ANTROPOLOGI KESEHATAN

I. Pengobatan Tradisional dan alternatif di Indonesia dan pengaruhnya bagi layanan kesehatan v Sejarah Pengobatan tradisional
Kedokteran modern mengakui bahwa Hippocrates adalah orang pertama yang menggunakan tanaman berkhasiat dalam praktek. Akan tetapi sebenarnya Imhotep dari mesir jauh lebih tua dan lebih tepat untuk menerima pengakuan ini. Pada zaman 5000 tahun yang lalu raja-raja Mesir sudah mempunyai perhatian terhadap penggunaan tanaman obat. Raja Akhenaton III mewariskan untuk generasi sekarang ”gambar-gambar 400 jenis tanaman obat” di dinding kuil Karnak sebagai hasil ekspedisinya ke Syria. Di Indonesia obat tradisional mengalami pasang-surut sesuai dengan riak gelombang kebudayaan pada zamannya. Periodisasi perkembangan pengobatan tradisional ini dapat di bagi atas 4 era yaitu :
1. Zaman Pra-Jepang

Publikasi tertua tentang tanaman obat dari Indonesia di tulis oleh J.Bontius tahun 1685 dengan judul De Indiae Untrisquere Nuturali et Medica. Kemudian Rumph (1741) menerbitkan Herbarium Amboinense dan Linnaeus Flora Zaylanica.

4
William Marsden (1754-1820) seorang Inggris menjelaskan dalam catatan perjalanannya tentang kebiasaan penduduk Sumatera Bagian Selatan ini diterbitkan di London tahun 1783. dalam kongres kedua VIG (Ikatan Dokter Indonesia) di Solo Goelarso Astrodikesoemo (1940) telah memberikan himbauan agar para dokter Bumiputera mulai menyelidiki obat tradisional. Dalam kesempatan ini diselenggarakan pula pameran ”Jamu Asli Indonesia” beserta bahan-bahannya oleh perkumpulan ”Taman Ibu” Yogyakarta. Kongres memutuskan antara lain merasa perlu obat-obat rakyat dan cara pemakaiannya secepat mungkin dipelajari dengan seksama.
2. Zaman Jepang

Zaman Kemerdekaan Bung karno sebagai Presiden RI memberikan perhatian yang cukup besar untuk 5 Pengembangan obat tradisional. Kementrian Pertanian membentuk pula ”Balai Tanaman Obat-obat”. Badan ini kemudian di kenal sebagai ”Badan Penghimpoen Ramoean Djamoe”. Areca catechu (pinang) yang mengandung Arecoline dan juga digunakan sebagai obat cacing. Anamirta cocculus (akar tuba) yang mengandung Picrotoxin. Pemerintah melalui Kementrian Kesehatan membentuk”Komisi Farmakoterapi” tahun 1950 dan tahun berikutnya ”Komisi Interdepartemental pharmacoterapie” untuk mendapatkan obat yang berguna bagi rakyat. Dr Sato. Zaman Kebangkitan Tahun 1960 Prof A. Tanggal 5 juni 1944 didirikan suatu panitia bernama ”Yakusho Katyo I-Inkai”atau ”Panitia Jamu Asli Indonesia” di pimpin oleh Prof. Pada tahun 1980 Ditjen POM memperknalkan ide ”Apotik Hihau” yang kemudian di ganti menjadi proyek”Taman Obat . Ketika itu ketua Perhimpunan Dokter Indonesia (Djawa Izi Hookoo kai) adala Dr A. Tahun 1956 ketika mengucapkan pidato Dies UGM penulis menyaksikan sendiri beliau memperkenalkan sinshe RRC yang khusus didatangkan untuk mengobati penyakit ginjalnya.Rasjid dan diberi tugas untuk memberi petunjuk dan menjaga kelancaran usaha kerja sama dengan para penghasil jamu.Darman dikukuhkan sebagai guru besar farmakologi orang Indonesia pertama. Penyelidikan tanaman yang berkhasiat dikerjakan dalam bidang botani dan teknik kultur. ”Wergroep voor medicinale Planten” didirikan tahun 1950 di Bogor dengan anggota ahliahli kimia. mereka menyelidiki Pyretrum yang mengandung Pyretrium. khususnya tanaman obat. Brugmansia candida. Di Jakarta tahun 1977 Herman soesilo selaku pejabat tinggi kesehatan mengadakan uji-coba Jamu masuk Puskesmas.J. 4. Tahun 1963 Kementrian Kesehatan membentuk Badan Perancana Penggunaan Obat Asli. 3. farmasi dan farmakologi.Tahun 1942-1945 perhatian dan anjuran menggunakan obat rakyat cukup tinggi. kepala jawatan kesehatan pemerintah. Dalam periode 1942-1944 pemerintahan Dai Nippon memberikan perhatian dan anjuran penggunaan dan pengembangan pengobatan tradisional.

mental ataupun sosial. WHO menyatakan Pengobatan tradisional ialah ilmu dan seni pengobatan berdasarkan himpunan dan pengetahuan dan pengalaman praktek. 7 diwariskan secara turun-menurun atau diperoleh secara pribadi dan dilakukan dengan cara-cara yang tidak lazim dipergunakan dalam ilmu kedokteran yang meliputi : akupuntur. prevensi. pemulihan dan peningkatan kesehatan jasmani. 6 v Definisi Pengobatan tradisional 1. dan pengobatan terhadap ketidakseimbangan fisik. Pengobatan tradisional adalah suatu upaya kesehatan dengan cara lain dari ilmu kedokteran dan berdasarkan pengetahuan yang di turunkan secara lisan maupun tulisan yang berasal dari Indonesia atau luar Indonesia. Dalam tahun yang sama Akupuntur kedokteran” di coba pada beberapa puskesmas terutama di sekitar Jakarta. 2. sinshe. jamu. pencegahan penyakit. dalam melakukan diagnosis. sesuai keputusan ”Seminar Pelayanan Pengobatan Tradisional Departemen Kesehatan RI (1978). b) Usaha yang dilakukan untuk mencapai kesembuhan. dukun/ahli kebatinan. kaidah-kaidah atau ilmu di luar pengobatan ilmu kedokteran modern. baik yang dapat diterangkan secara ilmiah ataupun tidak. 3. pijat dan sebagainya yang banyak di jumpai dalam masyarakat. v Definisi Pengobatan Alternatif . pemeliharaan dan peningkatan taraf kesehatan masyarakat yang berlandaskan cara berpikir.Keluarga” atau ”Toga”. rohani dan sosial masyarakat. terdapat 2 definisi pengobatan tradisional Indonesia (PETRIN) yaitu : a) ilmu atau seni pengobatan yang dilakukan oleh pengobat Tradisional Indonesia dengan cara yang tidak bertentangan dengan kepercayaan kepada Tuhan YME sebagai upaya penyembuhan. tabib.

disamping pengobatan secara medis. Dan dijadikan sebagai patokan secara turun temurun. Ø Pengobatan tradisional dengan ramuan obat Cina. Sudah banyak orang yang dapat merasakan khasiat dari bahan-bahan alam ini. Ø Pengobatan tradisional dengan ramuan India. alat. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan kita dapat meramu sendiri atau mempergunakan tanaman-tanaman obat sendiri. Produk yang berasal dari bahan-bahan alam ini sudah banyak di produksi dan banyak yang sudah terdaftar dalam Depkes sehingga mengurangi efek diri kelebihan dosis. 3. pengobatan ini bisa menjadi alternatif pengobatan terhadap suatu penyakit. pengobatan atas dasar ilmu pengobatan tradisional Cina yang . 2. Ø Pengobatan dengan dasar getaran magnetis. 8 v Jenis Pengobatan tradisional di Indonesia Ada 4 jenis pengobatan tradisional yaitu : 1. Pengobatan tradisional dengan ramuan obat : Ø Pengobatan tradisional dengan ramuan asli Indonesia.Pengobatan alternatif merupakan bentuk pelayanan pengobatan yang menggunakan cara. Pengobatan alternatif pada umumnya berasal dari pengalaman yang di dapat oleh nenek moyang kita. atau bahan yang tidak termasuk dalam standar pengobatan kedokteran modern ( pelayanan kedokteran standar ) dan dipergunakan sebagai alternatif atau pelengkap pengobatan kedokteran modern tersebut. Ø Pengobatan tradisional atas dasar agama. Pengobatan tradisional spiritual/kebatinan : Ø Pengobatan tradisional atas dasar kepercayaan. disamping terjangkau juga mudah didapatkan di lingkungan kita. Pengobatan tradisional dengan memakai peralatan : Ø Akupuntur.

Ø Tukang gigi tradisional. Dengan demikian pengobatan tradisional adalah merupakan salah satu alternatif yang relatif lebih disenangi masyarakat. sehingga masyarakat terhindar dari dampak negatif karena pengobatan tradisional. Meningkatnya mutu pelayanan pengobatan tradisional. Pengobatan tradisional yang telah mendapat pengarahan dan pengaturan pemerintah : 9 Ø Dukun beranak. Ø Pengobatan tradisional patah tulang. 4. Oleh karenanya kalangan kesehatan berupaya mengenal dan jika dapat mengikut sertakan pengobatan tradisional tersebut. B.menggunakan penusukan jarum dan penghangatan moxa (Daun Arthemesia vulgaris yang dikeringkan). 2. Terintegrasinya upaya pengobatan tradisional dalam program pelayanan kesehatan paripurna. 3. Tujuan Umum Meningkatnya pendayagunaan pengobatan tradisional baik secara tersendiri atau terpadu pada sistem pelayanan kesehatan paripurna. mulai dari tingkat rumah tangga. . v Tujuan Pengobatan tradisional A. Ø Pengobatan tradisional urut pijat. Meningkatnya kemandirian masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan dengan upaya pengobatan tradisional. Terbinanya berbagai tenaga pengobatan tradisional dalam pelayanan kesehatan. dalam rangka mencapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal. 4. Ø Pengobatan tradisional dengan peralatan benda tumpul. Tujuan Khusus 1. puskesmas sampai pada tingkat rujukannya. Ø Pengobatan tradisional dengan peralatan (tajam/keras).

Mereka puas ( ada juga yang tidak puas ) dengan adanya hubungan Timbal balik pelayanan kesehatan tradisional pendukungnya. Bahan-bahan nabati yang digunakan itu dapat berupa tumbuhan utuh. mesin pengisi kantung serbuk dan alat ekstraksi. Dulu cara sederhana bahan yang berasal dari tumbuhan segar di celah-celah. Tumbuhan obat lebih mudah di jumpai dan di dapatkan oleh yang memerlukan disekitar tempat tinggalnya. Sebagian besar obat tradisional berasal dari bahan-bahan nabati dan hanya sebagian kecil saja yang berasal dari bahan-bahan dasar hewan atau mineral. demikian pula zat-zat nabati lainnya yang dipisahkan dari tumbuhannya. Perlu dikehui bahwa sekurang-kurangnya di Indonesia dijumpai 940 jenis tumbuh-tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat. juga ada kaidah patokan serta syarat-syarat tersendiri yang mereka patuhi bersama.10 v Peran Pengobatan Tradisional Pengobatan secara tradisional di Indonesia telah berkembang selama berabad-abad sehingga merupakan kebutuhan sebagian besar masyarakat Indonesia. Produksi memakai mesin pil. bagian tumbuhan ataupun eksudat tumbuhan. mulai yang masih dilakukan dengan cara sederhana sampai dengan penggunaan teknologi maju. mesin pengisi kapsul. direbus dengan air dalam kuali sampai menghasilkan cairan hasil rebusan tersebut disamping dimanfaatkan sebagai obat dalam ( minim ). mesin tablet. Bahkan ada pengusaha penghasil produk-produk cairan obat dalam yang telah menggunakan proses ultra hight treatment (UHT . digunakan untuk kompres atau lainnya. ada juga kaidah patokan serta syarat-syarat tersendiri. Hal ini merupakan unsur budaya dan unsur-unsur kemanusiaan yang juga terdapat pada bangsa-bangsa di dunia betapapun modernnya. Teknologi maju digunakan pengusaha obat tradisional untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang meningkat. Jelaslah disini bahwa tumbuhan obat merupakan sumber bahan yang sangat penting artinya bagi pembuatan obat tradisional di Dunia. Tenaga pelayanan pengobatan tradisional tersebut mempunyai pasien dan langganan masing-masing. 11 Pengolahan obat tradisional yang bervariasi. Melihat kenyataan disekitar kita oleh adanya tenaga dokter sebagai pelaksana pengobatan dan pengobatan dari barat atau pengobatan tradisional pasti mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia pada umumnya dan pada bangsa jawa pada khususnya. Eksudat tumbuhan adalah isi sel yang dengan cara tertentu dikeluarkan dari selnya. Ada masyarakat pendukung tersendiri.

sebelum dapat dimanfaatkan dalam program. 4. Salah satu diantaranya yang dinilai mempunyai peranan yang sangat penting adalah upaya standarisasi. Masalah pendaftaran masih memerlukan penelitian lebih lanjut. 5. Sedangkan cara-cara psikologik dan supranatural perlu diteliti lebih lanjut. yaitu : 1. diuji dan diseleksi dapat diusahakan untuk menjadi bagian program pelayanan kesehatan primer. pengujian dan pengembangan obat-obatan dan car-cara pengobatan tradisional. dukun patah tulang. pengobatan tradisional yang berlandaskan pada cara-cara organobiologik. pengobatan tradisional tertentu yang mempunyai keahlian khusus dan menjadi tokoh masyarakat dapat dilibatkan dalam upaya kesehatan masyarakat. 12 3. namun perlu membatasi praktek-praktek yang membahayakan kesehatan. dengan adanya standarisasi ini . khususnya sebagai komunikator antara pemerintah dan masyarakat.) untuk mengusahakan agar produk yang dihasilkan memiliki sterilisitas perdagangan yang diperlukan. Contoh : dukun bayi. perlu dilakukan penelitian. namun perlu pendataan untuk kemungkinan pembinaan dan pengawasannya. pengobatan tradisional perlu dikembangkan dalam rangka peningkatan peran serta masyarakat dalam pelayanan kesehatan primer. v Peranan pengobatan tradisional dalam pelayanan kesehatan : kebijakan peningkatan peran pengobatan tradisional dalam system pelayanan kesehatan. dalam rangka peningkatan peran pengobatan tradisional. Diharapkan. pengobatan tradisional sebagai upaya kesehatan nonformal tidak memerlukan izin. tukang gigi. 2. v Standarisasi Pengobatan Tradisional Untuk dapat dimanfaatkannya pengobatan tradisional dalam pelayanan kesehatan banyak yang harus diperhatikan. pengobatan tradisional perlu dipelihara dan dikembangkan sebagai warisan budaya bangsa. 6. setelah diteliti.

2. 1990 ). 14 . 3. Dapat dipercaya Tidak ada gunanya menentukan standart yang sulit karena tidak akan mampu tercapai. Bersifat jelas Artinya dapat diukur dengan baik. 13 Pengertian standarisasi adalah keadaan ideal atau tingkat pencapaian tertinggi dan sempurna. termasuk ukuran terhadap penyimpanganpenyimpangan yang mungkin terjadi. tapi yang penting lagi munculnya berbagai efek samping yang secara medis tidak dapat dipertanggung jawabkan. Mudah dimengerti Suatu standart yang tidak mudah dimengerti juga akan menyulitkan tenaga pelaksana sehingga sulit terpenuhi. Standart menunjukkan pada tingkat ideal tercapai tersebut tidaklah disusun terlalu kaku. yang dipakai sebagai batas penerimaan minimal ( Clinical Practice Guideline. Masuk akal Suatu standart yang tidak masuk akal. Syarat suatu standar yang baik dipandang cukup penting adalah : 1. tetapi masih dala batas-batas yang dibenarkan disebut dengan nama toleransi. bukan saja akan sulit dimanfaatkan tetapi juga akan menimbulkan frustasi para profesional.bukan saja mutu pengobatan tradisional akan dapat ditingkatkan. 4. akan dapat dihindari.

dalam menentukan standart. menyebabkan standarisasi akan sulit dilakukan. Spesifik dan Eksplisit Artinya tidak terpengaruh oleh perubahan oleh waktu. 15 Untuk ini menyadari bahwa menerapkan pendekatan kesembuhan penyakit masih sulit dilakukan. . tidaklah semudah yang diperkirakan. 5. salah satu syarat yang harus dipenuhi ialah harus sesuai dengan kondisi organisasi yang dimiliki. komplikasi atau kematian. 7. Dari ukuran tentang standart dan pengobatan tradisional sebagaimana dikemukakan diatas. Meyakinkan Artinya mewakili persyaratan yang ditetapkan. Sebagai akibat ditemukannya konsep pengobatan tradisional yang sangat supranatural yang satu sama lain tampak sangat berbeda. Apabila terlalu rendah akan menyebabkan persyaratan menjadi tidak berarti. v Konsep Pengobatan Tradisional Memahami tentang konsep yang dimiliki oleh pengobatan tradisional dalam praktek pengobatan tradisional amatlah diperlukan dengan diketahuinya konsep tersebut diharapkan dapat diikuti jalan pikiran serta alasan dilakukannya suatu tindakan yang dilakukan oleh pengobatan tradisional ketika menghadapi penderita yang datang meminta pertolongan. 6. maka untuk sementara cukup diterapkan pendekatan tidak sampai menimbulkan efek samping.Karena itu sering disebutkan. Absah Artinya ada hubungan yang kuat dan dapat didemintrasikan antara standart dengan sesuatu ( misalnya mutu pelayanan ) yang diwakilinya. bersifat khas dan gamblang. Mantap. mudah dipahami bahwa upaya standarisasi pengobatan tradisional di Indonesia.

yang dicoba sederhana setidak-tidaknya meliputi konsep kehidupan. Mereka dibawa kepengobatan tradisional bukan atas kemauan mereka sendiri tetapi atas desakan biaya pengobatan. Jika ditinjau dari klasifikasi pasien yang datang ketempat pengobatan tradisional ini sebagian besar pekerjaannya adalah buruh kasar. Faktor Sosial Alasan masyarakat memilih pengobatan tradisional adalah selama mengalami pengobatan tradisional keluarganya dapat menjenguk dan menunggui setiap saat. menurut mereka cara pembayarannya juga tidak memberatkan karena pasien tidak tertarik uang muka. Selain itu bagi yang tidak mampu membayar sekaligus dapat dicicil setelah mereka pulang.Selama perawatan yang dialaminya meraka dapat berkomunikasi dengan akrab dengan keluarganya.Konsep yang dimaksud disini tentu meliputi konsep yang ada hubungannya dengan kesehatan. 16 Namun ada juga informasi yang mengemukakan bahwa mereka berpendapatlebih senang dirawat atau diobati di rumah sakit daripada dirawat atau diobati di tempat-tempat pengobatan tradisional. tukang parkir. sehingga wajar faktor ekonomi menentukan dalam memilih tempat pengobatan. Hal tersebut sesuai dengan kodrat manusia sebagai mahluk sosial yang selalu ingin berinteraksi langsung dengan keluarganya atau kerabatnya dalam keadaan sakit. 3. v Peminatan Pengobatan Tradisional Peminatan pengobatan tradisional sendiri sangat dipengaruhi oleh faktor : 1. Biasanya mereka belum pernah ke rumah sakit sehingga tidak bisa dibandingkan pengobatan tradisional dengan pengobatan di rumah sakit. Disini nampak adanya faktor pasrah akibat dari keterbatasan pengalaman-pengalaman dalam interaksi sosial. sopir. kematian. penyebab penyakit serta kepercayaan terjatuh sakit. Faktor Budaya . Faktor Ekonomi Mereka menyatakan biayanya lebih murah daripada rumah sakit. 2.

nilai-nilai yang digunakan untuk menginterpretasikan pengalaman serta membangkitkan perilaku sosial. Disamping itu hal ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh foster dan Anderson bahwa sistem medis adalah bagian integral dari kebudayaan.Salah satu alasan mengapa para penderita memilih tempat pengobatan tradisional karena pengobatan di tempat ini memiliki seorang ahli yang mempunyai kekuatan supranatural yang mampu mempercepat kesembuhan penyakit. Faktor Kemudahan Pasien dapat segera ditangani tanpa harus menunggu hasil rontgen dan hasil laboratorium lainnya v Peminatan Pengobatan Alternatif pengobatan alternatif tidak didukung dengan dasar ilmiah dan banyak kalangan yang mengunakannya alasannya antara lain: 1. bahwa kebudayaan sebagai pengetahuan. Pengguna dari pengobatan alternatif ini biasanya pula sudah mencoba pengobatan konvensional yang tidak menyembuhkan penyakitnya. misalnya untuk penyakit C hanya D yang berhak. karena penyakit yang diderita dianggap tidak mengancam jiwanya. tidak menggangu nafsu makan serta masih mampu melakukan kegiatan sehari-hari walaupun agak tergaggu. 17 Salah satu faktor lain yang menyebabkan pengobatan tradisional ini masih diminati masyarakat adalah kategori penyembuhan yaitu siapa yang berhak atau yang tepat dalam menyembuhkan. dan teman yang . Hal ini membuat mereka menilai bahwa nilai statistik adalah tidak penting . penyakit A hanya B yang tepat menyembuhkan. 4. Dalam persepsi masyarakat juga menganggap penyakit yang tidak parah tidak perlu dibawa ke rumah sakit. Dari sudut pandang pasien bukan suatu hal yang penting mengenai dasar ilmiah. keluarga. Hal tersebut nampak sesuai dengan yang dikemukakan oleh Spreadly. 18 Seringkali pula para pengguna pengobatan alternatif ini mendengar keberhasilan penyembuhan alternatif dari orang yang baru dikenal .

Ia memenuhi harapan dan kebutuhan masyarakat yang dilayani. pengobatan alternatif .pengobatan alternatif – tradisional bersifat holistik dan pengobatan modern hanya melihat penyakitnya saja dan adanya dikotomi penyakit ke dalam dua jenis yaitu penyakit yang dapat disembuhkan oleh dokter dan penyakit yang hanyadapat disembuhkan oleh pengobat tradisional. c) penguatan dan keterlibatan langsung pasien dalam penanganan penyakitnya. seperti : .mungkin sudah mengalami kesembuhan dengan penyakit yang serupa melalui pengobatan alternatif tersebut. fungsi kontrol bila ada penyimpangan. Apalagi disampingnya terdapat pelayanan kesehatan alternatif yang menjanjikan. b) biaya yang rendah dan menyenangkan. tetapi lebih disebabkan oleh faktor-faktor sosial budaya dari masyarakat tersebut. Pengobatan alternatif tradisional masih digunakan oleh sebagian besar masyarakat bukan hanya karena kekurangan fasilitas pelayanan kesehatan formal yang terjangkau oleh masyarakat . 3. Hal ini mengakibatkan berkurangnya kepercayaan masyarakat dan minat pencari pertolongan. . kanker.tradisional ( berkembang dari tradisi masyarakat tertentu ). Adanya beberapa manfaat umum dari pengobatan alternatif – tradisional baik secara psikologis dan sosial yang tidak terpengaruh dengan keberadaan pengobatan modern . 19 4. d) mengurangi trauma akibat perubahan kultural dan mempromosikan identitas kebudayaan. 5. Kedokteran modern menjadi identik dengan inpersonal dan high cost medicine yang hanya terjangkau oleh sekelompok kecil masyarakat dan kedokteran modern tersebut belum mampu secara meyakinkan manangani masalah penyakit degeneratif seperti masalah penuaan . 2. hipertensi. Pendekatan holistik dalam pengobatan tradisional yang memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat dapat diterapkan dalam ilmu kedokteran tanpa harus kehilangan identitas dan sifat keilmuannya. Adanya beberapa stereotypes di masyarakat. yaitu : a) mengurangi stress dan kecemasan akibat ketidakpastian penyakit. diabetes.

UU No. pengobat. 6 tahun 1961 tentang Tenaga Kesehatan Pasal 9 ayat 1 yang berbunyi : ” Mankes memberi bimbingan dan pengawasan kepada mereka yang melakukan usahausaha pengobatan berdasarkan ilmu cara lain daripada ilmu kedokteran”. 21 . UU No. UU No. Pada ayat 2 : Bimbingan dan pengawasan yang dimaksud dalam ayat 1 diatur lebih lanjut dengan peraturan-peraturan. dan obat Tradisional antara lain : 1. 2. b) Strandarlisasi dalam pemakaian obat-obat asli Indonesia. 9 tahun 1960 tentang Pokok-pokok Kesehatan pasal 11 ayat 4 yang berbunyi : ” Obat-obat asli Indonesia diselidiki dan dipergunakan sebaik-baiknya”. 20 v Landasan Hukum dalam pengobatan tradisional : Undang-undang tentang pengobatan. Pasal 14 ayat 4 yang berbunyi : ” usaha-usaha pengobatan berdasarkan ilmu dan atau cara lain dari pada ilmu kedokteran. Pada ayat 2 : ” Bimbingan dan pengawasan yang dimaksud ayat 1 diatur selanjutnya dengan peraturan perundang-undangan.Pengobatan tradisional sudah merupakan bagian integral dari lingkungan sosial budaya dan ada nilai-nilainya yang patut dipertahankan dan ditingkatkan yang dapat memberikan sumbangan positif bagi upaya kesehatan. 3. d) Mencari sumber-sumber baru obat asli Indonesia. diawasi oleh pemerintah agar tidak membahayakan masyarakat ”.7 tahun 1963 tentang Farmasi Pasal 7 ayat 1 yang berbunyi : ” Pemerintah memberi bimbingan dalam perkembangan pengawasan terhadap usaha-usaha mempergunakan obat asli Indonesia”. Pasal 8 Menkes mengusahakan : a) Penyelidikan baik tentang cara membuat dan menggunakan maupun tentang khasiat obat asli Indonesia. c) Pertukaran pengalaman dengan luar negeri.

Tujuan pengobatan tradisional terbagi menjadi 2 yaitu : . atau bahan yang tidak termasuk dalam standar pengobatan kedokteran modern atau layanan kedokteran standar dan dipergunakan sebagai alternatif atau sebagai pelengkap pengobatan kedokteran modern tersebut. Pengobatan alternatif adalah bentuk layanan pengobatan yang menggunakan cara. c) Zaman Kemerdekaan. 22 BAB III PENUTUP v Kesimpulan Setelah kami mengumpulkan data dari buku yang berhubungan dengan Pengobatan Tradisional dan Alternatif di Indonesia dan pengaruhnya bagi pelayanan Kesehatan kami dapat menyimpulkan bahwa : periode perkembangan pengobatan tradisional ini dapat di bagi atas 4 era yaitu : a) Zaman Pra Jepang. cara-cara pembuatan dan pengaturan obat dan sebagainya. Sebagai tindak lanjut dalam pelaksanaanya telah diterbitkan surat-surat keputusan dan peraturan-peraturan dari Menteri Kesehatan. b) Zaman Jepang. d) Zaman Kebangkitan. alat. Dirjen POM menerbitkan surat-surat keputusan tentang inventarisasi.e) Usaha-usaha lain. Pengobatan tradisioanal adalah suatu upaya kesehatan dengan cara lain dari ilmu kedokteran dan berdasarkan pengetahuan yang diturunkan secara lisan maupun tulisan yang berasal dari Indonesia atau luar Indonesia.

Peminatan pengobatan tradisional sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara Lain : a) Faktor Sosial.a) Tujuan Utama 23 Ø Meningkatkan pendayagunaan pengobatan tradisional pada sistem pelayanan kesehatan paripurna sebagai mencapai derajat kesehatan yang optimal. Ø Terbinanya berbagai tenaga pengobatan tradisional. Ø Meningkatnya kemandirian masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan. b) Tujuan Khusus Ø Meningkatnya mutu pelayanan pengobatan tradisional. Peminatan pengobatan alternatif. Ø Kalangan kesehatan berupaya mengenal dan dapat mengikutsertakan pengobatan tradisional. 24 . d) Faktor Pemudahan. pengobatan alternatif tidak didukung dengan dasar ilmiah dan banyak kalangan yang menggunakan dengan alasan antara lain : a) Karena dari sudut pandang pasien yang mencoba pengobatan alternatif ini biasanya sudah mencoba pengobatan konvesional yang tidak menyembuhkan penyakitnya. c) Faktor Budaya. b) Faktor Ekonomi. Ø Terintegrasinya upaya pengobatan tradisional.

Azwar. Sugeng. b) Di harapkan juga kita sebagai anggota masyarakat tetap melestarikan budaya asli Indonesia yaitu dengan mengonsumsi obat-obatan tradisional atau dengan menggunakan pengobatan tradisional. Antropologi Kesehatan Indonesia. hipertensi. Jakarta : UI Press. Yang mungkin sudah mengalami kesembuhan. Hal ini mengakibatkan berkurangnya kepercayaan masyarakat. (1992). Media Abadi. namun seseorang itu juga tidak terlepas akan diserang penyakit. Yogyakarta: PT. d) Karena kekurangan fasilitas pelayanan kesehatan formal yang terjangkau oleh masyarakat dan hal ini disebabkan oleh faktor-faktor sosial dan budaya dari masyarakat tersebut. (1986). Jakarta: EGC. 26 DAFTAR PUSTAKA Agoes. Untuk mencari pengobatan saat ini sangat memerlukan biaya dalam sebagai alternatif banyak anggota masyarakat kembali ke pengobatan tradisional yang dapat dipercaya. c) Kedokteran modern menjadi identik dengan inpersonal dan high cost medicine yang hanya terjangkau oleh sekelompok kecil masyarakat dan kedokteran modern tersebut belum mampu secara meyakinkan manangani masalah penyakit degeneratif seperti masalah penuaan . Antropologi Kesehatan. 25 v Saran a) Untuk dapat mencapai kebutuhan yang lebih tinggi tentunya seseorang harus sehat. Pengobatan Alternatif.b) Mendengar keberhasilan penyembuhan alternatif dari orang yang baru dikenal. (2007). diabetes. kanker. Contohnya : keluarga dan teman. Foster & Anderson. . Dwi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful