P. 1
Ppt Kelompok 6 Kelas A

Ppt Kelompok 6 Kelas A

|Views: 519|Likes:
Published by Ramdani Harduning

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Ramdani Harduning on Oct 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/21/2012

pdf

text

original

Pengendalian Nyamuk Vektor Demam Berdarah menggunakan 500EC (b.

a Malathion 500 g/l) dan Bacillus Thuringiensis H-14

Kelompok 6 , Kelas A
Ramdani (K11111301) Dian Ihwana Ansar (K11111325) Wana (K11111355) Risma (K11111385) Jumrianti Irma Risman Sri Kartini Ningsih

Latar Belakang
Demam berdarah dengue merupakan penyakit yang bisa mewabah. Usaha untuk mengatasi masalah penyakit tersebut di Indonesia telah puluhan tahun dilakukan, berbagai upaya pemberantasan vector, tetapi hasilnya belum optimal. Secara teoritis ada empat cara untuk memutuskan rantai penularan demam berdarah dengue, yaitu melenyapkan virus, isolasi penderita, mencegah gigitan nyamuk dan pengendalian vector. Untuk itu penulis menyusun makalah ini, menyadari perlu adanya pengetahuan tentang pengendalian vector demam berdarah menggunakan bahan kimia dan secara biologis.

Rumusan Masalah
 Bagaimana dosis efektif pengendalian vektor demam berdarah dengue menggunakan insektisida LADEN 500EC (b.a Malathion 500 g/l) ?  Apakah Bacillus thuringiensis H-14 mampu menjadi salah satu cara biologis dalam pengendalian vector demam berdarah dengue ?  Apakah dampak kesehatan dari penegndalian demam berdarah dengue menggunakan insektisida dan pengendalian demam berdarah menggunakan Bacillus Thuringiensis H-14 ?  Apakah pengendalian menggunakan insektisida laden500EC (b.a Malathion 500g/l) atau Bacillus Thuringiensis H-14 sebagai bahan alami yang lebih baik digunakan sebagai bentuk pengendalian demam berdarah Dengue ?

Hasil Penelitian

Tabel 1. Kematian (%), KT50 dan KT95 nyamuk Ae. aegypti setelah aplikasi pengasapan (thermal fogging) Insektisida LADEN 500EC (pelarut solar) di dalam dan di luar rumah

Dosis insektisi da LADEN 500 EC (ml/ha)
250 500 750

Dalam Rumah
K T50 ( menit) 23,59 21,32 11,91 K Kematia T95 n (%)

Luar Rumah
K T50 ( menit) 45,02 38,01 18,95 K Kematia T95 n (%)

80,36 76,29 28,90

88,8 96,0 100

158,86 149,95 37,45

77,2 83,2 100

Tabel 2. Kematian (%), KT50 dan KT95 nyamuk Ae. aegypti setelah aplikasi pengasapan (thermal fogging) Insektisida LADEN 500EC (pelarut air) di dalam dan di luar rumah
Dosis insektisi da LADEN 500 EC (ml/ha) 250 500 750 1000 1000 (RDR) 250 Dalam Rumah K T50 ( menit) 23,89 24,13 18,14 12,00 14,82 23,89 K Kematian T95 (%) Luar Rumah K T50 ( menit) 45,75 39,74 25,21 17,96 21,45 45,75 K Kematian T95 (%)

82,98 73,58 45,20 27,63 38,84 82,98

88,0 95,2 100 100 100 88,0

163,39 139,72 65,93 39,67 48,77 163,39

76,4 82,4 100 100 100 76,4

Table 1. Patogenisitas B. thuringiensis H-14 galur lokal dalam mesia air cucian beras terhadap larva yamuk Ae. Aegypti di laboratorium

Kematian 50% dan 90 % larva nyamuk sesudah pengujian 24 jam LC50 (ml/1 00ml) LC90 (ml/10 0ml) 0,005 LC50 (ml/10 0ml) 0,004 48 jam LC90 (ml/10 0ml) 0,003

Larva Uji

Kon trol

Kon trol

Kon trol

Kon trol

Ae. 0,002 aegypti

0

0

0

0

Dampak Kesehatan Pengendalian Demam Berdarah Dengue menggunakan Insektisida LADEN 500EC (b.a Malathion 500 g/l)
• Kandungan mala-thion pada asap fogging dapat menyebabkan kelainan saluran cerna (gastrointestinal) dan bagi wanita hamil yang ter-papar malathion risiko kelai-nan gastrointestinal pada anaknya 2,5 kali lebih besar. • Paparan malation ini juga mengakibatkan Leukemia pada anak-anak, Aplastik anemia, gagal ginjal, dan defek pada bayi baru lahir. Bahkan juga berperan dalam kerusakan gen dan kromosom, kerusakan paru serta penurunan sistem kekebalan tubuh. • Penelitian juga menyimpulkan malation mempunyai peran terhadap 28 gangguan pada manusia, mulai dari gangguan gerakan sperma hingga kejadian hiperaktif pada anak.

Dampak Kesehatan dari Pengendalian Demam Berdarah menggunakana Bacillus Thuringiensis H-14

pengendalian vector DBD secara biologis dengan menggunakan patogen Bacilus thuringiensis H-14 aman untuk digunakan oleh manusia, karena toksin yang dikandungnya labil terhadap cahaya dan dirusak oleh sinar matahari. Formulasi batang (briket) yang tampak mempunyai aktivitas residu lebih besar tersedia secara komersial sehingga dapat digunakan dengan aman dalam air minum.

Simpulan
 Dosis efektif dari thermal fogging dalam pengendalian aedes aegypti sebagai vector demam berdarah dengue yaitu insektisida LADEN 500EC (b.a Malathion 500 g/l) dosis 750 dan 1000 ml/ha baik dilarutkan dalam solar maupun air.  Larva Ae. Aegypti rentan terhadap B. thuringiensis H-14 sehingga dapat digunakaln sebagai salah satu pengendalian vector secara biologis.  Dampak kesehatan dari insektisida LADEN 500EC (b.a Malathion 500 g/l) yaitu merupakan polutan dan mnyebabkan berbagai kelainan dalam tubuh manusia. Sedangkan menggunakan B. thuringiensis H-14 aman bagi kesehatan dan lingkungan, hingga saat ini, belum ada dampak negatif yang spesifik dari penggunaan B. thuringiensis H-14.  Karena thermal fogging memiliki dampak terhadap kesehatan maka sudah seaharusnya pengendalian demam berdarah dengue menggunakan B. thuringiensis H-14 karena tidak memiliki dampak negative terhadap kesehatan.

Saran
 Thermal fogging menggunakan LADEN 500EC (b.a Malathion 500 g/l) dilakukan hanya pada lokasi yang sedang terjadi penularan demam berdarah dengue dan harus didahuli dan diikuti gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serentak.  Pemerintah memberikan penyuluhan pada masyarakat untuk memanfaatkan makhluk hidup yang ada disekitar sebagai upaya pengendalian vektor secara biologis. Dan masyarakat harus senantiasa menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari faktor penyebab penyakit, terutama yang disebabkan oleh nyamuk.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->