0098%20Bio%202-12d1. tiroid.com/2009_01_24_archive.com/Presentation/dekasama-203762-goiter-educationppt-powerpoint/ .Kelenjar Endokrin dan Hormon yang Dihasilkan Dalam tubuh manusia ada tujuh kelenjar endokrin yang penting.ac. pankreas.blogspot. paratiroid.htm http://httpyasirblogspotcom.

mempebesar bronkus dan mengerutkan kantung kemih. Serabut pra-ganglion yaitu serabut saraf yang yang menuju ganglion dan serabut saraf yang keluar dari ganglion disebut serabut post-ganglion. memperlambat proses pencernaan. Saraf simpatik memiliki ganglion yang terletak di sepanjang tulang belakang yang menempel pada sumsum tulang belakang. Saraf simpatik dan parasimpatik bekerja pada efektor yang sama tetapi pengaruh kerjanya berlawanan sehingga keduanya bersifat antagonis. merangsang ereksi. ginjal. paru-paru. otot polos pembuluh darah. mempercepat proses pencernaan. kelenjar keringat. menghambat ereksi. Contoh fungsi saraf simpatik dan saraf parasimpatik antara lain: Saraf simpatik mempercepat denyut jantung. misalnya jantung. sistem saraf otonom dibedakan menjadi dua yaitu saraf simpatik dan saraf parasimpatik. otot polos sistem pencernaan. memperbesar pupil.istem Syaraf Pada Manusia Sistem Saraf Tak Sadar (Saraf Otonom) Sistem saraf tak sadar disebut juga saraf otonom adalah sistem saraf yang bekerja tanpa diperintah oleh sistem saraf pusat dan terletak khusus pada sumsum tulang belakang. Saraf parasimpatik memiliki serabut pra-ganglion yang panjang dan serabut post-ganglion pendek. memperkecil bronkus dan mengembangkan kantung kemih. Saraf parasimpatik berupa susunan saraf yang berhubungan dengan ganglion yang tersebar di seluruh tubuh. Sistem saraf otonom terdiri dari neuron-neuron motorik yang mengatur kegiatan organ-organ dalam. sedangkan saraf parasimpatik dapat memperlambat denyut jantung. Sebelum sampai pada organ serabut saraf akan mempunyai sinaps pada sebuah ganglion seperti pada bagan berikut. sehingga memilki serabut pra-ganglion pendek dan serabut post ganglion yang panjang. Berdasarkan sifat kerjanya. memperkecil diameter pembuluh arteri. . memperkecil pupil. memperbesar diameter pembuluh arteri.

.

Sistem simpatis Terbagi menjadi dua bagian yang terdiri dari saraf otonom cranial dan saraf otonom sacral.Mempersarafi semua alat dalam seperti lambung. Terletak di depan kolumna vertebra dan berhubungan dengan sumsum tulang belakang melalui serabut-serabut saraf.Serabut motorik pada otot tak sadar dalam kulit . Fungsinya : .Mempertahankan tonus semua otot sadar 2.SISTEM SARAF OTONOM 12 Januari 2009 oleh Ramadhan OLEH : ERFANDI Merupakan saraf-saraf yang bekerjanya tidak dapat disadari dan bekerja secara otomatis disebut juga otot tak sadar. Sistem saraf otonom terbagi menjadi 2 bagian yaitu : 1.Mensarafi otot jantung .. submandibularis dan kelenjarkelenjar dalam mukosa rongga hidung . kelenjar sublingualis. Saraf Parasimpatis Fungsi saraf parasimpatis adalah . pancreas dan usus .Melayani serabut motorik sekretorik pada kelenjar keringat .Mensarafi pembuluh darah dan otot tak sadar .Merangsang sekresi kelenjar air mata.Mensarafi kelenjar air mata dan mukosa rongga hidung .

.Mempersarafi kolon desendens.Menpersarafi kelenjar ludah . pancreas. GIT.Mempersarafi sebagian besar alat tubuh yaitu jantung. rectum. paru-paru. hepar dan kelenjar suprarenalis . lien. ginjal.Miksi dan defekasi .Mempersarafi parotis . vesika urinaria dan alat kelamin . sigmoid.

MAKALAH .

penulis tidak terlepas dari bantuan pihak lain. Oleh karena itu. Januari 2011 Penyusun .SISTEM SARAF PARASIMPATIK KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Illahi Robbi. Tasikmalaya. Kami menyadari bahwa hasil penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. penulis berharap agar makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis. Amiin. pada kesempatan ini kami ingin menyampaikan rasa terima kasih pada semua pihak yang telah menyumbangkan pikiran dan bantuan kepada penulis khususnya Dosen Pembimbing mata kuliah Farmakologi. dan umumnya untuk para pembaca. Untuk itu penulis menerima saran dan kritik dari para pembaca. karena berkat rahmat dan karunia-Nyalah penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “SISTEM SARAF PARASIMPATIK” ini. Akhirnya. Dalam penyusunan makalah ini.

Latar Belakang 1 B. C. Metode Penulisan 1 BAB II PEMBAHASAN A. Tujuan Penulisan 1 C. Sistem Saraf 2 Sistem Saraf Otonom 2 Obat yang bekerja pada saraf parasimpatis 4 Golongan Obat untuk Parasimpatis 5 BAB III PENUTUP A. D. B.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii BAB I PENDAHULUAN A. Kesimpulan 9 DAFTAR PUSTAKA 10 .

.

.

Obat yang bekerja pada saraf parasimpatis d. Tujuan Penulisan Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini di maksudkan untuk: a. Sistem Saraf Otonom c. .P. B. Pupil mata: Kontriksi. Sistem Saraf b. Dan Efek asetilkolin ini adalah : Jantung: Denyut diperlambat. S. Tekanan darah: Turun. Golongan Obat untuk Parasimpatis C. Arteri koronari: Kontriksi. Latar Belakang Sistem saraf parasimpatis adalah bagian saraf otonom yang berpusat dibatang otak dan bagian kelangkang sum-sum belakang yang mempunyai dua reseptor terhadap reseptor muskarinik dan reseptor nikotik.M: Peristaltik bertambah. Susunan saraf parasimpatis disebut sebagai syaraf kolinergik karena bila dirangsang ujung sarafnya akan melepaskan asetilkolin (Ach).BAB I PENDAHULUAN A. Metode Penulisan Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah studi kepustakaan dan media internet sebagai acuan dan sumber.

. Aliran darah koroner meningkat. ketika saraf ini dirangsang. Secara anatomis. menstimulasi medula supradrenal dan berkeringat dan piloereksi. saraf simpatik pelvis menghambat kontraksi vesika urinaria. Sedangkan cabang dari ilmu kedokteran yang menangani kelainan pada sistem saraf adalah neurologi. saraf parasimpatik menyebabkan relaksasi pada efektor tersebut. dan mempertahankan kelangsungan hidup melalui berbagai mekanisme sehingga tubuh tetap mencapai keseimbangan. Sistem saraf tak sadar (otonom) a) Sistem saraf simpatik b) Sistem saraf parasimpatik Kedua saraf tersebut bersifat antagonis. dilatasi bronkus. Jika saraf simpatik menyebabkan kontraksi pada suatu efektor. sedangkan saraf parasimpatik menyebabkan kecepatan volume kecepatan jantung berkurang. konstriksi pembuluh darah perifer. Contoh pengaruh saraf simpatik dan parasimpatik terhadap efektor adalah saraf simpatik menyebabkan kecepatan dan volume kecepatan jantung bertambah. ketiga kadangkadang segmen keempat sakral. terjadi pupil dilatasi. mengaktifkan aksi. VII. sistem saraf simpatis berhubungan erat dengan reaksi stress tubuh. Menurut fungsinya. sebagian disebabkan oleh efek langsung simpatis dan sebagian disebabkan oleh faktor tidak langsung yang termasuk kontraksi jantung yang kuat. menurunkan aktivitas viseral dengan menghambat peristaltik dan peningkatan kekuatan sfingter. penigkatan pemakaian oksigen dan denyut jantung. membentuk atau menghentikan masukan dari indra. Mekanisme kerja seperti itu bertujuan agar proses-proses di dalam tubuh berjalan dengan normal. Sistem parasimpatis berjalan sepanjang saraf kranial III. Sistem Saraf Otonom Sistem otonom ini dibagi menjadi sistem simpatis dan parasimpatis secara anatomi. sistem saraf simpatik memiliki motor cell station di substansia gresia lateral torakalis dan dua segmen teratas lumbal dari sumsum tulang belakang. dan sakral outflow. fungsional. dan alasan farmakologis yang luas. memonitor organ.BAB II PEMBAHASAN A. IX dan X. proses glikogenolisis dihati. B. Sistem Saraf Sistem saraf adalah sistem organ yang terdiri atas sel neuron yang mengkoordinasikan aktivitas otot. dengan cell station di segmen kedua.

hantaran dan respon rangsangan otot jantung. menstimulasi banyak organ yang menimbulkan respon yang bervariasi. sedangkan sekresi lambung neorogenik seluruhnya dikontrol oleh sistem para simpatis melalui saraf vagus. peningkatan peristaltik usus dengan relaksasi spingter . Sistem saraf perifer dapat bekerja secara sinergis contohnya reflek penurunan detak jantung sebagian disebabkan oleh rangsangan vagal dan sebagian karena penurunan rangsangan simpatis. Obat yang bekerja pada saraf parasimpatis Sistem saraf parasimpatis adalah bagian saraf otonom yang berpusat dibatang otak dan bagian kelangkang sum-sum belakang yang mempunyai dua reseptor terhadap reseptor muskarinik dan reseptor nikotik. perbedaan ini dapat dijelaskan. penurunan frekwensi. diastole relatif meningkat dan peningkatan konsentrasi metabolit vasodilator. berbanding terbalik dengan aktivitas parasimpatis yang biasanya tidak menyeluruh dan terlokalisir. C. oleh perbedaan secara anatomi yang telah diterngkan sebelumnya. tambahan pada sistem parasimpatis pelvis menghambat spingter internal vesika urinaria. beberapa organ mendapat inervasi otonom hanya dari satu sistem contohnya medulla supradrenal dan arteriol kutan hanya oleh saraf simpatis. setidaknya sebagian. perangsangannya menyebabkan konstirksi pupil. Sistem saraf simpatis berefek antagonis terhadap sistem simpatis. Obat-obat yang yang termasuk kelompok obat v Asetilkolin (Ach) v Fisostigmin(Eseri.Anticholium) v Neostigmin(Prostigmin) v Piridostigmin (Mestinon) v Distigminbromida (ubretid) . Sistem saraf simpatis mempunyai efek yang luas.menurunnya sistole.

Kolinergik B. asetilkolin yang dilepas dari saraf para simpatis dapat mengaktifkan reseptor muskarinik pada organ efektor unuk mengubah fungsinya secara langsung.Farmakokinetik Ester kolin kurang diserap dan didistribusi kedalam SSP dari saluran cerna (kurang aktif per oral). Antikolinergik . nause. Golongan Obat untuk Parasimpatis Obat parasimpatis itu sendiri dibagi dalam 2 kelompok besar yakni: A. ludah. Metakolin lebih tahan 3 kali terhadap hidrolisa dan dapat memberikan efek sistemik walaupun diberikan secara SC. mensirkulasi agonis muskarinik secara tidak langsung mengubah fungsi organ dengan memodulasi efek para simpatis dan sistem saraf simpatis serta kemungkinan juga sistem nonkolinergik.sedangkan suntikan IM dan SC hanya memberikan efek lokal. yang merupakan tanda naiknya tonus parasimpatikus. Efek samping Dapat menimbulkan banyak keringat. Pertama. muntah dan diare. Farmakodinamik Aktifasi sistem saraf parasimpatis memodifikasi fungsi organ melalui 2 mekanisme utama.namun kepkaan nya untuk di hidrolisa oleh kolinestrase sangat berbeda.Asetilkolin sangat cepat dihidrolisa sehingga untuk mencapai efek yang memuaskan obat ini harus diberikan melalui infus secara IV dalam dosis besar. D. Kedua. asetilkolin yang dilepas dan kemungkinan. Melalui mekanisme ini. dan adrenergik.efek asetilkolin yang dibelikan dalam bentuk bolus besar IV diperoleh selama 5-20 detik. Interaksi obat Pemakain obat tidak dapat diberikan secara per-oral karena obat tersebut dihidrolisis oleh asam lambung. asetilkolin yang dilepas dari saraf para simpatis dapat berinteraksi dengan reseptor muskarinik pada ujung saraf untukmenghambat pelepasan neurotransmiternya. karena cara kerjanya terlalu singkat sehingga segera dihancurkan oleh asetilkolinestrase atau outirilkolinestrase.

kita akan beralih ke reseptor-reseptor kolinergis yang merupakan tempat substrat obat menempel supaya "obat" dapat menghasilkan efek yang kita inginkan. dengan cara memperkuat peristaltik dan sekresi kelenjar ludah dan getah lambung(HCl). memperlambat pernafasan. Efek kolinergis yang terpenting adalah: o stimulasi pencernaan. 2. singkatnya asimilasi. menekan SSP (Sistem Saraf Pusat). o o o o o o Setelah mengetahui efek obat kolinergis. Reseptor Muskarin (M) berada pada neuron post-ganglion dan dibagi 3 subtipe. dengan cara miosis( penyempitan pupil) dan menurunnya tekanan intraokuler akibat lancarnya pengeluaran air mata. Reseptor Nikotin (N) . juga sekresi air mata. karena melepaskan Asetilkolin( Ach ) di ujung-ujung neuron. dan M3 dimana masing-masing reseptor ini memberikan efek berbeda ketika dirangsang. yaitu Reseptor M1. Reseptor akan memberikan efek-efek seperti diatas setelah mengalami aktivasi oleh neurotransmitter asetilkolin(Ach). Reseptor kolinergis dibagi 2 yakni: 1. kontraksi otot mata. dengan cara mengecilkan bronchi sedangkan sekresi dahak diperbesar. dimana tugas utama SP adalah mengumpulkan energi dari makanan dan menghambat penggunaannya. vasodilatasi dan penurunan tekanan darah.Kolinergik/ Parasimpatikomimetika ---------adalah sekelompok zat yang dapat menimbulkan efek yang sama dengan stimulasi Susunan Parasimpatis(SP). Muskarin (M) merupakan derivat furan yang bersifat toksik dan terdapat pada jamur Amanita muscaria sebagai alkaloid. memperlambat sirkulasi. setelah stimulasi pada permulaan. M2. dengan cara mnegurangi kegiatan jantung. kontraksi kandung kemih dan ureter. dengan cara memperlancar pengeluaran urin dilatasi pembuluh dan kontraksi otot kerangka.

Antikolinergik ----------Antikolinergik adalah ester dari asam aromatik dikombinasikan dengan basa organik.berada pada pelat ujung-ujung myoneural dan pada ganglia otonom. stimulasi SSP ringan. Stimulasi reseptor ini oleh kolinergik (neostigmin dan piridostigmin) yang akan menimbulkan efek menyerupai adrenergik. berlawanan sama sekali. . misalnya parathion dan organofosfat lain. Saraf ini berangsur-angsur dirusak secara progresif sehingga penglihatan memburuk dan menyebabkan kebutaan. Setelah habis teruraikan oleh kolinesterase. 1. Misalnya vasokonstriksi dengan naiknya tensi. Kerjanya cukup panjang dengan cara membuat enzim baru lagi dan membuat enzim baru lagi. Penggunaan Obat-Obat kolinergik digunakan pada penyakit glaukoma. Penggolongan Kolinergika dapat pula dibagi menurut cara kerjanya. dibagi menjadi zat-zat bekerja langsung dan zat-zat bekerja tak langsung. 2. Bekerja tak-langsung: zat-zat antikolinesterase seperti fisostigmin. Obat-obat ini menghambat penguraian ACh secara reversibel. yang disebabkan oleh jumlah kecil nikotin yang diserap ke dalam darah melalui mukosa mulut. Ikatan ester adalah esensial dalam ikatan yang efektif antara antikolinergik dengan reseptor asetilkolin. yakni hanya untuk sementara. piridostigmin. Ada pula zat-zat yang mengikat enzim secara ireversibel. yang menjepit saraf mata. ACh akan segera dirombak kembali. Obat ini berikatan secara blokade kompetitif dengan asetilkolin dan mencegah aktivasi reseptor. Efek Nikotin dari ACh juga terjadi pada perokok. Zat-zat ini bekerja langsung terhadap organ ujung dengan kerja utama seperti efek muskarin dari ACh. neostigmin. Glaukoma merupakan penyakit yang bercirikan peningkatan tekanan cairan mata intraokuler(TIO) diatas 21 mmHg. penguatan kegiatan jantung. muskarin dan arekolin. pilokarpin. Bekerja langsung: karbachol. demensia Alzheimer dan atonia. myasthenia gravis.

Dosis besar antikolinergik dapat menghasilkan dilatasi pembuluh darah kutaneus (atropin flush). 2009).cardiak (M2) dan kelenjar (M3) (Askep. Mekanisme ini merupakan respon paradoks karena efek agonis perifer yang lemah. Perlambatan transien denyut jantung karena antikolinergk dosis rendah telah dilaporkan. Beberapa sistem organ dipengaruhi : A. Konduksi melalui AV node akan memendekkan interval P-R pada EKG dan sering menurunkan blokade jantung disebabkan aktivitas vagal. Efek ini secara khusus mengatasi bradikardi karena reflek vagal (reflek baroreseptor. Antikolinergik berefek kecil pada fungsi ventrikel atau vaskuler perifer karena kurangnya persarafan kolinergik pada area ini dibanding reseptor kolinergik.stimulasi peritoneal atau reflek okulokardia). Kardiovaskular Blokade reseptor muskarinik pada SA node berakibat takikardi. Faktanya : reseptor muskarinik tidak homogen dan subgrup reseptor telah dapat diidentifikasikan : reseptor neuronal (M1). Atrial disritmia dan ritme nodal jarang terjadi.Efek selular dari asetilkolin yang diperantarai melalui second messenger seperti cyclic guanosine monophosphate (cGMP) dicegah. Kelebihan efek antikolinergik tergantung dari derajat dasar tonus vagal. hanya reseptor muskarinik yang dihambat oleh obat antikolinergik yang akan dibahas pada bab ini.Reseptor jaringan bervariasi sensitivitasnya terhadap blokade. . Dalam dosis klinis. diduga obat ini tidak murni antagonis.

BAB III .

PENUTUP A. Obat parasimpatis itu sendiri dibagi dalam 2 kelompok besar yakni: A. Antikolinergik . Kesimpulan Sistem saraf parasimpatis adalah bagian saraf otonom yang berpusat dibatang otak dan bagian kelangkang sum-sum belakang yang mempunyai dua reseptor terhadap reseptor muskarinik dan reseptor nikotik. Kolinergik B.

Jakarta: EGC Pearce. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. (2007). Farmakologi Dan Terapi. dkk. Jakarta : Gramedia Pustaka Umum. Edisi 6. Evelyn C. Betram. Edisi 5. Farmakologi Dasar Dan Klinik. (2002). .DAFTAR PUSTAKA Gunawan s. (1997). Jakarta: Gaya Gon Katzung G.

6. Badan sel saraf preganglion terletak di batang otak dan medulla spinalisyang aksonnya bersinap dengan saraf postganglion. Serat preganglion kedua divisi ini memiliki diameter 3 µmdan seratnya bermielin.3 ) Sistem saraf simpatis dan parasimpatis terdiri dari dua susunan serabutsaraf.dan ukuran pupil dikontrol oleh keseimbangan antara persarafan simpatis untuk otot dilator iris dan parasimpatis untuk otot sfingter iris.3.4 ) Serat postganglion parasimpatis lebih pendek di banding serat postganglion simpatis. Sistem saraf otonom mensarafi organ visceral. Badan sel postganglion sistem simpatis terletak di paravertebra. X dan di massa abu-abumedulla spinalis bagian sakrum membentuk divisi parasimpatis( Craniosacral ). Sistem saraf otonom juga berperan pada sistem penglihatan normal seperti cabang parasimpatis berperan pada fungsi lakrimasi. 2 Serat postganglion merupakan serat tak bermielin dengan diameter 1 µm danmenghantarkan impuls kira-kira 1 m/detik. pembuluh darah dan otot polos. kelenjar. 3 BAB IISISTEM SARAF SIMPATIS DAN PARASIMPATIS2. Badan sel saraf postganglionterletak di luar susunan saraf pusat yang membentuk ganglion.7 ) Perbedaan morfologi lainnya antara sistem simpatis dan parasimpatis padaletak badan sel postganglion. menghantarkan impuls kira-kira 5-15 m/detik.4.1. Badan sel postganglion parasimpatis terletak lebih jauh dari susunan saraf pusat yaitu terletak di dalam dan di dinding organyang disarafinya atau ganglion yang dekat ke organ yang disarafinya. Embriologi Sistem Saraf Perkembangan sistem saraf dimulai pada minggu ketiga kehamilan dengan penebalan dari ektoderm yang disebut dengan neural plate .2.Sel motorneuron di nukleus saraf kranial III. ( 1. ( 3. (4) Pada makalah ini hanya membahassistem simpatis dan parasimpatis pada penglihatan. (2. (3. .5 ) Letak badan sel saraf preganglion merupakan dasar anatomi untuk klasifikasi sistem saraf otonom.1 BAB IPENDAHULUAN Ada dua subdivisi besar sistem saraf otonom yaitu : sistem saraf simpatisdan parasimpatis. IX. prevertebra dan trunkus ganglion simpatis dan hampir selalu berdekatan dengan medulla spinalis. Motorneuron yang terletak di bagian lateral massaabu-abu medulla spinalis segmen torakal dan lumbal atas membentuk divisi preganglion simpatis ( Thoracolumbar ). VII.

Dalam medulla spinalis serat simpatis berlanjut ke kolumna intermediolateral. (8) Ada tiga lapis sel yang berdifferensiasi dari dinding neural tube . sensorimotorik dankortek oksipital dan sistem limbik ( girus singulata). saraf kranial. Aktivitashipotalamus dipengaruhi oleh sinyal pada bagian frontal. secarasuperfisial pada kolumna anteromedial melalui batang otak ke medulla spinalis.Antara C7 . Akson untuk otot dilator pupil dan ototMuller turun sebagai segmen pertama bersama dengan serat simpatis lain. (8) 2. (8) Neural crest merupakan jaringan yang terletak antara neural tube danlapisan ektoderm kulit. ganglia sistemsaraf otonom. 2. Selama perkembangan. Lapisansel paling luar ( marginal layer cells ) berkembang menjadi white matters darisistem saraf. ganglia saraf kranial. medulla adrenal dan meningen. Lapisan sel tengah ( mantle layer cells ) menjadi gray matters . Perjalanan serat simpatisuntuk mata terbagi menjadi tiga segmen.Neural plate yangmelipat kedalam dan membentuk lekukan longitudinal yang dikenal sebagai neural groove. saraf spinal. Bagian neural plate yang bertumbuh disebut neural fold. neural fold bertambah tinggi dan menyatu membentuk sebuahtabung yang disebut neural tube. Neural crest berdifferensiasi dan membentuk akar gangliadorsalis spinalis. Jaras Simpatis ( Thoracolumbar ) Aktivitas simpatis berasal dari bagian posterolateral hipotalamus. danlapisan dalam ( ependymal layer cells ) membentuk kanalis sentralis medullaspinalis dan ventrikel.

Nevus auriculotemporalis16. Tetapi aksi keduasistem ini tidak selalu antagonis tetapi bisa saling mendukung seperti pada sekresikelenjar ludah. Ganglion oticum 2. umumnya berefek antagonis.dan T2 serat simpatis untuk mata bersinaps di nukleus siliospinalBudge-Waller. . Fisiologi Sistem Saraf Simpatis & Parasimpatis Banyak organ tubuh disarafi oleh kedua sistem saraf simpatis dan parasimpatis.parotis25.Transmisi Kimia Impuls Simpatis & Parasimpatis Serabut preganglion parasimpatis dan simpatis mengeluarkan asetilkolin. Nevus facialis 17. Radiks simpatis 11. potensial aksinya berasal di seluruh saraf otonom disusunan saraf pusat di sepanjang saraf bermielin ke akhir presinaps yangmengeluarkan asetilkolin dari penyimpanannya dalam ujung saraf. Seperti efek simpatis pada pupilmenjadi dilatasi dan parasimpatis pada pupil menjadi konstriksi.Kedua sistem saraf ini. radiks sensorikmotorik 4.Nervus petrosus mayor 13. Gld. Nervus petrosus minor(radiks parasimpatis)5. Gnglion ciliare 2. Ganglia parasimpatis (19 ) Keterangan gambar : 1. Ramus comunicans12.17. Serat segmen kedua postsinaps meninggalkan medulla spinalis 8 Gambar 3. Ganglion pterygopalatinum14. 4. Nevus palatine 15. simpatis dan parasimpatis. 5. ( 3.18 ) 9 2. Nervus Mandibularis3. Bila satu organ menerima persarafan keduanya.

Transmisi impuls kimia serabut saraf (13 ) 10 2.19.Istilah ³adrenergic´ dan ³cholinergic´ menggambarkan substansi darisimpatomimetik dan parasimpatomimetik. 6. Potensial ini selanjutnya menimbulkan potensial aksi pada saraf postganglion.4. Pada permukaan serat saraf normal yang berdekatan tadi secara lokal menjadi berubah susunannya dan lembaran aksontipis tumbuh di permukaannya dan menuju sel saraf yang mengalamidegenerasi. (3. Asetilkolin juga merupakan transmitter yang dikeluarkan oleh serat parasimpatis postganglion di neuroefector junction . (3) . Saat aksi ini lengkap. tetapi saraf simpatis postganglion mengeluarkan katekolamin norepinefrin di neuroefector junction . Bila seratsaraf rusak atau degenerasi serat saraf normal yang didekatnya di stimulasi untuk memberikan cabang atau tunas.20) Gambar 4. asetilkolin di hidrolisa oleh acetylcholinesterase. Regenerasi Sistem Saraf Simpatis & Parasimpatis Jika saraf terputus karena trauma atau penyakit tidak ada perbaikan ditempat tersebut sampai terbentuk serat baru yang berasal dari sisanya.Asetikolinmelewati celah sinaps yang sempit dan bergabung dengan reseptor dari badan selsaraf postsinaps yang menimbulkan depolarisasi lokal yang disebut ³ excitatory postsynaptic potential ´.

Saraf simpatis post ganglion mengeluarkan norepinefrin dan saraf parasimpatis post ganglion mengeluarkan asetilkolin. Sistem saraf otonom terdiri dari 2 subdivisi besar yaitu sistem saraf simpatis dan parasimpatis.2.4. . Sistem saraf simpatis dan parasimpatis dibedakan berdasarkan anatomidan morfologi3.11 BAB IIIKESIMPULAN 1. Sistem saraf simpatis dan parasimpatis umumnya berefek antagonis.

Dalam sistem ini terdapat beberapa jalur dan masing-masing jalur membentuk sinapsis yang kompleks dan juga membentuk ganglion. Beberapa urat saraf bersatu membentuk jaringan urat saraf yang disebut pleksus. yaitu saraf nomor 3. Tiga pasang saraf sensori. yaitu saraf nomor 1. yaitu saraf nomor 5. 5 pasang saraf pinggang. yaitu saraf-saraf yang keluar dari otak. dan sekresi keringat. c. dan 10. yaitu saraf-saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang. sedangkan saraf otonom mengontrol aktivitas yang tidak dapat diatur otak antara lain denyut jantung. 5 pasang saraf pinggul. dan satu pasang saraf ekor. 2. dan saraf sumsum tulang belakang. Sistem saraf sadar mengontrol aktivitas yang kerjanya diatur oleh otak. Urat saraf yang terdapat pada pangkal ganglion disebut urat saraf pra ganglion dan yang berada . 11.Sistem Saraf Tepi Sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf sadar dan sistem saraf tak sadar (sistem saraf otonom). Nervus vagus membentuk bagian saraf otonom. bahu. 9. Saraf otak dikhususkan untuk daerah kepala dan leher. Pleksus cervicalis merupakan gabungan urat saraf leher yang mempengaruhi bagian leher. lima pasang saraf motor. Oleh karena daerah jangkauannya sangat luas maka nervus vagus disebut saraf pengembara dan sekaligus merupakan saraf otak yang paling penting. dan 12 3. gerak saluran pencernaan. Saraf otak ada 12 pasang yang terdiri dari: 1. Sistem Saraf Sadar Sistem saraf sadar disusun oleh saraf otak (saraf kranial). 7. b. dan diafragma. Saraf Otonom Sistem saraf otonom disusun oleh serabut saraf yang berasal dari otak maupun dari sumsum tulang belakang dan menuju organ yang bersangkutan. saraf sumsum tulang belakang dibedakan atas 8 pasang saraf leher. Ada 3 buah pleksus yaitu sebagai berikut. 6. 2. dan 8 2. kecuali nervus vagus yang melewati leher ke bawah sampai daerah toraks dan rongga perut. 1. empat pasang saraf gabungan sensori dan motor. Pleksus Jumbo sakralis yang mempengaruhi bagian pinggul dan kaki. Berdasarkan asalnya. a.Pleksus brachialis mempengaruhi bagian tangan. Saraf sumsum tulang belakang berjumlah 31 pasang saraf gabungan. 12 pasang saraf punggung. 4.

Sistem saraf otonom dapat dibagi atas sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik. Perbedaan struktur antara saraf simpatik dan parasimpatik terletak pada posisi ganglion. Fungsi sistem saraf simpatik dan parasimpatik selalu berlawanan (antagonis). Fungsi Saraf Otonom Parasimpatik * mengecilkan pupil * menstimulasi aliran ludah * memperlambat denyut jantung * membesarkan bronkus * menstimulasi sekresi kelenjar pencernaan * mengerutkan kantung kemih Simpatik * memperbesar pupil * menghambat aliran ludah * mempercepat denyut jantung * mengecilkan bronkus * menghambat sekresi kelenjar pencernaan * menghambat kontraksi kandung kemih . sedangkan saraf parasimpatik mempunyai urat pra ganglion yang panjang karena ganglion menempel pada organ yang dibantu.pada ujung ganglion disebut urat saraf post ganglion. Saraf simpatik mempunyai ganglion yang terletak di sepanjang tulang belakang menempel pada sumsum tulang belakang sehingga mempunyai urat pra ganglion pendek. Sistem saraf parasimpatik terdiri dari keseluruhan “nervus vagus” bersama cabang-cabangnya ditambah dengan beberapa saraf otak lain dan saraf sumsum sambung.

juga kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah mendukung sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. Kami harap makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua. Penulisan ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh dosen pengampu matakuliah Biomedik Fisiologi. maka kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan menuju arah yang lebih baik.Makalah Sistem Saraf Post under study di 20:29 Diposkan oleh Iecha Yasha's Blog KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan YME atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Sistem Saraf” ini dengan lancar. Jember. serta informasi dari media massa yang berhubungan dengan “Sistem Saraf”. Cara Kerja Sistem Saraf Pada sistem saraf ada bagian-bagian yang disebut : . Makalah ini ditulis dari hasil penyusunan data-data sekunder yang kami peroleh dari buku panduan. 10 Juni 2011 Penyusun BAB 1 PENDAHULUAN 1. Memang makalah ini masih jauh dari sempurna. Unit terkecil pelaksanaan kerja sistem saraf adalah sel saraf atau neuron. pemrosesan impul saraf dan perintah untuk memberi tanggapan rangsangan.1 Latar Belakang Masalah Sistem saraf merupakan sistem koordinasi (pengaturan tubuh) berupa penghantaran impul saraf ke susunan saraf pusat. Tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada pengajar matakuliah “Biomedik Fisiologi” atas bimbingan dan arahan dalam penulisan tugas.

.2 Rumusan Masalah Dengan memperhatikan latar belakang tersebut. agar dalam penulisan ini kami dapat memperoleh hasil yang diinginkan.Mahasiswa dapat mengetahui apa saja yang dimaksud sesuai dengan tema yang dibahas. Reseptor : alat untuk menerima rangsang biasanya berupa alat indra b. Dengan menggunakan hormon rangsang lebih lambat diberi tanggapan. Sel Saraf Konektor : sel saraf motorik atau sel saraf satu dengan sel saraf lain. Efektor : alat untuk menanggapi rangsang berupa otot dan kelenjar c.3 Tujuan Tujuan dari penyusunan makalah ini antara lain: a. Sel saraf Motorik : serabut saraf yang membawa rangsang dari otak e. b. Rumusan masalah tersebut adalah “Pembahasan dari Apa yang Ada dalam Sistem Saraf”. Sel Saraf Sensoris : serabut saraf yang membawa rangsang ke otak d.4 Manfaat Manfaat yang didapat dari makalah ini adalah: a. Kelenjar ini merupakan kelenjar yang paling banyak menghasilkan jenis-jenis hormone yang letaknya di otak.Untuk mengetahui tentang apa saja yang ada dalam Sistem Saraf 1. c. Hipofisa (Pituitary).tanggapan Sistem Hormon Hormon merupakan salah satu sistem koordinasi di dalam tubuh dengan menggunakan cairan yang diedarkan oleh pembuluh darah. maka kami mengemukakan beberapa rumusan masalah.a. b.Untuk memenuhi tugas mata kuliah Biomedik Fisiologi. Satu kelebihan koordinasi menggunakan hormon yaitu dengan sedikit saja hormon mampu mempengaruhi organ-organ yang menjadi sasarnnya.Mahasiswa dapat menambah pengetahuan tentang Biomedik Fisiologi. 1.Untuk menambah pengetahuan tentang Sistem Saraf. 1. Skema terjadinya gerak sadar Rangsang -reseptor – sel saraf sensorik – otak-sel saraf motorik-efektor.

atau sebaliknya dimodulasi. Interaksi dari semua jenis bentuk . Di sistem saraf enterik. Daerah ini semua saling berhubungan melalui jalur saraf yang kompleks. terhambat. dan mengirim sinyal yang menginformasikan sistem saraf pusat negara bagian tubuh dan lingkungan eksternal. memiliki kapasitas. Motor neuron.1 Definisi Sistem Saraf Sistem syaraf adalah sebuah sistem organ yang mengandung jaringan sel-sel khusus yang disebut neuron yang mengkoordinasikan tindakan binatang dan mengirimkan sinyal antara berbagai bagian tubuhnya. membuat semua input dan output mereka koneksi dengan neuron lain. Neuron mengirimkan sinyal ke sel lain sebagai gelombang elektrokimia perjalanan sepanjang serat tipis yang disebut akson. Sensory neuron diaktifkan oleh rangsangan fisik menimpa mereka. untuk berfungsi dengan mandiri dalam mengendalikan sistem gastrointestinal. Sentral neuron. menghubungkan sistem saraf otot atau organ-organ efektor lain. Sebuah sel yang menerima sinyal sinaptik mungkin bersemangat. yang menyebabkan zat kimia yang disebut neurotransmitter yang akan dirilis di persimpangan yang disebut sinapsis. yang pada vertebrata sangat lebih banyak daripada jenis lain. Sistem saraf perifer terdiri dari neuron sensorik. pusat dan perifer. dan saraf menghubungkan mereka satu sama lain dan sistem saraf pusat. kelompok neuron yang disebut ganglia. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. bahkan ketika dipisahkan dari sisa dari sistem saraf melalui sambungan primer oleh saraf vagus. terletak baik dalam sistem saraf pusat atau di perifer ganglia. suatu subsistem dari sistem saraf perifer.BAB II PEMBAHASAN 2. Pada kebanyakan hewan sistem saraf terdiri dari dua bagian.

Pada serabut penghubung terdapat sel-sel khusus yang memanjang dan meluas. ada tiga komponen yang harus dimiliki oleh sistem saraf. • Penghantar impuls. Seiring dengan neuron. yang menyediakan dukungan struktural dan metabolik. Sistem saraf memungkinkan makhluk hidup tanggap dengan cepat terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan luar maupun dalam. PETA PIKIRAN SARAF MANUSIA . • Efektor. dilakukan oleh saraf itu sendiri. Sistem saraf merupakan salah satu sistem koordinasi yang bertugas menyampaikan rangsangan dari reseptor untuk dideteksi dan direspon oleh tubuh. adalah bagian yang menanggapi rangsangan yang telah diantarkan oleh penghantar impuls. yaitu: • Reseptor. Saraf tersusun dari berkas serabut penghubung (akson). sistem saraf mengandung sel-sel khusus lainnya yang disebut sel-sel glial (atau hanya glia). Sel saraf disebut neuron. Untuk menanggapi rangsangan.neuron sirkuit neural yang menghasilkan suatu organisme persepsi dari dunia dan menentukan perilaku. Efektor yang paling penting pada manusia adalah otot dan kelenjar. adalah alat penerima rangsangan atau impuls. Pada tubuh kita yang bertindak sebagai reseptor adalah organ indera.

a. Dendrit Dendrit adalah serabut sel saraf pendek dan bercabang. badan golgi.1.Sel saraf sensorik. Dendrit merupakan perluasan dari badan sel. Sel Saraf (Neuron) Sistem saraf terdiri atas sel-sel saraf yang disebut neuron. Neuron bergabung membentuk suatu jaringan untuk mengantarkan impuls (rangsangan). Neurit adalah serabut sel saraf panjang yang merupakan perjuluran sitoplasma badan sel. Satu sel saraf tersusun dari badan sel. Badan sel Badan sel saraf merupakan bagian yang paling besar dari sel saraf Badan sel berfungsi untuk menerima rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke akson. lisosom.cabang. Ada tiga macam sel saraf yang dikelompokkan berdasarkan struktur dan fungsinya. b. Bagian neurit ada yang tidak dibungkus oleh lapisan mielin. Neurofibril dibungkus oleh beberapa lapis selaput mielin yang banyak mengandung zat lemak dan berfungsi untuk mempercepat jalannya rangsangan. yaitu: a.selsachwann yang akan membentuk suatu jaringan yang dapat menyediakan makanan untuk neurit dan membantu pembentukan neurit. Lapisan mielin sebelah luar disebut neurilemma yang melindungi akson dari kerusakan. c. sitoplasma. Selaput mielin tersebut dibungkus oleh sel. adalah sel saraf yang berfungsi menerima rangsangan dari . Badan nisel merupakan kumpulan retikulum endoplasma tempat transportasi sintesis protein. mitokondria. Dendrit berfungsi untuk menerima dan mengantarkan rangsangan ke badan sel. Akson Akson disebut neurit. Bagian ini disebut dengan nodus ranvier dan berfungsi mempercepat jalannya rangsangan. sentrosom. dan akson. Pada badan sel saraf terdapat inti sel. dan badan nisel. dendrit. Di dalam neurit terdapat benang-benang halus yang disebut neurofibril.

Impuls yang menyebabkan gerakan ini disampaikan melalui jalan yang panjang. Contoh rangsangan adalah sebagai berikut. Sinapsis ini terletak antara dendrit dan neurit. e. asin dan pahit pada makanan. Berbagai macam aroma yang tercium oleh hidung. Saraf yang satu dengan saraf lainnya saling berhubungan. Bentuk sinapsis seperti benjolan dengan kantung-kantung yang berisi zat kimia seperti asetilkolin (Ach) dan enzim kolinesterase. Hubungan antara saraf tersebut disebut sinapsis. adalah sel saraf yang berfungsi mengantarkan rangsangan ke efektor yaitu otot dan kelenjar. b. Impuls Impuls adalah rangsangan atau pesan yang diterima oleh reseptor dari lingkungan luar. d. Rasa asam.Sel saraf motorik. Impuls yang diterima oleh reseptor dan disampaikan ke efektor akan menyebabkan terjadinya gerakan atau perubahan pada efektor. Gerakan tersebut adalah sebagai berikut. adalah sel saraf yang berfungsi menghubungkan sel saraf satu dengan sel saraf lainnya. Perubahan dari dingin menjadi panas. c. manis. c. a. Suara bising. Bagannya adalah sebagai berikut: b. a. Zat-zat tersebut berperan dalam mentransfer impuls pada sinapsis. Rangsangan yang diantarkan berasal atau diterima dari otak dan sumsum tulang belakang. Sel saraf ini banyak ditemukan di otak dan sumsum tulang belakang. Gerak sadar Gerak sadar atau gerak biasa adalah gerak yang terjadi karena disengaja atau disadari. Perubahan dari tidak ada tekanan pada kulit menjadi ada tekanan. b. Impuls dapat juga dikatakan sebagai serangkaian pulsa elektrik yang menjalari serabut saraf. Sel saraf yang dihubungkan adalah sel saraf sensorik dan sel saraf motorik. 2.reseptor yaitu alat indera.Sel saraf penghubung. kemudian dibawa oleh neuron. Impuls yang . Suatu benda yang menarik perhatian. Gerak refleks Gerak refleks adalah gerak yang tidak disengaja atau tidak disadari. f.

Batang otak terbagi . Batang otak terletak di depan otak kecil. c. yaitu belahan kiri dan belahan kanan yang dihubungkan oleh jembatan varol. dan batang otak. tepatnya di bawah otak besar. Gerakan tangan menangkap benda yang tiba-tiba terjatuh. yaitu lapisan luar berwarna kelabu dan lapisan dalam berwarna putih. Otak besar belahan kanan mengatur dan mengendalikan kegiatan tubuh sebelah kiri. Otak besar merupakan pusat pengendali kegiatan tubuh yang disadari. di bawah otak besar. Gerakan tangan melepaskan benda yang bersuhu tinggi 3. sedangkan otak belahan kiri mengatur dan mengendalikan bagian tubuh sebelah kanan. Otak kecil terdiri atas dua lapisan. Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Gerakan menutup kelopak mata dengan cepat jika ada benda asing yang masuk ke mata. Bagannya sebagai berikut: Contoh gerak refleks adalah sebagai berikut: a. Otak kecil dibagi menjadi dua bagian. Sedangkan sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf somatis dan sistem saraf otonom. d.Sistem Saraf Pusat: Otak Otak merupakan alat tubuh yang sangat penting dan sebagai pusat pengatur dari segala kegiatan manusia.menyebabkan gerakan ini disampaikan melalui jalan sangat singkat dan tidak melewati otak. e. beratnya lebih kurang 1/50 dari berat badan. dan menjadi penghubung antara otak besar dan otak kecil. Bagian utama otak adalah otak besar (Cerebrum). Menutup hidung pada waktu mencium bau yang sangat busuk. otak kecil (Cerebellum). Otak terletak di dalam rongga tengkorak. Otak kecil terletak di bagian belakang otak besar. a. Batang otak tersusun dari medula oblangata. Masing-masing belahan pada otak tersebut disebut hemister. Susunan Sistem Saraf Susunan sistem saraf manusia tersusun dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Otak besar dibagi menjadi dua belahan. yaitu belahan kanan dan belahan kiri. pons. dan otak tengah. Terangkatnya kaki jika terinjak sesuatu b. Otak kecil berfungsi sebagai pengatur keseimbangan tubuh dan mengkoordinasikan kerja otot ketika seseorang akan melakukan kegiatan. Batang otak disebut dengan sumsum lanjutan atau sumsum penghubung.

Sistem saraf ini dibedakan menjadi sistem saraf somatis dan sistem saraf otonom. hidung. Kemudian otak mengisyaratkan pada tangan untuk menghidupkan kipas angin.Sistem Saraf Tepi: Sistem saraf tepi tersusun dari semua saraf yang membawa pesan dari dan ke sistem saraf pusat. darah. Otak menterjemah. tekanan. b. kulit akan menyampaikan informasi tersebut ke otak. Sumsum tulang belakang terbagi menjadi dua lapis. dan kulit. misalnya mata. sistem saraf pusat. mata akan menyampaikan informasi tersebut ke otak. seperti kecepatan napas. tangan. yaitu lapisan dalam dan luar berwarna kelabu karena banyak mengandung neuron. yaitu lapisan luar berwana putih dan lapisan dalam berwarna kelabu. Sistem saraf somatis Sistem saraf somatis terdiri dari 12 pasang saraf kranial dan 31 pasang saraf sumsum tulang belakang.menjadi dua lapis. Lapisan luar mengandung serabut saraf dan lapisan dalam mengandung badan saraf. Contoh dari sistem saraf somatis adalah sebagai berikut: Ketika kita mendengar bel rumah berbunyi. Fungsinya adalah sebagai penghantar impuls dari otak dan ke otak serta sebagai pusat pengatur gerak refleks. mulai dari ruasruas tulang leher sampai ruas-ruas tulang pinggang yang kedua. Sistem saraf otonom . Kedua belas pasang saraf otak akan menuju ke organ tertentu. Sumsum tulang belakang Sumsum tulang belakang terletak memanjang di dalam rongga tulang belakang. saraf motorik. denyut jantung.isyaratkan ke tangan untuk membukakan pintu. suhu tubuh. Ketika kita melihat kamar berantakan. antara lain kaki. Saraf sumsum tulang belakang keluar melalui sela-sela ruas tulang belakang dan berhubungan dengan bagian-bagian tubuh. dan otot-otot rangka. Ketika kita merasakan udara di sekitar kita panas. Fungsi dari batang otak adalah mengatur refleks fisiologis. berarti kamu dapat memutuskan untuk menggerakkan atau tidak menggerakkan bagian-bagian tubuh di bawah pengaruh sistem ini. isyarat dari telinga akan sampai ke otak. Kerjasama antara sistem pusat dan sistem saraf tepi membentuk perubahan cepat dalam tubuh untuk merespon rangsangan dari lingkunganmu. Proses ini dipengaruhi saraf sadar. telinga.kan pesan tersebut dan mengirimkan isyarat ke kaki untuk berjalan mendekati pintu dan meng. Saraf-saraf dari sistem somatis menghantarkan informasi antara kulit. Lapisan luar berwarna putih. berisi neurit dan dendrit. dan saraf penghubung. dan otot lurik. dan kegiatan lain yang tidak disadari. otak akan menterjemahkan informasi tersebut dan mengisyaratkan tangan dan kaki untuk bergerak membersihkan kamar. Di dalam sumsum tulang belakang terdapat saraf sensorik.

Sistem saraf ini berupa 25 pasang ganglion atau simpul saraf yang terdapat di sumsum tulang belakang. Sistem saraf simpatik disebut juga sistem saraf torakolumbar. pemrosesan impul saraf dan perintah untuk memberi tanggapan rangsangan. karena saraf preganglion keluar dari daerah otak dan daerah sakral. yaitu. sistem saraf sadar dan sistem saraf tak sadar. sedangkan pada sistem saraf parasimpatik akan memperlambat denyut jantung. . Fungsi dari sistem saraf simpatik adalah sebagai berikut. mengatur semua aktivitas tubuh yang kita sadari. sedangkan. Sistem saraf parasimpatik memiliki fungsi yang berkebalikan dengan fungsi sistem saraf simpatik. Misalnya pada sistem saraf simpatik berfungsi mempercepat denyut jantung. Sistem saraf parasimpatik disebut juga dengan sistem saraf kraniosakral. sistem saraf tak sadar berfungsi. BAB III PENUTUP Kesimpulan: Sistem saraf merupakan sistem koordinasi (pengaturan tubuh) berupa penghantaran impul saraf ke susunan saraf pusat.Sistem saraf otonom mengatur kerja jaringan dan organ tubuh yang tidak disadari atau yang tidak dipengaruhi oleh kehendak kita. sistem saraf manusia dibedakan menjadi 2. Sistem saraf otonom terdiri atas sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik. Unit terkecil pelaksanaan kerja sistem saraf adalah sel saraf atau neuron Berdasarkan peranannya. karena saraf preganglion keluar dari tulang belakang toraks ke-1 sampai dengan ke-12. Susunan saraf parasimpatik berupa jaringjaring yang berhubung-hubungan dengan ganglion yang tersebar di seluruh tubuh. Mempercepat denyut jantung Memperlebar pembuluh darah Memperlebar bronkus Mempertinggi tekanan darah Memperlambat gerak peristaltis Memperlebar pupil Menghambat sekresi empedu Menurunkan sekresi ludah Meningkatkan sekresi adrenalin. mengatur semua aktiivitas tubuh yang tidak kita sadari. Jaringan dan organ tubuh diatur oleh sistem saraf otonom adalah pembuluh darah dan jantung. Sistem saraf sadar berfungsi. Urat sarafnya menuju ke organ tubuh yang dikuasai oleh susunan saraf simpatik.

com/2010/01/sistem-saraf-manusia.DAFTAR PUSTAKA ^ “Nervous System”. http://alvyanto.1371/journal.html ^ Finger S (2001). et al. Schwartz JH. http://grandmall10.0000506.blogspot. ISBN 9780838577011. pp. Armstrong KA. 1: The brain in antiquity”. http://klikbelajar. “Ch.com/pelajaran-sekolah/pelajaran-biologi/sistem-saraf-manusia/ . (2007). 43–50 ^ a b Sakarya O. ISBN 9780195146943. “A post-synaptic scaffold at the origin of the animal kingdom”. Oxford Univ. Columbia University Press. ed (2000). Principles of Neural Science. Jessel TM. 2: Nerve cells and behavior”. Adamska M. ^ Finger. Press.wordpress. doi:10.com/2010/03/02/sistem-saraf-manusia/ ^ a b c d e f Kandel ER. PMID 17551586. Origins of neuroscience: a history of explorations into brain function.pone. Columbia Encyclopedia. PLoS ONE 2 (6): e506. “Ch. McGraw-Hill Professional.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful