KUMPULAN TUGAS KULIAH JURUSAN EKONOMIKA DAN BISNIS ISLAM STAIN SURAKARTA IMPLEMENTASI PEMBIAYAAN MUSYARAKAH DI BANK SYARIAH

INDONESIA
Muhammad Syihab Habib Kamaludin

Oka_muhammad@yahoo.co.id STAIN SURAKARTA 2010

Sesungguhnya agama yang diridhoi di sisi Allah adalah agama Islam, bahwa agama Islam adalah cara hidup yang koheren, dirancang untuk kebahagiaan di dunia maupun di akhirat, dengan cara menciptakan keharmonisan antara kebutuhan moral dan material manusia dan aktualisasi keadilan sosial ekonomi serta persaudaraan dalam masyarakat manusia. Hal ini menunjukan bahwa Islam merupakan ajaran agama yang memiki ajaran yang bersifat rahmatan lil alamin. Dalam aplikasinya, ajaran Islam sangat kompleks membahas tentang kehidupan manusia yang mampu diatasi dengan baik. Baik dari segi ekonomi, politik, sosial, kesehatan, dan banyak hal lagi yang dibahas dalam Islam baik keduniaan (Duniawi) maupun keakhiratan (Ukhrowi). Dalam pandangan sosialis, kkeadaan suatu Negara tau tumbuh kembang suatu negara ditentukan dari tumbuh kembang tingkat perekonmian Negara tersebut. Akan tidak begitu dengan Islam, dalam makroekonomi Islam, dijelaskan bahwa tolak ukur suatu Negara di ukur melalui kesejahteraan masyarakatnya dalam skala mikro ataupun makro. Dalam mendukung perkembangan kesejahteraan masyarakat suartu negara, lembaga keuangan syari’ah baik bank maupun non bank sangat beperan penting . Hal ini dapat dilihat dari kejadian yang menimpa Indonesia pada tahun 1998 dimana unit usaha yang mampu bertahan adalah usaha yang mampu mempertahankan

kredibilitasnya dalam perekonomian makro dan salah satunya adalah BMT yang membantu menyelamatkan Negara dari inflasi yang sangat tinggi pada saat itu. Peran bank syariah disini adalah sebagai penyalur dana masyarakat dan didalamnya banyak akad yang dianut untuk memperjelas aliran dana atau cashflow dana

1

2001. • Setiap pemilik modal dianggap mengakhiri kerjasama apabila: 1) Menarik diri dari perserikatan. syirkah atau musyarakah berarti mencampur. seperti: . . Dalam hal ini mencampur satu modal dengan modal yang lain sehingga tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Musyarakah. 2) Meninggal dunia. 2 . • Pemilik modal dipercaya untuk menjalankan proyek musyarakah tidak boleh melakukan tindakan.Menjalankan proyek musyarakah dengan pihak lain tanpa ijin pemilik modal lainnya. Pengertian Syirkah/Musyarakah 1 Secara bahasa.Menggabungkan dana proyek dengan harta pribadi . .KUMPULAN TUGAS KULIAH JURUSAN EKONOMIKA DAN BISNIS ISLAM STAIN SURAKARTA masyarakat. Dalam istilah fikih syirkah adalah suatu akad antara dua orang atau lebih untuk berkongsi modal dan bersekutu dalam keuntungan. 1 Muhammad Syafi’i Antonio. • Setiap pemilik modal berhak turut serta dalam menentukan kebijakan usaha yang dijalankan oleh pelaksana proyek.Setiap pemilik modal dapat mengalihkan penyertaan atau digantikan oleh pihak lain. Bank Syariah dari Teori ke Praktik. Dalam kasusu kali ini akad musyarakah adalah sebagai objek pembahasan dan bagaimana aplikasinya dalam realitas A. • Biaya yang timbul dalam pelaksanaan proyek dan jangka waktu proyek harus diketahui bersama. Jakarta : Gema Insani.Memberi pinjaman kepada pihak lain. 3) Menjadi tidak cakap hukum. adalah kerjasama dalam suatu usaha oleh dua pihak Ketentuan Umum dalam akad musyarakah adalah sebagai berikut: • Semua modal disatukan untuk dijadikan modal proyek musyarakah dan dikelola bersama-sama.

c. H.com/?article?/syirkah_musyarakah2 3 . Jika keduanya atau salah satu dari keduanya telah berkhianat. Ayat ini sebenarnya tidak memberikan landasan syariah bagi semua jenis syirkah. Ijma’ Kaum Muslimin telah sepakat dari dulu bahwa syirkah diperbolehkan. maka Allah meninggalkan mereka dengan tidak memberikan berkah dan pertolongan sehingga perniagaan itu merugi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Rasulullah telah memebrikan ketetapan kepada mereka. An-Nisa’ : 12. Landasan Syariah 2 Akad syirkah ini mendapatkan landasan syariahnya dari al-Qur’an. maka Aku keluar dari perkongsian itu”. ia hanya memberikan landasan kepada syirkah jabariyyah (yaitu perkongsian beberapa orang yang terjadi di luar kehendak mereka karena mereka sama-sama mewarisi harta pusaka). penjagaanNya dan bantuanNya. R. Dari Al-Qur’an ” Maka mereka berserikat dalam sepertiga” Q. Arti hadist ini adalah bahwa Allah SWT akan selalu bersama kedua orang yang berkongsi dalam kepengawasanNya. b. Jika salah satu dari keduanya telah mengkhianatinya. 2 http//www. a. Abu Dawud dan al-Hakim. Allah akan memberikan bantuan dalam kemitraan ini dan menurunkan berkah dalam perniagaan mereka. Dari Sunnah Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah SWT telah berfirman : Aku adalah mitra ketiga dari dua orang yang bermitra selama salah satu dari kedunya tidak mengkhianati yang lainnya.S. hadist dan ijma’. Di samping itu masih banyak hadis yang lain yang menceritakan bahwa para sahabat telah mempraktekkan syirkah ini sementara Rasulullah SAW tidak pernah melarang mereka. shariahlife. hanya saja mereka berbeda pandangan dalam hukum jenis-jenis syirkah yang banyak variasinya itu.KUMPULAN TUGAS KULIAH JURUSAN EKONOMIKA DAN BISNIS ISLAM STAIN SURAKARTA 1.

Syirkah ‘Inan Syirkah ‘Inan merupakan suatu akad di mana dua orang atau lebih berkongsi dalam modal dan sama-sama memperdagangkannya dan bersekutu dalam keuntungan. Abdan. Syarat-syarat umum syirkah/musyarakah a.KUMPULAN TUGAS KULIAH JURUSAN EKONOMIKA DAN BISNIS ISLAM STAIN SURAKARTA 2. Mereka hanya bermodalkan nama baik yang diraihnya karena kepribadiannya dan kejujurannya dalam berniaga. d. 3. c. Mufawadhoh. Sedangkan syirkah uqud adalah perkongsian yang terjadi karena kesepakatan dua orang atau lebih untuk berkongsi modal. maka hal itu akan dibagi bersama menurut saham dan kesepakatan masing-masing. Hal ini penting karena dalam kenyataan. dan Wujuh. sering kali satu 4 . Syirkah kepemilikan ini ada dua macam yaitu ikhtiari dan jabari. Profesi dan keahlian ini bisa sama dan bisa juga berbeda. Syirkah uqud ini memiliki banyak variasi yaitu syirkah ‘Inan. Syirkah Mufawadhoh Syirkah ini dinamakan syirkah mufawadhoh karena modal yang disetor para patner dan usaha fisik yang dilakukan mereka sama atau proporsional. Jenis-jenis Syirkah/Musyarokah Pada prinsipnya syirkah itu ada dua macam yaitu Syirkah amlak (kepemilikan) dan syirkah Uqud (terjadi karena kontrak). b. Syirkah Wujuh Syirkah ini dibentuk tanpa modal dari para patner. kerja atau keahlian dan jika perkongsiannya itu menghasilkan untung. Syirkah Abdan (A’mal) Syirkah ini dibentuk oleh beberapa orang dengan modal profesi dan keahlian masing-masing. a. Ikhtiyari terjadi karena karena kehendak dua orang atau lebih untuk berkongsi sedangkan jabari terjadi karena kedua orang atau lebih tidak dapat mengelak untuk berkongsi misalnya dalam pewarisan. Jenis usaha fisik yang dilakukan dalam syirkah ini harus dapat diwakilkan kepada orang lain.

2. 2) syarat sahnya akad. c. Modal harus berupa uang kontan. Dalam pembagian proporsi keuntungan harus dipernuhi hal-hal berikut: a. Karena syirkah ini dapat diwujudkan dengan akad dan bukan dengan modal. 3) syarat terealisasinya akad. hal 53-58 5 . B. 2008. Tidak disyaratkan modal yang disetor oleh para patner itu dicampur satu sama lain. Jika syarat ini tidak ada dalam jenis usaha. Keuntungan yang didapat nanti dari hasil usaha harus diketahui dengan jelas. Syarat akad. Masing-masing partner harus mengetahui saham keuntungannya seperti 10% atau 20 % misalnya. maka otomatis empat syarat akad yaitu 1) syarat berlakunya akad. Tidak diperbolehkan modal masih berupah utang atau uang yang tidak dapat dihadirkan ketika akad atau beli. Keuntungan harus disebar kepada semua patner. Karena barang-barang ini tidak dapat dijadikan ukuran sehingga akan menimbulkan persengketaan di kemudian hari karena keuntungan yang dihasilkannya juga menjadi tidak jelas proporsinya dengan modal yang disetor akibat sulitnya dinilai. Syarat dan Ketentuan Pokok Musyarakah 3 1. Syarat-syarat khusus a. Jika proporsi belum ditetapkan.KUMPULAN TUGAS KULIAH JURUSAN EKONOMIKA DAN BISNIS ISLAM STAIN SURAKARTA patner mewakili perusahaan untuk melakukan dealing dengan perusahaan lain. b. Tidak diperbolehkan modal dalam bentuk harta yang tidak bergerak atau barang. Karena musyarakah merupakan hubungan yang dibentuk oleh para mitra melalui kontrak/akad yang disepakati bersama. maka akan sulit menjalankan perusahaan dengan gesit. b. Akad dan Produk Bank Syariah. 3 Ascarya. akad tidak sah menurut syariah. Modal yang disetor harus berupa barang yang dihadirkan. Pembagian proporsi keuntungan. 4) syarat lazim juga harus dipenuhi. Proporsi keuntungan yang dibagikan kepada para mitra usaha harus disepakati di awal kontrak/ akad.

4. jika seorang mitra menyertakan 40% modal. Hal ini berarti bahwa akad musyarakah hanya dapat dengan uang dan tidak dapat dengan komoditas. porsi keuntungan dan kerugian dari masing-masing mitra harus sesuai dengan porsi penyertaan modalnya. Dalam kasus seperti ini sleepimh 6 . c. a. b. dan tidak ditetapkan berdasarkan modal yang disertakan. Sifat modal. Prinsip normal dari musyarakah bahwa setiap mitra mempunyai hak untuk ikut serta dalam manajemen dan bekerja utuk usaha patungan ini. mitra yang memutuskan menjadi sleeping partner. Imam Ahmad berpendapat bahwa proporsi keuntungan dapat pula berbeda dari proporsi modal yang mereka sertakan. menurut Imam Syafi’i. Pembagian kerugian. 5. 6. akad musyarakah tidak sah. Rasio/ nisbah keuntungan untuk maing-masing mitra usaha harus ditetapkan sesuai dengan keuntungan nyata yang diperoleh dari usaha. Apabila tidak demikian. para mitra dapat pula sepakat bahwa manajemen perusahaan akan dilakukan oleh salah satu dari mereka. Imam Abu Hanifah. berpendapat bahwa proporsi keuntungan dapat berbeda dari proporsi modal pada kondisi normal. 3.KUMPULAN TUGAS KULIAH JURUSAN EKONOMIKA DAN BISNIS ISLAM STAIN SURAKARTA b. yang dapat dikatakan sebagai pendapat tengah-tengah. Namun demikian. Manajemen musyarakah. maka dia harus menanggung 40% kerugian. Para ahli hukum Islam sepakat bahwa setiap mitra menanggung kerugian sesuai dengan porsi investasinya. Penentuan proporsi keuntungan. Namun demikian. dan mitra lain tidak akan menjadi bagian manajemen dari musyarakah. tidak kurang. Sebagian besar ahli hukum Islam berpendapat bahwa modal yang diinvestasikan oleh setiap mitra harus dalam bentuk modal likuid. Jadi. proporsi keuntungannya tidak bleh melebihi proporsi modalnya. Oleh karena itu. Tidak ada bagian modal yang berbentuk natura. tidak lebih. Imam Malik dan Imam Syafi’i berpendapat bahwa proporsi keuntungan dibagi di antara mereka menurut kesepakatan yang ditentukan sebelumnya dalam akad sesuai dengan proporsi modal yang disertakan. Dalam menentukan proporsi keuntungan terdapat beberapa pendapat dari para ahli hukum Islam sebagai berikut.

peralatan.KUMPULAN TUGAS KULIAH JURUSAN EKONOMIKA DAN BISNIS ISLAM STAIN SURAKARTA partners akan memperoleh bagian keuntungan sebatas investasinya. maka kontrak musyarakah berakhir. Musyarakah menurun Bentuk akad lain yang merupakan pengembangan dari musyarakah adalah musyarakah menurun. sebagai klien. Jika salah seorang mitra ingin mengakhiri musyarakah sedangkan mitra lain ingin tetap meneruskan usaha. Bentuk-Bentuk Musyarakah 1. a. kemudian dibagi ke dalam beberapa unit dan disepakati bahwa pihak kedua. Pada kerjasama ini. Bagian asset pihak pertama. Mitra yang ingin tetap menjalankan usaha dapat membeli saham/ bagian dari mitra yang ingin berhenti karena berhentinya seorang mitra dari musyarakah tidak berarti bahwa mitra lain juga berhenti. dua pihak bermitra untuk kepemilikan bersama suatu asset dalam bentuk property. 2. Ahli warisnya memiliki pilihan untuk menarik bagian modalnya atau meneruskan kontrak musyarakah. c. maka hal ini dapat dilakukan dengan kesepakatan bersama. Musyarakah tetap Bentuk akad musyarakah yang paling sederhana adalah musyarakah tetap ketika jumlah dan porsi modal yang disertakan oleh masing-masing mitra tetap selama periode kontrak. Jika salah seorang mitra menjadi hilang ingatan atau menjadi tidak mampu melakukan transaksi komersial. Penghentian musyarakah. dan proporsi keuntungannya hanya sebatas proporsi penyertaan modal. perusahaan. b. atau lainnya. Setiap mitra memiliki hak untuk mengakhiri musyarakah kapan saja setelah menyampaikan pemberitahuan kepada mitra lain. akan 7 . sebagai pemodal. Musyarakah akan berakhir jika salah sati dari peristiwa berikut terjadi.kontrak dengan almarhum tetap berakhir/ dihentikan. Jika salah seorang mitra meninggal pada saat musyarakah masih berjalan. 7. C. 8. Penghentian musyarakah tanpa menutup usaha.

Keuntungan yang dihasilkan pada tiap-tiap periode dibagi sesuai porsi kepemilikan asset masingmasing pihak saat itu. tana unsure-unsur yang dilarang dalam syariah. nasabah harus membayar sejumlah sewa kepada bank syariah hingga berakhirnya batas kepemilikan bank syariah. Adapun besaran kepemilikan dapat ditentukan sesuai dengan sejumlah modal atau dana yang disertakan dalam kontrak kerjasama tersebut. M. hal 217-218 8 . http://scrib.Sc. Ph. Implementasi dalam operasional perbankan syariah adalah merupakan kerjasama antara bank syariah dengan nasabah untuk pengadaan atau pembelian suatu barang (benda). Pembayaran angsuran merupakan bentuk pengambilalihan porsi kepemilikan bank syariah.com/Makalah%20Musyarakah%20Mutanaqishah_Nadratuzzaman 5 Ascarya. Akad dan Produk Bank Syariah.D. M. yang dalam dunia modern biasa disebut modal ventura. 2008. Musyarakah mutanaqishah Salah satu bentuk musyarakah yang berkembang belakangan ini adalah musyarakah mutanaqishah . 4 4 Dr. Selain sejumlah angsuran yang harus dilakukan nasabah untuk mengambil alih kepemilikan. 3. Dimana asset barang tersebut jadi milik bersama. Nadratuzzaman Hosen.. Sedangkan pembayaran sewa adalah bentuk keuntungan (fee) bagi bank syariah atas kepemilikannya terhadap aset tersebut. Hingga angsuran berakhir berarti kepemilikan suatu barang atau benda tersebut sepenuhnya menjadi milik nasabah. Selanjutnya nasabah akan membayar (mengangsur) sejumlah modal/dana yang dimiliki oleh bank syariah. yaitu suatu penyertaan modal secara terbatas dari mitra usaha kepada perusahaan lain untuk jangka waktu tertentu.KUMPULAN TUGAS KULIAH JURUSAN EKONOMIKA DAN BISNIS ISLAM STAIN SURAKARTA membeli bagian asset pihak pertama unit demi unit secara periodic sehingga akan meningkatkan bagian asset pihak kedua sampai semua unit milik pihak pertama terbeli semua dan asset sepenuhnya milik ihak kedua. Ir. Pembayaran sewa dilakukan bersamaan dengan pembayaran angsuran. Pembayaran sewa merupakan bentuk kompensasi kepemilikan dan kompensasi jasa bank syariah. Ms. Penurunan porsi kepemilikan bank syariah terhadap barang atau benda berkurang secara proporsional sesuai dengan besarnya angsuran. Perpindahan kepemilikan dari porsi bank syariah kepada nasabah seiring dengan bertambahnya jumlah modal nasabah dari pertambahan angsuran yang dilakukan nasabah.

Pengelolaan usaha Seluruh pihak (partner musyarakah) Pembagian hasil Pembayaran bagi hasil dan perhitungan profit rate Profit and loss sharing Dilakukan satu kali diakhir periode. perbankan syariah di Indonesia mempraktikkan pembiayaan musyarakah yang tidak sama persis dengan konsep klasik musyarakah. (i) bagi hasil dibayar periodik sesuai denga periode angsuran pokok dan profit rate dihitung dari jumlah nominal bagi hasil per dana awal 100% atau (ii) bagi hasil dibayar periodik sesuai dengan periode angsuran pokok dan profit rate dihitung dari jumlah nominal dari bagi hasil yang di-discount karena menurunnya share dana bank dalam usaha nasabah.KUMPULAN TUGAS KULIAH JURUSAN EKONOMIKA DAN BISNIS ISLAM STAIN SURAKARTA D. Kolateral Tanpa jaminan Dengan jaminan Sebagian besar kasus hanya bank yang memberikan kontribusi dana. Hanya nasabah bank (mushaib) Praktik di Indonesia Pembiayaan atau penyediaan fasilitas Sumber: buchori. dimana masing-masing pihak memberikan 9 . (2004) Dalam aplikasi perbankan.al. Profit rate dihitung satu kali diakhir atas dasar 100% nilai penempatan dana investor sejak awal periode perjanjian. Untuk pokok yang diangsur. Praktik Pembiayaan Musyarakah di Perbankan Syariah Indonesia Musyarakah dalam kenyataannya. musyarakah adalah kerjasama antara pemilik modal atau bank dengan pedagang/pengelola. Perbedaan karakteristik pokok pembiayaan musyarakah dalam literature klasik dan praktik di Indonesia adalah sebagai berikut: 5 Karakteristik pokok Tujuan transaksi Praktik klasik Investasi bersama (kontribusi dana) serta pengelolaan bersama Para pihak berkontribusi dana. et. Revenue sharing Untuk satu kali angsuran pokok: bagi hasil dibayar secara periodik sesuai perjanjian dan profit rate dihitung atas dasar jumlah nominal bagi hasil per dana awal yang masih 100% digunakan oleh nasabah.

usaha atas dasar kontrak. dan Implementase Operasional Bank Syariah. Jenis usaha yang dapat dibiayai antara lain perdagangan.Produk. Jenis Dokumen Surat Permohonan Musyarakah (SPM) Data Perusahaan/Pengelola Spesifikasi Proyek Surat Persetujuan Musyarakah (SPM) Akad Musyarakah Tanda Terima Uang Oleh Nasabah (TTUON) 5. dan lain-lain berupa modal kerja dan investasi. Keterangan dokumentasi dan flowchart 6 Tim Pengembangan Perbankan Syariah Institut Bankir Indonesia. industri/manufacturing.KUMPULAN TUGAS KULIAH JURUSAN EKONOMIKA DAN BISNIS ISLAM STAIN SURAKARTA kontribusi modal dengan keuntungan dibagi menurut kesepakatan di muka dan apabila rugi ditanggung oleh kedua belah pihak yang bersepakat. Pengikat Jaminan Surat Permohonan Realisasi Musy(SPRM) 10 8 Tanda terima uang oleh nasabah Setuju realisasi pembayaran 9 Dokumentasi Nomor 1. (SPRM) 5 yes 7 Akad musy. Konsep. 10. Flowchat Musyarakah 6 MUSYARAKAH NASABAH ACCOUNT OFFICER KOMITE UNIT SUPPORT ANALISA YURIDIS nasabah proyek 4 3 2 SPM Data perusahaan Spesifikasi proyek 1 ANALISA nasabah proyek Persetujuan jumlah nisbah/waktu 6 Setuju lengkapi dokumen Surat persetujuan musy. 2003.hal 185-188 10 .

Jumlah modal bank Jangka waktu kerjasama musyarakah Nisbah bagi hasil dari keuntungan atau pendapatan proyek Persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi nasabah. Bila proyek nasabah dianggap tidak layak. (2) account officer/marketing akan menganalisa kelayakan bisnis nasabah. dan account officer menyampaikan penolakan proyek tersebut kepada nasabah. 11 . juga kelengkapan dokumentasi perusahaan dalam bidang hukum. Bila perlu bank juga dapat meminta bantuan pihak ketiga atau menempatkan pegawai bank dalam proyek untuk mengawasi perkembangan proyek. historis usaha nasabah baik dari segi kualitatif dan kuantitatif serta kelayakan proyek/usaha yang akan dikerjakan oleh nasabah. dan bank checking atas nasabah. Bila permintaan nasabah dianggap layak dan memenuhi kriteria.KUMPULAN TUGAS KULIAH JURUSAN EKONOMIKA DAN BISNIS ISLAM STAIN SURAKARTA Nasabah datang ke bank dengan membawa (1) Surat Permohonan Musyarakah (SPM) dalam surat ini nasabah menjelaskan kebutuhan dana sebagai modal kerja untuk suatu proyek tertentu. Selain SPM. Kemudian account officer akan melakukan presentasi proyek tersebut kepada (4) komite pembiayaan untuk memperoleh persetujuan. Pengalaman nasabah dalam proyek sejenis dan sumber dana untuk mengembalikan modal tersebut kepada bank. Nasabah menjelaskan tentang proyek yang akan dikerjakan. pihak-pihak yang terlibat. komite akan memberikan persetujuan yang khususnya menyangkut aspek : • • • • • Jumlah modal nasabah. dan tidak memenuhi criteria untuk dibiayai. nasabah juga menyertakan data-data perusahaan dan spesifikasi proyek. maka seluruh dokumen harus dikembalikan pada nasabah. dan tujuan proyek. Selanjutnya (3) bagian administrasi pembiayaan akan menganalisa nasabah dari segi yuridis maupun kelengkapan/perizinan dan keabsahan proyek. Hasil pemeriksaan (checking) bagian administrasi pembiayaan disampaikan kepada account officer/marketing bersamaan dengan analisa kualitatif dan kuantitatif.

account officer akan mengirimkan (5) Surat Persetujuan Musyarakah (SPM) kepada nasabah. Setelah meneruma dana dari bank. monitoring perkembangan proyek dan pendapatan serta biaya yang dikeluarkan. dan account officer dapat menyetujui dilaksanakannya pencairan dana kepada nasabah. Bagian administrasi pembiayaan khususnya sbunit hokum mempersiapkan (7) akad musyarakah yaitu perjanjian bagi hasil antara nasabah dengan bank dengan memperhatikan kelengkapan dokumen dan rincian/ spesifikasi proyek yang akan dibuat. Selama proyek berjalan (11) account officer diwajibkan untuk turut terlibat. Bila (6) nasabah setuju maka nasabah akan mempersiapkan kelengkapan dokumen untuk akad musyarakah. masalah jaminan tidak menjadi prioritas utama. (9) bagian administrasi pembiayaan memberikan informasi bahwa akad musyarakah telah terlaksana. Setelah menerima surat persetujuan musyarakah dari bank. serta segala ketentuan terms and conditions yang telah disepakati antara nasabah dan bank.KUMPULAN TUGAS KULIAH JURUSAN EKONOMIKA DAN BISNIS ISLAM STAIN SURAKARTA Dalam pembiayaan musyarakah. Setalah akad musyarakah ditandatangni nasabah diminta untuk mengeluarkan (8) Surat Permohonan Reaslisasi Musyarakah (SPRM). Berdasarkan persetujuan komite. nasabah dapat menyetujui atau tidak menyetujui persyaratan-persyaratan ataupun nisbah bagi hasil yang diajukan noleh bank. Isi SPRM adalah meminta pencarian dana untuk dimulainya pelaksanaan proyek. namun feasibility dan pengelolaan proyek yang menjadi tolok ukur keberhasilan proyek. Selain itu bank meminta kelengkapan dokumen lainnya bila masih dibutuhkan. (14) pembayaran pokok/pengembalian pokok dilakukan dia khir periode selesainya jangka waktu musyarakah. 12 . Setelah (12) proyek berjalan nasabah akan melakukan (13) pembayaran bagi hasil kepada bank sesuai nisbah yang telah disepakati bersama. nasabah akan menyerahkan (10) Tanda Terima Uang Oleh Nasabah (TTUON) kepada bank. Isi Surat persetujuan musyarakah adalah menyetujui pemberian fasilitas musyarakah pada nasabah dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh komite.

hal 80-84 13 . Dalam proses permohonan pembiayaan musyarakah. Dengan demikian. titik berat analisis masih terfokus pada analisis kemampuan bayar dan keberadaan jaminan. Akad dan Produk Bank Syariah. Beberapa deviasi pembiayaan musyarakah yang perlu digarisbawahi adalah sebagai berikut : 7 1. Analisis yang merupakan esensi dari suatu kegiatan esensi. kesan utang piutang masih lebih kuat terasa dibandingkan kesan investasi. dapat juga orang lain yang bukan pemilik dana.Teknik Perhitungan Bagi Hasil dan Profit Margin pada Bank Syariah. maka pembayaran pokok dapat diangsur dan disimpan dalam escrow account (tidak diambil oleh bank sampai jangka waktu musyarakah selesai). Tingkat efektif pengenaan denda dalam pembiayaan musyarakah yang dikaitkan dan/atau disamakan dengan tingkat efektif nibah bagi hasil (NBH) dikhawatirkan akan tergolong pada riba fadhal. untuk menjaga terjadinya side streaming dan melihat cash flow nasabah cuku/mampu untuk mengembalikan modal. musyarakah adalah suatu teknik pembiayaan di bank syariah diantara dua atau lebih pemilik dana. 2008. 7 8 Ascarya. dan pengembalian pokok dilakukan pada akhir periode jangka waktu musyarakah. secara bersama-sama membiayai suatu usaha yang akan dijalankan oleh pelaksana. Hal-hal diatas menjadi perhatian utama dalam standardisasi akad musyarakah yang dikeluarkan Bank Indonesia dalam rangka pemurnian ketentuan syariah dengan memerhatikan syarat minimum menurut ketentuan fikih.juga telah dilakukan walaupun dalam kapasitas terbatas. Pelaksana dapat berasal dari salah satu pemilik dana. 3. hal 219 Muhammad. Namun dalam aplikasinya. Kurangnya informasi dari pihak bank untuk menjelaskan secara penuh esensi dari pembiayaan musyarakah dan keterangan lain yang berkaitan dengan keberadaan produk tersebut. 2.KUMPULAN TUGAS KULIAH JURUSAN EKONOMIKA DAN BISNIS ISLAM STAIN SURAKARTA Secara prinsip syariah selama jangka waktu musyarakah yang dibagikan kepada pemilik modal adalah bagi hasil yang dihitung dari pendapatan atau dari laba. Teknik Perhitungan Bagi Hasil Dalam Musyarakah 8 Sebagaimana diketahui.2004. E.

Berdasarkan pola ini dapat diilustrasikan kasus-kasus sebagai berikut : Tabel Perkiraan bagi hasil Shohibul maal : 1 Bulan ke Cicilan (A) 5. Seperti halnya di dalam pembiayaan mudharabah. Jumlah pembiayaan shohibul maal 1 = Rp 60. flat 14 . disamping diatur tentang hak dan kewajiban masing-masing. sementara yang lainnya idak. Dalam akad.500.000.a.000.000 1 – 12 Catatan: 1. karena salah satu sebagai pengelola. Bagi hasil tentunya tidak proporsional atas modalnya. Oleh karena itu harus pula disepakati tentang proyeksi sebagai dasar perhitungan aktualisasi yang sebenarnya terjadi. Sehingga bisa jadi pelaksana usaha bukan merupakan salah satu pemilik dana.KUMPULAN TUGAS KULIAH JURUSAN EKONOMIKA DAN BISNIS ISLAM STAIN SURAKARTA Pelaksana usaha berasal dari salah satu pemilik modal Biasanya. nasabah yang melaksanakan usaha patungan tersebut dengan sebagian modal dari calon nasabah dan sebagian dari bank syariah. juga harus disepakati tentang hasil yang akan dibagihasilkan. Jika diambil dari keuntungan maka biaya-biaya yang meragukan tidak usah diperhitungkan. Palaksana usaha bukan merupakan salah satu dari pemilik modal Pembiayaan yang melibatkan dana dari bank. biasanya diawali dengan akad. Hal yang paling penting adalah pada saat akad dilakukan telah disepakati tentang nisbah bagi hasilnya. Dari sini.000. biasanya bank tidak akan terlibat dalam pengelolaan usaha secara maksimal. di dalam pembiayaan musyarakah pun hasil usaha yang didapat adalah belum pasti.000 Perkiraan Bagi hasil (B) 500. Sebaiknya hasil yang akan dibagihasilkan diambil dari pendapatan.000 Setoran (C=A+B) 5. Perkiraan/poyeksi bagi hasil 12% p. Jangka waktu 12 bulan 3.2. tetapi tidak tertutup kemungkinan dari keuntungan.

dan pendapatan yang terkecil adalah nol. progresif. maka yang dimaksud kerugian adalah ketidakmampuan debitur membayar cicilan senilai pembiayaan yang diterimanya. Dapat dilakukan akad dengan multi-nisbah. dalam konsep musyarakah yang dibagihasilkan adalah pendapatan. 3. misalnya dalam akad disepakati: • • • Nisbah bulan 1 – 3 : 60-40 (shohibul maal – mudharib) Nisbah bulan 3 – 6 : 65-35 (shohibul maal – mudharib) Nisbah bulan 6 – 12 : 70-30 (shohibul maal – mudharib) Dengan demikian. seperti: efektif. Menentukan berakhirnya pembiayaan Pembiayaan berakhir pada saat jumlah cicilan dalam table distribusi bagi hasil sama dengan besarnya pembiayaan yang diberikan bank. maka kerugian harus ditanggung oleh shahibul maal (bank) secara proporsional dengan porsi musyarakah. kendatipun tidak wajib hukumnya. Jika pedapatan aktual lebih besar daripada proyeksi pendapatan. pelunasan kurang dari 12 bulan. kecuali kerugian tersebut timbul akibat : • • Debitur melanggar syarat yang disepakati Debitur lalai dalam menjalankan usahanya Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. grace-period. disesuaikan dengan karakteristik usaha debitur. maka perlakuan jaminan diperbolehkan dalam hal ini. Jika terjadi kerugian. maka pelunasan sama dengan 12 bulan. 15 . 2. stepup. pelunasan lebih dari 12 bulan. selama hal ini ditetapkan dengan jelas di awal. Implikasinya adalah sebagai berikut : 1.KUMPULAN TUGAS KULIAH JURUSAN EKONOMIKA DAN BISNIS ISLAM STAIN SURAKARTA Besarnya nisbah tidak harus sama setiap bulannya selama masa pembiayaan. Jika pendapatan aktual lebih kecil dari pada proyeksi pendapatan. Jika ini terjadi. Jika pendapatan aktual sama dengan proyeksi pendapatan. Oleh karena itu. semua variasi teknik perhitungan dapat diakomodir dalam perhitungan nisbah bagi hasil. sliding.

seperti: efektif. Dalam hal ini mencampur satu modal dengan modal yang lain sehingga tidak dapat dipisahkan satu sama lain. disesuaikan dengan karakteristik usaha debitur. Tingkat efektif pengenaan denda dalam pembiayaan musyarakah yang dikaitkan dan/atau disamakan dengan tingkat efektif nibah bagi hasil (NBH) dikhawatirkan akan tergolong pada riba fadhal. misalnya dalam akad disepakati: • • • Nisbah bulan 1 – 3 : 60-40 (shohibul maal – mudharib) Nisbah bulan 3 – 6 : 65-35 (shohibul maal – mudharib) Nisbah bulan 6 – 12 : 70-30 (shohibul maal – mudharib) Dengan demikian. titik berat analisis masih terfokus pada analisis kemampuan bayar dan keberadaan jaminan. sliding. 3. grace-period. step-up.KUMPULAN TUGAS KULIAH JURUSAN EKONOMIKA DAN BISNIS ISLAM STAIN SURAKARTA Kesimpulan Secara bahasa. Pada prinsipnya syirkah itu ada dua macam yaitu Syirkah amlak (kepemilikan) dan syirkah Uqud (terjadi karena kontrak). 3) syarat terealisasinya akad. progresif. 16 . perbankan syariah di Indonesia mempraktikkan pembiayaan musyarakah yang tidak sama persis dengan konsep klasik musyarakah. Beberapa deviasi pembiayaan musyarakah yang perlu digarisbawahi adalah sebagai berikut : 1. syirkah atau musyarakah berarti mencampur. Musyarakah dalam kenyataannya. 4) syarat lazim juga harus dipenuhi. Kurangnya informasi dari pihak bank 2. empat syarat akad musyarakah yaitu 1) syarat berlakunya akad. Besarnya nisbah bagi hasil tidak harus sama setiap bulannya selama masa pembiayaan. Dalam proses permohonan pembiayaan musyarakah. 2) syarat sahnya akad. Dapat dilakukan akad dengan multi-nisbah. selama hal ini ditetapkan dengan jelas di awal. semua variasi teknik perhitungan dapat diakomodir dalam perhitungan nisbah bagi hasil.

2008. Jakarta: RajaGrafindo. Yogyakarta: UII Press. Nadratuzzaman Hosen.KUMPULAN TUGAS KULIAH JURUSAN EKONOMIKA DAN BISNIS ISLAM STAIN SURAKARTA DAFTAR PUSTAKA Ascarya.com/Makalah%20Musyarakah%20Mutanaqishah_Nadratuzzaman http://www. http://scrib. M. Ir. Jakarta : Gema Insani. Konsep.com/?article?/syirkah_musyarakah2 Muhammad. Ms. dan Implementasi Operasional Bank Syariah. Jakarta: Djambatan. AM Hasan Ali.D.Sc. 2004. Muhammad Syafi’i Antonio. Bahrul. M. Produk. 2008. Materi Dakwah Ekonomi Syariah. A.Nadratuzzaman Hosen. Akad dan Produk Bank Syariah. Jakarta: PKES. Bank Syariah dari Teori ke Praktik. 2001. Tim Pengembangan Perbankan Syariah Institut Bankir Indonesia. 17 . shariahlife. M. 2003. Teknik Perhitungan Bagi Hasil dan Profit Margin pada Bank Syariah.. Dr. Ph.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful