Pertumbuhan Dan Perkembangan Pada Hewan (1)

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA HEWAN Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan termasuk manusia dapat dibedakan menjadi

dua fase utama, yaitu pertumbuhan dan perkembangan embrionik serta pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik. Pertumbuhan dan Perkembangan Embrionik Pertumbuhan dan perkembangan embrionik adalah pertumbuhan dan perkembangan selama masa embrio. Pertumbuhan dan perkembangan masa embrio melalui suatu tahap tertentu yang sistematik dan teratur. Pertumbuhan dan perkembangan embrionik diawali dengan pertemuan sel telur (ovum) dengan sperma sehingga menghasilkan sebuah sel yang disebut zigot. Zigot selanjutnya mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan melalui tahap-tahap yaitu pembelahan zigot, gastrulasi, dan organogenesis. Pembelahan zigot. Zigot akan mengalami pembelahan secara mitosis, yaitu dari satu sel menjadi dua sel, dua sel menjadi empat sel, empat sel menjadi delapan sel, dst. Pembelahan zigot menjadi sel-sel anak disebut cleavage. Pembelahan sel tersebut berlangsung cepat dan akan menghsilkan selsel anak yang tetap terkumpul menjadi satu kesatuan yang menyerupai buah anggur yang disebut morula. Dalam pertumbuhan selanjutnya morula akan menjadi blastula yang memiliki suatu rongga. Proses pembentukan morula menjadi blastula disebut blastulasi. Gastrulasi. Dalam pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya, blastula akan menjadi gastrula, proses pembentukan gastrula disebut gastrulasi. Pada bentuk gastrula ini, embrio telah terbentuk menjadi tiga lapisan embrionik, yaitu lapisan bagian luar (ektoderm), lapisan bagian tengah (mesoderm), dan lapisan bagian dalam (endoderm). Dalam perkembangan berikutnya lapisan embrionik akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan menghasilkan berbagai organ tubuh. Organogenesis . organogenesis merupakan proses pembentukan alat-alat tubuh atau organ seperti otak, jantung, paru-paru, ginjal, hati, dsb. Organ-organ tersebut merupakan perkembangan lebih lanjut dari ketiga lapisan embrionik yang terbentuk saat gastrulasi. Ektoderm mengalami diferensiasi menjadi kulit, rambut, sistem saraf, dan alat-alat indra. Mesoderm mengalami diferensiasi menjadi otot, rangka, alat reproduksi (seperti

Embrio mendapat makan dari induknya dengan perantaraan plasenta. Selaput embrio melindungi embrio terhadap kekeringan . bentuk larva (nimfa) mirip bentuk dewasa. membentuk tahap larva terlebih dahulu. Endoderm mengalami diferensiasi menjadi alat pencernaan. Pada proses metamorfosis terjadi proses fisik. Pada bentuk dewasa (imago) telah terjadi perkembangan organ reproduksi sehingga sudah mampu untuk bereproduksi. dan otot-otot tampak kekar. Pada proses ini terjadi pembentukan kulit baru dan membentuk alat-alat tubuh yang diperlukan menjelng dewasa. nyamuk. Lalat. dan alat ekskresi seperti ginjal. Tetapi tidak semua bagian tubuh mengalami pertumbuhan dan perkembangan dengan kecepatan yang sama.testis dan ovarium). Lama pertumbuhan dan perkembangan embrio berbeda pada setiap jenis hewan. Pada mamalia embrio memiliki selaput embrio. sakus vitelinus. Pada serangga biasanya mengalami empat kali molting. Pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi terutama penyempurnaan alatalat reproduksi (alat-alat kelamin). pergantian kulit yang disebut molting. dan alantois. alat peredaran darah. Pada hewan tertentu sebelum tumbuh menjadi hewan dewasa. Pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik adalah pertumbuhan dan perkembangan setelah masa embrio. METAMORFOSIS PADA SERANGGA DAN KATAK Metamorfosis adalah perubahan bentuk tubuh yang dialami oleh hewan (misalnya serangga dan katak) dari tahap larva hingga mencapai bentuk dewasa. tetapi membentuk ukuran tertentu yang proporsional. ekskresi serta fungsi penting lainnya selama berada di rahim induknya. dan alat-alat pernapasan seperti paru-paru. Contoh hewan yang mengalami metamorfosis adalah: serangga dan katak. lebah. Pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik yang melalui tahap larva dikenal dengan nama Metamorfosis. tumbuh cambang. yaitu amnion. Pada manusia perkembangan kemampuan reproduksai ditandai dengan penampakan sifat-sifat seks sekunder. Metamorfosis pada Serangga Pada beberapa serangga seperti kupu-kupu. Sedangkan pada beberapa serangga lainya seperti belalang. . Pada laki-laki sifatsifat seks sekunder seperti suara yang membesar. dan kumbang bentuk larva dan dewasa sering hampir tidaka ada kemiripan. Sedangkan pada perempuan misalnya tumbuh payudara. kumis. membantu pernapasan. lipas (kecoa) dan jangkrik. Pertumbuhan dan perkembangan pasca Embrionik. Selain itu pada masa ini biasanya hanya terjadi peningkatan ukuran bagian-bagian tubuh saja. korion. goncangan.

Pada tahap pupa tidak aktif makan (periode puasa).Berdasarkan kemiripan bentuk larva . tetapi proses metabolisme tetap terus berlangsung. dan kumbang. Pertumbuhan dan perkembangan pada katak di awali dengan dengan pembuahan sel telur . Bentuk larva dan dewasa serangga kelompok ini tidak ada kemiripannya. kecuali organ reproduksi dan sayap. baru setelah dewasa organ reproduksinya berkembang dan serangga dapat bereproduksi. Metamorfosis sempurna (holometabola). serangga dalam daur hidupnya mengalami perubahanperubahan yang mencolok pada bentuk luar dan organ-organ tubuh dari berbagai stadiumnya. Pada metamorfosis sempurna perubahan bentuk yang terjadi adalah : Telur menetas menjadi larva . Contoh serangga yang mengalami metamorfosis sempurna adalah kupu-kupu. Metamorfosis tidak sempurna (heterometabola). Nimfa memiliki kemiripan dengan bentuk dewasa (imago). larva umumnya mengalami molting empat kali sehingga terbentuk larva stadium satu hingga larva stadium empat. Bentuk larva atau pra dewasanya disebut nimfa. yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna. Pada metamorfosis tidak sempurna tidak terbentuk tahap pupa (kepompong). larva stadium empat berubah menjadi pupa (kepompong). Setelah mengalami pertumbuhan dan pembelahan sel .metamorfosis pada serangga dibedakan menjadi dua . diferensiasi dan orgagenesis. lalat. lebah. Organ reproduksi pada nimpa belum berkembang. Pada metamorfosis sempurna. yaitu memiliki dua alam kehidupan di darat dan di air. lipas (kecoa). Pada metamorfosis tidak sempurna perubahan bentuk yang terjadi adalah : contoh hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna antara lain: belalang. maka pupa akan berubah menjadi serangga dewasa (imago). Pada tahap larva umumnya serangga sangat aktif makan . dan jangkrik. Selama metamorfosis terjadi pengulangan proses seperti halnya pada pertumbuhan dan perkembangan embrionik hingga akhirnya larva berubah menjadi bentuk dewasa. Metamorfosis pada katak Katak merupakan golongan hewan amfibi. Pada metamorfosis tidak sempurna serangga mengalami bentuk dari telur menjadi dewasa yang tidak mencolok dalam daur hidupnya. nyamuk.

Metagenesis pada Tumbuhan Metagenesis pada tumbuhan dapat kita lihat pada tumbuhan lumut dan paku. insang mengalami kemunduran. Dalam perkembangan selanjutnya setelah sembilan hari insang luar berganti dengan insang dalam. katak berkembang menjadi dewasa. dan gastrula. dan gastrula terbentuk 34 jam setelah pembuahan. Setelah berumur kurang lebih 3 bulan atau lebih (tergantung pada spesies dan suhu yang sesuai). . berudu mengalami metamorfosis. Katak hidup di lingkungan darat dan bersifat insektivora. Lumut dan paku mempunyai generasi seksual (generatif) yang disebut generasi gametofit dan generasi aseksual (vegetatif) yang disebut generasi sporofit. Perkembangan organ selanjutnya adalah paruparu mulai tumbuh dan berkembang. Generasi gametofitnya yaitu protalium. Semula berudu mempunyai tiga pasang insang luar.oleh sperma . Pada katak dewasaa organ reproduksinya telah berkembang dan dapat bereproduksi. Setelah kurang lebih 84 jam . Setelah berumur satu tahun atau lebih . Tumbuhan lumut yang sering kita lihat merupakan generasi gametofit. yaitu dilingkungan air. dan akhirnya berudu berkembang menjadi katak. sel telur yang dibuahi olehsperma akan membentuk zigot. Morula terbentuk setelah 3 – 7 jam setelah pembuahan. usus menjadi lebih pendek. blastula terbentuk 18 jam setelah pembuahan. Metagenesis pada Tumbuhan dan Hewan Metagenesis merupakan pergiliran daur hidup antara generasi yang bereproduksi secara seksual dan generasi lainnya yang bereproduksi secara aseksual. Beberapa hari kemudian kurang lebih enam hari . Sesudah kurang lebih 12 hari terbentuk tutup insang dan tungkai belakang tampak setelah kurang lebih dua sampai tiga bulan. blastula. Pembuahan ini terjadi diluar tubuh betina (fertilisasi eksternal). Berudu hidup di lingkungan air dan bersifat herbivora. embrio menetas menjadi larva yang disebut berudu (kecebong). Sedangkan tumbuhan paku yang sering kita lihat merupakan generasi sporofit. Generasi sporofitnya tergantung pada gametofit untuk memperoleh nutrisi. tampak adanya ekor. Zigot berkembang menjadi embrio dalam beberapa tahap yaitu morula.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful