P. 1
Metalurgi fisik

Metalurgi fisik

5.0

|Views: 118|Likes:
Published by witne

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: witne on Oct 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/25/2015

pdf

text

original

normalizing.  Salah satu metode untuk mempelajari logam dilakukan dengan menggunakan diagram fasa. maupun proses pengerasan.  Diagram ini dapat diamati perubahan struktur logam akibat pengaruh temperatur.Diagram Fasa  Definisi diagram fasa adalah diagram yang menampilkan hubungan antara temperatur dimana terjadi perubahan fasa selama proses pendinginan dan pemasanan yang lambat dengan kadar karbon.  Fungsinya adalah untuk memudahkan memilih temperatur pemanasan yang sesuai untuk setiap proses perlakukan panas baik proses anil. .

 Pada jumlah tersebut. . baja tersebut memiliki alpha ferrite pada temperatur ruang.05% pada temperatur ruangan.Diagram Fasa Fe3C  Diagram Fe3C merupakan alat penting untuk memahami struktur mikro dan sifat-sifat baja karbon (logam dengan paduan Fe dan C)  Karbon larut dalam besi dalam bentuk larutan padat (solid solution) hingga 0.

.Diagram Fasa Fe3C (cont’d)  Baja merupakan paduan besi dengan karbon dengan kadar karbon makasimal sampai 2%.  Kada karbon yang lebih dari 2% disebut cast iron.  Perlakuan panas bertujuan untuk memperoleh struktur mikro dan sifat yang diinginkan.  Struktur mikro dan sifat yang diinginkan dapat diperoleh melalui proses pemanasan atau pendinginan pada temperatur tertentu.

alpha-ferrite akan berubah menjadi gamma-austenite saat dipanaskan melewati temperatur 910°C .  (alpha dan delta) ferrite memiliki struktur kristal BCC. gamma austenite akan menjadi delta-ferrite.  Pada temperatur mendekati 1400°C.Diagram Fasa Fe3C (cont’d)  Logam Fe bersifat polymorphism. sedangkan Gamma Austenite memiliki struktur kristal FCC .  Polymorphism adalah logam yang memiliki struktur kristal berbeda pada temperatur yang berbeda.  Pada Fe murni.

yaitu eutektik.Diagram Fasa Fe3C (cont’d)  Diagram fasa Fe3C menampilkan hubungan antara temperatur dengan kandungan karbon (%C) salama pemanasan lambat.  Temperatur cair dari masing-masing paduan. dapat diperoleh informasi-informasi penting yaitu antara lain:  Fasa yang terjadi pada komposisi dan temperatur yang berdeda dengan kondisi pendinginan lambat.  Reaksi-reaksi metalurgis yang terjadi.  Temperatur pembekuan dan daerah-daerah pembekuan paduan Fe-C bila dilakukan pendinginan lambat.  Batas-batas kelarutan atau batas kesetimbangan dari unsur karbon pada fasa tertentu. peritektik dan eutetoid.  Dari diagram tersebut. .

Diagram Fasa Fe3C (cont’d) .

terbentuk struktur mikro yang dinamakan Sementit Fe3C.83%. struktur mikro yang terbentuk adalah campuran antara ferit dan perlit .  Pada baja dengan kadar karbon 0.  Pada baja dengan kandungan karbon rendah sampai dengan titik eutektoid.Diagram Fasa Fe3C (cont’d)  Penjelasan diagram:  Pada kandungan karbon mencapai 6.67%. struktur mikro yang terbentuk adalah perlit. kondisi suhu dan kadar karbon ini dinamakan titik eutektoid.

 Pada baja dengan kadar karbon rendah yang lebih tinggi. suhu leleh turun dengan naiknyakadar karbon.Penjelasan diagram (cont’d)  pada baja dengan kandungan titik eutectoid sampai dengan 6.67%. struktur mikro yang terbentuk adalah campuran antara perlit dan sementit. peralihan bentuk langsung dari leleh menjadi autenite. Dari diagram diatas. dapat kita lihat bahwa pada proses pendinginan perubahan-perubahan pada struktur kristal dan struktur mikor sangat tergantung pada komposisi kimia.  Pada saat pendinginan dari suhu leleh baja dengan kadar karbon rendah. . akan terbentuk struktur mikro ferit delta lalu menjadi struktur mikro austenit.

4.7% .0.8% .  Hasil pendinginan yang lambat pada temperatur kamar akan terdiri dari:     Ferit  Kandungan karbon 0.007% .7% Perlit dan Grafit  Kandungan karbon 1.2% .025% Ferit dan Perlit  Kandungan karbon 0.0.1.Penjelasan Diagram Fe3C (cont’d)  Struktur baja karbon tergantung dari kadar karbonnya.025% .8% Perlit dan Sementit  Kandungan karbon 0.

. adalah temperatur transformasi dari fasa γ menjadi α (ferit) yang ditandai pula dengan naiknya batas kelarutan karbon seiring dengan turunnya temperatur. dimana sifat magnetik besi berubah dari feromagnetik menjadi paramagnetik. yaitu perubahan fasa γ menjadi α+Fe3C (perlit) untuk baja hypo eutektoid.  A3.Istilah pada Diagram Fasa Fe3C  Berikut ini adalah batas-batas kritis pada diagram fasa Fe3C:  A1 adalah temperaut hasil eutektoid. adalah titik Currie (pada temperatur 769°C).  A2.

. adalah temperatur transformasi dari fasa γ menjadi Fe3C (sementit) yang ditandai pula dengan penurunan batas kelarutan karbon seiring dengan turunnya temperatur.  A13.Istilah pada Diagram fasa Fe3C (cont’d)  Acm. adalah temperatur transformasi γ menjadi α+Fe3C (perlit) untuk baja hiper etektoid.

67%.  Delta (δ).  Senyawa Fe3C atau biasa disebut sementit dengan kandungan C maksimum 6. struktur kristal BCC (Body Centered Cubic). adalah daerah paling luas dimana kelarutan C sebagai paduan utama dalam Fe tidak terbatas pada temperatur yang bervariasi .  Liquid atau fasa cair. struktur kristalnya BCC (Body Centered Cubic).025% pada temperatur 723°C. adalah paduan Fe dan C dengan kelarutan C maksimum 0. adalah paduan Fe dan C dengan kelarutan C maksimum 2% pada temperatur 1148°C.  Austenit (γ). yaitu paduan Fe dan C dengan kelarutan C maksimum 0.Fasa yang Terjadi  Fasa-fasa yang terjadi dalam diagram fasa Fe3C selama pemanasan yang lambat adalah:  Ferit (α). struktur kristalnya FCC (Face Centered Cubic). bersifat keras dan getas.1% pada temperatur 1493°C.

 Reaksi Eutektik  Reaksi ini terjadi pada temperatur 1148°C. .  Delta (δ) adalah fasa padat pada temperatur tinggi dan kurang berarti untuk proses perlakuan panas.3% membentuk austenite (γ) dengan 2.53%C bergabung dengan delta dengan kandungan 0.  Kandungan karbon 4.09%C yang membentuk fasa austenite (γ) dengan kandungan sekitar 0.67%C .17%C.Reaksi Metalurgis yang Terjadi  Reaksi Peritektik  Reaksi ini terjadi pada temperatur 1495°C.08%C dan senyawa sementit (α) yang mengandung 6.  Kandungan karbon 0.

.025%C dan sementit (Fe3C) yang mangandung 6.Reaksi Metalurgis yang Terjadi (Cont’d)  Reaksi Eutektoid  Dimana reaksi ini terjadi pada temperatur 723°C.67%C.8%C akan menghasilkan ferit (α) dengan kandungan 0.  Kadar austenit (γ) padat 0.

Sekian dan Terimakasih .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->