P. 1
MAKALAH 2 IBD MEMBENTUK KARAKTER MAHASISWA BERBUDAYA DI UNIVERSITAS GUNADARMA

MAKALAH 2 IBD MEMBENTUK KARAKTER MAHASISWA BERBUDAYA DI UNIVERSITAS GUNADARMA

|Views: 246|Likes:
Published by anon_119497974

More info:

Published by: anon_119497974 on Oct 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/21/2012

pdf

text

original

Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar Dosen : Muhammad Burhan Amin

Topik Makalah Membentuk Karakter Mahasiswa Berbudaya di Universitas Gunadarma Kelas : 1-EA18 Tanggal Penyerahan Makalah : 22 Oktober 2012 Tanggal Upload Makalah : 23 Oktober 2012

PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.
Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.

Penyusun
NPM 13212593 Nama Lengkap IKLIMA FITRI RAHMATIAH Tanda Tangan

Program Sarjana Ekonomi Manajemen UNIVERSITAS GUNADARMA

1|Page

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kehadirat ALLAH SWT atas segala rahmat dan karunia-NYA sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat pada waktunya. Makalah ini membahas tentang “ Membentuk Karakter Mahasiswa Berbudaya di Universitas Gunadarma “ dimaksud untuk memenuhi tugas softskill. Penyusunan makalah ini dapat terselesaikan berkat bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu saya mengucapkan banyak terima kasih. Mohon maaf jika dalam penulisan makalah yang berjudul “ Membentuk Karakter Mahasiswa Berbudaya di Universitas Gunadarma “ masih banyak terdapat kekurangan, karena saya masih dalam tahap belajar. Saya mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun. Akhirnya saya berharap semoga makalah ini dapat memberikan Informasi yang bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan dan dapat menambah khasanah pengetahuan khususnya dalam bidang pendidikan.

Bekasi, Oktober 2012

Penulis

2|Page

DAFTAR ISI PERNYATAAN............................................................................................................ KATA PENGANTAR.................................................................................................... DAFTAR ISI................................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang................................................................................................. 2. Tujuan.............................................................................................................. 3. Sasaran............................................................................................................. BAB II PERMASALAHAN 1. Kekuatan ( strength)....................................................................................... 6 4 5 5 1 2 3

2. Kelemahan ( weakness).................................................................................... 7 3. Peluang ( oppurtinity )...................................................................................... 7 4. Tantangan / Hambatan ( Threats ).................................................................... 8 BAB II KESIMPULAN 1. Kesimpulan........................................................................................................ 9 2. Rekomendasi..................................................................................................... 9 REFERENSI....................................................................................................................... 10

3|Page

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan mendasar bagi dunia pendidikan adalah bagaimana menyiapkan generasinya yang cerdas dan memiliki karakter yang kuat untuk membangun bangsanya ke arah yang lebih baik. Sejalan dengan Rencana Strategis Kemendiknas 2010-2014 yang telah mencanangkan visi penerapan pendidikan karakter (Kemendiknas, 2010), maka diperlukan kerja kerassemua pihak, terutama di lembaga-lembaga pendidikan formal, termasuk lembaga pendidikan di Perguruan Tinggi. Di Perguruan Tinggi, Pendidikan karakter merupakan tahapan pembentukan karakter yang tidak kalah pentingnya dari pembentukan karakter pada tahapan pendidikan sebelumnya, yaitu di lingkungan keluarga dan di lingkungan tingkat sekolah. Oleh sebab itu, semestinya setiap Perguruan Tinggi memiliki pola pembentukan karakter mahasiswa sesuai dengan visi, misi, dan karakteristik Perguruan Tinggi masing-masing. Pendidikan karakter di Perguruan Tinggi adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga civitas akademika Perguruan Tinggi yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai terpuji, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia seutuhnya. Pendidikan karakter di Perguruan Tinggi perlu dirancang secara utuh. Saat mahasiswa baru memasuki wilayah kampusnya sebagai mahasiswa, disetiap fakultas, jurusan-jurusan, di berbagai aktivitas atau kegiatan organisasi baik intra maupun ekstra kampus, semua kegiatannya harus dirancang sedemikian rupa secara utuh untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh masing-masing Perguruan Tinggi. Dalam pendidikan karakter di Perguruan Tinggi, semua komponen harus dilibatkan secara optimal, komponen penyelenggara dan tenaga kependidikan seperti pimpinan Rektor, Dekan, Ketua Jurusan, dosen dan karyawan, kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengelolaan mata kuliah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan baik intra maupun ekstra kampus, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan ethos kerja seluruh civitas akademika dan lingkungan Perguruan Tinggi secara bersinergis harus saling mendukung terselenggaranya pendidikan karakter dengan baik. Intinya, semua faktor yang dapat mempengaruhi hasil pendidikan karakter yang diinginkan harus terlibat dengan baik.
4|Page

1.2 Tujuan      Melaksanakan tugas mata kuliah ilmu budaya dasar Menambah wawasan baik untuk penulis ataupun pembaca Memberikan sedikit gambaran kepada mahasiswa untuk berperilaku berbudaya didalam lingkungan Universitas Gunadarma Menyampaikan kepada mahasiswa untuk menanamkan nilai-nilai terpuji dalam segala hal. Membentuk karakter mahasiswa sesuai dengan visi-misi Universitas Gunadarma

1.3 Sasaran Sasaran dalam penulisan makalah ini adalah membentuk karakter mahasiswa di Perguruan Tinggi khususnya di Universitas Gunadarma untuk berperilaku sesuai nilai-nilai kebudayaan. baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia yang seutuhnya.

5|Page

BAB II PERMASALAHAN

Analisa SWOT (Streangth, Weakness, Oppurtunity, Threats ) adalah sebuah bentuk analisa situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi gambaran). Analisa ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai sebagai faktor masukan, yang kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing. Analisa ini terbagi atas empat komponen dasar yaitu : 1. S = Strength adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari Keadaan Kebudayaan pada saat ini 2. W = Weakness adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan dari Keadaan Kebudayaan pada saat ini. 3. O = Opportunity adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang di luar organisasi dan memberikan peluang berkembang bagi Keadaan dalam hal ini kebudayaan Indonesai di masa depan. 4. T =Threat adalah situasi yang merupakan ancaman bagi Kebudayaan yang datang dari luar Kebudayaan dan dapat mengancam eksistensi Kebudayaan di masa depan 2.1 Strength  Menjadi mahasiswa yang berkarakter. Mahasiswa berkarakter merupakan mahasiswa yang memiliki sifat dan sikap yang memegang teguh nilai-nilai luhur yang baik dan membaikan serta menjadikan suri tauladan bagi yang lain serta kehadirannya bisa mengispirasi orang lain yang mengikuti kebaikan yang melekat pada dirinya.  Menjadi Manusia be a-star Mahasiswa yang merupakan asset bangsa dan pelopor perubahan (agent of change). Status tersebut menuntut para remaja memiliki berbagai pola perilaku, sikap dan pemikiran yang berbeda dengan remaja yang tidak memiliki status social sebagai mahasiswa.  Pentingnya pergaulan sehat. Setiap kampus memiliki nilai-nilai tersendiri untuk ditanamkan. Ajang Ospek biasanya digunakan sebagai awal untuk menanamkan dan

6|Page

memperkenalkan budaya khas dari masing-masing kampus. Pada sebagian besar kampus, mahasiswa berpakaian bebas. “kebebasan ini kadang-kadang tidak siap diterima mahasiswa baru. Sehingga, tata cara berbusana pun kerap melanggar budaya kampus. Semua itu bisa saja terjadi karena dalam aktifitas pembelajaran di perguruan tinggi, mahasiswa akan menghadapi berbagai situasi dan kondisi yang menuntut adanya penampilan yang sesuai dengan status perguruan tinggi sebagai tempat pembelajaran formal di dunia pendidikan 2.2 Weakness  Kurangnya pendidikan agama Kurangnya nilai agama di kalangan pelajar saat ini, menjadi pemicu utama terjadinya tawuran antar mahasiswa yang kembali marak terjadi. Pendidikan agama menjadi sangat penting dalam membentuk akhlak dan moral generasi muda.  Banyaknya mahasiswa yang menonjolkan budaya-budaya luar Tekonologi informasi semakin maju dan tidak terbendung lagi lajunya, apalagi segala macam bentuk dan alat informasi itu dapat didapatkan dengan mudah dan merubah sikap mereka layaknya hidup di luar negeri.  Kurangnya beradaptasi dengan lingkungan kampus Lingkungan yang menuntut mahasiswa tersebut untuk lebih mandiri, lebih inisiatif, lebih dewasa, dan lebih matang dalam berpikir dan berperilaku. Hal ini bukan merupakan proses yang mudah. 2.3 Opportunity  Adanya organisasi-organisasi kampus Adanya Organisasi Sebagai Tempat Berkreasi dan Menampung Aspirasi dengan banyaknya organisasi mahasiswa/i dapat mengeluarkan saran-saran yang dapat bermanfaat dalam pelestarian nilai budaya.  Mengahadiri seminar yang diadakan di kampus Dengan adanya seminar yang diadakan di kampus. Mahasiswa akan mendapatkan pengetahuan yang nantinya bisa diterapkan dalam kehidupan masing-masing mahasiswa.  Pentingnya belajar mengatur waktu

7|Page

Dengan membiasakan membagi waktu antara tugas dengan kegiatan kegiatan lain diluar kegiatan akademik dapat berjalan sama-sama lancar dan tidak ada yang terbengkalai, manajemen waktu yang baik mutlak harus dilakukan oleh mahasiswa agar keduanya tidak terbengkalai. 2.4 Threats  Kurangnya kesadaran mahasiswa Kurangnya kesadaran serta minat sebagian besar mahasiswa/i dalam menerapkan teknologi informasi dalam melestarikan nilai-nilai budaya.  Media informasi yang sering disalahgunakan oleh mahasiswa Dengan tidak terbatasnya dalam pencarian informasi sering disalahgunakan dalam pemakaiannya.  Melanggar aturan-aturan yang dibuat dikampus Mahasiswa yang melanggar aturan-aturan yang dibuat dikampus merupakan mahasiswa yang pengetahuan tentang nilai-nilai budayanya sangat minim.

8|Page

BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 3.1 Kesimpulan Di Universitas Gunadarma, Pendidikan karakter merupakan tahapan

pembentukan karakter yang tidak kalah pentingnya dari pembentukan karakter pada tahapan pendidikan sebelumnya, yaitu di lingkungan keluarga dan di lingkungan tingkat sekolah. Oleh sebab itu, semestinya setiap Perguruan Tinggi memiliki pola pembentukan karakter mahasiswa sesuai dengan visi, misi, dan karakteristik Perguruan Tinggi masing-masing.

3.2 Rekomendasi  Karakter yang dimiliki bakal menunjukkan kesungguhan diri, Setidaknya nilai budaya perguruan tinggi baru akan bermakna tinggi dan berkarakter manakala semua civitas akademika yang ada mampu menjadikan nilai-nilai luhur yang baik dan membaikan yang berakhlak mulia, cakap, percaya diri sendiri berguna bagi masyarakat dan Negara.  Setiap mahasiswa berbeda dalam menghadapi lingkungan yang kompleks ini. Artinya dalam proses interaksi dengan lingkungannya, mahasiswa bertujuan untuk memenuhi kebutuhannya. Dan dalam pemenuhan kebutuhan tersebut, perilaku yang dimunculkan akan berbeda dalam menghadapi sesuatu, ada mahasiswa yang bersikap asertif untuk memenuhi tuntutan lingkungannya, akan tetapi ada banyak pula yang tidak.  Mahasiswa yang ikut organisasi kampus umumnya memiliki sikap dan karakter yang lebih aktif dibanding mereka yang tidak ikut organisasi. Mereka lebih banyak terlatih dalam mengutarakan pendapat di hadapan orang lain ataupun menggerakkan dan mengarahkan teman-teman sesama anggota ketika organisasi sedang mengadakan suatu acara  Diusahakan untuk para mahasiswa agar memanfaatkan teknologi sebagai pengembang wawasan dan menjaga agar nilai-nilai budaya tidak hilang akibat teknologi tersebut.

9|Page

REFERENSI http://www.koranpendidikan.com/view/1653/budaya-perguruan-tinggi-yang-berkarakter.html http://yahyadfirst683.blogspot.com/2012/06/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html http://www.binuscareer.com/Article.aspx?id=r4YXgd82%2FR3zTdk8%2BP8U2Q%3D%3D

10 | P a g e

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->