Skripsi Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad

SKRIPSI PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII PADA POKOK BAHASAN BILANGAN BULAT DI MADRASAH TSANAWIYAH NURUL HUDA PAKANDANGAN BLUTO SUMENEP

SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S1) Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nusantara PGRI Kediri

Oleh : RIFKI ALFI LAILI NPM : 03.1.03.01.0129

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI 2007

ABSTRAKSI

Rifki Alfi Laili, Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VII pada Pokok Bahasan Bilangan Bulat di Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda Pakandangan Sumenep.

Kata Kunci : Prestasi Belajar dan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD. Salah satu model pembelajaran yang dapat menumbuhkan kreativitas siswa sekaligus melatih siswa untuk dapat menerima keberagaman individu adalah model pembelajaran kooperatif. Pada model pembelajaran kooperatif siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil beranggotakan 5 sampai 6 orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan pembelajaran. Berdasarkan laporan Slavin (1986) (Ibrahim dkk, 2000:16) menelaah penelitian dan melaporkan bahwa 45 penelitian telah dilaksanakan antara tahun 1972-1986. Menyelidiki pengaruh pembelajaran kooperatif terhadap hasil balajar. Studi ini dilakukan pada semua tingkat kelas dan meliputi bidang studi bahasa, geografi, ilmu social, sains, matematika, bahasa inggris sebagai bahasa kedua, membaca dan menulis. Studi yang ditelaah itu dilaksanakan di sekolah-sekolah kota, pinggiran dan pedesaan di Amerika Serikat, Israel, Nigeria, dan Jerman. Dari laporan tersebut, 37 diantaranya menunjukkan bahwa kelas kooperatif menunjukkan hasil belajar akademik yang signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok control. Delapan studi menunjukkan tidak ada perbedaan, dan tidak satupun studi menunjukkan bahwa memberikan pengaruh negative. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda Pakandangan Bluto Sumenep yang berjumlah 34 orang. Siswa dibagi dalam 7 kelompok, 6 kelompok terdiri dari 5 orang dan 1 kelompok terdiri dari 4 orang. Perlakuan dilakukan sebanyak 2 kali tatap muka. Data diperoleh dari hasil pre-test dan post-test yang kemudian diolah ke dalam computer program SPSS PC versi 10.0 dan print-out computer, hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda Pakandangan Bluto Sumenep yaitu dengan melihat t test berpasangan sebesar 5,7656 yang lebih besar dari t table 2,0395 dalam taraf kepercayaan 95%. Walaupun penelitian ini hanya dilakukan di kelas VII Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda Pakandangan Bluto Sumenep, pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah baik untuk

.dijadikan suatu percobaan oleh seorang guru khususnya guru matematika untuk meningkatkan prestasi belajar anak didiknya.

................................................................................ F.............................................................. Identifikasi Variabel Penelitian . Daftar Lampiran ............................ E............ Teknik Analisis Data ................ Motto dan Persembahan ................................................................. Tempat dan Waktu Penelitian ...................................................... Halaman Pengesahan ................... Halaman Persetujuan ........................................................... Kajian Teori ..................................................................................... E.............................................. Daftar Isi ....................................... C..................................................... Batasan Masalah ................................................................................................................. C............................................................................................. D..................................................................................................................................................... Rancangan Penelitian ....... Tujuan Masalah .............................................................................................................................................. C................................................................. Populasi dan Sampel ................................. B.............................................................................................................................................................. F................................................... ................................................................................... Hipotesis ...................................................................................................................... Rumusan Masalah ............................. BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A.......................... Dasar Pemikiran .................. Deskripsi Data Variabel .............. Kegunaan Penelitian ......................... Latar Belakang ............................................................................................................ Teknik Penelitian ..................................... BAB III METODE PENELITIAN A..... Kata Pengantar ................................................. Abstrak ............................ BAB I PENDAHULUAN A........................................................................................................... Identifikasi Masalah ....................... D. G.............................. B.........................................................................DAFTAR ISI Halaman Judul ................................................. B. Instrument Penelitian dan Teknik Pengumpulan Data ...................................... BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS A..........

........................................................................ C....................................... Analisis Data .............. Saran-saran ........ DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN ........................................................................... BAB V SIMPULAN................................. Kesimpulan ........................................................................................................................... Pengujian Hipotesis ............................................ C.................... IMPLIKASI DAN SARAN A................. B................................................. Implikasi ............B.........

................................................................................................................................................ 11......................... 3.......................................... 6.. Surat Keterangan Melakukan Penelitian ............................................ Chi Square test ............. 8........................................................................ Uji F .................................................... 4........................................................................................................................... Scenario Pembelajaran I .... ..... Instrument Penelitian ......DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman 1....................... 9.......................................................................... 7.................................. T test .................................. Kunci Jawaban dan Penyekoran Instrumen Penelitian ..................................................... Scenario Pembelajaran II .................. Data nilai Pre-Test dan Post Test ................................................................................................... Test Prestasi ......... 5..... Kunci Jawaban ................. 2............................ 10.......................................

8. Ibu Dra. selaku Ketua Lembaga STKIP PGRI Sumenep. Perlu peneliti utarakan bahwa kekurangan sempurna tentu masih banyak terdapat dalam skripsi ini. 5. dan Drs. Penulis tidak dapat memberikan sesuatu yang setimpal atas bantuan dan sumbangsih dari ibu dan saudara. antara lain : 1. selaku rector IKIP PGRI Kediri. Samijo. selaku Dekan FKIP IKIP Kediri. Teman-teman seperjuangan (Yana. 4. Sri Panca Setyowati. Ichsannudin. Ec. Bapak Drs. Bapak Kepala Sekolah beserta segenap Dewan Guru MTs. 3. . Ningsih. Sri. Skripsi ini diajukan guna memenuhi salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Program S-1 FKIP Universitas Nusantara PGRI Kediri. Nurul Huda Kecamatan Bluto. 2. Bapak Rusly. 6. walaupun pengkajian ulang dan revisi telah peneliti lakukan berkali-kali. Harapan peneliti agar skripsi ini bermanfaat tidak hanya bagi mahasiswa fakultas keguruan tetapi juga para guru. M.Pd.Pd. saudara-saudaraku yang telah menjadi inspirator bagi penulis dalam menyelesaikan penyusunan skripsi ini. Suryo Widodo. penulis hanya dapat berdo’a semoga segala amal bantuan Bapak Ibu serta Saudara sekalian dibalas oleh Allah SWT. Nurul Huda Kecamatan Bluto. selaku Ketua Jurusan Matematika. MM. M.Pd. Bapak Drs. M. 7. Khusus kepada Drs. H. Junaidi Peneliti sampaikan terima kasih yang tak terhingga atas dorongan dan saran beliau agar peneliti menyelesaikan karya ilmiyah ini. Almarhum Bapakku yang sangat aku saying. Yuli) yang telah banyak menyediakan fasilitas yang penulis butuhkan selama penyusunan skripsi ini. Namun demikian masih banyak lagi yang membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak bisa peneliti sebutkan satu persatu namun demikian peneliti merasa perlu untuk menyebutkan pihak secara khusus dengan peranannya dalam penyelesaian skripsi ini. Serta pihak-pihak lain yang tak dapat penulis sebutkan semuanya yang telah banyak membantu selama penyusunan skripsi.KATA PENGANTAR Maha Suci Allah yang telah memberikan limpahan Rahmat serta kesabaran untuk menyelesaikan skripsi tentang Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VII pada Pokok Bahasan Bilangan Bulat di MTs. A.

kritik dan saran khususnya dari pada pakar dan pemerhati pendidikan amat penulis harapkan demi penyempurnaan skripsi ini pada masa yang akan dating. Kediri. Oktober 2007 Penulis . Terima kasih.Oleh karena itu.

Demikian pula sejak orde baru hingga sekarang. Latar Belakang Berbicara masalah pendidikan berarti menyangkut kehidupan masa depan suatu bangsa karena kualitas suatu bangsa sangat ditentukan oleh factor pendidikan. Perwujudan masyarakat berkualitas merupakan tanggung jawab pendidikan. Ini disebabkan pandangan dan filsafat bangsa dan Negara Indonesia pada waktu orde lama berbeda dengan orde baru. hal ini dibuktikan dengan penyelenggaraan pendidikan yang kita alami di Indonesia. Oleh karena itu pembaruan pendidikan harus selalu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan selain aspek-aspek penting lainnya. rumusan tujuan pendidikan selalu mengalami perubahan dari pelita-pelita sesuai dengan tuntutan pembangunan dan perkembangan kehidupan masyarakat dan Negara Indonesia. Penyelenggaraan pendidikan tidak dapat dilepaskan dari tujuan pendidikan yang hendak dicapainya. serta usaha untuk menyusun organisasi pelaksanaan pendidikan yang mantap dan mampu menjawab persoalan yang ada. Salah satu model pembelajaran yang dapat menumbuhkan kreatifitas siswa sekaligus melatih siswa untuk dapat menerima keberagaman individu adalah model pembelajaran . dan demokratis. kita mengetahui bahwa pendidikan merupakan suatu kegiatan yang universal dalam kehidupan manusia. Salah satu usaha untuk mengatasi persoalan-persoalan tersebut antara lain adalah untuk mengembangkan metode pembelajaran yang efektif.BAB I PENDAHULUAN A. Demikian juga sejak orde baru. Terutama dalam mengantar para peserta didik menuju perubahan-perubahan tingkah laku. namun perbedaan filsafat dan pandangan hidup yang dianut oleh masing-masing bangsa atau masyarakat menyebabkan adanya perbedaan penyelenggaraan termasuk perbedaan system pendidikan tersebut. peran pendidikan sangat penting untuk menciptakan kehidupan yang cerdas. Dimanapun di dunia ini terdapat masyarakat. damai. Dunia pendidikan tidak lepas dari persoalan-persoalan dan kesulitan-kesulitan dalam memenuhi tuntutan zaman yang semakin berkembang khususnya dibidang matematika. baik intelektual. dan disana pula terdapat pendidikan. Meskipun pendidikan merupakan segala suatu yang umum dalam setiap kehidupan masyarakat. Tujuan pendidikan yang berlaku pada waktu orde lama berbeda dengan orde baru. Sebagaimana pendidikan umumnya. moral maupun social agar dapat hidup mandiri sebagai individu dan makhluk social.

E. Oleh karena itu. logis dan kritis. Identifikasi Masalah Dari uraian di atas. matematika menumbuh kembangkan kemampuan bernalar. D. Perlu diingat bahwa. Batasan Masalah Untuk menghindari kesalah pahaman mengenai penelitian ini maka penelitian ini terbatas pada masalah-masalah berikut ini : 1. Nurul Huda Pakandangan Bluto Sumenep. dalam pembelajaran matematika perlu diajarkan pembelajaran secara kooperatif atau kelompok agar anak didik dapat memanfaatkan perbedaan sehingga menjadi kekuatan untuk saling mengisi. dalam mengkomunikasikan gagasan atau dalam pemecahan masalah. maka permasalahan yang akan dijadikan titik tolak penelitian untuk dicati jawabannya dirumuskan sebagai berikut : Apakah penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VII MTs. 2. 3. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas. NUrul Huda Pakandangan Tahun Pelajaran 2007-2008.kooperatif. peneliti mempunyai pandangan bahwa konsep pembelajaran kooperatif merupakan salah satu metode untuk meningkatkan kualitas pembelajaran khususnya di bidang matematika. Pada model pembelajaran kooperatif siswa belajar ddalam kelompok-kelompok kecil beranggotakan 5 sampai 6 orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan Penelitian Tujuan dalam penelitian ini : . yaitu berpikir sistematis. Pembelajaran koperatif merupakan suatu strategi belajar siswa pada kelompok-kelompok kecil yang heterogen. Pembelajran kooperatif dalam penelitian ini adalah Pembelajaran Kooperatif tipe STAD. C. Materi yang akan diteliti adalah Sub Pokok Bahasan Bilangan Bulat pada Siswa Kelas VII MTs.

Sebagai persyaratan untuk memperoleh gelar S-1. 4. Sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika. Nurul Huda untuk meningkatkan prestasi siswa di bidang matematika. Sebagai motivasi diri dan meningkatkan berpikir dalam pembelajaran matematika. Sebagai acuan. Bagi Pembaca Agar dapat memajukan putra putrinya untuk meningkatkan minat belajar khususnya mata pelajaran matematika. wacana dan bekal untuk masa depan. serta untuk mendapat umpan balik. sehingga menjadi reverensi kajian (pustaka) untuk meningkatan kualitas pendidikan khususnya pelajaran matematika. b. Bagi Peneliti a. Bagi Guru a. Sebagai bahan pertimbangan dalam peningkatan mutu pendidikan khususnya di bidang matematika. b. Bagi Lembaga Sebagai sumbangan pemikiran kepada lembaga pendidikan khususnya MTs. 2. F. Kegunaan Penelitian Kegunaan penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut : 1.Untuk mengetahui penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD terhadap peningkatan prestasi belajar siswa kelas pada Pokok Bahasan Bilangan Bulat di MTs. c. 5. Bagi Pemerhati Pendidikan dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi. Nurul Huda Pakandangan Tahun Pelajaran 2007-2008. . 3.

baik yang menyangkut pengetahuan ketrampilan maupun sikap. Adapun variabel kajian teori adalah sebagai berikut : A. B. Hal itu penting sekali karena dapat memberikan dasar atau alasan-alasan fundamental dalam mengadakan penelitian dan merupakan pedoman dasar dari hasil penelitian yang akan dibahas selanjutkannya. Purwerwadarminta (dalam Herlina) dalam kamus bahasa Indonesia (2005:15) belajar adalah berusaha (berlatih) supaya mendapat sesuatu kepandaian. Sedangkan menurut pendapat yang lebih modern “Belajar adalah perubahan tingkah laku”. maka peneliti akan mengkaji variabel dan indicator-indikator penelitian. yaitu sebagai berikut : Menurut Muhinbisah (2003:89) semata-mata mengumpulkan atai menghafalkan faktafakta yang tersaji dalam bentuk informasi/materi pelajaran.BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS Segala usaha perlu mempunyai tujuan tertentu dan ntuk mencapai tujuan tersebut sudah tentu memahami titik tolak atau landasan. Dalam proses belajar mengajar yang menjadi persoalan utama adalah adanya proses belajar pada siswa yakni perubahan tingkah laku siswa melalui berbagai pengalaman yang diperolehnya. Menurut WJS. bahwa meliputi segenap aspek organism atau pribadi. 2005:16) “Belajar adalah proses perubahan prilaku berkat pengalaman dan latihan. Belajar juga merupakan suatu proses dasar perkembangan anak. Lebih lanjut. Belajar Belajar merupakan suatu usaha agar anak dapat tumbuh dan berkembang. Menurut pendapat tradisiomal “belajar adalah menambah atau mengumpulkan sejumlah pengetahuan”. Dari pendapat di atas dapat diketahui bahwa tujuan kegiatan belajar adalah perubahan tingkah laku. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa seseorang dikatakan telah belajar apabila ia dapat melakukan sesuatu yang tidak dilakukan sebelum ia belajar atau bila tingkah lakunya berubah sehingga lain caranya dalam menghadapi suatu situasi dari pada sebelumnya. Syaiful Bahri Djamarah (dalam Herlina. Sesuatu dengan permasalahan yang peneliti buat. Matematika . Ada beberapa pengertian belajar.

Dewasa ini dipandang sebagai alat piñata nalar. Konsep baru terbentuk karena adanya pamahaman terhadap konsep sebelumnya Hudojo (dalam Wasi’ah. Pengertian Prestasi Belajar . b. logis. Untuk memudahkan matematika secara dekat dapat dilihat definisi yang dikemukakan Dajono (dalam Widodo. Prestasi Belajar 1. 2002:2) menyatakan bahwa tidak mengherankan kalau ada pihak yang mendefinisikan matematika sebagai ilmu yang mempelajari struktur dan pola. Simbolisasi menjamin adanya komunikasi dan mampu memberikan keterangan untuk membentuk konsep baru. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa matematika adalah ilmu deduktif yang mempelajari struktur dan pola yang terorganisasi dan saling berhubungan satu sama lain. Matematika dipandang sebagai suatu struktur yang memerlukan penggunaan symbol untuk hubungan-hubungannya. Matematika sebagai ilmu pengetahuan tentang bilangan dan ruang. Matematika sebagai kegiatan yang dilakukan oleh para matematikawan.atau generalisasi untuk suatu studi ataupun pemecahan masalah. 2006:6). teratur. dan sistematis. c.Matematika merupakan alat yang dapat memperjelas dan menyederhanakan suatu keadaan atau situasi melalui abstraksi. Ada tiga pengertian elementer matematika sebagai berikut : a.2002:1) menyatakan bahwa “Alam semesta ditulis dalam bahasa matematika dalam abjadnya terdiri dari segi tiga lingkaran dan bangun geometri lainnya”. C. Dalam hal ini berarti konsep-konsep matematika tersusun secara hirarkis yaitu konsep baru terbentuk karena ada pemahaman terhadap konsep sebelumnya. Soejadi (dalam Widodo. 2002:2). Matematika juga mampu meningkatkan kemampuan untuk berpikir jelas. alat kompetisi dan alat komunikasi. Symbol-simbol itu sangat penting untuk membantu manipulasi aturan-aturan dengan operasi yang ditetapkan. Selanjutnya Soerjadi (1985) mempertegas bahwa “Matematika mempunyai objek abstraksi dan realisasi”. Galelo (dalam Widodo. Sedangkan dilain pihak mengatakan bahwa matematika adalah ilmu yang mempelajari bagian abstrak dan lainnya. Matematika sebagai studi ilmu pengetahuan tentang klasifikasi dan konstruksi berbagai struktur dan pola yang dapat diimajinasikan.

2. Untuk mendapatkan prestasi tidak semudah yang dibayangkan. tetapi penuh dengan berbeagai tantangan yang harus dihadapi untuk mencapainya. tetapi juga berupa kecakapan atau ketrampilan. Oleh karena itu. maka dilaksanakan evaluasi. kaitannya dengan prestasi belajar pada pelajaran matematika dapat dipahami bahwa prestasi belajar adalah peningkatan dan kemajuan siswa dalam pencapaian prestasi belajar di bidang matematika dinyatakan setelah melalui evaluasi hasil belajar.Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah diciptakan. Maka sebagai konsentrasi diharuskan mengoptimalkan kekuatan dalam kegiatan yang dijadikan sarana untuk mendapatkan prestasi tersebut. wajarlah kalau pencapaian prestasi itu dengan keuletan kerja. Hanya dengan keuletan dan optimism dirilah yang dapat membantu untuk mencapainya.. Kemajuan yang diperoleh individu tidak saja berupa ilmu pengetahuan.Ed. (Muhibbin Syah. M. 2003:150). Prestasi tidak akan pernah dihasilkan selama seseorang tidak melakukan kegiatan dalam kenyataan. baik secara individu maupun kelompok. . sehingga pencapaian prestasi itu sesuai dengan harapan. Prestasi Belajar sebagai Hasil Belajar Pada pembahasan di atas telah dibicarakan bahwa prestasi belajar adalah hasil penilaian tentang kemajuan siswa setelah melakukan aktivitas belajar. Fungsi dari prestasi belajar bukan saja untuk mengetahui sejauh mana kemajuan siswa setelah menyelesaikan aktivitas. tetapi yang lebih penting adalah sebagai alat untuk memotivasi siswa agar lebih giat belajar baik secara individual maupun kelompok. Evaluasi hasil belajar adalah tingkat keberhasilan yang dicapai oleh siswa setelah mengikuti suatu kegiatan pembelajaran dimana tingkat keberhasilan tersebut kemudian ditandai dengan skala nilai berupa huruf atau kata/symbol. ini berarti prestasi belajar tidak akan bisa diketahui tanpa dilakukan penilaian atas aktivitaas belajar siswa. Dengan demikian dapat dipahami bahwa prestasi belajar adalah penilaian pendidikan tentang kemajuan siswa dalam sagala hal yang dipelajarinya di sekolah yang menyangkut pengetahuan atau kecakapan dan ketrampilan yang dinyatakan sesudah hasil penilaian (evaluasi hasil belajar). Semua itu bisa diperoleh dibidang suatu mata pelajaran tertentu. Diketahui bahwa dalam pencapaian prestasi yang penuh dengan rintangan dan tantangan terkadang seseorang tidak pernah menyerah untuk mencapainya meski di dalamnya terdapat saingan yang terkadang kedudukannya lebih baik dan lebih tinggi. Dari evaluasi itulah akan diketahui kemajuan siswa. Kemudian untuk mengetahui penguasaan siswa terhadap mata pelajaran tersebut. Begitu juga dalam penilaian ini.

Siswa bisa menjadi sumber belajar bagi temannya yang lain sehingga hasil belajar lebih variatif. matematika. Pembelajaran Kooperatif Dewasa ini model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang popular. hal ini dimaksud antar siswa saling membutuhkan sehingga menuntut adanya interaksi promotif yang mungkin siswa saling memberikan motivasi untuk meraih hasil belajar yang optimal. Studi ini dilakukan pada semua tingkat kelas dan meliputi bidang studi bahasa. Delapan studi menunjukkan tidak ada perbedaan. bahasa inggris sebagai bahasa kedua. ilmu social. siswa melakukan dialog bukan hanya dengan guru melainkan dengan sesame siswa. Nigeria. Dari laporan tersebut. Israel. Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu strategi belajar yang menempatkan siswa pada kelompok-kelompok kecil yang heterogen baik tingkat kemampuan latar belakang social ekonomi maupun suku yang berbeda dan saling ketergantungan dalam struktur tugas. 2000:16) menelaah penelitian dan melaporkan bahwa 45 penelitian telah dilaksanakan antara tahun 1972-1986. 2000:5). . Dari laporan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pada tataran kenyataan pembelajaran kooperatif sangat baik sekali meningkatkan prestasi anak didik. membaca dan menulis. Dalam hal ini setiap anggota kelompok akan bekerja sama dalam menyelesaikan setiap masalah yang diberikan guru dan kerjasama belum berakhir jika salah satu anggota kelompok belum menguasai bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut. 2003:3). 37 diantaranya menunjukkan bahwa kelas kooperatif menunjukkan hasil belajar akademik yang signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok control. Saling ketergantungan negative. Unsur-unsur Dasar Pembelajaran Kooperatif a.D. geografi. tujuan dan hadiah (Ibrahim. Berdasarkan laporan Slavin (1986) (Ibrahim dkk. 1. terutama pada bidang matematika. dan tidak satupun studi menunjukkan bahwa memberikan pengaruh negative. sebab anak didik akan lebih kompetitif. dan Jerman. pinggiran dan pedesaan di Amerika Serikat. dan salah satu alasan pembelajaran kooperatif adalah bahwa manusia mempunyai perbedaan yang merupakan suatu kekuatanuntuk saling melengkapi. Studi yang ditelaah itu dilaksanakan di sekolah-sekolah kota. sains. Menyelidiki pengaruh pembelajaran kooperatif terhadap hasil belajar. Interaksi tatap muka. beberapa ahli menyatakan bahwa model ini tidak hanya unggul dalam membantu siswa memahami konsep-konsep matematika (dalam Ibrahim. b.

Anggota tim menggunakan lembar kegiatan atau perangkat pembelajaran yang lain untuk menuntaskan materi pelajarannya dan kemudian saling membantu satu sama lain untuk . Merancang bahan/meningkatkan saling ketergantungan positif e. Menyusun akuntabilitas individual i. d. Metode STAD yang dikembangkan ileh Robert Slavin dan kawan-kawannya dari Universitas Joha Hopkins adalah metode kooperatif yang paling sederhana. Menjelaskan kepada siswa mengenai tujuan dan keharusan bekerjasama h. Ketrampilan menjalin hubungan antar pribadi. Menilai kualitas kerjasama antar anggota kelompok 3. Menilai kualitas pekerjaan atau hasil belajar siswa p. Penilaian bertujuan untuk mengetahui penguasaan siswa terhadap materi pelajaran secara individual sehingga diketahui anggota mana yang membutuhkan pertolongan. Merumuskan tujuan pembelajaran b. Akuntabilitas individual. Siswa diarahkan agar mampu bersosialisasi dengan sesamanya sehingga siswa mempunyai sifat rasa hormat. Memantau prilaku siswa l. j. kemudian para siswa bergabung dalam kelompoknya yang terdiri dari empat atau lima orang yang heterogen untuk menyelesaikan soal-soal yang diberikan guru. 2003:67) a. Menentukan jumlah anggota dalam kelompok belajar c. dan perbedaan bukanlah kendala. Menentukan tempat duduk d.c. f. Metode Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievent Devisions) Diantara metode pembelajaran secara kooperatif adalah metode STAD. Menutup pelajaran o. Inti dari STAD (Student Teams Achievent Devisions) ini adalah guru menyampaikan suatu materi. 2. Menentukan peran siswa/menunjang saling ketergantungan positif Menjelaskan tugas akademik g. Menyusun kerjasama kelompok Menjelaskan prilaku siswa yang diharapkan k. Memberikan bantuan kepada siswa dalam menyelesaikan tugas m. Peran Guru dalam Pembelajaran Kooperatif Guru sangat berperan sekali dalam pembelajaran secara kooperatif diantaranya (Nurhadi dan Senduk. Melakukan intervensi/ mengajarkan ketrampilan bekerjasama n.

seperti yang tampak pada table dibawah ini. tetapi berdasarkan pada seberapa jauh skor itu melampaui rata-rata skor siswa yang lalu.memahami bahan pelajaran melalui tutoriah kuir.membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien. dan membuat rencana evaluasi pembelajaran. atau siswa yang mencapai skor sempurna pada kuis-kuis itu. 2000:10) Face Face 1 Tingkah Laku Guru Menyampaikan tujuan dan Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin motivasi siswa dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa untuk belajar. Kemudian penjelasan lebih lanjut dan detail masing-masing rencana kegiatan akan dijabarkan. kelompok belajar Face 4 . Setiap minggu pada suatu lembar penilaian singkat atau dengan cara lain. siswa yang mencapai skor perkembangan tinggi. Face 3 Mengorganisasikan siswa Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya ke dalam kelompok. Hal-hal yang berhubungan dengan pembelajaran anatar lain : penyusunan rencana pembelajaran. diumumkan tim-tim dengan skor tertinggi. Kadang-kadang seluruh tim yang mencapai criteria tertentu dicantumkan dalam lembar itu. tes prestasi belajar. penyajian materi oleh guru. Langkah-langkah pembelajaran kooperatif (Ibrahim M. dan yang terakhir pemberian penghargaan. pembuatan kelompok. Face 2 Menyajikan informasi Guru menyajikan informasi pada siswa dengan metode ceramah. Sedangkan yang termasuk dalam kegiatan pelaksanaan diantaranya. membuat draft aturan main dalam belajar kooperatif. Dan setiap minggu atau 2 minggu secara individual diberi kuis dan diberi skor. pembuatan soal. satu sama lain atau melakukan diskusi. presentasi siswa. kegiatan kelompok. Skor perkembangan ini tidak berdasarkan pada skor mutlak siswa. Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif Berikut ini adalah langkah-langkah dalam pembelajaran kooperatif. 4.

Terjadinya saling ketergantungan positif dan mampu embuat siswa bertukar piker yang pada akhirnya materi ajar dapat dengan mudah diserap tanpa merasa susah dan bosan di dalam kelas.Membimbing kelompok Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada dalam bekerjasama dan saat mereka mengerjakan tugas mereka. Hipotesis Berdasarkan rumusan masalah dan kajian teori yang telah dipaparkan diatas. . F. maka hipotesis penelitian ini adalah : Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VII pada Pokok Bahasan Bilangan Bulat di MTs. Face 6 Memberikan penghargaan Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok. Dasar Pemikiran Mengacu pada laporan hasil penelitian oleh Robert Slavin ini serta mengingat bahwa dengan belajar secara kooperatif siswa dapat mengembangkan potensinya maka penelitian ini dilakukan. Nurul Huda Pakandangan Bluto Tahun Pelajaran 2007-2008. Siswa yang dibentuk dalam kelompok diharapkan mampu berkomunikasi aktif dan mampu memecahkan masalah serta menguasai materi ajar yang dihadapi. belajar Face 5 Evaluasi Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya. E.

peneliti memainkan (memanipulasi) sekurang-kurangnya satu variabel bebas dan mengamati pada satu variabel terikat. 2006:33). . sebab dengan penggunaan metode penelitian yang tepat akan dapat menekan seminimal mungkin kesalahan langkah yang diambil oleh peneliti. Variabel Bebas dalam penelitian ini adalah Pembelajaran Koperatif Tipe STAD. Nurul Huda Pakandangan Sumenep. Variabel Bebas adalah variabel yang mempengaruhi terhadap hal yang diamati (Arikunto. Dalam penelitian. Menurut Budi Santosa (2006:33) mengatakan “Variabel bebas adalah factor yang diukur. 2002:97). Teknik Penelitian 1. merupakan factor yang diamati dan diukur untuk menentukan pengaruh variabel bebas (Budi Santosa.BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada hakekatnya penelitian merupakan usaha yang dilakukan seseorang peneliti untuk memecahkan suatu permasalahan-permasalahan yang ada. yaitu variabel bebas dan variabel terikat. B. Variabel Terikat adalah respon atau output. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah prestasi belajar siswa pada materi pokok bilangan bulat pada siswa kelas VII MTs. 1. Dengan metodologi penelitian dapat diperoleh suatu petunjuk kata kerja dan caracara pemecahan masalah secara sistematis yang pada akhirnya akan didapat hasil yang benar dan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. metodologi penelitian merupakan salah satu factor penting karena akan menentukan berhasil atau tidaknya suatu penelitian. Identifikasi Variabel Penelitian Variabel Penelitian adalah obyek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian variabel penelitian dalam penelitian ini ada dua. dimanipulasi hubungannya dengan fenomena yang diamati”. Dalam metode penelitian ini penulis akan mengemukakakn tentang : A. agar dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Seorang peneliti haruslah dapat memilih metodologi yang tepat. Teknik Penelitian Dalam penelitian eksperimen. 2.

2. D. peneliti memberikan post-test (T2). Setelah mengadakan pre-test penelitian memberikan perlakukan (X) kepada siswa sebanyak tiga kali pertemuan. peneliti menggunakan rancangan atau design penelitian pre-test and post-test group dengan pola : T1 X T2 T1 = Pre-test X = Treatment (perlakuan) T2 = Post-test Pre-test (T1) diberikan sebelum siswa mendapat perlakuan berupa penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD. Tempat dan Waktu Penelitian 1. 2. Pada penelitian ini peneliti harus melakukan treatment/perlakuan pada siswa dan melakukan penukuran terhadap hasil perlakuan. Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada semester 1 tahun pelajaran 2007/2008. Adapun rencana jadwal penelitian ini sebagao berikut. Rancangan Penelitian Dalam rancangan penelitian yang peneliti gunakan adalah test awal dan test akhir. karena semua data yang diambil nantinya berupa nilai angka dari tes.Dari pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam penelitian ini teknik yang digunakan adalah metode eksperimen. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda Pakandangan Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan sekitar bulan Juni dan Juli. Pre Test T1 Treatment X Post Test T2 Dalam penelitian ini. No. Kegiatan Juni Juli . Pendekatan Penelitian Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Setelah selesai memberikan perlakuan. C.

Sampel pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII MTs. Nurul Huda Pakandangan Bluto. lengkap dan sistematis sehingga mudah diolah )Arikunto. 2. Populasi Menurut Arikunto (2002:108). Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti. Teknik sampling yang digunalan peneliti adalah sampel berkelompok (Cluster Sampling) dengan mangambil sapel adalah kelas VII B.Minggu I 1. 2. F. Pengambilan data pre-test Pertemuan pertama proses pembelajaran Pertemuan kedua proses pembelajaran Pertemuan ketiga proses pembelajaran Pengambilan data post-test II √ √ √ III IV I Minggu II III IV 3. dalam arti lebih cermat. Sampel Menurut Arikunto (2002:108). Instrument Penelitian Instrument penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaan lebih mudah dan hasilnya lebih baik. 2. Soal tes digunakan untuk mengetahui hasil prestasi belajar. Populasi dan Sampel 1. 5. √ √ E. Instrument penelitian adalah dengan pembuatan soal tes dengan pilihan ganda sebanyak 10 soal. Instrument Penelitian dan Teknik Pengumpulan Data 1. Hal ini bermanfaat untuk mengetahui sejauh mana perkembangan siswa yang telah diperlakukan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD. populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa MTs. 2002:136). 4. Nurul Huda Pakandangan Bluto tahun pelajaran 2007/2008. Teknik Pengumpulan Data .

100%. Perbedaan antara prestasi dari kedua tes tersebut dapat diasumsikan merupakan efek dari perlakuan. 3. Untuk mengetahui prestasi belajar siswa setelah diajar dengan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan melihat rata-rata nilai post-test (sesudah proses pembelajaran).Teknik pengumpulan data adalah cara yang ditempuh dan digunakan untuk mencari dan mengumpulkandata. Teknik Analisis Data Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik analisis dan desain pre-tes dan posttest. persyaratan dan sebagainya yang diatur agar sifatnya sesuai dengan apa adanya tanpa ada penafsiran dan perubahan. G. Baik apabila semua bahan pelajaran yang diajarkan dapat dikuasai oleh siswa 76% . 4. Maksimal Apabila semua bahan pelajaran yang diajarkan dapat dikuasai oleh siswa.75%. keterangan. Dalam penelitian ini teknik yang digunakan adalah teknik tes. Sebelum diberikan pre-test dan sesudah post-test dilakukan penganalisaan. Dengan criteria prestasi adalah sebagai berikut : 1. Cukup Apabila bahan pelajaran yang diajarkan dapat dikuasai oleh siswa antara 60% . dengan teknik ini peneliti akan menskor tiap-tiap jawaban pada soal tes tersebut. Menurut Suharsimi Arikunto “Tes sebagai instrument pengumpulan data dapat dibedakan menjadi dua yaitu : Tes buatan guru dan tes standar” (2002:198). Data penelitian ini dilakukan tes sebanyak 2 kali. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan tes buatan guru karena peneliti bisa membuat tes dengan menggunakan prosedur yang dianggap peneliti bisa lebih efektif. Kurang Apabila bahan pelajaran yang diajarkan hanya dikuasai kurang dari 50%. 2. Untuk mengukur penerapan suatu treatment dapat digunakan rumus : .

Keterangan : Md xd N 2 = Mean dari deviasi (d) antara post-test dan pre-test = Jumlah kuadrat deviasi = Banyaknya subyek n – 1 = df atau db nilai t dikonsultasikan dengan table nilai t dua ekor d.b = N-1 hipotesis diterima jika thitung > ttabel dengan taraf signifikan 5 % Keterangan : Md d N = Mean dari deviasi (d) antara post-test dan pre-test = Skor post test – skor pre test = banyaknya subyek ∑x2d dapat dihitung dengan rumus : .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful