Open Bite Treatment By Wanda Thibodeaux, eHow Contributor An open bite is a fairly common dental problem in which the

teeth on the bottom and top of the mouth do not touch. It is caused by problems like TMJ (tension in the trans-mandibular joint) or chronic thumb sucking in early childhood. There are several different approaches for open bite treatment. Related Searches:
 

Orthodontist Braces Removable Braces

1. Braces

Wear braces. The wires attached to the individual braces on each tooth exert a pressure on the teeth that, over time, causes the teeth to shift and the open bite to close. When the orthodontist adjusts your braces, avoid hard biting and use a sensitive teeth toothpaste for a few days, because the adjustment tends to make the teeth sore and just a teensy bit loose. Commit to extremely good oral hygiene, because plaque, food particles and bacteria can build up on the teeth around the bases if the teeth are not kept clean. This can cause cavities and other oral problems such as gum disease.


Wear headgear that exerts pressure on the teeth or entire jaw. Sometimes the headgear is worn only at night, which makes it a little less conspicuous. The headgear, like braces, is custom fit to the wearer and may need adjustment as the teeth and/or jaw shift(s). This method may be best if the teeth are straight and do not need to be moved to correct angle or positioning; it is associated more with open bites that are the result of jaw issues rather than habits like pushing the teeth with the tongue or thumb sucking.

Blocks and Magnets

Bite blocks work to keep the jaw and teeth from moving in a particular way or direction, thereby training the jaw and teeth into a closed bite position. Magnets do the same thing. With these, the repelling force of the magnet is used to guide the teeth and jaw the way they need to move. These may be used in conjunction with headgear.


Some cases of open bite are caused by particular behaviors. The best example is thumb sucking. Stopping these behaviors is an effective open bite treatment for such cases because it immediately stops the cause of the open bite. The bite may

not get better without additional treatment methods like braces or headgear, but behavior modification can guarantee that the open bite will not get any worse. Speak with your dentist or orthodontist to determine exactly what has caused your open bite, since behavior modification will not work in instances where the open bite is caused by a physical problem. Surgery

Going under the knife is the most drastic of all open bite treatments, as it often involves surgical repositioning of the jaw. The recovery time for this treatment is longer than for other treatment methods, and you may need to take pain medications and eat very soft foods until you heal. This method uses braces prior to surgery to put teeth into a post surgery position, so it's a long process.

Open Bite Treatment
INTRODUCTION An open bite is a malocclusion, or an abnormal bite, in which some teeth--usually the front teeth--cannot be brought into contact with the opposing teeth. An open bite usually involves abnormalities in the structure of the jaw. You can actually see inside a person's mouth when she is biting down if she has an open bite. What Causes an Open Bite? Certain oral habits, such as thumb-sucking and tonguethrusting, can create a malformation in the upper and lower jaws that prevents them from growing in such a way that the teeth come together. Genetics can also play a role. Certain speech impediments, such as lisping, can contribute to the problem, as well. An open bite itself can create the speech impediment, and sometimes it is difficult to know which developed first. How Common Is Open Bite? This type of malocclusion is uncommon, affecting a very small percentage of the general population. Aside from Cosmetic Concerns, Why Should an Open Bite Be Treated? An open bite should be corrected because it usually affects the functioning of the mouth. People with an open bite cannot, for example, sheer off the lettuce in a sandwich when they bite into it. Also, most people's speech is much improved after their open bite is corrected. Another important reason to fix an open bite is to prevent or alleviate temporo-mandibular joint disorder (TMJ); the misaligned jaw exerts excess pressure on the jaw joint.

TMJ can lead to head and cheek pain, a clicking or popping sound each time you open and close your mouth, limited range of motion of the jaw joint, and other symptoms. What Is the Treatment for Open Bite? Treatment for open bite is somewhat tricky because it often requires changing the jaw structure. Most adults and some children with open bite need surgery. Typically, surgery is confined to the upper jaw. The surgical procedure used most often is "maxillary impaction," in which the upper jaw is realigned so the bite can close normally. Braces are usually placed on the teeth several months prior to surgery so all the teeth can be leveled and aligned before the jaw is realigned. Orthodontic work continues after surgery to create an ideal bite. If the open bite is minor, it can usually be corrected with braces alone. If tongue-thrusting contributed to the open bite, the patient may also need to wear a functional appliance. This fixed or removable plastic and wire device is placed in the mouth for several months. It "retrains" the tongue so it no longer thrusts forward each time the patient swallows. If the tongue is not retrained, it can undo what you are trying to accomplish through surgery and orthodontics. If a child is still sucking his thumb or fingers, parents should seek help to break him of that habit prior to treatment. Otherwise, like tongue-thrusting, fingersucking can reduce the treatment's effectiveness. How Long Does the Treatment for an Open Bite Last? Length of treatment varies depending on severity of the open bite. Typically, treatment lasts 1 1/2 to 2 years, including any surgery that might be necessary.

Mengapa Gigi Tidak Teratur ?
August 18th, 2010

Mengapa Gigi Tidak Teratur ? ADA beberapa faktor membuat seseorang tampak indah dan menarik. Salah satunya senyum yang menawan dengan susunan gigi geligi rapih. Tetapi apakah setiap orang memiliki susunan gigi geligi yang baik dan teratur ? Jawabannya tentu tidak. Secara garis besar penyebab gigi tidak teratur adalah penyebab langsung dan tidak langsung. A. Penyebab langsung. 1. Gigi susu yang tanggal sebelum waktunya (premature loss). Gigi susu akan goyang akibat tekanan dari gigi tetap dan lama-

kelamaan akan tanggal sesuai dengan waktu pergantiannya. Proses ini berlangsung normal secara fisiologis. Tetapi ada gigi susu yang tanggal sebelum waktunya karena beberapa hal, misalnya karena karies gigi atau trauma (benturan/jatuh). Hal ini menyebabkan gigi tetapnya kehilangan arah/petunjuk untuk tubuh dan terjadi penyempitan ruangan. Akibatnya gigi tetap akan tumbuh diluar lengkung gigi. 2. Gigi yang tidak tumbuh/tidak ada (missing teeth). Karena berbagai faktor ternyata tidak semua orang memiliki jumlah gigi yang normal, adakalanya gigi seseorang tidak tumbuh. Gigi geligi yang biasa tidak tumbuh pada rahang atas adalah gigi Insisivus (seri) pertama dan kedua, premolar (geraham kecil) kedua dan molar (geraham besar) ketiga. Sedangkan di rahang bawah gigi premolar kedua dan molar ketiga. Apabila seseorang mengalami kelainan ini, maka pada lengkung gigi dan rongga mulutnya terdapat ruangan kosong sehingga tampak celah antara gigi (diastema). 3. Gigi yang berlebih (supenumerary teeth). Kelainan ini merupakan kebalikan dari gigi yang tidak tumbuh. Gigi berlebih ditunjukan dengan pertumbuhan gigi lebih banyak jumlahnya dibandingkan jumlah normalnya. Apabila gigi berlebih tersebut timbul dalam lengkung gigi, akan menyebabkan gigi berjejal (crowding). 4. Tanggalnya gigi tetap. Gigi tetap terpaksa dicabut bila berlubang besar dan tidak mungkin lagi dilakukan penambalan, sehingga terdapat ruang kosong pada lengkung gigi dan gigi tampak renggang (diastema). 5. Gigi susu tidak tanggal walaupun gigi tetap penggantinya telah tumbuh (persistens). Kelainan gigi ini merupakan kebalikan dari kelainan premature loss. Dimana gigi tetap muncul diluar lengkung rahang dan tampak berjejal. 6. Bentuk gigi tetap tidak normal. Karena beberapa hal, seseorang bisa memiliki satu atau lebih gigi dengan bentuk tidak normal. Misalnya gigi seri kedua rahang atas yang bentuknya konus/pasak, sehingga lebih kecil dibandingkan yang lainnya. Akibatnya terdapat ruang kosong antara gigi dan gigi tampak renggang. 7. Kebiasaan-kebiasaan buruk. Anak-anak yang sering melakukan kebiasaan buruk berulang-ulang dapat berakibat kelainan pada gigi dan jaringan pendukungnya. Beberapa kebiasaan buruk itu adalah : - Bernapas lewat mulut. Jika anak mengalami gangguan pada rongga hidung, maka dia akan bernapas melalui mulut. Bila hal ini dilakukan terus-menerus dapat mengakibatkan kelainan berupa gigi depan rahang atas bisa meronggos (protusif) dan gigitan depan menjadi terbuka (open bite). - Mengisap jari. Kebiasaan mengisap jari pada anak-anak timbul pada usia 1-2 tahun. Jika dibiarkan terus menerus sampai usia 5 tahun atau lebih dapat berakibat kelainan pada posisi gigi. Jari

akan menekan gigi rahang atas ke depan dan gigi rahang bawah ke dalam, sehingga gigi tampak meronggos. - Proses penelanan yang salah. Proses penelanan yang benar adalah posisi lidah berada pada langit-langit mulut dan mendorong makanan ke belakang. Sedang apabila proses penelanan salah, maka posisi lidah didorong maju dan berada diantara gigi depan rahang atas dan bawah. Apabila hal ini dibiarkan berlarut-larut bisa mengakibatkan kelainan. B. Penyebab tidak langsung Segala hal yang menyebabkan terjadinya gangguan pada pertumbuhan dan perkembangan tubuh, secara tidak langsung juga berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan rahang dan gigi geligi, seperti : a. Faktor keturunan (genetika). Seorang anak yang mengalami kelainan posisi gigi bisa diturunkan dari kedua orang tuanya. Contohnya orang tua dengan kelainan skelatal (tulang rahang) kelas III Angle (cakil) kemungkinan akan mempunyai anak dengan kondisi gigi yang serupa. Faktor keturunan itu tidak bisa dicegah karena setiap orang tua pasti akan mewariskan gen-gen (sifat menurun) kepada anak-anaknya. b. Faktor gangguan pada janin (kongenital). Berbagai gangguan dari luar yang dapat mempengaruhi keadaan janin pada saat berada di dalam kandungan, misalnya ; mengkonsumsi obatobatan pada saat hamil, menderita trauma /penyakit tertentu dan kurang gizi. Faktor kongenital ini harus menjadi perhatian bagi para calon orang tua. Terutama bagi ibu hamil agar hati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan pada usia 8 – 14 minggu masa kehamilan. Sebab menurut para ahli saat usia inilah terjadinya pembentukan rahang atas dan bawah. c. Gangguan keseimbangan kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin berfungsi menghasilkan hormon dalam tubuh untuk mengatur pertumbuhan dan perkembangan. Termasuk ini adalah kelenjar pituitary, thyroid dan parathyroid. Apabila ada kelainan pada kelenjar-kelenjar tersebut, maka dapat terjadi gangguan pada pertumbuhan dan perkembangan tubuh termasuk rahang dan gigi. Contohnya, bila hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pituitary berlebih mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan tubuh melebihi normalnya atau gigantisme, dan gigi geligi menjadi renggang (diastema). Begitupula sebaliknya bila hormon yang dihasilkan kelenjar pituitary berkurang, maka pertumbuhan akan terhambat. Penderita menjadi kerdil dan creatism serta gigi geligi menjadi berjejal (crowding). Setelah mengetahui penyebab gigi tidak teratur, maka perlu langkah-langkah untuk mencegahnya. Ketidakteraturan gigi dapat dicegah pada saat usia anak prasekolah dan sekolah dasar (3-11 tahun). Ada tiga langkah yang perlu dilakukan dalam mencegah gigi tidak teratur yaitu :

Pendekatan psykologis. Secara psykologis anak-anak belum peduli dengan keberhasilan dan kesehatan giginya. Oleh karena itu peran orang tualah untuk mengajarkan pada anak tentang perlunya menjaga kebersihan dan kesehatan gigi. Misalnya, memberi contoh dan membiasakan menyikat gigi setelah makan dan sebelum tidur pada si anak. Perawatan gigi anak. Setelah si anak secara psykologis sudah dapat menerima perawatan, maka butuh konsultasi ke dokter gigi untuk diambil tindakan bila dipandang perlu. Seperti mencabut gigi susu yang belum tanggal sedangkan gigi tetapnya sudah tumbuh. Penambalan gigi susu yang berlubang agar tidak tanggal sebelum waktunya. Pembuatan alat (space maintainer) untuk mempertahankan posisi ruangan gigi yang telah tanggal sebelum waktunya. Mencegah dan menghilangkan kebiasaan buruk. Kebiasaan buruk yang sering dilakukan oleh anak-anak, seperti mengisap jari, bernapas melalui mulut dan proses penelanan yang salah. Oleh karena itu orang tualah harus mengetahui kebiasaan buruk si anak dan mencegahnya sejak dini. Bila anak sudah melakukan kebiasaan buruk, maka orang tua segera berkonsultasi ke dokter gigi untuk menghilangkan kebiasaan buruk tersebut sebelum terjadi kelainan gigi.